Asuhan Keperawatan Bayi Baru Lahir
Topik yang dibahas
Asuhan Keperawatan Bayi Baru Lahir
Topik yang dibahas
Disusun Oleh :
NIM : P17210223093
KEMENTERIAN KESEHATAN RI
POLITEKNIK KESEHATAN MALANG
JURUSAN KEPERAWATAN
2024
LAPORAN PENDAHULUAN DAN ASUHAN KEPERAWATAN
PADA BAYI BARU LAHIR DI RUANG KEMUNING RSD NGANJUK
Mahasiswa
Mengetahui,
Pembimbing Institusi
I. DEFINISI
Bayi baru lahir (neonatus) normal adalah bayi dari kehamilan 37 minggu
sampai 42 minggu dan berat badan lahir 2.500 gr sampai dengan 4.000 gram.
Neonatus merupakan masa bayi baru lahir sampai usia 28 hari. Periode neonatal
adalah bulan pertama kehidupan. Selama periode neonatal bayi mengalami
pertumbuhan dan perubahan yang amat manakjubkan (Mary Hamilton, 1995 :
217).
Jadi asuhan keperawatan pada bayi baru lahir adalah asuhan keperawatan
yang diberikan pada bayi yang baru mengalami proses kelahiran dan harus
menyesuaikan diri dari kehidupan intra uteri kekehidupan ekstra uteri hingga
mencapai usia 37-42 minggu dan dengan berat 2.500-4.000 gram.
II. ETIOLOGI
1. His(Kontraksi otot rahim)
2. Kontraksi otot dinding perut
3. Kontraksi diafragma pelvis atau kekuatan mengejan.
4. Ketegangan dan kontraksi ligamentum retundum.
2. Sistem Sirkulasi
Sistem sirkulasi mengalami perubahan pada saat bayi dilahirkan.
Terdapat dua perubahan yang harus terjadi untuk mendapatkan sistem
sirkulasi yang baik, yaitu menutupnya foramen ovale pada atrium dan ductus
arteriosus antara paru dan aorta. Perubahan sirkulasi ini terjadi akibat
perubahan tekanan pada seluruh sistem vaskular. Oksigen menyebabkan
sistem vaskular mengubah tekanan dengan cara mengurangi atau
meningkatkan resistensinya, sehingga mengubah aliran darah.
Terdapat dua peristiwa yang dapat merubah tekanan dalam sistem
pembuluh darah, yaitu:
- Pada saat tali pusat dipotong resistensi pembuluh sistemik meningkat dan
tekanan atrium kanan menurun, tekanan atrium menurun kerena berkurangnya
aliran darah ke atrium kanan tersebut. Hal ini menyebabkan penurunan
volume dan tekanan atrium kanan. Kedua kejadian ini membantu darah
dengan sedikit kandungan oksigen mengalir ke paru untuk menjalani proses
oksigenisasi ulang.
- Pernafasan pertama menurunkan resistensi pada pembuluh darah paru dan
meningkatkan tekanan pada atrium kanan. Oksigen pada pernafasan pertama
ini menimbulkan relaksasi dan terbukanya sistem pembuluh darah paru.
Peningkatan sirkulasi ke paru mengakibatkan peningkatan volume darah dan
tekanan pada atrium kanan dengan peningkatan tekanan atrium kanan ini dan
penurunan pada atrium kiri, foramen ovale secara fungsional akan menutup.
- Frekuensi nadi BBL ±120-160x/menit, kadang mengalami murmur yang akan
hilang pada usia 6 bulan. Tekanan darah bayi bervariasi ± 78/42 mmHg.
Menangis menyebabkan peningkatan tekanan sistolik. Volume darah ± 80-110
cc/kg/BB, menjadi 2x lipat pada akhir tahun pertama.
