Anda di halaman 1dari 51

Bahan Ajar

Kelas X Semester 2

A PETUNJUK BELAJAR

1. Berdo’alah setiap akan memulai pelajaran.


2. Bacalah KI, KD, Indikator, dan Tujuan pembelajaran.
3. Pahamilah isi materi tentang Hubungan Usaha dan Energi
4. Kerjakanlah latihan soal-soal pada kolom yang tersedia!

B KOMPETENSI DASAR

Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi


3.9. Menganalisis konsep energi, 3.9.1. Mengidentifikasi fakta usaha dan
usaha (kerja), hubungan usaha energi dalam kehidupan sehari-hari
(kerja) dan perubahan energi, 3.9.2. Mendefinisikan konsep usaha dan
hukum kekekalan energi, serta energi
penerapannya dalam peristiwa 3.9.3. Menjelaskan usaha pada bidang
sehari-hari datar dan bidang miring
3.9.4. Menjelaskan macam-macam energi
3.9.5. Menentukan hubungan antara
usaha dengan perubahan energi
3.9.6. Mendeskripsikan hukum
konservasi energi mekanik pada
berbagai kasus gerak benda
3.9.7. Menganalisis hubungan antara
usaha, kecepatan, posisi dalam
berbagai peristiwa fisika dalam
kehidupan sehari-hari
Bahan Ajar
Kelas X Semester 2

Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi


4.9. Mengajukan gagasan 4.9.1. mendiskusikan pemecahan
penyelesaian masalah gerak masalah dalam kehidupan sehari-
dalam kehidupan sehari-hari hari menggunakan konsep usaha
dengan menerapkan metode dan energi
ilmiah, konsep energi, usaha 4.9.2. melakukan percobaan untuk
(kerja), dan hukum kekekalan menentukan hubungan usaha dan
energi energi potensial gravitasi pada
kemiringan bidang

C Materi Pembelajaran

1 Usaha

Pernahkah kamu melakukan usaha? Dalam keseharian usaha diartikan


sebagai segala sesuatu yang dilakukan oleh manusia. Bagaimana menurutmu?
Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut ini.

Gambar 1. Ahmad sedang belajar Gambar 2. Sidiq sedang mendorong yang mogok

Gambar 3. Budi sedang menahan Gambar 4. Solma menarik koper


beban
Bahan Ajar
Kelas X Semester 2

Pada gambar 1.terlihat bahwa Ahmad mengerahkan tenaganya untuk belajar


agar meraih medali pada olimpiade Fisika. Pada gambar 2. dilihat bahwa Sidiq
sedang mendorong mobilnya yang mogok tetapi tidak bergerak sedikit pun. Pada
gambar 3. Budi sedang menahan beban, dan pada gambar 4. Solma sedang
menarik koper di bandara. Apakah keempat ilustrasi tersebut menggambarkan
usaha dalam fisika? Untuk mengetahui jawabannya pahami materi di bawah ini.

Usaha dalam fisika didefenisikan sebagai besarnya gaya yang bekerja pada
suatu benda sehingga benda mengalami perpindahan. Misalkan Annisa
mendorong meja sehingga meja berpindah sejauh 5 meter. Maka Annisa sudah
dapat dikatakan telah melakukan usaha sebab memberikan gaya pada benda
sehingga benda dapat berpindah.

Gambar 3. Gaya searah dengan perpindahan

Gambar 5. Gaya searah dengan perpindahan

Berdasarkan gambar 5. pada sebuah benda bekerja sebuah gaya F yang


menyebabkan benda berpindah sejauh s. Sehingga usaha dapat dirumuskan :

𝑊 = 𝐹⃗. 𝑠⃗ ..................................................... (1)

Keterangan :

F : gaya, dalam S.I bersatuan Newton (N).


s : perpindahan, dalam S.I bersatuan meter (m).
W : usaha, dalam S.I bersatuan N.m (Joule)
Bahan Ajar
Kelas X Semester 2

Apabila pergeseran tidak searah


dengan arah ⃗⃗⃗
𝐹 maka yang akan kita
gunakan adalah komponen gaya pada arah
pergeseran. Masih ingatkah kalian tentang
perkalian antara dua buah vektor? Gaya
adalah besaran vektor dan pergeseran juga
Gambar 6. Usaha tegak lurus dengan besaran vektor, akan tetapi usaha adalah
perpindahan
besaran skalar. Usaha adalah perkalian
saklar antara vektor ⃗⃗⃗
𝐹 dengan vektor pergeseran. Usaha akan maksimal bila ⃗⃗⃗
𝐹
memiliki arah yang sama dengan pergeseran, usaha akan nol (0) bila gaya yang
dikerahkan tegak lurus dengan pergeseran. Sebagai contoh Sidiq mengangkat
kardus dan memindahkannya dari suatu tempat ke tempat lain (gambar 6).
Selama Sidiq membawa kardus, usaha yang dilakukan bernilai nol (0), atau
dapat dikatakan tidak melakukan usaha walaupun Sidiq telah mengeluarkan
energi. Sebab gaya yang diberikan pada buku tegak lurus terhadap arah
perpindahan.
Bagaimana usaha yang dilakukan oleh suatu gaya terhadap sebuah benda jika
arah gaya tidak searah dengan perpindahan benda tersebut? Bagaimana pula jika
pada suatu benda bekerja beberapa gaya. Untuk memahaminya perhatikan uraian
di bawah ini!
a. Usaha yang dilakukan membentuk sudut dengan arah perpindahan
Sebuah benda yang terletak pada bidang
datar dikenai gaya F yang membentuk sudut
ɵ terhadap bidang datar sehingga benda
berpindah sejauh S searah bidang datar.
Untuk menentukan usaha yang dilakukan
oleh gaya F terhadap benda selama
Gambar 7. Gaya tidak searah perpindahan benda tersebut, gaya F
perpindahan
diuraikan dulu menjadi dua komponen yaitu
gaya yang tegak lurus terhadap arah perpindahannya (F. sin ɵ), dan gaya yang
searah dengan perpindahannya (F cos ɵ). Analog dari uraian pada gambar 7, maka
Bahan Ajar
Kelas X Semester 2

usaha yang dilakukan oleh gaya F pada benda selama perpindahan benda dapat
dinyatakan dengan
𝑊 = 𝐹 cos 𝜃 𝑠 (2)
Keterangan :

𝑊 = usaha (𝑁. 𝑚)
𝐹 = besar gaya (𝑁)
𝑆 = jarak (𝑚)
ɵ = sudut yang dibentuk oleh arah gaya 𝐹 dan arah perpindahan benda 𝑠.

Contoh Soal
Pahami contoh soal berikut ini :

Sebuah kereta mainan ditarik oleh seorang anak kecil dengan gaya sebesar 10 𝑁.
Jika kereta mainan tersebut bergerak sejauh 10 𝑚, berapakah usaha yang telah
dilakukan oleh anak kecil tersebut? Tentukanlah:
a) Kereta mainan ditarik secara horizontal tanpa menggunakan tali.
b) Kereta mainan ditarik menggunakan tali sehingga membentuk sudut 30 o
Penyelesaian

Diketahui : 𝐹 = 10 𝑁
𝒔 = 10 𝑚
Ditanya: a) 𝑊 = . . . . ? jika 𝑠 = 10 𝑚
b) 𝑊 = . . . . ? jika 𝑠 = 10 𝑚 membentuk sudut 30o
Jawaban :
a) Kereta mainan ditarik secara horizontal tanpa menggunakan tali
𝑊 = 𝐹𝑠
= (10 𝑁)(10 𝑚 )
= 100 𝑗𝑜𝑢𝑙𝑒

b) Kereta mainan ditarik menggunakan tali sehingga membentuk sudut 30 o.


Bahan Ajar
Kelas X Semester 2

𝑊 = 𝐹 𝑠 𝑐𝑜𝑠 𝛼
= (10 𝑁) (10 𝑚) 𝑐𝑜𝑠 30°
= 100 ( 0,5 )
= 50 𝑗𝑜𝑢𝑙𝑒
Kereta mainan yang ditarik tanpa menggunakan tali ternyata membutuhkaan
usaha yang lebih besar untuk mencapai jarak 10 𝑚 daripada menarik kereta
dengan menggunakan tali yang membentuk sudut 30 o.

Usaha total yang dilakukan oleh beberapa gaya yang bekerja serentak dapat
dihitung sebagai hasil kali resultan komponen gaya yang segaris dengan
perpindahan dan besarnya perpindahan.

𝑊 = (𝐹𝑥1 + 𝐹𝑥2 + 𝐹𝑥3 + ⋯ + 𝐹𝑥𝑛 )𝑠 = (∑𝑛𝑛=1 𝐹𝑥𝑛 )𝑠 ……...……(3)

b. Masing-masing gaya bekerja pada perpindahan yang berbeda


Bila kita melihat kejadian sehari-hari, dapat kita lihat bahwa sebuah benda
akan dikenai gaya lebih dari satu. Oleh karenanya, jika ditanya berapa usaha yang
dilakukan oleh gaya-gaya tersebut maka haruslah dihitung usaha oleh masing-
masing gaya tersebut, kemudian usaha dari masing-masing gaya tersebut
dijumlahkan.
Seandainya pada sebuah benda bekerja 3 buah gaya F1, F2, dan F3 sehingga
benda mengalami perpindahan sejauh s. Gaya F1 membentuk sudut α 1 dengan
vektor s, F2 membentuk sudut α2 , dan F3 membentuk sudut α3. Usaha oleh ketiga
gaya tersebut terhadap benda.

