0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
46 tayangan10 halaman

Prosedur Aseptis Pencampuran Sediaan Steril

Dokumen tersebut berisi pedoman tentang tugas dispensing steril yang mencakup penjelasan tentang pembagian LAF, teknik aseptis pencampuran sediaan steril, protokol penggunaan peralatan steril seperti pass box dan LAF, penggunaan APD, serta tahapan pencampuran steril mulai dari persiapan, pencampuran, penyimpanan hingga distribusi.

Diunggah oleh

nurul qalby
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
46 tayangan10 halaman

Prosedur Aseptis Pencampuran Sediaan Steril

Dokumen tersebut berisi pedoman tentang tugas dispensing steril yang mencakup penjelasan tentang pembagian LAF, teknik aseptis pencampuran sediaan steril, protokol penggunaan peralatan steril seperti pass box dan LAF, penggunaan APD, serta tahapan pencampuran steril mulai dari persiapan, pencampuran, penyimpanan hingga distribusi.

Diunggah oleh

nurul qalby
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS DISPENSING STERIL

NAMA : NUR AMALIA AM


STAMBUK : 15120190150

FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
MAKASSAR
2020
7. tuliskan dan jelaskan pembagian LAF!
Jawab :
Laminar Air flow (LAF) mempunyai sistem penyaringan ganda yang memiliki
efisiensi tingkat tinggi, sehingga dapat berfungsi sebagai :
- Penyaring bakteri dan bahan-bahan eksogen di udara.
- Menjaga aliran udara yang konstan diluar lingkungan.
- Mencegah masuknya kontaminan ke dalam LAF.
Terdapat dua tipe LAF yang digunakan pada pencampuran sediaan steril yaitu :
1. Aliran Udara Horizontal (Horizontal Air Flow)
Aliran udara langsung menuju ke depan, sehingga petugas tidak terlindungi
dari partikel ataupun uap yang berasal dari ampul atau vial. Alat ini digunakan
untuk pencampuran obat steril non sitostatika.
2. Aliran Udara Vertikal (Vertical Air Flow)
Aliran udara langsung mengalir kebawah dan jauh dari petugas sehingga
memberikan lingkungan kerja yang lebih aman. Untuk penanganan sediaan
sitostatika menggunakan LAF vertikal Biological Safety Cabinet (BSC) kelas
II dengan syarat tekanan udara di dalam BSC harus lebih negatif dari pada
tekanan udara di ruangan.
8. Tuliskan Teknik aseptis pencampuran sediaan steril berdasarkan buku pedoman
yang dikeluarkan kemenkes!
Jawab :
Menurut Pedoman Dasar Dispensing Sediaan Steril, 2009
Langkah – langkah pencampuran sediaan steril secara aseptis adalah :
A. Petugas harus mencuci tangan sesuai SOP
Prosedur Tetap Mencuci Tangan :
1. Basahi tangan dengan air bersih
2. Ambil sabun antiseptic
3. Gosok kedua telapak tangan bagian atas dan bawah serta diantara jarijari
dan kuku selama 20 detik
4. Bilas tangan dengan air mengalir dan bersih selama 10 detik
5. Tutup kran dengan beralaskan lap bersih atau bila memungkinkan dengan
siku
6. Keringkan tangan dengan lap bersih atau pengering listrik
B. Petugas harus menggunakan APD sesuai SOP
C. Masukkan semua bahan melalui Pass Box sesuai SOP
D. Proses pencampuran dilakukan di dalam LAF- BSC sesuai SOP
E. Petugas melepas APD (Alat Pelindug Diri) setelah selesai kegiatan sesuai SOP
9. Tuliskan protap :
a. Berganti pakaian
b. Penggunaan Pass box
