ANALISIS POTENSI PARIWISATA DI KAWASAN AEROTROPOLIS
YOGYAKARTA INTERNATIONAL AIRPORT (YIA)
HALAMAN SAMPUL
SKRIPSI
Diajukan Oleh:
M. ALFIAN NAWARI
NIT. 190709310
PROGRAM STUDI DIPLOMA IV
MANAJEMEN TRANSPORTASI UDARA
SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI KEDIRGANTARAN
YOGYAKARTA
2023
HALAMAN LOGO
ANALISIS POTENSI PARIWISATA DI KAWASAN AEROTROPOLIS
YOGYAKARTA INTERNATIONAL AIRPORT (YIA)
HALAMAN JUDUL
SKRIPSI
Diajukan Kepada
Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantraan
Yogyakarta
Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan
Dalam Menyelesaikan Program Studi DIPLOMA IV
Oleh:
M. Alfian Nawari
NIT. 190709310
PROGRAM STUDI DIPLOMA IV
MANAJEMEN TRANSPORTASI UDARA
SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI KEDIRGANTARAN
YOGYAKARTA
2023
LEMBAR PERSETUJUAN
Skripsi
ANALISIS POTENSI PARIWISATA DI KAWASAN AEROTROPOLIS
YOGYAKARTA INTERNATIONAL AIRPORT (YIA)
Disusun oleh
M. Alfian Nawari
NIT. 190709310
Telah disetujui oleh dosen pembimbing
Yogyakarta,15 Agustus 2023
Dosen Pembimbing
Kartika Fajar Nieamah, S.S.,M.Sc.
NIDN. 0506068701
LEMBAR PENGESAHAN
Skripsi dengan Judul
ANALISIS POTENSI PARIWISATA DI KAWASAN AEROTROPOLIS
YOGYAKARTA INTERNATIONAL AIRPORT (YIA)
telah dipertahankan di hadapan tim penguji
dan dinyatakan lulus pada hari, Senin, 21 Agustus 2023
Tim Penguji
Ketua Tim Penguji Dosen penguji
Teguh Ariebowo, S.S., M.Hum. Rezty Fauziah NZ S.Tr.Tra.,M.M.Tr
NIDN : 0524068101 NIDN : 1108202207
Dosen Pembimbing
Kartika Fajar Nieamah, S.S.,M.Sc.
NIDN. 0506068701
Mengetahui
Kaprodi D-IV MTU Wakil Ketua Bidang Akademik
Djoko Widagdo, S.E., M.SI Erwhin Irmawan, S.Si.,M.Cs.
NIDN:0521037501 NIDN:0514029001
PERNYATAAN KEASLIAN PENULIS
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : M Alfian Nawari
NIT : 190709310
Program Studi : D IV Manajemen Transportasi Udara
Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini benar-
benar tulisan saya, dan bukti merupakan plagiasi baik Sebagian atau selutuhnya.
Apabila dikemudian hari terbukti atau dapat dibuktikan bahwa skripsi ini hasil
plagiasi, baik Sebagian atau keseluruhan, maka saya bersedia menerima sanksi
atas perbuatan tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pernyataan ini saya buat dengan kesadaran sendiri dan tidak atas tekanan
atau paksaan dari pihak manapun demi menegakan integritas akademisi di
institusi ini.
Yogyakarta, 15, Agustus, 2023
Yang membuat pernyataan
M Alfian Nawari
NIT.190709310
MOTTO
ما لم يكن لك ال تحزان إذا ذهبا
فاقنع برزق من الرحمن قد كتبا
واحفظ عيونك ال تنظر بها حسدا
واشكر إلهك عن كل الذي وهبا
“Apa yang bukan jadi milik mu jangan bersedih jika telah tiada.
Terimalah dengan tulus rizki yang telah di tuliskan oleh sang maha cinta.
Peliharalah matamu dari pandangan pandangan dengki.
Dan bersyukur lah pada Tuhan Mu dari setiap apa yang telah di berikan nya”
(Kalam Hikmah)
“Anakku, berjalanlah pada jalan kemuliaan. Dan berakhlaklah dengan adat yang
paling mulia.”
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”
(QS, Al-Baqarah 286)
HALAMAN PERSEMBAHAN
Bismillahhirahmanirrahim wr. wb.
Dengan mengucapkan syukur Alhamdulillah, ku persembahkan skripsiku yang
berjudul “Analisis Potensi Pariwisata di Kawasan Aerotropolis Yogyakarta
International Airport.” Ini kepada:
1. Allah SWT karena atas izin dan karunia-Nya sehingga skripsi ini dapat
diselesaikan dengan baik untuk memenuhi salah satu syarat untuk
mendapatkan gelar sarjana pada program studi D-IV Manajemen
Transportasi Udara.
2. Kedua orang tua tercinta sebagai tanda bakti, hormat, dan rasa terima kasih
yang tiada terhingga dan yang selalu memberikan dukungan dan doa, dan
juga semoga dapat menjadi langkah awal untuk membuat orangtua dan
keluarga bahagia karena selama ini belum bisa berbuat yang lebih.
3. Kakak Perempuan Saya Yuli Fitriyani yang selalu memberikan semangat,
arahan dan dukungannya selama saya mengerjakan skripsi ini.
4. Kepada Ibu Kartika Fajar Nieamah, S. S., M. Sc selaku dosen pembimbing
yang senantiasa membimbing skripsi ini hingga dapat selesai tepat pada
waktunya.
5. Kepada selaku dosen penguji. Terimakasih atas arahannya sehingga skripsi
ini dapat diselesaikan dengan baik.
6. Bapak dan ibu dosen Prodi D-IV Manajeman Transportasi Udara yang
telah memberikan ilmu selama penulis menempuh pendidikan di Sekolah
Tinggi Teknologi Kedirgantaraan Yogyakarta.
7. Leva Arja Misa yang telah menemani Saya selama hampir empat tahun
dan selalu memberikan dukungan untuk menjadi lebih baik.
8. Kepada teman Saya, Yumanda Jibril Aditya, Faril Aditya, Amri Feisal
Ichyaan Perwira Jati, Mohammad Gilang Ramadhan, Marlan, Nada
Akram, Fandi Yoga Triawan, dan teman-teman semua kelas Golf 2019
yang telah menemani selama hampir empat tahun dan senantiasa
membantu dan memotivasi untuk menjadi lebih baik.
KATA PENGANTAR
Alhamdulillahirobbil’alamin, puji syukur kepada Allah SWT yang maha
kuasa atas anugrah-nya sehingga mulai dari proses penulisan proposal ini dapat
berjalan dengan baik. Proposal dengan judul “Analisis Potensi Pariwisata di
Kawasan Aerotropolis Yogyakarta International Airport.” Sejatinya untuk
memenuhi Sebagian persyaratan untuk mencapai seminar proposal pada program
studi manajemen transportasi udara program sarjana terapan sekolah tinggi
teknologi kedirgantaraan. Pada kesempatan ini, penulis hendak menyampaikan
terimakasih kepada semua pihak yang\ telah memberikan dukungan sehingga
proposal penelitian ini dapat selesai. Ucapan terimakasih ini penulis tujukan
kepada:
1. Ibu Vidyana Mandrawarty, SE, M.M. sebagai selaku ketua Sekolah
Tinggi Teknologi Kedirgantaraan Yogyakarta.
2. Bapak Wjoko Widagdo, S.E., M.Si. selaku Kaprodi D-IV Manajemen
Transportasi Udara Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan
Yogyakarta.
3. Kepada Ibu Kartika Fajar Nieamah, S.S.,M.Sc. Selaku Dosen
Pembimbing Seminar Proposal yang telah memberikan bimbingan dan
arahan penulisan sehingga penulis dapat menyelesaikan seminar
proposal.
4. Ibu Gallis Nawang Ginusti, S.Pd., M.A. selaku dosen pembimbing
akademik D-IV Manajemen Transportasi Udara Sekolah Tinggi
Teknologi Kedirgantaraan Yogyakarta yang telah membimbing dan
arahan selama ini.
5. Bapak dan Ibu Dosen D-IV Manajemen Transportasi Udara STTKD.
6. Kedua Orang Tua beserta kelurga, yang selalu memberikan dukungan
dan do’a hingga saya bisa menyelesaikan tugas seminar proposal.
Penulisan Seminar proposal ini masih banyak kekurangannya, oleh karena
itu penulis sangat mengharapakan kritik, dan saran yang bersifat membangun
untuk perbaikan dan kesempurnann seminar proposal ini sangat diharapkan.
Akhirnya penulis berharap semoga laporan tugas akhir ini dapat bermanfaat untuk
menambah ilmu pengetahuan khususnya di dunia penerbangan.
Yogyakarta, 2023
(M. Alfian Nawari)
NIT 190709310
ANALISIS POTENSI PARIWISATA DI KAWASAN AEROTROPOLIS
YOGYAKARTA INTERNATIONAL AIRPORT (YIA)
Skripsi prodi D-IV Manajemen Transportasi Udara, Jenjang Sarjana, Program
Diploma IV, Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan Yogyakarta
Pembimbing: Kartika Fajar Nieamah. S.S.,M.Sc
Penulis
M Alfian Nawari
ABSTRAK
Dengan adanya pengembangan pada kawasan Yogyakarta
International Airport tersebut akan mendorong kawasan di sekitar Bandar
Udara untuk menjadi penunjang aktivitas Bandar Udara. Menurut J.D.
Kasarda & Appold, (2014) Aerotropolis didefinisikan sebagai sebuah kota
dengan tata letak, infrastruktur, dan sektor ekonomi yang didirikan pada
Bandar Udara sebagai kota bandara. Sebagai sebuah kawasan yang
menggabungkan antara Bandar Udara Internasional dan kawasan pariwisata,
Aerotropolis Yogyakarta International Airport memiliki potensi yang besar
untuk pengembangan pariwisata, terdapat tiga tema dalam pengembangan
kawasan ini, yaitu wisata ramah lingkungan (ecotourism), wisata budaya
(cultural tourism), dan wisata petualang (adventure tourism), kemudian
dikembangkan dengan mengacu pada tiga pilar utama yaitu Atraksi –
Amenitas – Aksesbilitas. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
pariwisata di kawasan aerotropolis Yogyakarta International Airport (YIA)
dan dampak yang didapatkan masyarakat dalam pengembangan pariwisata di
kawasan aerotropois Yogyakarta International Airport (YIA).
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Dengan
menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan
dokumentasi. Wawancara menggunakan teknik semi terstruktur dan analisis
data menggunakan tiga teknik yaitu reduksi data, penyajian data dan
penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukan bahwa kawasan aerotropolis Yogyakarta
International Airport (YIA) memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi
pariwisata yang menarik dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi dan
pembangunan wilayah. Salah satunya potensi pengembangan pada eks
tambang mangan Kliripan dan objek daya tarik wisata yang masih dalam
pengembangan seperti Pantai Glagah, Pantai Congot, Pantai Trisik, Kalibiru,
Pule Payung, Waduk Sermo. Dampak positif pengembangan objek wisata di
kawasan Aerotropolis antara lain terdapat lapangan pekerjaan, memberikan
pendapatan bagi masyarakat, mendorong perbaikan sarana dan prasarana.
dampak negatif terhadap lingkungan, seperti peningkatan polusi udara, air,
atau sampah.
Kata kunci: Potensi, Dampak, Pariwisata, Aerotropolis
ANALYSIS OF THE POTENTIAL FOR TOURISM IN THE
YOGYAKARTA INTERNATIONAL AIRPORT (YIA) REGION
Advisor: Kartika Fajar Nieamah, S. S., M. Sc
Author
M Alfian Nawari
ABSTRACT
As a result of development in the yogyakarta international airport, it
will encourage the region around the airport to provide support for airport
activities. According to j. d. kasarda & appold, (2014) Aerotropolis is defined
asa city with the layout, infrastructure, and economic sectors established in
airports as an airport city. As an area combining international airport and
tourism, aerotropolis yogyakarta international airport has huge potential for
tourism development, there are three themes in the region's development,
ecotourism, cultural tourism, and adventure tourism, and then developed by
reference to the three main pillars of attraction - amenites-accessibility. As
for the study, it aims to know about tourism in the Yogyakarta International
Airport (YIA) region of Aerotropolis Yogyakarta International Airport (YIA)
and the effect people have of developing tourism in the Yogyakarta
International Airport (YIA) region.
The study uses qualitative research methods. By using data collection
techniques of observation, interview and documentation. Interviews use semi-
structured techniques and data analysis using three techniques which are
data reduction, data display and deduction drawing.
Research shows that the Yogyakarta International Airport (YIA) region
of Aerotropolis has huge potential for an exciting tourism destination and
contributes to economic growth and regional development. One of them is the
development potential of the former Kliripan manganese mine and tourist
attraction objects that are still under development such as Glagah Beach,
Congot Beach, Trisik Beach, Kalibiru, Pule Payung, Sermo Reservoir. The
positive effects of developing attractions in the aerotropolis include jobs,
bringing revenue to the population, encouraging both tools and infrastructure
improvements. Adverse effects on the environment, such as increased air
pollution, water, or garbage.
Keywords: Potency, Effects, Tourism, Aerotropolis
DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL.............................................................................................i
HALAMAN LOGO.................................................................................................ii
HALAMAN JUDUL..............................................................................................iii
LEMBAR PERSETUJUAN...................................................................................iv
LEMBAR PENGESAHAN.....................................................................................v
PERNYATAAN KEASLIAN PENULIS................................................................vi
MOTTO.................................................................................................................vii
HALAMAN PERSEMBAHAN...........................................................................viii
KATA PENGANTAR..............................................................................................x
ABSTRAK..............................................................................................................xi
ABSTRACT............................................................................................................xii
DAFTAR ISI........................................................................................................xiii
DAFTAR TABEL..................................................................................................xv
DAFTAR GAMBAR............................................................................................xvi
BAB I PENDAHULUAN........................................................................................1
A. Latar Belakang..........................................................................................1
B. Rumusan Masalah.....................................................................................5
C. Batasan masalah........................................................................................5
D. Tujuan Penelitian.......................................................................................6
E. Manfaat Penelitian.....................................................................................6
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI................................8
A. Landasan Teori..........................................................................................8
B. Penelitian yang Relevan..........................................................................25
C. Kerangka Berfikir....................................................................................30
BAB III METODE PENELITIAN........................................................................32
A. Desain Penelitian.....................................................................................32
B. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Penelitian.............................................33
C. Teknik Pengumpulan Data......................................................................33
D. Teknik Analisis Data...............................................................................35
E. Uji Keabsahan Data.................................................................................37
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN.......................................39
A. Deskripsi Data.........................................................................................39
B. Pembahasan.............................................................................................47
BAB V KESIMPULAN.........................................................................................72
A. Kesimpulan..............................................................................................72
B. Saran........................................................................................................74
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................76
LAMPIRAN..........................................................................................................79
DAFTAR TABEL
Gambar 2.1 Kerangka Berfikir Sumber: Peneliti...................................................31
Gambar 4.1 Lokasi Tambang mangan Kliripan.....................................................54
Gambar 4.2 Area Penjemputan dan keberangkatan Penumpang menggunakan
Kereta Bandara.................................................................................55
Gambar 4.3 Pantai Glagah.....................................................................................57
Gambar 4.4 Pantai Congot.....................................................................................58
Gambar 4.5 Kondisi jalan Yogyakarta Internasional Airport dan jalan wisata
pantai Glagah....................................................................................62
Gambar 4.6 Area Pusat Hiburan Dan Perbelanjaan Di Yogyakarta International
Airport (YIA)....................................................................................66
DAFTAR GAMBAR
Tabel 2.1 Penelitian Relevan..................................................................................25
Tabel 4.1 Data Narasumber....................................................................................39
Tabel 4.2 Daftar Potensi Pariwisata Kabupaten Kulon Progo di kawasan
Aerotropolis...........................................................................................40
Tabel 4.3 Data Jumlah Pengunjung Objek Pariwisata di Kawasan Aerotropolis...41
Tabel 4.4 Kunjungan Wisatawan di Daya Tarik Wisata Kabupaten Kulon Progo
(Jumlah Pengunjung Per Orang) Tahun 2020-2022..............................42
Tabel 4.5 Data Desa Wisata Kabupaten Kulon Progo Tahun 2022........................43
Tabel 4.6 Perkembangan Wisatawan ke Objek Wisata Non Retribusi Kabupaten
Kulon Progo Tahun 2020-2022.............................................................44
Tabel 4.7 Perkembangan Usaha Jasa Pariwisata Berizin Kabupaten Kulon Progo
Tahun 2020-2022...................................................................................45
Tabel 4.8 Daftar Potensi Pariwisata Kabupaten Kulon Progo di kawasan
Aerotropolis...........................................................................................51
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Indonesia adalah negara yang diberkahi dengan kekayaan budaya,
alam, dan sejarah yang melimpah. Kekayaan tersebut menawarkan peluang
bagi sektor pariwisata budaya dan alam untuk menjadi salah satu tujuan wisata
utama di dunia, menarik wisatawan lokal maupun mancanegara. Sektor
pariwisata warisan budaya mencapai peringkat ke-2 di Asia Tenggara dan
menempati peringkat ke-32 dari 117 negara di dunia, yang membuat Indonesia
mengalami peningkatan peringkat terbesar (44 ke 32) tentang pariwisata
World Economy Forum (Kemenparekraf, 2022).
Menurut Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, seiring
pulihnya industri perjalanan pascapandemi COVID-19, wisatawan
mancanegara yang berkunjung ke Indonesia dari Januari hingga Juni 2022
mencapai 743 ribu atau meningkat 929,66 persen dibandingkan bulan yang
sama tahun lalu. Sementara itu, diproyeksikan sebanyak 550 juta pergerakan
wisatawan domestik akan melakukan perjalanan ke destinasi dalam negeri
pada tahun ini. Pasca pandemi covid-19, wisatawan lokal menghabiskan 95%
dari PDB Perjalanan dan Pariwisata langsung dimana wisatawan asing hanya
menghabiskan 5% dari PDB World Travel and Tourism Council
(Kemenparekraf, 2022).