𝐹2

2
𝐹1 α1 α3

𝐹3

Gambar 8. Usaha oleh beberapa gaya


Bahan Ajar
Kelas X Semester 2

Usaha masing-masing gaya dapat dicari dengan menggunakan rumus :

𝑊 = 𝐹 𝑐𝑜𝑠 𝛼

Gaya F1 akan melakukan usaha sebesar:


W1 = F1 s cos α1 ................................................................ (4)
Gaya F2 akan melakukan usaha sebesar:
W2 = F2 s cos α2 ................................................................ (5)
Gaya F3 akan melakukan usaha sebesar:
W3 = F3 s cos α3 ................................................................. (6)

Maka Usaha total (Usaha yang dilakukan oleh ketiga gaya tersebut)

W = W1 + W2 + W3

W = F1 s cos α1 + F2 s cos α2 + F3 s cos α3 .......................... (7)

Dari penjelasan materi di atas disimpulkan bahwa:


”Usaha” dalam bahasa sehari-hari menjelaskan “upaya” melakukan sesuatu pada
semua aktivitas . Kata “usaha” dalam pengertian sehari-hari ini tidak dapat
dinyatakan dengan suatu angka atau ukuran dan tidak dapat pula dinyatakan
dengan rumus matematis. Tetapi dalam fisika usaha merupakan besarnya gaya
pada suatu benda hingga mengalami perpindahan. Jadi pengertian usaha menurut
bahasa sehari-hari sebagai berbeda dengan secara fisika.

Pahamilah contoh soal di bawah ini

1. Perhatikan gambar di bawah ini! Ada dua orang peserta didik A dan B
menarik peti yang terletak pada lantai.

Penyelesaian
Diketahui : FA = 10 N
FB = 20 N
𝛼 A = 370
Bahan Ajar
Kelas X Semester 2

𝛼 B = 600
W = 72 J
Ditanya: s = …?

Jawaban :

W   F .s

72 J = (FA + FB)s

72 J = ( 10 cos 37 + 20 cos 60 ) s

72 J = ( 10 . 0,8 + 20 . 0,5 ) s

72 J = ( 8 + 10 ) s

72
S = 18 = 4 m

2. Perhatikan gambar di bawah ini! Ada dua orang peserta didik A dan B
menarik peti yang terletak pada lantai.

Penyelesaian:

Diketahui : FA = 10 N
FB = 20 N
𝛼 A = 370
𝛼 B = 600
W =4J
Ditanya: s = …?
Jawaban :

𝑊 = ∑𝐹 . 𝑠
Bahan Ajar
Kelas X Semester 2

𝑊 = (𝐹𝐵 − 𝐹𝐴 ). 𝑠
𝑊 = (𝐹𝐵 cos 𝛼𝐵 - 𝐹𝐴 cos 𝛼𝐵 ) 𝑠
4 𝐽 = (20 𝑁 cos 60° − 10 cos 37°) 𝑠
4𝐽 = 2𝑁 𝑠
4𝐽
𝑠=
2𝑁

𝑠=2𝑚

c. Usaha pada bidang miring


Usaha pada gerak benda pada bidang miring
adalah sebagai berikut. Misalnya sebuah balok
bermassa m diberi gaya F sehingga balok bergerak
ke atas sejauh s seperti gambar 8. . Jika lantai bidang
miring pada gambar terse but menimbulkan gaya
gesek fk maka resultan gaya yang bekerja adalah :
Gambar 9. Usaha pada bidang miring

ΣF = F – w sin α – fk .................................................................... (8)

Dengan demikian, usaha netto yang bekerja pada balok dirumuskan:

W = ΣF. s

W = (F – w sin α – fk) s ................................................................ (9)

Jika gaya yang bekerja pada balok membentuk sudut β gambar 9. terhadap bidang
miring maka resultan gayanya:

𝛴F = F . cos β – w . sin α – fk .................................................. (10)

Dengan demikian, usaha netto yang bekerja pada


balok adalah:

W = ΣF. s

W = (F . cos β – w . sin α – fk). s

Keterangan :
Gambar 10. Usaha pada bidang
miring
Bahan Ajar
Kelas X Semester 2

Keterangan :
α : sudut yang dibentuk bidang miring
fk : gaya gesek

d. Menghitung Usaha Dengan Grafik


Usaha yang dilakukan oleh sebuah gaya dapat dilukiskan secara grafis, yaitu
dengan menarik garis komponen gaya sebagai fungsi
perpindahannya.Perhatikanlah Gambar 10. Luas daerah diarsir di bawah grafik F–
s menyatakan usaha yang dilakukan oleh gaya sebesar F untuk perpindahan benda
sejauh s.

F (N)

s(m)
Gambar 11. Grafik F terhadap s

Mari kita hitung usaha yang tergambar pada grafik gaya terhadap perpindahan
diatas,
W = Luas persegi panjang
= panjang x lebar
= F ∆s
= F (s2 – s1)

Lalu bagaimana menentukan besarnya usaha, jika


gaya yang diberikan tidak teratur. Misalnya, saat 5
sekon pertama, gaya yang diberikan pada suatu benda
membesar dari 2 N menjadi 8 N, sehingga benda
berpindah kedudukan dari 3 m menjadi 12 m. Untuk
menentukan kerja yang dilakukan oleh gaya yang
tidak teratur, maka kita gambarkan gaya yang sejajar
dengan perpindahan sebagai fungsi jarak s. Kita bagi

Gambar 12. Menghitung besar usaha dari


luas grafik
Bahan Ajar
Kelas X Semester 2

jarak menjadi segmen-segmen kecil s. Untuk setiap segmen, rata-rata gaya
ditunjukkan dari garis putus-putus. Kemudian usaha yang dilakukan merupakan
luas persegi panjang dengan lebar s dan tinggi atau panjang F. Jika kita membagi
lagi jarak menjadi lebih banyak segmen, s dapat lebih kecil dan perkiraan kita
mengenai kerja yang dilakukan bisa lebih akurat. Pada limit s mendekati nol,
luas total dari banyak persegi panjang kecil tersebut mendekati luas dibawah
kurva.Jadi usaha yang dilakukan oleh gaya yang tidak
beraturan pada waktu memindahkan sebuah benda antara
dua titik sama dengan luas daerah di bawah kurva.
Pada contoh di samping :
𝑊 = ½ (∆𝐹) (∆ 𝑠) + (𝐹) (∆𝑠)
𝑊 = ½ ( 8 − 2 )( 12 – 3 ) + (2) (12 − 3)
𝑊 = 27 𝐽𝑜𝑢𝑙𝑒 + 18 𝐽𝑜𝑢𝑙𝑒
𝑊 = 45 𝐽𝑜𝑢𝑙𝑒

Latihan

1. Sebuah balok bermassa 10 kg ditarik dengan gaya 50


N sehingga berpindah sejauh 8 m seperti pada gam-
bar di samping. Jika 𝜃 = 60° dan gesekan antara
balok dan lantai diabaikan, berapakah usaha yang
dilakukan gaya itu?
2. Perhatikan gambar grafik di samping! Grafik di samping menyatakan gaya
yang besarnya berubah-ubah bekerja pada suatu benda, menyebabkan benda
berpindah sejauh 8 meter. Brpakah besar usaha yang dilakukan ?
3. Sebuah benda bermassa 20 kg di letakkan dibagian atas bidang miring dan
meluncur ke bawah sejauh 1 meter. Kemiringan benda adalah 53 0 dan
koefisien gesekan antar bidang adalah 0,2. Berapakah usaha totalyang
diberikan pada benda?
Bahan Ajar
Kelas X Semester 2

4. Sebuah benda terletak pada bidang datar bekerja dua


gaya dengan besar dan arah seperti terlihat pada
gambar. Jika akibat kedua gaya tersebut benda
berpindah ke kanan sejauh 0,5 m, usaha yang dilakukan
oleh kedua gaya pada benda selama terjadi perpindahan
adalah.

2 Energi

Energi didefinisikan sebagai kemampuan untuk melakukan usaha. Berarti


untuk berlari kita memerlukan energi, untuk belajar kita memerlukan energi, dan
secara umum, untuk melakukan kegiatan kita memerlukan energi. Dari mana kita
memperoleh energi untuk melakukan kegiatan sehari-hari? Untuk melakukan
aktivitas, kita perlu makanan. Dengan demikian, energi kita dapatkan dari
makanan yang kita santap sehari-hari. Bila makanan yang kita santap kurang
mencukupi, tubuh kita akan lemas sehingga kita akan merasa malas untuk
melakukan suatu kegiatan.
Bagaimana dengan mesin-mesin
yang membantu kerja manusia? Apakah
mesin-mesin ini memerlukan energi?
Ya, mesin mesin tersebut memerlukan
energi untuk melakukan usaha. Energi
untuk mesin-mesin ini diperoleh dari
bahan bakarnya, misalnya bensin dan
solar. Tanpa bahan bakar ini, mesin-
mesin tidak akan bisa melakukan usaha. Gambar 13. Mesin mobil memperoleh energi
dari bahan bakar

Sumber energi terbesar di bumi adalah matahari, tanpa adanya matahari maka
tidak ada kehidupan di bumi. Sumber energi yang lain yaitu energi fosil, energi
angin, energi air, energi gelombang, energi panas bumi, dan energi nuklir. Energi
dapat hadir dalam berbagai bentuk. Lima bentuk utama energi adalah: energi
Bahan Ajar
Kelas X Semester 2

mekanik, energi kimia, energi elektromagnetik (listrik, magnet, dan cahaya), dan
energi nuklir.
Suatu energi tidak dapat diciptakan dan dimusnahkan melainkan hanya
dapat diubah bentuknya, ini adalah bunyi dari Hukum Kekekalan Energi.
Misalnya pada bola lampu listrik, energi listrik diubah menjadi energi cahaya dan
energi kalor. Peristiwa perubahan bentuk energi disebut konversi energi,
sedangkan alat pelaku konversi energi disebut konverter energi. Misalnya diatas,
lampu adalah konverter energi.
a. Energi Potensial
Secara umum, energi potensial adalah energi yang tersimpan dalam suatu
benda. Misalnya energi kimia dan energi listrik. Energi potensial baru bermanfaat
ketika diubah menjadi bentuk energi lain. Didalam tubuh kita juga terdapat energi
potensial. Energi potensial dalam tubuh kita akan bermanfaat jika diubah menjadi
energi gerak yang dilakukan oleh otot-otot tubuh kita.
Dalam mekanika, energi potensial diartikan sebagai energi yang dimiliki
benda karena keadaan atau kedudukan (posisinya). Misalnya, energi pegas (per),
energi ketapel, energi busur, dan energi air terjun.
1) Energi Potensial Gravitasi
Energi potensial gravitasi adalah energi yang
dimiliki benda karena berada pada ketinggian
tertentu dari suatu bidang acuan. Artinya, energi
potensial ini untuk melakukan usaha dengan cara
mengubah ketinggiannya. Semakin tinggi
kedudukan nya dari bidang acuan, maka semakin Gambar 14. Benda memiliki
energi potensial karena
besar energi potensial gravitasi yang dimilikinya.
kedudukannya
Secara matematis ditulis sebagai berikut :

𝐸𝑃 = 𝑚 𝑔 ℎ ........................................................................ (11)
Keterangan:
𝐸𝑃 = energi potensial gravitasi (J)
𝑚 = massa benda (kg)
𝑔 = percepatan gravitasi (m/s2)
ℎ = ketinggian terhadap acuan (m)
Bahan Ajar
Kelas X Semester 2

Energi potensial gravitasi yang dimiliki suatu benda bergantung pada bidang
acuan tempat ketinggian benda tersebut diukur sehingga energi potensial
gravitasi bisa bemilai positif maupun negatif.

