Buku Konsep
Buku Konsep
DOSEN PEMBIMBING :
INDRAYADI, S.T., M.T.
MAHASISWA :
MUHAMMAD RANDA SUPRIYADI
4202027022
STUDI LITERATUR
DEFINISI
JENIS ASPEK
1. Satuan Pendidikan
Satu SMK/MAK memiliki sarana dan prasarana yang dapat melayani minimum 3 rombongan belajar dan maksimum
48 rombongan belajar.
terdapat 6 (enam) aspek dalam penerapan Green Building berdasarkan perangkat Greenship untuk Bangunan Baru
versi 1.2 meliputi:
1. Tepat guna lahan
2. Efisiensi dan konservasi energy
3. Konservasi air
4. Sumber dan siklus material
5. Kualitas Udara Kenyamanan dan Manajemen Lingkungan Bangunan
DATA SITE
LOKASI
Lokasi site yang digunakan adalah lokasi dari SMK Negeri 4 Pontianak yang berada di Jl.
Komodor Yos Sudarso, Kel. Sei Beliung, Kec. Pontianak Barat, Kota Pontianak, Kalimantan
Barat.
DATA SEKOLAH
VISI
Sebagai Lembaga Pendidikan dan Pelatihan yang Menghasilkan Tenaga Kerja Tersertifikasi Profesi Serta
Memiliki Akhlak dan Budi Pekerti Mulia.
STUDI KASUS
SMK NEGERI 4 PONTIANAK
MISI
(HASTA KARYA INOVATIF)
1. Memiliki lembaga sertifikasi profesi pihak kesatu (LSP-P1) dan tempat uji kompetensi di seluruh
kompetensi yang ada
2. Membangun kultur budaya sekolah berkarakter religious
3. Menerapkan regulasi sekolah sesuai dengan asa hukum, politik dan sosial etik
4. Mengembangkan kebutuhan sarana prasarana sekolah berstandar nasional dan terciptanya hubungan
industri dan dunia usaha dengan pendekatan Teaching Factory
5. Memfasilitasi integritas personal yang memiliki sikap profesional dan mampu mengembangkan sikap
enterpreneurship dan jiwa usaha
6. Meningkatkan kualitas personal yang religius, maju, mandiri dan sejahtera
7. Meningkatkan proses operasional dan kurikulum sekolah secara efektif dan efisien
8. Mampu berkomunikasi dalam dua bahasa/bilingual
SEJARAH SINGKAT
SMK N 4 PONTIANAK adala SMK Negeri terbesar yang ada di kalimantan Barat dan sekarang berstatus SBI (
sekolah berstandar internasional ) SMK Negeri 4 Pontianak didirikan pada tahun 1974 berdasarkan Surat
Keputusan Kepala Perwakilan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat Nomor :
001.a/Kep/1974 tanggal 1 Januari 1974 dan bernama “STM BHAKTI” dengan pendiri yaitu Bapak Drs.
Kardimin Soedarsito, BE, bersama beberapa orang guru.
Pada tahun 1976 STM BHAKTI berubah nama menjadi “STM TRANSISI” dan masih menumpang di ST Negeri
Pontianak. Pada tahun 1977 STM Transisi menempati gedung sendiri di Jalan Komodor Yos Sudarso
Pontianak sampai sekarang.
Pada tahun 1978 STM Transisi berganti nama Menjadi “STM Negeri 2 Pontianak”. Dan selanjutnya
berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor : 036/O/1997 tanggal 7 Maret 1977
terhitung mulai tanggal 1 juni 1997 berubah nama menjadi “SMK Negeri 4 Pontianak”.
STUDI KASUS
SMK NEGERI 4 PONTIANAK
STUDI KASUS
SMK NEGERI 4 PONTIANAK
SARAN DESAIN
SARAN DESAIN
DATA SEKOLAH
VISI
Menjadi SMK Teknologi bertaraf Intenasional yang unggu, berwawasan kebangsaan, lingkungan dan
kesetaraan gender, yang dikelola secara professional, sebagai pencetak sumber daya manusia tangguh.
MISI
SEJARAH SINGKAT
SMK N 1 Magelang merupakan Sekolah Kejuruan Favorit di Kota Magelang. Berdiri pada tanggal 1 Agustus
1965 berdasarkan S.P. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 136/Dirpt/BI/65 tanggal 8 Oktober 1965
berdiri sebuah Sekolah Teknologi dengan nama STM Negeri Magelang dengan jurusan Bangunan Gedung dan
jurusan Mesin. Tahun 1970 dikukuhkan melaluai Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan dengan Nomor
surat 306/Set.DDT/70 tertanggal 13 April 1970.
Tahun 1988 lokasi sekolah dipindah dari Tuguran dan menempati lokasi baru di Jalan Cawang No. 20 Jurang
Ombo, Kota Magelang. Sejak berdiri SMK Negeri 1 Magelang selalu mengalami perkembangan dan
pembukaan jurusan baru, diantaranya: Teknik Listrik, Teknik Otomotif, Teknik Elektronika dan Teknik Komputer.
STUDI KASUS
SMK NEGERI 1 MAGELANG
STUDI KASUS
SMK NEGERI 3 BALIKPAPAN
DATA SEKOLAH
VISI
Menyiapkan peserta didik yang Beriman dan Bertaqwa, Berkompeten, Berjiwa Wirausaha dan Memiliki Daya
Saing serta Berwawasan Lingkungan.
STUDI KASUS
SMK NEGERI 3 BALIKPAPAN
MISI
SEJARAH SINGKAT
SMK Negeri 3 yang dahulu bernama SMEA Negeri 2 didirikan di Balikpapan pada tanggal 1 Juli 1980 oleh
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dengan no SK No 0209/0/1980 tanggal 31 Juli 1980.
Pada awal berdirinya SMEA Negeri 2 terletak di daerah Pasar baru, tepatnya di Jalan Bukit Niaga RT. 13 No.