Di Kulon Progo merupakan salah satu kabupaten di Yogyakarta,
terdapat bandar udara Yogyakarta International Airport (YIA) menjadikan titik
1
awal kawasan tersebut untuk pembangunan daerah yang lebih maju. Dampak
positif dari adanya Yogyakarta International Airport kawasan tersebut pastinya
memberikan manfaat kepada daerah-daerah di sekitar Bandar Udara
Yogyakarta International Airport menjadikan kawasan pendukung bandar
udara yang mampu meningkatkan berbagai hal dalam kawasan sekitar dan
menjadikan elemen-elemen di sekitar kawasan bandar udara menjadi lebih
baik dalam berbagai sektor, salah satunya dalam sektor pariwisata. Dengan
adanya pengembangan pada kawasan Yogyakarta International Airport
tersebut akan mendorong kawasan di sekitar bandar udara untuk menjadi
penunjang aktivitas bandar udara. Seperti halnya kawasan pariwisata dan jenis
kawasan lainnya dengan potensi-potensi yang diwadahi terhadap kawasan
Aerotropolis Yogyakarta International Airport (Angkasa Pura I, 2019)
Menurut J.D. Kasarda & Appold, (2014) Aerotropolis didefinisikan
sebagai sebuah kota dengan tata letak, infrastruktur, dan sektor ekonomi yang
didirikan pada bandar udara sebagai kota bandara. Seperti halnya konsep kota
metropolis, konsep kota aerotropolis pun memiliki kawasan suburban atau
pinggir kota. Kawasan inipun terhubung oleh infrastruktur dan transportasi
massal. Tujuan utama aerotropolis bukan hanya untuk mencapai efisiensi
suatu kota atau kawasan dalam berbagai hal namun juga meningkatkan
kualitas hidup pada ruang perkotaan yang aman, nyaman, produktif serta
berkelanjutan.
Kawasan aerotropolis menjadikan salah satu kesempatan besar untuk
kabupaten Kulonprogo sebagai daerah tujuan utama baik dari pariwisata
2
maupun berbagai potensi yang ada pada kabupaten Kulon progo. Bupati
Kulon Progo Sutedjo mengatakan kawasan aerotropolis yang semula hanya
radius 5kilometer dari Yogyakarta International Airport (YIA), dikembangkan
menjadi 15 kilometer, dikarenakan masih dalam perluasan wilayah
aerotropolis (Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu
Kabupaten Kulon Progo). Terbentuknya kawasan aerotropolis sebagai
kawasan penunjang bandar udara yang akan memberikan sebuah ikon kepada
Kulon Progo khususnya Daerah Istimewa Yogyakarta.
Terbentuknya kawasan aerotropolis sebagai kawasan penunjang
bandar udara yang akan memberikan sebuah ikon kepada Kulon Progo
khususnya Daerah Istimewa Yogyakarta. Kawasan aerotropolis akan
menyediakan berbagai sarana dan prasarana yang lengkap, salah satunya
adalah sarana pariwisata, bisnis dan komersial (Perdana, 2017). Dengan
adanya keberadaan bandar udara Yogyakarta International Airport yang mulai
beroperasi sejak 2020 perlahan-lahan diklaim untuk mengolah komponen-
komponen pembuatan kawasan aerotropolis. Contohnya pembangunan yang
ada di salah satu Yogyakarta International Airport (YIA) meliputi, hotel
berbintang yang bermunculan di Kabupaten Kulon Progo yang sebelumnya
tidak ada.
Yogyakarta International Airport Kabupaten Kulon Progo sebagai
perencanaan kawasan yang berbasis aerotropolis yang akan memberikan
dampak dikunjungi oleh banyak wisatawan. Maka dari itu perencanaan suatu
fasilitas guna mewadahi aktivitas wisatawan, ekonomi pada lingkungan
3
sekitar bandar udara tersebut, ialah sebuah langkah wajib yang harus
dilaksanakan dalam proses pengembangan Yogyakarta International Airport
beserta fasilitas penunjang Bandar Udara Yogyakarta International Airport
yang lainnya. Pembentukan aerotropolis pada dasarnya sejalan dengan konsep
green city sebagai sebuah pendekatan baru dalam perencanaan dan
pengembangan kawasan perkotaan yang berkelanjutan. Aerotropolis
merupakan tata kota urban yang di desain, infrastruktur dan ekonomi kawasan
berpusat pada sebuah bandar udara.
Menurut Kementerian Pekerjaan Umum memandang bahwa terdapat
unsur penting dalam realisasi perencanaan di kawasan aerotropolis yaitu
business-site planning yaitu perencanaan yang difokuskan pada upaya
meningkatkan daya tarik kawasan terhadap aktivitas ekonomi sebagai
konsentrasi investasi, dengan menyediakan berbagai infrastruktur dan fasilitas
pendukung, seperti hotel, pusat perbelanjaan, dan atraksi wisata lainnya.
Sebagai sebuah kawasan yang menggabungkan antara bandar Udara
Internasional dan kawasan pariwisata, Aerotropolis Yogyakarta International
Airport memiliki potensi yang besar untuk pengembangan pariwisata, terdapat
tiga tema dalam pengembangan kawasan ini, yaitu wisata ramah lingkungan
(ecotourism), wisata budaya (cultural tourism), dan wisata petualang
(adventure tourism), kemudian dikembangkan dengan mengacu pada tiga pilar
utama yaitu Atraksi – Amenitas – Aksesbilitas. Di dalam kawasan tersebut
akan dikembangkan fasilitas akomodasi resort serta infrastruktur
pendukungnya dengan kepadatan rendah dan berbaur dengan alam serta
4
lingkungan masyarakat sekitanya (Pemerintah Kabupaten Kulon
Progo,2021).
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kunjungan
wisatawan ke Yogyakarta pada tahun 2019 mencapai 6,9 juta orang,
meningkat sekitar 12% dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, rencana
pengembangan kawasan Aerotropolis Yogyakarta International Airport yang
terintegrasi dengan bandar udara menjadi peluang untuk memaksimalkan
potensi pariwisata di Yogyakarta. Analisis potensi pariwisata di kawasan
Aerotropolis Yogyakarta International Airport perlu dilakukan karena kawasan
tersebut memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pariwisata di Yogyakarta.
Selain itu, pengembangan kawasan Aerotropolis Yogyakarta
International Airport juga dapat membuka lapangan kerja baru dan
meningkatkan perekonomian daerah. Berdasarkan latar belakang di atas, maka
penulis tertarik untuk melakukan penelitian kedalam skripsi penulis dengan
judul “Analisis Potensi Pariwisata di Kawasan Aerotropolis Yogyakarta
International Airport (YIA)”.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan penulis, maka
rumusan masalah sebagai berikut:
1. Bagaimana potensi pengembangan pariwisata di kawasan aerotropolis
Yogyakarta International Airport (YIA)?
5
2. Dampak apa saja yang didapatkan masyarakat dalam pengembangan
pariwisata di kawasan aerotropois Yogyakarta International Airport
(YIA)?
C. Batasan masalah
Batasan masalah dalam penelitian ini diperlukan supaya permasalahan
yang dibahas lebih jelas. Penelitian ini membahas tentang Analisis Potensi
Pariwisata di kawasan aerotropolis Yogyakarta International Airport (YIA).
1. Subjek penelitian
Dinas pariwisata kabupaten Kulon Progo, Tokoh Masyarakatnya yang
mengelola kawasan pariwisata, dan pihak Angkasa Pura I
2. Objek penelitian
Objek penelitian pada penelitian ini adalah pariwisata di bandar udara
Yogyakarta International Airport dan kawasan aerotropolis radius
5kilometer sampai dengan 20 kilometer.
D. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian ini untuk menjawab dari rumusan masalah
yang ada. Berdasarkan rumusan masalah tersebut, tujuan penelitian ini adalah:
1. Untuk mengetahui bagaimana analisis potensi pariwisata di kawasan
aerotropolis Yogyakarta International Airport (YIA).
2. Untuk mengetahui dampak apa saja yang didapatkan masyarakat dalam
pengembangan pariwisata di kawasan aerotropois Yogyakarta
International Airport (YIA).
6
E. Manfaat Penelitian
Penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi beberapa pihak antara
lain:
1. Manfaat Bagi Penulis
Bagi penulis. Penulisan proposal ini untuk menambah ilmu dan wawasan
mengenai Pengembangan pariwisata terhadap kawasan aerotropolis di
bandar udara Yogyakarta International Airport.
2. Bagi Pembaca
Menjadikan referensi dan informasi untuk menambah ilmu tentang
Pengembangan pariwisata terhadap kawasan aerotropolis di bandar udara
Yogyakarta International Airport.
3. Bagi STTKD
Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini dapat dijadikan perbandingan
untuk penelitian selanjutnya bagi Taruna dan Taruni sebagai referensi
untuk mengembangkan ilmu di bidang manajemen transportasi udara.
4. Bagi Bandar Udara Yogyakarta International Airport.
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi
pengembangan pariwisata di Yogyakarta serta dapat menjadi sumber
informasi bagi pihak-pihak terkait untuk merencanakan dan
mengembangkan kawasan Aerotropolis YIA sebagai pusat pariwisata yang
terintegrasi dengan baik dengan bandara.
7
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI
A. Landasan Teori
1. Bandar Udara
Menurut Undang-Undang No 1 tentang Penerbangan tahun 2009,
bandar udara (airport) merupakan kawasan di daratan maupun perairan
dengan batas-batas tertentu yang digunakan sebagai tempat pesawat udara
mendarat dan lepas landas, naik turunnya penumpang, bongkar muat
barang, dan tempat perpindahan intra dan antar moda transportasi, yang
dilengkapi dengan fasilitas keselamatan dan keamanan penerbangan, serta
fasilitas pokok dan fasilitas penunjang lainnya. Sedangkan menurut Annex
14 dari ICAO 2009 (International Civil Aviation Organization) bandar
udara merupakan area tertentu di daratan dan perairan (termasuk
bangunan, instalasi dan peralatan) yang diperuntukan baik secara
keseluiruhan atau sebagian untuk kedatangan, keberangkatan, dan
pergerakan pesawat. Bandar udara memiliki peran sebagai simpul dalam
jaringan transportasi udara yang digambarkan sebagai titik lokasi bandar
udara yang menjadi pertemuan beberapa jaringan dan rute penerbangan
sesuai hierarki bandar udara.
Pedoman-pedoman perencanaan bandar udara secara detail ada pada
peraturan-peraturan yang dikeluarkan oleh FAA dan ICAO, di Indonesia
sendiri aturan-aturan tersebut tercakup dalam Peraturan Pemerintah
Republik 9 Indonesia Nomor 70 tahun 2001 tentang Kebandaraan dan
8
Ketentuan Menteri Perhubungan No. KM 44 Tahun 2002 tentang Tatanan
Kebandar udaraan Nasional. Komponen bandar udara dibagi menjadi dua
kategori yaitu sisi udara (airside). dan sisi darat (landside). pada sisi udara
(airside) yang mencakup runway, taxiway, apron. Sedangkan sisi darat
mencakup pergerakan kendaraan darat, penumpang, dan angkutan kargo di
kawasan bandar udara, yang mencakup terminal bandar udara,
curb/trotoar, dan parking area yang menunjang keefektifitasan sisi darat
suatu bandar udara.
2. Yogyakarta International Airport (YIA)
Yogyakarta International Airport (YIA) adalah bandar udara yang
dibangun di Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa
Yogyakarta. Pembangunan bandar udara baru di Kulon Progo dilakukan
sebagai pengembangan Bandar Udara Adisucipto Yogyakarta yang sudah
mulai overcapacity. Tahap awal dari pembangunan fasilitas terminal yaitu
seluas 195.000 m2 dengan daya tampung sebesar 14 Juta penumpang per
tahun.
Yogyakarta International Airport mengakomodasi kebutuhan
transportasi udara sekaligus menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi
dan perkembangan jalur selatan Jawa yang mencakup wilayah Daerah
Istimewa Yogyakarta hingga kawasan selatan dan barat daya Jawa Tengah.
Luas apron Bandar Udara Yogyakarta International Airport 371.205m2
dengan kapasitas 28 pesawat, dengan runway sepanjang 3.250 m dan lebar
60 m. Luas bandar udara YIA 235.000m2.
9
Bandar Udara Yogyakarta International Airport memiliki stasiun
kereta api di lantai 2 terminal keberangkatan dengan luas stasiun
11.737m2 dengan dilengkapi lahan parkir kendaraan dengan kapasitas
18.727 kendaraan (Angksa Pura I, 2029).
3. Pariwisata
Menurut Sutiksno, dkk (2020) Pariwisata merupakan interaksi para
wisatawan, supplier bisnis, host governments, dan host communities.
Pariwisata didefinisikan sebagai suatu kombinasi aktivitas, jasa, dan
industri yang menyampaikan suatu pengalaman perjalanan: transportasi,
akomodasi, penetapan makanan dan minuman, pertokoan, entertainment
dan fasilitas aktivitas ditambah jasa keramahtamahan lainnya.
Pengertian pariwisata berdasarkan undang-undang dan pendapat
beberapa ahli yaitu:
a. Undang-undang nomor 10 tahun 2009 mengartikan pariwisata yaitu
berbagai macam kegiatan wisata dan didukung berbagai fasilitas serta
layanan yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha, dan pemerintah
pusat maupun daerah.
b. Menurut World Tourism Organization (UNWTO,2013). Dalam
badan pusat sattistisk, pariwisata didefinisikan sebagai "perjalanan
untuk tujuan rekreasi, liburan, bisnis, atau kegiatan lainnya yang tidak
berkaitan dengan upaya untuk memperoleh penghasilan dalam suatu
wilayah yang tidak ditinggali oleh orang yang melakukan perjalanan
tersebut.
10
c. Menurut Prayogo (2018) Pariwisata secara sederhana dapat
didefinisikan sebagai perjalanan seseorang atau sekelompok orang dari
satu tempat ke tempat lain membuat rencana dalam jangka waktu
tertentu, untuk tujuan rekreasi dan mendapatkan hiburan sehingga
keinginannya terpenuhi.
Menurut Sutiksno, dkk (2020), tujuan dan manfaat pariwisata
Disadari atau tidak sektor pariwisata pada hakekatnya mempunyai manfaat
ganda (multiflyer effect) bagi kehidupan manusia mulai yang berbentuk
fisik maupun nonfisik (rohani dan jasa) yaitu meningkatkan pendapatan
masyarakat dan negara/daerah, juga menciptakan lapangan kerja serta
menjaga lingkungan dan melestarikan budaya, meningkatkan rasa cinta
tanah air, menyegarkan suasana, melepaskan kepenatan, mendapatkan
inspirasi dan sebagainya.
Berdasarkan UU Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan,
tujuan pariwisata adalah sebagai berikut:
a. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional melalui
pengembangan pariwisata yang berkelanjutan.
b. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan
pariwisata yang berkelanjutan dan pemerataan manfaat pariwisata.
c. Melestarikan dan mengembangkan warisan budaya dan alam Indonesia
melalui pengembangan pariwisata yang berkelanjutan.
d. Meningkatkan daya saing dan promosi pariwisata Indonesia di tingkat
nasional dan internasional.
11
e. Meningkatkan pemerataan pembangunan daerah melalui
pengembangan pariwisata yang berkelanjutan dan mendukung
pembangunan daerah.
Selanjutnya, dalam Undang-undang nomor 10 tahun 2009 tertulis
tujuan dari kepariwisataan yaitu:
a. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
b. Meningkatkan kesejahteraan rakyat.
c. Menghapus kemiskinan.
d. Mengatasi pengangguran.
e. Melestarikan alam, lingkungan, dan sumber daya.
f. Memajukan kebudayaan.
g. Mengangkat citra bangsa.
h. Memupuk rasa cinta tanah air.
i. Memperkukuh jati diri dan kesatuan bangsa, dan
j. Mempererat persahabatan antar bangsa.
4. Potensi Pengembangan Pariwisata
Berkaitan dengan pengembangan pariwisata, Pemerintah Indonesia
telah mengeluarkan kebijakan berupa Undang-undang No 10 Tahun 2009
tentang kepariwisataan. Pada pasal 2 dinyatakan penyelenggaraan
kepariwisataan berasaskan manfaat, keseimbangan, kemandirian,
partisipatif, kelestarian, dan berkelanjutan. Dan pada pasal 4 dinyatakan
tujuan kepariwisataan adalah meningkatkan pertumbuhan ekonomi,
meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menghapus kemiskinan,
12
mengatasi pengangguran, melestarikan lingkungan sumber daya alam,
serta memajukan kebudayaan. Dengan prinsip penyelenggara
kepariwisataan menunjang tinggi norma agama dan nilai budaya sebagai
konsep hidup dalam keseimbangan hubungan anatara manusia dengan
Tuhan Yang Maha Esa, hubungan manusia sesama manusia, dan hubungan
manusia dengan lingkungan, memelihara kelestarian alam dan lingkungan
hidup, memberdayakan masyarakat setempat.
Pengembangan pariwisata menurut Rangkuti (2016), sebagaimana
mengutip Chandler, strategi merupakan suatu alat untuk mencapai tujuan
dalam kaitannya dengan jangka panjang, program tindak lanjut serta
prioritas sumber daya. Pariwisata dapat memberikan kehidupan yang
standar kepada warga setempat melalui keuntungan ekonomi yang didapat
dari tujuan wisata. Dalam perkembangan infrastruktur dan fasilitas
rekreasi, keduanya menguntungkan wisatawan dan warga setempat,
sebaliknya kepariwisataan dikembangkan melalui penyediaan tujuan
tempatwisata”.
Menurut Suwardjoko (2017), pengembangan obyek wisata harus
memenuhi dua hal yaitu penampilan eksotis suatu obyek pariwisata dan
pemenuhan kebutuhan manusia sebagai hiburan waktu senggang/leissure.
Dengan kata lain pengangkatan suatu potensi wisata bisa dikatakan
berhasil jika penampilannya unik, khas dan menarik dan waktu
pelaksanaannya sesuai dengan waktu luang yang dimiliki calon
wisatawan.
13
Kepariwisataan membawa banyak manfaat dan keuntungan. Oleh
karena itu pembangunan kepariwisataan diarahkan pada peningkatan
pariwisata menjadi sektor andalan yang mampu mengalahkan kegiatan
ekonomi termasuk kegiatan sektor lain yang terkait. Sehingga lapangan
kerja, pendapatan masyarakat, pendapatan daerah dan pendapatan Negara
serta penerimaan devisa meningkat melalui usaha pengembangan dan
pendayagunaan berbagai potensi kepariwisataan. Strategi dalam
pengembangan pariwisata ini memiliki 5 indikator dalam melaksanakan
proses pengembangan pariwisata, antara lain objek atau daya tarik wisata,
prasarana wisata, sarana wisata, tata laksana atau infrastruktur, Masyarakat
atau Sumber Daya Manusia (SDM).
