0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
39 tayangan14 halaman

Asuhan Keperawatan Diabetes di Komunitas

Dokumen tersebut membahas tentang asuhan keperawatan diabetes melitus di komunitas. Ringkasannya adalah: dokumen tersebut menjelaskan latar belakang diabetes melitus sebagai masalah kesehatan global, populasi yang terkena diabetes di Indonesia, serta kebijakan pemerintah dalam penanganan diabetes melitus di tingkat komunitas melalui pos pembinaan terpadu penyakit tidak menular.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
39 tayangan14 halaman

Asuhan Keperawatan Diabetes di Komunitas

Dokumen tersebut membahas tentang asuhan keperawatan diabetes melitus di komunitas. Ringkasannya adalah: dokumen tersebut menjelaskan latar belakang diabetes melitus sebagai masalah kesehatan global, populasi yang terkena diabetes di Indonesia, serta kebijakan pemerintah dalam penanganan diabetes melitus di tingkat komunitas melalui pos pembinaan terpadu penyakit tidak menular.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Contoh materi ini punya hak kepemilikan tidak untuk disalahgunakan kecuali izin IPKKI

1
JABAR

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PEMBELAJARAN (GBPP)

Nomor :
Materi : Asuhan Keperawatan DM Komunitas
Waktu :
Kompetensi : Setelah mempelajari materi ini, peserta mampu ……

Tujuan Pembelajaran Pokok Bahasan/Sub Media dan


Metode Referensi
Khusus (TPK) Pokok Bahasan Alat Bantu
 

MATERI ……..
Judul: Asuhan Keperawatan DM dikomunitas

I. DESKRIPSI SINGKAT
Diabetes mellitus adalah penyakit metabolisme yang merupakan suatu kumpulan gejala yang
timbul pada seseorang karena adanya peningkatan kadar glukosa darah diatas nilai normal.
Penyakit ini disebabkan gangguan metabolisme glukosa akibat kekurangan insulin baik secara
absolut maupun relatif, penyakit ini membutuhkan asuhan keperawatan di tingkat individu,
keluarga, kelompok dan komunitas.

II. TUJUAN PEMBELAJARAN


a. Tujuan Pembelajaran Umum
Peserta dapat melaksanakan asuhan keperawatan DM di komunitas

b. Tujuan Pembelajaran Khusus

1
Contoh materi ini punya hak kepemilikan tidak untuk disalahgunakan kecuali izin IPKKI
2
JABAR

Setelah mengikuti materi ini peserta mampu :


1. Deskripsi Umum DM di Komunitas
1) Latar Belakang
2) Populasi DM
3) Kebijakan Pemerintah dalam Penanganan DM di Komunitas
2. Asuhan Keperawatan DM Komunitas
1) Pengkajian Umum di Komunitas
2) Diagnosa Keperawatan yang umum terjadi dan Penanganan Masalah DM di
Komunitas
3) Promosi Kesehatan DM di Komunitas

III. POKOK BAHASAN DAN SUB POKOK BAHASAN


3. Deskripsi Umum DM di Komunitas
1) Latar Belakang
2) Populasi DM
3) Kebijakan Pemerintah dalam Penanganan DM di Komunitas

4. Asuhan Keperawatan DM Komunitas


1) Pengkajian Umum di Komunitas
2) Diagnosa Keperawatan yang umum terjadi dan Penanganan Masalah DM di
Komunitas
3) Promosi Kesehatan DM di Komunitas
4) Pelibatan sumber daya Kesehatan dalam Asuhan Keperawatan DM di Komunitas

IV. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN


Berikut disampaikan langkah-langkah kegiatan dalam proses pembelajaran materi ini.
1. Langkah Satu: Pengkondisian
a. Apersepsi
b. Penguatan
2. Langkah Dua: Penyampaian Materi
a. Menjelaskan Deskripsi Umum DM di Komunitas

