Anda di halaman 1dari 178

Chairani Hanum

TEKNIK
BUDIDAYA
TANAMAN
JILID 3

SMK

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
Departemen Pendidikan Nasional
Hak Cipta pada Departemen Pendidikan Nasional
Dilindungi Undang-undang

TEKNIK
BUDIDAYA
TANAMAN
JILID 3

Untuk SMK
Penulis : Chairani Hanum

Perancang Kulit : TIM

Ukuran Buku : 17,6 x 25 cm

HAN HANUM, Chairani.


a Teknik Budidaya Tanaman Jilid 3 untuk SMK oleh Chairani
Hanum ---- Jakarta : Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah
Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan
Menengah, Departemen Pendidikan Nasional, 2008.
xi. 167 hlm
Daftar Pustaka : A1-A14
Glosarium : B1-B5
Indeks : C1-C6
ISBN : 978-979-060-058-4

Diterbitkan oleh
Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
Departemen Pendidikan Nasional
Tahun 2008
KATA SAMBUTAN

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, berkat rahmat dan
karunia Nya, Pemerintah, dalam hal ini, Direktorat Pembinaan Sekolah
Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar
dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional, telah melaksanakan
kegiatan penulisan buku kejuruan sebagai bentuk dari kegiatan
pembelian hak cipta buku teks pelajaran kejuruan bagi siswa SMK.
Karena buku-buku pelajaran kejuruan sangat sulit di dapatkan di pasaran.

Buku teks pelajaran ini telah melalui proses penilaian oleh Badan Standar
Nasional Pendidikan sebagai buku teks pelajaran untuk SMK dan telah
dinyatakan memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam proses
pembelajaran melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 45
Tahun 2008 tanggal 15 Agustus 2008.

Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada


seluruh penulis yang telah berkenan mengalihkan hak cipta karyanya
kepada Departemen Pendidikan Nasional untuk digunakan secara luas
oleh para pendidik dan peserta didik SMK.

Buku teks pelajaran yang telah dialihkan hak ciptanya kepada


Departemen Pendidikan Nasional ini, dapat diunduh (download),
digandakan, dicetak, dialihmediakan, atau difotokopi oleh masyarakat.
Namun untuk penggandaan yang bersifat komersial harga penjualannya
harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Dengan
ditayangkan soft copy ini diharapkan akan lebih memudahkan bagi
masyarakat khsusnya para pendidik dan peserta didik SMK di seluruh
Indonesia maupun sekolah Indonesia yang berada di luar negeri untuk
mengakses dan memanfaatkannya sebagai sumber belajar.

Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini. Kepada


para peserta didik kami ucapkan selamat belajar dan semoga dapat
memanfaatkan buku ini sebaik-baiknya. Kami menyadari bahwa buku ini
masih perlu ditingkatkan mutunya. Oleh karena itu, saran dan kritik
sangat kami harapkan.

Jakarta, 17 Agustus 2008


Direktur Pembinaan SMK
KATA PENGANTAR

Buku Teknik Budidaya Tanaman ini disusun berdasarkan kurikulum


berbasis kompetensi. Buku ini berisikan materi pokok teknik budidaya
tanaman dengan metode penyajiannya sesuai dengan indikator hasil
belajar pada sekolah menengah kejuruan.

Isi buku ini dibagi atas 4 (empat ) bagian, yang masing-masing bagian
terdiri dari beberapa bab. Bagian I terdiri dari 3 bab yaitu bab
Pendahuluan, Pertumbuhan dan Perkembangan (Bab II), serta
Fotosintesis dan Respirasi (Bab III). Bagian satu dari buku ini mencoba
membahas awal dari kehidupan dan proses dasar metabolisme tanaman.

Sedangkan bagian dua mencoba mengulas sumber hara dan air bagi
tanaman bagaimana mereka memperoleh kedua sumberdaya alam ini,
mentranslokasikannya serta menggunakan untuk kelangsungan
hidupnya.

Bagian tiga dari buku ini mencoba memaparkan syarat tumbuh masing
masing kelompok tanaman yaitu tanaman hortikultura, tanaman pangan
dan tanaman perkebunan. Bagian ini berisi ulasan bagaimana pedoman
teknis budidaya masing-masing kelompok tanaman. Walaupun tidak
seluruh tanaman di muat teknik budidayanya dalam buku ini setidaknya
ketiga bab ini dapat mewakili untuk menuju sistem pertanian yang
berkelanjutan, dengan menghasilkan produk unggulan secara kualitas
dan kuantitas.

Akhir dari buku ini mencoba teknik budidaya alternatif dengan


menggunakan media tanam bukan tanah, sistem ini akan memberikan
pilihan utama pada peningkatan mutu bahan pangan yang dihasilkan
tanpa harus bergantung pada media tanam tanah semata. Pertanian
organik yang digalakkan akhir-akhir ini merupakan solusi untuk
memecahkan masalah peningkatan produksi pertanian disatu sisi dan
pencemaran lingkungan disisi lainnya.

Buku ini dirancang agar peserta didik yang membacanya dapat belajar
sendiri tidak harus bergantung pada tatap muka di depan kelas. Pada
awal setiap bab dimuat pendahuluan untuk dapat lebih memudahkan
pemahaman terhadap isi dari bab tersebut.

Ilustrasi dan gambar yang digunakan dalam buku ini juga diharapkan
dapat membantu siswa mempelajari dan mempraktekkan secara baik dan
benar.

iv
Pada akhirnya keberhasilan proses relajar mengajar tidak hanya
tergantung pada sarana dan prasarana yang canggih, akan tetapi dituntut
untuk setiap peserta didik menekuni dan mencari tahu setiap
permasalahan-permasalahan yang belum diketahui dari ilmu tersebut.

Kepada editor dan Depdiknas beserta seluruh staffnya yang telah


berupaya untuk menyempurnakan dan menerbitkan buku ini sehingga
terbit dan layak baca, kami mengucapkan tarimakasih. Kami juga sangat
mengharapkan saran dan kritik untuk lebih menyempurnakan isi buku ini
sehingga sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan.

