Anda di halaman 1dari 14

MANAJEMEN RISIKO (RISK MANAGEMENT)

DI SUSUN OLEH : MUHAMMAD KHAIRUL ANWAR (105020300111061) AYU DWI ETIKASARI PUTRI (105020300111080) YESILIA PRATANCA (105020300111061)

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS BRAWIJAYA 2011

A. Pengertian Risiko
Risiko dapat dikatakan sebagai suatu peluang terjadinya kerugian atau kehancuran. Lebih luas, risiko dapat diartikan sebagai kemungkinan terjadinya hasil yang tidak diinginkan atau berlawanan dari yang diinginkan. Dalam industri keuangan pada umumnya, terdapat suatu jargon high risk bring about high return, artinya jika ingin memperoleh hasil yang lebih besar, akan dihadapkan pada risiko yang lebih besar pula. Contohnya dalam investasi saham. Volatilitas atau pergerakan naik-turun harga saham secara tajam akan membuka peluang untuk memperoleh hasil yang lebih besar, namun sebaliknya, jika harga bergerak ke arah yang berlawanan, maka kerugian yang akan ditanggung sangat besar. Risiko investasi dapat diartikan sebagai kemungkinan terjadinya perbedaan antara actual return dan expected return, sehingga setiap investor dalam mengambil keputusan investasi harus selalu berusaha meminimalisasi berbagai risiko yang timbul, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Setiap perubahan kondisi ekonomi baik mikro ataupun makro akan mendorong investor untuk melakukan strategi yang harus diterapkan untuk tetap memperoleh return. Jenis-jenis risiko yang akan dihadapi perusahaan : Risiko Murni adalah resiko yang hanya menawarkan prospek terjadinya kerugian.contohnya meliputi risiko sebuah pabrik akan musnah karena kebakaran atau adanya tuntutan pertanggungjawaban produk yang akan mengakibatkan kerugian besar bagi perusahaan. Risiko Spekulatif adalah situasi yang menawarkan adanya peluang meraih keuntungan namun juga mungkin dapat mengakibatkan kerugian. Jadi, investasi pada proyek-proyek baru dan sekuritas akan melibatkan risiko spekulatif. Risiko Permintaan adalah risiko yang terkait dengan permintaan atas produk atau jasa perusahaan. Karena penjualan adalah hal yang sangat penting artinya bagi seluruh bisnis, risiko permintaan adalah salah satu risiko paling signifikan yang dihadapi perusahaan.

Risiko Lingkungan adalah risiko yang terkait dengan dampak kegiatan perusahaan terhadap lingkungan sekitar. Kesadaran public selama beberapa tahun terakhir, ditambah besarnya biaya pemulihan lingkungan, telah meningkatkan pentingnya risiko ini. Risiko Pertanggung jawaban adalah resiko yang terkait dengan produk, jasa, atau tindakan karyawan. Contohna termasuk keputusan ganti rugi yang sangat besar yang dikenakan terhadap produsen asbes dan beberapa penyedia jasa layanan kesehatan, termasuk pula biaya yang diakibatkan oleh keslahan dalam tindakan karyawan. Risiko Input adalah risiko yang terkait dengan biaya input, termasuk tenaga kerja dan bahan baku. Jadi, sbuah peusahaan yang menggunakan tembaga sebagai bahan baku dalam proses produksinya akan menghadapi risiko meningkatnya biaya tembaga dan perusahaan tidak mampu membebankan kenaikan ini pada para pelanggannya. Risiko Keuangan adalah risiko yang diakibatkan oleh transaksi-transaksi keuangan. Jika sebuah perusahaan berencana untuk menerbitkan obligasi baru, perusahaan tersebut akan menghadapi risiko bahwa tingkat suku bunga akan naik sebelum obligasi dapat dijual dipasar. Risiko Properti adalah risiko yang terkait dengan rusaknya aktiva-aktiva produktif. Jadi, ancaman terjadinya kebakaran, banjir, dan huru-hara merupakan risiko property bagi perusahaan. Risiko Karyawan adalah risiko yang berasal dari tindakan-tindakan karyawan. Contohnya terkait dengan penggelapan, kecurangan oleh karyawan, tau tuntutan hokum yang didasarkan atas tuduhan adanya diskriminasi umur atau jenis kelamin. Risiko yang dapat diasuransikan adalah risiko yang dapat dilindungi oleh asuransi.

