Kel.
13
BEA METERAI
Dosen Pengampu:
Dyah Pravitasari, S.E., M.S.A
ANGGOTA KELOMPOK:
M. ILHAM MAULANA NGIZATUL MILAH K.N
RITMA LUTVIANDARI HILDA NOR FANI
ALIF AGENG UTAMI RIBUT PENI ANJARWATI
Dasar Hukum
Undang-undang menetapkan bahwa dokumen yang
dikenakan meterai antara lain dokumen kertas dan dokumen
bukan kertas, termasuk dokumen elektronik tertentu dengan
dasar hukum di bidang informasi dan transaksi elektronik.
Dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2020 tentang Bea
1
Meterai telah tercantum yaitu Meterai Elektronik. Undang-
undang tersebut mulai berlaku pada 1 Januari 2021. Artinya,
meterai elektronik sudah mulai digunakan. UndangNomor 10
Tahun 2020 tentang Bea Meterai juga mengatur tentang
keberadaan meterai elektronik dan meterai bentuk lain,
diluar jenis meterai tempel yang selama ini lazim digunakan.
Berbeda dengan meterai tempel, meterai elektronik akan
berisi kode unik disertai keterangan tertentu.
Pengertian Umum
Bea Meterai adalah pajak atas Dokumen. Seiring
dengan perkembangan teknologi informasi yang
sangat dinamis, terjadi banyak perubahan bentuk
Dokumen atau modifikasi dari bentuk sebelumnya.
Bea Meterai adalah pengenaan pajak atas dokumen,
dan memberikan kekuatan yang sempurna, dalam
arti apabila telah dibayarkan bea meterianya maka
akta tersebut terhindar dari sanksi administratif
yang diatur dalam UndangUndang Bea Meterai.
Surat perjanjian yang dibuat dengan tujuan
untuk digunakan sebagai alat pembuktian
mengenai perbuatan, kenyataan atau
Objek Bea Meterai
keadaan yang bersifat perdata;
Akta-akta yang dibuat oleh pejabat
pembuat Akta Tanah termasuk
rangkaprangkapnya
Surat yang memuat jumlah uang
Surat berharga seperti wesel,
promes, askep, atau efek dengan
nama dan dalam bentuk apapun
Sekumpulan efek dengan nama dan
dalam bentuk apapun yang
tercantum dalam suatu kolektif
Tarif Bea Meterai
Tarif bea meterai dokumen yang menyatakan
Rp. 6.000,00 nominal uang dengan batasan
Cek dan Bilyet Giro tarif Sekumpulan efek dengan nama dikenakan
Bea Meterai Rp 6.000 dan Rp 10.000
sebesar Rp 6.000,
Efek dengan nama dikenakan Bea
Meterai Rp 6.000 dan Rp. 10.000
Objek yang Tidak Dikenakan Bea Meterai
Dokumen yang berupa
Segala bentuk ijazah
Surat penyimpanan barang
Konosemen Tanda terima uang yang dibuat untuk
Surat angkutan penumpang dan barang keperluan internorganisasi
Keterangan pemindahan yang ditulis di atas surat
penyimpanan barang, konosemen, dan surat angkutan Tanda terima gaji, uang tunggu, pensiunan uang
penumpang dan barang tunjangan pembayaran lainya yang ada
Bukti untuk pengiriman dan penerimaan barang kaitannya dengan hubungannya serta surat-
Surat pengiriman barang untuk di jual atas tanggungan
surat yang diserahkan untuk mendapatkan
pengiriman; dan g. Surat–surat lainnya yang dapat
pembayaran
disamakan dengan surat-surat tersebut di atas.
Tanda bukti penerimaan uang Negara dan Kas
Surat gadai yang di berikan/dikeluarkan oleh Negara Kas Pemerintah daerah dan bank
Perusahaan jawatan Pegadaian
Dokumen yang menyebutkan tabungan, Tanda pembagian keuntungan atau bunga dan
pembayaran uang tabungan kepada penabung efek dengan nama dan dalam bentuk apapun
oleh bank, koperasi dan badan-badan lainya
yang bergerak dibidang tersebut;
Saat Terutang Bea Meterai
Untuk dokumen yang dibuat sepihak, maka
saat terutang bea meterai adalah pada saat
dokumen itu diserahkan.
