Laporan Praktikum Pengolahan Limbah Cair
Laporan Praktikum Pengolahan Limbah Cair
Disusun Oleh :
Kelompok 2
Semester 3-B
i
LAPORAN PRAKTIKUM
PENGOLAHAN LIMBAH CAIR
Disusun Oleh :
Kelompok 2
Semester 3-B
ii
DAFTAR NAMA KELOMPOK 2B SEMESTER 3-B
iii
LEMBAR PENGESAHAN
Laporan Praktikum Pengolahan Limbah Cair oleh kelompok 2B Semester 3-B
Program Studi D-III Sanitasi Kampus Magetan yang diselenggarakan pada :
Hari : Senin - Jumat
Tanggal : 18 - 22 September 2021
Lokasi : 1. IPAL LIK Magetan
2. Kampus D-III Sanitasi Magetan
Telah dilaksanakan praktikum dan pembuatan laporan yang telah disetujui oleh
Dosen Pembimbing dan Dosen Pengampu.
iv
KATA PENGANTAR
Puji Syukur kami panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan
rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya saya dapat menyelesaikan Laporan
Praktikum Pengolahan Limbah Cair Semester 3-B Politeknik Kesehatan Surabaya
Progam Studi D-3 Sanitasi Kampus Magetan..
Dalam penyusunan laporan ini tidak akan berjalan dengan baik tanpa bantuan dari
pihak lain, untuk itu penulis mengucapkan terima kasih kepada :
1. Bapak Beny Suyanto,SPd.M.Si selaku Kepala Progam Studi yang telah
memberi fasilitas pada penulis.
2. Bapak Hery Koesmantoro, ST.MT selaku dosen pengampu mata kuliah
Pengolahan Limbah Cair yang telah membimbing kami dalam laporan ini.
3. Bapak Sunaryo, STT.MM selaku dosen pengampu mata kuliah Pengolahan
Limbah Cair yang telah membimbing kami dalam laporan ini.
4. Ibu Santi Setiorini, S.Si selaku instruktur praktikum mata kuliah Pengolahan
Limbah Cair yang telah membimbing kami dalam laporan ini.
5. Ibu Astinari Wahyuni, Amd.KL selaku instruktur di IPAL LIK yang telah
membimbing kami dalam laporan ini.
6. Tak lupa rasa terimakasih penulis sampaikan kepada pihak yang belum
tersebut, semuanya yang telah mendorong penulis dalam menyelesaikan
laporan praktek ini.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih terdapat banyak
kekurangan, maka dari itu penulis mohon kritik dan saran dari semua pihak agar
laporan ini menjadi lebih baik. Penulis juga berharap semoga laporan ini dapat
bermanfaat bagi semua pihak.
Penulis
v
DAFTAR ISI
COVER LUAR ............................................................................................... i
COVER DALAM........................................................................................... ii
NAMA KELOMPOK .................................................................................. iii
LEMBAR PENGESAHAN .......................................................................... iv
KATA PENGANTAR .................................................................................. v
DAFTAR ISI ................................................................................................ vi
BAB I PENDAHULUAN
A. .................................................................................................. Latar
belakang ............................................................................................. 1
B. ................................................................................................... Rum
usan Masalah ...................................................................................... 2
C. ................................................................................................... Tujua
n .......................................................................................................... 2
1. .............................................................................................. Tujua
n Umum........................................................................................ 2
2. .............................................................................................. Tujua
n Khusus ....................................................................................... 2
D. .................................................................................................. Manf
aat ....................................................................................................... 3
BAB II DASAR TEORI
A. .................................................................................................. Limb
ah cair ................................................................................................ 4
B. ................................................................................................... Para
meter Pemeriksaan di Laboraturium ................................................. 5
C. ................................................................................................... RBC
............................................................................................................ 6
D. .................................................................................................. Perko
lasi Test .............................................................................................. 7
BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN
vi
A. .................................................................................................. Sumb
er Pencemar Limbah di IPAL LIK ..................................................... 9
B. ................................................................................................... Prose
s dan Alur Pengolahan Limbah Cair di IPAL LIK ............................ 9
C. ................................................................................................... Peme
riksaan Parameter di Laboraturium ................................................. 14
D. .................................................................................................. RBC
.......................................................................................................... 24
E. ................................................................................................... Perko
lasi Test ........................................................................................... 29
BAB IV PENUTUP
A. .................................................................................................. Kesi
mpulan .............................................................................................. 32
B. ................................................................................................... Saran
.......................................................................................................... 33
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
vii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Limbah yang disebut juga polutan adalah bagian yang tidak terlepaskan dari
suatu industri, baik industri besar maupun industri kecil. Efek dari limbah
yang dihasilkan itu tentu bisa mengganggu keseimbangan lingkungan. Salah
satu limbah yang dihasilkan suatu industri dapat berupa limbah cair.
Limbah cair merupakan sisa dari suatu usaha dan/atau kegiatan yang
berwujud cair. Limbah cair atau polutan yang dihasilkan oleh suatu industri
harus diolah dengan baik agar tidak melewati batas baku mutu yang telah
ditetapkan oleh pemerintah.
