DISKUSI 1 TAP.
Hukum Publik dan Hukum Privat Done: View
Pembidangan Sistem Hukum di Indonesia
Saudara mahasiswa, Pengelompokan Hukum dalam Sistem Hukum Indonesia:
HUKUM PUBLIK merupakan hukum yang mengatur hubungan antara negara dengan alat alat
kelengkapan negara dan hubungan antara negara dengan warga negara. Termasuk dalam kategori
Hukum Publik antara lain:
1. Hukum Pidana
2. Hukum Internasional
3. Hukum Tata Negara (Konstitusi)
4. Hukum Administrasi Negara
5. Hukum Pajak
6. dll
Sedangkan Hukum Privat merupakan hukum yang mengatur hubungan antar individu atau kelompok
individu sebaga subjek hukum dalam hubungan perdata. Yang termasuk dalam kategori hukum
privat antara lain:
1. Hukum Perdata
2. Hukum Perusahaan
3. Hukum Dagang
4. Hukum Investasi
5. dll
Perbedaan Hukum Pidana dan Hukum Perdata
Sehingga pada dasarnya, hukum pidana bertujuan untuk melindungi kepentingan umum, misalnya
yang diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), yangmemiliki implikasi secara
langsung pada masyarakat secara luas (umum), dimana apabila suatu tindak pidana dilakukan,
berdampak buruk terhadap keamanan, ketenteraman, kesejahteraan dan ketertiban umum di
masyarakat.
Hukum Pidana sendiri bersifat sebagai ultimum remedium (upaya terakhir) untuk menyelesaikan
suatu perkara. Karenanya, terdapat sanksi yang memaksa yang apabila peraturannya dilanggar, yang
berdampak dijatuhinya pidana pada si pelaku. Penjelasan selengkapnya tentang ultimum remedium
dapat Anda simak Arti Ultimum Remedium.
Berbeda dengan hukum pidana, hukum perdata sendiri bersifat privat, yang menitikberatkan dalam
mengatur mengenai hubungan antara orang perorangan, dengan kata lain menitikberatkan kepada
kepentingan perseorangan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa akibat dari k
etentuan-ketentuan dalam hukum perdata yang terdapat dalam Kitab Undang-Undang Hukum
Perdata (KUH Per) hanya berdampak langsung bagi para pihak yang terlibat, dan tidak berakibat
secara langsung pada kepentingan umum.
Demikian dan selamat belajar.
Diskusi 1
Dalam ilmu hukum dan pengetahuan perundang-undangan, terdapat beberapa teori yang
menjelaskan tentang keberlakuan hukum, norma-norma yang ada dalam masyarakat serta
pembidangan hukum; seperti penjelasan mengapa masyarakat itu tunduk pada hukum, alasan dasar
adanya keberlakuan norma hukum, norma agama, norma kesusilaan, norma kesopanan dan lain-
lainnya serta pentingnya pemahaman tentang pembidangan hukum.
Jelaskan secara padat, ringkas dan contoh konkritnya menurut kesimpulan anda sendiri tentang:
1) mengapa masyarakat itu tunduk pada hukum;
2) kemudian hal apa saja yang membedakan norma hukum dengan norma lainnya itu?;
3) serta parameter apa saja yang dapat dipakai untuk memahami pembidangan hukum tersebut?
Selamat malam, mohon ijin menanggapi diskusi ini,
Jelaskan secara padat, ringkas dan contoh konkritnya menurut kesimpulan anda sendiri tentang:
1) mengapa masyarakat itu tunduk pada hukum;
Hukum diartikan sebagai suatu aturan baku yang wajib dan patut untuk ditaati, oleh karenanya sifat
hukum ialah memaksa dan memerintah.
Hukum tidak selalu dalam bentuk tertulis, banyak juga hukum yang memiliki sifat memaksa dan
memerintah namun tidak tertulis.
Pendapat bahwa kaidah hukum/aturan dapat tercipta dari adanya pola interaksi masyarakat yang
terus menerus (ajeg), yang merupakan bentuk abstraksi dari perilaku yang berulang-ulang yang
terjadi.
Secara ringkas isi hukum ialah menyortir tingkah laku mana yang diperbolehkan, dilarang, atau
perintah untuk melakukan sesuatu.
