“ LAPORAN PENDAHULUAN MASALAH PSIKOSOSIAL : BODY IMAGE ”
(Tugas ini Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Pada Mata Kuliah Praktik Klinik
Keperawatan Jiwa Mengenai Laporan Pendahuluan Masalah Psikososial)
DOSEN PEMBIMBING
Bapak Drs. Rukman S.Kep., NERS., M.A.Kes
DISUSUN OLEH
Aprilia Salsabilla Dinda
NIM
P17320119009
TINGKAT / KELOMPOK
3A / 2
Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Bandung
Jurusan Keperawatan Program Studi D – III Keperawatan Bandung
2021
A. PENGERTIAN
Citra tubuh adalah integrasi persepsi, pikiran dan perasaan individu tentang
bentuk, ukuran, berat tubuh dan fungsi tubuh serta bagian-bagiannya yang
digambarkan dalam bentuk penampilan fisik (Fontaine, 2003).
Citra tubuh adalah kumpulan dari sikap individu yang disadari dan tidak
disadari terhadap tubuhnya termasuk persepsi masa lalu dan sekarang, serta perasaan
tentang ukuran, fungsi, penampilan dan potensi tubuh. Gangguan citra tubuh adalah
perasaan tidak puas terhadap perubahan bentuk, struktur dan fungsi tubuh karena
tidak sesuai dengan yang diinginkan (Stuart-Laraia, 2005). Gangguan Citra tubuh
adalah kebingungan secara mental dalam memandang fisik diri sendiri (Nanda, 2008).
Citra tubuh dipengaruhi pandangan orang lain (Potter & Perry, 1997). Dapat
disimpulkan bahwa citra tubuh merupakan pandangan seseorang terhadap tubuhnya
baik struktur, bentuk, maupun fungsi tubuhnya, yang dipengaruhi oleh pandangan
orang lain.
B. JENIS, RENTANG RESPON, FASE, KOMPONEN
Rentang respon citra diri yang termasuk kedalam konsep diri
Respon Adaptif Respon Maladaptif
Aktualisasi Konsep diri Harga diri Kerancuan Depersonal
Diri positif rendah identitas lisasi
C. TANDA DAN GEJALA
Orang yang mengalami gangguan citra tubuh biasanya memiliki body image yang
negatif tentang dirinya yang dapat berupa :
1. Suatu persepsi yang salah mengenai bentuk individu, perasan yang bertentangan
dengan kondisi tubuh individu sebenarnya.
2. Individu merasa bahwa hanya orang lain yang menarik dan bentuk tubuh dan
ukuran tubuh individu adalah sebuah tanda kegagalan pribadi.
3. Individu merasakan malu, self-conscious, dan khawatir akan badannya.
4. Individu merasakan canggung dan gelisah terhadap badannya
a. Data Subjektif
1) Mengungkapkan penolakan terhadap :
perubahan bentuk tubuh saat ini
anggota tubuh yang tidak berfungsi
interaksi dengan orang lain
2) Mengungkapkan perasaan tidak berdaya, tidak berharga, keputusasaan
3) Mengungkapkan keinginan terlalu tinggi terhadap bagian tubuh yang
terganggu
4) Sering mengulang-ulang mengatakan kehilangan yang terjadi
5) Merasa asing terhadap bagian tubuh yang hilang.
b. Data Objektif
1) Perubahan dan kehilangan anggota tubuh baik struktur, bentuk dan fungsi.
2) Menyembunyikan atau memamerkan bagian tubuh yang terganggu
3) Menolak melihat bagian tubuh
4) Menolak menyentuh bagian tubuh
5) Aktivitas sosial menurun
D. PENYEBAB (FAKTOR PREDISPOSISI, FAKTOR PRESIPITASI :
BIOLOGIS, PSIKOLOGIS, SOSIAL BUDAYA
1. Faktor predisposisi
1) Biologis
Penyakit genetik dalam keluarga, Pertumbuhan dan perkembangan masa
bayi, anak dan remaja, anoreksia, bulimia, atau berat badan kurang atau
berlebih dari berat badan ideal, perubahan fisiologi pada kehamilan dan
penuaan, pembedahan elektif dan operasi, trauma, penyakit atau gangguan
organ dan fungsi tubuh lain; stroke, kusta, asthma dan lain-lain, pengobatan
atau kemoterapi, penyalahgunaan obat atau zat; coccaine, amphetamine,
halusinogen, dan lain-lain.
