Contoh Hse Plan
Contoh Hse Plan
MANAJEMEN RESIKO
4.1 Work Site Hazards Analysis
4.1.1 HIRADC
PT. Pertamina and Construction memiliki metoda analisa TKO-HSE-12_Identifikasi Bahaya Dan Penilaian Risiko Aspek
Keselamatan yang dipergunakan untuk analisa work site hazard & risk assessment pada pekerjaan ini, adapun indetifikasi
bahaya dan risiko mencakup semua aspek HSSE diantaranya
Tahapan Persiapan
Tahapan Mobilisasi
Tahapan Pelaksanaan pekerjaan
Tahapan Finishing
Adapun risk matrix penilaian risiko mengikuti matrix sebagai berikut
Tingkat Risiko dibagi menjadi 3 kategori, yaitu risiko tinggi, risiko sedang, risiko rendah seperti berikut
Adapun nilai risiko tinggi adalah dengan nilai lebih besar dari 16
Adapun nilai risiko sedang adalah dengan nilai 10-16
Adapun nilai risiko rendah adalah dengan nilai lebih kecil dari 10
4.1.2. JHSEA
Analisa JHSEA dilakukan berdasarkan lingkup pekerjaan yang akan dikerjakan, analisa JHSEA secara prinsip dilakuka
dalam 3 tahapan utama yaitu
a) Menentukan tahapan proyek
b) Menganalisa potensi bahaya yang dapat timbul dalam tiap tahapan proyek
c) Menganalisa mitigasi yang tepat dari potensi bahaya yang dapat timbul tersebut
Adapun untuk mitigasinya meliputi:
1. Penggunaan peralatan/bahan yang mampu memitigasi bahaya terkait
I. TUJUAN
Tata Kerja Organisasi ini dibuat bertujuan untuk mengatur, mengendalikan dan mengevaluasi kegiatan
mengidentifiKasi, menganalisa risiko bahaya keselamatan dan kesehatan kerja serta aspek dampak
lingkungan dan untuk membuat rencana untuk mengendalikan resiko dan bahaya yang telah diidentifikasi.
II. RUANG LINGITUP
Prosedur ini digunakan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi semua kegiatan rutin dan non rutin, normal,
abnormal yang dapat dikontrol atau dipangaruhi selama proses identifikasi dan mengevaluasi semua potensi bahaya
K3 dan aspek dampak lingkungan.
III. PENGERTIAN OAN BATASAN
A. PENGERTIAN
1. Bahaya adalah sumber, situasi atau aldifitas dimana potensial teqadinya kerusakan pada luka atau penyakit,
kerusakan harta benda, kerusakan lingkungan ke/ja atau kombinasi diantaranya
2. Identifikasl Bahaya adalah proses pengenalan bahwa bahaya ada dan
menemukon karakteristiknya
3. Risiko adalah kombinasi dari kemungkinan dan konsekuensi dari terjadinya bahaya
khusus
4. Penilaian Risiko adalah Adalah penerapan metoda-metoda untuk menganalisa tingkat Risiko,
mempertimbangkan risiko tersebut dalarri Keadaan Bahaya, dan mengevaluasi apakah Bahaya itu dapat
dikendslikan secara memadai, serta melakukan Iangkah-Tangkah yang terukur
Keselamatan adalah Kondisi bebas dari resiko kerusakan yang tak tefduBa.
6. Bahaya dan Risiko Keselamatan adalah sumber-sumber bahaya yang dapat menyebabkan ceders manusia
atau kerusakan pada lingkungan sekitar, permesinan dan peralatan
7. Bahaya dan Risiko Kesehatan adalah sumber-sumber bahaya yang dapat menyebabkan sakit atau
gangguan kesehatan. Pemaparan yang dapat berefek akut (serius dan langsung) atau kronis {jangka panjang) pada
kesehatan manusia
8. Toleransi Resiko adalah resiko-resiko yang telah dӢurunkan ke level yang dapat berlangsung terus oleh
perusahaan untuk memenuhi peraturan perundangan undangan dan kebijaksanaan OH&S nya sendiri
9. Normal adalah kondisi yang terjadi dalam keseharian yang berdampak dari aktifitas pekefjaan yang dilaksanakan
(lingkungan)
10. Abnormal adalah kondisi yang timbul diluar perkiraan dan bukan dampak dari
aktivӊas pekerjaan (lingkungan)
11. Rutin adalah kondisi yang timbul akibat pekeqaan rutin yang dilaksanakan sehari-
hari (safety)
Dan Penilaian Risiko Aspek
aan ini, adapun indetifikasi
HALAMAN . 1 dari 16
mengevaluasi kegiatan
aspek dampak
telah diidentifikasi.
kat Risiko,
h Bahaya itu dapat
B. BATASAN
1. Setiap Manajer departemen dan Pengawas bertanggung jawab untuk menetapkan dan menetapkan program
identifikasi Bahaya dan Penilaian Risiko di daerah yang menjadi tanggung jawabnya.