Ada dua (2) pola relasi yang diatur oleh kaidah hukum, yaitu :
1. Mengatur diri sendiri,
2. Mengatur antar pribadi masyarakat.
Mengatur diri sendiri, dalam bidang kepercayaan dan kesusilaan, kaidah kepercayaan bertujuan
agar manusia memiliki sisi rohani yang beriman sedangkan kaidah kesusilaan bertujuan membentuk
pribadi yang berhati bersih nan jernih.
Mengatur antar pribadi masyarakat, yaitu pada bidang kesopanan dan hukum, kesopanan memiliki
visi agar setiap insan memiliki pengalaman sosial yang baik sedangkan hukum berupaya agar
terciptanya kedamaian dalam lingkungan masyarakat.
Pada prinsipnya kaidah hukum / aturan itu dibentuk atau dibuat sebagai alat supaya kepentingan
antar masyarakat dapat terlindungi. Hukum berupaya membantu masyarakat dalam memenuhi
hajatnya sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat yang lain.
Menurut Prof. Dr. Soerjono Soekanto, hukum di dalam masyarakat bermaksud melindungi nilai yang
ada dengan melakukan kongkritisasi nilai menjadi kaidah hukum/aturan baku.
Mengarah pada penyelarasan antara nilai kepentingan umum dan kepentingan pribadi, nilai
ketertiban serta nilai ketentraman, dan lain sebagainya
Masyarakat harus taat dan tunduk pada hukum, bahwa ketaatan dan ketundukan masyarakat
terhadap hukum acap kali dimaknai sebagai ketakutan masyarakat akan sanksi / hukuman yang
akan diterimanya apabila melanggar.
Hal yang belum tentu benar, beberapa teori terkait faktor-faktor mengapa masyarakat taat pada
hukum:
a. Teori Teokratis, Ketataan masyarakat dianggap sebagai akibat dari pandangannya bahwa hukum
tersebut berasal dari tuhan.
b. Teori Kedaulatan Negara, Ketaatan disebabkan sebagai konsekuensi karena negara sebagai
pemegang kekuasaan.
c. Teori Kedaulatan Hukum, Ketaatan disebabkan sebagai akibat dari keyakinan bahwa hukum
adalah pemegang kedaulatan.
d. Teori Perjanjian, Masyarakat taat karena hukum sebagai hasil perjanjian antara masyarakat dan
pemangku kebijakan.
Sumber : https://pinterhukum.or.id/mengapa-hukum-harus-ditaati-ini-alasannya-simak/
2) kemudian hal apa saja yang membedakan norma hukum dengan norma lainnya itu?;
Perbedaan norma hukum dengan norma lainnya sebagai berikut :
Pengertian Norma Hukum: Ciri-Ciri, Sifat dan Kategorinya
Norma hukum adalah bagian dari norma sosial dan bersifat tetap serta memaksa. Meskipun norma
hukum muncul dari norma sosial, tapi terdapat perbedaan antara keduanya.
Norma hukum adalah bagian dari norma sosial yang bertujuan guna menjaga ketertiban dan
keadilan masyarakat. Norma hukum dalam kaitannya dengan masyarakat cenderung memaksa agar
seseorang mematuhi peraturan dan ketentuan yang telah ditetapkan secara tertulis.
Pengertian Norma Hukum
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, arti norma adalah ketentuan yang mengikat kelompok dalam
masyarakat, kaidah yang digunakan sebagai tolak ukur untuk menilai. Norma hukum adalah bagian
dari norma sosial masyarakat, peran norma hukum di masyarakat adalah wajib untuk ditaati
mengenai apa yang diperintahkan dan dilarang guna menjaga ketertiban.
Norma hukum adalah norma tertulis dan resmi di bawah lembaga yang berwenang suatu negara dan
berlaku di suatu tatanan masyarakat. Norma hukum mencakup hal-hal yang luas mengenai seluruh
aspek kehidupan masyarakat yang berlaku pada waktu dan tempat yang telah ditentukan dalam
hukum.
Norma hukum dibentuk sebagai upaya menjalankan norma agama, norma kesusilaan dan norma
kesopanan yang tidak memiliki jaminan atas ketertiban dan kepatuhan masyarakat. Norma hukum
dibuat guna masyarakat patuh atas peraturan-peraturan sosial, dimana jika melanggar maka akan
diberikan hukuman.
