Rancang Bangun Sepeda Motor Listrik
Rancang Bangun Sepeda Motor Listrik
2017
Manalu, Janriko B
Universitas Sumatera Utara
https://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/9159
Downloaded from Repositori Institusi USU, Univsersitas Sumatera Utara
TUGAS AKHIR
RANCANG BANGUN SEPEDA MOTOR LISTRIK
Oleh :
JANRIKO B MANALU
120402126
FAKULTAS TEKNIK
MEDAN
2017
Kata Kunci: Sepeda Motor Listrik, BLDC, Kontroler, PWM, Aki, SmoliUSU.
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas
berkat dan kasih-Nya penulis dapat menyelesaikan tugas akhir ini dengan baik.
Adapun judul dari tugas akhir ini adalah “RANCANG BANGUN SEPEDA
MOTOR LISTRIK”.
Tugas akhir ini disusun sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan
pendidikan Sarjana Teknik di Departemen Teknik Elektro, Fakultas Teknik,
Universitas Sumatera Utara.
Penyelesaian tugas akhir ini tidak lepas dari berbagai kesulitan, namun
atas bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak akhirnya tugas akhir ini dapat
diselesaikan dengan baik dan tepat waktu. Penulis menyadari bahwa tugas akhir
ini masih belum sempurna, untuk itu penulis mengharapkan adanya masukan
berupa kritik dan saran yang membangun dari pembaca sehingga penulis dapat
melakukan perbaikan di masa yang akan datang.
Penulis,
Janriko B Manalu
NIM. 120402126
UCAPAN TERIMA KASIH
Pada kesempatan ini penulis ingin berterima kasih kepada Tuhan Yang
Maha Esa karena atas berkat dan rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan tugas
akhir ini, penulis menyadari bahwa penyelesaian tugas akhir ini tidak lepas dari
bantuan dan dukungan dari berbagai pihak, maka penulis mengucapkan terima
kasih kepada :
ABSTRAK.....................................................................................................i
KATA PENGANTAR..................................................................................ii
UCAPAN TERIMA KASIH......................................................................iii
DAFTAR ISI................................................................................................iv
DAFTAR GAMBAR...................................................................................vi
DAFTAR TABEL…..................................................................................viii
BAB I PENDAHULUAN...................................................................1
1.1. Latar Belakang..................................................................1
1.2. Rumusan Masalah.............................................................2
1.3. Tujuan Penulisan…...........................................................2
1.4. Batasan Masalah................................................................2
1.5. Manfaat Penelitian….........................................................2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA..........................................................4
2.1. Umum................................................................................4
2.1.1. Arah arus listrik.........................................................6
2.1.2. Hukum Ohm..............................................................6
2.2. Arah Arus searah dan Arus Bolak-balik….........................7
2.3. Motor AC...........................................................................7
2.3.1. Motor AC induksi......................................................7
2.3.2. Motor PMAC (permanen magnet AC)......................9
2.4 Pengertian sistem..............................................................10
2.5 Tiori perancangan sepeda motor listrik.............................10
2.6 Bentuk sepeda motor Listrik.............................................11
2.7 Komponen utama Sepeda Motor Listrik...........................11
2.7.1 Motor DC..................................................................12
2.7.2 Motor Brushed DC....................................................12
2.7.3 Motor Brushless DC (BLDC)...................................13
2.7.4. Perhitungan Putaran motor.......................................16
2.7.5. Tahanan terhdap daya motor....................................17
2.7.6 Accumulator (Aki)...................................................19
2.8 Cara Kerja Sepeda Motor Listrik......................................20
2.9 Tenaga yang di hasilkan...................................................21
2.10 Faktor-faktor lain............................................................21
BAB III PERANCANGAN SISTEM KESELURUHAN.................23
3.1. Umum..............................................................................23
3.2. Waktu dan tempat...........................................................23
3.3. Alat dan bahan................................................................23
3.4. Diagram Sistem Keseluruhan….....................................24
3.5. Rangkaian Charger.........................................................24
3.5.1 Transformator............................................................24
3.5.2 Dioda........................................................................26
3.6 Rangkaian PWM...............................................................29
3.7 Motor Listrik.....................................................................33
3.8 Sistem Mekanik.................................................................33
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN.............................................35
4.1. Rincian Biaya yang di gunakan........................................36
4.2 Spesifikasi........................................................................38
4.3. Penentuan daya motor......................................................40
4.4 Pengunaan Energi dan percobaan....................................43
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN.............................................45
5.1. Kesimpulan…...................................................................45
5.2 Saran…..............................................................................45
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................46
DAFTAR GAMBAR
vi
Tabel 4.1. Rincian dana pembuatan sepeda motor listrik (SMOLI).. .36
Pada saat ini manusia sangat bergantung pada bahan bakar fosil
setidaknya memiliki tiga ancaman serius dalam penggunaan bahan bakar
fosil, yakni: (1)Menipisnya cadangan minyak bumi yang di ketahui,
(2)Ketidak stabilan/kenaikan harga akibat laju permintaan yang lebih besar
dari produksi minyak itu sendiri, dan (3)Polusi gas rumah kaca (terutama
CO2) ini akibat pembakaran bahan bakar fosil. Kadar CO2 saat ini disebut
sebagai yang tertinggi selama 125.000 tahun belakangna. Oleh karena itu,
pengembangan dari implementasi bahan bakar terbarukan yang ramah
lingkungan perlu mendapatkan perhatian serius di seluruh dunia, karena
menjaga lingkungan adalah tanggung jawab seluruh manusia di dunia.
