0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
169 tayangan20 halaman

KDP - ASKEP - 1908227 - Villa Delvi Aprilia

Pasien mengeluhkan nyeri lutut kanan yang berlangsung sejak seminggu. Pemeriksaan menunjukkan lutut bengkak dan kemerahan serta pasien kesulitan bergerak. Diagnosa medis adalah osteoarthritis genu dextra.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
169 tayangan20 halaman

KDP - ASKEP - 1908227 - Villa Delvi Aprilia

Pasien mengeluhkan nyeri lutut kanan yang berlangsung sejak seminggu. Pemeriksaan menunjukkan lutut bengkak dan kemerahan serta pasien kesulitan bergerak. Diagnosa medis adalah osteoarthritis genu dextra.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

ASUHAN KEPERAWATAN TERHADAP PASIEN DENGAN

GANGGUAN RASA NYAMAN (NYERI)


DI RUANG PENYAKIT DALAM
Stase Keperawatan Dasar Profesi (KDP)

Oleh :

Villa Delvi Aprilia


1908227

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KARYA HUSADA
SEMARANG
2020
PENGKAJIAN
Tanggal Pengkajian : 28 September 2020

I. IDENTITAS
A. Identitas Pasien
Nama : Ny. E
Alamat : Kel. Mangunsari, Kec. Sidomukti, Salatiga
Umur : 54 tahun
Agama : Islam
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : ibu rumah tangga (IRT)
Suku / Bangsa : Jawa/ Indonesia
Jenis Kelamin : perempuan
Diagnosa medis : Osteoarthritis genu dextra
No. CM : 871943XX

B. Identitas Penanggun jawab


Nama : Tn. P
Alamat : Kel. Mangunsari, Kec. Sidomukti, Salatiga
Umur : 60 tahun
Agama : Islam
Pekerjaan : Karyawan Swasta
Hubungan dg Pasien : suami

C. Riwayat Kesehatan
1. Keluhan Utama
Pasien mengatakan lutut kanan nyeri.
2. Riwayat kesehatan sekarang
Pasien mengatakan sejak seminggu yang lalu lutut kanan nyeri (kemeng-
kemeng), sakit untuk berjalan dan lulut terasa kaku sehingga sakit saat kaki
ditekuk.
3. Riwayat kesehatan dahulu
Pasien mempunyai riwayat penyakit hipertensi.
4. Riwayat kesehatan keluarga
Tidak ada riwayat penyakit keturunan.
II. RIWAYAT KESEHATAN
1. Pola Persepsi Kesehatan
Pasien mengatakan dia sakit karena pada masa mudanya Pasien sering makan
makanan sembarangan dan malas berolahraga.
2. Pola Aktifitas
Sebelum di RS : dapat melakukan pekerjaan di rumah dengan mandiri
Selama di RS : pasien hanya terbaring ditempat tidur, aktivitas dibantu
3. Pola Nutrisi
Sebelum di RS : makan 3x sehari porsi sedang, minum 3-5 gelas air setiap hari
Selama di RS : makan 3x sehari porsi kecil, minum 6-8 gelas air setiap hari
4. Pola Eliminasi
Sebelum di RS : BAB 1x sehari, BAK 4-6x sehari
Selama di RS : BAB 2 hari sekali, BAK 6-8x sehari
5. Pola Gerak dan Keseimbangan Tubuh
Sebelum di RS : pasien aktif dalam melakukan aktifitas
Selama di RS : gerak sangat terbatas, pasien hanya terbaring, ROM menurun
6. Pola Istirahat dan Tidur
Sebelum di RS : tidur siang 1-2 jam, tidur malam 6-7 jam dalam sehari
Selama di RS : tidur siang 1 jam, tidur malam 5-6 jam dalam sehari, sering
terbangun di malam hari
7. Pola Kebersihan Diri
Sebelum di RS : mandi 2x sehari, gosok gigi 2x sehari, keramas 2 hari sekali
Selama di RS : mandi 2x sehari, gosok gigi 2x sehari, keramas 2 hari sekali
8. Pola Koping terhadap Stress
Sebelum di RS : pasien mengalihkan stress dengan bermain bersama cucu
Selama di RS : pasien sering melamun dan sering merengek ingin pulang
9. Pola Seksualitas dan Reproduksi
Sebelum di RS : tidak terkaji
Selama di RS : tidak terkaji
10. Pola Peran
Sebelum di RS : pasien berperan sebagai istri, ibu, dan nenek saat di rumah
Selama di RS : pasien tidak bisa menjalankan perannya dengan baik
11. Kepercayaan dan keyakinan
Sebelum di RS : pasien menganut agama islam dan melakukan sholat 5 waktu
Selama di RS : pasien melakukan sholat 5 waktu di atas tempat tidur

