0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
379 tayangan58 halaman

Buku Konsep

SMK Negeri 4 Pontianak membutuhkan perancangan sekolah menengah kejuruan baru dengan konsep arsitektur bangunan hijau untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. Perancangan ini perlu memperhatikan standar sarana prasarana sekolah menengah kejuruan dan kriteria green building.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
379 tayangan58 halaman

Buku Konsep

SMK Negeri 4 Pontianak membutuhkan perancangan sekolah menengah kejuruan baru dengan konsep arsitektur bangunan hijau untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. Perancangan ini perlu memperhatikan standar sarana prasarana sekolah menengah kejuruan dan kriteria green building.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

STUPADU 3

PERANCANGAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN DENGAN KONSEP


ARSITEKTUR BANGUNAN HIJAU

DOSEN PEMBIMBING :
INDRAYADI, S.T., M.T.

MAHASISWA :
MUHAMMAD RANDA SUPRIYADI
4202027022
STUDI LITERATUR
DEFINISI

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN GREEN BUILDING


Pendidikan menengah kejuruan adalah pendidikan Menurut Green Building Council Indonesia/GBCI
pada jenjang pendidikan menengah yang (2010), green building adalah bangunan yang
mengutamakan pengembangan kemampuan siswa dimana sejak mulai dalam tahap
untuk melaksanakan jenis pekerjaan tertentu. perencanaan,pemmbangunan, pengoperasian
Pendidikan menengah kejuruan mengutamakan sehingga dalam operasional pemeliharaannya
pernyiapan siswa untuk memasuki lapangan kerja memperlihatkan aspek-aspek dalam melindungi, dan
serta mengembangkan sikap profesiaonal. Sesuai mengurangi penggunaan sumber daya alam,
dengan bentuknya, sekolah menengah kejuruan menjaga mutu dari kualitas udara di ruangan, dan
dengan jenis-jenis lapangan kerja. memperhatikan kesehatan yang
semuanyaberpegang pada kaidah pembangunan
SMK menyediakan banyak program keahlian. yang berkesinambungan.
Program keahlian yang dilaksanakan ini
menyesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja yang Menurut Peraturan Menteri Negara Lingkungan
ada. Pendidikan kejuruan merupakan pendidikan Hidup No. 8 Tahun 2010 tentang Kriteria dan
menengah yang mempersiapkan peserta didik agar Sertifikasi Bangunan Ramah Lingkungan Bab I Pasal
siap bekerja dalam bidang tertentu. 1, bangunan ramah lingkungan (green building)
adalah suatu bangunan yang menerapkan prinsip
Dapat disimpulkan bahwa sekolah menengah lingkungan dalam perancangan, pembangunan,
kejuruan adalah sekolah yang selain menaungi pengoperasian, dan pengelolaannya dan aspek
siswanya dalam kegiatan belajar juga dapat penting penanganan dampak perubahan
menaungi siswanya dalam mempersiapkan diri untuk iklim.Prinsip lingkungan yang dimaksud adalah
terjun kedalam dunia kerja berdasarkan kejuruannya prinsip yang mengedepankan dan memperhatikan
maupun melanjutkan pendidikan kejenjang yang unsur pelestarian fungsi lingkungan.
lebih tinggi.
Dalam istilah lain green building atau bangunan hijau
Sumber: (Peraturan Pemerintah No. 29 Tahun 1990) adalah sebuah bangunan yang didesain untuk
mereduksi dampak lingkungan dalam menjaga
kesehatan manusia maupun keadaan alam.

Sumber: (Green Building Council Indonesia)


STUDI LITERATUR
TUJUAN

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN GREEN BUILDING


Tujuan umum pendidikan menengah kejuruan Menurut Green Building Council Indonesia/GBCI
menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 (2010), tujuan dari Green Building untuk mereduksi
adalah sebagai berikut: dampak lingkungan dalam menjaga kesehatan
a. Meningkatkan keimanan dan ketakwaan peserta manusia maupun keadaan alam dan mengurangi
didik kepada Tuhan Yang Maha Esa penggunaan energi yang dapat memberikan dampak
b. Mengembangkan potensi peserta didik agar negatif terhadap alam.
menjadi warga negara yang berakhlak muliah,
sehata, berilmu, cakap, kreatif, mandiri,
demokratis, dan bertanggung jawab. 23 Sumber: (Green Building Council Indonesia)
c. Mengembangakan potensi peserta didik agar
memiliki wawasan kebangsaan, memahami dan
menghargai keanekaragaman budaya bangsa
Indonesia
d. Mengembangkan potensi peserta didik agar
memiliki kepedulian terhadap lingkungan hidup
dengan secara aktif turut memelihara dan
melestarikan lingkungan hidup, serta
memanfaatkan sumber daya alam dengan efektif
dan efesien.

Sumber: (Undang-Undang No. 20 Tahun 2003)


STUDI LITERATUR
CIRI - CIRI

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN GREEN BUILDING


Sekolah Menengah Kejuruan memiliki ciri: Green building dapat dicirikan sebagai bangunan
1. Lingkungan sekolah yang cukup luas yang:
2. Memiliki banyak jurusan 1. Menggunakan energy seminimal mungkin
3. Siswa difokuskan untuk siap kerja 2. Memanfaatkan ruang alam
4. Memiliki ruangan praktek yang terpisah dengan 3. Menggunakan bahan ramah lingkungan
ruang teori 4. Mengolah air limbah
5. Metode pembelajaran berbeda dengan SMA

Sumber: (Green Building Council Indonesia)

JENIS ASPEK

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN GREEN BUILDING


1. Teknologi Informasi dan Komunikasi Aspek Green Building meliputi:
2. Teknologi dan Rekayasa 1. Material
3. Teknik Kesehatan 2. Energi
4. Agribisnis dan Agroteknologi 3. Air
5. Perikanan dan Kelautan 4. Kesehatan
6. Bisnis dan Manajemen
7. Pariwisata Sumber: (Dinas PUPR)
8. Seni Rupa dan Kriya
9. Seni Pertunjukan

Sumber: (Kurikulum 2013)


STUDI LITERATUR
STANDAR

MENURUT PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 40 TAHUN 2008


Standar sarana dan prasarana sekolah menengah kejuruan/madrasah aliyah kejuruan (smk/mak).

1. Satuan Pendidikan
Satu SMK/MAK memiliki sarana dan prasarana yang dapat melayani minimum 3 rombongan belajar dan maksimum
48 rombongan belajar.

2. Kelengkapan Prasarana dan Sarana


Sebuah SMK/MAK sekurang-kurangnya memiliki prasarana yang dikelompokkan dalam ruang pembelajaran
umum, ruang penunjang, dan ruang pembelajaran khusus. Ketentuan mengenai kelompok ruang tersebut
dijelaskan pada butir 1, butir 2, dan butir 3 beserta sarana yang ada di setiap ruang. Deskripsi yang lebih terinci
tentang sarana dan prasarana pada masing-masing ruang pembelajaran khusus ditetapkan dalam pedoman teknis
yang disusun oleh Direktorat Pembinaan SMK.
a. Kelompok Ruang Pembelajaran Umum terdiri dari:
1) ruang kelas,
2) ruang perpustakaan,
3) ruang laboratorium biologi,
4) ruang laboratorium fisika,
5) ruang laboratorium kimia,
6) ruang laboratorium IPA,
7) ruang laboratorium komputer,
8) ruang laboratorium bahasa,
9) ruang praktik gambar teknik.

b. Kelompok Ruang Penunjang terdiri dari:


1) ruang pimpinan, 10) ruang sirkulasi,
2) ruang guru, 11) tempat bermain/berolahraga.
3) ruang tata usaha,
4) tempat beribadah,
5) ruang konseling,
6) ruang UKS,
7) ruang organisasi kesiswaan,
8) jamban,
9) gudang,
STUDI LITERATUR
STANDAR

MENURUT GREEN BUILDING COUNCIL INDONESIA (GBCI)


Standar acuan untuk penilaian kriteria Green Building yaitu Greenship oleh GBCI

terdapat 6 (enam) aspek dalam penerapan Green Building berdasarkan perangkat Greenship untuk Bangunan Baru
versi 1.2 meliputi:
1. Tepat guna lahan
2. Efisiensi dan konservasi energy
3. Konservasi air
4. Sumber dan siklus material
5. Kualitas Udara Kenyamanan dan Manajemen Lingkungan Bangunan
DATA SITE

LOKASI

Lokasi site yang digunakan adalah lokasi dari SMK Negeri 4 Pontianak yang berada di Jl.
Komodor Yos Sudarso, Kel. Sei Beliung, Kec. Pontianak Barat, Kota Pontianak, Kalimantan
Barat.

