MAKALAH
PENERAPAN INTEGRAL LIPAT DUA
Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Kalkulus II yang diampuh oleh:
Santi Arum Puspita Lestari, M.Pd dan Yuni Syifau Rohmah, M.Pd
Oleh:
Nama : Muchamad Parevi Ashari
Kelas : TI20H
NIM : 20416226201293
PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI
FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER
UNIVERSITAS BUANA PERJUANGAN KARAWANG
2021
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT. atas rahmat, karunia,
keesahannya saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini guna memenuhi tugas
mata kuliah Kalkulus II.
Penyusunan makalah ini merupakan salah satu tugas dari dosen mata kuliah
Kalkulus II di Universitas Buana Perjuangan Karawang.
Dalam penyusunan makalah ini, saya merasa masih banyak kekurangan-
kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang
dimiliki, untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat diharapkan demi penyempurna
penyusunan makalah ini.
Akhir kata saya berharap semoga Allah SWT. meridhoi atas pembuatan makalah
ini, Amin Yaa Robbal ‘Alamiin.
Karawang, 25 Mei 2021
Muchamad Parevi Ashari
i
BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Integral lipat-dua (double integrals) merupakan bentuk integral biasa/tunggal yang
hasil pengintegralan pertama harus diintegralkan kembali. Biasanya dinyatakan
sebagai berikut:
∬ 𝑓(𝑥, 𝑦) 𝑑𝑥 𝑑𝑦
Pernyataan diatas disebut dengan integral lipat dua tak tentu (indifinite double
integrals) dikarenakan tidak memiliki batas atas dan batas bawah. Sedangkan pada
kondisi lainnya, dapat dinyatakan sebagai berikut:
𝑦2 𝑥2
∫ ∫ 𝑓 (𝑥, 𝑦) 𝑑𝑥 𝑑𝑦
𝑦1 𝑥1
Pernyataan diatas disebut dengan integral lipat dua tertentu (difinite double
integrals) karena tiap-tiar integralnya mempunyai batas atas (𝑥2 dan 𝑦2 ) dan batas
bawah (𝑥1 dan 𝑦1 ).
Sifat-sifat integral lipat dua (double integrals) antara lain sebagai berikut:
- Jika 𝑓(𝑥, 𝑦) dan 𝑔(𝑥, 𝑦) masing-masing kontinu dalam daerah R, maka:
∬ 𝑘𝑓(𝑥, 𝑦) 𝑑𝐴 = 𝑘 ∬ 𝑓(𝑥, 𝑦) 𝑑𝐴
𝑅 𝑅
∬[𝑓(𝑥, 𝑦) + 𝑔(𝑥, 𝑦)] 𝑑𝐴 = ∬ 𝑓(𝑥, 𝑦) 𝑑𝐴 + ∬ 𝑔(𝑥, 𝑦) 𝑑𝐴
𝑅 𝑅 𝑅
- Integral lipat-dua adalah aditif pada persegi panjang yang saling melengkapi hanya
pada suatu ruas garis.
∬ 𝑓(𝑥, 𝑦) 𝑑𝐴 = ∬ 𝑓(𝑥, 𝑦) 𝑑𝐴 + ∬ 𝑓(𝑥, 𝑦) 𝑑𝐴
𝑅 𝑅1 𝑅2
1
- Sifat pembanding berlaku jika 𝑓(𝑥, 𝑦) ≤ 𝑔(𝑥, 𝑦) untuk semua (𝑥, 𝑦) di R, maka:
∬ 𝑓(𝑥, 𝑦) 𝑑𝐴 ≤ ∬ 𝑔(𝑥, 𝑦) 𝑑𝐴
𝑅 𝑅
Integral lipat-dua juga memiliki beberapa penerapan. Penerapan yang paling jelas
adalah dalam perhitungan volume benda pejal. Namun, bukan hanya dalam
perhitungan volume benda pejal sja. Akan tetapi, integral lipat-dua juga memiliki
penerapan-penerapan lain khususnya dibidang Fisika yang meliputi massa, pusat
massa, momen inersia dan jejari garis.