B. Manajemen Risiko
Manajemen Risiko (Risk Management) adalah proses pengidentifikasian peristiwa-peristiwa yang dapat memberikan konsekuensi keuangan yang merugikan dan kemudian mengambil tindakan-tindakan untuk mencegah dan/atau meminimalkan kerugian yang diakibatkan oleh peristiwa-peristiwa tersebut.

Manajemen risiko bukanlah menghindari risiko. Kegiatan pengambilan risiko adalah mengikuti laba, tetapi terkadang menimbulkan kerugian yang tidak terelakkan. Tujuan dari proses manajemen risiko yang efektif adalah untuk memastikan bahwa hasil yang diterima adalah relatif mencukupi dibandingkan secara relatif dengan risiko yang diambil. Mengapa mengelola Risiko Keuangan? Perumbuhan jasa manajemen risiko yang cepat menunjukkan bahwa manajemen dapat meningkatkan nilai perusahaan dengan mengendalikan risiko keuangan. Jadi nilai perusahaan menyamai nilai kini arus kas masa depannya, manajemen potensi risiko yang aktif dapat dibenarkan dengan beberapa alas an. Pertama, manajemen eksposur membantu dalam menstabilkan ekspektasi arus kas perusahaan. Aliran arus kas yang lebih stabil dapat meminimalkan kejutan laba sehingga meningkatkan nilai kini ekspektasi arus kas. Manajemen eksposur yang aktif memungkinkan perusahaan untuk berkonsentrasi pada risiko bisnisnya ynag utama. Para pemberi pinjaman, karyawan dan pelanggan juga memperoleh manfaat dari manajemen eksposur. Akhirnya karena kerugian yang ditimbulkan oleh risiko harga dan suku bunga tertentu dialihkan kepada pelanggan dalam bentuk harga lebih tinggi, manajemen eksposur membatasi risiko yang dihadapi oleh konsumen. Alasan Mengelola Risiko Kapasitas Utang Manajemen risiko dapat mengurangi ketidakstabilan arus kas, dan hal ini dapat mengurangi kemungkinan kebangkrutan. Menjaga anggaran modal yang optimal dari waktu ke waktu Perusahaan-perusahaan enggan memperoleh ekuitas eksternal akibat adanya biaya emisi yang tinggi dan tekanan pasar. Ini artinya anggaran modal umumnya harus didanai dengan utang ditambah dana yang diperoleh secara internal, khusunya saldo laba ditahan dan depresiasi. Dengan meratkan arus kas, manajemen risiko dapat mengatasi masalah ini.

Kesulitan keuangan Kesulitan keuangan yang dapat berupa kekhawatiran pemegang saham, tingkat suku bunga yang tinggi atas utang, kepergian pelanggan hingga kebangkrutan memiliki keterkaitan dengan adanya penurunan arus kas dibawah tingkat yang diharapkan.

Keunggulan komparatif dalam lindung nilai Banyak investor umunya tidak dapat mengimplementasikan lindung nilai sendiri seefisien sebuah perusahaan

Biaya Pinjaman Perusahaan terkadang menurunkan biaya-biaya input, khusunya tingkat suku bunga atas utang, melalui penggunaan instrument-instrumen derivative yang disebut swap. Setiap pengurangan biaya seperti itu akan meningkatkan nilai perusahaan.

Dampak perpajakan Sistem perpajakan yang ada akan mampu mengendalikan dan mendorong manajemen risiko untuk menstabilkan laba

Sistem kompensasi Kebanyakan sistem kompensasi menetapkan angka batas atas dan batas bawah untuk bonus atau memberikan imbalan kepada para manajer karena telah memenuhi sasarannya. Meskipun tidak memberikan tambahan nilai yang cukup banyak bagi para pemegang saham, lindung nilai masih dapat memberikan manfaat bagi para manajer.