2. Untuk mengidentifikasi potensi bahaya dan mengkaji risiko terhadap aspek HSSE pekerjaan yang akan
dikontrakkan dapat mempertimbangkan hakhal berikut ini nsmun tidak terbatas pada:
a. Jenis/ Sifat Pekerjaan
Setiap jenis sifat pekerjaan yang akan dikontrakkan berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap aspek
HSSE dalam skala berbeda yang disebabkan oleh adanya perbedaan karakteristik dan sifat pekerjaan tersebut.
b. Lokasi Pekerjaan
Lokasi pekeqaan dapat mempengaruhi potensi bahaya dan risiko yang berdampak negatif terhadap
aspek HSSE. Adanya unsur pekerjaan diketinggian, kandungan bahan berbahaya disekitar lokasi
pekerjaan, di dalam/ di luar fasilitas operasi, pekerjaan di dalam ruang \erbatas, pekerjaan di perairan
dan sebagainya di lokasi pekerjaan tersebut dapat menimbulkan potensi bahaya yang mengancam aspek
HSSE.
pbas
NOMOR TKO - HSE - 012
REVISI KE 04
BERLAKU TMT : 18/02/2022
HALAMAN : 2 dari 16
c. Lamanya Pekerjaan
Pelaksanaan pekeqaan kontrak yang berlangsung dalam durasi yang lama dan berulang-ulang dapat
menimbulkan kelelahan, penurunan daya konsentrasi dan kejenuhan pekerja yang pada akhirnya akan
meningkatkan potensi bahaya dan risiko terhadap aspek HSSE.
d. Bahan/ Material/ Peralatan Yang Digunakan
Bahan/ material yang digunakan dapat memiliki sifat bahaya sehingga bila tidak dapat dikelola dengan
baik, potensi bahaya yang terkandung dalam material/ bahan tersebut dapat menyebabkan insiden. Sifat
berbahaya dari material tersebut meliputi: hazardous, flammable. explosive, poissonous,
reac//ve, corrosive, irfitant, 7oxicoos, dll. Peralatan-peralatan operasi yang digunakan juga mengandung
potensi bahaya seperti sengatan listrik, kebisingan, paparan cahaya, moving part, peralatan sub
standard, paparan panas, dan lain sebagainya.
e. Pekerjaan Simultan/ Simultaneous Operation (SIMOPS).
SIMOPS (Simultaneous Operation) adalah pekerjaan yang dilakukan secara simultan/ bersamaan oleh
satu/ beberapa Pelaksana Kontrak dalam satu area/
!okasi kerja yang sama/ di area yang berbeda dengan aktivitasnya yang saling bersinggungan sehingga
apabila aspek pengawasan, koordinasi dan pengendalian aktivitas kerja tidak dikelola dengan baik
maka kegiatan SIMOPS dapat menyebabkan potensi bahaya signifikan yang berdampak terhadap
masing-masing aldiväas tersebut.
f. Potensi Bahaya
Selama pelaksanaan pekerjaan kontrak terdapat potensi paparan bahaya yang dapat mengancam pekeija,
aset/ fasilitas, lingkungan, notifikasi pubiic sehingga berpengaruh terhadap citra Pertamina. Paparan
bahaya yang dapat terjadi pada pelaksanaan pekerjaan kontrak antara lain namun tidak terbatas
pada:
paas
NOMOR . TKO — HSE - 012
REVISI KE 04
BERLAKU TMT : 18/02/2022
HALAMAN : 3 dari 16
Bahaya kebisingan
pbas
TKO — HSE 012
04
TMT : 18/02/2022 HALAMAN : 4 dari
logi
suhu ekstrim
an Bahaya listrik
manual Bahaya mengemudi
3. Dalam melakukan penilaian rislko, setiap pekeqaan yang akan dikontrakan agar dibreakdown menjadi tahapa
aktiv”itas-aktivitas pelaksanaan pekerjaan (sequence ofwo//r) yang mencakup namun tidak terbatas pada :
a. Preparation: Aktivitas awal yang dilakukan oleh Pelaksana Kontrak sebelum pelaksanaan Kontrak mula
dilaksanakan di lokasi kerja Pertamina (mencakup namun tidak terbatas pada : aktivitas persiapan Pelaksa
Kontrak sebelum melakukan proses mobilisasi (peralatan, mobilisasi personil, mobilisasi mate al) ke lokasi pekeij
kontrak).
b.
Mobilization: Aktivitas yang dilaksanakan oleh Pełaksana Kontrak yang melakukan pemindahan
personil, peralatan. mate al, dsb dari lokasi Pelaksana Kontrak ke lokasi pekefjaan.
C.
Executon/ Contruction: Aktiv'rtas pelaksanaan fisik/ realisasi jasa kontrak yang dilaksanakan oleh
Pelaksana Kontrak sesuai dengan rencana dan scope pelaksanaan pekerjaan kontrak yang disepakati.
d.
