Anda di halaman 1dari 22

Pemberian Obat Melalui Sublingual

Disetujui Oleh
No. Dokumen Direktur Klinik Bedah Aweh

KLINIK BEDAH No. Revisi


AWEH DR. SALEH SOP
Tanggal Terbit Dr. Saleh Saepudin, Sp.B

Halaman

1. Pengertian Pemberian obat melalui sublingual merupakan rute pemberian obat yang
absorpsinya baik melalui jaringan, kapiler dibawah lidah.

2. Tujuan Obat-obat ini mudah diberikan sendiri. Karena tidak melalui lambung, sifat
kelabilan dalam asam dan permeabilitasusus tidak perlu dipikirkan

3. Referensi

4. Kebijakan Keputusan pimpinan klinik nomor : 012/C/VII/SK/BAS/I/2021 tentang


layanan klinis

5. Prosedur 1. Cuci tangan


2. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan
3. Memberikan obat kepada pasien
4. Memberitahu pasien agar meletakkan obat pada bagian bawah lidah,
hingga terlarut seluruhnya
5. Menganjurkan pasien agar tetap menutup mulut, tidak minum dan
berbicara selama obat belum terlarut seluruhnya
6. Mendokumentasikan tindakan

6. Unit terkait Apotek

7. Dokumen terkait 1. Berkas Rekam Medis


2. Buku Register
Pemberian Obat Melalui Sublingual
Disetujui Oleh
No. Dokumen Direktur Klinik Bedah Aweh

KLINIK BEDAH No. Revisi


AWEH DR. SALEH SOP
Tanggal Terbit Dr. Saleh Saepudin, Sp.B

Halaman

1. Pengertian Pemberian obat dengan cara oral ialah memberikan obat melalui mulut

2. Tujuan 1. Menyediakan obat yang memiliki efeklokal


2. Menghindari pemberian obat yang akan menyebabkan kerusakan kulit dan
jaringan
3. Menghindari pemberian obat yang mampu menyebabkan nyeri

3. Referensi

4. Kebijakan Keputusan pimpinan klinik nomor : 012/C/VII/SK/BAS/I/2021 tentang


layanan klinis

5. Prosedur 1. Menjaga privasi pasien


2. Menyiapkan peralatan dan cuci tangan
3. Mengkaji kemampuan pasien apakah mampu untuk dapat minum obat per
oral
4. Mengecek kembali waktu cara pemberian, memeriksa tanggal kadaluarsa
obat
5. Mengambil obat sesuai yang diberikan
6. Menyiapkan obat yang ingin diberikan kepada pasien
7. Memutar obat bolak-balik agar tercampur rata sebelum dituangkan
8. Membuka penutup botol dan meletakkan menghadap keatas
9. Memegang botol obat sehingga sisi label berada pada telapak tangan dan
menuangkan obat kearah menjauh dari label
10. Menuangkan obat banyaknya yang fungsikan kedalam mangkuk obat
11. Sebelum menutup botol alangkah baiknya jika mengusap bagian bibir bue
12. Memberikan obat pada cara waktu yang benar
13. Mencatat obat yang sudah diberikan

6. Unit terkait Apotek

7. Dokumen terkait 1. Berkas Rekam Medis


2. Buku Register
Pemberian Obat Melalui Sublingual
Disetujui Oleh
No. Dokumen Direktur Klinik Bedah Aweh

KLINIK BEDAH No. Revisi


AWEH DR. SALEH SOP
Tanggal Terbit Dr. Saleh Saepudin, Sp.B

Halaman

1. Pengertian Pemberian obat melalui subkutan (SC) adalah pemberian obat melalui suntikan
kebawah kulit yang dapat dilakukan pada daerah lengan atas sebelah luar atau
seperti sebagian dari bahu, paha sebelah luar, daerah dada, dan daerah sekitar
umbilicus (abdomen)

2. Tujuan Pemberian obat melalui SC memiliki efek sistemmik. Lokasi untuk suntikan
dipilih dimana terdapat bantalan lemak dengan ukuran memadai. Pemberian
obat dengan cara ini pada umumnya dilakukan dalam program pemberian
insulin yang digunakan untuk mengontrol kadar gula dara.