c. Penggunaan LAF
d. Penggunaan APD
Jawab :
Menurut Pedoman Dasar Dispensing Sediaan Steril, 2009
a) Berganti pakaian
Prosedur Tetap Berganti Pakaian :
1. Memasuki ruangan steril harus melalui ruangan-ruangan ganti pakaian
dimana pakaian biasa diganti dengan pakaian pelindung khusus untuk
mengurangi pencemaran jasad renik dan partikel.
2. Pakaian steril hendaklah disimpan dan ditangani sedemikian rupa setelah
dicuci dan disterilkan untuk mengurangi rekontaminasi jasad renik dan
debu.
3. Ruangan Ganti Pakaian Pertama :
a. Mula-mula pakain biasa dilepaskan diruang ganti pakaian pertama.
Arloji dan perhiasan dilepaskan dan disimpan atau diserahkan kepada
petugas yang ditunjuk.
b. Pakaian dan sepatu hendaklah dilepas dan disimpan pada tempat yang
telah disediakan.
4. Ruangan Ganti Pakaian Kedua :
a. Petugas hendaklah mencuci tangan dan lengan hingga siku tangan
dengan larutan desinfektan (yang setiap minggu diganti). Kaki
hendaklah dicuci dengan sabun dan air dan kemudian dibasuh dengan
larutan desinfektan.
b. Tangan dan lengan dikeringkan dengan pengering tangan listrik
otomatis. Sepasang pakaian steril diambil dari bungkusan dan dipakai
dengan cara berikut.
c. Penutup kepala hendaklah menutupi seluruh rambut dan diselipkan ke
dalam leher baju terusan. Penutup mulut hendaklah juga menutupi
janggut. Penutup kaki hendaklah menyelubungi seluruh kaki dan
ujung kaki
d. Celana atau baju terusan (overall) diselipkan ke dalam penutup kaki.
Penutup kaki diikat sehingga tidak turun waktu bekerja. Ujung lengan
baju hendaklah diselipkan ke dalam sarung tangan. Kaca mata
pelindung dipakai pada tahap akhir ganti pakaian.
e. Sarung tangan dibasahi dengan alkohol 70 % atau larutan desinfektan
f. Membuka pintu untuk memasuki ruang penyangga udara dan ruang
steril hendaklah dengan menggunakan siku tangan dan mendorongnya.
g. Setiap selesai bekerja dan meninggalkan ruangan steril petugas
melepaskan sarung tangan dan meletakkannya pada wadah yang
ditentukan untuk itu dan mengganti pakaian sebelum keluar dengan
urutan yang berlawanan ketika memasuki ruangan steril.
b) Penggunaan Pass Box
Prosedur Tetap Penggunaan Pass Box :
 Untuk passbox yang dilengkapi dengan UV
1. Hubungkan passbox dengan sumber listrik yang sesuai (jika
passboxnya automatik).
2. Nyalakan passbox dengan menekan tombol ON pada switch, lampu
indikator akan menyala.
3. Jika lampu hijau menyala, pintu passbox dalam keadaan tidak
terkunci, dan siap dibuka.
4. Masukkan alat dan bahan ke dalam passbox.
5. Tutup kembali pintu passbox.
6. Buka pintu passbox dari dalam ruangan steril
7. Keluarkan alat dan bahan dari dalam passbox dengan hati-hati.
 Untuk passbox yang manual
1. Bersihkan passbox sesuai dengan prosedur tetap pembersihan
passbox
2. Buka pintu passbox (pastikan pintu passbox yang berada dalam
ruang steril dalam keadaan tertutup)
3. Masukkan alat dan bahan ke dalam passbox
4. Tutup kembali pintu passbox
5. Buka pintu passbox dari dalam ruangan steril (pastikan pintu
passbox yang satu tetap tertutup)
6. Keluarkan alat dan bahan dari dalam passbox dengan hati-hati
c) Penggunaan LAF
Prosedur Tetap Penggunaan Laminar Air Flow (LAF) :
1. Hubungkan LAF dengan sumber listrik yang sesuai (220 volt)