Demobilization: Aktiv“rtas yang dilaksanakan oleh Pelaksana Kontrak yang
melakukan pemindahan personil, peralatan, materiał, dsb dari lokasi pekeijaan ke
lokasi Pelaksana Kontrak.
pbas
NOMOR . TKO - HSE - 012
REVISI KE 04
BERLAKU TMT : 18/02/2022 HALAMAN : 5 dari 16
Hampir pasti terjadi » 1 per year Terjadi beberapa kali di wîlayah operasi Pertamina ATAU terjadi beberapa kali di loka?i terkai
datam 1 tahun terakhir ATAU adanya kondisi yang memungkinkan kejadian dapat tefjadi di
wilayah operasi Pertamina lebih dari sekali tiap tahunnya
Pemah teljadi lebih dari sakali selama masa hidup operasi (operational
4 Sangat mungkin 1&° to 1 terjadi lifetime) Pertamina ATAU pemah te/jadi sekali di lokasi terkait ATAU adanya kondisi yang
per year memungkinkan kejadian dapat te/jadi îebih dari sekali di wilayah operasi Pertamina selama mas
10° to hidup operasinya.
Pemah te/jadi lebih dari sekali di Industri Migas / Parias Bumi / Gedung
3 Bisa teijadi 10 * per Perkantoran ATAU pemah terjadi sekali di wilayah operasi Pertamina.
year
b. Nilai Keparahan
Manusia u Fatalitas ganda"
Lingkungan Menyebabkan wabah ke lingkungan
Assel & Peralatan N Bahan dengan potensi menyebabkan banyak hematian, mis. bahan kimia dengan efek toksik
* Reputasi dan Hukum Menyebabkan kerusakan lingkungan yang sangal serius, berdampak jangka panjang terhadap f
ekosistam atau Tumpahan Minyak* 100 Barre/.
Kehilangan total pada Pabrik/ Plant atau perkiraan biaya perbaiKan» AS $ 5.000.000.
Dampak Luas Intemasional dan Nasional
Potensi peliputan media nasional & internasional yang mempengaruhi Anak Perusahaan &
Pertamina Persero.
G Potensi tuntutan hukum oleh regu/afor & masyarakat yan t rkena
8 'g dampak.
i Kemarahan publik untuk monghentikan operasi.
rapa kali di wîlayah operasi Pertamina ATAU terjadi beberapa kali di loka?i terkait
n terakhir ATAU adanya kondisi yang memungkinkan kejadian dapat tefjadi di
asi Pertamina lebih dari sekali tiap tahunnya
i lebih dari sakali selama masa hidup operasi (operational
amina ATAU pemah te/jadi sekali di lokasi terkait ATAU adanya kondisi yang
an kejadian dapat te/jadi îebih dari sekali di wilayah operasi Pertamina selama masa
nya.
lebih dari sekali di Industri Migas / Parias Bumi / Gedung
anda"
n wabah ke lingkungan
gan potensi menyebabkan banyak hematian, mis. bahan kimia dengan efek toksik akut
n kerusakan lingkungan yang sangal serius, berdampak jangka panjang terhadap fungsi
au Tumpahan Minyak* 100 Barre/.
otal pada Pabrik/ Plant atau perkiraan biaya perbaiKan» AS $ 5.000.000.
s Intemasional dan Nasional
utan media nasional & internasional yang mempengaruhi Anak Perusahaan &
ersero.
kum oleh regu/afor & masyarakat yan t rkena
8 'g dampak.
n publik untuk monghentikan operasi.
K
ngaruhi aktivitas kelja
nkerusakan terbatas pada area yang minimal dengan signifikansi yang rendah atau
inyak <1 6a/7e/
ngguari terhadap proses atau perkiraan biaya perbaikan
ke Publik
sedur
menJpakan suatu persyaratan semua personil yang terlibat
kecil
pba
FUNG îl : HEALTH, SAFETY & ENVIROMENTAL
JUDUL : IDENTIFIKASI BAHAYA, PENILAIAN DAN
PENGENDALIAN RtSIKO K3 DAN LINGKUNGAN
e. Kondisi
EM Emergency manusia yang dapat mengakibatkan limbulnya korban jïwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan d
psikologis
5.
Bahaya - bahaya pokok yang hams teridentifîkasi
Dokumen HIRADC direvisi dan atau direview sesuai dengan kebutuhan, diantaranya apabila teqadi
perubahan proses, perubahan prosedur, perubahan
alat kerja.
6. Hirarki Mitigasì Bahaya
Setelah identifikasi bahaya dilakukan maka mitigasi bahaya harus dilaksanakan sesuai dengan potensi bahaya yan
teridentifikasi, adapaun hieraki pengendalian bahaya menggunakan tata urutan sebagai berikut
1) Eliminasi (Eliminaôon)
Pengendalian risiko dengan menghilangkan sumber tímbulnya bahaya potensial contoh menghilangkan proses,
kimia dll.
2) Substitusi (Substitution)
Mengganti sumber timbulnya bahaya potensial dengan mengganti sumber bahaya potensial dengan baha
siko K3 lebih rendah seperti mengganti bahan kimia yang beracun dengan bahan bahan kimia yang bersifa
tidak beracun.
3) Pengendalian Rekayasa (Enginee ng Control)
Pengendalian risiko dengan membuat pengendalian secara rekayasa dimana unsur kesalahan manusia dapat
dìreduksi contoh : interlock system, isolasi.