3. Referensi

4. Kebijakan Keputusan pimpinan klinik nomor : 012/C/VII/SK/BAS/I/2021 tentang


layanan klinis

5. Prosedur 1. Mencuci tangan


2. Jelaskan prosedur tindakan
3. Menyiapkan dosis obat setelah itu tempatkan pada bak injeksi
4. Menentukan lokasi
5. Desinfeksi dengan menggunakan kapas alcohol padalokasi
6. Menusukkan jarum injeksi dengan sudut 45
7. Lakukan aspirasi, bila tidak ada darah memasukan obat perlahan-lahan
hingga habis
8. Tarik spuit dan tahan dengan kapas alcohol. Masukkan spuit yang telah
terpakai kedalam bengkok
9. Membereskan alat
10. Mencuci tangan
11. Mengobservasi reaksi pasien
12. Mendokumentasikan tindakan
6. Unit terkait Ruang tindakan/Gawat darurat

7. Dokumen terkait 1. Berkas Rekam Medis


2. Buku Register

Pemberian Obat Melalui Sublingual


Disetujui Oleh
No. Dokumen Direktur Klinik Bedah Aweh

KLINIK BEDAH No. Revisi


AWEH DR. SALEH SOP
Tanggal Terbit Dr. Saleh Saepudin, Sp.B

Halaman

1. Pengertian Pemberian obat IM merupakan pemberian obat yang dilakukan dengan cara
memasukkan obat kedalam jaringan oto

2. Tujuan 1. Agar obat cepat diabsorbsi karena didalam otot terdapat banyak uplai
darah
2. Untuk memasukkan obat dalam jumlah besar
3. Mencegah atau mengurangi iritasi

3. Kebijakan Keputusan pimpinan klinik nomor : 012/C/VII/SK/BAS/I/2021 tentang


layanan klinis

4. Prosedur 1. Cuci tangan


2. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan
3. Ambil obat kemudian masukkan kedalam spuit sesuai engan dosis,
kemudian letakkan pada bak injeksi
4. Menentukan lokasi penyuntikan
5. Disinfeksi dengan kapas alcohol tempat yang akan dilakukan penyuntikan
6. Lakukan penyuntikan dengan sudut 900
7. Lakukan aspirasi. Bila tidak ada darah, masukkan obat secara perlahan-
lahan
8. Tarik spuit dan tekan daerah penyuntikan dengan kapas alcohol
9. Membereskan alat-alat
10. Mencuci tangan
11. Catat reaksi, jumlah dosis, dan waktu pemberian
12. Mendokumentasikan tindakan

5. Unit terkait Ruang tindakan/Gawat darurat

6. Dokumen terkait 1. Berkas Rekam Medis


2. Buku Register

Pemberian Obat Melalui Sublingual


Disetujui Oleh
No. Dokumen Direktur Klinik Bedah Aweh

KLINIK BEDAH No. Revisi


AWEH DR. SALEH SOP
Tanggal Terbit Dr. Saleh Saepudin, Sp.B

Halaman

1. Pengertian Pemberian obat intra kutan merupakan cara memberikan atau memasukkan
obat kedalam jaringan kulit

2. Tujuan Tujuannya adalah untuk melakukan tes terhadap reaksi alergi jenis obat yang
akan digunakan

3. Kebijakan Keputusan pimpinan klinik nomor : 012/C/VII/SK/BAS/I/2021 tentang


layanan klinis

4. Prosedur 1. Mencuci tangan


2. Menjelaskan prosedur tindakan
3. Menyiapkan dosis obat
4. Memasang perlak
5. Menentukan lokasi tusukan
6. Desinfeksi dengan kapas alcohol pada daerah yang akan disuntik
7. Lakukan penusukan dengan lubang menghadap keatas dengan sudut 15-
200
8. Memasukkan obat perlahan-lahan hingga terjadi gelembung
9. Tarik spuit dan jangan lakukan masase
10. Lingkari batas pinggir gelembung dengan alat tulis
11. Bereskan alat-alat
12. Cuci tangan dan catat hasil pemberian obat, tanggal dan waktu, serta jenis
obat
13. Mendokumentasikan tindakan

