1.
Ibuprofen
a. Tingkat keamanan untuk ibu hamil
30% persen ibu hamil minum ibuprofen selama trimester pertama kehamilan. Penyebab rasa nyeri
biasanya berasal dari perubahan hormon, stres, peregangan otot perut, dan perut kembung akibat
produksi gas berlebih.
Mengonsumsi satu dosis ibuprofen memang tidak berbahaya untuk janin ataupun ibu hamil. Namun,
penelitian terbaru menemukan bahwa konsumsi ibuprofen secara rutin terbukti dapat mengganggu
perkembangan janin.
Setelah dicerna, ibuprofen akan memasuki aliran darah ibu menuju plasenta. Obat ini mampu
menembus plasenta dan berdampak langsung terhadap perkembangan tubuh janin.
Risiko kesehatan bervariasi pada tiap trimester, berikut di antaranya:
1. Trimester pertama dan kedua
Dokter kandungan biasanya tidak akan memperbolehkan ibu hamil untuk mengonsumsi ibuprofen pada
usia kehamilan ini, kecuali terdapat kondisi kesehatan tertentu yang mengharuskannya. Pasalnya, obat
ini sudah bisa memengaruhi kehamilan sejak trimester awal.
Konsumsi ibuprofen pada trimester pertama dapat meningkatkan risiko keguguran. Selain itu, janin juga
berisiko mengalami kelainan jantung, kelainan posisi testis, serta kecacatan pada dinding perut.
Salah satu hasil penelitian yang dimuat dalam laman Bumps turut menemukan hubungan antara
konsumsi ibuprofen dengan beberapa penyakit lain. Di antaranya spina bifida (kecacatan pada tulang
belakang), bibir sumbing, dan kelainan plasenta.Meski demikian, temuan ini masih perlu dikaji lebih
lanjut karena efek ibuprofen untuk ibu hamil pada trimester awal cukup bervariasi dibandingkan
trimester akhir.Penyakit tertentu yang diderita ibu hamil juga bisa memengaruhi proses
kehamilan.minum melatonin saat hamil
2. Trimester ketiga
Ibu yang hamil pada trimester ketiga tidak disarankan untuk mengonsumsi ibuprofen, kecuali dokter
menyarankan sebaliknya.
Hal ini disebabkan karena ibuprofen dapat mengganggu perkembangan plasenta dan janin selama
periode tersebut.
Konsumsi ibuprofen secara rutin membuat salah satu jalur pada jantung janin menutup lebih awal.
Dampaknya, jantung dan paru kekurangan pasokan darah kaya oksigen.
Kondisi ini dapat mengakibatkan kerusakan organ hingga kematian. Ibuprofen juga disinyalir
menyebabkan kelainan yang disebut oligohidramnion jika digunakan untuk ibu hamil.Kelainan tersebut
ditandai dengan jumlah air ketuban yang sangat sedikit. Jika air ketuban kurang, janin dapat mengalami
hambatan perkembangan yang berakibat fatal.Selain membahayakan janin, ibu hamil juga tidak
disarankan untuk minum ibuprofen karena dapat memengaruhi persalinan.
Konsumsi ibuprofen seminggu sebelum bersalin dapat memperpanjang proses persalinan dan
meningkatkan risiko perdarahan.Untuk ibu hamil, ibuprofen bukanlah pilihan obat pereda nyeri yang
tepat karena efeknya begitu besar terhadap janin. Sebagai gantinya, Anda dapat memilih paracetamol
yang lebih aman dengan efek samping ringan.
Gunakan dosis yang paling kecil dan perhatikan jumlah yang Anda minum. Jika rasa nyeri tidak kunjung
hilang atau Anda merasakan efek samping lain, berkonsultasilah dengan dokter untuk menemukan obat
yang lebih sesuai.
b. Indikasi
Ibuprofen adalah obat yang digunakan untuk meredakan nyeri dan peradangan, misalnya sakit gigi, nyeri
haid, dan radang sendi.
C.Cara pakai
Pastikan selalu mengikuti anjuran dokter dan membaca petunjuk pada kemasan obat, dalam
menggunakan ibuprofen. Konsumsilah tablet atau kapsul ibuprofen bersama makanan untuk
mengurangi risiko sakit maag. Jangan berbaring sampai 10 menit setelah mengonsumsi obat ini.