11 Balikpapan ini memiliki 3 Jurusan, yaitu Tata Buku, Tata Usaha, dan Tata Niaga yang masing-masing
Jurusan memiliki 3 kelas. Pada bulan Juli 1989 SMEA Negeri 2 menambah lagi satu Jurusan yaitu Jurusan
Usaha Jasa Pariwisata.
Pada tahun pembelajaran 1996/1997 SMEA Negeri 2 Balikpapan berubah menjadi SMK Negeri 3 Balikpapan
dan pada tahun 1996 pindah ke lokasi yang baru tepatnya di Jalan Belibis No. 1 RSS Damai III RT. 80
Kelurahan Gunung Bahagia Balikpapan. Lokal yang baru ini berdiri di atas tanah seluas 10.000 M2.
STUDI KASUS
SMK NEGERI 3 BALIKPAPAN
STUDI BANDING
MASTER PLAN
posisi gedung akademik Gedung akademik sekolah SMK N Layout SMK N 3 Balikpapan ini
SMK N 4 Pontianak yang 1 Magelang ini berhadapan dipisahkan oleh sungai yang berada
berisikan ruang kepala langsung dengan gerbang sekolah, tepar diantara kedua area sekolah.
sekolah dan TU berada di dan berada tepat di sebelah jalan Untuk area akademik dan teori
depan, Berhadapan akses utama menuju lingkungan berada di depan sedangkan bengkel
langsung dengan gerbang sekolah. dan tempat parkir siswa berada di
sekolah. belakang.
Posisi gedung-gedung bengkel
Lapangan upacara di SMK pada layout ini dikelompokan Gedung akademik berhadapan
N 4 Pontianak ini berada di kedalam satu zona khusus. langsung dengan gebang sekolah,
tengah, yang dikelilingi oleh dan lapangan upacaranya dikelilingi
ruang teori. gedung teori, dan berada di tengah.
STUDI BANDING
PROGRAM KEAHLIAN
1. Analisis Pengujian 1. Teknik Elektronika Industri 1. Akuntansi Keuangan Lembaga Dari hasil studi kasus dari ketiga
Laboratorium 2. Teknik Audio Video 2. Otomatisasi dan Tata Kelola sekolah tersebut, maka program
2. Teknik Komputer dan 3. Teknik Instalasi Tenaga Listrik Perkantoran keahlian yang akan diterapkan
Jaringan 4. Teknik Pendingin danTata 3. Bisnis Daring dan Pemasaran pada Sekolah Menengah
3. Teknik Kendaraan Ringan Udara 4. Usaha Perjalanan Wisata Kejuruan ini adalah program
4. Teknik Elektronika Industri 5. Teknik Pemesinan 5. Teknik Komputer dan Jaringan keahlian yang memiliki
5. Teknik Konstruksi dan 6. Teknik Pengelasan 6. Desain Grafika hubungan dengan bangunan
Perumahan 7. Teknik Kendaraan Ringan gedung, diantaranya :
6. Konstruksi Gedung, 8. Teknik Komputer dan 1. Teknik Konstruksi dan
Sanitasi dan Perawatan Jaringan Perumahan
7. Desain Pemodelan dan 9. Multimedia 2. Konstruksi Gedung,
Informasi Bangunan 10. Konstruksi Gedung, Sanitasi Sanitasi, dan Perawatan
8. Teknik Geomatika dan Perawatan 3. Desain Pemodelan dan
9. Teknik Pemanasan, Tata 11. Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan
Udara dan Pendinginan Informasi Bangunan 4. Teknik Geomatika
10. Teknik Pengelasan 5. Teknik Pemanasan, Tata
11. Teknik Audio Video Udara dan Pendinginan
12. Teknik Pemesinan 6. Teknik Instalasi Tenaga
13. Teknik Instalasi Tenaga Listrik
Listrik
14. Teknik Sepeda Motor
STUDI BANDING
TAMPAK BANGUNAN
Warna-warna tersebut
digunakan agar dapat
memberikan dampak kepada
siswa/i seperti warna kuning
yang akan memberikan inspirasi
kepada siswa/i saat belajar,
Ketika memasuki wilayah Dari ketiga gambar diatas dapat Jika dilihat, penggunaan warna pada serta warna hijau yang memiliki
SMK Negeri 4 Pontianak ini, kita lihat bahwa bangunan SMK bangunan SMK Negeri 3 Balikpapan arti pertumbuhan dan kesehatan
kita akan disambut dengan Negeri 1 Magelang ini sangat ini, sama dengan warna yang agar siswa/i selalu diberi
bangunan akademik dan kental dengan nuansa adat jawa. digunakan di SMK Negeri 1 kesehatan dalam menjalankan
perpustakaannya. Dengan Hal ini dapat kita lihat dari Magelang. Akan tetapi atap yang aktivitas belajar hingga tumbuh
memiliki kemiripan yang penggunaan material atap dan digunakan sama seperti atap yang menjadi orang yang sukses.
sama antar bangunannya juga jenis dari atap yang digunakan pada SMK Negeri 4
yang menggunakan atap digunakan. Penggunaan warna Pontianak, namun ada sedikit yang
kombinasi antara limas dan krem dan coklat sangat membedakan yaitu di SMK Negeri 3
pelana, serta warna hijau & memberikan kesan adat jawa, Balikpapan ini menggunakan atap
kuning sebagai ciri khas dari yang bangunannya cenderung kombinasi limas dan perisai yang
bangunan-bangunan menggunakan material dari kayu. berundak atau bertingkat.
melayu.
DATA TAPAK
U
B T
Informasi zonasi :
Kec. Pontianak Barat
Kel. Sungai Beliung
Zonasi = SPU Skala Kecamatan
View kedalam site menampilkan pepohonan di dalam area site
KDB MAX = 60%
maupun di trotoar, yang memberikan kenyamanan terhadap mata
KLB MAX = 3.60 yang memandangnya.