ATURAN TATA WILAYAH ALASAN PEMILIHAN LOKASI


Zonasi SPU Skala Kecamatan 1. Lokasi berdekatan dengan permukiman
KDB Max : 60% 2. Berada dekat dengan sungai
KLB Max : 3.60 3. Luasan area melebihi 10.000 m2
KDH Max : 20% 4. Akses air bersih dan jaringan listrik yang mudah
KTB Max : 60% dijangkau
GSB : 34,00 5. Akses internet stabil
RMJ : 22,00 6. Sarana infrastruktur jalan yang besar
SITE EKSISTING
STUDI KASUS
SMK NEGERI 4 PONTIANAK

DATA SEKOLAH

Nama Sekolah : SMK NEGERI 4 PONTIANAK


Tahun Berdiri : 1974
Alamat : Jl. Komodor Yos Sudarso No.1, Kel.
Sei Beliung, Kec. Pontianak Barat,
Kota Pontianak, Kalimantan Barat
Jumlah Jurusan : 14
Jumlah Siswa : 1.980
Jumlah Guru & Tendik : 126
Jumlah Sarpras : 70
Luasan Area : ± 27.780 m2

FASILITAS PROGRAM KEAHLIAN

1. Bengkel Sekolah 1. Analisis Pengujian Laboratorium 10. Teknik Pengelasan


2. Lab Kimia 2. Teknik Komputer dan Jaringan 11. Teknik Audio Video
3. Perpustakaan 3. Teknik Kendaraan Ringan 12. Teknik Pemesinan
4. Masjid 4. Teknik Elektronika Industri 13. Teknik Instalasi Tenaga Listrik
5. Lapangan Basket 5. Teknik Konstruksi dan Perumahan 14. Teknik Sepeda Motor
6. Lab Komputer 6. Konstruksi Gedung, Sanitasi dan Perawatan
7. Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan
8. Teknik Geomatika
9. Teknik Pemanasan, Tata Udara dan Pendinginan

VISI

Sebagai Lembaga Pendidikan dan Pelatihan yang Menghasilkan Tenaga Kerja Tersertifikasi Profesi Serta
Memiliki Akhlak dan Budi Pekerti Mulia.
STUDI KASUS
SMK NEGERI 4 PONTIANAK

MISI
(HASTA KARYA INOVATIF)

1. Memiliki lembaga sertifikasi profesi pihak kesatu (LSP-P1) dan tempat uji kompetensi di seluruh
kompetensi yang ada
2. Membangun kultur budaya sekolah berkarakter religious
3. Menerapkan regulasi sekolah sesuai dengan asa hukum, politik dan sosial etik
4. Mengembangkan kebutuhan sarana prasarana sekolah berstandar nasional dan terciptanya hubungan
industri dan dunia usaha dengan pendekatan Teaching Factory
5. Memfasilitasi integritas personal yang memiliki sikap profesional dan mampu mengembangkan sikap
enterpreneurship dan jiwa usaha
6. Meningkatkan kualitas personal yang religius, maju, mandiri dan sejahtera
7. Meningkatkan proses operasional dan kurikulum sekolah secara efektif dan efisien
8. Mampu berkomunikasi dalam dua bahasa/bilingual

SEJARAH SINGKAT

SMK N 4 PONTIANAK adala SMK Negeri terbesar yang ada di kalimantan Barat dan sekarang berstatus SBI (
sekolah berstandar internasional ) SMK Negeri 4 Pontianak didirikan pada tahun 1974 berdasarkan Surat
Keputusan Kepala Perwakilan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat Nomor :
001.a/Kep/1974 tanggal 1 Januari 1974 dan bernama “STM BHAKTI” dengan pendiri yaitu Bapak Drs.
Kardimin Soedarsito, BE, bersama beberapa orang guru.
Pada tahun 1976 STM BHAKTI berubah nama menjadi “STM TRANSISI” dan masih menumpang di ST Negeri
Pontianak. Pada tahun 1977 STM Transisi menempati gedung sendiri di Jalan Komodor Yos Sudarso
Pontianak sampai sekarang.

Pada tahun 1978 STM Transisi berganti nama Menjadi “STM Negeri 2 Pontianak”. Dan selanjutnya
berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor : 036/O/1997 tanggal 7 Maret 1977
terhitung mulai tanggal 1 juni 1997 berubah nama menjadi “SMK Negeri 4 Pontianak”.
STUDI KASUS
SMK NEGERI 4 PONTIANAK
STUDI KASUS
SMK NEGERI 4 PONTIANAK

SARAN DESAIN

Para guru juga menyampaikan kepada saya untuk


membuat area pembuangan sampah pada tugas
Pada saat melakukan survey, saya menemukan studio perancangan arsitektur terpadu ini. Karena
bahwa drainase di dalam site sangat sedikit, pada saat melakukan survey, tidak terdapat area
bahkan di beberapa titik tidak terdapat drainase yang di khususkan sebagai tempat pembuangan
sama sekali. Sehingga menyebabkan air sampah, sehingga dibeberapa titik terdapat
tergenang pada saat hujan dan juga tumpukan sampah yang tidak diolah dan
menyebabkan area site kebanjiran pada saat menyebabkan bau yang kurang sedap menyebar
terjadi pasang surut air laut. Hal itu juga kemana-mana. Ditambah lagi dengan tempat
dibenarkan oleh para guru yang saya jumpai pada tumpukan sampah yang berdekatan dengan ruang
saat survey ke lokasi site tersebut kelas, sehingga membuat konsentrasi belajar para
siswa jadi terganggu.

Kurangnya area parkir juga dikeluhkan oleh beberapa tenaga pengajar.


Parkiran yang ada di site tidak cukup luas untuk menampung seluruh
kendaraan baik siswa maupun para guru, sehingga menyebabkan beberapa
tenaga pengajar memarkirkan kendaraan mereka di depan ruang guru dan
ruang bengkel/workshop. Ini menjadi perhatian untuk desain sekolah yang
akan dirancang agar menyiapkan area parkir yang cukup luas sehingga tidak
ada lagi kendaraan yang diparkirkan ditempat yang tidak seharusnya.
STUDI KASUS
SMK NEGERI 4 PONTIANAK

SARAN DESAIN

Disepanjang area site ini, kami tidak menemukan adanya


taman. Taman dapat memberikan dampak positif untuk
para siswa karena dapat dijadikan sebagai tempat untuk
belajar, membaca buku, berdiskusi dengan teman, dan
lain sebagainya karena tempatnya yang nyaman, indah,
dan sejuk. Taman juga dapat memberikan nilai positif
yang berpengaruh terhadap produktifnya siswa pada
saat kegiatan belajar. Para guru menyampaikan hal yang
sama pada saat saya melakukan survey ke lokasi.
STUDI KASUS
SMK NEGERI 1 MAGELANG

DATA SEKOLAH

Nama Sekolah : SMK NEGERI 1 MAGELANG


Tahun Berdiri : 1965
Alamat : Jl. Cawang, Kel. Jurangombo, Kec.
Magelang Selatan, Kota Magelang,
Jawa Tengah
Jumlah Jurusan : 11
Jumlah Siswa : 2.106
Jumlah Guru & Tendik : 179
Jumlah Sarpras : 53
Luasan Area : ± 48.000 m2

FASILITAS PROGRAM KEAHLIAN

1. Ruang Praktek Memadahi Dengan Peralatan Lengkap 1. Teknik Elektronika Industri


2. Ruang Teori Memadahi 2. Teknik Audio Video
3. Lingkungan Hijau Asri 3. Teknik Instalasi Tenaga Listrik
4. Perpustakaan 4. Teknik Pendingin danTata Udara
5. Tempat Ibadah 5. Teknik Pemesinan
6. Lapangan Olahraga 6. Teknik Pengelasan
7. Kantin Dan Koperasi Bagi Siswa Dan Koperasi Guru 7. Teknik Kendaraan Ringan
8. Studio Tv Dan Radio 8. Teknik Komputer dan Jaringan
9. Bk (Bimbingan Konseling) 9. Multimedia
10. Lab Kimia 10. Konstruksi Gedung, Sanitasi dan
11. Lab Fisika Perawatan
12. Lab Komputer 11. Desain Pemodelan dan Informasi
13. Lab Bahasa Bangunan
14. Tata Usaha
15. Rumah Dinas
16. Gedung Serbaguna (Olahraga Indoor)
17. Bengkel Teaching Factory (Service Dan Cuci Mobil, Motor)
18. Gedung Pameran Karya Siswa (Technopark)
19. Bursa Kerja Khusus (Bkk)
STUDI KASUS
SMK NEGERI 1 MAGELANG

VISI

Menjadi SMK Teknologi bertaraf Intenasional yang unggu, berwawasan kebangsaan, lingkungan dan
kesetaraan gender, yang dikelola secara professional, sebagai pencetak sumber daya manusia tangguh.

