0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
67 tayangan58 halaman

Ketentuan Bea Meterai 2022

Dokumen tersebut membahas objek, pihak yang terutang, saat terutang, dan tarif bea meterai berdasarkan UU No. 10 Tahun 2020 tentang Bea Meterai. Objek yang dikenakan bea meterai antara lain surat perjanjian, akta notaris, surat berharga, dan dokumen dengan nilai nominal lebih dari Rp5 juta. Pihak yang terutang berbeda-beda namun umumnya pihak penerima dokumen. Saat terutang tergantung j

Diunggah oleh

buatakunmedsos
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
67 tayangan58 halaman

Ketentuan Bea Meterai 2022

Dokumen tersebut membahas objek, pihak yang terutang, saat terutang, dan tarif bea meterai berdasarkan UU No. 10 Tahun 2020 tentang Bea Meterai. Objek yang dikenakan bea meterai antara lain surat perjanjian, akta notaris, surat berharga, dan dokumen dengan nilai nominal lebih dari Rp5 juta. Pihak yang terutang berbeda-beda namun umumnya pihak penerima dokumen. Saat terutang tergantung j

Diunggah oleh

buatakunmedsos
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

1

TMC 2022 Kanwil Jatim I


Perkenalan 2

4. JSPN KPP Pratama Surabaya Sawahan (Thn 2008–


1. KPP Surabaya Genteng (Thn 1998–2005) 2011)
a. Pelaksana Seksi Penkeb (1998) 5. KPP Pratama Surabaya Karangpilang (Thn 2011-2015)
b. Pelaksana Seksi PPN & PTLL (2000) Account Representative (2011)
c. JSPN (2002) 6. KPP Madya Surabaya (Thn 2015-2019)
2. Karikpa Surabaya Tiga (Thn 2003-2007) Account Representative (2015)
Pelaksana RT dan Keuangan (2005) 7. Penelaah Keberatan Kanwil DJP Jatim I (Thn 2019 sd
3. KPP Surabaya Krembangan (Thn 2007) 2021)
JSPN (2007) 8. Penelaah Keberatan Kanwil DJP Jabar I (Thn 2021 sd
Sekarang)
Sejarah Bea Meterai di Indonesia 3

1. Sejak Tahun 1817 2. Tahun 1885 sd 1921

De heffing van het richt het Ordonantie op de heffing van


kleinzegel van 1817 zegelrecht in Nederlandsindie
(Staatsblad Tahun 1817 Nomor 50) (Staatsblad Tahun 1885 Nomor 131)

3. Mulai Tahun 1921 4. Sejak Tahun 1986

Zegelverordening 1921 - Aturan Undang Undang Nomor 13 TAHUN


Bea Meterai 1921 (ABM 1921) 1985 tentang Bea Meterai (UUBM)
Staatsblad Tahun 1921 Nomor 498 (berlaku sejak 1 Janurai 1986)

5. Sejak Tahun 2021

Undang Undang Nomor 10 TAHUN


2020 tentang Bea Meterai (UUBM)
(berlaku sejak 1 Janurai 2021)
UU No. 10 Tentang Bea Meterai 4

1.Ketentuan Umum
2.Objek, Tarif, Dan Saat Terutang Bea Meterai
3.Pihak Yang Terutang Dan Pemungut Bea Meterai
4.Pembayaran Bea Meterai Yang Terutang
5.Meterai Tempel, Meterai Elektronik dan Meterai Dalam
Bentuk Lain
6.Pemeteraian Kemudian
7.Larangan Bagi Pejabat Yang Berwenang
8.Fasilitas Pembebasan Dari Pengenaan Bea Meterai
9.Daluwarsa dan Ketentuan Pidana
10.Ketentuan Peralihan dan Penutup
KetentuanUmum Bea Meterai 5

1 Bea Meterai 3 Tanda Tangan


Pajak atas Dokumen Tanda sebagai lambang nama sebagaimana lazimnya
dipergunakan, termasuk paraf, teraan atau cap tanda
tangan atau cap paraf, teraan atau cap nama, atau tanda
2 Dokumen lainnya sebagai pengganti tanda tangan, atau tanda
tangan elektronik sebagaimana dimaksud dalam
undang-undang di bidang informasi dan transaksi
Sesuatu yang ditulis atau tulisan, dalam bentuk elektronik
tulisan tangan, cetakan, atau elektronik, yang
dapat dipakai sebagai alat bukti atau keterangan.

Elektronik : meliputi dokumen dalam mesin/sistem


4 Meterai
elektronik, email, electronic data capturer (EDC) dan
transaksi elektronik. Label atau carik dalam bentuk tempel, elektronik, atau
bentuk lainnya yang memiliki ciri dan mengandung unsur
pengaman yang dikeluarkan oleh Pemerintah Republik
Indonesia, yang digunakan untuk membayar pajak atas
Dokumen

Pasal 1 UU Bea Meterai


KetentuanUmum Bea Meterai 6

5 Pihak Yang Terutang 7 Setiap Orang


Pihak yang dikenai Bea Meterai dan wajib membayar Orang perseorangan dan/atau badan, baik yang
Bea Meterai yang terutang berbentuk badan hukum maupun tidak berbadan hukum