Pendekatan terhadap manajemen risiko Perusahaan sering menggunakan proses berikut dalam mengelola risikonya: 1. Mengidentifikasikan risiko yang dihadapi oleh perusahaan. Disini seorang manajer risiko mengidentifikasi potensi risiko yang dihadapi oleh perusahaannya. 2. Mengukur dampak potensial dari setiap risiko. Beberapa risiko berdampak kecil sehingga menjadi tidak penting, sedang yang lainnya memiliki potensi untuk menghancurkan perusahaan. Akan bermanfaat

untuk memisahkan risiko menurut dampak potensialnya dan kemudian memusatkan perhatian pada risiko yang memiliki ancaman paling serius. 3. Memutuskan bagaimana setiap risiko yang relevan sebaiknya ditangani. Dalam kebanyakan situasi, eksposur resiko dapat dikurangi melalui salah satu teknik sebagai berikut : a. Memindahkan risiko tersebut ke perusahaan asuransi b. Memindahkan fungsi yang menyebabkan adanya risiko ke pihak ketiga c. Membeli kontrak-kontrak derivatif untuk mengurangi risiko d. Mengurangi peluang terjadinya peristiwa yang merugikan e. Mengurangi besaran kerugian yang terkait dengan peristiwa yang merugikan f. Sepenuhnya menghindari aktivitas yang dapat memperbesar risiko

C. DERIVATIF Derivatif yaitu sekuritas yang nilainya ditentukan oleh harga pasar dari sejumlah aktiva lain. Dalam pengertian yang lebih khusus, derivatif merupakan kontrak finansial antara 2 (dua) atau lebih pihak-pihak guna memenuhi janji untuk membeli atau menjual assets/commodities yang dijadikan sebagai obyek yang diperdagangkan pada waktu dan harga yang merupakan kesepakatan bersama antara pihak penjual dan pihak pembeli. Bentuk dan macam-macam derivative Opsi atau Kontrak Opsi Opsi, dalam dunia pasar modal, adalah suatu hak yang didasarkan pada suatu perjanjian untuk membeli atau menjual suatu komoditi, surat berharga keuangan, atau suatu mata uang asing pada suatu tingkat harga yang telah disetujui (ditetapkan di muka) pada setiap waktu dalam masa tiga bulan kontrak. Singkatnya Opsi adalah suatu kontrak yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli (atau

menjual) aktiva pada harga dan jangka waktu yang telah ditentukan sebelumnya. Opsi dapat digunakan untuk meminimalisasi risiko dan sekaligus memaksimalkan keuntungan dengan daya ungkit (leverage) yang lebih besar. Opsi beli, atau yang lebih dikenal dengan istilah call option, adalah suatu hak untuk membeli sebuah asset pada harga kesepakatan (strike price) dan dalam jangka waktu tertentu yang disepakatibaik pada akhir masa jatuh tempo ataupun di antara tenggang waktu masa sebelum jatuh tempo. Pada opsi beli ini terdapat 2 pihak yang disebut : o Pembeli opsi beli atau biasa disebut call option buyer atau juga long call o Penjual opsi beli atau biasa juga disebut call option seller atau juga short call Opsi jual, atau yang lebih dikenal dengan istilah put option, adalah suatu hak untuk menjual sebuah asset pada harga kesepakatan (strike price) dan dalam jangka waktu tertentu yang disepakatibaik pada akhir masa jatuh tempo ataupun di antara tenggang waktu masa sebelum jatuh tempo. Pada opsi jual ini juga terdapat 2 pihak yang disebut :
o o

Pembeli opsi jual atau biasa disebut put option buyer atau juga long put Penjual opsi jual atau biasa juga disebut put option seller atau juga short put

Instrumen ini disebut opsi oleh karena perjanjian ini memberikan "hak" kepada pemegang opsi untuk menentukan apakah akan melaksanakan atau tidak (atau biasa disebut exercise) opsi yang dipegangnya, yaitu hak membeli (pada opsi beli) atau hak menjual (pada opsi jual)dan pihak yang menjual opsi atau yang biasa disebut "penerbit opsi" "wajib" untuk memenuhi hak opsi dari pemegang opsi tersebut sesuai dengan ketentuan yang disepakati.