2
Contoh materi ini punya hak kepemilikan tidak untuk disalahgunakan kecuali izin IPKKI
3
JABAR

1) Latar Belakang
2) Populasi DM
3) Kebijakan Pemerintah dalam Penanganan DM di Komunitas
b. Menjelaskan Asuhan Keperawatan DM Komunitas
1) Pengkajian Umum di Komunitas
2) Diagnosa Keperawatan yang umum terjadi dan Penanganan Masalah DM di
Komunitas
3) Promosi Kesehatan DM di Komunitas
C Tanyajawab_Diskusi

3. Langkah Tiga: Penugasan


1. Merumuskan Promosi Kesehatan (Topik Penyuluhan) DM Komunitas
2. Membuat SAP DM di komunitas
3. Menetapkan Media Promosi Kesehatan yang tepat di Komunitas:
a) Kelompok Remaja
b) Kelompok Ibu Hamil
c) Kelompok Lansia
d) Komunitas

4. Langkah Lima: Rangkuman dan Kesimpulan


a. Materi Asuhan Keperawatan DM dikomunitas
b. Pelaksanaan Pelatihan dan tindaklanjut

V. URAIAN MATERI

POKOK BAHASAN 1: Deskripsi Umum DM di Komunitas


1. Latar Belakang
Penyakit Tidak Menular (PTM), termasuk Diabetes, saat ini telah menjadi ancaman serius
kesehatan global. Dikutip dari data WHO 2016, 70% dari total kematian di dunia dan lebih
dari setengah beban penyakit. 90-95% dari kasus Diabetes adalah Diabetes Tipe 2 yang
sebagian besar dapat dicegah karena disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat.

3
Contoh materi ini punya hak kepemilikan tidak untuk disalahgunakan kecuali izin IPKKI
4
JABAR

Sejalan dengan hal tersebut, Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) memperlihatkan peningkatan
angka prevalensi Diabetes yang cukup signifikan, yaitu dari 6,9% di tahun 2013 menjadi 8,5%
di tahun 2018; sehingga estimasi jumlah penderita di Indonesia mencapai lebih dari 16 juta
orang yang kemudian berisiko terkena penyakit lain, seperti: serangan jantung, stroke,
kebutaan dan gagal ginjal bahkan dapat menyebabkan kelumpuhan dan kematian.

Diabetes merupakan masalah epidemi global yang bila tidak segera ditangani secara serius
akan mengakibatkan peningkatan dampak kerugian ekonomi yang signifikan khususnya bagi
negara berkembang di kawasan Asia dan Afrika. Data IDF juga menunjukkan bahwa biaya
langsung penanganan Diabetes mencapai lebih dari 727 Milyar USD per-tahun atau sekitar
12% dari pembiayaan kesehatan global. Data Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) juga
menunjukkan peningkatan jumlah kasus dan pembiayaan pelayanan Diabetes di Indonesia
dari 135.322 kasus dengan pembiayaan Rp 700,29 Milyar di tahun 2014 menjadi 322.820
kasus dengan pembiayaan Rp 1,877 Trilliun di tahun 2017.

Menurut Menteri Kesehatan RI, upaya efektif untuk mencegah dan mengendalikan diabetes
harus difokuskan pada faktor-faktor risiko disertai dengan pemantauan yang teratur dan
berkelanjutan dari perkembangannya karena faktor risiko umum PTM di Indonesia relatif
masih tinggi, yaitu 33,5% tidak melakukan aktivitas fisik, 95% tidak mengonsumsi buah dan
sayuran, dan 33,8% populasi usia di atas 15 tahun merupakan perokok berat.

Perubahan gaya hidup harus dimasukkan dalam intervensi awal untuk komunitas berisiko
sementara itu, data terkini menunjukkan bahwa sekitar 60 persen kematian pada kelompok
usia dewasa disebabkan PTM, seperti : penyakit jantung, stroke, kanker, diabetes melitus dan
penyakit saluran pernafasan.