4) Pengendalian Administratif (Administrative Control)
Pengendałian risíko dengan membuat aturan untuk mengendalikan risiko. Contoh: Pelatihan, Rotasi kerja dll)
5) Alat Pelindung Di (Personal Protective Equipment).
Cara ini merupakan metoda pengendatian terakhir setelah cara Iain secara befurutan tidak dapat dilaksanaka
yaitu dengan menyediakan alat pelindung diri untuk mengurangi paparan terhadap manusia.
7. Tindakan Pengendalian Risiko
• Bila suatu siko tidak dapat diterima [unacceptable risk), maka tim penilai risìko harus mengusulkan tind
pengendalian yang efektif dengan
"
pbas
NOMOR TKO - HSE — 012
REVìSI KE : 04
TMT 26
BE M
AN ' 9 da
amkesehañanyangbezdampakda aktifÆaspeŁeqaanyang
diluar perkiraan dan bukan dampk dari aktifikast ”pekeqaan
mbulnya korban jïwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak
entifîkasi
direview sesuai dengan kebutuhan, diantaranya apabila teqadi
rubahan
itigasi bahaya harus dilaksanakan sesuai dengan potensi bahaya yang
bahaya menggunakan tata urutan sebagai berikut
ol)
ndalian secara rekayasa dimana unsur kesalahan manusia dapat
e Control)
ntuk mengendalikan risiko. Contoh: Pelatihan, Rotasi kerja dll)
quipment).
erakhir setelah cara Iain secara befurutan tidak dapat dilaksanakan,
untuk mengurangi paparan terhadap manusia.
"
TATA KERJA ORGANISASI
FUNGSI :H ALTH,SAFETY&ENWROMENTAL
JUDUL : IDENTIFIKASI BAHAYA, PENILAIAN DAN
PENGENDALIAN RISIKO K3 DAN LINGKUNGAN
8.
Pemantauan Tindakan Pengendalian Risiko
• Fungsi QHSE dan manajer fungsi terkait bertanggung jawab dalam memantau tindakan
perbaikan agar dilaksanakan sesuai jadwal yang ditetapkan.
• Apabi(a sampai batas waktu yang ditentukan, tindakan pengendalian belum mulai dilakukan atau
belum selesai dilaksanakan, maka akan ditentukan waktu penyelesaian yang baru.
• Setelah suatu tindakan perbaikan selesai dilakukan, maka HSE Specialist dan manajer
fungsi/departemen terkait akan tetap melakukan mon'itoring untuk menilai apakah tindakan pengendalian
yang ada sudah efektif. Jika temyata kurang efektif, maka perlu ditentukan bentuk tindakan
pengendalian baru.
9. Revisi Dokumen
Dokumen HIRADC direvisi dan atau direview sesuai dengan kebutuhan, diantaranya apabila
terjadi perubahan proses, perubahan prosedur, perubahan alat ke a.
IV. REFERENSI
Referensi yang digunakan dalam menyusun Tata Keqa Organisasi (TKO) ini antara lain:
4.1. Undang-undang No 1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja
pbas
NOMOR ” TKO - HSE — 012” REVISI KE
04
BERLAKU TMT : 18/02/2022
HALAMAN : 10 dari 16
an Risiko
erkait bertanggung jawab dalam memantau tindakan
al yang ditetapkan.
itentukan, tindakan pengendalian belum mulai dilakukan atau
ditentukan waktu penyelesaian yang baru.
i dilakukan, maka HSE Specialist dan manajer
ukan mon'itoring untuk menilai apakah tindakan pengendalian
ang efektif, maka perlu ditentukan bentuk tindakan
4.2. Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2012 Tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan
Kesehatan Ke/ja
4.3. Peraturan Menteri Ketenagake/jaan No. S Tahun 2018 tentang Xeselamatan dan Kesehatan di Lingkungan
Keija
4.4. ISO 45001 clause 6.1.2. Hazard Identification and assessment of risks and opportunities; clause 8.1.2
Eliminating Hazards and Reducing QHS&S Risks
4.5. ISO 14001 clause 6.1 Tindakan untuk mengatasi risiko dan peluang
V. DOKUMEN TERKAIT
Dokumen yang terkait pada kegiatan ldentifikasi Bahaya, Penilaian dan Pengendalian Risiko K3 dan
Lingkungan adalah:
5.1 DFM-HSE-46_HIRADC
5.2 DFM-HSE-43_Registrasi Peraturan Perundangan dan Peraturan Lainnya
5.
Memastikan bahwa rekomendasi pengendalian telah disetujui dan dilaksanakan oleh
Fungsi Terkait yang berkepentingan terhadap tempat
kerjanya.
6.
Memastikan dilakukannya HIRADC ulangan setelah metode pengendalian dan
mitigasi telah diimplementasikan.
7.
Memastikan bahwa hasil HtRADC disimpan dan didokumentasikan dengan
benar.
8.
Memastikan bahwa HIRADC di tempat kerja direvisi dan dievaluasi secara berkala berdasarkan
ketentuan dan peraturan yang berlaku.