Objek atau daya Tarik wisata Objek daya tarik wisata merupakan
bagian terpenting dalam sektor pariwisata. Objek daya tarik wisata
menurut UU No 10 tahun 2009 dikenal sebagai daya tarik wisata, tanpa
kata “objek”. Daya tarik wisata adalah segala sesuatu yang memiliki
keunikan, keindahan, dan nilai yang berupa keanekaragaman kekayaan
alam, budaya, dan hasil buatan manusia yang menjadi sasaran atau tujuan
kunjungan wisatawan.
Beberapa jenis objek daya Tarik wisata, antara lain: (Badan Pusat
Statistik Kabupaten Kulon Progo, 2020). Daya Tarik wisata alam adalah
objek wisata yang memiliki keunikan, keindahan, dan nilai yang berupa
keanekaragaman kekayaan alam.
14
a. Daya Tarik wisata bahari adalah objek wisata yang berkaitan dengan
laut dan pantai.
b. Daya Tarik wisata budaya adalah obyek wisata yang memiliki
keunikan, keindahan, dan nilai yang berupa hasil olah cipta, karsa dan
rasa manusia sebagai makhluk budaya.
c. Daya Tarik buatan adalah obyek wisata yang memiliki keunikan,
keindahan, dan nilai yang berupa hasil buatan manusia dan merupakan
kreasi artifisial serta kegiatan-kegiatan manusia lainnya diluar ranah
wisata alam dan wisata budaya.
Sarana Pariwisata adalah segala sesuatu yang melengkapi dan
bertujuan untuk memudahkan proses kegiatan pariwisata dapat berjalan
lancar (Yoeti 2013). Prasarana pariwisata adalah sumber daya alam dan
sumber daya manusia yang mutlak dibutuhkan oleh wisatawan dalam
perjalanannya di daerah tujuan wisata, seperti jalan, listrik, air,
telekomunikasi, terminal, jembatan, dan lain sebagainya (Suwantoro,
2015).
Menurut Suryadana (2019), ada beberapa komponen dasar pariwisata
yang harus diperhatikan dalam pengembangan pariwisata. Komponen
tersebut antara lain:
a. Daya Tarik (Attraction)
Daya tarik wisata memiliki kekuatan tersendiri sebagai
komponen pariwisata karena dapat memunculkan motivasi bagi
15
wisatawan dan menarik wisatawan untuk melakukan perjalanan wisata.
Indikatornya adalah:
a) Something to See adalah objek wisata tersebut harus mempunyai
sesuatu yang bisa dilihat atau dijadikan tontonan oleh pengunjung
wisata.
b) Something to Do adalah agar wisatawan bisa melakukan sesuatu
yang berguna untuk memberikan perasaan senang, bahagia, dan
relax.
c) Something to Buy adalah fasilitas untuk wisatawan berbelanja yang
pada umumnya adalah ciri khas atau ikon dari daerah tersebut
sehingga bisa dijadikan sebagai oleholeh.
b. Aksesibilitas (Accessibilities)
Dalam hal ini dimaksudkan agar wisatawan domestik dan
mancanegara dapat dengan mudah mencapai tempat wisata tersebut.
Objek wisata dapat dijadikan sebagai salah satu objek wisata yang
menarik, maka faktor yang sangat menunjang adalah kelengkapan dari
sarana dan prasarana objek wisata tersebut. Indikatornya adalah:
a) Jalan raya.
b) Sistem telekomunikasi.
c) Transportasi.
d) Pelayanan (pos penjaga objek wisata, pusat informasi).
c. Fasilitas (Amenities)
16
Fasilitas yang tersedia di daerah objek wisata seperti
akomodasi dan restoran. Fasilitas menjadi salah satu syarat Daerah
Tujuan Wisata (DTW). Dengan adanya fasilitas, maka wisatawan
dapat tinggal lebih lama di daerah tersebut Indikatornya adalah:
a) Fasilitas penginapan (hotel, villa, pondok, restoran)
b) Fasilitas kamar mandi umum
c) Fasilitas parkir
d. Lembaga Pengelola (Institutions)
Aspek berikut ini mengacu kepada adanya lembaga atau
organisasi yang mengolah objek wisata tersebut. Wisatawan akan
semakin sering mengunjungi dan mencari DTW apabila di daerah
tersebut wisatawan dapat merasakan kenyamanan (Protection of
Tourism) dan terlindungi baik melaporkan maupun mengajukan suatu
kritik dan saran mengenai keberadaan mereka selaku pengunjung atau
orang yang bepergian. Indikatornya adalah:
a) Pihak pemerintah
b) Pihak swasta
c) Investor
5. Potensi Pariwisata
Menurut Suwardjoko (2017), potensi wisata adalah potensi alamiah
atau binaan hasil rekayasa akal budi yang menjadi fokus pariwisata.
Menurut Suwardjoko (2017), pengembangan objek wisata harus
memenuhi 2 hal, yaitu penampilan eksotis suatu objek wisata dan
17
pemenuhan kebutuhan manusia sebagai hiburan, waktu senggang atau
leisure, dengan kata lain pengangkatan suatu potensi wisata bisa dikatakan
berhasil. Jika penampilannya unik khas dan menarik dan waktu
pelaksanaannya sesuai dengan waktu luang yang dimiliki oleh calon
wisatawan. Daya tarik wisata di golongkan menjadi 3 yaitu: potensi alam,
potensi budaya, potensi manusia.
a. Potensi Alam
Potensi alam adalah keadaan dan jenis flora dan fauna suatu
daerah, bentang alam suatu daerah, misalnya pantai, hutan, gunung,
sungai, dan lain-lain (keadaan fisik suatu daerah). Kelebihan dan
keunikan yang dimiliki oleh alam jika dikembangkan dengan
memperhatikan keadaan lingkungan sekitarnya niscaya akan menarik
wisatawan untuk berkunjung ke obyek tersebut.
b. Potensi Kebudayaan
Potensi kebudayaan adalah kekayaan budaya daerah upacara adat
busana daerah yang juga menjadi bagian busana nasional. Serta
kesenian daerah adalah potensi potensi yang dapat menjadi daya tarik
wisata bila dikemas dan disajikan secara professional tanpa merusak
nilai nilai dan norma norma budaya aslinya.
c. Potensi Manusia
Potensi manusia harus ditempatkan sebagai objek wisata sekaligus
objek wisata manusia dapat menjadi atraksi pariwisata dan menarik
kunjungan wisatawan bukan hal yang luar biasa. Sudah tentu manusia
18
sebagai atrkasi pariwisata tidak boleh direndahkan kedudukannya
sehingga kehilangan martabatnya banyak sebagai manusia.
6. Dampak
Menurut Spillane (2018) pengembangan pariwisata memiliki
dampak positif maupun dampak negatif, maka diperlukan perencanaan
untuk menekan sekecil mungkin dampak yang ditimbulkan. Dampak
positif yang diambil dari pengembangan pariwisata meliputi:
a. Penciptaan lapangan kerja, dimana pada umumnya pariwisata
merupakan industri padat karya dimana tenaga kerja tidak dapat
digantikan dengan modal atau peralatan.
b. Sebagai sumber devisa asing
c. Pariwisata dan distribusi pembangunan spiritual, disini pariwisata
secara wajar cenderung mendistribusikan pembangunan dari pusat
industri ke arah wilayah desa yang belum berkembang, bahkan
pariwisata disadari dapat menjadi dasar pembangunan regional.
Sedangkan Dampak negatif yang ditimbulkan dengan adanya
pengembangan pariwisata meliputi:
a. Pariwisata dan vulnerability ekonomi, karena di negara kecil
dengan perekonomian terbuka, pariwisata menjadi sumber mudah
kena serang atau luka (vulnerability), khususnya kalau Negara
tersebut sangat tergantung pada satu pasar asing.
b. Banyak kasus kebocoran sangat luas dan besar, khususnya kalau
proyek-proyek pariwisata berskala besar dan diluar kapasitas
19
perekonomian, seperti barang-barang impor, biaya promosi ke luar
negeri, tambahan pengeluaran untuk warga negara sebagai akibat
dari penerimaan dan percontohan dari pariwisata dan lainnya.
c. Polarisasi spasial dari industri pariwisata dimana perusahaan besar
mempunya kemampuan untuk menerima sumber daya modal yang
besar dari kelompok besar perbankan atau lembaga keuangan lain,
sedangkan perusahaan kecil harus tergantung dari pinjaman atau
subsidi dari pemerintah dan tabungan pribadi. Hal ini menjadi
hambatan dimana terjadi konflik spasial antara perusahaan kecil
dan perusahaan besar.
d. Sifat dari pekerjaan dalam industri pariwisata cenderung menerima
gaji yang rendah, menjadi pekerjaan musiman, tidak ada serikat
buruh.
e. Dampak industri pariwisata terhadap alokasi sumber daya
ekonomi industri ini dapat menaikkan harga tanah dimana
kenaikan harga tanah dapat menimbulkan kesulitan bagi penghuni
daerah tersebut yang tidak bekerja disektor pariwisata yang ingin
membangun rumah atau mendirikan bisnis disini.
f. Dampak terhadap lingkungan, bisa berupa polusi air atau udara,
kekurangan air, keramaian lalu lintas dan kerusakan dari
pemandangan alam yang tradisional.
20
7. Peran Bandar Udara Untuk Pariwisata
Menurut Undang-Undang No 1 Tahun 2009 dan Peraturan Mentri No
69 Tahun 2013 Peran Bandar Udara sebagai simpul dalam jaringan
transportasi udara yang digambarkan sebagai titik lokasi bandar udara
yang menjadi pertemuan beberapa jaringan dan rute penerbangan sesuai
hierarki bandar udara. Pintu gerbang kegiatan perekonomian dalam upaya
pemerataan pembangunan, pertumbuhan dan stabilitas ekonomi serta
keselarasan pembangunan nasional dan pembangunan daerah yang
digambarkan sebagai lokasi dan wilayah di sekitar bandar udara yang
menjadi pintu masuk dan keluar kegiatan perekonomian, pendorong dan
penunjang kegiatan industri, perdagangan dan/atau pariwisata dalam
menggerakan dinamika pembangunan nasional, serta keterpaduan dengan
sektor pembangunan lainnya, digambarkan sebagai lokasi bandar udara
yang memudahkan transportasi udara pada wilayah di sekitanya.
Bandar udara salah satu tulang punggung dari kepariwisataan atau
sarana yang paling penting manfaatnya di bidang pariwisata, karena
berbentuk transportasi penerbangan maka suatu daerah akan mudah
dicapai atau dalam istilah pariwisata disebut Accesbility. Menurut PT.
Angkasa Pura II (Persero) bandar udara adalah lapangan udara, termasuk
segala bangunan dan peralatan yang merupakan kelengkapan minimal
untuk menjamin tersedianya fasilitas bagi angkutan udara untuk
masyarakat.
21
Menurut Middleton dalam Marketing Tourism and Travel (2020)
sektor yang bisa mendukung pariwisata yaitu:
a. Transportasi.
b. Sektor penyelenggara perjalanan (travel).
c. Jasa penginapan.
d. Daya tarik wisata.
e. Pengelolaan tempat tujuan wisata.
8. Aerotropolis
Aerotropolis didefinisikan sebagai kawasan yang berpusat di Bandar
udara utama dan dikelilingi oleh pembangunan prasarana nonpenerbangan,
transportasi terpadu, dan fasilitas pelayanan, yang di fungsikan untuk
mendapatkan keuntungan ekonomi (Kasarda, 2014).
Menurut D. Kasarda (2014), aerotropolis ini merupakan salah satu
strategi untuk memadukan antara infrastruktur, kawasan hunian komersial,
dan juga intervensi kebijakan pemerintah yang akan dapat
mengembangkan kawasan perkotaan bandar udara dan juga aset pekerja
serta mengurangi waktu dan biaya sistem transportasi darat. Pada abad
ke21, bandar udara berevolusi menjadi bisnis motor dan pembangunan
perkotaan sehingga terinspirasilah konsep Aerotropolis.
Istilah aerotropolis ini pertama kali dikemukakan oleh Nicholas De
Santis, seorang seniman asal New York. De Santis membuat sebuah karya
berupa gambar atap setinggi langit dengan sebuah Bandar udara di tengah
kota. Karya ini ditayangkan dalam Popular Science pada November 1939
22
(Brata, 2023). Aerotropolis didefinisikan sebagai sebuah kota dengan tata
letak, infrastruktur, dan sektor ekonomi yang didirikan pada bandar udara
sebagai kota bandara. Seperti halnya konsep kota metropolis, konsep kota
aerotropolis pun memiliki kawasan suburban atau pinggir kota. Kawasan
ini pun terhubung oleh infrastruktur dan transportasi massal.
Tahun 2000, konsep ini dikembangkan oleh seorang akademisi dan
pakar perdagangan udara, D. Kasarda yang mempelajari ulang tentang
bandara sebagai penggerak ekonomi sebuah kawasan. Ia berpendapat
bahwa Bandar udara mampu menghubungkan konsumen, pemasok, dan
perusahaan-perusahaan yang menjadi mitra di seluruh belahan dunia
(Brata, 2023).
Menurut pakar air commerce ini, roda bisnis di sekitar Bandar udara
bahkan lebih tergantung pada pemasok atau konsumen dari luar kota atau
luar negeri dibanding kawasan bisnis di pusat kota dan sekitarnya.
Alasannya adalah kawasan komersial aerotropolis ini pada dasarnya
memang dibangun dalam rangka mendukung bisnis yang terkait
penerbangan termasuk jutaan pengunjung dan pengguna bandar udara
yang singgah setiap tahunnya (Brata, 2023). Aerotropolis pada umumnya
dilengkapi dengan: (Brata, 2023).
a. Industri manufaktur.
b. E-commerce
c. Telekomunikasi dan logistik
d. Hotel
23
e. Gerai ritel
f. Pusat hiburan dan pameran
g. Ruang perkantoran (untuk pebisnis bermobilitas tinggi dan terlibat
perdagangan global)
h. Pusat perdagangan grosir
i. Sarana transportasi terintegrasi
Prinsip Perencanaan Aerotropolis (Brata, 2023).
a. Prinsip struktur ruang wilayah, menempatkan bandara memiliki
hirarki tertinggi atau sama dengan pusat kota.
b. Prinsip jarak, berlokasi dalam radius 30 km.
c. Prinsip zonasi, yang mengatur kepadatan kepadatan dan ketinggian
bangunan dengan mempertimbangkan tempat keselamatan
operasional penerbangan dalam pengembangan tempat perkotaan di
sekitar Bandar udara.
d. Pinsip tata guna lahan, dengan dominasi penggunaan campuran
gunalahan.
e. Prinsip peruntukan utama fungsi kawasan, sebagai kawasan bisnis dan
komersial.
f. Prinsip penyediaan kawasan bisnis, dengan konsep CBD yang
mengakomodasi berbagai bidang bisnis dan industri serta akomodasi-
akomodasi yang nyaman.
g. Prinsip integrasi, yang terintegrasi dalam penunjang layanan antara
pusat Kota dan bandara dan terintegrasi dalam konektivitas.
24
h. Prinsip konektivitas yang terhubung dengan transportasi multimoda
yang cepat, terjangkau, dan mudah diakses.
B. Penelitian yang Relevan
Tabel 2.1 Penelitian Relevan
No Nama Tahun Judul Penelitian Hasil Penelitian
Peneliti Penelitian
1. Dicky 2017 Shopping Mall DI Rancangan Shopping
Rianda Kawasan Mall tersebut dirancang
Perdana Aerotropolis New berdasarkan berbagai
Yogyakarta pendekatan desain yang
International berasal dari berbagai
Airport, Temon, studi literatur dan
Kulon Progo sumber lainnya seperti
Pendekatan Fungsi data arsitek dan lain
Skala Ekonomi sebagainya. Rancangan
Terpadu Dalam Aerotropolis Shopping
Aktivitas Mall berikut terintegrasi
Perdagangan dengan berbagai fasilitas
pendukung aktivitas
bandara khusunya
aktivitas aviasi di
kawasan NYIA seperti
fasilitas transportasi
kawasan seperti trem,
busway dan lain
sebagainya. Rancangan
Shopping Mall tersebut
dirancang berdasarkan
berbagai pendekatan
desain yang berasal dari
berbagai studi literatur
dan sumber lainnya
seperti data arsitek dan
lain sebagainya.
Rancangan Aerotropolis
Shopping Mall berikut
terintegrasi dengan
berbagai fasilitas
pendukung aktivitas
25
bandara khusunya
aktivitas aviasi di
kawasan NYIA seperti
fasilitas transportasi
kawasan seperti trem,
busway dan lain
sebagainya.
2. Ryan 2018 Koordinasi Aerotropolis di
Ramdhan Penerapan Kabupaten Kertajati
Kebijakan diharapkan mampu
Aerotropolis di mendongkrak
Kecamatan perekonomian di Jawa
Kertajati Kabupaten Barat, khususnya
Majalengka Kabupaten Majalengka.
Kawasan Aerotropolis ini
merupakan kawasan
yang sangat luas dan
sering disebut sebagai
Airport City atau kota
mandiri baru yang
berkembang di sekitar
bandara. Menurut Lie
(2010) sebagai kriteria
koordinasi yang baik
penulis menggunakan
faktor-faktor yang
mempengaruhi
koordinasi seperti
perencanaan, titik
pertemuan, pembagian
kerja, tujuan bersama,
kepemimpinan,
kepercayaan, dan sikap
positif. Penelitian ini
menggunakan metode
deskriptif kualitatif
dimana teknik
pengumpulan data
menggunakan studi
pustaka dan studi
lapangan seperti
observasi dan
wawancara. Hasil
penelitian menunjukkan
26
bahwa hubungan antar
organisasi dalam
penerapan kebijakan
Aerotropolis tidak
berjalan dengan baik.
