Anda di halaman 1dari 17

Kas di Bank dan Siklus Transaksi Kas adalah satu-satunya akun yang termasuk dalam beberapa siklus.

Kas merupakan bagian dari setiap siklus kecuali persediaan dan pergudangan. Kas sangat penting bukan hanya karena potensi terjadinya kecurangan tetapi juga karena terdapat kemungkinan kesalahan. Kas terdiri dari uang tunai (uang logam dan uang kertas), Pos wesel, certified check, cashiers check, cek pribadi, dan bank draft, serta dana yang disimpan di Bank yang pengambilannya tidak dibatasi oleh bank atau perjanjian yang lain. Kas yang dicantumkan di neraca terdiri dari dua unsur berikut :

1. Kas di tangan perusahaan, yang terdiri dari : a. Penerimaan kas yang belum disetor ke bank yang berupa uang tunai, pos wesel, certified check, cashiers check, cek pribadi, dan bank draft. b. Saldo dana kas kecil, yang berupa uang tunai yang ada di tangan pemegang dana kas kecil. Kas di bank, yang berupa simpanan di bank yang berbentuk rekening giro. Prinsip Akuntansi Berterima Umum Dalam Penyajian Kas Prinsip akuntansi berterima umum dalam penyajian kas di neraca berikut ini: di Neraca

1. Kas yang dicantumkan di neraca adalah saldo kas yang ada di tangan perusahaan pada tanggal tersebut dan saldo rekening giro di bank, yang pengambilannya tidak dibatasi oleh bank atau perjanjian yang lain. 2. Kas dalam bentuk valuta asing harus dicantumkan di neraca sebesar nilai kurs yang berlaku pada tanggal neraca. 3. Unsur-unsur berikut ini harus di sajikan secara terpisah dari unsur kas di neraca jika jumlahnya material : a. Tabungan di bank b. Dana untuk perluasan pabrik, dan pelunasan utang, atau dana lain yang tidak digunakan untuk keperluan modal kerja. c. Saldo bank minimum yang disyaratkan oleh bank dalam suatu perjanjian penarikan kredit. d. Saldo di bank luar negeri yang tidak digunakan dalam hubungannya dengan kegiatan bisnis di luar negeri dan tidak dapat segera di ubah ke dalam mata uang rupiah karena batasanbatasan.

e.

Persekot

biaya

perjalanan

atau

persekot

lain

kepada

karyawan.

Kas dan Pengaruhnya Pada Proses Bisnis lain Karena seluruh transaksi akuntansi melalui akun kas sebagai bagian dari siklus dari awal sampai akhir kas dipengaruhi oleh satu atau seluruh proses bisnis entitas. Walaupun sumber utama penerimaan kas adalah proses pendapatan, kas juga didapatkan melalui (1) penjualan aktiva tetap dan (2) penerimaan kas adalah proses pembelian dan manajemen sumber daya manusia. Pada umumnya, pembayaran terbesar dari proses pembelian adalah perolehan atas persediaan dan aktiva tetap.

Sumber Kas : 1. Pendapatan 2. Penjualan aktiva tetap 3.Penerbitan utang jangka panjang dan modal saham

Pengeluaran kas : 1. Pembelian (Persediaan dan aktiva tetap) 2. Penggajian 3. Utang Jangka Panjang dan ekuitas Pemegang saham Audit saldo kas merupakan bidang audit yang terakhir dipelajari karena bukti yang diakumulasikan untuk saldo kas sangat tergantung pada hasil pengujian di dalam siklus lain. Pembahasan singkat mengenai hubungan antara kas di bank dan siklus transaksi lainnya memiliki peran ganda. 1. Hal tersebut menunjukkan pentingnya pengujian audit atas berbagai siklus transaksi dalam audit kas 2. Hal tersebut membantu untuk mendapatkan pemahaman lebih lanjut tentang memadukan berbagai siklus transaksi.