6.3. Manajer Fungsi Terkait
pbas
NOMOR TKO - HSE — 012
REVISI KE : 04 BERLAKU TMT : 18/02/2022
HALAMAN 11 dari 16
TERKAIT
1. Bertanggung jawab dalam pelaksanaan kegiatan HIRADC di unit kerja yang menjadi tanggung
jawabnya, termasuk mendukung sarana pelaksanaan HIRADC.
2. Mengevaluasi dan menyetujui jadwal pelaksanaan HIRADC di tempat keijanya dan memberikan
informasi yang tepat yang dibutuhKan dalam pelaksanaan HIRADC.
Mengevaluasi laporan dan memverifikasi pelaksanaan kegiatan HIRADC K3L
secara langsung .
4. Menyetujui laporan pelaksanaan HIRADC di unit kerjanya serta rekomendasi pengendalian dan
mitigasinya, atau memutuskan untuk melaksanakan kegiatan pengendalian lebih lanjut apabila dirasa
belum memenuhi target indikator keberhasilan yang ditentukan untuk periode tersebut.
5. Memberikan arahan dan masukan kepada tim Penilai Risiko dalam pelaksanaan HIRADC dan
dalam menyusun rekomendasi pengendalian dan mitigasinya bila diperlukan.
6.
Bersama dengan manager HSSE, melaporkan kegiatan HIRADC di tempat keja serta tindak lanjut
upaya pengendalian dan m’itigasi risiko kesehatan kepada Direksi.
6.4. HSE Specialist
1.
Memantau tindakan perbaikan agar dilaksanakan sesuai jadwal yang ditetapkan.
2.
Melakukan mon"äoring untuk menilai apakah tindakan pengendalian yang ada
sudah efektif.
si masing masing
ai berikut:
berikut:
yang tersedia
gian/cidera yang potensi bahaya/aspek
ngan memilih list yang tersedia
ang tersedia
dihal 7
al 7
TATA KERJA ORGANISASI
FUNGSI : HEALTH, SAFETY & ENVIROMENTAL
JUDUL : A N
ENTENGE BA N R EN
DAN LINGKUNGAN
REVISI KE : 04
BERLAKU TMT : 18/02/2022
HALAMAN : 14 dari 16
matrix dihal 7
atrix dihal 7
Disetujui oleh :
Direktur Layarian Usaha
Saiful Bahri
Tanggal : Februari 2022
HIRADC
( Hazard Identification Risk Assesment and Determining C
PEKERJAAN KONTRAK VOLUME PEMASANGAN DAN PEMBONGKARAN SCAFFOLDING PEKE
NO. DOK :
REGION:
TANGGAL DISETUJUI:
UNIT KERJA PEKERJAAN KONTRAK VOLUME PEMASANGAN DAN PEMBONGKARAN SCAFFOLDING PEKERJAAN EQUIPMENT OVERHAUL RKAP 2024
DISETUJUI OLEH:
TIM HIRADC Andy Hamonangan, Arief Rahmad P
TANGGAL REVISI TERAKHIR:
– TKI No
Identifikasi Bahaya
Penilaian Risiko Saat Ini
N/A/E
Pelaksana (normal /
No Kegiatan CLSR Lokasi Kegiatan abnormal / Tipe Bahaya
Deskripsi Bahaya (H|S|Sc|E) Konsekuensi
emergency)
Risiko
Skor
Likelihood
Severity
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13)
Ergonomic
7. Fit to work Office Admin Normal Terlalu lama di depan PC H,S Cidera Iritasi Mata 2 1 2 L
tersandung saat ke kantor
Medical Check Up
DCU
Safety Talk 7. Fit to work Site Semua Pekerja Normal Dibawah terik matahari H Dehidrasi 2 1 2 L
1. Tools and Site Semua Pekerja Normal Paparan debu Terpukul alat H,S Luka, Memar Iritasi pernafasan 2 1 2 L
Equipment kerja
1. Tools and
Equipment Site Semua Pekerja Normal Tersengat listrik S Luka bakar 2 1 2 L
Administrasi
Risiko
Engineering
Skor
APD
Likelihood
Substitusi
Eliminasi
Severity
(14) (23) (15) (16) (17) (18) (19) (20) (21)
E:
S:
Eng: Gunakan screen protector
jika diperlukan Pastikan posisi
meja dan PC aman dan nyaman
Adm : Pastikan pekerja berjalan
di area aman dan
Peraturan Menteri Ketenagakerjaan memperhatikan sign
RI No 5 Tahun 2018 Tentang Pencahayaan yang sesuai APD :