Gambar 15. Energi potensial gravitasi pada bidang acuan

Pada gambar 15, permukaan O kita pilih sebagai bidang acuan. Jika benda
digerakkan dari posisi O keposisi T maka energi potensial gravitasi sama dengan
𝑚𝑔ℎ1 , yang berarti nilainya positif. Jika benda m dikembalikan dari posisi T ke
O, benda akan melepaskan energi sebesar yang diterimanya ketika diangkat
keketinggian h1. Ketika benda digerakkan dari posisi O keposisi B pada
ketinggian ℎ2 , energi potensial bernilai negatif yaitu 𝑚𝑔(−ℎ2 ).
Kita bebas memilih bidang acuan yang kita pakai dalam menentukan
besarnya energi potensial gravitasi, karena perbedaan ketinggian akan tetap sama,
sehingga perubahan energi potensial gravitasinya pun tetap sama.
2) Energi Potensial pada Pegas
Sebuah pegas yang memiliki konstanta k dan terentang sejauh x dari keadaan
setimbangnya (x = 0 ) memiliki energi potensial , karena ketika dilepaskan ia
dapat melakukan kerja pada sebuah bola, seperti ditunjukkan pada bola.

Gambar 16. Sebuah pegas (a) dapat menyimpan energi (EP elastis) ketika ditekan seperti
pada (b), dan dapat melakukan kerja jika dilepas seperti pada (c)
Bahan Ajar
Kelas X Semester 2

Besarnya EP elastis pada pegas dihitung menggunakan persamaan :


1
𝐸𝑃𝑝𝑒𝑔𝑎𝑠 = 2 𝑘𝑥2 .................................................... (12)
Keterangan :
𝐸𝑃𝑝𝑒𝑔𝑎𝑠 = Energi Potensial pegas (J)
𝑘 = konstanta pegas (N/m)
𝑥 = perubahan panjang pegas (m)

Contoh Soal
Sebuah benda bermassa 12 kg berada pada ketinggian 15 m di atas tanah.
Berapakah energi potensial gravitasinya (g = l0 m/s2)
Penyelesaian :
Jika dalam soal kita tidak diminta menghitung energi potensial gravitasi
terhadapbidang acuan tertentu, biasanya dianggap bahwa bidang acuan yang
digunakan adalahpermukaan tanah,
EP = mgh
= (12 kg)(l0 m/s2)(15 m)
EP = 1800 J

b. Energi Kinetik
Mengapa sebuah peluru yang begitu kecil saat ditembak-kan dan mengenai
pohon bisa menembusnya? Tentu kalian dapat menjawabnya, yaitu karena peluru
yang bergerak memiliki energi. Energi yang disebabkan gerak suatu benda inilah
yang dinamakan Energi kinetik. Jadi energi kenetik adalah energi yang dimiliki
benda karena geraknya (atau kecepatannya).
Besaran apa sajakah yang mempengaruhi energi kinetik ? Misalkan secara
tidak sengaja Anda terkena lemparan bola kasti. Mungkin tidak begitu
menyakitkan. Sekarang misalkan Anda terkena bola kasti yang sama tetapi
dengan lemparan yang lebih cepat. Apakah ada perbedaannya ? tentu lebih
menyakitkan terkena lemparan bola kasti yang cepat,. Hal ini menunjukkan bahwa
makin besar kelajuan maka energi kinetiknya juga akan semakin besar.
Bahan Ajar
Kelas X Semester 2

Apakah benda yang bergerak dengan kelajuan yang sama memiliki energi
kinetik yang sama ? kita kembali pada lemparan bola kasti, manakah yang lebih
sakit terkena lemparan bola kasti atau bola voli yang kecepatan keduanya sama
besar. Pasti lebih sakit terkena bola voli, hal ini menunjukkan bahwa energi
kinetik bergantung pada massa. Semakin besar massa maka energi kinetik juga
akan semakin besar.
Dari ilustrasi tersebut, maka dapat dirumuskan persamaan dari energi kinetik
adalah :
1
𝐸𝐾 = 𝑚𝑣 2
2

(13)
Keterangan :
𝐸𝐾 = Energi Kinetik (J)
𝑚 = massa benda (kg)
𝑣 = kecepatan benda ( m/s)
Jadi energi kinetik (𝐸𝐾) sebanding dengan massa benda m dan kuadrat
kecepatannya (v2). Jika massa di dua kalikan, energi kinetiknya meningkatk 2 kali
lipat. Akan tetapi, jika kecepatannya diduakalikan, energi kinetiknya meningkat 4
kali lipat.

Contoh Soal

Sebuah benda bermassa 𝑚 = 50 𝑘𝑔 bergerak dengan kecepatan 8 𝑚/𝑠,


berapakan energi kinetik benda tersebut?
Penyelesaian
1
𝐸𝐾 = 𝑚𝑣 2
2
1
𝐸𝐾 = (50 𝑘𝑔)(8𝑚/𝑠)2
2
𝐸𝐾 = 1600 𝐽
Bahan Ajar
Kelas X Semester 2

Latihan

1. Sebuah gaya 6 N bekerja pada sebuah balok 2 kg sccara horizontal selama 4


s. Hitunglah energi kinetik akhir yang dimiliki balok! (144 J)
2. Seberapa cepat seekor nyamuk yang massanya 0,01 g harus terbang agar
memiliki energi kinetik proton yang sedang bergerak dengan kecepatan 3 x
106 m/s? Massa proton sama dengan 1,67 x 10 -27 kg. (3,8 x 10-5 m/s)

3 Hubungan Usaha dan Energi Potensial Gravitasi

Perhatikan ilustrasi gambar berikut.

Gambar 17. Pendaki sedang menanjak gunung

Pada gambar 17 pendaki berjalan pada jalan yang menanjak untuk menaiki
gunung, mungkin Ananda pernah juga melakukannya. Setelah naik yang cukup
jauh ternyata perut dapat menjadi lapar. Mengapa bisa terjadi lapar? Ada rasa
lapar artinya terjadi perubahan energi pada tubuh kita. Perubahan energi itu
digunakan untuk melakukan usaha yaitu berjalan menaiki jalan menanjak. Dari
uraian ilustrasi di atas dapat ditemukan suatu simpulan yang menjelaskan
hubungan antara usaha dan energi. Hubungan itu dapat dituliskan sebagai berikut.
Usaha = Perubahan Energi
W = ∆E................................................................ (14)
Pada materi hubungan antara usaha dan energi, kita hanya membahas tentang
hubungan usaha dan energi potensial gravitasi. Untuk memahaminya, mari
pelajari uraian berikut. Untuk memindahkan sebuah benda yang bermassa lebih
Bahan Ajar
Kelas X Semester 2

besar, diperlukan usaha yang lebih besar pula. Untuk memindahkan suatu benda
pada jarak yang lebih jauh, diperlukan usaha yang lebih besar pula. Berdasarkan
kenyataan tersebut usaha didefinisikan sebagai hasil kali gaya dan perpindahan
yang terjadi.
Sebuah benda yang berada pada ketinggian tertentu terhadap suatu bidang
acuan tertentu memiliki energi potensial. Energi ini, sesuai dengan penyebabnya,
disebut energi potensial gravitasi. Artinya, energi ini potensial untuk melakukan
usaha dengan cara mengubah ketinggiannya. Untuk memahami hubungan antara
usaha dan energi potensial gravitasi sebelumnya kita perlu mengilustrasikan pada
gambar berikut.
Coba perhatikan buah kelapa yang jatuh dari
pohonnya seperti pada Gambar 18. Dari titik awal A buah

A
kelapa memiliki energi potensial sebesar m g h. Tetapi
saat jatuh (berada pada posisi B) pada buah kelapa
bekerja gaya berat w = mg. Berarti benda yang jatuh akan
melakukan kerja atau usaha. Besar usaha yang dilakukan
memenuhi perumusan berikut.
B
Gambar 18. Buah
kelapa jatuh W =F.S
W = (m g).h
W = m g h .......................................... (15)

Keterangan :
W = Usaha (Joule)
F = Resultan gaya yang bekerja pada benda (N)
s = Perpindahan benda (m)
h = ketinggian benda (m)
Besar usaha ini ternyata sama dengan perubahan energi potensial yang
diakibatkan oleh perbedaan ketinggiannya.
Bahan Ajar
Kelas X Semester 2

𝑊 =𝐹. 𝑠
𝑊 = −𝑤 . 𝑠 ................................................ (16)
Tanda minus menandakan bahwa gaya berat benda yang dipengaruhi oleh
gravitasi bumi membentuk sudut 180° dengan vektor pergeseran (gaya gravitasi
berarah ke bawah, sedangkan vektor pergeseran berarah ke atas). Oleh karena
gaya-gaya yang melakukan usaha untuk memindahkan benda dari ketinggian ℎ𝐴
ke ketinggian ℎ𝐵 pada kasus ini hanya gaya berat (jika gaya gesekan udara
diabaikan), maka:
𝑊 = −(𝑚 𝑔) 𝑠
𝑊 = −(𝑚 𝑔) (ℎ𝐵 − ℎ𝐴 )
𝑊 = 𝑚 𝑔 ℎ𝐴 − 𝑚 𝑔 ℎ𝐵
𝑊 = 𝐸𝑃𝐴 − 𝐸𝑃𝐵
𝑊 = ∆𝐸𝑃........................................................ (17)
Keterangan:
𝐸𝑃𝐴 = Energi potensial benda di titik A (Joule)
ℎ𝐴 = ketinggian benda di titik A (m)
𝐸𝑃𝐵 = Energi potensial benda di titik B (joule)
ℎ𝐵 = ketinggian benda di titik B (m)
Berarti berlaku konsep pada benda yang bergerak dan berubah ketinggiannya akan
melakukan usaha sebesar perubahan energi potensialnya.
𝑊 = ∆𝐸𝑃
𝑊 = 𝑚 𝑔 (ℎ𝐴 − ℎ𝐵 ) …………………………………………………(18)