5. Unit terkait Ruang tindakan/Gawat darurat

6. Dokumen terkait 1. Berkas Rekam Medis


2. Buku Register

Pemberian Obat Melalui Sublingual


Disetujui Oleh
No. Dokumen Direktur Klinik Bedah Aweh

KLINIK BEDAH No. Revisi


AWEH DR. SALEH SOP
Tanggal Terbit Dr. Saleh Saepudin, Sp.B

Halaman

1. Pengertian Pemberian obat melalui anus/rectum (suppositoria) dilakukan dengan cara


memasukkan obat melalui anus/rekktum

2. Tujuan 1. Memberikan efek local dan sistemik


2. Menjadikan lunak feses
3. Merangsang BAB

3. Kebijakan Keputusan pimpinan klinik nomor : 012/C/VII/SK/BAS/I/2021 tentang


layanan klinis

4. Prosedur 1. Cuci tangan


2. Jelaskan prosedur yang dilakukan
3. Menawarkan pasien untuk buang air kecil/besar
4. Bebaskan pakaian bagian bawah dan letakkan bengkok dibawah anus
5. Gunakan sarung tangan
6. Buka pembungkus obat dan pegang dengan kain kasa
7. Oleskan pelican pada ujung obat suppositoria
8. Regangkan glutea dengan tangan kiri, kemudian masukkan obat sambila
menyuruh pasien menarik nafas panjang. Selama 20 menit pasien istirahat
baring
9. Setelah selesai tarik jari tangan dan bersihkan daerah sekitar anal dengan
tisu.
10. Lepaskan sarung tangan dan masukkan kedalam bengkok
11. Merapikan pakaian pasien dan lingkungannya
12. Membersihkan alat dan mengembalikan pada tempatnya
13. Cuci tangan
14. Catat obat, jumlah/dosis, dan cara pemberian
15. Mendokumentasikan tindakan

5. Unit terkait Ruang tindakan/Gawat darurat

6. Dokumen terkait 1. Berkas Rekam Medis


2. Buku Register

Pemberian Obat Melalui Sublingual


Disetujui Oleh
No. Dokumen Direktur Klinik Bedah Aweh

KLINIK BEDAH No. Revisi


AWEH DR. SALEH SOP
Tanggal Terbit Dr. Saleh Saepudin, Sp.B

Halaman

1. Pengertian Pemberian obat secara topical adalah pemberian obat secara local dengan cara
mengoleskan obat pada permukaan kulit

2. Tujuan Pemberian obat yang dilakukan pada kulit dengan tujuan mempertahankan
hidrasi, melindungi permukaan kulit, mengurangi iritasi kulit, atau mengatasi
infeksi. Obat ini dapat berupa krem, lotion, aerosol, dan sprey

3. Referensi
4. Kebijakan Keputusan pimpinan klinik nomor : 012/C/VII/SK/BAS/I/2021 tentang
layanan klinis

5. Prosedur 1. Cuci tangan


2. Jelaskan prosedur yang dilakukan
3. Membersihkan kulit dengan kasa steril
4. Mengoleskan obat pada kulit
5. Merapikan pasien dan lingkungannya
6. Cuci tangan
7. Mendokumentasikan tindakan

6. Unit terkait Ruang tindakan/Gawat darurat

7. Dokumen terkait 1. Berkas Rekam Medis


2. Buku Register

Pemberian Obat Melalui Sublingual


Disetujui Oleh
No. Dokumen Direktur Klinik Bedah Aweh

KLINIK BEDAH No. Revisi


AWEH DR. SALEH SOP
Tanggal Terbit Dr. Saleh Saepudin, Sp.B

Halaman

1. Pengertian Memberikan atau memasukkan obat kedalam Vena atau pembuluh darah
dengan menggunakan jarum suntik agar mendapatkan reaksi obat y ang lebih
cepat
2. Tujuan Sebagai acuan langkah-langkah untuk melakukan tindakan injeksi Intravena