Keselamatan, Kesehatan Kerja dan v V 1 1 1 L 3 Admin PertaMC
Lingkungan Kerja
Sampah/Debu Paparan Debu Terpukul alat Sebagai sumber penyakit, unsafe condition,
kerja
mengurangi estetika, Pencemaran
Lingkungan Gangguan Pernafasan
Cidera/Luka
2. Safety Zone
1.3 Temporary Facilities Position Site Pekerja Abnormal S 2 2 4 LM
Ergonomic Bocornya rahasia perusahaan Gangguan
Terlalu lama di depan PC
sistem IT
'Cidera Iritasi Mata
•?Kebakaran
1. Tools and Percikan bunga api saat proses •?Menyebabkan luka bakar pada
Equipment penggerindaan Kebisingan yang tubuh pekerja
2. Safe Zone ditimbulkan pada proses gerinda •?Penurunan kemampuan
Position Listrik mendengar
3. Permit to Mata gerinda pecah Gram •?Tersengat listrik
work gerinda •?Cidera/luka
Iritasi mata Gangguan pernafasan
1. Tools and
Equipment
2. Safe Zone
Position
3. Permit to
work
1. Tools and
Equipment
2. Safe Zone
Position
3. Permit to
work
1. Tools and
Equipment Peraturan Menteri Ketenagakerjaan
2. Safe Zone Terpukul Alat kerja Ergonomic
RI No 5 Tahun 2018 Tentang
Position Abnormal Paparan Material S 3 6 Keselamatan, Kesehatan Kerja dan
3. Permit to Pergerakan kendaraan Lingkungan Kerja
work
Site Pekerja 2 LM
2.7 Pengecatan Paparan material Ergonomic Gangguan pernafasan, asma, batuk
Bahan mudah terbakar Iritasi mata Iritasi Kulit Cidera
terkontaminasinya udara sekita Kebakaran
1. Tools and
Equipment
2. Safe Zone
Position
3. Permit to
work
1. Tools and
Equipment Terpukul alat kerja Paparan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan
2. Safe Zone Site Pekerja Abnormal Material Ergonomic Tertimpa S 3 3 9 M RI No 5 Tahun 2018 Tentang
Position Terjatuh
Keselamatan, Kesehatan Kerja dan
3. Permit to Lingkungan Kerja
work
2.9 Pekerjaan ketinggian Terjatuh Memar, lecet, luka, patah tulang, kematian,
Paparan Material dll.
1. Tools and
Equipment
2. Safe Zone
Position
3. Permit to
work
3 4
PENYELESAIAN
12.1 Membersihkan lokasi kerja dari sampah/limbah kerja Sebagai sumber penyakit, unsafe Pencemaran Lingkungan Gangguan Pernafasan
Cidera/Luka
condition, mengurangi estetika,
Pencemaran Lingkungan
Gangguan Pernafasan
Cidera/Luka
Munculnya keadaan darurat seperti kebakaran ,angin Kebakaran Banjir Gempa Cidera sampai fatality Kerusakan fasilitas Peraturan Menteri Ketenagakerjaan
topan, gempa dsb RI No 5 Tahun 2018 Tentang
Keselamatan, Kesehatan Kerja dan
Lingkungan Kerja
Safety Zone Position Site Pekerja Emergency S 4 4 16 H
Huru-Hara dari pihak luar Demo Cidera sampai fatality Kerusakan fasilitas
Tindakan anarkis
Pekerja sakit di area kerja/kantor Terkontaminasi virus atau Sakit Peraturan Menteri Tenaga Kerja Dan
Transmigrasi RI No.
bakteri Per.15/MEN/VIII/2008
Salah tindakan penanganan Tentang Pertolongan Pertama Pada
Kecelakaan di Tempat Kerja
Fit to work Site Pekerja Emergency H 3 3 9 M
Intimidasi dan menimbulkan kontak fisik Terjadi konflik Cidera sampai fatality Kerusakan fasilitas Peraturan Menteri Ketenagakerjaan
RI No 5 Tahun 2018 Tentang
Baku hantam antara pekerja Keselamatan, Kesehatan Kerja dan
Lingkungan Kerja
Permit to work Site Pekerja Emergency S 4 4 16 H
Paparan Covid-19 Terkontaminasi virus atau Terinfeksi Covid dengan gejala demam, flu, batuk, dll Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan
Transmigrasi R.I. No.
