Anda di halaman 1dari 89

Sistem Bahan Bakar Common Rail

Mesin diesel dengan teknologi common rail. Sistem


kerjanya memakai pengontrol katup selonoid yang
dikendalikan secara elektronik, solar terinjeksi sesuai
jumlah yang dibutuhkan. Solar yang digunakan harus
sesuai standar yang dibutuhkan mesin diesel
commonrail.
Syarat bahan bakar adalah
1. Angka cetana (cetane number) lebih
tinggi
2. Kandungan sulfur yang lebih rendah.

Angka cetana tinggi, mempersingkat


durasi jeda pembakaran di ruang bakar.
Menekan detonasi, sehingga tenaga
mesin bertambah.
Dampak menggunakan solar diesel biasa

1. Nosel injektor kotor


2. Umur fuel pump
3. Filter solar
4. Tenaga berkurang
BIAYA PERAWATAN
Biaya yang diperlukan, tune up dan kalibrasi
injektor diperlukan biasa kurang lebih Rp 1-1,5
juta.
Menguras bahan bakar dan melakukan turun
mesin maka membutuhkan biaya sekitar
Rp 10 juta
TUGAS

1. Jelaskan fungsi Governoor pada pompa


injeksi !
2. Sebutkan kelebihan sistem common Rail
dibandingkan dengan konvensional !
3. Jelaskan cara kerja injektor elektrik !
4. Terangkan tentang rasio kompresi dan
bagaimana cara menghitungnya !
5. Terangkan tentang cetane number dan
pengaruhnya terhadap panas mesin.!
COMMON RAIL DIESEL SYSTEM
Keuntungan common rail :

Tekanan bahan bakar sesuai dengan kebutuhan


Tekanan injeksi yang tinggi dan atomisasi yang halus
Tekanan injeksi tidak terpengaruh putaran mesin
Injektor jenis multiple dalam tiap silinder .
Manfaat common rail :
Mengurangi emisi gas buang .
Mengurangi partikulat emisi gas buang
Mengurangi noise
Efisiensi bahan bakar yang tinggi
Performa mesin yang tinggi
Sistem bahan bakar terdiri 3 jalur
Fungsi dasar pompa :
1. Untuk mensuplai bahan bakar pada tekanan sesuai dengan operasi
mesin.
2. Mensuplai bahan bakar saat starting dan menaikan tekanan pada
common rail.
Pompa Bahan Bakar
Transfer pump mensuplai fuel dari tangki ke
ruang pompa.
Fuel metering valve mengatur volume fuel ke
ruang pompa ( pumping chambers)
Saat pompa berputar, ring poligon berputar
melingkar untuk meggerakkan pompa piston
Transfer Pump

Pompa listrik dalam tangki digunakan sebagai


pengganti pompa transfer. Beberapa sistem
menggunakan kombinasi pompa listrik dan
transfer pump.
Tugas :
1. Jelaskan fungsi transfer pump !
2. Jelaskan sirkulasi aliran solar dan suppy
pump !
3. Apa yang anda ketahui tentang PCV (Pump
Control Valve)
4. Apa yang anda ketahui tentang SCV (Suction
Control Valve)
5. Sebutkan fungsi Fuel metering valve !
Fuel Metering Control Vave
• Terletak di belakang high
pressure pump.
• Mengontrol suplai fuel ke
pompa.
• Menerima tegangan
baterai dari ECM
• Energi ECM dipicu dari
tegangan negatif PWM
( Pulse Widht Modulation)
FUEL METERING CONTROL VALVE

Saat tegangan solenoid OFF, katub terbuka,


= fuel ke pompa dengan volume yang kecil.

Saat tegangan solenoid ON katub tertutup,


= fuel ke pompa dengan volume yang besar.
Throttle Position Sensor

G ro u n d
H ig h
O u t p u t v o lt a g e

O u tp u t
Lo w

Sm a ll La rg e In p u t
Th ro ttle va lve
o p e n in g (d e g re e )
Sensor Tekanan
Keuntungan pengaturan pemasukan fuel
• Hanya volume yang
dibutuhkan fuel yang dipasok
ke common rail dari pompa
tekanan tinggi
• Mengurangi aliran sistem
bahan bakar disesuaikan
dengan temperatur sistem.
• Memberikan kontribusi
terhadap pengurangan emisi
gas buang.
Penyebab dan analisa fuel metering valve

Kerusakan mekanis dapat menyebabkan


penyimpangan tekanan pada common rail
High pressure regulator valve
Tugas
1. Jelaskan tentang Fuel Metering Control Valve!
2. Apa yang anda ketahui tentang High pressure
regulator valve !
3. Jelaskan tentang Fuel Metering Control Valve
posisi ON
4. Jelaskan tentang Fuel Metering Control Valve
Posisi off.
5. Sebutkan akibat kerusakan Fuel Metering
Valve yang !
Common Rail (high pressure accumulator)

Fuel disuplai ke common rail oleh pompa tekanan tinggi.