2. Populasi DM di Indonesia
Indonesia juga menghadapi situasi ancaman diabetes serupa dengan dunia.International
Diabetes Federation (IDF) Atlas 2017 melaporkan bahwa epidemi Diabetes di Indonesia
masih menunjukkan kecenderungan meningkat. Indonesia adalah negara peringkat keenam di

4
Contoh materi ini punya hak kepemilikan tidak untuk disalahgunakan kecuali izin IPKKI
5
JABAR

dunia setelah Tiongkok, India, Amerika Serikat, Brazil dan Meksiko dengan jumlah
penyandang Diabetes usia 20-79 tahun sekitar 10,3 juta orang.(MCOD) tanggal 26-27
November 2018 di Singapura. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2018
menunjukkan bahwa prevalensi penyandang diabetes naik mejadi 8,5%, dari 6,9% (Riskesdas
2013).

Jika tidak ditangani dengan baik, menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), angka kejadian
diabetes diprediksi akan melonjak hingga 21,3 juta jiwa pada 2040. Inilah mengapa edukasi
terkait diabetes sejak dini di keluarga, baik ayah, ibu, maupun anak, sangat penting untuk
melindungi keluarga Indonesia dari diabetes. Data WHO memperkirakan jumlah
penderita diabetes melitus (DM) tipe 2 di Indonesia akan meningkat signifikan hingga 21,3
juta jiwa pada 2030 mendatang.

3. Kebijakan Pemerintah dalam Penanganan DM di Komunitas


Menkes menegaskan komitmen Indonesia untuk mencegah dan mengendalikan Diabetes
melalui pemberdayaan masyarakat. Sebagai bagian dari upaya pencegahan dan pengendalian
Penyakit Tidak Menular (PTM), Pemerintah Indonesia telah membentuk Pos Pembinaan
Terpadu (Posbindu) PTM, sebagai upaya terdepan pencegahan dan pengendalian PTM.

Pencegahan dan pengendalian diabetes jelas membutuhkan perhatian semua orang dan juga
kebijakan nasional dengan pendekatan revolusioner.
Diperlukan menumbuhkan iklim yang kondusif pada aspek pencegahan dan perubahan perilaku
pada tingkat individu, keluarga dan masyarakat serta institusi seperti tempat kerja. Tiga hal
utama perlu dilakukan yakni: (1) perubahan perilaku yang terkait makanan sehat dan
berimbang, aktivitas fisik, menghindarkan diri dari rokok dan alkohol; (2) melakukan
pemeriksaan kesehatan secara berkala; dan (3) perbaikan tatalaksana penanganan penderita
dengan memperkuat pelayanan kesehatan primer, akan menjadi prioritas dalam beberapa tahun
ke depan. Mempercepat program pencegahan dan pengendalian Diabetes adalah Prevention,
Prevention and Prevention. Pendekatan ini terbukti efektif untuk menurunkan faktor risiko
PTM, yaitu: dengan meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya PTM; dan dengan
menyiapkan lingkungan yang sehat bagi masyarakat. Dengan kata lain, masyarakat harus bisa

5
Contoh materi ini punya hak kepemilikan tidak untuk disalahgunakan kecuali izin IPKKI
6
JABAR

menjadi lebih pintar untuk memilih apa yang perlu mereka konsumsi untuk mencegah Diabetes.
Prinsip-prinsip pencegahan PTM, sebagai berikut :
1. Mengutamakan preventif, promotif melalui berbagai kegiatan edukasi dan promotif-
preventif,dengan tidak mengesampingkan aspek kuratif-rehabilitatif melalui peningkatan
jangkauan dan kualitas pelayanan gizi dan kesehatan.
2. Melaksanakan pencegahan pada seluruh siklus hidup manusia, sejak dalam kandungan,
hingga bayi, balita, anak sekolah, remaja, dewasa, diikuti perbaikan budaya hidup bersih
dan sehat. Yang dimaksud seluruh siklus hidup adalah sejak hamil, lahir, anak sekolah,
remaja, dewasa, usia lanjut sesuai dengan masalah pada kelompok usia tersebut. Pada
kelompok usia 1000 hari pertama, fokus pencegahan diarahkan pada pemenuhan kebutuhan
dasar gizi dan kesehatan agar tidak terjadi gangguan pertumbuhan.
3. Menerapkan Pedoman Gizi Seimbang, yang difokuskan pada peningkatan konsumsi sayur
dan buah, pangan hewani, dengan mengurangi lemak serta minyak dan membatasi gula dan
garam.
4. Menggerakkan masyarakat untuk melakukan aktivitas fisik dan menimbang berat badan
secara teratur.
5. Melibatkan semua sektor, baik Pemerintah maupun masyarakat, untuk secara nyata
melakukan sinergi dalam melakukan PTM.