6 Pemeteraian Kemudian 8 Menteri


Pemeteraian yang memerlukan pengesahan dari Menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di
pejabat yang ditetapkan oleh Menteri bidang keuangan

Pasal 1 UU Bea Meterai


Azas Pengaturan Bea Meterai 7

1 Azas Kesederhanaan 3 Azas Keadilan


Pengaturan Bea Meterai harus dapat memberikan Pengaturan Bea Meterai menjunjung
kemudahan pelayanan kepada masyarakat dalam tinggi keseimbangan hak dan kewajiban
memenuhi hak dan kewajibannya setiap pihak yang terlibat

2 Azas Efisiensi 4 Azas Kepastian Hukum


Pengaturan Bea Meterai harus berorientasi pada Pengaturan Bea Meterai harus dapat
minimalisasi penggunaan sumber daya untuk mewujudkan ketertiban dalam
mencapai hasil kerja yang terbaik masyarakat melalui jaminan kepastian
hukum.

Pengaturan Bea Meterai bermanfaat bagi kepentingan


5 Azas Kemanfaatan negara, bangsa, dan masyarakat, khususnya dalam
memajukan kesejahteraan umum

Pasal 2 UU Bea Meterai


Tujuan Pengaturan Bea Meterai 8

mengoptimalkan penerimaan negara guna menerapkan pengenaan Bea Meterai


1 membiayai pembangunan nasional secara mandiri 4 secara lebih adil
menuju masyarakat Indonesia yang sejahtera
memberikan kepastian hukum dalam pemungutan menyelaraskan ketentuan Bea Meterai
2 Bea Meterai 5 dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan lainnya
Memberikan kesetaraan antara
dokumen kertas dan elektronik
Meningkatkan kesederhanaan
dan efektivitas melalui tarif
menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat tunggal dan penerapan meterai
3 elektronik
Keberpihakan kepada masyarakat luas
dan pelaku UMKM dengan tarif yang
relatif rendah dan terjangkau, serta
kenaikan batas nominal nilai uang dalam
dokumen dari lebih dari Rp1 juta menjadi
lebih dari Rp5 juta

Pasal 2 UU Bea Meterai


9
OBJEK, PIHAK, SAAT TERUTANG DAN TARIF
OBJEK THRESHOLD PIHAK YANG TERUTANG SAAT TERUTANG TARIF
(Pasal 3) (Pasal 3) (Pasal 9) (Pasal 8) (Pasal 5)
Surat perjanjian, beserta rangkapnya -
Masing-masing pihak atas Saat dibubuhi tanda
Akta notaris beserta grosse, salinan, dan kutipannya -
dokumen yang diterimanya tangan
Akta PPAT beserta salinan dan kutipannya -
Surat berharga - Pihak yang menerbitkan dokumen
Dokumen transaksi surat berharga, termasuk Pihak yang menerima dokumen Saat selesai dibuat
-
dokumen transaksi kontrak berjangka
Surat keterangan, pernyataan, atau surat lainnya yang
-
sejenis, beserta rangkapnya
Dokumen lelang - Saat diserahkan Rp10.000
Dokumen yang menyatakan jumlah uang dengan nilai kepada pihak untuk
Pihak yang menerima dokumen
nominal lebih dari Rp5.000.000,00 yang: siapa dokumen
1. menyebutkan penerimaan uang tersebut dibuat
Rp5.000.000
2. berisi pengakuan bahwa utang seluruhnya atau
sebagiannya telah dilunasi atau diperhitungkan

Dokumen yang digunakan sebagai alat bukti di Pihak yang mengajukan dokumen Saat diajukan ke
-
pengadilan pengadilan
Dokumen yang dibuat di luar negeri sesuai Pihak yang menerima manfaat atas Dokumen digunakan
ketentuan dokumen di Indonesia
10

Objek Bea Meterai

Bea Meterai dikenakan atas:


Dokumen yang dibuat sebagai alat untuk
menerangkan mengenai suatu kejadian yang
bersifat perdata; dan
Dokumen yang digunakan sebagai alat bukti
di pengadilan

Pasal 3 ayat (1) UU Bea Meterai


Pasal 3 ayat (2) Objek Bea Meterai 11

Dokumen yang bersifat perdata sebagaimana dimaksud pada Pasal 3 ayat (1)
huruf a meliputi:
surat perjanjian, surat keterangan, surat pernyataan, dokumen lelang yang berupa
atau surat lainnya yang sejenis, beserta rangkapnya; kutipan risalah lelang, minuta
risalah lelang, salinan risalah
akta notaris beserta grosse, salinan, dan kutipanya; lelang, dan grosse risalah lelang
akta PPATbeserta salinan dan kutipannya;

surat berharga dengan nama dan bentuk apapun;

dokumen transaksi surat berharga, termasuk


dokumen transaksi kontrak berjangka, dengan
nama dan bentuk apa pun;
Objek Bea Meterai
12

> 250 ribu > 5 juta


UU No 13 Tahun 1985 UU No Tahun 2020

Dokumen yang menyatakan jumlah uang dengan nominal lebih dari


Rp.5.000.000,00 (lima juta rupiah) yang:
menyebutkan penerimaan uang;
berisi pengakuan bahwa utang seluruhnya atau sebagiannya telah
dilunasi atau diperhitungkan

