Anda di halaman 1dari 8

SATUAN ACARA PENYULUHAN

CKR (Cidera Kepala Ringan)

Topik :

Pokok Bahasan :

Sasaran :

Tempat; :

Hari/Tanggal :

Waktu :

A. Tujuan Instruksional Umum


Setelah mendapat penyuluhan, sasaran mampu memahami daan mengaplikasikan materi
penyuluhan dalam kehidupan sehari-hari
Tujuan instruksional Khusus
Setelah menndapatkan penyuluhan masyarakat mampu:
1. Memahami pengertian CKR
2. Mengenali tanda dan gejala CKR
3. Memahami factor penyebab CKR
4. Mengetahui komplikasi CKR
5. Mengetahui cara pengobatan CKR
6. Mengetahui cara pencegahan terhadap CKR
B. Sasaran
C. Setting tempat

Keterangan :

: Pembimbing : Moderator

: Pemateri : Fasilitator

: Peserta : Observer

D. Materi
(terlampir)
E. Materi
(Terlampir)
F. Media
Leflet
G. Metode
Ceramah dan Tanya jawab
H. Kegiatan Penyuluhan

No Waktu Kegitan Penyuluhan Kegiatan Keluarga


5 menit Pembukaan:  Menjawab salam
 Mengucapkan salam  Mendengarkan
 Menjelaskan nama dan akademik  Menjawab
 Menjelaskan topic dan tujuan pendidikan
kesehatan
 Menanyaka kesiapan keluarga

25 menit Pelaksanaan:  Mendengarkan


1. Penyampaian materi  Menjawab
 Pengertian CKR
 Tanda dan Gejala CKR
 Penyebab CKR
 Pengobatan CKR
 Pencegahan CKR
 Makanan yang dihindari
 Makanan yang di anjurkan
 Pengobatan tradisional ubtuk CKR
2. Memberikan kesempatan keluarga untuk
bertanya mengenai materi yang di sampaikan

10 menit Evaluasi  Menjawab


 Menyakan kembali hal-hal yang sudah dijelskan  Meredemonstrasi
mengenai CKR
 Memberikan kesempatan keluarga
mendemonstrasikan pembuatan obat
tradisional

5 menit Penutup  Mendengarkan


 Menutup pertemuan dengan menyimpulkan  Menjawab salam
materi yang telah di bahas
 Memberikan salam penutup
 Pemeriksaan-pemeriksaa tekanan darah
I. Kriteria Hasil

1. Evaluasi Struktur

 Laporan telah dikoordinasi sesuai rencana


 60% peserta menghadiri penyuluhan
 Tempat, media dan alat penyuluhan sesuai rencana
2. Evaluasi Proses
 Peran dan tugas mahasiswa sesuai dengan perencanaan
 Waktu yang dilaksanakan sesuai pelaksanaan
 70% peserta aktif dalam kegiatan penyuluhan
 70% peserta tidak meninggalkan ruangan selama penyuluhan
3. Evaluasi Hasil
Peserta mampu:

a. Menyebutkan pengertian cedera kepala dengan bahasa sendiri.


b. Menyebutkan penyebab cedera kepala
c. Menjelaskan tanda-tanda dari cedera kepala
d. Menjelaskan komplikasi dari cedera kepala
e. Menyebutkan penatalaksanaan dari cedera kepala
MATERI PENYULUHAN

A. PENGERTIAN

Cedera kepala adalah trauma pada otak yang diakibatkan oleh kekuatan eksternal yang
menyebabkan gangguan kesadaran tanpa terputusnya kontinuitas otak. Cedera dapat terjadi di
tempat benturan maupun pada dasar tengkorak.

Cedera kepala adalah suatu trauma yang mengenai daerah kulit kepala, tulang tengkorak
atau otak yang terjadi akibat injury baik secara langsung maupun tidak langsung pada kepala
(Suriadi & Rita Yuliani, 2001).

Cedera kepala adalah suatu gangguan trauma fungsi yang disertai/tanpa disertai
perdarahan intertitial dalam substansi otak tanpa diikuti terputusnya kontinuitas otak
(Syamsuhidayat dan De Jong, 1997).

Cedera kepala merupakan adaya pukulan/benturan mendadak pada kepala dengan atau
tanpa kehilangan kesadaran (Susan Martin, 1999).

Dari beberapa pengertian diatas, bahwa akibat dari cedera kepala adalah :

1. Gangguan kesadaran
2. Injury baik secara langsung maupun tidak langsung pada kepala
3. Gangguan fungsi otak
4. Perdarahan di dalam otak

B. PENYEBAB CEDERA KEPALA

Dari beberapa sumber didapatkan bahwa penyebab dari cedera kepala, antara lain :

1. Kecelakaan, jatuh, kecelakaan kendaraan bermotor / sepeda/ mobil


2. Kecelakaan pada saat berolah raga,
3. Proses kelahiran, seperti vakum, forsep
4. Cedera akibat kekerasan
C. TANDA-TANDA CEDERA KEPALA

1. Gangguan kesadaran
2. Konfusi
3. Abnormalitas pupil
4. Awitan tiba-tiba defisit neurologis
5. Perubahan TTV
6. Gangguan pergerakan
7. Gangguan penglihatan dan pendengaran
8. Disfungsi sensori
9. Kejang otot
10. Sakit kepala
11. Vertigo
12. Kejang
13. pucat
14. Mual, muntah
15. Iritabel
16. Terdapat hematom
17. Kecemasan
18. Sukar dibangunkan
19. Bila ada fraktur, mungkin adanya cairan serebrospinal yang keluar dari hidung
(rhinnorrohea) dan telinga (otorrohea) bila fraktur tulang temporal.

D. KOMPLIKASI CEDERA KEPALA

a. Hemorrhagi
b. Infeksi
c. Edema pulmonal
d. Hernisiasi
e. Bocornya LCS
f. Gangguan mobilisasi
g. Hipovolemi
h. Kejang
i. Hiperthermi

E. PENATALAKSANAAN CEDERA KEPALA

a. Tindakan terhadap penalaksanaan peningkatan TIK


1. Mempertahankan oksigenasi adekuat.
2. Pemberian manitol untuk menurunkan edema serebral.
3. Hiperventilasi
4. Penggunaan steroid
5. Meninggikan kepala tempat tidur
6. Kemungkinan intervensi bedah neuro untuk evakuasi bekuan darah.
b. Tindakan pendukung lain
1. Ventilasi
2. Pencegahan kejang dengan antikonvulsan
3. Pemeliharaan cairan dan elektrolit
4. Keseimbangan nutrisi
5. Mempertahankan jalan nafas.

Penatalaksanaan Umum

a. Airway
 Pertahankan kepatenan jalan napas
 Atur posisi : posisi kepala flat dan tidak miring ke satu sisi untuk mencegah penekanan
/bendungan pada vena jugularis.
 Cek adanya pengeluaran cairan dari hidung, telinga, dan mulut.
 Pengisapan secret (dibatasi bila peningkatan TIK)
b. Breathing
 Kaji pola nafas, frekuensi, irama napas, kedalaman
 Monitoring ventilasi : pemeriksaan AGD, saturasi O2 , distress pernapasan
 Perawatan trakeostomi
c. Circulation
 Kaji keadaan perfusi jaringan perifer (akral, nadi, capillary refill, sianosis pada kuku,
bibir)
 Monitor tingkat kesadaran, GCS, periksa pupil, ukuran, refleksi terhadap cahaya.
 Monitor TTV
 Pemberian cairan dan elektrolit
 Monitoring intake dan output
 Monitoring EKG
d. Memaksimalkan fungsi serebral / perfusi
 Pengaturan posisi anatomis
 Mengatasi demam
 Meningkatkan sirkulasi serebral
 Pembatasan aktivitas
 Mengurangi stimulasi eksternal
e. Meminimalkan komplikasi
f. Mengoptimalkan fungsi otak
g. Menyokong proses pemulihan dan koping
Penatalaksanaan Khusus

a. Konservatif : dengan pemberian manitol/glisering, furosemid, steroid.


b. Operatif : tindakan kraniotomi, pemasangan drein, shunting prosedur.
c. Monitoring TIK yang ditandai dengan sakit kepala berat, muntah proyektil dan papil edema.
d. Pemberian nutrisi/diet.