0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
476 tayangan14 halaman

Makalah Modulo

Modulo adalah operasi bilangan yang menghasilkan sisa pembagian bilangan terhadap bilangan lain. Aritmatika modulo melibatkan operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian bilangan dengan hasil akhir berupa sisa modulo. Kongruen modulo menyatakan dua bilangan memiliki sisa yang sama ketika dibagi bilangan tertentu.

Diunggah oleh

Danur Pamungkas
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
476 tayangan14 halaman

Makalah Modulo

Modulo adalah operasi bilangan yang menghasilkan sisa pembagian bilangan terhadap bilangan lain. Aritmatika modulo melibatkan operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian bilangan dengan hasil akhir berupa sisa modulo. Kongruen modulo menyatakan dua bilangan memiliki sisa yang sama ketika dibagi bilangan tertentu.

Diunggah oleh

Danur Pamungkas
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH TEORI BILANGAN

“ARITMATIKA MODULO”

NUR AZIZ MUHAIMIN


2021004014

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SARJANAWIYATA TAMANSISWA
YOGYAKARTA
2022
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum wr.wb
Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas selesainya makalah
ini yang berjudul Teori Bilangan Modulo. Atas dukungan moral dan materil yang
diberikan dalam penyusunan makalah ini dari semua pihak, tentu menjadikan
makalah ini terselesaikan.
Di dalam makalah ini memuat pembahasan tentang Modulo beserta keterangan
pendukung lainnya. Kami memahami bahwa dalam penulisan makalah ini masih
banyak kekurangan, oleh karena itu kami mengharapkan saran dan kritik yang
bersifat membangun.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat dan memberikan tambahan ilmu
pengetahuan bagi kami(penulis) khususnya dan pembaca pada umumya.
Sekian dan terimakasih
Wassalamu’alaikum wr.wb.

Penulis

i
DAFTAR ISI

Kata Pengantar ......................................................................................................... i


Daftar isi .................................................................................................................. ii
BAB I Pendahuluan
A. Latar Belakang .............................................................................................1
B. Tujuan ..........................................................................................................2
BAB II Pembahasan
A. Pengertian Aritmatika Modulo.....................................................................3
B. Balikan Modulo ............................................................................................3
C. Kongruen Modulo dan Kekongruenan Lanjar .............................................5
1. Kongruen Modulo .................................................................................5
2. Kongruen Lanjar ...................................................................................6
D. Chinese Reminder Program .........................................................................7
E. Aplikasi Aritmatika Modulo ........................................................................8
BAB III Penutup
A. Kesimpulan ................................................................................................10
Daftar Pustaka

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Salah satu bentuk pembelajaran tentang teori bilangan yaitu membahas tentang
aritmatika modulo. Aritmetika modulo adalah suatu metode dalam ilmu
matematika yang menyatakan suatu sisa suatu integer jika dibagi dengan
integer yang lain. Atau Bisa juga dikatakan Modulo adalah sebuah operasi
bilangan yang menghasilkan sisa pembagian dari suatu bilangan terhadap
bilangan lainnya. Misalkan dua bilangan a, dan b, a modulo b atau a (mod b)
adalah bilangan bulat sisa pembagian oleh a dan b. Aritmetika modulo pertama
kali diperkenalkan oleh Carl Friedrich Gauss dalam bukunya Disquisitiones
Arithmeticiae yang diterbitkan pada tahun 1801. Contoh paling sederhana dari
aritmetika modulo adalah sistem jam 24. Aritmetika di mana satu hari dibagi
menjadi 24 jam dan diberi nilai 0 sampai dengan 23. Bila sekarang pukul 19.00,
maka 8 jam kemudian akan menjadi pukul 03.00. Bila menggunakan aritmetika
biasa maka seharusnya 19+8=27, yang mengindikasikan pukul 27.00. Namun
karena bilangan jam “kembali ke awal” pada akhir hari, maka hal tersebut tidak
berlaku. Artmetika jam ini dikenal juga dengan aritmetika modulo 24. Operator
yang digunakan pada aritmetika modulo adalah mod. Operator mod, jika
digunakan pada pembagian bilangan bulat, akan memberikan sisa pembagian.
Misalnya 23 dibagi 5 memberikan hasil = 4 dan sisa = 3, sehingga dapat ditulis
23 mod 5 = 3. Aritmetika modulo pertama kali diperkenalkan oleh Carl
Friedrich Gauss dalam bukunya Disquisitiones Arithmeticiae yang diterbitkan
pada tahun 1801. Contoh paling sederhana dari aritmetika modulo adalah
sistem jam 24. Aritmetika di mana satu hari dibagi menjadi 24 jam dan diberi
nilai 0 sampai dengan 23. Bila sekarang pukul 19.00, maka 8 jam kemudian
akan menjadi pukul 03.00. Bila menggunakan aritmetika biasa maka
seharusnya 19+8=27, yang mengindikasikan pukul 27.00. Namun karena
bilangan jam “kembali ke awal” pada akhir hari, maka hal tersebut tidak
berlaku. Artmetika jam ini dikenal juga dengan aritmetika modulo 24. Operator
yang digunakan pada aritmetika modulo adalah mod.