3. Referensi UU No. 5 Tahun 2014 tentang Panduan praktek klinis bagi dokter di Fasilitas
Kesehatan Primer

4. Kebijakan Keputusan pimpinan klinik nomor : 012/C/VII/SK/BAS/I/2021 tentang


layanan klinis

5. Prosedur 1. Mencuci tangan


2. Membawa alat kepada pasien
3. Menyiapkan lingkungan
4. Menyiapkan posisi pasien
5. Memasang alas/perlak dibawah lokasi yang akan ditusuk
6. Menentukan lokasi tusukkan
7. Mendisinfeksi lokasi tusukan
8. Menusukkan jarum dengan sudut 25-45 derajat
9. Melakukan aspirasi
10. Memasukkan obat perlahan-lahan
11. Mencabut jarum suntik
12. Menekan tempat tusukan dengan kapas desinfektan
13. Merapihkan pasien dan alat-alat
14. Mencuci tangan
15. Mendokumentasikan hasil tindakan dibuku

6. Unit terkait Rawat Jalan, Ruang Periksa, Apotek, UGD

7. Dokumen terkait 1. Berkas Rekam Medis


2. Buku Register

KLINIK BEDAH Pemberian Obat Melalui Sublingual


AWEH DR. SALEH Disetujui Oleh
SOP No. Dokumen Direktur Klinik Bedah Aweh

No. Revisi

Tanggal Terbit Dr. Saleh Saepudin, Sp.B


Halaman

1. Pengertian Semua kegiatan yang diperlukan untuk memberikan informasi kepada pasien
dan keluarga pasien tentang efek samping dan resiko pengobatan yang
dilakukan sehubungan dengan penyakit yang diderita oleh pasien

2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk melaksanakan pemberian


informasi tentang efek samping dan resiko pengobatan

3. Referensi Permenkes Nomor 75 Tahun 2014 tentang Kesehatan Masyarakat Permenkes


Nomor 5 Tahun 2014 tentang Panduan Praktek Klinik bagi Doktor di Fasilitas
Pelayanan Primer

4. Kebijakan Keputusan pimpinan klinik nomor : 012/C/VII/SK/BAS/I/2021 tentang


layanan klinis

5. Prosedur 1. Petugas memberikan rencana layanan sesuai standar SOP


2. Petugas menjelaskan kepada pasien tentang jenis obat yang diberikan
3. Petugas menjelaskan kepada pasien tentang tata cara meminum obat
4. Petugas menjelaskan tentang potensi infeksi obat dari obat yang diberikan
5. Petugas menjelaskan tentang potensi infeksi obat dari obat yang diberikan
6. Petugas menjelaskan bahwa efek samping tidak terjadi pada semua pasien
7. Petugas menjelaskan tanda bahaya dari efek sampign suatu obat dan kapan
harus kembali atau mencari pertolongan medis
8. Petugas mencatat dalam rekam medis apabila mendapat laporan efek
samping obat dari pasien

6. Unit terkait Farmasi

7. Dokumen terkait 1. Berkas Rekam Medis


2. Buku Register

KLINIK BEDAH Pemberian Obat Melalui Sublingual


AWEH DR. SALEH Disetujui Oleh
No. Dokumen Direktur Klinik Bedah Aweh

No. Revisi
SOP
Tanggal Terbit Dr. Saleh Saepudin, Sp.B

Halaman

1. Pengertian Tata cara melakukan pemasangan keteter untuk mengeluarkan air kencing

2. Tujuan Sebagai acuan pelaksanaan pemasangan kateter untuk mengeluarkan air


kencing

3. Referensi

4. Kebijakan Keputusan pimpinan klinik nomor : 012/C/VII/SK/BAS/I/2021 tentang


layanan klinis

5. Prosedur Persiapan alat :

1. Slang kateter
2. Aqua jelly
3. Sarung tangan
4. Aquadest dalam kom
5. Spuit 5 cc
6. Plester
7. Gunting
8. Kasa dalam tempatnya
9. Betadine
10. Urobag
11. Stik pan/urinal
12. Pinset
13. Bengkok
14. Perlak

