Anda di halaman 1dari 10

TUGAS 1

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah


Bahasa Indonesia

Disusun oleh
Sani Putri Nurjannah
042657227

Jurusan/Prodi Manajemen
Fakultas Ekonomi
Universitas Terbuka
1. Dikemukakan H.A.K Halliday dalam bukunya yang berjudul Explanations in the Functions of
Language (1973) yang dikutip Tarigan (2003:6-7) ada tujuh fungsi bahasa yaitu :

1) Fungsi instrumental (the instrumental function), melayani pengelolaaan lingkungan,


menyebabkan peristiwa-peristiwa tertentu terjadi.
2) Fungsi regulasi (the regulatory function), bertindak untuk mengawasi serta
mengendalikan peristiwa-peristiwa.

Fungsi regulasi atau fungsi pengaturan ini bertindak untuk mengendalikan serta
mengatur oranglain. Demikianlah, pengaturan pertemuan antara orang-orang
persetujuan, celaan, ketidaksetujuan pengawasan tingkah laku, menetapkan
peraturan hukum, merupakan ciri fungsi regulasi bahasa. Jika saya berkata: “Kamu
mencuri, karena itu kamu dihukum!” maka fungsi bahasa di sini adalah fungsi
instrumental, tetapi kalimat: ”Kalau kamu mencuri maka kamu pasti dihukum.”
Mengandung fungsi regulasi, fungsi pengaturan.

3) Fungsi pemerian (the representational function) adalah penggunaan bahasa untuk


membuat pernyataan-pernyataan, memyampaikan fakta-fakta dan pengetahuan,
menjelaskan atau melaporkan, dengan kata lain menggambarkan realitas yang
sebenarnya, seperti yang dilihat oleh seseorang.
4) Fungsi interaksi (the interactional function) bertugas untuk menjamin serta
memntapkan ketahan dan kelangsungan komunikasi, interaksi sosial. Keberhasilan
komunikasi interaksional ini menuntut pengetahuan secukupnya mengenai logat
(slang), logat khusus (jargon), lelucon, cerita rakyat (folklore), adat-istiadat dan
budaya setempat, tata krama pergaulan, dan sebagainya
5) Fungsi perorangan (the personal function) memberi kesempatan kepada seseorang
pembicara untuk mengekspresikan perasaan, emosi, pribadi, serta reaksi-reaksinya
yang mendalam. Kepribadian seseorang biasanya ditandai oleh penggunaan fungsi
personal bahasanya dalam berkomunikasi dengan orang lain. Dalam hakikat bahasa
perorangan ini jelas bahwa kesadaran, perasaan, dan budaya turut sama-sama
berinteraksi dengan cara yang beraneka ragam.
6) Fungsi heuristik (the heuristic function) melibatkan penggunaan bahasa untuk
memperoleh ilmu pengetahuan, mempelajari seluk beluk lingkungan. Fungsi
heuristik seringkali disampaikan dalam bentuk pertanyaan yang menuntut jawaban.
Secara khusus, anak-anak memanfaatkan penggunaan fungsi heuristik ini dalam
aneka pertanyaan “mengapa?” yang tidak ada putusannya mengenai dunia
sekeliling, alam sekitar mereka. Penyelidikan, rasa ingin tahu, merupakan suatu
metode heuristik untuk memperoleh representasi realitas dari orang lain.
7) Fungsi imajinatif (the imaginative function) melayani penciptaan sistem-sistem atau
gagasan yang bersifat imajinatif.

Mengisahkan cerita-cerita dongeng, membacakan lelucon, atau menulis novel,


merupakan praktik penggunaan fungsi imajinatif bahasa, melalui bahasa itu kita
dapat menciptakan mimpi-mimpi yang mustahil jika memang yang kita inginkan
seperti itu
B
P
I
8
0
2
"
1
t
y
m
4
5
u
h
g
b
r
e
k
ti
l
o
p
)
9
(
n
d
,
i
s
a
6
M
V
7
v
O
-
X
3
f
j
c
D
K
U
.
S
A
H
2. Berikut Ini Peta Konsep (Mind Mapping) yang Menjelaskan Perkembangan Bahasa
Indonesia Berdasarkan Hasil Kongres VII S.D Xi (Sumber BMP MKWU4108 hal 2.12 -2.14)
PETA KONSEP 2

Kongres Bahasa Indonesia VII (26-


30 Oktober 1998 )

Dibentuknya Badan Pertimbangan Bahasa

Memperkukuh kedudukan bahasa


Kongres Bahasa Indonesia XI (28-
31 Oktober 2018)
Organisasi Profesi
Perkembangan limu pengetahuan dan

Kongres Bahasa Indonesia VIII (14-


Tema menjayakan bahasa dan sastra indonesia
17 Oktober 2003)

Dikembangkan menjadi 3 subtema: pendidikan


Perkembangan
bahasa dan sastra,pengutamaan bahasa, bahasa Bahasa Indonesia
sastra teknologi dan informasi, ragam bahasa, Berdasarkan Hasil
kajian bahasa, pengelolaan bahasa, bahasa untuk Oktober titetapkan
diplomasi dan politik, perencanaan bahasa Kongres sebagai bulan

Dan diluncurkannya produk kebahasaan dan


kesastraan
seminar bahasa Indonesia di berbagai
lembaga yang memperhatikan bahasa
indonesiia

Kongres Bahasa Indonesia X (28-


31 Oktober 2013)
Kongres Bahasa Indonesia IX (28
oktober - 1 nov 2008)

1.Menetapkan Kedudukan dan


fungsi bahasa
2.sosialisai hasil pembakuan 5 Pembahasan
bahasa Indonesia
3.bahsa Indonesia sebagai media
pendidikan karakter Bahasa Indonesia
4..Menerapkan UKBI
5.pengawasan penggunaan Bahasa Daerah
bahasa
6.KPI Sebagai pengingat dan Bahasa Asing
menegur lembaga penyiaran
7. media massa sebagai sarana
Bahasa sastra
pemartabatan bahasa dan sastra
Indonesiaa
8.mendukung pendirian pusat Bahasa media massa
3. SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, dan review)
1. Survey
1. Judul : Sisi Positif Parenting Budaya Jepang
2. Penulis : Buyung Okita
3. Jumlah halaman : 3 halaman
4. Topik artikel : Ilmu-ilmu Parenting
5. pokok artikel :- 4 jenis gaya parenting
- hubungan antara orang tua dan anak
- orang tua adalah cerminan anak
- orang tua dan anak adalah setara
- memeperhatikan tetang perasaan dan emosi anak

2. Question
1) Apa sajakah jenis gaya parenting ?
2) Bagaimana Penjelasan Mengenai 4 jenis Gaya Parenting ?
3) Gaya asuh apakah yang digunakan orang tua di Jepang ?

3. Read
(Jawaban sesuai isi artikel)

1) Terdapat 4 jenis gaya parenting, yaitu gaya asuh otoriter, berwibawa, permisif, dan
terlalu protektif
2) Berikut ini sedikit penjelasan mengenai gaya parenting
a. Hubungan antara orang tua dan anak yang sangat dekat
Pada usia 0-5 tahun, anak diajak untuk bersosialisasi dengan keluarga dan
kerabat sehingga dapat lebih mengenal saudara dan mudah bersosialisasi.
Orang tua di Jepang juga beranggapan sebisa mungkin menemani putra
-putrinya sehingga anak merasakan kasih saying orang tuanya.
b. Orang tua adalah cerminan anak
Setelah faseusia 5 tahun (5- 15 tahun) anak boleh bereksplorasi melakukan
sesuatu dan melakukan apa yang dilakukan orang tua nya. Fase ini mengajari
anak-anak untuk dapat berkontribusi melakukan cara-cara yang telah
dilakukan secara turun temurun.

c. Orang Tua dan Anak Setara


Setelah anak berusia 15 tahun, orang tua mulai memberikan ruang agar anak
dapat lebih mandiri dengan mengurangi batasan yang diterapkan pada fase
sebelumnya.Fase ini mempersiapkan anak untuk melakukan kegiatan
keterampilan bagi dirinya sendiri dan keluarga serta belajar bertingkah laku
yang baik dan sopan (menurut adat Jepang)

d. Memperhatikan tentang perasaan dan emosi


anak juga diberikan semangat untuk dapat memahami dan menghormati
perasaanya sendiri. Anak diajarkan untuk dapat memiliki sikap empati dan
saling menghormati orang lain.

