Ketentuan Bea Meterai 2022
Ketentuan Bea Meterai 2022
1.Ketentuan Umum
2.Objek, Tarif, Dan Saat Terutang Bea Meterai
3.Pihak Yang Terutang Dan Pemungut Bea Meterai
4.Pembayaran Bea Meterai Yang Terutang
5.Meterai Tempel, Meterai Elektronik dan Meterai Dalam
Bentuk Lain
6.Pemeteraian Kemudian
7.Larangan Bagi Pejabat Yang Berwenang
8.Fasilitas Pembebasan Dari Pengenaan Bea Meterai
9.Daluwarsa dan Ketentuan Pidana
10.Ketentuan Peralihan dan Penutup
KetentuanUmum Bea Meterai 5
Dokumen yang digunakan sebagai alat bukti di Pihak yang mengajukan dokumen Saat diajukan ke
-
pengadilan pengadilan
Dokumen yang dibuat di luar negeri sesuai Pihak yang menerima manfaat atas Dokumen digunakan
ketentuan dokumen di Indonesia
10
Dokumen yang bersifat perdata sebagaimana dimaksud pada Pasal 3 ayat (1)
huruf a meliputi:
surat perjanjian, surat keterangan, surat pernyataan, dokumen lelang yang berupa
atau surat lainnya yang sejenis, beserta rangkapnya; kutipan risalah lelang, minuta
risalah lelang, salinan risalah
akta notaris beserta grosse, salinan, dan kutipanya; lelang, dan grosse risalah lelang
akta PPATbeserta salinan dan kutipannya;
PENGECUALIAN
Dokumen berupa surat berharga sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 3 ayat (2) huruf d, Bea
Meterai terutang oleh pihak yang menerbitkan
surat berharga
PIHAK 19
Pasal 10 - 11
Pemungut
Pemungutan Bea Meterai yang terutang atas Dokumen
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (2) dapat
dilakukan oleh pemungut Bea Meterai.
* Ketentuan lebih lanjut mengenai penetapan pemungut dan tata cara pemungutan,
penyetoran, dan pelaporan Bea Meterai diatur dalam Peraturan Menteri
Pembayaran Bea Meterai
20
Meterai Tempel
Meterai Elektronik
Meterai Dalam Bentuk Lain
Surat Setoran Pajak
21
Meterai Tempel
Ciri-ciri umum meterai tempel adalah:
gambar lambang negara Garuda Pancasila
Meterai Elektronik
merupakan meterai yang memiliki kode unik dan keterangan
tertentu yang diatur dengan Peraturan Menteri
Dilakukan untuk:
Dokumen yang Bea Meterainya tidak atau
kurang dibayar
PERATURAN PELAKSANAAN
UU BEA METERAI
www.pajak.go.id
Peraturan dan Rancangan Peraturan 33
1 PP 86/2021 PMK-133/PMK.03/2021
Pengadaan, Pengelolaan, dan Peraturan Pelaksanaan
Penjualan Meterai PP 86/2021
2 PMK-134/PMK.03/2021
UU Pembayaran Bea Meterai Pembayaran Bea Meterai ...