Keterangan:
𝑊 = usaha oleh gaya gravitasi (Joule)
∆𝐸𝑃 = Perubahan energi potensial gravitasi benda (Joule)
Bahan Ajar
Kelas X Semester 2

Contoh Soal
Sebuah bola besi bermassa 20 𝑘𝑔 jatuh bebas dari ketinggian
4 𝑚 diatas hamparan pasir. Sesampainya di permukaan pasir
bola besi tersebut bisa masuk sedalam 5 𝑐𝑚. Berapakah gaya
tahan pasir terhadap bola?
Penyelesaian:
𝑚 = 20 𝑘𝑔
ℎ=4𝑚
𝑠 = 5 𝑐𝑚

Pada gerak AB terjadi perubahan energi potensial sehingga dapat


melakukan usaha. Usaha itulah yang dapat diimbangi oleh usaha gaya tahan
pasir sehingga berlaku seperti berikut.
𝑊 = ∆𝐸𝑃
𝐹 . 𝑠 = 𝑚𝑔ℎ𝐴 − 𝑚𝑔ℎ𝐵
𝐹 . 5 𝑥 10−2 𝑚 = 20 𝑘𝑔 10 𝑚/𝑠 2 . 4 𝑚 − 20 𝑘𝑔 10 𝑚/𝑠 2 . 0
𝐹 = 16000 𝑁

Latihan
1. Sebuah balok kecil bermassa 0,2 𝑘𝑔 dilepaskan dari
ketinggian 2 𝑚 sebuah bidang luncur yang licin seperti
pada gambar di samping. Bagaimana BC harusnya?
Berapakah besar gaya geser balok dengan lantai jika balok
berhenti sampai di titik C 100 𝑐𝑚 dari B?
2. Balok bermassa 15 kg jatuh dari ketinggian 2,5 m dan mengenai tongkat yang
panjangnya 50 cm. Jika gaya gesek tongkat dengan tanah sebesar 103 N maka
berapakah kedalaman yang dicapai tongkat setelah terhantam balok?
Bahan Ajar
Kelas X Semester 2

3. Sebuah bola bermassa 0,2 kg bergerak pada


bidang seperti gambar di bawah. Gerak bola
diawali di titik A hingga berakhir di titik B.
Berapakah usaha yang dilakukan bola
tersebut?

4 Hubungan Usaha dan Energi Kinetik

Ananda pasti pernah menaiki sepeda motor.


Sekarang coba bayangkan sepeda motor yang
awalnya dalam keadaan diam (v0) kemudian di gas
sehingga sepeda motor melaju dengan kelajuan
tertentu (vt). Pada kejadian tersebut, terdapat
beberapa besaran fisis yang terjadi diantaranya yaitu

gaya (F) oleh mesin mobil, perpindahan yang Gambar 19. Sepeda Motor yang Sedang
melaju
dialami mobil (s) yang keduanya berhubungan
dengan usaha. Selain itu, mobil dengan massa (m) yang awalnya diam kemudian
melaju dengan kecepatan tertentu yang artinya ada perubahan energi kinetik yang
dialami mobil. Lalu, bagaimanakah hubungan keduanya? Untuk mempermudah
dalam menganalisanya, kita dapat mengannggap motor tersebut sebagai sebuah
benda, seperti gambar di bawah.

v0 vt
F

Gambar 20. Benda yang Didorong dengan Gaya


Tertentu

Berdasarkan gambar di atas, gaya F yang searah dengan gerak benda


mempercepat benda dari vt menjadi v0 . Akibatnya, benda berpindah sejauh s. Pada
materi sebelumnya kita telah mengetahui bahwa untuk menentukan usaha kita
dapat menggunakan persamaan:
Bahan Ajar
Kelas X Semester 2

𝑊 = 𝐹̅ . 𝑠̅
Berdasarkan hukum kedua Newton dan persamaan pada GLBB yaitu 𝑠 =
𝑣𝑡2−𝑣02
, maka:
2𝑎

𝑊=𝑚𝑎𝑠
𝑣𝑡2 − 𝑣02
𝑊=𝑚𝑎
2𝑎
1 1
𝑊 = 𝑚𝑣𝑡2 − 𝑚𝑣02
2 2
𝑊 = ∆𝐸𝐾 ……………………….(19)

Hubungan ini dikenal sebagai teorema usaha-energi kinetik. Teorema ini


berbunyi “Usaha yang dilakukan oleh resultan gaya (Wres) pada suatu benda sama
dengan perubahan energi kinetik benda” Pada dasarnya, usaha yang dilakukan
oleh resultan gaya sama dengan jumlah usaha yang dilakukan oleh gaya
konservatif dan usaha oleh gaya tak konservatif (contohnya gaya gesekan, gaya
mesin, dan gaya dorong).

Contoh Soal:
Sebuah balok yang massanya 2 𝑘𝑔 mula-mula bergerak pada sebuah bidang datar
yang licin dengan kecepatan 2 𝑚/𝑠, kemudian pada kotak tersebut bekerja sebuah
gaya 𝐹 = 20 𝑁 sehingga kecepatannya menjadi 8 𝑚/𝑠. Tentukanlah:
a. Usaha yang dilakukan oleh gaya 𝐹
b. Perpindahan yang ditempuh balok.
Penyelesaian:
Dik: 𝑚 = 2 𝑘𝑔
𝑣1 = 2 𝑚/𝑠
𝑣2 = 8 𝑚/𝑠
Dit: a. 𝑊 = . . . . . ?
b. 𝑠 = . . . . . . . ?

Jawab:
Bahan Ajar
Kelas X Semester 2

1 1
a. W = mv22 - mv12 b. W = F s
2 2
1 1
= (2kg)(8m/s) 2 - (2kg) (2m/s)2 60 J = (20N) s
2 2
60
= (64 - 4 ) J s = m
20

= 60 J =3m

Latihan
1. Besar usaha yang diperlukan untuk menggerakkan mobil (massa mobil
dengan isinya adalah 1.000 Kg) dari keadaan diam hingga mencapai
kecepatan 72 km/jam adaah . . . KJ
2. Perhatikan gamabr di samping ini. Sopir
mobil sedan ingin memarkir mobilnya tepat
0,5 m di depan mobil truk yang mula-mula
berjarak 10 m dari kedudukan sedan.
Berapa usaha yang dilakukan oleh mobil
sedan tersebut ?
3. Sebuah benda yang bergerak dengan kecepatan awal v0 di atas permukaan
mendatar dan berhenti setelah menempuh jarak s karena pengaruh gaya
geekkan kinetis. Jika koefesien gesekan kinetis adalah µs dan percepatan
gravitasi sama dengan g, maka besar kecepatan v0 adalah . . .
4. Perhatikan gambar di bawah!

s
𝜃
d

Dengan menggunakan hubungan antara usaha dan energi kinetik, buktikanlah


sin 𝜃 𝑠
bahwa koefesien gesekan kinetis bidang datar 𝜇𝑘 = 𝑑
!
Bahan Ajar
Kelas X Semester 2

5 Energi Mekanik

Ketika buah kelapa jatuh bebas dari pohonnya, terjadi


konversi energi dari bentuk Energi Potensial (Ep) menjadi
Energi Kinetik (Ek). Energi potensial semakin berkurang
sedangkan energi kinetik semakin bertambah, tetapi
energi mekanik (Em) adalah konstan di posisi mana saja,
jika benda tersebut tidak dipengaruhi oleh gaya luar

Gambar 21. Buah kelapa


jatuh dari pohonnya

Energi mekanik yang dimiliki suatu benda merupakan jumlah energy


potensial dan energy kinetik yang dimiliki benda tersebut. Besarnya energi
mekanik pada suatu benda dapat dinyatakan dengan persamaan berikut :
𝐸𝑚 = 𝐸𝑝 + 𝐸𝑘…………………………..(20)
Keterangan :
Em : Energi mekanik (Joule)
Ep : Energi potensial (Joule)
Ek : Energi Kinetik (Joule)

Apabila pada suatu benda hanya bekerja gaya konservatif, misalnya gaya
gravitasi, maka besarnya energi mekanik pada benda tersebut selalu tetap.Jumlah
energi kinetik dan energi potensial di dalam medan gravitasi konstan. Jumlah
energi kinetik dan energi potensial ini yang disebut energi mekanik. Hal ini
dikenal sebagai Hukum kekekalan energi mekanik yang berbunyi:
“Jika pada suatu sistem hanya bekerja gaya-gaya yang bersifat
konservatif, maka energi mekanik sistem pada posisi apa saja selalu tetap
dengan kata lain energi mekanik pada posisi akhir sama dengan energi
mekanik pada posisi awal”.
Bahan Ajar
Kelas X Semester 2

Karena energi mekanik yang dimiliki suatu benda selalu tetap, berarti energi
mekanik pada posisi awal (EM1) sama dengan energy mekanik pada posisi akhir
(EM2) sehingga secara matematis dirumuskan:
EM1 = EM2
Ek1 + Ep1 = Ek2 + Ep2

1 1
2
mv12 + mgh1 = 2
mv22 + mgh2……………….(21)

Perhatikan Gambar berikut !