Pasal 3 ayat (2) huruf g UU Bea Meterai


13
Tarif Bea Meterai
METERAI
Dokumen sebagaimana dimaksud TEMPEL
dalam Pasal 3 dikenai Bea Meterai 9BF765GI497868965
dengan tarif tetap sebesar
Rp10.000,00 (sepuluh ribu rupiah)
Pasal 5 UU Bea Meterai 2020
10.000
sepuluh ribu rupiah

Tarif tersebut dapat diturunkan atau dinaikkan


dengan Peraturan Pemerintah setelah berkonsultasi
Berlaku mulai 1 Januari 2021
dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)
Saat Terutang Bea Meterai 14

Bea Meterai terutang pada saat:


Dokumen dibubuhi untuk tanda tangan
Surat perjanjian berserta rangkapnya
Akte notaris beserta grosse, salinan, dan kutipannya
Akta PPAT beserta salinan dan kutipannya

Dokumen selesai dibuat


Surat berharga dengan nama dan dalam bentuk apapun
Dokumen transaksi surat berharga, termasuk dokumen transaksi
kontrak berjangka, dengan nama dan dalam bentuk apa pun

Pasal 8 ayat (1) UU Bea Meterai


Saat Terutang Bea Meterai 15

Dokumen diserahkan kepada pihak untuk siapa Dokumen tersebut dibuat

Surat keterangan, surat pernyataan, atau surat lainnya yang sejenis,


beserta rangkapnya
Dokumen lelang
Surat yang menyatakan jumlah uang

Dokumen diajukan ke Pengadilan, untuk dokumen yang digunakan


sebagai alat bukti di pengadilan
Dokumen digunakan di Indonesia, untuk dokumen perdata yang
dibuat di luar negeri

Pasal 8 ayat (1) UU Bea Meterai


16

Non-Objek Bea Meterai


Bea Meterai tidak dikenakan atas Dokumen berupa:
dokumen yang terkait lalu lintas orang dan barang tanda terima pembayaran gaji,
1
uang tunggu, pensiun, uang
1. surat penyimpanan barang tunjangan, dan pembayaran
2. konosemen lainnya yang berkaitan dengan
3. surat angkutan penumpang dan barang hubungan kerja, serta surat yang
diserahkan untuk mendapatkan
4. bukti untuk pengiriman dan penerimaan barang pembayaran dimaksud
5. surat pengiriman barang untuk dijual atas tanggungan
pengirim
tanda bukti penerimaan uang negara
6. surat lainnya yang dapat dipersamakan dengan surat dari kas negara, kas pemerintah
sebagaimana dimaksud pada angka 1 sampai dengan
angka 5 daerah, bank, dan Lembaga lainnya
yang ditunjuk oleh negara
berdasarkan ketentuan peraturan
segala bentuk ijazah perundang-undangan

Pasal 7 UU Bea Meterai


17

Non-Objek Bea Meterai


Bea Meterai tidak dikenakan atas Dokumen berupa: 2
kuitansi untuk semua jenis pajak dan untuk dokumen yang menyebutkan simpanan
penerimaan lainnya yang dapat dipersamakan uang atau surat berharga, pembayaran uang
dengan itu yang berasal dari kas negara, kas simpanan kepada penyimpan oleh bank,
pemerintahan daerah, bank, dan lembaga koperasi, dan badan lainnya yang
lainnya yang ditunjuk berdasarkan ketentuan menyelenggarakan penyimpanan uang, atau
peraturan perundang-undangan pengeluaran surat berharga oleh kustodian
kepada nasabah
tanda penerimaan uang yang dibuat untuk
keperluan intern organisasi tanda pembagian keuntungan, bunga, atau
imbal hasil dari surat berharga, dengan
surat gadai nama dan dalam bentuk apa pun
dokumen yang diterbitkan atau dihasilkan
oleh Bank Indonesia dalam rangka
pelaksanaan kebijakan moneter

Pasal 7 UU Bea Meterai


PIHAK 18
Pasal 9
Yang Terutang
Dokumen yang dibuat sepihak, Bea Meterai terutang
oleh pihak yang menerima dokumen

Dokumen yang dibuat 2 (dua) pihak atau lebih, Bea


Meterai terutang oleh masing-masing pihak atas
Dokumen yang diterimanya

PENGECUALIAN
Dokumen berupa surat berharga sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 3 ayat (2) huruf d, Bea
Meterai terutang oleh pihak yang menerbitkan
surat berharga
PIHAK 19
Pasal 10 - 11
Pemungut
Pemungutan Bea Meterai yang terutang atas Dokumen
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (2) dapat
dilakukan oleh pemungut Bea Meterai.