Pada saat ini banyak orang tertarik dengan sepeda motor listrik dan
hal itu membuat perusahaan otomotif dunia untuk mengembangkannya,
Tidak adanya aturan tentang hak milik terhadap sepeda motor listrik
membuat perguruan tinggi di Indonesian berlomba-lomba untuk
mengembangkan teknologi sepeda motor listrik. Universitas Sumatera Utara
salah satu Perguruan tinggi di Indonesia yang ikut berpartisipasi dalam
mengembangan sepeda motor listrik. Pengembangan kendaraan Listrik di
Universitas Sumatera Utara di mulai pada Tahun 2013. Pengembangan
kendaraan listrik dan pelaksanaanya di laksanakan oleh mahasiswa Fakultas
Teknik dari jurusan Teknik Elektro.
b. Rancangan konseptual
Fungsi keseluruhan yang tergambar dari kejelasan ide yang
tergambar dari kejelasan ide tersebut selanjutnya di bagi menjadi
beberapa sub- fungsi di jawab dengan suatu solusi yang biasanya lebih
dari satu atau ada banyak varian fungsi dari sub fungsi tersebut. Konsep-
konsep dari rancangan ini selanjutnya di nilai dengan kreteria ke
fungsian dan efisiensi untuk di pilih konsep terbaik.
d. Rancangan ditail
Rancangan ditail merupakan gabungan dari konsep rancangan,
rancangan bentuk dan tata letak. Pada rancangan ditail ini merupakan
tentang ditail dari ukuran-ukuran pada benda/alat yang akan di buat.
e. Pembuatan prototipe/model
Ini merupakan penerapan applikasi penerapan umpan balik bagi
penyempurnaan model/produk yang akan di kembangkan di kemudian
hari.
f. Pengujian
Urutan tahapan tersebut merupakan kegiatan sistematis terstruktur,
di mana tahapan yang telah di bahas selalu berguna untuk memberikan
umpan balik bagi perbaikan tahapan sebelumnya semua tahapan di nilai
dengan tolak ukur berdasarkan kriteria fungsi (Kriteria teknik) dan
kriteria efisiensi (kriteria ekonomi).
Aplikasi penerapan model di lapangan akan memberikan umpan balik
bagi penyempurnaan model/produk yang di kembangkan dinkemudian
hari.
Hukum ohm di gunakan karena arus listrik yang mengalir melalui sebuah
penghantar selalu berbanding lurus dengan beda potensial yang di terapkan.
Sebuah benda penghantar mengikuti hukum ohm apabila nilai resistansinya
tidak bergantung terhadap besar dan polaritas beda potensial yang di kenakan
kepadanya.
Bunyi hukum Ohm adalah : “Besar arus listrik (I) yang mengalir
melalui sebuah penghantar atau Konduktor akan berbanding lurus dengan
beda potensial / tegangan (V) yang diterapkan kepadanya dan berbanding
terbalik dengan hambatannya (R)”
I = V/R (2.1)
Keterangan
V =Tegangan (Volt)
R = Hambatan (Ohm)
Arus searah (DC) adalah aliran Elektron dari suatu titik yang memiliki
energi potensial yang tinggi menuju ke titik lain yang memiliki energi
potensial yang lebih rendah. Aliran elektron menyebabkan terjadinya
lubang-lubang bermuatan positif yang mengalir dari kutub positif ke kutub
negatif.
