0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
345 tayangan66 halaman

Contoh Hse Plan

Diunggah oleh

yudhistira rusdy
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai XLSX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
345 tayangan66 halaman

Contoh Hse Plan

Diunggah oleh

yudhistira rusdy
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai XLSX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROSES 4.

MANAJEMEN RESIKO
4.1 Work Site Hazards Analysis
4.1.1 HIRADC
PT. Pertamina and Construction memiliki metoda analisa TKO-HSE-12_Identifikasi Bahaya Dan Penilaian Risiko Aspek
Keselamatan yang dipergunakan untuk analisa work site hazard & risk assessment pada pekerjaan ini, adapun indetifikasi
bahaya dan risiko mencakup semua aspek HSSE diantaranya
 Tahapan Persiapan
 Tahapan Mobilisasi
 Tahapan Pelaksanaan pekerjaan
 Tahapan Finishing
Adapun risk matrix penilaian risiko mengikuti matrix sebagai berikut

Tingkat Risiko dibagi menjadi 3 kategori, yaitu risiko tinggi, risiko sedang, risiko rendah seperti berikut
 Adapun nilai risiko tinggi adalah dengan nilai lebih besar dari 16
 Adapun nilai risiko sedang adalah dengan nilai 10-16
 Adapun nilai risiko rendah adalah dengan nilai lebih kecil dari 10

4.1.2. JHSEA
Analisa JHSEA dilakukan berdasarkan lingkup pekerjaan yang akan dikerjakan, analisa JHSEA secara prinsip dilakuka
dalam 3 tahapan utama yaitu
a) Menentukan tahapan proyek
b) Menganalisa potensi bahaya yang dapat timbul dalam tiap tahapan proyek
c) Menganalisa mitigasi yang tepat dari potensi bahaya yang dapat timbul tersebut
Adapun untuk mitigasinya meliputi:
1. Penggunaan peralatan/bahan yang mampu memitigasi bahaya terkait

2. Prosedur operasi & standard keselamatan yang akan diberlakukan


3. Kompetensi minimal yang harus dipenuhi oleh pekerja terkait
4. Pemenuhan persyaratan perizinan/regulasi yang berlaku baik di internal maupun eksternal Pertamina.
5. Pemantauan terhadap pemenuhan parameter nilai ambang batas aman terhadap aktivitas pekerjaan.
6. Penyediaan dan kepatuhan terhadap penggunaan APD (Alat Pelindung Diri) yang disyaratkan
7. Penyediaan peralatan Fire Protection yang dibutuhkan untuk mencegah dan menanggulangi kebakaran.
8. Pengelolaan sampah dan/ atau limbah yang dihasilkan
9. Pengelolaan hygiene industry
10. Pengelolaan good house keeping
11. Implementasi Corporate Life Saving Rules (CLSR) Pertamina

Dokumen terkait: (Lampiran 4)


- TKO HIRADC
- TKO JHSEA
- Lembar Kerja HIRADC
- Lembar Kerja JHSEA
pb¿s
TATA KERJA ORGANISASI IDENTIFIKASI,
PENILAIAN DAN PENGENDALIAN RISIXO K3
DAN LINGKUNGAN
TKO — HSE - 012
Rev. 04

PT. PATRA BADAK ARUN SOLUSI HEALTH,


SAFETY & ENVIROMENTAL

TATA KERJA ORGANISASI PÖ+


NGSI : HEALTH, SAFETY & ENViROMENTAL
JUDUL : IDENTIFIKASI BAHAYA, PENILAIAN DAN NOMOR TKO — HSE — 012
PENGENDALIAN RISIKO X3 DAN LINGKUNGAN REVISI KE ß4
BERLAKU TMT : 18/02/2022 HALAMAN . 1 dari 16

I. TUJUAN
Tata Kerja Organisasi ini dibuat bertujuan untuk mengatur, mengendalikan dan mengevaluasi kegiatan
mengidentifiKasi, menganalisa risiko bahaya keselamatan dan kesehatan kerja serta aspek dampak
lingkungan dan untuk membuat rencana untuk mengendalikan resiko dan bahaya yang telah diidentifikasi.
II. RUANG LINGITUP
Prosedur ini digunakan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi semua kegiatan rutin dan non rutin, normal,
abnormal yang dapat dikontrol atau dipangaruhi selama proses identifikasi dan mengevaluasi semua potensi bahaya
K3 dan aspek dampak lingkungan.
III. PENGERTIAN OAN BATASAN
A. PENGERTIAN
1. Bahaya adalah sumber, situasi atau aldifitas dimana potensial teqadinya kerusakan pada luka atau penyakit,
kerusakan harta benda, kerusakan lingkungan ke/ja atau kombinasi diantaranya
2. Identifikasl Bahaya adalah proses pengenalan bahwa bahaya ada dan

menemukon karakteristiknya
3. Risiko adalah kombinasi dari kemungkinan dan konsekuensi dari terjadinya bahaya
khusus
4. Penilaian Risiko adalah Adalah penerapan metoda-metoda untuk menganalisa tingkat Risiko,
mempertimbangkan risiko tersebut dalarri Keadaan Bahaya, dan mengevaluasi apakah Bahaya itu dapat
dikendslikan secara memadai, serta melakukan Iangkah-Tangkah yang terukur
Keselamatan adalah Kondisi bebas dari resiko kerusakan yang tak tefduBa.
6. Bahaya dan Risiko Keselamatan adalah sumber-sumber bahaya yang dapat menyebabkan ceders manusia
atau kerusakan pada lingkungan sekitar, permesinan dan peralatan
7. Bahaya dan Risiko Kesehatan adalah sumber-sumber bahaya yang dapat menyebabkan sakit atau
gangguan kesehatan. Pemaparan yang dapat berefek akut (serius dan langsung) atau kronis {jangka panjang) pada
kesehatan manusia
8. Toleransi Resiko adalah resiko-resiko yang telah dӢurunkan ke level yang dapat berlangsung terus oleh
perusahaan untuk memenuhi peraturan perundangan undangan dan kebijaksanaan OH&S nya sendiri
9. Normal adalah kondisi yang terjadi dalam keseharian yang berdampak dari aktifitas pekefjaan yang dilaksanakan
(lingkungan)
10. Abnormal adalah kondisi yang timbul diluar perkiraan dan bukan dampak dari
aktivӊas pekerjaan (lingkungan)
11. Rutin adalah kondisi yang timbul akibat pekeqaan rutin yang dilaksanakan sehari-
hari (safety)
Dan Penilaian Risiko Aspek
aan ini, adapun indetifikasi

dah seperti berikut

HSEA secara prinsip dilakukan

aupun eksternal Pertamina.


adap aktivitas pekerjaan.
ang disyaratkan
enanggulangi kebakaran.
— 012

HALAMAN . 1 dari 16

mengevaluasi kegiatan
aspek dampak
telah diidentifikasi.

n non rutin, normal,


asi semua potensi bahaya
a luka atau penyakit,

kat Risiko,
h Bahaya itu dapat

ebabkan ceders manusia

abkan sakit atau


onis {jangka panjang) pada

angsung terus oleh


S nya sendiri
kefjaan yang dilaksanakan
TATA KERJA ORGANISASI
FUNGSI : HEALTH, SAFETY B ENVIROMENTAL
JUDUL : IDENTIFIKAS1 BAHAYA, PENILAIAN
DAN PENGENDALIAN RISIKO K3 DAN LINGKUNGAN

B. BATASAN
1. Setiap Manajer departemen dan Pengawas bertanggung jawab untuk menetapkan dan menetapkan program
identifikasi Bahaya dan Penilaian Risiko di daerah yang menjadi tanggung jawabnya.

2. Untuk mengidentifikasi potensi bahaya dan mengkaji risiko terhadap aspek HSSE pekerjaan yang akan
dikontrakkan dapat mempertimbangkan hakhal berikut ini nsmun tidak terbatas pada:
a. Jenis/ Sifat Pekerjaan
Setiap jenis sifat pekerjaan yang akan dikontrakkan berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap aspek
HSSE dalam skala berbeda yang disebabkan oleh adanya perbedaan karakteristik dan sifat pekerjaan tersebut.
b. Lokasi Pekerjaan
Lokasi pekeqaan dapat mempengaruhi potensi bahaya dan risiko yang berdampak negatif terhadap
aspek HSSE. Adanya unsur pekerjaan diketinggian, kandungan bahan berbahaya disekitar lokasi
pekerjaan, di dalam/ di luar fasilitas operasi, pekerjaan di dalam ruang \erbatas, pekerjaan di perairan
dan sebagainya di lokasi pekerjaan tersebut dapat menimbulkan potensi bahaya yang mengancam aspek
HSSE.
pbas
NOMOR TKO - HSE - 012
REVISI KE 04
BERLAKU TMT : 18/02/2022
HALAMAN : 2 dari 16

s bertanggung jawab untuk menetapkan dan menetapkan program


aerah yang menjadi tanggung jawabnya.

a dan mengkaji risiko terhadap aspek HSSE pekerjaan yang akan


akhal berikut ini nsmun tidak terbatas pada:

ontrakkan berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap aspek


an oleh adanya perbedaan karakteristik dan sifat pekerjaan tersebut.

potensi bahaya dan risiko yang berdampak negatif terhadap


n diketinggian, kandungan bahan berbahaya disekitar lokasi
rasi, pekerjaan di dalam ruang \erbatas, pekerjaan di perairan
ebut dapat menimbulkan potensi bahaya yang mengancam aspek
TATA KERJA ORGANISASI
FUNGSI : I•IEALTH, SAFETY & ENVIROMEN7AL
JUDUL : IDENTIFIKASI BAHAYA, PENILAIAN DAN
PENGENOALIAN RISIKO K3 DAN LINGXUNGAN

c. Lamanya Pekerjaan
Pelaksanaan pekeqaan kontrak yang berlangsung dalam durasi yang lama dan berulang-ulang dapat
menimbulkan kelelahan, penurunan daya konsentrasi dan kejenuhan pekerja yang pada akhirnya akan
meningkatkan potensi bahaya dan risiko terhadap aspek HSSE.
d. Bahan/ Material/ Peralatan Yang Digunakan
Bahan/ material yang digunakan dapat memiliki sifat bahaya sehingga bila tidak dapat dikelola dengan
baik, potensi bahaya yang terkandung dalam material/ bahan tersebut dapat menyebabkan insiden. Sifat
berbahaya dari material tersebut meliputi: hazardous, flammable. explosive, poissonous,
reac//ve, corrosive, irfitant, 7oxicoos, dll. Peralatan-peralatan operasi yang digunakan juga mengandung
potensi bahaya seperti sengatan listrik, kebisingan, paparan cahaya, moving part, peralatan sub
standard, paparan panas, dan lain sebagainya.
e. Pekerjaan Simultan/ Simultaneous Operation (SIMOPS).
SIMOPS (Simultaneous Operation) adalah pekerjaan yang dilakukan secara simultan/ bersamaan oleh
satu/ beberapa Pelaksana Kontrak dalam satu area/
!okasi kerja yang sama/ di area yang berbeda dengan aktivitasnya yang saling bersinggungan sehingga
apabila aspek pengawasan, koordinasi dan pengendalian aktivitas kerja tidak dikelola dengan baik
maka kegiatan SIMOPS dapat menyebabkan potensi bahaya signifikan yang berdampak terhadap
masing-masing aldiväas tersebut.
f. Potensi Bahaya
Selama pelaksanaan pekerjaan kontrak terdapat potensi paparan bahaya yang dapat mengancam pekeija,
aset/ fasilitas, lingkungan, notifikasi pubiic sehingga berpengaruh terhadap citra Pertamina. Paparan
bahaya yang dapat terjadi pada pelaksanaan pekerjaan kontrak antara lain namun tidak terbatas
pada:
paas
NOMOR . TKO — HSE - 012
REVISI KE 04
BERLAKU TMT : 18/02/2022
HALAMAN : 3 dari 16

rlangsung dalam durasi yang lama dan berulang-ulang dapat


daya konsentrasi dan kejenuhan pekerja yang pada akhirnya akan
o terhadap aspek HSSE.
igunakan
memiliki sifat bahaya sehingga bila tidak dapat dikelola dengan
dalam material/ bahan tersebut dapat menyebabkan insiden. Sifat
puti: hazardous, flammable. explosive, poissonous,
, dll. Peralatan-peralatan operasi yang digunakan juga mengandung
kebisingan, paparan cahaya, moving part, peralatan sub
ebagainya.
s Operation (SIMOPS).
adalah pekerjaan yang dilakukan secara simultan/ bersamaan oleh
m satu area/
erbeda dengan aktivitasnya yang saling bersinggungan sehingga
nasi dan pengendalian aktivitas kerja tidak dikelola dengan baik
abkan potensi bahaya signifikan yang berdampak terhadap

terdapat potensi paparan bahaya yang dapat mengancam pekeija,


si pubiic sehingga berpengaruh terhadap citra Pertamina. Paparan
naan pekerjaan kontrak antara lain namun tidak terbatas
TATA KERJA ORGANISASI
FUNGSI : HEALTI-I, SAFETY & ENVIROMENTAL NOMOR TKO — HSE 012
REVISI KE 04
BERLAKU TMT : 18/02/2022 HALAMAN : 4 dari
16