(a) (b) (c)

Gambar 22. Uraian energi mekanik benda pada berbagai acuan (a) posisi
awal, (b) setengah perjalanan jatuh bebas, (c) posisi akhir (tanah)

Pada sebuah benda yang mengalami gerak jatuh bebas berlaku :


 Pada posisi awal
Kecepatan 𝑣 = 0 maka 𝐸𝑘 = 0, sehingga 𝐸𝑝 = 𝐸𝑀
Kemudian, 𝐸𝑝 berkurang, sedangkan 𝐸𝑘 bertambah, berarti 𝐸𝑝 berubah
menjadi 𝐸𝑘
Pada posisi benda setengah perjalanan :
𝐸𝑝 = 𝐸𝑘
Pada posisi benda menyentuh tanah :
𝐸𝑝 = 0, sedangkan 𝐸𝑘 = maksimum sehingga 𝐸𝑘 = 𝐸𝑀
Bahan Ajar
Kelas X Semester 2

Contoh Soal
Perhatikan gambar dibawah!

Sebuah benda jatuh bebas dari ketinggian 20 m. Jika percepatan gravitasi bumi
10 m/s2 , tentukan kecepatan benda pada saat berada 15 m di atas tanah !
Diketahui:
ℎ1 = 20 m ℎ2 = 15 m
𝑣1 = 0 m/s (jatuh bebas) 𝑔 = 10 m/s2
Ditanya: 𝑣2 = ...?
Jawab:

EM1 = EM2
Ek1 + Ep1 = Ek2 + Ep2

1 1
2
mv12 + mgh1 = 2
mv2 2 + mgh2
10 . 20 + ½ . 02 = 10 . 15 + ½ v22
200 + 0 = 150 + ½ v22
½ v2 2 = 200 – 150 = 50
v2 2 = 2 . 50 = 100
𝑉2= 10 m/s
Jadi Kecepatan benda saat berada 15 m di atas tanah adalah 10 m/s
Bahan Ajar
Kelas X Semester 2

Latihan

1. Perhatikan gambar Di bawah ini !

Sebuah bola yang mula mula diam di A meluncur pada ketinggian 30 m


menuju B. Tentukan kecepatan benda pada saat mencapai titik B (dengan
Tinggi B adalah 10 m dan g =10 m/s2)

2. Sebuah benda bermassa M bergerak jatuh bebas dari ketinggian H di atas


permukaan tanah. Jika percepatan gravitasi adalah g, Tentukan perbandingan
energi potensial dan energi kinetik benda saat ketinggiannya sepertiga dari
ketinggian awal !

66 Hukum Kekekalan Energi dalam berbagai Peristiwa


dalam Kehidupan Sehari-hari

a. Hubungan antara usaha terhadap kecepatan dan posisi suatu benda


yang jatuh dari suatu ketinggian

Gambar 23. Ilustrasi buah kelapa yang jatuh dari pohonnya


Bahan Ajar
Kelas X Semester 2

Dalam keseharian, sering ditemukan buah jatuh bebas dari pohonnya


(misalnya buah mangga atau buah kelapa). Energi yang terdapat pada peristiwa
buah kelapa jatuh tersebut yaitu energi potensial gravitasi dan energi kinetik.
Energi potensial gravitasi dipengaruhi oleh ketinggian suatu benda dari titik
acuan. maka Energi potensial gravitasi pada saat buah kelapa jatuh bebas sebesar:
𝐸𝑃 = 𝑚 𝑔 ℎ

sedangkan energi kinetik dipengaruhi oleh kecepatan benda. energi kinetik buah
kelapa pada kecepatan tertentu sebesar:

1
𝐸𝐾 = 𝑚 𝑣²
2

Ketika buah kelapa jatuh bebas dari pohonnya ke tanah, terjadi konversi
energi dari bentuk energi potensial menjadi energi kinetik. Karena energi yang
dimiliki buah kelapa bersifat konservatif, maka total energi potensial dan energi
kinetiknya selalu tetap di setiap titik. Energi potensial (𝐸𝑃) makin berkurang,
sedangkan energi kinetik 𝐸𝐾 makin bertambah, tetapi energi mekaniknya adalah
konstan di posisi mana saja (asalkan gaya hambatan udara diabaikan). kita
asumsikan posisi awal buah kelapa tepat sebelum jatuh bebas sebagai kedudukan
posisi A dan posisi akhir buah kelapa di tanah sebagai kedudukan C.
𝐸𝑀𝐴 = 𝐸𝑀𝐶

𝐸𝐾𝐴 + 𝐸𝑃𝐴 = 𝐸𝐾𝐶 + 𝐸𝑃𝐶

pada saat buah kelapa berada di posisi A (jatuh bebas), tidak ada kecepatan
awal (𝑣0 = 0), maka energi kinetik di kedudukan posisi A juga sama dengan nol
(𝐸𝐾𝐴 = 0) . sedangkan pada kedudukan posisi C (lihat gambar 1.) ℎ = 0, maka
tidak ada energi potensial buah kelapa pada kedudukan tersebut (𝐸𝑃𝐵 = 0). maka,
energi konservasi energi menjadi:
𝐸𝐾𝐴 + 𝐸𝑃𝐴 = 𝐸𝐾𝐶 + 𝐸𝑃𝐶
1 1
𝑚 𝑣𝐴2 + 𝑚 𝑔 ℎ𝐴 = 𝑚 𝑣𝐶 2 + 𝑚 𝑔 ℎ𝐶
2 2
1
0 + 𝑚 𝑔 ℎ𝐴 = 𝑚 𝑣𝐶 2 + 0
2
Bahan Ajar
Kelas X Semester 2

1
𝑚 𝑔 ℎ𝐴 = 𝑚 𝑣𝐶 2
2

𝑣𝐶2 = 2𝑔 ℎ𝐴 ..................................................... (22)

Keterangan
𝑣𝐶 = Kecepatan kelapa saat mencapai tanah
𝑔 = percepatan gravitasi
ℎ𝐴 = ketinggian kelapa

b. Hubungan antara usaha terhadap kecepatan, posisi, waktu sebuah kotak


yang dilepaskan dari puncak bidang miring
1) Balok yang dilepaskan dari puncak bidang miring yang licin
m

r
h

α
x

Gambar 24. Balok pada bidang miring yang licin

menguraikan gaya-gaya yang bekerja pada benda:


N

W sin α

W cos α
r W
h

α
x
Gambar 25. Uraian gaya-gaya yang bekerja
Bahan Ajar
Kelas X Semester 2

Analisis hubungan antara usaha energi dengan kecepatan dan waktu pada
bidang miring yang licin
a) Hubungan antara usaha dengan energi kinetik dapat dituliskan dalam
bentuk:

𝑊 = ∆𝐸𝐾

b) Bila dijabarkan maka persamaan di atas menjadi:

1
𝐹. 𝑠 = 𝑚(𝑣𝑡2 − 𝑣02 ) ...................................... (23)
2

c) Pada benda yang meluncur dari pucak bidang miring yang licin, maka
gaya yang bekerja hanyalah gaya berat dan kecepatan awal benda adalah
nol, sehingga:

1
𝑤 sin 𝛼 . 𝑠 = 𝑚𝑣𝑡2
2
1
𝑚𝑔 sin 𝛼 . 𝑠 = 𝑚𝑣𝑡2
2
1
𝑔 sin 𝛼 . 𝑠 = 𝑣𝑡2
2

d) Berdasarkan gambar, maka dapat kita ketahui bahwa jarak (s) yang

ditempuh benda adalah r dan sin 𝛼 = 𝑟, maka:
ℎ 1
𝑔 𝑟 = 𝑣𝑡2
𝑟 2
e) Maka, dapat diperoleh bahwa untuk menentukan kecepatan akhir benda
yang meluncur dari bidang miring licin, yaitu:
𝑣𝑡 = √2𝑔ℎ .............................................. (24)
f) Gerak yang terjadi pada benda yang meluncur dari puncak bidang miring
adalah GLBB yang dipercepat, oleh karena vt = v0 +at, maka:

𝑣0 + 𝑎𝑡 = √2𝑔ℎ

g) Pada kasus ini, percepatan yang terjadi sama dengan percepatan gravitasi
dan kecepatan awal sama dengan nol. sehingga:
𝑔𝑡 = √2𝑔ℎ
Bahan Ajar
Kelas X Semester 2

√2𝑔ℎ
𝑡=
𝑔

2𝑔ℎ
𝑡=√ 2
𝑔

2ℎ
𝑡 = √ ................................................... (25)
𝑔

Jadi, berdasarkan analisis yang telah dilakukan, tampak bahwa pada benda
yang meluncur dari puncak bidang miring licin terjadi gerak jatuh bebas.

2) Benda yang meluncur dari puncak bidang miring yang kasar


m

r
h

α
x

Gambar 26. Balok pada bidang miring yang kasar

Uraikan gaya-gaya yang terjadi

N
fk
m

W sin α

W cos α
W
r
h

α
x

Gambar 27. Uraian gaya-gaya yang bekerja


Bahan Ajar
Kelas X Semester 2

Analisis hubungan usaha energi dengan kecepatan dan waktu pada bidang
miring yang kasar
a) Hubungan antara usaha dengan energi kinetik dapat dituliskan dalam
bentuk:

𝑊 = ∆𝐸𝐾

b) Bila dijabarkan maka persamaan di atas menjadi:

1
𝐹. 𝑠 = 𝑚(𝑣𝑡2 − 𝑣02 )
2

c) Pada benda yang meluncur dari pucak bidang miring yang kasar , maka
gaya yang bekerja pada benda adalah gaya berat dan gaya gesek yang
arahnya berlawanan dengan arah perpindahan benda, serta kecepatan
awal benda adalah nol, sehingga:

1
𝑚𝑣𝑡2
(𝑤 sin 𝛼 − 𝑤 cos 𝛼 . 𝜇𝑘 ) . 𝑠 =
2
1
(𝑚𝑔 sin 𝛼 − 𝜇𝑘 𝑚𝑔 cos 𝛼) 𝑠 = 𝑚𝑣𝑡2
2
1
(𝑔 sin 𝛼 − 𝜇𝑘 𝑔 cos 𝛼) 𝑠 = 𝑣𝑡2
2
d) Berdasarkan gambar, maka dapat kita ketahui bahwa jarak (s) yang

ditempuh benda adalah r dan sin 𝛼 = 𝑟, maka
ℎ 𝑥 1
𝑔 ( −𝜇𝑘 )𝑟 = 𝑣𝑡2
𝑟 𝑟 2
1
𝑔(ℎ − 𝜇𝑘 𝑥 ) = 𝑣𝑡2
2
e) Maka, dapat diperoleh bahwa untuk menentukan kecepatan akhir benda
yang meluncur dari bidang miring licin, yaitu:

