Dongeng Timun Mas
Mbok Sirni hidup sebatang kara dan sangat menginginkan kehadiran seorang anak.
Suatu ketika, ia datang kepada seekor raksasa yang ada di dalam hutan untuk meminta
bantuannya agar dapat memiliki anak.Bukannya mengabulkan permintaan Mbok Srini,
raksasa tersebut justru memberikan sebuah biji yang diketahui ajaib. Biji tersebut kemudian
ditanam olehnya dan tumbuh menjadi sebuah timun berwarna emas. Rupanya timus tersebut
bukan sekadar timun biasa. Timun berwarna emas itu kemudian mengeluarkan seorang gadis
kecil cantik yang kemudian dirawat dan dinami Timun Mas oleh Mbok Srini. Sesuai dengan
keinginannya, Mbok Srini kemudian merawat Timun Mas dengan baik seperti anaknya
sendiri. Gadis kecil yang dirawat olehnya pun tumbuh dengan baik dan menjadi gadis yang
cantik.
Namun siapa sangka, dibalik pemberian biji ajaib yang diberikan raksasa, ada maksud
jahat yang dinginkan oleh makhluk bertubuh besar itu. Ia ingin ketika anak yang tumbuh dari
timun itu nantinya dikembalikan padanya untuk menjadi santapan. Tak pantang menyerah
dan merasa takut, Timun Mas bersama Mbok Srini terus berusaha untuk tetap hidup dan
melawan raksasa tersebut. Dengan kecerdikannya, Timun Mas berhasil mengalahkan raksasa
dan bertahan hidup seperti semula bersama Mbok Srini. Dari dongeng Timun Mas di atas,
pesan moral yang bisa disampaikan pada anak adalah untuk pantang menyerah dan jangan
menganggap remeh kerja keras seseorang meskipun berbeda status, fisik, hingga derajat.
Dongeng si kancil dan kura-kura
Dongeng pendek anak selanjutnya yang bisa dibaca oleh anak SD adalah cerita
tentang si kancil dan kura-kura. Dongeng ini mengisahkan seorang kancing yang begitu
sombong akan kemampuan berlarinya dan mengajak kura-kura untuk melakukan lomba lari
dengannya.Dengan penuh kerendahan hati dan percaya diri, kura-kura menerima ajakan
kancil untuk berlomba lari dengannya di dalam hutan tempat mereka tinggal. Keesokan
paginya, kancil dan kura-kura menuju kawasan hutan tempat lomba lari yang sudah dihadiri
oleh sekumpulan hewan lain yang akan menyaksikan. Keduanya pun memulai perlombaan
setelahnya.
Sesuai dengan perkiraan si kancil, ia berhasil lari dengan sangat cepat dan
mengalahkan kura-kura yang tertinggal di belakang. Mengetahui bahwa kura-kura masih
tertinggal jauh di belakang, kancil pun memutuskan istirahat sejenak di bawah pohon
rindang. Terlalu larut dalam suasana di sana, kancil tidak menyadari dirinya tertidur pula dan
membuat kura-kura berhasil melewatinya untuk lebih dulu sampai digaris finish. Dari
dongeng pendek anak di atas, pesan moral yang bisa diajarkan adalah untuk tetap rendah diri
mau sehebat apapun dirinya. Selain itu, anak juga diajarkan untuk tidak meremehkan
kemampuan orang lain dengan kemam
Dongeng kancil dan buaya
Cerita dimulai dari seekor kancil yang merasa lapar di tengah hutan dan berniat untuk
mencari makan untuk dirinya. Sampai akhirnya, ia melihat sebuah pohon apel yang begitu
lebat disebrang sungai dan membuatnya begitu menginginkan buah yang segar tersebut.
Namun karena jauhnya tempat apel itu berada, kancil pun merasa bingung karena tak ada alat
yang bisa ia gunakan untuk menyebrangi sungai. Dengan diselimuti rasa takut, akhirnya
kancil memberanikan diri mendekat ke arah tepi sungai yang diketahui menjadi tempat
perkumpulan para buaya. Melihat seekor kancil mendekat ke arah mereka, para buaya ini
ingin menyergap kancil dan membuat hewan kecil tersebut berteriak memohon kepada
sekumpulan buaya di hadapannya itu. Dengan kecerdikan yang dimilikinya, kancil
mengelabuhi buaya dengan menyebutkan bahwa raja hutan alias singa memintanya untuk
mengundang seluruh hewan di hutan dalam acara makan besar dan memintanya untuk
menghitung total buaya.