Health Bahaya Kimıa Bahaya kebisinB•• Bahaya radiologi


Satety Bahaynpencahayaan Bahaya petaran Bahaya suhu ekstrim
Environmerıtal Bahaya tekanan bertebih Bahaya biologis
Bahaya makanan higienis Bahaya penanganan manual Bahaya layar monitor
Bahaya peralatan ke‹ja yang ergonomis Bahaya fisiologis
Bahaya kualitas udara Bahaya Narkoba/Narkoba Bahaya penggunaan alkohol Bahaya merokok
Bahaya radiasi non pengion Bahaya peralaÎan bargarak” Bahaya peralatan jatuh Bahaya jatuh dari
ketinggian Bahaya tergeîincir
Bahaya tengge(am Bahaya kebakaran Bahaya ledakan Bahaya listrik
Bahaya papa an bahan kimia Bahaya penanganan manual Bahaya mengemudi
Bahaya gafian
Bahaya beke/ja sendiri Bahaya serangan manusia Bahaya sistem bertekanan Bahaya bertekanan botol
gas Bahaya ruang terbatas Bahaya bekeıja di atas air Bekerja menyelam
Bahays titik teqepit
Bahaya penggunaan barang Bahaya penggunaan enargi Bahaya amisi udara
Bahaya membuang ke badan air
Bahaya limbah B3
Bahaya limbah non B3
Bahaya membuang ke dalam air tanah Bahaya terhadap flora dan fauna

Bahaya kebisingan
pbas
TKO — HSE 012
04
TMT : 18/02/2022 HALAMAN : 4 dari

logi
suhu ekstrim

ual Bahaya layar monitor


iologis
ahaya penggunaan alkohol Bahaya merokok
arak” Bahaya peralatan jatuh Bahaya jatuh dari

an Bahaya listrik
manual Bahaya mengemudi

ahaya sistem bertekanan Bahaya bertekanan botol


air Bekerja menyelam

nargi Bahaya amisi udara

adap flora dan fauna


TATA KERJA ORGANISASI
FUNGSI : HEALTH, SAFETY & ENVIROMENTAL
JUDUL : IDENTIFIKASI BAHAYA, PENILAIAN DAN
PENGEhIDALlAN RIStKO K3 DAN LINGKUNGAN

Secu ty Bahaya radiologi Bahaya polusi udara


Procesu iafety Orang yang tidak berwenang Manajemen informasi
Akses kontrol Terorisme Protes
Mengambil loto yang tidak diperbolehkan Pencurian
Bahaya kebakaran ” " Bahaya ledakan
Bahaya kebocoran gas Bahaya kebocoran minyak
Hot tap

3. Dalam melakukan penilaian rislko, setiap pekeqaan yang akan dikontrakan agar dibreakdown menjadi tahapa
aktiv”itas-aktivitas pelaksanaan pekerjaan (sequence ofwo//r) yang mencakup namun tidak terbatas pada :
a. Preparation: Aktivitas awal yang dilakukan oleh Pelaksana Kontrak sebelum pelaksanaan Kontrak mula
dilaksanakan di lokasi kerja Pertamina (mencakup namun tidak terbatas pada : aktivitas persiapan Pelaksa
Kontrak sebelum melakukan proses mobilisasi (peralatan, mobilisasi personil, mobilisasi mate al) ke lokasi pekeij
kontrak).
b.
Mobilization: Aktivitas yang dilaksanakan oleh Pełaksana Kontrak yang melakukan pemindahan
personil, peralatan. mate al, dsb dari lokasi Pelaksana Kontrak ke lokasi pekefjaan.
C.
Executon/ Contruction: Aktiv'rtas pelaksanaan fisik/ realisasi jasa kontrak yang dilaksanakan oleh
Pelaksana Kontrak sesuai dengan rencana dan scope pelaksanaan pekerjaan kontrak yang disepakati.
d.
Demobilization: Aktiv“rtas yang dilaksanakan oleh Pelaksana Kontrak yang
melakukan pemindahan personil, peralatan, materiał, dsb dari lokasi pekeijaan ke
lokasi Pelaksana Kontrak.
pbas
NOMOR . TKO - HSE - 012
REVISI KE 04
BERLAKU TMT : 18/02/2022 HALAMAN : 5 dari 16

haya polusi udara ” ””


wenang Manajemen informasi
sme Protes
tidak diperbolehkan Pencurian
” " Bahaya ledakan
s Bahaya kebocoran minyak

pekeqaan yang akan dikontrakan agar dibreakdown menjadi tahapan/


uence ofwo//r) yang mencakup namun tidak terbatas pada :
ukan oleh Pelaksana Kontrak sebelum pelaksanaan Kontrak mulai
ncakup namun tidak terbatas pada : aktivitas persiapan Pelaksana
si (peralatan, mobilisasi personil, mobilisasi mate al) ke lokasi pekeijaan

akan oleh Pełaksana Kontrak yang melakukan pemindahan


elaksana Kontrak ke lokasi pekefjaan.
aksanaan fisik/ realisasi jasa kontrak yang dilaksanakan oleh
dan scope pelaksanaan pekerjaan kontrak yang disepakati.
ksanakan oleh Pelaksana Kontrak yang
eriał, dsb dari lokasi pekeijaan ke
TATA KERJA ORGANISASI
FUNGSI : HEALTH, SAFETY & ENVIROMENTAL
DAN LINGKUNGAN
4. Risk Matrix
a. Nilai Kemungkinan

Hampir pasti terjadi » 1 per year Terjadi beberapa kali di wîlayah operasi Pertamina ATAU terjadi beberapa kali di loka?i terkai
datam 1 tahun terakhir ATAU adanya kondisi yang memungkinkan kejadian dapat tefjadi di
wilayah operasi Pertamina lebih dari sekali tiap tahunnya
Pemah teljadi lebih dari sakali selama masa hidup operasi (operational

4 Sangat mungkin 1&° to 1 terjadi lifetime) Pertamina ATAU pemah te/jadi sekali di lokasi terkait ATAU adanya kondisi yang
per year memungkinkan kejadian dapat te/jadi îebih dari sekali di wilayah operasi Pertamina selama mas
10° to hidup operasinya.
Pemah te/jadi lebih dari sekali di Industri Migas / Parias Bumi / Gedung

3 Bisa teijadi 10 * per Perkantoran ATAU pemah terjadi sekali di wilayah operasi Pertamina.
year
b. Nilai Keparahan
Manusia u Fatalitas ganda"
Lingkungan Menyebabkan wabah ke lingkungan
Assel & Peralatan N Bahan dengan potensi menyebabkan banyak hematian, mis. bahan kimia dengan efek toksik
* Reputasi dan Hukum Menyebabkan kerusakan lingkungan yang sangal serius, berdampak jangka panjang terhadap f
ekosistam atau Tumpahan Minyak* 100 Barre/.
Kehilangan total pada Pabrik/ Plant atau perkiraan biaya perbaiKan» AS $ 5.000.000.
Dampak Luas Intemasional dan Nasional
Potensi peliputan media nasional & internasional yang mempengaruhi Anak Perusahaan &
Pertamina Persero.
G Potensi tuntutan hukum oleh regu/afor & masyarakat yan t rkena
8 'g dampak.
i Kemarahan publik untuk monghentikan operasi.

Potensi perbaiKan lingkungan yang diminta oleh regulator.


Finansial Nilai Pengadaan z80°/ BTR (BTR adalah nilai keuntungan
perusahaan yang ditetapkan oleh fungsi keuangan di lokasi terkait)
Evakuasi Area Langhap
Notifikasi Publik
U to
2 4arang terjadi 1D per Pemah teijadi sekali di Industri Migas / Panas Bumi / Gadung Perkantoran.
year
Hampir tidak <1@ per Tidak pemah terdengar di Industry Migas / Panas Bum‹ / Gedung Perkantoran
mungkin teljadi year
pbas
NOMOR TKO - HSE — 012
REVISI KE . 04
BERLAKU TMT : 1B/02/2022 HALAMAN : 6 dari 16

rapa kali di wîlayah operasi Pertamina ATAU terjadi beberapa kali di loka?i terkait
n terakhir ATAU adanya kondisi yang memungkinkan kejadian dapat tefjadi di
asi Pertamina lebih dari sekali tiap tahunnya
i lebih dari sakali selama masa hidup operasi (operational

amina ATAU pemah te/jadi sekali di lokasi terkait ATAU adanya kondisi yang
an kejadian dapat te/jadi îebih dari sekali di wilayah operasi Pertamina selama masa
nya.
lebih dari sekali di Industri Migas / Parias Bumi / Gedung

ATAU pemah terjadi sekali di wilayah operasi Pertamina.

anda"
n wabah ke lingkungan
gan potensi menyebabkan banyak hematian, mis. bahan kimia dengan efek toksik akut
n kerusakan lingkungan yang sangal serius, berdampak jangka panjang terhadap fungsi
au Tumpahan Minyak* 100 Barre/.
otal pada Pabrik/ Plant atau perkiraan biaya perbaiKan» AS $ 5.000.000.
s Intemasional dan Nasional
utan media nasional & internasional yang mempengaruhi Anak Perusahaan &
ersero.
kum oleh regu/afor & masyarakat yan t rkena
8 'g dampak.
n publik untuk monghentikan operasi.

i perbaiKan lingkungan yang diminta oleh regulator.


an z80°/ BTR (BTR adalah nilai keuntungan
yang ditetapkan oleh fungsi keuangan di lokasi terkait)
Evakuasi Area Langhap

teijadi sekali di Industri Migas / Panas Bumi / Gadung Perkantoran.

emah terdengar di Industry Migas / Panas Bum‹ / Gedung Perkantoran


TATA KERJA ORGANISASI
FUNGSI : HEALTH, SAFETY & ENVIROMENTAL
JUDUL
: DAN MENGONDAHEN R EKO KL DAN LINGKUNGAN

Manusia Lingkungan LI Kasus P3K


fi ms/gn/f/caot Asset & Peratatan t Tidak mempengaruhi aktivitas kelja
Reputasi dan Hukum Menyebabkankerusakan terbatas pada area yang minimal dengan signifikansi yang rendah a
Tumpahan Minyak <1 6a/7e/
Tidak ada gangguari terhadap proses atau perkiraan biaya perbaikan
<$ 10.000.

