Konsep dan Teorema Kesebangunan
Konsep dan Teorema Kesebangunan
KESEBANGUNAN
A. Pendahuluan
Deskrpisi
Pada bab ini akan dibahas mengenai konsep dan prinsip tentang kesebangunan serta
penyelesaian permasalahan yang berkaitan dengan kesebangunan. Pembahasan
mengenai kesebangunan meliputi: Setiap definisi, sifat sifat dan teorema kesebangunan
dilengkapi dengan contoh untuk memperkuat pemahaman mahasiswa dalam
mempelajari konsep kesebangunan.
Kemampuan Akhir
Mahasiswa dapat menggunakan konsep dan teorema kesebangunan untuk
menyelesaikan masalah.
Indikator
1. Mahasiswa dapat menjelaskan konsep kesebangunan
2. Mahasiswa dapat membuktikan teorema dasar kesebangunan
3. Mahasiswa dapat membuktikan teorema-teorema kesebangunan dua segitiga
4. Mahasiswa dapat menggunakan
B. Materi
Konsep Kesebangunan (Similaritas)
Konsep kesebanguan mirip dengan konsep kekongruenan. Dua bangun dikatakan
kongruen apabila kedua bangun identik dengan ukuran-ukuran sama. Sedangkan
konsep kesebangunan digunakan untuk menggambarkan dua bangun identik, namun
ukurannya bisa berbeda.
Kesebangunan | 35
a b
Gambar 3.1 (a) Dua bangun segitiga samasisi (b) Dua bangun persegi
Pada Gambar 3.1, setiap pasang bangun mempunyai bentuk yang sama tetapi dengan
ukuran yang berbeda sehingga pasangan bangun-bangun di atas dapat dikatakan
sebangun. Jika dua bangun dikatakan kongruen, maka kedua bangun tersebut pasti
sebangun. Sebaliknya, jika dua bangun dikatakan sebangun, maka dua bangun tersebut
belum tentu kongruen. Kesebangunan geometri lebih bergantung pada bentuk daripada
ukuran. Bangun-bangun yang sebangun memiliki sudut-sudut yang kongruen dan sisi-
sisi yang sebanding, tidak harus kongruen.
Symbol ~ berarti “sebangun dengan”. Simbol tersebut digunakan ketika membicarakan
dua atau lebih bangun-bangun yang sebangun.
F F
D
B E A E D
Kesebangunan | 36
Konstanta 𝑘 dinamakan konstanta proporsional. Jika 𝑘 > 1, maka △ 𝐴𝐵𝐶 lebih bersar
dari △ 𝐷𝐸𝐹. Jika 0 < 𝑘 < 1 , maka △ 𝐴𝐵𝐶 lebih kecil dari △ 𝐷𝐸𝐹. Dan jika 𝑘 = 1 , maka
kedua segitiga tersebut kongruen.
Hubungan antara kesebangunan dan perbandingan dirumuskan dalam definisi berikut.
Definisi
Dua bangun dikatakan sebangun apabila sudut-sudut yang bersesuaian kongruen dan
sisi-sisi yang bersesuaian sebanding (mempunyai nilai perbandingan yang sama).
Kesebangunan | 37
̅̅̅̅ ≅ 𝐵𝐶
Pada Gambar 3.3 diketahui bahwa 𝑎 ∥ 𝑏 ∥ 𝑐, 𝑙 dan 𝑚 suatu tranversal, dan 𝐴𝐵 ̅̅̅̅ .
Akan dibuktikan bahwa ̅̅̅̅
𝐷𝐸 ≅ ̅̅̅̅
𝐸𝐹 .
Buat ruas garis ̅̅̅̅ ∥ 𝐴𝐵
𝐷𝐺 ̅̅̅̅ dan 𝐸𝐻
̅̅̅̅ ∥ 𝐵𝐶
̅̅̅̅ sehingga ABGD dan BCHE merupakan
jajargenjang.
Akibatnya ̅̅̅̅
𝐷𝐺 ≅ ̅̅̅̅
𝐴𝐵 dan ̅̅̅̅ ̅̅̅̅
𝐸𝐻 ≅ 𝐵𝐶
̅̅̅̅ ≅ 𝐵𝐶
Karena 𝐴𝐵 ̅̅̅̅ , maka 𝐷𝐺
̅̅̅̅ ≅ 𝐸𝐻
̅̅̅̅ …………………………………….. (*)
Karena ∠𝐵1 ≅ ∠𝐶1 , ∠𝐺1 ≅ ∠𝐻1 …………………………………………..(**)
Karena 𝑏 ∥ 𝑐, maka ∠𝐸1 ≅ ∠𝐹1 ……………………………………………(***)
Fakta (***), (**), (*) memenuhi Teorema Sd-Sd-S, sehingga △ 𝐷𝐺𝐸 ≅ △EHF.