- Perubahan yang terjadi pada sistem peredaran darah (sistem sirkulasi) antara
lain:
Struktur Sebelum Lahir Setelah Lahir
Vena umbilikus Membawa darah dari arteri Menutup, menjadi
ke hati dan jantung ligamentum teres hepatis
Arteri umbilikalis Membawa darah arteri Menutup, menjadi
venosa ke placenta ligamentum vesikale pada
dinding abdominal anterior
Duktus venosus Pirau darah a. ke v. kava Menutup, menjadi
inferior ligamentum venosum
Duktus arteriosus Pirau darah a.dan sebagian Menutup, menjadi lig.
darah v. dari a. pulmonalis Arteriosum
ke aorta
Foramen ovale Menghubungkan atrium Biasanya menutup
kanan dan kiri
Paru Tidak ada udara, sedikit Berisi udara dengan suplai
darah, berisi cairan darah yang baik
Arteri pulmonalis Membawa sedikit darah ke Membawa banyak darah ke
paru paru
Aorta Menerima darah dari kedua Menerima darah hanya dari
ventrikel ventrikel kiri
Vena cava Membawa darah dari tubuh Membawa darah hanya ke
inferior dan darah arteri ke plasenta atrium kanan
3. Termoregulasi
Pengendalian panas adalah cara kedua untuk menstabilkan fungsi
pernafasan dan sirkulasi bayi. Termoregulasi adalah upaya mempertahankan
keseimbangan antara produksi dan pengeluaran panas. Bayi bersifat
homeothermic yang artinya berusaha menstabilkan suhu badan internal dalam
rentang yang pendek. Hipotermi dan kehilangan panas yang berlebihan
merupakan kejadian yang membahayakan.
Termogenesis pada bayi dipenuhi oleh brown fat dan meningkatkan
aktivitas metabolisme otak, jantung dan liver. Brown fat terletak diantara
kedua scapula dan axial, serta di dalam pintu masuk dada, sekitar ginjal dan
vertebra. Lemak tersebut banyak mengandung pembuluh darah dan saraf
daripada lemak biasa. Panas diproduksi dengan metabolisme dalam lemak
tersebut. Lemak tersebut ada sampai beberapa minggu setelah kelahiran dan
berkurang dengan suhu dingin. Semakin matur janin semakin banyak brown
fat.
Mekanisme kehilangan panas pada bayi meliputi :
1) Konveksi
Bayi mengalami kehilangan panas karena panas mengalir dari
permukaan tubuh ke suhu udara yang lebih dingin di sekitarnya
2) Radiasi
Bayi mengalami kehilangan panas dari permukaan tubuh ke
permukaan benda padat yang dekat dengan bayi tetapi tidak dengan kontak
langsung.
3) Evaporasi
Bayi mengalami kehilangan panas saat kulitnya basah. Kehilangan
panas terjadi oleh karena penguapan kulit tersebut.
4) Konduksi
Bayi kehilangan panas dari permukaan tubuhnya ke permukaan
benda padat yang menempel ditubuhnya
Mekanisme tubuh bayi saat mengalami kedinginan yaitu :
Cold stress
RDS
Glikolisis anaerob Membuka right to left sunt
Hyperbilirubinemia
4. Sistem Hematologi
Saat bayi lahir, nilai rata-rata hemoglobin, SDM, dan hematokrit lebih
tinggi dari dewasa. Hemoglobin BBL berkisar antara 14,5 sampai 22,5 gram/dl.
Hematokrit bervariasi dari 44% sampai 72% dan hitung SDM berkisar antara 5
sampai 7,5 juta/mm3. WBC 18.000/mm. Hb turun 11-17 gr/dl dan RBC turun
menjadi 4,2-5,3 pada akhir bulan pertama.
5. Sistem Renal
Pada kehamilan cukup bulan, ginjal menempati sebagian besar dinding
abdomen posterior. Kandung kemih berada di dekat dinding abdomen anterior.
Pada bayi baru lahir, hampir semua massa yang teraba di abdomen berasal dari
ginjal. Fungsi renal seperti orang dewasa baru dapat dipenuhi saat bayi berusia 2
bulan. Bayi baru lahir memiliki rentang keseimbangan kimia dan rentang
keamanan yang kecil. Infeksi, diare, atau pola makan yang tidak teratur secara
cepat dapat menimbulkan asidosis dan ketidakseimbangan cairan, seperti
dehidrasi atau edema. Ketidakseimbangan ginjal juga membatasi kemampuan
bayi baru lahir untuk mengekskresi obat. Saat lahir biasanya bayi akan BAK
sedikit dan kemudian tidak BAK selama 12-2 jam, kemudian akan BAK 6-
10x/hari. Urine berwarna kuning jernih, berjumlah 15-60 cc/kgBB/hari. Kadang-
kadang ada noda sedikit merah karena kristal urat.