III. PEMERIKSAAN FISIK


1. Keadaan umum : pasien tampak terbaring lemah
2. Kesadaran : compos mentis
3. TTV
Nadi : 100x/ menit
Suhu : 36,7oC
Tensi : 130/90 mmHg
RR : 28x/ menit
4. Mata : konjungtiva pucat, mata simetris, sklera hiperemis
5. Hidung : hidung bersih tidak ada sekret
6. Telinga : telinga bersih tidak ada sekret
7. Bibir dan mulut : mukosa bibir lembab, gigi bersih
8. Leher : tidak ada pembesaran vena jugularis
9. Axila : tidak ada pembesaran kelenjar getah bening
10. Payudara : simetris, tidak ada benjolan
11. Dada
I : tampak simetris, ekspansi dada simetris, takipnea (RR 28x/ menit)
P : tidak ada nyeri tekan
P : perkusi jantung pekak, perkusi paru sonor
A : pernapasan vesikuler
12. Abdomen

I : tidak ada lesi


A : peristaltik usus 8x/ menit
P : perkusi suara timpani
P : tidak ada massa, tidak ada nyeri tekan
13. Punggung : tulang punggung sedikit membungkuk (kifosis)
14. Genetalia dan Anus : tidak terkaji
15. Extremitas : pasien tampak meringis saat berjalan dan ditekuk ketika lutut ditekuk,
lutut dan mata kaki tampak bengkak
16. Kulit : kulit pada lutut dan mata kaki kemerahan

IV. PEMERIKSAAN PENUNJANG


1. Laboratorium

Tanggal Jenis
Hasil Normal Satuan
Pemeriksaan Pemeriksaan
28-09-2020 Hb 11,5 12-14
Haematokrit 34,8 37-43
Leukosit 9.400 4.000-10.000
Trombosit 284.000 150.000-450.000
Eritrosit 3,66 40-46
MCV 95,1 80-90
MCH 31,4 26,5-30,5
Niferensial 63,1 40-80
Segmen 27.7 20-40
Limfosit 9,2 1-10
28-09-2020 GDS sewaktu 90 75-140
GDS puasa 136 75-115
Fungsi ginjal 3,8 2,6-6,1
Kolesterol total 191 <220
HDL 123,7 <150
LDL 56 <200

2. Radiologi : -
3. Therapi :

Tanggal Obat Dosis Rute


28-09-2020 Santagesik 3x1 ampul (tiap 8 jam) IV
Ranitidin 2x1 ampul (tiap 12 jam) IV
MTP 62,5 mg IV
Gabapetin 3x1 Oral
Glukosamin 2x100 mg IV
V. ANALISA DATA
NO TGL/JAM SYMTOM ETIOLOGI PROBLEM
1 28-09-2020 DS : Kondisi Nyeri kronis
- Pasien mengeluh nyeri muskuloskeletal
- Pasien mengatakan hanya tidur 5-6 jam/ hari kronis Katergori: Psikologis
Subkategori: Nyeri dan
- Pengkajian Nyeri
keamanan
P : berjalan, kaki ditekuk Hlm. 174
Q : kemeng-kemeng, seperti tertusuk-tusuk D.0078

R : kaki kanan bagian lutut dan mata kaki


S : 7 (1-10)
T : terus menerus
DO :
- pasien tampak meringis saat berjalan dan ditekuk ketika
lutut ditekuk
- pasien gelisah
- pasien hanya terbaring lemah tidak melakukan aktivitas
- pola tidur berubah
- lutut dan mata kaki tampak bengkak dan kemerahan
- nadi meningkat (100x/ menit)
- tekanan darah meningkat (135/90 mmHg)
- pola napas berubah (28x/ menit)
- pasien makan dengan porsi sedikit
2. 28-09-2020 DS : Kekakuan sendi, Gangguan mobilitas fisik
- Pasien mengatakan kaki nyeri saat berjalan dan kaku saat ganggguan
ditekuk (sulit digerakkan) muskuloskeletal, Katergori: Fisiologis
- Pasien mengatakan tidak bisa melakukan aktivitas seperti nyeri Subkategori: Aktivitas dan
pada waktu sehat. Istirahat
DO : Hlm. 124
- Kekuatan otot menurun D.0054
- Pasien tampak terbaring di tempat tidur (ROM menurun)
- Pasien melakukan aktivitas berpindah dengan dibantu
3. 28-09-2020 DS : Nyeri, hambatan Gangguan pola tidur
- Pasien mengatakan tidur siang paling lama 1 jam, biasanya lingkungan
1-2 jam. Katergori: Fisiologis
- Pasien mengatakan tidur malam 5-6 jam, biasanya 6-7 jam. Subkategori: Aktivitas dan
- Pasien mengatakan tidak bisa melakukan aktivitas seperti Istirahat
pada waktu sehat. Hlm. 126
- Pasien mengatakan kesulitan memulai tidur D.0055
- Pasien mengatakan sering terbangun di malam hari
DO
- konjungtiva anemis
- sklera hiperemis
- Pasien melakukan aktivitas dengan dibantu
VI. DIAGNOSA KEPERAWATAN DAN PRIORITAS DIAGNOSA

NO TGL/JAM DIAGNOSA PRIORITAS


1. 28-09-2020 - Nyeri berhubungan dengan kondisi muskuloskeletal kronis dibuktikan dengan pasien 1
14.00 mengeluh nyeri, tampak meringis, gelisah, dan tidak mampu menuntaskan aktivitas.
2. 28-09-2020 Gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan ostheoarthritis dibuktikan dengan 2
14.05 kekakuan sendi, gangguan muskuloskeletal, dan nyeri dibuktikan dengan pasien
mengeluh sulit menggerakkan ekstermitas, kekuatan otot menurun, dan ROM menurun.
3. 28-09-2020 Gangguan pola tidur berhubungan dengan nyeri dan hambatan lingkungan dibuktikan 3
14.15 dengan pasien mengeluh sulit tidur, sering terjaga, pola tidur berubah, dan istirahat
tidak cukup.

VII.RENCANA KEPERAWATAN

NO
TGL/JAM TUJUAN & KRITERIA HASIL INTERVENSI
DP
1 28-09-2020 Setelah dilakukan tindakan keperawatan Managemen nyeri
14.30 selama 3x 24 jam diharapkan: 1. Identifikasi lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, dan
Tingkat nyeri (L.08066) menurun intensitas nyeri
dengan kriteria hasil: 2. Identifikasi skala nyeri
1. Keluhan nyeri menurun 3. Identifikasi respons nyeri non verbal
2. Meringis menurun 4. Identifikasi faktor yang memperberat dan memperingan nyeri
3. Kesulitan tidur menurun 5. Identifikasi pengaruh nyeri terhadap kualitas hidup
4. Frekuensi nadi membaik 6. Monitor keberhasilan terapi komplementer yang sudah
5. Pola napas membaik dibersihkan
6. Tekanan darah membaik 7. Monitor efek samping penggunaan analgetik
7. Napsu makan membaik 8. Kontrol lingkungan yang memperberat nyeri (kebisingan)
8. Pola tidur membaik 9. Berikan teknik nonfarmakologis untuk mengurangi rasa nyeri
seperti terapi relaksasi, terapi pijat dan kompres hangat
Kontrol nyeri (l.08063) meningkat 10.Ajarkan teknik nonfarmakologis untuk mengurangi rasa nyeri.
dengan kriteria hasil: 11.Kolaborasi pemberian analgetik, jp
1. Melaporkan nyeri terkontrol
meningkat Terapi relaksasi
2. Kemampuan menggunakan teknik 1. Identifikasi teknik relaksasi yang pernah efektif digunakan
non-farmakologis 2. Identifikasi kesediaan, kemampuan, dan penggunaan teknik
3. Keluhan nyeri menurun sebelumnya
3. Periksa ketegangan otot, frekuensi nadi, tekanan darah, suhu
sebelum dan sesudah latihan
4. Berikan informasi tentang persiapam dam prosedur teknik
relaksasi
5. Gunakan relaksasi sebagai strategi penunjang dengan analgetik
atau tindakan medis lain, jika sesuai
6. Jelaskan tujuan, manfaat, batasan, dan jenis relaksasi yang
tersedia (musik, meditasi, napas dalam)
7. Anjurkan untuk mengambil posisi nyaman
8. Anjurkan sering mengulangi atau melatih teknik yang dipilih
9. Demonstrasikan dan latih teknik relaksasi (napas dalam,
peregangan, atau imaginasi terbimbing)

2 28-09-2020 Setelah dilakukan tindakan keperawatan Dukungan ambulasi


14.10 selama 3x 24 jam diharapkan: 1. Identifikasi adanya nyeri atau keluhan fisik lainnya
Mobilitas fisik (L.05042) meningkat 2. Identifikasi tolerasi fisik melakukan ambulasi
dengan kriteria hasil: 3. Monitor frekuensi jantung dan tekanan darah sebelum dab
1. Pergerakan ekstermitas meningkat sesudah ambulasi
2. Nyeri menurun 4. Fasilitasi aktivitas ambulasi dengan alat bantu (kruk, tongkat)
3. Kaku sendi menurun 5. Libatkan keluarga untuk membantu Pasien meningkatkan
ambulasi
Pergerakan sendi (L.05044) meningkat 6. Jelaskan tujkuan dan prosedur ambulasi
dengan kriteria hasil: 7. Anjurkan melakukan ambulasi dini
1. Pergerakan sendi lutut (kanan) 8. Ajarkan ambulasi yang sederhana yang harus dilakukan (berjalan
meningkst dari tempat tidur ke kamar mandi, berjalan sesuai toleransi)

3 28-09-2020 Setelah dilakukan tindakan keperawatan Dukungan tidur


14.20 selama 3x 24 jam diharapkan: 1. Identifikasi pola aktivitas dan tidur
Pola tidur (L.05045) membaik dengan 2. Identifikasi faktor pengganggu tidur
kriteria hasil: 3. Fasilitasi menghilangkan stress sebelum tidur
1. Keluhan sulit tidur menurun 4. Tetapkan jadwal tidur rutin
2. Keluhan sering terjaga menurun 5. Lakukan prosedur untuk meningkatkan kenyamanan (pijat,
3. Keluhan tidak puas tidur menurun pengaturan posisi)
4. Keluhan pola tidur berubah menurun 6. Jelaskan pentingnya tidur cukup selama sakit
5. Kermampusn beraktivitas meningkat 7. Ajarkan relaksasi otot autogenik atau cara farmakologi lainnya

Status kenyamanan (L.08064) meningkat


dengan kriteria hasil:
1. Kesejahteraan psikologis meningkat
2. Keluhan tidak nyaman menurun
3. Keluhan sulit tidur menurun
4. Pola tidur membaik
VIII. IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

NO
TGL/JAM IMPLEMENTASI EVALUASI TTD/NAMA
DP
1 28-09-2020 Managemen nyeri S: Villa
14.30 1. Mengidentifikasi lokasi, karakteristik, durasi, - Pasien mengatakan nyeri cukup
frekuensi, kualitas, dan intensitas nyeri menurun (skala 5)
2. Mengidentifikasi skala nyeri - Pasien mengatakan semalam kurang
3. Mengidentifikasi respons nyeri non verbal tidur
4. Mengidentifikasi faktor yang memperberat dan - Pasien mengatakan mengantuk
memperingan nyeri - Pasien mengatakan hanya makan ½
5. Mengidentifikasi pengaruh nyeri terhadap porsi siang tadi
kualitas hidup - Pasien melaporkan belum dapat
6. Memonitor keberhasilan terapi komplementer mengontrol nyeri
yang sudah dibersihkan O:
7. Memonitor efek samping penggunaan - Pasien tampak meringis saat melipat
analgetik kaki
8. Mengontrol lingkungan yang memperberat - N : 94X/ menit
nyeri (kebisingan) - RR : 24x/ menit
9. Memberikan teknik nonfarmakologis untuk - TD : 130/90 mmHg
mengurangi rasa nyeri seperti terapi relaksasi, A: Masalah belum teratasi.
terapi pijat dan kompres hangat P:
10. Mengajarkan teknik nonfarmakologis untuk Lanjutkan intervensi
mengurangi rasa nyeri. Managemen nyeri
11. Berkolaborasi pemberian analgetik, jp 1. Monitor keberhasilan terapi
komplementer yang sudah
Terapi relaksasi dibersihkan
1. Mengidentifikasi teknik relaksasi yang pernah 2. Monitor efek samping penggunaan
efektif digunakan analgetik
2. Mengidentifikasi kesediaan, kemampuan, dan 3. Kontrol lingkungan yang
penggunaan teknik sebelumnya memperberat nyeri (kebisingan)
3. Memeriksa ketegangan otot, frekuensi nadi, 4. Ajarkan teknik nonfarmakologis
tekanan darah, suhu sebelum dan sesudah untuk mengurangi rasa nyeri.
latihan 5. Kolaborasi pemberian analgetik, jp
4. Memberikan informasi tentang persiapam dam
prosedur teknik relaksasi Terapi relaksasi
5. Menggunakan relaksasi sebagai strategi 1. Identifikasi teknik relaksasi yang
penunjang dengan analgetik atau tindakan pernah efektif digunakan
medis lain, jika sesuai 2. Gunakan relaksasi sebagai strategi
6. Menjelaskan tujuan, manfaat, batasan, dan penunjang dengan analgetik atau
jenis relaksasi yang tersedia (musik, meditasi, tindakan medis lain, jika sesuai
napas dalam) 3. Anjurkan untuk mengambil posisi
7. Menganjurkan untuk mengambil posisi nyaman
nyaman 4. Anjurkan sering mengulangi atau
8. Menganjurkan sering mengulangi atau melatih melatih teknik yang dipilih
teknik yang dipilih
9. Mendemonstrasikan dan latih teknik relaksasi
(napas dalam, peregangan, atau imaginasi
terbimbing)

2 28-09-2020 Dukungan ambulasi S: Villa


16.20 1. Mengidentifikasi adanya nyeri atau keluhan - Pasien mengatakan melakukan
fisik lainnya aktivitas berjalan dengan dibantu
2. Mengidentifikasi tolerasi fisik melakukan keluarga
ambulasi - Pasien mengatakan sakit jika lutut
3. Memonitor frekuensi jantung dan tekanan ditekuk
darah sebelum dab sesudah ambulasi - Pasien mengatakan nyeri cukup
4. Memfasilitasi aktivitas ambulasi dengan alat berkurang (skala 5)
bantu (kruk, tongkat) O:
5. Melibatkan keluarga untuk membantu Pasien - Bengkak dan kemerahan pada kaki
meningkatkan ambulasi berkurang
6. Menjelaskan tujkuan dan prosedur ambulasi - Pasien tampak meringis saat berjalan
7. Menganjurkan melakukan ambulasi dini dan lutut ditekuk
8. Mengajarkan ambulasi yang sederhana yang A: Masalah belum teratasi
harus dilakukan (berjalan dari tempat tidur ke P:
kamar mandi, berjalan sesuai toleransi) Lanjutkan intervensi
Dukungan ambulasi
1. Identifikasi tolerasi fisik melakukan
ambulasi
2. Monitor frekuensi jantung dan
tekanan darah sebelum dab sesudah
ambulasi
3. Fasilitasi aktivitas ambulasi dengan
alat bantu (kruk, tongkat)
4. Libatkan keluarga untuk membantu
Pasien meningkatkan ambulasi

3 28-09-2020 Dukungan tidur S: Villa


20.00 1. Mengidentifikasi pola aktovitas dan tidur - Pasien mengeluh sulit tidur
2. Mengidentifikasi faktor pengganggu tidur - Pasien mengeluh sering terbangun di
3. Memfasilitasi menghilangkan stress sebelum malam hari
tidur - Pasien mengeluh masih mengantuk
4. Menetapkan jadwal tidur rutin - Pasien mengeluh pola tidurnya tidak
5. Melakukan prosedur untuk meningkatkan menentu
kenyamanan (pijat, pengaturan posisi) O:
6. Menjelaskan pentingnya tidur cukup selama - Konjungtiva anemis
sakit - Sklera hiperemis
7. Mengajarkan relaksasi otot autogenik atau cara - Pasien tampak menguap berulang kali
farmakologi lainnya A: Masalah belum teratasi
P:
Lanjutkan intervensi
Dukungan tidur
1. Identifikasi pola aktivitas dan tidur
2. Fasilitasi menghilangkan stress
sebelum tidur
3. Lakukan prosedur untuk
meningkatkan kenyamanan (pijat,
pengaturan posisi)
4. Ajarkan relaksasi otot autogenik atau
cara farmakologi lainnya

1 29-09-2020 Managemen nyeri S: Villa


14.15 6. Memonitor keberhasilan terapi komplementer - Pasien mengatakan nyeri menurun
yang sudah dibersihkan (skala 4)
7. Memonitor efek samping penggunaan - Pasien mengatakan semalam masih
analgetik sering terbangun
8. Mengontrol lingkungan yang memperberat - Pasien mengatakan sedikit
nyeri (kebisingan) mengantuk.
9. Mengajarkan teknik nonfarmakologis untuk - Pasien mengatakan hanya makan ½
mengurangi rasa nyeri. porsi pagi dan siang tadi
10. Berkolaborasi pemberian analgetik, jp - Pasien melaporkan dapat mengontrol
nyeri terkontrol meningkat
Terapi relaksasi - Pasien mengatakan keluarganya
5. Mengidentifikasi teknik relaksasi yang pernah beberapa kali memberikan kompres
efektif digunakan hangat
6. Menggunakan relaksasi sebagai strategi O:
penunjang dengan analgetik atau tindakan - Pasien masih tampak meringis saat
medis lain, jika sesuai melipat kaki
7. Menganjurkan untuk mengambil posisi - N : 90x/ menit
nyaman - RR : 22x/ menit
8. Menganjurkan sering mengulangi atau melatih - TD : 130/90 mmHg
teknik yang dipilih A: Masalah belum teratasi.
P:
Lanjutkan intervensi
Managemen nyeri
1. Monitor keberhasilan terapi
komplementer yang sudah
dibersihkan
2. Monitor efek samping penggunaan
analgetik
3. Kontrol lingkungan yang
memperberat nyeri (kebisingan)
4. Kolaborasi pemberian analgetik, jp

Terapi relaksasi
1. Identifikasi teknik relaksasi yang
pernah efektif digunakan
2. Anjurkan sering mengulangi atau
melatih teknik yang dipilih
2 29-09-2020 Dukungan ambulasi S: Villa
16.30 1. Mengidentifikasi adanya nyeri atau keluhan - Pasien mengatakan melakukan
fisik lainnya aktivitas berjalan mandiri dibantu
2. Mengidentifikasi tolerasi fisik melakukan dengan tongkat
ambulasi - Pasien mengatakan masih sakit jika
3. Memonitor frekuensi jantung dan tekanan lutut ditekuk
darah sebelum dab sesudah ambulasi - Pasien mengatakan nyeri cukup
4. Memfasilitasi aktivitas ambulasi dengan alat berkurang (skala 4)
bantu (kruk, tongkat) O:
5. Melibatkan keluarga untuk membantu Pasien - Bengkak dan kemerahan pada kaki
meningkatkan ambulasi berkurang
6. Menjelaskan tujkuan dan prosedur ambulasi - Pasien tampak meringis saat berjalan
7. Menganjurkan melakukan ambulasi dini dan lutut ditekuk
8. Mengajarkan ambulasi yang sederhana yang A: Masalah belum teratasi
harus dilakukan (berjalan dari tempat tidur ke P:
kamar mandi, berjalan sesuai toleransi) Lanjutkan intervensi
Dukungan ambulasi
1. Identifikasi tolerasi fisik melakukan
ambulasi
2. Monitor frekuensi jantung dan
tekanan darah sebelum dab sesudah
ambulasi
3. Fasilitasi aktivitas ambulasi dengan
alat bantu (kruk, tongkat)
4. Libatkan keluarga untuk membantu
Pasien meningkatkan ambulasi

3 29-09-2020 Dukungan tidur S: Villa


20.20 1. Mengidentifikasi pola aktovitas dan tidur - Pasien mengatakan semalam bisa
2. Mengidentifikasi faktor pengganggu tidur tidur dengan pulas
3. Memfasilitasi menghilangkan stress sebelum - Pasien mengatakan semalam hanya
tidur terbangun sekali untuk BAK
4. Menetapkan jadwal tidur rutin - Pasien mengatakan puas dengan
5. Melakukan prosedur untuk meningkatkan tidurnya semalam
kenyamanan (pijat, pengaturan posisi) O:
6. Menjelaskan pentingnya tidur cukup selama - Konjungtiva kemerahan
sakit - Sklera putih
7. Mengajarkan relaksasi otot autogenik atau cara A: Masalah sudah teratasi
farmakologi lainnya P: Hentikan intervensi.

1 30-09-2020 Managemen nyeri S: Villa


09.00 1. Mengidentifikasi lokasi, karakteristik, durasi, - Pasien mengatakan nyeri menurun.
frekuensi, kualitas, dan intensitas nyeri - Pasien mengatakan semalam masih
2. Mengidentifikasi skala nyeri sering terbangun.
3. Mengidentifikasi respons nyeri non verbal - Pasien mengatakan sedikit
4. Mengidentifikasi faktor yang memperberat dan mengantuk.
memperingan nyeri - Pasien mengatakan hanya makan ½
5. Mengidentifikasi pengaruh nyeri terhadap porsi pagi dan siang tadi.
kualitas hidup - Pasien melaporkan dapat mengontrol
6. Memonitor keberhasilan terapi komplementer nyeri terkontrol meningkat
yang sudah dibersihkan - Pasien mengatakan keluarganya
7. Memonitor efek samping penggunaan beberapa kali memberikan kompres
analgetik hangat
8. Mengontrol lingkungan yang memperberat - Pasien mengatakan sudah bisa
nyeri (kebisingan) melakukan teknik relaksasi napas
9. Memberikan teknik nonfarmakologis untuk dalam
mengurangi rasa nyeri seperti terapi relaksasi, O:
terapi pijat dan kompres hangat - Pasien masih tampak meringis saat
10. Mengajarkan teknik nonfarmakologis untuk melipat kaki
mengurangi rasa nyeri. - N : 90x/ menit
11. Berkolaborasi pemberian analgetik, jp - RR : 22x/ menit
- TD : 130/90 mmHg
Terapi relaksasi A: Masalah belum teratasi.
1. Mengidentifikasi teknik relaksasi yang pernah P:
efektif digunakan Lanjutkan intervensi
2. Mengidentifikasi kesediaan, kemampuan, dan Managemen nyeri
penggunaan teknik sebelumnya 1. Monitor keberhasilan terapi
3. Memeriksa ketegangan otot, frekuensi nadi, komplementer yang sudah
tekanan darah, suhu sebelum dan sesudah dibersihkan
latihan 2. Monitor efek samping penggunaan
4. Memberikan informasi tentang persiapam dam analgetik
prosedur teknik relaksasi 3. Kontrol lingkungan yang
5. Menggunakan relaksasi sebagai strategi memperberat nyeri (kebisingan)
penunjang dengan analgetik atau tindakan 4. Kolaborasi pemberian analgetik, jp
medis lain, jika sesuai
6. Menjelaskan tujuan, manfaat, batasan, dan Terapi relaksasi
jenis relaksasi yang tersedia (musik, meditasi, 1. Identifikasi teknik relaksasi yang
napas dalam) pernah efektif digunakan
7. Menganjurkan untuk mengambil posisi 2. Anjurkan sering mengulangi atau
nyaman melatih teknik yang dipilih
8. Menganjurkan sering mengulangi atau melatih
teknik yang dipilih
9. Mendemonstrasikan dan latih teknik relaksasi
(napas dalam, peregangan, atau imaginasi
terbimbing)
2 30-09-2020 Dukungan ambulasi S: Villa
10.00 1. Mengidentifikasi adanya nyeri atau keluhan - Pasien mengatakan melakukan
fisik lainnya aktivitas berjalan mandiri dibantu
2. Mengidentifikasi tolerasi fisik melakukan dengan tongkat
ambulasi - Pasien mengatakan masih sakit jika
3. Memonitor frekuensi jantung dan tekanan lutut ditekuk
darah sebelum dab sesudah ambulasi - Pasien mengatakan nyeri cukup
4. Memfasilitasi aktivitas ambulasi dengan alat berkurang (skala 4)
bantu (kruk, tongkat) O:
5. Melibatkan keluarga untuk membantu Pasien - Bengkak dan kemerahan pada kaki
meningkatkan ambulasi berkurang
6. Menjelaskan tujkuan dan prosedur ambulasi - Pasien tampak meringis saat berjalan
7. Menganjurkan melakukan ambulasi dini dan lutut ditekuk
8. Mengajarkan ambulasi yang sederhana yang A: Masalah belum teratasi
harus dilakukan (berjalan dari tempat tidur ke P:
kamar mandi, berjalan sesuai toleransi) Lanjutkan intervensi
Dukungan ambulasi
1. Identifikasi tolerasi fisik melakukan
ambulasi
2. Monitor frekuensi jantung dan
tekanan darah sebelum dab sesudah
ambulasi

Anda mungkin juga menyukai