Hal ini ditunjukkan
dengan masih belum
jelasnya pembagian kerja
dan tanggung jawab,
3. Barokhim, 2019 Strategi Dinas Penelitian ini bertujuan
Pariwisata untuk mengetahui
Ginanjar Kabupaten bagaimana strategi
Kulonprogo Dalam Dinas Pariwisata
Wahyu Menyambut Kabupaten Kulonprogo
dalam menyambut
Keberadaan NYIA
Bandara NYIA (New
(New Yogyakarta
Yogyakarta
International
International Airport),
Airport).
mengetahui
hambatanhambatan
dalam pembangunan
bandara dan mengetahui
berbagai masalah terkait
alih fungsi lahan.
menunjukkan bahwa
Dinas Kabupaten
Kulonprogo mendukung
pembangunan bandara
dan berencana akan
menambah
fasilitasfasilitas yang ada
pada obyek wisata di
Kulonprogo.
4. Sumarata, R. 2021 Konsep Penelitian ini merupakan
obertias O., Pengembangan jenis penelitian
Manaf, M., Aerotropolis di deskriptif kuantitatif
& Syafri, S. Bandara dengan menggunakan
(2021). Internasional Sultan alat analisis diantaranya
Hasanuddin analisis deskriptif
Makassar kuantitatif skala likert
27
(crosstabulation) dan
analisis jalur/analisis
jalur. Sampel yang
digunakan sebanyak 100
orang. Data diperoleh
dari Badan Pusat
Statistik dan lainnya
serta masyarakat yang
menjadi responden
dengan menggunakan
kuesioner/wawancara.
Hasil penelitian
menunjukan bahwa
karakteristik pelayanan
Bandara Internasional
Sultan Hasanuddin
Makassar dalam
mendukung konsep
aerotropolis berdasarkan
karakteristik
aerotropolis yakni
Prinsip Struktur
Ruang,
Prinsip
Jarak/Aksesibilitas,
Prinsip Zonasi, Prinsip
Tata Guna Lahan,
Prinsip Peruntukkan
Utama Fungsi Kawasan,
Prinsip Penyediaan
Kawasan Bisnis, Prinsip
Integrasi dan Prinsip
Konektivitas memiliki
pengaruh didalam
pengembangannya
28
5. Gunawan, 2021 Kondisi Masyarakat Penelitian ini berusaha
Endro Kulon Progo untuk mengungkap
Winarno Menuju Era prakiraan dampak fisik
Aerotropolis pasca pembangunan
bandara yang mungkin
akan timbul
(perkembangan/prospek)
di wilayah Kabupaten
Kulon
Progo dan sekitarnya;
praktik pengalihan
kepemilikan lahan
masyarakat untuk
pembangunan
fasilitas publik, dan
kondisi keberdayaan
masyarakat
menghadapi perubahan
yang terja di menuju
era Aerotropolis Kulon
Progo. Penelitian ini
dilakukan di wilayah
sekitar YIA yakni
Kalurahan Glagah,
Temon dan Kulur
Kapanewon
Temon Kabupaten
Kulon Progo Daerah
Istimewa Yogyakarta
yang secara umum
warganya adalah
masyarakat agraris.
Penggalian data
dilakukan melalui studi
literatur (desk reviev)
untuk mengenal
kebijakan dan
perkembangan wilayah,
penyebaran angket dan
interview. Identifikasi
empirik didasarkan pada
hasil penelitian
terdahulu yang relevan
didukung data
elektronik mengacu
29
pada metode
Research Using
Available Data versi
Singleton Jr, et al
(1988).
Perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya yaitu penulis
akan meneliti tentang potensi pengembangan pariwisata di kawasan
Aerotropolis Yogyakarta International Airport (YIA), yang membedakan
penelitian ini dengan penelitian sebelumya adalah Rancangan Shopping Mall
tersebut dirancang berdasarkan berbagai pendekatan desain yang berasal dari
berbagai studi literatur dan sumber lainnya seperti data arsitek dan lain
sebagainya. Rancangan Aerotropolis Shopping Mall berikut terintegrasi
dengan berbagai fasilitas pendukung aktivitas bandara khusunya aktivitas
aviasi di kawasan YIA seperti fasilitas transportasi kawasan seperti trem,
busway dan lain sebagainya, sedangkan pada penelitian yang akan penulis
lakukan adalah dengan analisis potensi pengembangan pariwisata di kawasan
aerotropolis dengan metode kualitatif deskriptif.
C. Kerangka Berfikir
Menurut Sugiyono (2019), kerangka berfikir yaitu model konseptual
tentang bagaimana teori berhubungan dengan berbagai faktor yang telah
didefinisikan sebagai masalah yang penting.
30
Pengembangan Pariwisata Di Kawasan Aerotopolis
Potensi Pengembangan Pariwisata Di Kawasan Aerotropolis
Dampak Dari Perkembangan Pariwisata Di Kawasan Aerotropolis
Potensi pengembangan pariwisata
Gambar 2.1 Kerangka Berfikir Sumber: Peneliti
Kegiatan dalam pengembangan suatu destinasi wisata pada dasarnya
bertujuan untuk memperkenalkan destinasi wisata kepada wisatawan dengan
ideal baik di benak wisatawan maupun masyarakat. Selain itu nilai dari
pengembangan pariwisata di kawasan aerotropolis Yogyakarta International
Airport (YIA) tersebut dapat menimbulkan menjadi bagian terpenting karena
ketertarikan orang kepada destinasi wisata, seperti wisata budaya, wisata alam,
dan wisata petualang, yang membuat destinasi wisata tersebut semakin ramai,
dan berkembang, terutama pada sektor pengembangan pariwisata di kawasan
aerotropolis.
31
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Desain Penelitian
Desain penelitian adalah tata cara, langkah, atau prosedur yang ilmiah
dalam mendapatkan data untuk tujuan penelitian yang memiliki tujuan dan
kegunaan tertentu (Sugiyono, 2019). Dalam desain penelitian mencakup
beberapa hal yang dilakukan peneliti, mulai dari identifikasi masalah, rumusan
hipotesis, cara pengumpulan data, hingga analisis data.
Menurut Moleong (2017), penelitian kualitatif adalah penelitian yang
bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek
penelitian seperti perilaku, persepsi, motivasi, tindakan dan lain-lain secara
holistik dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada
suatu konteks khusus yang alamiah dengan memanfaatkan berbagai metode
alamiah.
Penelitian kualitatif menekankan pada kualitas bukan kuantitas dan
data-data yang dikumpulkan bukan berasal dari kuesioner melainkan berasal
dari wawancara, observasi langsung dan dokumen resmi yang terkait lainnya.
Penelitian kualitatif juga lebih mementingkan segi proses daripada hasil yang
didapat. Hal tersebut disebabkan oleh hubungan bagian-bagian yang sedang
diteliti akan jauh lebih jelas jika diamati dalam proses. Penelitian ini
difokuskan dalam bagaimana potensi pengembangan pariwisata di kawasan
aerotropolis Yogyakarta International Airport (YIA) dan dampak apa saja
yang didapatkan dalam pengembangan pariwisata di kawasan aerotropolis.
32
B. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Penelitian
Tempat penelitian ini dilaksanakan di Kawasan aerotropolis
Yogyakarta International Airport, dan Kantor Dinas Pariwisata. Waktu yang
digunakan penulis untuk penelitian ini akan dilaksakan pada tanggal 15 Juni
2023.
C. Teknik Pengumpulan Data
Tujuan dari penelitian untuk meperoleh data maka teknik pengumpulan
data merupakan langkah yang paling vital dalam suatu penelitian. Peneliti yang
melakukan penelitian tidak akan mendapatkan data yang diinginkan jika tidak
menegtahui teknik dalam pengumpulan data. Menurut Sugiyono (2019),
pengumpulan data dapat dilakukan dalam berbagai setting, berbagai sumber,
dan berbagai cara. Jika dilihat dari settingnya, data dapat dikumpulkan pada
setting alamiah, pada laboraturium dengan metode eksperimen, dengan
berbagai responden, pada suatu seminar, diskusi jalan dan lain lain. Teknik
pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
a. Observasi
Salah satu teknik yang dapat digunakan untuk mengetahui atau
menyelidiki tingkah laku nonverbal yakni dengan meggunakan teknik
obeservasi. Menururt Sugiyono (2019), observasi merupakan teknik
pengumpulan data yang mempunyai ciri yang spesifik bila dibandingkan
dengan teknik yang lain. Observasi juga tidak terbatas pada orang, tetapi
juga objek objek alam yang lain. Melalui kegiatan observasi peneliti dapat
belajar tentang perilaku dan makna dari perilaku tersebut. Observasi dalam
33
penelitian ini yaitu dengan melakukan pengamatan langsung dikawasan
aerotropolis untuk mengetahui strategi pengembangan dan dampak apa
saja yang didapatkan dalam pengembangan pariwisata di kawasan
aerotropolis.
b. Wawancara
Menurut Sugiyono (2019), wawancara adalah merupakan
pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui bertanya
jawab, sehingga dapat dikonstrusikan makna dalam suatu topik tertentu.
Macam-macam wawancara, yaitu: wawancara terstruktur, wawancara semi
terstruktur, dan tidak terstruktur. (Sugiyono, 2019).
Berdasarkan penjelasan di atas, maka penelitian ini menggunakan
wawancara semi terstruktur agar lebih mudah dalam melakukan analisa
data. Penulis melakukan wawancara kepada pihak Angkasa Pura I, Dinas
Pariwisata Kulonprogo dan tokoh Masyarakat yang terkait dalam
pengembangan aerotropolis karena dalam penelitian kualitatif tidak ada
patokan baku dalam melakukan wawancara dan jumlah responden akan
berubah seiring jalannya penelitian. Interview Guideline dan hasil
wawancara data terlampir.
Wawancara semi terstruktur, jenis wawancara ini termasuk dalam
kategori in-depth interview, di mana pelaksanaannya lebih bebas bila
dibandingkan dengan wawancara terstruktur. Tujuan dari wawancara jenis
ini adalah untuk menemukan permasalahan secara lebih terbuka, di mana
34
pihak yang diajak wawancara diminta pendapat dan ide-idenya (Sugiyono,
2019).
c. Dokumentasi
Menurut Sugiyono (2019), dokumentasi adalah suatu cara yang
digunakan untuk memperoleh data dan informasi dalam bentuk buku,
arsip, dokumen, tulisan angka dan gambar yang berupa laporan serta
keterangan yang dapat mendukung penelitian. Studi dokumen pelengkap
dari penggunaan metode observasi atau wawancara akan lebih dapat
dipercaya atau mempunyai kredibilitas yang tinggi jika didukung oleh foto
foto atau karya tulis yang sudah ada. Dalam proses penelitian, penulis
menggunakan teknik dokumentasi dengan cara observasi atau mengamati
objek yang relevan untuk dijadikan data pendukung penelitian.
D. Teknik Analisis Data
Analisis data menurut Sugiyono (2019), adalah proses mencari dan
menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan
lapangan dan dokumentasi, dengan cara mengorganisasikan data ke dalam
kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke
dalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan
membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri maupun
orang lain.
Ketepatan dan keakuratan data yang terkumpul sangat diperlukan,
namun tidak dapat pula dipungkiri bahwa sumber informasi yang berbeda
35
akan memberikan informasi yang berbeda pula. Pekerjaan menganalisis data
memerlukan usaha pemusatan perhatian dan pengerahan tenaga fisik dan
pikiran sendiri. Selain menganalisis data, peneliti juga perlu mendalami
kepustakaan guna mengonfirmasikan teori.
Data penelitian kualitatif, data diperoleh dari berbagai sumber, dengan
menggunakan teknik pengumpulan data yang bermacam-macam (triangulasi)
dan dilakukan secara terus menerus tersebut mengakibatkan variasi data tinggi
sekali. Teknik analisis data yang digunakan oleh penulis menggunakan model
Miles and Huberman. Menurut Miles dan Huberman dalam buku Sugiyono
(2019), analisis data dalam penelitian kualitatif, dilakukan pada saat
pengumpulan data berlangsung, dan setelah selesai pengumpulan data dalam
periode tertentu. Aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara
interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas, sehingga
datanya sudah jenuh. Miles dan Huberman menawarkan pola umum analisis
dengan mengikuti model interaktif sebagai berikut:
1. Data Reduction (Reduksi Data)
Menurut Sugiyono (2019), Reduksi data adalah merangkum, memilih
hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting yang sesuai
dengan topik penelitian, mencari tema dan polanya, pada akhirnya
memberikan gambaran yang lebih jelas dan mempermudah untuk
melakukan pengumpulan data selanjutnya. Dalam mereduksi data akan
dipandu oleh tujuan yang akan dicapai dan telah ditentukan sebelumnya.
36
Reduksi data juga merupakan suatu proses berfikir kritis yang
memerlukan kecerdasan dan kedalaman wawasan yang tinggi.
2. Data Display (Penyajian data)
Setelah mereduksi data, maka langkah selanjutnya adalah menyajikan
data. Dalam penelitian kualitatif, penyajian data dapat dilakukan dalam
bentuk table, grafik, flowchart, pictogram dan sejenisnya. Melalui
penyajian data tersebut, maka data dapat terorganisasikan, tersusun dalam
pola hubungan, sehingga akan mudah dipahami. Selain itu dalam
penelitian kualitatif penyajian data dapat dilakukan dalam bentuk uraian
singkat, bagan, hubungan antar kategori, flowchart, dan sejenisnya namun
yang sering digunakan untuk menyajikan data dalam penelitian kualitatif
adalah dengan teks yang bersifat naratif. Melalui penyajian data tersebut,
maka data terorganisasikan, dan tersusun sehingga akan semakin mudah
dipahami (Sugiyono, 2019).
3. Verification (Kesimpulan)
Langkah terakhir dalam menganalisis penelitian kualitatif adalah
penarikan kesimpulan. Menurut Sugiyono (2019), kesimpulan dalam
penelitian kualitatif dapat menjawab rumusan masalah yang dirumuskan
sejak awal, tetapi mungkin juga tidak, karena seperti telah dikemukakan
bahwa masalah dan perumusan masalah dalam penelitian kualitatif masih
bersifat sementara dan akan berkembang setelah penelitian berada
dilapangan. Kesimpulan dalam penelitian kualitatif merupakan temuan
baru yang sebelumnya belum pernah ada. Temuan dapat berupa deskripsi
37
atau gambaran suatu objek yang sebelumnya masih belum jelas sehingga
setelah diteliti menjadi jelas.
E. Uji Keabsahan Data
Uji keabsahan data dilakukan dengan Triangulasi adalah validasi silang
kualitatif. Itu menilai kehalusan data sesuai dengan konvergensi beberapa
sumber data atau beberapa prosedur pengumpulan data. Triangulasi dalam
pengujian kredibilitas ini diartikan sebagai pengecekan data dari berbagai
sumber dengan berbagai cara dan berbagai waktu (Sugiyono, 2019). Dengan
demikian penulis memilih uji keabsahan data menggunakan Triangulasi Teknik
yaitu kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data kepada sumber
data yang sama dengan Teknik yang berbeda, misalnya data di peroleh dengan
wawancara, lalu di cek dengan observasi dan dokumentasi. Bila dengan Teknik
pengujian kredibilitas data tersebut, menghasilkan data yang berbeda-beda,
maka penelitian melakukan diskusi lebih lanjut kepada sumber data yang
dianggap benar, atau mungkin semuanya benar, karena sudut pandangnya
berbeda-beda (Sugiyono, 2019).
38
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Data
Penelitian ini dilakukan pada kawasan Aerotropolis Yogyakarta
International Airport Kabupaten Kulon Progo. Hasil penelitian diperoleh
dengan menggunakan teknik wawancara. Wawancara dilakukan kepada 3
orang informan terhadap objek masalah dalam penelitian. Berikut ini
merupakan data dari tiga informan beserta tanggal pelaksanaan wawancara
dalam penelitian.
Tabel 4.2 Data Narasumber
No Nama Narasumber Jabatan Tanggal
pelaksanaan
wawancara
1. R Trusta Hendraswara Sekertaris Dinas 15 Juni 2023
Pariwisata
Kabupaten Kulon
Progo
2. Yeti Yudianti Ambassador Batik 7 Juli 2023
Airline Kokapura
Yogyakarta
International
Airport
3. Suwanto TPR Petugas 9 Juli2023
Pantai Glagah
39
a. Pariwisata
Sektor pariwisata merupakan salah satu penggerak perekonomian
memberikan kontribusi terhadap kemakmuran daerah, sehingga
pembangunan sektor pariwisata bertujuan untuk menghasilkan manfaat
sosial, budaya, dan ekonomi yang signifikan bagi masyarakat.
Keberhasilan pembangunan sektor pariwisata dapat dilihat dari
meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan dari tahun ke tahun.
Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mendorong meningkatnya
pendapatan asli daerah (PAD), meningkatnya pendapatan masyarakat,
memperluas penciptaan kesempatan kerja seperti perhotelan, restoren, dan
agen perjalanan. Tingkat keberhasilan pembangunan sektor pariwisata di
Kabupaten Kulon Progo dapat dilihat dari perkembangan tingkat
kunjungan wisatawannya. Berikut daftar potensi pariwisata di Kulon
Progo di kawasan Aerotropolis.
Tabel 4.3 Daftar Potensi Pariwisata Kabupaten Kulon Progo di
kawasan Aerotropolis
No. Nama Pariwisata Jenis Desa Kecamatan
1. Pantai Glagah Pantai Glagah Temon
2. Pantai Congot Pantai Jangkaran Temon
3. Pantai Trisik Pantai Banaran Galur
4. Waduk sermo Waduk Hargowilis Kokap
Sumber: Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo, 2022
40
Seperti kita lihat dari Tabel diatas, bahwa Kabupaten Kulon Progo
terutama di Kawasan Aerotropolis 5 Kilo meter sampai dengan 20 Kilo
meter memiliki 4 wisata yang telah dikembangkan oleh pemerintah oleh
pemerintahan daerah, mulai dari Pantai, bukit dan sebagainya. Jika di lihat
dari perkembangan objek wisata semenjak adanya kawasan aerotropolis
jumlah wisatawan mengalami kenaikan di tahun berikut yang tercantum
pada tabel di bawah ini.