Penatalaksanaan :

1. Memberikan penjelasan kepada keluarga dan pasien


2. Mendekatkan peralatan disamping penderita
3. Memasang perlak dan petugas mencuci tangan
4. Memakai sarung tangan
5. Mengatur posisi pasien
6. Jari tangan kiri dengan kapas cebok membuka labia
7. Tangan kanan memasukkan ujung kateter dan mendorong secara pelan-
pelan sampai urine keluar
8. Bila urine telah keluar, pangkal kateter dihubungkan dengan urine bak
9. Kunci kateter dengan larutan aqua/NS (20-30cc)
10. Mengobservasi respon pasien
11. Menggantungkan urobag
12. Memfiksasi kateter dengan plester pada paha bagian atas
13. Klien dirapikan
14. Alat-alat dibersihkan dan dibereskan
15. Perawat cuci tangan
16. Mencatata kegiatan respon pasien pada catatan keperawatan

6. Unit terkait Ruang Tindakan/Gawat Darurat

7. Dokumen terkait 1. Berkas Rekam Medis


2. Buku Register
Pemberian Obat Melalui Sublingual
Disetujui Oleh
No. Dokumen Direktur Klinik Bedah Aweh

KLINIK BEDAH No. Revisi


AWEH DR. SALEH SOP
Tanggal Terbit Dr. Saleh Saepudin, Sp.B

Halaman

1. Pengertian Suatu tindakan untuk menghentikan perdarahan baik pada kasus bedah
maupun non bedah.

2. Tujuan Mencegah terjadinya syok

3. Referensi Kesepakatan bersama

4. Kebijakan Keputusan pimpinan klinik nomor : 012/C/VII/SK/BAS/I/2021 tentang


layanan klinis

5. Prosedur A. Persiapan alat :

Alat yang dipersiapkan sesuai dengan teknik yang akan dilaksanakan


untuk kasus bedah :

1. Alat pelindung diri (masker, sarung tangan, scort)


2. Baluttekan
3. Kain kasa steril
4. Sarunga tangan
5. Tourniquet
6. Plester
7. Set untuk menjahit luka
8. Obat desinfektan
9. Spuit 20-50cc
10. Waskom berisi air/NaC1 0,9% dingin
11. Jelly
B. Pelaksanaan tindakan :
1. Memakai masker, sarung tangan, scort
2. Perawat I
a) Menekan pembuluh darah proximal dari luka, yang dekat dengan
permukaan kulit dengan menggunakan jari tangan
b) Mengatur posisi dengan cara meninggikan daerah yang luka
3. Perawat II
a) Mengatur posisi pasien
b) Memakai sarung tangan kecil
c) Meletakkan kain kasa steril diatas luka, kemudian ditekan dengan
ujung-ujung jari.
d) Meletakkan lagi kain kasa steril diatas kain kasa yang pertama,
kemudian tekan dengan ujung jari bila perdarahan masih
berlangsung. Tindakan ini dapat dilakukan secara berulang sesuai
kebutuhan tanpa mengangkat kain kasa yang ada.
4. Menekan balutan
a) Meletakkan kain kasa steril diatas luka
b) Memasang verban dibalut tekan, kemudian letakkan benda keras
(verban data luka kayu balut) diatas luka
c) Membalut luka dengan menggunakan verban dibalut tekan
5. Memasang tourniquet untuk luka dengan perdarahan hebat dan
trumatik amputasi
a) Menutup luka ujung tungkai yang putus (amputasi) dengan
menggunakan kain kasa steril
b) Memasang tourniquet lebih kurang 10 cm sebelah proximal luka,
kemudian ikatlah dengan kuat.
c) Tourniquet harus dilonggarkan setiap 15 menit sekali secara
periodic
6. Hal-hal yang perlu diperhatikan pada pemasangan tourniquet
a) Pemasangan tourniquet merupakan tindakan terakhir jika tindakan
lainnya tidak berhasil. Hanya dilakukan pada keadaan amputasi
atau sebagai “live saving”
b) Selama melakukan tindakan, perhatikan : Kondisi pasien dan
tanda-tanda vital ekspresi wajah perkembangan pasien

