KDP - ASKEP - 1908227 - Villa Delvi Aprilia
KDP - ASKEP - 1908227 - Villa Delvi Aprilia
Oleh :
I. IDENTITAS
A. Identitas Pasien
Nama : Ny. E
Alamat : Kel. Mangunsari, Kec. Sidomukti, Salatiga
Umur : 54 tahun
Agama : Islam
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : ibu rumah tangga (IRT)
Suku / Bangsa : Jawa/ Indonesia
Jenis Kelamin : perempuan
Diagnosa medis : Osteoarthritis genu dextra
No. CM : 871943XX
C. Riwayat Kesehatan
1. Keluhan Utama
Pasien mengatakan lutut kanan nyeri.
2. Riwayat kesehatan sekarang
Pasien mengatakan sejak seminggu yang lalu lutut kanan nyeri (kemeng-
kemeng), sakit untuk berjalan dan lulut terasa kaku sehingga sakit saat kaki
ditekuk.
3. Riwayat kesehatan dahulu
Pasien mempunyai riwayat penyakit hipertensi.
4. Riwayat kesehatan keluarga
Tidak ada riwayat penyakit keturunan.
II. RIWAYAT KESEHATAN
1. Pola Persepsi Kesehatan
Pasien mengatakan dia sakit karena pada masa mudanya Pasien sering makan
makanan sembarangan dan malas berolahraga.
2. Pola Aktifitas
Sebelum di RS : dapat melakukan pekerjaan di rumah dengan mandiri
Selama di RS : pasien hanya terbaring ditempat tidur, aktivitas dibantu
3. Pola Nutrisi
Sebelum di RS : makan 3x sehari porsi sedang, minum 3-5 gelas air setiap hari
Selama di RS : makan 3x sehari porsi kecil, minum 6-8 gelas air setiap hari
4. Pola Eliminasi
Sebelum di RS : BAB 1x sehari, BAK 4-6x sehari
Selama di RS : BAB 2 hari sekali, BAK 6-8x sehari
5. Pola Gerak dan Keseimbangan Tubuh
Sebelum di RS : pasien aktif dalam melakukan aktifitas
Selama di RS : gerak sangat terbatas, pasien hanya terbaring, ROM menurun
6. Pola Istirahat dan Tidur
Sebelum di RS : tidur siang 1-2 jam, tidur malam 6-7 jam dalam sehari
Selama di RS : tidur siang 1 jam, tidur malam 5-6 jam dalam sehari, sering
terbangun di malam hari
7. Pola Kebersihan Diri
Sebelum di RS : mandi 2x sehari, gosok gigi 2x sehari, keramas 2 hari sekali
Selama di RS : mandi 2x sehari, gosok gigi 2x sehari, keramas 2 hari sekali
8. Pola Koping terhadap Stress
Sebelum di RS : pasien mengalihkan stress dengan bermain bersama cucu
Selama di RS : pasien sering melamun dan sering merengek ingin pulang
9. Pola Seksualitas dan Reproduksi
Sebelum di RS : tidak terkaji
Selama di RS : tidak terkaji
10. Pola Peran
Sebelum di RS : pasien berperan sebagai istri, ibu, dan nenek saat di rumah
Selama di RS : pasien tidak bisa menjalankan perannya dengan baik
11. Kepercayaan dan keyakinan
Sebelum di RS : pasien menganut agama islam dan melakukan sholat 5 waktu
Selama di RS : pasien melakukan sholat 5 waktu di atas tempat tidur
Tanggal Jenis
Hasil Normal Satuan
Pemeriksaan Pemeriksaan
28-09-2020 Hb 11,5 12-14
Haematokrit 34,8 37-43
Leukosit 9.400 4.000-10.000
Trombosit 284.000 150.000-450.000
Eritrosit 3,66 40-46
MCV 95,1 80-90
MCH 31,4 26,5-30,5
Niferensial 63,1 40-80
Segmen 27.7 20-40
Limfosit 9,2 1-10
28-09-2020 GDS sewaktu 90 75-140
GDS puasa 136 75-115
Fungsi ginjal 3,8 2,6-6,1
Kolesterol total 191 <220
HDL 123,7 <150
LDL 56 <200
2. Radiologi : -