6. Sistem Gastrointestinal
Bayi baru lahir cukup bulan (aterm) sudah mampu menelan, mencerna,
memetabolisme, dan mengabsorbsi protein dan karbohidarat sederhana serta
mengemulsi lemak. Mukosa mulut basah, berwarna merah muda, pipi penuh
karena perkembangan bantalan menghisap yang baik. Bayi tidak dapat
memindahkan makanan dari bibir ke farink, oleh karena itu puting susu harus
diletakkan tepat diatas lidah dekat dengan farink. Aktivitas peristaltic esofhagus
belum terorganisasi, kemudian polanya akan menjadi teratur sehingga bisa mulai
menelan dengan baik. Tidak ada bakteri pada GIT pada saat lahir, bakteri akan
masuk setelah lahir melalui orifisium ovale anal dan udara. Kapasitas lambung
bayi 30-90 cc tergantung besarnya bayi. Keasaman lambung lebih rendah dalam
beberapa minggu sampai usia 2-3 bulan.
Saat lahir perut bawah dipenuhi oleh mekonium yang dibentuk setelah
janin di dalam uterus. Mekonium dibentuk dari cairan amnion, zat-zat yang
didalamnya (sel-sel epidermis, lanugo yang ditelan bayi), sekresi saluran cerna
dan pecahan sel dari mukosa. Warna hijau kehitaman dan lengket, warna tersebut
adalah akibat pigmen empedu. Keluaran mekonium yang pertama adalah steril.
Mekonium akan berganti dengan feses dalam 12-24 jam. Distensi otot abdomen
mempengaruhi relaksasi dan kontraksi otot kolon sehingga sering bayi segera
BAB setelah makan.
7. Sistem Hepatika
Hati dan kandung empedu dibentuk pada minggu keempat kehamilan.
Pada bayi baru lahir, hati dapat dipalpasi sekitar 1 cm di bawah batas kanan costae
karena hati berukuran besar dan menempati sekitar 40% rongga abdomen. Hati
bertanggung jawab terhadap metabolisme billirubin. 50% bayi aterm mengalami
hyperbillirubinemia fisiologis. Ikterik neonates terjadi akibat produksi bilirubin
dengan kecepatan yang lebih besar dari dewasa dan terdapat cukup banyak
reabsorbsi bilirubin pada usus halus neonates.
Kriteria ikterik fisiologis atara lain:
a. Bayi tampak normal
b. Pada bayi aterm, jaundice muncul setelah 24 jam lalu hilang hari ke-7
c. Pada bayi preterm, jaundice muncul setelah 48 jam lalu hilang pada hari
ke-9/10
d. Jumlah bilirubin indirect < 12mg/100ml
e. Jumlah bilirubin direct <1-1,5 mg/ml
f. Peningkatan bilirubin tidak melebihi 5 mg/100ml perhari
8. Sistem Integument
Vernix caseosa, suatu lapisan putih seperti keju, menutupi kulit bayi saat
lahir, fungsinya masih belum jelas. Dalam 24 jam vernix caseosa akan diabsorbsi
kulit dan hilang seluruhnya, jadi tidak perlu dibersihkan. Kulit bayi sangat
sensitive dan mudah rusak, warnanya agak merah beberapa jam setelah lahir. Pada
wajah, bahu dan punggung ditumbuhi rambut lanugo. Bayi baru lahir tampak
montok, lemak subkutan terakumulasi sejak trimester III.
9. Sistem Imunologi
Sel-sel yang menyuplai imunitas bayi berkembang pada awal kehidupan
janin, tetapi sel-sel ini tidak aktif selama beberapa bulan. Selama tiga bulan
pertama kehidupan, bayi dilindungi oleh imunitas pasif yang diperoleh dari ibu.
Barier alami, seperti asam lambung atau produksi pepsin dan tripsin, yang tetap
mempertahankan kestterilan usus halus, belum berkembang dengan baik sampai
tiga atau empat minggu. IgA tidak terdapat pada saluran pernapasan, traktus
urinarius, dan GIT. IgA aka nada pada GIT jika bayi mendapatkan ASI. Bayi baru
mensintesis IgG dan mencapai 40% kadar IgG orang dewasa pada usia 9 bulan.
