FURUNKEL HIDUNG
028/C/VII/SOP/
Nomor :
PU/VI/2019
Terbit Ke : 01
SOP No.Revisi : 00
TanggalTerbit : 11 Juni 2019
Halaman : 1/2
UPT PUSKESMAS dr. RITA IDRIS,S.Ked
TURIKALE Nip.198101192006042011
1 Pengertian Furunkel pada hidung adalah infeksi dari kelenjar sebasea
atau folikel rambut yang melibatkan jaringan subkutan yang
terjadi pada hidung. Biasanya disebabkan oleh
Staphylococcus aureus. Penyakit ini memiliki insidensi yang
rendah. Belum terdapat data spesifik yang menunjukkan
prevalensi furunkel. Furunkel umumnya terjadi paling banyak
pada anak-anak, remaja sampai dewasa muda
2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk
penatalaksanaan pasien dengan furunkel pada hidung.
3. Kebijakan SK Kepala UPT Puskesmas Turikale Nomor 053/SK/PKM-
TKL/VI/2018 tentang Penyusunan Rencana Layanan Medis
4. Referensi Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
HK.02.02/Menkes/514/2015 tentang Panduan Praktik Klinis
Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat
Pertama
5. Prosedur Anamnesis
Keluhan
Pasien datang dengan keluhan adanya bisul di dalam
hidung.
Gejala adanya bisul di dalam hidung kadang disertai rasa
nyeri dan perasaan tidak nyaman. Kadang dapat disertai
gejala rhinitis
Faktor Risiko
- Sosio ekonomi rendah
- Higiene personal yang jelek
- Rhinitis kronis, akibat iritasi dari sekret rongga hidung.
- Kebiasaan mengorek-ngorek bagian dalam hidung.
Pemeriksaan Fisik dan Pemeriksaan Penunjang
Sederhana
Pemeriksaan Fisik
Pada lubang hidung tampak furunkel. Paling sering
terdapatpada lateral vestibulum nasi yang mempunyai
vibrissae (rambut hidung).
Pemeriksaan Penunjang: Tidak diperlukan
Penegakan Diagnosis (Assessment)
Diagnosis Klinis
Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis dan
pemeriksaan fisik.
Diagnosis Banding: -
Komplikasi
- Furunkel pada hidung potensial berbahaya karena
infeksi dapat menyebar ke vena fasialis, vena
oftalmika, lalu ke sinus kavernosus sehingga
menyebabkan tromboflebitis sinus kavernosus.
- Abses.
- Vestibulitis.
Rencana Penatalaksanaan Komprehensif (Plan)
Penatalaksanaan
- Kompres hangat dapat meredakan perasaan tidak
nyaman.
- Jangan memencet atau melakukan insisi pada
furunkel.
- Pemberian antibiotik topikal, seperti pemberian salep
antibiotik bacitrasin dan polmiksin B serta antibiotik
oral karena lokasi furunkel yang berpotensial menjadi
bahaya. Antibiotik diberikan dalam 7-10 hari, dengan
pemberian Amoxicilin 500 mg, 3x/hari, Cephalexin
250 – 500 mg, 4x/hari, atau Eritromisin 250 – 500 mg,
4x/hari.
- Insisi dilakukan jika sudah timbul abses.
Konseling dan Edukasi
Memberitahukan individu dan keluarga untuk:
- Menghindari kebiasaan mengorek-ngorek bagian
dalam hidung.
- Tidak memencet atau melakukan insisi pada furunkel.
- selalu menjaga kebersihan diri.
6 Bagan Alir
melakukan vital sign dan Menegakkan
pemeriksaan diagnose
fisik berdasarkan hasil pemeriksaan
Melakukan anamnesis pada pasien
menulis hasil anamnesa, pemeriksaan Memberikan
dan diagnosetata
ke rekam
laksanamedik
pada pasien sesuai hasil pemeriksaan
Menulis diagnose pasien ke buku register
7 Hal-hal yang perlu -
diperhatikan
8 Unit terkait Poli Umum
9 Dokumen terkait -
10 Rekam Histori No Yang diubah Isi Perubahan Tanggal Mulai
Perubahanan diberlakukan
2/2