𝑣𝑡 = √2𝑔(ℎ − 𝜇𝑘 𝑥)

f) Gerak yang terjadi pada benda yang meluncur dari puncak bidang miring
adalah GLBB yang dipercepat, oleh karena vt = v0 +at, maka:

𝑣0 + 𝑎𝑡 = √2𝑔(ℎ − 𝜇𝑘𝑥)
Bahan Ajar
Kelas X Semester 2

g) Pada kasus ini, percepatan yang terjadi sama dengan percepatan gravitasi
dan kecepatan awal sama dengan nol. sehingga:

𝑔𝑡 = √2𝑔(ℎ − 𝜇𝑘 𝑥)

√2𝑔(ℎ − 𝜇𝑘 𝑥)
𝑡=
𝑔

2𝑔(ℎ − 𝜇𝑘 𝑥)
𝑡=√
𝑔2

2𝑔(ℎ−𝜇𝑘 𝑥)
𝑡=√ ......................................... (26)
𝑔

3) Benda yang meluncur dari puncak bidang miring yang licin, kemudian
melaju pada bidang datar yang kasar.

m D

r
h

α
A B x C
sBA
Gambar 28. Benda pada bidang miring dan datar

Uraikan gaya-gaya yang bekerja


N

m D

W sin α
W cos α
W
N r
v0 h

fgBA
α
A sBA B x C

Gambar 29. Uraian gaya-gaya yang bekerja


Bahan Ajar
Kelas X Semester 2

Analisis hubungan besaran-besaran fisis pada benda yang meluncur di bidang


miring licin kemudian meluncur pada bidang datar yang kasar
a) Pada kasus di atas, benda akan meluncur hingga mencapai kaki bidang
miring dengan kecepatan tertentu, kecepatan di kaki bidang miring
tersebut menjadi kecepatan awal ketika benda bergerak pada bidang datar
yang kasar (dari titik B ke titik A), sehingga terdapat usaha yang
dilakukan oleh gaya gesek sampai benda tersebut berhenti.
b) Berdasarkan analisis yang dilakukan pada kasus benda yang meluncur di
bidang miring, diperoleh persamaan kecepatannya adalah:

𝑣𝑡 = √2𝑔ℎ

c) Ketika bergerak dari titik B ke titik A, usaha yang dilakukan adalah:


1
𝐹. 𝑠 = 𝑚(𝑣𝑡2 − 𝑣02 )
2
d) Gaya yang bekerja hanyalah gaya gesek pada bidang datar, gaya gesek
tersebut menyebabkan benda berhenti setelah menempuh jarak tertentu
(sBA), maka:
1
−𝑓𝑔𝐵𝐴 . 𝑠𝐵𝐴 = − 𝑚𝑣02
2
1
𝜇𝐾𝐵𝐴𝑚𝑔 . 𝑠𝐵𝐴 = 𝑚𝑣20
2
e) Kecepatan awal benda pada bidang BA sama dengan kecepatan akhir
benda dari D ke B, sehingga
1
𝜇𝐾𝐵𝐴 𝑔 . 𝑠𝐵𝐴 =
(2𝑔ℎ)
2
f) Maka, untuk menghitung jarak yang ditempuh benda pada bidang datar
yang kasar setelah meluncur dari puncak bidang miring yang licin
dengan ketinggian h dapat digunakan persamaan

𝑠𝐵𝐴 =
𝜇𝐾𝐵𝐴
g) Gerak yang terjadi dari titik B ke titik A adalah GLBB yang diperlambat.
(𝑣𝑡2 −𝑣02 )𝑡
Oleh karena, 𝑠𝐵𝐴 = , maka
2(𝑣𝑡−𝑣0 )
Bahan Ajar
Kelas X Semester 2

(𝑣2𝑡 − 𝑣20)𝑡 ℎ
=
2(𝑣𝑡 − 𝑣0) 𝜇𝐾𝐵𝐴

2ℎ(𝑣𝑡 − 𝑣0 )
𝑡=
𝜇𝐾𝐵𝐴 (𝑣𝑡2−𝑣02)

2ℎ(𝑣𝑡 − 𝑣0 )
𝑡=
𝜇𝐾𝐵𝐴 (𝑣𝑡 − 𝑣0 )(𝑣𝑡 + 𝑣0 )

2ℎ
𝑡=
𝜇𝐾𝐵𝐴 (𝑣𝑡 + 𝑣0 )

2ℎ
𝑡=
𝜇𝐾𝐵𝐴 𝑣0

h) Oleh karena, 𝑣0 = √2𝑔ℎ, maka:


2ℎ
𝑡=
𝜇𝐾𝐵𝐴 √2𝑔ℎ

1 4ℎ2
𝑡= √
𝜇𝐾𝐵𝐴 2𝑔ℎ

1 2ℎ
𝑡= √ 𝑔 ........................................................ (27)
𝜇𝐾𝐵𝐴
Bahan Ajar
Kelas X Semester 2

c. Hubungan Antara Usaha terhadap Kecepatan dan Posisi pada Senapan


1) Pistol Mainan Pada Arah Horizontal
Aplikasi kekekalan energi mekanik yang
melibatkan medan gaya pegas dapat anda
temukan pada pistol panah mainan anak-anak.
Pada pistol mainan ini terdapat keterkaitan
antara perubahan posisi, kecepatan, gaya
pegas, dengan hukum kekekalan energi
mekanik.
Misalkan ada sebuah pistol panah mainan
yang memiliki anak panah kecil dengan massa
Gambar 30. Pistol mainan anak-anak
m ditekan terhadap pegas di dalam pistol
mainan sebagaimana ditunjukkan pada
Gambar 1. Pegas dengan konstanta k
ditekan sejauh x cm dan dilepaskan. Jika anak panah
lepas dari pegas tersebut mencapai panjang normalnya (x = 0), berapa laju yang
didapatkan anak panah 𝑣2.? Pada arah horizontal, satu – satunya gaya pada anak
panah adalah gaya yang diberikan oleh pegas (dengan gesekan diabaikan). Kita
tinjau titik 1 saat pegas tertekan sejauh 𝑥1 (penekanan maksimum pada pegas atau
ketika pedal pistol ditarik). Titik 2 kita pilih sebagai titik dimana anak panah lepas
dari ujung pegas, yaitu pada saat kesetimbangan pegas , 𝑥2 = 0 sehingga
𝐸𝑃𝑒𝑙𝑎𝑠𝑡𝑖𝑠 = 0 .
Selanjutnya mari kita terapkan hukum kekekalan energy mekanik pada posisi 1
dan posisi 2. Pada kasus ini Energi mekanik sistem adalah :
𝐸𝑀 = 𝐸𝑃𝑒𝑙𝑎𝑠𝑡𝑖𝑠 + 𝐸𝐾𝑃𝑎𝑛𝑎ℎ

sehingga : 𝐸𝑀1 = 𝐸𝑀2

𝐸𝑃𝑒𝑙𝑎𝑠𝑡𝑖𝑠 1 + 𝐸𝐾𝑃𝑎𝑛𝑎ℎ 1 = 𝐸𝑃𝑒𝑙𝑎𝑠𝑡𝑖𝑠 2 + 𝐸𝐾𝑃𝑎𝑛𝑎ℎ 2

1 2 1 1 1
𝑘𝑥1 + 𝑚𝑣21 = 𝑘𝑥22 + 𝑚𝑣22
2 2 2 2

1 2 1 1 1
𝑘𝑥1 + 𝑚(0) = 𝑘(0) + 𝑚𝑣22
2 2 2 2
Bahan Ajar
Kelas X Semester 2

1 2 1
𝑘𝑥1 + 0 = 0 + 𝑚𝑣22
2 2

1 2 1
𝑘𝑥 = 𝑚𝑣22
2 1 2

Maka
𝑘𝑥21
𝑣22 =
𝑚

𝑘𝑥 2
𝑣2 = √ 𝑚1 .............................................. (28)

2) Pistol Mainan Pada Arah vertikal


Aplikasi gaya pegas pada pistol juga
bisa ditinjau pada arah vertikal. Pada sistem
ini terdapat satu macam energi kinetik,
yaitu 𝐸𝐾𝑝𝑒𝑙𝑢𝑟𝑢 dan dua macam energi
potensial, yaitu 𝐸𝑃𝑒𝑙𝑎𝑠𝑡𝑖𝑠 dan 𝐸𝑃𝑘𝑜𝑛𝑠𝑡𝑎𝑛.
Kita tinjau titik 1 saat pegas tertekan sejauh
x1 cm (penekanan maksimum pada pegas
atau ketika pedal pistol ditarik). Pada saat ini
nilai dari 𝐸𝑃𝑘𝑜𝑛𝑠𝑡𝑎𝑛 = 0 (atau ℎ1 = 0) dan

Gambar 31. Pistol mainan arah


nilai 𝑣1 = 0 karena peluru belum bergerak.
vertikal

Titik 2 kita pilih sebagai titik dimana peluru lepas dari ujung pegas, yaitu pada
saat kesetimbangan pegas atau 𝑥2 = 0 sehingga 𝐸𝑃𝑒𝑙𝑎𝑠𝑡𝑖𝑠 = 0, dan ℎ2 = 𝑥1)
Untuk menghitung kelajuan peluru saat melalui titik keseimbangan (𝑣2), kita
gunakan hukum kekekalan energi mekanik pada posisi 1 dan posisi 2. Pada kasus
ini Energi mekanik sistem adalah :
𝐸𝑀 = 𝐸𝐾𝑃𝑒𝑙𝑢𝑟𝑢 + 𝐸𝑃𝑘𝑜𝑛𝑠𝑡𝑎𝑛+ 𝐸𝑃𝑒𝑙𝑎𝑠𝑡𝑖𝑠 ......................................... (29)
Sehingga
𝐸𝑀1 = 𝐸𝑀2
𝐸𝐾𝑃𝑒𝑙𝑢𝑟𝑢 + 𝐸𝑃𝑘𝑜𝑛𝑠𝑡𝑎𝑛+ 𝐸𝑃𝑒𝑙𝑎𝑠𝑡𝑖𝑠 = 𝐸𝐾𝑃𝑒𝑙𝑢𝑟𝑢 + 𝐸𝑃𝑘𝑜𝑛𝑠𝑡𝑎𝑛 + 𝐸𝑃𝑒𝑙𝑎𝑠𝑡𝑖𝑠
1 1 1 1
𝑚𝑣21 + 𝑚𝑔ℎ1 + 𝑘𝑥21 = 𝑚𝑣22 + 𝑚𝑔ℎ2 + 𝑘𝑥22
2 2 2 2
Bahan Ajar
Kelas X Semester 2