Simpan ibuprofen di tempat dengan suhu kamar. Jangan menyimpan ibuprofen di tempat yang lembap
dan terkena paparan sinar matahari langsung, serta jauhkan dari jangkauan anak-anak. Jangan
menggunakan ibuprofen bila sudah memasuki masa kedaluwarsa.
Ibuprofen suntik hanya boleh diberikan oleh dokter atau oleh tenaga medis. Obat ini disuntikkan melalui
pembuluh darah di lengan. Disarankan untuk minum banyak air putih selama menggunakan ibuprofen
suntik untuk mencegah gangguan fungsi ginjal.
Dosis ibuprofen untuk dewasa
Dosis ibuprofen untuk mengatasi nyeri dan peradangan, seperti radang sendi atau nyeri haid, serta
demam adalah 200-800 mg, 3-4 kali sehari. Dosis maksimal per hari adalah 3,2 gram.
Dosis ibuprofen untuk anak-anak
Dosis ibuprofen untuk anak-anak dalam mengatasi berbagai kondisi penyakit dan gangguan adalah:
- Kondisi: nyeri dan demam.
Dosis anak usia 6 bulan ke atas: 4-10 mg/kgBB setiap 6-8 jam.Dosis maksimal per hari: 40 mg/kgBB.
Ibuprofen tidak dianjurkan untuk bayi usia di bawah 6 bulan.
- Kondisi: penyakit juvenile idiopathic arthritis (radang sendi pada anak-anak).
Dosis: 30-50 mg/kgBB per hari, dibagi dalam 3 kali pemberian.
Dosis maksimal 2,4 gram per hari.
- Kondisi: penyakit patent ductus arteriosus.
Dosis awal 10 mg/kgBB yang diberikan melalui infus selama 15 menit, kemudian dilanjutkan dengan
dosis 5 mg/kgBB setelah 24 jam dan 5 mg/kgBB setelah 48 jam.
d. Dosis aman untuk ibu hamil
Ibuprofen umumnya diberikan untuk menangani peradangan seperti cedera, nyeri pungung bawah,
bengkak akibat terkilir, atau sakit kepala. Sejumlah penelitian menyebutkan risiko konsumsi ibuprofen
pada ibu hamil, khususnya pada trimester pertama dan ketiga kehamilan. Janin yang sering terpapar
ibuprofen pada rentang waktu tersebut lebih berisiko mengalami masalah kesuburan, khususnya jika
janin yang dikandung adalah perempuan.
Selain risiko kesuburan pada bayi perempuan, konsumsi ibuprofen juga disebut dapat meningkatkan
risiko keguguran dan asma. Karena itu banyak dokter yang menyarankan agar ibu hamil tidak
sembarangan minum obat ibuprofen saat hamil. Namun jika benar-benar memerlukan ibuprofen, Moms
bisa menggunakannya pada trimester kedua kehamilan.
e. Kontraindikasi
Kontraindikasi ibuprofen jika terdapat riwayat reaksi hipersensitivitas terhadap obat ini atau obat
antiinflamasi nonsteroid lainnya. Peringatan pemberian untuk menghindari penggunaan obat ini pada
pasien asthma, infark miokard, atau orang dengan faktor risiko kejadian kardiovaskular
2. Procold
Indikasi
Procold digunakan untuk mengobati gejala flu seperti demam, sakit kepala, hidung
tersumbat, bersin disertai batuk. Procold Flu & Batuk mengandung paracetamol (obat yang
memiliki aktivitas sebagai antipyretic sekaligus analgetic), pseudoephedrine (obat amina
simpatomimetik, dalam sediaan obat ini bertindak sebagai nasal dekongestan), dan
dextromethorphan (obat penekan batuk dari kelas morphinan).Berikut ini adalah informasi
lengkap obat Procold Flu & Batuk yang disertai tautan merk-merk obat lain dengan nama
generik yang sama.
Kandungan Procold
Procold Flu & Batuk mengandung zat aktif (nama generik) sebagai berikut :
Paracetamol 500mg
Dextrometorphan HBr 10mg
Pseudoefedrin HCl 30 mg
Paracetamol yang dikenal juga dengan nama acetaminophen adalah obat yang digunakan
sebagai analgetic (pereda nyeri) dan antipiretik (penurun demam) yang bisa diperoleh tanpa
resep dokter. Meskipun paracetamol memiliki efek anti inflamasi, obat ini tidak dimasukkan
sebagai obat NSAID, karena efek anti inflamasinya dianggap tidak signifikan.pseudoephedrine
adalah obat yang digunakan sebagai nasal dekongestan, stimulan, dan sebagai wakefulness
promoting agent. Obat ini termasuk obat simpatomimetik dari kelas phenethylamine dan
amfetamin. Obat ini biasanya digunakan dalam bentuk garamnya yaitu pseudoephedrine
hydrochloride.Dextromethorphan adalah obat yang termasuk kelas morphinan yang memiliki
efek sebagai penenang, disosiatif dan stimulan. Obat ini digunakan sebagai obat penekan
batuk, terutama batuk karena iritasi tenggorokan dan bronkial ringan.
Dosis
Procold Flu & Batuk diberikan dengan dosis sebagai berikut :
Dosis dewasa dan anak usia di atas 12 tahun : 3 x sehari 1 caplet.
dosis anak usia 6-12 tahun : 3 x sehari 1/2 caplet.
Kontraindikasi
1. jangan diberikan untuk pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap salah satu
komponen obat ini.
2. Pasien yang memiliki kepekaan terhadap obat simpatomimetik lain seperti, efedrin,
fenilefrin juga dikontraindikasikan menggunakan obat ini.
3. Kontraindikasi juga bagi pasien yang sedang menggunakan obat-obat golongan
monoamine oksidase (MAO) inhibitors, karena bisa meningkatkan tekanan darah.
4. Obat-obat yang mengandung pseudoephedrine sebaiknya tidak digunakan untuk pasien :
diabetes mellitus, penyakit jantung, hipertensi berat, penyakit arteri koroner berat, hipertrofi
prostat, hipertiroid, dan closed angle galucoma.
Efek samping Procold
Secara umum Procold Flu & Batuk bisa ditoleransi dengan baik oleh sebagian besar orang,
selama diberikan pada dosis yang dianjurkan. Berikut adalah beberapa efek samping Procold
Flu & Batuk yang mungkin terjadi. Obat yang mengandung paracetamol bisa menyebabkan
kerusakan hati terutama jika penggunaanya melebihi dosis yang dianjurkan. Potensi efek
samping ini meningkat pada pengguna alkohol. Efek samping ringan pada saluran pencernaan
misalnya mual dan muntah. Pada penggunaan dosis yang lebih tinggi diketahui meningkatkan
resiko terjadinya perdarahan lambung. Efek samping pada ginjal relatif jarang. Namun pada
penggunaan jangka panjang, dapat meningkatkan resiko kerusakan ginjal termasuk gagal
ginjal akut.bEfek samping pada kulit kejadiannya jarang. Pada tahun 2013, FDA (US Food and
Drug Administration) memperingatkan kemungkinan terjadinya efek pada kulit seperti
sindrom stevens-johnson dan nekrolisis epidermal toksik akibat pemakaian obat yang
mengandung paracetamol. Meski hal ini sangat jarang namun bisa fatal jika terjadi.
Tingkat Keamanan Pada Ibu Hamil
Konsumsi obat flu untuk ibu hamil sebenarnya tidak disarankan, terutama pada 12 minggu
pertama yang merupakan masa penting perkembangan organ vital bayi. Bahkan sebagian
dokter melarang penggunaan obat flu untuk ibu hamil hingga usia kehamilan 28 minggu.
Beberapa jenis obat dianggap aman setelah kehamilan melewati minggu ke-12. Yang perlu
diingat, hindari obat yang dapat mengatasi beberapa gejala sekaligus. Sebaiknya pilih satu
obat untuk mengatasi satu gejala yang benar-benar mengganggu. Untuk meredakan rasa
sakit dan demam, obat yang dapat dikonsumsi yaitu paracetamol. Sedangkan untuk konsumsi
obat-obatan yang dapat meringankan gejala flu, seperti bersin-bersin, hidung tersumbat, dan
batuk, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter, agar tidak mengganggu kehamilan dan janin.
3. NEO RHEUMACYL NEURO