KDH MAX = 20%
KTB MAX = 60%
GSB Simetris = 34.00
RMJ = 22.00
DATA TAPAK
B T
Sore Pagi
- Site menghadap ke selatan dengan posisi - Tidak adanya bangunan tinggi yang bisa - Meletakkan jendela pada sisi utara dan
serong melindungi site sehingga panas matahari selatan
- Puncak panas matahari terjadi pada saat yang diterima menjadi berlebihan - Merotasi bangunan
bulan Juli–Agustus - Puncak panas pada bulan juli-agustus - Melapisi kaca jendela dengan stiker
- Tidak terdapat bangunan tinggi disekitar mempengaruhi kegiatan belajar para riben untuk menahan cahaya matahari
yang dapat melindungi site dari paparan siswa, karena pada bulan tersebut adalah langsung supaya tidak terlalu panas
panas matahari yang berlebih permulaan tahun ajaran baru, sehingga - Membuat banyak ventelasi udara supaya
- Sisi terlebar site menghadap ke Barat masih terdapat kegiatan belajar mengajar pertukaran udara panas yang menguap
pada bulan tersebut keatas lebih optimal
- Panas yang berlebihan dapat membuat - Menanam tumbuhan di sekitar bangunan
siswa dehidrasi pada saat belajar. Puncak untuk mengurangi hawa panas
panas yang terjadi pada saat siang hari
yang bisa menganggu fokus belajar siswa
ANALISIS TAPAK
ANGIN
B T
- Pada bulan desember, januari dan - Angin muson timur yang membawa udara - Membuat banyak bukaan seperti jendela
februari dilewati angin muson barat yang panas dapat membuat kegiatan belajar yang dapat memudahkan terjadinya
membawa awan hujan sehingga pada mengajar jadi terganggu, apalagi dibulan- pertukaran udara didalam ruang kelas
bulan-bulan tersebut sering terjadi hujan bulan tersebut terjadi kemarau - Meninggikan plafon sehingga udara
- Pada bulan juni, juli dan agustus dilewati - Tidak adanya bangunan tinggi disekitar panas yang berada diatas tidak
angin muson timur yang membawa udara yang dapat menghalangi angin yang menganggu para siswa yang berada
panas seiring terjadinya kemarau di membawa udara panas dibawahnya
Indonesia - Kecepatan angin dapat mendinginkan - Memperbesar ukuran dari ventelasi
- Diantara bulan-bulan tersebut pola angin ruangan jika terjadi pertukaraan udara sehingga udara panas yang berada
yang terjadi di Indonesia berubah-ubah diatas dapat keluar dari ventelasi
setiap harinya tersebut
- Angin bertiup dengan kecepatan ± 60 - Membuat cross ventelation yang dapat
km/h mempermudah pertukaraan udara panas
dan dingin
ANALISIS TAPAK
CURAH HUJAN
B T
- Musim hujan terjadi pada akhir tahun - Curah hujan yang tinggi menyebabkan - Membuat drainsae yang mengelilingi
hingga awal tahun, yaitu dari bulan banjir yang dapat merugikan. sekolah dan dialiri ke pembuangan kota
desember – februari - Banjir terjadi cukup lama akibat kurangnya - Menutup drainase dengan jaring-jaring
- Curah hujan di Indonesia rata-rata 2000 – jumlah drainase yang dapat mengalirkan besi sehingga sampah tidak dapat
3000 mm per tahun air tersebut ke saluran pembuangan kota menyumbat aliran drainase
- Site sering tergenang banjir - Banjir yang terjadi akibat curah hujan - Membuat ruang terbuka yang dapat
- Pasang surut air laut memperparah banjir yang tinggi dan pasang surut air laut menjadi sumber serapan air hujan
yang terjadi di site membuat sampah-sampah yang ada - Dapat juga menampung air hujan untuk
- Kurangnya drainase di dalam site disekitar site dengan mudah masuk akibat digunakan kembali sebagai sumber air
terbawa aliran air cadangan di sekolah, sehingga dapat
- Genangan air yang masuk kedalam kelas mengurangi debit air yang jatuh ke
dapat mengganggu aktivitas belajar, tanah.
sehingga siswa dipulangkan lebih awal.
ANALISIS TAPAK
KEBISINGAN
B T
- Kebisingan dari kendaraan berasal dari - Kebisingan dari kendaraan sangat - Memundurkan bangunan supaya jauh
jalan raya yang berada di depan site mengganggu aktivitas belajar siswa, karea dari jalan raya
- Kebisingan juga berasal dari pemukiman dapat memecah fokus para siswa - Membuat taman di depan yang dapat
warga yang cukup padat, yang berada di - Kebisingan dari pemukiman juga cukup memfilter kebisingan
sekitar site mengganggu tapi tingkatan kebisingannya - Menanam pohon pada semua area di
cukup rendah sekolah
- Kebisingan terbesar disebabkan oleh - Memelihara tanaman di dalam kelas
kendaraan besar seperti truk dan mobil yang dapat memfilter kebisingan dari
tronton pemukiman warga
ANALISIS TAPAK
SIRKULASI
B T
- Jalan keluar masuk kendaraan hanya - Sering terjadi kemacetan didepan gerbang - Membuat 2 jalur sirkulasi, yaitu jalur
terdapat satu jalan saja akibat jalan keluar dan masuk yang keluar dan masuk