2
BAB II
PEMBAHASAN
1. Penerapan Integral Lipat Dua
Penerapan lain dari integral lipat-dua antara lain adalah menghitung pusat massa, momen
inersia, dan luas permukaan. Tinjaulah sebuah lembaran tipis yang sedemikian tipisnya sehingga
kita dapat memandangnya sebagai objek berdimensi dua, kita menyebut lembaran ini lamina. Di
sini, kita akan mempelajari lamina-lamina dengan berbagai kerapatan.
Andaikan sebuah lamina menutupi sebuah daerah S pada bidang xy, dan misalkan
kerapatan (massa per satuan luas) di (𝑥. 𝑦) disimbolkan dengan 𝛿(𝑥, 𝑦). Daerah S dipartisi
menjadi persegi panjang-persegi panjang kecil 𝑅1 , 𝑅2 , … , 𝑅𝑘 seperti ditunjukkan pada gambar.
Ambil sebuah titik (𝑥̅𝑘 , 𝑦̅𝑘 ) pada 𝑅𝑘 .
Maka massa 𝑅𝑘 secara hampiran adalah 𝛿(𝑥̅𝑘 , 𝑦̅𝑘 )𝐴(𝑅𝑘 ), dan massa total lamina tersebut
secara hampiran adalah
𝑛
𝑚 ≈ ∑ 𝛿(𝑥
̅𝑘 , 𝑦
̅ 𝑘 )𝐴(𝑅𝑘 )
𝑘=1
Massa sebenarnya, m diperoleh dengan mengambil limit rumus diatas sebagai norma
partisi mendekati nol, yang tentu saja merupakan sebuah integral lipat dua
𝑚 = ∬ 𝛿 (𝑥, 𝑦) 𝑑𝐴
𝑆
Contoh Soal:
3
Sebuah lamina dengan kerapatan 𝛿(𝑥, 𝑦) = 𝑥𝑦 dibatasi oleh sumbu-x, garis x = 8, dan kurva 𝑦 =
2
𝑥 ⁄3 . Carilah massa totalnya.
Penyelesaian:
𝑚 = ∬ 𝛿 (𝑥, 𝑦) 𝑑𝐴
𝑆
8 𝑥 2⁄3
𝑚= ∫ ∫ 𝑥𝑦 𝑑𝑦 𝑑𝑥
0 0
8 𝑥 2⁄3
𝑥𝑦 2
𝑚= ∫ [ ] 𝑑𝑥
0 2 0
8
1
𝑚 = ∫ 𝑥 7⁄3 𝑑𝑥
2 0
1 3 10⁄3 8
𝑚= [ 𝑥 ]
2 10 0
765
𝑚=
5
𝑚 = 153,6
4
2. Penerapan Integral di Bidang Industri
Integral merupakan kebalikan dari turunan atau biasa juga disebut diferensial. Integral
sendiri dalam aplikasinya sering digunakan dalam berbagai bidang keilmuan. Selain itu,
integral juga di aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam hal ekonomi dan industri
misalnya, integral ini biasa di gunakan untuk mencari fungsi dalam suatu kasus. Misalnya
sebagai berikut:
• Investasi dan Pembetukan Modal
Proses dari penjumlahan persediaan modal atau stok modal biasa disebut juga
sebagai pembentukan modal ini dapat di tentukan dengan menggunakan integral.