6. Unit terkait Ruang Tindakan/Gawat Darurat

7. Dokumen terkait 1. Berkas Rekam Medis


2. Buku Register
Pemberian Obat Melalui Sublingual
Disetujui Oleh
No. Dokumen Direktur Klinik Bedah Aweh

KLINIK BEDAH No. Revisi


AWEH DR. SALEH SOP
Tanggal Terbit Dr. Saleh Saepudin, Sp.B

Halaman

1. Pengertian PMI (Palang Merah Indonesia) mendeskripsikan luka bakar sebagai


keseluruhan cedera yang terjadi akibat paparan suhu tinggi. Luka bakar (burn
injury) adalah kerusakan kulit yang disebabkan kontak dengan sumber panas
seperti api, air panas, bahan kimia, listrik dan radias.

2. Tujuan Sebagai acuan petugas dalam melakukan penatalaksanaan luka bakar di Klinik
Bedah Aweh, dan sebagai langkah-langkah dalam mencegah infeksi pada luka
dan mempercepat penyembuhan luka

3. Kebijakan Keputusan pimpinan klinik nomor : 012/C/VII/SK/BAS/I/2021 tentang


layanan klinis

4. Referensi Kesepakatan bersama

5. Prosedur Alat dan Bahan :

1. Sarung tangan
2. Larutan Fisiologis NaCL 0,9%
3. Kassa steril, verband, plester
4. Spuit
5. Obat topikal untuk luka bakar

Langkah-langkah :

1. Petugas melakukan anamnesa terhadap pasien tentang penyebab luka bakar


terjadi.
2. Petugas melakukan pemeriksaan fisik terutama status lokalis luka bakar.
3. Petugas memberikan informed consent atau surat persetujuan atau surat penolakan
terhadap tindakan yang akan dilakukan.
4. Penatalaksanaan :
1) Mencuci tangan
2) Menempatkan alat didekat pasien dengan benar
3) Memberikan salam sebagai pendekatan therapeutic
4) Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan pada klien/keluarga
5) Menanyakan kesiapan klien sebelum kegiatan dilakukan
6) Menjaga privasi
7) Mengatur posisi pasien sehingga luka dapat terlihat jelas
8) Membuka peralatan
9) Memakai sarung tangan
10) Membuka balutan dengan hati-hati, bila sulit basahi dengan NaCI 0,9%
11) Membersihkan luka dengan menggunakan NaC1 0,9%
12) Melakukan debridemand bila terdapat jaringan nekrotik. (Bila ada bulla
jangan dipecah, tapi dihisap dengan spuit steril setelah hari ke-3)
13) Membersihkan luka kembali dengan NaC1 0,9%
14) Mengeringkan luka dengan menggunakan kassa steril
15) Memberikan obat topical pada luka
16) Menutup luka dengan kassa steril, kemudian dipasang verban dan diplester
17) Mengevaluasi hasil tindakan
18) Membereskan dan kembalikan alat ke tempat semula
19) Mencuci tangan
20) Mencatat kegiatan dalam lembar catatan rekam medis
21) Memberitahukan pasien cara merawat luka bakar tersebut.

6. Bagian Alur
Luka Bakar

Anamnesa dan pemeriksaan fisik

Tentukan luas luka bakar dan Lembar Informed Concent


Derajat keparahannya

Penegakan diagnose luka bakar

Luka bakar ringan Luka bakar berat

Mencuci tangan
Menempatkan alat di dekat pasien dengan benar
Mengatur posisi pasien sehingga luka dapat terlihat jelas
Membuka peralatan
Memakai sarung tangan
Membuka balutan dengan hati-hati, bila sulit basahi
dengan NaC1 0,9%
Membersihkan luka dengan menggunakan NaC1 0,9%
Melakukan febridemand bila terdapat jaringan nektrotik.
(Bila ada bulla jangan dipecah, tapi dihisap dengan spuit
steril setelah hari ke-3)
Membersihkan luka dengan NaC1 0,9%
Mengeringkan luka dengan menggunakan kassa steril
Memberikan obat topical pada luka
Menutup luka dengan kassa steril, kemudian dipasang
verban dan diplester
Memasang verband dan plester
Merapikan pasien
Mengevaluasi hasil tindakan
Membereskan dan kembalikan alat ke tempat semula
Mencuci tangan
Mencatat kegiatan dalam lembar catatan rekam medis
KIE