Finansial | Nilai Pengadaan s 20% BTR


Notifikasi Publih | Tidak ada komuriikasi ke Publik
c. Tingkat Risiko
d. Matriks Risiko
Daerah nsiko tinggi menunjukkan bahwa risiko tersebut tidaI‹ dapat diterima, 1O - 25 bahwa ope.rasi kerja/ tindakan harus
dihentikan, perekayasaan ulang dilakukan 1
dan risiko harus dikurangi
Daerah risiko sedang dapat diterima, tetapi andar, desain dan prosedur
5-9
harus ditingkatkan untuk mengurangi risiko. haJ ini juga menJpakan suatu persyaratan semua personil yang terlibat
hsrus mengetahui bahaya dan risiko
yang potensial sebelum pelaksanaan operasi kerja.
Oaerah risiko rendah, menunjukkan bahwa risiko dapat ditanma, akan tetapi s 4 tidak menghalangi seseorang untuk
mempertimbangkan, dan mengurangi
risiko menjadi jauh lebih kecil
pba¿
NOMOR TKO - HSE - 012
REVISI KE : 04 BERLAKU TMT : 18/02/2022
HALAMAN : 8 dari 16

K
ngaruhi aktivitas kelja
nkerusakan terbatas pada area yang minimal dengan signifikansi yang rendah atau
inyak <1 6a/7e/
ngguari terhadap proses atau perkiraan biaya perbaikan

ke Publik

t diterima, 1O - 25 bahwa ope.rasi kerja/ tindakan harus


s 5

sedur
menJpakan suatu persyaratan semua personil yang terlibat

kan tetapi s 4 tidak menghalangi seseorang untuk

kecil
pba
FUNG îl : HEALTH, SAFETY & ENVIROMENTAL
JUDUL : IDENTIFIKASI BAHAYA, PENILAIAN DAN
PENGENDALIAN RtSIKO K3 DAN LINGKUNGAN
e. Kondisi

N Normal adaahkondsianQte9adidaamkesehañanyangbezdampakda aktifÆaspeŁeqaanyang


AN Abnormal dilaksanakan (lingkungan)
R Rutin adalah kondisi yang tîmbuï diluar perkiraan dan bukan dampk dari aktifikast ”pekeqaan
NR Non Rutin (lingkungan)
adalah kondis“i yãng timbul akbat pekeqaan tin yang dilaksanakan sehari-han"(K3)
adalah kondisi yang timbul diluar pekerjaan rutm yang dilaksanakan sehari-hari (K3) Penstiwa yang disebabkan
faktor ałam dan/atau faktor non ałam maupun faktor

EM Emergency manusia yang dapat mengakibatkan limbulnya korban jïwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan d
psikologis
5.
Bahaya - bahaya pokok yang hams teridentifîkasi
Dokumen HIRADC direvisi dan atau direview sesuai dengan kebutuhan, diantaranya apabila teqadi
perubahan proses, perubahan prosedur, perubahan
alat kerja.
6. Hirarki Mitigasì Bahaya
Setelah identifikasi bahaya dilakukan maka mitigasi bahaya harus dilaksanakan sesuai dengan potensi bahaya yan
teridentifikasi, adapaun hieraki pengendalian bahaya menggunakan tata urutan sebagai berikut
1) Eliminasi (Eliminaôon)
Pengendalian risiko dengan menghilangkan sumber tímbulnya bahaya potensial contoh menghilangkan proses,
kimia dll.
2) Substitusi (Substitution)
Mengganti sumber timbulnya bahaya potensial dengan mengganti sumber bahaya potensial dengan baha
siko K3 lebih rendah seperti mengganti bahan kimia yang beracun dengan bahan bahan kimia yang bersifa
tidak beracun.
3) Pengendalian Rekayasa (Enginee ng Control)
Pengendalian risiko dengan membuat pengendalian secara rekayasa dimana unsur kesalahan manusia dapat
dìreduksi contoh : interlock system, isolasi.
4) Pengendalian Administratif (Administrative Control)
Pengendałian risíko dengan membuat aturan untuk mengendalikan risiko. Contoh: Pelatihan, Rotasi kerja dll)
5) Alat Pelindung Di (Personal Protective Equipment).
Cara ini merupakan metoda pengendatian terakhir setelah cara Iain secara befurutan tidak dapat dilaksanaka
yaitu dengan menyediakan alat pelindung diri untuk mengurangi paparan terhadap manusia.
7. Tindakan Pengendalian Risiko
• Bila suatu siko tidak dapat diterima [unacceptable risk), maka tim penilai risìko harus mengusulkan tind
pengendalian yang efektif dengan

"
pbas
NOMOR TKO - HSE — 012
REVìSI KE : 04
TMT 26
BE M
AN ' 9 da

amkesehañanyangbezdampakda aktifÆaspeŁeqaanyang
diluar perkiraan dan bukan dampk dari aktifikast ”pekeqaan

kbat pekeqaan tin yang dilaksanakan sehari-han"(K3)


uar pekerjaan rutm yang dilaksanakan sehari-hari (K3) Penstiwa yang disebabkan, oleh
non ałam maupun faktor

mbulnya korban jïwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak

entifîkasi
direview sesuai dengan kebutuhan, diantaranya apabila teqadi
rubahan
itigasi bahaya harus dilaksanakan sesuai dengan potensi bahaya yang
bahaya menggunakan tata urutan sebagai berikut

umber tímbulnya bahaya potensial contoh menghilangkan proses, bahan

nsial dengan mengganti sumber bahaya potensial dengan bahan yang


n kimia yang beracun dengan bahan bahan kimia yang bersifat

ol)
ndalian secara rekayasa dimana unsur kesalahan manusia dapat

e Control)
ntuk mengendalikan risiko. Contoh: Pelatihan, Rotasi kerja dll)
quipment).
erakhir setelah cara Iain secara befurutan tidak dapat dilaksanakan,
untuk mengurangi paparan terhadap manusia.

cceptable risk), maka tim penilai risìko harus mengusulkan tindakan

"
TATA KERJA ORGANISASI
FUNGSI :H ALTH,SAFETY&ENWROMENTAL
JUDUL : IDENTIFIKASI BAHAYA, PENILAIAN DAN
PENGENDALIAN RISIKO K3 DAN LINGKUNGAN

menggunakan formulir permintaan tindakan perbaikan dan pencegahan, Usulan tindakan


pengendalian ini dicantumkan daiam laporan yang akan diserahkan kepada Manajer
fungsi/departemen terkait.
• ManaJer fungsi/departemen terkait beke asama dengan QHSE Manajer akan membahas
usulan dari keseluruhan tindakan pengendalian dari tim penilai risiko.
• Apabila berdasarkan penilaian risiko yang telah dilakukan, risiko dapat dfier\ma \
acceptabIe risk), maka hanya perlu dilakukan monitoring/pemantauan terhadap
kondisi yang ada.

8.
Pemantauan Tindakan Pengendalian Risiko
• Fungsi QHSE dan manajer fungsi terkait bertanggung jawab dalam memantau tindakan
perbaikan agar dilaksanakan sesuai jadwal yang ditetapkan.
• Apabi(a sampai batas waktu yang ditentukan, tindakan pengendalian belum mulai dilakukan atau
belum selesai dilaksanakan, maka akan ditentukan waktu penyelesaian yang baru.
• Setelah suatu tindakan perbaikan selesai dilakukan, maka HSE Specialist dan manajer
fungsi/departemen terkait akan tetap melakukan mon'itoring untuk menilai apakah tindakan pengendalian
yang ada sudah efektif. Jika temyata kurang efektif, maka perlu ditentukan bentuk tindakan
pengendalian baru.

9. Revisi Dokumen
Dokumen HIRADC direvisi dan atau direview sesuai dengan kebutuhan, diantaranya apabila
terjadi perubahan proses, perubahan prosedur, perubahan alat ke a.

10. Penerapan Dokumen


Penerapan Dokumen HIRADC dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan persyaratan yang
ditentukan, untuk lokasi kerja yang identifikasi bahayanya cukup dilaksanakan dengan Job Safety Analysis
(JSA) atau metode identifikasi bahaya lainnya, maka HIRADC boleh untuk tidak diterapkan, adapun
untuk lokasi kerja yang dipersyaratkan untuk membuat HIRADC maka dokumen HIRADC harus
diterbitkan sesuai dengan kebutuhan tersebut.

IV. REFERENSI
Referensi yang digunakan dalam menyusun Tata Keqa Organisasi (TKO) ini antara lain:
4.1. Undang-undang No 1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja
pbas
NOMOR ” TKO - HSE — 012” REVISI KE
04
BERLAKU TMT : 18/02/2022
HALAMAN : 10 dari 16

n tindakan perbaikan dan pencegahan, Usulan tindakan


am laporan yang akan diserahkan kepada Manajer

rkait beke asama dengan QHSE Manajer akan membahas


pengendalian dari tim penilai risiko.
risiko yang telah dilakukan, risiko dapat dfier\ma \
hanya perlu dilakukan monitoring/pemantauan terhadap

an Risiko
erkait bertanggung jawab dalam memantau tindakan
al yang ditetapkan.
itentukan, tindakan pengendalian belum mulai dilakukan atau
ditentukan waktu penyelesaian yang baru.
i dilakukan, maka HSE Specialist dan manajer
ukan mon'itoring untuk menilai apakah tindakan pengendalian
ang efektif, maka perlu ditentukan bentuk tindakan

direview sesuai dengan kebutuhan, diantaranya apabila


sedur, perubahan alat ke a.

an sesuai dengan kebutuhan dan persyaratan yang


kasi bahayanya cukup dilaksanakan dengan Job Safety Analysis
nya, maka HIRADC boleh untuk tidak diterapkan, adapun
tuk membuat HIRADC maka dokumen HIRADC harus
ebut.

qa Organisasi (TKO) ini antara lain:


selamatan Kerja
TAYA KERJA ORGANISASI
FUNGSI : HEALTH, SAFETY & ENVIROMENTAL

4.2. Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2012 Tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan
Kesehatan Ke/ja
4.3. Peraturan Menteri Ketenagake/jaan No. S Tahun 2018 tentang Xeselamatan dan Kesehatan di Lingkungan
Keija
4.4. ISO 45001 clause 6.1.2. Hazard Identification and assessment of risks and opportunities; clause 8.1.2
Eliminating Hazards and Reducing QHS&S Risks
4.5. ISO 14001 clause 6.1 Tindakan untuk mengatasi risiko dan peluang

V. DOKUMEN TERKAIT
Dokumen yang terkait pada kegiatan ldentifikasi Bahaya, Penilaian dan Pengendalian Risiko K3 dan
Lingkungan adalah:
5.1 DFM-HSE-46_HIRADC
5.2 DFM-HSE-43_Registrasi Peraturan Perundangan dan Peraturan Lainnya

VI. FUNGSI/UNIT ORGANISASI/JABATAN TERKAIT


Penanggung jawab kegiatan HIRAOC adalah.
6.1. Direksi
Memastikan implementasi prosedur ini dilaksanakan oleh fungsi terkait.
6.2. Manager QHSE
1. Bersama Fungsi lain bertanggung jawab dalam pelaksanaan kegiatan HIRADC K3L di tempat keija.
2.
Mengatur dan mendiskusikan jadwal pelaksanaan kegiatan HIRADC di tempat kerja kepada masing-masing
manager
3.
Menerima dan mengevaluasi laporan pelaksanaan kegiatan HIRADC di tempat kerja serta rekomendasi pencegahan
dan pengendaliannya dari tim petugas pelaksana kegiatan HiRADC di tempat kerja,
4.
Bersama dengan manager lain, melaporkan kegiatan HIRADC di tempat kerja
serta rekomendasi pengendalian dan mitigasinya kepada Direksi.

5.
Memastikan bahwa rekomendasi pengendalian telah disetujui dan dilaksanakan oleh
Fungsi Terkait yang berkepentingan terhadap tempat
kerjanya.
6.
Memastikan dilakukannya HIRADC ulangan setelah metode pengendalian dan
mitigasi telah diimplementasikan.
7.
Memastikan bahwa hasil HtRADC disimpan dan didokumentasikan dengan
benar.
8.
Memastikan bahwa HIRADC di tempat kerja direvisi dan dievaluasi secara berkala berdasarkan
ketentuan dan peraturan yang berlaku.
6.3. Manajer Fungsi Terkait
pbas
NOMOR TKO - HSE — 012
REVISI KE : 04 BERLAKU TMT : 18/02/2022
HALAMAN 11 dari 16

n 2012 Tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan

S Tahun 2018 tentang Xeselamatan dan Kesehatan di Lingkungan

tification and assessment of risks and opportunities; clause 8.1.2


isks
engatasi risiko dan peluang

si Bahaya, Penilaian dan Pengendalian Risiko K3 dan

angan dan Peraturan Lainnya

TERKAIT

oleh fungsi terkait.

elaksanaan kegiatan HIRADC K3L di tempat keija.


n kegiatan HIRADC di tempat kerja kepada masing-masing

n kegiatan HIRADC di tempat kerja serta rekomendasi pencegahan


egiatan HiRADC di tempat kerja,
atan HIRADC di tempat kerja
kepada Direksi.

si pengendalian telah disetujui dan dilaksanakan oleh


n terhadap tempat

n setelah metode pengendalian dan

mpan dan didokumentasikan dengan

kerja direvisi dan dievaluasi secara berkala berdasarkan


TATA KERJA ORGANISASI
FUNGSI : HEALTH, SAFETY & ENVIROMENTAL

JUDUL : IDENTIFI I BAHAYA, PENILAIAN — *, REVISI KE 04

DAN PENGENDALIAN RISIKO K3 BERLAKU TMT : 18/02/2022


DAN LINGKUNGAN
HALAMAN : 12 dari 16

1. Bertanggung jawab dalam pelaksanaan kegiatan HIRADC di unit kerja yang menjadi tanggung
jawabnya, termasuk mendukung sarana pelaksanaan HIRADC.
2. Mengevaluasi dan menyetujui jadwal pelaksanaan HIRADC di tempat keijanya dan memberikan
informasi yang tepat yang dibutuhKan dalam pelaksanaan HIRADC.
Mengevaluasi laporan dan memverifikasi pelaksanaan kegiatan HIRADC K3L
secara langsung .
4. Menyetujui laporan pelaksanaan HIRADC di unit kerjanya serta rekomendasi pengendalian dan
mitigasinya, atau memutuskan untuk melaksanakan kegiatan pengendalian lebih lanjut apabila dirasa
belum memenuhi target indikator keberhasilan yang ditentukan untuk periode tersebut.
5. Memberikan arahan dan masukan kepada tim Penilai Risiko dalam pelaksanaan HIRADC dan
dalam menyusun rekomendasi pengendalian dan mitigasinya bila diperlukan.
6.
Bersama dengan manager HSSE, melaporkan kegiatan HIRADC di tempat keja serta tindak lanjut
upaya pengendalian dan m’itigasi risiko kesehatan kepada Direksi.
6.4. HSE Specialist

1.
Memantau tindakan perbaikan agar dilaksanakan sesuai jadwal yang ditetapkan.
2.
Melakukan mon"äoring untuk menilai apakah tindakan pengendalian yang ada
sudah efektif.