Semoga kita mendapatkan ilmu yang bermanfaat, dan manfaat dari ilmu
tersebut

Penulis

v
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ........................................................................ iv


DAFTAR ISI ...................................................................................... vi

JILID 1
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Pengertian ................................................................... 1
1.2 Tindakan Budidaya Tanaman ..................................... 2
1.3 Aspek dan Lingkup Teknik Budidaya Tanaman .......... 3
1.3.1. Aspek Budidaya Tanaman .......................................... 3
1.3.2. Lingkup Budidaya Tanaman ........................................ 4
1.3.3. Produk Budidaya Tanaman ......................................... 5
1.4 Potensi Sumber Daya Alam Indonesia ........................ 7
1.5 Peningkatan Produktivitas ........................................... 9
1.6 Rangkuman ................................................................. 10
1.7 Tugas .......................................................................... 10

BAB 2 PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN


2.1 Definisi Pertumbuhan dan Perkembangan .................. 13
2.2 Perbedaan Pertumbuhan dan Perkembangan ............ 13
2.3 Perkecambahan Benih ................................................ 16
2.3.1. Hipogeal ...................................................................... 16
2.3.2. Epigeal ........................................................................ 17
2.4 Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan ....... 17
2.4.1. Genetik ........................................................................ 17
2.4.2. Curah Hujan ................................................................ 17
2.4.3. Keadaan Tanah ........................................................... 18
2.4.4. Suhu ............................................................................ 19

vi
2.4.5. Cahaya Matahari ......................................................... 19
2.4.6. Hara ( Nutrisi Tanaman) dan Air 20
2.4.7. Hormon Tumbuhan ..................................................... 20
2.5 Pengukuran Pertumbuhan .......................................... 22
2.6 Rangkuman ................................................................. 22
2.7 Evaluasi ....................................................................... 23
BAB 3 FOTOSINTESIS DAN RESPIRASI
3.1 Definisi Fotosintesis dan Respirasi ............................. 24
3.2 Fotosintesis Pada Tumbuhan ...................................... 25
3.3 Daun dan Kloroplast .................................................... 26
3.4 Lintasan Pada Fotosintesis ......................................... 27
3.4.1. Reaksi Terang ............................................................. 27
3.4.2. Reaksi Gelap ............................................................... 29
3.5 Fotosintesis Pada Alga dan Bakteri ............................ 30
3.6 Faktor-Faktor Yang Menentukan Laju Fotosistesis ..... 30
3.7 Penggunaan dan Penyimpanan Hasil Fotosintesis ..... 31
3.8 Respirasi dan Faktor Yang Menentukan Laju
Respirasi ..................................................................... 31
3.9 Penemuan ................................................................... 33
3.10 Rangkuman ................................................................. 34
3.11 Soal ............................................................................. 35

BAB 4 TRANSPOR AIR SERTA FOTOSINTETAT


TANAMAN
4.1 Pengantar .................................................................... 38
4.2 Mekanisme Pergerakan Air ......................................... 39
4.2.1. Difusi ........................................................................... 40
4.2.2. Osmosis ...................................................................... 40
4.2.3. Tekanan Kapiler .......................................................... 41
4.2.4. Tekanan Hidrostatik .................................................... 42
4.2.5. Gravitasi ...................................................................... 43
4.3 Mekanisme Tanaman Mengambil Air .......................... 43

vii
4.4 Mekanisme Membuka dan Menutupnya Stomata ....... 45
4.5 Transpor Fotosintetat Melalui Floem ........................... 47
4.6 Evaluasi ....................................................................... 49

BAB 5 HARA TANAMAN DAN TANAH SEBAGAI


PENYEDIA HARA
5.1 Hara Tanaman ............................................................ 50
5.1.1. Unsur Hara Esensial ................................................... 50
5.1.2. Keseimbangan Hara .................................................... 64
5.1.3. Analisis Kebutuhan Hara ............................................. 64
5.2 Tanah Sebagai Penyedia Hara ................................... 66
5.2.1. Proses Pembentukan Tanah ....................................... 66
5.2.2. Profil Tanah .................................................................. 68
5.2.3. Tekstur dan Struktur Tanah ......................................... 69
5.2.4. Kimia Tanah ................................................................ 69
5.3 Bahan Organik Tanah ................................................. 72
5.4 Evaluasi ....................................................................... 73

BAB 6 PUPUK DAN PENGELOLAAN PUPUK


6.1 Pengenalan Pupuk ...................................................... 75
6.1.1. Unsur-Unsur Pupuk ..................................................... 75
6.1.2. Klasifikasi Pupuk ......................................................... 76
6.2 Pupuk Buatan .............................................................. 78
6.2.1. Sifat Umum Pupuk Buatan .......................................... 78
6.2.2. Pupuk Nitrogen ............................................................ 80
6.2.3. Pupuk Posfat ............................................................... 86
6.2.4. Pupuk Kalium .............................................................. 88
6.2.5. Pupuk Kalsium, Magnesium Belerang dan Unsur
Mikro ............................................................................
6.2.6. Pupuk Majemuk ........................................................... 90
6.3 Faktor Yang Mempengaruhi Macam dan Jumlah
Pupuk Yang Harus Diberikan Dalam Tanah ............... 93

viii
6.3.1. Jenis Macam Tanaman Yang Akan Dipupuk .............. 94
6.3.2. Keadaan Kimia Tanah ................................................. 95
6.3.3. Keseimbangan Hara .................................................... 95
6.4 Metoda Aplikasi Penempatan Pupuk .......................... 95
6.4.1. Penempatan Pupuk Cairan ......................................... 95
6.4.2. Pupuk Padat ................................................................ 96
6.5 Inspeksi dan Pengendalian Pupuk .............................. 97
6.5.1. Nilai Ekonomi Pupuk ................................................... 97
6.5.2. Pergerakan Pupuk Dalam Waktu ................................ 98
6.6 Penyimpanan dan Pengawasan Mutu Pupuk ............. 101
6.6.1. Penyimpanan Pupuk ................................................... 101
6.6.2. Pengawasan Mutu Pupuk ........................................... 102
6.7 Manajemen Pupuk dan Pemupukan ........................... 103
6.7.1. Manajemen Hara N 103
6.7.2. Manajemen Pupuk P 104
6.7.3. Manajemen Kalium 105
6.8 Evaluasi 105

BAB 7 SUMBER AIR BAGI PERTANIAN (IRIGASI)


7.1 Pengertian Irigasi ........................................................ 106
7.2 Air Permukaan Tanah ................................................. 106
7.3 Air Tanah ..................................................................... 108
7.4 Daerah Aliran Sungai (DAS) ....................................... 109
7.5 Sistem Pengambilan dan Pemberian Pengairan Bagi
Lahan Pertanian .......................................................... 111
7.5.1. Klasifikasi Air Pengairan .............................................. 112
7.5.2. Beberapa Cara Dalam Pengambilan Air Pengairan .... 115
7.5.3. Beberapa Cara Pemberian Air Pengairan ................... 117
7.6 Prinsip-Prinsip Dasar Dalam Pemilihan Sistem
Pertanian ..................................................................... 120
7.6.1. Keadaan Topografi Karakteristik Lahan Serta Tanah .. 121
7.6.2. Derajat Peresapan Air Ke Dalam Tanah ..................... 122

ix
7.6.3. Ketebalan Water Table ................................................ 123
7.6.4. Kemantapan Top Soil .................................................. 123
7.6.5. Perbedaan Sistem Pertanaman .................................. 123
7.7 Sistem dan Bentuk-bentuk Jaringan Pengairan .......... 126
7.7.1. Prinsip-Prinsip Dasar Penataan Jaringan Pengairan .. 127
7.7.2. Bendungan .................................................................. 128
7.8 Sistem Pengaliran Kelebihan Air ................................. 130
7.9 Ketepatgunaan Pengairan Untuk Mencukupi
Kebutuhan Air Pada Lahan Pertanian ......................... 136