Arus bolak-balik (AC) adalah arus listrik dimana besarnya dan arahnya
arus berubah-ubah secara terbalik. Berbeda dengan arus searah dimana
arah arus yang mengalir tidak berubah-ubah dengan waktu. Bentuk
gelombang dari listrik arus bolak-balik biasanya berbentuk gelombang
sinusoida, karena ini yang memungkinkan pengaliran energi yang paling
efisien. Namun dalam aplikasi-aplikasi spesifik yang lain, bentuk
gelombang lain pun dapat digunakan, misalnya bentuk gelombang segitiga
(triangular wave) atau bentuk gelombang segi empat (square wave).
2.3. Motor AC
2.3.1. Motor AC induksi
Motor AC Induksi adalah motor yang menggunakan tegangan listrik AC
(bolak balik) untuk sumber energynya. Motor AC induksi tidak menggunakan
magnet permanen, melainkan menggunakan bahan induksi besi lunak/besi
khusus untuk menyalurkan gaya induksi menjadi gerakan. Secara teknologi
motor jenis AC induksi adalah yang paling bagus. Mobil listrik yang sudah
populer saat ini rata-rata menggunakan jenis motor AC induksi.
Gambar 2.2 Bagian-bagian motor AC Induksi
Tenaga yang di gunakan pada sepeda motor listrik adalah motor listrik
yang direduksikan ke spoket rantai rol melalui roda gigi. Pereduksian ini di
lakukan agar dapat mentransfer tenaga yang ada pada motor litrik tersebut ke
roda gigi agar sproket rantai rol bisa menggerakkan sepeda motor listrik.
MULAI
IDE,
RANCAN
A
MERANCANG, IDE
Merancang Tidak
Berhasil
MEMBELI
Ya
SUKU CADANG
MEMBUAT
KENDARA
AN LISTRIK
UJI
Tidak
COBA
Ya
PENGAMBIL
AN
DATA
ANALISA
DATA &
KESIMPUL
AN
SELESAI
Di dalam rancang bangun sepeda motor listrik ini, Sumber tenaga yang
di gunakan adalah daya motor BLDC, Sehingga Motor BLDC dengan bantuan
baterai sebagai sumber energi listrik sehingga motor BLDC dapat berputar
dan di hubungkan ke ruda belakang menggunakan gir rantai. Sistem Propulsi
sepeda motor listrik ini dapat di gambarkan dalam bentuk skematis.
Ba
ter
ai
P
W
M
Mot
or
BLD
C
Rod
a
Pen
gger
ak
2.7.1 Motor DC
Jenis motor brushed DC Ini adalah jenis motor DC yang pada umumnya
dan sering di jumpai di mobil mainan tamiya hingga dynamo stater sepeda
motor adalah motor jenis Brushed DC. Konsep motor Brushed DC sangat
sederhana hanya terdiri kumparan yang berperan sebagai rotor lalu magnet
permanen berperan sebagai stator. Kontroller motor DC brushed adalah yang
paling sederhana. Motor ini dapat dikontroller dengan mudah oleh variasi
tegangan (voltage controll) ataupun variasi Arus dengan PWM (Amper
Controll with Pulse Wide Modulation).
1. Momen Puntir
60𝑥𝑃
𝑀𝑃 = 2𝑥3,14𝑥𝑛 (2/2)
Dimana : P = Daya Motor (watt)
n = Putaran poros motor (rpm)
2. Daya yang di hasilkan motor listrik untuk menggerakkan
kendaraan
Pout = W x V (2/3)
Dimana :
𝑃out
𝜂 = 𝑥100% (2/4)
𝑃in
Dimana :
Pout = Daya yang keluar (Watt)
Pin = Daya yang Masuk (Watt)
Final gear
Z1 = 18 D1 = 75 mm = 0.075m
Gear pada poros engkol ( Motor BLDC)
Zm = 65 Dm =135 mm = 0,135 m
Droda = 400 mm
Kecepatan setelah di uji
V = 35 km/jam
=30.1000 = 8,3 𝑚/𝑠
3600
N1 =2750 rpm
Penyelisaian
𝑁2 𝐷1
a. 𝑁1= 𝐷2
𝑁1. 𝐷1
𝑁2 =
𝐷2
𝑁3 𝐷1.𝐷2
b. 𝑁2= 𝐷3
𝑁2. 𝐷1. 𝐷2
𝑁3 =
𝐷3
𝑁4 𝐷1𝐷2
c. 𝑁1 = 𝐷3𝐷4
𝑁1.𝐷1.𝐷2
𝑁4 = 𝐷3.𝐷4 (2/5)
2.7.5 Tahana terhadap daya motor
Dalam rancang bangun sepeda motor listrik ini sifat kendaraan juga
harus di perhitungkan, di mana sifat kendaraan ini di pengaruhi banyak hal-
hal di antaranya berat kendaraan, keadaan jalan, jenis mesin yang di gunakan
dan hal-hal yang mempengaruhi performanc kendaraan seperti perlawanan-
perlawanan yang akan di alami sepeda motor listrik tersebut. Perlawanan-