POKOK BAHASAN 2: Asuhan Keperawatan DM Komunitas


1. Pengkajian Umum
Pengkajian yang dilakukan di komunitas selain data keluarga, al:
1. Pengkajian data populasi di wilayah kelolaan.
2. Faktor budaya masyarakat yang mempengaruhi tingkat kejadian DM
3. Pengetahuan masyarakat tentang DM
4. Sikap masyarakat yang kurang mendukung
5. Dukungan yang dari pemimpin formal atau informal
6. Kader kesehatan di masyarakat
7. Fsilitas pendukung di masyarakat
8. Efektifnya pengorganisasian layanan
9. Kondisi lingkungan yang kurang kondusif

6
Contoh materi ini punya hak kepemilikan tidak untuk disalahgunakan kecuali izin IPKKI
7
JABAR

10. Kurangnya ketrampilan terhadap prosedur pencegahan penyakit

2. Diagnosa Keperawatan Komunitas dan Penanganan Masalah DM Komunitas

NO DIAGNOSA NOC NIC KETERANGAN


1. Defisiensi kesehatan Setelah dilakukan Mandiri : Domain
komunitas kunjungan rumah 1. Mulai skrining 1–Promosi
Definisi: Adanya satu ata keluarga mampu : resiko kesehatan dari kesehatan
lebih masalah kesehatan 1. Memiliki lingkungan Kelas
yang meningkatkan resika pelayanan 2. Patau status resiko 4–Manajemen
masalah kesehatan promosi kesehatan yang kesehatan
Indikator : kesehatan dan sudah di ketahui Kode – 000215
1. Kejadian yang beresiko perawatan 3. Anjurkan warga Defisiensi
dialami kelompok. kesehatan untuk berpartisipasi kesehatan
2. Kejadian maslah prefentif di secara aktif dalam komunitas
kesehatan dialami oleh tempat keamana komunitas
kelompok 2. Memiliki Kolaborasi :
3. Tidak tersedia program program untuk 4. Koordinasikan
untuk mengurangi meningkatkan pelayanan untuk
maslah. kesehata kelompok beresiko
komunitas tinggi dan komunitas
Hal : 87, Wilkinson, 3. Mematui standar Penyuluhan :
Diagnosa keperawatan, kesehatan 5. Selenggarakan
2016 lingkungan program pendidikan
kesehatan untuk
kelompok
masyarakat

2. Ketidakefektifan coping Setelah dilakukan 1. Kaji dan


komunitas kunjungan rumah indentifikasi faktor
Indikator: keluarga mampu : penyebab atau faktor
1. Komunitas tidak 1. Mengembangkan resiko yang
mencapai harapannya. peningkatan mempengaruhi

