0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
48 tayangan10 halaman

Pembelajaran Bilangan Bulat untuk SD

Buku ini membahas tentang pembelajaran bilangan bulat untuk siswa SD. Pada bab pertama membahas pengertian dan lambang bilangan bulat serta operasi hitung bilangan bulat seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Bab selanjutnya menjelaskan berbagai jenis bilangan seperti bilangan asli, nol, cacah, bulat, pecahan, rasional, irasional, real dan imajiner. Bab ketiga membahas membandingkan bilangan bulat.

Diunggah oleh

tesalonikatarigan3
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Topik yang dibahas

  • literatur matematika,
  • perbandingan bilangan,
  • kolaborasi dalam belajar,
  • bilangan kompleks,
  • sifat bilangan,
  • penilaian formatif,
  • teori bilangan,
  • bimbingan belajar,
  • bilangan cacah,
  • bilangan rasional
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
48 tayangan10 halaman

Pembelajaran Bilangan Bulat untuk SD

Buku ini membahas tentang pembelajaran bilangan bulat untuk siswa SD. Pada bab pertama membahas pengertian dan lambang bilangan bulat serta operasi hitung bilangan bulat seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Bab selanjutnya menjelaskan berbagai jenis bilangan seperti bilangan asli, nol, cacah, bulat, pecahan, rasional, irasional, real dan imajiner. Bab ketiga membahas membandingkan bilangan bulat.

Diunggah oleh

tesalonikatarigan3
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Topik yang dibahas

  • literatur matematika,
  • perbandingan bilangan,
  • kolaborasi dalam belajar,
  • bilangan kompleks,
  • sifat bilangan,
  • penilaian formatif,
  • teori bilangan,
  • bimbingan belajar,
  • bilangan cacah,
  • bilangan rasional

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas karunia, petunjuk dan
bimbingannya sehingga kami dapat Menyusun buku pengelolaan pembelajaran matematika
untuk SD.
Buku ini berjudul ” Pembelajaran Bilangan Bulat “ yang sen
gaja disusun dengan cara kompilasi, artinya buku ini disusun dengan cara mengumpulkan
berbagai pendapat, teori dan literatur dari berbagai buku yang disusun secara sistematis.
Kami menyadari bahwa buku ini masih belum sempurna oleh karena itu, kami menerima
kritik dan saran yang bersifat membangun untuk penyempurnaan buku ini. Semoga buku ini
bermanfaat bagi kita
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR………………………………………………………………………
DAFTAR ISI………………………………………………………………………………..
BAB 1
LAMBANG BILANGAN BULAT

A.PENGERTIAN BILANGAN BULAT


Himpunan bilangan bulat terdiri dari bilangan bulat negatif,bilangan nol dan bilangan bulat
positif.Disamping itu kesulitan yang sering terjadi adalah untuk menjelaskan perkalian
bilangan bulat negative dan bilangan bulat positif.pada bab ini akan dibahas pengenalan
bilangan bulat dan pengajaran operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat
menggunakan kartu bilangan, baris berbaris.
Contoh bilangan positif yaitu 1,2,3,4,5,6,7,8,9,10 dan seterusnya. Sementara bilangan bula
negatif berada di sebelah kiri dari angka nol pada garis bilangan, contohnya yaitu -1,-2,-3,-4,-
5,-6,-7,-8,-9,-10 dan seterusnya
Perbedaan keduanya adalah nilai bilangan bergantung posisi angka, semakin ke kanan
posisinya dalam garis bilangan akan semakin besar nilai bilangannya, sedangkan semakin kiri
posisinya akan semakin kecil nilai angkanya.
Operasi hitung bilangan bulat dibagi menjadi 4 jenis yaitu penjumlahan, pengurangan,
perkalian, dan pembagian

Lambang bilangan bulat


Rumus:
Penjumlahan Yaitu:
(+)+(+)=(+)
(-)+(-)=(-)
(+)+(-)=(+)/(-)
(-)+(+)=(+)/(-)
Pengurangan:
(-)-(+)=(+)/(-)
(-)-(-)=(+)/(-)
(+)-(-)=(+)
(-)-(+)=(-)
Perkalian:
(+) x (+)=(+)
(-) x (-)=(+)
(+) x (-)=(-)
(-) x (+)=(-)
Pembagian:
(+) : (+)=(+)
(-) : (-)=(+)
(+) : (-)=(-)
(-) : (+)=(-)