Dalam audit kas, auditor harus membedakan antara memverifikasi rekonsiliasi saldo pada laporan bank klien dan saldo di buku besar umum, serta memverifikasi apakah kas yang tercatat di buku besar umum merefleksikan dengan benar semua transaksi kas yang terjadi selama tahun tersebut. Jadi, jauh lebih mudah memverifikasi rekonsiliasi saldo di rekening bank klien dengan buku besar umum, tetapi bagian yang signifikan dari total audit perusahaan melibatkan verifikasi apakah transaksi kas dicatat dengan benar. Sebagai contoh, masing-masing salah saji berikut akhirnya menghasilkan pembayaran yang tidak tepat dan kegagalan untuk menerima kas, tetapi biasanya tidak ada yang akan ditemukan sebagai bagian dari audit rekonsiliasi bank, Kegagalan menagih pelanggan Penggelapan kas dengan memotong penerimaan kas dari pelanggan sebelum penerimaan itu dicatat, dengan menghapus akun sebagai piutang tak tertagih Salinan pembayaran faktur pemasok Pembayaran yang tidak semestinya berupa pengeluaran pribadi pejabat Pembayaran bahan baku yang tidak diterima Pembayaran kepada karyawan untuk jam kerja yang lebih besar dari yang dikerjakan Pembayaran bunga kepada pihak terkait dalam jumlah yang melampaui tingkat yang berlaku.

Jenis salah saji yang berbeda pada umumnya terungkap sebagai bagian dari pengujian atas rekonsiliasi bank. Misalnya : Kegagalan memasukkan cek yang belum dikliring oleh bank ke daftar cek beredar, walaupun sudah dicatat dalam buku pengeluaran kas. Kas diterima oleh klien sesudah tanggal neraca tetapi dicatat sebagai penerimaan kas dalam tahun berjalan Setoran dicatat dalam buku kas mendekati akhir tahun, disetorkan ke bank, dan dimasukkan ke dalam rekonsiliasi bank sebagai setoran dalam perjalanan. Pembayaran wesel-wesel bayar didebet langsung ke saldo bank oleh bank tetapi tidak dimasukkan ke dalam catatan klien. Setoran diterima oleh bank atas nama perusahaan dari agen kartu kredit dan pemasok lainnya yang melakukan pembayaran secara elektronik, tetapi tidak dibukukan ke dalam catatan klien/

Jenis-jenis akun kas : Akun Kas Umum

Akun kas umum merupakan akun kas utama bagi kebanyakan entitas. Sumber utama penerimaan kas untuk akun ini adalah proses pendapatan, sedangkan sumber utama pengeluaran kas adalah proses pembelian dan sumber daya manusia.

Akun Impres Akun bank impress berisikan sejumlah uang tertentu yang digunakan untuk tujuan terbatas. Akun impress sering kali digunakan untuk pembayaran gaji dan cek dividen. Untuk keperluan penggajian digunakan akun bank terpisah bersaldo minimum. Pengeluaran dapat dilakukan menggunakan cek atau setoran langsung.

Akun Bank Cabang, Akun bank cabang dapat dioperasionalkan dengan beberapa cara. Pada beberapa entitas, akun cabang merupakan akun impress untuk pembayaran pengeluaran cabang yang saldo minimumnya telah ditetapkan. Cabang menyerahkan laporan kas secar periodic kepada kantor pusat, dan akun cabang menerima cek atau transfer dari akun kas umum.

Dana Kas Impres, Dana ini dipergunakan untuk pembelian tunai yang jumlahnya relatif kecil-kecil sehingga lebih mudah dan cepat daripada menggunakan cek.

Setara Kas Kelebihan kas yang diakumulasikan selama bagian tertentu dari siklus operasi yang diperlukan di masa mendatang biasanya disimpan dalam investasi jangka pendek yang likuid dan relatif tidak mengandung risiko yang signifikan atas perubahan tingkat bunga.

Gambar di atas menunjukkan hubungan kas umum dengan akun kas lainnya. Semua kas dapat berasal dari atau disetorkan ke kas umum. Fokus dari pembahasan ini tertuju pada mengaudit tiga jenis akun : akun kas umum, akun bank penggajian impres, dan kas kecil impres.

Prosedur Analitis Substantif Kas Karena sifatnya yang bersisa, kas tidak memiliki hubungan yang dapat diprediksi dengan akun laporan keuangan lain. Maka prosedur analitis substantive untuk audit kas terbatas hanya pada perbandingan saldo kas dengan saldo tahun sebelumnya dan dengan saldo anggaran. Penggunaan terbatas dari prosedur analitis substantif ini pada umumnya dapat digantikan dengan (1) Pengujian Pengendalian dan/atau pengujian substantif ekstensif atas transaksi penerimaan dan pengeluaran kas, atau (2) pengujian ekstensif atas rekonsiliasi bank entitas. Tujuan pengujian substantif terhadap saldo kas adalah : 1. Memperoleh keyakinan tentang keandalan catatan akuntansi yang bersangkutan dengan kas.