6.5. Tim Penilai Risiko


1. Melaksanakan kegiatan HIRADC di tempat kerja sesuai waktu yang
disediakan, dengan tetap memperhatikan aspek operasional perusahaan.
2. Membuat laporan kegiatan pemetaan risiko K3L di tempat keqa, menyusun
rekomendasi pengendalian dan m'äigasinya.
6.6. Pekerja
1. Mendukung pelaksanaan kegiatan HIRADC di tempat kerja dengan memberikan penjelasan proses kerja,
hazard di tempat keija, keluhan kesehatan yang dialami, pengisian kuesioner tertentu, dan faktor lain yang
berkaitan dengan pemetaan risiko kesehatan di tempat kerja
2. Memberikan altematif rekomendasi pengendalian dan mitigasi risiko
kesehatan di tempat kerjanya kepada tim petugas pelaksana sesuai dengan kemampuan yang dimiliki
pbas
” NOMOR TKO - HSE - 012

BAHAYA, PENILAIAN — *, REVISI KE 04

IKO K3 BERLAKU TMT : 18/02/2022


HALAMAN : 12 dari 16

naan kegiatan HIRADC di unit kerja yang menjadi tanggung


ana pelaksanaan HIRADC.
al pelaksanaan HIRADC di tempat keijanya dan memberikan
n dalam pelaksanaan HIRADC.
pelaksanaan kegiatan HIRADC K3L

RADC di unit kerjanya serta rekomendasi pengendalian dan


k melaksanakan kegiatan pengendalian lebih lanjut apabila dirasa
erhasilan yang ditentukan untuk periode tersebut.
an kepada tim Penilai Risiko dalam pelaksanaan HIRADC dan
alian dan mitigasinya bila diperlukan.
laporkan kegiatan HIRADC di tempat keja serta tindak lanjut
ko kesehatan kepada Direksi.

an agar dilaksanakan sesuai jadwal yang ditetapkan.


menilai apakah tindakan pengendalian yang ada

pat kerja sesuai waktu yang


erasional perusahaan.
K3L di tempat keqa, menyusun

C di tempat kerja dengan memberikan penjelasan proses kerja,


ng dialami, pengisian kuesioner tertentu, dan faktor lain yang
mpat kerja
endalian dan mitigasi risiko
pelaksana sesuai dengan kemampuan yang dimiliki
TATA KERJA ORGANISASI
FUNGSI : HEALTH, SAFETY & ENVIROMENTAL
JUDUL : IDENTIFIKAST BAHAYA, PENILAIAN ” DAN
PENGENDALIAN RlSfKO K3 DAN LINGKUNGAN

"VII. PROSEDUR "


1) Aktifitas diisi sesuai dengan aktifitas spesifik fungsi masing masing
2) Sumber informasi diisi dengan memilih list sebagai berikut:
a. Proses kerja
b. Area berisiko
c. Analisa perubahan
d. Belajar dari kasus serupa telah terjadi
e. Hasil inspeksi/audit/mwt
f. Hasil dari identifikasi bahaya
3) Kondisi operasi diisi dengan memilih list sbb
a. Normal adalah kondisi yang terjadi dalam keseharian yang berdampak dari aktifitas pekerjaan yang dilaksanakan
(lingkungan)
b. Abnormal adalah kondisi yang timbul diluar perkiraan dan bukan dampak dari aktivitas pekerjaan (lingkungan)
C. Rutin adalah kondisi yang timbul akibat pekeıjaan rutin yang dilaksanakan
sehari-hari (safety)
d. Non Rutin adalah kondisi yang timbul diluar pekerjaan rutin yang dilaksanakan sehari-hari (safety)
e. Emergency adaiah Peristiwa yang disebabkan, oleh faktor alam dan/atau faktor non adam maupun faktor manusia
yang dapat mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak
psikologis
4) Bahaya/Aspek diisi dengan memilih list sebagai berikut:
a. Manusia
b. Lingkungan
c. Asset & Peralatan
d. Reputasi & Hukum
e. Finansiai
f. Notifikasi Publik
5) Kategori Bahaya/Aspek diisi dengan memilih list yang tersedia
6) Penjelasan Risiko diisi menjelaskan dampak kerugian/cidera yang potensi bahaya/aspek
7) Penjelasan Detail Konsekuensi Risiko diisi dengan memilih list yang tersedia
8) Peraturan yang Terkait diisi dengan memilih list yang tersedia
9) Risiko Awal
a. Kemungkinan diisi dengan risk assessment matrix dihal 7
b. Xeparahan diisi dengan risk assessment matrix dihal 7
c. Nilai Risiko otomatis terisi
d. Tingkat Risiko otomatis terisi
10) NOA diisi dengan memilih list sebagai berikut:
pbas
NOMOR TKO — HSE - 012
REVISI KE : 04
BERLAKU TMT : 18/0Z/2022 HALAMAN : 13 dari
16

si masing masing
ai berikut:

an yang berdampak dari aktifitas pekerjaan yang dilaksanakan

kiraan dan bukan dampak dari aktivitas pekerjaan (lingkungan)


rutin yang dilaksanakan

rjaan rutin yang dilaksanakan sehari-hari (safety)


h faktor alam dan/atau faktor non adam maupun faktor manusia
nusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak

berikut:

yang tersedia
gian/cidera yang potensi bahaya/aspek
ngan memilih list yang tersedia
ang tersedia

dihal 7
al 7
TATA KERJA ORGANISASI
FUNGSI : HEALTH, SAFETY & ENVIROMENTAL

JUDUL : A N
ENTENGE BA N R EN
DAN LINGKUNGAN

” a. Fatality minimal 1 orang "


b. Tumpahan minyak minimal 15 barel (12 drum 200 liter)
c. Kerugian minimal 1.000.000 USD
d. Tidak
11) Mltigasi Existing diisi dengan upaya pengendalian yang telah dilakukan/tersedia
12) Risiko Sisa
a. Kemungkinan disi dengan risk assessment matrix dihal 7
b. Keparahan diisi dengan risk assessment matrix dihal 7
c. Nilai Risiko otomatis terisi
d. Tingkat Risiko otomatis terisi
13) Mitigasi Tambahan diisi dengan upaya pengendalian yang telah dilakuKan/tersedia
14) PIC diisi dengan nama penanggungjawab pengendali bahaya
pbas
NOMOR TKO — HSE - 012

REVISI KE : 04
BERLAKU TMT : 18/02/2022
HALAMAN : 14 dari 16

rum 200 liter)

ngendalian yang telah dilakukan/tersedia

matrix dihal 7
atrix dihal 7

ngendalian yang telah dilakuKan/tersedia


pengendali bahaya
TATA KERJA ORGANISASI
FUNGSI : HEALTH, SAFETY & ENVIROMENTAL NOMOR TKO - HSE - 012
JUDUL : IDENTIFIKASI BAHAYA, PENILAIAN DAN REVISI KE : 04
PENGENDALIAN RtS!KO I¢3 DAN LINGKUNGAN BERLAKU TMT : 18/02/2022 HALAMAN
Legenda 15 dari 16
t! ,p„t„ ' } ', Wama krem isian berupa pilihan

Wama abu isian otomatis


Warna putih, isian manual

vi›i. INDIKATOR oA uxuRAN KEBERHASILAN.


Tata Kerja Organisasi ini berhasil jika kegiatan HIRADC K3 dan Lingkungan berjalan sesuai prosedur
yang berlaku, auditable dan accountable.
IX. LAMPIRAN.
Lampiran 1: Diagram Alir HIRADC K3 Lampiran 2: Risk Assessment Matrix

Disiapkan oleh Disetujui oleh :


Quality Management QHSE Manager Direktur Layarian Usaha

Indri Sartika Andy Hamonangan Saiful Bahri


Tanggal . 15 Februari 2022 Tanggal . 15 Februari 2022 Tanggal : Februari 2022
Uncontrolled When Printed
pbas
R TKO - HSE - 012
KE : 04
KU TMT : 18/02/2022 HALAMAN
16

n Lingkungan berjalan sesuai prosedur

Disetujui oleh :
Direktur Layarian Usaha

Saiful Bahri
Tanggal : Februari 2022
HIRADC
( Hazard Identification Risk Assesment and Determining C
PEKERJAAN KONTRAK VOLUME PEMASANGAN DAN PEMBONGKARAN SCAFFOLDING PEKE
NO. DOK :
REGION:
TANGGAL DISETUJUI:
UNIT KERJA PEKERJAAN KONTRAK VOLUME PEMASANGAN DAN PEMBONGKARAN SCAFFOLDING PEKERJAAN EQUIPMENT OVERHAUL RKAP 2024
DISETUJUI OLEH:
TIM HIRADC Andy Hamonangan, Arief Rahmad P
TANGGAL REVISI TERAKHIR:
– TKI No
Identifikasi Bahaya
Penilaian Risiko Saat Ini

N/A/E
Pelaksana (normal /
No Kegiatan CLSR Lokasi Kegiatan abnormal / Tipe Bahaya
Deskripsi Bahaya (H|S|Sc|E) Konsekuensi
emergency)

Risiko
Skor
Likelihood

Severity
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13)

Ergonomic
7. Fit to work Office Admin Normal Terlalu lama di depan PC H,S Cidera Iritasi Mata 2 1 2 L
tersandung saat ke kantor

Pengurusan Dokumen Administrasi dan Izin

Terkontaminasi bakteri atau


7. Fit to work Rumah Sakit Semua Pekerja Abnormal virus H Sakit 2 4 8 M

Medical Check Up

Terkontaminasi bakteri atau


7. Fit to work Site Tenaga Medis Normal virus H Sakit 2 4 8 M

DCU

Safety Talk 7. Fit to work Site Semua Pekerja Normal Dibawah terik matahari H Dehidrasi 2 1 2 L

1. Tools and Site Semua Pekerja Normal Paparan debu Terpukul alat H,S Luka, Memar Iritasi pernafasan 2 1 2 L
Equipment kerja

Pekerjaan Pembersihan Temporary Office

1. Tools and
Equipment Site Semua Pekerja Normal Tersengat listrik S Luka bakar 2 1 2 L

Menggunakan peralatan elektronik (Charger, Printer,


PC, dll)
1 Persiapan
HIRADC
ntification Risk Assesment and Determining Control )
DAN PEMBONGKARAN SCAFFOLDING PEKERJAAN EQUIPMENT OVERHAUL RKAP 2024

Rekomendasi Tindakan Penilaian Risiko Sisa


Pengendalian Hirarki Pengendalian
(E: Eliminasi; S: Subsitusi, R:
Rekayasa Pengendalian, A:
Administratif, P: Alat Pelidung
Peraturan Perundangan Terkait Diri) Prioritas PIC

Administrasi

Risiko
Engineering

Skor
APD

Likelihood
Substitusi
Eliminasi

Severity
(14) (23) (15) (16) (17) (18) (19) (20) (21)

