0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
33 tayangan53 halaman

Pedoman Penulisan Karya Ilmiah STIPAK

Diunggah oleh

sintabessie78
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
33 tayangan53 halaman

Pedoman Penulisan Karya Ilmiah STIPAK

Diunggah oleh

sintabessie78
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KATA PENGANTAR

Penulisan karya ilmiah di Perguruan Tinggi (PT), seperti makalah, tugas akhir, skripsi, tesis, dan
disertasi terus berubah mengikuti perkembangan zaman. Buku Pedoman Penulisan Karya Ilmiah
(PPKI) STIPAK Malang edisi 2019 disusun untuk menjawab kebutuhan dunia penulisan karya ilmiah di
PT yang terus berubah.

Buku PPKI ini disusun dengan prinsip dapat memberikan pedoman umum sekaligus petunjuk praktis
dalam menulis. Dengan demikian, selain berisi pertimbangan-pertimbangan umum dan mendasar tentang
menulis karya ilmiah, buku ini juga ditulis menggunakan teknik menulis yang akan digunakan sebagai
rujukan dalam menulis. Untuk itu, mulai dari halaman pertama sampai halaman terakhir, buku ini ditata
sedemikian rupa, sehingga diharapkan dapat menjawab setiap pertanyaan pembaca tentang bagaimana
prinsip dan teknis menulis pesan tertentu.

Karena buku PPKI ini berisi pedoman umum dan petunjuk praktis tentang bagaimana menulis,
diharapkan buku ini sudah digunakan sebagai rujukan oleh mahasiswa sejak awal kuliah. Misalnya saat
mengerjakan tugas-tugas perkuliahan, seperti membuat makalah. Dengan demikian, ketika menulis
skripsi, tesis, dan disertasi nanti, mahasiswa sudah terbiasa menulis sesuai ketentuan STIPAK.

Buku PPKI STIPAK disusun sebagai hasil kerja kolektif para dosen STIPAK. Oleh karena itu, terima
kasih tak terhingga diucapkan kepada bapak/ibu dosen yang telah ikut memberikan ide dalam penerbitan
buku PPKI ini. TUHAN memberkati pelayanan kita, demi kemajuan STIPAK Malang.

Malang,.......Desember 2019
Ketua STIPAK Malang

Dr. Lidia Susanti, S.P., M.P

1
DAFTAR ISI

Halaman
KATA PENGANTAR 1
DAFTAR ISI 2
BAB I. PENDAHULUAN
A. Pengertian dan Tujuan Penulisan Karya Ilmiah 4
B. Jenis Karya Tulis Ilmiah 4
1. Makalah 4
2. Skripsi 5
3. Tesis 5
4. Disertasi 6
5. Artikel Jurnal 6
C. Jenis Penelitian 7
1. Penelitian Kuantitatif 7
2. Penelitian Kualitatif 7
3. Penelitian Pengembangan 8
4. Penelitian Tindakan 8

BAB II. TEKNIK PENULISAN KARYA ILMIAH


A. Penanda Bab 9
B. Panjang Kalimat dan Alinea 9
C. Pengutipan 10
D. Menulis Daftar Rujukan 11

BAB III. MENULIS MAKALAH


A. Judul Makalah 13
B. Pendahuluan 13
1. Latar Belakang Masalah. 13
2. Rumusan Masalah 14
3. Tujuan Penulisan 14
C. Pembahasan 14
D. Penutup 14
E. Daftar Rujukan 15

BAB IV. MENULIS PROPOSAL PENELITIAN

A. Judul Penelitian 15
B. Pendahuluan 16
1. Latar Belakang Masalah 16
2. Batasan Masalah dan Fokus Penelitian 17
3. Rumusan Masalah 17
4. Tujuan Penelitian 18
5. Asumsi Penelitian 18
6. Hipotesis Penelitian 18
7. Manfaat Penelitian 19
8. Penjelasan Istilah 19
9. Penelitian Sebelumnya 19

2
C. Kajian Teori dan Kajian Pustaka
1. Kajian Teori 19
2. Kajian Pustaka 20

D. Metode Penelitian 20
1. Metode Penelitian Proposal Kuantitatif 20
2. Metode Penelitian Proposal Kualitatif 20

BAB V. MENULIS INTI LAPORAN HASIL PENELITIAN


A. Inti Hasil Penelitian 22
B. Pendahuluan 22
C. Kajian Teori atau Kajian Pustaka 22
D. Metode Penelitian 23
E. Penyajian dan Analisis Data 23
1. Penyajian dan Analisis Data Kuantitatif 23
2. Penyajian dan Analisis Data Kualitatif 23
F. Hasil Pembahasan Hasil Penelitian 24
G. Penutup 25
1. Simpulan 25
2. Saran 25
H. Daftar Rujukan 25

BAB IV. MENULIS PELENGKAP LAPORAN HASIL PENELITIAN


A. Unsur Pelengkap Laporan Hasil Penelitian 26
B. Teknis Menulis Unsur Pelengkap Laporan Hasil Penelitian 26

DAFTAR LAMPIRAN
A. Syarat Pengetikan. 28
B. Logo STIPAK Malang 29
C. Contoh Halaman Depan Skripsi 30
D. Contoh Halaman Depan Tesis 31
E. Contoh Tanda Persetujuan.. 32
F. Contoh Pernyataan Persyaratan 33
G. Contoh Tanda Persetujuan Layak Ujian 34
H. Contoh Abstrak 35
I. Contoh Kata Pengantar 37
J. Contoh Daftar Isi 38
K. Contoh Daftar Tabel 40
L. Contoh Daftar gambar 41
M. Daftar Lampiran 42
N. Contoh Pernyataan Keaslian tulisan 43
O. Contoh Daftar Riwayat Hidup 44
P. Contoh Daftar Rujukan 45

3
BAB I
PENDAHULUAN

A. Pengertian dan Tujuan Penulisan Karya Ilmiah


Penulisan karya ilmiah merupakan salah satu ciri pokok kegiatan akademik di perguruan
tinggi (PT). Karya ilmiah adalah karya tulis atau bentuk lainnya, yang dikembangkan dengan
cara ilmiah. Pengembangannya mengikuti pedoman yang telah diakui dalam bidang ilmu
pengetahuan.
Melalui pembuatan karya ilmiah, masyarakat akademik di PT dapat mengomunikasikan
informasi, gagasan, kajian dan hasil penelitian mereka. Di pihak lain, masyarakat pengguna
dapat mengambil manfaat dari karya ilmiah tersebut.
Untuk pelaporan karya ilmiah tertulis, diperlukan pedoman. Pedoman penulisan karya
ilmiah (PPKI) berfungsi untuk menuntun penulis dalam berpikir dan menulis secara ilmiah, serta
memudahkan pembaca dalam memahami isi tulisan.

B. Jenis Karya Tulis Ilmiah


Di PT kurang lebih terdapat lima jenis karya tulis ilmiah. Lima jenis karya tulis ilmiah
tersebut adalah makalah, tugas akhir, skripsi, tesis, disertasi, dan artikel jurnal. Setiap jenis karya
tulis ilmiah memiliki peruntukan, ada pula yang memiliki peruntukan dan penjenjangan.
Makalah adalah karya tulis tugas dari dosen untuk mahasiswa peserta kuliah, juga untuk
disajikan di forum ilmiah. Tugas akhir adalah karya ilmiah sebagai syarat untuk menyelesaikan
pendidikan pada jenjang diploma. Skripsi adalah karya ilmiah sebagai syarat untuk
menyelesaikan pendidikan pada starta 1 (S1). Tesis adalah karya ilmiah sebagai syarat untuk
menyelesaikan pendidikan pada strata 2 (S2). Disertasi adalah karya ilmiah untuk menyelesaikan
pendidikan pada strata 3(S3). Artikel jurnal adalah karya ilmiah, baik penelitian maupun non
penelitian, sebagai persyaratan untuk menyelesaikan pendidikan S1, S2, dan S3, (PPKI UM,
2017).

1. Makalah
Salah satu bentuk karya tulis ilmiah yang umum dibuat oleh warga PT adalah makalah.
Secara umum kata makalah diartikan sebagai karya tulis, apa pun bentuk karya tulis itu. Dalam
Kamus Umum Bahasa Indonesia oleh Poerwadarminta, (1995:622), kata makalah diartikan
sebagai: "karangan (dl surat kabar dsb)".

4
Dalam konteks karya ilmiah, kata makalah dimaknai secara khusus. Di Universitas
Negeri Malang (UM) misalnya, dalam buku PPKI UM (2017:5) dikatakan, “Makalah adalah
karya tulis yang memuat pemikiran tentang sesuatu masalah atau topik tertentu yang ditulis
secara sistematis dan runtut dengan disertai analisis yang logis dan objektif".
Penulisan makalah di PT antara lain untuk dua keperluan. Pertama, untuk memenuhi
tugas perkuliahan yang diberikan oleh dosen. Kedua, untuk disajikan di forum ilmiah, seperti
seminar, diskusi panel, lokakarya, dan sejenisnya, (PPKI UM, 2017).

2. Skripsi
Skripsi termasuk salah satu bentuk tugas akhir mahasiswa dalam mengikuti kuliah S1.
Kata skripsi antara lain dimaknai sebagai, "minithesis to obtain dokterandus degre", (Echols dan
Shadily: 2003:521). Pesan yang terkandung dalam pemaknaan di atas adalah skripsi lebih
sempit, tidak seluas dan sedalam tesis.
Dalam PPKI UM, (2017:1), skripsi diartikan sebagai berikut.
Skripsi adalah karya ilmiah yang menunjukkan kemampuan mahasiswa S1
dalam mengkaji implikasi pengembangan atau implementasi ilmu pengeta-
huan dan teknologi yang memerhatikan dan menerapkan nilai humaniora
sesuai dengan keahliannya berdasarkan kaidah, tata cara, dan etika ilmi-
ah dalam rangka menghasilkan solusi, gagasan, desain, karya, atau kritik
seni.