7
Contoh materi ini punya hak kepemilikan tidak untuk disalahgunakan kecuali izin IPKKI
8
JABAR

NO DIAGNOSA NOC NIC KETERANGAN


2. Ekspresi komunikasi kemampuan
ketidakberdayaan diantara komunitas untuk
komunitas. anggotanya beradaptasi atau
3. Ekspresi kerapuhan 2. Mengimplementa melakukan coping
komunitas. sikan strategi secara efektif
4. Defisit partisipasi penyelesaian 2. Tentukan cara
komunitas. masalah efektif menyebarkan
5. Konflik komunitas 3. Memberikan informasi
yang berlebihan. kekuatan untuk komunikasi
6. Angka kesakitan yang mengelolah 3. Anjurkan warga
tinggi. perubahan dan untuk berpartisipasi
7. Peningkatan masalah meningkatkan secara aktif untuk
sosial (pembunuhan, fungsi komunitas keamanan komunitas
pembakaran rumah, 4. Berpartisispasi
pembunuhan anak, dalam melakukan
penganguran, pendekatan utuk
kemiskinan, militansi perubahan kebijakan
dan penyakit jiwa) da standar kesehatan
guna meningkatkan
layanan kesehatan
5. Koordinasikan
pelayanan untuk
kelompok beresiko
tinggi dan komunitas
3. Ketidakefektifan Setelah melakukan 1. Identifikasi bersama Domain I
pemelihatraan kesehatan kunjungan rumah keluarga pasien Promosi
Definisi : keluarga mampu : kemungkinan kesehatan
Ketidakmampuam untuk 1. Menunjukan penghambat Kelas 2
mengidentifikasi, partisipasi dalam perubahan perilaku Manajemen
menatalaksanaan, atau keputusan tentang 2. Bentu pengambilan kesehatan
mencari bantuan unutk perawatan keputusan Kode 00099
memlihara kesehatan kesehatan 3. Bantu perawatan diri
Indikator : 2. Menunjukan 4. Berikan edukasi
arahan diri dalam kepada pasien

8
Contoh materi ini punya hak kepemilikan tidak untuk disalahgunakan kecuali izin IPKKI
9
JABAR

NO DIAGNOSA NOC NIC KETERANGAN


1. Kurang dalam membuat tentang pemulihan
perilaku sehat keputusan kesehatan
2. Kurang adaftif 3. Menggunakan 5. Bantu pasien
teradap perubahan teknik pemecahan mengefaluasi
lingkungan masalah untuk kemajuan dengan
3. Gangguan sistem mencapai hasil membandingkan
pendukung pribadi yang diharapkan riwayat perilaku
4. Terbatasnya lembaga sebelumnya dengan
pelayanan kesehatan perilaku saat ini

Hal : 204 ,Diagnosis


Keperawatan, Wilkinson,
2016
4. Defisiensi pengetahuan Setelah melakukan 1. Tentukan kebutuhan Domain 5
Definisi: kunjungan rumah belajar klien Persepsi/
Tidak ada atau kurang keluarga mampu : 2. Lakukan penilaian Kognisi
informasi kognitif 1. Menunjukan terhadap tingkat Kelas 4 Kognisi
tentang topik tertentu peningkatan pengetahuan klien Kode 00126
Indikator: pemahaman pada saat ini
1. tentang penyakit 3. Tentukan
-
Mengungkapkan masalah 2. Mengidentifikasi kemampuan klien
2. kebutuhan untuk
- mempelajari
Tidak mengikuti instruksi terhadap informasi khusus
yang diberikan secara informasi 4. Tentukan motifasi
akurat tambahan tentang klien mempelajari
3. program terapi informasi
- tertentu
Ferforma uji tidak akurat 5. Beri penyuluhan
4. sesuai
- dengan
Perilaku yang tidak sesuai tingkat pemahaman
atau terlalu berlebihan pasien, ulangi
informasi jika perlu
5. Ketidakefektifan Setelah dialkukan 1. Menyediakan
pelaksanaan program kunjungan rumah informasi dan
terapiotik keluarga mampu :