E:
S:
Eng: Gunakan screen protector
jika diperlukan Pastikan posisi
meja dan PC aman dan nyaman
Adm : Pastikan pekerja berjalan
di area aman dan
Peraturan Menteri Ketenagakerjaan memperhatikan sign
RI No 5 Tahun 2018 Tentang Pencahayaan yang sesuai APD :
Keselamatan, Kesehatan Kerja dan v V 1 1 1 L 3 Admin PertaMC
Lingkungan Kerja

Peraturan Menteri Ketenagakerjaan ADM : Pastikan peralatan yang


RI No 5 Tahun 2018 Tentang digunakan oleh Perawat steril
Keselamatan, Kesehatan Kerja dan APD :Gunakan masker
Lingkungan Kerja
V V 1 1 1 L 3 PM, Tenaga Medis

Peraturan Menteri Ketenagakerjaan ADM : Pastikan peralatan yang


RI No 5 Tahun 2018 Tentang digunakan oleh Perawat steril
Keselamatan, Kesehatan Kerja dan APD :Gunakan masker
Lingkungan Kerja
V V 1 1 1 L 3 Tenaga Medis

Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Adm: Lakukan safetytalk diarea


RI No 5 Tahun 2018 Tentang teduh
Keselamatan, Kesehatan Kerja dan APD : Gunakan Helmet
Lingkungan Kerja
V V 1 1 1 L 3 SM, HSE

Peraturan Menteri Ketenagakerjaan ADM: Pastikan alat yang


RI No 5 Tahun 2018 Tentang digunakan sesuai dengan
Keselamatan, Kesehatan Kerja dan fungsinya dan aman
Lingkungan Kerja
APD : Gunakan masker
V V 1 1 1 L 3 SM

Peraturan Menteri Ketenagakerjaan ADM :Pastikan aliran listrik aman


RI No. 33 Tahun 2015 perubahan atas ADM :Pastikan kabel yang
Peraturan Menteri Ketenagakerjaan gunakan layak
RI No.12 Tahun 2015 Tentang
Keselamatan Dan Kesehatan Kerja ADM : Pastikan peralatan listrik
Listrik Di Tempat Kerja yang digunakan baik dan layak
pakai
V 1 L 3 SM
Tertabrak, Tabrakan, Terjepit, Kerusakan
Kendaraan, Kegiatan Terhenti
'Kecelakaan lalu lintas sampai dengan
fatality

Peraturan Menteri Ketenagakerjaan


RI No 5 Tahun 2018 Tentang
1.1 Mobilisasi 12.Driving Safety Jalan Raya Driver Abnormal Pergerakan kendaraan S 2 4 8 M Keselamatan, Kesehatan Kerja dan
Lingkungan Kerja

Sampah/Debu Paparan Debu Terpukul alat Sebagai sumber penyakit, unsafe condition,
kerja
mengurangi estetika, Pencemaran
Lingkungan Gangguan Pernafasan
Cidera/Luka

Peraturan Menteri Ketenagakerjaan


RI No 5 Tahun 2018 Tentang
1.2 3. Permit to work Abnormal H,S,E 2 2 Keselamatan, Kesehatan Kerja dan
Lingkungan Kerja

Pekerjaan Pembersihan lokasi kerja Site Pekerja 1 L


Terpukul Alat Kerja Manual Handling Memar, luka, lecet, terkilir, patah, lelah

Peraturan Menteri Ketenagakerjaan


RI No 5 Tahun 2018 Tentang
Keselamatan, Kesehatan Kerja dan
Lingkungan Kerja

2. Safety Zone
1.3 Temporary Facilities Position Site Pekerja Abnormal S 2 2 4 LM
Ergonomic Bocornya rahasia perusahaan Gangguan
Terlalu lama di depan PC
sistem IT
'Cidera Iritasi Mata

Peraturan Menteri Ketenagakerjaan


RI No 5 Tahun 2018 Tentang
Project Management 7. Fit to work
Keselamatan, Kesehatan Kerja dan
Lingkungan Kerja

1.4 Office Engineer Abnormal H,S 2 1 2 L


Pemebersihan Sampah/Debu Paparan Debu Terpukul alat Sebagai sumber penyakit, unsafe condition,
kerja
mengurangi estetika, Pencemaran
Lingkungan Gangguan Pernafasan
Cidera/Luka

Peraturan Menteri Ketenagakerjaan


RI No 5 Tahun 2018 Tentang
Keselamatan, Kesehatan Kerja dan
Lingkungan Kerja

2.1 3. Permit to work Site Pekerja Abnormal H,S,E 2 1 2 L


2.2 Pekerjaan panas (penggerindaan)

•?Kebakaran
1. Tools and Percikan bunga api saat proses •?Menyebabkan luka bakar pada
Equipment penggerindaan Kebisingan yang tubuh pekerja
2. Safe Zone ditimbulkan pada proses gerinda •?Penurunan kemampuan
Position Listrik mendengar
3. Permit to Mata gerinda pecah Gram •?Tersengat listrik
work gerinda •?Cidera/luka
Iritasi mata Gangguan pernafasan

Peraturan Menteri Ketenagakerjaan


RI No 5 Tahun 2018 Tentang
Keselamatan, Kesehatan Kerja dan
Site Pekerja Abnormal H,S 4 4 16 H Lingkungan Kerja
2.3 Pekerjaan panas (pengelasan)

1. Tools and •?Kebakaran Peraturan Menteri Ketenagakerjaan


Equipment Percikan bunga api saat proses Fatality RI No 5 Tahun 2018 Tentang
2. Safe Zone pengelasan Asap las •?Menyebabkan luka bakar pada Keselamatan, Kesehatan Kerja dan
Position Listrik tubuh pekerja Lingkungan Kerja Peraturan Menteri
•?Iritasi Mata Tenaga Kerja dan Transmigrasi R.I.
3. Permit to Mata terpapar cahaya las No. Per.02/MEN/1982 tentang
work •?Tersengat listrik
•?Cidera/luka Kualifikasi Juru Las

Site Welder Abnormal H,S 4 4 16 H


2.4 Penggalian manual Terpukul Alat Kerja Ergonomic Tekena kabel bertegangan, luka,
Terjatuh Tertimbun Paparan tertimbun/longsor, akses terbatas, erosi,
Material tercemarnya badan air disekitar.
Paparan sarfas bawah tanah

1. Tools and
Equipment
2. Safe Zone
Position
3. Permit to
work

Peraturan Menteri Ketenagakerjaan


RI No 5 Tahun 2018 Tentang
Keselamatan, Kesehatan Kerja dan
Site Pekerja Abnormal S 3 2 6 LM Lingkungan Kerja
2.5 Urugan Terpukul Alat Kerja Ergonomic Tekena kabel bertegangan, luka,
Terjatuh Tertimbun Paparan tertimbun/longsor, akses terbatas, erosi,
Material tercemarnya badan air disekitar.
Paparan sarfas bawah tanah

1. Tools and
Equipment
2. Safe Zone
Position
3. Permit to
work

Peraturan Menteri Ketenagakerjaan


RI No 5 Tahun 2018 Tentang
Keselamatan, Kesehatan Kerja dan
Site Pekerja Abnormal S 3 2 6 LM Lingkungan Kerja
2.6 Pengecoran manual Terkontaminasinya tanah sekitar. Air tanah
tercemar,
'Cidera/Luka Pencemaran Lingkungan
Kecelakaan lalu lintas

1. Tools and
Equipment Peraturan Menteri Ketenagakerjaan
2. Safe Zone Terpukul Alat kerja Ergonomic
RI No 5 Tahun 2018 Tentang
Position Abnormal Paparan Material S 3 6 Keselamatan, Kesehatan Kerja dan
3. Permit to Pergerakan kendaraan Lingkungan Kerja
work

Site Pekerja 2 LM
2.7 Pengecatan Paparan material Ergonomic Gangguan pernafasan, asma, batuk
Bahan mudah terbakar Iritasi mata Iritasi Kulit Cidera
terkontaminasinya udara sekita Kebakaran

1. Tools and
Equipment
2. Safe Zone
Position
3. Permit to
work

Peraturan Menteri Ketenagakerjaan


RI No 5 Tahun 2018 Tentang
Keselamatan, Kesehatan Kerja dan
Site Pekerja Abnormal H,S 3 3 9 M Lingkungan Kerja
2.8 Pembongkaran Terbentur, tertimpa (memar, lecet, Luka),
patah
Kerusakan aset/peralatan, lingkungan dan
cidera pada manuasia, citra.

1. Tools and
Equipment Terpukul alat kerja Paparan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan
2. Safe Zone Site Pekerja Abnormal Material Ergonomic Tertimpa S 3 3 9 M RI No 5 Tahun 2018 Tentang
Position Terjatuh
Keselamatan, Kesehatan Kerja dan
3. Permit to Lingkungan Kerja
work

2.9 Pekerjaan ketinggian Terjatuh Memar, lecet, luka, patah tulang, kematian,
Paparan Material dll.

1. Tools and
Equipment
2. Safe Zone
Position
3. Permit to
work

Peraturan Menteri Ketenagakerjaan


RI No 5 Tahun 2018 Tentang
Keselamatan, Kesehatan Kerja dan
Site Pekerja Emergency S 4 4 16 H Lingkungan Kerja
2.10 Radiography 1. Tools and Radiasi paparan dari proses Gangguan Kesehatan permananen Cidera
Equipment radiography Kebocoran Isotop Cacat Permanen kanker
2. Safe Zone
Position
3. Permit to
work

Peraturan Menteri Ketenagakerjaan


Pekerja khusus RI No 5 Tahun 2018 Tentang
Site radiography Abnormal H,S, E 12 M Keselamatan, Kesehatan Kerja dan
Lingkungan Kerja

3 4
PENYELESAIAN

12.1 Membersihkan lokasi kerja dari sampah/limbah kerja Sebagai sumber penyakit, unsafe Pencemaran Lingkungan Gangguan Pernafasan
Cidera/Luka
condition, mengurangi estetika,
Pencemaran Lingkungan
Gangguan Pernafasan
Cidera/Luka

Peraturan Menteri Ketenagakerjaan


RI No 5 Tahun 2018 Tentang
Keselamatan, Kesehatan Kerja dan
Permit to work Site Pekerja Normal H,S,E 2 1 2 L Lingkungan Kerja
12.2 Merapihkan lokasi kerja sesuai kondisi semula Memar, luka, lecet, terkilir, Pencemaran Lingkungan Gangguan Pernafasan
Cidera/Luka
patah, lelah

Peraturan Menteri Ketenagakerjaan


RI No 5 Tahun 2018 Tentang
Keselamatan, Kesehatan Kerja dan
Lingkungan Kerja

Permit to work Site Pekerja Normal H,S,E 2 1 2 L


13 KONDISI EMERGENCY

Munculnya keadaan darurat seperti kebakaran ,angin Kebakaran Banjir Gempa Cidera sampai fatality Kerusakan fasilitas Peraturan Menteri Ketenagakerjaan
topan, gempa dsb RI No 5 Tahun 2018 Tentang
Keselamatan, Kesehatan Kerja dan
Lingkungan Kerja
Safety Zone Position Site Pekerja Emergency S 4 4 16 H

Penanganan korban Terkontaminasi virus atau Sakit


Korban mengalami cidera yang makin parah sampai
bakteri fatality
Salah tindakan penanganan
Peraturan Menteri Tenaga Kerja Dan
Transmigrasi RI No.
Safetty zone position Site Petugas P3K Emergency H,S 4 4 16 H Per.15/MEN/VIII/2008
Tentang Pertolongan Pertama Pada
Kecelakaan di Tempat Kerja

Huru-Hara dari pihak luar Demo Cidera sampai fatality Kerusakan fasilitas
Tindakan anarkis

Undang-undang No. 1 tahun 1970


Permit to work Site Pekerja Emergency S 4 4 16 H tentang Keselamatan Kerja

Pekerja sakit di area kerja/kantor Terkontaminasi virus atau Sakit Peraturan Menteri Tenaga Kerja Dan
Transmigrasi RI No.
bakteri Per.15/MEN/VIII/2008
Salah tindakan penanganan Tentang Pertolongan Pertama Pada
Kecelakaan di Tempat Kerja
Fit to work Site Pekerja Emergency H 3 3 9 M

Intimidasi dan menimbulkan kontak fisik Terjadi konflik Cidera sampai fatality Kerusakan fasilitas Peraturan Menteri Ketenagakerjaan
RI No 5 Tahun 2018 Tentang
Baku hantam antara pekerja Keselamatan, Kesehatan Kerja dan
Lingkungan Kerja
Permit to work Site Pekerja Emergency S 4 4 16 H
Paparan Covid-19 Terkontaminasi virus atau Terinfeksi Covid dengan gejala demam, flu, batuk, dll Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan
Transmigrasi R.I. No.
bakteri Per.02/MEN/1980 Tentang
Pemeriksaan Kesehatan Tenaga Kerja
Dalam Penyelenggaraan Keselamatan
Kerja
Fit to work Site Pekerja Emergency H 3 3 9 M

DIPERIKSA OLEH, DISETUJUI OLEH,


DIBUAT OLEH,
QHSE Manager

Arief Rahmad Prasetyo


TATA KERJA ORGANISASI Andy Hamonangan

JOB SAFETY ANALVS/S


HSE Officer

TKO-HSE-032
Rev. 02

PT. PATRA BADAK ARUN SOLUSI


QUALITY, HEALTH, SAFETY & ENVIRONMENTAL
ADM : Pastikan kelengkapan izin
driver dan kendaraan masih
berlaku (STNK/KIR dll)
ADM : Kendaraan sudah dicek
dan perawatan secara berkala
ADM : Driver mendapatkan bekal
pelatihan (safety induction/DDT)
Peraturan Menteri Ketenagakerjaan APD : Gunakan safety belt
RI No 5 Tahun 2018 Tentang
Keselamatan, Kesehatan Kerja dan v v 2 1 2 L 2 PM, SM, HSE
Lingkungan Kerja

ADM : Alat kerja sesuai dengan


pekerjaan dan telah diperiksa
ADM : Pekerja telah
mendapatkan sosialisasi terkait
aspek safety sesuai lingkup kerja
ADM : Pekerja telah
mendapatkan APD sesuai dengan
lingkup kerja
Peraturan Menteri Ketenagakerjaan APD : Coverall, safety glove,
RI No 5 Tahun 2018 Tentang safety shoes, Masker v v 1 1 4
Keselamatan, Kesehatan Kerja dan
Lingkungan Kerja

1 L SM, HSE
ADM : Alat kerja sesuai dengan
pekerjaan dan telah diperiksa
ADM : Pekerja telah
mendapatkan sosialisasi terkait
aspek safety sesuai lingkup kerja
ADM : Pekerja telah
mendapatkan APD sesuai dengan
lingkup kerja
Peraturan Menteri Ketenagakerjaan APD : Coverall, safety glove,
RI No 5 Tahun 2018 Tentang safety shoes, Masker
Keselamatan, Kesehatan Kerja dan
Lingkungan Kerja

v v 1 1 1 L 3 SM, HSE
ADM : Alat kerja sesuai dengan
pekerjaan dan telah diperiksa
ADM : Pekerja telah
mendapatkan sosialisasi terkait
aspek safety sesuai lingkup kerja
ADM : Pekerja telah
mendapatkan APD sesuai dengan
lingkup kerja
Peraturan Menteri Ketenagakerjaan APD : Coverall, safety glove,
RI No 5 Tahun 2018 Tentang safety shoes, Masker
Keselamatan, Kesehatan Kerja dan
Lingkungan Kerja

v v 1 1 1 L 4 PM, Eng, SM, HSE


ADM : Alat kerja sesuai dengan
pekerjaan dan telah diperiksa
ADM : Pekerja telah
mendapatkan sosialisasi terkait
aspek safety sesuai lingkup kerja
ADM : Pekerja telah
mendapatkan APD sesuai dengan
lingkup kerja
APD : Coverall, safety glove,
Peraturan Menteri Ketenagakerjaan safety shoes, Masker
RI No 5 Tahun 2018 Tentang
Keselamatan, Kesehatan Kerja dan
Lingkungan Kerja

v v 1 1 1 L 4 SM, HSE
ENG : Pastikan material
flamable tidak berada di area
atau telah diamankan 'ENG :
Pastikan batu gurinda yang
gunakan sesuai dengan material
yang dipotong dan stand by
APAR
ADM : Alat kerja sesuai dengan
pekerjaan dan telah diperiksa
ADM : Pekerja telah
mendapatkan sosialisasi terkait
aspek safety sesuai lingkup kerja
ADM : Pastikan SOP pekerjaan
tersedia dan dsetujui oleh
pengawas lokasi
ADM : Pastikan area free gas
dengan pengecekan dengan gas
test sebelum memulai pekerjaan
ADM : Pekerja telah
mendapatkan APD sesuai dengan
lingkup kerja

Peraturan Menteri Ketenagakerjaan


RI No 5 Tahun 2018 Tentang
Keselamatan, Kesehatan Kerja dan
Lingkungan Kerja v v v 2 1 2 L 2 SM, HSE
ENG : Pastikan material flamable
tidak berada di area atau telah
diamankan ADM : Alat kerja
sesuai dengan pekerjaan dan
telah diperiksa
ADM : Pekerja telah
mendapatkan sosialisasi terkait
aspek safety sesuai lingkup kerja
ADM : Pastikan SOP pekerjaan
tersedia dan dsetujui oleh
pengawas lokasi
ADM : Pastikan area free gas
dengan pengecekan dengan gas
test sebelum memulai pekerjaan
Peraturan Menteri Ketenagakerjaan dan stand by APAR
RI No 5 Tahun 2018 Tentang ADM : Pekerja telah
Keselamatan, Kesehatan Kerja dan mendapatkan APD sesuai dengan
Lingkungan Kerja Peraturan Menteri lingkup kerja
Tenaga Kerja dan Transmigrasi R.I.
No. Per.02/MEN/1982 tentang APD : Coverall, safety glove,
Kualifikasi Juru Las safety shoes, Masker

v v v 2 1 2 L 2 SM, HSE
ADM : Alat kerja sesuai dengan
pekerjaan dan telah diperiksa
ADM : Pekerja telah
mendapatkan sosialisasi terkait
aspek safety sesuai lingkup kerja
ADM : Pekerja telah
mendapatkan APD sesuai dengan
lingkup kerja ADM : Koordinasi
dengan
pengawas area kerja terkait
sarfas bawah tanah
APD : Safety shoes, glove,
coverall, masker, Kacamata
safety

Peraturan Menteri Ketenagakerjaan


RI No 5 Tahun 2018 Tentang
Keselamatan, Kesehatan Kerja dan
Lingkungan Kerja v v 2 1 2 L 4 SM, HSE
ADM : Alat kerja sesuai dengan
pekerjaan dan telah diperiksa
ADM : Pekerja telah
mendapatkan sosialisasi terkait
aspek safety sesuai lingkup kerja
ADM : Pekerja telah
mendapatkan APD sesuai dengan
lingkup kerja ADM : Koordinasi
dengan
pengawas area kerja terkait
sarfas bawah tanah
APD : Safety shoes, glove,
coverall, masker, Kacamata
safety

Peraturan Menteri Ketenagakerjaan


RI No 5 Tahun 2018 Tentang
Keselamatan, Kesehatan Kerja dan
Lingkungan Kerja v v 2 1 2 L 4 SM, HSE
ADM : Alat kerja sesuai dengan
pekerjaan dan telah diperiksa
ADM : Pekerja telah
mendapatkan sosialisasi terkait
aspek safety sesuai lingkup kerja
ADM : Pekerja telah
mendapatkan APD sesuai dengan
lingkup kerja ADM : Koordinasi
dengan
pengawas area kerja terkait
sarfas bawah tanah
Peraturan Menteri Ketenagakerjaan APD : Safety shoes, glove,
RI No 5 Tahun 2018 Tentang coverall, masker, Kacamata
Keselamatan, Kesehatan Kerja dan v v 2 2 4
safety
Lingkungan Kerja

1 LM SM, HSE
ADM : Alat kerja sesuai dengan
pekerjaan dan telah diperiksa
ADM : Pekerja telah
mendapatkan sosialisasi terkait
aspek safety sesuai lingkup kerja
ADM : Pekerja telah
mendapatkan APD sesuai dengan
lingkup kerja ADM : Pastikan
tidak ada sumber panas
ADM : Tidak terdapat SIMOP
dengan pekerjaan panas
APD : Safety shoes, glove,
coverall, masker, Kacamata
safety

Peraturan Menteri Ketenagakerjaan


RI No 5 Tahun 2018 Tentang
Keselamatan, Kesehatan Kerja dan
Lingkungan Kerja V V 2 1 2 L 4 SM, HSE
ADM : Alat kerja sesuai dengan
pekerjaan dan telah diperiksa
ADM : Pekerja telah
mendapatkan sosialisasi terkait
aspek safety sesuai lingkup kerja
ADM : Pekerja telah
mendapatkan APD sesuai dengan
lingkup kerja ADM : Koordinasi
dengan
pengawas area kerja terkait
sarfas bawah tanah
Peraturan Menteri Ketenagakerjaan APD : Safety shoes, glove,
RI No 5 Tahun 2018 Tentang
Keselamatan, Kesehatan Kerja dan coverall, masker, Kacamata v v 2 1 2 L 2 SM, HSE
Lingkungan Kerja safety

ADM : Alat kerja sesuai dengan


pekerjaan dan telah diperiksa
ADM : Pekerja telah
mendapatkan sosialisasi terkait
aspek safety sesuai lingkup kerja
ADM : Pekerja telah
mendapatkan APD sesuai dengan
lingkup kerja ADM : Koordinasi
dengan
pengawas area kerja terkait
sarfas bawah tanah
APD : Safety shoes, glove,
coverall, masker, Kacamata
safety, full body harness

Peraturan Menteri Ketenagakerjaan


RI No 5 Tahun 2018 Tentang
Keselamatan, Kesehatan Kerja dan
Lingkungan Kerja v v 2 2 4 M 1 SM, HSE
ADM : Alat kerja sesuai dengan
pekerjaan dan telah diperiksa
dan telah mendapatkan izin
BATAN ADM : Pekerja telah
mendapatkan sosialisasi terkait
aspek safety sesuai lingkup kerja
ADM : Pekerja telah
mendapatkan APD sesuai dengan
lingkup kerja ENG : Area diisolasi
agar
orang tidak berkepentingan tidak
masuk dengan mengunakan
safetyline ENG : Kontainer Isotop
tersertifikasi
ADM : Pemasangan Sign terkait
pekerjaan radiography
APD : Safety shoes, glove,
coverall khusus radiography,
masker, Kacamata safety

Peraturan Menteri Ketenagakerjaan


RI No 5 Tahun 2018 Tentang
Keselamatan, Kesehatan Kerja dan v v v 2
1 2 L 3 SM, HSE
Lingkungan Kerja

ADM : Alat kerja sesuai dengan


pekerjaan dan telah diperiksa
ADM : Pekerja telah
mendapatkan sosialisasi terkait
aspek safety sesuai lingkup kerja
ADM : Pekerja telah
mendapatkan APD sesuai dengan
lingkup kerja ADM : Koordinasi
dengan
pengawas area kerja terkait
sarfas bawah tanah
APD : Safety shoes, glove,
coverall, masker, Kacamata
safety

Peraturan Menteri Ketenagakerjaan


RI No 5 Tahun 2018 Tentang
Keselamatan, Kesehatan Kerja dan
Lingkungan Kerja v v 1 1 1 L 4 SM, HSE
ADM : Alat kerja sesuai dengan
pekerjaan dan telah diperiksa
ADM : Pekerja telah
mendapatkan sosialisasi terkait
aspek safety sesuai lingkup kerja
ADM : Pekerja telah
mendapatkan APD sesuai dengan
lingkup kerja ADM : Koordinasi
dengan
pengawas area kerja terkait
sarfas bawah tanah
APD : Safety shoes, glove,
Peraturan Menteri Ketenagakerjaan coverall, masker, Kacamata
RI No 5 Tahun 2018 Tentang
Keselamatan, Kesehatan Kerja dan
safety
Lingkungan Kerja

v v 1 1 1 L 4 SM, HSE

Peraturan Menteri Ketenagakerjaan ADM : Pastikan jalur evakuasi


RI No 5 Tahun 2018 Tentang telah disosialisasikan dan
Keselamatan, Kesehatan Kerja dan dipahami pekerja
Lingkungan Kerja
ADM : Pastikan assembly point
berada pada area v v 2 1 2 L 3 PM, SM, HSE
aman

ADM : Pastikan tindakan


penanganan dilakukan oleh
petugas yg kompeten
ADM : Pastikan petugas
Peraturan Menteri Tenaga Kerja Dan menggunakan sarung tangan dan
Transmigrasi RI No. masker saat penanganan
Per.15/MEN/VIII/2008 v v 2 1 2 L 3 PM, SM, HSE
Tentang Pertolongan Pertama Pada
Kecelakaan di Tempat Kerja

