0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
66 tayangan62 halaman

Rancang Bangun Sepeda Motor Listrik

Skripsi ini membahas rancang bangun sepeda motor listrik. Dokumen ini menjelaskan tentang komponen utama sepeda motor listrik seperti motor BLDC, kontroler PWM, dan aki. Dokumen ini juga menjelaskan cara kerja sepeda motor listrik, perhitungan putaran motor, dan faktor yang mempengaruhi tenaga yang dihasilkan motor listrik. Tujuan dari skripsi ini adalah merancang sistem keseluruhan sepeda motor listrik.

Diunggah oleh

Dicky harsono
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
66 tayangan62 halaman

Rancang Bangun Sepeda Motor Listrik

Skripsi ini membahas rancang bangun sepeda motor listrik. Dokumen ini menjelaskan tentang komponen utama sepeda motor listrik seperti motor BLDC, kontroler PWM, dan aki. Dokumen ini juga menjelaskan cara kerja sepeda motor listrik, perhitungan putaran motor, dan faktor yang mempengaruhi tenaga yang dihasilkan motor listrik. Tujuan dari skripsi ini adalah merancang sistem keseluruhan sepeda motor listrik.

Diunggah oleh

Dicky harsono
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Universitas Sumatera Utara

Repositori Institusi USU http://repositori.usu.ac.id


Departemen Teknik Elektro Skripsi Sarjana

2017

Rancang Bangun Sepeda Motor Listrik

Manalu, Janriko B
Universitas Sumatera Utara

https://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/9159
Downloaded from Repositori Institusi USU, Univsersitas Sumatera Utara
TUGAS AKHIR
RANCANG BANGUN SEPEDA MOTOR LISTRIK

Diajukan untuk memenuhi persyaratan dalam


menyelesaikan Pendidikan sarjana (S-1) pada Departemen
Teknik Elektro Sub konsentrasi Teknik Energi Listrik

Oleh :

JANRIKO B MANALU
120402126

DEPARTEMEN TEKNIK ELEKTRO

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN

2017

Universitas Sumatera Utara


Universitas Sumatera Utara
Universitas Sumatera Utara
Universitas Sumatera Utara
ABSTRAK

Transportasi adalah alat yang sangat di butuhkan masyarakat dari dulu


sampai sekarang oleh sebab itu transportasi saat ini merupakan kebutuhan yang
sangat esensial dalam kehidupan manusia. Seiring dengan perkembangan jaringan
komunikasi antara manusia waktu dan jarak adalah hal yang tidak dapat
terpisahkan. Transportasi adalah alat yang sangat membantu manusia untuk
berkerja dan melakukan segala kegiatan di lingkungan masyarakat dan pada saat
ini penggunaan alat transportasi sangat penting.
Seiring dengan berjalannya waktu alat transportasi di dunia ini semangkin
banyak dan tak terhitung lagi jumlahnya dan energi yang di gunakan yakni energi
fosil yang jumlahnya terbatas dari hari ke hari jumlahnya terus berkurang. Oleh
sebab itu kita sebagai manusia harus menjaga linkungan dan membatasi
penggunaan energi fosil. Solusi untuk mengatasi penggunaan energi fosil ini
adalah mengganti konsumsi energi fosil pada kendaraan dengan mengkonsumsi
energi Listrik pada alat transportasi.
Kendaraan listrik adalah solusi yang sangat baik untuk menjaga
lingkungan di samping mengurangi penggunaan energi fosil kendaaraan listrik
tidak mengeluarkan zat sisa atau dengan kata lain emisi yang di hasilkan tidak ada
sehingga udara sekitar tidak tercemari udara kotor seperti zat sisa yang di hasilkan
kendaraan pengguna energi fosil, Selain itu kendaraan listrik dapat di katagorikan
Kendaraan Hemat Energi.

Kata Kunci: Sepeda Motor Listrik, BLDC, Kontroler, PWM, Aki, SmoliUSU.

Universitas Sumatera Utara


KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas
berkat dan kasih-Nya penulis dapat menyelesaikan tugas akhir ini dengan baik.
Adapun judul dari tugas akhir ini adalah “RANCANG BANGUN SEPEDA
MOTOR LISTRIK”.

Tugas akhir ini disusun sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan
pendidikan Sarjana Teknik di Departemen Teknik Elektro, Fakultas Teknik,
Universitas Sumatera Utara.
Penyelesaian tugas akhir ini tidak lepas dari berbagai kesulitan, namun
atas bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak akhirnya tugas akhir ini dapat
diselesaikan dengan baik dan tepat waktu. Penulis menyadari bahwa tugas akhir
ini masih belum sempurna, untuk itu penulis mengharapkan adanya masukan
berupa kritik dan saran yang membangun dari pembaca sehingga penulis dapat
melakukan perbaikan di masa yang akan datang.

Medan, Maret 2017

Penulis,

Janriko B Manalu
NIM. 120402126
UCAPAN TERIMA KASIH

Pada kesempatan ini penulis ingin berterima kasih kepada Tuhan Yang
Maha Esa karena atas berkat dan rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan tugas
akhir ini, penulis menyadari bahwa penyelesaian tugas akhir ini tidak lepas dari
bantuan dan dukungan dari berbagai pihak, maka penulis mengucapkan terima
kasih kepada :

1. Bapak Dr.Ir. Fahmi,ST., M.Sc.,IPM selaku Ketua Departemen Teknik Elektro


Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara.
2. Bapak Ir. Arman Sani, MT selaku Sekretaris Departemen Teknik Elektro
Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara.
3. Bapak Drs. Hasdari Helmi Rangkuti, MT selaku Dosen Pembimbing penulis
yang telah banyak meluangkan waktu dan memberikan bimbingan dalam
menyelesaikan tugas akhir ini.
4. Bapak Ir. Surya Tarmizi Kasim, M.Si dan Bapak Ir. Syamsul Amien, Ms
selaku dosen penguji penulis yang banyak memberikan masukan dan arahan
selama proses pengerjaan Tugas Akhir ini.
5. Seluruh staf pengajar Departemen Teknik Elektro, Fakultas Teknik,
Universitas Sumatera Utara.
6. Seluruh staf pegawai Departemen Teknik Elektro,Fakultas Teknik,
Universitas Sumatera Utara.
7. Sahabat-sahabat stambuk 2012 yang telah banyak memberikan masukan, doa
dan semangat selama pengerjaan Tugas Akhir ini.
8. Serta untuk semua yang telah mendukung penyelesaian Tugas Akhir ini yang
tidak dapat disebutkan penulis satu persatu.
9. Kakak sayapaling besar dr. Irnawasti b manalu yang selalu menyemangati
saya dalam setiap waktu dalam penulisan Tugas Akhir saya
10. Abang Ipar saya Andre Gusti Sitompul, SH yang telah memberikan Tempat
untuk bengkel saya dalam merancang alat
11. Teristimewa buat Orang tua tercinta Ayah Wesling B Manalu dan ibu Delina
Sitohang serta keluarga penulis yang selalu memberikan semangat serta
didikan dan memberi dukungan dan doa.
DAFTAR ISI

ABSTRAK.....................................................................................................i

KATA PENGANTAR..................................................................................ii
UCAPAN TERIMA KASIH......................................................................iii
DAFTAR ISI................................................................................................iv
DAFTAR GAMBAR...................................................................................vi
DAFTAR TABEL…..................................................................................viii
BAB I PENDAHULUAN...................................................................1
1.1. Latar Belakang..................................................................1
1.2. Rumusan Masalah.............................................................2
1.3. Tujuan Penulisan…...........................................................2
1.4. Batasan Masalah................................................................2
1.5. Manfaat Penelitian….........................................................2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA..........................................................4
2.1. Umum................................................................................4
2.1.1. Arah arus listrik.........................................................6
2.1.2. Hukum Ohm..............................................................6
2.2. Arah Arus searah dan Arus Bolak-balik….........................7
2.3. Motor AC...........................................................................7
2.3.1. Motor AC induksi......................................................7
2.3.2. Motor PMAC (permanen magnet AC)......................9
2.4 Pengertian sistem..............................................................10
2.5 Tiori perancangan sepeda motor listrik.............................10
2.6 Bentuk sepeda motor Listrik.............................................11
2.7 Komponen utama Sepeda Motor Listrik...........................11
2.7.1 Motor DC..................................................................12
2.7.2 Motor Brushed DC....................................................12
2.7.3 Motor Brushless DC (BLDC)...................................13
2.7.4. Perhitungan Putaran motor.......................................16
2.7.5. Tahanan terhdap daya motor....................................17
2.7.6 Accumulator (Aki)...................................................19
2.8 Cara Kerja Sepeda Motor Listrik......................................20
2.9 Tenaga yang di hasilkan...................................................21
2.10 Faktor-faktor lain............................................................21
BAB III PERANCANGAN SISTEM KESELURUHAN.................23
3.1. Umum..............................................................................23
3.2. Waktu dan tempat...........................................................23
3.3. Alat dan bahan................................................................23
3.4. Diagram Sistem Keseluruhan….....................................24
3.5. Rangkaian Charger.........................................................24
3.5.1 Transformator............................................................24
3.5.2 Dioda........................................................................26
3.6 Rangkaian PWM...............................................................29
3.7 Motor Listrik.....................................................................33
3.8 Sistem Mekanik.................................................................33
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN.............................................35
4.1. Rincian Biaya yang di gunakan........................................36
4.2 Spesifikasi........................................................................38
4.3. Penentuan daya motor......................................................40
4.4 Pengunaan Energi dan percobaan....................................43
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN.............................................45
5.1. Kesimpulan…...................................................................45
5.2 Saran…..............................................................................45
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................46
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1. Sepeda Motor listrik....................................................4