JILID 2
BAB 8 TEKNIK BUDIDAYA TANAMAN PANGAN
(PADI,JAGUNG, KEDELAI)
8.1 Teknik Budidaya Padi .................................................. 138
8.2 Teknik Budidaya Jagung ............................................. 169
8.3 Teknik Budidaya Kedelai ............................................. 185

BAB 9 TEKNIK BUDIDAYA HORTIKULTURA


9.1 Pendahuluan ............................................................... 193
9.2 Pembagian Hortikultura ............................................... 194
9.3 Fungsi Hortikultura ...................................................... 194
9.4 Pengendalian Lingkungan Untuk Tanaman
Hortikultura .................................................................. 195
9.5 Perbanyakan Tanaman Hortikultura ............................ 197
9.6 Teknik Budidaya Sayuran ........................................... 209
9.6.1. Teknik Budidaya Kentang ........................................... 219
9.6.2. Teknik Budidaya Tomat ............................................... 231
9.6.3. Teknik Budidaya Cabai ............................................... 241
9.6.4. Teknik Budidaya Paprika ............................................. 250
9.6.5. Teknik Budidaya Bawang Merah ................................. 252
9.6.6. Teknik Budidaya Jahe ................................................. 259
9.6.7. Teknik Budidaya Seledri .............................................. 273
9.6.8. Teknik Budidaya Wortel .............................................. 277

x
9.7 Teknik Budidaya Tanaman Buah-Buahan ................... 281
9.7.1. Teknik Budidaya Rambutan ........................................ 285
9.7.2. Teknik Budidaya Jeruk ................................................ 299
9.7.3. Teknik Budidaya Mangga ............................................ 310
9.7.4. Teknik Budidaya Pepaya ............................................. 315
9.7.5. Teknik Budidaya Pisang .............................................. 321
9.8 Teknik Budidaya Tanaman Hias ................................. 333
9.8.1. Teknik Budidaya Anggrek ........................................... 341
9.8.2. Teknik Budidaya Mawar .............................................. 389
9.8.3. Teknik Budidaya Anthurium ........................................ 393
9.8.4. Teknik Budidaya Adenium ........................................... 395
9.8.5. Teknik Budidaya Begonia ............................................ 397
9.8.6. Teknik Budidaya Bonsai .............................................. 399
9.8.7. Teknik Budidaya Rumput ............................................ 413

JILID 3
BAB 10 TEKNIK BUDIDAYA PERKEBUNAN
10.1 Teknik Budidaya Tembakau ........................................ 424
10.2 Teknik Budidaya Kakao ............................................... 438
10.3 Teknik Budidaya Kelapa Sawit .................................... 470
10.4 Teknik Budidaya Teh ................................................... 481
10.5 Teknik Budidaya Karet ................................................ 488

BAB 11 TEKNIK BUDIDAYA HIDROPONIK 509

BAB 12 PERTANIAN ORGANIK 535

DAFTAR PUSTAKA A
INDEX B
GLOSARIUM C

xi
BAB X tembakau di Indonesia,
TEKNIK BUDIDAYA diperkirakan hanya sekitar
PERKEBUNAN 207.020 hektar, namun jika
dibandingkan dengan pertanian
10.1. TEKNIK BUDIDAYA padi, pertanian tembakau
TEMBAKAU memerlukan tenaga kerja hampir
tiga kali lipat. Seperti juga ada
kegiatan pertanian lainnya, untuk
mendapatkan produksi
tembakau dengan mutu yang
baik, banyak faktor yang harus
diperhatikan. Selain faktor tanah,
iklim, pemupukan dan cara
panen.

Nicotiana tobacum
dibudidayakan umumnya karena
memiliki arti ekonomi penting.
Spesies yang sering
dibudidayakan adalah Nicotiana
Gambar 156 Pertanaman tobacum dan Nicotiana rustika.
tembakau
Nicotiana tobacum, daun
a.Pendahuluan mahkota bunganya memiliki
warna merah muda sampai
Penanaman dan penggunaan merah, mahkota bunga
tembakau di Indonesia sudah berbentuk terompet panjang,
dikenal sejak lama. Komoditi habitusnya piramidal, daunnya
tembakau mempunyai arti yang berbentuk lonjong dan pada
cukup penting, tidak hanya ujung runcing, kedudukan daun
sebagai sumber pendapatan pada batang tegak, tingginya 1,2
bagi para petani, tetapi juga bagi m.
Negara
Nicotiana rustika, daun mahkota
Tanaman Tembakau merupakan bunganya berwarna kuning,
tanaman semusim , tetapi di bentuk mahkota bunga seperti
dunia pertanian termasuk dalam terompet berukuran pendek dan
golongan tanaman perkebunan sedikit bergelombang,
dan tidak termasuk golongan habitusnya silindris, bentuk daun
tanaman pangan. Tembakau bulat yang pada ujungnya
(daunnya) digunakan sebagai tumpul, kedudukan daun pada
bahan pembuatan rokok. batang agak terkulai.

Usaha Pertanian tembakau


merupakan usaha padat karya.
Meskipun luas areal perkebunan

424
b. Sistematika Tanaman Daun

Sistematika tanaman tembakau Daun tanaman tembakau


adalah sebagai berikut: berbentuk bulat lonjong (oval)
atau bulat, tergantung pada
Klass : Dicotyledonaea varietasnya. Daun yang
Ordo : Personatae berbentuk bulat lonjong ujungnya
Famili : Solanaceae meruncing, sedangkan yang
Sub Famili : Nicotianae berbentuk bulat, ujungnya
Genus : Nicotianae tumpul.
Spesies :Nicotiana
tabacum L. Daun memiliki tulang-tulang
menyirip, bagian tepi daun agak
c. Botani Tanaman bergelombang dan licin. Lapisan
atas daun terdiri atas lapisan
Akar palisade parenchyma dan
spongy parenchyma pada
Tanaman tembakau merupakan bagian bawah. Jumlah daun
tanaman berakar tunggang yang dalam satu tanaman sekitar 28-
tumbuh tegak ke pusat bumi. 32 helai
Akar tunggangnya dapat
menembus tanah kedalaman 50-
75 cm, sedangkan akar
serabutnya menyebar ke
samping. Selain itu, tanaman
tembakau juga memiliki bulu-
bulu akar. Perakaran akan
berkembang baik jika tanahnya
gembur, mudah menyerap air,
dan subur.