Dari pengertian skripsi yang dikemukakan di atas, dapat disimpulkan bahwa pembuatan
skripsi lebih fokus pada kajian terhadap implikasi dan implementasi ilmu pengetahuan bagi
masyarakat. Hasil kajian tersebut antara lain, dan terutama, berupa pemecahan masalah
kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari.
Fokus dari skripsi juga berdampak pada persyaratan jumlah kata. Untuk STIPAK Duta
Harapan disepakati, bagian inti skripsi, dari pendahuluan sampai kesimpulan dan saran,
minimal berjumlah 10.000 kata.

3. Tesis
Jika skripsi adalah salah satu bentuk tugas akhir mahasiswa dalam mengikuti kuliah S1,
maka tesis adalah tugas akhir utama mahasiswa dalam mengikuti kuliah S2. Dalam bahasa
Inggris, kata tesis (thesis) diartikan sebagai, "a long piece of writing on a particular subject,
especially one that is done for a higher college or university degree: a doctoral thesis (= for a
PhD)", (Cambridge Advanced Learners Dictionary: 2008:1508).

5
Tesis adalah karya tulis ilmiah mahasiswa S2, yang lebih fokus pada pengembangan
kemampuan berpikir logis, sistematis, kritis, dan kreatif tentang realitas kehidupan. Melalui
kemampuan berpikir tersebut, diharapkan mahasiswa menghasilkan konsep yang berguna untuk
memecahkan masalah dalam masyarakat, serta mampu memublikasikannya.
Fokus tesis juga berdampak pada persyaratan jumlah kata. Untuk STIPAK Duta
Harapan, disepakati, bagian inti tesis minimal berjumlah 20.000 kata.

4. Disertasi
Disertasi adalah salah satu bentuk tugas akhir utama mahasiswa dalam mengikuti kuliah
S3. Dalam bahasa Inggris kata disertasi (dissertation) diartikan sebagai," a long piece of writing
on a particular subject, especially one that is done as a part of course at college or university",
(Cambridge Advanced Learners Dictionary: 2008:407)
Jika tesis lebih fokus pada upaya menghasilkan konsep untuk perkembangan ilmu
pengetahuan, teknologi, dan seni, maka disertasi menjangkau lebih jauh dari upaya
menghasilkan konsep. Lewat disertasi diharapkan akan dihasilkan teori baru, yang bermafaat
bagi perkembangan ilmu pengetahuan.
Fokus dari disertasi juga berdampak pada persyaratan jumlah kata. Untuk STIPAK Duta
Harapan, disepakati, bagian inti disertasi minimal berjumlah 30.000 kata.

5. Artikel Jurnal
Artikel jurnal adalah artikel ilmiah yang ditulis dengan format khusus untuk dimuat di
jurnal. Terdapat dua bentuk artikel jurnal, yakni artikel hasil penelitian, dan artikel non
penelitian. Artikel penelitian adalah artikel yang ditulis berangkat dari satu hasil penelitian,
sedangkan artikel non penelitian adalah artikel yang menelaah suatu obyek berdasarkan teori
maupun hasil penelitian tertentu yang relevan, (PPKI UM, 2017).
Di STIPAK Duta harapan, artikel jurnal oleh mahasiswa adalah artikel hasil penelitian.
Hasil penelitian dimaksud adalah hasil penelitian pembuatan skripsi, tesis, dan disertasi dari
setiap mahasiswa.
Panjang artikel yang dipersyaratkan oleh setiap jurnal mungkin ada yang sama dengan
jurnal lainnya, mungkin ada pula yang berbeda. Oleh karena itu, penulis jurnal perlu mencermati
persyaratan jumlah halaman atau jumlah kata dari jurnal yang dituju.

6
C. Jenis Penelitian
Pada awalnya, jenis penelitian yang populer di kalangan akademik adalah penelitian yang
saat ini dikenal dengan sebutan penelitian kuantitatif. Seiring perjalanan waktu dan
perkembangan ilmu pengetahuan, lahirlah penelitian yang dikenal dengan sebutan penelitian
kualitatif. Dalam perkembangannnya, terdapat ilmuan yang berusaha memadukan dua jenis
penelitian tersebut, dan disebut Mixed Methods, (Tashakkori dan Teddlie, 2003).
Belakangan ini muncul sejumlah jenis penelitian yang berada di antara penelitian
kuantitatif dan kualitatif. Dua di antaranya adalah penelitian tindakan dan penelitian
pengembangan, (Setiosary dan Widijoto, 2007).

1. Penelitian Kuantitatif
Dalam Cambridge Advanced Learners Dictionary, (2008:1162), kata kuantitatif
(quantitative) dijelaskan sebagai berikut, "adjective SPEZIALIZED relating to numbers or
amounts: quantitatif analysis". Merujuk pada penjelasan di atas, secara singkat dapat dikatakan
bahwa istilah kuantitatif berkaitan dengan angka. Dengan kata lain, penelitian kuantitatif pada
dasarnya adalah penelitian yang bertumpu pada perhitungan di atas angka.
Wujud konkrit perhitungan di atas angka dalam penelitian kualitatif adalah penggunaan
statistik sebagai alat utama analisis data. Statistik dimaksud, mencakup statistik deskriptif,
statistik inferensial, statistik parametris, dan statistik nonparametris, (Sugiyono, 2017).

2. Penelitian Kualitatif
Dalam Cambridge Advanced Learners Dictionary, (2008: 1162), kata kualitatif
(qualitative) dijelaskan dari dua sisi sebagai berikut, "relating to how good or bad something
is.....relating to what some thing or some one is like". Dari dua pengertian istilah kualitatif di
atas, penelitian kualitatif lebih tepat dimaknai sebagai penelitian tentang seperti apa makna
sesuatu kenyataan.
Tidak seperti penelitian kuantitatif yang mengandalkan angka dalam menganalisis data,
penelitian kualitatif lebih mengandalkan kata-kata. Dengan kata lain, dalam penelitian kualitatif,
analisis data berupa deskripsi narasi berbasis kata-kata minim angka, (Taylor dan Bogdan dalam
Suyanto dan Sutinah, 2015).

7
3. Penelitian Pengembangan
Penelitian pengembangan adalah jenis penelitian yang populer di PT penghasil tenaga
kependidikan, baik guru, maupun non guru. Melalui penelitian pengembangan, akan dihasilkan
produk-produk pengembangan tertentu bagi keperluan dunia pendidikan. Produk dimaksud,
misalnya buku pelajaran dan kurikulum muatan lokal.
Sebagai sistem, penelitian pengembangan memiliki sejumlah komponen dan tahap
pengembangan. Komponen dan tahap tersebut adalah produk pengembangan, validasi produk,
dan uji coba produk. Validasi dilakukan oleh ahli yang relevan, misalnya ahli materi, ahli
rancangan, dan ahli media. Sedangkan uji coba terdiri atas uji coba individu, uji coba kelompok
kecil, dan uji coba kelompok besar.

4. Penelitian Tindakan
Seperti halnya penelitian pengembangan, penelitian tindakan adalah jenis penelitian yang
juga populer di PT penghasil tenaga kependidikan, khususnya tenaga guru. Melalui penelitian
tindakan, akan dihasilkan tindakan yang teruji efektif dan efisien untuk mengatasi masalah
tertentu dalam pemelajaran.
Hal-hal yang diteliti berkisar pada kemponen pemelajaran, khususnya penataan materi,
dan pilihan cara pemelajaran. Termasuk di dalam pilihan cara pemelajaran adalah pilihan
strategi, model, pendekatan, metode, dan media pemelajaran.

8
BAB II
TEKNIK PENULISAN KARYA ILMIAH

A. Penanda Bab
Dalam penulisan karya ilmiah, setiap bab baru dimulai dengan halaman baru. Jika bab
memiliki subbab, hindari penulisan judul subbab di bagian akhir halaman.
Tentang penanda bab dan subbab pada penulisan karya ilmiah, dikenal dua cara. Cara
pertama adalah kombinasi antara angka Romawi dan angka Latin. Cara kedua adalah kombinasi
antara angka Romawi, huruf besar, angka Latin, huruf kecil, dan simbol.
Pada cara pertama, penulisan judul bab, misalnya, menggunakan angka Romawi satu (I),
dua (II), dan seterusnya. Selanjutnya subbab menggunakan angka Latin satu (1.), dua (2.) dan
seterusnya. Jika subbab 1 dan 2 memiliki subbab lagi, maka digunakan angka Latin satu, titik
satu (1.1) serta dua titik satu (2.1), dan seterusnya. Jika subbab 1.1 dan 2.1 masih memiliki
subbab lagi, digunakan angka Latin satu, titik satu, titik satu (1.1.1) dan dua, titik satu, titik satu
(2.1.1). Demikian seterusnya.
Pada cara kedua, penulisan judul bab menggunakan angka Romawi satu (I). Selanjutnya
subbab menggunakan abjat a besar (A.), b besar (B.), dan seterusnya.
Jika sub bab A. dan B. memiliki subbab, maka digunakan angka Latin satu (1.), dua (2.),
dan seterusnya. Jika subbab 1. dan 2. memiliki subbab, maka digunakan huruf kecil dimulai dari
a kecil (a.), b kecil (b.) dan seterusnya.
Jika subbab a. dan b. memiliki subbab, maka digunakan simbol. Simbol dimaksud
misalnya segi tiga, segi empat, bintang, lingkaran, dan sejenisnya
Di STIPAK Malang, disepakati penggunaan cara kedua. Subbab dan turunannya ditulis
rata kanan. Penulisan PPKI ini menggunakan cara kedua. Sila dicermati untuk dijadikan rujukan
dalam menulis karya ilmiah.

B. Panjang Kalimat dan Alinea


Jumlah kata dalam setiap kalimat dan jumlah kalimat dalam setiap alinea penulisan karya
ilmiah akan berpengaruh pada efektifitas dan efisiensi pilihan kata oleh penulis. Selain itu, juga
akan berpengaruh pada efektifitas dan efisiensi pembaca dalam memahami inti pesan tulisan.
Sebagai rambu-rambu untuk penulisan kalimat, satu kalimat antara 8 sampai 16 kata
sudah bisa memuat sabuah pesan mikro. Sedangkan untuk penulisan alinea, satu alinea antara 2
sampai 5 kalimat sudah bisa memuat sebuah pesan makro. Jika lebih dari batas maksimal

9
tersebut, pilihan kata dan susunan kalimat cenderung menjadi tidak fokus dan tidak mudah
dipahami oleh pembaca.

C. Pengutipan
Salah satu ciri dari penulisan karya ilmiah adalah terdapat sumber bahan tulisan yang
dijadikan rujukan dan dikutip. Sumber yang dirujuk dan dikutip dalam penulisan karya ilmiah
adalah buku (termasuk di dalamnya Skripsi, tesis, dan disertasi), artikel jurnal, maupun tulisan di
media massa. Tentang media massa, yang dimaksud dengan media massa di sini adalah koran,
tabloid, dan majalah.
Terdapat tiga hal penting yang perlu diperhatikan dalam mengutip karya ilmiah. Tiga hal
tersebut adalah jenis sumber kutipan, jumlah sumber kutipan, dan cara mengutip.

1. Jumlah dan Jenis Sumber Kutipan


Jumlah sumber kutipan amat tergantung pada jenis tulisan. Jenis tulisan yang dimaksud
adalah makalah, skripsi, tesis, dan disertasi. Tentang jenis rujukan, untuk STIPAK Malang
disepakati, sumber rujukan terbanyak adalah buku dan jurnal. Dua jenis sumber rujukan tersebut
hendaknya sebanding.
Tentang jumlah sumber rujukan, untuk STIPAK Malang disepakati hal-hal sebagai berikut.
Untuk makalah minimal 10 sumber rujukan. Untuk skripsi minimal 20 sumber rujukan. Untuk
tesis minimal 30 sumber rujukan. Untuk disertasi minimal 40 sumber rujukan. Selain itu,
terdapat keseimbangan jumlah antara jenis sumber rujukan, khususnya antara buku dan jurnal.

2. Cara Mengutip
Dalam penulisan karya ilmiah terdapat dua cara dalam melakukakan kutipan sumber
rujukan, yakni kutipan langsung dan kutipan tidak langsung. Kutipan langsung adalah kutipan
apa adanya dari kata-kata dan kalimat dari sumber yang dijadikan rujukan. Sedangkan kutipan
tidak langsung adalah kutipan isi sumber rujukan, dengan menggunakan kata-kata dan kalimat
penulis karya ilmiah sendiri.
Terdapat kesepakatan dalam dunia tata tulis karya ilmiah sebagai berikut. Jika penulisan
sumber kutipan tak langsung ditempatkan di depan kutipan, penulisan diawali dengan nama
belakang penulis, diikuti kurung buka ( ( ), tahun terbit, dan diakhiri kurung tutup ( ) ). Jika
ditempatkan di belakang kutipan, penulisan diawali dengan kurung buka, nama belakang
penulis, tahun terbit, dan kurung tutup.

10
Sedangkan penulisan sumber kutipan langsung di depan kutipan, penulisan diawali
dengan nama belakang penulis, kurung buka, tahun terbit, angka halaman yang dikutip, dan
diakhiri kurung tutup. Jika ditulis di belakang kutipan, penulisan diawali dengan kurung buka,
diikuti nama belakang penulis, tahun terbit, angka halaman yang dikutip, dan kurung tutup.
Dalam hal kutipan langsung, bila panjang kutipan kurang dari 40 kata, maka jarak dan
spasi mengikuti tata tulis bukan kutipan. Jika kutipan langsung lebih dari 40 kata, maka kutipan
ditulis tersendiri, keluar dari alur tulis penulis karya ilmiah. Penulisannya tanpa tanda kutip,
ditulis masuk dua ketuk, dengan jarak 1 spasi. Sedangkan identitas sumber rujukan ditulis
mengikuti tata tulis kutipan langsung, baik ditulis di depan atau di belakang kutipan.
Selain itu, bisa terjadi, dalam pengutipan langsung
, penulis tidak mengutip utuh satu paragraf, melainkan hanya mengutip bagian tertetu dari
paragraf tersebut. Bila demikian, maka di antara dua atau lebih kalimat kutipan ditandai dengan
lima titik (. ).
Terkait sumber rujukan, dapat terjadi, sumber yang dirujuk juga merujuk pada sumber
lainnya. Bila ini yang terjadi, maka nama belakang penulis pertama yang ditulis terlebih dahulu,
sebelum nama sumber kutipan. Sedangkan penulisan tahun dan halaman kutipan, mengikuti
teknik penulisan kutipan langsung maupun tidak langsung.
Berbagai bentuk cara mengutip sebagaimana dikemukakan di atas digunakan dalam
penulisan PPKI ini. Contoh kutipan-kutipan dimaksud sudah disajikan di bab-bab awal buku ini.
Silakan dicermati dan dijadikan rujukan dalam menulis.
Agar lolos uji plagiasi, hendaknya penulisan karya ilmiah lebih banyak menggunakan
kutipan tidak langsung dengan memaksimalkan penggunaan kata-kata penulis karya ilmiah
sendiri. Kata-kata yang digunakan adalah kata-kata yang merupakan padanan kata dari penulis
sumber rujukan.

D. Menulis Daftar Rujukan


Daftar rujukan adalah daftar yang berisi karya-karya yang dirujuk dalam penulisan karya
ilmiah. Karya-karya rujukan tersebut bisa berupa buku, artikel jurnal, maupun tulisan di media
massa.
Tentang buku dan jurnal sebagai rujukan, unsur-unsur daftar rujukan buku adalah nama
penulis, tahun terbit, judul buku, kota terbit, dan nama penerbit. Sedangkan unsur-unsur daftar
rujukan jurnal adalah nama penulis, tahun terbit, judul artikel, nama jurnal, valume dan nomor
jurnal, serta halaman artikel.

11
Khusus tentang tahun terbit, untuk STIPAK Malang disepakati, sumber rujukan
maksimal berusia 10 tahun. Waktu 10 tahun dihitung dari tahun penulisan karya ilmiah, kecuali
buku text klasik yang sudah tidak terbit lagi.
Dalam menulis nama penulis, jika penulis memiliki lebih dari satu nama, maka nama
terakhir yang ditulis lengkap, sedangkan nama kedua dan seterusnya disingkat. Jika penulis
lebih dari satu orang, semua nama penulis dicantumkan dengan cara yang sama. Urutannya
disesuaikan dengan urutan nama di buku atau jurnal.
Tidak tertutup kemungkinan, yang dirujuk oleh penulis karya ilmiah adalah berita yang
ditulis oleh wartawan, yang namanya berupa inisial. Jika demikian, penulisan nama inisial
tersebut ditulis apa adanya dalam penulisan daftar rujukan.
Unsur-unsur yang ditulis dalam daftar rujukan media massa relatif sama dengan unsur-
unsur buku dan jurnal. Unsur-unsur yang ditulis dalam daftar rujukan media massa meliputi
nama penulis, tanggal terbit, bulan terbit, tahun terbit, nama media massa, serta volume untuk
tabloid dan majalah.
Teknis menulis daftar rujukan yang dikemukakan di atas berlaku untuk semua jenis
tulisan ilmiah. Mulai dari makalah, tugas akhir, skripsi, tesis, sampai disertasi.
Cara menulis rujukan buku, jurnal, dan media massa dapat dilihat di daftar rujukan buku
PPKI ini. Selain itu, contoh-contoh relatif lengkap tentang cara merujuk juga dijadikan lampiran
dari buku ini. Silakan dicermati untuk dijadikan rujukan dalam menulis karya ilmiah.

12
BAB III
MENULIS MAKALAH

A. Judul Makalah
Judul makalah amat tergatung pada tujuan atau untuk apa makalah ditulis. Pada
umumnya makalah dibuat atas permintaan pihak-pihak tertentu. Oleh karena itu, judul makalah
akan menyesuaikan dengan pihak peminta.
Dalam konteks perkuliahan, makalah dibuat atas permintaan dosen. Mungkin dosen
memberikan tema tertentu, dan mahasiswa diminta untuk membuat judul dari tema tersebut.
Atau bisa juga dosen memberikan langsung judul kepada mahasiswa.
Bagaimana pun cara mendapatkannya, judul makalah akan fokus memuat pesan, jika
panjang judul tidak lebih dari 16 kata. Pemenggalan kata-kata dalam menulis judul hendaknya
ditata agar setiap pasangan kata mewakili konsep yang utuh, tanpa kehilangan unsur estetika.

B. Pendahuluan
Pada dasarnya isi makalah terdiri atas pendahuluan, pembahasan, dan penutup.
Pendahuluan ditempaatkan sebagai bab I makalah.
Pada umumnya bagian pendahuluan makalah terdiri atas 3 hal. Tiga hal tersebut adalah
latar belakang, rumusan masalah, dan tujuan penulisan.

1. Latar Belakang Masalah


Latar belakang penulisan makalah berisi hal-hal substantif yang mendorong perlunya
penulisan makalah. Hal dimaksud terkait dengan kesenjangan antara harapan dan kenyataan.
Harapan bersifat teoritis, sementara kenyataan adalah fakta dalam kehidupan sehari-hari.
Latar belakang dapat ditulis berangkat dari cara berpikir deduktif (dari umum ke khusus),
dapat pula dari cara induktif (dari khusus ke umum). Hal umum dimaksud misalnya teori,
peraturan, dan undang-undang, sedangkan hal khusus adalah kenyataan di lapangan. Apapun
pilihan cara menulis, tulisan akan memudahkan pembaca dalam menangkap inti pesan jika
tulisan ditata logis dan sistematis.