BEA METERAI serta Pemeteraian Kemudian
(UU 10/2020)
PMK-151/PMK.03/2021
3 Penetapan Pemungut Bea Meterai dan
Pemungutan Bea Meterai
Tata Cara Pemungutan, Penyetoran, dan
Pelaporan Bea Meterai
4 RPP
Pembebasan Bea Meterai Pemberian Fasilitas Pembebasan
dari Pengenaan Bea Meterai
www.pajak.go.id
34
www.pajak.go.id
Pokok Penggantian 35
PMK-4/PMK.03/2021 PMK-134/PMK.03/2021
www.pajak.go.id
Pembayaran Bea Meterai
36
Meterai Tempel
Meterai Elektronik
Meterai Dalam Bentuk Lain
Surat Setoran Pajak
www.pajak.go.id
Meterai Tempel 37
Dilakukan dengan membubuhkan meterai tempel yang sah dan berlaku, serta
belum pernah dipakai
Ketentuan pembubuhan:
a. meterai tempel direkatkan dengan utuh dan tidak rusak di tempat tanda
tangan akan dibubuhkan
b. tanda tangan dibubuhkan sebagian di atas kertas dan sebagian di atas meterai
tempel, disertai pencantuman tanggal, bulan, dan tahun penandatanganan
Meterai tempel memiliki ciri umum dan ciri khusus, yang tercantum dalam Lampiran
Tambahan ciri khusus pada meterai tempel ditetapkan dengan Keputusan Menteri
www.pajak.go.id
Meterai Elektronik 38
www.pajak.go.id
Meterai Elektronik 39
www.pajak.go.id
Meterai Dalam Bentuk Lain 40
METERAI TERAAN
METERAI KOMPUTERISASI
METERAI PERCETAKAN
(Meterai percetakan hanya digunakan dalam pemungutan Bea Meterai
atas surat berharga berupa cek dan bilyet giro)
www.pajak.go.id
Meterai Dalam Bentuk Lain 41
▪ Pembayaran Bea Meterai dengan menggunakan Meterai Dalam Bentuk Lain dilakukan oleh Pembuat Meterai dengan
Ketentuan
membubuhkan Meterai Dalam Bentuk Lain pada Dokumen yang terutang Bea Meterai
Pembubuhan ▪ Dalam hal dokumen terdiri atas dua lembar atau lebih, Meterai dibubuhkan pada lembar pertama dokumen
▪ Pembuat Meterai wajib melakukan deposit ▪ Pembubuhan dilakukan berdasarkan
▪ Pembubuhan meterai mengurangi saldo deposit sebesar nilai nominal permintaan Pemungut Bea Meterai
Deposit meterai yang dibubuhkan tanpa didahului deposit
▪ Pemungut Bea Meterai wajib
melakukan penyetoran Bea Meterai
▪ tulisan “BEA METERAI LUNAS” ▪ tulisan “METERAI PERCETAKAN”
▪ warna teraan merah
▪ logo Kementerian Keuangan ▪ angka yang menunjukkan tarif ▪ logo Kementerian Keuangan
▪ tulisan “Direktorat Jenderal Pajak” ▪ angka yang menunjukkan tarif
▪ logo dan/atau tulisan nama ▪ nama Pembuat Meterai
Pembuat Meterai
Unsur-unsur ▪ tulisan “METERAI TERAAN”
▪ angka yang menunjukkan tarif
▪ tanggal, bulan, dan tahun
pembubuhan
▪ nomor mesin
▪ kode unik.
www.pajak.go.id
Surat Setoran Pajak 42
SUBJEK
Pembayaran Bea Meterai dengan menggunakan SSP dilakukan hanya untuk
pembayaran Bea Meterai oleh Pihak Yang Terutang
KRITERIA
▪ Pemeteraian kemudian atas dokumen yang digunakan sebagai alat bukti
di pengadilan, dengan jumlah lebih dari 50 dokumen Pembayaran paling lama 30 hari
▪ Meterai tempel tidak tersedia atau tidak dapat digunakan sejak saat terutangnya Bea Meterai,
▪ Terjadi kegagalan Sistem Meterai Elektronik dalam hal:
✓ meterai tempel tidak tersedia
atau tidak dapat digunakan
TATA CARA ✓ terjadi kegagalan Sistem Meterai
▪ menyetorkan Bea Meterai yang terutang ke kas negara, menggunakan Elektronik
formulir SSP atau kode billing dengan KAP 411611 dan KJS 100
▪ membuat daftar dokumen, dalam hal pembayaran dilakukan atas dua atau
lebih dokumen yang terutang Bea Meterai
▪ melekatkan SSP yang telah ditera NTPN dengan dokumen yang terutang
Bea Meterai atau daftar dokumen
www.pajak.go.id
Penentuan Keabsahan Meterai 43
Meterai Penentuan
Meterai Meterai
Bentuk Keabsahan
Tempel Elektronik
Lain Meterai
Pembayaran sah sepanjang Pembayaran sah sepanjang Pembayaran sah sepanjang ✓ Dirjen Pajak menentukan
memenuhi ketentuan: memenuhi ketentuan: memenuhi ketentuan: keabsahan Meterai, dalam hal
▪ menggunakan meterai tempel ▪ pembubuhan dilakukan ▪ Pembubuhan dilakukan oleh diperlukan
yang sah dan berlaku, serta melalui Sistem Meterai Pembuat Meterai, ✓ Keabsahan Meterai ditentukan
belum pernah dipakai Elektronik ▪ Deposit cukup (untuk meterai berdasarkan hasil penelitian
▪ memenuhi ketentuan ▪ Meterai elektronik yang teraan dan komputerisasi) keabsahan Meterai
pembubuhan meterai tempel dibubuhkan pada dokumen ▪ Pembubuhan meterai ✓ Dirjen Pajak dapat meminta
memiliki kode unik dan percetakan berdasarkan keterangan atau penjelasan dari
keterangan tertentu permintaan Pemungut pihak yang melaksanakan
▪ Unsurnya sesuai ketentuan pencetakan meterai tempel atau
pembuatan meterai elektronik
Tidak memenuhi ketentuan?