Akibatnya sisi-sisi yang seletak dari kedua segitiga adalah kongruen, termasuk ̅̅̅̅
𝐷𝐸 ≅
̅̅̅̅
𝐸𝐹 .
Teorema 3.2
Jika sebuah garis sejajar dengan salah satu sisi segitiga (katakan sisi pertama) dan
membagi sisi lain (sisi kedua) segitiga dalam segmen yang sama, maka garis tersebut
akan membagi sisi lainnya (sisi ketiga) dalam segmen yang sama pula.
Bukti sebagai latihan untuk mahasiswa
̅̅̅̅ , memotong
Petunjuk: buat ilustrasi segitiga ABC dan garis l sejajar 𝐵𝐶 ̅̅̅̅
𝐴𝐵 dan ̅̅̅̅
𝐴𝐶 ,
berturut-turut di D dan E, sehingga ̅̅̅̅
𝐴𝐷 ≅ ̅̅̅̅
𝐷𝐵 . Buat garis m melalui A, sejajar l, tentunya
̅̅̅̅ . Selanjutnya buktikan bahwa ̅̅̅̅
juga sejajar 𝐵𝐶 ̅̅̅̅ .
𝐴𝐸 ≅ 𝐸𝐶
Teorema 3.3
Jika sebuah garis sejajar dengan salah satu sisi segitiga dan memotong dua sisi lainnya,
maka perbandingan ukuran segmen-segmen yang bersesuaian dari dua sisi lainnya
tersebut adalah sama.
Bukti:
Misalkan segitiganya △ 𝐴𝐵𝐶 dan garisnya ⃡𝐷𝐸 sehingga ⃡𝐷𝐸 ∥ 𝐵𝐶
⃡ seperti dalam ilustrasi
berikut.
A
Kesebangunan | 38
Gambar 3.4 Ilustrasi teorema dasar kesebangunan
Misalkan ̅̅̅̅
𝐴𝐷 dan ̅̅̅̅
𝐷𝐵 mempunyai satuan ukuran yang sama, misal 𝑎.
̅̅̅̅ , yang memotong 𝐴𝐷
Buat garis-garis sejajar 𝐵𝐶 ̅̅̅̅ di 𝐴1 , 𝐴2 , 𝐴3 , … , 𝐴𝑚−1 sehingga |𝐴𝐴
̅̅̅̅̅1 | =
̅̅̅̅̅̅̅
|𝐴 ̅̅̅̅̅̅̅ ̅̅̅̅̅̅̅̅̅̅̅̅̅̅
1 𝐴2 | = |𝐴2 𝐴3 | = ⋯ = |𝐴𝑚−2 𝐴𝑚−1 | = 𝑎.
̅̅̅̅ , yang memotong ̅̅̅̅
Buat garis-garis sejajar 𝐵𝐶 ̅̅̅̅̅̅1 | =
𝐷𝐵 di 𝐷1 , 𝐷2 , 𝐷3 , … , 𝐷𝑛−1 sehingga |𝐷𝐷
̅̅̅̅̅̅̅
|𝐷 ̅̅̅̅̅̅̅ ̅̅̅̅̅̅̅̅̅̅̅̅̅
1 𝐷2 | = |𝐷2 𝐷3 | = ⋯ = |𝐷𝑛−2 𝐷𝑛−1 | = 𝑎.
