CWE 280
PEOPLE DEVELOPMENT I PROGRAM & CURRICULUM DEVELOPMENT
General Komponen
CWE 280
CWE : Tipe Cabin
280 : Out put Engine
5/26/2022 PEOPLE DEVELOPMENT I PROGRAM & CURRICULUM DEVELOPMENT 2
General Komponen
Dimensi CWE 280
REFFIL CAPACITY
ITEM KAPASITAS ITEM KAPASITAS
Fuel (Solar) 210 liter Oli engine 20 liter
Air pendingin 36 liter Oli power steering 4 liter
5/26/2022 PEOPLE DEVELOPMENT I PROGRAM & CURRICULUM DEVELOPMENT 3
General Komponen
Basic Engine
GH 8 E ( Engine dengan kapasitas displacement 8 liter )
5/26/2022 PEOPLE DEVELOPMENT I PROGRAM & CURRICULUM DEVELOPMENT 4
General Komponen
Definisi dan fungsi engine
Engine adalah suatu alat yang menghasilkan tenaga melalui proses tertentu, yaitu proses thermis atau panas dirubah
menjadi tenaga mekanis.
Fungsi engine sebagai sumber tenaga penggerak utama untuk diteruskan ke penggerak lainnya.
Prinsip kerja engine 4 langkah
5/26/2022 PEOPLE DEVELOPMENT I PROGRAM & CURRICULUM DEVELOPMENT 5
General Komponen
Engine System
a. Air intake & exhause system
Naturally Aspirate Turbocharger Aspirate
5/26/2022 PEOPLE DEVELOPMENT I PROGRAM & CURRICULUM DEVELOPMENT 6
General Komponen
Engine System
a. Air intake & exhause system
Turcocharger With Aftercooler Aspirate
5/26/2022 PEOPLE DEVELOPMENT I PROGRAM & CURRICULUM DEVELOPMENT 7
General Komponen
Engine System
NO KOMPONEN FUNGSI
b. Fuel System Sebagai tempat penampungan bahan bakar, pengendapan
1. Fuel tank
kotoran dan kondensasi.
2. Strainer Sebagai saringan awal atau saringan kasar bahan bakar.
3. Fuel level sensor Mendeteksi ketinggian volume bahan bakar didalam fuel tank.
Fuel pump/Feed
4. Untuk memompakan bahan bakar dari tanki ke system.
pump
Untuk menyaring kotoran yang terkandung didalam bahan
5. Fuel filter
bakar sebelum dialirkan ke sistem.
Mensuplay fuel bertekanan ke injector untuk proses
6. Injection pump
pembakaran.
7. Delivery pipe Pipa bahan bakar bertekanan dari injection pump ke injector
Untuk menyemprotkan dan mengabutkan bahan bakar dengan
8 Injector
tekanan tinggi ke ruang bakar.
Jalur sisa bahan bakar dari injector ke fuel tank yang tidak habis
9. Return line
terbakar.
Sebagai katup untuk mengembalikan kelebihan bahan bakar
10. Over flow valve
Skema fuel system pada system.
5/26/2022 PEOPLE DEVELOPMENT I PROGRAM & CURRICULUM DEVELOPMENT 8
General Komponen
Engine System
c. Lubricating System NAMA KOMPONEN
1. Strainer 5. Relief valve
2. Drive pump 6. Oil cleaner
3. Safety valve 7. Oil filter
4. Oil cooler 8. Piston cooling nozzle
Oli disirkulasikan oleh drive pump ke oil cooler dan kedua flow filter kemudian oli
disalurkan
Untuk pelumasan komponen engine yang berada di cylinder block & cylinder head.
Safety valve akan membuka, jika tekanan oli pada sistim naik dan Thermostat valve
berfungsi untuk mengatur aliran oli untuk diteruskan ke oil cooler.
Bila temperature oli didalam oil cooler dibawah 105 - 115°C, maka thermostat akan
terbuka, dan oli langsung keluar masuk sistim pelumasan tanpa melewati oil cooler.
Skema Lubricating System Bila temperature oli naik dan didalam oil cooler meningkat, thermostat valve tertutup dan
oli mengalir masuk ke oil cooler untuk didinginkan sebelum kesistim pelumasan.
5/26/2022 PEOPLE DEVELOPMENT I PROGRAM & CURRICULUM DEVELOPMENT 9
General Komponen
Engine System NO KOMPONEN FUNGSI
Mensuplai/ memompakan air dengan aliran yang bertekanan
d. Cooling system 1. Coolant pump
ke dalam sistim pendingin air.
Mencegah korosi, sebagai pembersih endapan karat pada
2. Coolant filter
sistem pendingin air.
Mendinginkan oli engine, transmissi dengan media pendingin
3. Oil cooler
air.
Untuk mengatur air bekas pendinginan ke radiator atau ke
engine lagi hingga temperatur air pendingin tetap konstan 70–
4. Thermostat
90 oC atau mempercepat temperatur kerja engine saat bekerja
maupun mencegah engine overheat.
Tempat menampung dan mendinginkan air dengan bantuan
5. Radiator
udara dari luar.
6. Expansion tank Tempat menampung dan menambahkan air pendingin.
7. Heating cell Pemanas cabin.
Radiator Cup/ Safety
valve :
Membebaskan tekanan lebih yang ada didalam sistem
a. Pressure Valve pendinginan. Jika tekanan didalam sistem naik 0,75 kg/cm2
diatas tekanan udara luar.
Skema Cooling System
Mencegah kevakuman sistem (menambah tekanan yang ada
b. Vacum Valve didalam sistem pendinginan), jika tekanan didalam sistem
turun sampai 1 atm (1,03 kg/cm2) dibawah tekanan udara luar.
5/26/2022 PEOPLE DEVELOPMENT I PROGRAM & CURRICULUM DEVELOPMENT 10
General Komponen
Engine System
e. Electic system
NO KOMPONEN FUNGSI
1. Alternator Fungsinya sebagai sumber listrik untuk mensuplay ke battery pada saat engine
hidup dengan merubah energi mekanik menjadi energi elektrik
2. Battery Fungsinya sebagai penyimpan arus listrik dengan merubah energi kimia
menjadi tenaga listrik
3. Battery relay Fungsinya untuk memutus dan menghubungkan arus battery dengan body
secara automatis dan mencegah atau memperkecil hubungan singkat bila
battery tidak digunakan
4. Regulator Fungsinya untuk menjaga agar arus yang keluar dari alternator tetap konstan
pada saat engine dalam putaran rendah atau putaran tinggi
5. Starting switch Fungsinya untuk menghubungkan atau memutuskan arus listrik
6. Fuse Sebagai pengaman arus listrik
9. Cable Sebagai penghubung system kelistrikkan
Skema Electric System
5/26/2022 PEOPLE DEVELOPMENT I PROGRAM & CURRICULUM DEVELOPMENT 11
General Komponen
Basic Hidrolik
NO KOMPONEN FUNGSI
Sebagai tempat penampungan oli dari sistem. Selain
1. Tangki hidrolik ( hydraulic tank )
itu juga berfungsi sebagai pendingin oli yang kembali.
Sebagai pemindah oli dari tangki ke dalam sistem.
2. Pompa hidrolik (hydraulic pump) Dan bersama komponen lain menimbulkan
hydraulic pressure ( tenaga hidrolik ).
Control valve Untuk mengarahkan jalannya oli ke tempat yang
3.
diinginkan
Untuk membatasi tekanan maksimum yang diijinkan
Main relief valve
4. dalam hydraulic system, agar sistem sendiri tidak
rusak.
5. Pressure line Saluran oli hidrolik bertekanan tinggi, baik
berbentuk pipa atau hose.
Actuator ( hydraulic cylinder ) Sebagai perubah dari tenaga hidrolik menjadi tenaga
6.
mekanik.
Untuk menyaring kotoran-kotoran agar tidak ikut
7. Filter Oil Hydraulic
bersirkulasi.
8. Accumulator Untuk menyimpan energy bertekanan dan meredam
gaya kejut dari attachment hydraulic.
