Anda di halaman 1dari 5

an (Animalia)

Rentang fosil: Ediacaran - Sekarang

Dari kiri ke kanan mulai dari atas-kiri: spons, kelompok hewan lunak, kelompok hewan berongga, siput, kaki seribu, bintang ular, capung, bulu babi, ikan cupang, biawak komodo, kodok tegalan, jalak bali, macan tutul jawa, kakatua maluku, jerapah, badak jawa, tarsius, dan kuskus.

Klasifikasi ilmiah Domain: Kerajaan: Eukaryota Animalia


Linnaeus, 1758

(tidak termasuk) klad Opisthokonta

Fila

Anak kerajaan Parazoa o Filum Porifera Filum Placozoa Anak kerajaan Eumetazoa o Radiata (non-peringkat) Filum Ctenophora Filum Cnidaria o Bilateria (non-peringkat) Filum Orthonectida Filum Rhombozoa Filum Acoelomorpha Filum Chaetognatha Superfilum Deuterostomia Filum Chordata (vertebrata dan kerabatnya) Filum Hemichordata

Filum Echinodermata (bintang laut dan kerabatnya) Filum Xenoturbellida Filum Vetulicolia (sudah punah) Protostomia (non-peringkat) Superfilum Ecdysozoa Filum Kinorhyncha Filum Loricifera Filum Priapulida Filum Nematoda (cacing gilig) Filum Nematomorpha Filum Lobopodia Filum Onychophora Filum Tardigrada Filum Arthropoda (serangga, krustasea) Superphylum Platyzoa Filum Platyhelminthes (cacing pipih) Filum Gastrotricha Filum Rotifera Filum Acanthocephala Filum Gnathostomulida Filum Micrognathozoa Filum Cycliophora Superfilum Lophotrochozoa Filum Sipuncula Filum Hyolitha (sudah punah) Filum Nemertea Filum Phoronida Filum Bryozoa Filum Entoprocta Filum Brachiopoda Filum Mollusca (hewan lunak: siput, kerang, cumi-cumi) Filum Annelida (cacing tanah dan lintah) Filum Echiura

Hewan atau binatang adalah kelompok organisme yang diklasifikasikan dalam kerajaan Animalia atau Metazoa, adalah salah satu dari berbagai makhluk hidup di bumi. Sebutan lainnya adalah fauna dan margasatwa (atau satwa saja). Hewan dalam pengertian sistematika modern mencakup hanya kelompok bersel banyak (multiselular) dan terorganisasi dalam fungsi-fungsi yang berbeda (jaringan), sehingga kelompok ini disebut juga Histozoa. Semua binatang heterotrof, artinya tidak membuat energi sendiri, tetapi harus mengambil dari lingkungan sekitarnya.

Daftar isi
[sembunyikan]

1 etimologi 2 Posisi hewan dalam sistematika 3 Ciri-Ciri hewan 4 Perkembangan Hewan 5 Klasifikasi Hewan o 5.1 Tulang Belakang o 5.2 Simetri Tubuh o 5.3 Lapisan Tubuh o 5.4 Filum o 5.5 Makanan o 5.6 Suhu 6 Lihat pula 7 Referensi

[sunting] etimologi
Kata "binatang" merupakan nama bahasa Melayu/Lar. "Hewan" adalah pinjaman dari bahasa Arab, ( haiwan) yang berarti sama. Kata "satwa" adalah pinjaman dari bahasa Sanskerta yang berarti "makhluk". Bentuk kata "fauna", pinjaman dari bahasa Inggris, dipakai dalam lingkup keilmiahan atau pendidikan.

[sunting] Posisi hewan dalam sistematika


Dalam sistematika awal, binatang mencakup banyak organisme bersel tunggal yang dikelompokkan sebagai Protozoa karena sifat heterotrof dan bergerak aktif (motil). Pengelompokan ini terus dianut hingga pertengahan abad ke-20 dan hingga sekarang masih dipakai untuk kepentingan praktis. Ketika orang mulai menganggap bahwa organisme bersel satu tidak memiliki organisasi jaringan, dibentuklah kelompok Protista yang menghimpun semua organisme sederhana yang berperilaku mirip binatang (bergerak, heterotrof). Perkembangan biologi sejak paruh akhir abad ke-20 telah menunjukkan bahwa banyak organisme bersel satu tidak dapat lagi dipertahankan sebagai binatang. Ke dalam "binatang" dimasukkan semua organisme bersel banyak yang sel spermanya memiliki kesamaan struktur dengan koanosit, suatu sel generatif primitif. Selain itu, penerapan konsep evolusi dan kladistik telah mengubah banyak organisasi sistematika hewan. Proses reklasifikasi ini sampai sekarang masih terus berjalan.