MISI

1. Membentuk tamatan yang berkeprobadian unggul dan berprestasi.


2. Mencetak tamatan yang professional dibidang teknologi dan berjiwa entrepreneur.
3. Mengelola sekolah dengan system manajemen mutu menuju Total Quality Management.
4. Menjadikan sekolah sebagai pusat layanan informasi, kominikasi dan Teknologi, serta layanan pemakai
tamatan.
5. Mengembangkan kultur sekolah yang berwawasan kebangsaan, lingkungan dan kesetaraan gender.

SEJARAH SINGKAT

SMK N 1 Magelang merupakan Sekolah Kejuruan Favorit di Kota Magelang. Berdiri pada tanggal 1 Agustus
1965 berdasarkan S.P. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 136/Dirpt/BI/65 tanggal 8 Oktober 1965
berdiri sebuah Sekolah Teknologi dengan nama STM Negeri Magelang dengan jurusan Bangunan Gedung dan
jurusan Mesin. Tahun 1970 dikukuhkan melaluai Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan dengan Nomor
surat 306/Set.DDT/70 tertanggal 13 April 1970.

Tahun 1988 lokasi sekolah dipindah dari Tuguran dan menempati lokasi baru di Jalan Cawang No. 20 Jurang
Ombo, Kota Magelang. Sejak berdiri SMK Negeri 1 Magelang selalu mengalami perkembangan dan
pembukaan jurusan baru, diantaranya: Teknik Listrik, Teknik Otomotif, Teknik Elektronika dan Teknik Komputer.
STUDI KASUS
SMK NEGERI 1 MAGELANG
STUDI KASUS
SMK NEGERI 3 BALIKPAPAN

DATA SEKOLAH

Nama Sekolah : SMK NEGERI 3 BALIKPAPAN


Tahun Berdiri : 1980
Alamat : Jl. Belibis No.100, Kel. Gunung
Bahagia, Kec. Balikpapan Selatan,
Kota Balikpapan, Kalimantan Timur
Jumlah Jurusan :6
Jumlah Siswa : 1.559
Jumlah Guru & Tendik : 111
Jumlah Sarpras : 101
Luasan Area : ± 18.103 m2

FASILITAS PROGRAM KEAHLIAN

1. Bengkel Sekolah 1. Akuntansi Keuangan Lembaga


2. Lab Bahasa 2. Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran
3. Perpustakaan 3. Bisnis Daring dan Pemasaran
4. Ruang Praktek Sablon 4. Usaha Perjalanan Wisata
5. Koperasi 5. Teknik Komputer dan Jaringan
6. Kantin 6. Desain Grafika
7. Lapangan Basket

VISI

Menyiapkan peserta didik yang Beriman dan Bertaqwa, Berkompeten, Berjiwa Wirausaha dan Memiliki Daya
Saing serta Berwawasan Lingkungan.
STUDI KASUS
SMK NEGERI 3 BALIKPAPAN

MISI

1. Mengkaji, memahami dan melaksanakan ajaran agama yang dianut


2. Membekali pengetahan, ketrampilan dan sikap profesional sesuai bidang keahliannya sehingga memiliki
daya saing tinggi
3. Menumbuhkan jiwa wirausaha sebgai bekal menuju kemandirian peserta didik.
4. Mempersiapkan tamatan yang siap kerja, memiliki kecakapan dan peduli dengan lingkungan hidup.
5. Mempersiapkan sekolah menuju Adiwiyata Nasional.

SEJARAH SINGKAT

SMK Negeri 3 yang dahulu bernama SMEA Negeri 2 didirikan di Balikpapan pada tanggal 1 Juli 1980 oleh
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dengan no SK No 0209/0/1980 tanggal 31 Juli 1980.
Pada awal berdirinya SMEA Negeri 2 terletak di daerah Pasar baru, tepatnya di Jalan Bukit Niaga RT. 13 No.
11 Balikpapan ini memiliki 3 Jurusan, yaitu Tata Buku, Tata Usaha, dan Tata Niaga yang masing-masing
Jurusan memiliki 3 kelas. Pada bulan Juli 1989 SMEA Negeri 2 menambah lagi satu Jurusan yaitu Jurusan
Usaha Jasa Pariwisata.

Pada tahun pembelajaran 1996/1997 SMEA Negeri 2 Balikpapan berubah menjadi SMK Negeri 3 Balikpapan
dan pada tahun 1996 pindah ke lokasi yang baru tepatnya di Jalan Belibis No. 1 RSS Damai III RT. 80
Kelurahan Gunung Bahagia Balikpapan. Lokal yang baru ini berdiri di atas tanah seluas 10.000 M2.
STUDI KASUS
SMK NEGERI 3 BALIKPAPAN
STUDI BANDING
MASTER PLAN

SMK N 4 PONTIANAK SMK N 1 MAGELANG SMK N 3 BALIKPAPAN KESIMPULAN

Untuk studi banding dari layout


master plan Sekolah Menengah
Kejuruan tersebut, dapat
disimpulkan bahwa, pada layout
SMK ini gedung-gedung bengkel
diletakan pada satu zona khusus
yang terpisah dari gedung-
gedung teori dan akademik,
sedangkan gedung
akademiknya berada didepan
yang terlihat langsung dari
gerbang sekolah sebagai wajah
dari sekolah tersebut.

Untuk lapangan upacaranya


ditempatkan di tengah-tengah
sekolah, biasanya berada
dibelakang gedung akademik,
supaya mudah diakses oleh
kepala sekolah, guru, dan siswa.

posisi gedung akademik Gedung akademik sekolah SMK N Layout SMK N 3 Balikpapan ini
SMK N 4 Pontianak yang 1 Magelang ini berhadapan dipisahkan oleh sungai yang berada
berisikan ruang kepala langsung dengan gerbang sekolah, tepar diantara kedua area sekolah.
sekolah dan TU berada di dan berada tepat di sebelah jalan Untuk area akademik dan teori
depan, Berhadapan akses utama menuju lingkungan berada di depan sedangkan bengkel
langsung dengan gerbang sekolah. dan tempat parkir siswa berada di
sekolah. belakang.
Posisi gedung-gedung bengkel
Lapangan upacara di SMK pada layout ini dikelompokan Gedung akademik berhadapan
N 4 Pontianak ini berada di kedalam satu zona khusus. langsung dengan gebang sekolah,
tengah, yang dikelilingi oleh dan lapangan upacaranya dikelilingi
ruang teori. gedung teori, dan berada di tengah.
STUDI BANDING
PROGRAM KEAHLIAN

SMK N 4 PONTIANAK SMK N 1 MAGELANG SMK N 3 BALIKPAPAN KESIMPULAN

1. Analisis Pengujian 1. Teknik Elektronika Industri 1. Akuntansi Keuangan Lembaga Dari hasil studi kasus dari ketiga
Laboratorium 2. Teknik Audio Video 2. Otomatisasi dan Tata Kelola sekolah tersebut, maka program
2. Teknik Komputer dan 3. Teknik Instalasi Tenaga Listrik Perkantoran keahlian yang akan diterapkan
Jaringan 4. Teknik Pendingin danTata 3. Bisnis Daring dan Pemasaran pada Sekolah Menengah
3. Teknik Kendaraan Ringan Udara 4. Usaha Perjalanan Wisata Kejuruan ini adalah program
4. Teknik Elektronika Industri 5. Teknik Pemesinan 5. Teknik Komputer dan Jaringan keahlian yang memiliki
5. Teknik Konstruksi dan 6. Teknik Pengelasan 6. Desain Grafika hubungan dengan bangunan
Perumahan 7. Teknik Kendaraan Ringan gedung, diantaranya :
6. Konstruksi Gedung, 8. Teknik Komputer dan 1. Teknik Konstruksi dan
Sanitasi dan Perawatan Jaringan Perumahan
7. Desain Pemodelan dan 9. Multimedia 2. Konstruksi Gedung,
Informasi Bangunan 10. Konstruksi Gedung, Sanitasi Sanitasi, dan Perawatan
8. Teknik Geomatika dan Perawatan 3. Desain Pemodelan dan
9. Teknik Pemanasan, Tata 11. Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan
Udara dan Pendinginan Informasi Bangunan 4. Teknik Geomatika
10. Teknik Pengelasan 5. Teknik Pemanasan, Tata
11. Teknik Audio Video Udara dan Pendinginan
12. Teknik Pemesinan 6. Teknik Instalasi Tenaga
13. Teknik Instalasi Tenaga Listrik
Listrik
14. Teknik Sepeda Motor
STUDI BANDING
TAMPAK BANGUNAN

SMK N 4 PONTIANAK SMK N 1 MAGELANG SMK N 3 BALIKPAPAN KESIMPULAN

Dari hasil studi banding ini,


maka bangunan yang akan
didesain nantinya akan
mengambil beberapa desain
tampak bangunan dari sekolah-
sekolah tersebut, seperti
penggunaan atap yang
menggunakan atap kombinasi
dari limas dan pelana, dan
warna yang akan digunakan
adalah warna kuning yang
memiliki arti mencerahkan dan
warna yang memberi inspirasi,
serta warna hijau yang memiliki
arti pertumbuhan dan kesehatan.