13
2. Rumusan Masalah
Berangkat dari latar belakang masalah, inti masalah ditetapkan. Dengan demikian dapat
dikatakan bahwa rumusan masalah adalah penetapan inti masalah. Terdapat dua kemungkinan
luasnya inti masalah, yakni masalah yang relatif luas, dan masalah yang relatif sempit. Jika
masalahnya luas, maka akan memudahkan penulisan bila penetapan masalah dipilah menjadi
satu masalah umum, dan beberapa masalah khusus. Sedangkan jika inti masalah relatif sempit,
maka penetapan masalah langsung ke inti masalah, tanpa penetapan masalah umum. Mungkin
saja terdapat beberapa inti masalah, sehingga terdapat beberapa rumusan masalah.
Untuk mempertegas fokus penulisan makalah, penetapan inti masalah menggunakan
kalimat tanya. Konkritnya menggunakan kata-kata awal seperti bagaimanakah, apakah,
siapakah, dan sejenisnya. Agar rumusan masalah fokus ke inti masalah, panjang setiap rumusan
masalah tidak lebih dari 16 kata.

3. Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan adalah pernyataan tentang apa yang hendak dicapai melalui penulisan
makalah. Jika penetapan masalah menggunakan kalimat tanya, maka tujuan penulisan
menggunakan kalimat pernyataan. Dengan kata lain, tujuan penelitian adalah penulisan ulang
inti masalah dengan menata ulang kalimat pertanyaan ke kalimat pernyataan.

C. Pembahasan
Bagian pembahasan dalam penulisan makalah ditempatkan pada bab II. Inti pembahasan
dalam penulisan makalah adalah upaya untuk menjawab rumusan masalah, guna mencapai
tujuan penulisan. Oleh karena itu, urutan pembahasan akan mengikuti urutan rumusan masalah
dan tujuan penulisan makalah.
Pada pokoknya, setiap unit pembahasan akan terdiri atas tiga bagian. Tiga bagian
tersebut adalah teori, kesenjangan teori dan harapan, serta ide tentang cara menjembatani
kesenjangan tersebut. Pembahasan berisi argumentasi tentang efektifitas dan efisiensi dari ide
yang digunakan untuk menjembatani kesenjangan teori dan kenyataan.

D. Penutup
Bagian penutup dalam penulisan makalah ditempatkan pada bab III. Penutup dalam
penulisan makalah berisi simpulan dan saran. Pada dasarnya simpulan dan saran adalah
penulisan ulang pembahasan secara singkat dan padat.

14
Pada simpulan, tidak lagi dikemukakan argumentasi menggunakan teori bagi pemecahan
masalah, melainkan hasil akhir dari penggunaan teori. Sedangkan saran berisi pesan singkat
tentang siapa dan apa yang sebaiknya dilakukan terkait simpulan.

E. Daftar Rujukan
Teknik menulis daftar rujukan dalam penulisan makalah sesuai dengan teknik penulisan
daftar rujukan yang telah dikemukakan dalam bab teknik penulisan. Jumlah sumber rujukan
dalam penulisan makalah minimal sepuluh, namun jumlahnya dapat bertambah, sejalan dengan
semakin meluas dan mendalamnya tujuan penulisan.

15
BAB IV
MENULIS PROPOSAL PENELITIAN

A. Judul Penelitian
Dalam konteks penelitian untuk karya ilmiah sebagai tugas akhir di PT, proposal
penelitian dapat merupakan produk dari matakuliah yang terkait dengan penelitian. Matakuliah
dimaksud misalnya Penulisan Karya Ilmiah, Metodologi Penelitian, dan Seminar Proposal
Penelitian. Meskipun demikian, dapat terjadi, judul penelitian berubah setelah mahasiswa
berkonsultasi pada dosen pembimbing karya ilmiah. Bahkan dalam penelitian kualitatif, judul
penelitian dapat berubah berkali-kali, tergantung kondisi lapangan penelitian.
Apa pun dan dari mana pun judul penelitian diperoleh, panjang judul penelitian tidak
lebih dari 16 kata. Pemenggalan kata-kata dalam menulis judul pun hendaknya ditata agar setiap
pasangan kata mewakili konsep yang utuh, tanpa kehilangan unsur estetika.

B. Pendahuluan
Pada pokoknya proposal penelitian terdiri atas pendahuluan, kajian teori atau kajian
pustaka, serta metode penelitian. Pendahuluan dijadikan bab I, kajian teori atau kajian pustaka
bab II, dan metode penelitian bab III.
Pendahulaun pada proposal penelitian terdiri atas 9 bagian. Sembilan bagian tersebut
adalah latar belakang masalah, batasan masalah atau fokus penelitian, rumusan masalah, tujuan
penelitian, asumsi penelitian, hipotesis penelitian, manfaat penelitian, penjelasan istilah, dan
penelitian sebelumnya. Dalam penelitian pengembangan, dikemukakan pula spesifikasi produk.

1. Latar Belakang Masalah


Masalah adalah kesenjangan antara harapan dan kenyataan, atau antara teori dan praktik.
Pada latar belakang masalah, dijelaskan faktor pendorong dilakukannya penelitian. Faktor
pendorong tersebut adalah faktor kesenjangan antara harapan dan kenyataan, atau antara teori
dan praktik.
Penulisan latar belakang masalah dapat dimulai secara deduktif, dapat pula secara
induktif. Penulisan secara deduktif adalah penulisan yang dimulai dari teori, sedangkan
penulisan secara induktif adalah penulisan yang dimulai dari kenyataan lapangan.
Sebagai rambu-rambu, dalam penelitian kuantitatif, penulisan latar belakang cenderung
dimulai secara deduktif, sedangkan dalam penelitian kualitatif dimulai secara induktif. Dengan

16
kata lain, penulisan latar belakang pada penelitian kuantitatif berangkat dari teori, sedangkan
penelitian kualitatif berangkat dari fenomena di lapangan.
Dalam penulisan latar belakang masalah, sekaligus dapat pula dilakukan kajian teori atau
kajian pustaka. Dengan demikian, kajian teori atau kajian pustaka tidak dilakukan di bagian
tersendiri. Di STIPAK Malang disepakati, penulisan kajian teori atau kajian pustaka dijadikan
bab tersendiri.

2. Batasan masalah dan Fokus Penelitian.


Istilah batasan masalah dan fokus penelitian memiliki makna dan fungsi yang sama. Dua
pasangan istilah tersebut datang dari jenis penelitian yang berbeda, dan bermakna mengawal
penelitian agar tidak jauh melebar atau meluas tanpa arah.

a. Batasan Masalah
Istilah batasan masalah adalah istilah khas penelitian kuantitatif. Batasan masalah dalam
penelitian kuantitatif terkait dengan jangkauan teori. Pernyataan batasan masalah dalam
penelitian kuantitatif terutama menyangkut variabel-variabel masalah yang akan diteliti.
Andaikan terdapat 8 variabel dalam suatu masalah, peneliti dapat membatasi hanya 4
varibel misalnya. Diharapkan, melalui batasan masalah penelitian, hasil penelitian terkait
variabel yang dipilih akan lebih mendalam, (Sugiyono, 2017).

b. Fokus Penelitian
Istilah fokus penelitian adalah istilah khas penelitian kualitatif. Fokus penelitian
diperlukan dalam penulisan proposal kualitatif untuk membatasi ruang lingkup penelitian.
Pembatasan diperlukan lebih awal, sebelum rumusan masalah, karena gejala-gejala
dalam penelitian kualitatif bersifat menyeluruh. Setiap gejala dipandang memiliki keterkaitan
dengan gejala lainnya, dan tak bisa dipisah-pisahkan begitu saja. Tidak seperti halnya penelitian
kuantitatif, di mana variabel penelitian, telah membatasi ruang lingkup penelitian. Fokus
penelitian menyangkut hal-hal seperti orang, tempat, waktu, peristiwa, dan substansi (Sugiyono,
2017).

3. Rumusan Masalah
Rumusan masalah adalah pertanyaan tentang apa yang akan diteliti. Dengan kata lain,
pada kalimat rumusan masalah akan terdapat kata tanya. Kata tanya dimaksud misalnya
bagaimanakah, apakah, siapakah, dan adakah.

17
Dalam penelitian kuantitatif, rumusan masalah relatif permanen sejak dirumuskan dan
penelitian berlangsung, hingga penulisan laporan. Sedangkan dalam penelitian kualitatif, terbuka
luas kemungkinan rumusan masalah berubah sesuai perubahan judul penelitian dan hasil kajian
kondisi lapangan, (Moleong, 2017).
Agar rumusan masalah fokus ke inti masalah, kalimat rumusan masalah hendaknya tidak
terlalu panjang. Untuk STIPAK Malang, disepakati,panjang setiap rumusan masalah tidak lebih
dari 16 kata.

4. Tujuan Penelitian
Jika rumusan masalah adalah pertanyaan tentang apa yang akan diteliti, maka tujuan
penelitian adalah pernyataan tentang apa yang akan dicapai. Dengan kata lain, jika rumusan
masalah menggunakan kalimat pertanyaan, maka tujuan penelitian mengunakan kalimat
pernyataan.
Karena tujuan penelitian merujuk pada rumusan masalah, maka jumlah tujuan penelitian
akan sama dengan jumlah rumusan masalah, dan dapat berubah mengikuti perubahan rumusan
masalah. Demikian juga jumlah kata dalam tujuan penelitian akan relatif sama dengan jumlah
kata dalam rumusan masalah.

5. Asumsi Penelitian
Istilah asumsi (assumption) diartikan sebagai, "something that you accept as true without
question or proof", (Cambridge Advanced Learners Dictionary, 2008:79). Istilah asumsi
penelitian adalah istilah khas penelitian kuantitatif. Itupun jika diperlukan, baru ditulis. Dalam
penelitian kualitatif tidak dibuat asumsi penelitian, karena penelitian kualitatif berangkat dari
realitas sesungguhnya, bukan dari anggapan yang diyakini benar.

6. Hipotesis Penelitian
Istilah hipoteisis (hypothesis) diartikan sebagai, "an idea or explanation for some thing
that is based on known facts but has not yet been proved", (Cambridge Advanced Learners
Dictionary, 2008:710). Seperti halnya istilah asumsi, istilah hipotesisi juga merupakan istilah
khas penelitian kuantitatif.
Dalam penelitian kualitatif juga terdapat hipotesis, namun hipotesis tidak ditulis pada
proposal. Hipotesis pada penelitian kualitatif dibuat dan digunakan, lalu dibuat dan digunakan
lagi sesuai kebutuhan lapangan saat pelaksanaan penelitian, (Alwasilah, 2017).

18
7. Manfaat Penelitian
Setiap penelitian memiliki dua manfaat utama. Dua manfaat tersebut adalah manfaat
teoritis dan manfaat praktis. Manfaat teoritis adalah manfaat terkait pengembangan ilmu
pengetahuan. Sedangkan manfaat praktis adalah manfaat bagi perbaikan kehidupan sehari-hari,
baik oleh pribadi dalam profesi tertentu, maupun oleh lembaga.

8. Penjelasan Istilah
Untuk menyamakan persepsi antara peneliti dan pihak-pihak terkait, istilah-istilah yang
dapat menimbulkan perbedaan penafsiran dijelaskan secara singkat dan padat. Penjelasan dapat
merujuk ke sumber-sumber tertentu, atau sesuai apa yang dipersepsi oleh peneliti. Istilah-istilah
yang perlu dijelaskan terutama istilah-istilah yang digunakan dalam judul penelitian dan
rumusan masalah. Penjelasan lebih luas dan mendalam disajaikan dalam kajian teori atau kajian
pustaka

9. Penelitian Sebelumnya
Guna meminimalisir kemungkinan tidak lolos uji plagiasi, dijelaskan penelitian
sebelumnya yang relevan dengan proposal penelitian. Penelitian sebelumnya yang dijadikan
rujukan adalah yang tingkatnya setara. Proposal skripsi merujuk skripsi, proposal tesis merujuk
tesis, demikian juga proposal disertasi.

C. Kajian Teori dan Kajian Pustaka


Istilah kajian teori dan kajian pustaka memiliki makna yang sama, namun fungsinya
berbeda. Perbedaan fungsi tersebut terkait dengan jenis penelitian, yakni penelitian kuantitatif
dan penelitian kualitatif.
Dalam penulisan proposal, kajian teori atau kajian pustaka dapat disajikan sebagai bagian
dari latar bekalang masalah, dapat pula dijadikan bagian tersendiri dalam bentuk bab. Untuk
STIPAK Malang disepakati, kajian teori dan kajian pustaka dijadikan bagian tersendiri dalam
bentuk bab.

1. Kajian Teori.
Istilah kajian teori adalah istilah khas penelitian kuantitatif. Dalam kajian teori
dikemukakan teori-teori yang melahirkan hipotesis, yang akan diuji melalui pembuatan karya
ilmiah. Agar teori yang dikaji memiliki relevansi yang akurat dengan penelitian, teori yang
dikaji merujuk pada judul penelitian, rumusan masalah, dan tujuan penelitian.

19
2. Kajian Pustaka
Istilah kajian pustaka adalah istilah yang dipandang tepat untuk penelitian kualitatif.
Dipandang tepat untuk penelitian kualitatif, karena hakikat penelitian kualitatif bukan menguji
teori, melainkan menghasilkan teori dan produk ilmiah setara teori. Produk ilmiah setara teori di
bidang pendidikan, misalnya strategi dan model pembelajaran. Selain itu, juga menghasilkan
konsep sebagai komponen teori.
Untuk menjaga konsistensi kajian pustaka, rujukan utama isi kajian pustaka adalah judul
penelitian, rumusan masalah, dan tujuan penelitian. Ketika judul penelitian, tujuan penelitian,
dan rumusan masalah berubah, isi kajian pustaka konsisten menyesuaikan.
Dalam kajian pustaka, teori dikaji untuk tiga fungsi. Tiga fungsi tersebut sebagai berikut.
a. Menjelaskan persepsi peneliti tentang fokus penelitian.
b. Sebagai rujukan dalam trianggulasi data penelitian.
c. Sebagai rujukan dalam pembahasan hasil penelitian.

D. Metode Penelitian
Perbedaan antara metode kuantitatif dan kualitatif menyebabkan isi metode penelitian
dalam pembuatan proposal untuk dua jenis penelitian tersebut juga berbeda. Perbedaan terjadi
pada pilihan rancangan penelitian, penetapan sumber data, penetapan metode pengumpulan data,
dan teknik analisisi data.

1. Metode Penelitian Proposal Kuantitatif


Pada pokoknya, metode penelitian dalam proposal penelitian kuantitatif berisi penjelasan
tentang bagaimana data dikumpulkan, diolah, dan disimpulkan. Hal-hal yang dikemukakan
dalam proposal penelitian kuantitatif meliputi jenis metode penelitian, nama metode penelitian,
populasi dan sampel, instrumen penelitian, teknik pengumpulan data, dan teknik analisis data.

2. Metode Penelitian Proposal Kualitatif


Karena karakteristik penelitian kualitatif berbeda dari penelitian kuantitatif, maka
terdapat sejumlah perbedaan pada proposal penelitian kualitatif. Pada proposal penelitian
kualitatif dikemukakan jenis metode penelitian, nama metode penelitian, lokasi penelitian,
instrumen penelitian, subyek penelitian, teknik pengumpulan data, teknik analisis data, dan
teknik uji keabsahan data.

20
E. Daftar Rujukan.
Teknik menulis daftar rujukan pada proposal penelitian sama dengan semua bentuk
tulisan karya ilmiah. Teknik menulis daftar rujukan dapat dilihat pada daftar rujukan dan
lampiran dari buku PPKI ini. Silakan dicermati dan dijadikan rujukan dalam menulis karya
ilmiah.

21
BAB V
MENULIS INTI LAPORAN HASIL PENELITIAN

A. Inti Hasil Penelitian


Terdapat dua bagian dalam penulisan karya ilmiah, yakni bagian pelengkap dan bagian
inti. Bagian pelengkap misalnya sampul, daftar isi, kata pengantar, daftar tabel, lembar
persetujuan, pernyataan keaslian, ringkasan, ucapan terima kasih, lampiran, dan riwayat hidup.
Sedangkan bagian inti adalah pendahuluan, kajian teori atau kajian pustaka, metode penelitian,
panyajian dan analisis data, hasil penelitian, pembahasan hasil penelitian, penutup, dan daftar
rujukan.
Dalam menulis inti laporan hasil penelitian, penulisan dibagi menjadi 6 bab. Enam bab
tersebut adalah bab I untuk pendahuluan, bab II untuk kajian teori atau kajian pustaka, bab III
untuk metode penelitian, bab IV untuk penyajian dan analisis data, bab V untuk hasil dan
pembahasan hasil peneltian, dan bab VI untuk penutup.

B. Pendahuluan
Secara bertahap penelitian dilakukan bertolak dari proposal. Oleh karena itu, dalam
penulisan hasil penelitian akan terdapat bagian tertentu dari proposal yang ditulis ulang sebagai
bagian dari hasil penelitian. Konkritnya, bagian pendahuluan dan kajian teori atau kajian pustaka
pada laporan hasil penelitian relatif sama dengan dengan proposal penelitian.
Mungkin saja dalam pelaksanaan penelitian, terjadi perubahan dari apa yang ditulis
dalam proposal. Pada kasus demikian, penulisan pendahuluan serta kajian teori atau kajian
pustaka disesuaikan dengan perubahan terakhir dari proposal penelitian.
Seperti halnya proposal penelitian, bagian pendahuluan laporan penelitian berisi hal-hal
sebagai berikut: (1) latar belakang masalah; (2) batasan penelitian (khusus penelitian kuantitatif);
(3) fokus penelitian (khusus penelitian kualitatif); (4) rumusan masalah, (5) tujuan penelitian; (6)
asumsi dan hipotesis penelitian (khusus penelitian kuantitatif); dan (7) spesifikasi produk
(khusus penelitian pengembangan).

C. Kajian Teori atau Kajian Pustaka


Sebagaimana telah dikemukakan di atas, isi kajian teori atau kajian pustaka pada laporan
penelitian sama dengan isi proposal penelitian. Jika terjadi perubahan kajian teori atau kajian
pustaka ketika penelitian dilaksankan, maka perubahan tersebut disesuaikan dalam penulisan
laporan penelitian.

22
D. Metode Penelitian
Jika penulisan kajian teori atau kajian pustaka relatif sama dengan apa yang ditulis di
proposal penelitian, tidak demikian halnya penulisan metode penelitian. Penulisan metode
penelitian berisi penjelasan tentang pelaksanaan hal-hal yang telah direncanakan dalam proposal
penelitian. Salah satu indikator dari perbedaan tersebut adalah tidak lagi digunakan kata "akan"
dalam penulisan laporan penelitian, karena kata itu bermakna rencana.

E. Penyajian dan Analisisi Data


Pada bagian penyajian dan analisis data, seluruh data yang terpilih dan terkumpul
disajikan dalam bentuk terstruktur dan sistematis, dimaknai, dan disimpulkan. Penyajian dan
analisisi data akan berbeda antara penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif.

1. Penyajian dan Analisis Data Kuantitatif


Pada penelitian kuantitatif, penyajian dan analisisi data berwujud penyajian keseluruhan
data, perhitungan menggunakan rumus statistik, serta pemaknaan hasil perhitungan berdasarkan
hipotesis. Bertolak dari hasil perhitungan tersebut, dibuat kesimpulan, apakah hipotesis diterima
atau ditolak. Penyajian dan analisis data merujuk pada proposal penelitian.

2. Penyajian dan Analisis Data Kualitatif


Penyajian dan analisis data penelitian kualitatif sesuai fokus penelitian kualitatif yang
berisi unsur tempat, orang, waktu, peristiwa, dan substansi. Dengan kata lain, bagian awal dari
penyajian data penelitian kualitatif adalah narasi menyeluruh dan mendalam tentang lokasi
penelitian.
Setelah penyajian data lokasi penelitian, disajikan data terpilih, baik dari subyek
penelitian, hasil observasi, maupun kajian dokumenter. Penyajian data terpilih berwujud narasi
pengantar, narasi substansi, dan narasi kesimpulan. Narasi pengantar adalah narasi dari penulis
tentang kondisi subyek penelitian dan sumber data.
Narasi substansi adalah narasi tentang temuan penelitian, baik temuan hasil observasi,
hasil pemeriksaan dokumen, maupun hasil wawancara terpilih, yang relevan dengan rumusan
masalah dan tujuan penelitian. Pada narasi substansi, dapat dibuat narasi kutipan dari dokumen,
maupun pernyataan-pernyataan terpilih dari subyek penelitian.

23
Narasi kesimpulan adalah narasi pemaknaan secara singkat dan padat terhadap narasi
substansi. Pemaknaan ini merupakan pemaknaan oleh peneliti terhadap hal-hal yang
dikemukakan dalam narasi substansi.
Dalam penelitian kualitatif dikenal istilah data display. Terdapat dua pilihan cara dalam
displai data, yakni data disajikan seluruhnya di bagian penyajian dan analisisi data, atau
disajikan sebagai lampiran pada laporan penelitian. Untuk STIPAK Malang disepakati, displai
data ditempatkan pada lampiran laporan penelitian.

F. Hasil dan Pembahasan Hasil Penelitian


Pada bagian hasil penelitian, apa yang telah ditulis pada penyajian dan analisis data
dirangkum dan dan dibahas, dengan merujuk pada masing-masing-masing rumusan masalah dan
tujuan penelitian. Dengan kata lain, jumlah hasil dan pembahasan hasil penelitian akan sama
dengan jumlah rumusan masalah atau jumlah tujuan penelitian.
Mengingat terdapat perbedaan mendasar antara penelitian kuantitatif dan penelitian
kualitatif, maka pembahasan hasil penelitian antara kedua jenis penelitian tersebut pun tidak
sama. Ketidaksamaan tersebut terutama terkait dengan perlakuan terhadap teori yang sudah ada.
Pada penelitian kuantitatif, pembahasan hasil penelitian adalah pemaknaan penelitian
sesuai teori yang relevan, atau sesuai hasil penelitian sebelumnya. Wujud konkrit dari
pemaknaan tersebut adalah pemecahan masalah yang ada di luar rumusan masalah dan tujuan
penelitian, dengan menggunakan hasil penelitian. Juga dilakukan pengintergrasian hasil
penelitian dengan hasil penelitian sebelumnya, maupun teori yang sudah ada.
Sedangkan pada penelitian kualitatif, selain pemecahan masalah yang ada di luar
rumusan masalah dan tujuan penelitian, pemaknaan hasil penelitian juga memodivikasi teori
yang sudah ada. Bahkan memunculkan teori baru, dengan merujuk pada kelemahan teori lama,
(PPKI UM, 2017).

G. Penutup
Bagian penutup penulisan karya ilmiah berisi dua hal pokok. Dua hal dimaksud adalah
simpulan dan saran.

1. Simpulan.
Simpulan adalah rangkuman dari pembahasan hasil penelitian. Simpulan dibuat dengan
merangkum jawaban terhadap rumusan masalah dan tujuan penelitian. Dengan demikian, pada

24
rangkuman tidak lagi disinggung hal-hal terkait metode penelitian, seperti teknik pengumpulan
dan analisis data.
Penulisan rangkuman tidak menggunakan sistem penanda bagian, baik angka, huruf,
maupun simbol. Pembeda antar bagian pada simpulan adalah alinea. Jika dalam penelitian
terdapat 3 rumusan masalah atau 3 tujuan penelitian misalnya, maka simpulan akan terdiri atas 3
alinea.

2. Saran
Saran dibuat berdasarkan simpulan, dan dikaitkan dengan manfaat penelitian. Paling tidak,
terdapat 3 hal yang dijadikan sasaran penulisan manfaat penelitian. Hal-hal tersebut adalah: (a)
penelitian lanjutan bagi pengembangan ilmu pengetahaun; (b) pelaku profesi yang relevan; serta
(d) lembaga pengguna hasil penelitian yang relevan.
Seperti halnya penulisan simpulan, penulisan saran pun tidak menggunakan sistem penanda
sasaran. Setiap sasaran ditandai oleh pergantian alinea.

H. Daftar Rujukan
Teknik menulis daftar rujukan pada inti laporan hasil penelitian sama dengan semua bentuk
tulisan karya ilmiah. Teknik menulis daftar rujukan dapat dilihat pada daftar rujukan dan
lampiran dari buku PPKI ini. Silakan dicermati dan dijadikan rujukan dalam menulis daftar
rujukan inti karya ilmiah.

25
BAB IV
MENULIS PELENGKAP LAPORAN HASIL PENELITIAN

A. Unsur Pelengkap Menulis Laporan Hasil Penelitian


Dalam menulis laporan hasil penelitian, selain inti penelitian, terdapat sejumlah unsur
pelengkap. Unsur-usur pelengkap tersebut sebagai berikut.
1. Syarat Pengetikan
2. Logo STIPAK Malang
3. Halaman Depan Skripsi
4. Pernyataan Persyaratan
5. Tanda Persetujuan Layak Ujian
6. Persetujuan Revisi
7. Pernyataan Keaslian Tulisan
8. Abstrak
9. Kata Pengantar
10. Daftar Isi
11. Daftar Tabel
12. Daftar gambar
13. Daftar Riwayat Hidup

B. Teknis Menulis Pelengkap Laporan Hasil Penelitian


Seluruh contoh teknis menulis pelengkap laporan hasil penelitian skripsi, tesis, dan disertasi
dijadikan lampiran pada buku PPKI STIPAK. Terdapat dua unsur pelengkap menulis laporan
hasil penelitian yang telah disajikan sebagai bagian dari isi buku PPKI STIPAK, namun tetap
dijadikan lampiran. Dua bagian dimaksud adalah daftar isi dan daftar lampiran. Daftar isi dan
daftar lampiran tetap dijadikan daftar lampiran agar pembaca memiliki rujukan yang relatif
konkrit dan lengkap.

26
DAFTAR RUJUKAN

Alwsasilah. A.C. 2017. Pokoknya Kualitatif: Dasar-dasar Merancang dan Melakukan


PenelitianKualitatif. Jakarta. Dunia Pustaka Jaya.

Atkinson, E. S. 1999. Key Factor Influencing Pupil Motivation in Design and Technology.
Journal of Technology Education 10 (2): 4- 26

Cambridge Advanced Learner's Dictionary. 2008. Cambridge: Cambridge University


Press

Echols, J.E. & Shadily, H. 2003. Kamus Indonesias Inggris. Jakarta. Gramedia Pustaka
Utama.

Moleong, L.J. 2017. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung. Rermaja Rosdakarya.

Setiosari, P. & Widijoto, H. 2007. Metode Penelitian Pendidikan. Malang. Rasindo.

Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Bisnis: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, Kombinasi,


dan R&D. Bandung. Alfabeta.

Suyanto, B. & Sutinah. (Editor). 2015. Metode Penelitian Sosial. Jakarta. Prenandamedia.

Tashakkori, A. & Teddlie, C. 2003. Handbook of Mixed Methods in Social & Behavioral
Research. California. Sage Publications.

Universitas Negeri Malang. 2017. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah (PPKI). Malang.
Penerbit UM

27
LAMPIRAN
A. Format Pengetikan
1. Naskah skripsi diketik dengan komputer berhuruf standar (Times New Roman 12). Batas
pengetikan 4 cm sebelah kiri, 3 cm sebelah kanan, atas dan bawah. Naskah skripsi diketik
dengan jarak 2 spasi.
2. Setiap bab di mulai di halaman baru, diketik dengan huruf besar dan diletakkan ditengah
atas halaman dengan jarak 2 spasi. Sub-sub bab diketik dipinggir kiri halaman dengan huruf
kecil kecuali setiap kata pertama dengan huruf besar. Jarak antara bab dan sub bab
dibawahnya 3 spasi antara sub bab dan naskah 2 spasi.
3. Setiap alinea dimulai dengan 5 ketukan spacebar. Setelah tanda baca koma, titik koma
hendaknya diberi jarak satu ketukan. Penggunaan rata kiri dan kanan pada setiap paragraph.
4. Judul tabel dan gambar yang melebihi satu baris, diketik satu spasi dibawahnya.
5. Penulisan kata yang melebihi satu baris kalimat harus mengikuti kaidah bahasa Indonesia
yang baku dan benar.
6. Bagian awal skripsi diberi nomor halaman angka kecil Romawi (i, ii, iv dan lain-lain).
Untuk bagian utama dan bagian akhir skripsi pemberian nomor halaman berupa angka
Arab. Pemberian nomor halaman diletakkan pada sudut kanan atas kertas.
7. Bahasa asing dan bahasa daerah yang belum dibakukan dalam bahasa Indonesia harus
dicetak miring