1
B. Tujuan
Tujuan dibuat makalah ini adalah merupakan tugas kelompok dari mata kuliah
Teori Bilangan. Juga sebagai pegangan materi pada pertemuan yang akan
membahas materi tentang Aritmatika Modulo. Pada pembahasan ini
diharapkan mahasiswa bisa memahami tentang Balikan Modulo,
Kekongruenan Lanjar, Dan Operasi Terhadap Kongruensi Modulo.

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Aritmatika Modulo


Aritmatika Modulo yang artinya angka sisa dari hasil pembagian dua angka
lainnya. Misalkan a dan m bilangan bulat dengan m > 0. Operasi a modulo
m atau a mod m. Akan memberikan sisa pembagian jika a dibagi m. Atau
dapat ditulis :
a mod m = r sedemikian sehingga
a = mq + r, dengan 0 ≤ r < m
m disebut modulo atau modulus, dan hasil aritmatika modulo m terletak
didalam himpunan {0, 1, 2, 3, . . ., m-1}
Contoh :
1. 23 mod 5 = 3
Karena 23 = 5.4 + 3
2. 0 mod 12 = 0
Karena 0 = 12.0 + 0
3. -41 mod 9 = 4
Karena -41=9(-5) = 4)
Untuk contoh no.3, karena a negatif, bagi |a| dengan m mendapatkan sisa
r1. Maka :
a mod m = m – r1 bila r1 ¹ 0.
Jadi |– 41| mod 9 = 5, sehingga –41 mod 9 = 9 – 5 = 4.
B. Balikan Modulo (Modulo Invers)
Di dalam aritmetika bilangan riil, inversi (inverse) dari perkalian adakah
pembagian.
Contoh: Inversi 4 adalah 1/4, sebab 4 ´ 1/4 = 1.
Di dalam aritmetika modulo, masalah menghitung inversi modulo lebih
sukar.
Jika a dan m relatif prima dan m > 1, maka kita balikan (invers)
dari a modulo m ada.
Balikan dari a modulo m adalah bilangan bulat sedemikian sehingga

3
a º 1 (mod m)
Bukti: a dan m relatif prima, jadi PBB(a, m) = 1, dan terdapat bilangan
bulat p dan q sedemikian sehingga
pa + qm = 1
yang mengimplikasikan bahwa
pa + qm º 1 (mod m)
Karena qm º 0 (mod m), maka
pa º 1 (mod m)
Kekongruenan yang terakhir ini berarti bahwa p adalah balikan
dari a modulo m.
Pembuktian di atas juga menceritakan bahwa untuk mencari balikan
dari a modulo m, kita harus membuat kombinasi lanjar dari a dan m sama
dengan 1. Koefisien a dari kombinasi lanjar tersebut merupakan balikan
dari a modulo m.
Contoh :
1. Tentukan balikan dari 4 (mod 9).
Penyelesaian: Karena PBB(4, 9) = 1, maka balikan dari 4 (mod 9) ada. Dari
algoritma Euclidean diperoleh bahwa :
9 = 2 × 4 + 1 (i)
Susun persamaan di atas menjadi :
–2 × 4 + 1 × 9 = 1
Dari persamaan terakhir ini kita peroleh –2 adalah balikan dari 4 modulo 9.
Periksa bahwa –2 × 4 º 1 (mod 9)
2. Tentukan balikan dari 17 (mod 7)
Jawab : Karena PBB (17,7) = 1, maka balikan dari 17 (mod 7). Dari
Algoritma Euclidean diperolah rangkain pembagian barikut :
17 = 2.7 + 3 (i)
7 = 2.3 + 1 (ii)
3 = 3.1 + 0 (iii)
Susun (ii) menjadi :