IgA, IgD, dan IgE diproduksi secara bertahap dan tidak mencapai kadar optimal
pada masa kanak-kanak dini. Bayi yang mendapatkan ASI mendapat imunitas
pasif dari kolostrum dan ASI.
10. Sistem Musculoskeletal
Pertumbuhan tulang terjadi chepalocaudal. Kepala mempunyai panjang ¼
dari panjang badan bayi, dengan lengan lebih panjang sedikit dari kaki. Ukuran
dan bentuk kepala dapat sedikit berubah akibat penyesuaian dengan jalan lahir.
Ubun-ubun (fontanel) anterior teraba lunak akan menutup pada bulan ke 12-18.
Lingkar kepala bervariasi 33-37 cm. vertebra harus dicek adanya dimple
(bengkok), mungkin berhubungan dengan spina bifida.
Perubahan Fisiologis
Sistem respirasi alveolus terisi O2 Asam lambung adaptasi hangat ke port de entry bacteri
dingin
Hipoksia, tekanan resistensi vascular kolik meningkatkan panas resiko
Resikoinfeksi
Infeksi
Rongga dada paru
Kegagalan peningkatan
Peningkatan
Merangsang saraf tekanan pylmonalis distress antara aktivitas otot panas
suhu tubuh
pernafasan waktu makan
menangis, Hipotermi
pegeluaran cariran aliran darah paru Resiko nutrisi menggigil Hipertermi
paru masuk jantung kurang dari
kebutuhan tubuh
Resiko
ketidakefektifan
Ketidakefektifan gangguan
Gangguan perfusi
Cedera
bersihan jalan Perfusi jaringan
napas
ASUHAN KEPERAWATAN BAYI BARU LAHIR
1. PENGKAJIAN
a. Identitas
b. Pengkajian terhadap factor resiko
1) Maternal: Usia, riwayat kesehatan yang lalu, perkembangan social dan
riwayat pekerjaan.
2) Obsetrik: Parity, periode, kondisi kehamilan terakhir
3) Perinatal: Antenatal, informasi prenatal maternal health penyakit
keturunan DM, Hipertensi,jantung,dll.
4) Intra Partum event :
- Usia gestasi : Lebih dari 34 minggu sampai dengan 42 minggu.
- Lama dan karakteristik persalinan : Persalinan lama pada kala I
- dan II KPD 24 jam.
- Kondisi ibu : Hipo/Hiper tensi progsif perdarahan, infeksi.
- Keadaan yang mengidentifikasi fetal disstres HR lebih dari 120 x
sampai dengan 140 x / menit.
- Penggunaan analgesic
- Metode melahirkan : Sectio Caesaria, Forsep, Vakum
Pengkajian Fisik
Eksternal : Perhatikan warna, bercak warna , kuku, lipatan pada telapak
kaki, periksa potensi hidung dengan menutup sebelah lubang hidung
sambil mengobservasi pernafasan dan perubahan kulit.
Dada : Palpasi untuk mencari detak jantung yang terkencang, auskultasi
untuk menghitung denyut jantung, perhatikan bunyi nafas pada setiap
dada.
Abdomen : Verifikasi adanya abdomen yang berbentuk seperti kubam atau
tidak ada anomaly, perhatikan jumlah pembuluh darah pada tali pusat.
Neurologis : Periksa tonus otot dan reaksi reflex.
Pemeriksaan Penunjang
Kaji nilai APGAR
Pengkajian
1) Aktivitas/Istirahat
Status sadar mungkin 2-3 jam beberapa hari pertama, bayi tampak
semi koma saat tidur ; meringis atau tersenyum adalah bukti tidur
dengan gerakan mata cepat, tidur sehari rata-rata 20 jam.
