0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
287 tayangan6 halaman

Kode Etik Pegawai Puskesmas Jepara

Keputusan Kepala UPTD Puskesmas Mayong I menetapkan Kode Etik Pegawai Puskesmas yang berisi pedoman perilaku dan etika kerja bagi seluruh pegawai. Kode etik ini bertujuan untuk mendorong pelaksanaan tugas sesuai peraturan dan meningkatkan disiplin kerja serta kualitas pelayanan kesehatan. Pelanggaran terhadap kode etik dapat dikenai sanksi berupa permohonan maaf hingga sanksi administratif.

Diunggah oleh

mafrukhan
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
287 tayangan6 halaman

Kode Etik Pegawai Puskesmas Jepara

Keputusan Kepala UPTD Puskesmas Mayong I menetapkan Kode Etik Pegawai Puskesmas yang berisi pedoman perilaku dan etika kerja bagi seluruh pegawai. Kode etik ini bertujuan untuk mendorong pelaksanaan tugas sesuai peraturan dan meningkatkan disiplin kerja serta kualitas pelayanan kesehatan. Pelanggaran terhadap kode etik dapat dikenai sanksi berupa permohonan maaf hingga sanksi administratif.

Diunggah oleh

mafrukhan
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KEPUTUSAN KEPALA UPTD PUSKESMAS MAYONG I KABUPATEN JEPARA

NOMOR : TAHUN 2021

TENTANG
KODE ETIK PEGAWAI PUSKESMAS

KEPALA UPTD PUSKESMAS MAYONG I KABUPATEN JEPARA,

Menimbang : a. bahwa dalam rangka melaksanakan tugas pokok dan


fungsi Puskesmas memberikan pelayanan Kesehatan
yang aman, bermutu, anti diskriminasi sesuai dengan
standar pelayanan, diperlukan pegawai yang
berintegritas dan menjunjung tinggi prinsip pelaksanaan
tugas pelayanan yang baik Good Governance);
b. Bahwa untuk mewujudkan prinsip-prinsip
penyelenggaraan pelayanan yang baik sebagaimana
dimaksud pada huruf a, diperlukan kode etik bagi
pegawai di lingkungan Puskesmas;
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana
dimaksud pada huruf a dan huruf b, perlu menetapkan
Surat Keputusan Kepala UPTD Puskesmas Mayong I
Kabupaten Jepara tentang Kode Etik Pegawai
Puskesmas;
Mengingat : 1. Undang-undang RI Nomor 36 tahun 2009 tentang
Kesehatan;
2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun
2014 Tentang Aparatur Sipil Negara;
3. Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang
Manajemen Pegawai ASN;
4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 94
Tahun 2021 Tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil
5. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 008 Tahun 2012
Tentang Kode Etik Pegawai Negeri Sipil Di Lingkungan
Kementerian Kesehatan;
MEMUTUSKAN
Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA UPTD PUSKESMAS MAYONG I
KABUPATEN JEPARA TENTANG KODE ETIK PEGAWAI
PUSKESMAS.
Kesatu : Kode etik pegawai Puskesmas Mayong I adalah pedoman
tertulis yang berisi norma, atau etika yang mengatur
perilaku maupun ucapan mengenai hal-hal yang
diwajibkan, dilarang atau tidak patut dilakukan oleh
pegawai dalam rangka pelaksanaan tugas, fungsi,
wewenang, kewajiban, dan tanggungjawab maupun
dalam pergaulan sehari-hari;
Kedua : Kode Etik pegawai Puskesma Mayong I sebagaimana
tercantum dalam Lampiran yang bagian tidak
terpisahkan dari Keputusan Kepala Puskesmas Mayong
I ini.;
Ketiga : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan
ketentuan apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan
akan diadakan perbaikan/ perubahan sebagaimana
mestinya;

Ditetapkan : di Jepara
Pada Tanggal : Januari 2021
KEPALA UPTD PUSKESMAS MAYONG I