Batang

Tanaman Tembakau memiliki


bentuk batang agak bulat, agak
lunak tetapi kuat, makin ke
ujung, makin kecil. Ruas-ruas
batang mengalami penebalan
yang ditumbuhi daun, batang
tanaman bercabang atau sedikit Gambar 157. Batang tembakau
bercabang. Pada setiap ruas
batang selain ditumbuhi daun, Bunga
juga ditumbuhi tunas ketiak
daun, diameter batang sekitar 5 Tanaman tembakau berbunga
cm. majemuk yang tersusun dalam
beberapa tandan dan masing-

425
masing tandan berisi sampai 15 penyerbukan sendiri,
bunga. Bunga berbentuk tetapi tidak tertutup
terompet dan panjang, terutama kemungkinan untuk
yang berasal dari keturunan penyerbukan silang.
Nicotiana tabacum, sedangkan
dari keturunan Nicotiana rustika,
bunganya lebih pendek, warna
bunga merah jambu sampai Buah
merah tua pada bagian atas.
Tembakau memiliki bakal buah
Bunga tembakau berbentuk yang berada di atas dasar bunga
malai, masing-masing seperti dan terdiri atas dua ruang yang
terompet dan mempunyai bagian dapat membesar, tiap-tiap ruang
sebagai berikut: berisi bakal biji yang banyak
sekali
a. Kelopak bunga, berlekuk
dan mempunyai lima
buah pancung

b. Mahkota bunga
berbentuk terompet,
berlekuk merah dan
berwarna merah jambu
atau merah tua dibagian
atasnya. Sebuah bunga
biasanya mempunyai
lima benang sari yang
melekat pada mahkota
bunga, dan yang satu
lebih pendek dari yang Gambar 158. Biji tembakau
lain.

c. Bakal buah terletak


diatas dasar bunga dan Penyerbukan yang terjadi pada
mempunyai dua ruang bakal buah akan membentuk
yang membesar buah. Sekitar tiga minggu
setelah penyerbukan, buah
d. Kepala putik terletak tembakau sudah masak.
pada tabung bunga yang
berdekatan dengan Setiap pertumbuhan yang
benang sari. Tinggi norrmal, dalam satu tanaman
benang sari dan putik terdapat lebih kurang 300 buah.
hampir sama. Keadaan Buah tembakau berbentuk bulat
ini menyebabkan lonjong dan berukuran kecil, di
tanaman tembakau lebih dalamnya berisi biji yang
banyak melakukan bobotnya sangat ringan. Dalam

426
setiap gram biji berisi + 12.000 328, H 392, H 77, H
biji. Jumlah biji yang dihasilkan 362
pada setiap tanaman rata-rata
25 gram.

Tembakau Pipa

Tembakau Lumajang varietas K


dan SAX

Tembakau sigaret

- Tembakau virginia
adalah Dixie bright
(DB) 101, Coker 319,
Coker 86, Coker 176,
Nort Caroline 95, Nort
Carolina 2514
- Tembakau oriental
(turki) adalah
Gambar 159 Bunga tembakau sumsum, smyrna,
macedonia orientale
dan xanthi
- Tembakau Barlay
d.Jenis tembakau adalah varietas KY
17, Barlay 21 dan Tn
Beberapa varietas anjuran 87
tembakau adalah:
Tembakau asli/ rajangan
Tembakau cerutu
- Tembakau Deli Varietas yang dianjurkan terdiri
adalah D4, KF-7 dan dari banyak varietas yang sesuai
F1-5 dengan pengembangannya.

- Tembakau
Vorstenlanden (untuk e. Syarat Tumbuh
cerutu) adalah Timor
vorstenlanden (TV) Iklim
dan Gayamprit (G)
Tanaman tembakau pada
- Tembakau Besuki umumnya tidak menghendaki
(tembakau pembalut iklim yang kering ataupun iklim
dan pengisi cerutu) yang sangat basah. Angin
adalah varietas H kencang yang sering melanda
lokasi tanaman tembakau dapat

427
merusak tanaman (tanaman Sedangkan tembakau rakyat
roboh) dan juga berpengaruh atau asli dapat tumbuh mulai dari
terhadap mengering dan tanah ringan (berpasir) sampai
mengerasnya tanah yang dapat dengan tanah berat (liat).
menyebabkan berkurangnya
kandungan oksigen di dalam Derajat keasaman tanah yang
tanah. baik untuk tanaman tembakau
adalah 5-5,6; tembakau Virginia
Untuk tanaman tembakau 5,5-6,0.
dataran rendah, curah hujan
rata-rata 2.000 mm/tahun, Apabila didapat nilai yang
sedangkan untuk tembakau kurang dari 5 maka perlu
dataran tinggi, curah hujan rata- diberikan pengapuran untuk
rata 1.500-3.500 mm/tahun. menaikkan pH sedangkan bila
didapat nilai pH lebih tinggi dari 6
Penyinaran cahaya matahari maka perlu diberikan belerang
yang kurang dapat untuk menurunkan pH.
menyebabkan pertumbuhan
tanaman kurang baik sehingga f. Pedoman Budidaya
produktivitasnya rendah. Oleh
karena itu lokasi untuk tanaman Pengolahan Tanah
tembakau sebaiknya dipilih di
tempat terbuka dan waktu tanam Pengolahan tanah dilaksanakan
disesuaikan dengan jenisnya. dengan menggunakan alat
Suhu udara yang cocok untuk pertanian berupa hand traktor
pertumbuhan tanaman tembakau minimal 2 kali pembajakan
berkisar antara 21-32,30 C. untuk mempersiapkan media
terbaik bagi proses penanaman
Tanaman tembakau dapat tembakau dengan menjaga
tumbuh pada dataran rendah kesuburan tanah.
ataupun di dataran tinggi
bergantung pada varietasnya. Penanaman dan pemupukan
Ketinggian tempat yang paling
cocok untuk pertumbuhan Empat puluh lima hari s/d lima
tanaman tembakau adalah 0 - puluh hari (45 s/d 50) setelah
900 mdpl. benih ditabur, kita sudah
mendapatkan bibit yang siap
Tanah untuk dipindah tanamkan.

Tembakau Deli sangat cocok Bibit ditanam pada tanah


untuk jenis tanah aluvial dan guludan di lahan yang telah
andosol. Tanah regosol sangat dipilih dengan luasan yang
cocok untuk tembakau sesuai. Teknik penyebaran benih
vorstenlanden dan besuki. dapat dilakukan dengan
Tembakau Virginia flu-cured mencampur benih dengan pasir
cocok untuk tanah podsolik. halus atau abu kering, kemudian

428
sebarkan pada bedengan seperti pencabutan, cara pencabutan
Gambar berikut bibit adalah dengan cara
memegang dua helai daun
terbesar kemudian ditarik ke
atas. Sebaiknya pindah tanam ini
dilakukan pada pagi hari.

Gambar 161 Cara mencabut


bibit tembakau

Pada tahapan penanaman ini


dilakukan pemupukan I dengan
memperhatikan jenis dan dosis
serta cara pemupukan. Adapun
pupuk yang digunakan NPK
(Fertila) dengan dosis 10
gr/batang.

Pemupukan ke II dengan umur


tanaman 21 hari dilakukan
Gambar 160 Penyemaian benih dengan pupuk NPK (KNO 3)
tembakau dengan dosis 5 gr/batang.