- Tidak ada pemisahan jalan keluar-masuk bergabung jadi satu - Memperbesar jalur sirkulasi supaya
di dalam site - Hampir semua siswa membawa kendaraan besar bisa masuk
kendaraan pribadi sehingga sirkulasi
masuk dan keluar tidak bisa di gabung
- Sirkulasi yang hanya satu saja ini
mempersulit kendaraan angkutan barang
yang ingin masuk ke lingkungan sekolah
ANALISIS TAPAK
VEGETASI
B T
- Vegetasi di dalam site tidak tertata dengan - Beberapa sisi di site tidak terlindungi oleh - Membuat area belajar outdoor seperti
benar rindangnya pepohonan akibat taman, selain menjadi tempat belajar
- Tidak ada taman yang bisa digunakan penanamannya yang tidak merata taman juga bias menjadi tempat untuk
siswa sebagai tempat untuk belajar atau - Para siswa sulit termotivasi dalam siswa beristirahat sejenak dari aktivitas
mencari inspirasi belajar kegiatan belajar karena tidak adanya belajar
- Kurangnya ruang terbuka sebagai sumber tempat untuk mereka mencari inspirasi - Menata vegetasi pada site sehingga
serapan air hujan dalam belajar perlindungan terhadap sinar matahari
- Sering terjadi banjir akibat kurangnya dari daun-daun pohon yang rindang
serapan air hujan ke tanah dapat merata keseluruh area yang
berada disekitarnya
- Menanam pohon peneduh seperti pohon
tanjung
KESIMPULAN
ANALISIS TAPAK
SIRKULASI
KEBISINGAN
CURAH HUJAN ANGIN
- Memundurkan bangunan
supaya jauh dari jalan - Membuat drainsae yang mengelilingi sekolah dan - Membuat banyak bukaan seperti jendela yang dapat
raya dialiri ke pembuangan kota memudahkan terjadinya pertukaran udara didalam
- Membuat taman di - Menutup drainase dengan jaring-jaring besi ruang kelas
depan yang dapat sehingga sampah tidak dapat menyumbat aliran - Meninggikan plafon sehingga udara panas yang
memfilter kebisingan drainase berada diatas tidak menganggu para siswa yang
- Menanam pohon pada - Membuat ruang terbuka yang dapat menjadi berada dibawahnya
semua area di sekolah sumber serapan air hujan - Memperbesar ukuran dari ventelasi sehingga udara
- Memelihara tanaman di - Dapat juga menampung air hujan untuk digunakan panas yang berada diatas dapat keluar dari
dalam kelas yang dapat kembali sebagai sumber air cadangan di sekolah, ventelasi tersebut
memfilter kebisingan dari sehingga dapat mengurangi debit air yang jatuh ke - Membuat cross ventelation yang dapat
pemukiman warga tanah. mempermudah pertukaraan udara panas dan dingin
POLA AKTIVITAS
No. PELAKU AKTIVITAS KEBUTUHAN RUANG
1 Kepala sekolah Datang – parkir – bekerja – ke toilet – sholat – - Parkiran
istirahat – rapat - pulang - R. Kepala sekolah
- Toilet
- Masjid
- Kantin
- R. Rapat
2 Wakil kepala sekolah Datang – parkir – bekerja – ke toilet – sholat – - Parkiran
istirahat – rapat - pulang - R. Wakil kepala sekolah
- Toilet
- Masjid
- Kantin
- R. Rapat
3 Staff TU Datang – parkir – bekerja – ke toilet – sholat – - Parkiran
istirahat – rapat - pulang - R. TU
- Toilet
- Masjid
- Kantin
- R. Rapat
4 Guru umum Datang – parkir – mengajar siswa – ke toilet – - Parkiran
sholat – istirahat – rapat - pulang - R. Guru
- R. Kelas
- Lab. Komputer
- Lab. Bahasa
- Lab. Kimia
- Lab. Fisika
- Toilet
- Masjid
- Kantin
- Koperasi sekolah
- R. Rapat
- Gudang
- R. BK
POLA AKTIVITAS
No. PELAKU AKTIVITAS KEBUTUHAN RUANG
5 Ketua program keahlian Datang – parkir – mengajar siswa – ke toilet – - Parkiran
sholat – istirahat – rapat - pulang - R. Jurusan
- Bengkel praktek
- Toilet
- Masjid
- Kantin
- R. Rapat
6 Guru program keahlian Datang – parkir – mengajar siswa – ke toilet – - Parkiran
sholat – istirahat – rapat - pulang - R. Jurusan
- Bengkel praktek
- Toilet
- Masjid
- Kantin
- R. Rapat
7 Guru LSP Datang – parkir – mengajar siswa – ke toilet – - Parkiran
sholat – istirahat – rapat - pulang - R. LSP
- Toilet
- Masjid
- Kantin
- R. Rapat
8 Office boy Datang – parkir – bekerja – ke toilet – sholat – - Parkiran
istirahat - pulang - R. OB
- Toilet
- Masjid
- Kantin
- Gudang
9 Satpam Datang – parkir – bekerja – ke toilet – sholat – - Parkiran
istirahat - pulang - Pos Satpam
- R. CCTV
- Toilet
- Masjid
- Kantin
POLA AKTIVITAS
No. PELAKU AKTIVITAS KEBUTUHAN RUANG
10 Pustakawan Datang – parkir – bekerja – ke toilet – sholat – - Parkiran
istirahat - pulang - Perpustakaan
- Toilet
- Masjid
- Kantin
11 Siswa Datang – parkir – belajar – ke toilet – sholat – - Parkiran
istirahat - pulang - R. Kelas
- Bengkel praktek
- Toilet
- Masjid
- Kantin
- Koperasi sekolah
- Perpustakaan
- Lab. Komputer
- Lab. Bahasa
- Lab. Kimia
- Lab. Fisika
- R. UKS