Skema Basic Hidrolik CWE 280
5/26/2022 PEOPLE DEVELOPMENT I PROGRAM & CURRICULUM DEVELOPMENT 12
General Komponen
Power Train
suatu urutan / rangkaian penggerak tenaga yang di mulai dari torque converter hingga final drive sehingga unit itu dapat
bergerak / berjalan.
NAMA KOMPONEN
Engine 5 Universal joint
Cluth 6 Differential
Transmisi 7 Final drive
Propeller shaft
Skema power train Scania P410
5/26/2022 PEOPLE DEVELOPMENT I PROGRAM & CURRICULUM DEVELOPMENT 13
General Komponen
Power Train
Drive Shaft
Berfungsi untuk meneruskan putaran dari torque converter ke transfer gear.
Universal joint
Berfungsi untuk menjaga keseimbangan putaran propeller shaft pada saat propeller shaft harus berputar dengan posisi propeller shaft tidak lurus
Transfer Gear
Berfungsi untuk mereduksi putaran dari drive shaft sebelum diteruskan ke transmisi.
Transmisi
Berfungsi untuk mengatur kecepatan gerak maju , mundur dan untuk meningkatkan torsi dengan cara mereduksi putarannya melalui perbandingan jumlah tiap
gear transmissi.
Transmissi terletak antara transfer gear dan differential.
Lockup Cluth
Berfungsi sebagai coupling, untuk menjadikan atau menghubungkan putaran engine ke transmissi menjadi langsung/ direct drive
Torque Converter Pump
Untuk mengalirkan oli hidrolik dari tangki ke dalam torque converter dan mengembalikan oli hidrolik dari torque converter ke tangki penampungan.
Differential
Digunakan untuk meneruskan putaran transmisi ke final drive dan digunakan untuk membedakan putaran antara roda kanan dan rida kiri pada saat membelok
5/26/2022 PEOPLE DEVELOPMENT I PROGRAM & CURRICULUM DEVELOPMENT 14
General Komponen
System Cluth
Suatu komponen penghubung dan pemutus, dalam rangkaian
tenaga pada suatu kendaraan. Clucth terletak diantara engine
dan transmissi.
Fungsi clutch untuk mempermudah saat perpindahan speed
dengan cara memutus dan menghubungkan tenaga engine ke
transmissi.
Type Clucth Scania CWE 280 :
Single dry plate with resilisnt hub
5/26/2022 PEOPLE DEVELOPMENT I PROGRAM & CURRICULUM DEVELOPMENT 15
General Komponen
Transmisi
komponen penerus tenaga untuk mendapatkan gerak maju, mundur
dan kecepatan unit CWE 280 menggunakan tipe Pneumatic shifting
Keterangan
Model transmissi : F9R20A
Jumlah gear : 9 F ( Dengan tambahan speed C ) + 1 R
5/26/2022 PEOPLE DEVELOPMENT I PROGRAM & CURRICULUM DEVELOPMENT 16
General Komponen
Brake 1. Air Compressor
Berfungsi sebagai alat penghasil dan yang menyuplai udara. Terletak dibagian engine.
2. Relief valve
Berfungsi sebagai alat yang membatasi dan membagi udara kedalam bagian-bagian yang memerlukan udara.
3. Air Resevoir Tank
Berfungsi sebagai alat tempat penampungan udara bertekanan ,yang dihasilkan dari air compressor.
4. Air Dryer
Berfungsi sebagai alat yang dapat membantu,untuk mengeringkan udara dalam system yang tercampur
dengan air,sekaligus membatasi tekanan udara didalam system, apabila melebihi batas yang ditentukan,
secara otomatis udara akan terbuang .
5. Brake valve/ Foot brake
Berfungsi mengontrol udara bertekanan yang dikirim
dari tangki udara ke chamber brake ( Single & double chamber) dan mengontrol gaya pengereman.
6. Single chamber brake
Berfungsi mengaktifkan brake melalui gaya tekan untuk mendapatkan efek pengereman .
Pinsip kerja: merubah energi tekanan angin menjadi energi mekanikal
7. Double chamber brake
Berfungsi mengaktifkan foot brake dan parking brake. Double brake chamber dibagi menjadi dua, service brake
chamber untuk foot brake dan spring brake chamber untuk parking brake.
Foot brake dioperasikan pada saat unit berjalan, sedangkan spring brake chamber dioperasikan saat unit posisi
Skema brake full air type
parkir. Sistim ini menggunakan tekanan angin melalui control valve dan Brake bisa aktif secara otomatis ketika
terjadi droop air pressure pada batas tekanan udara yang ditentukan.
5/26/2022 PEOPLE DEVELOPMENT I PROGRAM & CURRICULUM DEVELOPMENT 17
General Komponen
Tyre
Fungsi utama tyre adalah sebagai :
Penahan beban unit.
Penyerap getaran dan goncangan akibat kondisi jalan.
Untuk meneruskan fungsi pengereman & meneruskan traksi ke permukaan
jalan.
Mengendalikan arah gerak unit.
Ukuran tyre Scania CWE : 12.00 X 24
5/26/2022 PEOPLE DEVELOPMENT I PROGRAM & CURRICULUM DEVELOPMENT 18
Instrument Panel Dan Kontrol
Kelompok monitor
Secara garis besar fungsi instrument panel adalah, sebagai petunjuk awal / peringatan awal,tentang kondisi system
pada unit secara keseluruhan.
LAMPU PERINGATAN / WARNING LAMP
A.Warna Kuning :
Check
Pintu terbuka
Lampu kabut
B.Warna Merah :
Battrey charger
Engine Oil pressure
Brake air pressure
Parking brake
5/26/2022 PEOPLE DEVELOPMENT I PROGRAM & CURRICULUM DEVELOPMENT 19
Instrument Panel Dan Kontrol
5/26/2022 PEOPLE DEVELOPMENT I PROGRAM & CURRICULUM DEVELOPMENT 20
Instrument Panel Dan Kontrol
5/26/2022 PEOPLE DEVELOPMENT I PROGRAM & CURRICULUM DEVELOPMENT 21
Instrument Panel Dan Kontrol
5/26/2022 PEOPLE DEVELOPMENT I PROGRAM & CURRICULUM DEVELOPMENT 22
Instrument Panel Dan Kontrol
Gauge Indicator
5/26/2022 PEOPLE DEVELOPMENT I PROGRAM & CURRICULUM DEVELOPMENT 23
Instrument Panel Dan Kontrol
Gauge Indicator
Range hijau 900 - 1400
Mengemudi pada range hijau selain untuk menghemat bahan bakar, juga torsi
tertinggi engine ada pada range tersebut.
Alarm pemberi tahu akan berbunyi jika rpm melebihi rpm 1400, yang perlu
dilakukan adalah menambah gear atau mengurangi rpm
Alarm peringatan yang ke dua akan berbunyi pada rpm 2150 rpm, menandakan
engine sudah melebihi batas putaran yang diizinkan
Tachometer / Rev counter.
Pengukur bahan bakar menunjukan isi bahan bakar di dalam
tangki bahan bakar
E – kosong
F – penuh
Fuel gauge.
5/26/2022 PEOPLE DEVELOPMENT I PROGRAM & CURRICULUM DEVELOPMENT 24
Instrument Panel Dan Kontrol
Gauge Indicator
Untuk mengetahui kecepatan kendaraan dalam km/jam. Selain itu dapat
diketahui jarak yang tempuh unit.
Spedometer.
Gauge ini menunjukan temperatur air pendingin.
Waktu switch/ kontak pada posisi ON, apabila jarum penunjuk masuk
ke daerah merah waktu mesin hidup, kemungkinan engine terlalu
panas. Selama mengemudi, jagalah selalu agar temperatur air tetap
normal (80-1000 C).
Water temperature gauge.
5/26/2022 PEOPLE DEVELOPMENT I PROGRAM & CURRICULUM DEVELOPMENT 25
Instrument Panel Dan Kontrol
Saklar/ Switch
Keterangan :
Posisi 1 : Mematikan engine (shutdown).
Posisi 2 : Radio.
Posisi 3 : Drive.
Posisi 4 : Posisi start engine.
5/26/2022 PEOPLE DEVELOPMENT I PROGRAM & CURRICULUM DEVELOPMENT 26
Instrument Panel Dan Kontrol
Display
5/26/2022 PEOPLE DEVELOPMENT I PROGRAM & CURRICULUM DEVELOPMENT 27
Instrument Panel Dan Kontrol
Menu didalam display
5/26/2022 PEOPLE DEVELOPMENT I PROGRAM & CURRICULUM DEVELOPMENT 28
Instrument Panel Dan Kontrol
Menu didalam display
5/26/2022 PEOPLE DEVELOPMENT I PROGRAM & CURRICULUM DEVELOPMENT 29
Instrument Panel Dan Kontrol
Menu didalam display
5/26/2022 PEOPLE DEVELOPMENT I PROGRAM & CURRICULUM DEVELOPMENT 30
Instrument Panel Dan Kontrol
Saklar/ Switch
Untuk mengoperasikan pump hydraulic yang tenaganya diambil dari transmisi.
Cara pengoperasian :
Hentikan unit
Tekan pedal clutch.
Tunggu ± 5-10 detik.
Tekan switch PTO.
Lepas pedal clutch dengan perlahan.
Posisikan control valve ke naik .
Naikan putaran engine 800 - 1500 rpm.
Jika material sudah terbuang, kembalikan switch PTO posisi OFF dan turunkan vessel
rapat dengan frame.
PTO
Apabila switch diaktifkan lampu indicator akan menyala.
Switch berfungsi untuk menyamakan putaran differential depan belakang
(axle 3) dan belakang- belakang (axle 4).
Penggunaan differential lock (inter axle), pada kondisi jalan yang
berlumpur atau unit mengalami slip.
Pastikan truck berhenti sebelum mengaktifkan switch ini.
(Inter Axle) (Inter Whell)
Hindari penggunaan difflock dalam waktu lama
5/26/2022
31
PEOPLE DEVELOPMENT I PROGRAM & CURRICULUM DEVELOPMENT
Instrument Panel Dan Kontrol
Saklar/ Switch
5/26/2022
32
PEOPLE DEVELOPMENT I PROGRAM & CURRICULUM DEVELOPMENT
Instrument Panel Dan Kontrol
Control lever dan pedal
Untuk menambah dan mengurangi kecepatan unit.
Cara pengoperasian :
Tekan pedal clucth dengan penuh dan pindahkan lever tersebut untuk
menambah atau mengurangi speed yang dituju.
Transmission control lever.
Berfungsi untuk mengatur putaran engine/ RPM
5/26/2022
33
PEOPLE DEVELOPMENT I PROGRAM & CURRICULUM DEVELOPMENT
Instrument Panel Dan Kontrol
Control lever dan pedal
5. Dump body lever
Berfungsi untuk mengoperasikan peralatan kerja hidrolik.
Pastikan unit berhenti dan switch PTO aktif untuk mengoperasikan switch ini.
Keterangan
Safety lock lever & Float position.
Raise position
Hold poaition
Lower position
6. Drive seat.
Lakukan setting drive seat sebelum menjalankan unit.
Dilarang melakukan penyetelan tempat duduk selama menjalankan unit.
5/26/2022 PEOPLE DEVELOPMENT I PROGRAM & CURRICULUM DEVELOPMENT 34
P2H
Adalah suatu kegiatan pemeriksaan unit yang dilakukan oleh
operator pada saat sebelum dan setelah operasi.
Tujuan dari P2H ini untuk mengetahui kondisi unit sebelum
dioperasikan, dan mencegah terjadinya kerusakan yang lebih parah.
P2H yang wajib dilakukan seorang operator dibagi menjadi 4
langkah :
1. Pemeriksaan keliling sebelum menghidupkan Engine (Walk
around)
2. Pemeriksaan di atas unit dan didalam kabin
3. Pemeriksaan setelah menghidupkan engine
4. Pemeriksaan setelah selesai operasi
5/26/2022 PEOPLE DEVELOPMENT I PROGRAM & CURRICULUM DEVELOPMENT 35
P2H
Walk Arraund Inspection ( Mengelilingi Unit )
Pemeriksaan keliling dilakukan secara menyeluruh
dimulai dari bagian depan, kiri, belakang lalu bagian
kanan unit. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh
untuk mengidentifikasi kekendoran, keausan,
keretakan pada bagian – bagian komponen unit. Serta
memeriksa apakah terdapat kebocoran dari oli, air
ataupun grease pada bagian – bagian komponen unit
untuk mencegah terjadinya kebakaran.
Pada saat sebelum melakukan pemeriksaan unit harus dalam posisi rata.
5/26/2022 PEOPLE DEVELOPMENT I PROGRAM & CURRICULUM DEVELOPMENT 36
P2H
Walk Arraund Inspection ( Mengelilingi Unit )
5/26/2022 PEOPLE DEVELOPMENT I PROGRAM & CURRICULUM DEVELOPMENT 37
P2H
Walk Arraund Inspection ( Mengelilingi Unit )
5/26/2022 PEOPLE DEVELOPMENT I PROGRAM & CURRICULUM DEVELOPMENT 38
P2H
Walk Arraund Inspection ( Mengelilingi Unit )
5/26/2022 PEOPLE DEVELOPMENT I PROGRAM & CURRICULUM DEVELOPMENT 39
P2H
Walk Arraund Inspection ( Mengelilingi Unit )
Pemeriksaan oli engine
1. Tarik keluar dipstic oli dan bersihkan.
2. Masukkan penuh dipstic oli dan cabut kembali ( lihat dipstic oli pada posisi datar ). Jika posisi oli berada diantara “MAX” da “MIN”,
berarti level oli, normal.
3. Jika oli kurang tambah oli secukupnya.
4. Periksa kembali setelah menambahkan oli.
5. Setelah selesai, kembalikan dipstic oli dengan benar.
PERINGATAN !!
Ketika menambahkan oil, pastikan tidak ada oil yang tercecer. Jika oil tercecer dipipa exhaust manifold, mungkin saja bisa
terbakar karena temperature yang tinggi. Hati – hati saat menambahkan oil
Jangan pernah menambahkan oil jika sudah berada ditanda “MAX” pada garis level oil.
Pemeriksaan oli steering
Lakukan pemeriksaan level oli steering.
5/26/2022 PEOPLE DEVELOPMENT I PROGRAM & CURRICULUM DEVELOPMENT 40
P2H
Walk Arraund Inspection ( Mengelilingi Unit )
Pemeriksaan air Pendingin engine
a) Periksa banyaknya air pendingin dengan melihat level direservoir tank
b) Jika level berada pada pada posisi antara “MAX” dan “MIN” level air pendingin normal
c) Tambahkan air pendingin direservoir tank. Jika air pendingin kurang.
d) Pasang tutup reservoir tank dengan kuat dan benar
e) Jika tiba – tiba level indicator air pendingin menurun, kemungkinan terjadi kebocoran disistem pendinginan.
Pemeriksaan air wiper
a) Tambahkan air bersih, sebelum operasi ( jika Volume kurang ).
Pemeriksaan level oil clucth
Periksa level fuel, kebocoran, clamp tangki dan kekencangan plug/ tutup tangki oli clutch
5/26/2022 PEOPLE DEVELOPMENT I PROGRAM & CURRICULUM DEVELOPMENT 41
P2H
Walk Arraund Inspection ( Mengelilingi Unit )
Pemeriksaan level fuel
Periksa level fuel, jika ada kebocoran hose, kebocoran
clamp tangki dan kekencangan plug/ tutup tangki bahan bakar.
Pemeriksaan water separator
Water separator berfungsi memisah air dengan bahan bakar untuk mencegah masalah yang timbul karena
bercampurnya air dengan bahan bakar.
Periksa dan buanglah air yang mengendap.
Membuang air :
a)Buka saluran pembuangan.
b)Buang air kemudian tutup kembali.
