BUKU JAWABAN TUGAS MATA
KULIAH TUGAS 2
Nama Mahasiswa : Trivonia Bangun
Nomor Induk Mahasiswa/ NIM : 031373121
Kode/Nama Mata Kuliah : EKMA4311/Studi Kelayakan Bisnis
Kode/Nama UPBJJ : 21/Jakarta
Masa Ujian : 2020/21.2 (2021.1)
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS TERBUKA
1. Menko Airlangga: Amdal Tak Dihapus, tetapi Dikembalikan ke Fungsinya
Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan
bahwa analisis dampak lingkungan (amdal) tetap diatur dalam UU Cipta Kerja. Hal ini merespons
kabar yang beredar luas menyebutkan izin amdal dalam UU Cipta Kerja dihapuskan.
“Terkait lingkungan hidup, amdal tetap ada. Dan amdal diberikan secara berproses, dengan
dokumen teknis berbasis pada NSPK (norma, standar, prosedur, dan kriteria) dan diberikan
debirokratisasi terhadap proses amdal," ujar daia dalam Konferensi Pers Penjelasan UU Cipta Kerja,
Rabu (7/10/2020).
Menko menjelaskan, amdal dikembalikan kepada fungsi dan proses sebenarnya. Yaitu dokumen
teknis dan ilmiah studi kelayakan lingkungan hidup dan digunakan sebagai syarat perizinan berusaha
yang memuat ketentuan/kewajiban dari aspek lingkungan.
Sumber:https://www.liputan6.com/bisnis/read/4376428/menko-airlangga-amdal-tak-dihapus-tetapi-
dikembalikan-ke-fungsinya
Soal
Berikan analisis anda tujuan dan sasaran Amdal dan peran AMDAL dikaitkan dengan studi
kelayakan bisnis!
Jawab
Analisis Dampak Lingkungan adalah kajian secara cermat dan mendalam tentang dampak penting
suatu kegiatan yang direncanakan. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) adalah hasil
studi mengenai dampak penting suatu usaha atau kegiatan yang direncanakan terhadap lingkungan
hidup, yang diperlukan dalam proses pengambilan keputusan.
Tujuan dan sasaran AMDAL adalah untuk menjamin suatu usaha atau kegiatan pembangunan layak
lingkungan (alami, binaan, sosial-ekonomi, dan budaya). Dengan adanya AMDAL, diharapkan usaha
atau kegiatan pembangunan dapat memanfaatkan dan mengelola sumber daya alam secara efisien dan
meminimumkan dampak negatif terhadap lingkungan.
AMDAL hanya dilaksanakan oleh proyek-proyek yang berskala besar, memiliki kegiatan yang
kompleks, dan dapat mempengaruhi daerah sensitif/kawasan lindung. Dengan demikian, AMDAL
adalah proses pengkajian terpadu yang mempertimbangkan aspek ekologi, sosial-ekonomi, dan sosial
budaya sebagai pelengkap kelayakan dari teknis dan ekonomi suatu rencana usaha atau kegiatan.
Alasan diperlukannya AMDAL dalam suatu studi kelayakan adalah karena:
a. Undang-undang dan peraturan pemerintah menghendaki demikian
b. AMDAL harus dilakukan agar kualitas lingkungan tidak rusak dengan adanya proyek-proyek.
AMDAL memiliki beberapa peran sebagai berikut:
1. Peran AMDAL dalam pengelolaan lingkungan
Penyusunan AMDAL dilakukan agar dapat menghindari kegagalan pengelolaan proyek.
Aktivitas pengelolaan lingkungan baru dapat dilakukan apabila telah disusun rencana
pengelolaan lingkungan, yang sebelumnya telah diketahui dulu dampak lingkungan yang akan
timbul sebagai akibat dari proyek yang akan dibangun.
2. Peran AMDAL dalam pengelolaan proyek
AMDAL merupakan salah satu studi kelayakan lingkungan yang disyaratkan untuk
mendapatkan perizinan. AMDAL diharapkan dapat memberikan masukan bagi aspek-aspek
lainnya sehingga akan menghasilkan suatu penilaian yang optimal terhadap proyek. Bagian
dari AMDAL yang diharapkan oleh aspek teknis dan ekonomis biasanya adalah sejauh mana
keadaan lingkungan dapat menunjang perwujudan proyek, tertuama sumber daya yang
diperlukan oleh proyek tersebut, seperti air, energi, manusia dan ancaman alam sekitar.
3. AMDAL sebagai dokumen penting
Laporan AMDAL merupakan dokumen penting sebagai sumber informasi yang rinci
mengenai keadaan lingkungan pada waktu penelitian proyek, dan gambaran keadaan
lingkungan di masa yang akan datang. Dokumen ini juga penting untuk melakukan evaluasi,
untuk membangun proyek yang lokasinya berdekatan dan dapat digunakan sebagai alat
legalitas.
AMDAL merupakan ujung tombak sekaligus pelengkap kelayakan dari teknis dan ekonomis suatu
rencana usaha atau kegiatan yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang pelaksanaan
rencana kegiatan yang berdampak kepada lingkungan. Dengan adanya Peraturan Pemerintah Nomor
27 Tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan maka untuk setiap laporan studi
kelayakan harus dilengkapi dengan AMDAL, bahkan boleh dikatakan AMDAL merupakan studi
kelayakan pendahuluan suatu rencana kegiatan yang memiliki dampak penting pada lingkungan
hidup.