2. Nyalakan blower dan lampu UV minimal 15 menit sebelum digunakan
3. Matikan lampu UV
4. Buka pintu penutup LAF dan letakkan secara horisontal di atas meja
5. Bersihkan permukaan LAF dengan Iso Propol Alkohol (IPA) atau alkohol
70 % menggunakan lap yang tidak berserat :
a. Dinding : dari atas ke bawah dengan gerakan satu arah
b. Lantai : dari belakang ke depan dengan gerakan satu arah Catatan:
jangan menyemprotkan alkohol langsung ke arah HEPA filter
6. Seka semua bahan dan alat yang akan dimasukkan ke dalam LAF dengan
alkohol 70 %
7. Letakkan bahan dan alat di dalam LAF sesuai tata letak
8. Biarkan 5 menit untuk menghilangkan turbulensi udara
d) Penggunaan APD
Prosedur Tetap Melepaskan Alat Pelindung Diri :
1. Menanggalkan pakaian pelindung :
a. Menanggalkan sarung tangan luar
 Tempatkan jari-jari sarung tangan pada bagian luar manset.
 Angkat bagian sarung tangan luar dengan menariknya ke arah
telapak tangan. Jari-jari sarung tangan luar tidak boleh menyentuh
sarung tangan dalam ataupun kulit.
 Ulangi prosedur dengan tangan lainnya.
 Angkat sarung tangan luar sehingga ujung-ujung jari berada di
bagian dalam sarung tangan.
 Pegang sarung tangan yang diangkat dari dalam sampai seluruhnya
terangkat.
 Buang sarung tangan tersebut ke dalam kantong tertutup.
b. Menanggalkan baju pelindung
 Buka ikatan baju pelindung
 Tarik keluar dari bahu dan lipat sehingga bagian luar terletak di
dalam
 Tempatkan dalam kantong tertutup
2. Tanggalkan tutup kepala dan buang dalam kantong tertutup.
3. Tanggalkan sarung tangan dalam, bagian luar sarung tangan tidak boleh
menyentuh kulit. Buang dalam kantong tertutup.
4. Tempatkan kantong tersebut dalam kointainer buangan sisa.
5. Cuci tangan.
10. Jika fasilitas pada rumah sakit belum memadai maka diberlakukan kondisi
khusus, jelaskan mengenai kondisi tersebut!
Jawab :
Menurut Pedoman Dasar Dispensing Sediaan Steril, 2009
Jika tidak ada fasilitas LAF – BSC untuk pencampuran sediaan steril maka
perlu diperhatikan hal – hal sebagai berikut :
A. Ruangan
 Pilih ruang yang paling bersih, khusus untuk pengerjaan sediaan steril
saja.
 Seluruh pintu dan jendela harus selalu tertutup.
 Tidak ada bak cuci
 Tidak ada rak atau papan tulis yang permanen
 Lantai didesinfeksi setiap hari dengan menggunakan hypoclorite 100
ppm
 Dinding mudah dibersihkan
 Meja kerja harus jauh dari pintu
B. Cara kerja
 Pakai Alat Pelindung Diri (APD)
 Bersihkan meja kerja dengan benar (dengan aquadest kemudian alkohol
70%)
 Tutup permukaan meja kerja dengan alas kemoterapi siapkan seluruh
peralatan
 Seka seluruh alat kesehatan dan wadah obat sebelum digunakan dengan
alkohol 70%
 Lakukan pencampuran secara aseptis
 Seka seluruh alat kesehatan dan wadah obat sesudah digunakan dengan
alkohol 70%
 Buang seluruh bahan yang terkontaminasi kedalam kantong tertutup
 Bersihkan area kerja dengan mencuci dengan detergen dan bilas dengan
aquadest, ulangi 3 kali, terakhir bilas dengan alcohol
 Buang seluruh kassa ke dalam kantong tertutup tempatkan ada kantong
buangan Tanggalkan pakaian pelindung.
11. Tuliskan tahapan pencampuran steril dari :
a. Penyiapan
b. Pencampuran
c. Penyimpanan
d. Distribusi

Jawab :
Menurut Pedoman Obat Suntik Dan Pencampuran Sediaan Sitostatika,
2009
a. Penyiapan
Sebelum menjalankan proses pencampuran obat suntik, perlu dilakukan
langkah langkah sebagai berikut :
1. Memeriksa kelengkapan dokumen dalam bentuk formulir permintaan
dengan prinsip 5 BENAR (benar pasien, obat, dosis, rute dan waktu
pemberian)
2. Memeriksa kondisi obat-obatan yang diterima (nama obat, jumlah,
nomer batch, tgl kadaluarsa), serta melengkapi form permintaan.
3. Melakukan konfirmasi ulang kepada pengguna jika ada yang tidak
jelas atau tidak lengkap.
4. Menghitung kesesuaian dosis.
5. Memilih jenis pelarut yang sesuai.
6. Menghitung volume pelarut yang digunakan.
7. Membuat label obat berdasarkan: nama pasien, nomer rekam medis,
ruang perawatan, dosis, cara pemberian, kondisi penyimpanan, tanggal
pembuatan, dan tanggal kadaluarsa campuran
8. Membuat label pengiriman terdiri dari : nama pasien, nomer rekam medis,
ruang perawatan, jumlah paket.

9. Melengkapi dokumen pencampuran


10. Memasukkan alat kesehatan, label, dan obat-obatan yang akan dilakukan
pencampuran kedalam ruang steril melalui pass box.
b. Pencampuran
Proses pencampuran obat suntik secara aseptis, mengikuti langkah-langkah
sebagai berikut:
1. Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD).
2. Melakukan dekontaminasi dan desinfeksi sesuai prosedur tetap
Prosedut Tetap Desinfeksi Dan Dekontaminasi
Persiapan Bahan Dan Alat
1) Mempersiapkan bahan yang terdiri dari
 Alkohol swab
 Alkohol 70 % dalam botol spray
 Mendesinfeksi bagian luar kemasan bahan obat sitostatika dan pelarut
dengan menyemprotkan alcohol 70 %
2) Mempersiapkan alat yang terdiri dari
 Mensterilkan alas untuk sitostatika
 Mensterilkan bahan untuk sealing (parafin)
 Mensterilkan sarung tangan , masker, baju, topi, sarung kaki
 Spuit injeksi ukuran 2 X vol yang dibutuhkan.
 Jarum
 Mendesinfektan etiket, label, klip plastik, kantong plastik u/ disposal
dengan menyemprotkan alkohol 70 %.
3. Menghidupkan Laminar Air Flow (LAF) sesuai prosedur tetap
4. Menyiapkan meja kerja LAF dengan memberi alas penyerap cairan dalam
LAF.
5. Menyiapkan kantong buangan sampah dalam LAF untuk bekas obat.
6. Melakukan desinfeksi sarung tangan dengan alkohol 70 %.
7. Mengambil alat kesehatan dan obat-obatan dari pass box.
8. Melakukan pencampuran secara aseptis
c. Penyimpanan
Penyimpanan sediaan steril non sitostatika setelah dilakukan pencampuran
tergantung pada stabilitas masing masing obat. Kondisi khusus penyimpanan:
1. Terlindung dari cahaya langsung, dengan menggunakan kertas karbon atau
kantong plastik warna hitam atau aluminium foil.
2. Suhu penyimpanan 2-8°C disimpan di dalam lemari pendingin (bukan
freezer).
d. Distribusi
Proses distribusi dilakukan sesuai SOP (lampiran 6) Pengiriman sedíaan steril
yang telah dilakukan pencampuran harus terjamin sterilitas dan stabilitasnya
dengan persyaratan :
1. Wadah
1) Tertutup rapat dan terlindung cahaya.
2) Untuk obat yang harus dipertahankan stabilitasnya pada suhu tertentu,
ditempatkan dalam wadah yang mampu menjaga konsistensi suhunya.
2. Waktu Pengiriman
Prioritas pengiriman untuk obat obat yang waktu stabilitasnya pendek.
3. Rute pengiriman
Pengiriman sediaan sitostatika sebaiknya tidak melalui jalur umum/ramai
untuk menghindari terjadinya tumpahan obat yang akan membahayakan
petugas dan lingkungannya.

11. salah satu Teknik aseptis adalah “no touch” area kritis: tuliaskan area kritis dari :
ampul, vial, spoit, dan jarum.
Jawab :
Menurut Pharmaceutical Coumpounding Sterile Preparations, 2008 Area
Kritis
a. Ampul : area kritis pada ampul adalah pada leher ampul
b. Vial : area kritis pada vial adalah pada karet vial
c. Spoit : area kritis pada spoit adalah pada plunger bagian dalam dan ujung
spoit
d. Jarum : area kritis pada jarum adalah seluruh bagian needle

Anda mungkin juga menyukai