2. Membuktikan keberadaan kas dan keterjadian transaksi yang berkaitan dengan kas yang dicantumkan di neraca. 3. Membuktikan hak kepemilikan klien atas kas yang dicantumkan di neraca. 4. Membuktikan kewajaran penilalain kas yang dicantumkan di neraca

5. Membuktikan kewajaran penyajian dan pengungkapan kas di neraca. Pengujian Mendetail Saldo Kas (Test of Details of Balances) Kegiatan dalam pengujian mendetail saldo kas (Test of details of balance) adalah: 1. menghitung kas di tangan; 2. mengonfirmasi simpanan dan pinjaman di bank; 3. mengonfirmasi perjanjian lain dengan bank; 4. menscan, mereview, dan membuat rekonsiliasi bank; 5. mendapatkan dan menggunakan bank out of statement; 6. membandingkan penyajian pernyataan dengan PABU pertimbangan-pertimbangan lain seperti pengujian deteksi lapping dan prosedur audit.

Pengaruh Pengendalian Pengendalian utama yang mempengaruhi langsung audit kas adalah pembuatan rekonsiliasi bank bulanan oleh karyawan klien yang terpisah dari fungsi penanganan dan pencatatan penerimaan dan pengeluaran kas. Rekonsiliasi bank tersebut memastikan bahwa saldo per buku klien mencerminkan jumlah yang sama dengan saldo bank setelah unsur-unsur yang direkonsiliasi dimasukkan. Pengendalian dapat lebih baik ditingkatkan jika fungsi independen seperti auditor internal mereview rekonsiliasi bank.

Audit Akun Kas Umum

Faktor-faktor yang mempengaruhi audit atas kas akhir tahun :


Kas dipengaruhi oleh sebagian besar siklus lainnya Meskipun saldo kas itu sendiri biasanya tidak besar, jumlah rupiah debit dan kredit yang mempengaruhi saldo tersebut pada umumnya lebih besar daripada perkiraan lainnya (materialitas)

Kas adalah harta yang paling disukai untuk dicuri (risiko bawaan).

Pengendalian intern atas saldo kas akhir tahun dalam perkiraan kas umum dapat dibagi dalam dua kategori : 1. Pengendalian atas siklus transaksi yang mempengaruhi pencatatan penerimaan dan pengeluaran kas

2. Rekonsiliasi bank secara independen. Jika pengendalian yang mempengaruhi transaksi yang berkaitan dengan kas telah mencukupi, pengujian audit untuk rekonsiliasi bank akhir tahun dapat dikurangi. Prosedur audit atas saldo kas akhir tahun dapat dilakukan dengan :

Penerimaan konfirmasi bank, yaitu penerimaan konfirmasi secara langsung dari setiap bank/lembaga keuangan lain dimana klien melaksanakan kegiatan bisnis

Penerimaan suatu rekening koran pada titik pisah-batas, yaitu suatu laporan bank pisah-batas atas suatu rekening koran untuk periode sebagian salinan slip-slip setoran dan dokumen-dokumen lain yang termasuk dalam rekening koran yang dikirim oleh bank secara langsung ke Kantor Akuntan Publik

Pengujian atas rekonsiliasi bank tujuannya untuk verifikasi apakah saldo bank klien yang tercatat berjumlah sama dengan jumlah kas sebenarnya yang ada di bank kecuali untuk setoran dalam perjalanan, cek-cek yang beredar dan pos-pos rekonsiliasi lainnya.

Rekonsiliasi bank bulanan terhadap akun bank umum atas dasar tepat waktu oleh orang yang independen menangani atau mencatat penerimaan serta pengeluaran kas merupakan pengendalian yang penting terhadap saldo kas akhir. Jika suatu perusahaan menunda penyiapan rekonsiliasi bank dalam periode yang kama, nilai pengendalian akan berkurang dan mungkin memengaruhi peniliaian risiko pengendalian kas oleh auditor. Rekonsiliasi ini akan memastikan bahwa catatan akuntansi merefleksikan saldo kas yang sama seperti jumlah aktual kas di bank setelah mempertimbangkan item-item rekonsiliasi. Rekonsiliasi bank yang cermat oleh personil klien yang kompeten meliputi tindakan-tindakan berikut: Membandingkan cek yang dibatalkan dengan catatan pengeluaran kas menyangkut tanggal, payee atau pihak yang dibayar, dan jumlahnya