Pembumbunan dan Pengairan


Setelah bibit berumur 40-45 hari
bibit dapat dipindah tanamkan.. Pembumbunan adalah proses
Sebelum penanaman bibit perlu yang dilakukan agar tanah tetap
dipangkas agar tidak terjadi gembur, sebagai persiapan
stagnasi. media tumbuh yang baik bagi
tanaman tembakau dan
Teknik pencabutan bibit terlebih sekaligus untuk membersihkan
dahulu disiram sampai basah tumbuhan pengganggu (Gulma).
agar mudah dalam proses

429
Adapun sistim irigasi (Pengairan) Pemanenan atau pemetikan
yang tepat sangat penting dalam daun tembakau yang terbaik
menjamin kualitas klas tingkat adalah pada saat tanaman
produktifitas tembakau virginia. cukup umur dan daun-daunnya
telah matang petik yang dicirikan
dengan warna hijau kekuning-
Pungel dan wiwil Suli kuningan. Daun-daun yang
demikian akan menghasilkan
Punggel dan wiwil/suli krosok yang bermutu tinggi dan
memastikan penggunaan bahan aromanya tajam.
gizi tanaman dalam proses
pengembangan daun tembakau Krosok tembakau yang bermutu
untuk mendapatkan jumlah tinggi mempunyai nilai jual yang
daun, berat daun dan kualitas tinggi.
tinggi yang akan memberikan
baik maksimal bagi petani. Namun, pada beberapa hal,
misalnya karena permintaan
Dalam pelaksanaan wiwilan pasar dan letak daun pada
sangat penting sekali karena batang, maka pemetikan yang
akan berpengaruh terhadap terbaik dapat dilakukan pada
ketebalan daun/berat daun. tingkatan daun hampir masak.
Karena bila dipetik tepat masak
Pengendalian Hama dan dan masak sekali, kualitas daun
Penyakit setelah pengeringan justru
mengalami kemerosotan
Pengendalian Hama Terpadu terutama aromanya
dilaksanakan sesuai kondisi
tanaman yang ada dengan Untuk golongan tembakau
memprioritaskan penggunaan cerutu, pemungutan daun yang
Bio Pestisida dengan baik adalah pada tingkat
pengawasan secara berkala, kemasakan tepat masak atau
terhadap residu pestisida baik hampir masak.
pada tanaman tembakau
virginia. Pemetikan pada tingkatan ini
akan menghasilkan krosok yang
Adapaun penggunaan pestisida berwarna keabu-abuan (vaal)
dan bahan kimia bisa digunakan dan elastis. Pemungutan daun
(Dancis, Furadan) tergantung muda atau daun tua akan
serangan hama yang ada. menghasilkan krosok yang rapuh
(tidak elastis) dan warna yang
Panen dan Pascapanen tidak menarik

Panen Untuk tembakau golongan


sigaret, misalnya Virginia,
Umur Panen pemanenan daun yang terbaik
adalah pada tingkat kemasakan

430
tepat masak atau masak sekali. saja tanpa menebang
Apabila pasar menghendaki batangnya.
krosok yang halus, pemetikan
daun dapat dilakukan pada Penerapan penggunaan kedua
tingkat kemasakan masak sekali. cara tersebut tergantung pada:
Caranya adalah dengan - Jenis atau varietas
memperpanjang waktu
pemetikan 5-10 hari dari - Kebersamaan
tingkat pemasakan tepat masak. Pemasakan daun,
Untuk jenis Tembakau Turki Karena ada beberapa
yang tergolong tembakau sigaret jenis tembakau yang
pula, pemetikan daun yang baik memiliki waktu
adalah pada tingkat kematangan kemasakan daun
hampir masak atau masih bersamaan dan beberapa
kehijauan varietas tembakau tidak
memiliki waktu yang
Permasalahan yang kadang bersamaan pada proses
terjadi yaitu adanya kesalahan pemasakan daun
dalam pemetikan daun yaitu
daun-daun yang dipetik - Perlakuan budidaya.
terlampau muda, akibatnya akan
menghasilkan krosok yang Pemanenan daun dapat
berkualitas rendah, yakni dilakukan dengan cara pungut
berwarna hijau mati, kurang daun seperti pada tembakau
beraroma, warnanya cokelat tua, cerutu, sigaret, dan pipa.
dan kisut sehingga harga di Pemetikan daun dilakukan per
pasaran rendah. lembar menurut tingkat
Permasalahan lain yaitu daun kemasakan dan letaknya pada
tembakau yang dipetik telah batang.
lewat umur, daunnya sudah
terlalu tua yang dicirikan dengan Panen secara pungut daun
warna kuning tua yang dilakukan dengan memetiknya
menghasilkan krosok yang lembar demi lembar. Pemetikan
bermutu rendah. Karena itu dilakukan pada daun-daun yang
diharapkan para pekerja lebih masak lebih dahulu, sedangkan
teliti lagi dalam memanen daun yang belum masak ditinggalkan
tembakau. untuk dipetik pada waktu
berikutnya setelah mencapai
Cara Panen tingkat kemasakan tepat masak.
Cara memanen daun tembakau Pemetikan daun yaitu dipretel
dapat dilakukan dengan dengan tangan, selanjutnya
menebang batang pertanaman pemetikan dapat dilakukan
beserta daun-daunnya tepat selang 3-5 hari.
pada pangkal batangnya atau
hanya memetik daun-daunnya Biasanya sekali petik hanya 2-4
helai daun tiap tanaman.

431
Karena itu para pekerja harus
Permasalahan yang kadang memperhatikan varietas
terjadi yaitu bila pemanenan tanaman yang di tanam dan
dilakukan dengan menebang waktu pemanenan yang cocok.
batangnya tepat pada pangkal,
terkadang ada daun tembakau Yang perlu diperhatikan
yang belum tepat masak, daun pada saat panen
tersebut bisa kotor/tergores saat
mengangkutnya ke tempat 1. Pemanenan daun
penampungan. tembakau harus cukup
umur, tidak terlalu muda
Oleh sebab itu diharapkan para dan tidak terlalu tua.
pekerja lebih teliti dalam
mengangkut batang tembakau 2. Semua daun tembakau
beserta daunnya agar tidak harus diperhatikan baik
terjadi kerusakan daun daun bagian bawah
tembakau. maupun bagian atas.

Saat Panen 3. Para pekerja harus teliti


dalam mengangkut
Secara umum saat yang baik batang tembakau beserta
untuk memetik daun tembakau daunnya agar tidak
adalah pagi atau sore hari dalam terjadi kerusakan daun
keadaaan cuaca cerah. Untuk tembakau.
varietas tembakau vorstenland
dan deli, saat pemetikan yang 4. Para pekerja harus
baik adalah pada pagi hari memperhatikan varietas
antara pukul 06.00 s.d 10.00. tanaman yang di tanam
Untuk varietas besuki, saat dan waktu pemanenan
pemetikan yang baik adalah yang cocok.
pada sore hari antara pukul
14.00-17.00. Untuk jenis Pemanenan adalah suatu
tembakau turki dan tembakau tahapan yang sangat penting
sigaret, saat pemetikan yang diperhatikan dalam
baik adalah pada pagi hari mendapatkan kualitas panenan
antara pukul 08.00-10.00. yang tinggi.