Gambar 2.2. Bagian-bagian motor AC Induksi................................8
Gambar 2.3. Perbedaan PMAC dengan AC induksi........................9
Gambar 2.4. Magnet permanen dan stator winding motor PMAC…9
Gambar 2.5. Diagram alur proses perencangan.............................10
Gambar 2.6. Sistem Propulasi sepeda motor listrik.......................11
Gambar 2.7. Sistem kelistrikan sepeda motor listrik.....................11
Gambar 2.8. Skema motor brushed DC.........................................12
Gambar 2.9. Sekema Motor BLDC (a)..........................................14
Gambar 2.10. Sekema Motor BLDC (b)..........................................14
Gambar 2.11. Motor hub BLDC......................................................15
Gambar 2.12. Rangkaian Baterai motor listrik.................................20

Gambar 2.13 Sepeda motor listrik tampak depan............................20

Gambar 3.1 Diagram Sistem Keseluruhan....................................24


Gambar 3.2. Rangkaian Charger....................................................24
Gambar 3.3. Gambar Transformator 10 ampere............................26
Gambar 3.4. Kurva Dioda..............................................................26
Gambar 3.5. Kurva Dioda Ideal....................................................27
Gambar 3.6. Fisik dioda bridge......................................................27
Gambar 3.7. Dioda bridge yang di gunakan...................................28
Gambar 3.8. Siklus tegangan DC...................................................28
Gambar 3.9. Grafik sinyal penyearah gelombang penuh...............29
Gambar 3.10. Output PWM.............................................................30
Gambar 3.11 Pin ICSG3525...........................................................31
Gambar 3.12 Diagram Blok ICSG 3525.........................................31
Gambar 3.13 Rangkaian PWM.......................................................32
Gambar 3.14 Kumparan rotor BLDC..............................................33
Gambar 3.15 Sketsa Sistem Mekanik.............................................34
Gambar 4.1. Hasil Pembuatan Alat Tampak samping kiri.............35
Gambar 4.2. Sepeda mototor listrik tampak samping kanan..........35

vi

Universitas Sumatera Utara


Gambar 4.3. Sepeda motor listrik Tampak depan..........................36
Gambar 4.4. Sepeda motor listrik Tampak Belakang....................36
Gambar 4.5. Spesifikasi ukuran sepeda motor listrik....................38
Gambar 4.6 Karakteristi Sitem Gear..............................................43
DAFTAR TABEL

Tabel 4.1. Rincian dana pembuatan sepeda motor listrik (SMOLI).. .36

Tabel 4.2. Berat suku cadang yang di gunakan..........................................39


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pada saat ini manusia sangat bergantung pada bahan bakar fosil
setidaknya memiliki tiga ancaman serius dalam penggunaan bahan bakar
fosil, yakni: (1)Menipisnya cadangan minyak bumi yang di ketahui,
(2)Ketidak stabilan/kenaikan harga akibat laju permintaan yang lebih besar
dari produksi minyak itu sendiri, dan (3)Polusi gas rumah kaca (terutama
CO2) ini akibat pembakaran bahan bakar fosil. Kadar CO2 saat ini disebut
sebagai yang tertinggi selama 125.000 tahun belakangna. Oleh karena itu,
pengembangan dari implementasi bahan bakar terbarukan yang ramah
lingkungan perlu mendapatkan perhatian serius di seluruh dunia, karena
menjaga lingkungan adalah tanggung jawab seluruh manusia di dunia.

Salah satu cara mengurangi penggunaan bahan bakar fosil ialah


dengan mengganti bahan bakar kendaraan fosil dengan Listrik, listrik yang
di simpan dalam baterai, Energi listrik dalam baterai di gunakan sebagai
sumber energi listrik pada motor listrik.

Pada saat ini banyak orang tertarik dengan sepeda motor listrik dan
hal itu membuat perusahaan otomotif dunia untuk mengembangkannya,
Tidak adanya aturan tentang hak milik terhadap sepeda motor listrik
membuat perguruan tinggi di Indonesian berlomba-lomba untuk
mengembangkan teknologi sepeda motor listrik. Universitas Sumatera Utara
salah satu Perguruan tinggi di Indonesia yang ikut berpartisipasi dalam
mengembangan sepeda motor listrik. Pengembangan kendaraan Listrik di
Universitas Sumatera Utara di mulai pada Tahun 2013. Pengembangan
kendaraan listrik dan pelaksanaanya di laksanakan oleh mahasiswa Fakultas
Teknik dari jurusan Teknik Elektro.

Motor yang di gunakan adalah motor BLDC berdaya 5 kW (7 HP )


di harapkan dapat melaju sampai 130 km/j dengan jelajah hingga 230 km
kemudian memakai baterai ion-Li atau Natrium Silikat. Untuk mengetahui

Universitas Sumatera Utara


Besarnya biaya yang di perlukan dalam sekali perjalanan, perlu di lakukan
analisis terhadap daya baterai yang dapat di simpan dan berapa lama motor
dapat berkerja.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka dapat
dirumuskan permasalahan dalam tugas akhir ini adalah :
1. Berapakah dana yang di butuhkan dalam merancang dan membangun 1
unit sepeda motor listrik?
2. Seberapa besar penggunaan energi listrik yang di konsummsi dalam
sekali perjalanan?

1.3 Tujuan Penulisan


Adapun tujuan penulisan tugas akhir ini adalah :
1. Untuk mengetahui berapa dana yang di butuhkan dalam pembuatan 1
unit sepeda motor listrik.
2. Mengukur dan menghitung Energi yang di gunakan dalam sekali charger

1.4 Batasan Masalah

Adapun pembatasan masalah yang dilakukan dalam penulisan tugas


akhir ini adalah sebagai berikut :
1. Merancang dan membangun sepeda motor listrik
2. Menguji kehematan sepeda motor listrik
3. Sebagai uji coba di gunakan motor listrik BLDC 350 Watt
4. Motor BLDC tidak di bahas secara ditail
5. Rangkaian elektronik
6. Aki
7. Gir
8. Rantai penggerak
1.5 Manfaat Penulisan
1. Mahasiswa dapat menciptakan Kendaraan Listrik
2. Mengetahui Seberapa besar keuntungan memiliki kendaraan listrik
3. Dapat membanguan sebuah karya

1.6 Metode Pengumpulan Data


Metode Penulisan yang di gunakan dalam mengumpulkan data-data
adalah sebagai berikut :
1. Metode referensi
Metode ini adalah mencari dan mengumpulkan interview pada semua
pihak yang mengerti dan memahami perencanaan dan rancang bangun
alat ini.
2. Metode observasi
Metode ini adalah mencari dan menggandakan pengamatan tentang alat-
alat sejenis yang ada, seperti informasi bahan-bahan yang di gunakan
baik dari jenis maupun harganya serta segala sesuatu yang berhubungan
dengan perencanaan dan rancang bangun alat ini.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Tinjauan Umum


Sepeda motor listrik adalah sebuah sepeda motor menggunakan Energi
listrik sebagai Sumber penggeraknya, berbeda dengan sepeda motor pada
umumnya yang menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Minyak
sebagai sumber Penggerak, Di sini saya merancang sebuah sepeda motor
listrik dan energi listrik sebagai
sumber penggeraknya,
di yang menggunakan
energi listrik sebagai
sumber tenaga, yang
tenaga penggeraknya di
ambil dari baterai. Gambar 2.1 Sepeda motor listrik
Perancangan adalah bagian dari rekayasa yang merupaka usaha secara
intelektual untuk memenuhi tuntutan-tuntutan tertentu dengan cara sebaik
mungkin. Sedangkan pengertian rekayasa adalah penerapan ilmu dan
matematik untuk memanfaatkan benda-benda dan energi alam. Secara
konseptual kegiatan perancangan dapatdi bedakan menjadi tiga bagian, yakni
:
1. Perancangan produk
2. Perancangan proses
3. Perancangan rekayasa
Ciri-ciri kegiatan dalam perencangan antara lain :

1. Suatu kegiatan keriatif yang di landasi dengan pemahaman yang baik


atas bidang-bidang keilmuan tertentu serta pengetahuan dan pengalaman
praktis bidang khusus
2. Merupakan optimasi atas tujuan tertentu dalam berbagai kendala yang
ada bahkan saling bertentangan.
3. Memuat tahapan-tahapan sebagai berikut
a. Ide dan kejelasan tugas rancangan konseptual
Ide yang merupakan cikal bakal kebutuhan manusia akan sesuatu hal
perlu di jabarkan secara menditail mengenai apa yang perlu dan apa
yang tidak perlu dan demikian kegiatan ini merupakan kejelasan akan
ide yang sifatnya masih umum tersebut.