Memeriksa cek yang dibatalkan menyangkut tanda tangan, endorsement, dan pembatalan Membandingkan setoran di bank dengan penerimaan kas yang tercatat menyangkut tanggal, pelanggan, dan jumlah Memeriksa urutan nomor cek, dan menyelidiki cek yang hilang Merekonsiliasi semua item yang menyebabkan perbedaan antara nilai buku dan saldo bank serta memverifikasi kesesuainnya dengan bisnis klien Merekonsiliasi total debet pada laporan bank dengan total catatan pengeluaran kas Merekonsiliasi total debet pada laporan bank dengan total catatan penerimaan kas Mereview transfer antarbank pada akhir bulan untuk melihat kesesuaian dan pencatatan yang tepat Menindaklanjuti cek yang beredar dan pemberitahuan penghentian pembayaran

Untuk mengaudit akun kas, auditor harus mendapatkan dokumen-dokumen berikut ini : a.Salinan rekonsiliasi Bank b.Bentuk standar untuk mengonfirmasi informasi saldo akun pada lembaga keuangan c.Pisah batas rekening Koran Kertas Kerja Rekonsiliasi Bank (Bank Reconciliation Working Paper)

Auditor biasanya mendapatkan salinan rekonsiliasi bank yang dibuat oleh karyawan klien. Pada kertas kerja dilakukan rekonsiliasi terutama adalah setoran dalam perjalanan, cek yang beredar, dan penyesuaian lain, seperti biaya jasa bank dan cek yang dikembalikan karena pelanggan tidak memiliki kas yang mencukupi dalam akunnya untuk membayar cek (cek kosong) Bentuk Konfirmasi Bank Standar (Standar Bank Confirmation Form)

Auditor biasanya melakukan konfirmasi atas informasi saldo akun dengan setiap bank atau lembaga keuangan dimana klien memiliki akun.

Perhatikan bahwa bentuk konfirmasi ini tidak meminta karyawan bank untuk melaksanakan penyelidikan menyeluruh dan terinci atas catatan bank yang melebihi informasi akun yang diminta dalam konfirmasi.

Pisah Batas Rekening Koran (Cutoff Bank Statement) Langkah utama dalam mengaudit rekonsiliasi Bank adalah melakukan verifikasi atas ketepatan unsur-unsur yang direkonsiliasi seperti setoran dalam perjalanan dan cek yang beredar. Auditor memerlukan pisah batas rekening Koran untuk menguji unsur-unsur yang terdapat dalam rekonsiliasi bank.

Menguji rekonsiliasi Bank (Test of the Bank Reconciliation) Auditor menggunakan prosedur audit berikut untuk menguji rekonsiliasi bank : 1.Uji akurasi matematis kerta kerja rekonsiliasi dan cocokkan saldo menurut buku dengan buku besar. 2.Cocokkan saldo bank pada rekonsiliasi bank dengan saldo yang terdapat pada konfirmasi bank standar 3.Telusuri setoran dalam perjalanan pada rekonsiliasi bank ke pisah batas rekening Koran 4. Bandingkan cek yang beredar pada kertas kerja rekonsiliasi bank dengan cek yang dibatalkan pada pisah batas rekening Koran, yaitu untuk nama penerima, jumlah dan endorsement. 5. Cocokkan setiap biaya yang terdapat pada rekening Koran rekonsiliasi bank 6. Cocokkan saldo buku setelah penyesuaian dengan skedul induk akun kas PROSEDUR YANG BERORIENTASI KECURANGAN Pertimbangan utama dalam audit saldo kas umum adalah kemungkinan terjadinya kecurangan. Auditor harus memperluas prosedur dalam audit kas akhir tahun untuk menentukan kemungkinan adanya kecurangan yang material apabila pengendalian internal tidak memadai, terutama pemisahan tugas yang tidak tepat antara penanganan kas dan pencatatan transaksi kas dalam catatan akuntansi serta tidak adanya rekonsiliasi bank bulanan yang disiapkan secara independen.