Saat terutang dokumen yang dibuat oleh
lebih dari satu pihak. Maka saat terutang
bea meterai adalah pada saat selesainya
dokumen itu dibuat
Dokumen yang dibuat di luar
negerimaka saat terutang bea meterai
adalah saat dokumen itu digunakan di
Indonesia.
Benda Meterai, Penggunaan,
Penggunaan meterai temple
dan Cara Pelunasannya
materai tempel tersebut direkatkan
seluruhnya dengan utuh dan tidak rusak
di atas dokumen yang dikenakan bea
meterai.
Penggunaan kertas meterai
kertas meterai digunakan untuk satu
kali pemakaian saja. Undang-undang
bea meterai menentukan bahwa kertas
bea meterai yang sudah digunakan,
tidak boleh digunakan lagi
dengan cara lain
Menggunakan cara lain yang di tetapkan oleh
menteri keuangan misalnya; a. Dengan
menggunakan mesin teraan, b. Dengan
pencetakan lunas bea meterai pada dokumen
yang digunakan, dan c. Dengan menggunakan
system komputerisasi.
Bentuk, Ukuran, dan Warna
Benda Meterai
1.Bentuk meterai tempel nominal Rp 6.000,00 (enam ribu rupiah) adalah
segi empat dengan ukuran 32 mm x 24 mm;
2.Cetakan dasar menggunakan raster image dengan teks “DJP”, angka
“6000”, dan logo Kementerian Keuangan yang berwarna dominan hijau;
3. Cetakan utama mempunyai sifat dapat diraba dengan warna ungu dan
color shifting magenta to green (magenta-hijau)
4.Memiliki 17 (tujuh belas) digit nomor seri berwarna hitam;
5.Jenis kertas yang digunakan adalah kertas sekuriti UV dull berhologram,
1 warna putih, berlapis pada satu sisi
6.Memiliki perforasi bentuk bintang pada bagian tengah di sisi kiri, bentuk
oval di sisi kanan dan kiri, dan bentuk bulat di semua sisi meterai tempel;
7.Meterai tempel dicetak melalui proses cetak offset, intaglio, dan digital;
8.Unsur pengaman terdiri dari kertas sekuriti UV dull berlapis pada satu
sisi dengan serat tampak berwarna biru dan fluorescent orange, hologram
berwarna perak, special pattern image motif batik, raster image,
mikroteks, tactile effect, visible fluorescent ink berwarna hijau, color
shifting ink with taggant, perforasi bentuk bintang, oval, dan bulat.
Penggunaan Meterai
1.Pembubuhan Meterai: Meterai harus dibubuhkan pada tempat
yang telah ditentukan, biasanya di dekat tanda tangan.
2. Kombinasi Penggunaan: Untuk dokumen yang memerlukan nilai
lebih dari Rp10.000, dapat menggunakan kombinasi meterai,
seperti: a. Dua lembar meterai Rp 6.000. b. Satu lembar meterai
Rp 6.000 dan satu lembar Rp 3.000. c. Tiga lembar meterai Rp
3.000
3.Dokumen Yang Dikenakan Bea Meterai: Berikut adalah beberapa
contoh dokumen yang dikenakan bea meterai Rp10.000: a. Surat
Perjanjian, Surat Keterangan, Surat Pernyataan, atau surat lain
yang sejenis beserta rangkapnya. b. Akta Notaris beserta grossek,
salinan, dan kutipannya. c. Akta Pejabat Pembuat Akta Tanah
beserta salinan dan kutipannya. d. Dokumen Transaksi Surat
Berharga, termasuk dokumen transaksi kontrak berjangka dengan
nama dan dalam bentuk apapun.
