Asuhan Keperawatan Diabetes di Komunitas
Asuhan Keperawatan Diabetes di Komunitas
1
JABAR
Nomor :
Materi : Asuhan Keperawatan DM Komunitas
Waktu :
Kompetensi : Setelah mempelajari materi ini, peserta mampu ……
MATERI ……..
Judul: Asuhan Keperawatan DM dikomunitas
I. DESKRIPSI SINGKAT
Diabetes mellitus adalah penyakit metabolisme yang merupakan suatu kumpulan gejala yang
timbul pada seseorang karena adanya peningkatan kadar glukosa darah diatas nilai normal.
Penyakit ini disebabkan gangguan metabolisme glukosa akibat kekurangan insulin baik secara
absolut maupun relatif, penyakit ini membutuhkan asuhan keperawatan di tingkat individu,
keluarga, kelompok dan komunitas.
1
Contoh materi ini punya hak kepemilikan tidak untuk disalahgunakan kecuali izin IPKKI
2
JABAR
2
Contoh materi ini punya hak kepemilikan tidak untuk disalahgunakan kecuali izin IPKKI
3
JABAR
1) Latar Belakang
2) Populasi DM
3) Kebijakan Pemerintah dalam Penanganan DM di Komunitas
b. Menjelaskan Asuhan Keperawatan DM Komunitas
1) Pengkajian Umum di Komunitas
2) Diagnosa Keperawatan yang umum terjadi dan Penanganan Masalah DM di
Komunitas
3) Promosi Kesehatan DM di Komunitas
C Tanyajawab_Diskusi
V. URAIAN MATERI
3
Contoh materi ini punya hak kepemilikan tidak untuk disalahgunakan kecuali izin IPKKI
4
JABAR
Sejalan dengan hal tersebut, Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) memperlihatkan peningkatan
angka prevalensi Diabetes yang cukup signifikan, yaitu dari 6,9% di tahun 2013 menjadi 8,5%
di tahun 2018; sehingga estimasi jumlah penderita di Indonesia mencapai lebih dari 16 juta
orang yang kemudian berisiko terkena penyakit lain, seperti: serangan jantung, stroke,
kebutaan dan gagal ginjal bahkan dapat menyebabkan kelumpuhan dan kematian.
Diabetes merupakan masalah epidemi global yang bila tidak segera ditangani secara serius
akan mengakibatkan peningkatan dampak kerugian ekonomi yang signifikan khususnya bagi
negara berkembang di kawasan Asia dan Afrika. Data IDF juga menunjukkan bahwa biaya
langsung penanganan Diabetes mencapai lebih dari 727 Milyar USD per-tahun atau sekitar
12% dari pembiayaan kesehatan global. Data Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) juga
menunjukkan peningkatan jumlah kasus dan pembiayaan pelayanan Diabetes di Indonesia
dari 135.322 kasus dengan pembiayaan Rp 700,29 Milyar di tahun 2014 menjadi 322.820
kasus dengan pembiayaan Rp 1,877 Trilliun di tahun 2017.
Menurut Menteri Kesehatan RI, upaya efektif untuk mencegah dan mengendalikan diabetes
harus difokuskan pada faktor-faktor risiko disertai dengan pemantauan yang teratur dan
berkelanjutan dari perkembangannya karena faktor risiko umum PTM di Indonesia relatif
masih tinggi, yaitu 33,5% tidak melakukan aktivitas fisik, 95% tidak mengonsumsi buah dan
sayuran, dan 33,8% populasi usia di atas 15 tahun merupakan perokok berat.
Perubahan gaya hidup harus dimasukkan dalam intervensi awal untuk komunitas berisiko
sementara itu, data terkini menunjukkan bahwa sekitar 60 persen kematian pada kelompok
usia dewasa disebabkan PTM, seperti : penyakit jantung, stroke, kanker, diabetes melitus dan
penyakit saluran pernafasan.
2. Populasi DM di Indonesia
Indonesia juga menghadapi situasi ancaman diabetes serupa dengan dunia.International
Diabetes Federation (IDF) Atlas 2017 melaporkan bahwa epidemi Diabetes di Indonesia
masih menunjukkan kecenderungan meningkat. Indonesia adalah negara peringkat keenam di
4
Contoh materi ini punya hak kepemilikan tidak untuk disalahgunakan kecuali izin IPKKI
5
JABAR
dunia setelah Tiongkok, India, Amerika Serikat, Brazil dan Meksiko dengan jumlah
penyandang Diabetes usia 20-79 tahun sekitar 10,3 juta orang.(MCOD) tanggal 26-27
November 2018 di Singapura. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2018
menunjukkan bahwa prevalensi penyandang diabetes naik mejadi 8,5%, dari 6,9% (Riskesdas
2013).
Jika tidak ditangani dengan baik, menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), angka kejadian
diabetes diprediksi akan melonjak hingga 21,3 juta jiwa pada 2040. Inilah mengapa edukasi
terkait diabetes sejak dini di keluarga, baik ayah, ibu, maupun anak, sangat penting untuk
melindungi keluarga Indonesia dari diabetes. Data WHO memperkirakan jumlah
penderita diabetes melitus (DM) tipe 2 di Indonesia akan meningkat signifikan hingga 21,3
juta jiwa pada 2030 mendatang.
Pencegahan dan pengendalian diabetes jelas membutuhkan perhatian semua orang dan juga
kebijakan nasional dengan pendekatan revolusioner.
Diperlukan menumbuhkan iklim yang kondusif pada aspek pencegahan dan perubahan perilaku
pada tingkat individu, keluarga dan masyarakat serta institusi seperti tempat kerja. Tiga hal
utama perlu dilakukan yakni: (1) perubahan perilaku yang terkait makanan sehat dan
berimbang, aktivitas fisik, menghindarkan diri dari rokok dan alkohol; (2) melakukan
pemeriksaan kesehatan secara berkala; dan (3) perbaikan tatalaksana penanganan penderita
dengan memperkuat pelayanan kesehatan primer, akan menjadi prioritas dalam beberapa tahun
ke depan. Mempercepat program pencegahan dan pengendalian Diabetes adalah Prevention,
Prevention and Prevention. Pendekatan ini terbukti efektif untuk menurunkan faktor risiko
PTM, yaitu: dengan meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya PTM; dan dengan
menyiapkan lingkungan yang sehat bagi masyarakat. Dengan kata lain, masyarakat harus bisa
5
Contoh materi ini punya hak kepemilikan tidak untuk disalahgunakan kecuali izin IPKKI
6
JABAR
menjadi lebih pintar untuk memilih apa yang perlu mereka konsumsi untuk mencegah Diabetes.
Prinsip-prinsip pencegahan PTM, sebagai berikut :
1. Mengutamakan preventif, promotif melalui berbagai kegiatan edukasi dan promotif-
preventif,dengan tidak mengesampingkan aspek kuratif-rehabilitatif melalui peningkatan
jangkauan dan kualitas pelayanan gizi dan kesehatan.
2. Melaksanakan pencegahan pada seluruh siklus hidup manusia, sejak dalam kandungan,
hingga bayi, balita, anak sekolah, remaja, dewasa, diikuti perbaikan budaya hidup bersih
dan sehat. Yang dimaksud seluruh siklus hidup adalah sejak hamil, lahir, anak sekolah,
remaja, dewasa, usia lanjut sesuai dengan masalah pada kelompok usia tersebut. Pada
kelompok usia 1000 hari pertama, fokus pencegahan diarahkan pada pemenuhan kebutuhan
dasar gizi dan kesehatan agar tidak terjadi gangguan pertumbuhan.
3. Menerapkan Pedoman Gizi Seimbang, yang difokuskan pada peningkatan konsumsi sayur
dan buah, pangan hewani, dengan mengurangi lemak serta minyak dan membatasi gula dan
garam.
4. Menggerakkan masyarakat untuk melakukan aktivitas fisik dan menimbang berat badan
secara teratur.
5. Melibatkan semua sektor, baik Pemerintah maupun masyarakat, untuk secara nyata
melakukan sinergi dalam melakukan PTM.
6
Contoh materi ini punya hak kepemilikan tidak untuk disalahgunakan kecuali izin IPKKI
7
JABAR
7
Contoh materi ini punya hak kepemilikan tidak untuk disalahgunakan kecuali izin IPKKI
8
JABAR
8
Contoh materi ini punya hak kepemilikan tidak untuk disalahgunakan kecuali izin IPKKI
9
JABAR
9
Contoh materi ini punya hak kepemilikan tidak untuk disalahgunakan kecuali izin IPKKI
10
JABAR
1. Primordial prevention
10
Contoh materi ini punya hak kepemilikan tidak untuk disalahgunakan kecuali izin IPKKI
11
JABAR
2. Health promotion
3. Spesific protection
Spesific protection dilakukan dalam upaya pemberian perlindungan secara dini kepada
masyarakat sehubungan dengan masalah kesehatan. Pada beberapa penyakit biasanya
dilakukan dalam bentuk pemberian imunisasi namun untuk perkembangan sekarang,
diabetes mellitus dapat dilakukan melalui :
c. Penghentian pemberian susu formula pada masa neonatus dan bayi sejak dini
11
Contoh materi ini punya hak kepemilikan tidak untuk disalahgunakan kecuali izin IPKKI
12
JABAR
Early diagnosis and prompt treatmen dilakukan sehubungan dengan upaya pendeteksian
secara dini terhadap individu yang nantinya mengalami DM dimasa mendatang sehingga
dapat dilakukan upaya penanggulangan sedini mungkin untuk mencegah semakin
berkembangnya risiko terhadap timbulnya penyakit tersebut. Upaya sehubungan dengan
early diagnosis pada DM adalah dengan melakukan :
b. Melakukan survei tentang pola konsumsi makanan di tingkat keluarga pada kelompok
masyarakat
5. Disability limitation
Disability limitation adalah upaya-upaya yang dilakukan untuk mencegah dampak lebih
besar yang diakibatkan oleh DM yang ditujukan kepada seorang yang telah diangap
sebagai penderita DM karena risiko keterpaparan sangat tinggi. Upaya yang dapat
dilakukan adalah :
6. Rehabilitation
12
Contoh materi ini punya hak kepemilikan tidak untuk disalahgunakan kecuali izin IPKKI
13
JABAR
GERMAS merupakan suatu tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara
bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan
berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup. Pelaksanaan GERMAS harus dimulai
dari keluarga, karena keluarga adalah bagian terkecil dari masyarakat yang membentuk
kepribadian.
13
Contoh materi ini punya hak kepemilikan tidak untuk disalahgunakan kecuali izin IPKKI
14
JABAR
GERMAS dapat dilakukan dengan cara: Melakukan aktifitas fisik, Mengonsumsi sayur dan
buah, Tidak merokok, Tidak mengonsumsi alkohol, Memeriksa kesehatan secara rutin,
Membersihkan lingkungan, dan Menggunakan jamban.
REFERENSI
Moorhead, S., Johnson, M., Maas, M. L., & Swanson, E. (Eds.). (2013). Nursing Outcomes
Classification (NOC) (5th ed.). Indonesia: Elsevier.
PPNI. (2016). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia. Jakarta: Dewan Pengurus Pusat
PPNI.
Yunir et al. (2014). Panduan klinis prolanis DM tipe 2 BPJS Kesehatan. Jakarta: BPJS
Kesehatan
14