b. Rancangan konseptual
Fungsi keseluruhan yang tergambar dari kejelasan ide yang
tergambar dari kejelasan ide tersebut selanjutnya di bagi menjadi
beberapa sub- fungsi di jawab dengan suatu solusi yang biasanya lebih
dari satu atau ada banyak varian fungsi dari sub fungsi tersebut. Konsep-
konsep dari rancangan ini selanjutnya di nilai dengan kreteria ke
fungsian dan efisiensi untuk di pilih konsep terbaik.

c. Rancangan bentuk dan tata letak


Rancangan bentuk dan tata letak merupakan implementasi dari
rancangan konseptual yang di pilih tersebut, yang meliputi kerangka,
ukuran serta produk yang di hasilkan.

d. Rancangan ditail
Rancangan ditail merupakan gabungan dari konsep rancangan,
rancangan bentuk dan tata letak. Pada rancangan ditail ini merupakan
tentang ditail dari ukuran-ukuran pada benda/alat yang akan di buat.

e. Pembuatan prototipe/model
Ini merupakan penerapan applikasi penerapan umpan balik bagi
penyempurnaan model/produk yang akan di kembangkan di kemudian
hari.

f. Pengujian
Urutan tahapan tersebut merupakan kegiatan sistematis terstruktur,
di mana tahapan yang telah di bahas selalu berguna untuk memberikan
umpan balik bagi perbaikan tahapan sebelumnya semua tahapan di nilai
dengan tolak ukur berdasarkan kriteria fungsi (Kriteria teknik) dan
kriteria efisiensi (kriteria ekonomi).
Aplikasi penerapan model di lapangan akan memberikan umpan balik
bagi penyempurnaan model/produk yang di kembangkan dinkemudian
hari.

2.1.1 Arah arus Listrik


Arus listrik adalah aliran listrik yang mengalir melalui penghantar atau
konduktor pada suatu rangkaian tertutup. Arah arus listrik mengalir dari kutub
positif menuju ke kutub negatif, pada suatu rangkaian tertutup. Arah arus
listrik berlawanan arah dengan arus elektron yaitu dari kutub negatif ke kutub
positif pada suatu rangkaian tertutup. Jadi jika arus listrik mengalir dalam
suatu arah maka bersamaan dengan itu arus elektron mengalir berlawanan
arah.

2.1.2 Hukum Ohm

Hukum ohm di gunakan karena arus listrik yang mengalir melalui sebuah
penghantar selalu berbanding lurus dengan beda potensial yang di terapkan.
Sebuah benda penghantar mengikuti hukum ohm apabila nilai resistansinya
tidak bergantung terhadap besar dan polaritas beda potensial yang di kenakan
kepadanya.

Bunyi hukum Ohm adalah : “Besar arus listrik (I) yang mengalir
melalui sebuah penghantar atau Konduktor akan berbanding lurus dengan
beda potensial / tegangan (V) yang diterapkan kepadanya dan berbanding
terbalik dengan hambatannya (R)”

I = V/R (2.1)

Keterangan

I = Kuat Arus Listrik (Ampere)

V =Tegangan (Volt)

R = Hambatan (Ohm)

Jadi apabila R tetap namun V semakin besar, maka I akan semakin


besar pula, sehingga bisa dikatakan daya motor BLDC juga akan meningkat.
2.2 Arus searah dan Arus Bolak-balik

a. Arus searah direct current (DC)

Arus searah (DC) adalah aliran Elektron dari suatu titik yang memiliki
energi potensial yang tinggi menuju ke titik lain yang memiliki energi
potensial yang lebih rendah. Aliran elektron menyebabkan terjadinya
lubang-lubang bermuatan positif yang mengalir dari kutub positif ke kutub
negatif.

b. Arus listrik bolak-balik alternating current (AC)

Arus bolak-balik (AC) adalah arus listrik dimana besarnya dan arahnya
arus berubah-ubah secara terbalik. Berbeda dengan arus searah dimana
arah arus yang mengalir tidak berubah-ubah dengan waktu. Bentuk
gelombang dari listrik arus bolak-balik biasanya berbentuk gelombang
sinusoida, karena ini yang memungkinkan pengaliran energi yang paling
efisien. Namun dalam aplikasi-aplikasi spesifik yang lain, bentuk
gelombang lain pun dapat digunakan, misalnya bentuk gelombang segitiga
(triangular wave) atau bentuk gelombang segi empat (square wave).

2.3. Motor AC
2.3.1. Motor AC induksi
Motor AC Induksi adalah motor yang menggunakan tegangan listrik AC
(bolak balik) untuk sumber energynya. Motor AC induksi tidak menggunakan
magnet permanen, melainkan menggunakan bahan induksi besi lunak/besi
khusus untuk menyalurkan gaya induksi menjadi gerakan. Secara teknologi
motor jenis AC induksi adalah yang paling bagus. Mobil listrik yang sudah
populer saat ini rata-rata menggunakan jenis motor AC induksi.
Gambar 2.2 Bagian-bagian motor AC Induksi

Motor AC induksi memiliki kelemahan pada pengontrollan, tidak mudah


dalam membuat kontroller AC induksi. Harga kontroller AC induksi saat ini
juga masih mahal. Motor AC induksi juga membutuhkan encoder untuk
menyensor dan menyeimbangkan pengontrollan.
Keunggulan yang paling dimiliki oleh motor AC induksi adalah tingkat
efisiensi dan kekuatan powernya.
Motor AC induksi memiliki keunggulan:
 Putaran maksimum yang tinggi
 Memiliki rentang rpm yang jauh
 Efisiensi tinggi
 Power weight ratio tinggi
 Support daya hingga > 100KW
Kelemahan motor AC Induksi:
 Sulit dalam Technologi kontroller, sehingga harga controller mahal.
 Kontroller harus support programable karena harus menyesuaikan
sinkronisasi ke setiap motor AC induksinya.
 Membutuhkan voltase yang besar, sehingga membutuhkan baterai
yang banyak pula
 Hanya ideal bekerja di putaran tinggi, sehingga tidak memiliki torsi
yang kuat pada putaran rendah
Contoh mobil yang menggunakan AC induksi adalah: Wright Speed X1,
SELO gendis, TUXUCI, dll.

2.3.2. Motor PMAC (permanen magnet AC)


Motor PM AC tidak jauh beda denga AC induksi, hanya saja besi lunak
penyalur induksi digantikan oleh susunan magnet permanen. Hampir bisa
dikatakan motor PMAC mirip dengan motor BLDC sensorless. Motor ini juga
sering disebut syncronous AC, karena gerakan rotor yang berputar
disebabkan oleh singkronisasi antar phase dengan listrik AC yang lewat.

Gambar 2.3 Perbedaan PMAC dengan AC induksi


Keunggulan dari motor PMAC adalah penyempurnaan dari AC induksi di
bagian Torsinya dan Kelebihan dan kekurangan motor jenis ini tidak jauh
beda dengan motor AC induksi.

Gambar 2.4 Magnet permanen dan stator winding motor PMAC


2.4 Pengertian Sistem

Suatu sistem adalah totalitas dari sistem yang menyeluruh. Totalitas


merupakan kumpulan dari seluruh komponen-komponen di mana setiap
komponen selalu ada interaksi, Arinya setiap komponen ke komponen lain
memiliki interaksi timbal balik.

Tenaga yang di gunakan pada sepeda motor listrik adalah motor listrik
yang direduksikan ke spoket rantai rol melalui roda gigi. Pereduksian ini di
lakukan agar dapat mentransfer tenaga yang ada pada motor litrik tersebut ke
roda gigi agar sproket rantai rol bisa menggerakkan sepeda motor listrik.

MULAI

IDE,
RANCAN
A

MERANCANG, IDE

Merancang Tidak
Berhasil
MEMBELI
Ya
SUKU CADANG

MEMBUAT
KENDARA
AN LISTRIK

UJI
Tidak
COBA
Ya
PENGAMBIL
AN
DATA
ANALISA
DATA &
KESIMPUL
AN
SELESAI

Gambar 2.5 Diagram alur proses perencangan

2.5 Tiori perancangan sepeda motor listrik

Di dalam rancang bangun sepeda motor listrik ini, Sumber tenaga yang
di gunakan adalah daya motor BLDC, Sehingga Motor BLDC dengan bantuan
baterai sebagai sumber energi listrik sehingga motor BLDC dapat berputar
dan di hubungkan ke ruda belakang menggunakan gir rantai. Sistem Propulsi
sepeda motor listrik ini dapat di gambarkan dalam bentuk skematis.

Ba
ter
ai
P
W
M
Mot
or
BLD
C

Rod
a
Pen
gger
ak

Gambar 2.6 Sistem Propulsi sepeda listrik

Sedangkan sistem kelistrikan yang di rancang untuk sepeda motor listrik


ini terlihat seperti pada gambar di bawah ini.

Gambar 2.7 Sistem kelistrikan sepeda motor listrik

2.6 Bentuk Sepeda Motor Listrik


Bentuk Sepeda Motor Listrik akan di rancang dan di bangun
menggunakan rangka dasar Sepeda Motor CB100. Karena Suku cadang yang
di gunakan pada cb100 tidak terlalu banyak jadi dapat mengurangi berat yang
besar sehingga efisien di gunakan, mudah di rakit dan mudah pelepasan
prangkat elektronik yang di pasang. Oleh sebab itu Pada saat perakitan sepeda
motor listrik ini tidak banyak perubahan dalam keaslian komponen dan
mempertahankan model sepeda motor cb100.