B. PENJUMLAHAN BILANGAN BULAT


Penjumlahan bilangan bulat terbagi menjadi 3 yaitu:
. komutatif (sifat pertukaran)
Sifat komutatif menjelaskan bila a+b=b+a
Contohnya bila 3+7=10 maka 7+3+10
. Asosiatif (sifat pengelompokan)
Sifat asosiatif menjelaskan bila a+(b+c)=(a+b)+c
Contohnya 2+(3+7)=12 maka (2+3)+7=12
‘invers tambah atau lawan missal p lawanya dari -p
Contoh 2+(-2)=0 dan (-2)+2=0,jadi 2+(-2)=(-2)+2=0
Penjumlahan bilangan bulat mempunyai beberapa sifat yaitu :
1. Sifat tertutup
Jika A dan B bilangan bulat, maka A+B juga bilangan bulat
2. Sifat tentu saja
Jika A dan B bilangan bulat, maka A+B= B+a
3. Sifat pengelompokan
Jika A,B dan C bilangan bulat, maka (A+B) +C=A+(B=C)
4. Sifat adanya tidak yakin identitas
Ada bilangan bulat 0 yang bersifat A+0=0+A=A untuk semua bilangan bulat A
5. Sifat adanya pembalik penjumlahan
Untuk setiap bilangan bulat A, ada bilangan bulat B sehingga A + B = B + A = 0.
Bilangan ini disebut terbalik atau lawan dari A dan biasanya dinyatakan dengan
lambang a
6. Sifat ketertambahan
Jika A,B dan c bilangan bilangan bulat, dan A=B maka A+C=B +c
7. Sifat kanselasi
Jika A,B dan C bilangan bilangan bulat, dan A+C = B+C maka A=B
C.PENGURANGAN BILANGAN BULAT
Berikut merupakan sifat pengurangan bilangan bulat:
A-B=(A+C)-(B+C)
A-(B+C)=(A-B)-C
(A+B)-C=A+(B-C)
Dengan catatan a,b dan c merupakan bilangan bulat.
Secara umum kita mendefinisikan pengurangan bilangan bulat sebagai berikut:
Misal A+B bilangan bulat. Yang disebut A-B adalah sebuah bilangan bulat x yang bersifat
B+X = A dari resolusi tersebut dapat kesimpulannya bahwa A-b = x dan hanya jika A=b + x.
begitu pula contohnya adalah (-2)-3= -5 sebab 3+_ (-5) = -2 kita juga memahami bahwa (-2)
+(-3) = -5 jadi (-2) -3 = (-2) + (-3) contoh lain adalah (-6)-(-(-2))=(-6)+2 .kedua contoh ini
memberikan ilmu kepada kita akan adanya sifat pengurangan bilangan bulat sebagai berikut :
jika A dan B bilangan bulat, maka A-B = A+(-B)
Sifat ini menyatakan bahwa A-B sama nilai dengan A+ lawan dari B oleh sebab itu operasi
pengurangan merupakan terbalik dari operasi penjumlahan. Selanjutnya lambang A-B dapat
diartikan bilangan yang jika ditambahkan kepada B menghasilkan A dan lambang A-B dapat
pula diartikan sebagai A+(-B)

D.PERKALIAN BILANGAN BULAT

Perkalian merupakan penjumlahan secara berulang.


contoh: 3 x 5 = 5 + 5 + 5 = 15
Berlaku:
1.a x b = ab
2.a x (– b) = – ab
3.(-a) x b = – ab
4. (-a) x (-b) = ab
contoh:
1. 5 x 6 = 30
2. 4 x (-7) = – 28
3. (-3) x 4 = -12
4. (-6) x (-7) = 42
Sehingga diperoleh:
a. Hasil perkalian dua bilangan bulat bertanda sama
menghasilkan bilangan bulat positif.
b. Hasil perkalian dua bilangan bulat berbeda tanda
menghasilkan bilangan bulat negatif.
c. Perkalian bilangan bulat bersifat komutatif.
d. Jika diketahui hasilkali dua bilangan bulat, kita dapat
temukan dua bilangan bulat lain yang hasil kalinya sama.
E. PEMBAGIAN BILANGAN BULAT
Pembagian merupakan kebalikan/invers dari perkalian.
contoh: 30 : 5 = 30 x ⅕ = 6
OPERASI HITUNG BILANGAN BULAT KELAS VII SMP 10
Berlaku:
1. a : b = a x 1/b
2. a : (– b) = a x –(1/b)
3. (-a) : b = –(a) x 1/b
4. (-a) : (-b) = -(a) x –(1/b)
Diketahui bahwa dua bilangan bertanda sama, maka hasilnya
adalah bilangan positif. Sedangkan bilangan dengan tanda berbeda
akan menghasilkan bilangan negatif.
 Sifat-sifat Operasi Hitung Bilangan Bulat
1. Sifat Komutatif (pertukaran)
Pada penjumlahan
a+b=b+a
contoh: 4 + 8 = 8 + 4
Pada perkalian
axb=bxa
contoh : 4 x 8 = 8 x 4
2. Sifat Asosiatif (pengelompokan)
Pada penjumlahan
a + (b + c) = (a + b) + c
contoh: 4 + ( 5 + 6) = ( 4 + 5 ) + 6 = 15
Pada perkalian
a x (b x c ) = (a x b) x c
contoh : 4 x (5 x 6) = ( 4 x 5) x 6 = 120
BAB II
NAMA BILANGAN
A. Bilangan Asli