2) Pemapasan dan Peredaran Darah
Bayi normal mulai bemapas 30 detik sesudah lahir, untuk menilai
status kesehatan bayi dalam kaitannya dengan pernapasan dan
peredaran darah dapat digunakan metode APGAR Score. Namun
secara praktis dapat dilihat dari frekuensi denyut jantung dan
pernapasan serta wajah, ekstremitas dan seluruh tubuh, frekwensi
denyut jantung bayi normal berkisar antara 120-140 kali/menit (12 jam
pertama setelah kelahiran), dapat berfluktuasi dari 70-100 kali/menit
(tidur) sampai 180 kali/menit (menangis). Pernapasan bayi normal
berkisar antara 30-60 kali/menit warna ekstremitas, wajah dan seluruh
tubuh bayi adalah kemerahan. Tekanan darah sistolik bayi baru lahir
78 dan tekanan diastolik rata-rata 42, tekanan darah berbeda dari hari
ke hari selama bulan pertama kelahiran. Tekanan darah sistolik bayi
sering menurun (sekitar 15 mmHg) selama satu jam pertama setelah
lahir. Menangis dan bergerak biasanya menyebabkan peningkatan
tekanan darah sistolik.
3) Suhu Tubuh
Suhu inti tubuh bayi biasanya berkisar antara 36,5℃-37℃.Pengukuran
suhu tubuh dapat dilakukan pada aksila atau pada rektal.
4) Kulit
Kulit neonatus yang cukup bulan biasanya halus, lembut dan padat
dengan sedikit pengelupasan, terutama pada telapak tangan, kaki dan
selangkangan. Kulit biasanya dilapisi dengan zat lemak berwarna putih
kekuningan terutama di daerah lipatan dan bahu yang disebut verniks
kaseosa.
5) Keadaan dan Kelengkapan Ekstremitas
Dilihat apakah ada cacat bawaan berupa kelainan bentuk, kelainan
jumlah atau tidak sama sekali pada semua anggota tubuh dari ujung
rambut sampai ujung kaki juga lubang anus (rektal) dan jenis kelamin.
6) Tali Pusat
Pada tali pusat terdapat dua arteri dan satu vena umbilikalis.Keadaan
tali pusat harus kering, tidak ada perdarahan, tidak ada kemerahan di
sekitarnya.
7) Refleks
Beberapa refleks yang terdapat pada bayi :
a) Refleks moro (refleks terkejut). Bila diberi rangsangan yang
mengagetkan akan terjadi refleks lengan dan tangan terbuka.
b) Refleks menggenggam (palmer graps). Bila telapak tangan
dirangsang akan memberi reaksi seperti menggenggam. Plantar graps,
bila telapak kaki dirangsang akan memberi reaksi.
c) Refleks berjalan (stepping). Bila kakinya ditekankan pada bidang
datang atau diangkat akan bergerak seperti berjalan.
d) Refleks mencari (rooting). Bila pipi bayi disentuh akan menoleh
kepalanya ke sisi yang disentuh itu mencari putting susu.
e) Refleks menghisap (sucking). Bila memasukan sesuatu ke dalam
mulut bayi akan membuat gerakan menghisap.
8) Berat Badan
Pada hari kedua dan ketiga bayi mengalami berat badan
fisiologis. Namun harus waspada jangan sampai melampaui 10% dari
berat badan lahir.Berat badan lahir normal adalah 2500 sampai 4000
gram.
9) Mekonium
Mekonium adalah feces bayi yang berupa pasta kental
berwarna gelap hitam kehijauan dan lengket. Mekonium akan mulai
keluar dalam 24 jam pertama.
10) Antropometri
Dilakukan pengukuran lingkar kepala, lingkar dada, lingkar
lengan atas dan panjang badan dengan menggunakan pita
pengukur. Lingkar kepala fronto-occipitalis 34cm, suboksipito-
bregmantika 32cm, mento occipitalis 35cm. Lingkar dada normal
32-34 cm. Lingkar lengan atas normal 10-11 cm. Panjang badan
normal 48-50 cm.
11) Reproduksi
a) Genetalia wanita ; Labia vagina agak kemerahan atau edema,
tanda vagina/himen dapat terlihat, rabas mukosa putih
(smegma) atau rabas berdarah sedikit mungkin ada.
b) Genetalia pria ; Testis turun, skrotum tertutup dengan rugae,
fimosis biasa terjadi.