Dengan menganggap proses ini sebagai proses yang kontinu sepanjang waktu,
sehingga persediaan modal bisa dinyatakan sebagai fungsi waktu, K(t) dan
menggunakan dK/dt untuk menunjukkan tingkat pembentukan modal. Tetapi tingkat
pembentukan modal pada waktu t adalah identic dengan tingkat arus net investment
pada waktu t, yang ditunjukkan dengan I(t). Jadi persediaan modal K dan net
investment I dihubungkan dengan dua persamaan berikut:
𝑑𝐾
= 𝐼(𝑡)
𝑑𝑡
dan
𝑑𝐾
𝐾(𝑡) = ∫ 𝐼(𝑡) 𝑑𝑡 = ∫ 𝑑𝑡 = ∫ 𝑑𝐾
𝑑𝑡
Selain bidang ekonomi, integral bisanya juga digunakan dalam industri di dalam bidang
mekanis atau keteknikan. Misalnya sebagai berikut :
• Luas Daerah Bidang Rata
Dalam suatu industri sering dibutuhkan aplikasi integral dalam menentukan
luas dari suatu bidang yang rata atau datar. Selain industri dalam bidang keteknikan
juga biasanya digunakan seperti untuk mengukur luas tanah bagi arsitek yang akan
membangun suatu bangunan. Untuk mengihitung kasus yang seperti ini kita
menggunakan denfinisi dari integral tentu dengan persamaan sebagai berikut:
𝑏
𝐴(𝑅) = ∫ 𝑓(𝑥) 𝑑𝑥
𝑎
5
• Jarak dan Perpindahan
Jarak biasanya salah satu faktor penting yang harus diperhatikan
oleh pelaku industri untuk memperhitungkan distribusi produknya
sedangkan dalam bidang keteknikan di dalam beberapa aspek atau kasus
yang membutuhkan faktor jarak dalam memperhitungkan perubahan
fisikanya. Jarak dan perpindahan ini pun juga bisa di selesesaikan dengan
aplikasi integral dengan persamaan yang digunakan:
𝑏
∫ 𝑣(𝑡) 𝑑𝑡 = 𝑠(𝑏) − 𝑠(𝑎)
𝑎
Keterangan: s(a) = tempat berangka
s(b) = tempat akhir
• Volume Benda Putar
Di dalam Industri, produk yang di hasilkan agar memiliki nilai
tambah dan bernilai jual dibutuhkan salah satunya kemasan yang menarik.
Untuk mengemas sendiri orang desain produk yang membuat desain
kemasan membutuhkan hasil dari volume yang dibutuhkan agar ukuran
kemasan sesuai dengan yang diinginkan.
Adapun untuk menghitung volume benda putar dapan dicari dengan
menggunakan persamaan sebagai berikut:
a. Diputar terhadap sumbu x maka,
𝑏
𝑉 = 𝜋 ∫ 𝑦2 𝑑𝑥
𝑎
b. Diputar terhadap sumbu y maka,
𝑏
𝑉 = 𝜋 ∫ 𝑥2 𝑑𝑥
𝑎
6
BAB III
PENUTUP
1. Kesimpulan
Integral lipat-dua (double integrals) merupakan bentuk integral biasa/tunggal
yang hasil pengintegralan pertama harus diintegralkan kembali. Jika terdapat nilai batas
atas dan batas bawah, maka integral tersebut dikatakan sebagai integral lipat-dua
tertentu (difinite double integrals).
Integral lipat-dua juga memiliki beberapa penerapan. Penerapan yang paling
jelas adalah dalam perhitungan volume benda pejal. Namun, bukan hanya dalam
perhitungan volume benda pejal sja. Akan tetapi, integral lipat-dua juga memiliki
penerapan-penerapan lain khususnya dibidang Fisika yang meliputi massa, pusat
massa, momen inersia dan jejari garis.
2. Saran
Agar pembaca lebih mengetahui bagaimana langkah-langkah dalam
menyelesaikan integral lipat-dua (double integrals) beserta penerapan-penerapan yang
menggunakan prinsip integral lipat-dua tersebut.
7
DAFTAR PUSTAKA
Purcell, E. J. & D. Vanberg. 1999. Terjemahan, Kalkulus dan Geometri Analitis,
Jilid 1 dan 2. Jakarta: Erlangga.
Stewart, James. 2003. Kalkulus Edisi Keempat Jilid 2. Jakarta: Erlangga.