1 1 1 1
𝑚(0) + 𝑚𝑔(0) + 𝑘𝑥21 = 𝑚𝑣22 + 𝑚𝑔ℎ2 + 𝑘(0)
2 2 2 2
1 1
0 + 0 + 𝑘𝑥12 = 𝑚𝑣22 + 𝑚𝑔ℎ2 + 0
2 2
1 1
𝑚𝑣22 = 𝑘𝑥21 − 𝑚𝑔ℎ2
2 2
𝑚𝑣2 = 𝑘𝑥12 − 2 𝑚𝑔ℎ2
2

𝑘𝑥21 − 2 𝑚𝑔ℎ2
𝑣22 =
𝑚
2
𝑘𝑥 −2 𝑚𝑔ℎ
𝑣2 = √ 1 𝑚 2 ..................................... (30)

Dan untuk menghitung ketinggian maksimum yang bisa ditempuh oleh


peluru kita gunakan persamaan dari GLBB, dimana pada posisi tertinggi
kecepatan peluru sama dengan nol (𝑣3 = 0) , karena benda dalam keadaan diam.
Dan kecepatan awal peluru adalah 𝑣2. Sehingga ketinggian maksimumnya dapat
di tentukan menggunakan persamaan :
𝑣2𝑡 = 𝑣20 + 2𝑎s .................................................... (31)
Karena gerak peluru merupakan gerak vertikal maka percepatannya sama dengan
percepatan gravitasi, dan geraknya diperlambat sehingga a = -g , dan s kita ganti
dengan h.

𝑣23 = 𝑣22 + 2(−𝑔)ℎ


𝑣23 = 𝑣22 − 2𝑔ℎ
0 = 𝑣22 − 2𝑔ℎ
𝑣22
ℎ𝑚𝑎𝑥 = 2𝑔
................................................. (32)

Keterangan
𝑣= Kecepatan
𝑔 = percepatan gravitasi
ℎ = ketinggian
Bahan Ajar
Kelas X Semester 2

d. Hubungan antara usaha terhadap kecepatan dan posisi pada sebuah


mobil yang bergerak dari bidang datar menuju bidang miring.
Sebuah mobil-mobilan didorong dengan pegas sehingga bergerak pada
lintasan datar dan menaiki tanjakan. Jika v awal pada mobil-mobilan diberikan
oleh sebuah pegas seperti gambar di bawah ini. Sebuah balok di dorongkan pada
pegas (memiliki konstanta k) sehingga pegas tertekan sejauh x . Kemudian mobil-
mobilan dilepas dan pegas mendorongnya sepanjang permukaan datar yang licin,
lalu naik pada sebuah bidang miring dengan kemiringan  .

A B

A B

A B
Gambar 32. Lintasan mobil yang didorong dengan pegas

Kita tinjau dulu energi pada balok saat posisi A, saat balok ditekan maka
balok memiliki energi potensial pegas Ep sedangkan energi kinetik benda bernilai
nol (0). Benda terdorong dari titik A ke B pada permukaan datar yang licin. Pada
titik B energi potensial benda EPbenda bernilai nol (0) sebab benda bergerak pada
permukaan datar. Untuk mengetahui kecepatan benda setelah terdorong oleh
pegas sepanjang permukaan datar yang licin (pada titik B), maka dapat berlaku
hukum konservasi energi mekanik
Bahan Ajar
Kelas X Semester 2

EM A  EM B
EPpegas  EKbalok  EPbalok  EKbalok
1 2 1
kx  0  0  mv 2
2 2
1 2 1 2
1. kx  mv
2 2
kx 2
v2 
m
kx2
v (33)
m
Saat benda menaiki bidang miring sepanjang L hingga mencapai titik terjauh C,
benda berhenti sesaat ( v  0 ) maka energi kinetik benda EKbenda bernilai nol
(0). Panjang lintasan yang dilalui balok pada bidang miring dapat dirumuskan dari
hukum konservasi energi
EM B  EM C
EPbenda  EKbenda  EPbenda  EKbenda
1 2
mv  mgh
2. 2
Dimana h = L sin α, maka

1 2
mv  mgL sin 
2
v2
L
2 g sin  ............................................................................................... (34)

subtitusikan persamaan satu (33) dan (34).


Bahan Ajar
Kelas X Semester 2

v2
L
2 g sin 
2
kx2
L m
2 g sin 
kx2
L m
2 g sin 
kx2
L
2mg sin  ......................................................... (35)

Bagaimana jika setelah terdorong oleh pegas benda melintasi permukaan datar
(A-B) yang kasar, maka benda mengalami gaya gesek f (termasuk gaya non-
konservatif), sehingga dapat dirumuskan sebagai berikut:
EM A  EM B
EPpegas  W NK  EPbalok  EKbalok
1 2 1
kx  Fk .s  0  mv 2
2 2
1 2 1
kx   k N .s  m(VB  0) 2
2 2
1 2 1
kx   k mg.s  m(VB ) 2 .................x 2
2 2
kx  2  k mg.s  m(V B ) 2
2

kx 2  2  k mg.s  m
kx 2  2  k mg.s
VB 
2

m
kx 2  2  k mg.s
V B
m
kx 2
V B  2  k g .s
m ............................................................. (36)

Keterangan :
WNK = usaha non konservatif
Saat benda menaiki bidang miring sepanjang L dan mencapai titik terjauh C,
benda berhenti sesaat ( v  0 ) maka energi kinetik benda EK benda bernilai nol
Bahan Ajar
Kelas X Semester 2

(0). Panjang lintasan yang dilalui balok pada bidang miring dapat dirumuskan dari
hukum konservasi energi
EM B  EM C
EPbenda  EKbenda  EPbenda  EKbenda
1
m(VB ) 2  mgh
2
Dimana h = L sin α, maka
1
m(VB ) 2  mgL sin 
2
2
VB
L
2 g sin 
(subtitusik an persamaan 2)
2
kx 2
 2 k gs
m
L
2 g sin 
kx 2
 2 k gs
L m
2 g sin 
kx 2  2 k m.g.s
L
2mg sin 
kx 2  2 k .m.g .S
L
2mg sin  ........................................................ (37)

Keterangan
𝐿 = panjang lintasan miring
𝑔 = percepatan gravitasi
𝑆 = jarak yang ditempuh benda pada bidang datar
𝑢𝑘 = koefesien gesekan kinetik
𝑥 = perubahan simpangan pegas (perubahan panjang)
𝑘 = konstanta pegas
Bahan Ajar
Kelas X Semester 2

e. Hubungan antara usaha terhadap kecepatan dan posisi pada seseorang


bermain sky di gunung salju.
Aplikasi kekekalan energi mekanik dapat
ditemukan pada lintasan pemain Ski. Pada
lintasan ini terdapat keterkaitan antara perubahan
posisi dan kecepatan,dengan hukum kekekalan
energi mekanik.

Gambar 33. Lintasan Pemain Ski


Hukum Kekekalan Energi mekanik menyatakan bahwa Energi mekanik
benda disetiap titik adalah konstan jika tidak dipengaruhi gaya luar, begitupun
pada pemain Ski. Berdasarkan Gambar 33. Kita ketahui bahwa Besar energi
mekanik pemain ski dititik A sama dengan besar Energi Mekanik pemain ski
dititik B. Pada Saat pemain ski berada dipuncak (Titik A) pemain Ski memiliki
Energi Potensial Maksimum (EK = Maks) dan Energi Kinetik sama dengan nol
(EK= 0), karena pada titik A pemain ski belum bergerak atau tepat akan bergerak,
maka dianggap Kecepatan pemain ski pada titik A sama dengan 0 (vA = 0),
sehingga energi kinetiknya juga nol (EK= 0) . Di titik B pemain Ski memilik
energi potensial dan Energi kinetik, sehingga Energi Mekanik di titik B sama
dengan penjumlahan Energi Potensial di titik B dan Energi kinetik di titik B (EM B
= EPB + EKB). Untuk menentukan Kecepatan pemain Ski pada titik B kita bisa
menggunakan Persamaan Hukum Energi Mekanik seperti berikut :

𝐸𝑀𝐵 = 𝐸𝑀𝐴

𝐸𝑃𝐵 + 𝐸𝐾𝐵 = 𝐸𝑃𝐴 + 𝐸𝐾𝐴

1 1
𝑚𝑔ℎ𝐵 + 𝑚𝑣𝐵 2 = 𝑚𝑔ℎ𝐴 + 𝑚𝑣𝐴 2
2 2

1
𝑚𝑔ℎ𝐵 + 𝑚𝑣𝐵 2 = 𝑚𝑔ℎ𝐴 + 0
2

1 2
𝑔ℎ𝐵 + 𝑣 = 𝑔ℎ𝐴
2 𝐵
Bahan Ajar
Kelas X Semester 2

1 2
𝑣 = 𝑔ℎ𝐴 − 𝑔ℎ𝐵
2 𝐵

𝑣𝐵 2 = 2(𝑔ℎ𝐴 − 𝑔ℎ𝐵 )

𝒗𝑩 = √𝟐(𝒈𝒉𝑨 − 𝒈𝒉𝑩) ........................................ (38)

Keterangan
𝑣𝐵 = Kecepatan orang bersky pada ketinggian B
𝑔 = percepatan gravitasi
ℎ𝐴 = ketinggian pertama
ℎ𝐵 = ketinggian kedua

f. Hubungan antara usaha terhadap kecepatan dan posisi pada kereta


Roller Coaster
Sebuah kereta bergerak pada lintasan
roller roaster yang dapat dilihat pada gambar
disamping. Mula-mula kereta meluncur dari
titik A pada ketinggian h, dimana h akan sama
dengan 2 R. kereta melunjur dan melewati titik
B dn titik C. maka saat berapa dititik C
Gambar 34. Lintasan roller coaster.
keepatan kereta dapat ditentungan dengan persamaan
sebagai berikut.
𝐸𝑀𝐴 = 𝐸𝑀𝐶
𝐸𝑃𝐴 + 𝐸𝐾𝐴 = 𝐸𝑃𝐶 + 𝐸𝐾𝐶
1
𝑚𝑔ℎ + 0 = 𝑚𝑔ℎ𝐶 + 𝑚𝑣𝐶 2
2
Karena h = 2 R dan hc = R, maka persamaan menjadi,
1
𝑚. 𝑔. 2𝑅 = 𝑚. 𝑔. 𝑅 + 𝑚𝑣𝐶 2
2
1
𝑚. 𝑔. 2𝑅 − 𝑚. 𝑔. 𝑅 = 𝑚𝑣𝐶 2
2
𝑚𝑣𝐶 2 = 2. 𝑚. 𝑔. 𝑅
𝑣𝐶2 = 2. 𝑔. 𝑅
𝑣𝑐 = √2. 𝑔. 𝑅 ........................................................................................................ (39)
Bahan Ajar
Kelas X Semester 2

D Evaluasi
1
1. 1. Perhatikan gambar di bawah ini !