Dalam merancang prosedur untuk mengungkapkan kecurangan, auditor harus mempertimbangkan secara teliti sifat kelemahan pengendalian internal, jenis kecurangan yang mungkin terjadi akibat kelemahan itu, materialitas kecurangan yang potensial, dan prosedur audit yang paling efektif dalam mengungkapkan kecurangan.

Prosedur yang dapat mengungkapkan kecurangan dalam bidang penerimaan kas adalah : a. Konfirmasi piutang usaha. b. Pengujian yang dilaksanakan untuk mendeteksi lapping. c. Mereview ayat jurnal buku besar umum dalam akun kas untuk pospos tidak biasa. d. Membandingkan pesanan pelanggan dengan penjualan dan penerimaan kas selanjutnya. e. Memeriksa persetujuan dan dokumen pendukung piutang tak tertagih dan retur penjualan serta pengurangan.

Untuk mengungkapkan kecurangan yang berhubungan secara langsung dengan saldo kas akhir tahun prosedurnya adalah : a. Memperluas pengujian rekonsiliasi bank; b. Bukti kas; dan c. Pengujian transfer antarbank.

1. Pengujian Yang Diperluas Atas Rekonsiliasi Bank Yakni untuk memverifikasi apakah semua transaksi yang dimasukkan dalam buku untuk bulan terakhir tahun yang bersangkutan telah dimasukkan/dikeluarkan dari rekonsiliasi bank dan untuk memverifikasi apakah semua pos pada rekonsilasi bank telah dimasukkan dengan benar. a. Memulai dengan rekonsiliasi bank untuk bulan November & membandingkan seluruh pos rekonsiliasi dengan cancelled check & dokumen lain pada laporan bank bulan Desember. b. Semua sisa cancelled check & slip setoran dalam laporan bank bulan Desember dibandingkan dengan jurnal pengeluaran dan penerimaan kas bulan Desember. c. Semua pos yang belum selesai dalam rekonsiliasi bank bulan November & jurnal pengeluaran serta penerimaan bulan Desember harus masuk rekonsiliasi 31 Desember dari klien.

d. Pos rekonsiliasi dalam rekonsiliasi 31 Desember harus merupakan pos dari rekonsiliasi bank bulan November & jurnal Desember yang belum diselesaikan oleh bank.

2. Bukti Kas Auditor terkadang menyiapkan bukti kas ketika klien memiliki kelemahan pengendalian internal terhadap kas. Auditor menggunakan bukti kas untuk menentukan apakah hal-hal berikut dilakukan : Semua penerimaan kas yang tercatat telah disetorkan. Semua setoran di bank dicatat dalam catatan akuntansi. Semua pengeluaran kas yang tercatat telah dibayarkan oleh bank. Semua jumlah yang telah dibayar oleh bank dicatat.

Bukti kas (proof of cash) memasukkan empat tugas rekonsiliasi berikut : a. Rekonsiliasi saldo laporan bank dengan saldo buku besar pada awal periode pembuktian kas. b. Rekonsiliasi penerimaan kas yang disetor dengan buku penerimaan kas untuk suatu periode. c. Rekonsiliasi cek yang dibatalkan yang diselesaikan bank dengan jurnal pengeluaran kas untuk periode tertentu d. Rekonsiliasi saldo laporan bank dengan saldo buku besar pada akhir periode pembuktian kas.

Pembuktian kas tidak bermanfaat untuk : a. mengungkapkan cek yang ditulis dengan jumlah yang salah, cek yang tidak sah/kesalahan lain di mana jumlah rupiah yang tampak pada cat pengeluaran kas ternyata salah b. Menemukan pencurian penerimaan kas /catatan & setoran jumlah kas yang tidak tepat.

3. Pengujian Transfer Antarbank (kitting) Para penggelap uang biasanya menutupi pencurian kas dengan praktik yang dikenal sebagai kitting : mentransfer uang dari satu bank ke bank lainnya dan mencatat transaksi tersebut dengan tidak benar. Untuk menguji kitting, dan kesalahan tidak sengaja dalam mencatat transfer antarbank, auditor dapat mendata semua tranfer antarbank yang dilakukan beberapa hari

sebelum dan sesudah tanggal neraca, serta menelusuri masing-masing ke catatan akuntansi untuk dicatat dengan semestinya. Terdapat beberapa hal yang sebaiknya diaudit dalam skedul transfer antarbank. Ketepatan informasi di skedul transfer antarbank harus diverifikasi. Transfer antarbank harus harus dicatat baik dalam laporan bank yang menerima dan bank yang mengeluarkan. Tanggal pencatatan pengeluaran dan penerimaan dari setiap transfer harus berada dalam tahun fiscal yang sama. Pengeluaran dalam skedul transfer antarbank harus dimasukkan dalam atau dikeluarkan dari rekonsiliasi bank akhir tahun dengan benar, sebagai cek yang beredar. Penerimaan dalam skedul transfer antar bank harus dimasukkan dalam atau dikeluarkan dari rekonsiliasi bank akhir tahun dengan benar, sebagai setoran dalam perjalanan.