4
1 = 7 – 2 . 3 (iv)
Susun (i) menjadi :
3 = 17 – 2 . 7 (v)
Sulihkan (v) ke dalam (iv)
1 = 7 – 2 . (17 – 2 . 7) = 1.7 – 2.17 + 4 . 7 = 5 . 7 – 2 . 17
Atau
-2 . 17 + 5 . 7 = 1
Dari Persamaan terakhir ini kita peroleh -2 yang mana ini adalah balikan
modulo dari 17 modulo 7. Ditulis dengan :
-2 . 17 ≡ 1 (mod 7)
C. Kongruen Modulo dan Kekongruenan Lanjar
1. Kongruen Modulo
Misalkan a, b dan m bilangan bulat dengan m > 0. Bilangan a disebut
kongruen denga b modulo m jika m│(a – b) ditulis :
a ≡ b (mod m)
Contoh : Jika a bilangan di himpunan {2, 7, 12, . . .} Ù {-3, -8, -23, . . . },
maka a ≡ 2 (mod 5).
Perhatikan bahwa untuk setiap bilangan bulat a, b berlaku a ≡ b (mod 1).
Jadi, kita akan selalu bekerja dengan m > 1.
Contoh :
a. 481 ≡ 1 (mod 12)
481 = 12.40 + 1
b. 10 ≡ 30 (mod 20)
10 = 20.(-2) + 30
c. 21 ≡ -12 (mod 11)
21 = 11.3 + (-12)
d. -6 ≡ 18 (mod 12)
-6 = 12 . (-2) + 18

5
2. Kongruen Lanjar
Kekongruenan lanjar adalah kongruen yang berbentuk
ax b (mod m)
dengan m adalah bilangan bulat positif, a dan b sembarang bilangan
bulat, dan x adalah peubah bilangan bulat.
Nilai-nilai x dicari sebagai berikut:
ax = b + km
yang dapat disusun menjadi
x = b + km
a
dengan k adalah sembarang bilangan bulat. Cobakan untuk k = 0, 1, 2,
… dan k = –1, –2, … yang menghasilkan x sebagai bilangan bulat.
Contoh :
Tentukan solusi: 4x 3 ≡ (mod 9) dan 2x ≡ 3 (mod 4)
Penyelesaian:
(i) 4x ≡ 3 (mod 9)
x=3+k.9
4
k=0 x = (3 + 0 . 9)/4 = 3/4 (bukan solusi)
k = 1 x = (3 + 1 . 9)/4 = 3
k=2 x = (3 + 2 . 9)/4 = 21/4 (bukan solusi)
k = 3, k = 4 tidak menghasilkan solusi
k=5 x = (3 + 5 . 9)/4 = 12 …
k = –1 x = (3 – 1 . 9)/4 = –6/4 (bukan solusi)
k = –2 x = (3 – 2 . 9)/4 = –15/4 (bukan solusi)
k = –3 x = (3 – 3 . 9)/4 = –6
k = –6 x = (3 – 6 . 9)/4 = –15
Nilai-nilai x yang memenuhi: 3, 12, … dan –6, –15, …

6
(ii) 2x ≡ 3 (mod 4)
x=3+k.4
2
Karena 4k genap dan 3 ganjil maka penjumlahannya menghasilkan
ganjil, sehingga hasil penjumlahan tersebut jika dibagi dengan 2 tidak
menghasilkan bilangan bulat. Dengan kata lain, tidak ada nilai-nilai x
yang memenuhi 2x ≡ 3 (mod 5).
D. Chinese Reminder Problem
Pada abad pertama, seorang matematikawan China yang bernama Sun Tse
mengajukan pertanyaan sebagai berikut:
Tentukan sebuah bilangan bulat yang bila dibagi dengan 5 menyisakan 3,
bila dibagi 7 menyisakan 5, dan bila dibagi 11 menyisakan 7. Pertanyaan
Sun Tse dapat dirumuskan kedalam sistem kongruen lanjar:
x ≡ 3 (mod 5)
x ≡ 5 (mod 7)
x ≡7 (mod 11)
Menurut persamaan kongruen pertama, x ≡ 3 (mod 5), memberikan x = 3 +
5k1 untuk beberapa nilai k. Sulihkan ini ke dalam kongruen kedua menjadi
3 + 5 k1 ≡ 5 (mod 7), dari sini kita peroleh k1 ≡ 6 (mod 7), atau k1 = 6 +
7k2 untuk beberapa nilai k2. Jadi kita mendapatkan x = 3 + 5k1 = 3 + 5(6 +
7k2) = 33 + 35k2 yang mana memenuhi dua kongruen pertama. Jika x
memenuhi kongruen yang ketiga, kita harus mempunyai 33 + 35k 2 ≡ 7
(mod 11), yang mengakibatkan k2 ≡ 9 (mod 11) atau k2 = 9 + 11k3.
Sulihkan k2 ini ke dalam kongruen yang ketiga menghasilkan x = 33 + 35(9
+ 11k3) ≡ 348 + 385k3 (mod 11). Dengan demikian, x ≡ 348 (mod 385)
yang memenuhi ketiga konruen tersebut. Dengan kata lain, 348 adalah
solusi unik modulo 385. Catatlah bahwa 385 = 5 . 7 . 11. Solusi unik ini
mudah dibuktikan sebagai berikut. Solusi tersebut modulo m = m1 . m2 .
m3 = 5 . 7 . 11 = 5 . 77 = 11 . 35. Karena 77 . 3 ≡ 1 (mod 5), 55 . 6 ≡ 1 (mod
7), dan 35 . 6 ≡ 1 (mod 11), solusi unik dari sistem kongruen tersebut adalah
x = 3 . 77 . 3 + 5 . 55 . 6 + 7 . 35 . 6 (mod 385)
= 3813 (mod 385) = 348 (mod 385)