Nama lain bilangan asli adalah natural numeral. Ini adalah jenis bilangan yang paling sering
digunakan dalam keseharian, termasuk untuk transaksi maupun perhitungan. bilangan asli
merupakan 1, 2, 3, dan seterusnya.
Bilangan asli juga dapat dikategorikan lagi menjadi bilangan ganjil, bilangan genap, bilangan
prima, serta bilangan komposit.
B.Bilangan Nol
Bilangan ini bisa juga disebut ero numeral. Ini merupakan bilangan yang digunakan untuk
menyatakan bahwa hal tersebut tidak memiliki isi. Bilnagan ini dilambangkan dengan “0”.
Bilangan ini merupakan bilangan yang digunakan sebagai tambahan identitas bilangan bulat.
C.Bilangan Cacah
Ini adalah bilangan yang menghimpun seluruh bilangan bulat positif. Dapat dikatakan bahwa
bilangan cacah ini adalah bilangan asli dan bilangan nol. Contoh: 0, 1, 2
D.Bilangan Bulat
Bilangan bulat merupakan bilangan dalam matematika selain bilangan pecahan. Bilangan
bulat terdiri dari bilangan bulat positif, bilangan nol, dan bilangan bulat negatif.
Bilangan bulat positif adalah bilangan yang berada di sebelah kanan angka nol. Sedangkan
bilangan negatif adalah bilangan yang ditulis di sebelah kiri angka nol. Contoh: -1, 0, 1
E.Bilangan Pecahan
Bilangan pecahan terdiri dari dua komponen, yaitu pembilang dan penyebut. Pembilang
adalah bilangan yang dibagi. Sementara penyebut adalah bilangan yang membagi
pembilang. Contoh: 1/3
F. Bilangan Rasional
Bilangan rasional adalah bilangan yang meliputi bilangan pecahan biasa, bilangan pecahan
campuran, serta bilangan desimal terbatas. Contoh: 0,5
G. . Bilangan Irasional
Bilangan ini adalah bilangan kebalikan dari bilangan rasional. Penulisan bilangan irasional
adalah menggunakan tanda akar. Contoh: akar 9
H. Bilangan Real
Ini merupakan bilangan nyata yang terdiri dari berbagai kategori bilangan besar, yaitu
bilangan rasional dan bilangan irasional. Jenis bilangan real meliputi bilangan asli, bilangan
cacah, bilangan bulat, bilangan pecahan, dan lainnya. Contoh: -4, 0,3
I. Bilangan Imajiner
Bilangan imajiner adalah kebalikan dari bilangan real. Contoh: 3i
J. . Bilangan Kompleks
Bilangan kompleks adalah gabungan dari bilangan real dan bilangan imajiner.

CONTOH BILANGAN BULAT


SOAL:
A.Suhu udara di puncak pada pukul 19.00 mencapai 18 derajat celcius dan pada pukul 21.00
mencapai 16 derajat celcius. Tuliskan perbedaan suhu udara tersebut!
Jawab: 18 - 16 = 2
Perbedaan suhu udara tersebut adalah 2 derajat celsius.
Contoh
B. bilangan bulat positif
jenis bilangan bulat yang bernilai positif. Sering juga disebut bilangan asli.
Contohnya angka 1, 2, 3, 4, 5, 6, dan seterusnya.
C.bilangan bulat negative
Merupakan jenis bilangan bulat yang bernilai negative
Contohnya angka -10, -9, -8, -7, -6, -5, -4, -3, -2, dan -1.
bilangan negatif tidak harus selalu diberi tanda minus (-) di depan angka. Karena bisa
dinyatakan lewat kata-kata Misal, pedagang itu mengalami kerugian sebesar Rp 1.000.000.
Jika ditulis dalam bentuk bilangan bulat negatif, hasilnya -Rp 1.000.000.
BAB III
MEMBANDINGKAN BILANGAN

Anda mungkin juga menyukai