Pembayaran Bea Meterai tidak sah dan dokumen dianggap tidak bermeterai
www.pajak.go.id
Pemeteraian Kemudian 44
Kepala KPP dapat menerbitkan SKP dalam ❑ Dokumen sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (2) UU Bea Meterai
hal Pihak Yang Terutang tidak melakukan yang Bea Meterainya tidak atau kurang dibayar sebagaimana mestinya
SKP OBJEK
Pemeteraian Kemudian atas dokumen ❑ Dokumen yang digunakan sebagai alat bukti di pengadilan
yang Bea Meterainya tidak atau kurang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) huruf b UU Bea Meterai
dibayar
06 01
❑ Pemeteraian Kemudian disahkan oleh Pejabat Pos
atau Pejabat Pengawas PEJABAT Pemeteraian Kemudian dilakukan oleh Pihak Yang Terutang
SUBJEK
❑ Pejabat pos hanya dapat melakukan pengesahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 UU Bea Meterai
atas pemeteraian kemudian yang dibayar dengan
menggunakan meterai tempel 05 02
❑ Pembayaran Bea Meterai yang terutang CARA JUMLAH ❑ Dokumen yang Bea Meterainya tidak atau kurang dibayar sebagaimana
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 BAYAR BAYAR mestinya terutang Bea Meterai sejak tanggal 1 Januari 2021:
dilakukan dengan menggunakan: Bea Meterai yang terutang + sanksi administratif 100%
a. Meterai Tempel 04 03
b. Meterai Elektronik ❑ Dokumen yang Bea Meterainya tidak atau kurang dibayar sebagaimana
c. SSP mestinya terutang Bea Meterai sebelum tanggal 1 Januari 2021:
❑ Pembayaran sanksi administratif Bea Meterai yang terutang + sanksi administratif 200%
dilakukan dengan menggunakan
formulir SSP atau kode billing dengan ❑ Dokumen yang digunakan sebagai alat bukti di pengadilan:
KAP 411611 dan KJS 512 Bea Meterai yang terutang sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan yang berlaku pada saat Pemeteraian Kemudian
dilakukan
www.pajak.go.id
Ketentuan Peralihan 45
Meterai Tempel berdasarkan PMK-65/PMK.03/2014 Bea Meterai atas Cek dan Bilyet Giro
❑ Meterai tempel masih tetap berlaku dan dapat ❑ Tanda Bea Meterai lunas yang telah
dipergunakan sampai dengan tanggal 31 Desember dibubuhkan pada surat berharga
2021 dan tidak dapat ditukarkan dengan uang atau berupa cek dan bilyet giro dengan
dalam bentuk apa pun menggunakan teknologi percetakan
❑ Ketentuan pembubuhan: berdasarkan KMK-133b/2000 dapat
a. menggunakan meterai tempel yang sah dan berlaku digunakan untuk pembayaran Bea
berdasar PMK-65/2014 serta belum pernah dipakai Meterai yang terutang
b. meterai tempel direkatkan pada dokumen yang ❑ Selisih antara Bea Meterai yang
terutang Bea Meterai dengan nilai paling sedikit seharusnya terutang dan tarif Bea
Rp9.000,00 Meterai yang tertera pada tanda Bea
c. meterai tempel direkatkan seluruhnya dengan utuh Meterai lunas, wajib dilunasi dengan
dan tidak rusak di tempat tanda tangan akan menggunakan Meterai Teraan atau SSP,
dibubuhkan paling lama sebelum Dokumen
d. tanda tangan dibubuhkan sebagian di atas kertas digunakan
dan sebagian di atas semua meterai tempel disertai
dengan pencantuman tanggal, bulan, dan tahun
dilakukannya penandatanganan.