2. Analisa Data
Data Fokus Etiologi Masalah
Faktor risiko: Risiko Hipotermia
1. Berat badan ekstrem (D0140)
2. Kerusakan
hipotalamus
3. Konsumsi alkohol
4. Kurangnya lapisan
lemak subkutan
5. Suhu lingkungan
rendah
6. Malnutrisi
7. Pemakaian pakaian
yang tipis
8. Penurunan laju
metabolisme
9. Terapi radiasi
10. Tidak beraktivitas
11. Transfer panas (mis:
konduksi, konveksi,
evaporasi, radiasi)
12. Trauma
13. Prematuritas
14. Penuaan
15. Bayi baru lahir
16. Berat badan lahir
rendah
17. Kurang terpapar
informasi tentang
pencegahan
hipotermia
18. Efek agen
farmakologis
3. Diagnosa Keperawatan
Diagnosa keperawatan merupakan suatu penilaian klinis mengenai respons
pasien terhadap masalah kesehatan atau proses kehidupan yang dialaminya
baik yang berlangsung actual maupun potensial. Diagnosis keperawatan
bertujuan untuk mengidentifikasi respons klien individu, keluarga dan
komunitas terhadap situasi yang berkaitan dengan kesehatan (Tim Pokja SDKI
DPP PPNI, 2017). Berikut adalah diagnosa keperawatan yang mungkin
muncul pada pasien dengan post partum prematur:
1) (D0140) Risiko hipotermia d.d. bayi baru lahir
• Definisi : berisiko mengalami kegagalan termoregulasi yang dapat
mengakibatkan suhu tubuh berada di bawah rentang normal.
• Faktor risiko
a. Berat badan ekstrem k. Transfer panas (mis:
b. Kerusakan hipotalamus konduksi, konveksi,
c. Konsumsi alkohol evaporasi, radiasi)
d. Kurangnya lapisan l. Trauma
lemak subkutan m. Prematuritas
e. Suhu lingkungan rendah n. Penuaan
f. Malnutrisi o. Bayi baru lahir
g. Pemakaian pakaian yang p. Berat badan lahir rendah
tipis q. Kurang terpapar
h. Penurunan laju informasi tentang
metabolisme pencegahan hipotermia
i. Terapi radiasi r. Efek agen farmakologis
j. Tidak beraktivitas
5. Implementasi keperawatan
• Implementasi keperawatan adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh
perawat untuk membantu klien dari masalah status kesehatan yang dihadapi ke
status kesehatan yang lebih baik yang menggambarkan kriteria hasil yang
diharapkan .
• Komponen tahap implementasi :
a) Tindakan keperawatan mandiri.
b) Tindakan Keperawatan edukatif.
c) Tindakan keperawatan kolaboratif.
d) Dokumentasi tindakan keperawatan dan respon klien terhadap asuhan
keperawatan.
5. Evaluasi
Evaluasi keperawatan merupakan tahap akhir dari rangkaian proses
keperawatan guna tujuan dari tindakan keperawatan yang telah dilakukan
tercapai atau perlu pendekatan lain. Evaluasi keperawatan mengukur
keberhasilan dari rencana dan pelaksanaan tindakan keperawatan yang
dilakukan dalam memenuhi kebutuhan pasien (Dinarti dan Muryanti, 2017).
Adapun tahap evaluasi menurut (Hidayat, 2013) adalah sebagai berikut:
a. Evaluasi formatif Berfokus pada aktivitas proses keperawatan dan hasil
tindakan keperawatan.
b. Evaluasi sumatif Evaluasi yang dilakukan setelah semua aktivitas proses
keperawatan selesai dilakukan
DAFTAR PUSTAKA
Bobak Irene, Lowdermik Deitra Leonard, Jensen Margaret Duncan. 2005.
Keperawatan Maternitas.Jakarta: EGC
Carpenito, Lynda juall. 2006. Buku Saku Diagosa Keperawatan. Jakarta : EGC
Doenges, Marylinn E 2001. Rencana Perawatan Maternal/Bayi : Pedoman untuk
Perencanaan dan Dokumentasi Perawatan Klien. Jakarta : EGC
Doenges, Marylinn E. (2000). Rencana Asuhan Keperawatan, edisi 3. Jakarta:
EGC
Hamilton, Persis Marry.1995. Dasar-dasar Keperawatan Maternitas. Jakarta :
EGC
Prawirohardjo, Sarwono. 2002. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan
Maternal dan Neonatal. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka.