Nama Fitri Latifah Adani
Nim 2410852034
Prodi / Kelas Hubungan Internasional B
Mata kuliah Dasar – Dasar Logika
Dosen Pengampu Dr. Bob Alfiandi, S. Sos, M.Si
TEORI
Pengertian Teori
Teori, berasal dari bahasa Belanda "theorie," adalah suatu sistem yang terdiri dari
bagian-bagian atau variabel, definisi, dan dalil yang saling berhubungan untuk memberikan
pandangan sistematis mengenai fenomena tertentu. Labovitz dan Hagedorn mendefinisikan
teori sebagai ide pemikiran “pemikiran teoritis” yang mereka definisikan sebagai
“menentukan” bagaimana dan mengapa variabel-variabel dan pernyataan hubungan dapat
saling berhubungan. Menurut salah satu alhi yaitu Jonathan H. Turner, teori adalah sebuah
proses mengembangkan ide-ide yang dapat membantu mebjelaskan bagaimana dan mengapa
suatu peristiwa terjadi.
Secara umum, teori dapat diartikan sebagai kumpulan konsep yang menjelaskan
hubungan antara fakta-fakta atau variabel-variabel tertentu. Dalam konteks ilmiah, teori
dirumuskan berdasarkan metode ilmiah dan dapat berfungsi untuk menjelaskan, meramalkan,
serta menguasai fenomena tertentu. Teori berbeda dari ideologi; meskipun keduanya
berkaitan, teori bersifat lebih analitis dan empiris. Teori bertujuan untuk menjelaskan
hubungan antarvariabel dan sering digunakan dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan. Teori
juga bertujuan untuk menjelaskan fenomena alamiah atau sosial.
Teori dirumuskan, dikembangkan, dan dievaluasi menurut metode ilmiah. Ini berarti
bahwa teori harus dapat diuji dan dibuktikan melalui pengamatan dan eksperimen. Teori juga
merupakan suatu hipotesis yang telah terbukti kebenarannya. Manusia membangun teori
untuk menjelaskan, meramalkan, dan menguasai fenomena tertentu. Sebuah teori membentuk
generalisasi atas banyak pengamatan dan terdiri atas kumpulan ide yang koheren dan saling
berkaitan.
Elemen dalam Teori
1. Konsep
Konsep adalah ide yang diekspresikan dengan simbol atau kata. Dalam ilmu alam,
konsep sering kali menggunakan simbol matematis, sedangkan dalam ilmu sosial
lebih banyak menggunakan kata-kata.
2. Lingkup (Scope)
Lingkup teori mencakup konsep-konsep yang bersifat abstrak dan konkret. Teori
dengan konsep abstrak dapat diaplikasikan pada fenomena sosial yang lebih luas.
3. Hubungan (Relationship)
Teori menjelaskan bagaimana konsep-konsep berhubungan serta berinteraksi satu
sama lain, sering kali dalam bentuk pernyataan sebab-akibat. Ini dapat diuji melalui
hipotesis.
Fungsi Teori
Secara umum fungsi teori sebagai berikut :
1. Menjelaskan gejala-gejala baiksecara ilmiah maupun sosial
2. Sebagai landasan dalam merumuskan sebuah hipotesis.
3. Membantu dalam memprediksi hasil dan mengontrol variable-variabelyang terlibat.
4. Mengoganisasikan butir-butir informasi terkait fenomena yang diteliti.
5. Mempertajam atau mengkhususkan fakta yang dipelajari.
Daftar pustaka
Neuman, W.L. (2003). Social Research Methods: Qualitative & Quantitative Approach.
London: Sage.
John W. Creswell, (1993). Research Design: Qualitative & Quantitative Approach. London:
Sage.