SISTEM UTLITAS TATA UDARA
TATA UDARA
Daerah di Indonesia kebanyakan kurang memberikan kenyamanan karena udara
panas (23 -34°C), kotor (berdebu, berasap) dan angin tidak menentu,khususnya
pada bangunan tinggi dimana angin mempunyai kecepatan tinggi.
Karena keadaan alam yang demikian, maka diperlukan suatu cara untuk
mendapatkan kenyamanan dengan menggunakan alat Penyegaran udara (
air condition).
Pengkondisian udara
Perlakuan terhadap udara untuk mengatur suhu, kelembaban,
kebersihan dan pendistribusiannya secara serentak guna
mencapai kondisi nyaman yang diperlukan oleh orang yang
berada di dalam suatu ruangan.
Proses
mencapai temperatur
dan kelembaban yang
ideal.
SISTEM PENYEJUK UDARA
sistem penyejuk udara
(air conditioning) AC
Konsumsi energi
listrik Besar
Nyaman
Produktivitas
Meningkat
se-efisien mungkin.
Menyegarkan Mendinginkan Mencapai temperatur dan
kelembaban yang sesuai
Mensirkulasi Kebersihannya
Sistem penyegaran
Penyegaran udara untuk kenyamanan
Penyegaran udara untuk industri
Menyegarkan udara dari ruangan karena
diperlukan proses, bahan, peralatan atau
barang yang ada di dalamnya.
Penyegaran udara untuk RS & industry Farmasi
Menyegarkan udara , menjaga steril ruangan
karena diperlukan proses, bahan, peralatan
atau barang yang ada di dalamnya.
NYAMAN
• Suhu dan kelembaban udara
di dalam ruangan.
• suhu berkisar antara 75°F
atau sekitar 23°C pada
kelembaban 50%
• sampai 78°F atau sekitar
26°C pada kelembaban 70%,
• nilai diatas merupakan Diagram Temperatur Efektif
rekomendasi dari ASHRAE (TE) untuk udara nyaman
Handbook of Fundamentals.
Prinsip AC yaitu
memindahkan kalor dari satu tempat ke
tempat yang lain.
Out Dor Indoor
Memindahkan kalor
Sentral
Memindahkan kalor dengan AC Split dengan
out door
Air Conditioning HEAT (KALOR)
PRINSIP KERJA SISTEM AC
(AIR CONDITIONING SYSTEM)
Prinsip AC yaitu
memindahkan kalor dari satu tempat ke tempat yang lain.
AC sebagai pendingin memindahkan kalor dari dalam ke luar ruangan, AC sebagai
pemanas, memindahkan kalor dari sistem pemanas ke dalam ruangan (di negara
beriklim kutub).
Refrigerant
adalah zat pendingin yang berasal dari gas metan (CH4) yang hidrogennya diganti
dengan Halogen Fluor atau Chloor, dalam bahasa perdagangan adalah Freon.
Refrigerant Freon mempunyai sifat dapat menguap pada tempratur biasa, tidak
berbau dantidak beracun. Untuk refrigerant Industri seterti pabrik es dan gudang
pendingin, dipakai zat pendingin amoniak (NH3) yang berbau tetapi lebih murah
dari pada Freon.
Kondisi udara yang dirasakan nyaman oleh tubuh manusia
Suhu dan kelembaban : 200 C hingga 260 C, 45% hingga 55%
Kecepatan udara : 0.25 m/s
Faktor Pengaruh Pada Rancangan AC
a. Primer
Kecepatan udara
• Temperatur udara
• Kelembaban udara
• Rapat udara berkisar: 30-50 m3/jam per-orang.
• Pabrik (adaptasi) 80 m3/jam/orang
• Sinar Matahari
b. Sekunder
• Kondisi ruangan
• Fungsi dan kapasitas ruangan
• Jenis dan macam material yang dipakai
• Prinsip dasar AC sebagai pemindah kalor menggunakan media
pembawa kalor yang berupa larutan pendingin I refrigerant
yang tidak berbahaya terhadap lingkungan.
.
HEAT (KALOR)
Didalam kenyataannya kalor yang masuk ke
dalam gedung tidak tetap, karena faktor-
faktor yang mempengaruhi kalor tersebut
juga berubah-ubah.
Temperatur udara luar (lingkungan) nilainya
merupakan fungsi waktu, yaitu maksimum
disiang hari rendah dipagi dan sore hari,
sedang minimumnya dimalam hari.
Demikian pula kelengasan udara luar
maupun radiasi surya yang mengenai
dinding bangunan nilainya berubah
terhadap waktu.