Fuel dari common rail didistribusikan ke setiap injektor.
Common rail meredam getaran tekanan fuel yang
disuplai dari pompa tekanan tinggi.
Volume common rail : 16-20 cm^3.
Common Rail (high pressure accumulator)

Tekanan bahan bakar pada common rail kondisi idling


dan temperatur kerja : 300 – 400 Bar (4410-5880) psi

Tekanan maksimum bahan bakar adalah


1600 – 2000 bar (23520 – 28400) psi.
Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Tekanan sistem bahan bakar pada sistem common
rail sangat tinggi, tekanan kerja 300-400 Bar dan
1600-2000 Bar.

Jangan pernah mengendorkan pipa injeksi, melepas


sistem bahan bakar saat mesin beroperasi dan saat
terjadi tekanan tinggi pada sistem.
Sensor Tekanan bahan bakar
Sensor Tekanan bahan bakar
Memonitor tekanan bahan bakar pada common rail.
Tipe sensor adalah piezo resistive

Manfaat Signal :
Signal ECM untuk menentukan tekanan common rail.
Signal ECM untuk perhitungan % pada solenoid kontrol
tekanan dan solenoid metering bahan bakar.
ECM mensuplai tegangan sebesar 5 volt ke sensor
tekanan (fuel pressure sensor) .
Besar resistansi sensor menghasilkan perubahan
tegangan yang digunakan untuk mengontrol tekanan
bahan bakar pada common rail.
Katup mekanis pressure limiter, dipasang
pada ujung common rail.
Fungsi relieve rail pressure untuk
menjaga tekanan jika terjadi tekanan
yang abnornal ( tinggi)
Rail Pressure Limiter Valve
Rail Pressure Limiter Valve

Tekanan kerja katup tekanan limiter (tipe Denso HP3)


Katup membuka : 230 Mpa (2300 Bar)
Katup menutup : 50 Mpa ( 50 Bar)
Kontrol katup tekan (rail pressure control valve)

Solenoid katup kontrol tekanan dipasang pada sistem common rail

Katup ini mengontrol tekanan fuel untuk membuka dan menutup saluran
pengembali (fuel return) pada common rail.
Kelebihan bahan bakar (fuel) kembali ke tangki fuel melalui saluran
pengembali ( fuel return)
Rail pressure control valve solenoid

Katup tekanan dihubungkan dengan solenoid fuel metering.


Kontrol tekanan pada common rail memberikan kontrol yang akurat dan
cepat , terutama pada kondisi putaran tinggi ( overrun).
Rail pressure control valve solenoid

Kerusakan mekanis:
Tekanan minimum fuel pada rail yang diperlukan agar mesin dapat hidup.
Tekanan dalam rail adalah 200 – 300 Bar.
Analisa kerusakan dan diagnosis katup kontrol tekanan
pada common rail
Pengujian Rail pressure control valve

Multimeter :
Mengukur resistansi katup solenoid. Resistansi yang
disarankan adalah 0,6 Ohm
Fuel Injektor

Cara kerja injektor dikontrol oleh solenoid.


Kelistrikan pada solenoid disuplai dari ECM.
Penginjeksian fueldengan sistem multiple injection.
Cara kerja injektor

Fuel bertekanan mengalir melalui


jarum nosel

Fuel mendorong injektor piston


Ketika solenoid aktif maka katup
injektor terbuka

Fuel mengalir melalui ruang diatas


piston injektor , dan fuel kembali ke
tangki melalui lubang pengembali.
Tercipta beda tekanan diatas dan
bawah piston nosel

Tekanan fuel dibawah jarum nosel


mengangkat jarum nosel
Fuel terinjeksi ke ruang silinder

Panjang langkah dari katup solenoid :


50 mikrometer (0,05 mm)
Piezo Injektor

Kelebihan :
Respon yang cepat ( empat kali lebih
cepat dari solenoid kontrol injektor)

Fitur :
Piezo stack terdiri dari ratusan
lapisan material piezo kristal .

Ketika ada tegangan listrik piezo stack


mengembang dan membuka katup
injektor.

Prinsip kerja piezo injektor sama


dengan injektor solenoid.
Kode Injektor
Pada injector memiliki kode yang harus diprogram ECM.

Kode injektor berkaitan dengan kalibrasi laju aliran injektor.

ECM memperbaiki kuantitas injeksi untuk mengkompensasi


toleransi manufakturing
(Two Way Valve)
Diagnosa sistem bahan bakar
• Sistem bahan bakar common rail beroperasi dalam close loop
basis.
• Sistem ini membawa kalkulasi yang komplek untuk
mengontrol kualitas dan timing injeksi yang tepat (precisely).
• Berbagai alat dan alat uji tersedia secara komersial untuk
membantu diagnosis sistem.
• Berikut ini usaha yang dilakukan dalam diagnosa kerusakan
(faults diagnose)
Diagnosa sistem bahan bakar
Fuel Tank
• Kontaminasi bahan bakar
• Kebocoran bahan bakar dan kerusakan komponen
Status pengisi daya baterai ?
• Suplai solar dari tangki bahan bakar
• Apakah mesin berputar dan mulai start?
• Apakah asap berwarna putih saat star mesin?
• Apakah ada DTC yang disimpan
Dalam kesalahan memori ECM mesin
Mesin Diesel Common Rail System

1. Bertenaga
2. Berkelas
3. Hemat solar
4. Low emission

https://www.slideshare.net/ekosoeripno/fungsidancarakerjacommon-rail

Anda mungkin juga menyukai