HADI SAPUTRO
Lampiran : KEPUTUSAN KEPALA UPTD PUSKESMAS
MAYONG I KABUPATEN JEPARA
NOMOR : Tahun 2021
TENTANG : Kode Etik Pegawai
Puskesmas

KODE ETIK PEGAWAI PUSKESMAS

KETENTUAN UMUM
1. Pegawai Negeri Sipil adalah Pegawai Negeri Sipil dan Calon Pegawai
Negeri Sipil yang bekerja di lingkungan Puskesmas Mayong I;
2. Kode etika adalah pedoman sikap, perilaku , perbuatan, tulisan dan
ucapan pegawai di lingkungan Puskesmas Mayong I dalam
melaksanakan tugas pokok dan fungsi serta pergaulan hidup sehari-
hari.
3. Dilema Etik adalah suatu situasi yang dihadapi oleh seseorang dimana
ia harus membuat keputusan tentang perilaku seperti apa yang tepat
untuk dilakukannya
4. Majelis Kode Etik Pegawai Negeri Sipil yang selanjutnya disebut
Majelis Kode Etik adalah Tim yang ditunjuk kepala puskesmas yang
bertugas melakukan penegakkan pelaksanaan dan menyelesaikan
pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh Pegawai Negeri Sipil di
lingkungan puskesmas Mayong I.
5. Pelanggaran adalah segala bentuk ucapan, tulisan atau perbuatan
yang bertentangan dengan butir-butir jiwa Korps dan Kode Etik
Pegawai Negeri Sipil.
6. Terlapor adalah pegawai yang diduga melakukan pelanggaran kode
etik.
7. Pelapor adalah seorang karena hak atau kewajiban berdasarkan
peraturan perundang-undangan harus membeitahukan kepada
pejabat yang berwenang tentang telah atau sedang adanya peristiwa
pelanggaran Kode Etik.
8. Pengadu adalah seorang yang memberitahukan disertai permintaan
untuk menindak pegawai yang diduga melakukan pelanggaran
perilaku.etika Puskesmas.
MAKSUD DAN TUJUAN
1. Maksud Kode Etik ini adalah sebagai pedoman dalam berperilaku /
Kode Etik bagi pegawai.
2. Tujuan ditetapkannya Kode Etik ini :
a. Mendorong dalam pelaksanaan tugas sesuai peraturan.
b. Meningkatkan disiplin dalam pelaksanaan tugas.
c. Menjamin kelancaran dan pelaksanaan tugas dan selalu menjaga
suasana
d. kerja yang kondusif.
e. Meningkatkan kualitas kerja. Dan perilaku
f. Meningkatkan kualitas kerja dan perilaku yang professional.
g. Meningkatkan Kerjasama pegawai.
RUANG LUNGKUP
a. Sikap
b. Perilaku
c. Perbuatan
d. Tulisan ,
e. Ucapan.
PERILAKU / ETIKA YANG BOLEH DILAKUKAN :
1. Setiap pegawai melaksanakan tugasnya secara professional dengan
mengutamakan keluhuran budi keunggulan kualitas, menggunakan
kemampuan secara arif, bijaksana, jujur, bertanggungjawab, dan
berintegrasi tinggi serta bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme.
2. Setiap pegawai melaksanakan tugasnya tanpa diskriminasi, dengan
mewujudkan kesetaraan perlakuan, menghargai hak asasi manusia
dan peduli pada masyarakat dan lingkungannya.
3. Setiap pegawai melaksanakan tugasnya dengan teliti dan cermat
4. Setiap pegawai melayani dengan sikap hormat, sopan dan tanpa
tekanan.
5. Setiap pegawai wajib meningkatkan kompetensinya.
6. Setiap pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan
peraturan perundangan, kode etik profesi dan standar pelayanan yang
berlaku
7. Setaip pegawai mematuhi tata tertib, disiplin dan menerapkan Tata
Nilai Puskesmas
8. Setiap pegawai memegang teguh kode etik dan selalu menjaga citra
dan nama baik Puskesmas Mayong I;
SANKSI :
a. Setiap bentuk ucapan, tulisan atau perbuatan yang melanggar
ketentuan dinyatakan sebagai pelanggaran kode etik
b. Pegawai yang melanggar Kode Etik Pegawai dikenakan sanksi
Sanksi tersebut berupa :
1. Sanksi moral berupa permohonan maaf secara lisan dan atau
tertulis atau pernyataan penyesalan
2. Sanksi administrative berupa hukuman disiplin berdasarkan
peraturan pemerintah 94 tahun 2021

PELAPORAN :
1. Dugaan terjadinya pelanggaran Kode Etik dapat diperoleh dari:
a. pengaduan tertulis
b. Temuan dari atasan Pegawai yang diduga melakukan pelanggaran
Kode Etik.
2. Setiap orang atau pemangku kepentingan (stakeholders) yang
mengetahui adanya dugaan pelanggaran Kode Etik dapat
menyampaikan pengaduan kepada atasan Pegawai puskesmas Mayong
I yang melakukan pelanggaran.
3. Penyampaian pengaduan dilakukan secara tertulis dengan
menyebutkan jenis pelanggaran yang dilakukan, beserta bukti-bukti
pelanggaran dan identitas pelapor.
4. Atasan pegawai yang menerima pengaduan dan/atau mengetahui
adanya dugaan Pelanggaran Kode Etik wajib meneliti pengaduan
tersebut dan menjaga kerahasian identitas pelapor.
5. Dalam melakukan penelitian atas pengaduan dan/atau dugaan
pelanggaran Kode Etik, atasan dari Pegawai yang melakukan
pelanggaran secara hirarki wajib meneruskan kepada Majelis Kode
Etik.
6. Atasan Pegawai yang tidak melakukan kewajiban dianggap melakukan
pelanggaran Kode Etik dan dikenakan sanksi.

MAJELIS KODE ETIK


Dalam rangka pengawasan dan pelaksanaan Kode Etik Pegawai dibentuk
Majelis Kode Etik Pegawai.
Majelis Kode Etik dibentuk dan ditetapkan oleh Kepala Puskesmas
Majelis Kode Etik hanya dibentuk apabila ada Pegawai Negeri Sipil yang
disangka melakukan pelanggaran terhadap kode etik.
Majelis Kode Etik dibentuk paling lambat 15 (lima belas) hari kerja sejak
laporan/pengaduan terjadinya pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh
Pegawai Negeri Sipil.
Majelis Kode Etik berakhir masa tugasnya setelah menyampaikan
rekomendasi hasil pemeriksaan.
Keanggotan Majelis Kode Etik , terdiri dari:
a. 1 (satu) orang Ketua merangkap Anggota;
b. 1 (satu) orang Sekretaris merangkap Anggota; dan
c. sekurang-kurangnya 3 (tiga) orang Anggota.
Dalam hal Anggota Majelis Kode Etik lebih dari 5 (lima) orang, maka
jumlahnya harus ganjil.
Jabatan dan pangkat Anggota Majelis Kode Etik tidak boleh lebih rendah
dari jabatan dan pangkat Pegawai Negeri Sipil yang diperiksa karena diduga
melanggar kode etik.
Majelis Kode Etik mengambil keputusan setelah memeriksa Pegawai Negeri
Sipil yang diduga melanggar kode etik.
Majelis Kode Etik mengambil keputusan setelah Pegawai Negeri Sipil yang
bersangkutan diberi kesempatan membela diri.
Keputusan Majelis Kode Etik diambil secara musyawarah mufakat.
Dalam hal musyawarah mufakat sebagaimana dimaksud dalam ayat
tidak tercapai, keputusan diambil berdasarkan suara terbanyak.
Keputusan Majelis Kode Etik bersifat final.
Majelis Kode Etik wajib menyampaikan keputusan hasil pemeriksaan
Majelis kepada Kepala puskesmas sebagai bahan dalam memberikan sanksi
moral dan/atau sanksi lainnya kepada Pegawai Negeri Sipil yang
bersangkutan.

KEPALA UPTD PUSKESMAS MAYONG I

HADI SAPUTRO

Anda mungkin juga menyukai