2.7 Komponen utama Sepeda Motor Listrik

2.7.1 Motor DC

Motor DC menggunakan magnet permanen dapat digolongkan menjadi 2


jenis. Yaitu jenis motor DC menggunakan brush/sikat dan motor DC tanpa
menggunakan Brush / sikat.

2.7.2 Motor Brushed DC

Jenis motor brushed DC Ini adalah jenis motor DC yang pada umumnya
dan sering di jumpai di mobil mainan tamiya hingga dynamo stater sepeda
motor adalah motor jenis Brushed DC. Konsep motor Brushed DC sangat
sederhana hanya terdiri kumparan yang berperan sebagai rotor lalu magnet
permanen berperan sebagai stator. Kontroller motor DC brushed adalah yang
paling sederhana. Motor ini dapat dikontroller dengan mudah oleh variasi
tegangan (voltage controll) ataupun variasi Arus dengan PWM (Amper
Controll with Pulse Wide Modulation).

Gambar 2.8 Skema motor brushed DC


Keunggulan yang paling dimiliki motor jenis ini adalah kesederhanaannya,
Keunggulan motor DC brushed:
 Desain sederhana dan harga murah
 Dapat digunakan pada tegangan rendah.
 Sistem kontroller tidak terlalu sulit, harga kontroller murah
 Mudah dalam perawatan dan perbaikan
 Memiliki torsi yang bagus
Kelemahan motor DC Brushed
adalah
 Efisiensi rendah
 Cocok apabila pada tegangan kerja yang tinggi, idealnya kurang
dari 100V
 Top speed terbatas.
 Sikat/Brush butuh perawatan lebih.
Contoh motor DC Brushed adalah: motor Stater sepeda motor, dynamo
mobil mainan, motor penggerak otopad listrik, dll

2.7.3 Motor Brushless DC (BLDC)

Motor BLDC adalah motor yang paling sering digunakan kendaraan


listrik kelas kecepatan menegah. Motor ini tidak lagi menggunakan
Brush/sikat. Apabila pada motor Brushed DC kumparan beperan sebagai
rotot, pada motor BLDC magnet permanet yang beperan sebagai rotor.
Sebagai pemindah saat eksekusi phase motor BLDC membutuhkan bantuan
Hall sensor untuk mengetahui letak posisi magnet. Motor BLDC wajib
menggunakan kontroller untuk dapat berputar, karena membutuhkan
pengolah data yang diberikan oleh hall sensor.
Gambar 2.9 Sekema Motor BLDC (a)

Gambar 2.10 Skema Motor BLDC (b)


Keunggulan motor BLDC adalah:
 Torsi yang bagus
 Efisiensi yang tinggi
 Memiliki ketahanan yang bagus dalam pemakaian lama
 Dapat bekerja optimal pada semua rentang putaran rpm.
 Motor BLDC adalah yang terbaik dalam kerja putaran
rendah. Kelemahan motor BLDC:
 Membutuhkan kontroller, yang harus dikontroll secara Pulse Pulse Wide
Modulation dan derajat phase hall sensor.
 Top speed yang terbatas
 Power weight ratio yang rendah
 Tidak ideal dalam daya yang besar, daya maks 30KW
 Tidak Aal dalam tegangan yang tinggi, V maks 200V
Contoh pengunaan Motor BLDC adalah pada kendaraan listrik kelas
menengah, seperti sepeda motor listrik dan sepeda listrik. Selain itu FAN
computer dan motor ECS helicopter listrik mainan juga menggunakan motor
BLDC.

Gambar 2.11 Motor hub BLDC


Motor-motor memiliki beberapa loop pada dinamo untuk memberikan
tenaga putaran yang lebih seragam dan medan magnetnya di hasilkan oleh
susunan elektromagnetik yang di sebut kumparan medan. Dalam memahami
sebuah motor, penting untuk di ketahui apa itu beban motor . Beban motor
mengacu pada keluaran tenaga putar/torque sesui dengan kecepatan yang di
perlukan. Pada umumnya beban dapat di kategorikan menjadi tiga kelompok
(BEE India 2004):
1. Beban torque konstan adalah beban dimana permintaan keluaran
energinya bervariasi dengan kecepatan operasinya namun torquenya
tidak bervariasi. Contoh dengan torque konstan adalah conveyors, rotary
kilns, dan pompa displacement konstan.
2. Beban dengan variabel torque adalah beban dengan torque yang
bervariasi dengan kecepatan operasi. Contoh beban dengan variabel
torque adalah Pompa santrifugal dan fan (torque bervariasi sebagai
kwadrat kecepatan)
3. Beban dengan energi konstan adalah beban dengan permintaan torque
berubah dan berbanding terbalik dengan kecepatan. Contoh beban
dengan energi konstan adalah peralatan-peralatan mesin.

Untuk Menghitung Motor Penggerak

1. Momen Puntir
60𝑥𝑃
𝑀𝑃 = 2𝑥3,14𝑥𝑛 (2/2)
Dimana : P = Daya Motor (watt)
n = Putaran poros motor (rpm)
2. Daya yang di hasilkan motor listrik untuk menggerakkan
kendaraan
Pout = W x V (2/3)
Dimana :

W = Berat total sepeda motor listrik ( N)

V = Kecepatan Sepeda motor (m/s)

3. Efisiensi Kerja Mesin


𝐷𝑎𝑦𝑎𝑌𝑎𝑛𝑔𝐾𝑒𝑙𝑢𝑎𝑟
𝜂=
𝐷𝑎𝑦𝑎𝑌𝑎𝑛𝑔𝑀𝑎𝑠𝑢𝑘

𝑃out
𝜂 = 𝑥100% (2/4)
𝑃in

Dimana :
Pout = Daya yang keluar (Watt)
Pin = Daya yang Masuk (Watt)

2.7.4 Perhitungan Putaran motor


Putaran motor dapat diperoleh dengan cara menghitung putaran-putaran
pada poros roda transmisi motor Listrik.
Diketahui :

 Final gear
Z1 = 18 D1 = 75 mm = 0.075m
 Gear pada poros engkol ( Motor BLDC)
Zm = 65 Dm =135 mm = 0,135 m
 Droda = 400 mm
 Kecepatan setelah di uji
V = 35 km/jam
=30.1000 = 8,3 𝑚/𝑠
3600

 N1 =2750 rpm

Dari data di atas , maka tiap putaran dapat di lakukan perhitungan


sebagai berikut :

Penyelisaian

𝑁2 𝐷1
a. 𝑁1= 𝐷2
𝑁1. 𝐷1
𝑁2 =
𝐷2
𝑁3 𝐷1.𝐷2
b. 𝑁2= 𝐷3
𝑁2. 𝐷1. 𝐷2
𝑁3 =
𝐷3
𝑁4 𝐷1𝐷2
c. 𝑁1 = 𝐷3𝐷4
𝑁1.𝐷1.𝐷2
𝑁4 = 𝐷3.𝐷4 (2/5)
2.7.5 Tahana terhadap daya motor
Dalam rancang bangun sepeda motor listrik ini sifat kendaraan juga
harus di perhitungkan, di mana sifat kendaraan ini di pengaruhi banyak hal-
hal di antaranya berat kendaraan, keadaan jalan, jenis mesin yang di gunakan
dan hal-hal yang mempengaruhi performanc kendaraan seperti perlawanan-
perlawanan yang akan di alami sepeda motor listrik tersebut. Perlawanan-
perlawanan tersebut antara lain :

1. Tahanan aerodinamik
Tahanan aerodinamik adalah tahan yang di alami sepeda motor listrik
terhadap gesekan udara den dengan pengendara juga. Besarnya tahanan
aerodinamik (Ra) dapat di nyatakan dalam persamaan berikut :
Diketahui :
Cd = 0,9
A = Luas penampang sepeda motor listrik dan pengendara (m2)
V = Kecepatan sepeda motor listrik (m/s)
𝜌 = Densitas udara = (1,175 kg/m3)
𝑀𝑎𝑘𝑎 ∶
Ra = 0,5 . cd . A . V2 . 𝜌..........................................................................(2/6)

2. Tahanan gelinding
Tahanan yang di akibatkan sepeda motor listrik akibat adanya
perubahan bentuk yang terjadi pada ban dan permukaan jalan. Besarnya
tahanan gelinding (Rr) dapat dinyatakan dalam persamaan berikut :
Rr = Cr . Wt...............................................................................(2/7)
Dimana :

Cr = koefisien tahanan gelinding = 0,008

Wt = Berat total

3. Tahanan tanjakan
Tahanan yang di alami sepeda motor listrik pada saat menanjak. Besarnya
tahanan tanjakan (Rg) dapat di nyatakan dalam persamaan sebagai berikut:
Rg = Wt . Sin ϕ........................................................................................ (2/8)
Dimana :
Wt = Berat total Sepeda motor listrik = 71 kg
Φ = besar sudut tanjakan jalan
= 0,5o

Maka :