perlawanan tersebut antara lain :
1. Tahanan aerodinamik
Tahanan aerodinamik adalah tahan yang di alami sepeda motor listrik
terhadap gesekan udara den dengan pengendara juga. Besarnya tahanan
aerodinamik (Ra) dapat di nyatakan dalam persamaan berikut :
Diketahui :
Cd = 0,9
A = Luas penampang sepeda motor listrik dan pengendara (m2)
V = Kecepatan sepeda motor listrik (m/s)
𝜌 = Densitas udara = (1,175 kg/m3)
𝑀𝑎𝑘𝑎 ∶
Ra = 0,5 . cd . A . V2 . 𝜌..........................................................................(2/6)
2. Tahanan gelinding
Tahanan yang di akibatkan sepeda motor listrik akibat adanya
perubahan bentuk yang terjadi pada ban dan permukaan jalan. Besarnya
tahanan gelinding (Rr) dapat dinyatakan dalam persamaan berikut :
Rr = Cr . Wt...............................................................................(2/7)
Dimana :
Wt = Berat total
3. Tahanan tanjakan
Tahanan yang di alami sepeda motor listrik pada saat menanjak. Besarnya
tahanan tanjakan (Rg) dapat di nyatakan dalam persamaan sebagai berikut:
Rg = Wt . Sin ϕ........................................................................................ (2/8)
Dimana :
Wt = Berat total Sepeda motor listrik = 71 kg
Φ = besar sudut tanjakan jalan
= 0,5o
Maka :
Rg = Wt . Sin ϕ
Untuk kendaraan yang bergerak dengan kecepatan konstan
biasanya tahanan total yang di alami kendaraan tersebut adalah gaya traksi.
Di mana gaya traksi yang terjadi pada sepeda motor listrik adalah :
Pmotor = Ptotal.......................................................................................................................(2/9)
Aki adalah suatu alat penyimpan energi listrik dimana energi listrik
diubah menjadi energi kimia dan diubah kembali menjadi energi listrik bila
diperlukan. Bila energi listrik diubah menjadi energi kimia berarti aki sedang
diisi (charge) dan jika diubah dari energi kimia menjadi energi listrik aki
sedang mengeluarkan isi (discharge). Aki menjadi pilihan praktis karena
dapat menghasilkan listrik yang cukup besar dan dapat diisi kembali. Aki
berasal dari kata Accumulator atau biasa disingkat accu. Aki dapat
memberikan aliran listrik bila dihubungkan dengan suatu rangkaianluar. Sel
aki terdiri dari anoda atau lempeng negatif Pb (timbal = timah hitam)
dankatoda atau lempeng positif PbO2 (10ynamo10 oksida), keduanya
merupakan zat padat, yang dicelupkan dalam larutan asam sulfat. Kedua
elektroda tersebut, jugahasil reaksinya, tidak larut dalam larutan asam sulfat,
sehingga tidak perlumemisahkan anoda dan katoda dan dengan demikian
tidak perlu jembatan garam,yang perlu dijaga adalah jangan sampai kedua
elektroda tersebut saling bersentuhan.
Gambar 2.12 Rangkaian Baterai motor listrik
Lithium Ion
Lithium
Lithium Phosphate
Litihum Ion Fosfat
Nickel Metal Hydride
Lead Acid (Yang saya gunakan)
Salah satu kelemahan dari sepeda motor listrik adalah rentang pengisian.
Sebagian besar sepeda motor listrik yang sekarang tersedia di pasaran dapat
menempuh kisaran 40 (65 km) sampai 100 mil (160 km) sekali isi ulang
baterai. Kebanyakan sepeda motor bertenaga bensin akan melebihi jarak
tersebut, meskipun hal ini tergantung pada ukuran tangki bensin. Lama
pengisian baterai menjadi kekhawatiran lain pada sepeda motor bertenaga
listrik, mengingat waktu mengisi ulang akan mencapai minimal 2 sampai 3
jam. Bandingkan dengan 10 menit atau kurang untuk kebutuhan mengisi
tangki bensin, dan ini mungkin menjadi perhatian utama saat
mempertimbangkan untuk membeli sepeda motor listrik.