Warna-warna tersebut
digunakan agar dapat
memberikan dampak kepada
siswa/i seperti warna kuning
yang akan memberikan inspirasi
kepada siswa/i saat belajar,
Ketika memasuki wilayah Dari ketiga gambar diatas dapat Jika dilihat, penggunaan warna pada serta warna hijau yang memiliki
SMK Negeri 4 Pontianak ini, kita lihat bahwa bangunan SMK bangunan SMK Negeri 3 Balikpapan arti pertumbuhan dan kesehatan
kita akan disambut dengan Negeri 1 Magelang ini sangat ini, sama dengan warna yang agar siswa/i selalu diberi
bangunan akademik dan kental dengan nuansa adat jawa. digunakan di SMK Negeri 1 kesehatan dalam menjalankan
perpustakaannya. Dengan Hal ini dapat kita lihat dari Magelang. Akan tetapi atap yang aktivitas belajar hingga tumbuh
memiliki kemiripan yang penggunaan material atap dan digunakan sama seperti atap yang menjadi orang yang sukses.
sama antar bangunannya juga jenis dari atap yang digunakan pada SMK Negeri 4
yang menggunakan atap digunakan. Penggunaan warna Pontianak, namun ada sedikit yang
kombinasi antara limas dan krem dan coklat sangat membedakan yaitu di SMK Negeri 3
pelana, serta warna hijau & memberikan kesan adat jawa, Balikpapan ini menggunakan atap
kuning sebagai ciri khas dari yang bangunannya cenderung kombinasi limas dan perisai yang
bangunan-bangunan menggunakan material dari kayu. berundak atau bertingkat.
melayu.
DATA TAPAK
U

B T

Terdapat Halte di depan site yang biasanya digunakan para siswa


untuk menunggu jemputan dari orang tua maupun kendaraan
angkutan umum.

Lokasi : JL. Kom. Yos Sudarso

Informasi zonasi :
Kec. Pontianak Barat
Kel. Sungai Beliung
Zonasi = SPU Skala Kecamatan
View kedalam site menampilkan pepohonan di dalam area site
KDB MAX = 60%
maupun di trotoar, yang memberikan kenyamanan terhadap mata
KLB MAX = 3.60 yang memandangnya.
KDH MAX = 20%
KTB MAX = 60%
GSB Simetris = 34.00
RMJ = 22.00
DATA TAPAK

Sirkulasi untuk masuk kedalam site hanya terdapat


satu jalur saja

View keluar site cukup mengganggu pandangan, karena view keluar


menghadap pemukiman warga yang dapat mengganggu fokus siswa
saat belajar. Terdapat juga view yang mengarah ke sungai, akan tetapi
sungai tersebut kurang enak dipandang dikarenakan terdapat
tumbuhan liar. Sedangkan view bagian depan menghadap ke jalan
raya dan bangunan ruko, tetapi view ini tidak terlalu mengganggu
karena terhalang oleh pepohonan yang rindang.
Terdapat 2 travo dan 1 buah gardu yang melayani site
ini, namun memiliki jarak yang cukup jauh antara 2
Sudah tersedia sirkulasi travo dan gardu tersebut, dan ruang penempatannya
pedestrian di depan site yang yang kurang aman dapat meniimbulkan masalah
telah disediakan oleh dikemudian hari. Sedangkan jalur listrik yang berada di
pemerintah setempat, namun site masih menggunakan tiang sehingga mengganggu
kurang perawatan sehingga pandangan akibat kabel-kabel listrik tersebut yang
ada beberapa bagian yang berantakan
sudah tidak layak digunakan
DATA TAPAK

Drainase di dalam site sangat sedikit, bahkan di


beberapa titik tidak terdapat drainase sama sekali. Vegetasi site sudah bagus, karena penanaman pohon merata
Sehingga menyebabkan air tergenang pada saat hujan kesemua area yang ada di dalam site, namun hanya kurang dalam
dan juga menyebabkan area site kebanjiran pada saat penataannya saja sehingga letak pohon tersebut terlihat seperti tidak
terjadi pasang surut air laut. tertata dengan rapi.
ANALISIS TAPAK
MATAHARI

B T

Sore Pagi

Data: Analisa: Respon:

- Site menghadap ke selatan dengan posisi - Tidak adanya bangunan tinggi yang bisa - Meletakkan jendela pada sisi utara dan
serong melindungi site sehingga panas matahari selatan
- Puncak panas matahari terjadi pada saat yang diterima menjadi berlebihan - Merotasi bangunan
bulan Juli–Agustus - Puncak panas pada bulan juli-agustus - Melapisi kaca jendela dengan stiker
- Tidak terdapat bangunan tinggi disekitar mempengaruhi kegiatan belajar para riben untuk menahan cahaya matahari
yang dapat melindungi site dari paparan siswa, karena pada bulan tersebut adalah langsung supaya tidak terlalu panas
panas matahari yang berlebih permulaan tahun ajaran baru, sehingga - Membuat banyak ventelasi udara supaya
- Sisi terlebar site menghadap ke Barat masih terdapat kegiatan belajar mengajar pertukaran udara panas yang menguap
pada bulan tersebut keatas lebih optimal
- Panas yang berlebihan dapat membuat - Menanam tumbuhan di sekitar bangunan
siswa dehidrasi pada saat belajar. Puncak untuk mengurangi hawa panas
panas yang terjadi pada saat siang hari
yang bisa menganggu fokus belajar siswa
ANALISIS TAPAK
ANGIN

B T

Data: Analisa: Respon:

- Pada bulan desember, januari dan - Angin muson timur yang membawa udara - Membuat banyak bukaan seperti jendela
februari dilewati angin muson barat yang panas dapat membuat kegiatan belajar yang dapat memudahkan terjadinya
membawa awan hujan sehingga pada mengajar jadi terganggu, apalagi dibulan- pertukaran udara didalam ruang kelas
bulan-bulan tersebut sering terjadi hujan bulan tersebut terjadi kemarau - Meninggikan plafon sehingga udara
- Pada bulan juni, juli dan agustus dilewati - Tidak adanya bangunan tinggi disekitar panas yang berada diatas tidak
angin muson timur yang membawa udara yang dapat menghalangi angin yang menganggu para siswa yang berada
panas seiring terjadinya kemarau di membawa udara panas dibawahnya
Indonesia - Kecepatan angin dapat mendinginkan - Memperbesar ukuran dari ventelasi
- Diantara bulan-bulan tersebut pola angin ruangan jika terjadi pertukaraan udara sehingga udara panas yang berada
yang terjadi di Indonesia berubah-ubah diatas dapat keluar dari ventelasi
setiap harinya tersebut
- Angin bertiup dengan kecepatan ± 60 - Membuat cross ventelation yang dapat
km/h mempermudah pertukaraan udara panas
dan dingin
ANALISIS TAPAK
CURAH HUJAN

B T

Data: Analisa: Respon:

- Musim hujan terjadi pada akhir tahun - Curah hujan yang tinggi menyebabkan - Membuat drainsae yang mengelilingi
hingga awal tahun, yaitu dari bulan banjir yang dapat merugikan. sekolah dan dialiri ke pembuangan kota
desember – februari - Banjir terjadi cukup lama akibat kurangnya - Menutup drainase dengan jaring-jaring
- Curah hujan di Indonesia rata-rata 2000 – jumlah drainase yang dapat mengalirkan besi sehingga sampah tidak dapat
3000 mm per tahun air tersebut ke saluran pembuangan kota menyumbat aliran drainase
- Site sering tergenang banjir - Banjir yang terjadi akibat curah hujan - Membuat ruang terbuka yang dapat
- Pasang surut air laut memperparah banjir yang tinggi dan pasang surut air laut menjadi sumber serapan air hujan
yang terjadi di site membuat sampah-sampah yang ada - Dapat juga menampung air hujan untuk
- Kurangnya drainase di dalam site disekitar site dengan mudah masuk akibat digunakan kembali sebagai sumber air
terbawa aliran air cadangan di sekolah, sehingga dapat
- Genangan air yang masuk kedalam kelas mengurangi debit air yang jatuh ke
dapat mengganggu aktivitas belajar, tanah.
sehingga siswa dipulangkan lebih awal.
ANALISIS TAPAK
KEBISINGAN