- R. Aula
- R. Organisasi kesiswaan
12 Tamu sekolah Datang – parkir – melakukan pertemuan – ke - Parkiran
toilet – sholat - pulang - Lobby
- R. Tamu
- Toilet
- Masjid
13 Petugas UKS Datang – parkir – bekerja – ke toilet – sholat – - Parkiran
istirahat - pulang - R. UKS
- Toilet
- Masjid
- Kantin
PERSYARATAN RUANG
No. Nama Ruang Pencahayaan Penghawaan Kebisingan
1 Parkiran
2 R. Kepala sekolah
4 R. Rapat
5 R. Aula
6 R. TU
7 R. LSP
8 R. Tamu
9 Koperasi sekolah
10 Masjid
11 Perpustakaan
12 R. Guru
13 R. Kelas
14 R. UKS
15 Lab. Komputer
16 Lobby
Sangat butuh
Butuh
Tidak butuh
PERSYARATAN RUANG
No. Nama Ruang Pencahayaan Penghawaan Kebisingan
17 Lab. Bahasa
18 Lab. Fisika
19 Lab. Kimia
20 Bengkel praktek
21 R. Organisasi kesiswaan
22 R. Jurusan
23 Gudang
24 R. CCTV
25 Toilet
26 Kantin
27 R. OB
28 Pos satpam
29 R. BK
Sangat butuh
Butuh
Tidak butuh
BESARAN RUANG
1. Parkiran
Sumber: PEDOMAN TEKNIS PENYELENGGARAAN FASILITAS PARKIR DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT
BESARAN RUANG
No. Nama Ruang Ukuran Sumber
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN
Rasio minimum luas ruang kelas adalah 2 m2 /peserta NASIONAL NOMOR 40 TAHUN 2008
didik. Untuk rombongan belajar dengan peserta didik TENTANG STANDAR SARANA DAN
2 R. Kelas
kurang dari 16 orang, luas minimum ruang kelas adalah PRASARANA UNTUK SEKOLAH
32 m2 . Lebar minimum ruang kelas adalah 4 m. MENENGAH KEJURUAN/ MADRASAH
ALIYAH KEJURUAN(SMK/MAK)
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN
NASIONAL NOMOR 40 TAHUN 2008
Luas minimum ruang perpustakaan adalah 96 m2 . TENTANG STANDAR SARANA DAN
3 Perpustakaan
Lebar minimum ruang perpustakaan adalah 8 m. PRASARANA UNTUK SEKOLAH
MENENGAH KEJURUAN/ MADRASAH
ALIYAH KEJURUAN(SMK/MAK)
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN
Rasio minimum ruang laboratorium fisika adalah 3 m2
NASIONAL NOMOR 40 TAHUN 2008
/peserta didik. Luas minimum ruang laboratorium
TENTANG STANDAR SARANA DAN
4 Lab. Fisika adalah 64 m2 termasuk luas ruang penyimpanan dan
PRASARANA UNTUK SEKOLAH
persiapan 16 m2 . Lebar minimum ruang laboratorium
MENENGAH KEJURUAN/ MADRASAH
fisika adalah 8 m.
ALIYAH KEJURUAN(SMK/MAK)
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN
Rasio minimum ruang laboratorium kimia adalah 3 m2
NASIONAL NOMOR 40 TAHUN 2008
/peserta didik. Luas minimum ruang laboratorium
TENTANG STANDAR SARANA DAN
5 Lab. Kimia adalah 64 m2 termasuk luas ruang penyimpanan dan
PRASARANA UNTUK SEKOLAH
persiapan 16 m2 . Lebar minimum ruang laboratorium
MENENGAH KEJURUAN/ MADRASAH
kimia adalah 8 m.
ALIYAH KEJURUAN(SMK/MAK)
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN
NASIONAL NOMOR 40 TAHUN 2008
Rasio minimum luas ruang guru adalah 4 m2 /pendidik TENTANG STANDAR SARANA DAN
6 R. Guru
dan luas minimum adalah 56 m2 . PRASARANA UNTUK SEKOLAH
MENENGAH KEJURUAN/ MADRASAH
ALIYAH KEJURUAN(SMK/MAK)
BESARAN RUANG
No. Nama Ruang Ukuran Sumber
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN
NASIONAL NOMOR 40 TAHUN 2008
Rasio minimum luas ruang tata usaha adalah 4 m2 TENTANG STANDAR SARANA DAN
7 R. TU
/petugas dan luas minimum adalah 32 m2 . PRASARANA UNTUK SEKOLAH
MENENGAH KEJURUAN/ MADRASAH
ALIYAH KEJURUAN(SMK/MAK)
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN
NASIONAL NOMOR 40 TAHUN 2008
Banyak tempat beribadah sesuai dengan kebutuhan TENTANG STANDAR SARANA DAN
8 Masjid
tiap SMK/MAK, dengan luas minimum adalah 24 m2 . PRASARANA UNTUK SEKOLAH
MENENGAH KEJURUAN/ MADRASAH
ALIYAH KEJURUAN(SMK/MAK)
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN
NASIONAL NOMOR 40 TAHUN 2008
TENTANG STANDAR SARANA DAN
9 R. BK Luas minimum ruang konseling adalah 12 m2 .
PRASARANA UNTUK SEKOLAH
MENENGAH KEJURUAN/ MADRASAH
ALIYAH KEJURUAN(SMK/MAK)
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN
NASIONAL NOMOR 40 TAHUN 2008
TENTANG STANDAR SARANA DAN
10 R. UKS Luas minimum ruang UKS adalah 12 m2 .
PRASARANA UNTUK SEKOLAH
MENENGAH KEJURUAN/ MADRASAH
ALIYAH KEJURUAN(SMK/MAK)
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN
NASIONAL NOMOR 40 TAHUN 2008
TENTANG STANDAR SARANA DAN
11 R. Organisasi kesiswaan Luas minimum ruang organisasi kesiswaan 12 m2 .
PRASARANA UNTUK SEKOLAH
MENENGAH KEJURUAN/ MADRASAH
ALIYAH KEJURUAN(SMK/MAK)
BESARAN RUANG
No. Nama Ruang Ukuran Sumber
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN
NASIONAL NOMOR 40 TAHUN 2008
TENTANG STANDAR SARANA DAN
12 Toilet Luas minimum 1 unit toilet 2 m2 .
PRASARANA UNTUK SEKOLAH
MENENGAH KEJURUAN/ MADRASAH
ALIYAH KEJURUAN(SMK/MAK)