Rg = Wt . Sin ϕ
Untuk kendaraan yang bergerak dengan kecepatan konstan
biasanya tahanan total yang di alami kendaraan tersebut adalah gaya traksi.
Di mana gaya traksi yang terjadi pada sepeda motor listrik adalah :

Gaya Traksi (F) = Ra + Rr + Rg

Sehingga di dapat daya motor sebesar :

Pmotor = Ptotal.......................................................................................................................(2/9)

2.7.6 Accumulator (Aki)

Aki adalah suatu alat penyimpan energi listrik dimana energi listrik
diubah menjadi energi kimia dan diubah kembali menjadi energi listrik bila
diperlukan. Bila energi listrik diubah menjadi energi kimia berarti aki sedang
diisi (charge) dan jika diubah dari energi kimia menjadi energi listrik aki
sedang mengeluarkan isi (discharge). Aki menjadi pilihan praktis karena
dapat menghasilkan listrik yang cukup besar dan dapat diisi kembali. Aki
berasal dari kata Accumulator atau biasa disingkat accu. Aki dapat
memberikan aliran listrik bila dihubungkan dengan suatu rangkaianluar. Sel
aki terdiri dari anoda atau lempeng negatif Pb (timbal = timah hitam)
dankatoda atau lempeng positif PbO2 (10ynamo10 oksida), keduanya
merupakan zat padat, yang dicelupkan dalam larutan asam sulfat. Kedua
elektroda tersebut, jugahasil reaksinya, tidak larut dalam larutan asam sulfat,
sehingga tidak perlumemisahkan anoda dan katoda dan dengan demikian
tidak perlu jembatan garam,yang perlu dijaga adalah jangan sampai kedua
elektroda tersebut saling bersentuhan.
Gambar 2.12 Rangkaian Baterai motor listrik

2.8 Cara Kerja Sepeda Motor Listrik


Cara kerja sepeda motor listrik pada dasarnya sama dengan cara kerja
sepeda motor bertenaga bensin di mana kendaraan itu didorong oleh sebuah
mesin, dan mesin tersebut membutuhkan bahan bakar. Perbedaan utama
adalah bahan bakar bensin di motor konvensional diganti dengan baterai atau
fuel cell dalam bentuk listrik.

Gambar 2.13 Sepeda motor listrik tampak depan


2.9 Tenaga yang di hasilkan

Tergantung pada jenis baterai yang digunakan, baterai dalam sepeda


motor listrik dapat bertahan antara 1,5 sampai 10 tahun. Jenis baterai
meliputi:

 Lithium Ion
 Lithium
 Lithium Phosphate
 Litihum Ion Fosfat
 Nickel Metal Hydride
 Lead Acid (Yang saya gunakan)
Salah satu kelemahan dari sepeda motor listrik adalah rentang pengisian.
Sebagian besar sepeda motor listrik yang sekarang tersedia di pasaran dapat
menempuh kisaran 40 (65 km) sampai 100 mil (160 km) sekali isi ulang
baterai. Kebanyakan sepeda motor bertenaga bensin akan melebihi jarak
tersebut, meskipun hal ini tergantung pada ukuran tangki bensin. Lama
pengisian baterai menjadi kekhawatiran lain pada sepeda motor bertenaga
listrik, mengingat waktu mengisi ulang akan mencapai minimal 2 sampai 3
jam. Bandingkan dengan 10 menit atau kurang untuk kebutuhan mengisi
tangki bensin, dan ini mungkin menjadi perhatian utama saat
mempertimbangkan untuk membeli sepeda motor listrik.

2.10 Faktor-faktor Lain

 Bersih - mesin listrik dapat di katagorikan mesin yang bersih karena


tidak membutuhkan minyak dan tidak menghasilkan asap kenalpot.
 Tenang - Tidak memiliki suara yang keras terdengar dari sepeda motor
listrik, yang mungkin menjadi hal baik dalam kaitan dengan tingkat
desibel, tapi ada sisi buruknya juga. Kadang-kadang suara mesin yang
keras menjadi pertanda bagi kendaraan/pejalan lain akan kehadiran
sepeda motor di jalan.
 Pemeliharaan murah dan mudah – Walaupun harganya sepeda motor
listrik lebih mahal dari harga model bertenaga bensin, motor listrik
membutuhkan lebih sedikit pemeliharaan dan dengan biaya yang lebih
murah.
 Pengisian - Sebagai pertimbangan yang harus dipikirkan calon pemilik
sepeda motor listrik adalah cara pengisian daya. Pemilik rumah yang
memiliki garasi tidak akan mendapatkan masalah, tetapi jika Anda
tinggal di sebuah apartemen di lantai atas, outlet listrik Anda mungkin
sulit untuk dicapai.
BAB III
PERANCANGAN SISTEM KESELURUHAN

3.1 Umum
Padababiniakandibahasmengenaiperancangan perangkat-perangkat
yangdigunakan dalam pembuatan sepeda motor listrik (electric motorcycle) yang
meliputi charger, rangkaian PWM (Pulse Width Modulation), accumulator,
kontrol dan motor listrik serta sistem mekaniknya. Dengan demikian perancangan sepeda
motor listrik ini dapat menghasilkan kesimpulan yangdapat di pertanggungjawabkan.
langkah-langkah yang telah di tetapkan adalah penetapan tempat dan waktu penelitian,
penetapan alat dan bahan, penetapan prosedur percobaan dan membuat diagram alur
pengujian.

3.2 Waktu dan Tempat


Perancangan alat telah di mulai pada bulan Desember 2016 di bengkel dan
pengambilan telah dilaksanakan pada bulan Januari 2017 di jalan Denai-Lapangan
Merdeka.

3.3 Alat dan Bahan


Untuk melakukan pengujian maka diperlukan peralatan-peralatan
sebagai berikut:
1. Rangka Sepeda Motor Bekas
2. Motor BLDC
3. PWM
4. Volt Meter
5. Ampermeter
6. Sumber Aki 48 volt
7. Charger 48 volt
8. Potensiometer

3.4. Diagram Sistem Keseluruhan


Diagram sistem secara keseluruhan ditunjukkan oleh gambar 3.1
Gambar 3.1 Diagram Sistem Keseluruhan

3.5 Rangkaian charger


Komponen yang di gunakan pada rangkaian charger antara lain:
Transformator dan dioda bridge.

Gambar 3.2 Rangkaian Charger

3.5.1 Transformator
Transformator atau sering juga disebut trafo adalah komponen elektronika pasif
yang berfungsi untuk mengubah (menaikkan atau menurunkan) tegangangan listrik
bolak-balik (AC). Bentuk dasar transformator adalah sepasang ujung pada bagian
primer dan sepasang ujung pada bagian sekunder. Bagian primer dan skunder adalah
merupakan lilitan kawat email yang tidak berhubungan secara elektris. Kedua lilitan
kawat ini dililitkan pada sebuah inti yang dinamakan inti trafo. Untuk trafo yang
digunakan pada tegangan AC frekuensi rendah biasanya inti trafo terbuat dari
lempengan-lempengan besi yang disusun menjadi satu membentuk teras besi.Pada
penggunaannya trafo juga digunakan untuk mengubah
impedansi. Untuk trafo frekuensi rendah contohnya adalah trafo penurun tegangan (Step
Down Trafo) yang digunakan pada peralatan-peralatan elektronik tegangan rendah,
adaptor, pengisi battery. Trafo jenis ini jika pada bagian primernya kita hubungkan
dengan tegangan AC 220 volt, makapadabagian skundernya akan
mengeluarkantegangan yanglebihrendah. Pada rangkaian tersebut trafo berfungsi untuk
menurunkan tegangan AC dari jala-jala PLN yang 220 volt menjadi sebesar
teganganyang dibutuhkan peralatan tersebut agar dapat bekerja normal, misalnya 3 volt,
6 volt, 12 volt atau 25 volt.

Prinsip trafo penurun tegangan adalah jumlah lilitan primernya lebih banyak dari
pada jumlah lilitan skundernya. Jika dilihat dari besarnya ukuran kawat yang digunakan,
trafo penurun tegangan memiliki ukuran kawat yanglebih kecil pada lilitan
primernya.Sebaliknya trafo penaik tegangan memiliki ukuran kawat yanglebih besar
pada lilitan primernya. Hal ini dikarenakan pada trafo penurun tegangan output
(keluaran) arus listriknya lebih besar, sedangkan trafo penaik tegangan memiliki out put
arus yang lebih kecil. Sementara itu frekuensi tegangan pada input dan outputnya tetap
(tidak ada perubahan). Parameter lain adalah efisiensi daya trafo. Dalam kinerjanya trafo
yang memiliki efisiensi daya yang besar (sekitar 70-80%). Daya yang hilang
biasanya keluar menjadi kalor/panas yang timbul pada saat trafo bekerja. Trafo yang
memiliki efisiensi tinggi dibuat dengan
tekniktertentudenganmemperhatikanbahanintitrafo, kerapatanlilitannya serta faktor-
faktor lainnya.