Kewajiban Pemungut Bea Meterai:


Memungut Bea Meterai yang terutang atas dokumen
tertentu dari pihak yang terutang
Menyetorkan Bea Meterai ke kas negara
Melaporkan pemungutan dan penyetoran Bea Meterai
ke kantor DJP

* Ketentuan lebih lanjut mengenai penetapan pemungut dan tata cara pemungutan,
penyetoran, dan pelaporan Bea Meterai diatur dalam Peraturan Menteri
Pembayaran Bea Meterai
20

Meterai Tempel
Meterai Elektronik
Meterai Dalam Bentuk Lain
Surat Setoran Pajak
21

Meterai Tempel
Ciri-ciri umum meterai tempel adalah:
gambar lambang negara Garuda Pancasila

frasa “Meterai Tempel”

angka yang menunjukkan nilai nominal

Selain memiliki ciri umum, meterai tempel juga memiliki


ciri khusus sebagai unsur pengaman pada desain, bahan,
dan teknik cetak.
22

Meterai Elektronik
merupakan meterai yang memiliki kode unik dan keterangan
tertentu yang diatur dengan Peraturan Menteri

Meterai Dalam Bentuk Lain


merupakan meterai yang dibuat dengan menggunakan
mesin teraan meterai digital, sistem komputerisasi, teknologi
percetakan, dan sistem atau teknologi lainnya
Pemeteraian Kemudian
23

Dilakukan untuk:
Dokumen yang Bea Meterainya tidak atau
kurang dibayar

Dokumen yang digunakan sebagai alat bukti


pengadilan

* Pihak yang wajib membayar Bea Meterai melalui Pemateraian Kemudian


merupakan pihak yang terutang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9
24
Pasal 22

Bea Meterai yang terutang dapat diberikan


fasilitas pembebasan dari pengenaan Bea
Meterai, baik untuk sementara waktu maupun
c.
Dokumen dalam rangka mendorong
selamanya, untuk: atau melaksanakan program
pemerintah dan/atau kebijakan
Dokumen yang menyatakan pengalihan hak
a. atas tanah dan/atau bangunan dalam rangka
lembaga yang berwenang di bidang
moneter atau jasa keuangan
percepatan proses penanganan dan
pemulihan kondisi sosial ekonomi suatu Dokumen yang terkait pelaksanaan
daerah akibat bencana alam yang ditetapkan
sebagai bencana alam
d. perjanjian internasional yang telah
mengikat berdasarkan ketentuan
peraturan perundang-undangan di
Dokumen yang menyatakan pengalihan hak
b. atas tanah dan/atau bangunan yang
bidang perjanjian internasional atau
berdasarkan asas timbal balik
digunakan untuk melaksanakan kegiatan
yang semata-mata bersifat keagamaan
dan/atau sosial tidak bersifat komersial
* Dokumen adalah sebagaimana dimaksud Pasal 3
Sanksi
25

Pemungut Bea Meterai yang tidak melaksanakan kewajiban pemungutan


dan/atau penyetoran, diterbitkan SKP untuk menagih Bea Meterai yang tidak
atau kurang dipungut dan/atau tidak atau kurang disetor, ditambah sanksi
administratif sebesar 100% (seratus persen) dari Bea Meterai yang tidak
atau kurang dipungut dan/atau tidak atau kurang disetor.
Pasal 11 ayat (2) dan ayat (3) UU Bea Meterai

Bea Meterai yang wajib dibayar melalui Pemeteraian Kemudian atas


dokumen yang Bea Mterainya tidak atau kurang dibayar sebesar
Bea Meterai yang terutang ditambah sanksi administratif sebesar
100% (seratus persen) dari Bea Meterai yang terutang.
Pasal 17 ayat (1) jo. Pasal 18 ayat (2) UU Bea Meterai 2020
Larangan Pejabat
26
Pasal 21

Pejabat yang berwenang dalam menjalankan tugas atau jabatannya, dilarang:


menerima, mempertimbangkan, atau menyimpan Dokumen sebagaimana
a. dimaksud dalam Pasal 3 yang Bea Meterainya tidak atau kurang dibayar

melekatkan Dokumen sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 yang Bea


b. Meterainya tidak atau kurang dibayar pada Dokumen lain yang berkaitan

membuat salinan, tembusan, rangkap, atau petikan dari Dokumen


c. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 yang Bea Meterainya tidak atau
kurang dibayar

d. memberikan keterangan atau catatan pada Dokumen sebagaimana


dimaksud dalam Pasal 3 yang Bea Meterainya tidak atau kurang dibayar
27
Kedaluwarsa

“ Bea Meterai yang terutang menjadi kedaluwarsa setelah


jangka waktu 5 (lima) tahun sejak saat terutang.

Pasal 23 UU Bea Meterai


28

Ketentuan Pidana Pasal 24

Setiap orang yang:


meniru atau memalsu Meterai yang dikeluarkan oleh
Pemerintah Republik Indonesia, dengan maksud untuk memakai
atau meminta orang lain memakai Meteri tersebut sebagai
Meterai asli, tidak dipalsu, atau sah; atau

Membuat meterai dengan menggunakan cap asli secara melawan


hukum, termasuk membuat meterai elektronik, dan meterai dalam
bentuk lain, secara melawan hukum
dipidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan pidana denda
paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah)
29

Ketentuan Pidana Pasal 25


Setiap orang yang memakai, menjual, menawarkan, menyerahkan,
mempunyai persediaan untuk dijual atau memasukkan ke wilayah
Negara Kesatuan Republik Indonesia:

Meterai dipalsu atau dibuat secara melawan hukum seolah-olah


asli, tidak dipalsu, dan dibuat secara tidak melawan hukum; atau
Barang yang dibubuhi meterai sebagaimana dimaksud dalam
huruf a, seolah-olah barang tersebut asli, tidak dipalsu, dan
dibuat secara tidak melawan hukum
dipidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan pidana
denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta
rupiah)
30

Ketentuan Pidana Pasal 26

Setiap orang yang dengan sengaja menghilangkan


tanda, menghilangkan ciri, atau memakai, menjual,
menawarkan, menyerahkan, mempunyai persediaan
untuk dijual, atau memasukkan ke wilayah NKRI
seolah-olah meterai tersebut belum dipakai, dipidana
dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun
atau pidana denda paling banyak Rp200.000.000,00
(dua ratus juta rupiah)
Ketentuan Peralihan
31
Pasal 28

Pada saat Undang-Undang ini mulai berlaku:


Dokumen yang Bea Meterainya tidak atau kurang dibayar yang dibuat
a. sebelum Undang-Undang ini berlaku, Bea Meterainya tetap terutang dan
dibayar berdasarkan UU Nomor 13 Tahun 1985 tentang Bea Meterai.

Meterai tempel yang telah dicetak berdasarkan UU Nomor 13 Tahun 1985


b. tentang Bea Meterai dan peraturan pelaksanaannya yang masih tersisa,
masih dapat digunakan sampai jangka waktu 1 (satu) tahun setelah UU ini
mulai berlaku dan tidak dapat ditukarkan dalam bentuk apapun.

Meterai tempel yang digunakan untuk melakukan pembayaran Bea


c. Meterai yang terutang atas Dokumen sebagaimana dimaksud dalam huruf
b, dapat digunakan dengan nilai total Meterai tempel yang dibubuhkan
pada Dokumen paling sedikit Rp9.000,00 (sembilan ribu rupiah).
32

PERATURAN PELAKSANAAN
UU BEA METERAI

www.pajak.go.id
Peraturan dan Rancangan Peraturan 33

1 PP 86/2021 PMK-133/PMK.03/2021
Pengadaan, Pengelolaan, dan Peraturan Pelaksanaan
Penjualan Meterai PP 86/2021

2 PMK-134/PMK.03/2021
UU Pembayaran Bea Meterai Pembayaran Bea Meterai ...
BEA METERAI serta Pemeteraian Kemudian
(UU 10/2020)
PMK-151/PMK.03/2021
3 Penetapan Pemungut Bea Meterai dan
Pemungutan Bea Meterai
Tata Cara Pemungutan, Penyetoran, dan
Pelaporan Bea Meterai

4 RPP
Pembebasan Bea Meterai Pemberian Fasilitas Pembebasan
dari Pengenaan Bea Meterai

www.pajak.go.id
34

Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.03/2021


PEMBAYARAN BEA METERAI, CIRI UMUM DAN CIRI KHUSUS
PADA METERAI TEMPEL, KODE UNIK DAN KETERANGAN
TERTENTU PADA METERAI ELEKTRONIK, METERAI DALAM
BENTUK LAIN, DAN PENENTUAN KEABSAHAN METERAI,
SERTA PEMETERAIAN KEMUDIAN

www.pajak.go.id
Pokok Penggantian 35

PMK-4/PMK.03/2021 PMK-134/PMK.03/2021

Meterai berupa: Meterai berupa:


Pembayaran Bea 1. Meterai tempel 1. Meterai tempel
Meterai 2. Meterai dalam bentuk lain 2. Meterai elektronik
3. Meterai dalam bentuk lain

Tidak diatur ▪ Pembubuhan melalui Sistem Meterai Elektronik


Meterai ▪ Kode unik dan keterangan tertentu pada meterai elektronik
Elektronik ▪ Jika terjadi kegagalan sistem, pembayaran dilakukan dengan SSP
▪ Pembayaran sah jika dilakukan melalui Sistem Meterai Elektronik

▪ Pembayaran dengan meterai tempel/SSP ▪ Pembayaran dengan meterai tempel/meterai elektronik/SSP


Pemeteraian
▪ Disahkan oleh pejabat pos atau pejabat ▪ Disahkan oleh pejabat pos atau pejabat pengawas
Kemudian
lain yang ditunjuk Dirjen Pajak

www.pajak.go.id
Pembayaran Bea Meterai
36

Meterai Tempel
Meterai Elektronik
Meterai Dalam Bentuk Lain
Surat Setoran Pajak
www.pajak.go.id
Meterai Tempel 37

Dilakukan dengan membubuhkan meterai tempel yang sah dan berlaku, serta
belum pernah dipakai

Ketentuan pembubuhan:
a. meterai tempel direkatkan dengan utuh dan tidak rusak di tempat tanda
tangan akan dibubuhkan
b. tanda tangan dibubuhkan sebagian di atas kertas dan sebagian di atas meterai
tempel, disertai pencantuman tanggal, bulan, dan tahun penandatanganan

Meterai tempel memiliki ciri umum dan ciri khusus, yang tercantum dalam Lampiran
Tambahan ciri khusus pada meterai tempel ditetapkan dengan Keputusan Menteri

www.pajak.go.id
Meterai Elektronik 38

Memberikan kesetaraan antara


dokumen kertas dan elektronik

Memberikan kemudahan dalam


pembayaran bea meterai yang terutang
atas dokumen berbentuk elektronik

www.pajak.go.id
Meterai Elektronik 39

1. Gambar lambang negara


Garuda Pancasila
2. Tulisan “METERAI ELEKTRONIK”