3. Therapi :
VII.RENCANA KEPERAWATAN
NO
TGL/JAM TUJUAN & KRITERIA HASIL INTERVENSI
DP
1 28-09-2020 Setelah dilakukan tindakan keperawatan Managemen nyeri
14.30 selama 3x 24 jam diharapkan: 1. Identifikasi lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, dan
Tingkat nyeri (L.08066) menurun intensitas nyeri
dengan kriteria hasil: 2. Identifikasi skala nyeri
1. Keluhan nyeri menurun 3. Identifikasi respons nyeri non verbal
2. Meringis menurun 4. Identifikasi faktor yang memperberat dan memperingan nyeri
3. Kesulitan tidur menurun 5. Identifikasi pengaruh nyeri terhadap kualitas hidup
4. Frekuensi nadi membaik 6. Monitor keberhasilan terapi komplementer yang sudah
5. Pola napas membaik dibersihkan
6. Tekanan darah membaik 7. Monitor efek samping penggunaan analgetik
7. Napsu makan membaik 8. Kontrol lingkungan yang memperberat nyeri (kebisingan)
8. Pola tidur membaik 9. Berikan teknik nonfarmakologis untuk mengurangi rasa nyeri
seperti terapi relaksasi, terapi pijat dan kompres hangat
Kontrol nyeri (l.08063) meningkat 10.Ajarkan teknik nonfarmakologis untuk mengurangi rasa nyeri.
dengan kriteria hasil: 11.Kolaborasi pemberian analgetik, jp
1. Melaporkan nyeri terkontrol
meningkat Terapi relaksasi
2. Kemampuan menggunakan teknik 1. Identifikasi teknik relaksasi yang pernah efektif digunakan
non-farmakologis 2. Identifikasi kesediaan, kemampuan, dan penggunaan teknik
3. Keluhan nyeri menurun sebelumnya
3. Periksa ketegangan otot, frekuensi nadi, tekanan darah, suhu
sebelum dan sesudah latihan
4. Berikan informasi tentang persiapam dam prosedur teknik
relaksasi
5. Gunakan relaksasi sebagai strategi penunjang dengan analgetik
atau tindakan medis lain, jika sesuai
6. Jelaskan tujuan, manfaat, batasan, dan jenis relaksasi yang
tersedia (musik, meditasi, napas dalam)
7. Anjurkan untuk mengambil posisi nyaman
8. Anjurkan sering mengulangi atau melatih teknik yang dipilih
9. Demonstrasikan dan latih teknik relaksasi (napas dalam,
peregangan, atau imaginasi terbimbing)
NO
TGL/JAM IMPLEMENTASI EVALUASI TTD/NAMA
DP
1 28-09-2020 Managemen nyeri S: Villa
14.30 1. Mengidentifikasi lokasi, karakteristik, durasi, - Pasien mengatakan nyeri cukup
frekuensi, kualitas, dan intensitas nyeri menurun (skala 5)
2. Mengidentifikasi skala nyeri - Pasien mengatakan semalam kurang
3. Mengidentifikasi respons nyeri non verbal tidur
4. Mengidentifikasi faktor yang memperberat dan - Pasien mengatakan mengantuk
memperingan nyeri - Pasien mengatakan hanya makan ½
5. Mengidentifikasi pengaruh nyeri terhadap porsi siang tadi
kualitas hidup - Pasien melaporkan belum dapat
6. Memonitor keberhasilan terapi komplementer mengontrol nyeri
yang sudah dibersihkan O:
7. Memonitor efek samping penggunaan - Pasien tampak meringis saat melipat
analgetik kaki
8. Mengontrol lingkungan yang memperberat - N : 94X/ menit
nyeri (kebisingan) - RR : 24x/ menit
9. Memberikan teknik nonfarmakologis untuk - TD : 130/90 mmHg
mengurangi rasa nyeri seperti terapi relaksasi, A: Masalah belum teratasi.