2) Psikologis
Gangguan kemampuan verbal, konflik dengan nilai masyarakat, pengalaman
masa lalu yang tidak menyenangkan, ideal diri tidak realistis.
3) Sosial budaya
Pendidikan masih rendah, masalah dalam pekerjaan, nilai budaya bertentangan
dengan nilai individu, pengalaman sosial yang tidak menyenangkan,
kegagalan peran sosial.
2. Faktor Presipitasi
1) Trauma
2) Penyakit, kelainan hormonal
3) Operasi atau pembedahahan
4) Perubahan masa pertumbuhan dan perkembangan ; maturasi
5) Perubahan fisiologis tubuh ; kehamilan, penuaan.
6) Prosedur medis dan keperawatan ; efek pengobatan ; radioterapi, kemoterapi.
E. PSIKOPATOLOGI (KERANGKA BERFIKIR / PATHWAY)
Harga Diri Rendah ---------- Akibat
Gangguan Citra Tubuh ---------- Core Problem
Perubahan Bentuk Tubuh ---------- Penyebab
F. FOKUS PENGKAJIAN
1. Pengumpulan Data
Hal-hal yang perlu dikaji pada klien dengan gangguan citra tubuh yaitu :
a. Data Subjektif
1) Mengungkapkan penolakan terhadap :
perubahan bentuk tubuh saat ini
anggota tubuh yang tidak berfungsi
interaksi dengan orang lain
2) Mengungkapkan perasaan tidak berdaya, tidak berharga, keputusasaan
3) Mengungkapkan keinginan terlalu tinggi terhadap bagian tubuh yang
terganggu
4) Sering mengulang-ulang mengatakan kehilangan yang terjadi
5) Merasa asing terhadap bagian tubuh yang hilang.
b. Data Objektif
1) Perubahan dan kehilangan anggota tubuh baik struktur, bentuk dan fungsi.
2) Menyembunyikan atau memamerkan bagian tubuh yang terganggu
3) Menolak melihat bagian tubuh
4) Menolak menyentuh bagian tubuh
5) Aktivitas sosial menurun
G. DIAGNOSIS KEPERAWATAN UTAMA
Diagnosa yang sering muncul, yaitu :
a. Gangguan Citra Tubuh
b. Harga Diri Rendah
H. FOKUS INTERVENSI (INDIVIDU, KELOMPOK, KELUARGA, DAN KOLABORATIF)
Masalah Intervensi
Keperawata Tujuan Tindakan Keperawatan pada Tindakan Keperawatan pada Rasional
n Pasien Keluarga
Gangguan Setelah diberikan SP I p SP I k 1. Hubungan saling
Citra Tubuh asuhan keperawatan 1. Bina hubungan saling 1. Mendiskusikan masalah percaya memungkinkan
selama 1 x 20 menit percaya yang dirasakan keluarga terbuka pada perawat
diharapkan Gangguan 2. Identifikasi perasaan dalam merawat pasien dan sebagai dasar untuk
Citra Tubuh pasien tentang citra tubuhnya 2. Jelaskan dengan keluarga intervensi selanjutnya
dapat teratasi dengan dan harapan pasien tentang gangguan citra 2. Mengetahui perasaan
kriteria evaluasi : terhadap citra tubuhnya tubuh yang terjadi pada pasien tentang
1. Pasien dapat saat ini. klien gambaran dirinya
mengidentifikasi 3. Perbaiki kesalahan 3. Jelaskan kepada keluarga
citra tubuhnya konsep, kehilangan atau cara mengatasi masalah 3. Mengubah persepsi
2. Pasien dapat kemampuan untuk gangguan citra tubuh yaitu pasien tentang
mengidentifikasi memfungsikan bagian- Ganti bagian tubuh yang kehilangan bagian tubuh
potensi fungsi bagian yang hilang. hilang dengan protese, yang hilang
tubuh yang lain 4. Beri kesempatan untuk melihat bagian yang sakit, 4. Memberikan gambaran
3. Pasien dapat berbagi pengalaman menyentuh bagian tersebut pada pasien bahwa dia