3. Angka “10000” dan


Tulisan “SEPULUH RIBU RUPIAH”
4. Kode unik

Pembayaran Bea Meterai dengan menggunakan Meterai Elektronik


dilakukan dengan membubuhkan Meterai Elektronik melalui Sistem Meterai Elektronik,
pada Dokumen yang terutang Bea Meterai

www.pajak.go.id
Meterai Dalam Bentuk Lain 40

METERAI TERAAN

METERAI KOMPUTERISASI

METERAI PERCETAKAN
(Meterai percetakan hanya digunakan dalam pemungutan Bea Meterai
atas surat berharga berupa cek dan bilyet giro)

www.pajak.go.id
Meterai Dalam Bentuk Lain 41

Meterai Teraan Meterai Komputerisasi Meterai Percetakan

▪ Pembayaran Bea Meterai dengan menggunakan Meterai Dalam Bentuk Lain dilakukan oleh Pembuat Meterai dengan
Ketentuan
membubuhkan Meterai Dalam Bentuk Lain pada Dokumen yang terutang Bea Meterai
Pembubuhan ▪ Dalam hal dokumen terdiri atas dua lembar atau lebih, Meterai dibubuhkan pada lembar pertama dokumen
▪ Pembuat Meterai wajib melakukan deposit ▪ Pembubuhan dilakukan berdasarkan
▪ Pembubuhan meterai mengurangi saldo deposit sebesar nilai nominal permintaan Pemungut Bea Meterai
Deposit meterai yang dibubuhkan tanpa didahului deposit
▪ Pemungut Bea Meterai wajib
melakukan penyetoran Bea Meterai
▪ tulisan “BEA METERAI LUNAS” ▪ tulisan “METERAI PERCETAKAN”
▪ warna teraan merah
▪ logo Kementerian Keuangan ▪ angka yang menunjukkan tarif ▪ logo Kementerian Keuangan
▪ tulisan “Direktorat Jenderal Pajak” ▪ angka yang menunjukkan tarif
▪ logo dan/atau tulisan nama ▪ nama Pembuat Meterai
Pembuat Meterai
Unsur-unsur ▪ tulisan “METERAI TERAAN”
▪ angka yang menunjukkan tarif
▪ tanggal, bulan, dan tahun
pembubuhan
▪ nomor mesin
▪ kode unik.

www.pajak.go.id
Surat Setoran Pajak 42

SUBJEK
Pembayaran Bea Meterai dengan menggunakan SSP dilakukan hanya untuk
pembayaran Bea Meterai oleh Pihak Yang Terutang

KRITERIA
▪ Pemeteraian kemudian atas dokumen yang digunakan sebagai alat bukti
di pengadilan, dengan jumlah lebih dari 50 dokumen Pembayaran paling lama 30 hari
▪ Meterai tempel tidak tersedia atau tidak dapat digunakan sejak saat terutangnya Bea Meterai,
▪ Terjadi kegagalan Sistem Meterai Elektronik dalam hal:
✓ meterai tempel tidak tersedia
atau tidak dapat digunakan
TATA CARA ✓ terjadi kegagalan Sistem Meterai
▪ menyetorkan Bea Meterai yang terutang ke kas negara, menggunakan Elektronik
formulir SSP atau kode billing dengan KAP 411611 dan KJS 100
▪ membuat daftar dokumen, dalam hal pembayaran dilakukan atas dua atau
lebih dokumen yang terutang Bea Meterai
▪ melekatkan SSP yang telah ditera NTPN dengan dokumen yang terutang
Bea Meterai atau daftar dokumen

www.pajak.go.id
Penentuan Keabsahan Meterai 43

Meterai Penentuan
Meterai Meterai
Bentuk Keabsahan
Tempel Elektronik
Lain Meterai

Pembayaran sah sepanjang Pembayaran sah sepanjang Pembayaran sah sepanjang ✓ Dirjen Pajak menentukan
memenuhi ketentuan: memenuhi ketentuan: memenuhi ketentuan: keabsahan Meterai, dalam hal
▪ menggunakan meterai tempel ▪ pembubuhan dilakukan ▪ Pembubuhan dilakukan oleh diperlukan
yang sah dan berlaku, serta melalui Sistem Meterai Pembuat Meterai, ✓ Keabsahan Meterai ditentukan
belum pernah dipakai Elektronik ▪ Deposit cukup (untuk meterai berdasarkan hasil penelitian
▪ memenuhi ketentuan ▪ Meterai elektronik yang teraan dan komputerisasi) keabsahan Meterai
pembubuhan meterai tempel dibubuhkan pada dokumen ▪ Pembubuhan meterai ✓ Dirjen Pajak dapat meminta
memiliki kode unik dan percetakan berdasarkan keterangan atau penjelasan dari
keterangan tertentu permintaan Pemungut pihak yang melaksanakan
▪ Unsurnya sesuai ketentuan pencetakan meterai tempel atau
pembuatan meterai elektronik
Tidak memenuhi ketentuan?
Pembayaran Bea Meterai tidak sah dan dokumen dianggap tidak bermeterai