Permasalahan yang terjadi


dengan saat panen adalah waktu Adapun yang harus diperhatikan
pemanenan daun tembakau sebagai berikut :
yang perlu disesuaikan dengan
varietasnya. Terkadang para 1. Kematangan daun
pekerja kurang memperhatikan
varietas tembakau dan waktu 2. Keseragaman daun
pemanenan yang cocok untuk dalam proses
varietas tembakau tersebut. pemanenan

432
air dari daun tembakau basah
3. Penanganan daun hasil yang dipanen dalam keadaan
panenan hidup.
Curing

Sebagian besar dari varietas Selama ini di beberapa petani


tembakau dipanen berdasarkan ada yang berpendapat bahwa
tingkat kematangan daunnya curing adalah proses
dilakukan mulai dari daun bawah pengeringan tembakau saja.
sampai daun atas dengan Tidak menyadari bahwa sel-sel
pemetikan 2 sampai 3 daun di dalam daun tersebut masih
pada setiap tanaman dengan tetap hidup setelah dipanen.
interval satu minggu hingga daun
tanaman habis. Tujuan Curing :

Sebenarnya tujuan curing adalah


:

1. Melepaskan air daun


tembakau hidup dari
kadar air 80 -90 %
menjadi 10-15%

2. Perubahan warna dari


Zat hijau daun menjadi
warnaa orange dengan
aroma sesuai dengan
standar tembakau yang
diproses.
Gambar 162 Proses Untuk mendapatkan hasil
pengeringan daun curing/omprongan tembakau
tembakau yang baik, maka daun tembakau
itu harus sudah masak dan
seragam.

Ciri-ciri daun yang sudah masak


Pascapanen adalah :

Tembakau Virginia dijual dalam 1. Warna daun sudah mulai


wujud kering oven atau hijau kekuningan dengan
pengomprongan (Curing). sebagian ujung dan tepi
daun berwama coklat.
Curing merupakan proses
biologis yaitu melepaskan kadar

433
2. Wama tangkai daun hijau seluruh tenaga petiknya dan
kuning, keputih-putihan. diberitahu mana yang sudah
boleh dipanen dan mana yang
belum.
3. Posisi daun/tulang daun
mendatar Tahapan Curing
4. Kadang-kadang pada
lembaran daun ada Sebelum memulai curing harus
bintik-bintik coklat, dipastikan bahwa seluruh
sebagai lambang gelantang sudah tersedia dan
ketuaan. bebas palstik, kompor sudah
dicek kondisinya dengan
Hal-hal yang perlu melakukan test nyala api
diperhatikan : sebelurnnya, seluruh dinding
oven tidak ada yang berlubang,
Pada saat curing, yang perlu pintu bisa menutup rapat, pipa-
diperhatikan juga adalah pipa tidak ada yang rusak dan
kapasitas daun di dalam oven. berlubang.
Sebagai contoh untuk oven
ukuran 4 x 4 x 7 rak sebanding Ada 4 tahapan curing, yaitu :
dengan 1,8 ha, sedangkan 5 x 5
x 7 rak maksimum 2,8 ha. Juga 1. Penguningan, Proses
cuaca waktu proses, kalau biologis daun ini
musim hujan harus lebih longgar merupakan proses
daripada waktu musim kering. perubahan warna dari
hijau ke warna kuning,
Pada saat panen tembakau karena hilangnya zat
harus dipastikan berapa lembar hijau daun / klorophyil ke
yang harus dipetik sesuai zat kuning daun dan
kapasitas oven. Daun tembakau terjadi penguraian zat
yang dipetik haruslah seumur tepung menjadi gula.
dan posisi daun yang sama, Perubahan ini bisa terjadi
karena apabila umur daun dan pada suhu 32 s/d 42
posisi daun berbeda, akan derajat celcius. Proses ini
sangat sulit menentukan kapan harus dilakukan secara
harus menaikkan suhu oven, perlahan-lahan waktu
kapan harus masuk ke tahapan yang diperlukan
berikutnya, kapan harus buka tergantung posisi daun.
ventilasi dan sebagainya. Umumnya berlangsung
selama 55 s/d 58 jam.
Oleh sebab itu pengetahuan Pada saat ini awalnya
petani dan pemetik daun harus semua ventilasi ditutup,
benar-benar baik tentang saat baik atas maupun bawah.
panen ini. Sebaiknya saat Tetapi apabila seluruh
menjelang panen, petani yang daun sudah berwama
bersangkutan mengumpulkan kuning orange ventilasi

434
atas dibuka 1/4 , proses keluar dari sel-sel daun
ini sangat menentukan akan menjadi uap air,
terhadap hasil curing. yang harus dibuang
keluar oven agar tidak
2. Pengikatan Warna, kembali ke daun. Ciri-ciri
Apabila seluruh daun proses ini, daun sudah
sudah berwama kuning terasa kering apabila
orange baik lembar daun dipegang, tapi tulang
maupun tulang daun, daun masih terasa basah
maka secara pertiahan- daun terlihat keriput atau
lahan suhu dinaikkan. keriting waktu yang
Pada saat proses ini dibutuhkan lebih kurang
terjadi, maka apabila 30-32 jam.
daun masih berwama
hijau, maka daun tetap 4. Pengeringan Gagang
akan berwama hijau, Pengeringan gagang
sebaliknya apabila sudah tembakau dilakukan pada
berwama kuning orange suhu 63-72°C. Pada saat
maka hasil curing akan ini air yang bisa dilepas
kuning orange. Karena didalam batang daun
pada suhu 43-52 °C ini akan dikeluarkan proses
terjadi pengikatan warna. awal tahap ini ventilasi
Sehingga apabila warna mulai ditutup secara
daun pada proses perlahan dan bertahap,
penguningan belum untuk menjaga
sempuna, maka jangan kelembaban udara tetap
terburu-buru menaikkan berkisar pada 32%. Ciri-
suhu lebih dari 42°C. ciri tahapan ini bisa
Pada tahapan ini ventilasi selesai apabila seluruh
dibuka secara bertahap, tulang daun sudah
sedikit demi sedikit kering, dan bila ditekuk
sampai akhirnya dibuka batangnya akan patah
seluruhnya. Waktu yang dan berbunyi krek. Ini
diperlukan kalau berjalan menandakan bahwa
sempuma umumnya tahap ini berjalan baik 5-8
sekitar 18-19 jam. jam sebelum proses
berakhir, seluruh ventilasi
3. Pengeringan Lembar harus ditutup agar
Daun, Proses ini kelembaban udara tetap
bertujuan untuk terjaga. Proses ini
mengurangi kadar air memerlukan waktu
didalam lembar daun normalnya 30-32 jam
dengan cara menaikkan jangan pernah
suhu 53-62°C. Pada saat menaikkan suhu oven
ini seluruh ventilasi diatas 72 C, karena
dibuka, karena air yang tembakau akan terbakar.

435
setiap jenis tembakau tergantung
Demikian tahapan curing yang pada besar kecilnya perbedaan
terjadi pada tembakau virginia sifat.
Flue Cure.
Secara umum daun tembakau
Proses ini harus dilakukan dapat diklasifikasikan menjadi
dengan hati-hati dan penuh tiga kelas.
pengawasan karena tembakau
yang sudah sangat baik
pertumbuhannya dilapangan, Tembakau Cerutu
akan sia-sia hasilnya apabila
proses curing ini tidak berjalan Golongan tembakau cerutu
lancar. dapat dikelompokkan menjadi
empat kelas, mulai dari bawah
Oleh karena itu untuk semua ke atas , yaitu :
oven yang aktif harus memiliki
termometer untuk memastikan
apakah setiap tahapan tersebut 1. Daun pasir(zandblad)
sudah berjalan baik atau belum.
2. Daun kaki (voetblad)
Dan juga setiap oven harus - Daun kaki
memiliki table pedoman prosedur pertama (DKP)
curing tembakau virginia serta - Daun Kaki Atas
menggunakan alat (DKA)
Hygrocurometer untuk mengukur
suhu dan kelembaban udaranya 3. Daun tengah/madya
(middenblad)
g. Klasifikasi Daun - Daun madya
pertama (DMP)
Setiap lembar daun tembakau - Daun Madya atas
dari bawah ke atas memiliki sifat (DMA)
fisik dan kimia yang berbeda.
4. Daun pucuk/topblad
Dengan adanya perbedaan ini,
maka daun-daun tembakau
dikelompokkan menjadi
beberapa kelas menurut Menurut klasifikasi diatas, untuk
letaknya pada batang. varietas tembakau vorstenland
dan varietas tembakau besuki
Pengelompokan menurut letak Na Oogst, lembaran daun kaki
daun pada batang disebut merupakan lembaran daun yang
klasifikasi daun. berkualitas baik, sedangkan
yang lain berkualitas rendah
Dalam pengelompokan ini, sehingga tidak perlu dipetik.
jumlah lembaran daun pada
possisinya tidak sama untuk Tembakau Sigaret

436
diperhatikan, sehingga daun
Golongan tembakau sigaret bagian atas kurang diperhatikan,
dikelompokkan menjadi empat namun tidak mudah untuk
kelas mulai dari bawah ke atas, memelihara daun-daun bagian
yaitu : bawah karena beresiko tinggi
terkena percikan air/tanah
1) Daun pasir (lugs) sehingga kualitas daun kurang
baik.
2) Daun bawah dan tengah Karena itu diharapkan baik daun
(cutters) bagian bawah maupun bagian
atas sama-sama diperhatikan.
3) Daun atas (leaf)

4) Daun pucuk (tips)


Menurut klasifikasi di
atas, untuk jenis
tembakau Virginia,
lembaran daun bawah
dan tengah (cutters)
merupakan lembaran
daun yang paling baik,
menyusul lembaran daun
atas (leaf). Adapun
lembaran daun yang lain
memiliki kualitas rendah.

Tembakau Rajangan

Untuk jenis tembakau rajangan


atau tembakau asli, lembaran
daun pasir dan 1-2 lembar daun
kaki merupakan daun yang
berkualitas baik. Daun-daun ini
umumnya dikrosok sebagai filter
cerutu. Lembaran daun tengah
kurang baik kualitasnya
sehingga sering digunakan untuk
tembakau rajangan.

Permasalahan yang kadang


timbul karena klasifikasi daun ini
yaitu adanya kebimbangan
dalam penentuan jenis daun dan
daun-daun yang berada di
bagian bawah cenderung lebih

437
10.2. Teknik Budidaya Kakao akan sulit diharapkan
keberhasilannya.
Oleh karena itu persiapan lahan
dan naungan, serta penggunaan
tanaman yang bernilai ekonomis
sebagai penaung merupakan hal
penting yang perlu diperhatikan
dalam budidaya kakao.

b. Syarat tumbuh

Sejumlah faktor iklim dan tanah


menjadi kendala bagi
pertumbuhan.

Lingkungan alami tanaman


kakao adalah hutan tropis.
Dengan demikian curah hujan,
suhu udara dan sinar matahari
Gambar 163 Buah kakao menjadi bagian dari faktor iklim
yang menentukan.
a. Pendahuluan
Demikian juga dengan faktor
Tanaman Kakao merupakan fisik dan kimia tanah yang erat
tanaman perkebunaan kaitannya dengan daya tembus
berprospek menjanjikan. Tetapi (penetrasi) dan kemampuan
jika faktor tanah yang semakin akar menyerap hara.
keras dan miskin unsur hara
terutama unsur hara mikro dan Ditinjau dari wilayah
hormon alami, faktor iklim dan penanamannya kakao ditanam
cuaca, faktor hama dan penyakit pada daerah-daerah yang
o
tanaman, serta faktor berada pada 10 LU sampai
pemeliharaan lainnya tidak dengan 10o LS. Walaupun
diperhatikan maka tingkat demikian penyebaran
produksi dan kualitas akan pertanaman kakao secara umum
rendah. berada diantara 7o LU sampai
18oLS.
Sebagai tananam yang dalam
budidayanya memerlukan Hal ini erat kaitannya dengan
naungan, maka walaupun telah distribusi curah hujan dan jumlah
diperoleh lahan yang sesuai, penyinaran matahari sepanjang
sebelum penanaman kakao tahun. Kakao juga masih toleran
tetap diperlukan persiapan pada daerah 20o LU sampai 20o
naungan. Tanpa persiapan LS.
naungan yang baik,
pengembangan tanaman kakao

452
Dengan demikian Indonesia iklim Am (menurut Koppen) atau
yang berada pada 5o LU sampai B (menurut Scmidt dan
dengan 10o LS masih sesuai Fergusson). Di daerah-daerah
untuk pertanaman kakao. yang tipe iklimnya C menurut
(Scmidt dan Fergusson) kurang
Ketinggian tempat baik untuk penanaman kakao
karena bulan keringnya yang
Ketinggian tempat di Indonesia panjang.
yang ideal untuk penanaman
kakao adalah tidak lebih tinggi Dengan membandingkan curah
dari 800 m dari permukaan laut. hujan diatas dengan curah hujan
tipe Asia, Ekuator dan Jawa
Curah Hujan maka secara umum areal
penanaman kakao di Indonesia
Curah hujan yang berhubungan masih potensial untuk
dengan pertanaman dan dikembangkan.
produksi kakao ialah
distribusinya sepanjang tahun. Adanya pola penyebab curah
Hal tersebut berkaitan dengan hujan yang tetap akan
masa pembentukan tunas muda mengakibatkan pola panen yang
dan produksi. tetap pula.

