Anda di halaman 1dari 2

PSAK 10 PENGARUH PERUBAHAN KURS VALUTA ASING 1. Pengakuan a.

Pengakuan awal Transaksi mata uang asing dicatat dalam mata uang fungsional. Translasi mata uang asing ke dalam mata uang fungsional menggunakan kurs spot pada tanggal transaksi. Kurs spot yang sering digunakan adalah yang mendekati kurs aktual pada tanggal transaksi, contoh: kurs rata-rata untuk seminggu (jika kurs tidak berfluktuasi secara signifikan). b. Pengakuan selisih kurs Selisih kurs yang timbul pada penyelesaian atau penjabaran pos moneter dari saat pengakuan awal hingga penjabaran dilakukan, diakui dalam laba rugi pada periode saat terjadinya. Jika terdapat transaksi (misal, pos moneter) yang timbul dan diselesaikan dalam periode akuntansi yang sama di mana terdapat selisih kurs sejak timbul dan selesainya transaksi tersebut, maka selisih kurs diakui dalam periode akuntansi itu. Namun jika transaksi diselesaikan pada periode berikutnya, maka selisih kurs diakui dalam setiap periode sampai tanggal penyelesaian ditentukan dengan perubahan kurs selama masingmasing periode. Dikecualikan: - Selisih kurs yang timbul dari pos moneter yang merupakan bagian dari investasi neto entitas pelapor dalam kegiatan usaha luar negeri (contoh: piutang dan utang jangka panjang) diakui dalam salah salah satu yang tepat antara laba rugi pada laporan keuangan terendiri entitas pelapor dan laporan keuangan individual kegiatan usaha luar negeri. - Dalam laporan keuangan yang mencakup kegiatan usaha luar negeri dan entitas pelapor (misal laporan keuangan konsolidasian), selisih kurs diakui awalnya pada laporan komprehensif lain dan direklasifikasi dari ekuitas ke laba rugi pada saat pelepasan investasi neto. Lokasi di mana laba (rugi) selisih kurs akan diakui adalah mengikuti lokasi di mana laba rugi pos nonmoneter juga diakui. Contoh PSAK 16 (revisi 2007): Aset Tetap mensyaratkan beberapa keuntungan atau kerugian yang timbul dari revaluasi aset tetap diakui dalam pendapatan komprehensif lain. Maka ketika aset tersebut diukur dalam mata uang asing, selisih kurs juga diakui dalam pendapatan komprehensif lain. 2. Pengukuran Jumlah tercatat suatu pos mengacu pada PSAK yang mengaturnya. Misal, untuk menentukan pengukuran aset tetap apakah menggunakan nilai historis atau nilai wajar mengacu pada PSAK 16: Aset Tetap. Jika jumlahnya ditentukan dalam mata uang asing, maka selanjutnya harus dijabarkan ke dalam mata uang fungsional. 3. Penyajian

Jika mata uang penyajian berbeda dari mata uang fungsional entitas, maka entitas menjabarkan hasil dan posisi keuangannya ke dalam mata uang penyajian. Untuk kepentingan konsolidasi tetap mengikuti prosedur konsolidasi normal kecuali untuk aset moneter intra kelompok. Hal ini disebabkan pos moneter memiliki komitmen untuk mengkonversi suatu mata uang ke dalam mata uang lain dan memungkinkan entitas pelapor memiliki risiko laba (rugi) selisih kurs. Selisih kurs disajikan dalam laba rugi atau mengikuti lokasi di mana laba rugi suatu pos juga diakui. 4. Pengungkapan Entitas mengungkapkan antara lain: a. Jumlah selisih kurs yang diakui dalam laba rugi, kecuali yang timbul pada pos yang diukur pada nilai wajar sesuai PSAK 55 (revisi 2006). b. Selisih kurs neto yang diakui dalam pendapatan komprehensif lain termasuk rekonsiliasi selisih kurs awal dan akhir periode. c. Alasan penggunaan mata uang penyajian yang berbeda dengan mata uang fungsional. d. Alasan perubahan mata uang fungsional entitas pelapor maupun kegiatan usaha luar negeri yang signifikan. e. Penjelasan bahwa laporan keuangan tunduk kepada SAK jika mata uang penyajian berbeda dengan mata uang fungsional. f. Jika entitas menyajikan informasi laporan keuangan dalam mata uang yang berbeda namun tidak memenuhi persyaratan pada poin e, maka entitas: i. Mengidentifikasi secara jelas informasi tersebut sebagai informasi tambahan untuk membedakannya dengan informasi yang tunduk pada SAK. ii. Mengungkapkan mata uang yang mana informasi tambahan tersebut disajikan. iii. Mengungkapkan mata uang fungsional entitas dan metode penjabaran yang digunakan untuk menentukan informasi tambahan tersebut.