Secara fisik trafo yang bagus adalah trafo yang memiliki inti trafo yang rata dan
rapat serta jika digunakantidakbergetar, sehinggaefisiensi dayanyabagus.
Dalampenggunaannya perhatikan baik-baik tegangan kerja trafo, tiap tep-nya biasanya
ditulis tegangan kerjanya misalnya pada primernya 0V - 110V - 220V, untuk tegangan
220 volt gunakan tep 0V dan 220V, sedangkan untuk tegangan 110 volt gunakan 0V
dan 110V, jangan sampai salah atau trafo kita bakal hangus Dan pada skundernya
misalnya 0V - 3V - 6V - 12V – 25V, gunakan 0V dan tegangan yang diperlukan.
Ada juga jenis trafo yang menggunakan CT (Center Tep) yang artinya adalah titik
tengah. Contoh misalnya 25V - CT - 25V, artinya jika kita gunakan tep CT dan 25V
maka besarnya tegangan adalah 25 volt. Transformator yang digunakan adalah
transformator penurun tegangan dari 220 V menjadi 25 V dengan arus maksimal 10
Ampere. Gambar transformator yangdigunakandalamrangkaian charger
ditunjukkanoleh gambar 3.3 Alasan memakai travo 10 Ampere adalah mempercepat
pengisian accu sesuai dengan waktu yang dapat ditentukan.
Gambar 3.3 Gambar Transformator 10 ampere

3.5.2 Dioda
Dioda adalah piranti semikonduktor dengan bahan tipe-n yang menyediakan
elektron- elektron bebas dan bahan tipe-p yang disatukan (P-N junction). Dioda
merupakan suatu piranti dua elektroda dengan araharus yang tertentu, dapat juga
dikatakan dioda bekerja sebagai penghantar bila tegangan listrik diberikan dalam arah
tertentu tetapi dioda akan bekerja sebagai isolator bila tegangan yang diberikan
berlawanan dari pergerakan elektron pembentuknya. Kristal sebagai penyusun dioda akan
bekerja jika arus didalamnya hanya dapatmengalirdalamsatuarahdantidaksebaliknya.
Hubunganinidisebutdenganrangkaian prategangan maju (fowrard bias). Pada dioda
kita mengenal potensial barrier yaitu beda potensial pada persambungan. Beda potensial
ini menjadi cukup besar untuk menghalangi proses penyebaran difusi selanjutnya dari
elektron-elektron bebas. Pada suhu ruangan potensial barrier bekerja sekitar 0,7 Volt
untuk Silikon dan 0,3 Volt untuk Germanium.

Gambar 3.4 Kurva Dioda


Gambar di atas merupakankurvakarakteristikdioda padaprategangan maju
(forward) dan prategangan balik (reverse). Dari gambar karakteristik tersebut dapat
dianalisa bahwa sebuah dioda akan mengalirkan arus setelah tegangan luar mengatasi
potensial barrier, maka arus maju akan menjadi besar. Pada kurva dengan karakteristik
balik saat tegangan yang diberikansamadengannol, makatidakadaarus
yangmengalirjikategangandinaikkanmaka arus akan sangat kecil. Saat arus maju terlalu
besar maka dioda akan rusak karena disipasi daya terlalu besar. Jika pada arah balik
tegangan yang terlalu tinggi akan menimbulkan kedadalan (breakdown) listrik pada

dioda.

Gambar 3.5 Kurva Dioda Ideal


Dioda yang digunakan adalah dioda bridge dengan arus maksimal 25 ampere.
Dioda Bridge adalah dioda silicon yang dirangkai menjadi suatu bridge dan dikemas
menjadi satu kesatuan komponen. Di pasaran terjual berbagai bentuk dioda bridge
dengan berbagai macam kapasitasnya. Ukuran dioda bridge yang utama adalah voltage
dan ampere maksimumnya. Dioda bridge digunakan sebagai penyearah pada charger

Gambar 3.6 Fisik Dioda Bridg

Gambar dioda yang digunakan dalam rangkaian charger ditunjukkan oleh gambar 3.6
Dengan memakai komponen dioda bridge ini maka dapat mengubah arus bolak balik
atau arus AC menjadi arus searah atau DC.
Gambar 3.7 Dioda Bridge yang di gunakan

Gambar 3.8 Siklus Tegangan DC

Pada bagian sekunder trafo CT , terdapat dua sinyal output yangterjadi secara bersamaan
namun berlawanan fasa. Saat tegangan input (tegangan primer) berada pada siklus positif,
maka pada titik dioda 2-1 akan terjadi siklus positif. Akibatnya dioda 2-1akan
mengalami panjaran maju (forward bias) sehingga arus mengalir di 2-1 menuju beban
dan kembali masuk ke CT. Saat tegangan input (tegangan primer) berada pada siklus
negatif, maka pada titik dioda 3-1 akan terjadi siklus positif. Akibatnyadioda 3-1
akanmengalamipanjaran maju (forward bias) sehingga arus mengalir di 3-1 menuju
beban dan kembali masuk ke CT. Dari
penjelasan cara kerja penyearah gelombang penuh jenis ini terlihat bahwa tegangan yang
terjadi pada beban mempunyai polaritas yang sama tanpa memperdulikan dioda mana
yang menghantar karenaarus mengalir melalui arah yang sama sehingga akan
terbentuk gelombang penuh yang disearahkan seperti ditunjukkan pada grafik sinyal
berikut

Gambar 3.9 Grafik Sinyal Penyearah gelombang penuh

Jembatan dioda (dioda bridge) tersedia dalam bentuk 1 komponen saja atau pun
bisa dibuat dengan menggunakan 4 dioda yang sama karakteristiknya. Yang harus
diperhatikan adalah besar arus yang dilewatkan oleh dioda harus lebih besar dari besar
arus yang dilewatkan pada rangkaian.

3.6 Rangkaian PWM (Pulse Width Modulation)/Kontroler


Rangkaian pengendali motor ini dibuat menggunakan prinsip PWM( Pulse Width
Modulation). PWM mengatur kecepatan motor menggunakan gelombang kotak yang
lebar pulsanya dimodulasi, sehingga menghasilkan tegangan rata-rata yang bervariasi.
Teknikinimemberikankemudahandalampengaturankecepatanmotor, tanpabanyakenergi
yangterbuang. Outputdari Pulse Width Modulationberupa gelombangkotakseperti
gambar di bawah.
Gambar 3.10 Output Pulse Width Modulation
Ton adalah perioda output tinggi (Vmax), sedangkan Toff adalah perioda output
rendah (0V). Perioda satu gelombang penuh adalah :
TTotal = Ton + Toff

Duty Cycle didefinisikan sebagai:


T𝑜𝑛
𝐷 =
T𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙
Tegangan output bervariasi sesuai dengan Duty Cycle, yaitu:
𝑉out = 𝐷 𝑥 𝑉in
T𝑜𝑛
Vout = 𝑥 𝑉in
T𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙
Dari persamaan di atas terlihat jika Ton = 0 maka Vout = 0 dan akan meningkat dengan
semakin besarnya Ton. Output maksimum akan dicapai pada Ton = TTotal yaitu sebesar Vin
Rangkaian Pengendali ini memanfaatkan komponen ICSG3525 sebagai pengontrol
PWM, dengan susunan pin sebagai berikut:
Gambar 3.11 Pin ICSG3525

Adapun blok diagram internalnya seperti gambar Diagram Blok IC 3525


berikut

Gambar 3.12 Diagram Blok ICSG 3525

Rangkaian Pengendali Motor sebagai gambar di bawah ini :


Gambar 3.13 Rangkaian PWM

Prinsip Kerja Rangkaian


Saat handel gas diputar, tegangan output handel gas akan menurun dari nilai
maksimalnya. Tegangan output ini digunakan untuk mengatur terang nyala lampu Led
D3 yang selanjutnya digunakan untuk mengatur nilai resistansi pada LDR R9.
Perubahan nilai resistansi R9 ini akan memvariasi nilai masukan pada pin 2 IC SG3525
untuk menentukannilai Duty Cycle Dari output PWM, yang selanjutnya akan
menentukan kecepatan motor.
Perioda total ( TTotal) dari output PWM diatur dengan menggunakan VR2 yang
dihubungkan seri dengan R7 dan dihubungkan ke pin 6 (RT). Resistansi total kedua
resistor ini bersama dengan C5 yang dihubungkan dengan pin 5(CT), digunakan untuk
menentukan frekuensi oscillator pada komponen PWM, sehigga menghasilkan perioda
total yang sesuai. Output A (pin 11) dan Output B (pin 14) masing-masing
dihubungkan kekaki G MOSFET Q1 dan Q2 yang untuk mengendalikan kecepatan
motorberdasarkan pulsa PWM yang dihasilkan. Pulsa PWM ini berupa gelombang
kotak yang berselang-seling antara Output A dengan Output B. Kaki S dari Q1dan Q2
dihubungkan ke ground melalui R5 sekaligus dipakai untuk memberikondisi pin 8 IC
SG3525 (Soft-Start) melalui transistor Q3 untuk mengontrol PWM. Dioda D1
dipasang untuk melindungi dari beban lebih
(overload) motor. D2 berfungsi melindungi dari short tegangan sumber
3.7 Motor listrik
Motor listrik yang digunakan dalam perancangan ini adalah motor BLDC yang
menggunakanmagnetpermanen. Alasanpemilihanmotor BLDC
tipeiniadalahkemudahan dalampengontrolandenganmenggunakanpengaturantegangan
BLDC. Medanstatormotor jenis ini dihasilkan oleh magnet permanen bukan
elektromagnet. Penggunaan magnet permanen tidak membutuhkan daya listrik untuk
menghasilkan medan stator, sehingga daya dan pendinginan yang diperlukan lebih
rendah dibandingkan motor yang menggunakan elektro magnet. Perubahan kecepatan
motor dapat dengan mudah diatur dengan cara mengubah ubah besarnya tegangan
BLDC yang diberilkan pada motor.

Gambar 3.14 Kumparan rotor BLDC

3.8 Sistem Mekanik


Sistem mekanik yang direncanakan dapat dilihat pada gambar 3.15 yang terdiri dari:
a) Kerangka alat yaitu tempat pemegang poros dan motor yang terbuat dari Besi
dengan ketebalan 2,5 mm
b) Transmisi belt atau rantai yaitu alat yang menghubungkan pulleymotor BLDC
dengan pulley pemutar roda dengan jumlah gigi tarik depan 33 dan belakang 45
c) Perbandinganpulleymotor DC dengan pulleypemutar roda adalah 4 : 3. Dengan
pulley motor BLDC Motor penggerak yaitu menggunakan motor BLDC dengan
kecepatannya yang dikontrol menggunakan rangkaian PWM.
Gambar 3.15 Sketsa sistem mekanik
BAB IV
HASIL PENGUJIAN DAN PEMBAHASAN

Pada bab ini akan dibahas mengenai pengujian alat yang selanjutnya akan di analisa,
hal ini dimaksudkan untuk memperoleh data yang dibutuhkan dan untuk mengetahui
kemampuan alat yang direncanakan apakah bekerja sesuai dengan yang diharapkan dan
berjalan sesuai dengan teori yang direncanakan.
Dari hasil rancangan dan pembuatan sepeda motor listrik (electric motorcycle) ini
mempunyai hasil yang tampak pada gambar berikut.

Gambar 4.1 Hasil Pembuatan Alat Tampak samping kiri

Gambar 4.2 Sepeda mototor listrik tampak samping kanan

35

Universitas Sumatera Utara


Gambar 4.3 Sepeda mototor listrik Gambar 4.4 Sepeda mototor listrik

Tampak depan Tampak Belakang

4.1 Rincian Biaya yang di keluarkan

Adapun Biaya yang di keluarkan untuk membuat satu unit sepeda motor listrik
adalah sebagai berikut :

Tabel 4.1. Rincian Dana Pembuatan Sepeda Motor Listrik (SMOLI)

No Nama Barang Harga jumlah Total


1 Tutup Batray 45.000 2 90000
2 Ban Luar 145.000 2 290000
3 Ban Dalam 25.000 2 50000
4 Kanet tali depan 10.000 1 10000
5 Hendel rem depan 15.000 1 15000
6 Rumah hendel depan 20.000 1 20000
7 Tali rem 25.000 1 25000
8 Sayap depan CB100 150.000 1 150000
9 Sayap belakang 170.000 1 170000
10 Spion Bulat 38.000 1 38000
11 Lampu stop 40.000 1 40000
12 Shock depan 700.000 1 700000
13 shock belakang 200.000 1 200000
14 Pelindung Shok Depan 20.000 1 20000
15 Rantai 428-12v umitod 45.000 1 45000
16 As baur besar 20.000 1 20000
17 As baut kecil 10.000 1 10000
18 Mur+Baut 10 1.000 20 20000
19 Bos tengah 10.000 1 10000
20 OPH Lem Baut MHM 20.000 1 20000
21 Minyak gemuk timal 23.000 1 23000
22 Baut 8x30 1.100 10 11000
23 Baut 8x20 1.000 10 10000
24 Baut 8x70 1.800 10 18000
25 Baut 10x70 2.500 10 25000
26 Baut 10x20 1.500 10 15000
27 Mata bor 10 30.000 1 30000
28 Mata bor 8 25.000 1 25000
29 Mata Bor 12 45.000 1 45000
30 Mata bor 14 65.000 1 65000
31 Kertas pasir Kasar 4.000 4 16000
32 kar 30N alat grinda 15.000 1 15000
33 As per shock min Aspira 40.000 1 40000
34 Minyak Shook 20.000 2 40000
35 Seal Shock 20.000 1 20000
36 1 Liter bensin 10.000 1 10000
37 OP. Shock 35.000 1 35000
38 Cat semprot 25.000 2 50000
39 Pas rem belakang 7.000 1 7000
40 Lampu sen 25.000 4 100000
41 Tempat duduk/jok 180.000 1 180000
42 Besi Bulat 1,1/5 kg 27.000 1 27000
43 Cat Kaleng 50.000 4 200000
44 Tiner 10.000 3 30000
45 Pipa siku 25x25 jw 18.000 1 18000
46 Pipa stnip 4x32 21.000 1 21000
47 Pipa ¾ 28.800 1 28800
48 Batok lampu depan 150.000 1 150000
49 Stang 60.000 1 400000
50 Cagak samping 35.000 1 500000
51 Cagak Tengah 40.000 1 1500000
52 Karet pijakan belakang 35.000 1 35000
53 Karet pijakan depan 20.000 1 20000
54 Lingkar 80.000 2 160000
55 Jari-jari 30.000 2 60000
56 Tromol 125.000 2 250000
57 Kampas Rem 35.000 2 70000
58 Plat Nama 30.000 2 60000
59 Swit di stang 80.000 2 160000
60 Tutup tangki 40.000 1 40000
61 Kunci kontak 35.000 1 35000
62 Carger 150.000 1 150000
63 Rangka CB 1.500.000 1 1500000
64 Tangki CB 350.000 1 350000
65 Batrai 400.000 4 1600000
66 Kontroler 500.000 1 500000
67 Motor 1.500.000 1 1500000
Total Rp 12087800

Jadi Total biaya yang di keluarkan untuk membuat sepeda motor listrik
adalah sebesar Rp 12.087.800,- (Dua Belas Juta Delapan Puluh Tujuh Ribu
Delapan ratus Rupiah ) Tidak termaksud alat pembuat.

4.2 Spesifikasi

 Power : 350Watt
 Motor : Brushless gearless hub motor
 Ukuran Magnet : 35mm
 Sudut Phasa : 120 degree
 3 Saklar Kecepatan daya : 1-2-3
 Battery : 48v11Ah, Berat 15,5kg
 Controller : 48v11Ah, 350watt, Berat 0,2kg
 Range : 10 km
 Charging time : 3 hours
 Top Speed : 35 - 40 km/h
 Sensor : Brake level
105 cm

70
cm

190
cm 5 cm 7 cm 28
cm
123 cm

Gambar 4.5 Spesifikasi ukuran sepeda motor listrik

Tabel 4.2 Berat suku cadang yang di gunakan

Total Berat 12 Spakbor depan 0,5


N Berat 13 Spakbor Belakan 1
o Nama barang (Kg) 14 Baterai 15,5
1 Roda Belakang 9,3 15 Kontroler/PWM 0,2
2 Roda depan 6 16 Charger 0,2
3 Rangka 13 17 Semua Lampu 1
4 Shok depan 4,6 18 Pijakan belakang 0,1
5 Shok belakang 2,8 Hendel rem depan + kabel
6 Tangki 3,3 19 rem 0,2
7 Stang 1 20 Cagak Tengah 2,9
8 Rantai 0,6 21 Cagak samping 1,2
9 Gigi tari depan 33T 0,4 22 Motor BLDC 5,7
10 Gigi tarik belakang 45T 0,5 Total Berat 71,5
11 Jok 1,5

Jadi Total Berat Kendaraan Sebesar 71,5 Kg

Untuk mengetahui Mengetahui Energi yang di gunakan dalam sekali charger maka di
ambil di ambil data dari dua tiga percobaan
4.3 Penentuan Daya Motor

Pada perancangan sepeda motor ini ada beberapa hal yang perlu di perhitungkan, di
antaranya adalah motor penggeraknya, yaitu :

Untuk perhitungan motor penggerak :

1. Moment Puntir
60𝑥𝑃
𝑀𝑃 =
2𝑥3,14𝑥𝑛
Dimana :
P = 350 Watt
n = 400 rpm
Maka :
60xP
MP =
2x3,14xn
60x350
MP =
2x3,14x400
MP = 8,359 Nm
2. Daya yang di hasilkan motor listrik untuk menggerakkan
kendaraan Pout = W x V
Dimana :
W = 25,84 N
V = 35 km/jam =9,72 m/s
Maka :
Pout =WxV
= 25,84 x 9,72
= 251,16 Watt
3. Efisiensi kerja mesin

𝐷𝑎𝑦𝑎𝑌𝑎𝑛𝑔𝐾𝑒𝑙𝑢𝑎𝑟
𝜂=
𝐷𝑎𝑦𝑎𝑌𝑎𝑛𝑔𝑀𝑎𝑠𝑢𝑘

𝑃out
𝜂= 𝑥100%
𝑃in
Dimana : Pout = Daya yang keluar (Watt)
Pin = Daya yang Masuk (Watt)
Maka :
𝑃out
𝜂= 𝑥100%
𝑃in
=71,76 %