A
A1 P1
A2 𝑎 P2
A3 𝑎 P3
⋮
Am-2 Pm-2
Am-1 𝑎 Pm-1
D 𝑎𝑎 E
D1 Q1
D2 𝑎 Q2
Dn-1 ⋮ Qn-1
𝑎
B C
dan ̅̅̅̅̅̅
𝐴1 𝑃1 ∥ ̅̅̅̅̅̅
𝐴2 𝑃2 ∥ ̅̅̅̅̅̅
𝐴3 𝑃3 ∥ ⋯ ∥ ̅̅̅̅̅̅̅̅̅̅̅̅̅̅
𝐴𝑚−1 𝑃𝑚−1 ∥ ̅̅̅̅
𝐷𝐸 ∥ ⋯ ∥ ̅̅̅̅̅̅̅̅̅̅̅̅̅
𝐷𝑛−1 𝑄𝑛−1 ∥ 𝐵𝐶̅̅̅̅
̅̅̅̅̅1 | = |𝑃
maka |𝐴𝑃 ̅̅̅̅̅̅ ̅̅̅̅̅̅ ̅̅̅̅̅̅̅̅̅̅̅̅̅ ̅̅̅̅̅̅̅̅̅ ̅̅̅̅̅̅̅ ̅̅̅̅̅̅̅
1 𝑃2 | = |𝑃2 𝑃3 | = ⋯ = |𝑃𝑚−2 𝑃𝑚−1 | = |𝑃𝑚−1 𝐸 | = |𝐸 𝑄1 | = |𝑄1 𝑄2 | = ⋯ =
̅̅̅̅̅̅̅̅̅̅̅̅̅
|𝑄 ̅̅̅̅̅̅̅̅
𝑛−2 𝑄𝑛−1 | = |𝑄𝑛−1 𝐶 |, misalkan = 𝑏.
̅̅̅̅ | = 𝑚. 𝑏 dan |𝐸𝐶
Maka |𝐴𝐸 ̅̅̅̅ | = 𝑛. 𝑏.
̅̅̅̅ |: |𝐸𝐶
Dengan demikian diperoleh |𝐴𝐸 ̅̅̅̅ | = 𝑚. 𝑏: 𝑛. 𝑏 = 𝑚: 𝑛.
Teorema 3.4
Jika sebuah garis memotong dua sisi segitiga sehingga perbandingan ukuran ruas garis
yang bersesuaian sama maka garis tersebut sejajar sisi ketiga.
Bukti sebagai Latihan untuk mahasiswa.
Petunjuk: Misalkan segitiganya △ 𝐴𝐵𝐶 dan sebuah garis memotong AB di D, dan
̅̅̅̅|: |𝐷𝐵
memotong AC di E, dengan |𝐴𝐷 ̅̅̅̅| = |𝐴𝐸
̅̅̅̅ |: |𝐸𝐶
̅̅̅̅ |. (Buatlah gambarnya). Selanjutnya
buktikanlah ⃡𝐷𝐸 ∥ 𝐵𝐶
⃡ .
Kesebangunan | 39
Kesebangunan | 40
Teorema Kesebangunan Segitiga
Teorema 3.5 (Teorem Sd-Sd-Sd untuk Kesebangunan)
Dua segitiga dikatakan sebangun jika terdapat korespodensi satu-satu antara titik-titik
sudutnya sehingga sudut-sudut yang bersesuaian kongruen.
Bukti:
Misalkan △ 𝐴𝐵𝐶 dan △ 𝐷𝐸𝐹 dengan ∠𝐴 ≅ ∠𝐷, ∠𝐵 ≅ ∠𝐸, dan ∠𝐶 ≅ ∠𝐹.
A
o
P Q
R D
o
B * C E * F
S
̅̅̅̅ | > |𝐷𝐸
Misalkan |𝐴𝐵 ̅̅̅̅ | dan |𝐴𝐶
̅̅̅̅ | > |𝐷𝐹
̅̅̅̅ |, maka ada titik 𝑃 pada 𝐴𝐵
̅̅̅̅ sehingga 𝐴𝑃
̅̅̅̅ ≅ ̅̅̅̅
𝐷𝐸
dan ada titik 𝑄 pada ̅̅̅̅
𝐴𝐶 sehingga ̅̅̅̅
𝐴𝑄 ≅ ̅̅̅̅
𝐷𝐹 .
Perhatikan △ 𝐴𝑃𝑄 dan △ 𝐷𝐸𝐹.
̅̅̅̅ ≅ ̅̅̅̅
Karena 𝐴𝑃 ̅̅̅̅ ≅ 𝐷𝐹
𝐷𝐸 , ∠𝐴 ≅ ∠𝐷(diketahui), dan 𝐴𝑄 ̅̅̅̅ , maka menurut Teorema S-Sd-S,
△ 𝐴𝑃𝑄 ≅ △ 𝐷𝐸𝐹.
Akibatnya sudut-sudut yang bersesuaian kongruen, yaitu ∠𝐴𝑃𝑄 ≅ ∠𝐷𝐸𝐹. Akibatnya
∠𝐴𝑃𝑄 ≅ ∠𝐴𝐵𝐶.
Karena ̅̅̅̅ ̅̅̅̅ dipotong transversal ̅̅̅̅
𝑃𝑄 dan 𝐵𝐶 𝐴𝐵 dan ∠𝐴𝑃𝑄 ≅ ∠𝐴𝐵𝐶, maka menurut
teorema kesejajaran (sudut sehadap): ̅̅̅̅ ̅̅̅̅ .
𝑃𝑄 ∥ 𝐵𝐶
̅̅̅̅ ∥ 𝐵𝐶
Perhatikan △ 𝐴𝐵𝐶 dengan 𝑃𝑄 ̅̅̅̅, menurut Teorema 3.3 |𝐴𝑃
̅̅̅̅|: |𝑃𝐵
̅̅̅̅| = |𝐴𝑄
̅̅̅̅ |: |𝑄𝐶
̅̅̅̅ |
̅̅̅̅ |: |𝐴𝐵
sehingga |𝐴𝑃 ̅̅̅̅ | = |𝐴𝑄
̅̅̅̅ |: |𝐴𝐶
̅̅̅̅ | ……………………………………………… (1)
̅̅̅̅ ≅ ̅̅̅̅
Karena 𝐴𝑃 ̅̅̅̅ ≅ 𝐷𝐹
𝐷𝐸 , dan 𝐴𝑄 ̅̅̅̅ , maka menurut definisi |𝐴𝑃
̅̅̅̅| ≅ |𝐷𝐸
̅̅̅̅ |, dan |𝐴𝑄
̅̅̅̅| ≅ |𝐷𝐹
̅̅̅̅ |,
sehingga persamaan (1) dapat dinyatakan:
̅̅̅̅ |: |𝐴𝐵
|𝐷𝐸 ̅̅̅̅ | = |𝐷𝐹
̅̅̅̅ |: |𝐴𝐶
̅̅̅̅ |………………………………………………………………(2)
̅̅̅̅ | > |𝐸𝐹
Dengan cara yang sama, misalkan |𝐵𝐶 ̅̅̅̅ | dan |𝐴𝐶
̅̅̅̅ | > |𝐷𝐹
̅̅̅̅ |, maka ada titik 𝑆 pada
̅̅̅̅ sehingga ̅̅
𝐵𝐶 𝑆𝐶̅̅ ≅ ̅̅̅̅
𝐸𝐹 dan ada titik 𝑅 pada ̅̅̅̅ ̅̅̅̅ ≅ ̅̅̅̅
𝐴𝐶 sehingga 𝑅𝐶 𝐷𝐹 .
Sehingga diperoleh
̅̅̅̅ |: |𝐴𝐶
|𝐷𝐹 ̅̅̅̅ | = |𝐸𝐹
̅̅̅̅ |: |𝐵𝐶
̅̅̅̅ |………………………………………………………………(3)
̅̅̅̅ |: |𝐴𝐵
Dari (2) dan (3) diperoleh |𝐷𝐸 ̅̅̅̅| = |𝐷𝐹
̅̅̅̅ |: |𝐴𝐶
̅̅̅̅ |=|𝐸𝐹
̅̅̅̅ |: |𝐵𝐶
̅̅̅̅ |.
Karena sudut-sudut yang bersesuaian kongruen, dan perbandingan ukuran sisi-sisi
yang bersesuaian sama, maka menurut definisi △ 𝐴𝐵𝐶~ △ 𝐷𝐸𝐹.
Kesebangunan | 41
Teorema 3.6 (Teorema Sd-Sd untuk Kesebangunan)
Dua segitiga sebangun jika terdapat korespodensi satu-satu antara titik-titik sudutnya
sehingga dua pasang sudut yang bersesuaian kongruen.
Bukti:
Misalkan △ 𝐴𝐵𝐶 dan △ 𝐷𝐸𝐹 dengan ∠𝐴 ≅ ∠𝐷, dan ∠𝐵 ≅ ∠𝐸.
A
o
D
o
B * C E * F
A
*
P Q
D
*
B C E F
̅̅̅̅|: |𝐷𝐸
Misalkan |𝐴𝐵 ̅̅̅̅ | = |𝐴𝐶
̅̅̅̅ |: |𝐷𝐹
̅̅̅̅ |, dan ∠𝐴 ≅ ∠𝐷.
Akan dibuktikan △ 𝐴𝐵𝐶~ △ 𝐷𝐸𝐹.
Misalkan titik 𝑃 pada ̅̅̅̅
𝐴𝐵 sehingga ̅̅̅̅
𝐴𝑃 ≅ ̅̅̅̅
𝐷𝐸 dan titik 𝑄 pada ̅̅̅̅
𝐴𝐶 sehingga ̅̅̅̅
𝐴𝑄 ≅ ̅̅̅̅
𝐷𝐹 .
Perhatikan △ 𝐴𝑃𝑄 dan △ 𝐷𝐸𝐹.
̅̅̅̅ ≅ ̅̅̅̅
Karena 𝐴𝑃 ̅̅̅̅ ≅ 𝐷𝐹
𝐷𝐸 , ∠𝐴 ≅ ∠𝐷(diketahui), dan 𝐴𝑄 ̅̅̅̅ , maka menurut Teorema S-Sd-S,
△ 𝐴𝑃𝑄 ≅ △ 𝐷𝐸𝐹.
̅̅̅̅ |: |𝐷𝐸
Karena |𝐴𝐵 ̅̅̅̅ | = |𝐴𝐶
̅̅̅̅ |: |𝐷𝐹
̅̅̅̅ |, dan ̅̅̅̅
𝐴𝑃 ≅ ̅̅̅̅
𝐷𝐸 , serta ̅̅̅̅
𝐴𝑄 ≅ ̅̅̅̅
𝐷𝐹 ,
̅̅̅̅|: |𝐴𝑃
maka |𝐴𝐵 ̅̅̅̅ | = |𝐴𝐶
̅̅̅̅ |: |𝐴𝑄
̅̅̅̅ |.
⃡ ∥ 𝐵𝐶
Akibatnya menurut Teorema 3.4: 𝑃𝑄 ⃡ .
Kesebangunan | 42
Karena ⃡𝑃𝑄 ∥ 𝐵𝐶
⃡ , dan dipotong oleh ⃡𝐴𝐵 , maka menurut teorema garis-garis sejajar
diperoleh ∠𝐴𝑃𝑄 ≅ ∠𝐴𝐵𝐶.
Karena ∠𝐴𝑃𝑄 ≅ ∠𝐷𝐸𝐹, dan ∠𝐴𝑃𝑄 ≅ ∠𝐴𝐵𝐶, maka ∠𝐴𝐵𝐶 ≅ ∠𝐷𝐸𝐹.
Selanjutnya perhatikan △ 𝐴𝐵𝐶 dan △ 𝐷𝐸𝐹,
Karena ∠𝐴𝑃𝑄 ≅ ∠𝐴𝐵𝐶 , dan ∠𝐴 ≅ ∠𝐷, maka menurut Teorema Sd-Sd (Teorema 3.6)
didapatkan ∠𝐴𝐵𝐶~∠𝐷𝐸𝐹.
Kesebangunan | 43
C. Latihan Soal
1. Perhatikan △ 𝐴𝐵𝐶.
A Diketahui 𝐵𝐷dan 𝐶𝐸 merupakan
garis tinggi △ 𝐴𝐵𝐶.
D
Periksa kebenaran pernyataan
E berikut
F
(i) △ 𝐴𝐷𝐵~ △ 𝐶𝐸𝐴
B C
(ii) △ 𝐶𝐷𝐵~ △ 𝐶𝐸𝐵
̅̅̅̅ |: |𝐸𝐹
(iv) |𝐷𝐹 ̅̅̅̅ | = |𝐶𝐹
̅̅̅̅ |: |𝐵𝐹
̅̅̅̅ |
̅̅̅̅ |
|𝑄𝑃 ̅̅̅̅ |
|𝑄𝑅
2. Perhatikan Gambar berikut. Diketahui ̅̅̅̅|
= |𝑄𝑇
̅̅̅̅ |
dan ∠𝑆𝑄𝑇 ≅ ∠𝑆𝑅𝑇.
|𝑄𝑆
Buktikan ∆𝑆𝑅𝑇~∆𝑃𝑄𝑅.
P
R
Q T
Kesebangunan | 44
E
B D F
D
E
B C
A
G
F
R Q
S
Kesebangunan | 45
9. ̅̅̅̅ ∥ 𝑋𝑊
Diketahui 𝑈𝑉 ̅̅̅̅̅ , dan ̅̅̅̅̅
𝑈𝑊 ∥ ̅̅̅̅
𝑋𝑍.
̅̅̅̅|
|𝑌𝑉 ̅̅̅̅̅|
|𝑌𝑊
Buktikan ̅̅̅̅̅|
= |𝑊𝑍
̅̅̅̅̅|
. X
|𝑉𝑊
Z
Y V W
E H F
B C
Kesebangunan | 46