3.1 Umum
Padababiniakandibahasmengenaiperancangan perangkat-perangkat
yangdigunakan dalam pembuatan sepeda motor listrik (electric motorcycle) yang
meliputi charger, rangkaian PWM (Pulse Width Modulation), accumulator,
kontrol dan motor listrik serta sistem mekaniknya. Dengan demikian perancangan sepeda
motor listrik ini dapat menghasilkan kesimpulan yangdapat di pertanggungjawabkan.
langkah-langkah yang telah di tetapkan adalah penetapan tempat dan waktu penelitian,
penetapan alat dan bahan, penetapan prosedur percobaan dan membuat diagram alur
pengujian.
3.5.1 Transformator
Transformator atau sering juga disebut trafo adalah komponen elektronika pasif
yang berfungsi untuk mengubah (menaikkan atau menurunkan) tegangangan listrik
bolak-balik (AC). Bentuk dasar transformator adalah sepasang ujung pada bagian
primer dan sepasang ujung pada bagian sekunder. Bagian primer dan skunder adalah
merupakan lilitan kawat email yang tidak berhubungan secara elektris. Kedua lilitan
kawat ini dililitkan pada sebuah inti yang dinamakan inti trafo. Untuk trafo yang
digunakan pada tegangan AC frekuensi rendah biasanya inti trafo terbuat dari
lempengan-lempengan besi yang disusun menjadi satu membentuk teras besi.Pada
penggunaannya trafo juga digunakan untuk mengubah
impedansi. Untuk trafo frekuensi rendah contohnya adalah trafo penurun tegangan (Step
Down Trafo) yang digunakan pada peralatan-peralatan elektronik tegangan rendah,
adaptor, pengisi battery. Trafo jenis ini jika pada bagian primernya kita hubungkan
dengan tegangan AC 220 volt, makapadabagian skundernya akan
mengeluarkantegangan yanglebihrendah. Pada rangkaian tersebut trafo berfungsi untuk
menurunkan tegangan AC dari jala-jala PLN yang 220 volt menjadi sebesar
teganganyang dibutuhkan peralatan tersebut agar dapat bekerja normal, misalnya 3 volt,
6 volt, 12 volt atau 25 volt.
Prinsip trafo penurun tegangan adalah jumlah lilitan primernya lebih banyak dari
pada jumlah lilitan skundernya. Jika dilihat dari besarnya ukuran kawat yang digunakan,
trafo penurun tegangan memiliki ukuran kawat yanglebih kecil pada lilitan
primernya.Sebaliknya trafo penaik tegangan memiliki ukuran kawat yanglebih besar
pada lilitan primernya. Hal ini dikarenakan pada trafo penurun tegangan output
(keluaran) arus listriknya lebih besar, sedangkan trafo penaik tegangan memiliki out put
arus yang lebih kecil. Sementara itu frekuensi tegangan pada input dan outputnya tetap
(tidak ada perubahan). Parameter lain adalah efisiensi daya trafo. Dalam kinerjanya trafo
yang memiliki efisiensi daya yang besar (sekitar 70-80%). Daya yang hilang
biasanya keluar menjadi kalor/panas yang timbul pada saat trafo bekerja. Trafo yang
memiliki efisiensi tinggi dibuat dengan
tekniktertentudenganmemperhatikanbahanintitrafo, kerapatanlilitannya serta faktor-
faktor lainnya.
Secara fisik trafo yang bagus adalah trafo yang memiliki inti trafo yang rata dan
rapat serta jika digunakantidakbergetar, sehinggaefisiensi dayanyabagus.
Dalampenggunaannya perhatikan baik-baik tegangan kerja trafo, tiap tep-nya biasanya
ditulis tegangan kerjanya misalnya pada primernya 0V - 110V - 220V, untuk tegangan
220 volt gunakan tep 0V dan 220V, sedangkan untuk tegangan 110 volt gunakan 0V
dan 110V, jangan sampai salah atau trafo kita bakal hangus Dan pada skundernya
misalnya 0V - 3V - 6V - 12V – 25V, gunakan 0V dan tegangan yang diperlukan.
Ada juga jenis trafo yang menggunakan CT (Center Tep) yang artinya adalah titik
tengah. Contoh misalnya 25V - CT - 25V, artinya jika kita gunakan tep CT dan 25V
maka besarnya tegangan adalah 25 volt. Transformator yang digunakan adalah
transformator penurun tegangan dari 220 V menjadi 25 V dengan arus maksimal 10
Ampere. Gambar transformator yangdigunakandalamrangkaian charger
ditunjukkanoleh gambar 3.3 Alasan memakai travo 10 Ampere adalah mempercepat
pengisian accu sesuai dengan waktu yang dapat ditentukan.
Gambar 3.3 Gambar Transformator 10 ampere
3.5.2 Dioda
Dioda adalah piranti semikonduktor dengan bahan tipe-n yang menyediakan
elektron- elektron bebas dan bahan tipe-p yang disatukan (P-N junction). Dioda
merupakan suatu piranti dua elektroda dengan araharus yang tertentu, dapat juga
dikatakan dioda bekerja sebagai penghantar bila tegangan listrik diberikan dalam arah
tertentu tetapi dioda akan bekerja sebagai isolator bila tegangan yang diberikan
berlawanan dari pergerakan elektron pembentuknya. Kristal sebagai penyusun dioda akan
bekerja jika arus didalamnya hanya dapatmengalirdalamsatuarahdantidaksebaliknya.
Hubunganinidisebutdenganrangkaian prategangan maju (fowrard bias). Pada dioda
kita mengenal potensial barrier yaitu beda potensial pada persambungan. Beda potensial
ini menjadi cukup besar untuk menghalangi proses penyebaran difusi selanjutnya dari
elektron-elektron bebas. Pada suhu ruangan potensial barrier bekerja sekitar 0,7 Volt
untuk Silikon dan 0,3 Volt untuk Germanium.
dioda.
Gambar dioda yang digunakan dalam rangkaian charger ditunjukkan oleh gambar 3.6
Dengan memakai komponen dioda bridge ini maka dapat mengubah arus bolak balik
atau arus AC menjadi arus searah atau DC.
Gambar 3.7 Dioda Bridge yang di gunakan
Pada bagian sekunder trafo CT , terdapat dua sinyal output yangterjadi secara bersamaan
namun berlawanan fasa. Saat tegangan input (tegangan primer) berada pada siklus positif,
maka pada titik dioda 2-1 akan terjadi siklus positif. Akibatnya dioda 2-1akan
mengalami panjaran maju (forward bias) sehingga arus mengalir di 2-1 menuju beban
dan kembali masuk ke CT. Saat tegangan input (tegangan primer) berada pada siklus
negatif, maka pada titik dioda 3-1 akan terjadi siklus positif. Akibatnyadioda 3-1
akanmengalamipanjaran maju (forward bias) sehingga arus mengalir di 3-1 menuju
beban dan kembali masuk ke CT. Dari
penjelasan cara kerja penyearah gelombang penuh jenis ini terlihat bahwa tegangan yang
terjadi pada beban mempunyai polaritas yang sama tanpa memperdulikan dioda mana
yang menghantar karenaarus mengalir melalui arah yang sama sehingga akan
terbentuk gelombang penuh yang disearahkan seperti ditunjukkan pada grafik sinyal
berikut
Jembatan dioda (dioda bridge) tersedia dalam bentuk 1 komponen saja atau pun
bisa dibuat dengan menggunakan 4 dioda yang sama karakteristiknya. Yang harus
diperhatikan adalah besar arus yang dilewatkan oleh dioda harus lebih besar dari besar
arus yang dilewatkan pada rangkaian.
Pada bab ini akan dibahas mengenai pengujian alat yang selanjutnya akan di analisa,
hal ini dimaksudkan untuk memperoleh data yang dibutuhkan dan untuk mengetahui
kemampuan alat yang direncanakan apakah bekerja sesuai dengan yang diharapkan dan
berjalan sesuai dengan teori yang direncanakan.
Dari hasil rancangan dan pembuatan sepeda motor listrik (electric motorcycle) ini
mempunyai hasil yang tampak pada gambar berikut.
35
Adapun Biaya yang di keluarkan untuk membuat satu unit sepeda motor listrik
adalah sebagai berikut :
Jadi Total biaya yang di keluarkan untuk membuat sepeda motor listrik
adalah sebesar Rp 12.087.800,- (Dua Belas Juta Delapan Puluh Tujuh Ribu
Delapan ratus Rupiah ) Tidak termaksud alat pembuat.
4.2 Spesifikasi
Power : 350Watt
Motor : Brushless gearless hub motor
Ukuran Magnet : 35mm
Sudut Phasa : 120 degree
3 Saklar Kecepatan daya : 1-2-3
Battery : 48v11Ah, Berat 15,5kg
Controller : 48v11Ah, 350watt, Berat 0,2kg
Range : 10 km
Charging time : 3 hours
Top Speed : 35 - 40 km/h
Sensor : Brake level
105 cm
70
cm
190
cm 5 cm 7 cm 28
cm
123 cm
Untuk mengetahui Mengetahui Energi yang di gunakan dalam sekali charger maka di
ambil di ambil data dari dua tiga percobaan
4.3 Penentuan Daya Motor
Pada perancangan sepeda motor ini ada beberapa hal yang perlu di perhitungkan, di
antaranya adalah motor penggeraknya, yaitu :
1. Moment Puntir
60𝑥𝑃
𝑀𝑃 =
2𝑥3,14𝑥𝑛
Dimana :
P = 350 Watt
n = 400 rpm
Maka :
60xP
MP =
2x3,14xn
60x350
MP =
2x3,14x400
MP = 8,359 Nm
2. Daya yang di hasilkan motor listrik untuk menggerakkan
kendaraan Pout = W x V
Dimana :
W = 25,84 N
V = 35 km/jam =9,72 m/s
Maka :
Pout =WxV
= 25,84 x 9,72
= 251,16 Watt
3. Efisiensi kerja mesin
𝐷𝑎𝑦𝑎𝑌𝑎𝑛𝑔𝐾𝑒𝑙𝑢𝑎𝑟
𝜂=
𝐷𝑎𝑦𝑎𝑌𝑎𝑛𝑔𝑀𝑎𝑠𝑢𝑘
𝑃out
𝜂= 𝑥100%
𝑃in
Dimana : Pout = Daya yang keluar (Watt)
Pin = Daya yang Masuk (Watt)
Maka :
𝑃out
𝜂= 𝑥100%
𝑃in
=71,76 %
Dalam rancang bangun sepeda motor listrik kita harus mengetahui sifat-sifat dari
kendaraan itu karena banyak hal yang dapat mepengaruhi sifat dari sepeda motor listrik di
antaranya adalah keadaan jalan, jenis mesin yang di gunakan dan hal-hal yang mempengaruhi
hambatan pada saat sepeda motor akan melaju, perlawanan-perlawanan di antaranya adalah:
4. Tahanan Aerodinamik
Tahanan aerodinamik adalah tahanan yang di alami sepeda motor listrik akibat adanya
gesekan terhadap udara. Besarnya tahanan aerodinamik (Ra) Dapat di nyatakan dalam
persamaan berikut :
Cd = 0,9
A = 0.8 x 1.25 = 1 m2
V = 35 km/jam
= 9,72 m/s
𝜌 = Densitas udara = (1,175 kg/m3)
𝑃𝑒𝑛𝑦𝑒𝑙𝑒𝑠𝑎𝑖𝑎𝑛 ∶
Ra = 0,5 . cd . A . V2 . 𝜌 (4/1)
= 0,5 . 0,9 . 1 . (9,72)2 . 1,175
= 49,95 N
5. Tahanan gelinding
Tahanan yang di akibatkan sepeda motor listrik akibat adanya perubahan bentuk yang
terjadi pada ban dan permukaan jalan. Besarnya tahanan gelinding (Rr) dapat dinyatakan
dalam persamaan berikut :
Rr = Cr . Wt
(4/2)
Dimana :
Cr = koefisien tahanan gelinding = 0,008
Wt = Berat total
Terdiri dari :
Berat pengendara = 65 kg . 9,81 m/s = 637 N
Berat Sepeda = 71,5 kg . 9,81 m/s = 701 N +
Berat total (Wt) = 1.338 N
Penyelesaian :
Rr = Cr . Wt
= 0,008 . 1.338
= 10,7 N
6. Tahanan tanjakan
Tahanan yang di alami sepeda motor listrik pada saat menanjak. Besarnya tahanan tanjakan
(Rg) dapat di nyatakan dalam persamaan sebagai berikut:
Rg = Wt . Sin ϕ (4/3)
Dimana :
Wt = Berat total Sepeda motor listrik = 1.338 N
Φ = besar sudut tanjakan jalan = 0,5o
Penyelesaian :
Rg = Wt . Sin ϕ
= 1.338 x Sin 0,5o
= 11,67
Untuk kendaraan yang bergerak dengan kecepatan konstan biasanya tahanan
total yang di alami kendaraan tersebut adalah gaya traksi. Di mana gaya traksi yang
terjadi pada sepeda motor listrik adalah :
Gaya Traksi (F) = Ra + Rr + Rg
= 49,95 + 10,7 + 11,67
= 72,32 N
Sehingga di dapat daya motor sebesar :
Pmotor = F . V
= 72,32 . 9,72
= 702,95 Watt = 703 Watt
N1
N2
Pengujian Sepeda Motor Listrik di lakukan Dua kali dan perhitungannya sesuai
dengan harga listrik per 1 Januari 2017 yaitu Rp1.034/kWh dan spesifikasi sepeda motor
sebagai berikut :
Percobaan 1 :
Jarak tempuh 4,1 Km dan kemudian di carger hingga indikator menyala hijau
menandakan Batari sudah dalam kondisi penuh selama 1 jam 35 Menit, maka dapat di
hitung
Jadi Energi yang di habiskan dalam sekali perjalanan sejauh 4,1 km sebesar
0,2025kWh
= 209,38,- Rupiah
Jadi Harga yang di keluarkan dalam sekali perjalan sejauh 4,1 km mengelurkan uang
sebesar Rp. 209,- Rupiah
Percobaan 2 :
Jadi Energi yang di habiskan dalam sekali perjalanan sejauh 10 km sebesar 0,499
= 516,- Rupiah
Jadi Harga yang di keluarkan dalam sekali perjalan sejauh 10 km mengelurkan uang
sebesar Rp. 516,- Rupiah
Jika di kali 10 maka 100 km hanya mengeluarkan biaya sebesar Rp 5.160,- Saja
maka Lebih hemat dari Kendaraan Bensin Rp 6.650,-/Liter yang rata-rata dapat bergerak
sejauh 35Km
BAB V
PENUTU
P
5.1 Kesimpulan
Dari hasil pengujian dan pembahasan data yang diperoleh maka dapat diambil kesimpulan
sebagai berikut :
1. Dana yang di butuhkan untuk merakit sepda motor listrik sebesar Rp 12.087.800,-
(Dua Belas Juta Delapan Puluh Tujuh Ribu Delapan ratus Rupiah)
Berat Total Sepeda motor listrik sebesar (Wt) = 1.338 N yang terdiri dari
Berat pengendara = 65 kg . 9,81 m/s2 = 637 N
Berat sepeda motor listrik = 71,5 kg . 9,81 m/s2 = 701 N
2. Konsumsi Energi
Energi yang di habiskan dalam sekali perjalanan sejauh 10 km sebesar 0,499
kWh
Jadi Harga yang di keluarkan dalam sekali perjalan sejauh 10 km mengelurkan
uang sebesar Rp. 516,- Rupiah
Jika di kali 10 maka 100 km hanya mengeluarkan biaya sebesar Rp 5.160,-
Saja maka Lebih hemat dari Kendaraan Bensin Rp 6.650,-/Liter yang rata-rata
dapat bergerak sejauh 35 Km
5.2 Saran
1. Perlu ditambahkan transmisi gigi untuk meringankan kinerja motor listrik dan
menambah keefisiensian energi yang di gunakan.
2. Dalam pengujian menggunakan batari yang baru dan berkualiatas seperti baterai
liFeP04
3. Agar berkerja optimal sebaiknya Sepeda motor Listrik di bekali Motor BLDC dan
PWM yang lebih besar lagi
4. Disarankan yang memakai sepeda motor listrik ini memiliki berat dibawah 80 kg.
5. Mengatasi lamanya pengisian energi baterai
DAFTAR PUSTAKA
2) Sularso. Ir, MSME dan Kiyokatsu Suga, “Dasar Perencanaan dan pemilihan Elemen
Mesin”.
4) Zuhal, “Dasar Teknik Tenaga Listrik dan Elektronika Daya”, Edisi ke-5, Penerbit
Gramedia, Jakarta, 1995.
6) http://jogja.tribunnews.com/2017/01/02/per-1-januari-2017-pln-pasang-harga-baru-
tarif- dasar-listrik-ini-daftarnya
7) http://teknikelektronika.com/pengertian-daya-listrik-rumus-cara-menghitung/
8) http://newatlas.com/sine-cycles-electric-chopper/39211/#p361208
9) http://www.greencarreports.com/news/1096682_will-victory-beat-harley-davidson-
with-first-electric-cruiser-motorcycle
10) http://cyrilhuzeblog.com/2015/02/02/a-very-clean-100-electric-chopper/
11) http://otomotif.kompas.com/read/2014/01/29/0903030/Kiwami.Sepeda.Motor.Sport.L
istrik.dari.Jepang