Pengolahan limbah cair adalah menjaga air yang keluar tetap bersih dengan
menghilangkan polutan yang ada dalam air limbah tersebut, atau dengan
menguraikan polutan yang ada didalam air limbah sehingga hilang sifat-sifat
dari polutan tersebut. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam
pengolahan limbah meliputi : Proses produksi pada industri tersebut, Kualitas
dan kuantitas limbah cair yang dihasilkan serta perubahannya, dan Kondisi
lingkungan secara geografi, kondisi air di daerah pembuangan limbah cair.
Ada beberapa cara pengolahan limbah cair yang dapat dilakukan di industri
yaitu:
1. Pengolahan limbah secara fisika adalah Dengan memisahkan material-
material pengotor yang kasat mata serta berukuran cukup besar dengan
menggunakan penyaringan atau perlakuan fisik. Prosesnya meliputi
sedimentasi, floatasi, absorbs, dan penyaringan (screening);
2. Pengolahan limbah secara kimia adalah Adanya penambahan bahan kimia
untuk mengendapkan / memisahkan / menghilangkan zat-zat pengotor
dalam limbah cair tersebut. Prosesnya meliputi koagulasi, oksidasi,
penukar ion, degradasi, ozonisasi, dan lain-lain.
3. Pengolahan limbah secara biologi adalah Menggunakan biota hidup atau
mikroba untuk menguraikan zat-zat pencemar didalam limbah cair.
Prosesnya meliputi aerobik, anaerobik, fakultatif.
1
Sebelum membuang limbah cair ke badan air, sebaiknya industri harus
memastikan bahwa limbah cair yang dibuang telah aman bagi lingkungan. Hal
ini dapat dilakukan dengan cara pengambilan sampel limbah cair yang
dilakukan di titik outlet pengolahan limbah cair yaitu titik setelah pengolahan
limbah cair selesai dilakukan namun sebelum dibuang ke badan air. Pengujian
sampel tersebut bisa dilakukan di laboratorium internal maupun laboratorium
eksternal yang telah terakreditasi. Hasil pengujian yang dikeluarkan
sebaiknya dibandingkan dengan baku mutu sesuai peraturan perundangan
lingkungan hidup yang dikeluarkan oleh pemerintah dan yang masih berlaku.
Baku mutu dapat didefinisikan sebagai ukuran batas atau kadar unsur
pencemar yang ditenggang keberadaannya dalam limbah cair yang akan
dibuang atau dilepas ke dalam media air dari suatu usaha dan/atau kegiatan.
B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah laporan praktikum Pengolahan Limbah Cair adalah sebagai
berikut:
1. Apa saja sumber pencemaran air limbah?
2. Bagaimana proses dan alur pengolahan limbah cair di IPAL LIK?
3. Apa saja fungsi dari masing-masing bak di IPAL LIK?
4. Apa saja parameter yang di periksa pada air limbah IPAL LIK?
5. Bagaimana pengolahan limbah dengan mtode RBC?
6. Bagaimana cara mengetahui daya resap tanah dengan metode perkolasi
test?
C. Tujuan
Tujuan dari laporan praktikum Pengolahan Limbah Cair adalah sebagai
berikut :
1. Tujuan Umum
a. Mahasiswa dapat mempelajari Pengolahan Limbah Cair.
b. Mahasiswa dapat mengetahui daya resap tanah.
2. Tujuan Khusus
a. Dapat menyebutkan asal sumber limbah.
b. Dapat menyebutkan alur proses pengolahan limbah.
2
c. Dapat menyebutkan fungsi dari masing-masing reaktor dalam bak.
d. Dapat melakukan monitoring Inlet, sebelum aerasi, dan Outlet.
e. Dapat mendemonstrasikan RBC.
f. Dapat melakukan praktikum Perculation Test (daya resap tanah).
D. Manfaat
1. Memberikan pengetahuan kepada mahasiswa dalam langkah proses
pengolahan limbah cair.
2. Memberikan pengetahuan kepada mahasiswa bagaimana proses
pengolahan limbah RBC.
3. Memberikan pengetahuan kepada mahasiswa bagaimana cara mengetahui
perkolasi test.
3
BAB II
DASAR TEORI
A. Air Limbah
Setiap hari makhluk hidup membutuhkan air sebagai penunjang aktifitas. Dari
aktifitas itu dihasilkan air limbah. Air limbah dapat berasal dari rumah tangga
ataupun industri. Limbah yang dihasilkan jika tidak diolah terlebih dahulu dan
langsung masuk ke badan air dapat mencemari badan air. Pencemaran di
badan air ini jika airnya digunakan oleh masyarakat dapat berpengaruh pada
kesehatan. Berikut macam-macam air limbah:
1. Air Limbah Rumah Tangga (domestic wastes water)
Air limbah ini berasal dari rumah tangga, misalnya pemukiman penduduk.
Jenis air buangan limbah rumah tangga adalah bekas kamar mandi, dapur
yang terdiri dari bahan organik.
2. Air Limbah Industri (industrial wastes water)
Air limbah ini berasal dari industri, misalnya dari pabrik. Jenis air
buangan limbah industri ini berasal dari proses produksi pabrik, pada
umumnya jenis limbah ini berbahaya bagi kesehatan manusia dan
lingkungan jika dibuang begitu saja tidak dilakukan pengolahan terlebih
dahulu. Sering kita dengar kan akibat limbah industri ini mengakibatkan
kerusakan lingkungan dan ekosistemnya. Pengawasan dan pengaturan
untuk jenis limbah industri ini harus ketat agar kerusakan lingkungan
dapat dicegah.