Kontrak Future dan Kontrak Forward Kontrak Forward adalah perjanjian dimana salah satu pihak setuju untuk membeli sebuah komoditas pada suatu harga tertentu pada suatu tanggal tertentu di masa depan dan pihak lain setuju untuk melakukan penjualan tersebut. Dalam kontrak ini

terdapat risiko salah satu pihak akan mangkir dari kontrak, kecuali jika keduanya memiliki kekuatan secara financial, khusunya jika harga komoditas tersebut mengalami perubahan signifikan stelah perjanjian disepakati bersama. Kontrak Future mirip dengan kontrak forward, namun dengan tiga perbedaan penting: (1) Kontrak future disesuaikan dengan pasar secara harian, yang artinya terdapat perhitungan keuntungan dan kerugian yang disertai dengan penyerahan sejumlah uang untuk menutupi kerugian. Hal ini sangat mengurangi risiko gagal bayar yang terdapat pada kontrak forward. (2) Dalam kontrak future, penyerahan aktiva yang menjadi dasar secara fisik hamper tidak pernah terjadi, kedua belah pihak hanya tinggal memberikan penggantian secara tunai untuk setiap perbedaan yang terjadi antara harga menurut kontrak dan harga actual pada tanggal kadaluwarsa. (3) Kontrak future umumnya merupakan instrument terstandarisasi yang diperdagangkan didalam bursa, sedangkan kontrak forward biasanya merupakan kontrak khusus, merupakan hasil negosiasi dari kedua belah pihak, dan diperdagangkan begitu selesai ditandatangani.

Swap Swap adalah dua pihak yang setuju bertukar kewajiban untuk melakukan serankaian pembayaran tertentu atau juga dapat diartikan sebagai pengaturan oleh kedua belah pihak untuk menukar suatu aliran arus kas untuk aliran lainnya.Kebanyakan swap saat ini melibatkan baik itu pembayaran bunga maupun mata uang.

D. Mengelola risiko dengan derivative


Keinginan investor untuk melindungi dirinya dari adanya risiko investasi di pasar modal dapat diakomodasikan dengan adanya sekuritas derivatif, seperti futures/forwards dan options. Instrumen derivatif ini sebagai inovasi baru di pasar modal yang perannya sangat diperhatikan terutama dalam hal strategi hedging (lindung nilai) atas transaksitransaksi keuangan tertentu yang bersifat kontinjen. Instrumen derivatif bukan sebuah klaim atas arus pendapatan seperti layaknya saham dan obligasi. Sebaliknya, instrumen derivatif merupakan kontrak perjanjian antara dua pihak untuk menjual atau membeli sejumlah barang (baik itu aktiva finansial maupun