bakteri Per.02/MEN/1980 Tentang
Pemeriksaan Kesehatan Tenaga Kerja
Dalam Penyelenggaraan Keselamatan
Kerja
Fit to work Site Pekerja Emergency H 3 3 9 M
TKO-HSE-032
Rev. 02
1 L SM, HSE
ADM : Alat kerja sesuai dengan
pekerjaan dan telah diperiksa
ADM : Pekerja telah
mendapatkan sosialisasi terkait
aspek safety sesuai lingkup kerja
ADM : Pekerja telah
mendapatkan APD sesuai dengan
lingkup kerja
Peraturan Menteri Ketenagakerjaan APD : Coverall, safety glove,
RI No 5 Tahun 2018 Tentang safety shoes, Masker
Keselamatan, Kesehatan Kerja dan
Lingkungan Kerja
v v 1 1 1 L 3 SM, HSE
ADM : Alat kerja sesuai dengan
pekerjaan dan telah diperiksa
ADM : Pekerja telah
mendapatkan sosialisasi terkait
aspek safety sesuai lingkup kerja
ADM : Pekerja telah
mendapatkan APD sesuai dengan
lingkup kerja
Peraturan Menteri Ketenagakerjaan APD : Coverall, safety glove,
RI No 5 Tahun 2018 Tentang safety shoes, Masker
Keselamatan, Kesehatan Kerja dan
Lingkungan Kerja
v v 1 1 1 L 4 SM, HSE
ENG : Pastikan material
flamable tidak berada di area
atau telah diamankan 'ENG :
Pastikan batu gurinda yang
gunakan sesuai dengan material
yang dipotong dan stand by
APAR
ADM : Alat kerja sesuai dengan
pekerjaan dan telah diperiksa
ADM : Pekerja telah
mendapatkan sosialisasi terkait
aspek safety sesuai lingkup kerja
ADM : Pastikan SOP pekerjaan
tersedia dan dsetujui oleh
pengawas lokasi
ADM : Pastikan area free gas
dengan pengecekan dengan gas
test sebelum memulai pekerjaan
ADM : Pekerja telah
mendapatkan APD sesuai dengan
lingkup kerja
v v v 2 1 2 L 2 SM, HSE
ADM : Alat kerja sesuai dengan
pekerjaan dan telah diperiksa
ADM : Pekerja telah
mendapatkan sosialisasi terkait
aspek safety sesuai lingkup kerja
ADM : Pekerja telah
mendapatkan APD sesuai dengan
lingkup kerja ADM : Koordinasi
dengan
pengawas area kerja terkait
sarfas bawah tanah
APD : Safety shoes, glove,
coverall, masker, Kacamata
safety
1 LM SM, HSE
ADM : Alat kerja sesuai dengan
pekerjaan dan telah diperiksa
ADM : Pekerja telah
mendapatkan sosialisasi terkait
aspek safety sesuai lingkup kerja
ADM : Pekerja telah
mendapatkan APD sesuai dengan
lingkup kerja ADM : Pastikan
tidak ada sumber panas
ADM : Tidak terdapat SIMOP
dengan pekerjaan panas
APD : Safety shoes, glove,
coverall, masker, Kacamata
safety
v v 1 1 1 L 4 SM, HSE
Tata Kerja Organisasi ini dibuat bertujuan menganalisa potensi bahaya dan risiko serta menentukan upaya
pengendalian yang harus dilakukan dari sebua aktivitas pekerjaan. Dengan adanya Job Safety Analysis
(JSA) ini diahrapkan dapat mengurangi tingkat
bahaya pada rangkaian pekerjaan sampai pada tingkat yang dapat ditoleransi.
B. BATASAN
1. Pekerjaan yang sesuai untuk dianalisa menggunakan JSA
a. Pekerjaan dengan tingkat kecelakaan atau penyakit tertinggi
b. Pekerjaan yang berpotensi untuk menyebabkan kecelakaan atau penyakit parah, bahkan ketika
kecelakaan dan penyakit tersebut tidak pemah terjadi sebelumnya
c. Pekerjaan yang dapat menyebabkan kecelakaan atau penyakit yang parah
akibat kesalahan manusia yang sederhana
NOMOR : TKO-HSE-032
NMENTAL REVISI KE 02
HALAMAN : 2 dari 6
AN
HALAMAN : 3 dari 6
asikan atau pekerjaa yang mengalami perubahan pada proses dan
dapat muncul
pat berkontribusi
tersebut dapat muncul
muncul dalam pembuatan JSA yang baik
pekerjaan
dapat terpapar
micu munculnya bahaya tersebut
dari kerjadian tersebut apabila muncul.
n Tata Kerja Organisasi (TKO) ini antara lain:
entang Keselamatan Kerja
ahun 2012 Tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan
V. DOKUMEN TERKAIT
Dokumen yang terkait pada kegiatan Job Safety Analysis adalah:
5.1 TKO-HSE-12 ldentifikasi Bahaya, Penilaian dan Pengendalian Risiko K3 dan Lingkungan
5.2 TKO-HSE-34 Bekerja Di Ketinggian
5.3 TKO-HSE-39 Pengendalian Pekerjaan Panas
5.4 TKO-HSE-40 Bekerja Di Ruang Terbatas
HALAMAN : 4 dari 6
zard identification and assessment of risks and
IIJABATAN TERKAIT
Analysis adalah:
r JSA ini telah disosialisasikan pada project manager dan site manager.
n.
pengendalian yang tertuang dalam JSA telah dipenuhi.
FUNGSI NOMOR : TKO-HSE-032
QUALITY, HEALTH, SAFETY & ENVIRONMENTAL REVISI KE 02
BERLAKU TMT : 13/02/2020
VII. PROSEDUR
7.1. PA mengisi form JSA sebekum pekerjaan tersebut dilakukan. Pengisian from JSA meliputi:
1. Tahapan pekerjaan dari awal hingga akhir.
2. Kemungkinan bahaya dan risiko dari tahapan pekerjaan tersebut.
3. Pengendalian yang perlu dilakukan.
7.2. From JSA diperiksa dan disetujui oleh Pengawas Lapangan dengan mempertimbangkan risiko
terhadap pekerjaan.
7.3. Form JSA yang telah disetujui Pengawas Lapangan diajukan ke Fungsi Terkait (site/lssuing Authority) untuk
diprises.
7.4. HSE Supervisor bertindak sebagai advisor.
IX. LAMPIRAN.
Lampiran 1: Diagram Alir Proses JSA
NOMOR : TKO-HSE-032
ONMENTAL REVISI KE 02
HALAMAN : 5 dari 6
visor.