AUDIT ATAS AKUN BANK PENGGAJIAN IMPREST Audit atas akun kas impres seperti akun penggajian dan cabang mengikuti langkah audit dasar yang sama dengan audit atas akun kas umum. Pengujian audit akun ini tidak terlalu luas, untuk dua alasan. Pertama, saldo akun impres tersebut tidak material, akun penggajian dan cabang tersebut dapat hanya berisikan saldo sebesar $ 1.000. Kedua, jenis pengeluaran adalah homogen. a. Dapat dilaksanakan dengan cepat apabila terdapat akun bank penggajian imprest dan rekonsiliasi yang independen atas rekening bank. b. Pos yang perlu direkonsiliasi adalah cek-cek yang beredar. c. Dokumen yang diperlukan adalah rekonsiliasi bank, konfirmasi bank, laporan pisah batas. d. Prosedur rekonsiliasi dilaksanakan dengan cara yang sama seperti yang telah dijelaskan untuk kas umum, yaitu uji pengendalian dan uji substantif atas transaksi

AUDIT ATAS AKUN KAS KECIL IMPREST Jumlahnya seringkali tidak material, namun selalu diperiksa dan diverifikasi oleh auditor karena potensi penggelapan dan ekspektasi klien bahwa auditor akan memeriksa akun tersebut.

Pengendalian Internal Atas Kas Kecil

Pengendalian internal yang paling penting untuk kas kecil adalah penggunaan dana imprest sebagai tanggung jawab dari seorang individu. Selain itu, dana kas kecil juga tidak boleh digabungkan dengan penerimaan lain dan penggunaannya pun terpisah dari aktivitas lain, ada pembatasan jumlah dalam pengeluaran dari kas kecil, serta ada aturan tegas tentang penggunaannya.

Pengujian Audit Atas Kas Kecil Auditor harus menentukan prosedur klien dalam menangani dana dengan membahas pengendalian internal dengan pemegang kas kecil dan memeriksa dokumentasi untuk beberapa transaksi. Ketika auditor menguji kas kecil, dua prosedur yang paling umum adalah menghitung saldo kas kecil dan melaksanakan pengujian mendetil terhadap salah satu dari dua transaksi penggantian. Prosedur utama seharusnya memasukkan : Footing voucher kas kecil yang mendukung jumlah penggantian. Memeriksa urutan voucher kas kecil. Memeriksa voucher kas kecil dalam hal otorisasi dan pembatalan. Memeriksa dokumen yang dilampirkan, yang sering kali memasukkan pita register kas, faktur, dan bukti pembayaran, sebagai bukti.

KESIMPULAN Kas yang dicantumkan di neraca terdiri dari kas di tangan dan kas di bank. Mengingat kas ini mudah digelapkan dan diselewengkan maka pengendalian internnya sangat ketat. Dalam audit kas auditor harus menerapkan prosedur analitis secara keseluruhan penentuan tingkat internalitas risiko melekat, risiko pengendalian kas dan risiko deteksi atau risiko audit kas. Transaksi di sebagian besar siklus pun mempengaruhi akun kas. Karena hubungan antar transaksi di beberapa siklus dengan saldo kas akhir, auditor biasanya menunda audit saldo kas hingga hasil dari pengujian pengendalian dan pengujian transaksi substantive untuk semua siklus telah selesai dan telah dianalisis. Pengujian saldo kas biasanya memasukkan pengujian rekonsiliasi bank dari akun kas utama, seperti akun kas umum, akun penggajian imprest, dan dana kas kecil. Jika kemungkinan kecurangan pada kas dinilai tinggi oleh auditor, mereka mungkin melaksanakan pengujian tambahan seperti prosedur rekonsiliasi bank yang diperluas, bukti kas, atau pengujian transfer antarbank.