Tabel 4.4 Data Jumlah Pengunjung Objek Pariwisata di Kawasan
Aerotropolis
No. Objek wisata Jumlah pengunjung (orang)
2020 2021 2022
1. Pantai Glagah 332.360 352.010 606.500
2. Pantai Congot 60.577 48.725 78.873
3. Pantai Trisik 91.875 76.034 101.340
4. Waduk sermo 91.875 76.034 101.340
Sumber: Dinas Pariwisata Kabupaten Kolon Progo, 2022
Berdasarkan tabel di atas, ada peningkatan jumlah kunjungan
wisatawan pada tahun 2022 sebesar 54,11% dari tahun sebelumnya.
Masyarakat saat ini sudah mulai bebas beraktivitas, dan sangat
membutuhkan sesuatu yang dapat memberikan hiburan dari kejenuhan
beban pekerjaan. Dengan meningkatnya kunjungan wisatawan diharapkan
dapat memicu pertumbuhan ekonomi daerah pasca pandemic Covid-19.
41
Tabel 4.5 Kunjungan Wisatawan di Daya Tarik Wisata Kabupaten
Kulon Progo (Jumlah Pengunjung Per Orang) Tahun 2020-2022
No Kabupaten/Kota 2020 2021 2022
.
Wisman Wisnus wisma Wisnus wisman wisnus
1. Kulon Progo 0 966,432 9 906,292 2,014 1,559,424
Sumber Data: Statistik Kepariwisataan DIY 2018-2022, Dinas Pariwisata
DIY
Kunjungan Wisatawan di Kulon Progo meningkat 72% di banding
tahun 2021, dan khusus untuk wisatawan mancanegara juga sudah
meningkat meskipun jumlahnya masih lebih kecil dibanding kondisi
sebelum pandemic Covid-19. Peningkatan jumlah wisatawan juga
disebabkan karena Pemerintah Daerah menyelenggarakan beberapa atraksi
wisata budaya di destinasi. Dan juga peran serta masyarakat melalui inovasi
paket wisata pada desa wisata juga meningkat.
Selain objek wisata yang beretribusi, di Kabupaten Kulon Progo
juga berkembang wisata non retribusi, yaitu desa wisata dan objek-objek
wisata yang dikelola oleh masyarakat. Kegiatan wisata non retribusi
berorientasi pada pemberdayaan masyarakat dengan bertumpu pada potensi
42
alam dan budaya setempat. Desa wisata di Kabupaten Kulon Progo ada
sejumlah 22 desa wisata. Berikut data potensi desa wisata di Kulon Progo.
Tabel 4.6 Data Desa Wisata Kabupaten Kulon Progo Tahun 2022
No Kapanewon Desa Wisata Daya Tarik Objek Wisata
Terdekat
1. Temon Glagah Pantai, Pantai Glagah,
Laguna, Pantai Congot,
Kuliner, Bandar Udara
Offroad, YIA, Plaza
Bandara, Kuliner Glagah
Perahu
wisata
2. Kokap Kalibiru Hutan wisata Waduk Sermo,
Kalibiru, Pule Payung,
Alam Wisata Alam
Perbukitan Kalibiru
Manoreh,
Outbond
Sermo Waduk Waduk Sermo,
(Hargowilis) Sermo, Alam Pule Payung,
Perbukitan Wisata Alam
Manoreh Kalibiru
Hargomulyo Seni Budaya Pantai Glagah,
“Angguk”, Pantai Congot,
kuliner khas, Bandara YIA,
wisata Hutan
alam/religi Mangrove
Hargotirto Live In, Segajih Live
(Segajih) Tracking, In, Pule
Susur Payung, Waduk
Sungai, Sermo
Pembuatan
Gula Merah,
batik,
kuliner, seni
43
budaya
Hargorejo Wisata Eks Tambang
sejarah, Mangaan
wisata alam Kliripan
Gunung
Kuniran
Sumber: Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo,2023
Peningkatan peran serta masyarakat dalam mendukung sektor
pariwisata di kawasan Aerotropolis YIA yaitu dengan membentuk desa-
desa wisata. Peningkatan jumlah desa desa wisata dari tahun sebelumnya
sebesar 57% atau sejumlah 2 desa wisata. Perkembangan jumlah
pengunjung pada desa wisata dan objek-objek wisata yang dikelola
masyarakat dalam tabel berikut.
Tabel 4.7 Perkembangan Wisatawan ke Objek Wisata Non Retribusi
Kabupaten Kulon Progo Tahun 2020-2022
No Objek Wisata Jumlah Pengunjung (orang)
Tahun 2020 2021 2022
1. Desa Wisata - - 97.746
2. Non Desa Wisata 375.467 330.680 571.056
Total 375.467 330.680 668.802
Sumber Data: Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo,2022
Jumlah kunjungan wisatawan ke destinasi wisata yang dikelola
masyarakat pada tahun 2022 sejumlah 668.802 orang atau meningkat 102%
44
disbanding tahun 2021. Salah satu penyebabnya adalah telah bangkit dan
beraktifitas Kembali desa wisata di Kulon Progo. Desa wisata dapat
menyajikan paket-paket wisata yang menarik minat wisatawan, baik
dengan menjual destinasi wisata maupun karifan local, baik seni budaya,
serta adat tradisi masyarakat setempat.
Perkembangan positif sektor pariwisata pada pasca pandemic
Covid-19, memberikan multiplier effect terhadap usaha-usaha jasa
pariwisata yang mengajukian izin usaha melalui OSS (One Singel
Submission). Hal tersebut merupakan komitmen menjamin pelayanan usaha
jas bagi konsumen (wisatawan). Berikut tabel usaha jasa pariwisata yang
berizin di Kabupaten Kulon Progo.
Tabel 4.8 Perkembangan Usaha Jasa Pariwisata Berizin Kabupaten
Kulon Progo Tahun 2020-2022
No Jenis usaha Tahun
2020 2021 2022
I Jasa Perjalanan
Wisata
1. Biro Perjalanan 7 8 13
Wisata
2. Agen Wisata 8 8 8
45
II Jasa Makanan
dan Minuman
1. Restoran 5 7 30
2. Jasa Boga 15 15 15
3. Rumah Makan 14 15 74
III Penyediaan
Akomodasi
1. Hotel non 6 6 15
Bintang
IV Penyelenggara
Kegiatan
Hiburan dan
Rekreasi
1. Karaoke 1 1 0
2. Gelanggang 1 1 1
renang
3. Salon dan spa 1 1 0
V Penyelenggara
Pertemuan,
Insentif,
46
Konverensi dan
Pameran
1. MICE 8 9 9
Total 66 71 165
Sumber data: Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo,2023
Usaha jasa pariwisata dengan berizin mengalami peningkatan yaitu
dari 71 usaha jasa tahun 2021 meningkat menjadi 165 usaha jasa di tahun
2022 atau meningkat 132%. Peningkatan terbanyak pada usaha jasa
pariwisata sektor jasa penyediaan makanan dan minuman serta akomodasi.
Hal ini merupakan salah satu dampak keberadaan DIY.
Upaya peningkatan kunjungan wisata didukung dengan peningkatan
promosi berbasis IT dan efektivitas atraksi wisata, peningkatan sarana dan
prasarana objek wisata dalam kondisi baik dan peningkatan pengelolaan daya
Tarik wisata, pengembangan kapasitas kelembagaan dan SDM (Sumber Daya
Manusia) melalui pelatihan serta peningkatan pembinaan usaha jasa
pariwisata dengan fasilitas sertifikasi. Fokus prioritas destinasi wisata yang
akan dikembangkan adalah Pantai Glagah mengingat lokasi yang dekat
dengan Bandar Udara International Airport Yogyakarta, sehingga diharapkan
dapat menarik calon wisatawan dari bandar udara.
47
B. Pembahasan
1. Potensi Pengembangan Pariwisata Di Kawasan Aerotropolis
Yogyakarta International Airport (YIA)
Pengumpulan data dilakukan berdasarkan observasi partisipatif
peneliti pada hari kamis, 15 Juni 2023. Sumber data pada penelitian ini
berupa hasil transkip wawancara kepada narasumber. Narasumber dalam
penelitian ini dibagi menjadi tiga kateori. Observasi yang dilakukan di
objek pariwisata kawasan Aerotropolis bandar udara Yogyakarta
International Airport meliputi objek/ daya tarik (Attractions), sarana
(Accesibilities), dan prasarana (Amenities) wisata, Infrastruktur,
Masyarakat atau Sumber Daya Manusia sebagai potensi pengembangan
pariwisata di kawasan Aerotropolis di paparkan sebagai berikut:
Berdasarkan hasil wawancara tentang potensi pengembangan
pariwisata di kawasan Aerotropolis Yogyakarta International Airport pada
tanggal 15 Juni 2023 dengan Bapak R Trusta Hendraswara selaku
Sekertaris Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo mengatakan bahwa:
“…Kawasan pariwisata yang masuk di daerah sekitar bandar
udara atau Aerotropolis ada beberapa spot yang destinasi
pariwisata pantai Glagah, pantai Congot, destinasi yang ada di
Kokap, waduk Sermo, Kalibiru, Pule payung. Itu yang menjadi
daya Tarik di kawasan aerotropolis sekitar bandar udara YIA,
daya Tarik wisata alam dan desa wisata yang masuk di sekitar
aerotropolis, desa wisata Glagah kemudian ada desa wisata
Hargotirto, desa wisata Hargowilis masuk di Aerotropolis…”
Berdasarkan kutipan dari hasil wawancara di atas, terlihat bahwa
kawasan sekitar bandar udara atau Aerotropolis Yogyakarta International
Airport memiliki beberapa destinasi pariwisata yang menarik untuk
48
dikunjungi oleh wisatawan, yaitu destinasi pantai Glagah, kemudian pantai
Congot, waduk sermo, kalibiru, pule payung. Destinasi-destinasi ini
tampaknya menjadi daya tarik untuk wisatawan yang datang ke kawasan
ini. Aerotropolis menggambarkan bahwa kawasan yang berada di sekitar
bandar udara Yogyakarta International Airport (YIA), dijadikan sebagai
pusat pariwisata dengan berbagai destinasi menarik, kemudian terdapat
berbagai macam destinasi wisata di sekitar Aerotropolis, termasuk pantai
Glagah, pantai Congot, serta objek wisata lain seperti waduk sermo dan
kalibiru. Destinasi ini memberikan kesempatan bagi wisatawan untuk
menikmati berbagai jenis aktivitas dan pemandangan alam yang berbeda.
Kemudian daya tarik alamnya merupakan salah satu daya tarik
utama kawasan aerotropolis dengan keindahan alamnya, selain destinasi
alam juga ada desa wisata seperti desa wisata Glagah, Hargotirto, dan
Hargowilis yang akan dapat memberikan pengalaman budaya dan
kehidupan desa yang unik untuk wisatawan. Hal ini juga dapat
meningkatka interaksi wisatawan dengan penduduk lokal.
Dan Narasumber dari Ibu Yeti Yudianti mengatakan bahwa potensi
pariwisata di bandar udara Yogyakarta International Airport sebagai
berikut:
“…YIA adalah salah satu bandara yang cukup besar menjadikan
daya tarik tersendiri, ditambah dengan arsitektur serta ornamen
bangunan yang memiliki arti tersendiri pada tiap detail
bangunannya, yang bernuansa budaya jogja. YIA juga
menyediakan pelayanan Edutrip yang membawa wisatawan untuk
keliling disekitar bandara…”
49
Berdasarkan hasil kutipan wawancara di atas bahwa Yogyakarta
International Airport merupakan bandar udara yang cukup besar, hal
tersebut dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan yang tertarik dengan
infrastruktur modern dan fasilitas yang lebih luas, dari segi bangunan
bandar udara yang di desain dengan arsitektur khas dan dihiasi dengan
ornament ornament budaya Jogja yang memiliki nilai budaya yang kuat.
Hal ini memberikan pengalaman visual yang kaya dan merangkul nuansa
lokal, bandar udara Yogyakarta International Airport (YIA) juga
memberikan layanan Edutrip yang ditawarkan, kemudian wisatawan atau
pendatang yang tiba di Yogyakarta International Airport (YIA) juga dapat
memberikan penjelasan mengenai asal usul bandar udara membantu untuk
mengetahui lebih dlam tentang warisan budaya dan nilai ilia yang diwakili
oleh bandar udara tersebut.
Narasumber dari petugas TPR Pantai Glagah juga mengatakan daya
tarik pariwisata sebagai berikut:
“…mengenai daya tarik wisata di sekitar Bandar Yia, terdapat tiga faktor
utama yang mempengaruhi kunjungan wisatawan: kuliner, bandara, dan
alam sekitarnya termasuk kamping ground…”
Berdasarkan hasil kutipan wawancara di atas mengidentifikasi tiga
faktor utama yang menjadi daya tarik wisata di sekitar bandara Yogyakarta
International Airport seperti kuliner bandar udara kemudian alam
sekitarnya dan camping groung. Ketiga faktor tersebut menciptakan
potensi daya tarik yang bermacam macam bagi wisatawan, pengalaman
budaya melalui kuliner, eksplorasi arsitektur dan edukasi di bandar udara.
50
Keberadaan bandar udara Yogyakarta International Airport,
pariwisata di Kabupaten Kulon Progo berpeluang mengalami
perkembangan, terdapat berbagai macam objek daya tarik wisata (ODTW)
di Kabupaten Kulon Progo antara lain, pantai Glagah kemudian pantai
Congot kemudian destinasi yang ada di Kokap, ada waduk Sermo Kalibiru
ada Pule payung di kawasan Aerotropolis sekitar bandar udara Yogyakarta
International Airport, jadi ada daya Tarik wisata alam dan ada beberapa
desa wisata yang masuk di sekitar Aerotropolis, seperti desa wisata Glagah
kemudian desa wisata Hargotirto, dan desa wisata Hargowilis.
Berdasarkan hasil observasi penelitian di kawasan Aerotropolis
Yogyakarta International Aiport memiliki beberapa jumlah objek daya
tarik wisata yang tercatat pada tahun 2020 sebanyak 4 objek yang
tercantum pada tabel yang dibawah ini.
Tabel 4.9 Daftar Potensi Pariwisata Kabupaten Kulon Progo di kawasan
Aerotropolis
No. Nama Pariwisata Jenis Desa Kecamatan
1. Pantai Glagah Pantai Glagah Temon
2. Pantai Congot Pantai Jangkaran Temon
3. Pantai Trisik Pantai Banaran Galur
4. Waduk sermo Waduk Hargowilis Kokap
Sumber: Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo, 2022
51
Seperti yang kita lihat dari Tabel diatas, bahwa Kabupaten Kulon
Progo terutama di Kawasan Aerotropolis dari jarak 5 Kilo meter sampai
dengan 20 Kilo meter memiliki 4 wisata yang telah dikembangkan oleh
pemerintah oleh pemerintahan daerah pariwisa, mulai dari Pantai, bukit,
waduk dan sebagainya.
1. Daya Tarik (Attractions)
Objek wisata di kawasan Aerotropolis bandar udara Yogyakarta
International Airport meliputi Bandar Udara Yogyakarta International
Airport (YIA), Pantai Glagah, Pantai Congot, Pantai Trisik.
ketiga wisata tersebut memiliki daya tarik tersendiri seperti Objek-objek
daya tarik wisata yang ada dapat dibedakan menjadi empat jenis. Keempat
jenis daya tarik wisata tersebut adalah daya tarik wisata alam, daya tarik
wisata bahari, daya tarik wisata budaya, dan daya tarik wisata buatan,
setiap wisata harus terdapat something to see nya yaitu objek wisata yang
bisa dilihat atau dijadikan tontonan oleh pengunjung, kemudian something
to do yaitu agar wisatawan dapat memberikan perasaan senang, Bahagia
kemudian something to buy yaitu fasilitas berbelanja yang pada umumnya
seperti ciri khas atau ikon dari daerah wisata yang ada di kawasan bandar
udara Yogyakarta International Airport (YIA). Atraksi yang paling utama
dalam hasil observasi di lapangan yaitu Bandar udara Yogyakarta
International Airport (YIA). Bandar udara tersebut memiliki atraksi seperti
tari seni budaya, kemudian naik Dinosaurus, yang merupakan robot mesin
karya seniman Yogyakarta yang berkolaborasi dengan para teknisi,
52
pengunjung atau para pendatang bisa menikmati kawasan Tugu Malioboro
dan dapat melihat galeri seni dan pameran dalam area bandar udara
Yogyakarta International Airport YIA.
Potensi dan peluang yang dimiliki oleh Kabupaten Kulon Porogo,
sebagai daerah yang berkembang, dikarenakan kedekatan dengan tempat
wisata, salah satunya pantai Glagah, pantai Trisik, waduk Sermo, Kalibiru,
dan Pule Payung. Kemudian fasilitas yang ditingkatkan sebagai bandar
udara internasional, bandar udara ini juga dilengkapi dengan fasilitas
modern, antara lain yaitu area perbelanjaan, restoran, lounge, dan toko
bebas bea cukai. Fasilitas ini salah satu untuk meningkatkan pengalalamn
perjalanan secara keseluruhan bagi wisatawan. Bandar udara Yogayakarta
International Airport ini juga, memiliki konektivitas internasional
berfungsi sebagai pintu gerbang bagi wisatwan internasional yang datang
ke Yogyakarta, sehingga memudahkan wisatawan asing untuk
mengunjungi kawasan bandar udara ini, yang dikenal sebagai kawasan
kekayaan yang akan budayanya.
Berdasarkan hasil wawancara dengan bapak R Trusta Hendraswara
melihat adanya potensi pariwisata yang belum di manfaatkan di kawasan
Aerotropolis mengemukakan bahwa:
“…Salah satunya bekas tambang mangaan kliripan yang akan
menjadi geotourism, dan saat ini masih dalam tahap pelestarian
oleh dinas kebudayaan kemudaian ke depan pemanfaatan akan
dilakukan oleh dinas kebudayaan dan pariwisata bisa desa wisata
yang bisa di dorong yang menjadi desa wisata yang menarik di
sekitar aerotropolis…”
53
Berdasarkan hasil kutipan wawancara diatas bahwa potensi wisata
yang masih dalam tahap pelestarian yang di lakukan oleh dinas pariwisata
yaitu potensi pada bekas tambang mangaan Kliripan salah satu fokus
pelestarian, untuk menjaga warisan sejarah dan lingkungan alam, serta
mencegah kerusakan lebih lanjut. Saat ini, bekas tambang mangan ini
masih dalam tahap pelestarian yang di awasi atau dikelola oleh dinas
kebudayaan dan pariwisata. Kemudian ada rencana untuk
mengembangkan bekas tambang mangan Kliripan menjadi objek
geotourism. Geotourism adalah bentuk pariwisata yang menekankan pada
lingkungan geologi dan nilai nilai budaya, area bekas tambang mangan
Kliripan ini bisa dimanfaatkan untuk tujuan pariwisata. Hal ini akan
memberikan kesempatan untuk mempromosikan lokasi tersebut kepada
para wisatawan dan menghasilkan dampak positif pada ekonomi lokal.