Bahwa norma hukum adalah norma yang dibentuk untuk melengkapi norma-norma sosial di
masyarakat, ketika norma tersebut tidak memiliki hukum pasti terhadap para pelanggarnya. Norma
hukum berguna juga sebagai bentuk proses untuk membuat masyarakat menyesuaikan diri terhadap
norma dan nilai kehidupan yang berlaku.
Ciri-Ciri Norma Hukum
Norma hukum hadir dalam upaya melengkapi norma-norma sosial lainnya, terdapat perbedaan
antara norma hukum dengan norma lainnya.
Berikut ini ciri-ciri dari norma hukum menurut Soerjono Soekanto:
1. Norma hukum adalah norma yang menjadi tolak ukur hukum yang berupaya untuk
membangun keseimbangan kepentingan antar masyarakat.
2. Norma hukum bertujuan untuk mengalihkan konflik atau masalah yang terhadap
keseimbangan masyarakat dan tidak sepenuhnya menghilangkan sebuah konflik.
3. Norma hukum memiliki ciri sebagai tolak ukur yang bersifat tegas yang mengatur perilaku
manusia.
4. Norma hukum berisi mengenai sanksi hukum yang pasti terhadap para pelanggar hukum.
Sifat Norma Hukum
Norma hukum juga memiliki sifat yang dapat memperjelas kedudukannya sebagai hukum di
masyarakat, untuk membuat masyarakat patuh terhadap norma tersebut. Berikut ini sifat-sifat
norma hukum:
1. Sifat imperatif
Norma hukum memiliki sifat imperatif, yaitu suatu ketentuan atau perintah yang harus ditaati oleh
masyarakat dalam suatu negara mengenai seluruh larangan ataupun perintahnya. Sifat imperatif
dipahami juga sebagai sifat yang memaksa setiap orang untuk mematuhi hukum yang berlaku, jika
seseorang melanggar maka akan diberikan sanksi sesuai ketentuan yang telah berlaku.
2. Sifat fakultatif
Norma hukum juga bersifat fakultatif, yaitu sifat yang secara pengetahuan wajib untuk dipatuhi oleh
masyarakat. Sifat fakultatif juga dipahami sebagai norma hukum yang mengatur, dimana hukum
dalam suatu norma bertujuan untuk mengatur ketertiban dan sikap yang dimiliki oleh setiap warga
negara.
3. Sifat umum dan abstrak
Norma hukum memiliki sifat abstrak dalam pengertian bahwa setiap norma hukum yang berlaku
tidak memiliki ketentuan khusus mengenai siapa yang dituju, tetapi secara keseluruhan masyarakat.
4. Sifat konkret dan individual
Norma hukum juga dapat bersifat konkret dan individual jika berkenaan dengan pihak atau orang
tertentu atas peristiwa atau keadaan tertentu yang telah terjadi dan diatur dalam hukum.
Kategori Norma Hukum
Norma hukum memiliki beberapa kategori yang membedakannya dengan norma sosial pada
umumnya, kategori norma hukum menurut Maria Farida antara lain :
1. Norma hukum umum dan individual
Kategori norma hukum umum adalah norma hukum yang ditujukan kepada keseluruhan masyarakat
atau orang-orang secara umum tanpa adanya pihak tertentu yang dimaksud. Sedangkan norma
hukum individual adalah norma yang ditujukan langsung terhadap pihak-pihak tertentu.
2. Norma hukum abstrak dan konkret
Kategori abstrak adalah norma hukum yang tidak melihat suatu batasan atas perbuatan atau
perilaku yang dilakukan oleh seseorang, sedangkan kategori konkret adalah norma hukum yang
melihat perbuatan seseorang secara nyata.
3. Norma hukum terus-menerus dan berlangsung sekali
Kategori norma hukum terus menerus, adalah sebuah norma hukum yang diberlakukan tanpa
dibatasi oleh waktu dan dapat terjadi kapan saja hingga peraturan yang ditetapkan mengalami
perubahan. Norma hukum berlangsung sekali adalah norma yang hanya diberlakukan satu kali
hingga masalah tersebut selesai dan bersifat penetapan.
4. Norma hukum tunggal dan berpasangan
Norma hukum juga dibedakan berdasarkan kategori tunggal dan berpasangan yaitu :
- Kategori Norma Hukum Tunggal menjelaskan norma hukum sebagai norma yang berdiri
sendiri tanpa melibatkan norma hukum lainnya.
- Norma hukum berpasangan adalah norma yang berisi bagaimana seseorang perlu
berperilaku dan bagaimana penyelesaiannya apabila seseorang tidak mematuhi ketentuan
yang berlaku.
Sumber : https://dailysocial.id/post/pengertian-norma-hukum-ciri-ciri-sifat-dan-kategorinya
3) serta parameter apa saja yang dapat dipakai untuk memahami pembidangan hukum tersebut?
Parameter yang dipakai untuk memahami bidang hukum adalah Logika, Penalaran Hukum, dan
Argumentasi Hukum sebagaiman uraian sebagai berikut :
Arti Logika dan Penalaran
Definisi dari Logika
Menurut The Liang Gie dalam bukunya Dictionary of Logic (Kamus Logika) menjelaskan bahwa logika
adalah bidang pengetahuan dalam lingkungan filsafat yang mempelajari secara teratur asas-asas dan
aturan-aturan penalaran yang betul atau dikenal dengan correct reasoning.
Menurut Mundiri, logika merupakan sebagai ilmu yang mempelajari metode dan hukum-hukum
yang digunakan untuk membedakan penalaran yang betul dari penalaran yang salah.
Secara etimologis, logika adalah istilah yang dibentuk dari kata logikos yang berasal dari kata benda
logos.
- Logos berarti: sesuatu yang diutarakan, suatu pertimbangan akal, pikiran, kata, atau
ungkapan lewat bahasa.
- Sedangkan logikos adalah sesuatu yang diutarakan, mengenai suatu pertimbangan akal,
mengenai kata, mengenai percakapan atau yang berkenaan dengan ungkapan lewat bahasa.
Maka logika adalah suatu pertimbangan akal atau pikiran yang diutarakan lewat kata dan dinyatakan
dalam bahasa. Sebagai ilmu, logika disebut logike episteme atau dalam bahasa latin disebut logica
scientia yang berarti ilmu logika, namun sekarang kita kenal dengan sebutan logika saja.
Berbeda dengan logika, penalaran adalah kegiatan akal budi dalam memahami makna setiap
terminologi dalam suatu proposisi, menghubungkan suatu proposisi dengan proposisi lain dan
menarik kesimpulan atas dasar proposisi-proposisi tersebut. Dengan demikian dapat dikatakan
bahwa penalaran merupakan sebuah bentuk pemikiran.
Pengertian, proposisi, dan penalaran memiliki hubungan yang tak terpisahkan, sebab penalaran
mensyaratkan proposisi dan proposisi mengandaikan pengertian. Tidak ada proposisi tanpa
pengertian dan tidak ada penalaran tanpa proposisi.
Pada hakikatnya proposisi adalah pendirian, pernyataan, atau pendapat tentang sesuatu hal, dan
terhadap proposisi dapat dikenakan penilaian benar atau salah.
Penalaran Hukum
Penalaran hukum adalah penerapan prinsip berpikir lurus (logika) dalam memahami prinsip, aturan,
data, fakta, dan proposisi hukum. Dalam mempelajari penalaran hukum, logika dipahami secara
lebih sempit, yaitu sebagai ilmu tentang penarikan kesimpulan secara valid dari berbagai data, fakta,
persoalan, dan proposisi hukum.
Bahwa, arti penalaran hukum atau legal reasoning tidak menunjukkan bentuk penalaran lain di luar
logika, melainkan penerapan asas berpikir dari logika dalam bidang hukum itu sendiri. Dalam
pengertian lain, tidak ada penalaran hukum di luar logika, dan tidak ada penalaran hukum tanpa
logika.
Pada dasarnya, penalaran hukum memperlihatkan eratnya hubungan antara logika dan hukum.
Logika merupakan ilmu tentang bagaimana berpikir secara tepat dan dapat memikirkan hukum, atau
sebaliknya ide, gagasan, dan opini hukum pada dasarnya bersifat logis juga.
Sehingga penalaran hukum, hukum bukan dipahami sekedar hafalan pasal belaka saja, hukum juga
bukan sekedar norma atau aturan yang ditetapkan otoritas tertinggi dan wajib diikuti. Hukum harus
didasari pada sifat logis, sebab logis adalah salah satu karakter atau sifat dasar hukum.