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN
NASIONAL NOMOR 40 TAHUN 2008
TENTANG STANDAR SARANA DAN
13 Gudang Luas minimum gudang adalah 24 m2 .
PRASARANA UNTUK SEKOLAH
MENENGAH KEJURUAN/ MADRASAH
ALIYAH KEJURUAN(SMK/MAK)
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN
Rasio minimum ruang laboratorium bahasa adalah 3 NASIONAL NOMOR 40 TAHUN 2008
m2 /peserta didik. Luas minimum ruang laboratorium TENTANG STANDAR SARANA DAN
14 Lab. Bahasa
adalah 64 m2 . Lebar minimum ruang laboratorium PRASARANA UNTUK SEKOLAH
bahasa adalah 8 m. MENENGAH KEJURUAN/ MADRASAH
ALIYAH KEJURUAN(SMK/MAK)
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN
NASIONAL NOMOR 40 TAHUN 2008
Luas minimum ruang pimpinan adalah 18 m2 dan lebar TENTANG STANDAR SARANA DAN
15 R. Kepala sekolah
minimum adalah 3 m. PRASARANA UNTUK SEKOLAH
MENENGAH KEJURUAN/ MADRASAH
ALIYAH KEJURUAN(SMK/MAK)
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN
Rasio minimum ruang laboratorium komputer adalah 3
NASIONAL NOMOR 40 TAHUN 2008
m2 /peserta didik. Luas minimum ruang laboratorium
TENTANG STANDAR SARANA DAN
16 Lab. Komputer adalah 64 m2 termasuk luas ruang penyimpanan dan
PRASARANA UNTUK SEKOLAH
perbaikan 16 m2 . Lebar minimum ruang laboratorium
MENENGAH KEJURUAN/ MADRASAH
komputer adalah 8 m.
ALIYAH KEJURUAN(SMK/MAK)
BESARAN RUANG
No. Nama Ruang Ukuran Sumber
Luas minimum ruang praktik Program Keahlian Teknik
Konstruksi Bangunan Sederhana adalah 240 m² untuk PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN
menampung 24 peserta didik, yang meliputi: area kerja NASIONAL NOMOR 40 TAHUN 2008
Bengkel Teknik Konstruksi batu dan kayu 128 m², area kerja plambing 64 m², TENTANG STANDAR SARANA DAN
17
dan Perumahan ruang penyimpanan dan instruktur 48 m². PRASARANA UNTUK SEKOLAH
Luas minimum lapangan praktik Program Keahlian MENENGAH KEJURUAN/ MADRASAH
Teknik Konstruksi Bangunan Sederhana adalah 160 m² ALIYAH KEJURUAN(SMK/MAK)
untuk menampung 8 peserta didik.
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN
Luas minimum ruang praktik Program Keahlian Teknik
NASIONAL NOMOR 40 TAHUN 2008
Plambing dan Sanitasi adalah 304 m² untuk
Bengkel Konstruksi Gedung, TENTANG STANDAR SARANA DAN
18 menampung 32 peserta didik, yang meliputi: area kerja
Sanitasi, dan Perawatan PRASARANA UNTUK SEKOLAH
batu dan kayu 128 m², area kerja plambing 128 m²,
MENENGAH KEJURUAN/ MADRASAH
ruang penyimpanan dan instruktur 48 m².
ALIYAH KEJURUAN(SMK/MAK)
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN
Luas minimum ruang praktik Program Keahlian Teknik
NASIONAL NOMOR 40 TAHUN 2008
Gambar Bangunan adalah 176 m² untuk menampung
Bengkel Desain Pemodelan TENTANG STANDAR SARANA DAN
19 32 peserta didik, yang meliputi: ruang praktik gambar
dan Informasi Bangunan PRASARANA UNTUK SEKOLAH
masinal 64 m², ruang praktik gambar komputer 64 m²,
MENENGAH KEJURUAN/ MADRASAH
ruang penyimpanan dan instruktur 48 m².
ALIYAH KEJURUAN(SMK/MAK)
Luas minimum ruang praktik Program Keahlian Teknik
Survai dan Pemetaan adalah 176 m² untuk menampung PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN
24 peserta didik, yang meliputi: ruang survai pemetaan NASIONAL NOMOR 40 TAHUN 2008
64 m², area kerja batu 32 m², area kerja kayu 32 m², TENTANG STANDAR SARANA DAN
20 Bengkel Teknik Geomatika
ruang penyimpanan dan instruktur 48 m². PRASARANA UNTUK SEKOLAH
Luas minimum lapangan praktik Program Keahlian MENENGAH KEJURUAN/ MADRASAH
Teknik Survai dan Pemetaan adalah 160 m² untuk ALIYAH KEJURUAN(SMK/MAK)
menampung 8 peserta didik.
Luas minimum ruang praktik Program Keahlian Teknik
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN
Pendingin dan Tata Udara adalah 240 m² untuk
NASIONAL NOMOR 40 TAHUN 2008
menampung 32 peserta didik, yang meliputi: area kerja
Bengkel Teknik Pemanasan, TENTANG STANDAR SARANA DAN
21 mekanik teknik elektro 24 m², laboratorium dasar teknik
Tata Udara dan Pendinginan PRASARANA UNTUK SEKOLAH
elektro 24 m², laboratorium dasar elektronika 48 m²,
MENENGAH KEJURUAN/ MADRASAH
laboratorium pendinginan dan tata udara 96 m², ruang
ALIYAH KEJURUAN(SMK/MAK)
penyimpanan dan instruktur 48 m².