3. Air Limbah Kotapraja (municipal wastes water)
Air limbah ini berasal dari fasilitas umum, contohnya perkantoran,
sekolah, restoran, hotel dan lain-lain. Jenis air limbah ini pada umumnya
sama dengan jenis limbah rumah tangga.
Salah satu faktor terbesar kerusakan lingkungan kita sekarang ini adalah
karena sistem limbah yang kurang baik, kita mendengar pernyataan
pelaku industri yang menyatakan bahwa limbah yang dibuang sudang
sesuai dengan ambang aman, namun kenyataannya banyak sekali sungai-
4
sungai, persawahan terutama dikota-kota besar industri tercemar dan
mengakibatkan kerusakan lingkungan.
B. Parameter Pemeriksaan di Laboraturium
1. Parameter Limbah Cair yang di gunakan di laboraturium antara lain :
a. Ph
pH atau derajat keasaman digunakan untuk menyatakan tingkat
keasaan atau basa yang dimiliki oleh suatu zat, larutan, atau benda.
Indikator sederhana yang digunakan menggunakan kertas lakmus yang
berubah menjadi merah bila keasamannya tinggi dan biru bila
keasamannya rendah. pH > 7 menunjukkan larutan asam, pH < 7
menunjukkan larutan basa, serta pH = 7 menunjukkan bahwa larutan
itu normal.
b. BOD (Biological Oxygen Demand)
BOD merupakan parameter pengukuran jumlah oksigen yang
dibutuhkan oleh bekteri untuk mengurai hampir semua zat organik
yang terlarut dan tersuspensi dalam air buangan, dinyatakan dengan
BODpada suhu 20 °C dalam mg/liter atau ppm. Pemeriksaan BOD
diperlukan untuk menentukan beban pencemaran terhadap air limbah
yang telah digunakan. Air limbah yang telah digunakan kemudian
diuraikan oleh zat organik, jika suatu badan air tercemar oleh zat
organik maka bakteri akan dapat menghabiskan oksigen terlarut dalam
air selama proses biodegradable berlangsung, sehingga dapat
mengakibatkan kematian pada biota air dan keadaan pada badan air
dapat menjadi anaerobik yang ditandai dengan timbulnya bau busuk.
c. COD (Chemical Oxygen Demand)
COD adalah jumlah oksigen yang dibutuhkan untuk mengoksidasi zat-
zat organik yang terdapat dalam limbah cair dengan memanfaatkan
oksidator K2Cr2O7 (Kalium Dikromat) sebagai sumber oksigen.
Angka COD merupakan ukuran bagi pencemaran air oleh zat organik
yang secara alamiah dapat dioksidasi melalui proses biologis dan
dapat menyebabkan berkurangnya oksigen terlarut dalam air.
5
d. TSS
Zat yang tersuspensi biasanya terdiri dari zat organik dan anorganik
yang mengapung dalam air, secara fisika zat ini sebagai penyebab
kekeruhan pada air. Limbah cair yang mempunyai kandungan zat
tersuspensi tinggi tidak boleh dibuang langsung ke badan air karena
disamping dapat menyebabkan pendangkalan juga dapat menghalangi
sinar matahari masuk kedalam dasar air sehingga proses fotosintesa
mikroorganisme tidak dapat berlangsung.
C. RBC
Rotating Biological Contactor merupakan adaptasi dari proses pengolahan air
limbah dengan biakan melekat. Sistem tersebut memodifikasi pelekatan
mikroorganisme dengan putaran morot drive system yang dapat memutar disk
sehingga ada bagian yang terendam air dan ada bagian yang terpapar oksigen.
Perputaran media tersebut merupakan proses aerasi. Media yang dipakai
dalam menumbuhkan mikroba pada RBC yaitu berupa piring (disk) tipis
berbentuk bulat yang dipasang berjajar-jajar (BPPT, 2001). Menurut Perry
(1997), permukaan cakram RBC tercelup air limbah sebesar 40%. Reaktor
yang dibuat mempunyai kapasitas 6 liter.
RBC merupakan teknologi penanganan limbah yang terdiri dari disk
(piringan) dengan diameter 2-4 m yang disusun secara berjajar pada suatu
poros yang dapat berputar. Disk pada poros tersebut kemudian diletakkan
dalam suatu reaktor khusus tempat dialirkannya limbah cair. Rangkaian disk
pada suatu poros tersebut kemudian diletakkan dalam suatu reaktor khusus
tempat dialirkannya limbah cair. Rangkaian disk pada suatu poros dapat
disusun dengan rangkaian disk pada poros yang lain baik secara seri maupun
paralel tergantung pada kualitas air olahan yang diinginkan. Disk pada RBC
umumnya terbuat dari bahan tipis seperti Polyvinylchloride (PVC),
Polyethylene (PE), Polystyrene, Polyprophylene dan sebagainya, sedangkan
poros RBC umumnya terbuat dari baja. RBC berputar dalam keadaan tercelup
40% dari diameter disk dengan kecepatan bervariasi yaitu 1-2 rpm (Said,
2005).