Sempat merasa ragu, namun karena kepiawaian kancil dalam berbicara membuat para
buaya mau berbaris sampai sebrang sungai. Kancil pun langsung menaiki satu persatu buaya
sambil berpura-pura menghitung. Sesampainya di sebrang sungai, kancil kemudian langsung
lari menjauh dan tertawa puas karena para buaya sudah mau mengantarkannya sampai ke
sebrang sungai untuk mendapatkan apel yang ia inginkan. Melihat kancil yang sudah lari
menjauh, tentu saja ini membuat sekumpulan buaya merasa marah dan berusaha mengejar
sang kancil. Namun sayang, kemampuan berlari kancil membuatnya berhasil melarikan diri
dari buaya. Dari dongeng pendek anak di atas, pesan moral yang bisa diajarkan pada anak
adalah untuk memanfaatkan kepandaian yang dimiliki dengan sebaik-baiknya agar tidak
merugikan orang lain disekitar
Dongeng keong mas
Dewi Galuh merupakan sosok gadis yang memiliki sifat pendengki dan tidak
menyukai saat Pangeran Inu Kertapati hendak melamar adiknya. Hal itu karena dirinya juga
menyukai sang Pangeran. Dewi Galuh kemudian pergi menemui nenek sihir untuk
membatalkan rencana pernikahan sang adik. Keesokan harinya, Candra Kirana tiba-tiba saja
menghilang dan berubah menjadi keong mas yang dilempar ke tengah lautan. Sihir tersebut
diketahui baru bisa hilang dan membuat Candra Kirana kembali ke wujud aslinya jika
Pangeran berhasil menemukannya. Namun, nenek sihir yang ditemui Dewi Galuh
mengatakan bahwa itu adalah hal yang mustahil.
Sejak saat itu, Keong Mas alias Candra Kirana hidup terombang-ambing di tengah lautan.
Sampai suatu ketika, seorang nenek yang diketahui sebagai nelayan menemukan dan
membawa pulang keong tersebut.
Nenek nelayan ini kemudian menyimpan keong yang ia temui di dalam tempayan.
Keesokan harinya, sang nenek mendapati banyak hidangan lezat. Meski merasa heran dengan
keberadaan makanan-makanan yang ada, namun ia tetap menyantap hidangan tersebut.
Setelah mencari tahu siapa yang memberikan semua makanan tersebut, sang nenek kemudian
mengetahui bahwa keong mas yang ia bawa tempo hari itu merupakan Candra Kirana, sosok
yang memberikan hidangan lezat padanya setiap hari. Nenek nelayan pun mendengarkan
setiap cerita Candra Kirana dan membiarkannya untuk tinggal bersamanya. Di tengah
perlakuan nenek sihir untuk mengelabuhi Pangeran, rupanya terdapat seorang kakek sakti
yang membantu Pangeran lepas dari jeratan sihir dan memberi tahu di mana keberadaan
Candra Kirana.
Saat itulah, kutukan dari nenek sihir padanya lenyap dan berhasil mempertemukan
Pangeran dengan Candra Kirana. Keong mas tadi pun berhasil berubah kembali ke wujud
semula dan membawanya pulang ke rumah. Kebohongan Dewi Galuh akhirnya terungkap
dan membuat sang kakak merasa malu. Meski perlakuan kakaknya tersebut sangatlah jahat,
namun Candra Kirana tetap memaafkan Dewi Galuh dan kemudian hidup bahagia bersama
Pangeran Inu Kertapati. Dari dongeng pendek di atas, pesan moralnya adalah untuk gigih dan
pantang menyerah. Kunci lainnya adalah tetap sabar dan percaya bahwa kejahatan akan kalah
dengan kebaikan
Dongeng persahabatan tikus dan singa
Merasa terganggu dengan ulah tikus, si raja hutan kemudian marah dan berniat untuk
memakan tikus kecil tersebut. Tentu saja ini membuat sang tikus merasa ketakutan dan
menangis meminta ampun. Meski dikenal sebagai raja singa, rupanya singa masih memiliki
rasa belas kasihan dan akhirnya memutskan untuk melepaskan tikus yang sudah
mengganggunya tadi. Setelah dilepaskan, tikus kemudian berterima kasih dan berjanji akan
membalas kebaikan singa padanya suatu hari nanti.
Sampai tibalah di mana tikus mendengar suara meringis dari sang singa. Hewan kecil
ini kemudian mencari tahu keberadaan singa yang sudah tertangkap jaring oleh pemburu.
Melihat hal itu, tikus pun langsung membantu singa dengan menggerogoti jaring hingga
putus. Beruntung, keduanya bisa kabur dan menyelamatkan diri masing-masing. Dari
dongeng pendek ini, pesan moralnya adalah tentang saling menolong antar sesama tanpa
memandang perbedaan. Selain itu, cerita ini juga mengajarkan kepada anak untuk membalas
kebaikan orang lain dengan tulus dan saling menolong sesama.
Dongeng Bawang Merah dan Bawang Putih
Meski namanya seperti kumpulan bahan makanan yang ada di dapur, namun nama ini
hanyalah sebuah perumpamaan yang diberikan kepada dua anak dengan dua kepribadian
berbeda. Cerita ini mengisahkan dua gadis cantik yang diberi nama Bawang Putih dan
Bawang Merah. Keduanya hidup bersama dengan orangtua masing-masing yang mana
mereka memiliki perbedaan karakter yang begitu terlihat jelas. Diksahkan bahwa sosok
Bawang Merah adalah gadis yang malas, sombong, tega, dan judes. Tidak seperti Bawang
Merah, karakter Bawang Putih diceritakan dengan sosok gadis lemah lembut, sabar, baik hati,
rajin, dan penuh kasih sayang. Bawang Putih hidup bersama dengan sang Papa yang
menikah kembali dengan Mama dari Bawang Merah. Menjadi ibu sambung dari dari Bawang
Putih, rupanya Bawang Merah dan sang Mama memiliki sifat yang tidak baik pada Bawang
Putih.
Di dalam cerita ini, Bawang Putih selalu dikisahkan menjadi gadis yang tertekan
karena ibu tiri dan saudara tirinya begitu jahat kepadanya. Keduanya hanya memanfaatkan
harta yang dimiliki Papa dari Bawang Putih dan keluarganya. Meski sudah diperlakukan
tidak baik, namun kebaikan dan kesabaran Bawang Putih membuatnya tetap berlaku baik dan
tidak membalas perlakuan yang diberikan oleh ibu tiri dan saudara tirinya itu. Bahkan,
Bawang Merah dan Mamanya berhasil memisahkan Bawang Putih dari seorang Pangeran
yang akan menikahinya. Hal ini karena Bawang Merah tidak terima bahwa Pangeran yang ia
sukai lebih memilih Bawang Putih daripadanya. Meski sempat terpisahkan, Bawang Putih
dan Pangeran tetap dipertemukan kembali dan akhirnya memutuskan menikah dan hidup
bahagia bersama. Dari dongeng anak satu ini, terdapat pesan moral yang bisa diajarkan pada
anak yakni tidak boleh membedakan kasih sayang antara anak satu dengan lainnya meskipun
anak tiri sekalipun. Selain itu, jadilah seperti Bawang Putih yang selalu berperilaku baik
kepada siapapun. Dengan begitu, nantinya akan membawa manfaat hidup untuk diri sendiri,
maupun orang lain
Dongeng anak gembala dan serigala
Selama menjalani tugasnya, majikan anak tersebut selalu berpesan padanya apabila
terdapat serigala yang mendekat, ia bisa berteriak meminta tolong kepada orang-orang desa
setempat. Memiliki rutinitas yang hanya menggembalakan domba di tepi hutan setiap hari
rupanya membuat anak itu merasa bosan. Sampai akhirnya terbesit dipikiran sang anak
gembala untuk melakukan tindakan tak terduga. Sang anak tiba-tiba berteriak, “Tolong! Ada
serigala di sini, tolong!” Mendengar teriakan anak tersebut, warga desa banyak yang datang
menghampiri dan berniat menolong anak tersebut dari serangan serigala. Namun
sesampainya di dekat sang anak, ternyata anak gembala hanya bercanda dan melakukannya
karena bosan. Melihat sang anak tertawa, warga pun kesal lalu kembali pulang.
Tak hanya dilakukan sekali, selang beberapa hari kemudian anak gembala kembali
melakukan kegiatan yang sama dengan berteriak meminta tolong. Lagi-lagi warga tertipu dan
kesal karena si anak gembala hanya tertawa melihat kekesalan warga yang berniat
menolongnya. Sampai pada suatu sore, datanglah segerombolan serigala dan langsung
memangsa domba yang digembalakannya. Merasa terancam dan ketakutan, si anak langsung
berteriak meminta tolong. Namun naasnya, kali ini tidak ada warga yang datang karena sudah
tidak percaya dengannya. Para serigala pun berhasil memangsa banyak domba dan membawa
masuk domba-domba yang ia jaga ke dalam hutan. Kejadian tersebut tentu membuat si anak
gembala menyesal dan tak akan mengulangi perbuatannya lagi. Dari dongeng pendek di atas,
pesan moral yang bisa diambil adalah untuk tidak berbohong. Sebab sekali saja berbohong,
maka tidak akan ada orang yang mau memercayaimu lagi. Jadi kesimpulannya, cerita di atas
mengajarkan anak tentang kejujuran kepada sesama, Ma.
Dongeng semut dan belalang
bahan makanan yang ia temukan untuk dikumpulkan dan disimpan di dalam sebuah
lubang yang ada di salah satu pohon. Meski panas yang terik dan hujan yang turun
membasahi tubuhnya, para semut ini tetap bekerja dengan giat. Tujuannya adalah untuk
mempersiapkan musim dingin nanti, sehingga para semut ini memiliki persediaan makanan
yang cukup untuk bertahan hidup. Melihat hal ini si belalang justru tertawa menegur
semut ,”Semut, kenapa kalian begitu rajin mengumpulkan makanan tanpa henti?”. Semut-
semut itu kemudian menjawab bahwa mereka tak ingin mati kelaparan saat musim dingin
nanti. Jawaban semut rupanya membuat belalang tertawa karena menurutnya, musim dingin
masih sangat lama. Sambil menikmati daun-daun yang tengah disantapnya, belalang ini
hanya menggeleng heran karena para semut yang begitu rajin mengumpulkan makanan.
Sepanjang musim panas dan musim-musim selanjutnya, belalang rupanya tetap
berleha-lea dan tidak mengumpulkan persediaan makanan yang nantinya akan sulit ia cari
saat sudah memasuki musim dingin. Sampai akhirnya musim dingin pun tiba dan
berlangsung lebih lama dari musim dingin sebelumnya. Merasa menyesali perbuatannya,
belalang yang hampir mati karena tidak memiliki cadangan makanan apapun langsung
menghampiri tempat peristirahatan semut dan meminta makanan kepada mereka. Meski
sempat mengabaikan belalang, namun para semut yang baik hati tidak tega melihat belalang
kelaparan itu akhirnya mau berbagi makanan dengannya. Dari dongeng ini, Mama bisa
memberi tahu pada anak bahwa hiduplah dengan giat dan tidak bermalas-malasan. Sesuatu
yang dikerjakan sedikit demi sedikit dan terus menerus tentu akan membuahkan hasil
memuaskan, dibanding jika menunda pekerjaan karena merasa masih cukup waktu
Dongeng putri rambut merah dan burung emas
Selanjutnya ada dongeng yang mengisahkan putri rambut merah dengan seekor
burung emas. Hiduplah seorang putri dengan rambut khas merahnya di dalam sebuah
kerajaan. Keindahan rambut sang putri rupanya menarik burung emas untuk bertandang ke
balkon kamarnya. Keduanya pun menjadi dekat, sampai melantunkan lagu pengantar tidur
untuk seluruh rakyatnya secara bersama. Berkat senandung sang putri, rakyat yang ada di
sekitar kerajaan selalu bermimpi indah hingga fajar menyingsing. Namun, semua tak
berlangsung lama dan berubah ketika penyihir jahat mengubah rambut merah putri menjadi
hitam. Putri kemudian merasa sangat sedih dan mencurahkan segala isi hatinya pada burung
emas. Suatu ketika, ada seorang pangeran datang ke istana dan memberikan sehelai rambut
merah milik sang putri. Rupanya, pangeran tersebut adalah teman semasa kecil putri.
Keberuntungan datang pada putri ketika rambutnya kembali berubah jadi warna merah,
setelah direndam oleh sang pangeran. Berkat ketulusan pangeran tersebut, kekuatan penyihir
jahat pun sirna. Akhrnya, sang pangeran memutuskan untuk menikahi putri rambut merah
dan seluruh rakyat pun menyambut berita pernikahan putri dan pangeran dengan riang
gembira. Dari dongeng di atas, pesan moral yang bisa anak dapatkan adalah kebaikan untuk
menolong seseorang akan mengalahkan kejahatan dari orang lain. Jadi, jangan ragu untuk
menolong sesama yang sedang sedih atau sedang membutuhkan ya!