Resep
Ruang Rujuk RSU
Farmasi

Pasien boleh
pulang
Lembar Observasi Rujukan

7. Unit terkait Ruang Tindakan/Gawat Darurat

8. Dokumen terkait 1. Berkas Rekam Medis


2. Buku Register

Pemberian Obat Melalui Sublingual


Disetujui Oleh
No. Dokumen Direktur Klinik Bedah Aweh

KLINIK BEDAH No. Revisi


AWEH DR. SALEH SOP
Tanggal Terbit Dr. Saleh Saepudin, Sp.B

Halaman

1. Pengertian Melindungi petugas dari luka, lecet dan infeksi yang mengenai tangan petugas

2. Tujuan Sebagau acuan penerapan langkah-langkah untuk melindungi tangan dari


kontaminasi penyakit dan acuan cara memakai sarung tangan di klinik Aweh
dr. Saleh.

3. Kebijakan

4. Referensi UU No. 5 Tahun 2014 tentang Panduan praktek klinis bagi dokter di fasilitas
kesehatan primer

5. Prosedur 1. Lepaskan perhiasan dan tarik baju lengan panjang sampai siku
2. Petugas mencuci tangan
3. Buka pembungkus sarung tangan dengan memisahkan sisi-sisinya
4. Identifikasi sarung tangan kanan dan kiri, gunakan tangan yang dominan
terlebih dahulu
5. Dengan ibu jari dan telunjuk serta jari tangan yang non dominan pegang
tepi mancet sarung tangan untuk menggunakan sarung tangan dominan
6. dengan tangan yang dominan dan bersarung tangan selipkan jari-jari
kedalam mancet sarung tangan kedua
7. kenakan sarung tangan kedua pada tangan yang dominan
8. jangan biarkan jari-jari tangan yang sudah bersarung tangan menyentuh
setiap bagian benda yang terbuka
9. setelah sarung tangan kedua digunakan mancet biasanya akan jatuh
ketangan setelah pemakaian sarung tangan
10. setelah kedua tangan besarung tangan, tautkan kedua tangan, ibu jari
diadukasi kebelakang
11. pastikan setelah pemakaian sarung tangan steril hanya memegang alat-alat
steril

6. Unit terkait Rawat Jalan, Ruang Periksa, Apotek, UGD

KLINIK BEDAH Pemberian Obat Melalui Sublingual


AWEH DR. SALEH Disetujui Oleh
SOP No. Dokumen Direktur Klinik Bedah Aweh

No. Revisi

Tanggal Terbit Dr. Saleh Saepudin, Sp.B


Halaman

1. Pengertian Konjuntivitis adalah peradangan konjungtiva yang dapat disebabkan oleh


mikroorganisme (virus, bakteri), iritasi atau reaksi alergi

2. Tujuan Sebagai acuan bagi petugas dalam penatalaksanaan kasus konjungitivitis di


Klinik Bedah Aweh Dr. Saleh

3. Referensi 1. KMK nomor HK. 02.02/MENKES/514/2015 tentang panduan praktik


klinis bagi dokter di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama
2. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan
Primer edisi Revisi Tahun 2014

4. Kebijakan Keputusan pimpinan klinik nomor : 012/C/VII/SK/BAS/I/2021 tentang


layanan klinis

5. Prosedur Alat dan Bahan :

1. Senter
2. Loop

Langkah-langkah :

