Anda di halaman 1dari 5

FURUNKEL PADA HIDUNG

Dosen pembimbing : dr. Lusiana H,Sp.THT-KL

Disusun oleh:

Desti Emiliani (G1A217085)

PROGRAM STUDI PROFESI DOKTER

FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS JAMBI
Tingkat Kemampuan : 4A

Dokter umum mampu membuat diagnosis klinik dan melakukan penatalaksanaan penyakit
tersebut secara mandiri dan tuntas.

Defenisi

furunkulosis hidung adalah pembentukan abses superfisial yang dapat tumbuh disetiap
bagian hidung tidak berbeda secara materi dari proses yang sama dibagian tubuh lain.

Furunkel adalah infeksi akut folikel rambut oleh staphylococcus aureus. Faktor
predisposisi biasanya trauma dari mengorek hidung atau mengorek vibrissae hidung.

Patofisiologi

Suatu pintu masuk harus ada sebelum Staphylococcus aureus dapat masuk kejaringan
subepitelial tempat infeksi terjadi. Luka kecil, seperti akibat mengorek hidung, menyebabkan
luka pada folikel rambut dari vibrise hidung, sudah cukup untuk masuknya bakteri.

Penyakit diabetes dan penyakit yang menurunkan daya tahan tubuh seringkali disertai
oleh furunkulosis rekuren.

Hasil Anamnesis

 Pasien datang dengan keluhan adanya bisul di dalam hidung.

 Gejala adanya bisul didalam hidung kadang disertai rasa nyeri dan perasaan tidak
nyaman.
 Kadang dapat disertai gejala rhinitis

Pemeriksaan Fisik

 1. inspeksi

 Pada lubang hidung tampak furunkel. Paling sering terdapat pada lateral
vestibulum nasi yang mempunyai rambut hidung.

 2. Palpasi

 Nyeri

Pemeriksaan Penunjang

 Tidak diperlukan

Penegakan Diagnostik

 Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik.

Komplikasi

 Penyebaran infeksi ke vena fasialis, vena oftalmika, lalu ke sinus kavernosus


sehingga menyebabkan tromboflebitis sinus kavernosus.

 abses

Penatalaksanaan

Pengobatan furunkel terdiri dari kompres hangat, analgesik untuk menghilangkan rasa sakit,
dan antibiotik topikal dan sistemik yang diarahkan melawan staphylococcus. Jika terjadi
fluktuasi, sayatan dan drainase bisa dilakukan. Dalam hal apapun sebaiknya furuncle diperas atau
ditoreh sebelum waktunya karena bahaya penyebaran infeksi ke sinus kavernosa melalui
tromboflebitis vena.

• Non medikamentosa

• Kompres hangat

• Insisi jika telah timbul abses

• Medikamentosa

• Antibiotik topikal, seperti salep Bacitrasin dan polimiksin B

• Antibiotik oral selama 7-10 hari, amoksisilin 3x500 mg/hari atau eritromisin 4x250-500
mg/hari.
Perlengkapan untuk insisi

• Lampu kepala

• Spekulum hidung

• Skalpel atau jarum suntik ukuran sedang

• Kassa steril

• Klem

• Pinset Bayonet

• Larutan Povidon Iodin 7.5%

Tindakan Insisi yaitu membuat sayatan kecil di ujung permukaan Bisul dengan
menggunakan pisau steril (skapel/jarum suntik). Tujuannya untuk memberi jalan kepada
nanah, darah kotor dan jaringan mati pada Bisul tersebut agar lebih mudah dikeluarkan
(Drainase) secara tuntas.

EDUKASI

 menghindari kebiasaan mengorek-ngorek bagian dalam hidung

 tidak memencet atau melakukan insisi pada furunkel

 Selalu menjaga kebersihan

PROGNOSIS

Bonam

Beri Nilai