ADM : Sebelum pekerjaan


dimulai pastikan telah
berkoordinasi dengan pihak
setempat
ADM : Pastikan security mengerti
Undang-undang No. 1 tahun 1970 stand by selalu di area kerja
tentang Keselamatan Kerja v v 2 1 2 L 3 PM, SM, HSE

Peraturan Menteri Tenaga Kerja Dan ADM : Pastikan DCU dilakukan


Transmigrasi RI No. sebelum memulai pekerjaan
Per.15/MEN/VIII/2008 ADM : Jika ada penanganan,
Tentang Pertolongan Pertama Pada
Kecelakaan di Tempat Kerja dilakukan oleh petugas yang
berkompeten
v v 2 1 2 L 3 PM, SM, HSE

Peraturan Menteri Ketenagakerjaan ADM : Pastikan pekerja


RI No 5 Tahun 2018 Tentang mematuhi peraturan dan
Keselamatan, Kesehatan Kerja dan mengerti terkait konsekuensi jika
Lingkungan Kerja
berbuat keribuatan di area kerja
v 2 1 2 L 3 PM, SM, HSE
Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan ADM : Pastikan pekerja telah
Transmigrasi R.I. No. melalukan vaksin 2 APD : Pekerja
Per.02/MEN/1980 Tentang menggunakan masker dan
Pemeriksaan Kesehatan Tenaga Kerja
Dalam Penyelenggaraan Keselamatan mengikuti peraturan terkait
Kerja pencegahan covid-19
v v 2 1 2 L 3 PM, SM, HSE
FUNGSI : NOMOR : TKO-HSE-032
QUALITY, HEALTH, SAFETY & ENVIRONMENTAL REVISI KE 02
BERLAKU TMT : 13/02/2020
JUDUL : JOB SAFETY ANALYSIS
I. TUJUAN

Tata Kerja Organisasi ini dibuat bertujuan menganalisa potensi bahaya dan risiko serta menentukan upaya
pengendalian yang harus dilakukan dari sebua aktivitas pekerjaan. Dengan adanya Job Safety Analysis
(JSA) ini diahrapkan dapat mengurangi tingkat
bahaya pada rangkaian pekerjaan sampai pada tingkat yang dapat ditoleransi.

II. RUANG LINGKUP


TKO ini berlaku di lingkungan kerja PT. PBAS, baik untuk pekerjaan yang langsung dikerjakan ataupun
pekerjaan yang disub-kontrakan kepada pihak Iain.

III. PENGERTIAN DAN BATASAN


A. PENGERTIAN
1. Job Safety Analysis (JSA) adalah teknik yang terfokus pada rangkaian pekerjaan, sebagai cara untuk
mengidentifikasi bahaya, sebelum bahaya tersebut muncul. Teknik ini memfokuskan pada hubungan antara pekerja,
pekerjaan, alat dan lingkungan kerja. Yang idealnya setalah bahaya dari rangkaian pekerjaan itu diketahui maka
dilakukan upaya pengendalian sampai pada tingkat yang dapat diterima.
2. Permit To Work (PTW) atau Surat Ijin Kerja (SIKA) adalah dokumen untuk memberikan ijin melakukan
pekerjaan pada area tertentu yang memiliki risiko tinggi.
3. Performing Authority (PA) adalah personil yang berwenang untuk menerima ijin
kerja dan akan melakukan pekerjaan.

B. BATASAN
1. Pekerjaan yang sesuai untuk dianalisa menggunakan JSA
a. Pekerjaan dengan tingkat kecelakaan atau penyakit tertinggi
b. Pekerjaan yang berpotensi untuk menyebabkan kecelakaan atau penyakit parah, bahkan ketika
kecelakaan dan penyakit tersebut tidak pemah terjadi sebelumnya
c. Pekerjaan yang dapat menyebabkan kecelakaan atau penyakit yang parah
akibat kesalahan manusia yang sederhana
NOMOR : TKO-HSE-032
NMENTAL REVISI KE 02

HALAMAN : 2 dari 6

tujuan menganalisa potensi bahaya dan risiko serta menentukan upaya


dari sebua aktivitas pekerjaan. Dengan adanya Job Safety Analysis
urangi tingkat
mpai pada tingkat yang dapat ditoleransi.

T. PBAS, baik untuk pekerjaan yang langsung dikerjakan ataupun


pihak Iain.

AN

ah teknik yang terfokus pada rangkaian pekerjaan, sebagai cara untuk


a tersebut muncul. Teknik ini memfokuskan pada hubungan antara pekerja,
ng idealnya setalah bahaya dari rangkaian pekerjaan itu diketahui maka
ada tingkat yang dapat diterima.
jin Kerja (SIKA) adalah dokumen untuk memberikan ijin melakukan
miliki risiko tinggi.
h personil yang berwenang untuk menerima ijin

nalisa menggunakan JSA


kaan atau penyakit tertinggi
uk menyebabkan kecelakaan atau penyakit parah, bahkan ketika
dak pemah terjadi sebelumnya
bkan kecelakaan atau penyakit yang parah
rhana
FUNGSI : NOMOR : TKO-HSE-032
QUALITY, HEALTH, SAFETY & ENVIRONMENTAL REVISI KE 02
BERLAKU TMT : 13/02/2020

JUDUL : JOB SAFETY ANALYSIS


d. Pekerjaan yang baru dioperasikan atau pekerjaa yang mengalami perubahan pada proses dan
prosedurnya
e. Pekerjaan yang cukup komplek sehingga membutuhkan instruksi kerja tertulis
2. Cara memulai analisa JSA
a. Libatkan pekerja
b. Tinjau kembali kasus kecelakaan yang pemah terjadi
c. Lakukan peninjauan awal sebelum memulai pekerjaan
d. Buat daftar, beri prioritas untuk analisa JSA yang pertama, hal ini berkaitan dengan kemungkinan
paling besar terjadi dan kemungkinan paling parah apabila terjadi
e. Uraikan pekeqaan menjadi langkah-langkah berurut dan terperinci
3. Cara untuk mengidentifikasi bahaya ditempat kerja. Untuk menganalisa bahaya
ditempat kerja dapat dilakukan dengan membuat pertanyaan sebagai berikut:
a. Apa yang mungkin salah
b. Apa konsekuensinya
c. Bagaimana kejadian tersbut dapat muncul
d. Apakah factor lain yang dapat berkontribusi
e. Seberapa seringkah bahaya tersebut dapat muncul
4. Komponen yang harus muncul dalam pembuatan JSA yang baik
a. Lokasi kejadian atau lokasi pekerjaan
b. Siapakah atau apakah yang dapat terpapar
c. Hal apakah yang dapat memicu munculnya bahaya tersebut
d. Seberapa parahkah dampak dari kerjadian tersebut apabila muncul.
IV. REFERENSI
Referensi yang digunakan dalam menyusun Tata Kerja Organisasi (TKO) ini antara lain:
4.1. Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja
4.2. Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2012 Tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan
Kerja
4.3. Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No. 5 Tahun 2018 Tentang Keselamatan dan
Kesehatan Kerja Lingkungan Kerja
NOMOR : TKO-HSE-032
RONMENTAL REVISI KE 02

HALAMAN : 3 dari 6
asikan atau pekerjaa yang mengalami perubahan pada proses dan

ek sehingga membutuhkan instruksi kerja tertulis


A

akaan yang pemah terjadi


ebelum memulai pekerjaan
ntuk analisa JSA yang pertama, hal ini berkaitan dengan kemungkinan
ngkinan paling parah apabila terjadi
langkah-langkah berurut dan terperinci
tifikasi bahaya ditempat kerja. Untuk menganalisa bahaya
akukan dengan membuat pertanyaan sebagai berikut:

dapat muncul
pat berkontribusi
tersebut dapat muncul
muncul dalam pembuatan JSA yang baik
pekerjaan
dapat terpapar
micu munculnya bahaya tersebut
dari kerjadian tersebut apabila muncul.
n Tata Kerja Organisasi (TKO) ini antara lain:
entang Keselamatan Kerja
ahun 2012 Tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan

No. 5 Tahun 2018 Tentang Keselamatan dan


FUNGSI : NOMOR : TKO-HSE-032
QUALITY, HEALTH, SAFETY & ENVIRONMENTAL , REVISI KE 02
- ““ ” ! BERLAKU TMT : 13/02/2020

JUDUL : JOB SAFETY ANALYSIS


4.4. ISO 45001 clause 6.1.2. Hazard identification and assessment of risks and
opportunities

V. DOKUMEN TERKAIT
Dokumen yang terkait pada kegiatan Job Safety Analysis adalah:
5.1 TKO-HSE-12 ldentifikasi Bahaya, Penilaian dan Pengendalian Risiko K3 dan Lingkungan
5.2 TKO-HSE-34 Bekerja Di Ketinggian
5.3 TKO-HSE-39 Pengendalian Pekerjaan Panas
5.4 TKO-HSE-40 Bekerja Di Ruang Terbatas

VI. FUNGSI/UNIT ORGANISASIIJABATAN TERKAIT


Penanggung jawab kegiatan Job Safety Analysis adalah:
6.1. Site Manager/ Project Manager
1. Memastikan bahwa prosedur JSA ini telah tersosialisaikan pada seluruh pekerja site.
2. Memastikan bahwa semua pekerjaan telah dianalisa menggunakan JSA.
3. Memastikan bahwa semua upaya pengendalian atas bahaya yang direkomendasikan dalam JSA
terpenuhi.
4. Memastikan bahwa hasil analisis JSA dikomunikasikan pada direktur

6.2. Supervisor Lapangan


1. Melakukan analisa bahaya sesuai dengan prosedur JSA.
2. Melakukan upaya pengendalian atas bahaya yang teranalisis dalam JSA.
3. Melaporkan hasil analisa JSA pada Site manager dan pengawas HSE.
4. Mensosialisasikan hasil analisa JSA pada seluruh pekerja dibawah pengawasannya.
6.3. HSE Specialist
1. Memastikan bahwa prosedur JSA ini telah disosialisasikan pada project manager dan site manager.
2. Mereview JSA yang dihasilkan.
3. Memastikan bahwa langkah pengendalian yang tertuang dalam JSA telah dipenuhi.
NOMOR : TKO-HSE-032
RONMENTAL , REVISI KE 02
020

HALAMAN : 4 dari 6
zard identification and assessment of risks and

Safety Analysis adalah:


, Penilaian dan Pengendalian Risiko K3 dan Lingkungan
an
aan Panas
erbatas

IIJABATAN TERKAIT
Analysis adalah:

ini telah tersosialisaikan pada seluruh pekerja site.


telah dianalisa menggunakan JSA.
ya pengendalian atas bahaya yang direkomendasikan dalam JSA

A dikomunikasikan pada direktur

uai dengan prosedur JSA.


n atas bahaya yang teranalisis dalam JSA.
pada Site manager dan pengawas HSE.
lisa JSA pada seluruh pekerja dibawah pengawasannya.

r JSA ini telah disosialisasikan pada project manager dan site manager.
n.
pengendalian yang tertuang dalam JSA telah dipenuhi.
FUNGSI NOMOR : TKO-HSE-032
QUALITY, HEALTH, SAFETY & ENVIRONMENTAL REVISI KE 02
BERLAKU TMT : 13/02/2020

JUDUL : JOB SAFETY ANALYSIS


6.4. Pekerja
1. Melaporkan keadaan bahaya yang ada ditempat kerjanya.
2. Mematuhi semua upaya pengendalian yang telah dianalisa dalam JSA
6.5. Kontraktor
1. Mematuhi semua ketentuan yang tertuang dalam prosedur JSA.
2. Melaporkan semua JSA yang telah dibuat pada site manager dan pengawas HSE.

VII. PROSEDUR
7.1. PA mengisi form JSA sebekum pekerjaan tersebut dilakukan. Pengisian from JSA meliputi:
1. Tahapan pekerjaan dari awal hingga akhir.
2. Kemungkinan bahaya dan risiko dari tahapan pekerjaan tersebut.
3. Pengendalian yang perlu dilakukan.
7.2. From JSA diperiksa dan disetujui oleh Pengawas Lapangan dengan mempertimbangkan risiko
terhadap pekerjaan.
7.3. Form JSA yang telah disetujui Pengawas Lapangan diajukan ke Fungsi Terkait (site/lssuing Authority) untuk
diprises.
7.4. HSE Supervisor bertindak sebagai advisor.

VIII. INDIKATOR DAN UKURAN KEBERHASILAN.


Tata Kerja Organisasi ini berhasil jika pekerjaan terlaksana dengan aman serta kegiatan pelaksanaan sosilisasi
pemahaman aturan dan tanggungjawab berjalan sesuai prosedur yang berlaku, auditable dan accountable.

IX. LAMPIRAN.
Lampiran 1: Diagram Alir Proses JSA
NOMOR : TKO-HSE-032
ONMENTAL REVISI KE 02

HALAMAN : 5 dari 6

ang ada ditempat kerjanya.


ndalian yang telah dianalisa dalam JSA

ng tertuang dalam prosedur JSA.


elah dibuat pada site manager dan pengawas HSE.

aan tersebut dilakukan. Pengisian from JSA meliputi:


ir.
apan pekerjaan tersebut.

ui oleh Pengawas Lapangan dengan mempertimbangkan risiko

was Lapangan diajukan ke Fungsi Terkait (site/lssuing Authority) untuk

visor.

KEBERHASILAN.
jaan terlaksana dengan aman serta kegiatan pelaksanaan sosilisasi
alan sesuai prosedur yang berlaku, auditable dan accountable.
TATA KERJA ORGANISASI
FUNGSI NOMOR . TKO-HSE-032
QUALITY, HEALTH, SAFETY & ENVIRONMENTAL REVISI KE 02
BERLAKU TMT 13/02/2020

JUDUL : JOB SAFETY ANALYSIS HALAMAN : 6 dari 6


Disiapkan Oleh Diperiksa Oleh . Disetujui oleh
HSE Specialist OHSE Manager Direktur Layanan Usaha
Andy Hamonangan Rinaldi Rubiawan Saiful Bahri

Tanggal : 13 Februari 2020 Tanggal : 13 Februari 2020 Tanggal : 13 Februari 2020


pjaag

ui oleh
Layanan Usaha
iful Bahri

Februari 2020
LAMPIRAN 1 – Formulir JSA
TKI No C-002/CT03100/2021-S9 Revisi ke-0
JOB SAFETY ANALYSIS
ANALISA KESELAMATAN KERJA
JUDUL PEKERJAAN : PEKERJAAN KONTRAK VOLUME PEMASANGAN DAN PEM
PEKERJAAN EQUIPMENT OVERHAUL RKAP 2024
REGISTRATION AREA/SITE JOB TEAM LE
REGISTRASI AREA/LOKASI KERJA PENANGGUNG JAWA
NOMOR : RU III Perusahaan : PT PERTAMINA MAINTENANC
REVISI KE- : 0 / 1 / 2 / 3 / (lingkari) Plaju Nama Personil : Andy Hamonangan
NO.IZIN KERJA* : Jabatan : QHSE Manager
ASSET/FACILITY OWNER EQUIPMENT/OBJECT JSA TEAM
PEMILIK FASILITAS PERALATAN/OBYEK PEKERJAAN TIM JSA
Arief Rahmad P.

Kunci Set Andy H

PPE REQUIREMENTS/RECOMMENDATIONS
APD Standar** APD YANG DIBUTUHKAN/DISARANKAN APD Pekerjaan di Atas Air
Pelindung Pendengaran Pelindung Pelindung Tangan APD Pekerjaan Ketinggian
Pernapasan Pelindung Badan Pelindung Mata/Wajah Lainnya....................................

No Langkah Kerja Tools/Equipment Hazard/Bahaya

1 PEKERJAAN PERSIAPAN
1.1 Perizinan Masuk
- Tenaga Kerja - HSSE Passport - Kelengkapan dokumen
- Peralatan - ID Badge personal tenaga kerja tidak
- Permit lengkap
- Kelengkapan dokumen
material tidak lengkap
- Permit kerja tidak ada

1.2 Protokol Pencegahan Penyebaran Covid-19


- Thermogun Virus Covid-19
- Peralatan Swab/Rapid Test

1.3 Mobilisasi Manpower


Mobil Pick Up - Pergerakan Kendaraan
- Over kapasitas penumpang

1.4 Inspeksi Peralatan, Tagging dan Kelengkapan SIO Operator Alat Berat
- Surat Ijin Layak Operasi (SILO) - Kelengkapan dokumen
- Surat Ijin Operasi (SIO) - Peralatan tidak lengkap
- Kelengkapan dokumen Operator
tidak lengkap
1.5 Mobilisasi Peralatan dan Material
- Mobil Pick Up - Driver tidak berkompeten
- Truck Trailer - Manual handling
- Peralatan yang dibawa tidak sesuai

2 PEKERJAAN PEMASANGAN SCAFFOLDING


- SIKA - Pekerjaan ketinggian
- Kunci Rachet - Permukaan lantai yang licin
- Papan Asiba - Pipa Scaffolding diletakan
- Pipa Scaffolding sembarangan
- Klem Pipa Scaffolding - Kunci sudah tidak layak
- FBH - Papan tidak diikat/rapuh
- Proses pengangkatan klem dan pipa
- Serbuk besi dan partikel
- Fatigue
- Kelelahan

2 PEKERJAAN PEMBONGKARAN SCAFFOLDING


- SIKA - Pekerjaan ketinggian
- Kunci Rachet - Permukaan lantai yang licin
- Papan Asiba - Pipa Scaffolding diletakan
- Pipa Scaffolding sembarangan
- Klem Pipa Scaffolding - Kunci sudah tidak layak
- FBH - Papan tidak diikat/rapuh
- Proses pengangkatan klem dan pipa
- Serbuk besi dan partikel
- Fatigue
- Kelelahan

3 HOUSEKEEPING
Demobilisasi - Mobil Pick Up - Driver tidak berkompeten
- Truck Trailer - Manual handling
- Peralatan yang dibawa tidak sesuai
JOB SAFETY ANALYSIS DATE
SA KESELAMATAN KERJA TANGGAL
RAK VOLUME PEMASANGAN DAN PEMBONGKARAN SCAFFOLDING 17/04/2024
MENT OVERHAUL RKAP 2024
JOB TEAM LEADER EXECUTOR CATEGORY
PENANGGUNG JAWAB PEKERJAAN KATEGORI PELAKSANA
: PT PERTAMINA MAINTENANCE AND CONSTRUCTION Kontraktor/Swakelola/
: Andy Hamonangan Eksternal
: QHSE Manager (Coret yang tidak sesuai)
TOOLBOX MEETING OUTLINE
MATERI RAPAT PERSIAPAN KERJA
1. Pesan & pengingat tentang HSSE (sesuai ruang lingkup pekerjaan)
2. Sosialisasi & pengingat isi JSA, khususnya rencana mitigasi
3. Rencana kerja harian
4. Pelaksanaan inspeksi peralatan sebelum digunakan
5. Melaporkan kondisi dan tindakan tidak aman selama bekerja pada PATUH
6..............................................................................................................
7..............................................................................................................

Akibat Mitigasi PIC

- Tenaga kerja belum bisa masuk - Menyediakan tenaga kerja yang


dan pekerjaan tidak bisa dilakukan sehat jasmani dan rohani
- Tenaga kerja harus dalam kondisi
fit dan lolos MCU
- Pastikan tenaga kerja mengikuti
safety induction Pengawas
- Pekerja mendapatkan HSSE
Passport dan ID Badge
- Peralatan yang dibawa masuk
terdapat izin masuk dan keluar
material area kerja

- Pekerja terinfeksi Covid-19 - Wajib melakukan Swab/Rapid


- Kematian Test
- Pekerja dihentikan sementara - Menerapkan protokol kesehatan Pengawas
- Wajib melakukan DCU sebelum
masuk area kerja
- Sudah vaksin booster

- First Aid - Driver harus dalam keadaan Fit to


- Cidera Work
- Kecelakaan lalulintas - Driver sudah memiliki SIM kilang
- Pekerja terjatuh dari mobil yang masih berlaku
- Tertabrak dan menabrak - Patuhi rambu-rambu lalulintas
kendaraan lain didalam area Kilang RU IV Cilacap Pengawas
- Batas kecepatan maksimal 35
km/jam
- Batas maksimal penumpang
mengacu pada peraturan RU IV
Cilacap

- Peralatan tidak lolos inspeksi - Lengkapi peralatan dengan sertifikat


'- Operator tidak memiliki SIO yang masih - Operator harus memiliki kompetensi dan
berlaku surat ijin operasi yang masih berlaku terkait
dengan Pengawas
alat berat
- Kecelakaan lalu lintas - Driver sudah memiliki uji kompetensi
- Cidera - Maksimal pengangkatan 25kg/orang
- Peralatan ditolak masuk kilang - Lakukan Inspeksi material di
Check Point Pengawas

- Fatality - Inspeksi peralatan sebelum melakukan


- Lowback pain pekerjaan
- Terjatuh dan tergelincir - Pastikan pekerja mengangkat material
- Kejatuhan material dengan teknik manual handling yang benar
- Mata kemasukan serbuk yang dapat - Pastikan pekerja menggunakan APD yang
menyebabkan iritasi sesuai dengan pekerjaan
- Terjepit dan kejatuhan benda - Lakukan Toolbox Meeting sebelum
- Terjatuh dari ketinggian melakukan pekerjaan
- Kejatuhan material - Pastikan penempatan Scaffolding ditempat
- Mata kemasukan serbuk yang dapat yang aman dan tertata dengan rapi Pengawas
menyebabkan iritasi - Pastikan SIKA sudah disetujui
- Pastikan scaffolder berkompeten
- Pastikan Fit to Work sebelum melakukan
pekerjaan

- Fatality - Inspeksi peralatan sebelum melakukan


- Lowback pain pekerjaan
- Terjatuh dan tergelincir - Pastikan pekerja mengangkat material
- Kejatuhan material dengan teknik manual handling yang benar
- Mata kemasukan serbuk yang dapat - Pastikan pekerja menggunakan APD yang
menyebabkan iritasi sesuai dengan pekerjaan
- Terjepit dan kejatuhan benda - Lakukan Toolbox Meeting sebelum
- Terjatuh dari ketinggian melakukan pekerjaan
- Kejatuhan material - Pastikan penempatan Scaffolding ditempat
- Mata kemasukan serbuk yang dapat yang aman dan tertata dengan rapi
Pengawas
menyebabkan iritasi - Pastikan SIKA sudah disetujui
- Pastikan scaffolder berkompeten
- Pastikan Fit to Work sebelum melakukan
pekerjaan

- Kecelakaan lalu lintas - Driver sudah memiliki uji kompetensi


- Cidera - Maksimal pengangkatan 25kg/orang
- Peralatan ditolak masuk kilang - Lakukan Inspeksi material di Check Point
Pengawas
- Melakukan perapian tempat kerja sebelum - - Terpleset
meninggalkan area kerja - Tersayat
- Terjepit
- Terjatuh
- Kelelahan
- Ergonomi

DISTRIBUTION/DISTRIBUSI: PREPARED BY REVIEWED BY


- ASLI disimpan pelaksana pekerjaan DIBUAT OLEH DIPERIKSA OLEH
- SALINAN didistribusikan sesuai ketentuan SIKA Nama:Arief Rahmad P. Jabatan: Safety Officer Nama: Andy H Jabatan:QHSE
PERHATIAN! Manager
Pemberi dan Pelaksana kerja wajib memahami dan
menyosialisasikan potensi bahaya kepada seluruh pekerja.
Rencana mitigasi wajib dilaksanakan oleh pelaksana kerja di
bawah pengawasan pemberi kerja.

17/04/2024 17/04/2024
*) Wajib diisi jika JSA berkaitan dengan penerbitan izin kerja
**) APD Standar terdiri dari Safety Helmet, Masker (Saat Pandemi), Safety Gloves, Coverall (Pakaian Kerja), dan Safety Shoes
***) E: Eliminasi; S: Substitusi; Eng: Kontrol Enjiniring/Rekayasa; A: Kontrol Administratif; APD: Alat Pelindung Diri
- Terjatuh dari ketinggian - Pastikan tempat sampah berada diarea kerja
- Pekerja Terluka - Singkirkan material yang tidak terpakai
- Material dan sampah berantakan - Pastikan peralatan dirapikan pada
menyebabkan pencemaran lingkungan tempatnya
- Kumpulkan semua sisa material yang tidak
digunakan Pengawas
- Gunakan APD yang sesuai dengan
pekerjaan

APPROVED BY
DISETUJUI OLEH
Nama: Jabatan:

(Tanda Tangan & Tanggal)

Anda mungkin juga menyukai