100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
508 tayangan31 halaman

Pemahaman Variabel Dummy dalam Regresi

Dokumen tersebut membahas tentang regresi dengan variabel bebas data kualitatif dan jenis pengujiannya. Secara singkat, dokumen menjelaskan bahwa untuk mengkuantitatifkan variabel kualitatif dibuat variabel dummy biner nilai 0 dan 1, contohnya jenis kelamin: laki-laki=0 dan perempuan=1. Jenis pengujian dengan variabel dummy meliputi uji intersep, kesamaan persamaan regresi, dan analisis musiman.

Diunggah oleh

Akbar
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
508 tayangan31 halaman

Pemahaman Variabel Dummy dalam Regresi

Dokumen tersebut membahas tentang regresi dengan variabel bebas data kualitatif dan jenis pengujiannya. Secara singkat, dokumen menjelaskan bahwa untuk mengkuantitatifkan variabel kualitatif dibuat variabel dummy biner nilai 0 dan 1, contohnya jenis kelamin: laki-laki=0 dan perempuan=1. Jenis pengujian dengan variabel dummy meliputi uji intersep, kesamaan persamaan regresi, dan analisis musiman.

Diunggah oleh

Akbar
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

REGRESI DENGAN VARIABEL

BEBAS DATA KUALITATIF

Dummy independent
DATA KUALITATIF

• Memiliki skala nominal


• Untuk mengkuantitatifkan dibuat
variabel buatan/boneka yang disebut
dengan “variabel dummy” (D)
• Dummy memiliki variabel binomial
yang nilainya 0 dan 1
CONTOH

• Variabel jenis kelamin :


laki-laki
perempuan
• Data nominal ini dikuantitatifkan
menjadi :
laki-laki = 0
perempuan = 1
JENIS PENGUJIAN DENGAN
VARIABEL BEBAS DUMMY

• Variabel bebas dummy untuk menguji


intersep (beda rata-rata)

• Variabel bebas dummy untuk menguji


kesamaan dua persamaan regresi

• Variabel bebas dummy untuk analisis


musiman
CONTOH UJI INTERSEP
• Tingkat pendapatan guru dipengaruhi
oleh masa kerja dan jenis kelamin

• Jenis kelamin menjadi variabel


dummy, sehingga akan dapat
diketahui sekaligus pengaruh masa
kerja dan jenis kelamin serta
perbedaan pendapatan antara guru
laki-laki dan perempuan
CONTOH UJI INTERSEP
• Model persamaan regresi :
Yi = α + β1X1 + β2Di + εi ………….

Dimana :
Yi = gaji guru
X1= masa kerja
Di = jenis kelamin
 1= pria & 0 = wanita
CONTOH UJI INTERSEP
• Bila variabel dummy dimasukkan ke dalam
persamaan, akan diperoleh persamaan
regresi untuk pria (D = 1) dan persamaan
regresi untuk wanita (D = 0)
• Pria : Ypria : α + β1X1 + β2(1) + εi
Ypria : (α + β2) +β1X1 + εi
• Wanita : Ywanita : α + β1X1 + β2(0) + εi
Ywanita : α + β1X1 + εi
CONTOH UJI INTERSEP

• Asumsi : β1 (nilai koefisien masa


kerja) antara guru pria dan wanita
adalah sama

• Perbedaan gaji guru pria dan wanita


adalah signifikan bila β2 ≠ 0
CONTOH UJI INTERSEP

Gaji
Guru pria

Guru wanita

β2
α
Masa kerja
CONTOH UJI INTERSEP
• Contoh 10.1
• LAPORAN REGRESI
– PERSAMAAN REGRESI GABUNGAN,
GURU WANITA, DAN GURU PRIA
• INTERPRETASINYA REGRESI GABUNGAN:
– UJI SEREMPAK (UJI F) (Uji Model &
koefisien)
– UJI PARSIAL (UJI t) (Uji parameter/koefisien
dlm model)
– MAKNA KOEFISIEN REGRESI
– MAKNA R2
HASIL REGRESI

• Regresi Wanita
Y = 339,929 + 22.909X1
Se = (17,052) (1,597)
t = (19,934) (14,343)
R2 = 0,963
• Regresi Pria :
Y = 376,90 + 22.911X1
Se = (2,894) (0,270)
t = (130,072) (84,758)
R2 = 0,999
HASIL REGRESI

• Regresi Gabungan :
Y = 339,909 + 22.909X1 + 36,5Di
Se = (8,822) (0,778) (5,883)
t = (38,532) (29,540) (6,204)
R2 = 0,982 F = 452,893
Pelaporan Hasil Analisis
a. UJI SIMULTAN (UJI F)
Regresi
1) Formulasi hipotesis :
Ho : masa kerja dan jenis kelamin tidak berpengaruh
secara simultan dan signifikan terhadap gaji guru
H1 : masa kerja dan jenis kelamin berpengaruh
secara simultan dan signifikan terhadap gaji guru

2) Level of significant ( α= 5 %)
df = (n-k;k-1) = (17;2) = 3,59

3) Kriteria Pengujian
Ho diterima bila Fhit ≤ Ftabel atau
Ho ditolak bila Fhit > Ftabel atau
Ho diterima bila nilai sig ≥ 0,05 (SPSS)
Ho ditolak bila nilai sig < 0,05
Pelaporan Hasil Analisis
Regresi
a. Uji Simultan (Uji F)
4) Perhitungan
R2 /(k 1) atau F = Mean square regression
F Mean square residual
(1 R2 ) /(n  k )
F = 78380,807/173,067
0,982/(3 1) F = 452,893
F
(1 0,982) /(20  3)
0,491 terima Ho
F Tolak Ho
0,00106
F  463,72 0 3,59
5) Kesimpulan
Oleh karena Fhit = 452,893 > Ftabel = 3,59 maka Ho ditolak
Ini berarti masa kerja dan jenis kelamin berpengaruh secara
simultan dan signifikan terhadap gaji guru
*n = jml pengamatan (sampel/data) dan k = jml var bbs + konstanta
Pelaporan Hasil Analisis
b. UJI PARSIAL (UJI t)
Regresi
1) Formulasi hipotesis (Masa kerja) :
Ho : masa kerja tidak berpengaruh secara parsial dan
signifikan terhadap gaji guru
H1 : masa kerja berpengaruh secara parsial dan signifikan
terhadap gaji guru

2) Level of significant ( α= 5 %) uji 2 sisi


df = (n-k; α) = (17;0,025) = ± 2,11

3) Kriteria Pengujian
Ho diterima bila -thit ≥ -ttabel atau thit ≤ ttabel
Ho ditolak bila -thit < -ttabel atau thit > ttabel
Ho diterima bila nilai sig ≥ 0,05 (SPSS)
Ho ditolak bila nilai sig < 0,05
Pelaporan Hasil Analisis
b. Uji Parsial (Uji t)
Regresi
4) Perhitungan
t = β/Se atau nilai sig = 0,0000
t = 22,909/0,778 Tolak Ho Tolak Ho
t = 29,45
-2,11 0 2,11
5) Kesimpulan Terima Ho
Oleh karena thit = 29,45 > ttabel = 2,11 atau nilai sig =
0,000 < 0,05 maka Ho ditolak. Ini berarti masa kerja
berpengaruh secara parsial dan signifikan terhadap
gaji guru
Pelaporan Hasil Analisis
Regresi
b. Uji Parsial (Uji t)
1) Formulasi hipotesis (jenis kelamin) :
Ho : jenis kelamin tidak berpengaruh secara
parsial dan signifikan terhadap gaji guru
H1 : jenis kelamin berpengaruh secara parsial dan
signifikan terhadap gaji guru
2) Level of significant ( α= 5 %) uji 2 sisi
df = (n-k; α) = (17;0,025) = ± 2,11
3) Kriteria Pengujian
Ho diterima bila -thit ≥ -ttabel atau thit ≤ ttabel
Ho ditolak bila -thit < -ttabel atau thit > ttabel
Ho diterima bila nilai sig ≥ 0,05 (SPSS)
Ho ditolak bila nilai sig < 0,05
Pelaporan Hasil Analisis
b. Uji Parsial (Uji t)
Regresi
4) Perhitungan
t = β/Se atau nilai sig = 0,0000
t = 36,5/5,883 Tolak Ho
Tolak Ho
t = 6,204
-2,11 0 2,11
5) Kesimpulan Terima Ho
Oleh karena thit = 6,204 > ttabel = 2,11 atau nilai sig =
0,000 < 0,05 maka Ho ditolak. Ini berarti jenis
kelamin berpengaruh secara parsial dan signifikan
terhadap gaji guru
Pelaporan Hasil Analisis Regresi
c. MAKNA KOEFISIEN REGRESI
konstanta = 339,9 berarti apabila tidak perubahan masa kerja guru
laki-laki dan perempuan maka gaji guru akan ada sebesar 339,9
ribu rupiah

koef X1= 22,9, berarti apabila terjadi kenaikan/penurunan masa


kerja 1 tahun (dengan asumsi variabel lain konstan), maka gaji guru
akan naik/turun sebesar 22,9 ribu rupiah

koef Di = 36,5, berarti perbedaan rata-rata/intersep antara gaji guru


wanita dan pria adalah sebesar 36,5 ribu rupiah atau gaji guru laki-
laki lebih tinggi daripada gaji guru wanita sebesar 36,5 ribu rupiah

• Tanda + atau – pada persamaan hanya menandakan arah


pengaruh var bebas thd var terikat. Tanda + menandakan arah yang
searah, tanda – menandakan arah yang berlawanan

* D laki-laki = 1 Y = 339,9 + 22,9X1 + 36,5 (1)


D wanita = 0  Y = 339,9 + 22,9X1 + 36,5 (0)
Pelaporan Hasil Analisis
Regresi
d. MAKNA KOEFISIEN DETERMINASI (R2)

R2 = 0,982, memiliki arti bahwa sebesar 98,2 %


perubahan/variasi nilai variabel dependen/ bebas (gaji
guru) dipengaruhi oleh perubahan/ variasi nilai variabel
independen/bebas (masa kerja dan jenis kelamin),
sedangkan sisanya 1,8 % dijelaskan oleh variabel lain
yang tidak dimasukkan dalam model/persamaan.
Pengujian 2 Persamaan
Regresi
• Digunakan untuk menguji perbedaan 2
persamaan regresi atau kestabilan persamaan
regresi bila pengamatannya ditambah

• Hasil pengujian dua persamaan regresi :


a. intersep (α) dan koefisien (β) sama
b. intersep (α) beda tapi koefisien (β) sama
c. intersep (α) sama tapi koefisien (β) beda
d. intersep (α) dan koefisien (β) beda
Pengujian 2 Persamaan
Regresi
a. b.
α0= α1 β1= β2
α0≠α1
β1= β2

c. β1≠ β2 d.
β1≠ β2
α0= α1 α0≠α1
Contoh Pengujian 2 Persamaan
Regresi

• Model persamaan yang digunakan :


Yt = α0 + α1Di + β1Xi + β2(DiXi) + εt

* DtPt = variabel interaksi/perkalian


* Bila α1 signifikan berarti intersep/kemiringan
persamaan regresi yg dibandingkan berbeda
* Bila β2 signifikan berarti koefisien regresi yang
dibandingkan berbeda (tidak stabil)
Pengujian 2 Persamaan
Regresi
• Contoh 10.2
Y = 261,06 + 347,92Dt + 0,553Pt – 0,257DtPt
Sb = (80,6) (0,046) (0,053)
t = (4,317) (11,920) (-4,828)
R2 = 0,983 F = 305,461
dimana :
Y = tingkat konsumsi
D = periode/waktu : 0 = 1981-1900
1 = 1991-2000
P = pendapatan nasional
Pengujian 2 Persamaan
Regresi
• Uji t dan F = semua variabel bebas (variabel periode,
pendapatan, dan interaksi periode & pendapatan)
berpengaruh signifikan terhadap tingkat konsumsi

• Koef dummy (α1) = 347,92 adalah signifikan. Berarti ada


perbedaan intersep fungsi konsumsi antara periode
1981 – 1990 dengan 1991 – 2000, dimana konsumsi
periode 1991-2000 lebih besar 347,92 trilyun
dibandingkan dengan periode 1981-1900

• Koef regresi (β2) = 0,257 adalah signifikan. Berarti ada


perbedaan koefisien fungsi konsumsi antara 2 periode
tsb (ada perbedaan pengaruh pendapatan periode 1981-
1990 dengan periode 1991-2000 terhadap konsumsi.
Pengujian 2 Persamaan
Regresi
• Persamaan regresi masing-masing periode :
Periode 1981-1900 :
Y = 261,06 + 347,92Dt + 0,553Pt – 0,257DtPt
Y = 261,06 + 347,92Dt + (0,553 – 0,257Dt)Pt
Y = 261,06 + 347,92(0) + (0,553 – 0,257(0))Pt
Y = 261,06 + 0,553Pt

Periode 1991-2000 :
Y = 261,06 + 347,92Dt + 0,553Pt – 0,257DtPt
Y = 261,06 + 347,92Dt + (0,553 – 0,257Dt)Pt
Y = 261,06 + 347,92(1) + (0,553 – 0,257(1))Pt
Y = (261,06 + 347,92) + (0,553 – 0,257)Pt
Y = 608.98 + 0,296Pt
Pengujian 2 Persamaan
Regresi

• Gambar grafik :
α(1981-1990) : 261,06 ≠ α(1991-200) : 608,98
β(1981-1990) : 0,553 ≠ β(1991-2000) : 0,296

konsumsi
1991-2000
1981-1990

pendapatan
Penggunaan Dummy utk Analisis
Musimam

• Digunakan untuk menganalisis data


musiman

• Digunakan utk data kualitatif lainnya yang


memiliki kategori lebih dari 2 jenis
(misalnya jenis pendidikan)

• Agar tidak terjadi multikolinieritas


sempurna, maka jumlah variabel dummny
yang digunakan = k-1
Penggunaan Dummy utk Analisis Musimam
• Contoh 10.3
Analisis data triwulan  k = 12/3 = 4
maka jml variabel dummy = k-1 = 3
Bentuk persamaannya :
Y = α + β1D1i + β2D2i + β3D3i + εi
tujuan analisis ini adalah utk mengetahui apakah ada
perbedaan penjualan masing-masing triwulan

dimana :
Y = variabel terikat
D1i = 1 = utk triwulan I D3i = 1 = utk triwulan III
= 0 = utk triwulan lainnya = 0 = utk triwulan lainnya
D2i = 1 = utk triwulan II
= 0 = utk triwulan lainnya
Penggunaan Dummy utk Analisis
Musimam

• Contoh 10.3
Taksiran rata-rata volume penjualan per triwulan :
Rata-rata penjualan triwulan I : Y = α + β1
Rata-rata penjualan triwulan II : Y = α + β1 + β2
Rata-rata penjualan triwulan III : Y = α + β1 + β2 + β3
Rata-rata penjualan triwulan IV : Y = α
Penggunaan Dummy utk Analisis
Musimam
• Contoh 10.3
Bentuk persamaan :
Y = 13.966,5 – 2.192,33D1 – 1.284,17D2 – 1.538,67D3
Sb = (745,25) (745,25) (745,25)
t = (-2,942) (-1,723) (-2,605)
R2 = 0,313 F = 3,043

Dari hasil persamaan regresi, hanya penjualan triwulan II & III


yang tidak berbeda nyata pada level significant 5 %. Ini berarti
ada perbedaan volume penjualan pada triwulan I setiap
tahunnya.

R2 = 0,313 berarti sebesar 31,3 % variasi volume penjualan


dipengaruhi oleh variasi waktu/musiman, sedangkan sisanya
dijelaskan oleh variabel lain yang tidak disebutkan dalam
model

Anda mungkin juga menyukai