6
Menurut Donian (2002), biofilm merupakan lapisan yang terbentuk pada
berbagai permukaan yang terendam air. Biofilm umumnya berupa kumpulan
mikroorganisme berbeda yang melakukan kolonisasi dan mengekskresikan
matriks ekstraseluler berupa substansi polimer yang digunakan untuk
menutupi permukaan biofilm, sehingga biofilm terlindung dari degradasi,
predasi, antimikroba dan toksin. Biofilm mampu menggunakan materi organik
dan inorganik dari lingkungan air di sekitarnya serta menggunakannya sebagai
makanan. Oleh karena itu, biofilm seringkali dimanfaatkan dalam upaya
pengolahan limbah cair termasuk pada Rotating Biological Contactor (RBC)
(Tawfik et.al, 2006 ; Ghawi dan Kris, 2009 ; Kadu dan Rao, 2012).
D. Perkolasi Test
Perkolasi adalah proses mengalirnya air ke bawah secara gravitasi dari suatu
lapisan tanah ke lapisan di bawahnya, sehingga mencapai permukaan air tanah
pada lapisan jenuh air. Tes perkolasi ini bertujuan untuk menentukan besarnya
luas medan peresapan yang diperlukan untuk suatu jenis tanah dari tempat
percobaan. Semakin besar daya resap tanah, maka semakin kecil luas daerah
peresapan yang diperlukan untuk sejumlah air tertentu. Mengingat setiap
daerah memiliki jenis tanah yang berbeda maka daya resap tanahnya juga akan
berbeda pula.
Tes perkolasi dilakukan untuk mendapatkan nilai permeabilitas tanah.
Permeabilitas tanah merupakan kemampuan tanah untuk memungkinkan
terjadinya aliran rembesan dari air melalui rongga pori dalam waktu tertentu
yang menyebabkan tanah bersifat jenuh. Tanah dengan permeabilitas tinggi
menunjukan laju infiltrasi (penyerapan) yang tinggi. Dalam melakukan
perancangan dimensi sumur resapan dibutuhkan data koefisien permeabilitas
tanah (k) untuk mengetahui kondisi tanah di lokasi, yaitu besarnya laju
infiltrasi air ke dalam tanah. Hal ini berkaitan dengan kemungkinan air yang
dapat diresapkan ke dalam sumur resapan. Data yang digunakan dapat berupa
data primer dengan pengujian langsung di lapangan, seperti tes perkolasi,
pengujian di laboratoriun melalui jenis tanah, atau berupa data sekunder dari
data geologi kondisi tanah setempat.
7
BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Sumber Pencemar Limbah di IPAL LIK
Kelompok 2B melakukan praktikum Pengolahan Limbah Cair dengan materi
sumber pencemar limbah di IPAL:
Hari : Selasa
Tanggal : 19 Oktober 2021
Pukul : 09.00 – 11.30
Tempat : IPAL Limbah Industri Kulit Magetan
Limbah yang masuk ke IPAL LIK yaitu limbah yang berasal dari industri kulit
sekitar. Limbah yang masuk tidak hanya berupa limbah cair atau berupa cairan
tetapi juga terdapat bulu dan lemak dari sapi. Selain itu limbah yang
dihasilkan memiliki campuran bahan kimia. Campuran bahan kimia jika tidak
diolah dan langsung di alirkan ke badan air maka dapat menyebabkan
pencemaran. Maka dari itu dibutuhkan pengolahan air limbah untuk
mengurangi dampak dari limbah.
B. Alur Proses Pengolahan Air Limbah
Kelompok 2B melakukan praktikum Pengolahan Limbah Cair dengan materi
sumber pencemar limbah di IPAL:
Hari : Selasa
Tanggal : 19 Oktober 2021
Pukul : 09.00 – 11.30
Tempat : IPAL Limbah Industri Kulit Magetan
Berikut proses pengolahan limbah industri kulit di IPAL LIK Magetan:
1. Pengolahan secara Fisik
a. Screen Kasar (Saringan)
Limbah dari pabrik kulit masuk ke screen kasar untuk memisahkan
air limbah dengan bulu, daging, dan lemak sapi. Di IPAL LIK
Magetan pada bagian screen kasar terdapat operator yang setiap saat
membersihkan saringannya agar tidak aliran air tidak tersumbat. Di
screen kasar juga terdapat alat pengukur debit.
8
b. Bak Sedimentasi Awal
Limbah dari screen kasar kemudiaan dialirkan ke bak sedimentasi
awal untuk diendapkan karena limbah dari pabrik kulit membawa
lumpur dan pasir yang berasal dari pengendapan proses penyamakan.
Pada bak sedimentasi awal dipasang pompa celup atau pompa
supersible. Lalu endapan lumpur yang didapatkan disedot dan
dimasukkan ke bak pengumpul lumpur. Pada bak sedimentasi awal
dipasang pompa yang dihubungkan dengan selang spiral. Kemudian
air limbah masuk ke pipa 2 dim dan dialirkan ke IPAL. Kapasitas
dari bak sedimentasi awal yaitu 45,5 m 3. Tujuan dari proses
pengendapan yaitu memisahkan endapan lumpur dan limbah agar
saat mengolah tidak terlalu berat.
c. Bak Equalisasi 2
Dari bak sedimentasi awal limbah dialirkan dari pipa 12 dim yang
ditanam didalam tanah. Air limbah dihomogenkan karena dalam
waktu yang sama air limbah berasal dari pabrik yang berbeda-beda.