mengetahui cara- yang sama dengan orang dan melakukan aktifitas tidak sendirian
cara untuk lain yang terarah pada
meningkatkan citra pembentukan tubuh yang
tubuh ideal
4. Pasien dapat
melakukan cara- SP II p SP II k
cara untuk 1. Identifikasi bersama 1. Melatih keluarga 1. Membantu
meningkatkan citra pasien potensi fungsi mempraktekkan cara memberiakan aspek
tubuh tubuh yang lain yang merawat pasien gangguan positif pada diri
5. Pasien dapat masih dapat digunakan. citra tubuh pasien
berinteraksi dengan 2. Ajarkan pasien cara 2. Ajarkan kepada keluarga
orang lain tampa untuk meningkatkan cara merawat klien 2. Mengalihkan
terganggu citra tubuh : a. Menyediakan fasilitas kehilangan yang
a. Ganti bagian untuk memenuhi dirasakan pasien
tubuh yang hilang kebutuhan klien
dengan protese, wig, dirumah
kosmetik atau yang b. Memfasilitasi interaksi
lainnya sesegera dirumah
mungkin, c. Melaksanakan
menggunakan kegiatan dirumah dan
pakaian yang baru sosial.
b. Dorong untuk d. Memberikan pujian
melihat bagian yang atas kegiatan yang
sakit. telah dilakukan klien
c. Dorong untuk
menyentuh bagian
tersebut.
d. Dorong
melakukan aktifitas
yang terarah pada
pembentukan tubuh
yang ideal
SP III p SP III k
1. Lakukan interaksi 1. Ajarkan kepada keluarga 1.Mengalihkan
a. Susun jadwal untuk mengevaluasi kehilangan yang
kegiatan sehari-hari perkembangan kemampuan dirasakan pasien
b. Dorong pasien seperti klien mampu
melakukan aktifitas menyentuh dan melihat
sehari-hari dan terlibat anggota tubuh yang terganggu,
dalam aktifitas dalam melakukan aktifitas dirumah
keluarga dan sosial dan dimasyarakat tampa
c. Dorong untuk hambatan
mengunjungi teman 2. Beri pujian yang realistis 2.Meningkatkan
atau orang lain yang terhadap keberhasilan gambaran positif
mempunyai peran. keluarga tentang dirinya
d. Beri pujian
terhadap keberhasilan
pasien dalam
melakukan interaksi
I. EVALUASI
Hasil atau kemampuan yang diharapkan pada pasien dengan Gangguan Citra Tubuh setelah dilakukan intervensi adalah :
1. Pasien mampu mengidentifikasi citra tubuh dan potensi tubuh yang lain
2. Pasien mampu melakukan cara untuk mengatasi gangguan citra tubuhnya
3. Pasien mampu berinteraksi dengan keluarga dan sosial
Hasil atau kemampuan yang diharapkan pada keluarga setelah dilakukan intervensi adalah :
1. Keluarga mampu mengenal masalah gangguan citra tubuh
2. Keluarga mampu merawat klien gangguan citra tubuh
3. Keluarga mampu mengevaluasi perkembangan pasien.
DAFTAR PUSTAKA
Aziz R, dkk. Pedoman asuhan keperawatan jiwa. Semarang: RSJD Dr. Amino
Gondoutomo. 2003
Keliat, Budi Anna dan Akemat. 2009. Model Praktik Keperawatan Profesional Jiwa.
Jakarta : EGC
Nurarif, Amin Huda. 2013. Aplikasi Asuhan Keperawatan Berdasarkan Diagnosa
Medis dan NANDA NIC-NOC. Yogyakarta : Mediaction
Stuart, G.W. 2006. Buku Saku Keperawatan Jiwa (Edisi 5). Jakarta : EGC
Tim Direktorat Keswa. Standart asuhan keperawatan kesehatan jiwa. Edisi 1.
Bandung: RSJP.2000
Townsend M.C. Diagnosa keperawatan pada keperawatan psikiatri; pedoman untuk
pembuatan rencana keperawatan. Jakarta: EGC. 1998