terapi pijat dan kompres hangat P:
10. Mengajarkan teknik nonfarmakologis untuk Lanjutkan intervensi
mengurangi rasa nyeri. Managemen nyeri
11. Berkolaborasi pemberian analgetik, jp 1. Monitor keberhasilan terapi
komplementer yang sudah
Terapi relaksasi dibersihkan
1. Mengidentifikasi teknik relaksasi yang pernah 2. Monitor efek samping penggunaan
efektif digunakan analgetik
2. Mengidentifikasi kesediaan, kemampuan, dan 3. Kontrol lingkungan yang
penggunaan teknik sebelumnya memperberat nyeri (kebisingan)
3. Memeriksa ketegangan otot, frekuensi nadi, 4. Ajarkan teknik nonfarmakologis
tekanan darah, suhu sebelum dan sesudah untuk mengurangi rasa nyeri.
latihan 5. Kolaborasi pemberian analgetik, jp
4. Memberikan informasi tentang persiapam dam
prosedur teknik relaksasi Terapi relaksasi
5. Menggunakan relaksasi sebagai strategi 1. Identifikasi teknik relaksasi yang
penunjang dengan analgetik atau tindakan pernah efektif digunakan
medis lain, jika sesuai 2. Gunakan relaksasi sebagai strategi
6. Menjelaskan tujuan, manfaat, batasan, dan penunjang dengan analgetik atau
jenis relaksasi yang tersedia (musik, meditasi, tindakan medis lain, jika sesuai
napas dalam) 3. Anjurkan untuk mengambil posisi
7. Menganjurkan untuk mengambil posisi nyaman
nyaman 4. Anjurkan sering mengulangi atau
8. Menganjurkan sering mengulangi atau melatih melatih teknik yang dipilih
teknik yang dipilih
9. Mendemonstrasikan dan latih teknik relaksasi
(napas dalam, peregangan, atau imaginasi
terbimbing)
Terapi relaksasi
1. Identifikasi teknik relaksasi yang
pernah efektif digunakan
2. Anjurkan sering mengulangi atau
melatih teknik yang dipilih
2 29-09-2020 Dukungan ambulasi S: Villa
16.30 1. Mengidentifikasi adanya nyeri atau keluhan - Pasien mengatakan melakukan
fisik lainnya aktivitas berjalan mandiri dibantu
2. Mengidentifikasi tolerasi fisik melakukan dengan tongkat
ambulasi - Pasien mengatakan masih sakit jika
3. Memonitor frekuensi jantung dan tekanan lutut ditekuk
darah sebelum dab sesudah ambulasi - Pasien mengatakan nyeri cukup
4. Memfasilitasi aktivitas ambulasi dengan alat berkurang (skala 4)
bantu (kruk, tongkat) O:
5. Melibatkan keluarga untuk membantu Pasien - Bengkak dan kemerahan pada kaki
meningkatkan ambulasi berkurang
6. Menjelaskan tujkuan dan prosedur ambulasi - Pasien tampak meringis saat berjalan
7. Menganjurkan melakukan ambulasi dini dan lutut ditekuk
8. Mengajarkan ambulasi yang sederhana yang A: Masalah belum teratasi
harus dilakukan (berjalan dari tempat tidur ke P:
kamar mandi, berjalan sesuai toleransi) Lanjutkan intervensi
Dukungan ambulasi
1. Identifikasi tolerasi fisik melakukan
ambulasi
2. Monitor frekuensi jantung dan
tekanan darah sebelum dab sesudah
ambulasi
3. Fasilitasi aktivitas ambulasi dengan
alat bantu (kruk, tongkat)
4. Libatkan keluarga untuk membantu
Pasien meningkatkan ambulasi