28
B. Logo STIPAK

29
C. Contoh Halaman Depan Skripsi dan Logo STIPAK Malang 4,5 cm dari
tepi atas kertas

STUDI TENTANG GURU-GURU SEKOLAH MINGGU


DI GEREJA SIDANG JEMAAT ALLAH MALANG 2,5cm
DITINJAU DARI AMANAT AGUNG

2 cm

0,5 – 1cm
SKRIPSI

2cm

Oleh:
SAMSUL HUDA 1,5 cm
NIM : 201.01502
3 cm

3 cm

3cm

SEKOLAH TINGGI PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN MALANG


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN 2,5 cm
JULI 2012
3 cm dari
tepi bawah
kertas

30
D. Contoh Halaman Depan Tesis dan Logo STIPAK Malang 4,5 cm dari
tepi atas kertas

STUDI TENTANG GURU-GURU SEKOLAH MINGGU


DI GEREJA SIDANG JEMAAT ALLAH MALANG 2,5cm
DITINJAU DARI AMANAT AGUNG

2 cm

0,5 – 1cm
TESIS

2cm

Oleh:
SAMSUL HUDA 1,5 cm
NIM : 201.01502
3 cm

3 cm

3cm

SEKOLAH TINGGI PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN MALANG


PASCA SARJANA 2,5 cm
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN
JULI 2012
3 cm dari
tepi bawah
kertas

31
E. Contoh Tanda Persetujuan

SEKOLAH TINGGI PENDIDIKAN AGAMA


KRISTEN STIPAK – MALANG
SK. Dirjen BIMAS Kristen Kemenag. R.I. No. Dj. III/Kep./HK 00.5/707/2016 Tgl. 31 Agustus
2016TERAKREDITASI BAN PT SK No: 1396/SK/BAN-PT/Akred/S/V/2018
SK. Dirjen BIMAS Kristen Kemenag. R.I. No. DJ.IV/Kep/HK.00.5/706/2016 Tgl. 31 Agustus
2016TERAKREDITASI BAN PT SK No: 276/BAN-PT/Akred/M/VII/2014

Jl. Janti Barat Blok A No.47 Malang. Tlp. (0341) 8201515M A L A N G 65148 J A W A T I M U R

TANDA PERSETUJUAN

Judul : ………………………………………………………………
…………………………………………………………………
…………………………………………………………………
Disusun Oleh : ……………………………………………………………….
NIM : ………………………………………………………………
Jurusan : ………………………………………………………………
Perguruan Tinggi : …………………………………………………………………

Skripsi ini telah diperiksa dan disetujui untuk di uji

Malang, ……………………..
Pembimbing I

( )
NIDN

Malang, ……………………..
Pembimbing II

( )
NIDN

Mengetahui,
Ketua Jurusan….

(……………………)
NIDN

32
F. Contoh Lembar Persetujuan dan Pengesahan

Skripsi : STUDI TENTANG PENGARUH BEASISWATERHADAP PERKEMBANGAN


PENDIDIKAN PADA MURID-MURID SEKOLAH MINGGU GEREJA
SIDANG JEMAAT ALLAH MARANATHA MALANG
Oleh : Shamsul Huda

Telah dipertahankan di depan dewan penguji


pada tanggal…………….

Dewan Penguji

……………….., Ketua
(Nama Lengkap)

……………….., Anggota
(Nama Lengkap)

……………….., Anggota
(Nama Lengkap)

Mengetahui, Mengesahkan,
Ketua Jurusan Program Studi Ketua STIPAK

(Nama Lengkap) (Nama Lengkap)


NIDN NIDN

33
G. Contoh PersetujuanRevisi

Lembar Revisi

Ketua / Sekretaris / Penguji (*)

Revisi : ………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………

Ketua / Sekretaris/ Penguji (*)

Nama : ……………………….

Malang, …………………

Mahasiswa Sekretaris

Nama : ………………………. Nama : ……………………….

(*) : coret yang tidak perlu

34
H. Contoh Abstrak

ABSTRAK

Carla, 2019. Pengaruh Implementasi Motivasi ARCS (Attention, Relevance, Confidence and
Satisfaction) terhadap Hasil Belajar Pendidikan Agama Kristen Pada Siswa Kelas I
SD Kristen Charisdi Malang. Tesis Jurusan Pendidikan Agama Kristen Malang.
Dosen Pembimbing: Dr. Lidia Susanti, M.P dan Dr. Janneman Usmany,
S.Th.,M.Pd.K.

Kata Kunci: Motivasi, ARCS, Hasil Belajar, PAK

Membangun kerangka berpikir dalam memahami sesuatu yang abstrak bukanlah hal yang
mudah bagi siswa khususnya kelas satu. Setiap pendidik memiliki tantangan untuk merangsang
dan mempertahankan motivasi siswa. Untuk itu, para pendidik perlu menemukan metode yang
dapat diandalkan dan valid untuk memotivasi siswa sekolah dasar.
Siswa kelas satu di fase pemikiran operasional konkret mengembangkan daya
persepsinya berdasarkan apa yang telah dilihat, didengar, dirasakan, sehingga siswa memiliki
pemahaman yang utuh dan komprehensif di segala aspek kehidupannya. Dalam proses belajar di
Charis, beberapa masalah yang dihadapi siswa adalah siswa tampak kesulitan dalam
mempertahankan fokus, siswa kurang bisa memberikan respon yang tepat, bahkan kesulitan
menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru. Pelajaran yang terintegrasi dengan Alkitab
menjadi tantangan besar karena siswa harus melihat hubungan antara Alkitab dengan materi dan
penerapannya dalam kehidupan.
Bagi guru, masalah yang dihadapi adalah terjadi kemunduran dalam pelaksanaan
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Metode yang diterapkan seringkali harus diulang kembali
dengan cara yang lain agar siswa lebih mudah memahami materi pelajaran, memiliki gagasan
baru dalam menghadapi masalah, serta terlatih untuk menghadapi segala permasalahan hidup di
masa depan. Abstraknya pelajaran Agama Kristen serta pelajaran yang terintegrasi dengan
Alkitab membutuhkan upaya bukan hanya perangkat pembelajaran, namun juga motivasi.
Dengan demikian siswa dapat beralih dari pemikiran mereka dan beradaptasi terhadap masukan
serta teladan dari guru atau orang yang mendidik mereka.
Melalui latar belakang yang sudah dinyatakan diatas, maka peneliti ingin melakukan
penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh implementasi motivasi ARCS terhadap
hasil belajar PAK pada siswa kelas 1 SD Kristen Charis di Malang. Model pembelajaran dengan
desainmotivasi ARCSmemungkinkan guru mendapatkan gambaran tentang dimensi utama
motivasi siswa dalam belajar, bagaimana merancang materi dan lingkungan belajar,
sertaperilakuguru, sehingga siswa yakin dapatmengalami kesuksesan aktual pada suatu tugas.
Rancangan penelitian ini menggunakan quasi experimental design metode nonequivalent
control group design dengan subyek penelitian 57 siswa kelas 1 SD Kristen Charis. Model
pembelajaran dengan desain motivasi ARCSsebagai variabel bebas dan hasil belajar sebagai
variabel terikat. Hipotesis penelitian diuji dengan menggunakan uji analisa Independent Sample
T-test dengan program SPSS 23.0 for windowsmenggunakan taraf signifikansi 5%. Melalui uji
perbedaan Independen Samples T-Tes, terbukti ada perbedaan hasil belajar yang signifikan
antara kelompok kelas eksperimen t(57)= 4,050; p<0.05. Nilai t(57) yang bernilai positif
menunjukkan bahwa kelas eksperimen memiliki rata-rata (means) yang lebih besar dari kelas
kontrol. Pada eksperimen, model pembelajaran dengan desain motivasi ARCS memiliki rata-
rata (means) yang lebih tinggi (M= 93,2;SD =6,7 )dibandingkan dengan kelas kontrol yang
menggunakan metode pembelajaran langsung (M=84,5 ;SD = 9,3).

35
Berdasarkan hasil analisa data penelitian, dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan hasil
belajar yang signifikan (Sig.(2 tailed)=0.000)antara kelas eksperimen dan kelas kontrol.
Terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar PAK bagi peserta didik yang diajar
dengan metode pembelajaran desain motivasi ARCS dibandingkan metode pembelajaran
langsung. Desain motivasi ARCS yang memuat komponen attention, relevance, confidence dan
satisfaction dapat meningkatkan dan mempertahankan perhatian siswa selama pembelajaran,
mengembangkan relevansi dengan kebutuhan siswa, serta membuat harapan positif untuk sukses
beradaptasi melalui pembelajaran yang terintegrasi dengan Alkitab.
Dengan merujuk pada hasil penelitian ini, guru disarankan untuk mengembangkan diri
dalam memahami pengolahan dan penerapkan metode pembelajaran dengan desain motivasi
dalam merencanakan pembelajaran PAK. Terutama pembelajaran yang terintegrasi dengan
Alkitab.

36
I. Contoh Kata Pengantar
KATA PENGANTAR

Kami mengucap syukur kepada Tuhan Yesus Kristus karena atas kasih dan berkatnya saya dapat
menyelesaikan penulisan skripsi dengan judul “Suatu Studi tentang Pengaruh Bea Siswa Terhadap
Perkembangan Pendidikan Pada Murid-murid Sekolah Minggu Gereja Sidang Jemaat Allah Maranatha
Malang”. Penulisan penelitian skripsi ini saya selesaikan untuk memenuhi persyaratan akademik terakhir untuk
memperoleh gelar sarjana theologia pada Sekolah Tinggi Pendidikan Agama Kristen Malang.

Sehubungan dengan telah selesainya penulisan skripsi ini, maka lewat kesempatan ini saya mengucapka
terima kasih sebesar-besarnya kepada pihak-pihak sebagai berikut.

1. Bapak Pdt. Jack Lumanauw, S.Th., MA sebagai pembimbing satu, yang telah membimbing kami dengan
sabar.
2. Bapak Drs. Suparno sebagai pembimbing dua yang juga dengan sabar telah membimbing kami dalam
penyelesaian skripsi kami.
3. Bapak Pdt. Yusuf Wijaya selaku ketua Yayasan dan Gembala Sidang GSJA Maranatha Malang yang telah
memberikan kesempatan kepada kami untuk mengadakan penelitian serta melaksanakan perkuliahan.
4. Bapak Drs. Dolok Saribu selaku Ketua Sekolah Tinggi Pendidikan Agama Kristen.
5. Ibu Pdt. DR. Ir. Yuliani Wijaya, MS selaku Wakil Ketua I Bidang Akademik yang telah memberikan
dukungan kepada saya untuk tetap maju dalam pendidikan.
6. Bapak Pdt. Andre Hartono, S.Th selaku Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan.
7. Para pengurus departemen sekolah minggu Gereja Sidang Jemaat Allah Maranatha yang telah membantu
kami dalam proses penelitian.
8. Seluruh rekan-rekanku di STIPAK Malang yang telah memberikan dukungan.
9. Sahabat-sahabatku kaum muda Gereja Sidang Jemaat Allah Maranatha Malang.
Dengan hormat, karena penulisan skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan. Maka dengan Kasih dari
Tuhan Yesus, saya mohon kepada para pembaca untuk sudi memberikan masukan, saran, kritik yang bersifat
membangun demi penyempurnaan skripsi ini.

Malang, 1 Mei

2004 Hormat

Kami,

Penulis

37
J. Contoh Daftar Isi

DAFTAR ISI

Halaman

ABSTRAK........................................................................................................................................................i

DAFTAR TABEL............................................................................................................................................ii

DAFTAR GAMBAR.......................................................................................................................................iii

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang..............................................................................................................................................1

B. Rumusan Masalah.........................................................................................................................................10

C. Tujuan Penelitian...........................................................................................................................................11

D. Asumsi Penelitian..........................................................................................................................................11

E. Hipotesa Penelitian........................................................................................................................................12

F. Manfaat Penelitian.........................................................................................................................................12

G. Penjelasan Istilah..........................................................................................................................................13

H. Penelitian Sebelumnya..................................................................................................................................14

II. KAJIAN TEORI

A. Sekolah Minggu.............................................................................................................................................17

B. Guru dalam Sekolah Minggu.........................................................................................................................22

C. Tujuan Guru...................................................................................................................................................26

D. Pengajaran.....................................................................................................................................................26

III. METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian..............................................................................................................................................41

B. Instrumen Penelitian......................................................................................................................................42

C. Teknik Pengumpulan Data............................................................................................................................42

D. Populasi dan sampel

E. Teknik Analisa Data....................................................................................................................................43

IV. PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA

A. Sekolah Minggu Gereja Maranatha..............................................................................................................45

B. Pelayanan Guru SM Dalam Pengajaran PAK...............................................................................................55

C. Pengajaran PAK Untuk Mendidik Murid-murid Kristus.............................................................................65

38
V. HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

V. PENUTUP

A. Simpulan....................................................................................................................................................77

B. Saran...........................................................................................................................................................78

DAFTAR PUSTAKA......................................................................................................................................80

DAFTAR LAMPIRAN…...............................................................................................................................81

39
K. Contoh Daftar Tabel

DAFTAR TABEL

TABEL Halaman

1. Kegiatan Sekolah Minggu ................................................... ……………………………………


2. Jadwal Penelitian .................................................................... ……………………………………
3. Keadaan Pengerja Sekolah Minggu GSJA Maranatha Malang . ……………………………………
4. Jumlah Guru Sekolah Minggu ................................................. ……………………………………
5. Keadaan Guru-Guru Yang Terdaftar........................................ ........................................................
6. Program Tahunan 2005 GSJA Maranatha ................................ ……………………………………
7. Keadaan Murid Sekolah Minggu Maranatha ............................ ........................................................
8. Pelatihan Guru-Guru Sekolah Minggu ..................................... ........................................................
9. Pemahaman Tentang Amanat Agung ....................................... ……………………………………
10. Pelaksanaan Pelatihan ............................................................. ……………………………………

40
L. Contoh Daftar Gambar

DAFTAR GAMBAR

GAMBAR Hal

1. Jumlah kehadiran Jemaat Ibadah I, II, dan III............................................................................56

2. Rata –rata Kehadiran Jemaat Maranatha tahun 2006 dan 2007................................................57

41
M. Contoh Daftar Lampiran

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran Halaman

1. Bukti Konsultasi Bimbingan Skripsi


Mahasiswa STIPAK –Malang ................................................. .........................................

2. Kuesioner Penelitian ............................................................... ………………………….


3. Surat Penelitian …................................................................... …………………………..
4. Foto-foto Penelitian ................................................................ ...........................................

42
N. Contoh Pernyataan Keaslian Tulisan

Saya yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama : .................................................

NIM : .................................................

Jurusan/Program Studi : .................................................

Fakultas/Program : .................................................

Menyatakan dengan sebenarnya bahwa skripsi yang saya tulis ini benar-benar merupakan hasil karya saya sendiri;
bukan merupakan pengambilalihan tulisan atau pikiran orang lain yang saya aku sebagai hasil tulisan atau pikiran
saya sendiri.

Apabila di kemudian hari terbukti atau dapat dibuktikan skripsi ini hasil jiplakan, maka saya bersedia
menerima sanksi atas perbuatan tersebut.

Malang,

Yang membuat pernyataan,

43
O. Contoh Riwayat Hidup (Di Halaman Belakang)

RIWAYAT HIDUP

Lidia Susanti dilahirkan di Malang tanggal XX Agustus 19XX, anak kedua dari tiga
bersaudara, dari pasangan Pdt. Willy Wijaya dan Prof. Dr. Yuliani Djuniarti, MS.

Menamatkan pendidikan Sekolah Dasar Dianamin-Malang. Selanjutnya di SMPK


Mardiwiyata-Malang. SMA ditempuh di Taman Harapan-Malang. Pendidikan
berikutnya ditempuh di Universitas Brawijaya Program D3 Jurusan Pertanian dan
lulus tahun 1994. Kemudian melanjutkan di Universitas Widya Gama Program S1
Jurusan Pertanian dan tamat tahun 1996. Tahun 1999 melanjutkan studi program magister di Jurusan
Teknologi Pertanian dan lulus tahun 2001.

Tahun 1996 menikah dengan Hary Santoso. Melalui pernikahan ini dikaruniai putri-putra:
Elyzabeth Wijaya (17 tahun), dan Feliks Wijaya Santoso (13 tahun)

Mengawali karir sebagai tenaga pengajar biologi di SMP Taman Harapan dimulai tahun 1998.
Setelah lulus program S2, mengajar di Universitas Cipta Wacana. Tahun 2005 mengajar di SMA Charis
sampai sekarang. Tahun 2011 diberikan ijin oleh Yayasan Charis untuk melanjutkan pendidikan pada
program doktor Teknologi Pembelajaran di Universitas Negeri Malang.

Bersamaan dengan mengajar di SMA Charis, pada tahun 2008 juga mengajar sebagai dosen di
Sekolah Tinggi Pendidikan Agama Kristen (STIPAK) Malang. Tahun 2011 menjabat sebagai Pembantu
Ketua I dan pada tahun 2014 menjabat Ketua di STIPAK-Malang, sampai sekarang.

44
P. Contoh Penulisan Daftar Rujukan

1. Daftar Rujukan Majalah

Kepausan Indonesia. 2001.Spiritualitas Misioner. Majalah Hidup no. 68 Kanisius.


Jakarta.
2. Daftar Rujukan Buku Teks

Aritonang, J.S. 1996.Berbagai Aliran di Seputar Gereja. Jakarta. BPK Gunung Mulia.
3. Daftar Rujukan Prosiding

Susanti, L.(2014). Pengaruh Strategi Pembelajaran dan Motivasi Berprestasi Terhadap Hasil
Belajar Siswa Kelas X di SMAN 9 Malang. Seminar Teknologi Pembelajaran (pp 21 – 29).
Malang: Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang.
4. Daftar Rujukan Jurnal

Flowers, J. 1998.Problem Solving in Techonology Education: A Taoist Perspective.


Journal of Technology Education Vol 10 (1): 20-26
5. Daftar Rujukan Buku Teks Terjemahan

Dankbaar, W.F. 1967.Calvin Djalan Hidup dan Karyanya. Terjemahan. E. Sarumpaet. Badan
Penerbit Kristen. Jakarta: Grasindo
6. Daftar Rujukan Buletin Instansi

Depdikbud. 1987. Petunjuk Pelaksanaan proses Belajar Mengajar. Kanwil Depdikbud Jawa
Timur.
7. Daftar Rujukan Surat Kabar Internet

Emhusni. 2012.Paradigma Baru Menyikapi Problematika Siswa di Sekolah.


http://m.kompasiana.com/post/edukasi/2012/07/12/. Diakses tanggl 14 September 2012
8. Daftar Rujukan Buku Teks Tanpa nama Pengarang

Anonymous. 1996. Hubungan Gereja dan Negara dan Hak-hak Asasi Manusia. BPK
Gunung Mulia. Jakarta: Grasindo

45
BUKTI
KONSULTASI
SKRIPSI DAN
TESIS

Nama : _________________________

NIM : _________________________

Jurnal Konsultasi

Tgl MateriBimbingan Rekomendasi TTD danjabatan

46
Jurnal Konsultasi

Tgl MateriBimbingan Rekomendasi TTD danjabatan

47
Jurnal Konsultasi

Tgl MateriBimbingan Rekomendasi TTD danjabatan

48
Jurnal Konsultasi

Tgl MateriBimbingan Rekomendasi TTD danjabatan

49
Jurnal Konsultasi

Tgl MateriBimbingan Rekomendasi TTD danjabatan

50
Jurnal Konsultasi

Tgl MateriBimbingan Rekomendasi TTD danjabatan

51
Jurnal Konsultasi

Tgl MateriBimbingan Rekomendasi TTD danjabatan

52

Anda mungkin juga menyukai