Pemeriksaan bolt dan nut roda
a) Periksalah bolt atau nut roda setiap hari.
b) Periksa kekendoran nut roda , jika ada yang lepas atau kendor lakukan perbaikan.
c) Kencangkan nut sekali lagi setelah berjalan selama 4-5 jam .
5/26/2022 PEOPLE DEVELOPMENT I PROGRAM & CURRICULUM DEVELOPMENT 42
P2H
Walk Arraund Inspection ( Mengelilingi Unit )
Pemeriksaan tekanan angin tyre.
a. Periksa tekanan udara pada tiap – tiap ban, sebelum mengoperasikan unit.
b. Pada saat yang sama lakukan pengecekan fisik ban.
Periksa juga bahwa tidak ada paku atau logam pada bagian ban yang berpotensi merusak ban
Pemeriksaan komponen spring dan sistim brake bagian depan
1. Hanger spring .
2. Anti roll bar.
3. Shock absorber.
4. Spring.
5. Kondisi Hose, bolt & Chamber brake.
Pemeriksaan komponen spring dan sistim brake bagian belakang
Pemeriksaan kerusakan dan kelayakan :
Trunion assembly., U –bolt, Torque rod, Komponen brake, Shock absorber, Spring.
5/26/2022 PEOPLE DEVELOPMENT I PROGRAM & CURRICULUM DEVELOPMENT 43
P2H
Walk Arraund Inspection ( Mengelilingi Unit )
Pemeriksaan komponen unit bagian belakang
Pemeriksaan kendisi dan kelayakan :
1. Tilt gate.
2. Bracket & pin.
3. Lock pin vessel.
4. Lampu kerja ( R, L ).
Bersihkan jika lampu belakang tertutup
lumpur atau kotoran.
Pemeriksaan drain valve ( tangki udara )
Kosongkan tangki udara untuk memeriksa adanya pengendapan air melalui drain valve.
Air ditangki mengindikasikan bahwa air dryer tidak berkerja dengan normal. Kosongkan tangki utama dan jalur tangki
angin jika terdapat air ,maka filter air dryer harus diganti dan air dryer harus diperiksa
Pemeriksaan air dyer
a) Kendaraan yang dilengkapi dengan air dryer, dalam keadaan normal tidak ada air didalam tangki.
b) Jika banyak air atau oil yang keluar saat pemeriksaan, air dryer tersebut bermasalah
5/26/2022 PEOPLE DEVELOPMENT I PROGRAM & CURRICULUM DEVELOPMENT 44
P2H
Walk Arraund Inspection ( Mengelilingi Unit )
Pemeriksaan level oil hydraulic
1. Periksa ketinggi oil hydraulic melalui kaca /gelas penduga
2. Periksa pump hydraulic, adakah kebocoran tetesan rembesan oil
3. Periksa silinder hoist dump adakah kebocoran rembesan tetesan oli
Pemeriksaan APAR
1. Periksalah kondisi valve, lock & hose.
2. Periksa pressure APAR
Pemeriksaan bagian depan unit (seputaran grill)
1. Pastikan bahwa disana tidak ada material yang mudah terbakar ( daun kering, kain ) yang terkumpul atau kotoran lain.
2. Lakukan pemeriksaan lampu kerja, turn signal, lampu rotary dan pastikan tidak ada kerusakan.
5/26/2022 PEOPLE DEVELOPMENT I PROGRAM & CURRICULUM DEVELOPMENT 45
P2H
Pemeriksaan diatas alat dan didalam kabin
Kelayakan seat belt
1. Sebelum mengencangkan seat belt, periksa bahwa seat belt tersebut tidak mengalami kerusakan pada pengikat atau beltnya
2. Atur dan pasangkan seat belt sebelum mulai jalan.
3. Selalu gunakan seat belt selama operasi
4. Gunakan seat belt terpakai dengan benar ( lock terkunci dan belt tidak terlipat ).
Pengaturan steering wheel.
Untuk mengatur steerng wheel. Steering wheel dapat diatur tergantung dengan keinginan driver. Penyetelan dapat dilakukan
secara vertikal dan horizontal, dengan
cara tekan pedal adjustment kemudian atur posisi
steering sesuai dengan kenyamanan operator
PERINGATAN !!
Jangan melakukan setting kemudi, saat kendaraan berjalan,
karena dapat mengakibatkan kecelakaan.
5/26/2022 PEOPLE DEVELOPMENT I PROGRAM & CURRICULUM DEVELOPMENT 46
P2H
Pemeriksaan setelah engine hidup
1. Dengarkan suara engine, apakah normal atau tidak. Apabila ada WARNA ASAP
ketidaknormalan, segera periksa dan laporkan ke pengawas. Putih bahan bakar tercampur dengan air
2. Lihat warna asap gas buang yang keluar dari exhaust pipe. Warna asap gas Hitam bahan bakar Lebih banyak dari udara
buang yang normal adalah transparan.
Kebiru biruan oli ikut terbakar
3. Tekan pedal accelerator atau setting hand throttle dengan perlahan dan
hidupkan engine tanpa beban pada kecepatan menengah selama +/- 5 menit. Yang paling baik adalah transparan
4. Test fungsi transmissi maju – mundur berikut pengunaan gear nya.
5. Tes fungsi system brake, steering kanan – kiri , dump body / hydraulic system.
6. Lakukan control terhadap kondisi unit, melalui instrument panel selama
mengoperasikan unit.
PERINGATAN !!
Biarkan engine pada putaran idle selama +/- 5 menit setelah hidup
Setelah engine hidup, jangan menaikkan rpm engine secara tiba-tiba, matikan engine dengan tiba-tiba pada
kondisi normal dan merubah arah gerak unit dengan tiba-tiba.
5/26/2022 PEOPLE DEVELOPMENT I PROGRAM & CURRICULUM DEVELOPMENT 47
P2H
Pemeriksaan setelah selesai operasi
Setelah selesai operasi, hindari langsung mematikan engine.
Lakukan beberapa hal dibawah ini :
1) Parkirlah unit yang rata, aman , jauh dari bahaya banjir, pohon kering dan tanah longsor.
2) Parkir unit pada tempat yang mudah dijangkau oleh lub car maupun fuel truck.
3) Bila parkir ada unit lain perhatikan jarak yang aman parkir.
4) Pastikan parking brake posisi ON/ applied.
5) Low idle engine selama kurang lebih 5 menit sambil mengecek kembali apakah ada kebocoran pada semua sistim
selama operasi melalui instrument panel.
6) Matikan perangkat elektrik ( lampu, AC, radio ).
7) Matikan engine dan turun dari unit memakai metode tiga titik tumpu.
8) Periksa bagian attachment, apakah ada kerusakan, keausan, kebocoran selama pengoperasian. Apabila ditemukan
ketidak normalan, segera laporkan ke pengawas dan beritahukan kepada operator shift berikutnya.
9) Bersihkan unit dari kotoran yang menempel sebelum meninggalkan unit
5/26/2022 PEOPLE DEVELOPMENT I PROGRAM & CURRICULUM DEVELOPMENT 48
P2H
Maintenance
Suatu kegiatan service untuk mencegah timbulnya keausan, kerusakan yang tidak normal sehingga umur alat dapat mencapai
atau sesuai umur yang direkomendasikan oleh pabrik.
Tujuan perawatan dapat disimpulkan menjadi 4 yaitu :
1. Agar alat selalu dalam keadaan siap pakai (High availability ,berdaya guna fisik yang tinggi ).
2. Agar alat selalu dalam keadaan prima berdaya guna mekanis paling baik (Best Performance).
3. Agar biaya perbaikan alat menjadi lebih hemat ( Reduce Repair Cost ).
4. Untuk memperpanjang masa pakai mesin.
Sasaran :
Memaksimalkan waktu operasi / produksi.
Mencegah kemungkinan terjadinya gangguan / hambatan pada saat operasi .
Mengetahui kondisi mesin / unit yang digunakan , untuk menyiapkan suku cadangnya.
Mengatasi gangguan / hambatan dengan cepat pada saat operasi atau produksi.
Memanfaatkan mesin atau unit dalam keadaan layak pakai / produksi selama mungkin.
Mencegah hal – hal yang membahayakan kesehatan dan keselamatan.
Meminimalkan biaya perawatan.
5/26/2022 PEOPLE DEVELOPMENT I PROGRAM & CURRICULUM DEVELOPMENT 49
P2H
Maintenance
Perawatan adalah suatu kegiatan service untuk mencegah timbulnya keausan yang tidak normal sehingga umur alat dapat mencapai atau sesuai umur
yang direkomendasikan oleh pabrik.
Tujuan perawatan dapat disimpulkan menjadi 4 :
A. Agar suatu alat selalu dalam keadaan siap pakai (High availability, berdaya guna fisik yang tinggi).
B. Agar suatu alat selalu dalam keadaan prima berdaya guna mekanis yang paling baik (Best Performance).
C. Agar biaya perbaikan alat menjadi lebih hemat (reduce Repair Cost).
D. Untuk memperpanjang masa pakai mesin.
Sasaran Perawatan :
1. Memaksimalkan waktu operasi / produksi.
2. Mencegah kemungkinan terjadinya gangguan / hambatan pada saat operasi.
3. Mengetahui kondisi mesin / unit yang digunakan, untuk menyiapkan suku cadangnya.
4. Mengatasi gangguan / hambatan dengan cepat pada saat operasi atau produksi.
5. Memanfaatkan mesin atau unit dalam keadaan layak pakai / produksi selama mungkin.
6. Mencegah hal – hal yang membahayakan kesehatan dan keselamatan.
Pekerjaan yang harus dilakukan dalam melaksanakan pekerjaan perawatan adalah
1. Pengontrolan 4. Penyetelan
2. Penggantian 5. Perbaikan
3. Pemeliharaan 6. Pengetesan
5/26/2022 PEOPLE DEVELOPMENT I PROGRAM & CURRICULUM DEVELOPMENT 50
P2H
Maintenance
Pekerjaan yang harus dilaksanakan dalam melakukan maintenance/ perawatan adalah :
1. Pengontrolan 4. Penyetelan
2. Penggantian 5. Perbaikan
3. Pemeliharaan 6. Pengetesan
Agar dapat melakukan atau melaksanakan hal tersebut harus mengerti dan memahami :
a. Periode Service.
b. Nama , fungsi , lokasi dan prinsip kerja sistim yang ada pada komponen.
c. Lain – lain contohnya melaksanakan P2H dengan benar.
Kunci Maintenance / Perawatan :
Ketrampilan dan prilaku manusia.
Kegiatan pemeliharaan .
Perencanaan yang baik.
Peralatan yang memadai dan standart.
Keselamatan kerja
Pengadaan spare part.
5/26/2022 PEOPLE DEVELOPMENT I PROGRAM & CURRICULUM DEVELOPMENT 51
P2H
Maintenance
Istilah - istilah pada perawatan :
PPM : Program / Perawatan Pemeriksaan Mesin
PPU : Program Pemeriksaan Undercarriage.
PAP : Program Analisa Pelumas
Tujuan diadakan PPM adalah :
Melaksanakan pemeriksaan mesin / engine lengkap untuk mendapatkan petunjuk
Kondisi unit terakhir saat diperiksa.
Rekomendasi jadwal pemeliharaan, perbaikan dan estimasi biaya kebutuhan suku cadang.
Melakukan koreksi atas penyimpangan terhadap cara pengoperasian /mis operation dan
pemeliharaan.
Tujuan diadakan PPU adalah :
Melakukan pemeriksaan dan pengukuran bagian under carriage untuk mengetahui tingkat
pressentase keausan bagian under carriage.
Rekomendasi waktu kapan dilakukan penggantian.
Melakukan koreksi atas penyimpangan terhadap cara pengoperasian /mis operation dan
pemeliharaan .
5/26/2022 PEOPLE DEVELOPMENT I PROGRAM & CURRICULUM DEVELOPMENT 52
P2H
Maintenance
Tujuan diadakan PAP adalah :
Untuk mengetahui gejala – gejala kerusakan dan pencegahan kerusakan yang mungkin
akan timbul atau sedang terjadi .
Mengurangi down time dan biaya repair , memperbaiki sehingga tercegah kerusakan
yang lebih fatal./ parah.
Melakukan koreksi, penyimpangan terhadap cara pengoperasian/ misoperation dan
pemeliharaan .
Fungsi oli :
1. Membentuk lapisan film
2. Sebagai media pendingin pada sistim.
3. Sebagai penyekat.
4. Sebagai pembersih .
5. Sebagai pencegah anti karat .
6. Sebagai media pemindah tenaga
5/26/2022 PEOPLE DEVELOPMENT I PROGRAM & CURRICULUM DEVELOPMENT 53
P2H
Maintenance
Jenis Oli: Hidraulic oil ( ISO VG 32 – 150 / SAE 10 ).
Engine oil ( API : CA, CB, CC, CD, CE, CF , / SAE 10 – 50 ).
Gear oil ( AGMA , GL- 1, GL- 8A / SAE 60 – 250 ).
Brake oil ( SAE 10 ).
Automatice Tranmission fluid (ATF)
Kerusakan oli dapat diklasifikasikan sbb :
Kontaminasi adalah peristiwa rusaknya oli karena pengaruh dari luar
sistim oli tersebut. Penyebabnya antara lain : Debu , Air dan
Kotoran.
Deteriotasi adalah peristiwa rusaknya oli karena pengaruh dari sistim
oli tersebut . Penyebabnya antara lain : Karena proses pembakaran
atau campuran kimia.
5/26/2022 PEOPLE DEVELOPMENT I PROGRAM & CURRICULUM DEVELOPMENT 54
Methode dan Tehnik Operasi
Pedoman Pengoperasian Unit
Koordinasi dengan pengawas :
Lokasi pemuatan material
Jalan angkut material
Lokasi pembuangan material
Jenis material
Penggunaan channel radio
Petunjuk naik dan turun unit Unit :
Dilarang menggunakan peralatan kontrol yang lain sebagai pegangan tangan
selain hand riil, selama naik dan turun tangga unit
Dilarang melompat naik dan turun dari unit
Perhatikan posisi plateform / landasan, anak tangga, saat naik dan turun unit
Pastikan menutup safety hand riil (pagar) sesudah naik unit, dan pastikan
posisi safety hand riil (pagar) terbuka ketika turun dari unit.
naik atau turun di anak tangga dengan posisi membelakangi unit.
5/26/2022 PEOPLE DEVELOPMENT I PROGRAM & CURRICULUM DEVELOPMENT 55
Methode dan Tehnik Operasi
Menghidupkan unit
Periksa kelayakan seat belt dan gunakan dengan benar (lock terkunci, belt tidak
terlipat).
Setting drive seat dengan benar dan sesuai dengan kenyamanan kondisi tubuh
(Ergonomis).
Parking brake posisi aktif, PTO posisi OFF.
Gear transmissi posisi netral, lever dump body posisi float.
Automatic exhaust brake switch posisi OFF.
Bunyikan isyarat suara/ horn 1X dan beri jeda waktu 5-10 detik sebelum menghidupkan
1 X, Sebelum menghidupkan engine engine.
2 X, Untuk unit bergerak maju Lepas accelator pedal dan lakukan start engine.
3 X, Untuk unit bergerak mundur “ Hindari start engine secara terus-menerus lebih dari 20 detik, Maximal lakukan 3X
Bunyi 1 X dengan suara pajang, khusus untuk keadaan darurat start dengan jeda waktu 2 menit “.
(Emergency) Periksa apakah semua lampu instrument menyala dan lakukan pemanasan engine
dengan RPM rendah/ idle.
Pastikan tekanan udara normal ( air pressure gauge ).
Lakukan test bekerjanya transmissi dari gerak maju ke gerak mundur atau
sebaliknya.
Lakukan test kemampuan brake pada posisi unit berhenti diarea datar dan landasan
material keras.
Setting dan pastikan radio komunikasi dapat dipergunakan untuk berkomunikasi
dengan baik sesuai dengan channel radio area kerja.
5/26/2022 PEOPLE DEVELOPMENT I PROGRAM & CURRICULUM DEVELOPMENT 56
Methode dan Tehnik Operasi
Pedoman Pengoperasian Unit
Teknik Pengoperasian Steering Wheel
Teknik Ten to two
Memegang steering wheel dengan cara, tangan kiri di arah jarum jam 10
(sepuluh) dan tangan kanan di arah jarum jam 2 (dua)
Quarter to three
Memegang steering wheel dengan cara, tangan kiri di arah jarum jam 9
(sembilan) dan tangan kanan diarah jarum jam 3 (tiga). Selama mengoperasikan
steering wheel pastikan Ibu jari kedua tangan tidak melipat masuk kearah lingkar
steer dan pastikan memegang steering wheel dengan kedua tangan ketika jalan
lurus ataupun berbelok.
5/26/2022 PEOPLE DEVELOPMENT I PROGRAM & CURRICULUM DEVELOPMENT 57
Methode dan Tehnik Operasi
Persiapan pengoperasian dan menjalankan unit
Dalam hal persiapan Operator dalam bekerja, perlu dicatat bahwa setiap awal shift Operator wajib mengikuti
P5M/Safety Talk
1. Operator dengan jam tidur/istirahat lebih dari 6 jam, maka Operator dapat bekerja dengan normal.
2. Operator dengan jam tidur/istirahat 4 – 6 jam, maka akan dilakukan Coaching oleh Pengawas serta
Operator wajib beristirahat selama 1 jam terlebih dahulu setelah bekerja selama 2 jam dan
melaksanakan sobriety test (tes bugar sehat bekerja).
3. Operator dengan jam tidur/istirahat kurang dari 4 jam, maka akan dilakukan Coaching oleh Pengawas
dan wajib beristirahat selama 3 sampai dengan 4 jam sebelum bekerja serta melaksanakan sobriety test.
5/26/2022 PEOPLE DEVELOPMENT I PROGRAM & CURRICULUM DEVELOPMENT 58
Methode dan Tehnik Operasi
Petunjuk menjalankan unit saat start awal :
a. Tekan pedal clutch secara penuh.
b. Operasikan lever transmissi ke posisi speed C (truck posisi muatan), dan gunakan speed 1 (truck posisi kosongan).
c. Setelah speed masuk (engage), lepas pedal clutch dengan perlahan, dan naikkan putaran engine secara bertahap.
“ Hindari menambah putaran engine dengan cara spontan “
d. Jangan menekan pedal clutch setengah-setengah ketika unit sudah berjalan
Mengoperasikan Range Change
Berfungsi untuk merubah kecepatan pada gear transmissi dari transmissi dari rangkaian kecepatan rendah ke rangkaian kecepatan tinggi. ( Low
range – High range ).
Cara pengoperasian range change switch :
Posisi switch kebawah adalah speed 1, 2, 3, 4.
Posisi switch keatas adalah speed 5, 6, 7, 8.
Perpindahan speed 4 ke speed 5 :
1. Pastikan unit travel menggunakan speed 4.
2. Pindahkan range change switch ke posisi high.
3. Bila kecepatan sudah tercapai sesuai dengan speed 5, pindahkan lever transmissi ke posisi speed 5.
4. Lepas pedal clutch sepenuhnya dan naikkan RPM dengan perlahan.
5/26/2022 PEOPLE DEVELOPMENT I PROGRAM & CURRICULUM DEVELOPMENT 59
Methode dan Tehnik Operasi
Petunjuk perpindahan gear transmissi (Down shifting)
a. Lepas accelerator pedal.
b. Kecepatan unit akan berkurang, kemudian tekan pedal clutch secara penuh.
c. Tekan switch range change, jika akan menggunakan speed 4 kebawah.
d. Pindahkan lever transmissi ke posisi speed rendah ( sesuaikan speed dengan kondisi grade jalan ).
e. Lepaskan pedal clutch sepenuhnya dengan perlahan dan naikkan putaran engine.
“ Jangan memindahkan lever gear high ke low bermaksud untuk membantu pengereman unit, hal ini akan
mempercepat kerusakan engine dan transmissi “
Transmisi ini terdiri dari 9 gear kecepatan :
4 kecepatan rendah (Low)
4 kecepatan tinggi (High)
1 kecepatan R untuk mundur
1 kecepatan tambahan C untuk gear crawler
Jenis transmissi F9R20A
5/26/2022 PEOPLE DEVELOPMENT I PROGRAM & CURRICULUM DEVELOPMENT 60
Methode dan Tehnik Operasi
Petunjuk pengoperasian Differential lock axle dan interwhell
Differential lock digunakan ketika unit melewati kondisi jalan licin atau ketika unit amblas/ soft box.
1. Inter axle switch, berfungsi untuk menghubugkan axle belakang-belakang dengan belakang depan.
Aktifkan switch inter axle, sebelum unit melintas dijalan yang licin.
2. Inter wheel switch, berfungsi untuk menghubungkan roda kiri dan kanan berputar secara
bersamaan.
Inter axle diaktifkan untuk kondisi jalan licin dan terjadi perbedaan putaran antara roda kanan dan
roda kiri
Langkah-langkah menggunakan Inter axle dan Inter whell :
1. Steering posisi lurus.
2. Hentikan unit dan netralkan transmissi.
3. Aktifkan switch pada posisi ON.
4. Pilih gear transmissi yang sesuai ( Crawel, 1 LOW ).
5. Jalankan unit dengan kecepatan ± 10 km/ jam.
6. Jangan gunakan terlalu lama.
7. Untuk membebaskan kembali, posisikan switch posisi OFF pada saat unit berhenti.
5/26/2022 PEOPLE DEVELOPMENT I PROGRAM & CURRICULUM DEVELOPMENT 61
Methode dan Tehnik Operasi
Petunjuk pengoperasian brake
Aktifkan exhaust brake untuk mengurangi kecepatan unit, dijalan datar maupun dikondisi jalan
menurun.
Kemampuan exhaust brake bisa berkurang dikarenakan gaya gravitasi yang membuat truck
bergerak turun semakin cepat .
Jika hal ini terjadi, aktifkan exhaust brake dan foot brake untuk membantu pengereman.
Exhaust brake ini efektif digunakan pada jalan turunan panjang, pada jalan kondisi yang
demikian exhaust brake sangat penting digunakan bersamaan dengan foot brake, sehingga
lining brake tidak terlalu panas dan kehilangan efek pengereman
Exhaust Brake.
Catatan
Jika automatic exhaust brake switch diaktifkan , accelerator pedal dilepas, dengan otomatis exhaust brake
ini akan berfungsi.
Jika accelerator pedal ditekan kembali, maka exhaust brake akan release (tidak fungsi).
5/26/2022 PEOPLE DEVELOPMENT I PROGRAM & CURRICULUM DEVELOPMENT 62
Methode dan Tehnik Operasi
Petunjuk pengoperasian brake
Pengoperasian Service brake/ Foot brake untuk menghentikan unit ( STOP ) Operasikan pedal brake dengan perlahan/
smooth sesuai dengan efek pengereman yang dibutuhkan. Hindari menekan pedal brake secara mendadak.
Cara pengoperasian :
1. Lepas accelerator pedal ±100 m sebelum titik pemberhentian.
2. Tekan pedal brake 1/2 sampai 1/3 bagian.
3. Bila unit mendekati titik pemberhentian, tambahkan tekanan ke pedal brake.
4. Setelah unit akan berhenti lepaskan pedal brake dengan perlahan.
Kunci utama bekerjanya pengereman pada kendaraan ini dari tekanan udara yang decontrol dengan panjang langkah
pedal rem/brake, karena brake bekerja dengan tekanan udara. Hal ini memungkinkan membuat gaya pengereman lebih
besar dengan membuka dan menutup brake valve ketika menekan pedal brake. Bila terdapat banyak jalan yang
menurun, gunakanlah terlebih dulu pengereman exhaust brake. Jika gaya pengereman exhaust brake kurang, maka
tambahkan dengan mengoperasikan foot brake.
5/26/2022 PEOPLE DEVELOPMENT I PROGRAM & CURRICULUM DEVELOPMENT 63
Methode dan Tehnik Operasi
Petunjuk dan tehnik pengoperasian pada saat travel tanpa muatan/ kosongan
1. Sesuaikan gear transmissi dengan kecepatan unit, Control kecepatan unit dengan menggunakan exhaust brake.
2. Gunakan jalur travel sesuai dengan rambu- rambu yang ada dan beri jarak roda
sebelah kiri dengan tepi tanggul ± 1-2 meter .
1. Kendalikan unit dengan terkontrol saat mengoperasikan steering. “Hindari memutar steering dengan gerakan
mendadak pada saat travel’.
2. Atur jarak beriringan dengan unit lain , minimal 5X panjang unit (60 meter).
3. Patuhi rambu-rambu dan pastikan tidak melebihi kecepatan yang ditentukan.
4. Kondisi mesin dapat dilihat dari pada instrument panel dan alat control.
5. Bila ada ketidaknormalan segera menepi dipinggir jalan atau ketempat aman untuk parkir unit. Aktifkan parking
brake, lampu bahaya/ hazard lamp dan sebelum melakukan pengecheckan unit pastikan memberi informasi
pengguna jalan dan pengawas setempat. Khusus untuk ketidaknormalan engine oli pressure, segera parkir unit
dan matikan engine. Beri kesempatan untuk unit bermuatan, penyempitan jalan atau diarea unit rusak
(breakdown) dijalan angkut material.
5/26/2022 PEOPLE DEVELOPMENT I PROGRAM & CURRICULUM DEVELOPMENT 64
Methode dan Tehnik Operasi
Persiapan Loading
Petunjuk penempatan unit posisi menunggu/ antri diarea front loading :
Tindakan operator sebelum unit berhenti, posisi menunggu/ antri diarea front
loading :
1. Kurangi kecepatan dan sesuaikan speed ( maximal 20 km/jam ).
2. Jaga jarak antara unit dengan tepi tebing ( minimal 6 – 7 meter ).
3. Jaga jarak dengan sesama unit DT ( 1,5 X panjang unit ) dan unit support
( bulldozer, motor grader ).
4. Operator harus dalam keadaan siap berada didalam cabin.
Tempatkan unit diluar area pemuatan/ loading material dan aktifitas unit
support yang
melakukan perbaikan front loading. Hentikan unit, netralkan transmissi dan
aktifkan parking
brake. Beri kesempatan unit support untuk melakukan perbaikan area front
loading
5/26/2022 PEOPLE DEVELOPMENT I PROGRAM & CURRICULUM DEVELOPMENT 65
Methode dan Tehnik Operasi
Petunjuk dan tehnik Loading
1. Lakukan manuver searah jarum jam ( bila lokasi memungkinkan) .Gunakan speed rendah dan hindari area turning radius unit loader.
2. Posisikan vessel unit lurus ditengah dengan bucket excavator. Apabila loading di Loader, posisikan unit 90° lurus bucket (bench loading).
3. Pastikan posisi rata ditempat rata dan landasan roda bermaterial keras.
“ Hindari salah satu roda naik ditumpukan material atau berhenti dikaki bench”.
4. Posisikan roda depan sejajar lurus dengan roda belakang.
5. Netralkan transmissi dan aktifkan parking brake.
6. Selama unit melakukan loading, nyalakan lampu kerja .
7. Operator dilarang keluar dari cabin, selama proses loading.
8. Lakukan kontrol muatan ( radio komunikasi atau isyarat dari operator loader ) .
9. Setelah muatan penuh, gunakan speed C (crawel), release parking brake dan naikkan putaran engine dengan perlahan.
5/26/2022 PEOPLE DEVELOPMENT I PROGRAM & CURRICULUM DEVELOPMENT 66
Methode dan Tehnik Operasi
Hauling Muatan Material
1. Sesuaikan gear transmissi dengan kecepatan unit, Control kecepatan unit dengan menggunakan exhaust brake dan patuhi rambu-
rambu lalu lintas yang ada.
2. Gunakan jalur travel sesuai dengan rambu- rambu yang ada dan beri jarak roda sebelah kiri dengan tepi tanggul ± 1-2 meter.
3. Kurangi kecepatan unit sebelum melewati jalan tikungan.
4. Kendalikan unit dengan terkontrol saat mengoperasikan steering. “Hindari memutar steering dengan gerakan mendadak pada saat
travel”.
5. Atur jarak beriringan dengan unit lain, minimal 5X panjang unit (60 meter).
6. Kondisi mesin dapat dilihat dari pada instrument panel dan alat control.
7. Bila ada ketidaknormalan segera menepi dipinggir jalan atau ketempat aman untuk parkir unit. Aktifkan parking brake, lampu bahaya/ hazard
lamp dan sebelum melakukan pengecheckan unit pastikan memberi informasi pengguna jalan dan pengawas setempat. Khusus untuk
ketidaknormalan engine oli pressure segera hentikan unit dan matikan engine. Berhati-hatilah bila terjadi kebocoran bahan bakar atau oli karena
bisa menimbulkan kebakaran. Catatan
1. Bila jarak pandang terbatas, kurangi kecepatan dan jaga jarak dengan unit lain.
2. Bila unit terjebak hujan dan tidak memungkinkan untuk melanjutkan operasi
dikarenakan kondisi jalan licin, hentikan unit & berikan tanda isyarat ( hazard lamp).
“Jangan memaksakan unit beroperasi saat kondisi jalan licin karena hujan “
5/26/2022 PEOPLE DEVELOPMENT I PROGRAM & CURRICULUM DEVELOPMENT 67
Methode dan Tehnik Operasi
Petunjuk dan pengoperasian diturunan panjang
1. Sebelum unit melintas dijalan turunan panjang, gunakan gigi transmissi yang sesuai dengan medan tersebut.
2. Pertahankan putaran engine pada range hijau (RPM 1000 -1600), dan gunakan exhaust brake, jika efek pengereman
kurang , tambahlah dengan mengoperasikan foot brake.
3. Hindari memindahkan lever transmissi ke gear rendah atau ke gear tinggi, ketika unit sudah bergerak menurun.
4. Bila efek pengereman kurang, tambahkan mengoperasikan foot brake secukupnya.
5. Control penggunaan steering.
6. Jangan menetralkan transmissi ketika truck melintas dijalan menurun.
7. Patuhi rambu-rambu yang ada dan gunakan radio komunikasi, jika diperlukan
5/26/2022 PEOPLE DEVELOPMENT I PROGRAM & CURRICULUM DEVELOPMENT 68
Methode dan Tehnik Operasi
Petunjuk dan pengoperasian ditanjakan
1. Pada saat menanjak, apabila tidak mampu memakai gigi transmissi 6 HIGH sampai diatas dan RPM cenderung menurun dari range
economis 1500 - 1200 RPM maka turunkan gear transmissi satu tingkat ( contoh : dari 6 high ke 5 high dari 5 high ke 4 low dan
seterusnya.
2. Apabila RPM masih cenderung turun dibawah 1200 perpindahan gear transmissi dapat langsung 2 ( dua ) tingkat kecepatan ( contoh
: dari 6 high ke 4 low dari 4 low ke 2 low dan seterusnya ).
3. Apabila pada saat melakukan perpindahan gear transmissi mengalami hambatan sehingga kecepatan unit semakin rendah maka
dapat diturunkan tingkat kecepatan dengan berpedoman pada kecepatan unit dan RPM, agar tidak terjadi kejutan yang tidak normal
pada saat melepas pedal clutch/kopling.
4. Apabila pada saat melakukan perpindahan gear transmissi mengalami hambatan sehingga unit tidak dapat bergerak ( terjebak )
maka lakukan pengereman dengan menggunakan foot brake dan aktifkan parking brake. Untuk memulai bergerak kembali gunakan
gear transmissi Crawler Low lepas pedal clutch diimbangi dengan lever parking brake secara perlahan dan naikkan RPM engine
max 1000.
5/26/2022 PEOPLE DEVELOPMENT I PROGRAM & CURRICULUM DEVELOPMENT 69
Methode dan Tehnik Operasi
Petunjuk dan pengoperasian pasca penyiraman
1. Sebelum menghadapi jalan kondisi basah, selesai penyiraman kurangi
kecepatan dengan mengangkat accelator pedal.
2. Pindahkan lever transmisi dan posisikan pada speed rendah , 4, atau 3 ).
3. Jaga jarak truck dengan unit water truck ( 60 m ).
4. Gunakan radio komunikasi untuk berkoordinasi ( jika diperlukan ).
5. Hindari gerakan mendadak dan memutar steering secara berlebihan
(agresif).
6. Pertahankan putaran engine RPM sedang (range hijau) dengan
mengkombinasikan penggunaan Exhaust brake dan accelator pedal.
7. Ketika unit sudah bergerak lambat untuk menghentikan unit gunakan
service brake.
8. Jangan menggunakan service brake ketika unit masih bergerak cepat, hal
ini menyebabkan putaran roda berhenti mendadak atau roda terkunci, dan
mengakibatkan unit tergelincir dikarenakan bidang kontak tyre dalam kondisi
licin, ditambah dengan gaya dorong dari unit itu sendiri.
5/26/2022 PEOPLE DEVELOPMENT I PROGRAM & CURRICULUM DEVELOPMENT 70
Methode dan Tehnik Operasi
Dumping Material
Hal yang perlu diperhatikan sebelum dumping material:
Periksa kondisi tyre, spring, vessel, hydraulic, link rod.
Periksa kondisi lokasi yang akan dilewati telah siap (secara visual), antara lain:
Tidak ada unit yang sedang dumping ( area chrusser ) .
Lokasi dumping rata, keras dan dilengkapi tanggul pengaman ( area stockpile ).
Pastikan tidak ada kabel atau rintangan yang mengganggu saat proses dumping.
( bebas dari area terbatas untuk ketinggian ).
5/26/2022 PEOPLE DEVELOPMENT I PROGRAM & CURRICULUM DEVELOPMENT 71
Methode dan Tehnik Operasi
Petunjuk dan tehnik dumping material
1. Pastikan unit tidak melintas diarea beda tinggi (tumpukan material, jalan rusak).
2. Posisiskan unit mundur diarea dumping dan hindari roda melintas, berhenti ditumpukan material atau roda membentur stopper.
3. Pastikan unit ditempat rata dan keras.
4. Netralkan transmissi dan aktifkan parking brake.
5. Lakukan pengecheckkan kondisi lock, pin vessel dan pastikan tidak ada kerusakan komponen tilt gate sebelum dumping material.
6. Lakukan dumping material dengan langkah berikut :
Tekan switch PTO posisi ON.
Gerakkan control lever dump posisi naik/ raise .
Naikkan putaran engine dengan perlahan atau aktifkan resume RPM 1500.
Pastikan material telah terbuang habis.
Turunkan putaran engine, saat panjang rod silinder mencapai 2/3 bagian.
Majukan unit ± 3-4 meter dan pastikan muatan divessel habis.
Tekan switch PTO pada posisi OFF.
Gerakkan control lever dump ke posisi turun/ lower, dengan RPM rendah.
Pastikan vessel rapat dengan chassis.
7. Jalankan unit dengan normal
5/26/2022 PEOPLE DEVELOPMENT I PROGRAM & CURRICULUM DEVELOPMENT 72
Methode dan Tehnik Operasi
Refueling
Refueling unit area Fuel station/ Fuel Skidding
1. Pastikan unit bergerak kearah fuel station/ skidding, tanpa muatan / kosongan.
2. Kurangi kecepatan unit, ikuti rambu-rambu petunjuk yang ada sebelum masuk kedalam area refueling.
3. Jaga jarak aman menunggu/antri dengan unit lain (1,5 X panjang unit).
4. Ikuti aba-aba pemandu (fuelman), saat masuk area refueling Jarak aman unit dumptruck dengan tepi fuel station.
5. Hentikan unit netralkan transmissi, pasang parking brake dan matikan engine.
6. Dilarang merokok selama proses pengisian bahan bakar/ refueling.
7. Operator memastikan, untuk mengisi check list refueling ( HM dan CN unit ).
8. Pastikan proses refueling selesai, sebelum menjalankan unit.
9. Start engine dan jalankan unit dengan perlahan saat meninggalkan area refueling
Catatan
“ Dilarang mengangkat dump body/ vessel selama proses refueling “
5/26/2022 PEOPLE DEVELOPMENT I PROGRAM & CURRICULUM DEVELOPMENT 73
Methode dan Tehnik Operasi
Towing/ Menarik Unit
Towing adalah Kegiatan mengevakuasi kendaraan yang mengalami kerusakan atau sedang perbaikan dengan cara
ditarik menggunakan alat bantu unit lain, dengan cara ditarik. Berikut dijelaskan proses towing.
1. Sebelum unit di tarik profellar shaft harus dilepas terlebih dahulu, agar tidak terjadi kerusakan pada transmissi.
Sebab transmisi pelumasannya menggunakan pompa , bila tidak ada power dari engine maka pompa tidak akan
bekerja.
2. Bila unit di tarik kurang dari 100 m, proppellar shaft tidak perlu dilepas. Saat unit di tarik dalam kondisi proppellar
shaft tidak di lepas ( jarak pendek ) posisi gear shift lever harus pada posisi high range.
3. Bila belum keposisi high range dan tekanan udara kosong , maka tangki udara harus diisi menggunakan unit lain.
4. Truck ditarik dalam kondisi engine mati, spring braking chamber posisi release
5/26/2022 PEOPLE DEVELOPMENT I PROGRAM & CURRICULUM DEVELOPMENT 74
Methode dan Tehnik Operasi
Parkir unit dan mematikan engine
1. Pastikan unit posisi tanpa muatan (kosongan), kecuali hot change shift atau kondisi emergency.
2. Gunakan speed rendah dan jaga jarak dengan unit lain ketika travel dilokasi parkir.
3. Kontrol lokasi parkir dump truck dan lakukan koordinasi dengan unit lain (jika ada).
4. Pastikan tempat parkir rata/ datar.
Jika unit parkir diluar area parkiran dump truck. Pastikan lokasi parkir jauh dari aktifitas unit lain
dan jauh dari potensi material longsor atau bahaya banjir.
5. Tekan foot brake dan pastikan unit benar-benar berhenti sebelum bergerak mundur.
6. Perhatikan kondisi belakang unit, bunyikan isyarat klakson, pindah lever transmissi R dan lakukan
gerakan mundur perlahan dengan melihat mirror/ spion kanan, kiri.
7. Pastikan jarak parkir aman dengan unit yang lain.
1 X lebar unit, bila posisi parkir berdampingan.
1,5 X panjang unit, bila posisi parkir beruntun ( depan belakang ).
8. Tekan foot brake, hentikan unit sebelum tanggul (jika area parkir dilengkapi tanggul).
9. Posisikan roda depan sejajar lurus dengan roda belakang.
10. Netralkan transmissi, range change posisi high dan aktifkan parking brake.
11. Idle engine, ± 3 - 5 menit dan matikan perlengkapan electric ( AC, lampu & radio ).
12. Matikan engine,putar kunci kontak pada posisi off.
13. Sebelum keluar dari unit tutuplah semua kaca pintu kiri – kanan.
14. Sebelum meninggalkan unit putarlah kunci disconect pada posisi off, (Lock-out)
5/26/2022 PEOPLE DEVELOPMENT I PROGRAM & CURRICULUM DEVELOPMENT 75
TERIMA KASIH
Sebuku Tanjung Coal
PEOPLE DEVELOPMENT I PROGRAM & CURRICULUM DEVELOPMENT