1. Petugas melakukan anamnesa terhadap pasien :


a) Mata merah, rasa mengganjal, gatal dan berair, terkadang disertai
sekret.
b) Tanpa disertai penurunan tajam penglihatan
2. Petugas melakukan pemeriksaan fisik terhadap pasien :
a) Tajam penglihatan normal
b) Injeksi konjungtiva
c) Dapat disertai edema kelopak mata, kemosis
d) Edukasi : eksudat dapat serous, mukopurulen atau purulen tergantung
penyebab
e) Padakonjungtiva tarsal dapat ditemukan folikel, papil atau unpapil
raksasa, flikten, membrane dan pseudomembran
3. Penegakkan diagnosa :
Berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik
Klasifikasi konjungtivitis :
a) Konjungtivitis bakterial : konjungtivahiperemis, sekret purulenataumu
kopurulen dapat disertai membrane atau pseudomembran
dikonjungtiva tarsal.
b) Konjungtivitis viral : konjungtivahiperemis, secret umum nyamuk
oserous dan pembesaran kelenjar preaurikuler
c) Konjungitivitis alergi : konjungtivahiperemis, riwayat opi atau alergi
dan keluhan gatal
4. Penatalaksanaan komprehensif
a) usahakan untuk tidak menyentuh mata yang sehat sesudah menangani
mata yang sakit.
b) Sekret mata dibersihkan
c) Pemberian obat mata topikal :
- Pada infeksi bakteri : kloramfenikol tetes mata sebanyak 6x1
tetes/hari atau salep mata 3x/hari selama 3 hari.
- Pada alergi diberikan flumetolon tetes mata 2x/hari selama 2
minggu
- Pada konjungtivits gonore diberikan kloramfenikol tetes mata 0,5-
1% sebanyak 1 tetes tiap jam dan suntikan penicillin pada bayi
dengan dosis 50.000 IU/Kg BB tiap hari sampai tidak ditemukan
kuman GO pada 3 hari berturut-turut
- Konjungtivitis viral diberikan salep acyclovir 3% 5x/hari selama
10 hari
d) Konseling dan edukasi
e) Kriteria rujukan
f) Bila pada bayi dengan konjungtivitis GO terjadi komplikasi pada
kornea
g) Konjungtivitis alergi dan konjungtivitis viral tidak ada perbaikan
dalam 2 minggu
h) Konjungtivitis bakreti tidak ada perbaikan dalam 1 minggu

6. Unit terkait 1. Ruang pemeriksaan umum


2. Ruang farmasi

7. Dokumen terkait 3. Berkas Rekam Medis


4. Buku Register
Pemberian Obat Melalui Sublingual
Disetujui Oleh
No. Dokumen Direktur Klinik Bedah Aweh

KLINIK BEDAH No. Revisi


AWEH DR. SALEH SOP
Tanggal Terbit Dr. Saleh Saepudin, Sp.B

Halaman
1. Pengertian Kejang demam merupakan bangkitan kejang yang terjadi oleh karena kenaikan
suhu tubuh lebih dari 38 derajat celcius yang disebabkan oleh sesuatu proses
ekstrakranium yang biasanya menyerang anak berusia 3-5 tahun

2. Tujuan Membuat diagnose yang tepat dan therafy garsional

3. Referensi 1. Buku pedoman diagnose dan terafi ilmu peny. Anak 2013
2. Permenkes No. 5 Tahun 2014 tentang panduan praktek klinis bagi dokter
difasilitas pelayanan primer

4. Kebijakan Keputusan pimpinan klinik nomor : 012/C/VII/SK/BAS/I/2021 tentang


layanan klinis

5. Prosedur 1. Pasien masuk unit pengobatan umum


2. Anamnesis
- Panas lebih dari 38 derajat celcius
- Infeksi saluran pernapasan yang menyertai
- Durasi kejang
- Tipe kejang toniktonik selama 24 jam frekuensi kejam berapa kali
3. Pemeriksaan fisik
- Suhu tubuh lebih dari 38 derajat celcius
- Tipe kejang toniktonik selama 24 jam frekuensi kejang berapa kali
4. Kemungkinan diagnosis kejang deman
5. Penatalaksanaan
-
6.

6. Unit terkait Apotek

7. Dokumen terkait 8. Berkas Rekam Medis


9. Buku Register