www.pajak.go.id
Pemeteraian Kemudian 44

Kepala KPP dapat menerbitkan SKP dalam ❑ Dokumen sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (2) UU Bea Meterai
hal Pihak Yang Terutang tidak melakukan yang Bea Meterainya tidak atau kurang dibayar sebagaimana mestinya
SKP OBJEK
Pemeteraian Kemudian atas dokumen ❑ Dokumen yang digunakan sebagai alat bukti di pengadilan
yang Bea Meterainya tidak atau kurang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) huruf b UU Bea Meterai
dibayar
06 01
❑ Pemeteraian Kemudian disahkan oleh Pejabat Pos
atau Pejabat Pengawas PEJABAT Pemeteraian Kemudian dilakukan oleh Pihak Yang Terutang
SUBJEK
❑ Pejabat pos hanya dapat melakukan pengesahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 UU Bea Meterai
atas pemeteraian kemudian yang dibayar dengan
menggunakan meterai tempel 05 02
❑ Pembayaran Bea Meterai yang terutang CARA JUMLAH ❑ Dokumen yang Bea Meterainya tidak atau kurang dibayar sebagaimana
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 BAYAR BAYAR mestinya terutang Bea Meterai sejak tanggal 1 Januari 2021:
dilakukan dengan menggunakan: Bea Meterai yang terutang + sanksi administratif 100%
a. Meterai Tempel 04 03
b. Meterai Elektronik ❑ Dokumen yang Bea Meterainya tidak atau kurang dibayar sebagaimana
c. SSP mestinya terutang Bea Meterai sebelum tanggal 1 Januari 2021:
❑ Pembayaran sanksi administratif Bea Meterai yang terutang + sanksi administratif 200%
dilakukan dengan menggunakan
formulir SSP atau kode billing dengan ❑ Dokumen yang digunakan sebagai alat bukti di pengadilan:
KAP 411611 dan KJS 512 Bea Meterai yang terutang sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan yang berlaku pada saat Pemeteraian Kemudian
dilakukan

www.pajak.go.id
Ketentuan Peralihan 45

Meterai Tempel berdasarkan PMK-65/PMK.03/2014 Bea Meterai atas Cek dan Bilyet Giro

❑ Meterai tempel masih tetap berlaku dan dapat ❑ Tanda Bea Meterai lunas yang telah
dipergunakan sampai dengan tanggal 31 Desember dibubuhkan pada surat berharga
2021 dan tidak dapat ditukarkan dengan uang atau berupa cek dan bilyet giro dengan
dalam bentuk apa pun menggunakan teknologi percetakan
❑ Ketentuan pembubuhan: berdasarkan KMK-133b/2000 dapat
a. menggunakan meterai tempel yang sah dan berlaku digunakan untuk pembayaran Bea
berdasar PMK-65/2014 serta belum pernah dipakai Meterai yang terutang
b. meterai tempel direkatkan pada dokumen yang ❑ Selisih antara Bea Meterai yang
terutang Bea Meterai dengan nilai paling sedikit seharusnya terutang dan tarif Bea
Rp9.000,00 Meterai yang tertera pada tanda Bea
c. meterai tempel direkatkan seluruhnya dengan utuh Meterai lunas, wajib dilunasi dengan
dan tidak rusak di tempat tanda tangan akan menggunakan Meterai Teraan atau SSP,
dibubuhkan paling lama sebelum Dokumen
d. tanda tangan dibubuhkan sebagian di atas kertas digunakan
dan sebagian di atas semua meterai tempel disertai
dengan pencantuman tanggal, bulan, dan tahun
dilakukannya penandatanganan.

www.pajak.go.id
Ketentuan Penutup 46

“ Pada saat Peraturan Menteri ini mulai berlaku,


PMK-4/2021 dicabut dan dinyatakan tidak berlaku

“ Peraturan Menteri ini mulai berlaku


pada tanggal 1 Oktober 2021

www.pajak.go.id
47

Peraturan Menteri Keuangan Nomor 151/PMK.03/2021


PENETAPAN PEMUNGUT BEA METERAI dan TATA CARA
PEMUNGUTAN, PENYETORAN, DAN PELAPORAN BEA
METERAI

www.pajak.go.id
Bea Meterai dan Pemungutan 48

Pasal 1 angka 1 UU Bea Meterai

“ Bea Meterai adalah pajak atas dokumen.

Pasal 10 ayat (1) UU Bea Meterai

“ Pemungutan Bea Meterai yang terutang atas Dokumen


sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (2) dapat
dilakukan oleh pemungut Bea Meterai.

www.pajak.go.id
Objek dan Kriteria 49

OBJEK PEMUNGUTAN KRITERIA PEMUNGUT

surat berharga berupa cek dan bilyet giro WP yg memfasilitasi penerbitan dokumen

❑ dokumen transaksi surat berharga


❑ surat keterangan, surat pernyataan, atau surat lainnya yang sejenis WP yang menerbitkan dan/atau
❑ dokumen yang menyatakan jumlah uang lebih dari Rp5 juta, yang: memfasilitasi penerbitan dokumen,
▪ menyebutkan penerimaan uang dengan jumlah lebih dari 1.000
▪ berisi pengakuan bahwa utang seluruhnya atau sebagiannya dokumen dalam 1 bulan
telah dilunasi atau diperhitungkan