Cara Pelunasan Bea Meterai
Pelunasan dengan menggunakan benda
meterai
Penggunaan meterai temple
Penggunaan kertas meterai
Pemeteraian dengan menggunakan cara
lain Menggunakan cara lain yang di
tetapkan oleh menteri keuangan misalnya
Dengan menggunakan mesin teraan,
Dengan pencetakan lunas bea meterai pada
dokumen yang digunakan, dan
Dengan menggunakan system komputerisasi.
Pelunasan Bea Meterai dengan
Cara Pemeteraian Kemudian
Pemeteraian kemudian adalah suatu cara pelunasan Bea Meterai
yang dilakukan oleh Pejabat Pos atas permintaan pemegang
dokumen yang Bea Meterainya belum dilunasi sebagaimana
mestinya. pemeteraian kemudian di atas dokumen tersebut adalah
atas dokumen sebagaimana dimaksud dalam: Pasal 12 ayat (3), yaitu:
atas dokumen yang akan digunakan sebagai alat pembuktian di
muka Pengadilan yang berupa surat biasa dan suratsurat
kerumahtanggaan, serta surat-surat yang semula tidak dikenakan
Bea Meterai berdasarkan tujuannya, jika digunakan untuk tujuan lain
atau digunakan oleh orang lain, lain dari maksud semula pasal 8,
yaitu: dokumen yang Bea Meterainya tidak atau kurang dilunasi,
yang dikenakan denda administrasi sebesar 200% dari Bea Meterai
yang tidak atau kurang dibayar; dan pasal 9, yaitu:dokumen yang
dibuat di luar negeri yang kemudian digunakan di Indonesia;
dilakukan oleh Pejabat Pos menurut tata cara yang ditetapkan oleh
Menteri Keuangan
Ketentuan Khusus
Dalam pasal 11, Pejabat Pemerintah, hakim, panitera, juru sita,
notaris, dan pejabat umum lainnya, masing-masing dalam tugas
atau jabatannya tidak dibenarkan:
1. Menerima, mempertimbangkan atau menyimpan dokumen
yang Bea Meterainya tidak atau kurang dibayar.
2. Meletakan dokumen yang Bea Meterainya tidak atau kurang
1 dibayar sesuai dengan tarifnya pada dokumen lain yang
berkaitan.
3. Membuat salinan, tembusan, rangkapan atau petikan dari
dokumen yang Bea Meterainya tidak atau kurang dibayar.
4. Memberikan keterangan atau catatan pada dokumen yang
tidak atau kurang dibayar sesuai dengan tarif Bea Meterainya.
Pelanggaran terhadap ketentuan-ketentuan sebagaimana
dimaksud di atas dikenakan sanksi administratif dengan
peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Ketentuan Pidana
Pidana Atas Perbuatan Tertentu
Dalam pasal 13 dikatakan Bagi Orang-orang atau badan
yang melakukan perbuatan tertentu akan dipidana sesuai
dengan ketentuan yang ada dalam kitab Undang-undang
Hukum Pidana
Tindak Pidana Kejahatan Dalam
3 4
Pelunasan Bea Meterai
pada pasal 14, Melaksanakan pelunasan bea meterai dengan cara
lain secara sengaja tanpa seizin Menteri Keuangan akan , dipidana
dengan pidana penjara selama- lamanya 7 (tahun)
Kedaluwarsa
Dalam pasal 12, kewajiban pemenuhan Bea Meterai dan
denda administrasi yang terutang menurut Undang-
undang Nomor 13 Tahun 1985 Tentang Bea Meterai
Kadaluwarsa setelah lampau waktu lima tahun,
terhitung sejak tanggal dokumen dibuat. Ditinjau dari
segi kepastian hukum daluwarsa 5 (lima) tahun
1 terhitung sejak tanggal dokumen dibuat, berlaku untuk
seluruh dokumen termasuk kwitansi
Terimakasih
Ada Pertanyaan?