Selain itu bekas tambang mangan Kliripan, terdapat potensi untuk
mengembangkan desa-desa wisata di sekitar Aerotropolis yaitu kawasan
yang terintegrasi antara kota dan bandar udara, untuk menjaga akan
dijadikan menjadi kawasan cagar budaya yang sekaligus geotourism
potensi kepariwisataannya cukup tinggi bagi ilmu pengetahuan dan
merupakan aset yang sangat berharga bagi masyarakat. pemerintah
Kabupaten Kulon Progo, wilayah ini merupakan gambaran besar masa lalu
tentang kejayaan zaman kolonial Belanda. Seperti yang terlihat pada
gambar di bawah ini.
54
Gambar 4.2 Lokasi Tambang mangan Kliripan
Sumber: Penelitian
Gambar di atas menunjukkan bahwa pada saat berkunjung ke
wisata tambang mangan tersebut wisatawan dapat mengetahui asal usul
sejarah eks pertambangan mangan Kliripan. Lokasi tersebut merupakan
cagar budaya, peninggalan zaman Belanda sebagai museum. Selain itu
juga Adapun daya tarik (attraction) yang ada di Kawasan Aerotropolis
Yogyakarta International Airport antara lain:
a) Bandar Udara Yogyakarta International Airport.
Bandar udara Yogyakarta International Airport, adalah bandar
udara yang berada di Kabupaten Kulon Progo, kecamatan Temon, bandar
udara ini termasuk bandar udara yang sudah menjadi Aerotropolis yaitu
55
sebagai sebuah kota dengan tata letak, infrastruktur, dan sektor ekonomi
berpusat pada bandar udara sebagai kota bandara. Bandar udara ini
memiliki daya tarik tersendiri, memiliki daya tarik seperti arsitekturnya
serta ornamennya yang terpampang pada saat memasuki bandar udara area
(Arrival) kedatangan dan di area penjemputan para penumpang bisa
melihat dan menikmati pameran atau seni yang ada pada bagian
kedatangan. Kemudian bandar udara ini sudah menyediakan fasilitas
sarana transportasi penunjang seperti, kereta bandara, Damri, Taksi hotel,
pameran, hiburan resto atau pusat perbelanjaan oleh-oleh, bahkan
diadakan bazar UMKM serta pertunjukan kesenian secara berkala. Seperti
yang ada pada gambar berikut ini.
Gambar 4.3 Area Penjemputan dan
keberangkatan Penumpang menggunakan Kereta Bandara.
Sumber: Dokumentasi penelitian
Pada gambar diatas menunjukkan bahwa pada area penjemputan
dan keberangkatan penumpang, penumpang dapat langsung menggunakan
transportasi kereta bandar udara (KAI).
b) Pantai Glagah
Pantai Glagah dikenal sebagai pantai yang terkenal dengan sebutan
"pemecah ombak" dan tetap menjadi tujuan wisata favorit hingga saat ini.
Pantai Glagah memiliki pesisir pantai yang panjang dan luas, yang
membuat banyak wisatawan untuk berktivitas dapat dilakukan, pantai
Glagah memiliki daya tarik dan keistimewaan tersendiri seperti, dermaga
dan tetrapod, Laguna Pantai seperti berwisata air dengan menyewa perahu
56
kayuh, sampan, serta kano untuk mengelilingi laguna. Airnya yang tenang
serta jauh dari terpaan ombak menjadikan area ini aman untuk anak-anak
sebagai arena bermain air, selanjutnya adanya situs bersejarah bernama
Stupa Cagar Budaya, yaitu sebuah batu yang diberi nama Stupa Glagah
yang merupakan peninggalan masa pemerintahan Bupati Cangakmengeng
di Kadipaten Sios. Wisatawan juga dapat menikmati sunrinse dan sunset
yang indah, kemudian wisatawan juga dapat dapat berkunjung ke kebun
buah naga Agrowisata Kusumo Wanadir. Namun saat ini kebun buah naga
tidak di Kelola oleh masyarakat setempat dengan baik bisa dilihat seperti
gambar berikut ini.
Gambar 4.4 Pantai Glagah
Sumber: Dokumentasi penelitian.
Gambar di atas menunjukkan bahwa ketika para wisatwan
berkunjung ke pantai Glagah, wisatawan dapat melakukan berbagai
aktivitas atraksi wisata, seperti mengelilingi lagunanya yang luas
menggunakan perahu.
c) Pantai Congot
57
Pantai Congot terletak di Desa Jangkaran, Kecamatan Temon,
Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pantai ini
merupakan salah satu obyek wisata di daerah Kulon Progo dan dekat
bandar udara Yogyakarta International Airport (YIA). Pantai Congot
memiliki objek wisata seperti spot memancing, makanan laut kuliner,
kawasan hutan Mangrove pantai ini juga tersedia adanya tempat
penginapan seperti hotel, wisma wates, wisma Lovina.
Gambar 4.5 Pantai Congot
Sumber: Dokumentasi penelitian
Gambar di atas menunjukkan bahwa pantai Congot ini sebagai
pantai yang bernuansa pantai para nelayan yang begitu kental. Dengan
aktivitas nelayan mencari ikan, perahu bermotor, jual beli ikan hingga
memancing di tepi pantai.
Berdasarkan hasil wawancara tentang komponen pariwisata pada
tanggal 15 Juni 2023 dengan Bapak R Trusta Hendraswara selaku
Sekertaris Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo mengatakan bahwa:
“…Pengembangan Aerotropolis memiliki tiga komponen yaitu 3a
aksesbilitasnya jelas jalan sudah ada samping bandar udara itu
sebagai akses utama yang ke dua amenitas, seperti hotel,
58
Homestay itu sebagai amenitas, kemudian atraksi berupa daya
Tarik wisata alam wisata budaya, seperti spot glagah mangrove
Sermo, kemudian kalo budaya ada desa hargomuliyo, salah satu
tiga besar komponennya, selain jalan ada jangkauan internet,
akses jalan, akses transportasi…”
Berdasarkan hasil kutipan wawancara diatas tersebut membahas
beberapa aspek terkait daya tarik dan fasilitas di sekitar Aerotropolis
Yogyakarta International Airport (YIA), komponen utama yang di tekankan
oleh Bapak R Trusta Hendraswara sekertaris dinas pariwisata Kabupaten
Kulon Progo yaitu aksesbilitas, amenitas, dan atraksi. Kawasan
Aerotropolis telah diatur dengan baik mulai dari akses utama di samping
bandara udara hingga jalan Nasional, jalan Provinsi, jalan Desa, dan jalan
Lingkungan yang menghubungkan menuju wisata. Akses jalan yang baik
dapat memudahkan wisatawan. Kemudian atraksi yang menarik seperti spot
Glagah mangrove dan waduk Sermo, serta atraksi budaya seperti wisata
Hargomuliyo dan tari angguk di Pripeh. Atraksi ini memberikan variasi
pengalaman yang memadukan keindahan alam dan budaya lokal.
Kemudian jangkauan internet yang baik dapat membantu wisatawan
terhubung dengan informasi, berbagai pengalaman, dan melakukan
aktivitas online.
Salah satu bentuk pembenahan dalam pengembangan objek wisata
adalah perbaikan sarana dan prasarana. Dengan adanya sarana dan
prasarana yang baik dapat menjadi nilai tambah serta dapat meningkatkan
keindahan suatu objek wisata. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo
khususnya Dinas Pariwisata sebagai pengelola Objek wisata.
59
2. Aksesbilitas (Accesbilities)
Aksesibilitas berkaitan erat dengan kemudahan wisatawan untuk
dapat mencapai sebuah daerah wisata yang dituju, lalu kondisi jalan
menuju tempat wisata tersebut serta alat transportasi yang dapat digunakan
untuk mencapai tempat wisata tersebut seperti, Bandar udara Yogyakarta
International Airport ke wisata Pantai Glagah, Pantai Congot Kabupaten
Kulon Progo dapat diakses baik oleh kendaraan roda dua maupun roda
empat. Dari Bandar udara menuju lokasi wisata sekitar 15 menit
Aksesibilitas yang ada di kawasan wisata Bandar udara Yogyakarta
International Aiport bisa dibilang cukup baik, jarak antara objek wisata
didukung oleh kondisi jalan yang ada sepenuhnya sudah beraspal dan
tersedianya moda transportasi darat yang cukup lancar karena sudah
terdapat pelayanan angkutan umum roda dua dan roda empat yang bisa
digunakan masyarakat dan wisatawan yang ingin berkunjung di lokasi
wisata.
Aksesibilitas adalah tingkat kemudahan untuk mencapai suatu
tujuan dan menghubungkannya dengan tujuan lain. Aksesibilitas terdiri
dari sarana seperti moda transportasi dan prasarana seperti jalan. Sebagai
salah satu elemen pendukung, aksesibilitas memberikan kemudahan bagi
wisatawan untuk mencapai daya tarik wisata (atraksi), akomodasi,
amenitas, dan aktivitas. Tanpa aksesibilitas yang memadai, bisa jadi
wisatawan akan mengurungkan niatnya untuk berwisata.
60
Objek daya tarik wisata di kawasan bandar udara Yogyakarta
International Airport memiliki sarana dan prasarana yang dapat
diandalkan, antara lain prasarana jalan lingkungan dan kabupaten dalam
kondisi yang baik.
a. Kondisi Jalan
seperti yang telah di observasi oleh peneliti seperti
jalan nasional dan jalan raya Desa yang ada di Kulon Progo
sudah cukup baik, meskipun ada beberapa jalan menuju
daerah lainnya masih dalam perbaikan jalan, tetapi jalan
menuju wisata- wisata yang ada di kawasan tersebut masih
belum baik, perlu adanya pembenahan atau perbaikan jalan
yang baik agar wisatawan yang menuju ke wisata tersebut
akan merasakan lebih nyaman.
Untuk melihat ketersediaan jalan yang layak untuk
digunakan guna menunjang mobilisasi kegiatan pariwisata
yang ada di kawasan bandar udara Yogyakarta International
Airport harus dilihat dari beberapa aspek yaitu kondisi dan
lebar jalan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakuan,
dapat diketahui bahwa jalan kabupaten menjadi satu-
satunya akses yang melintasi langsung ke bandar udara
Yogyakarta International Airport, kemudian jalan desa
lingkungan menjadi satu-satunya akses yang melintasi
langsung ke wisata Pantai Glagah, Pantai Congot, Pantai
61
Trisik. Jalan yang dinamakan Jalan Demen Glagah, pantai
Glagah tersebut tergolong dalam kondisi yang baik dengan
1 lajur, cukup untuk 2 mobil yang berpas-pasan. Jalan
tersebut menghubungkan desa wisata Glagah, pantai
Congot, dan dengan kampung-kampung di sekitarnya,
seperti desa Glagah. Tidak jauh dari situ. Wisatawan dari
arah selatan seperti Kota Purwoketo bisa mengakses jalan
tersebut untuk berkunjung ke wisata kuliner Glagah.
Gambar 4.6 Kondisi jalan Yogyakarta Internasional
Airport dan jalan wisata pantai Glagah
Sumber: Dokumentasi penelitian
Gambar di atas menunjukan bahwa kondisi jalan
Provinsi nasional dan jalan lingkungan atau desa wisata
Yogyakarta internasional Airport terlihat cukup baik namun
masih dalam kondisi tahap rehabilitasi memperluas jalan
Nasional dan lingkungan atau desa.
62
b. Sarana Transportasi
Sarana transportasi yang bisa digunakan di Bandar
udara Yogyakarta International Airport juga sudah
mefasilitasi seperti, Kereta bandara, bus damri, grab car
selain itu di wisata kawasan Bandar udara Yogyakarta
International Airport (YIA) mulai dari kendaraan pribadi
sampai dengan kendaraan umum. Jika menggunakan
kendaraan pribadi, wisatawan tinggal mengakses Jalan
Kabupaten Menuju jalan desa Lingkungan. Jika
menggunakan kendaraan umum, wisatawan bisa
memanfaatkan Grab car, damri, dan gojek dan angkutan
kota. Wisatawan bisa mendapatkan pengalaman tambahan
jika menggunakan moda transportasi tersebut. Wisatawan
bisa berkomunikasi dengan driver tentang wisata yang ada
di kawasan bandar udara.
c. Jarak
Wilayah Kabupaten Kulon Progo kawasan bandar
udara Yogyakarta International Airport dilewati jalan yang
menghubungkan wisata yang tidak jauh dari bandara.
Selain itu juga terdapat jalur alternatif menuju wisata
melalui jalur desa. Jarak dari beberapa wilayah menuju
wisata kawasan Aerotropolis:
63
Tabel 4.10 daftar jarak pariwisata menuju kawasan
aerotropolis Yogyakarta International Airport.
No Jarak wilayah menuju objek wisata kawasan Aerotropolis
1. Dari bandar udara Yogyakarta International Airport menuju
pantai Glagah sekitar 9,5 Kilometer (km).
2. Dari bandar udara Yogyakarta International Airport menuju
pantai Congot sekitar 9,52 Kilometer (km).
3. Dari bandar udara Yogyakarta International Airport menuju
pantai trisik sekitar 20 Kilometer (km).
4. Dari bandar udara Yogyakarta International Airport menuju
tambang mangan sekitar 9,2 Kilometer (km).
5. Dari bandar udara Yogyakarta International Airport menuju
kalibiru sekitar 19 Kilometer (km).
6. Dari bandar udara Yogyakarta International Airport menuju
waduk sermo sekitar 17 Kilometer (km).
7. Dari bandar udara Yogyakarta International Airport menuju
pule payung sekitar 20 Kilometer (km).
3. Amenitas (Amenities)
Sarana dan prasarana merupakan dua hal penting dalam
pengembangan dan keberlangsungan pariwisata di suatu daerah tujuan
wisata. Sarana wisata meliputi hotel, biro perjalanan, alat transportasi,
restoran, dan sarana pendukung lainnya yang dibutuhkan oleh
wisatawan untuk menikmati perjalanan wisatanya. Pembangunan sarana
wisata harus disesuaikan dengan kebutuhan wisatawan.
Berdasarkan hasil wawancara pada tanggal 15 Juni 2023 tentang
amenitas dengan Bapak R Trusta Hendraswara selaku Sekertaris Dinas
Pariwisata Kabupaten Kulon Progo mengatakan bahwa:
“…Beberapa program yang ada pengembangan destinasi itu
ada prodaknya kemudian pengembangan pemasaran upaya
promosi dan pemasaran, pemberdayaan masyarakat maupun
Lembaga lembaga maupun industry pariwisata ini di dorong,
dari tiga hal itu pengembangan destinasinya pengembangan
pemasaranya pemberdayaan semua pelaku pariwisata…”
64
Berdasarkan hasil kutipan wawancara diatas bahwa membahas
beberapa aspek terkait pengembangan pariwisata di kawasan
Aerotropolis yang pertama pengembangan destinasi merupakan langkah
penting dalam menciptakan daya tarik wisata yang unik, yang
melibatkan pengembangan berbagai produk wisata yang mencakup
atraksi alam, budaya, aktivitas, serta pengalman yang dapat di tawarkan
kepada wisatawan. Kemudian pengembangan pemasaran dan promosi
untuk meningkatkan kesadaran tentang kawasan Aerotropolis.
Kemudian pemberdayaan pelaku pariwisata, pemberdayaan masyarakat,
Lembaga dan industry pariwisata lokal yang memiliki dampak positif
dalam pengembangan pariwisata.
Fasilitas yang tersedia di daerah objek wisata seperti akomodasi
dan restoran, fasilitas tersebut menjadi salah satu syarat daerah tujuan
wisata, Seperti yang dikemukakan oleh narasamber III Ibu Yeti Yudianti
selaku Ambassador Batik Airline Kokapura Yogyakarta International
Airport mengatakan:
“…Di YIA sendiri masih dalam proses pengembangan tapi
sejauh ini YIA sudah menyediakan hotel, pameran, hiburan,
resto, pusat perbelanjaan oleh², sarana transportasi penunjang
(kereta bandara, damri, taksi dll), bahkan diadakan bazar
UMKM serta pertunjukan kesenian secara berkala…”
Berdasarkan hasil kutipan wawancara di atas menggambarkan
berbagai upaya yang telah dilakukan dalam pengembangan bandar
udara Yogyakarta International Airport (YIA) sebagai lebih dari sekedar
65
tempat transit, tetapi juga sebagai pusat aktivitas yang dapat menarik
wisatwan dan penduduk lokal.
Gambar 4.7 Area Pusat Hiburan Dan Perbelanjaan Di Yogyakarta
International Airport (YIA)
Sumber: Dokmentasi penelitian
Gambar di atas menunjukan bahwa pada area pusat hiburan dan
perbelanjaan di Yogyakarta International Airport (YIA), terdapat
berbagai macam aktivitas seperti melihat ornament ornament yang
terpampang pada area tersebut, resto resto, dan stasiun kereta Api
bandar udara.
Berdasarkan hasil wawancara tentang amenitas pada tanggal 9 Juli
2023 dengan Bapak Suwanto selaku petugas TPR Pantai Glagah
Kabupaten Kulon Progo mengatakan:
“…Di Pantai wisata ini masih terdapat jalan yang kurang
bagus dan masih banyak kurangnya kesadaran masyarakat
terhadap kebersihan…”
66
Berdasarkan hasil kutipan wawancara diatas bahwa dua masalah
utama yang perlu diperhatikan dalam pengembangan pantai wisata
seperti kondisi jalan dan akesbilitas, kesadaran terhadap kebersihan.
Hal ini selaras dengan hasil observasi yang telah dilakukan oleh
peneliti seperti akomodasi, hotel, homestay, tempat parkir, sarana
ibadah. rumah sakit dan apotek. Di sekitar bandar udara Yogyakarta
International Airport (YIA) sudah terdapat beberapa hotel yang ada
Cordia Hotel Yogyakarta, Novotel Hotel, Ibis Hotel, Grand Dafam
Signature Hotel. Fasisilitas yang dapat dilihat dalam kawasan objek
wisata Aerotropolis Yogyakarta International Airport yakni,
ketersediaan Infrastruktur meliputi fasilitas dan pelayanan transportasi.
Kondisi Jalan merupakan potensi yang perlu di pertimbangkan dalam
suatu perencaan karena prasarana ini sangat penting untuk melancarkan
kegiatan wisata. Kondisi jalan menuju wisata dari bandar udara sudah
dalam kondisi baik, hal ini terlihat dari kondisi jalan yang seluruhnya
sudah beraspal. Area luas untuk camping ground, serta fasilitas berupa
untuk spot-spot foto, tempat menikmati hiburan seperti berperahu
mengelilingi laguna Lokasi juga menyediakan berbagai macam kuliner.
Dan juga sudah dilengkapi dengan fasilitas tempat parkir, musholla,
WC, penginapan.
2. Dampak terhadap Masyarakat Dalam Pengembangan Pariwisata Di
Kawasan Aerotropolis Yogyakarta International Airport (YIA)
a) Dampak Positif
67
Dampak positif merupakan dampak yang ditimbulkan dari
perbuatan yang berpengaruh baik kepada masyarakat maupun lingkungan.
Dampak positif Pengembangan objek wisata di kawasan Aerotropolis
antara lain terdapat lapangan pekerjaan, memberikan pendapatan bagi
masyarakat, mendorong perbaikan sarana dan prasarana.
Berdasarkan hasil wawancara pada tanggal 15 Juni 2023 dengan
Bapak R Trusta Hendraswara selaku Sekertaris Dinas Pariwisata
Kabupaten Kulon Progo mengatakan bahwa:
“…Dampak pengembangan Aerotroplis diharapkan mampu
memberikan impact ataupun gambaran yang bagus untuk
pariwisata, karena Aerotropolis sendiri merupakan suatu kawasan
yang punya inisiasi dengan adanya bandara YIA tentunya
memberikan memberikan multiflyer effect bagi daerah di daerah
sekitarnya, ilmu pariwisata akan mendapatkan imbas yang positif
dengan adanya kegiatan yang ada di sekitar bandara atau
Aerotropolis itu sendiri.
Berdasarkan hasil kutipan wawancara diatas menjelaskan dampak
positif terhadap pariwisata pengembangan Aerotropolis, diharpakan akan
memberikan dampak yang positif bagi industry pariwisata, adanya inisiatif
pengembangan kawasan ini terutama terkait dengan bandar udara
Yogyakarta International Airport (YIA), diharapkan akan menciptakan
multiflyer effect yaitu efek yang berkembang ke berbagai aspek ekonomi
dan sosial di sekitarnya.
Narasumber II Ibu Yeti Yudianti selaku Ambassador Batik Airline
Kokapura Yogyakarta International Airport mengatakan Bahwa:
“…Dampak positifnya dengan adanya perkembangan teknologi
serta ilmu² baru yang ada, Masyarakat akan mudah mengikuti
arus globalisasi dan dapat dengan mudah mengakses seluruh
68
kegiatan penunjang pertumbuhan ekonomi, dengan cara
mengembangakan wisata2 dengan konsep kekinian…”
Berdasarkan hasil kutipan wawancara di atas menjelaskan dampak
positif perkembangan teknologi dan akses global yang memberikan
peluang kepada masyarakat unutk mengikuti perkembangan, pertumbuhan
ekonomi melalui pariwisata modern dapat mengembangkan industry
pariwisata dengan konsep kekinian, seperti pemanfaatan teknologi dalam
pemasaran, pengalaman wisata yang lebih interaktif.
Narasumber III Bapak Suwanto selaku TPR Pantai Glagah
mengatakan bahwa:
“…Wisata itu sedikit mendukung ke pariwisata dan kalo ke
masyarakat itu bisa bergantung kepada wisata dan dapat
meningkatkan UMKM, dan dampak negatifnya adanya tempat club
malam itu yang menyebabkan pandangan negative dari
masyarakat…”
Berdasarkan hasil wawancara di atas bahwa pengembangan
pariwisata memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat
diantaranya meningkatkan ekonomi serta meningkatkan taraf hidup
masyarakat. Selain itu memberikan pemasukan berupa retribusi kepada
pemerintah daerah. Retribusi tersebut digunakan kembali dalam
membangun sarana dan prasarana pada objek wisata. Berdasarkan peneliti
yang dilihat secara langsung dampak yang mungkin terjadi antara lain:
1. Peningkatan lapangan kerja, dengan adanya perkembangan
pariwisata, permintaan akan berbagai jenis pekerjaan seperti
akomodasi, restoran, transportasi, dan aktivitas pariwisata
lainnya. Hal ini dapat memberikan kesempatan bagi penduduk
69
setempat untuk mendapatkan pekerjaan dan meningkatkan
pendapatan.
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan para
responden, telah mengalami peningkatan, hal tersebut terjadi
karena adanya perubahan dan perkembangan terhadap kawasan
bandar udara Yogyakarta, yang menjadikan daerah tersebut
berkembang secara cepat.
2. Peningkatan pendapatan lokal, wisatawan yang datang ke
tempat pariwisata kawasan Aerotropolis akan berkontribusi
pada perekonomian lokal dengan menghabiskan uang mereka
untuk membeli barang seperti oleh-oleh dan jasa. Kunjungan
wisatawan dapat membantu meningkatkan pendapatan usaha
mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta mendukung
pertumbuhan ekonomi lokal.
3. Pengembangan Infrastruktur di kawasan bandar udara untuk
mendukung pariwisata, diperlukan pengembangan infrastruktur
seperti jalan, hotel, dan fasilitas umum lainnya. Pembangunan
infrastruktur ini akan memudahkan aksesibilitas dan juga dapat
bermanfaat untuk masyarakat secara keseluruhan.
b) Dampak Negatif
Selain dampak positif pariwisata terhadap masyarakat di kawasan
bandar udara yang telah di uraikan diatas, juga terdapat dampak negative
yang di timbulkan dari adanya pengembangan pariwisata.
70
Berdasarkan hasil wawancara pada tanggal 15 Juni 2023 dengan Bapak R
Trusta Hendraswara selaku Sekertaris Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon
Progo mengatakan bahwa:
“…Dampak negatifnya saya kira itu dampaknya justru positif
karena Ketika kegiatan ekonomi disitu tumbuh otomatis bisa
menciptakan lapanagn kerja lapanagn usaha, sehingga bisa
tercipta lapangan kerja baru bisa tumbuh usaha baru ini
tentunya dampaknya positif untuk kergiatan perekonomian
KulonProgo…”
Dari kutipan hasil wawancara di atas menjelaskan pandangan
bahwa dampak negative dari perkembangan ekonomi dan kegiatan,
khususnya di daerah Kulon Progo, yang dikatkan oleh Bapak R Trusta
Hendraswara sebenarnya memiliki sisi positif, seperti berfokus pada
pertumbuhan ekonomi, lapangan kerja, dan dampak terhadap
perekonomian lokal.
Dampak lingkungan Pengembangan pariwisata juga dapat
membawa dampak negatif terhadap lingkungan, seperti peningkatan polusi
udara, air, atau sampah. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengelolaan dan
pengawasan lingkungan yang baik agar dampak negatif ini dapat
diminimalisasi. Penting untuk menyadari bahwa pengembangan pariwisata
di kawasan Aerotropolis YIA harus diatur dengan baik dan berkelanjutan
untuk memaksimalkan manfaat positifnya sambil meminimalkan dampak
negatifnya. Ini melibatkan partisipasi aktif masyarakat, pengawasan dari
pemerintah, dan keterlibatan berbagai pihak terkait untuk mencapai
keseimbangan yang baik antara pertumbuhan pariwisata dan kesejahteraan
masyarakat lokal.
71
72
BAB V
KESIMPULAN
A. Kesimpulan
Kawasan aerotropolis Yogyakarta International Airport (YIA) memiliki
potensi besar untuk menjadi pusat pengembangan industri pariwisata di
wilayah tersebut, dengan memanfaatkan konsep Aerotropolis di sekitar bandar
udara, terdapat potensi yang dapat di optimalkan untuk mendorong
pertumbuhan industri pariwisata antara lain berbagai objek daya tarik wisata
utama, selain itu terhadap aksesbilitasnya pengembangan infrastruktur dan
akses transportasi menuju kawasan bandar udara. Untuk fokus pada
pengembangan objek wisata, peningkatan aksesbilitas, amenitas, kawasan ini
memiliki peluang besar untuk menjadi destinasi pariwisata yang menarik dan
berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi dan pembangunan wilayah. Namun
juga harus melihat beberapa dampak yang akan timbul terhadap masyarakat
yaitu terhadap lingkungan harus dikelola dengan bijak dan memperhatikan
dampaknya oleh pihak-pihak terkait harus mempertimbangkan pemberdayaan
ekonomi masyarakat setempat sambil memastikan bahwa dampak negatif
terhadap budaya, lingkungan, dan sosial dapat dikelola dengan baik.
Mengenai dampak terhadap masyarakat dalam pengembangan
pariwisata di kawasan Aerotropolis Yogyakarta International Airport (YIA),
Pengembangan pariwisata di kawasan Aerotropolis Yogyakarta International
Airport (YIA) memiliki dampak yang signifikan terhadap masyarakat
setempat dan lingkungan sekitarnya. Dampak tersebut mencakup berbagai
73
aspek, mulai dari ekonomi hingga sosial-budaya. Dari segi ekonomi, adanya
Yogyakarta International Airport (YIA) dan kawasan Aerotropolis
memberikan peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi lokal. Bisnis pariwisata,
seperti hotel, restoran, dan usaha mikro, tumbuh pesat, menciptakan lapangan
pekerjaan dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Konektivitas yang lebih
baik juga membuka pintu bagi investasi dan perdagangan yang lebih luas.
Dampak sosial dan budaya juga menjadi perhatian penting. Interaksi
antara masyarakat lokal dan wisatawan dari berbagai budaya dapat pertukaran
pengetahuan dan pengalaman. Namun, perubahan ini juga dapat menimbulkan
konflik budaya atau ketidaknyamanan. Oleh karena itu, edukasi dan dialog
antar budaya perlu didorong untuk mempromosikan pengertian dan toleransi.
Pemberdayaan masyarakat lokal juga menjadi poin penting.
Masyarakat harus dilibatkan dalam pengambilan keputusan terkait
pengembangan pariwisata dan diberikan peluang untuk berkontribusi dalam
industri ini. Program pelatihan dan pendidikan dapat meningkatkan
keterampilan dan membantu masyarakat mendapatkan manfaat lebih besar
dari pertumbuhan pariwisata.
Secara keseluruhan, pengembangan pariwisata di kawasan Aerotropolis
Yogyakarta International Airport (YIA) memiliki potensi besar untuk
memberikan dampak positif bagi masyarakat, ekonomi, dan budaya. Namun,
pentingnya mengelola dampak negatif dan menjaga keseimbangan antara
pertumbuhan dan perlindungan lingkungan serta kesejahteraan masyarakat
tidak boleh diabaikan. Dengan perencanaan yang baik, pengembangan
74
pariwisata dapat menjadi pendorong pembangunan berkelanjutan dan
kesejahteraan masyarakat lokal.
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan yang telah diuraikan, terdapat beberapa saran
yang dapat diajukan untuk mengoptimalkan potensi pariwisata di kawasan
Aerotropolis Yogyakarta Intenational Airport (YIA) sebagai berikut:
1. Pengembangan objek daya tarik wisata perlu dilakukan identifikasi lebih
lanjut terhadap objek daya tarik wisata utama di kawasan tersebut dan
pemeliharaan objek wisata ini harus diberikan prioritas agar dapat
menarik minat wisatawan.
2. Peningkatan aksesibilitas untuk Fokus pada pengembangan infrastruktur
transportasi dan aksesibilitas menuju kawasan YIA sangat penting.
Investasi dalam jaringan jalan, transportasi umum, dan konektivitas udara
dapat meningkatkan kenyamanan dan kemudahan akses bagi wisatawan
yang ingin berkunjung.
3. Peningkatan amenitas Pengembangan fasilitas seperti hotel, restoran,
toko-toko, dan area rekreasi di sekitar kawasan YIA akan meningkatkan
kenyamanan dan pengalaman wisatawan. Peningkatan kualitas amenitas
akan memberikan nilai tambah bagi destinasi pariwisata ini.
4. Manajemen dampak lingkungan untuk mempertimbangkan langkah-
langkah ramah lingkungan dalam pengembangan kawasan ini, seperti
pengelolaan limbah, konservasi alam, dan penggunaan energi yang
efisien.
75
5. Pemberdayaan masyarakat lokal untuk melibatkan masyarakat setempat
dalam pengembangan pariwisata dapat memberikan manfaat ekonomi
dan sosial yang signifikan.
6. Pengelolaan dampak sosial dan budaya untuk pertumbuhan pariwisata
dapat berdampak pada budaya dan sosial masyarakat setempat.
7. Bekerjasama dengan pihak yang terkait proses pengembangan kawasan
Aerotropolis dan pariwisata harus melibatkan kolaborasi yang kuat antara
pemerintah daerah, otoritas bandara, sektor pariwisata, masyarakat
setempat, dan pihak-pihak terkait lainnya.
8. Bagi peneliti selanjutnya yang akan melakukan penelitian yang sama
dapat mengembangkan indikator penelitian pada pembahasan yang
belum di kembangkan yaitu Lembaga Pengelola.
76
DAFTAR PUSTAKA
Angkasa Pura I. (2019), PT Angkasa Pura I Yogyakarta Airport Kulon Progo
Annex 14 volume 1, (2009), ICAO (International Civil Aviation Organization)
aerodrome design and operations, fifth edition. . Volume i-239.
Brata, Aura. (2023). AEROTROPOLIS : Konsep Kota Berbasis Bandar Udara.
Retrieved from HMTPWK UGM:
https://hmtpwk.ft.ugm.ac.id/aerotropolis-konsep-kota-berbasis-
bandarudara/
Brahmanto, E. (2020). Strategi pengembangan destinasi pariwisata kulon progo
menghadapi pembukaan Yogyakarta international airport. Jurnal
pariwisata.
BPS, (2023). Badan Pusat Statistik, Konsep dan Definisi Statistik Kunjungan
Wisatawan Mancanegara
BPS, (2020). Badan Pusat Statistik Kabupaten Kulon Progo, Beberapa jenis
objek daya Tarik wisata.
Dian Utami Sutiksno, D. (2020). Tourism and marketing. Medan: yayasan kita
menulis.
Dwi Raharjo, A. (2022). Strategi promosi pariwisata pada masa pandemi covid-
19 di bandar udara internasional supadio pontianak, kalimantan barat.
Skripsi, sekolah tinggi teknologi kedirgantaraan yogyakarta.
Grace Permatasari Tandipayuk1, T. K.-a. (2022). The influence of service
qualityand perceived value on customer loyaltyin toraja culturalsites.
Jurnal kepariwisataan Indonesia.
Kasarda, J. D. (2014). The Evolution of Airport Cities and the Aerotropolis.
Dalam J. D. Kasarda, Airport Cities, The Evolution. London: Insight
Media.
Kemenparekraf. (2022). Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan
Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Indeks Kinerja Pariwisata Indonesia
Raih Peringkat ke-32 Besar Dunia Menurut WEF
KM 44 Tahun (2002). Keputusan Mentri Perhubungan Udara No 44 Tahun 2002
tentang Tatanan Kebandar udaraan Nasional.
Moleong, L. J. (2017). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja
Rosdakarya.
Middleton, Victor T.C. dan Clarke, Jackie. 2001. “Marketing in Travel and
Tourism”. Oxford: Butterworth-Heineman.
77
Muhammad Yusuf, d. K. (2013). Penerapan konsep aerotropolis dalam
pengembangan bandar udara sepinggan - Balikpapan. Warta penelitian
perhubungan sekretariat badan penelitian dan pengembangan
perhubungan.
Perdana, d. R. (2017). Shopping mall di kawasan aerotropolis new yogyakarta
international airport, temon,kulon progo. Skripsi, thesis universitas Islam
Indonesia.
Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, (2021). Kota Bandara (Aerotropolis City)
bag. 2
PM No 9 Tahun (2001). Peraturan Pemerintah Republik 9 Indonesia Nomor 70
tahun 2001 tentang Kebandaraan dan Ketentuan Menteri
Perhubungan
PM No 69 Tahun (2013). Peraturan Mentri No 69 Tahun 2013 tentang Peran
Bandar Udara
Prayogo, Rangga Restu. (2018). Perkembangan pariwisata dalam perspektif
pemasaran. PT Lontar Digital Asia: Bitread Publishing.
Ramdhani, R., Nurasa, H., & Utami, S. B. (2018). Koordinasi Penerapan
Kebijakan Aerotropolis di Kecamatan Kertajati Kabupaten Majalengka.
Jurnal Ilmu Administrasi: Media Pengembangan Ilmu dan Praktek
Administrasi, 15(2), 227-241.
Freddy Rangkuti, (2016), Teknik Membedah Kasus Bisnis Analisis SWOT, Edisi
Dua puluh Dua, Cetakan Keduapuluh Dua, PT Gramedia Pustaka Utama,
Jakarta.
Suryadana, M. Liga. (2019). Sosiologi Pariwisata: Kajian Kepariwisataan
Dalam Paradigma Integratif-Transformatif Menuju Wisata Spiritual.
Bandung: Humaniora.
Sutiksno, dkk. (2020). Tourism Marketing. Sumatera Utara: Yayasan Kita
Menulis.
Suwantoro, Gamal. (2009). Dasar-dasar Pariwisata. Yogyakarta: Andi Offset.
Suwardjoko P. Warpani dan Warpani Indira P. (2017). Pariwisata Dalam Tata
Ruang Wilayah. Bandung: ITB Press
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif kualitatif dan r&d (edisi kedua:
cetakan ke-1september 2019). Bandung: alfabeta.
Sumarata, R. O. (2021). Konsep pengembangan aerotropolis di Bandara
Internasional Sultan Hasanuddin Makassar. . Urban and regional studies
journal, 3(2), 60–69.
78
Spillane J. J. (2018). Pariwisata Indonesia Sejarah dan Prospeknya. Yogyakarta:
Kanisus.
Undang-Undang Nomor 10 Tahun (2009) tentang Kepariwisataan.
Undang-Undang No 1 Tahun (2009) tentang Penerbangan.
Yoeti. O.A. 2013. Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata. Jakarta : PT.
Pradaya Paramita.
79
LAMPIRAN
80
1.1 Pedoman Observasi
PEDOMAN OBSERVASI
No Indikator Deskriptif Iya Tidak Ket
1. Objek daya tarik Wisatawan dapat
wisata bahari melakukan kegiatan
berenang, snorkeling,
selam, memancing,
berjemur.
Wisatawan dapat
menikmati pemandangan
di lokasi wisata
Wisatawan mengalami
gangguan terpengaruh oleh
aktivitas manusia
contohnya seperti adanya
sampah yang di buang
bukan pada tempatnya
Objek daya tarik Wisatawan dapat
wisata alam melakukan kegiatan
hiking/camping.
Wisataan dapat mengamati Di setiap
kegiatan flora dan fauna di pariwisata
lokasi wisata alam. yang telah
di observasi
tidak ada
kegiatan
81
flora dan
fauna wisata
di kawasan
aerotropolis
kondisi alam yang masih Terdapat
alami. perubahan
yang di
lakukan
oleh
Lembaga
pengelola
Objek daya tarik Wisatawan dapat
wisata buatan menikmati kegiatan yang
disediakan di destinasi
wisata buatan.
Objek daya tarik Wisatawan dapat
wisata budaya
menikmati pertunjukan
Pentas Atraksi Wisata
Budaya. (PAWB)
Wisatawan dapat
menikmati tradisi dan
budaya yang terdapat di
destinasi wisata.
2. Sarana Wisata Wisatawan dapat
menggunakan tranportasi
umum untuk menuju ke
destinasi wisata bahari
82
Wisatawan dapat
menggunakan tranportasi
umum untuk menuju ke
destinasi wisata alam.
Wisatawan dapat
menggunakan tranportasi
umum untuk menuju ke
destinasi wisata buatan.
Wisatawan dapat
menggunakan tranportasi
umum untuk menuju ke
destinasi wisata budaya.
3. Prasarana Wisata Wisatawan menggunakan
fasilitas kamar mandi,
tempat duduk, tempat
parkir, warung, tempat
berbelanja, ATM.
4. Infrastruktur Wisatawan dapat
menikmati jalan raya
dengan kondisi baik
83
Wisatawan dapat
menikmati fasilitas
akomodasi yang lengkap
5. Sumber Daya Masyarakat sekitar yang
Manusia ada di daerah kawasan
Aerotropolis
Yogyakarta International
Airport terlibat dalam
mengembangkan objek
wisata bahari, wisata alam,
wisata buatan, dan wisata
budaya
A. PEDOMAN WAWANCARA
Lampiran Pedoman Wawancara
Nama : R Trusta Hendraswara
84
Jabatan : Sekertaris Dinas Pariwisata Kabupaten
KulonProgo
No Indikator Pertanyaan Jawaban
1. Objek/ Daya Tarik Wisata Apa yang Jadi terkait dengan
menjadi daya kawasan pariwisata
tarik dari ada yang masuk di
kawasan daerah sekitar bandar
Aerotropolis udara atau
Yogyakarta Aerotropolis ada
International beberapa spot yang
Airport sebagai pertama destinasi
destinasi pariwisata pantai
pariwisata? Glagah kemudian
pantai Congot
kemudian destinasi
yang ada di Kokap,
ada Waduk Sermo
kalibiru ada pule
payung barang kali
itu yang menjadi
daya Tarik di
kawasan
Aerotropolis sekitar
Bandar Udara
Yogyakarta
International Airport
(YIA), jadi ada daya
tarik wisata alam dan
ada beberapa desa
wisata yang masuk di
sekitar Aerotropolis,
selain di glagah
destinasi juga ada
desa wisata glagah
kemudian ada desa
wisata Hargotirto,
desa wisata
Hargowilis itu juga
masuk di
Aerotropolis.
85
Apakah pihak Ya jadi Salah satunya
Dinas bekas tambang
Pariwisata mangaan Kliripan itu
Kulon Progo nanti bisa jadi
melihat adanya menjadi Geotourism,
potensi dan saat ini masih
pengembangan belum, dan masih
pariwisata yang saat ini masih tahap
belum pelestarian oleh
dimanfaatkan di Dinas Kebudayaan
kawasan kemudaian nanti di
Aerotropolis depan pemanfaatan
Yogyakarta barangkali oleh
International Dinas pariwisata bisa
Airport? dikembangkan
menjadi Geotourism,
dan tentunya masih
ada banyak desa
wisata yang bisa di
dorong yang menjadi
desa wisata yang
menarik di sekitar
Aerotropolis.
Bagaimana Kalo di sekitar
kawasan bandar udara
Aerotropolis kebetulan ada bandar
Yogyakarta udara dan dekatnya
International ada pantai yang
Airport dapat punya Laguna dan
membedakan tidak semua pantai
dirinya dari punya Laguna yaitu
destinasi Satu Pantai Glagah
pariwisata kemudian disisi barat
lainnya di pantai Congot yang
Yogyakarta? kebetulan di muara
sungai Bogowonto
kemudian ada pula di
sebelah baratnya
pantai juga warna
wisata mangrove dan
tidak semua tempat
ada mangrovenya
jadi ini mungkin
sepsifik yang dapat
86
membedakan,
kemudian kalo yang
waduk sermo itu
waduk sermowaduk
terbesar di DIY jadi
ini yang
membedakan dengan
tempat yang lain,
kemudian ada spot
yaitu di Kliripan
bekas tambang
mangaan (Logam) di
era koloniel, pada era
kemerdekaan sangat
popular, pada saat itu
bekas tambang yang
tidak di jumpai di
tempat lain. Tambang
mangaan Kliripan
Kokap.
2. Sarana dan Prasarana Apa saja Jadi kalo di sekitar
komponen Aerotropolis kan kalo
Pariwisata pariwisata yang kita berbicara 3a
terdapat di Aksesbilitasnya jelas
kawasan jalankan sudah ada
Aerotropolis samping bandar
Yogyakarta udara itu tadi sebagai
Internasional akses utama
Airport? kemudian akses
akses jalan nasional
jalan Provinsi jalan
desa jalan
lingkungan menuju
desa wisata ada, itu
Aksesbilitas
kemudian yang ke
dua Amenitas,
sekarang udah mulai
beberapa Hotel, ada
Hotel Novotel, IBIS,
dan penginapan
sebagainya kemudain
nanti ada Hotel-Hotel
yang lain, kemudian
disamping itu juga
87
ada Homestay nanti
di desa wisata
Hargowilis terus ada
Homestay di
Hargomuliyo
Hargotirto, ada
Homestay itu sebagai
Amenitas, kemudian
warung warung
makan kemudian
berikutnya berupa
atraksi berupa daya
Tarik wisata alam
wisata budaya,
seperti spot spot
Glagah Mangrove
Sermo, kemudian
kalo budaya ada desa
Hargomuliyo, desa
mandiri budaya
kemudian ada Tari
Angguk di Pripeh,itu
menjadi salah satu
tiga besar
komponennya, selain
jalan ada jangkauan
internet, akses jalan,
akses transportasi.
3. Sumber Daya Manusia Bagaimana Pengembangan
dampak dengan Aerotroplis
adanya diharapkan mampu
pariwisata di memberikan impact
Aerotropolis ataupun gambaran
Yogyakarta yang bagus untuk
International pariwisata, karena
Airport Aerotropolis sendiri
terhadap merupakan suatu
Masyarakat kawasan yang punya
inisiasi dengan
adanya bandar udara
Yogyakarta
International Airport
(YIA) tentunya
88
memberikan
multiflyer effect bagi
daerah di daerah
sekitarnya tentunya
ilmu pariwisata akan
mendapatkan imbas
yang positif dengan
adanya kegiatan yang
ada di sekitar bandar
udara atau
Aerotropolis itu
sendiri.
Bagaimana Dampak
dengan adanya negatifnya
dampak saya kira itu
negatifnya? dampaknya
justru positif
karena Ketika
kegiatan
ekonomi
disitu tumbuh
otomatis bisa
menciptakan
lapangan
kerja
lapangan
usaha,
sehingga bisa
tercipta
lapangan
kerja baru,
bisa tumbuh
usaha baru ini
tentunya
dampaknya
positif untuk
kegiatan
perekonomian
KulonProgo.
Apa saja Hambatan kalo
hambatan atau keseluruhan di
tantangan yang kulonprogo karna
dihadapi dalam ada topografi di utara
89
pengembangan itu yang terjal, tetapi
pariwisata di di Aerotropolis
kawasan relative dijangkau
Aerotropolis semua, perlu di
Yogyakarta dorong peningkatan
International kapasitas masyarakat
Airport? atau pelaku atau
Sumber Daya
Manusia (SDM) di
samping perlu
diwujudkan daya
Tarik atau magnet
spot spot yang udah
ada, seperti di
Glagah masih perlu
di dorong di
tingkatkan daya
tariknya seperti
pembenahan
Landscape kemudian
toilet toilet yang
lebih reppersentatif,
tempat parkir dan,
penataan penataan
landscape.
Apa yang Ada beberapa
menjadi fokus programnya ada
utama dalam beberapa
pengembangan pengembangan
pariwisata di destinasi itu ada
kawasan prodaknya kemudian
Aerotropolis pengembangan
Yogyakarta pemasaran harus ada
International upaya promosi dan
Airport? pemasaran kemudian
pemberdayaan
masyarakat maupun
Lembaga lembaga
maupun industry
pariwisata ini di
dorong, dari tiga hal
itu pengembangan
destinasinya
90
pengembangan
pemasranya
pemberdayaan semua
pelaku pariwisata
B. PEDOMAN WAWANCARA
Lampiran Pedoman Wawancara
Nama : Yeti Yudianti
Jabatan : Ambassador Batik Airline.
No Indikator Pertanyaan Jawaban
1. Objek/ Daya Tarik Apa yang Melihat YIA adalah
menjadi daya salah satu bandara
Wisata tarik dari yang cukup besar itu
kawasan sudah menjadi daya
Aerotropolis tarik tersendiri,
Yogyakarta ditambah dengan
International arsitektur serta
Airport sebagai ornamen bangunan
destinasi yang memiliki arti
pariwisata? tersendiri pada tiap
detail bangunannya,
yang pastinya kental
akan nuansa budaya
jogja.
Di YIA juga
menyediakan
pelayanan Edutrip
yang akan membawa
wisatawan untuk
keliling disekitar
bandara dan disitu
juga akan dijelaskan
awal mula bandara
dibangun hingga
makna² dari tiap
sudut bangunan di
YIA.
91
Bagaimana Diharapkan bisa
peran penting memberikan
dalam kontribusi lebih baik,
mengembangkan melihat letak
objek wisata bandara YIA yang
alam dan buatan cukup strategis,
berdekatan dengan
sehubung
pantai dan
dengan adanya
perbukitan, yang jika
Aerotrepolis dikembangkan dapat
Yogyakarta memikat lebih
Internasional banyak wisatawan
Airport? untuk berkunjung,
dan jika masyarakat
sekitar bisa
memanfaatkan
peluang yang ada,
wisata buatan juga
tidak kalah
menariknya
2. Sarana dan Prasarana Apakah Di YIA sendiri masih
Aerotropolis dalam proses
Pariwisata YIA pada pengembangan tapi
umumnya sudah sejauh ini yia sudah
dilengkapi menyediakan hotel,
dengan pameran, hiburan,
resto, pusat
perbelanjaan oleh²,
sarana transportasi
penunjang (kereta
bandara, damri, taksi
dll), bahkan
diadakan bazar
UMKM serta
pertunjukan kesenian
secara berkala
3. Sumber Daya Manusia Bagaimana Dampak positifnya
92
dampak dengan dengan adanya
adanya perkembangan
pariwisata di teknologi serta ilmu²
Aerotropolis baru yang ada,
Yogyakarta masyarakat akan
International mudah mengikuti
Airport terhadap arus globalisasi dan
Masyarakat dapat dapat dengan
mudah mengakses
seluruh kegiatan
penunjang
pertumbuhan
ekonomi, bisa
dengan cara
mengembangakan
wisata2 dengan
konsep kekinian.
Bagaimana Dampak negatifnya
dengan adanya masyarakat bisa
dampak terpengaruh akan
negatifnya? budaya2 baru,
sehingga akan ada
perubahan gaya
hidup dan bisa jadi
lupa akan nilai²
budaya asal
Apa saja Hambatan kalo
hambatan atau keseluruhan di
tantangan yang kulonprogo karna
dihadapi dalam ada topografi di utara
pengembangan itu yang terjal, tetapi
pariwisata di di Aerotropolis
kawasan relative dijangkau
Aerotropolis semua, perlu di
Yogyakarta dorong peningkatan
International kapasitas masyarakat
Airport? atau pelaku atau
Sumber Daya
Manusia (SDM) di
samping perlu
diwujudkan daya
93
Tarik atau magnet
spot spot yang udah
ada, seperti di
Glagah masih perlu
di dorong di
tingkatkan daya
tariknya seperti
pembenahan
Landscape kemudian
toilet toilet yang
lebih reppersentatif,
tempat parkir dan,
penataan penataan
landscape.
C. PEDOMAN WAWANCARA
Lampiran Pedoman Wawancara
Nama : Suwanto
Jabatan : TPR Pantai Glagah
No Indikator Pertanyaan Jawaban
1. Objek/ Daya Tarik Apa yang mengenai daya tarik
menjadi daya wisata di sekitar Bandar
Wisata tarik dari Yia, terdapat tiga faktor
kawasan utama yang
Aerotropolis mempengaruhi
Yogyakarta kunjungan wisatawan:
International kuliner, bandara, dan
Airport sebagai alam sekitarnya termasuk
destinasi kamping ground.
pariwisata?
Apa peran Peran penting
penting desa masyarakatmeningkatkan
dalam umkm bisa memajukan
wisata dan setiap
94
mengembangkan beberapa bulan ada
objek wisata pameran umkm itu di
alam? plaza kuliner.
2. Sarana dan Bagaimana Melakukan promosi, kalo
pelayanan yang petugasnya itu mungkin
Prasarana diterapkan oleh imbauan dari pemda sapa
pihak dinas senyum dan ramah.
Pariwisata pariwisata dalam
mengembangkan
pariwisatanya.
3. Sumber Daya Bagaimana Wisata itu sedikit
dampak dengan mendukung ke
Manusia adanya pariwisata dan kalo ke
pariwisata di masyarakat itu bisa
Aerotropolis bergantung kepada
Yogyakarta wisata dan dapat
International meningkatkan umkm,
Airport terhadap
Masyarakat
Bagaimana dan dampak negatifnya
dengan adanya adanya tempat club
dampak malam itu yang
negatifnya? menyebabkan pandangan
negative dari
masyarakat,
Apa kendala dan Kukurangannya fasilitas
kekurangan umum masih banyak
yang dirasakan yang rusak dan
dalam kebersihan lingkungan
pengembangan
pariwisata
95
LAMPIRAN GAMBAR
96
Gambar1. Surat Penelitian dari Kampus ke Dinas Pariwisata
Gambar2. Surat Penelitian dari Kampus ke AngkasaPuraI
97
LAMPIRAN DOKUMENTASI
Gambar3.
Dokumentasi Stasiun KA Bandara YIA
Gambar4.Pe
rtunjukan Tari Seni Budaya
98
Gambar5. Ornamen di area penjemputan
Gambar6. Tampak depan Bandar Udara Yogyakarta International Airport
99
Gambar7. Rehabilitasi perluasan jalan Yogyakarta International Airport
Gambar8. Puskesmas Temon 1 dekat bandar udara Yogyakarta
International Airport
100
Gambar9. Ibis Hotel
Gambar10. Hotel Novotel
101
Gambar11. Hotel Swiss
Gambar12. Hotel Grand Dafam
102
Gambar13. Tempat parkir Pantai Glagah
Gambar14. Sarana ibadah di Pantai Glagah
103
Gambar15. Wc Umum pantai Glagah
Gambar16. Camping Ground
104
Gambar17. Plaza Kuliner Glagah
Gambar18. Aktraksi wisata pantai Glagah
105
Gambar19. Potensi wisata Bandara YIA Pantai Glagah
Gambar20. Wawancara dengan Bapak R Trusta Hendraswara selaku
Sekertaris Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo.
106
Gambar21. Wawancara dengan Bapak Suwanto selaku petugas TPR Pantai
Glagah
107
Riwayat Hidup
Penulis bernama lengkap M Alfian Nawari lahir di kota
kecil yaitu Desa Pancor, Kecamatan Selong, Kabupaten
Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Lahir pada tanggal
05 April 2000. Penulis lahir dari seorang ayah yang
bernama Fauzi dan ibu yang bernama Siti Rukaiyah.
Penulis merupakan anak kedua dari 3 bersaudara. Pada
tahun 2006 penulis menempuh Pendidikan Sekolah Dasar di MI NW No 3
Pancor. Pada tahun 2012 penulis melanjutkan Pendidikan ke Sekolah Menengah
Pertama selama 3 tahun di MTS Muallimin NW Pancor dan dinyatakan lulus
pada tahun 2015, setelah itu penulis melanjutkan Pendidikan ke Sekolah
Menengah Atas di MA NW Narmada selama 3 tahun dan dinyatakan lulus pada
tahun 2018. Selama satu tahun lamanya penulis mengabdi di Madani Super
Camp Setelah itu penulis melanjutkan sekolah ke jenjang perkuliahan di Sekolah
Tinggi Teknologi Kedirgantaraan Yogyakarta pada tahun 2019 mengambil
jurusan DIV-Manajemen Transportasi Udara. Selama penulis Pendidikan di
Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan Yogyakarta penulis mengikuti
beberapa pelatihan seperti Pekan Disiplin dan Kepemimpinan pada tahun 2019,
dan juga di tahun 2022 penulis mengikuti On Job Trainning di PT. Merpati
Angkasa Abadi di Sumbawa Besar Nusa Tenggara Barat.
108