0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
31 tayangan5 halaman

Mobile VCT untuk Penanggulangan HIV/AIDS

kak mobile vct

Diunggah oleh

Afivahdwi 15
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
31 tayangan5 halaman

Mobile VCT untuk Penanggulangan HIV/AIDS

kak mobile vct

Diunggah oleh

Afivahdwi 15
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PEMERINTAH KABUPATEN MOJOKERTO

DINAS KESEHATAN
UPT PUSKESMAS TROWULAN
Jalan Raya Trowulan No.179 Mojokerto, Kode Pos 61362 Jawa Timur
Email : pkm.trowulan@gmail.com Telp. 0857-3221-5650

KERANGKA ACUAN
PEMERIKSAAN MOBILE VCT

A. PENDAHULUAN
Perkembangan epidemi HIV-AIDS dan IMS di dunia telah menyebabkan
HIV-AIDS menjadi masalah global dan merupakan salah satu masalah kesehatan
masyarakat di Indonesia. Dalam rangka mempercepat akselerasi upaya
penanggulangan HIV dan AIDS di Indonesia, sangatlah penting untuk
memadukan upaya pencegahan dengan upaya perawatan, dukungan serta
pengobatan dimana keduanya merupakan komponen penting dan saling
melengkapi.
Berdasarkan laporan UNAIDS 2006 menunjukkan bahwa orang dengan
HIV/AIDS yang hidup 39,4 juta orang, dewasa 37,2 juta penderita,anak-anak
dibawah usia 15 tahun berjumlah 2,3 juta penderita.Sedangkan di kawasan Asia
Pasifik terjadi peningkatan yang cukup tajam, termasuk di Indonesia. (Pedoman
pengembangan jejaring layanan dukungan, perawatan dan pengobatan
HIV/AIDS Dep-Kes RI Ditjen P2PL 2007)
Berdasarkan laporan situasi perkembangan HIV dan AIDS di Indonesia
sampai dengan 30 Juni 2010, secara komulatif jumlah kasus AIDS yang
dilaporkan adalah 21.770 kasus yang berasal dari 32 provinsi dan 300
kabupaten/kota. Cara penularan kasus AIDS komulatif dilaporkan melalui
hubungan seks heteroseksual (49,3%), Injecting Drug User atau IDU (40,4%),
hubungan seks sesama lelaki (3,3%), dan perinatal (2,7%). (Rencana
operasional promkes dalam pengendalian HIV-AIDS,Kemenkes RI 2011 ).
Kecenderungan menunjukkan bahwa Indonesia dalam waktu dekat akan
beresiko mengalami epidemi yang lebih besar. Peningkatan kasus penularan HIV
di kalangan kelompok beresiko di beberapa daerah di Indonesia menjadi salah
satu indikator potensi kenaikan yang cukup mengkhawatirkan. Dan ditambah
ketidaktahuan akan perilaku beresiko tinggi penularan HIV dan IMS serta tidak
pedulinya memeriksakan diri karena belum ada keluhan menyebabkan penularan
IMS dan HIV akan semakin meningkat dan membongkar kasus-kasus HIV yg ada
di bawah akan sulit dilakukan.
B. LATAR BELAKANG
Program penanggulangan IMS dan HIV/AIDS telah berjalan di Indonesia
kurang lebih selama 20 tahun sejak ditemukannya kasus AIDS yang pertama
pada 1987. Jumlah kasus kumulatif HIV/AIDS di Bali mencapai 13.621kasus
sampai dengan februari 2016, dimana sebagian besar kasus terdapat di
Denpasar sebanyak 5.333 (40 %) kasus. Hingga kini program penanggulangan
telah berkembang pesat meliputi pencegahan hingga pengobatan, perawatan
dan dukungan. Perkembangan program ini menunjukkan pula pemahaman yang
lebih baik para penyelenggara dan pelaksana program terhadap persoalan IMS
dan HIV/AIDS serta berkembangnya ragam, besaran dan percepatan respon
untuk mengatasinya.
Akan tetapi penularan virus HIV terus meningkat, estimasi yang dibuat
belum bias tercapai, ini menyatakan bahwa masih ada kasus-kasus yang belum
terungkap. Kurangn disadarinya risiko penularan IMS dan HIV/AIDS oleh
kelompok beresiko serta rendahnya kesadaran untuk mengetahui status HIVnya
yang ditunjukkan dengan masih cukup besarnya kasus AIDS yang ditemukan
pada stadium lanjut di Rumah Sakit sehingga menyebabkan tingginya tingkat
kematian kasus AIDS merupakan isu strategis yang digunakan sebagai sasaran
respon pengendalian epidemi HIV dan AIDS.
Meningkatkan kesadaran dan pengetahuan mengenai penyakit menular ini
melalui pendidikan dan advokasi masyarakat menjadi hal yang utama. Tujuannya
untuk mencegah penyebaran epidemi ini lebih luas lagi. Kalau tidak, maka
stigma, diskriminasi dan ketidaktahuan akan tetap menjadi kendala bagi upaya
penanggulangan lebih jauh.
Infeksi Menular Sexual (IMS) merupakan satu diantara penyebab penyakit utama
di dunia dan telah memberikan dampak luas pada masalah kesehatan, sosial
ekonomi di banyak negara. Pada tahun 1991, WHO telah mempublikasikan suatu
rekomendasi penatalaksanaan pasien IMS yang bersifat paripurna, yang secara
luas berkaitan dengan; upaya pengnggulangan, pencegahan dan program-
program perawatan untuk IMS dan infeksi HIV.
Keberadaan virus HIV dan AIDS telah menarik perhatian dunia terhadap
penanggulangan dan pemberantasan IMS. Terdapat kaitan erat antara
penyebaran IMS dan penularan HIV, baik IMS yang ulseratif maupun non
ulseratif, telah terbukti menularkan HIV melalui hubungan sekual.
Sebagian besar kasus HIV dan AIDS terjadi pada kelompok perilaku
beresiko tinggi yang merupakan kelompok yang dimarjinalkan, maka program-
program pencegahan danpengendalian HIV dan AIDS memerlukan pertimbangan
keagamaan, adat-istiadat dan norma-norma masyarakat yang berlaku disamping
pertimbangan kesehatan. Penularan dan penyebaran HIV dan AIDS sangat
berhubungan dengan perilaku beresiko, oleh karena itu pengendalian harus
memperhatikan faktor-faktor yang berpengaruh tehadap perilaku tersebut.
Pekerja seks baik langsung maupun tak langsung (seperti : kafe,spa,dll) adalah
salah satu kelompok resiko tinggi penularan virus HIV. Mengingat waktu kerja
mereka lebih banyak di malam hari dan istirahat di siang hari maka jadwal untuk
memeriksakan diri mereka sangat jarang dilakukan.
Sehubungan dengan hal tersebut, maka sangat diperlukan layanan mobile
klinik IMS dan VCT untuk mengakomodir kebutuhan kelompok resiko seperti ini.
Sehingga perkembangan HIV/AIDS di Kota Denpasar akan bias ditekan.
Pengungkapan kasus sedini mungkin sehingga sesegera mungkin dapat
ditanggulangi sekaligus membantu pencegahan penularan kepada masyarakat
lain.