Limbah kapuran dari proses bak sedimentasi awal berwarna putih,
cenderung basah.
d. Bak Equalisasi 1
Pada bak equalisasi pertama dipasang diffuser untuk menambah
oksigen. Penambahan oksigen bertujuan untuk mengurangi parameter
air limbah seperti COD, BOD, dan Amoniak.
2. Pengolahan secara Kimia
Air limbah dari bak equalisasi ditarik ke atas dimasukkan ke bak
kimiawi menggunakan pompa. Bak kimiawi dibagi menjadi 3 bak.
Pada bak kimiawi terdapat proses penjernihan menggunakan tawas
hingga terbentuk flok-flok atau endapan yang halus. Bak flokulasi
menggunakan poliflok agar terbentuk flok yang lebih besar. Pada bak
ini flok mengendap cepat. Air limbah dinetralisasi menggunakan asam
sulfat agar pH air limbah tidak terlalu tinggi. Ketentuan pH pada bak
kimiawi yaitu 7-8 karena jika kurang dari 7 atau lebih dari 8 maka
9
penjernihan tidak berhasil. Setelah terbentuk flok bedar dialirkan ke
bak sedimentasi 2 dan diendapkan sampai ke dasar bak. Lumpur yang
diendapkan dikuras setiap 2 jam sekali. Lalu lumpur yang kering
dibuang ke lahan milik IPAL LIK.
3. Pengolahan secara Biologis
a. Bak Aerasi Biologis
Air limbah dari bak sedimentasi 2 masuk ke bak aerasi sedangkan
lumpur yang dihasilkan masuk ke bak pengumpul lumpur. Air
limbah pada bak aerasi biologis ditambah lumpur aktif yang
didalamnya terdapat mikroorganisme yang berfungsi menguraikan
zat organik atau protein dan penambahan oksigen dari aerator.
Mikroba yang ada dilumpur aktif yaitu mikroba aerob yang
berfungsi mengurangi COD, BOD, Amoniak, dan Chrom. pH pada
bak aerasi diharuskan 7 agar mikroorganisme tetap hidup.
b. Bak Sedimentasi 3
Air limbah dari bak aerasi masuk ke bak sedimentasi 3. Lumpur
diendapkan didasar bak tanpa oksigen. Dan setiap 1 jam sekali
dikembalikan kembali pada bak aerasi yang diharapkan agar
mikroorganisme tetap hidup.
c. Bak Filtrasi
Setelah bak sedimentasi air limbah masuk ke bak filtarsi. Pada bak
filtrasi terdapat ijuk, batu, dan kerikil untuk menyaring air limbah.
d. Bak Monitoring
Pada bak monitoring air limbah ditambah oksigen dan proses
aerasi menggunakan difuser dikarenakan kadar amoniak yang
terlalu tinggi. Di proses ini air limbah juga ditambahkan antifoam
atau anti busa agar tidak terdapat busa pada pengolahan air
limbah. Lalu air limbah masuk ke outlet dan dialirkan ke badan
air.
10
C. Parameter Pemeriksaan IPAL LIK di Laboratorium
Kelompok 2B melaksanakan praktek Pengolahan Limbah Cair dengan
memeriksa parameter sampel yang telah di ambil di IPAL LIK Magetan.
Hari : Selasa
Tanggal : 19Oktober 2021
Pukul : 09.00 – 12.00 WIB
Tempat : Laboratorium kampus D3 Sanitasi magetan
1. Pemeriksaan Parameter.
a. Pemeriksaan pH
1) Tujuan : untuk mengetahui Ph yang ada dalam sampel.
2) Alat dan Bahan :
a) Kertas lakmus
b) Sample air
3) Prosedur Kerja :
a) Siapkan sampel yang akan diperiksa.
b) Masukkan kertas lakmus ke dalam wadah sampel
c) Amati hasilnya dan cocokan dengan ukuran pH.
d) Catat hasilnya.
b. Pemeriksaan Suhu
1) Tujuan :Untuk megetahui kadar suhu yang ada pada sampel.
2) Alat dan Bahan :
a) Termometer
b) Sampel limbah inlet,outlet
c) Badan air sesudah dan sebelum
3) Posedur Kerja :
a) Siapkan sampel yang akan diperiksa.
b) Masukkan termometer ke dalam wadah sampel.
c) Amati perubahan suhunya dan catat hasilnya.
c. Pemeriksaan BOD
1) Tujuan : untuk mengetahui besarnya kadar kebutuhan oksigen
biologis pada air.
11
2) Prinsip Kerja : pada pemeriksaan BOD ini didasarkan atas
penurunan kadar oksigen dalam jangka waktu dan suhu tertentu,
untuk itu perlu dilakukan pengukuran kadar oksigen terlarut segera
dan DO setelah inkubasi. Inkubasi dilakukan selama 5 hari pada
suhu 20 0C atau selama 3 hari pada suhu ruangan. Apabila
kebutuhan oksigen oleh mikroorganisme dalam air selama
inkubasi tersebut diperkirakan tidak cukup, maka perlu
penambahan makanan mikroorganisme dan mengandung oksigen
yang tinggi.
3) Alat dan Bahan:
a) Incubator
b) Peralatan dan bahan seperti untuk pemeriksaan DO
c) Air pengencer
4) Prosedur Kerja :
a) Beri larutan MnSO4 2 ml
b) Pereaksi Oksigen 3 ml, dikocok
c) H2SO4 pekat 2 ml diambil 200 ml lalu ditaruh di erlenmeyer
d) Dititrasi dengan Na Thiosulfat sampai warna kuning muda
e) Beri larutan amylum 2 ml
f) Titrasi kembali dengan Na Thiosulfat sampai warna hilang
d. Pemeriksaan COD
1) Tujuan : untuk mengetahui banyaknya oksigen yang dibutuh untuk
mengurangikan zat kimia dalam air yang sesuai dengan syarat
kesehatan.
2) Alat dan Bahan
a) COD reactor
b) Buret
c) Pipet
d) Tabung COD
e) H2SO4 pro COD : 1 gram Ag2SO4 di tambah 100 ml H2SO4
pekat
12
f) K2Cr2O7 0,025 N : 1,2250 ram K2Cr2O7 dilarutkan dalam 1 lt
aquades
g) Fe (NH4)2 SO4 0,025 N;9,75 gram Fe (NH4)2SO4.6 H2O
ditambah 20 ml H2SO4 pekat. Didinginkan dan ditambah
aquades sampai 1 lt.
h) HgSO4
i) Penentuan Faktor Fe (NH4)2 SO4 : 10 mlt K2Cr2O7 0,025 N +
10 mlt aquades + 1 ml H2SO4 pekat. Diingin. Titrasi dengan Fe
(NH4)2SO4 indikator Feroin.
3) Prosedur
a) Siapkan dua tabung reaksi, tabung yang satu diisi 2 ml
aquadest dan yang satu diisi sampel 2 ml
b) Semua ditambah 1 ml K2Cr207 0,025 N, 3 ml H2SO4 pro
COD
c) Ditambah ± 100 mg HgSO4. kemudian di kocok
d) Panaskan pada COD reaktor ± 2 jam atau min 30 menit Titrasi
dengan Fe (NH4)2 SO4 0,025 N dengan indikator Feroin (dari
biru kehijauan sampai coklat kemerahan).
e) Perhitungan COD =
e. Pemeriksaan TSS
1) Tujuan : Untuk mengetahui berat padatan sesuai contoh sesuai
dengan syarat kesehatan
2) Alat dan Bahan
a) Kertas saring
b) Oven
c) Eksikator
d) Neraca analitik
e) Cawan porselin
13
3) Prosedur
a) Keringkan kertas saring yang berpori 0,45 dalam oven pada
suhu 103°-105° C
b) Dinginkan dalam Eksikator, timabang dengan neraca analitik
min.B mgr)
c) Diukur 50 ml sampel, saring dengan kertas saring yang telah
ditimbang
d) Ambil kertas saring dan taruh pada cawan porselin
e) Dikeringkan dalam oven pada suhu 103°-105° C selama
kurang lebih 1jam.
f) Dinginkan dalam Eksikator, timbang dengan neraca analitik
(mis.A mgr)
2. Hasil Pemeriksaan Parameter IPAL LIK
a. Pemeriksaan Sampel Inlet
Sampel : Bak Inlet
Limbah : Industri Kulit
Baku Mutu : Peraturan Gubernur Jawa Timur No.52 Tahun
2014
No. Parameter Satuan Hasil Baku Metode Keterangan
Pemeriksaan Mutu Pemeriksaan
14
Rumus pengenceran = 9,3 ml
=
= 7,12872
(2) DO Inkubasi
Titrasi pertama sebanyak 2 ml dan titrasi kedua
sebanyak 3 ml dengan jumlah titrasi sebanyak 5 ml.
DO =
=
= 4,9505
BOD = DO segera – inkubasi
= 7,12872 - 4,9505
= 2,17822 x 75
= 163,3665
b) TSS Inlet
TSS = (sesudah – sebelum) x 1000
50
TSS = (1,3727– 1,2256) x 1000
50
TSS = 294,5 mg/l
15
c) COD Inlet
COD =
= 6,1224
= 459,18 mg/lt
700 – 10 ml = 690 ml
16
(1) DO Segera
Titrasi pertama sebanyak 2,5 ml dan titrasi kedua sebanyak
3ml dengan jumlah titrasi sebanyak 5,5 ml.
DO =
=
= 5,44555
(2) DO Inkubasi
Titrasi pertama sebanyak 2 ml dan titrasi kedua sebanyak 3
ml dengan jumlah titrasi sebanyak 5 ml.
DO =
=
= 4,9505
BOD = DO segera – inkubasi
= 5,44555 – 4,9505
= 0,49505 x 70
= 34,6535
b) TSS Sebelum Aerasi
TSS = X 1000
= X 1000
= 260,8 mg/l
c) COD Sebelum Aerasi
COD =
17
= 4,0816
= 204,08 mg/lt
700 – 14 ml = 686 ml
(1) DO Segera
Titrasi pertama sebanyak 3 ml dan titrasi kedua sebanyak
4 ml dengan jumlah titrasi sebanyak 7 ml.
DO =
18
=
=
= 6,9307
(2) DO Inkubasi
Titrasi pertama sebanyak 2 ml dan titrasi kedua sebanyak
3 ml dengan jumlah titrasi sebanyak 5 ml.
DO =
=
= 4,9505
BOD = DO segera – inkubasi
= 6,9307 – 4,9505
= 1,9802 x 50
= 99,01
b) TSS Outlet
TSS = x 1000
= x 1000
= 235,4 mg/l
c) COD Outlet
COD =
= 5,102
Hasil 45 kali pengenceran
COD x 45 kali pengenceran = 5,102x 45
= 229,59 mg/lt
19
Tabel Hasil Pemeriksaan Di LIK Magetan
NO PARAMETER LOKASI BAKU MONITORING KETERANGAN
MUTU
INLET SEBELUM OUTLET
AERASI
1. BOD 163,3665 34,6535 99,01 75 39,39% Memenuhi
2. COD 459,18 204,08 229,59 200 50% Tidak
Memenuhi
3. TSS 294,5 260,8 235,4 75 20,06% Tidak
Memenuhi
D. RBC
Kelompok 2B melaksanakan praktikum Pengolahan Limbah Cair dengan
materi RBC yang dilaksanakan pada :
Hari : Senin dan Selasa
Tanggal : 18 September – 19 September 2021
Pukul : 09.00 - 12.00 WIB
10.00 – 11.30 WIB
Lokasi : Bengkel Kampus Prodi Sanitasi Magetan
Langkah-langkah Praktikum Penggunaan RBC :
1. Alat dan Bahan :
a. RBC
b. Air IPAL kampus
c. Baskom
d. Botol Pemberat
e. Ember
2. Prosedur Kerja :
a. Ambil air di IPAL kampus secukupnya hingga air baskom penampung
mampu menyentuh 40 % bagian disk / piringan.
b. Setelah air IPAL diambil masukan ke dalam baskom penampung
20
c. Nyalakan mesin RBC dan arah putar mesin berlawanan dengan arah
jarum jam
d. Amati waktu proses saat menyalakan mesin RBC karena akan di cek
kmbli dalam waktu 24 jam
e. Apabila biofilm sudah terbentuk ambil sampel yang ada di RBC dan
lakukan pemeriksaan di laboratorium kimia
f. Pemeriksaan laboratorium kimia meliputi parameter (pH, suhu, TSS,
COD, dan BOD)
g. Setelah dilakukan pemeriksaan bandingkan hasil pemeriksaan sampel
sebelum menggunakan RBC Dan sesudah penggunaan RBC
3. Hasil Perhitungan Pemeriksaan
a. Hasil pemeriksaan BOD sebelum penggunaan RBC :
1) Pengenceran
Memakai pengenceran sebanyak 35 kali
2) DO segera =
DO =
DO =
DO segera= 6,43
3) DO inkubasi =
DO =
DO =
DO inkubasi = 6,23
4) BOD RBC sebelum = 6,43-6,23
= 0,2 x 35 (pengenceran)
= 7 mg/
b. Hasil Perhitungan BOD sesudah penggunaan RBC :
1) Pengenceran
Memakai pengenceran sebanyak 20 kali
21
2) DO segera =
DO =
DO = 7,22
3) DO inkubasi =
DO =
DO = 6,9
4) BOD RBC setelah = 7,22 – 6,99
= 0,23 x 20 (hasil pengenceran)
= 4,6 mg/l
c. Hasil Pemeriksaan COD sebelum penggunaan RBC :
1) Pengenceran
Memakai pengenceran 20 kali
2) COD =
COD =
COD =
TSS =
22
f. Hasil Pemeriksaan TSS RBC Sesudah :
TSS =
TSS =
23
Dapat disimpulan sebagai berikut :
a. Dari hasil pemeriksaan IPAL kampus menggunakan RBC bahwa
parameter BOD baik titik 1 atau titik 2 terbilang baik karena masih
dibawah nilai ambang batas dengan Keputusan Menteri
Lingkungan Hidup No. 16/1996 adalah : BOD Maks 200 mg/l
semakin kecil angka pemeriksaan BOD menunjukkan bahwa air
tersebut memiliki kandungan oksigen yang banyak.
b. Dari hasil pemeriksaan IPAL kampus menggunakan RBC bahwa
parameter COD baik titik 1 dan titik 2 terbilang baik karena masih
dibawah nilai ambang batas dengan Keputusan Menteri
Lingkungan Hidup No. 16/1996 adalah : COD Maks 300mg/l
semakin kecil angka pemeriksaan COD menunjukkan bahwa air
tersebut memiliki kandungan oksigen yang banyak.
c. Dari hasil pemeriksaan IPAL kampus menggunakan RBC bahwa
pH dari Titik 1 dan titik 2 menunjukkan bahwa bersifat netral
artinya air IPAL kampus dapat dikonsumsi karena PERMENKES
No. 492/MENKES/Per/IV/2010 menyebutkan air minum dapat
dikunsumsi apabila pH memiliki angka 6,5-8,5.
d. Dari hasil pemeriksaan IPAL kampus TSS dari Titik 1 dan Titik 2
memenuhi PERGUB JATIM No. 52 Tahun 2014.
e. Dari hasil pemeriksaan IPAL kampus suhu di titik 1 lebih panas
karena diambil dan diukur secara langsung sedangkan di titik 2
lebih dingin karena sudah melalui proses RBC selama 1x24 Jam .
E. Perkolasi Test (menghitung data resap tanah)
Kelompok 3B melaksanakan praktikum Pengolahan Limbah Cair dengan
materi perkolasi test yang dilaksanakan pada:
Hari : Senin-Selasa
Tanggal: 18-19 Oktober 2021
Pukul : Senin 15.00 – 16.30 WIB
Selasa 14.00 – 17.00 WIB
Tempat : Lapangan Kampus D-III Sanitasi Magetan
24
1. Alat :
a. Bor Mesin
b. Penggaris
c. Selang
d. Ember
e. Stopwatch
f. Pipa
2. Bahan :
a. Air
b. Kerikil
3. Prosuder Kerja :
a. Siapkan alat dan bahan.
b. Pilih tanah yang akan di bor
c. Sirami tanah tersebut biar mudah untuk dibor nantinya.
d. Lalu bor tanahnya sebanyak 6 lubang dengan jarak 50 cm.
e. Kedalaman lubangnya adalah 50-60 cm.
f. Isi lubang tersebut dengan kerikil.
g. Gembung atau siram lubang selama kurang lebih satu hari satu malam.
h. Setelah satu hari berlalu isi lubang hingga penuh.
i. Ukur daya resap tanah dengan dihitung berapa air yang terserap selama
10 menit dan diambil 10 kali.
4. Hasilnya sebagai berikut:
Lubang Perkolasi (cm)
No 10 menit ke
1 2 3 4 5 6
1. Pertama 7 9 5 7 5 8
2. Kedua 7 7 5 7 5 8
3. Ketiga 5 5 4 5 5 5
4. Keempat 4 7 4 6 4 4
5. Kelima 4 5 4 6 6 4
6. Keenam 3 4 7 2 4 7
25
7. Ketujuh 3 4 4 2 4 7
8. Kedelapan 3 3 3 2 3 6
9. Kesembilan 2 3 2 1 3 4
10. Kesepuluh 2 3 2 1 3 4
= 8,71 inchi
Jadi hasil akhir dari perhitungan perkolasi adalah 8,71 inchi
26
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat kita ambil dari praktek mata kuliah Pengelolaan
Limbah Cair yaitu sebagai berikut :
1. Pengolahan limbah cair adalah menjaga air yang keluar tetap bersih
dengan menghilangkan polutan yang ada dalam air limbah tersebut,
atau dengan menguraikan polutan yang ada didalam air limbah
sehingga hilang sifat-sifat dari polutan tersebut.
2. proses pengolahan limbah industri kulit di IPAL LIK Magetan
terdapat tiga tahap yaitu secara fisik, kimia, dan biologi. Secara fisik
terdapat beberapa tahapan yaitu yang pertama penyaringan di screen
kasar/saringan, bak sedimentasi awal, bak equalisasi 2, bak equalisasi
1. Secara Kimia Air limbah dari bak equalisasi ditarik ke atas
dimasukkan ke bak kimiawi menggunakan pompa. Bak kimiawi dibagi
menjadi 3 bak. Secara Biologi juga terdapat beberapa tahap yaitu bak
aerasi biologis, bak sedimentasi 3, bak filtrasi, bak monitoring
3. Parameter yang digunakan untuk mengukur air limbah di IPAL LIK
adalah pH, Suhu, BOD, COD, TSS, pada inlet, sebelum aerasi dan
otlet.
4. Dari hasil pemeriksaan IPAL kampus menggunakan RBC bahwa
parameter BOD dan COD baik titik 1 atau titik 2 terbilang baik karena
masih dibawah nilai ambang batas dengan Keputusan Menteri
Lingkungan Hidup No. 16/1996. Dari hasil pemeriksaan IPAL kampus
menggunakan RBC bahwa pH dari Titik 1 dan titik 2 menunjukkan
bahwa bersifat netral artinya air IPAL kampus dapat dikonsumsi
karena PERMENKES No. 492/MENKES/Per/IV/2010 menyebutkan
air minum dapat dikunsumsi apabila pH memiliki angka 6,5-8,5. Dari
hasil pemeriksaan IPAL kampus menggunakan RBC bahwa TSS dari
Titik 1 dan Titik 2 memenuhi PERGUB JATIM No. 52 Tahun 2014.
Hasil pemeriksaan IPAL kampus suhu di titik 1 lebih panas karena
27
diambil dan diukur secara langsung setelah diambil dari IPAL Kampus
sedangkan di titik 2 relatif lebih dingin karena sudah melalui proses
RBC selama 1x24 Jam .
5. Dari hasil perkulasi atau perhitungan daya resap tanah di lokasi
lapangan kampus Prodi D3 Sanitasi Magetan diperoleh hasil 8,71 Inchi
B. Saran
Setelah melakukan penelitian pada praktikum Mata Kuliah Pengelolaan
Limbah Cair, maka saran yang dapat penulis sampaikan yaitu bagi peneliti
yang akan melakukan penelitian dapat mengatasi permasalahan yang
searah dan diharapkan bisa dijadikan acuan atau pertimbangan serta dapat
mengisi kekurangan dalam penelitian ini.
28
DAFTAR PUSTAKA
Indonesian Public Healt. 2015. Pengertian BOD, COD, TSS, pada Air Limbah.
2021.http://www.indonesian-publichealth.com/pengertian-bod-cod-tss-pada-air-
limbah/
Joanna,et.al . 2018 . Aplikasi Teknologi Rotating Biological Contractor (RBC)
Pada Pengolahan Air Limbah. 2021
29
LAMPIRAN
Pengolahan Limbah Cair secara fisika Pengolahan Limbah Cair secara kimia
30
RBC Pengambilan Sampel RBC
31