Budi mendorong tembok, namun tembok tidak bergerak . Berdasarkan ilustrasi di


atas, pernyataan berikut yang benar adalah ……….
A. Budi melakukan usaha karena mengeluarkan energi
B. Budi melakukan usaha karena memberikan gaya terhadap tembok
C. Budi tidak melakukan usaha karena tidak terjadi perpindahan benda
D. Budi tidak melakukan usaha karena gaya yang diberikan tegak lurus
dengan perpindahan
2 Sebuah balok bermassa 50 gr bergerak sepanjang garis lurus pada permukaan
mendatar akibat pengaruh gaya yang berubah-ubah terhadap kedudukan seperti
ditunjukkan pada gambar!

Usaha yang dilakukan gaya tersebut untuk memindahkan balok sejauh 14 m


adalah...
A. 50 Joule
B. 60 Joule
C. 20 Joule
D. 100 Joule
E. 50 Joule
Bahan Ajar
Kelas X Semester 2

3 Sebuah benda terletak pada bidang datar bekerja dua gaya dengan besar dan arah
seperti terlihat pada gambar. Jika akibat kedua gaya tersebut benda berpindah ke
kanan sejauh 0,5 m, usaha yang dilakukan oleh kedua gaya pada benda selama
terjadi perpindahan adalah...

A. 4,0 Nm
B. 3,5 Nm
C. 3,0 Nm
D. 2,0 Nm
E. 1,5 Nm
4 Sebuah benda dengan massa 20 kg meluncur ke bawah sepanjang bidang miring
licin yang membentuk sudut 30˚terhadap bidang horizontal. Jika benda bergeser
sejauh 2 m, maka usaha yang dilakukan oleh gaya berat adalah ………….
A. 20 J
B. 120 J
C. 200 J
D. 600 J
E. 1200 J
5 Dua bola sepak yang bermassa sama, satu diangkat di Bumi dan lainnya di Bulan.
Jika kedua bola mencapai ketinggian yang sama, manakah pernyataan di bawah
ini yang benar ……….
A. Energi potensial gravitasi benda dibumi lebih besar daripada Energi
potensial gravitasi benda dibulan
B. Energi potensial gravitasi benda dibumi sama dengan Energi potensial
gravitasi benda dibulan
C. Energi potensial gravitasi benda dibumi lebih kecil daripada Energi
potensial gravitasi benda dibulan
D. Energi potensial gravitasi benda dibumi dua kali lebih kecil daripada
Energi potensial gravitasi benda dibulan
E. Energi potensial gravitasi benda dibumi sama dengan Energi kinetik
benda dibulan
Bahan Ajar
Kelas X Semester 2

6 Besarnya energi kinetik seekor nyamuk bermassa 0,75 mg yang sedang terbang
dengan kelajuan 40 cm/s adalah…………
A. 6 x 102 J
B. 6 x 10-2 J
C. 6 x 10-5 J
D. 6 x 10-8 J
E. 6 x 108 J
7 Sebuah mobil memiliki energi kinetik 4000 J. Jika mobil itu melaju dua kali lebih
cepat, maka energi kinetiknya menjadi……
A. 1600 J
B. 4000 J
C. 8000 J
D. 16000 J
E. 20000 J
8 Sebuah benda 2 kg berada 10 m diatas tanah. Jika kita ambil bidang acuan 3 m
diatas tanah dan 2 m dibawah tanah, maka besar energi potensialnya adalah
…….
A. 60 J dan 40 J
B. 60 J dan 140 J
C. 140 J dan 160 J
D. 240 J dan 140 J
E. 140 J dan 240 J
9 Sebuah mobil yang massa totalnya 500 Kg (termasuk dengan penumpang) melaju
dengan kecepatan 36 km/jam. jika sopir mobil menginjak rem dan menghasilkan
gaya rata-rata pengereman adalah 1.000 N, maka jarak yang ditempuh mobil dari
saat pengereman dilakukan sampai mobil berhenti adalah . . . m.
A. 15 D. 30
B. 20 E. 35
C. 25
Bahan Ajar
Kelas X Semester 2

10
Perhatikan gambar berikut ini!
Balok meluncur di bidang miring
yang kasar dengankoofisien gesekan
0,6. Kecepatan balok saat sampai di
kakibidang miring adalah....m/s (g =
10 m/s²
A. 2√3
B. 4√5
C. 10
D. 10√5
E. 20
11 Balok bermassa 15 kg jatuh dariketinggian 2,5 m dan mengenai
tongkat yang panjangnya 50 cm.Jika gaya gesek tongkat dengan
tanah sebesar 103 N maka kedalaman yang dicapai tongkatsetelah terhantam
balok adalah . . . cm
A. 10 D. 25
B. 15 E. 30
C. 20
12 Sebuah kelereng yang bermassa 10 gram dijatuhkan dari ketinggian 2 m pada
tumpukkan pasir. jika kelereng terbenam sejauh 2 cm, maka gaya tahan rata-rata
pasir adalah . . .N
A. 1 D. 15
B. 5 E. 20
C. 10
13 Perhatikan pernyataan dibawah ini !
1. Energi kinetiknya bertambah
2. Energi kinetiknya berkurang
3. Energi potensialnyaBerkurang
4. Energi mekaniknya berkurang
5. Energi mekaniknya bertambah
Sebuah batu dijatuhkan dari sebuah gedung yang memiliki ketinggian sebesar
H, tdak berapa lama batu tersebut sampai ketanah, maka pernyataan yang benar
Bahan Ajar
Kelas X Semester 2

dari kasus tersebut adalah ….


A. 1 dan 5
B. 1 dan 3
C. 2 dan 3
D. 3 dan 4
E. 4 dan 5
14 Perhatikan Pernyataan Dibawah ini !
1. Jumlah energi kinetik bertambah dan energy potensial berkurang
2. Energi kinetik sistem tidak berubah
3. Energi potensial sistem selalu bertambah
4. Jumlah energi kinetik dan energi potensial sistem selalu bertambah.
5. Jumlah energi kinetik dan energi potensial sistem selalu selalutetap.
sebuah bola dijatuhkan dari sebuah gedung yang memiliki ketinggian sebesar H,
tidak berapa lama bola tersebut sampai ketanah, maka pernyataan yang benar
dari kasus yang sesuai degan hukum kekekalan energy mekanik adalah ….
A. 1 dan 5
B. 1 dan 3
C. 2 dan 3
D. 3 dan 4
E. 4 dan 5
15 Perhatikan gambar Dibawah ini !
A
A

B
B

Sebuah bola yang mula mula diam di A meluncur pada ketinggian 30 m menuju
B. Pada saat mencapai B kecepatan benda adalah...(dengan Tinggi B adalah 10
m dan g =10 m/s2)...

A. 10 m/s
B. 20 m/s
C. 30 m/s
D. 40 m/s
Bahan Ajar
Kelas X Semester 2

E. 50 m/s
16 Perhatikan gambar Dibawah ini !

Sebuah benda yang mula mula diam di A meluncur pada ketinggian 40 m menuju
B. Pada saat mencapai B kecepatan benda adalah….

A. 5√3 m/s
B. 5√5 m/s
C. 10 √3 m/s
D. 10 √5 m/s
E. 15√4 m/s
17 VA = 0
m/s
A

30
VC = 0 Licin
cm
m/s
𝜃

C Kasar B D

Sebuah balok memiliki massa 15 kg diluncurkan dari titik A melintasi titik B


tanpa kecepatan awal. Setelah melewati titik, balok bergerak pada bidang datar
kasar dan berhenti dititik C. jika koefesien gesekan sepanjang BC adalah 0,4
dengan sudut bidang miring sebesar sin 𝜃 = 0,8, maka jarak yang ditempuh
benda dari titik B hingga ke titik C adalah…….

A. 40 cm
B. 50 cm
C. 60 cm
D. 70 cm
E. 80 cm
Bahan Ajar
Kelas X Semester 2

E Balikan Evaluasi

Kunci
No
Jawaban
1 C
2 B
3 E
4 C
5 A
6 D
7 D
8 E
9 C
10 A
11 E
12 C
13 B
14 A
15 B
16 D
17 C

F Daftar Pustaka

Bob Foster. 2011. Terpadu Fisika SMA Jilid 1A untuk kelas XI semester 1. Jakarta:
Erlangga

Cutnell, John D & Kenneth W Johnson. 2009. Physics Eight Edition. United States of
America: John Wiley & Sons, Inc

Giancoli. 2001. Fisika Jilid 1 Edisi Kelima. Jakarta: Erlangga

Marthen Kanginan.2007. Fisika untuk SMA Kelas XI. Jakarta: Erlangga

R. Soegeng. 2003. Fisika 1 untuk SMU. Bandung: Penerbit ITB


Young, Houg D. 2002. Fisika Universitas. Jakarta : Erlangga

Anda mungkin juga menyukai