3) Gaya asuh orang tua dijepang merupakan perpaduan antara sedikit gaya pemisif dan
gaya authoritative ( berwibawa)
4. Recite
(Jawaban menggunkan bahasa sendiri)

1. Gaya Parenting terbagi menjadi 4 jenis yaitu gaya asuh otoriter, gaya asuh
berwibawa, gaya asuh permisif, dan gaya asuh telalu protektif

2. Adapun penjelasan singkat mengenai 4 jenis gaya parenting yaitu


a. Hubungan yang sangat baik antara orang dan anak
Saat usia anak dibawah 5 tahun anak mulai diajarkan untuk bersosialisasi kepada
keluarga dan kerabat dengan tujuan agar lebih mengenal saudara serta mudah
dalam bersosialisasi. Dijepang orang tua selalu berusaha menemani anaknya,
mereka beranggapan dengan cara itu membuat anak merasakan kasih sayang
orang tuanya.

b. Orang tua sebagai cerimanan dari anak nya


Pada fase usia diatas 5 tahun (5-15 tahun) anak diperbolehkan untuk
bereksplorasi sesuatu kegiatan dan melakukan apa yang dikerjakan oleh orang
tuanya . Di fase ini jugalah anak mulai dapat berkontribusi melakukan cara-cara
atau kegiatan yang telah ada dari dahulu.

c. Setara nya antara orang tua dan anak


pada saat anak berumur diatas 15 tahun orang tua mulai mengurangi batasan
atau aturan yang telah ditetapkan sebelumnya dan memberikan ruang kepada
anak agar anak lebih dapat mandiri. Menurut adat jepang di fase ini anak
dipersiapkan untuk melakukan kegiatan keterampilan bagi dirinya sendiri dan
keluarga serta belajar bertingkah laku yang baik dan sopan terhadap orang lain
d. Perasaan dan emosi anak perlu diperhatikan oleh orang tua
Sebagai orang tua juga perlu memberikan semangat agar anak dapat memahami
dan menghormati perasaan dan dirinya sendiri, kemudian anak perlu diajarkan
agar memiliki sikap empati dan saling menghormati orang lain terutama orang
yang lebih tua.

3. Dalam parenting anak, orang tua dijepang menggunakan perpaduan gaya asuh yaitu
gaya asuh permisif dan gaya asuh berwibawa.

5. Review
(melakukan tinjauan ulang atas semua jawaban dan pertanyaan)

 Apa saja jenis gaya parenting ?


Terdapat 4 jenis gaya parenting, yaitu gaya asuh otoriter, berwibawa, permisif, dan
terlalu protektif
 Bagaimana Penjelasan Mengenai Gaya Parenting?

Berikut ini sedikit penjelasan mengenai gaya parenting

a. Hubungan antara orang tua dan anak yang sangat dekat


Pada usia 0-5 tahun, anak diajak untuk bersosialisasi dengan keluarga dan
kerabat sehingga dapat lebih mengenal saudara dan mudah bersosialisasi.
Orang tua di Jepang juga beranggapan sebisa mungkin menemani putra
-putrinya sehingga anak merasakan kasih saying orang tuanya.

b. Orang tua adalah cerminan anak

Setelah faseusia 5 tahun (5- 15 tahun) anak boleh bereksplorasi melakukan


sesuatu dan melakukan apa yang dilakukan orang tua nya. Fase ini mengajari
anak-anak untuk dapat berkontribusi melakukan cara-cara yang telah
dilakukan secara turun temurun.
c. Orang Tua dan Anak Setara
Setelah anak berusia 15 tahun, orang tua mulai memberikan ruang agar anak
dapat lebih mandiri dengan mengurangi batasan yang diterapkan pada fase
sebelumnya. Fase ini mempersiapkan anak untuk melakukan kegiatan
keterampilan bagi dirinya sendiri dan keluarga serta belajar bertingkah laku
yang baik dan sopan (menurut adat Jepang)

d. Memperhatikan tentang perasaan dan emosi


anak juga diberikan semangat untuk dapat memahami dan menghormati
perasaanya sendiri. Anak diajarkan untuk dapat memiliki sikap empati dan
saling menghormati orang lain.

 Gaya asuh apakah yang digunakan orang tua di Jepang ?


Gaya asuh orang tua dijepang merupakan perpaduan antara sedikit gaya pemisif dan
gaya authoritative ( berwibawa)