Dalam rancang bangun sepeda motor listrik kita harus mengetahui sifat-sifat dari
kendaraan itu karena banyak hal yang dapat mepengaruhi sifat dari sepeda motor listrik di
antaranya adalah keadaan jalan, jenis mesin yang di gunakan dan hal-hal yang mempengaruhi
hambatan pada saat sepeda motor akan melaju, perlawanan-perlawanan di antaranya adalah:

4. Tahanan Aerodinamik
Tahanan aerodinamik adalah tahanan yang di alami sepeda motor listrik akibat adanya
gesekan terhadap udara. Besarnya tahanan aerodinamik (Ra) Dapat di nyatakan dalam
persamaan berikut :
Cd = 0,9
A = 0.8 x 1.25 = 1 m2
V = 35 km/jam
= 9,72 m/s
𝜌 = Densitas udara = (1,175 kg/m3)
𝑃𝑒𝑛𝑦𝑒𝑙𝑒𝑠𝑎𝑖𝑎𝑛 ∶
Ra = 0,5 . cd . A . V2 . 𝜌 (4/1)
= 0,5 . 0,9 . 1 . (9,72)2 . 1,175
= 49,95 N
5. Tahanan gelinding
Tahanan yang di akibatkan sepeda motor listrik akibat adanya perubahan bentuk yang
terjadi pada ban dan permukaan jalan. Besarnya tahanan gelinding (Rr) dapat dinyatakan
dalam persamaan berikut :
Rr = Cr . Wt
(4/2)
Dimana :
Cr = koefisien tahanan gelinding = 0,008
Wt = Berat total
Terdiri dari :
 Berat pengendara = 65 kg . 9,81 m/s = 637 N
 Berat Sepeda = 71,5 kg . 9,81 m/s = 701 N +
 Berat total (Wt) = 1.338 N

Penyelesaian :
Rr = Cr . Wt
= 0,008 . 1.338

= 10,7 N

6. Tahanan tanjakan
Tahanan yang di alami sepeda motor listrik pada saat menanjak. Besarnya tahanan tanjakan
(Rg) dapat di nyatakan dalam persamaan sebagai berikut:
Rg = Wt . Sin ϕ (4/3)
Dimana :
Wt = Berat total Sepeda motor listrik = 1.338 N
Φ = besar sudut tanjakan jalan = 0,5o
Penyelesaian :
Rg = Wt . Sin ϕ
= 1.338 x Sin 0,5o
= 11,67
Untuk kendaraan yang bergerak dengan kecepatan konstan biasanya tahanan
total yang di alami kendaraan tersebut adalah gaya traksi. Di mana gaya traksi yang
terjadi pada sepeda motor listrik adalah :
Gaya Traksi (F) = Ra + Rr + Rg
= 49,95 + 10,7 + 11,67
= 72,32 N
Sehingga di dapat daya motor sebesar :
Pmotor = F . V
= 72,32 . 9,72
= 702,95 Watt = 703 Watt

7. Perhitungan Putaran Motor


Putaran motor dapat di poroleh dengan cara menghitung putaran–putaran pada
poros roda transmisi Motor bldc.
Diketahui :
 Gear pada motor
Z1 = 33 T D1 = 10 cm
 Gear pada roda
Z2 = 45 T D2 = 14 cm
 DRoda = 56 cm
 Kecepatan sepeda motor listrik setelah di
uji V = 35 km/j
35.1000 𝑚
= 3600 = 9,7 𝑠
 N1 = 400 rpm
Dari data di atas maka pada tiap putaran dapat di lakukan perhitungan sebagai berikut:
Penyelesaian :
𝑁2 𝐷1
a. 𝑁1= 𝐷2
𝑁1𝐷1 400.10
𝑁2 = = = 285,71 𝑟𝑝𝑚 (4/4)
𝐷2 14

N1
N2

Gambar 4.6 Karakteristi Sitem Gear

4.4 Penggunaan Energi dan Percobaan

Pengujian Sepeda Motor Listrik di lakukan Dua kali dan perhitungannya sesuai
dengan harga listrik per 1 Januari 2017 yaitu Rp1.034/kWh dan spesifikasi sepeda motor
sebagai berikut :

Percobaan 1 :
Jarak tempuh 4,1 Km dan kemudian di carger hingga indikator menyala hijau
menandakan Batari sudah dalam kondisi penuh selama 1 jam 35 Menit, maka dapat di
hitung

kWh Pemakaian Listrik = Daya adaptor (w) x Lama pengisian (t)

=150 Watt x 1,35 jam = 202,5 Wh = 0,2025 kWh

Jadi Energi yang di habiskan dalam sekali perjalanan sejauh 4,1 km sebesar
0,2025kWh

Harga listrik 1 januari 2017 = 1.034/kWh

Maka Harga yang di keluarkan = 0,2025 kWh x Rp 1.034,-

= 209,38,- Rupiah

Jadi Harga yang di keluarkan dalam sekali perjalan sejauh 4,1 km mengelurkan uang
sebesar Rp. 209,- Rupiah

Percobaan 2 :

Jarak tempuh 10 Km dan kemudian di carger hingga indikator menyala hijau


menandakan Batari sudah dalam kondisi penuh selama 3 jam 33 Menit, maka dapat di
hitung

kWh Pemakaian Listrik = Daya adaptor (w) x Lama pengisian (t)

= 150 Watt x 3,33 jam = 499,5 Wh = 0,499 kWh

Jadi Energi yang di habiskan dalam sekali perjalanan sejauh 10 km sebesar 0,499

kWh Harga listrik 1 januari 2017 = 1.034/kWh

Maka Harga yang di keluarkan = 0,499 kWh x Rp 1.034,-

= 516,- Rupiah

Jadi Harga yang di keluarkan dalam sekali perjalan sejauh 10 km mengelurkan uang
sebesar Rp. 516,- Rupiah

Jika di kali 10 maka 100 km hanya mengeluarkan biaya sebesar Rp 5.160,- Saja
maka Lebih hemat dari Kendaraan Bensin Rp 6.650,-/Liter yang rata-rata dapat bergerak
sejauh 35Km
BAB V
PENUTU
P

5.1 Kesimpulan
Dari hasil pengujian dan pembahasan data yang diperoleh maka dapat diambil kesimpulan
sebagai berikut :
1. Dana yang di butuhkan untuk merakit sepda motor listrik sebesar Rp 12.087.800,-
(Dua Belas Juta Delapan Puluh Tujuh Ribu Delapan ratus Rupiah)
Berat Total Sepeda motor listrik sebesar (Wt) = 1.338 N yang terdiri dari
 Berat pengendara = 65 kg . 9,81 m/s2 = 637 N
 Berat sepeda motor listrik = 71,5 kg . 9,81 m/s2 = 701 N

2. Konsumsi Energi
 Energi yang di habiskan dalam sekali perjalanan sejauh 10 km sebesar 0,499
kWh
 Jadi Harga yang di keluarkan dalam sekali perjalan sejauh 10 km mengelurkan
uang sebesar Rp. 516,- Rupiah
 Jika di kali 10 maka 100 km hanya mengeluarkan biaya sebesar Rp 5.160,-
Saja maka Lebih hemat dari Kendaraan Bensin Rp 6.650,-/Liter yang rata-rata
dapat bergerak sejauh 35 Km

5.2 Saran
1. Perlu ditambahkan transmisi gigi untuk meringankan kinerja motor listrik dan
menambah keefisiensian energi yang di gunakan.
2. Dalam pengujian menggunakan batari yang baru dan berkualiatas seperti baterai
liFeP04
3. Agar berkerja optimal sebaiknya Sepeda motor Listrik di bekali Motor BLDC dan
PWM yang lebih besar lagi
4. Disarankan yang memakai sepeda motor listrik ini memiliki berat dibawah 80 kg.
5. Mengatasi lamanya pengisian energi baterai
DAFTAR PUSTAKA

1) Drs. Buntarto, M.Pd. “Sepeda Motor Listrik”, Pustakabarupress, Yogyakarta, 2016

2) Sularso. Ir, MSME dan Kiyokatsu Suga, “Dasar Perencanaan dan pemilihan Elemen
Mesin”.

3) Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2000 (PUIL 2000)

4) Zuhal, “Dasar Teknik Tenaga Listrik dan Elektronika Daya”, Edisi ke-5, Penerbit
Gramedia, Jakarta, 1995.

5) Chapman, Stephen J, “Electric Machinery Fundamentals”,Third Edition, McGraw


Hill Companies, New York, 1999.

6) http://jogja.tribunnews.com/2017/01/02/per-1-januari-2017-pln-pasang-harga-baru-
tarif- dasar-listrik-ini-daftarnya

7) http://teknikelektronika.com/pengertian-daya-listrik-rumus-cara-menghitung/

8) http://newatlas.com/sine-cycles-electric-chopper/39211/#p361208

9) http://www.greencarreports.com/news/1096682_will-victory-beat-harley-davidson-
with-first-electric-cruiser-motorcycle

10) http://cyrilhuzeblog.com/2015/02/02/a-very-clean-100-electric-chopper/

11) http://otomotif.kompas.com/read/2014/01/29/0903030/Kiwami.Sepeda.Motor.Sport.L
istrik.dari.Jepang

Anda mungkin juga menyukai