[sunting] Ciri-Ciri hewan


Hewan mempunyai daya gerak, cepat tanggap terhadap rangsangan eksternal, tumbuh mencapai besar tertentu, memerlukan makanan bentuk kompleks dan jaringan tubuhnya lunak. Perbedaan itu berlaku secara umum, tentu saja ada kelainan-kelainannya. Tiap

individu, baik pada hewan uniselular maupun pada hewan multiselular, merupakan satu unit. Hewan itu berorganisasi, berarti tiap bagian dari tubuhnya merupakan subordinat dari individu sebagai keseluruhan baik sebagai bagian suatu sel maupun seluruh sel. Inilah yang disebut konsep organismal, suatu konsep yang penting dalam biologi.[1] Secara umum berikut ini adalah ciri-ciri hewan: 1. Hewan merupakan organisme eukariota, multiseluler, heterotrofik. Berbeda dengan nutrisi autotrofik pada tumbuhan, hewan memasukkan bahan organik yang sudah jadi, ke dalam tubuhnya dengan cara menelan (ingestion) atau memakan organisme lain, atau memakan bahan organik yang terurai.[2] 2. Sel-sel hewan tidak memiliki dinding sel yang menyokong tubuh dengan kuat, seperti pada tumbuhan atau jamur. Komponen terbesar sel-sel hewan terdiri atas protein struktural kolagen.[2] 3. Keunikan hewan yang lain adalah adanya dua jaringan yang bertanggung jawab atas penghantaran impuls dan pergerakan, yaitu jaringan saraf dan jaringan otot sehingga dapat bergerak secara aktif.[2] 4. Sebagian besar hewan bereproduksi secara seksual, dengan tahapan diploid yang mendominasi siklus hidupnya.[2] 5. Alat pernapasan pada hewan bermacam-macam tergantung pada temapt hidupya, ada yang bernafas dengan paru-paru seperti kucing, insang seperti ikan, kulit seperti cacing[3], trakea seperti serangga.[4] 6. Memerlukan makanan untuk tumbuh dan bertahan hidup.[3] 7. Tidak mempunyai indra berpikir.[3] 8. Dapat dikendali untuk manusia (hewan piaraan / sirkus).[3] 9. Kehidupan dapat berakhir (mati)[3]

[sunting] Perkembangan Hewan


Menurut para ahli, terbentuknya hewan-hewan di muka bumi ini dimulai dari zigot bersel satu yang mengalami pembelahan sel dan sel tersebut akan bertambah banyak yang terbentuk menyerupai bola. Bentuk seperti bola tersebut akan mengalami perkembangan, yaitu akan melekuk ke dalam sehingga akan terbentuk dua lapisan, yaitu ektoderm (lapisan luar) dan endoderm (lapisan dalam). Ektoderm dalam masa perkembangannya membentuk bagianbagian tubuh tertentu, yaitu epidermis, kulit, dan sistem saraf, sedangkan lapisan endoderm akan berkembang menjadi sistem pencernaan dan kelenjarnya. Ada beberapa hewan yang berkembang pada tingkat kedua lapisan ini yang dinamakan diplobastik. Adapun yang termasuk golongan hewan ini adalah Porifera dan Coelenterata. Di antara kedua lapisan, yaitu ektoderm dan endoderm akan berkembang dan terbentuk lapisan mesoderm. Lapisan mesoderm akan berkembang membentuk bagian tubuh yang menjadi otot, sistem reproduksi, sistem sirkulasi, dan sistem ekskresi. Golongan hewan yang berkembang pada ketiga tingkat lapisan ini dinamakan triplobastik. Golongan hewan ini adalah Platyhelminthes dan Nemathelminthes.[5] Dari hasil penelitian diketahui pada Platyhelminthes belum mempunyai rongga tubuh, yaitu terlihat tubuhnya padat, tanpa rongga antara usus dan tubuh terluar sehingga digolongkan sebagai triplobastik aselomata (selom = rongga tubuh). Adapun pada Nemathelminthes mempunyai rongga tubuh semu, yaitu mesoderm belum membentuk rongga yang sesungguhnya karena tampak pada mesoderm belum terbagi menjadi lapisan dalam dan lapisan luar, yang dinamakan dengan triplobastik pseudoselomata dan yang mempunyai

rongga tubuh dinamakan triplobastik selomata karena mesodermnya sudah dipisahkan oleh rongga tubuh yang terbentuk menjadi dua lapisan, yaitu dalam dan luar. Termasuk golongan hewan ini adalah Annelida sampai Chordata. Dari uraian di atas dapat diketahui bahwa terbentuknya hewan dimulai dari Protozoa kemudian Porifera, Coelenterata, sampai pada tingkat Mamalia. Jadi, hewan tersebut mengalami perkembangan dari satu sel menjadi banyak sel hingga terbentuk triplobastik aselomata, pseudoselomata, sampai selomata. Hewan yang digolongkan dalam kelompok Avertebrata memiliki persamaan ciri, yaitu tidak mempunyai ruas-ruas tulang belakang (vertebrae). Jika kita

Beri Nilai