BESARAN RUANG
No. Nama Ruang Ukuran Sumber
Luas minimum ruang praktik Program Keahlian Teknik PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN
Distribusi Tenaga Listrik adalah 240 m² untuk NASIONAL NOMOR 40 TAHUN 2008
Bengkel Teknik Instalasi menampung 32 peserta didik, yang meliputi: area kerja TENTANG STANDAR SARANA DAN
22
Tenaga Listrik mekanik teknik elektro 48 m², ruang praktik instalasi PRASARANA UNTUK SEKOLAH
jaringan 48 m², laboratorium distribusi tenaga listrik 96 MENENGAH KEJURUAN/ MADRASAH
m², ruang penyimpanan dan instruktur 48 m². ALIYAH KEJURUAN(SMK/MAK)
BESARAN RUANG
JUMLAH BESARAN JUMLAH BESARAN RUANG
BESARAN FURNITURE + SIRKULASI 30% + TOTAL
UKURAN
JUMLAH JUMLAH BESARAN FURNITURE BESARAN SIRKULASI BESARAN RUANG BESARAN FURNITURE + JUMLAH TOTAL
NO NAMA RUANG RUANG PELAKU FURNITURE PANJANG LEBAR FURNITURE SIRKULASI 60% 60% SIRKULASI 30% SIRKULASI 60% TIAP RUANGAN
Meja tamu 1.2 0.6 0.72 0.432 1.152 0.3456 1.4976
Sofa panjang 1.91 0.74 1.4134 0.84804 2.26144 0.678432 2.939872
23 R. Tamu 1 2 s/d 3 7.608224
Sofa sedang 1.32 0.74 0.9768 0.58608 1.56288 0.468864 2.031744
Sofa kecil 0.74 0.74 0.5476 0.32856 0.87616 0.262848 1.139008
Meja kantor (4) 1.6 0.75 1.2 0.72 1.92 0.576 9.984
24 R. Wakil kepala sekolah 1 4 Kursi kantor (4) 0.48 0.48 0.2304 0.13824 0.36864 0.110592 1.916928 14.896128
Lemari arsip (4) 0.9 0.4 0.36 0.216 0.576 0.1728 2.9952
Meja kantor (50) 1.4 0.6 0.84 0.504 1.344 0.4032 87.36
25 R. Rapat 1 50 108.42
Kursi kantor (50) 0.45 0.45 0.2025 0.1215 0.324 0.0972 21.06
26 R. Aula 1 500 Kursi (500) 0.45 0.45 0.2025 0.1215 0.324 0.0972 210.6 210.6
Meja kantor (7) 1.6 0.75 1.2 0.72 1.92 0.576 17.472
27 R. LSP 1 7 Kursi kantor (7) 0.48 0.48 0.2304 0.13824 0.36864 0.110592 3.354624 23.073024
Lemari arsip (3) 0.9 0.4 0.36 0.216 0.576 0.1728 2.2464
Meja kantor 1.4 0.6 0.84 0.504 1.344 0.4032 1.7472
28 Koperasi sekolah 1 6 Kursi kantor 0.45 0.45 0.2025 0.1215 0.324 0.0972 0.4212 2.7924
1 Set meja kantin (4) 1.4 1.2 1.68 1.008 2.688 0.8064 13.9776
30 Kantin 4 12 65.69472
Meja kompor + wastafel 1.2 0.44 0.528 0.3168 0.8448 0.25344 1.09824
Meja etalase makanan 1.2 0.54 0.648 0.3888 1.0368 0.31104 1.34784
Meja kantor (4) 1.4 0.6 0.84 0.504 1.344 0.4032 6.9888
31 R. Jurusan 6 4 52.0416
Kursi kantor (4) 0.45 0.45 0.2025 0.1215 0.324 0.0972 1.6848
Meja kantor (2) 1.4 0.6 0.84 0.504 1.344 0.4032 3.4944
32 R. CCTV 1 2 4.3368
Kursi kantor (2) 0.45 0.45 0.2025 0.1215 0.324 0.0972 0.8424
Meja kantor 1.4 0.6 0.84 0.504 1.344 0.4032 1.7472
33 Pos satpam 2 1 4.3368
Kursi 0.45 0.45 0.2025 0.1215 0.324 0.0972 0.4212
Meja kantor (4) 1.4 0.6 0.84 0.504 1.344 0.4032 6.9888
Kursi (4) 0.45 0.45 0.2025 0.1215 0.324 0.0972 1.6848
34 R. OB 1 4 9.852128
Lemari dapur 0.7 0.65 0.455 0.273 0.728 0.2184 0.9464
Dispenser 0.31 0.36 0.1116 0.06696 0.17856 0.053568 0.232128
BUBBLE DIAGRAM
R. OB R. BK
R. Aula
Gudang
R. LSP R. Waka
Sekolah R. CCTV
R. Tamu
Toilet
R. Rapat R. Kepala
PUBLIK
Sekolah
SEMI PUBLIK
PRIVAT
SEMI PRIVAT
R. Guru
SERVIS
R. TU
HUBUNGAN
LANGSUNG Lobby
HUBUNGAN TIDAK
LANGSUNG
TIDAK
BERHUBUNGAN
BUBBLE DIAGRAM
R.
Organisasi
Kesiswaan
Koperasi
sekolah
Kantin Lab.
Bahasa
Lab.
Fisika
Toilet
PUBLIK R. UKS
Lab.
SEMI PUBLIK Lab. Kimia
Komputer
PRIVAT
SEMI PRIVAT
SERVIS Perpustak
aan
R. Kelas R.
HUBUNGAN
LANGSUNG Juruasan
Bengkel
Praktek
HUBUNGAN TIDAK
LANGSUNG
TIDAK
BERHUBUNGAN
BUBBLE DIAGRAM
Toilet
Mushola Pos
PUBLIK
Satpam
SEMI PUBLIK
PRIVAT
SEMI PRIVAT
SERVIS
HUBUNGAN Parkiran
LANGSUNG
HUBUNGAN TIDAK
LANGSUNG
TIDAK
BERHUBUNGAN
ZONING
1. Parkiran
2. Pos Satpam 11
3. Gedung Akademik 12
4. Lapangan Upacara & Futsal
5. R. Kelas
6. Perpustakaan & Mushola
9
7. Lapangan Basket 13
8. Lapangan Voli 10
9. Kantin
10. Taman
11. R. Laboratorium
12. Gedung penunjang
13. Gedung Praktek TITL & TPTU
14. Gedung Praktek TGSP & TKP
15. Gedung Praktek TDPIB & TGEO 8 14
16. Gedung Aula
6 7
15
4
PUBLIK 5
16
SEMI PUBLIK
3
PRIVAT
1
1 1
SEMI PRIVAT
2
SERVIS 2
ORGANISASI RUANG
Gedung Akademik Lt. Dasar
Teras
R. CCTV
R. OB
Lobby
PUBLIK
PRIVAT
SEMI PRIVAT
SERVIS
ORGANISASI RUANG
Gedung Akademik Lt. 1
R. Waka
Tangga Toilet R. BK R. Kepala Sekolah R. Rapat
Sekolah
PUBLIK
SEMI PUBLIK
PRIVAT
SEMI PRIVAT
SERVIS
ORGANISASI RUANG
Gedung Akademik Lt. 2
R. Aula
Toilet
PUBLIK
SEMI PUBLIK
PRIVAT
SEMI PRIVAT
SERVIS
ORGANISASI RUANG
R. Kelas Gedung
PUBLIK
SEMI PUBLIK
PRIVAT
SEMI PRIVAT
SERVIS
ORGANISASI RUANG
R. Laboratorium
Lab.