www.pajak.go.id
Ketentuan Penutup 46
www.pajak.go.id
47
www.pajak.go.id
Bea Meterai dan Pemungutan 48
www.pajak.go.id
Objek dan Kriteria 49
surat berharga berupa cek dan bilyet giro WP yg memfasilitasi penerbitan dokumen
Dokumen yang mendapat fasilitas PEMBEBASAN dari pengenaan Bea Meterai DIKECUALIKAN dari pemungutan Bea Meterai
www.pajak.go.id
Pembebasan Bea Meterai 50
❑ yang menyatakan pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan dalam rangka
percepatan proses penanganan dan pemulihan kondisi sosial ekonomi suatu daerah
akibat Bencana Alam
❑ yang menyatakan pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan yang digunakan
untuk melaksanakan kegiatan yang semata-mata bersifat keagamaan dan/atau sosial
yang tidak bersifat komersial
❑ dalam rangka mendorong atau melaksanakan program pemerintah dan/atau
kebijakan lembaga yang berwenang di bidang moneter atau jasa keuangan
dokumen transaksi surat berharga dengan batas nilai nominal tertentu
❑ yang terkait pelaksanaan Perjanjian Internasional yang telah mengikat berdasarkan
ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang Perjanjian Internasional atau
berdasarkan asas timbal balik
www.pajak.go.id
Penetapan Pemungut Bea Meterai 51
Data/Informasi
Surat Pemberitahuan
Untuk ditetapkan
Penetapan berlaku pada awal bulan berikutnya
Sebagai Pemungut setelah tanggal Surat Penetapan sebagai Pemungut Bea Meterai
Bea Meterai
www.pajak.go.id
Kewajiban Pemungut Bea Meterai
52
Pemungutan
Penyetoran
Pelaporan
www.pajak.go.id
Kewajiban Pemungut Bea Meterai 53
24 Des ’21 1 Jan ‘22 31 Jan ‘22 10 Feb ’22 20 Feb ’22
----- ----- -----
Tanggal surat Batas waktu Batas waktu
penetapan Pemungutan penyetoran pelaporan
masa pajak Januari 2022 untuk masa untuk masa
(masa pajak pertama) pajak Januari pajak Januari
2022 2022
www.pajak.go.id
Tata Cara Pemungutan, Penyetoran, dan Pelaporan 54
surat berharga berupa cek Saat dokumen Membubuhkan meterai 411611 – 900 ❑ Pelaporan dengan
dan bilyet giro diterima dari pembuat percetakan melalui pembuat menyampaikan SPT
meterai meterai Masa Bea Meterai
www.pajak.go.id
WP yang Berstatus sebagai Pemungut dan Pihak yang Terutang 55
Kas
Negara Penyetoran
Deposit
Pembuatan
dan Distribusi Distribusi Pemungut Bea Pemungutan
Perum Peruri Distributor Pihak yang
Meterai Terutang
www.pajak.go.id
Mekanisme Penyetoran 56
Kas
Negara Penyetoran Paling Lambat 10 Feb ‘22
Pemungut menyetorkan Bea
Meterai atas pemungutan di
masa pajak Januari 2022
Deposit sebesar 600 x Rp10.000
Pembuatan
dan Distribusi Distribusi Pemungut Bea Pemungutan
Perum Peruri Distributor Pihak yang
Meterai Terutang
www.pajak.go.id
57