komoditas) pada tanggal tertentu di masa datang dengan harga yang telah disepakati saat ini. Dua jenis instrumen derivatif adalah option contract (kontrak opsi) dan futures/forward contract. Dan satu instrument terpisah yaitu Swap. Berikut ini akan dibahas definisi, terminologi, profil keuntungan dan penggunaan kedua instrumen derivatif tersebut untuk strategi hedging perusahaan. Perlu diketahui bahwa underlying instruments dalam derivative tidak terbatas pada aktiva finansial saja, seperti saham, warrants, dan obligasi. Komoditas, logam berharga, indeks saham, tingkat suku bunga, dan kurs nilai tukar dapat dijadikan sebagai underlying instruments dalam perdagangan derivatif. Mengelola Risiko dengan Kontrak Opsi Opsi Beli (Call Option) Call option atau opsi beli memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sejumlah aktiva finansial pada harga yang tertentu (yang disebut strike atau exercise price) pada tanggal tertentu sampai dengan opsi beli tersebut jatuh tempo. Jika opsi tersebut dapat dilaksanakan setiap waktu sampai dengan tanggal jatuh tempo, maka opsi tersebut dinamakan American options. Sebaliknya, jika opsi tersebut hanya dapat dilaksanakan pada saat jatuh tempo saja, maka opsi dinamakan European options. Pihak pembeli (the long) dari call option akan membayar sejumlah call premium kepada pihak penjual (the short). Ilustrasi berikut ini menggambarkan secara nyata keuntungan investor jika menggunakan call option. Misalnya, saham ABC diperdagangkan di bursa dengan harga Rp 100 per lembar. Investor X membeli satu opsi beli (call option) pada satu lembar saham ABC dan jatuh tempo dalam enam bulan dengan membayar premium sebesar Rp 10. Harga exercise opsi beli tersebut adalah Rp 100. Pada saat opsi beli tersebut jatuh tempo, harga saham ABC naik menjadi Rp 150. Karena investor X memegang opsi beli saham ABC, maka dia berhak untuk membeli saham tersebut di pasar seharga Rp 100 dan kemudian dapat menjualnya dengan harga Rp 150. Dalam hal ini, investor X berhasil mengantongi laba kotor Rp 50 (Rp 150 Rp 100) dan setelah dikurangi dengan premium

yang telah dibayarkan dimuka, maka laba atau keuntungan bersih investor X adalah Rp 40. Andaikan saja sampai dengan batas jatuh tempo opsi beli tersebut, harga saham ABC tetap atau bahkan turun menjadi Rp 90, investor X berhak pergi tanpa melaksanakan haknya untuk membeli saham ABC seharga Rp 100. Jika demikian maka dia akan menanggung kerugian sebesar premium yang telah dibayarkannya dimuka sebesar Rp 10. Tetapi jika investor X melaksanakan haknya untuk membeli satu lembar saham ABC seharga Rp 100 dan kemudian menjualnya seharga Rp 90, maka dia akan menderita total kerugian sebesar Rp 20 (Rp 10 + Rp 10 premium). Ilustrasi tersebut menggambarkan bahwa kontrak opsi beli dapat membatasi total kerugian yang ditanggung oleh investor akibat adanya penurunan harga pada saham (dalam hal ini sebagai underlying instrument-nya) yaitu sebesar call premium-nya.

Opsi Jual (Put Option) Jenis lain dari option contract adalah opsi jual (put option). Put option atau opsi jual memberikan hak kepada pemegangnya, bukan kewajiban, untuk menjual sejumlah aktiva finansial pada harga yang tertentu (yang disebut strike atau exercise price) pada tanggal tertentu sampai dengan opsi jual tersebut jatuh tempo. Sama dengan call option, pihak pembeli (the long) dari put option akan membayar sejumlah put premium kepada pihak penjual (the short). Contoh ilustrasi berikut ini menggambarkan keuntungan dari opsi jual bagi pemegang atau pembelinya. Investor X membeli satu lembar opsi jual pada selembar saham ABC dengan jangka waktu jatuh tempo adalah enam bulan. Harga exercise opsi jual tersebut adalah Rp 100, dan premium yang dibayarkan dimuka adalah Rp 10. Misalkan pada saat jatuh tempo harga pasar saham ABC adalah Rp 75. Hal ini sangat menguntungkan investor X karena dia dapat membeli saham ABC di pasar seharga Rp 75 dan kemudian menjualnya dengan harga Rp 100. Keuntungan bersih dari transaksi ini adalah Rp 15 (Rp 25 Rp 10 premium). Tetapi jika sebaliknya harga pasar saham ABC pada saat jatuh tempo naik menjadai Rp 125. Investor X lebih baik tidak melaksanakan haknya untuk exercise dan membiarkan opsi tersebut jatuh tempo. Kerugian investor X pada kasus ini adalah sebesar put premium saja, yaitu Rp 10. Apabila investor X tetap