Lab. Lab. Lab.
Kompute Tangga Toilet
Bahasa Kimia Fisika
r
PUBLIK
SEMI PUBLIK
PRIVAT
SEMI PRIVAT
SERVIS
KONSEP ARSITEKTUR
GREEN BUILDING
Bangunan ini menggunakan konsep Green Building yang
memiliki 6 aspek, yaiitu:
1. Tepat guna lahan
2. Konservasi dan efisiensi energi
3. Konservasi air
4. Siklus dan sumber material
5. Kesehatan dan kenyamanan dalam ruangan
6. Manajemen lingkungan bangunan
Pada desain bangunan ini banyak memberikan area hijau Untuk mengurangi penggunaan energi secara berlebihan,
pada bangunan sehingga penggunaan lahan tidak maka pada desain sekolah menengah kejuruan ini
sepenuhnya digunakan untuk bangunan saja. Ukuran lahan menggunakan metode dengan membuat kelistrikan di
parkir yang cukup luas juga membuat penggunaan lahan seluruh area sekolah menggunakan sensor, seperti lampu
sangat optimal, mengingat ukuran site yang cukup luas yang menggunakan sensor cahaya, dan mesin pompa yang
sehingga penggunaan lahan tersebut dapat optimal akan hidup apabila ada keran yang digunakan.
keseluruh area site
KONSEP ARSITEKTUR
GREEN BUILDING
Air hujan ynag turun tidak langsung dibuang, melainkan Material bangunan yang paling banyak digunakan pada
ditampung kedalam sumur resapan untuk mencegah bangunan ini adalah baja, seperti kuda-kuda dari baja
terjadinya banjir pada site. Air hujan tersebut juga ringan dan plat lantai dari plat bondek. Penggunaan material
ditampung kedalam tangki air untuk dapat dimanfaatkan baja ini diharapkan dapat mengurangi penggunaan kayu
sebagai air bersih yang dapat digunakan diarea sekolah, sebagai material konstruksi yang biasanya akan menjadi
seperti air untuk mencuci tangan. limbah, seperti bekisting yang tidak bisa digunakan lagi
apabila terjadi kerusakan pada bekisting tersebut.
KONSEP ARSITEKTUR
GREEN BUILDING
Untuk menjaga kenyamanan dan kesehatan pengguna Agar lingkungan bangunan terjaga maka perlu dikelola
bangunan maka salah satu caranya adalah dengan dengan sedemikian mungkin, supaya limbah-limbah yang
menerapkan bukaan ventelasi udara yang cukup untuk dihasilkan dari aktivitas didalam sekolah tidak mengganggu
membuat terjadinya pertukaran udara didalam ruangan. lingkungan. Salah satu cara adalah dengan meletakan
Membuat cross ventelation juga penting agar udara tidak tempat sampah dibanyak titik supaya tidak ada siswa yang
terperangkap didalam ruangan. Menanam vegetasi disekitar membuang sampah sembarangan. Pengelolaan limbah
bangunan juga dapat mempengaruhi kenyamanan berupa kotoran juga sangat penting agar limbah tersebut
pengguna bangunan, karena dapat menurunkan hawa tidak langsung dibuang ke drainase kota, melainkan diolah
panas dari pembayangan yang dihasilkan oleh vegetasi agar bersih supaya tidak mencemari lingkungan disekitar
tersebut. dengan cara memasang STP supaya kotoran tersebut dapat
diolah terlebih dahulu oleh STP.
KONSEP STRUKTUR
Pondasi Kolom
Pondasi yang digunakan pada bangunan sekolah Struktur kolom yang digunakan pada bangunan ini adalah
menengah kejuruan ini menggunakan pondasi footplat, beton bertulang dengan diameter tulangan yang sama
dengan diameter tulangan 16 mm. Pondasi jenis ini dengan pondasi yaitu 16 mm. Kolom ini digunakan karena
digunakan karena sifatnya yang cocok dengan kondisi site kokoh dan tahan terhadap gaya tekan, dan jika
yang berada di tanah gambut dengan muka air tanah yang menggunakan kolom beton bertulang seperti ini maka akan
cukup tinggi. tahan terhadap api lebih lama dari kolom yang
menggunakan baja, dan tidak memerlukan alat berat seperti
crane dalam pemasangannya.
Lantai
Untuk mengurangi timbulnya korban jika terjadi kebakaran Kelistrikan pada bangunan sekolah ini menggunakan sensor
maka, pada bangunan ini disediakan hydrant yang terletak cahaya. Penggunaan sensor ini dapat mengurangi
didekat sumber air seperti toilet. Menyediakan jalur evakuasi keteledoran seperti human error yang dapat membuat listrik
yaitu tangga yang memiliki fungsi ganda dengan membuat menyala selama 24 jam dan dapat mengakibatkan
railing tanda yang kokoh dan tidak licin saat dipegang korsleting listrik yang dapat menyebabkan kebakaran pada
supaya apabila terjadi kepanikan massa, maka setidaknya bangunan. Penggunaan sensor ini juga dapat mengurangi
fasilitas yang ada tidak menimbulkan korban. Memasang penggunaan energy listrik sehingga memberikan dampak
alarm kebakaran supaya dapat memberikan peringatan agar baik terhadap bangunan.
kebakaran dapat dihindari. Menyediakan A.P.A.R sebagai
langkah pertama untuk memadamkan api apabila terjadi
kebakaran kecil di area sekolah.