C. TUJUAN
1. Memperluas upaya pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS pada
ibu hamil.
2. Mempermudah masyarakat untuk mendapatkan akses ke semua layanan
baik informasi, edukasi, terapi atau dukungan psikososial
3. Meningkatkan penemuan kasus sedini mungkin
4. Meningkatkan upaya pemberian terapi sesegera mungkin
5. Meningkatkan kualitas layanan VCT dan IMS di Puskesmas

D. TATA NILAI
Tata nilai yang diterapkan pada UPT Puskesmas Trowulan adalah “BerAKHLAK”
“Berorientasi Pelayanan Akuntabel Kompeten Harmonis Loyal Adaptif Kolaboratif”

E. CARA KEGIATAN
1. Petugas klinik VCT/IMS puskesmas merencanakan kegiatan untuk
melakukan pemeriksaan populasi kunci diluar gedung .
2. Petugas klinik VCT menginformasikan kepada petugas laboratorum untuk
melaksanakan pemeriksaan diluar gedung dan diluar jam kerja.
3. Petugas laborat dan Petugas VCT/IMS melaporkan ke kepala puskesmas.
4. Petugas membuat surat perintah tugas dari kepala puskesmas dan
membawa daftar lokasi.
5. Petugas laboratorium menyiapkan alat dan reagen pemeriksaan.
6. Petugas VCT melakukan konselor dan meminta persetujuan pasien untuk
melakukan pemeriksaan laboratorium.
7. Petugas laborat mengambil spesimen pasien setelah pasien menandatangani
inform consed.
8. Petugas melakukan pemeriksaan sesuai dengan prosedur parameter
pemeriksaan laboratorium yang diminta.
9. Petugas laboratorium membawa limbah sisa pemeriksaan ke puskesmas
untuk dilakukan pemisahan dan pengolahan limbah.
10. Petugas laboratorium menulis hasil pemeriksaan di form hasil pemeriksan
dan di register pasien VCT/IMS.
11. 11.Petugas mengirim hasil ke petugas klinik VCT/IMS yang meminta
pemeriksaan.

F. PESERTA
a. Tim dari Puskesmas
b. Panti pijet
1. Pengorganisasian / Pelaksana Kegiatan
Penanggung jawab kegiatan : Koordinator UKS / Kesehatan Remaja
Pelaksana: Koordinator UKM Promkes

No Pihak Terkait Uraian Tugas


1 Lintas Program
a. laboratorium Pemeriksaan
2 Lintas Sektor
a. camat Membantu mengkoordinasi

G. TEMPAT
Kecamatan Trowulan

H. WAKTU
Kegiatan ini dilakukan pada 12 Juli 2023 dan 27 Juni 2023.
No Jenis BULAN
KETERANGAN
Kegiatan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1. Mobile V V
VCT

Mengetahui,
KEPALA UPT PUSKESMAS TROWULAN,
Pelaksana Program HIV

APRILIA YUSIFA DEWI


NIP.-

Anda mungkin juga menyukai