9
Contoh materi ini punya hak kepemilikan tidak untuk disalahgunakan kecuali izin IPKKI
10
JABAR

NO DIAGNOSA NOC NIC KETERANGAN


Definisi : 1. Kesiapan dukungan yang
Pola pengaturan program memberikan dibutuhkan
terapetik tidak sesuai perawatan 2. Membantu
pemenuhan tujuan kesehatan masyarakat dalam
kesehatan masyarakat beradaptasi
Indikator : 2. Mempertahankan 3. Memfasilitasi
1. Kesulitan dengan rutinitas untuk keterlibatan
program yang berfugsi optimum masyarakat
dianjurkan 3. Keterlibatan 4. Menguatkan
2. Kurang perhatian masyarakat dalam kepercayaan
terhadap penyakit. mengambil masyarakat terhadap
keputusan kemampuannya
Hal : 435, Wilkinson, 4. Adaptasi positif 5. Memberikan
Diagnosa Keperawatan, masyarakat penyuluhan pada
2016 masyarakat dalam
mempersiapkan
masyarakat agar
memahami program

3. Penanggulangan Diabetes Mellitus

Adapun stategi penanggulangannnya sebagai berikut (Moh Joeharno,2009):

1. Primordial prevention

Primordial prevention merupakan upaya untuk mencegah terjadinya risiko atau


mempertahankan keadaan risiko rendah dalam masyarakat terhadap penyakit secara
umum. Pada upaya penanggulangan DM, upaya pencegahan yang sifatnya primordial
adalah :

a. Intervensi terhadap pola makan dengan tetap mempertahankan pola makan


masyarakat yang masih tradisional dengan tidak membudayakan pola makan cepat
saji yang tinggi lemak,

10
Contoh materi ini punya hak kepemilikan tidak untuk disalahgunakan kecuali izin IPKKI
11
JABAR

b. Membudayakan kebiasaan puasa senin dan kamis

c. Intervensi terhadap aktifitas fisik dengan mempertahankan kegiatan-kegiatan


masyarakat sehubungan dengan aktivitas fisik berupa olahraga teratur (lebih
mengarahkan kepada masyarakat kerja) dimana kegiatan-kegiatan masyarakat yang
biasanya aktif secara fisik seperti kebiasaan berkebun sekalipun dalam lingkup kecil
namun dapat bermanfaat sebagai sarana olahraga fisik.

d. Menanamkan kebiasaan berjalan kaki kepada masyarakat

2. Health promotion

Health promotion sehubungan dengan pemberian muatan informasi kepada masyarakat


sehubungan dengan masalah kesehatan. Dan pada upaya pencegahan DM, tindakan yang
dapat dilakukan adalah :

a. Pemberian informasi tentang manfaat pemberian ASI eksklsif kepada masyarakat


khususnya kaum perempuan untuk mencegah terjadinya pemberian susu formula
yang terlalu dini

b. Pemberian informasi akan pentingnya aktivitas olahraga rutin minimal 15 menit


sehari

3. Spesific protection

Spesific protection dilakukan dalam upaya pemberian perlindungan secara dini kepada
masyarakat sehubungan dengan masalah kesehatan. Pada beberapa penyakit biasanya
dilakukan dalam bentuk pemberian imunisasi namun untuk perkembangan sekarang,
diabetes mellitus dapat dilakukan melalui :

a. Pemberian penetral radikal bebas seperti nikotinamid

b. Mengistirahatkan sel-beta melalui pengobatan insulin secara dini

c. Penghentian pemberian susu formula pada masa neonatus dan bayi sejak dini

11
Contoh materi ini punya hak kepemilikan tidak untuk disalahgunakan kecuali izin IPKKI
12
JABAR

d. Pemberian imunosupresi atau imunomodulasi

4. Early diagnosis and promp treatment

Early diagnosis and prompt treatmen dilakukan sehubungan dengan upaya pendeteksian
secara dini terhadap individu yang nantinya mengalami DM dimasa mendatang sehingga
dapat dilakukan upaya penanggulangan sedini mungkin untuk mencegah semakin
berkembangnya risiko terhadap timbulnya penyakit tersebut. Upaya sehubungan dengan
early diagnosis pada DM adalah dengan melakukan :

a. Melakukan skrining DM di masyarakat

b. Melakukan survei tentang pola konsumsi makanan di tingkat keluarga pada kelompok
masyarakat