Dokumen yang mendapat fasilitas PEMBEBASAN dari pengenaan Bea Meterai DIKECUALIKAN dari pemungutan Bea Meterai

www.pajak.go.id
Pembebasan Bea Meterai 50

Fasilitas pembebasan dari pengenaan Bea Meterai diberikan atas dokumen:

❑ yang menyatakan pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan dalam rangka
percepatan proses penanganan dan pemulihan kondisi sosial ekonomi suatu daerah
akibat Bencana Alam
❑ yang menyatakan pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan yang digunakan
untuk melaksanakan kegiatan yang semata-mata bersifat keagamaan dan/atau sosial
yang tidak bersifat komersial
❑ dalam rangka mendorong atau melaksanakan program pemerintah dan/atau
kebijakan lembaga yang berwenang di bidang moneter atau jasa keuangan
dokumen transaksi surat berharga dengan batas nilai nominal tertentu
❑ yang terkait pelaksanaan Perjanjian Internasional yang telah mengikat berdasarkan
ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang Perjanjian Internasional atau
berdasarkan asas timbal balik

www.pajak.go.id
Penetapan Pemungut Bea Meterai 51

Data/Informasi

Surat Penetapan Pemungut


Sebagai Pemungut Bea Meterai
Bea Meterai

Surat Pemberitahuan
Untuk ditetapkan
Penetapan berlaku pada awal bulan berikutnya
Sebagai Pemungut setelah tanggal Surat Penetapan sebagai Pemungut Bea Meterai
Bea Meterai

www.pajak.go.id
Kewajiban Pemungut Bea Meterai
52

Pemungutan
Penyetoran
Pelaporan

www.pajak.go.id
Kewajiban Pemungut Bea Meterai 53

Untuk masa pajak berikutnya, Pemungut


Permintaan meterai elektronik dari distributor, dapat meminta meterai elektronik setelah
sebesar kebutuhan pemeteraian melakukan penyetoran Bea Meterai yang
untuk 1 masa pajak pada 2 bulan pertama terutang untuk masa pajak sebelumnya
yang telah menjadi kewajibannya

24 Des ’21 1 Jan ‘22 31 Jan ‘22 10 Feb ’22 20 Feb ’22
----- ----- -----
Tanggal surat Batas waktu Batas waktu
penetapan Pemungutan penyetoran pelaporan
masa pajak Januari 2022 untuk masa untuk masa
(masa pajak pertama) pajak Januari pajak Januari
2022 2022

www.pajak.go.id
Tata Cara Pemungutan, Penyetoran, dan Pelaporan 54

OBJEK SAAT PEMUNGUTAN CARA PEMUNGUTAN CARA PENYETORAN CARA PELAPORAN

surat berharga berupa cek Saat dokumen Membubuhkan meterai 411611 – 900 ❑ Pelaporan dengan
dan bilyet giro diterima dari pembuat percetakan melalui pembuat menyampaikan SPT
meterai meterai Masa Bea Meterai

dokumen transaksi surat ❑ Melalui


Saat dokumen selesai ❑ Membubuhkan meterai ❑ 411611 – 902, dan
berharga sistem/aplikasi yang
dibuat elektronik pada dokumen mencantumkan NPWP
disediakan oleh DJP
Distributor di kolom
surat keterangan, surat Saat dokumen keterangan
pernyataan, atau surat diserahkan kepada (untuk pemungutan
lainnya yang sejenis pihak yang terutang dengan membubuhkan
meterai elektronik)
dokumen yang menyatakan
jumlah uang lebih dari 5jt, ❑ Dalam hal terjadi kegagalan ❑ 411611 – 901
yang: sistem meterai elektronik, (apabila terjadi
▪ menyebutkan penerimaan pemungutan dilakukan kegagalan sistem
uang dengan membuat daftar meterai elektronik)
▪ berisi pengakuan bahwa dokumen yang tidak dapat
utang seluruhnya atau dibubuhi meterai elektronik,
sebagiannya telah dilunasi yang dilampirkan dalam SPT
atau diperhitungkan Masa Bea Meterai

www.pajak.go.id
WP yang Berstatus sebagai Pemungut dan Pihak yang Terutang 55

Kas
Negara Penyetoran

Deposit

Pembuatan
dan Distribusi Distribusi Pemungut Bea Pemungutan
Perum Peruri Distributor Pihak yang
Meterai Terutang

Pembayaran Pihak yang


Terutang * * WP membayar Bea Meterai, sebagai:
Penjualan ✓ pihak yang terutang, atau
✓ pihak yang membayar Bea Meterai,
PT XXX berdasarkan kesepakatan

www.pajak.go.id
Mekanisme Penyetoran 56

Kas
Negara Penyetoran Paling Lambat 10 Feb ‘22
Pemungut menyetorkan Bea
Meterai atas pemungutan di
masa pajak Januari 2022
Deposit sebesar 600 x Rp10.000

Pembuatan
dan Distribusi Distribusi Pemungut Bea Pemungutan
Perum Peruri Distributor Pihak yang
Meterai Terutang

Tanggal 31 Des ‘21 Masa Pajak Januari 2022


Pemungut mendapat 1.000 Pemungut membubuhkan
kuota meterai elektronik 600 meterai elektronik

www.pajak.go.id
57

TMC 2022 Kanwil Jatim I


58

TMC 2022 Kanwil Jatim I

Anda mungkin juga menyukai