Untuk memperhitungkan:
1. faktor-faktor yang dominan.
2. adanya absorbsi oleh struktur bangunan.
Dasar perhitungan beban pendinginan dilakukan dengan dua cara, yaitu:
Perhitungan beban kalor puncak untuk menetapkan besarnya instalasi
Perhitungan beban kalor sesaat, untuk mengetahui biaya operasi jangka pendek dan
jangka panjang serta untuk mengetahui karakteristik dinamik dari instalasi yang
bersangkutan.
Beban pendinginan merupakan jumlah panas yang dipindahkan oleh suatu sistem
pengkondisian udara.
Beban pendinginan terdiri dari panas yang berasal dari ruang pendingin dan tambahan
panas dari bahan atau produk yang akan didinginkan.
Tujuan perhitungan beban pendinginan adalah untuk menduga kapasitas mesin
pendingin yang dibutuhkan untuk dapat mempertahankan keadaan optimal yang
diinginkan dalam ruang.
Aspek-aspek fisik yang harus diperhatikan dalam perhitungan
beban pendingin antara lain :
➢ Orientasi gedung dengan mempertimbangkan
pencahayaan dan pengaruh angin
➢ Pengaruh emperan atau tirai jendela dan pantulan
oleh tanah
➢ Penggunaan ruang
➢ Jumlah dan ukuran ruang
➢ Beban dan ukuran semua bagian pembatas dinding
➢ Jumlah dan aktivitas penghuni
➢ Jumlah dan jenis lampu
➢ Jumlah dan spesifikasi peralatan kerja
➢ Udara infiltrasi dan ventilasi
Beban pendinginan suatu ruang berasal dari dua
sumber, yaitu melalui sumber eksternal dan
sumber internal.
a. Sumber panas eksternal antara lain :
➢ Radiasi surya yang ditransmisikan melaui kaca
➢ Radiasi surya yang mengenai dinding dan atap, dikonduksikan
kedalam ruang dengan memperhitungkan efek penyimpangan
melalui dinding
➢ Panas Konduksi dan konveksi melalui pintu dan kaca jendela
akibat perbedaan temperatur.
➢ Panas karena infiltrasi oleh udara akibat pembukaan pintu dan
melalui celah-celah jendela.
➢ Panas karena ventilasi.
b. Sumber panas internal
❑ Panas karena penghuni
❑ Panas karena lampu dan peralatan listrik
❑ Panas yang ditimbulkan oleh peralatan lain
❑ Beban pendinginan total merupakan jumlah beban
pendinginan tiap ruang.
❑ Beban ruang tiap jam dipengaruhi oleh perubahan suhu
udara luar, perubahan intensitas radiasi, surya dan efek
penyimpanan panas pada struktur/dinding bagian luar
bangunan gedung.
C. Ventilasi dan infiltrasi
Penambahan panas sensible akibat perbedaan temperatur udara
dalam dan luar.
Penambahan panas laten akibat kelembaban udara dalam dan
luar
Sistem ekspansi langsung
Ada beberapa sistem pengkondisian
udara yang dapat dilakukan, yaitu :
Sistem ekspansi langsung
Dengan sistem ini, pendinginan secara
langsung dilakukan oleh refrigerant yang
diekspansikan melalui koil pendingin,
sedangkan udara disirkulasikan dengan
cara menghembuskannya dengan
menggunakan blower / fan melintasi koil
pendingintersebut.
Sistem ini biasanya dipergunakan untuk
beban pendinginan udara yang tidak
terlalu besar seperti keperluan ruangan di
rumah
JENIS MENURUT SISTEM DISTRIBUSI
SISTEM PENGKONDISIAN UDARA
AC UNIT
AC UNIT
Jarak (evaporator) inlet dan
AC Window ( Self contained AC unit)
Condensor (outlet) cukup dekat atau
AC Split ( Fan Coil Filter unit)
satu wadah.
AC CENTRAL AHU (Air Handling Unit) untuk
Sistem AC untuk seleuuruh Bangunan mengatur distribusi udara tiap lantai.
(Multi Stories Building) dengan AHU Evaporator ada pada AHU atau setiap
(Air Handling Unit) tiap lantai. ruang, guna mengatur suhu.
AIR CONDITIONER (AC)
Evaporator (Pengembunan)
Tempat pembuangan temperature dingin
Recervoir
Menyimpan Gas dari condenser sebelum dialirkan
ke compresor
Condensor (penguapan)
Untuk pembuangan temperature panas
Filter Dryer
Sebagai penyaring sisa-sisa kotoran gas dan oli
Motor Fan dan Blower
Motor untuk memutar fan dan blower mendorong
terjadinya sirkulasi udara
SISTEM PENGKONDISIAN SEMI
2. SISTEM PENGKONDISIAN UDARA SECARA
SENTRAL
Cara Kerja AC Sentral
1. Air dari cooling tower ke refrigerator melalui
condenser.
2. Air panas dari AHU didinginkan oleh
refrigerator
3. Air panas yang dari AHU masuk chiller dan
didinginkan oleh refrigerator, menjadi air
dingin yang disirkulasikan kembali ke dalam
AHU
4. AHU digunakan untuk mmengkondisikan
/mengubah udara panas dalam ruang
menjadi dingin.
5. Udara panas dalam ruangan akan dihisap
kedalam AHU melalui lubang register yang
kemuadian diubah menjadi udara dingin
dengan penambahan O2
6. Udara segar dari AHU didistribusikan
Kembali ke setiap ruangan dengan tekanan
Velocity yang cukup.
Aplikasi
BANGUNAN INDUSTRI
PENYEGARAN UDARA
UNTUK KARYAWAN ATAU
PENYEGARAN UDARA
PEKERJA
BANGUNAN INDUSTRI
PENYEGARAN UDARA
JENIS SESUAI KEBUTUHAN DALAM PROSES
BANGUNAN DAN JENIS PENYIMPANAN,
INDUSTRI LINGKUNGAN KERJA
MESIN
PEMASANGAN DUCTING PADA AC
PENGKONDISIAN UDARA
Sistem Tata Udara (AHU/HVAC)
Sistem Tata Udara atau yang lebih sering dikenal dengan AHU
(Air handling Unit) atau HVAC (Heating, Ventilating and Air
Conditioning), memegang peran penting dalam industri
farmasi. Hal ini antara lain disebabkan karena :
• Untuk memberikan perlindungan terhadap lingkungan
pembuatan produk,
• Memastikan produksi obat yang bermutu,
• Memberikan lingkungan kerja yang nyaman bagi personil,
• Memberikan perlindungan pada Iingkungan di mana terdapat
bahan berbahaya melalui pengaturan sistem pembuangan
udara yang efektif dan aman dari bahan tersebut.
AHU merupakan cerminan penerapan merupakan salah satu sarana penunjang kritis
yang membedakan antara industri farmasi dengan industri lainnya.
Pengertian
Sistem Tata Udara adalah suatu sistem
yang mengondisikan lingkungan melalui
pengendalian suhu, kelembaban nisbi,
arah pergerakan udara dan mutu udara –
termasuk pengendalian partikel dan
pembuangan kontaminan yang ada di
udara (seperti ‘vapors’ dan ‘fumes’).
Disebut “sistem” karena AHU terdiri dari beberapa
mesin/alat yang masing-masing memiliki fungsi yang
berbeda, yang terintegrasi sedemikian rupa sehingga
membentuk suatu sistem tata udara yang dapat mengontrol
suhu, kelembaban, tekanan udara, tingkat kebersihan, pola
aliran udara serta jumlah pergantian udara di ruang
produksi sesuai dengan persyaratan ruangan yang telah
ditentukan.
Sistem Tata Udara (AHU/HVAC), biasanya
terdiri dari :
1. Cooling coil atau evaporator
2. Static Pressure Fan atau Blower
3. Filter
4. Ducting
5. Dumper
Desain Sistem HVAC
Tujuan dari desain Sistem Tata Udara
adalah untuk menyediakan sistem sesuai
dengan ketentuan CPOB untuk memenuhi
kebutuhan perlindungan produk dan
proses sejalan dengan persyaratan GEP
(Good Engineering Practices), seperti
keandalan, perawatan, keberlanjutan,
fleksibilitas, dan keamanan.
Desain Sistem Tata Udara memengaruhi tata letak ruang berkaitan dengan hal
seperti posisi ruang penyangga udara (airlock) dan pintu. Tata letak ruang
memberikan efek pada kaskade perbedaan tekanan udara ruangan dan
pengendalian kontaminasi silang. Pencegahan kontaminasi dan kontaminasi
silang merupakan suatu pertimbangan desain yang esensial dari sistem Tata
Udara. Mengingat aspek kritis ini, desain Sistem Tata Udara harus
dipertimbangkan pada tahap desain konsep industri farmasi.
TEKANAN UDARA
Masalah yang biasanya dikaitkan dengan desain
Sistem Tata Udara adalah : .
1. Pola alur personil, peralatan dan material;
2. Sistem produksi terbuka atau tertutup;
3. Estimasi kegiatan pembuatan di setiap ruangan;
4. Tata letak ruang;
5. Finishing dan kerapatan konstruksi ruangan;
6. Lokasi dan konstruksi pintu;
7. Strategi ruang penyangga udara;
8. Strategi pembersihan dan penggantian pakaian;
9. Kebutuhan area untuk peralatan sistem Tata udara dan
jaringan saruran udara (ductwork);
10. Lokasi untuk pemasokan udara, pengembalian udara dan
pembuangan udara.
PARAMETER KRITIS
Parameter kritis dari tata udara yang dapat memengaruhi produk adalah :
• suhu
• kelembaban
• partikel udara (viabel dan non viabel)
• perbedaan tekanan antar ruang dan pola aliran udara
• volume alir udara dan pertukaran udara
• sistem filtrasi udara
Pertimbangan :
1. Klasifikasi ruang
2. Produk/bahan yang digunakan
3. Jenis proses, padat, cairan/semi padat
atau steril
4. Proses terbuka atau tertutup
Beban Penyejuk (Cooling Load)
Panas yg Harus dikeluarkan dari dalam ke luar Ruangan agar suhu
sesuai yg dikehendaki.
Beban – Watt atau Btu
BTU/hours atau BTU per jam)atau disingkat BTU/H.
BTU/H singkatan dari British thermal unit per hour, satuan daya
pendinginan AC yang berasal dari inggris.
1 Btuh setara 0,293 Wh
PK (Paard Krcht) atau HP (horse power) satuan tenaga kuda,
sistem AC merujuk pada daya kompressor AC,
Jadi sebenarnya PK bukan menunjukan kapasitas pendinginan AC.
Untuk daya pendinginan AC satuannya adalah BTU/h.
BTU
BTU adalah singkatan dari British Thermal Unit
Amerika Serikat, Inggris
Perhitungkan per jam, menjadi satuan BTU/hour.
sistem pemanas dan pendingin lama.
Satuan energi dari unit SI, yaitu Joule (J).
1 BTU/hour adalah energi yang dibutuhkan untuk memanaskan atau
mendinginkan air sebanyak 1 galon air (1 pound – sekitar 454 gram) agar
temperaturnya naik atau turun sebesar 1 derajat fahrenheit dalam 1 jam.
BTU menyatakan kemampuan mengurangi panas / mendinginkan ruangan
dengan luas dan kondisi tertentu selama satu jam.
Satuan BTU/h (british)
Perhitungan luas (dengan pakai rumus), ukuran feet (kaki)
misal jika 3 m = 10 kaki —> 1 m = 3.28 kaki
KESETIMBANGAN TERMAL
Qi+Qs±Qc ± Qv ± Qm ± Qe=0
Qi = internal heat gain,
Qs = solar heat flow,
Qc = conduction heat flow
Qv = convection heat flow
Qm = mechanical cooling
Qe = evaporation
Untuk daerah tropis, berlaku: Untuk memperkirakan beban
penyejuk:
Qi + Qs + Qc + Qv – Qm = 0
Qm = Qi + Qs + Qc + Qv
Qi = Jumlah panas (manusia + peralatan)
Qs = A.I.Ø
A = luas jendela, m2
I = intensitas radiasi mthr, W/m2
Ø = solar gain factor pada bahan transparan (kaca)
Qc = A. U. ΔT
A = luas dinding,m2
U = nilai transmitan, W/m2oC
Qv = 1300.V. ΔT
1300 = Panas jenis udara, J/m2oC
V = kec ventilsi, m3 /s
Ts = To + (I. a’.cosß./fo)
Ts = suhu permukaan yg terkena matahari,
To = suhu ruang luar,
I = intensitas radiasi matahari W/m2 ,
ß = sdt dtng mthr,
a’ = bilangan serap permuk dinding,
Fo = konduktan permuk luar yg terkena radiasi matahari, W/m2oC
Apabila diketahui data dari suatu bangunan:
Volume ruang: Tinggi t=2,5m Lebar l=5m dan Panjang p=5m
Intensitas radiasi matahari rata2 (I): 600W/m2
Transmitan lapisan udara luar (fo)=10W/m2oC,
U dinding: 3,24W/m2oC a’=0,86 dan k cat=0,58
Panas jenis udara: 1300 J/m3oC
Ventilasi: 3 ACH (Air Change per Hour)
Suhu dinding bangunan (Ti) diusahakan tetap 24oC
Ø kaca=0,75
Ukaca=4,48W/m2oC ukuran kaca 5x1,5m2 ukuran dinding 5m2
Suhu luar ruang (To) diukur 30oC
Bangunan berisi 6 orang administrator mengeluarkan panas 140W menggunakan 4
lampu @100W
Ruang-ruang yg berbatasan dikondisikan 24oC
∆𝑻𝑲𝒂𝒄𝒂 = 𝑻𝒐 − 𝑻𝒊
∆𝑇𝐾𝑎𝑐𝑎 = 300𝐶 − 240𝐶 = 60C
Selisih suhu dinding perlu dihitung karena terkena radiasi langsung
Absorbsi dinding = absorbsi bata diplester dan cat
a’ = (a’ dinding + cat)/2
a’ = (0,86+0,58)/2 = 0,72
T permukaan dinding luar TS = To + (I . a’ . Cos 𝜷/𝑭𝒐)
TS = 30 + (600 x 0,72 x Cos 60/10) = 51,6oC
𝑚𝑎𝑘𝑎 ∆𝑇 𝑑𝑖𝑛𝑑𝑖𝑛𝑔 = 51,6𝑜𝐶 − 24𝑜𝐶 = 27,6 𝑜𝐶
Qi = Jumlah panas manusia dan alat = panas lampu + panas manusia
Qi = (4x100) + (6x140) = 1240 W
Qs = panas matahari yang menembus kaca = Akaca x I x φ
Qs = (5x1,5)(600)(0,75) = 3375 W
Qc = A dinding x U dinding x dinding + A kaca x U kaca x ∆𝑻 kaca
Qc = (5x1)(3,24)(27,6) + (5x1,5)(4,48)(6) = 648,72W
Qv = Panas karena ventilasi = 1300. V. ∆𝑻
Qv = 1300 . (5 x 5 x 2,5 x 3/3600) (6) = 405,6 W
Qm = Qi +Qs+ Qc+ Qv
Qm = 5669,32 W
= 5,67 kW (beban penyejuk)
rumus sederhana
1 m2 = sama dengan 500 BTU/H.
Contoh:
Kamar kita ukuran 3 m x 4 m = 12 m2, jadi
kapasitas AC yang dibutuhkan adalah 12x 500
BTUH = 6000 Btu/h setara ¾ pk
Rumus Menghitung
Kalkulasi ini berasumsi bahwa tinggi ruangan yang anda hendak
pasang AC adalah tinggi standar yang ada di Indonesia yaitu yang
pada umumnya 2.50 – 3 meter.
= Luas Ruangan Dalam m2 x 500 btuh
1/2PK = 5.000 Btu/h (ukuran ruangan 10m2)
3/4PK = 7.000 Btu/h (ukuran ruangan 14m2)
1PK = 9.000 Btu/h (ukuran ruangan 18m2)
1 1/2PK = 12.000 Btu/h (ukuran ruangan 24m2)
2PK = 18.000 Btu/h (ukuran ruangan 36m2)
21/2 pk = 24.000 Btu/h
3 pk = 28.000 Btu/h
untuk menghitung kapasitas / daya AC
(W x H x I x L x E) / 60 = kebutuhan BTU
W = panjang ruang (dalam feet)
H = tinggi ruang (dalam feet)
I = nilai 10 jika ruang berinsulasi (berada di lantai bawah, atau
berhimpit dengan ruang lain). Nilai 18 jika ruang tidak
berinsulasi (di lantai atas).
L = lebar ruang (dalam feet)
E = nilai 16 jika dinding terpanjang menghadap utara; nilai 17
jika menghadap timur; nilai 18 jika menghadap selatan; dan
nilai 20 jika menghadap barat.
Contoh Perhitungan Sederhana Kebutuhan AC
Ruang berukuran 3mx4m atau (10 kaki x 13 kaki), tinggi ruangan 3m (10 kaki)
tidak berinsulasi, dinding panjang menghadap ke timur.
Catatan 3 m = 10 kaki —> 1 m = 3.28 kaki
(W x H x I x L x E) / 60 = kebutuhan BTU
Jadi kebutuhan BTU = (10 x 13 x 18 x 10 x 17) / 60 = 6630 BTU setara dengan
AC sebesar = ¾ PK.
TUGAS KELOMPOK TIAP KELOMPOK 3
MAHASISWA
Cari Denah Ruang Kantor minimal 2 lantai
Membuat Makalah Tentang Sistem AC Dan
Evaluasi Kebutuhan AC Pada Bangunan tersebut
Dengan cara sederhana
1. Rencana Sistem Tata Udara Pada Bangunan
2. Macam dan Jenisnya Sistem Tata Udara
3. Prinsip Cara Kerja Masing Jenis Tata Udara
4. Masalah atau Kendala yang sering terjadi
Diketik : Time new Roman 12