B T

Kebisingan yang berasal


dari pemukiman

Kebisingan yang berasal


dari jalan raya

Data: Analisa: Respon:

- Kebisingan dari kendaraan berasal dari - Kebisingan dari kendaraan sangat - Memundurkan bangunan supaya jauh
jalan raya yang berada di depan site mengganggu aktivitas belajar siswa, karea dari jalan raya
- Kebisingan juga berasal dari pemukiman dapat memecah fokus para siswa - Membuat taman di depan yang dapat
warga yang cukup padat, yang berada di - Kebisingan dari pemukiman juga cukup memfilter kebisingan
sekitar site mengganggu tapi tingkatan kebisingannya - Menanam pohon pada semua area di
cukup rendah sekolah
- Kebisingan terbesar disebabkan oleh - Memelihara tanaman di dalam kelas
kendaraan besar seperti truk dan mobil yang dapat memfilter kebisingan dari
tronton pemukiman warga
ANALISIS TAPAK
SIRKULASI

B T

Data: Analisa: Respon:

- Jalan keluar masuk kendaraan hanya - Sering terjadi kemacetan didepan gerbang - Membuat 2 jalur sirkulasi, yaitu jalur
terdapat satu jalan saja akibat jalan keluar dan masuk yang keluar dan masuk
- Tidak ada pemisahan jalan keluar-masuk bergabung jadi satu - Memperbesar jalur sirkulasi supaya
di dalam site - Hampir semua siswa membawa kendaraan besar bisa masuk
kendaraan pribadi sehingga sirkulasi
masuk dan keluar tidak bisa di gabung
- Sirkulasi yang hanya satu saja ini
mempersulit kendaraan angkutan barang
yang ingin masuk ke lingkungan sekolah
ANALISIS TAPAK
VEGETASI

B T

Data: Analisa: Respon:

- Vegetasi di dalam site tidak tertata dengan - Beberapa sisi di site tidak terlindungi oleh - Membuat area belajar outdoor seperti
benar rindangnya pepohonan akibat taman, selain menjadi tempat belajar
- Tidak ada taman yang bisa digunakan penanamannya yang tidak merata taman juga bias menjadi tempat untuk
siswa sebagai tempat untuk belajar atau - Para siswa sulit termotivasi dalam siswa beristirahat sejenak dari aktivitas
mencari inspirasi belajar kegiatan belajar karena tidak adanya belajar
- Kurangnya ruang terbuka sebagai sumber tempat untuk mereka mencari inspirasi - Menata vegetasi pada site sehingga
serapan air hujan dalam belajar perlindungan terhadap sinar matahari
- Sering terjadi banjir akibat kurangnya dari daun-daun pohon yang rindang
serapan air hujan ke tanah dapat merata keseluruh area yang
berada disekitarnya
- Menanam pohon peneduh seperti pohon
tanjung
KESIMPULAN
ANALISIS TAPAK
SIRKULASI

- Membuat 2 jalur sirkulasi, yaitu jalur keluar dan


U masuk
- Memperbesar jalur sirkulasi supaya kendaraan
VEGETASI
besar bisa masuk
B T
- Membuat area belajar outdoor MATAHARI
seperti taman, selain menjadi
S - Meletakkan jendela pada sisi
tempat belajar taman juga
bias menjadi tempat untuk utara dan selatan
siswa beristirahat sejenak dari - Merotasi bangunan
aktivitas belajar - Melapisi kaca jendela dengan
- Menata vegetasi pada site stiker riben untuk menahan
sehingga perlindungan cahaya matahari langsung
terhadap sinar matahari dari supaya tidak terlalu panas
daun-daun pohon yang - Membuat banyak ventelasi
rindang dapat merata udara supaya pertukaran
keseluruh area yang berada udara panas yang menguap
disekitarnya keatas lebih optimal
- Menanam pohon peneduh - Menanam tumbuhan di sekitar
seperti pohon tanjung bangunan untuk mengurangi
hawa panas

KEBISINGAN
CURAH HUJAN ANGIN
- Memundurkan bangunan
supaya jauh dari jalan - Membuat drainsae yang mengelilingi sekolah dan - Membuat banyak bukaan seperti jendela yang dapat
raya dialiri ke pembuangan kota memudahkan terjadinya pertukaran udara didalam
- Membuat taman di - Menutup drainase dengan jaring-jaring besi ruang kelas
depan yang dapat sehingga sampah tidak dapat menyumbat aliran - Meninggikan plafon sehingga udara panas yang
memfilter kebisingan drainase berada diatas tidak menganggu para siswa yang
- Menanam pohon pada - Membuat ruang terbuka yang dapat menjadi berada dibawahnya
semua area di sekolah sumber serapan air hujan - Memperbesar ukuran dari ventelasi sehingga udara
- Memelihara tanaman di - Dapat juga menampung air hujan untuk digunakan panas yang berada diatas dapat keluar dari
dalam kelas yang dapat kembali sebagai sumber air cadangan di sekolah, ventelasi tersebut
memfilter kebisingan dari sehingga dapat mengurangi debit air yang jatuh ke - Membuat cross ventelation yang dapat
pemukiman warga tanah. mempermudah pertukaraan udara panas dan dingin
POLA AKTIVITAS
No. PELAKU AKTIVITAS KEBUTUHAN RUANG
1 Kepala sekolah Datang – parkir – bekerja – ke toilet – sholat – - Parkiran
istirahat – rapat - pulang - R. Kepala sekolah
- Toilet
- Masjid
- Kantin
- R. Rapat
2 Wakil kepala sekolah Datang – parkir – bekerja – ke toilet – sholat – - Parkiran
istirahat – rapat - pulang - R. Wakil kepala sekolah
- Toilet
- Masjid
- Kantin
- R. Rapat
3 Staff TU Datang – parkir – bekerja – ke toilet – sholat – - Parkiran
istirahat – rapat - pulang - R. TU
- Toilet
- Masjid
- Kantin
- R. Rapat
4 Guru umum Datang – parkir – mengajar siswa – ke toilet – - Parkiran
sholat – istirahat – rapat - pulang - R. Guru
- R. Kelas
- Lab. Komputer
- Lab. Bahasa
- Lab. Kimia
- Lab. Fisika
- Toilet
- Masjid
- Kantin
- Koperasi sekolah
- R. Rapat
- Gudang
- R. BK
POLA AKTIVITAS
No. PELAKU AKTIVITAS KEBUTUHAN RUANG
5 Ketua program keahlian Datang – parkir – mengajar siswa – ke toilet – - Parkiran
sholat – istirahat – rapat - pulang - R. Jurusan
- Bengkel praktek
- Toilet
- Masjid
- Kantin
- R. Rapat
6 Guru program keahlian Datang – parkir – mengajar siswa – ke toilet – - Parkiran
sholat – istirahat – rapat - pulang - R. Jurusan
- Bengkel praktek
- Toilet
- Masjid
- Kantin
- R. Rapat
7 Guru LSP Datang – parkir – mengajar siswa – ke toilet – - Parkiran
sholat – istirahat – rapat - pulang - R. LSP
- Toilet
- Masjid
- Kantin
- R. Rapat
8 Office boy Datang – parkir – bekerja – ke toilet – sholat – - Parkiran
istirahat - pulang - R. OB
- Toilet
- Masjid
- Kantin
- Gudang
9 Satpam Datang – parkir – bekerja – ke toilet – sholat – - Parkiran
istirahat - pulang - Pos Satpam
- R. CCTV
- Toilet
- Masjid
- Kantin
POLA AKTIVITAS
No. PELAKU AKTIVITAS KEBUTUHAN RUANG
10 Pustakawan Datang – parkir – bekerja – ke toilet – sholat – - Parkiran
istirahat - pulang - Perpustakaan
- Toilet
- Masjid
- Kantin
11 Siswa Datang – parkir – belajar – ke toilet – sholat – - Parkiran
istirahat - pulang - R. Kelas
- Bengkel praktek
- Toilet
- Masjid
- Kantin
- Koperasi sekolah
- Perpustakaan
- Lab. Komputer
- Lab. Bahasa
- Lab. Kimia
- Lab. Fisika
- R. UKS
- R. Aula
- R. Organisasi kesiswaan
12 Tamu sekolah Datang – parkir – melakukan pertemuan – ke - Parkiran
toilet – sholat - pulang - Lobby
- R. Tamu
- Toilet
- Masjid
13 Petugas UKS Datang – parkir – bekerja – ke toilet – sholat – - Parkiran
istirahat - pulang - R. UKS
- Toilet
- Masjid
- Kantin
PERSYARATAN RUANG
No. Nama Ruang Pencahayaan Penghawaan Kebisingan

1 Parkiran

2 R. Kepala sekolah

3 R. Wakil kepala sekolah

4 R. Rapat

5 R. Aula

6 R. TU

7 R. LSP

8 R. Tamu

9 Koperasi sekolah

10 Masjid

11 Perpustakaan

12 R. Guru

13 R. Kelas

14 R. UKS

15 Lab. Komputer

16 Lobby

Sangat butuh

Butuh

Tidak butuh
PERSYARATAN RUANG
No. Nama Ruang Pencahayaan Penghawaan Kebisingan

17 Lab. Bahasa

18 Lab. Fisika

19 Lab. Kimia

20 Bengkel praktek

21 R. Organisasi kesiswaan

22 R. Jurusan

23 Gudang

24 R. CCTV

25 Toilet

26 Kantin

27 R. OB

28 Pos satpam

29 R. BK

Sangat butuh

Butuh

Tidak butuh
BESARAN RUANG
1. Parkiran

Sumber: PEDOMAN TEKNIS PENYELENGGARAAN FASILITAS PARKIR DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT
BESARAN RUANG
No. Nama Ruang Ukuran Sumber
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN
Rasio minimum luas ruang kelas adalah 2 m2 /peserta NASIONAL NOMOR 40 TAHUN 2008
didik. Untuk rombongan belajar dengan peserta didik TENTANG STANDAR SARANA DAN
2 R. Kelas
kurang dari 16 orang, luas minimum ruang kelas adalah PRASARANA UNTUK SEKOLAH
32 m2 . Lebar minimum ruang kelas adalah 4 m. MENENGAH KEJURUAN/ MADRASAH
ALIYAH KEJURUAN(SMK/MAK)
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN
NASIONAL NOMOR 40 TAHUN 2008
Luas minimum ruang perpustakaan adalah 96 m2 . TENTANG STANDAR SARANA DAN
3 Perpustakaan
Lebar minimum ruang perpustakaan adalah 8 m. PRASARANA UNTUK SEKOLAH
MENENGAH KEJURUAN/ MADRASAH
ALIYAH KEJURUAN(SMK/MAK)
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN
Rasio minimum ruang laboratorium fisika adalah 3 m2
NASIONAL NOMOR 40 TAHUN 2008
/peserta didik. Luas minimum ruang laboratorium
TENTANG STANDAR SARANA DAN
4 Lab. Fisika adalah 64 m2 termasuk luas ruang penyimpanan dan
PRASARANA UNTUK SEKOLAH
persiapan 16 m2 . Lebar minimum ruang laboratorium
MENENGAH KEJURUAN/ MADRASAH
fisika adalah 8 m.
ALIYAH KEJURUAN(SMK/MAK)
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN
Rasio minimum ruang laboratorium kimia adalah 3 m2
NASIONAL NOMOR 40 TAHUN 2008
/peserta didik. Luas minimum ruang laboratorium
TENTANG STANDAR SARANA DAN
5 Lab. Kimia adalah 64 m2 termasuk luas ruang penyimpanan dan
PRASARANA UNTUK SEKOLAH
persiapan 16 m2 . Lebar minimum ruang laboratorium
MENENGAH KEJURUAN/ MADRASAH
kimia adalah 8 m.
ALIYAH KEJURUAN(SMK/MAK)
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN
NASIONAL NOMOR 40 TAHUN 2008
Rasio minimum luas ruang guru adalah 4 m2 /pendidik TENTANG STANDAR SARANA DAN
6 R. Guru
dan luas minimum adalah 56 m2 . PRASARANA UNTUK SEKOLAH
MENENGAH KEJURUAN/ MADRASAH
ALIYAH KEJURUAN(SMK/MAK)
BESARAN RUANG
No. Nama Ruang Ukuran Sumber
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN
NASIONAL NOMOR 40 TAHUN 2008
Rasio minimum luas ruang tata usaha adalah 4 m2 TENTANG STANDAR SARANA DAN
7 R. TU
/petugas dan luas minimum adalah 32 m2 . PRASARANA UNTUK SEKOLAH
MENENGAH KEJURUAN/ MADRASAH
ALIYAH KEJURUAN(SMK/MAK)
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN
NASIONAL NOMOR 40 TAHUN 2008
Banyak tempat beribadah sesuai dengan kebutuhan TENTANG STANDAR SARANA DAN
8 Masjid
tiap SMK/MAK, dengan luas minimum adalah 24 m2 . PRASARANA UNTUK SEKOLAH
MENENGAH KEJURUAN/ MADRASAH
ALIYAH KEJURUAN(SMK/MAK)
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN
NASIONAL NOMOR 40 TAHUN 2008
TENTANG STANDAR SARANA DAN
9 R. BK Luas minimum ruang konseling adalah 12 m2 .
PRASARANA UNTUK SEKOLAH
MENENGAH KEJURUAN/ MADRASAH
ALIYAH KEJURUAN(SMK/MAK)
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN
NASIONAL NOMOR 40 TAHUN 2008
TENTANG STANDAR SARANA DAN
10 R. UKS Luas minimum ruang UKS adalah 12 m2 .
PRASARANA UNTUK SEKOLAH
MENENGAH KEJURUAN/ MADRASAH
ALIYAH KEJURUAN(SMK/MAK)
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN
NASIONAL NOMOR 40 TAHUN 2008
TENTANG STANDAR SARANA DAN
11 R. Organisasi kesiswaan Luas minimum ruang organisasi kesiswaan 12 m2 .
PRASARANA UNTUK SEKOLAH
MENENGAH KEJURUAN/ MADRASAH
ALIYAH KEJURUAN(SMK/MAK)
BESARAN RUANG
No. Nama Ruang Ukuran Sumber
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN
NASIONAL NOMOR 40 TAHUN 2008
TENTANG STANDAR SARANA DAN
12 Toilet Luas minimum 1 unit toilet 2 m2 .
PRASARANA UNTUK SEKOLAH
MENENGAH KEJURUAN/ MADRASAH
ALIYAH KEJURUAN(SMK/MAK)
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN
NASIONAL NOMOR 40 TAHUN 2008
TENTANG STANDAR SARANA DAN
13 Gudang Luas minimum gudang adalah 24 m2 .
PRASARANA UNTUK SEKOLAH
MENENGAH KEJURUAN/ MADRASAH
ALIYAH KEJURUAN(SMK/MAK)
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN
Rasio minimum ruang laboratorium bahasa adalah 3 NASIONAL NOMOR 40 TAHUN 2008
m2 /peserta didik. Luas minimum ruang laboratorium TENTANG STANDAR SARANA DAN
14 Lab. Bahasa
adalah 64 m2 . Lebar minimum ruang laboratorium PRASARANA UNTUK SEKOLAH
bahasa adalah 8 m. MENENGAH KEJURUAN/ MADRASAH
ALIYAH KEJURUAN(SMK/MAK)
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN
NASIONAL NOMOR 40 TAHUN 2008
Luas minimum ruang pimpinan adalah 18 m2 dan lebar TENTANG STANDAR SARANA DAN
15 R. Kepala sekolah
minimum adalah 3 m. PRASARANA UNTUK SEKOLAH
MENENGAH KEJURUAN/ MADRASAH
ALIYAH KEJURUAN(SMK/MAK)
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN
Rasio minimum ruang laboratorium komputer adalah 3
NASIONAL NOMOR 40 TAHUN 2008
m2 /peserta didik. Luas minimum ruang laboratorium
TENTANG STANDAR SARANA DAN
16 Lab. Komputer adalah 64 m2 termasuk luas ruang penyimpanan dan
PRASARANA UNTUK SEKOLAH
perbaikan 16 m2 . Lebar minimum ruang laboratorium
MENENGAH KEJURUAN/ MADRASAH
komputer adalah 8 m.
ALIYAH KEJURUAN(SMK/MAK)
BESARAN RUANG
No. Nama Ruang Ukuran Sumber
Luas minimum ruang praktik Program Keahlian Teknik
Konstruksi Bangunan Sederhana adalah 240 m² untuk PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN
menampung 24 peserta didik, yang meliputi: area kerja NASIONAL NOMOR 40 TAHUN 2008
Bengkel Teknik Konstruksi batu dan kayu 128 m², area kerja plambing 64 m², TENTANG STANDAR SARANA DAN
17
dan Perumahan ruang penyimpanan dan instruktur 48 m². PRASARANA UNTUK SEKOLAH
Luas minimum lapangan praktik Program Keahlian MENENGAH KEJURUAN/ MADRASAH
Teknik Konstruksi Bangunan Sederhana adalah 160 m² ALIYAH KEJURUAN(SMK/MAK)
untuk menampung 8 peserta didik.
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN
Luas minimum ruang praktik Program Keahlian Teknik
NASIONAL NOMOR 40 TAHUN 2008
Plambing dan Sanitasi adalah 304 m² untuk
Bengkel Konstruksi Gedung, TENTANG STANDAR SARANA DAN
18 menampung 32 peserta didik, yang meliputi: area kerja
Sanitasi, dan Perawatan PRASARANA UNTUK SEKOLAH
batu dan kayu 128 m², area kerja plambing 128 m²,
MENENGAH KEJURUAN/ MADRASAH
ruang penyimpanan dan instruktur 48 m².
ALIYAH KEJURUAN(SMK/MAK)
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN
Luas minimum ruang praktik Program Keahlian Teknik
NASIONAL NOMOR 40 TAHUN 2008
Gambar Bangunan adalah 176 m² untuk menampung
Bengkel Desain Pemodelan TENTANG STANDAR SARANA DAN
19 32 peserta didik, yang meliputi: ruang praktik gambar
dan Informasi Bangunan PRASARANA UNTUK SEKOLAH
masinal 64 m², ruang praktik gambar komputer 64 m²,
MENENGAH KEJURUAN/ MADRASAH
ruang penyimpanan dan instruktur 48 m².
ALIYAH KEJURUAN(SMK/MAK)
Luas minimum ruang praktik Program Keahlian Teknik
Survai dan Pemetaan adalah 176 m² untuk menampung PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN
24 peserta didik, yang meliputi: ruang survai pemetaan NASIONAL NOMOR 40 TAHUN 2008
64 m², area kerja batu 32 m², area kerja kayu 32 m², TENTANG STANDAR SARANA DAN
20 Bengkel Teknik Geomatika
ruang penyimpanan dan instruktur 48 m². PRASARANA UNTUK SEKOLAH
Luas minimum lapangan praktik Program Keahlian MENENGAH KEJURUAN/ MADRASAH
Teknik Survai dan Pemetaan adalah 160 m² untuk ALIYAH KEJURUAN(SMK/MAK)
menampung 8 peserta didik.
Luas minimum ruang praktik Program Keahlian Teknik
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN
Pendingin dan Tata Udara adalah 240 m² untuk
NASIONAL NOMOR 40 TAHUN 2008
menampung 32 peserta didik, yang meliputi: area kerja
Bengkel Teknik Pemanasan, TENTANG STANDAR SARANA DAN
21 mekanik teknik elektro 24 m², laboratorium dasar teknik
Tata Udara dan Pendinginan PRASARANA UNTUK SEKOLAH
elektro 24 m², laboratorium dasar elektronika 48 m²,
MENENGAH KEJURUAN/ MADRASAH
laboratorium pendinginan dan tata udara 96 m², ruang
ALIYAH KEJURUAN(SMK/MAK)
penyimpanan dan instruktur 48 m².
BESARAN RUANG
No. Nama Ruang Ukuran Sumber
Luas minimum ruang praktik Program Keahlian Teknik PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN
Distribusi Tenaga Listrik adalah 240 m² untuk NASIONAL NOMOR 40 TAHUN 2008
Bengkel Teknik Instalasi menampung 32 peserta didik, yang meliputi: area kerja TENTANG STANDAR SARANA DAN
22
Tenaga Listrik mekanik teknik elektro 48 m², ruang praktik instalasi PRASARANA UNTUK SEKOLAH
jaringan 48 m², laboratorium distribusi tenaga listrik 96 MENENGAH KEJURUAN/ MADRASAH
m², ruang penyimpanan dan instruktur 48 m². ALIYAH KEJURUAN(SMK/MAK)
BESARAN RUANG
JUMLAH BESARAN JUMLAH BESARAN RUANG
BESARAN FURNITURE + SIRKULASI 30% + TOTAL
UKURAN
JUMLAH JUMLAH BESARAN FURNITURE BESARAN SIRKULASI BESARAN RUANG BESARAN FURNITURE + JUMLAH TOTAL
NO NAMA RUANG RUANG PELAKU FURNITURE PANJANG LEBAR FURNITURE SIRKULASI 60% 60% SIRKULASI 30% SIRKULASI 60% TIAP RUANGAN
Meja tamu 1.2 0.6 0.72 0.432 1.152 0.3456 1.4976
Sofa panjang 1.91 0.74 1.4134 0.84804 2.26144 0.678432 2.939872
23 R. Tamu 1 2 s/d 3 7.608224
Sofa sedang 1.32 0.74 0.9768 0.58608 1.56288 0.468864 2.031744
Sofa kecil 0.74 0.74 0.5476 0.32856 0.87616 0.262848 1.139008
Meja kantor (4) 1.6 0.75 1.2 0.72 1.92 0.576 9.984
24 R. Wakil kepala sekolah 1 4 Kursi kantor (4) 0.48 0.48 0.2304 0.13824 0.36864 0.110592 1.916928 14.896128

Lemari arsip (4) 0.9 0.4 0.36 0.216 0.576 0.1728 2.9952
Meja kantor (50) 1.4 0.6 0.84 0.504 1.344 0.4032 87.36
25 R. Rapat 1 50 108.42
Kursi kantor (50) 0.45 0.45 0.2025 0.1215 0.324 0.0972 21.06
26 R. Aula 1 500 Kursi (500) 0.45 0.45 0.2025 0.1215 0.324 0.0972 210.6 210.6

Meja kantor (7) 1.6 0.75 1.2 0.72 1.92 0.576 17.472
27 R. LSP 1 7 Kursi kantor (7) 0.48 0.48 0.2304 0.13824 0.36864 0.110592 3.354624 23.073024

Lemari arsip (3) 0.9 0.4 0.36 0.216 0.576 0.1728 2.2464
Meja kantor 1.4 0.6 0.84 0.504 1.344 0.4032 1.7472
28 Koperasi sekolah 1 6 Kursi kantor 0.45 0.45 0.2025 0.1215 0.324 0.0972 0.4212 2.7924

Meja etalase 1.2 0.25 0.3 0.18 0.48 0.144 0.624


Meja resepsionis 1.2 0.8 0.96 0.576 1.536 0.4608 1.9968
29 Lobby 1 1 2.476032
Kursi kantor 0.48 0.48 0.2304 0.13824 0.36864 0.110592 0.479232

1 Set meja kantin (4) 1.4 1.2 1.68 1.008 2.688 0.8064 13.9776

30 Kantin 4 12 65.69472
Meja kompor + wastafel 1.2 0.44 0.528 0.3168 0.8448 0.25344 1.09824

Meja etalase makanan 1.2 0.54 0.648 0.3888 1.0368 0.31104 1.34784
Meja kantor (4) 1.4 0.6 0.84 0.504 1.344 0.4032 6.9888
31 R. Jurusan 6 4 52.0416
Kursi kantor (4) 0.45 0.45 0.2025 0.1215 0.324 0.0972 1.6848
Meja kantor (2) 1.4 0.6 0.84 0.504 1.344 0.4032 3.4944
32 R. CCTV 1 2 4.3368
Kursi kantor (2) 0.45 0.45 0.2025 0.1215 0.324 0.0972 0.8424
Meja kantor 1.4 0.6 0.84 0.504 1.344 0.4032 1.7472
33 Pos satpam 2 1 4.3368
Kursi 0.45 0.45 0.2025 0.1215 0.324 0.0972 0.4212
Meja kantor (4) 1.4 0.6 0.84 0.504 1.344 0.4032 6.9888
Kursi (4) 0.45 0.45 0.2025 0.1215 0.324 0.0972 1.6848
34 R. OB 1 4 9.852128
Lemari dapur 0.7 0.65 0.455 0.273 0.728 0.2184 0.9464
Dispenser 0.31 0.36 0.1116 0.06696 0.17856 0.053568 0.232128
BUBBLE DIAGRAM

R. OB R. BK
R. Aula
Gudang

R. LSP R. Waka
Sekolah R. CCTV
R. Tamu

Toilet
R. Rapat R. Kepala
PUBLIK
Sekolah
SEMI PUBLIK

PRIVAT

SEMI PRIVAT
R. Guru
SERVIS
R. TU
HUBUNGAN
LANGSUNG Lobby

HUBUNGAN TIDAK
LANGSUNG

TIDAK
BERHUBUNGAN
BUBBLE DIAGRAM

R.
Organisasi
Kesiswaan

Koperasi
sekolah

Kantin Lab.
Bahasa
Lab.
Fisika

Toilet

PUBLIK R. UKS
Lab.
SEMI PUBLIK Lab. Kimia
Komputer
PRIVAT

SEMI PRIVAT

SERVIS Perpustak
aan
R. Kelas R.
HUBUNGAN
LANGSUNG Juruasan
Bengkel
Praktek
HUBUNGAN TIDAK
LANGSUNG

TIDAK
BERHUBUNGAN
BUBBLE DIAGRAM

Toilet

Mushola Pos
PUBLIK
Satpam
SEMI PUBLIK

PRIVAT

SEMI PRIVAT

SERVIS

HUBUNGAN Parkiran
LANGSUNG

HUBUNGAN TIDAK
LANGSUNG

TIDAK
BERHUBUNGAN
ZONING

1. Parkiran
2. Pos Satpam 11
3. Gedung Akademik 12
4. Lapangan Upacara & Futsal
5. R. Kelas
6. Perpustakaan & Mushola
9
7. Lapangan Basket 13
8. Lapangan Voli 10
9. Kantin
10. Taman
11. R. Laboratorium
12. Gedung penunjang
13. Gedung Praktek TITL & TPTU
14. Gedung Praktek TGSP & TKP
15. Gedung Praktek TDPIB & TGEO 8 14
16. Gedung Aula

6 7

15

4
PUBLIK 5
16
SEMI PUBLIK
3
PRIVAT
1
1 1
SEMI PRIVAT
2
SERVIS 2
ORGANISASI RUANG
Gedung Akademik Lt. Dasar

Teras

R. CCTV

Tangga Toilet R. LSP R. TU R. Guru Gudang

R. OB

Lobby

PUBLIK

SEMI PUBLIK Teras

PRIVAT

SEMI PRIVAT

SERVIS
ORGANISASI RUANG
Gedung Akademik Lt. 1

R. Waka
Tangga Toilet R. BK R. Kepala Sekolah R. Rapat
Sekolah

PUBLIK

SEMI PUBLIK

PRIVAT

SEMI PRIVAT

SERVIS
ORGANISASI RUANG
Gedung Akademik Lt. 2

R. Aula
Toilet

PUBLIK

SEMI PUBLIK

PRIVAT

SEMI PRIVAT

SERVIS
ORGANISASI RUANG
R. Kelas Gedung

Tangga Toilet R. Kelas R. Kelas

PUBLIK

SEMI PUBLIK

PRIVAT

SEMI PRIVAT

SERVIS
ORGANISASI RUANG
R. Laboratorium

Lab.
Lab. Lab. Lab.
Kompute Tangga Toilet
Bahasa Kimia Fisika
r

PUBLIK

SEMI PUBLIK

PRIVAT

SEMI PRIVAT

SERVIS
KONSEP ARSITEKTUR
GREEN BUILDING
Bangunan ini menggunakan konsep Green Building yang
memiliki 6 aspek, yaiitu:
1. Tepat guna lahan
2. Konservasi dan efisiensi energi
3. Konservasi air
4. Siklus dan sumber material
5. Kesehatan dan kenyamanan dalam ruangan
6. Manajemen lingkungan bangunan

1. Tepat Guna Lahan 2. Konservasi dan efisiensi energi

Pada desain bangunan ini banyak memberikan area hijau Untuk mengurangi penggunaan energi secara berlebihan,
pada bangunan sehingga penggunaan lahan tidak maka pada desain sekolah menengah kejuruan ini
sepenuhnya digunakan untuk bangunan saja. Ukuran lahan menggunakan metode dengan membuat kelistrikan di
parkir yang cukup luas juga membuat penggunaan lahan seluruh area sekolah menggunakan sensor, seperti lampu
sangat optimal, mengingat ukuran site yang cukup luas yang menggunakan sensor cahaya, dan mesin pompa yang
sehingga penggunaan lahan tersebut dapat optimal akan hidup apabila ada keran yang digunakan.
keseluruh area site
KONSEP ARSITEKTUR
GREEN BUILDING

3. Konservasi air 4. Siklus dan sumber material

Air hujan ynag turun tidak langsung dibuang, melainkan Material bangunan yang paling banyak digunakan pada
ditampung kedalam sumur resapan untuk mencegah bangunan ini adalah baja, seperti kuda-kuda dari baja
terjadinya banjir pada site. Air hujan tersebut juga ringan dan plat lantai dari plat bondek. Penggunaan material
ditampung kedalam tangki air untuk dapat dimanfaatkan baja ini diharapkan dapat mengurangi penggunaan kayu
sebagai air bersih yang dapat digunakan diarea sekolah, sebagai material konstruksi yang biasanya akan menjadi
seperti air untuk mencuci tangan. limbah, seperti bekisting yang tidak bisa digunakan lagi
apabila terjadi kerusakan pada bekisting tersebut.
KONSEP ARSITEKTUR
GREEN BUILDING

5. Kesehatan dan kenyaman dalam ruang 6. Manajemen lingkungan bangunan

Untuk menjaga kenyamanan dan kesehatan pengguna Agar lingkungan bangunan terjaga maka perlu dikelola
bangunan maka salah satu caranya adalah dengan dengan sedemikian mungkin, supaya limbah-limbah yang
menerapkan bukaan ventelasi udara yang cukup untuk dihasilkan dari aktivitas didalam sekolah tidak mengganggu
membuat terjadinya pertukaran udara didalam ruangan. lingkungan. Salah satu cara adalah dengan meletakan
Membuat cross ventelation juga penting agar udara tidak tempat sampah dibanyak titik supaya tidak ada siswa yang
terperangkap didalam ruangan. Menanam vegetasi disekitar membuang sampah sembarangan. Pengelolaan limbah
bangunan juga dapat mempengaruhi kenyamanan berupa kotoran juga sangat penting agar limbah tersebut
pengguna bangunan, karena dapat menurunkan hawa tidak langsung dibuang ke drainase kota, melainkan diolah
panas dari pembayangan yang dihasilkan oleh vegetasi agar bersih supaya tidak mencemari lingkungan disekitar
tersebut. dengan cara memasang STP supaya kotoran tersebut dapat
diolah terlebih dahulu oleh STP.
KONSEP STRUKTUR
Pondasi Kolom

Pondasi yang digunakan pada bangunan sekolah Struktur kolom yang digunakan pada bangunan ini adalah
menengah kejuruan ini menggunakan pondasi footplat, beton bertulang dengan diameter tulangan yang sama
dengan diameter tulangan 16 mm. Pondasi jenis ini dengan pondasi yaitu 16 mm. Kolom ini digunakan karena
digunakan karena sifatnya yang cocok dengan kondisi site kokoh dan tahan terhadap gaya tekan, dan jika
yang berada di tanah gambut dengan muka air tanah yang menggunakan kolom beton bertulang seperti ini maka akan
cukup tinggi. tahan terhadap api lebih lama dari kolom yang
menggunakan baja, dan tidak memerlukan alat berat seperti
crane dalam pemasangannya.

Lantai

Untuk struktur lantainya menggunakan plat bondek karena


dapat mengurangi penggunaan bekisting dan lebih efisien
terhadap waktu karena pemasangannya yang lebih mudah
dibandingkan dengan lantai beton bertulang yang
memerlukan bekisting. Penggunaan plat bondek juga dapat
mengurangi limbah konstruksi karena plat bondek akan
menyatu dengan adukan beton dari lantai dan tidak perlu
dilepas atau dibongkar lagi.
KONSEP UTILITAS
Fire protection Kelistrikan

Untuk mengurangi timbulnya korban jika terjadi kebakaran Kelistrikan pada bangunan sekolah ini menggunakan sensor
maka, pada bangunan ini disediakan hydrant yang terletak cahaya. Penggunaan sensor ini dapat mengurangi
didekat sumber air seperti toilet. Menyediakan jalur evakuasi keteledoran seperti human error yang dapat membuat listrik
yaitu tangga yang memiliki fungsi ganda dengan membuat menyala selama 24 jam dan dapat mengakibatkan
railing tanda yang kokoh dan tidak licin saat dipegang korsleting listrik yang dapat menyebabkan kebakaran pada
supaya apabila terjadi kepanikan massa, maka setidaknya bangunan. Penggunaan sensor ini juga dapat mengurangi
fasilitas yang ada tidak menimbulkan korban. Memasang penggunaan energy listrik sehingga memberikan dampak
alarm kebakaran supaya dapat memberikan peringatan agar baik terhadap bangunan.
kebakaran dapat dihindari. Menyediakan A.P.A.R sebagai
langkah pertama untuk memadamkan api apabila terjadi
kebakaran kecil di area sekolah.

Anda mungkin juga menyukai