Penalaran hukum juga dapat diartikan sebagai cara lawyer dan hakim dalam berbicara mengenai
hukum di ruang publik. Merupakan istilah yang dipakai untuk melabeli berbagai aktivitas dalam
dunia hukum, antara lain proses mental yang bekerja dalam pengambilan keputusan hukum,
identifikasi kasus, interpretasi, evaluasi fakta hukum, pilihan aturan hukum, penerapan hukum
dalam kasus, penyusunan pertimbangan, penyusunan argumen, opini atau pendapat hukum. Bahwa
semua aktivitas tersebut didasarkan pada cara bernalar atau berlogika yang tepat, alias logika
hukum.
Legal reasoning merupakan hal yang sangat penting untuk dikuasai peneliti hukum, sebab tanpa
adanya pemahaman terhadap penalaran hukum, maka seorang peneliti akan kehilangan arah dan
menemui kesulitan dalam mensistematisasikan bahan hukum, sehingga mempengaruhi kualitas
ilmiah kesimpulan penelitiannya.
Selain menggunakan terminologi legal reasoning, penalaran hukum juga dikenal sebagai argumentasi
hukum.
Menurut Golding, terminologi legal reasoning dapat digunakan dalam arti luas dan arti sempit
yaitu :
- Dalam arti luas, legal reasoning berkaitan dengan proses psikologis yang dilakukan hakim untuk
sampai pada putusan atas kasus yang dihadapinya.
- Sedangkan, legal reasoning dalam arti sempit berkaitan dengan argumentasi hukum yang
melandasi suatu keputusan. Artinya, legal reasoning dalam arti sempit menyangkut kajian logika dari
suatu putusan, yakni hubungan antara reason berupa pertimbangan, alasan, putusan, serta
ketepatan alasan atau pertimbangan lainnya yang mendukung putusan tersebut.
Jenis Argumentasi Hukum
Argumentasi hukum merupakan kegiatan untuk mencari dasar hukum yang terdapat di dalam suatu
peristiwa hukum, baik yang merupakan perbuatan hukum seperti perjanjian, transaksi perdagangan,
dan lainnya. Dan, pencarian dasar hukum juga bisa dilakukan pada kasus pelanggaran hukum pidana,
perdata, maupun administrasi, dan memasukkannya ke dalam peraturan hukum yang ada.
Para ahli teori hukum mengklasifikasikan 3 (tiga) pengertian dari argumentasi hukum, yaitu:
1. Mencari substansi hukum untuk diterapkan dalam masalah yang sedang terjadi.
2. Argumentasi dari substansi hukum yang ada untuk diterapkan terhadap putusan yang harus
diambil, atas perkara yang terjadi.
3. Argumentasi mengenai putusan yang harus diambil oleh hakim dalam suatu perkara dengan
mempertimbangkan semua aspek.
Terdapat 2 (dua) macam model argumentasi hukum antara lain:
1. Systemic legal reasoning, yakni kegiatan yang bercorak normatif, yang dibangun di atas
sistem penalaran hukum, dan mengandung unsur rasionalisme, positivisme hukum apriori,
analisa, deduksi, koherensi, penelitian hukum normatif, dan berpikir sistemik.
2. Critical legal reasoning, yakni kegiatan yang unsurnya terdiri dari empirisme, historikal,
yurisprudensi, aposteriori, sintesa, induksi, korespondensi, penelitian hukum sosiologis dan
berpikir kritis.
Kesimpulan
Bahwa logika merupakan cabang ilmu yang penting dipahami oleh peneliti hukum. Sebab, logika
adalah bagaimana cara berpikir secara tepat, memikirkan ide, gagasan, dan opini hukum yang pada
dasarnya harus bersifat logis juga. Logika memiliki hubungan yang erat dengan penalaran hukum.
Eksistensi penalaran hukum menunjukkan bahwa hukum bukan dipahami sekedar hafalan pasal
belaka saja, melainkan hukum harus didasari pada sifat logis. Penalaran hukum juga kerap digunakan
dengan menggunakan terminologi lain yakni legal reasoning dan argumentasi hukum.
Sumber : https://www.hukumonline.com/klinik/a/logika-penalaran-hukum-dan-argumentasi-
hukum-lt62ce4939aaf00/
Terimakasih