melaksanakan exercise-nya pada saat harga pasar saham naik, maka dia harus membeli satu lembar saham ABC dengan harga Rp 125, dan kemudian menjualnya kepada pihak pembeli dengan harga Rp 100 saja. Sehingga total kerugian yang harus diderita oleh investor X adalah sebesar Rp 35 (Rp 25 + Rp 10 premium). Ilustrasi ini menggambarkan bahwa kontrak opsi jual dapat membatasi total kerugian yang ditanggung oleh investor akibat adanya kenaikan harga saham sebesar put premium-nya. Dasar dari call dan put option ini menjadi penting bagi para pelaku pasar modal yang bergerak dalam bidang derivatif karena dengan adanya instrumen call dan put ini dapat dibentuk berbagai sekuritas atau instrumen jenis baru dengan struktur payoff yang sesuai dengan keinginan investor, yaitu membatasi atau meminimalkan tingkat risiko untuk tingkat pengembalian atau return tertentu, seperti: Covered Call Strategi yang sering digunakan oleh manajer reksa dana untuk meningkatkan tingkat pengembalian adalah menjual opsi beli (call option) pada sebuah saham yang telah dimiliki atau yang dibeli pada saat yang bersamaan dengan penjualan opsi beli tersebut. Posisi jual opsi beli beli saham (short call-long stock) ini dinamakan covered call. Jika harga saham cenderung turun, investor akan memperoleh sejumlah premium opsi beli karena harga saham berada dibawah harga opsi beli. Jika saham bergerak naik, maka saham tersebut dapat dijual dan investor tidak menderita kerugian akibat harus membeli saham di pasar dengan harga yang lebih tinggi. Covered call ini sering

dianggap sebagai strategi yang berisiko, karena investor yang menjual call option pada saham membuang semua potensi keuntungan saham untuk sejumlah premium call option, dan menahan semua risiko jika harga saham turun. Lindung nilai (hedging) dengan Future Fungsi utama dari pasar futures adalah untuk mengalihkan atau men-transfer risiko harga dari pihak hedger ke pihak spekulator. Atau, bahwa risiko tersebut dialihkan dari orang yang bersedia membayar untuk menghindari risiko kepada orang yang berani menanggung risiko dengan harapan memperoleh keuntungan. Aktivitas lindung nilai dalam hal ini adalah penggunaan transaksi futures sebagai pengganti atau substitusi sementara dari transaksi di pasar spot. Sepanjang harga spot dan harga futures bergerak bersama-sama, adanya kerugian pada satu posisi (spot atau futures) akan dihapuskan

(offset) dengan adanya keuntungan atau profit di posisi lainnya. Ketika jumlah kerugian dan keuntungan sama besar, maka lindung nilai ini dinamakan lindung nilai sempurna (perfect hedge). Pada sebuah pasar dimana kontrak futures dinilai dengan benar, lindung nilai sempurna seharusnya akan menghasilkan tingkat pengembalian sebesar tingkat bunga pada sekuritas tak berisiko. Pada prakteknya aktivitas lindung nilai tidaklah semudah ini. Jumlah kerugian dan keuntungan pada sebuah transaksi lindung nilai akan ditentukan oleh hubungan antara harga spot dan harga futures ketika sebuah transaksi lindung nilai itu dimulai dan diselesaikan. Selisih dari harga spot dan harga futures dinamakan basis. Basis = Harga Spot Harga Futures Jika harga kontrak futures dinilai berdasarkan nilai teoritisnya, maka selisih antara harga spot dan harga futures adalah cost of carry, yaitu biaya-biaya transaksi, pembiayaan, atau penyimpanan yang timbul. Risiko yang ditanggung oleh hedger adalah risiko basis, risiko perubahan basis karena kontrak futures dihargai secara salah dibandingkan dengan harga spot-nya. Maka dari itu, aktivitas lindung nilai berkenaan dengan substitusi risiko harga oleh risiko basis; atau digantikannya risiko bahwa harga futures akan berubah oleh risiko basis futures (selisih harga spot dan futures) akan berubah. Macam-Macam Hedging dengan Futures (a) Cross Hedging Kontrak futures yang digunakan untuk melindungi nilai suatu posisi dimana sebuah portofolio atau satu instrumen tidak identik dengan underlying instrument-nya dinamakan cross hedging (hedging silang). Cross hedging sangat umum dilakukan pada manajemen portofolio atau manajemen aktiva/kewajiban karena tidak adanya kontrak futures untuk spesifik saham atau obligasi. Disini cross hedging menimbulkan satu risiko lagi risiko bahwa pergerakan harga sebuah underlying instrument tidak dapat secara persis mengikuti pergerakan harga portofolio atau instrumen yang dilindungi nilainya. Karena itu efektivitas dari sebuah cross hedge ditentukan oleh: 1. Hubungan antara harga spot dari underlying instrument dan harga futures-nya 2. Hubungan antara nilai pasar portofolio dan harga spot dari underlying instrument kontrak futures