7
E. Aplikasi Aritmatika Modulo
Aritmatika modulo memiliki peran penting dalam beberapa hal karena
fungsi atirmatika modulu itu sendiri telah diguanakan untuk berbagai
keperluan, antara lain :
1. ISBN (Internasional Book Serial Number)
Kode ISBN terdiri dari 10 karakter, biasanya dikelompokkan dengan
spasi atau garis, misalnya 0–3015–4561–9.
ISBN terdiri atas empat bagian kode:
a. kode yang mengidentifikasikan bahasa,
b. kode penerbit,
c. kode unik untuk buku tersebut,
d. karakter uji (angka atau huruf X (=10)).
Contoh : ISBN 0-3015-4561-8
0 : kode kelompok negara berbahasa Inggris,
3015 : kode penerbit
4561 : kode unik buku yang diterbitkan
8 : karakter uji.
Karakter uji ini didapatkan sebagai berikut:
× 0 + 2 × 3 + 3 × 0 + 4 × 1 + 5 × 5 + 6 × 4 + 7× 5 + 8 × 6 + 9 × 1 = 151
Jadi, karakter ujinya adalah 151 mod 11 = 8.
2. Fungsi Hash
Tujuan: pengalamatan di memori
Bentuk: h(k) = k mod m
– m : jumlah lokasi memori yang tersedia
– k : kunci (integer)
– h(k) : lokasi memori untuk record dengan kunci k
Contoh : m = 11 mempunyai sel-sel memori yang diberi indeks 0 sampai
10. Akan disimpan data record yang masing-masing mempunyai kunci
15, 558, 32, 102, dan 5
h (15) = 12 mod 11 = 4
h (558) = 558 mod 11 = 8
h (32) = 32 mod 11 = 10

8
h (132) = 132 mod 11 = 0
h (102) = 32 mod 11 = 3
h (5) = 5 mod 11 = 5

132 102 15 5 558 32

0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

9
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Jadi, Aritmatika Modulo adalah angka sisa dari hasil pembagian dua angka
lainnya.Misalkan a dan m bilangan bulat dengan m > 0. Operasi a modulo
m atau a mod m. Akan memberikan sisa pembagian jika a dibagi m. Aritmatika
modulo (modular arithmethic) memainkan peran yang penting dalam
komputasi integer. Operator yang digunakan pada aritmatika modulo adalah
mod. Operator mod, jika digunakan pada pembagian bilangan bulat
memberikan sisa pembagian sebagai kembaliannya. (Chinese Remainder
Theorem) Misalkan m1, m2, …, mn adalah bilangan bulat positif sedemikian
sehingga PBB(mi, mj) = 1 untuk i ≠ j. Maka sistem kongruen lanjar

x ≡ ak (mod mk)
mempunyai sebuah solusi unik modulo m = m1 . m2 . … . mn.

10
DAFTAR PUSTAKA

https://dokumen.tips/documents/makalah-matdis-aritmatika-modulo-kel4.html
https://ayusasmitaweb.wordpress.com/2016/08/27/makalah-aritmetika-modulo/
https://www.99.co/blog/indonesia/contoh-makalah-singkat/
Munir, Rinaldi. 2006. Diktat Kuliah IF2153 – Matematika Diskrit. Departemen
Teknik Informatika ITB.
http://en.wikipedia.org/Modulo_arithmetic.htm
Munir, Rinaldi. (2004). Diktat Kuliah IF 2153 Matematika Diskrit, Edisi
Keempat. Departemen Teknik Informatika, Institut Teknologi Bandung. 2006

11

Anda mungkin juga menyukai