KEBERHASILAN.
jaan terlaksana dengan aman serta kegiatan pelaksanaan sosilisasi
alan sesuai prosedur yang berlaku, auditable dan accountable.
TATA KERJA ORGANISASI
FUNGSI NOMOR . TKO-HSE-032
QUALITY, HEALTH, SAFETY & ENVIRONMENTAL REVISI KE 02
BERLAKU TMT 13/02/2020
ui oleh
Layanan Usaha
iful Bahri
Februari 2020
LAMPIRAN 1 – Formulir JSA
TKI No C-002/CT03100/2021-S9 Revisi ke-0
JOB SAFETY ANALYSIS
ANALISA KESELAMATAN KERJA
JUDUL PEKERJAAN : PEKERJAAN KONTRAK VOLUME PEMASANGAN DAN PEM
PEKERJAAN EQUIPMENT OVERHAUL RKAP 2024
REGISTRATION AREA/SITE JOB TEAM LE
REGISTRASI AREA/LOKASI KERJA PENANGGUNG JAWA
NOMOR : RU III Perusahaan : PT PERTAMINA MAINTENANC
REVISI KE- : 0 / 1 / 2 / 3 / (lingkari) Plaju Nama Personil : Andy Hamonangan
NO.IZIN KERJA* : Jabatan : QHSE Manager
ASSET/FACILITY OWNER EQUIPMENT/OBJECT JSA TEAM
PEMILIK FASILITAS PERALATAN/OBYEK PEKERJAAN TIM JSA
Arief Rahmad P.
PPE REQUIREMENTS/RECOMMENDATIONS
APD Standar** APD YANG DIBUTUHKAN/DISARANKAN APD Pekerjaan di Atas Air
Pelindung Pendengaran Pelindung Pelindung Tangan APD Pekerjaan Ketinggian
Pernapasan Pelindung Badan Pelindung Mata/Wajah Lainnya....................................
1 PEKERJAAN PERSIAPAN
1.1 Perizinan Masuk
- Tenaga Kerja - HSSE Passport - Kelengkapan dokumen
- Peralatan - ID Badge personal tenaga kerja tidak
- Permit lengkap
- Kelengkapan dokumen
material tidak lengkap
- Permit kerja tidak ada
1.4 Inspeksi Peralatan, Tagging dan Kelengkapan SIO Operator Alat Berat
- Surat Ijin Layak Operasi (SILO) - Kelengkapan dokumen
- Surat Ijin Operasi (SIO) - Peralatan tidak lengkap
- Kelengkapan dokumen Operator
tidak lengkap
1.5 Mobilisasi Peralatan dan Material
- Mobil Pick Up - Driver tidak berkompeten
- Truck Trailer - Manual handling
- Peralatan yang dibawa tidak sesuai
3 HOUSEKEEPING
Demobilisasi - Mobil Pick Up - Driver tidak berkompeten
- Truck Trailer - Manual handling
- Peralatan yang dibawa tidak sesuai
JOB SAFETY ANALYSIS DATE
SA KESELAMATAN KERJA TANGGAL
RAK VOLUME PEMASANGAN DAN PEMBONGKARAN SCAFFOLDING 17/04/2024
MENT OVERHAUL RKAP 2024
JOB TEAM LEADER EXECUTOR CATEGORY
PENANGGUNG JAWAB PEKERJAAN KATEGORI PELAKSANA
: PT PERTAMINA MAINTENANCE AND CONSTRUCTION Kontraktor/Swakelola/
: Andy Hamonangan Eksternal
: QHSE Manager (Coret yang tidak sesuai)
TOOLBOX MEETING OUTLINE
MATERI RAPAT PERSIAPAN KERJA
1. Pesan & pengingat tentang HSSE (sesuai ruang lingkup pekerjaan)
2. Sosialisasi & pengingat isi JSA, khususnya rencana mitigasi
3. Rencana kerja harian
4. Pelaksanaan inspeksi peralatan sebelum digunakan
5. Melaporkan kondisi dan tindakan tidak aman selama bekerja pada PATUH
6..............................................................................................................
7..............................................................................................................
17/04/2024 17/04/2024
*) Wajib diisi jika JSA berkaitan dengan penerbitan izin kerja
**) APD Standar terdiri dari Safety Helmet, Masker (Saat Pandemi), Safety Gloves, Coverall (Pakaian Kerja), dan Safety Shoes
***) E: Eliminasi; S: Substitusi; Eng: Kontrol Enjiniring/Rekayasa; A: Kontrol Administratif; APD: Alat Pelindung Diri
- Terjatuh dari ketinggian - Pastikan tempat sampah berada diarea kerja
- Pekerja Terluka - Singkirkan material yang tidak terpakai
- Material dan sampah berantakan - Pastikan peralatan dirapikan pada
menyebabkan pencemaran lingkungan tempatnya
- Kumpulkan semua sisa material yang tidak
digunakan Pengawas
- Gunakan APD yang sesuai dengan
pekerjaan
APPROVED BY
DISETUJUI OLEH
Nama: Jabatan: