MANAJEMEN RISIKO
Dosen: Arief Teguh Nugroho, SE., MM
DEFINISI RISIKO
Risiko suatu kemungkinan kejadian atau
peristiwa yang dapat menghambat pencapaian
tujuan atau sasaran divisi atau perusahaan.
Penyebabnya: Internal atau eksternal
Dapat menimpa apa saja & siapa saja
Aset informasi, reputasi & nama baik
PRINSIP RISIKO
1. Risiko ada dimana-mana 6. Alat untuk mengakses risiko &
2. Risiko adalah ancaman dan output hrs dikaitkan dgn
peluang proses pengambilan keputusan
drpd proses lainnya.
3. Risiko merupakan kombinasi
dari bahaya dan peluang 7. Kunci manajemen risiko yg
menguntungkan baik adalah berhub dgn risiko
yg hrs dihindari, risiko yg
4. Tidak semua risiko diambil & risiko yg
diciptakan sama dieksploitasi.
5. Risiko bisa diukur 8. Mengelola risiko dgn benar, hrs
memahami pengungkit yg
menentukan nilai suatu bisnis
9. Mengelola risiko scr baik ialah
inti utama praktik bisnis yg
bagus dan merupakan
tanggung jawab semua orang.
10. Untuk berhasil pada
manajemen resiko kita hrs
menanamkan dlm organisasi
melalui struktur & budayanya.
RISK VS UNCERTAINTY (TIPE RISIKO)
Speculative Risk (Resiko
Pure Risk (Resiko Murni) Spekulatif) = risiko bisnis
Resiko yang dpt Resiko yg bs berakibat
merugikan bagi 2 kemungkinan
perusahaan, tidak ada
keuntungan.
Rugi Untung
Insurable risk
Strategi
Contoh: Kebakaran,
pencurian, dsb Contoh: Transaksi
valuta asing/saham
TRADE OFF & MENGUKUR RESIKO
Kondisi Trade off merujuk pada usaha untuk
meningkatkan kualitas atau aspek sesuatu
dengan mengurangi kualitas atau aspek dari
sesuatu yang lain. semakin tinggi Resikonya,
semakin tinggi keuntungan yang didapat,
sebaliknya.
Contoh dalam kehidupan sehari-hari adalah tarik-
ulur antara kecepatan dengan keselamatan
ketika mengendarai mobil.
Mengukur Resiko:
Cermat dan terukur (dapat dikuantifikasi)
Bukan secara Subjektif (berdasarkan persepsi)
MANAJEMEN RISIKO
Versi BEI: ERM (Enterprise Risk Management) adalah suatu proses
yang sistematis & berkelanjutan, yang dirancang dan dijalankan
oleh manajemen (seluruh personel perusahaan) guna
memberikan keyakinan yang memadai bahwa semua risiko yang
berpotensi menghambat tujuan & sasaran perusahaan telah
diidentifikasi dan dikelola sedemikian rupa sesuai dengan
tingkat risiko yang bersedia diambil perusahaan (risk appetite).
ISO 31000: Manajemen risiko adalah suatu upaya atau kegiatan
yang terkoordinasi untuk mengarahkan dan mengendalikan
kegiatan perusahaan terhadap berbagai kemungkinan risiko
yang ada. Dengan kata lain, manajemen risiko merupakan
seperangkat arsitektur (yang terdiri atas prinsip, kerangka kerja
dan proses) untuk mengelola risiko secara efektif.
Otoritas Jasa Keuangan/OJK (2016), Manajemen Risiko adalah
serangkaian metodologi dan prosedur yang digunakanuntuk
mengidentifikasi, mengukur, memantau dan mengendalikan
risiko yang timbul dari kegiatan usaha.
TUJUAN MANAJEMEN RISIKO
1. Dengan pendekatan terstruktur diperlukan
untuk membantu manajemen meminimalkan
kemungkinan terjadinya kerugian yg
terprediksi sebelumnya terhadap laba,
reputasi/kepercayaan asosiasi usaha, nasabah
& karyawan.
2. Memberikan kontribusi untuk efisiensi &
efektivitas operasional, memahami risiko dgn
lebih baik & meningkatkan kualitas keputusan.
3. Mempromosikan budaya peduli risiko yg akan
memberikan nilai tambah bagi kegiatan usaha.
TUJUAN MANAJEMEN RISIKO
Tujuan Manajemen risiko adalah bukan untuk
menghilangkan risiko.
Jika berusaha menghilangkan risiko hingga nol,
kegiatan usaha tersebut berada dalam proses
kebangkrutan.
MANFAAT MANAJEMEN RISIKO
1. Efektivitas organisasi
Koordinasi dari berbagai bagian
2. Pelaporan Resiko
Menetapkan risiko prioritas mencakup
informasi yg tepat waktu & ringkas mengenai
risiko-risiko penting perusahaan
Meningkatkan transparansi diseluruh
organisasi
3. Kinerja Bisnis
Pengelolaan yg baik antara risiko, modal,
profitabilitas & merasionalisasikan strategi
pemindahan risiko.
IMBAL HASIL (RETURN) VS RISIKO (RISK)
INVESTASI
Merupakan kondisi yang dialami oleh investor
dalam keputusan investasi yaitu baik kerugian
ataupun keuntungan dalam suatu periode
akuntansi
Imbal hasil berbanding lurus dengan risiko.
Dalam perbankan, tingkat suku bunga pun tidak
ada yang memberi jaminan kepastian.
Faktor yg hrs diperhatikan:
1. Reputasi pemasok produk investasi
2. Badan pengawas
3. Transparansi, mengetahui harga investasi
pasarannya.
THE EFFICIENT FRONTIER
The teori portofolio modern adalah teori
keuangan yang dikembangkan pada tahun 1952
oleh Harry Markowitz . Ini menunjukkan
bagaimana investor rasional
menggunakan diversifikasi untuk
mengoptimalkan portofolio mereka dan berapa
harga sebuah aset mengingat risikonya relatif
terhadap risiko rata-rata pasar. Teori ini
menggunakan konsep batas efisien, koefisien
beta dan hak pasar ekuitas. Formalisasi yang
paling berhasil adalah model penilaian aset
keuangan atau CAPM.
THE CAPITAL ASSET PRICING
MODEL (CAPM)/MEDAF
Menjelaskan pencapaian keseimbangan pasar berdasarkan
penawaran dan permintaan untuk setiap keamanan. Itu
memungkinkan untuk menentukan profitabilitas aset berisiko
dengan risiko sistematisnya.
Transaksi akan terhenti ketika operator memiliki portofolio
yang identik.
The model asset pricing (CAPM), memberikan perkiraan
tingkat pengembalian yang diharapkan oleh pasar untuk aset
keuangan berdasarkan surat risiko sistematis .
Model ini diperkenalkan oleh Jack Treynor (1961,
1962) 2 , William Sharpe (1964), John Lintner (1965), dan Jan
Mossin (1966) secara mandiri, melanjutkan karya awal Harry
Markowitz tentang diversifikasi dan teori ekonomi
modern. Sharpe, Markowitz dan Merton Miller bersama-sama
dianugerahi Hadiah Nobel untuk Ekonomi untuk kontribusi
mereka terhadap ilmu keuangan. Hipotesis efisiensi pasar
keuangan, khususnya digunakan untuk pekerjaan yang
mengarah pada CAPM.
MEDAF MENDALILKAN HIPOTESIS
TEORITIS BERIKUT
Tidak ada biaya transaksi (yaitu tidak
ada komisi transaksi, tidak ada margin antara harga
pembelian dan penjualan ).
Seorang investor dapat membeli atau menjual saham apa
pun tanpa mempengaruhi harga saham tersebut.
Tidak ada pajak, jadi pajaknya sama untuk capital
gain dan dividen .
Investor tidak suka risiko.
Investor memiliki cakrawala waktu yang sama.
Semua investor memiliki portofolio Markowitz karena
mereka hanya mempertimbangkan setiap saham di bawah
aspek varians rata-rata.
Investor mengendalikan risiko melalui diversifikasi .
Semua aset , termasuk modal manusia, dapat dibeli dan
dijual secara bebas di pasar.
Investor dapat meminjamkan atau meminjam uang pada
tingkat bebas risiko.
ARBITRAGE PRICING THEORY
Arbitrage Pricing Theory (APT) pertama kali diperkenalkan
oleh Ross pada tahun 1976 dimana beliau menyatakan
bahwa harga suatu aktiva bisa dipengaruhi oleh berbagai
factor. Kalau pada CAPM analisis dimulai dari bagaimana
pemodal membentuk portofolio yang efisien (karena market
portofolio yang mempunyai kedudukan sentral dalam
CAPM merupakan portofolio yang efisien), maka APT
mendasarkan diri konsep satu harga ( the law of one price).
APT menggambarkan hubungan antara resiko dan return,
tetapi dengan menggunakan asumsi dan prosedur yang
berbeda. Apabila aktiva yang berkarakteristik sama
tersebut terjual dengan harga yang berbeda, maka akan
terdapat kesempatan untuk melakukan arbitrage dengan
membeli aktiva yang berharga murah dan pada saat yang
sama menjualnya dengan harga yang lebih tinggi sehingga
memperoleh laba tanpa resiko.
PERBEDAAN & PERSAMAAN ANTARA
CAPM DGN APT
Perbedaan antara kedua model tersebut terletak
pada perlakuan APT terhadap hubungan antar
tingkat keuntungan sekuritas. APT mengasumsikan
bahwa tingkat keuntungan tersebut dipengaruhi oleh
berbagai faktor dalam perekonomian dan industri.
Korelasi antara tingkat keuntungan dua sekuritas
terjadi karena sekuritas-sekuritas tersebut
dipengaruhi oleh faktor-faktor yang sama.
Sebaliknya, meskipun CAPM mengakui adanya
korelasi antar tingkat keuntungan, model tersebut
tidak menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi
korelasi tersebut. Baik CAPM maupun APT
berpendapat bahwa ada hubungan yang posistif
antara tingkat keuntungan yang diharapkan dengan
resiko.
RISIKO VS IMBAL HASIL BAGI
PERUSAHAAN
Hubungan antara risiko dengan tingkat
pengembalian adalah:
Bersifat linear atau searah
Semakin tinggi tingkat pengembalian maka
semakin tinggi pula risiko
Semakin besar asset yang kita tempatkan
dalam keputusan investasi maka semakin besar
pula risiko yang timbul dari investasi tersebut.
Kondisi linear hanya mungkin terjadi pada
pasar yang bersifat normal.
SUMBER – SUMBER RISIKO
Menurut Eduardus Tandelilin, sumber-sumber risiko
adalah :
• Risiko suku bunga. Naik turunnya suku bunga
perbankan akan mempengaruhi keputusan publik dalam
menetapkan keputusannya. Jika suku bunga naik maka
publik akan menyimpan dananya di bank seperti dalam
bentuk deposito, namun jika turun maka publik akan
menggunakan dananya untuk membeli saham.
• Risiko pasar. Kondisi risiko pasar dapat dilihat pada saat
fluktuasi pasar, krisis moneter, dan resesi ekonomi.
• Risiko Inflasi. Saat inflasi daya beli masyarakat turun,
sedangkan saat normal daya beli masyarakat naik.
• Risiko Bisnis.
• Risiko Finansial.
• Risiko Likuiditas.
• Risiko Nilai tukar mata uang
• Risiko Negara. Berkaitan dengan keadaan politik.
MANAJEMEN RISIKO OLEH INSTITUSI
KEUANGAN
Pengendalian terhadap risiko dilakukan dengan
mengidentifikasi dan mengevaluasi risiko utama yang
dihadapi Perusahaan, menyusun strategi dan pengendalian
mitigasi untuk mengelola risiko, serta mengukur
tingkat risiko lanjutan setelah
pengendalian risiko dilakukan.
PERINGKAT KREDIT (HUTANG)
adalah penilaian dari risiko kredit dari seorang
individu, perusahaan, ataupun suatu
negara. Peringkat kredit dibuat berdasarkan
riwayat finansial dan aset yang dimiliki sekarang
serta kewajiban.
Tahun 2018