(b) Short Hedging Short hedge digunakan untuk perlindungan terhadap penurunan pada harga spot dari instrumen finansial atau portofolio di masa datang atau perlindungan terhadap kenaikan tak terduga dari tingkat suku bunga. Dalam melaksanakan short hedge, pihak hedger akan menjual kontrak futures (dimana dia berjanji untuk melakukan pengiriman). Dengan adanya short hedge, maka pihak hedger telah menetapkan harga masa datang saat itu, dan mengalihkan risiko perubahan harga kepada pihak pembeli kontrak. (c) Long Hedging Long hedge digunakan untuk perlindungan terhadap kenaikan pada harga spot dari instrumen finansial atau portofolio di masa datang atau perlindungan terhadap penurunan yang tak terduga pada tingkat suku bunga. Dalam melaksanakan long hedge, pihak hedger membeli kontrak futures (dimana dia berjanji untuk menerima pengiriman). Mengelola Risiko dengan Swap Swap adalah metode lain untuk mengurangi risiko keuangan. Seperti yang telah kita catat sebelumnya, swap adalah suatu pertukaran. Dalam bidang keuangan, swap merupakan pertukaran kewajiban pembayaran tunai, dimana setiap pihak dalam swap lebih menyukai jenis atau pola pembayaran dari pihak lain. Dengan kata lain, swap terjadi karena para mitra lebih menyukai persyaratan dari kontrak utang pihak lain, dan swap memungkinkan setiap pihak mendapatkan kewajiabn pembayaran yang lebih disukai. Pada umumnya, satu pihak akan memiliki kewajiban dengan tingkat bunga tetap dan pihak yang lain kewajiban dengan tingkat bunga mengambang, atau satu pihak memiliki kewajiban yang dinyatakan dalam satu mata uang dan pihak lain dalam mata uang yang berbeda. Beberapa bentuk swap dalam mengelola reisiko: SWAP tingkat bunga Dalam suatu swap tingkat bunga, dua perusahaan yang menginginkan untuk menukar eksposur tingkat bunganya dalam arah berbeda memberikan bersama & menukar atau men-swap kewajiban-kewajibannya untuk membayar atau menerima bunga (tanpa pokok). SWAP mata uang

Mencakup pertukaran saat ini dan dimasa depan atas dua mata uang yang berbeda berdasarkan kurs yang telah ditentukan sebelumnya Swap Ekuiti adalah Merupakan suatu bentuk khusus dari total return swap, dimana aset acuannya adalah berbentuk saham atau indeks pasar saham. Dalam swap ekuiti ini apabila dibandingkan dengan kepemilikan saham secara nyata maka dalam swap ekuiti tidak diperlukan adanya pembayaran dimuka namun tidak memiliki hak suara ataupun hak-hak yang dimiliki oleh pemegang saham sesungguhnya.

Daftar Pustaka: Brigham, Eugene F. Houston, Joel F. Fundamentals of financial management, 10th

edition. 2006 Brealey, Richard A., Steward C. Mayer., Alan J Marcus. Fundamentals of Coorporate

Finance. 2007