5. Disability limitation

Disability limitation adalah upaya-upaya yang dilakukan untuk mencegah dampak lebih
besar yang diakibatkan oleh DM yang ditujukan kepada seorang yang telah diangap
sebagai penderita DM karena risiko keterpaparan sangat tinggi. Upaya yang dapat
dilakukan adalah :

a. Pemberian insulin yang tepat waktu

b. Penanganan secara komprehensif oleh tenaga ahli medis di rumah sakit

c. Perbaikan fasilitas-fasilitas pelayanan yang lebih baik

6. Rehabilitation

Rehabilitation ditujukan untuk mengadakan perbaikan-perbaikan kembali pada individu


yang telah mengalami sakit. Pada penderita DM, upaya rehabilitasi yang dapat dilakukan
adalah :

a. Pengaturan diet makanan sehari-hari yang rendah lemak dan pengkonsumsian


makanan karbohidrat tinggi yang alami

12
Contoh materi ini punya hak kepemilikan tidak untuk disalahgunakan kecuali izin IPKKI
13
JABAR

b. Pemeriksaan kadar glukosa darah secara teratur dengan melaksanakan pemeriksaan


laboratorium komplit minimal sekali sebulan

c. Penghindaran atau penggunaan secara bijaksana terhadap obat-obat yang


diabetagonik

3. Promosi Kesehatan Komunitas


Salah satu strategi yang dapat diterapkan di Komunitas adalah CERDIK, yaitu dengan
melakukan:
 Cek kesehatan secara teratur untuk megendalikan berat badan agar tetap ideal dan tidak
berisiko mudah sakit, periksa tensi darah, gula darah, dan kolesterol secara teratur.
 Enyahkan asap rokok dan jangan merokok.
 Rajin melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit sehari, seperti berolah raga, berjalan
kaki, membersihkan rumah. Upayakan dilakukan dengan baik, benar, teratur dan terukur.
 Diet yang seimbang dengan mengkonsumsi makanan sehat dan gizi seimbang, konsumsi
buah sayur minimal 5 porsi per hari, sedapat mungkin menekan konsumsi gula hingga
maksimal 4 sendok makan atau 50 gram per hari, hindari makanan/minuman yang manis
atau yang berkarbonasi
 Istirahat yang cukup.
 Kelola stress dengan baik dan benar

4. Pelibatan sumber daya Kesehatan dalam Asuhan Keperawatan DM di Komunitas


Pelibatan komunitas atau masyarakat dalam pencegahan dan penangan kejadian DM di
komunitas dapat dilakukan melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS.

GERMAS merupakan suatu tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara
bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan
berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup. Pelaksanaan GERMAS harus dimulai
dari keluarga, karena keluarga adalah bagian terkecil dari masyarakat yang membentuk
kepribadian.

13
Contoh materi ini punya hak kepemilikan tidak untuk disalahgunakan kecuali izin IPKKI
14
JABAR

GERMAS dapat dilakukan dengan cara: Melakukan aktifitas fisik, Mengonsumsi sayur dan
buah, Tidak merokok, Tidak mengonsumsi alkohol, Memeriksa kesehatan secara rutin,
Membersihkan lingkungan, dan Menggunakan jamban.

REFERENSI

Moorhead, S., Johnson, M., Maas, M. L., & Swanson, E. (Eds.). (2013). Nursing Outcomes
Classification (NOC) (5th ed.). Indonesia: Elsevier.

Perkeni. (2015). Konsensus Pengendalian dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 di


Indonesia 2015. Perkeni. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004

PPNI. (2016). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia. Jakarta: Dewan Pengurus Pusat
PPNI.

Riskesdas (2013) Riskesdas. Kemenkes RI, http//www.depkes.go.id akses 20 sept 2016

Smeltzer, and B. (2002). Keperawatan Medikal-Bedah. In Keperawatan Medikal Bedah (8th


ed.). Jakarta: EGC.

Yunir et al. (2014). Panduan klinis prolanis DM tipe 2 BPJS Kesehatan. Jakarta: BPJS
Kesehatan

14

Anda mungkin juga menyukai