Areal penanaman kakao yang Temperatur


ideal adalah daerah-daerah
dengan curah hujan 1.100-3.000 Pengaruh temperatur terhadap
mm per tahun. kakao erat kaitannya dengan
ketersedian air, sinar matahari
Curah hujan yang melebihi 4.500 dan kelembaban.
mm per tahun tampakya
berkaitan erat dengan serangan Faktor-faktor tersebut dapat
penyakit busuk buah (blask dikelola melalui pemangkasan,
pods). penataan tanaman pelindung
dan irigasi.
Daerah yang curah hujannya
lebih rendah dari 1.200 mm per Temperatur sangat berpengaruh
tahun masih dapat ditanami terhadap pembentukan flush,
kakao, tetapi dibutuhkan air pembungaan, serta kerusakan
irigasi. Hal ini disebabkan air daun.
yang hilang karena transpirasi
akan lebih besar dari pada air Menurut hasil penelitian,
yang diterima tanaman dari temperatur ideal bagi tanaman
curah hujan, sehingga tanaman kakao adalah 300C - 320C
harus dipasok dengan air irigasi. (maksimum) dan 180C-210C
Di tinjau dari tipe iklimnya, kakao (minimum). Kakao juga dapat
sangat ideal ditanam pada tumbuh dengan baik pada
daerah-daerah yang tipenya temperatur minimum 15o C

453
perbulan. Temperatur ideal temperatur tinggi selama kurun
lainnya dengan distribusi waktu yang panjang ditandai
tahunan 16,60C masih baik untuk dengan matinya pucuk.
pertumbuhan kakao asalkan
tidak didapati musim hujan yang Daun kakao masih toleran
panjang. sampai suhu 50o C untuk jangka
waktu yang pendek.
Berdasarkan keadaan iklim di Temperaturvyang tinggi tersebut
Indonesia temperatur 250-260 C menyebabkan gejala necrossis
merupakan temperatur rata-rata pada daun.
tahunan tanpa faktor terbatas.
Karena itu daerah-daerah Sinar Matahari
tersebut sangat cocok jika
ditanami kakao. Lingkungan hidup alami
tanaman kakao ialah hutan
Temperatur yang lebih rendah hujan tropis yang didalam
100 C dari yang dituntut tanaman pertumbuhanya membutuhkan
kakao akan mengakibatkan naungan untuk mengurangi
gugur daun dan mengeringnya pencahayaan penuh.
bunga, sehingga laju
pertumbuhannya berkurang. Cahaya matahari yang terlalu
banyak menyoroti tanaman
Temperatur yang tinggi akan kakao akan mengakibatkan lilit
memacu pembungaan, tetapi batang kecil, daun sempit, dan
kemudian akan gugur. batang relatif pendek.

Pembungaan akan lebih baik jika Pemanfaatan cahaya matahari


berlangsung pada temperatur semaksimal mungkin
230 C. Demikian juga tempertur dimaksudkan untuk
26oC pada malam hari masih mendapatkan intersepsi cahaya
lebih baik pengaruhnya terhadap dan pencapain indeks luas daun
pembungaan dari pada optimum.
temperatur 23o-300 C.
Kakao tergolong tanaman C3
Temperatur tinggi selama kurun yang mampu berfotosintesis
waktu yang panjang pada suhu daun rendah.
berpengaruh terhadap bobot biji. Fotosintesis maksimum
Tempertur yang relatif rendah diperoleh pada saat penerimaan
akan menyebabkan biji kakao cahaya pada tajuk sebesar 20
banyak mengandung asam persen dari pencahayaan penuh.
lemak tidak jenuh dibandingkan Kejenuhan cahaya didalam
dengan suhu tinggi. fotosintesis setiap daun yang
telah membuka sempurna
Pada areal tanaman yang belum berada pada kisaran 3-30
menghasilkan kerusakan persen cahaya matahari atau
tanaman sebagi akibat dari

454
pada 15 persen cahaya Tanah
matahari penuh.
Kakao dapat tumbuh pada
Hal ini berkaitan pula dengan berbagai jenis tanah, asalkan
pembukaan stomata yang lebih persyaratan kimia dan fisik
besar bila cahaya matahari yang yang berperan dalam
diterima lebih banyak. pertumbuhan dan produksi
tanaman kakao terpenuhi.
Air dan hara
Kemasaman tanah, kadar zat
Air dan hara merupakan faktor organik, unsur hara, kapasitas
penentu bila mana kakao akan adsorbsi, dan kejenuhan basa
ditanam dengan sistem tanpa merupakan sifat kimia yang
tanaman pelindung sehingga perlu diperhatikan, sementara
terus menerus mendapat sinar faktor fisiknya adalah
matahari secara penuh. kedalaman efektif, tinggi
permukan air tanah, drainse,
Naungan struktur dan konsesntensi tanah.

Pembibitan kakao Selain itu kemiringan lahan juga


membutuhkan naungan, karena merupakan sifat fisik yang
benih kakao akan lebih lambat mempengaruhi pertumbuhan
pertumbuhannya pada dan produksi kakao.
pencahayaan sinar matahari
penuh. Sifat kimia

Penanaman kakao tanpa Tanaman kakao dapat tumbuh


pelindung saat ini giat diteliti dengan baik pada tanah yang
dan diamati karena berhubungan memiliki kemasaman pH 6-7.5
dengan biaya penanaman tidak lebih tinggi dari 8, serta
maupun pemeliharaan. tidak lebih rendah dari 8.

Penanaman dilakukan dipagi Bahan organik tanah


hari pada musim hujan tenyata
lebih baik hasilnya kalau Kadar zat organik yang tinggi
sore/malam harinya hujan turun akan meningkatkan laju
dibandingkan dengan jika hujan pertumbuhan pada masa
yang turun 2 hari kemudian. sebelum panen. Untuk itu zat
Dengan demikian, air dan hara organik pada lapisan tanah
memang merupak faktor setebal 0-15 cm sebaiknya lebih
penentu bila mana cahaya dari 3 persen. Kadar tersebut
matahari dimanfaatkan setara dengan 1.75 persen
semaksimal mungkin bagi unsur karbon yang dapat
pertanaman kakao. menyediakan hara dan air serta
struktur tanah yang gembur.

455
Untuk meningkatkan kadar zat bila ditanami kakao. Dengan
organik dapat dipergunakan demikian, tanah-tanah pantai
serasah sisa pemangkasan berstekstur liat masih baik
maupun pembenaman kulit buah ditanami kakao.
kakao. 900 kg kulit buah kakao
memberikan hara 28 gram urea, Dari hasil penelitian dapat
9 kg P, 56.6 kg Mo dan 8 Kg diketahui bahwa pupuk nitrogen
kiserit. yang diberikan pada tanah
demikian akan sangat
Sebaiknya tanah-tanah yang bermanfaat bagi pertumbuhan
hendak ditanam kakao paling tanaman kakao.
tidak juga mengandung kalsium
lebih besar dari 8 me per 100 Kedalaman tanah
gram contoh tanah da kalsium
lebih besar dari 0.24 me per 100 Disamping faktor fisik diatas,
gram pada kedalaman 0-15 cm. kakao juga menginginkan solum
tanah minimal 90 cm. Walaupun
Sifat fisik ketebalan solum tidak selaulu
medukung pertumbuhan, tetapi
Tekstur tanah yang baik untuk solum tanah setebal itu dapat
tanaman kakao adalah lempung dijadikan pedoman umum untuk
liat berpasir dengan komposisi mendukung pertumbuhan kakao.
30-40 persen fraksi liat, 50
persen pasir dan 10-20 persen Kedalaman efektif terutama
debu. Susunan demikian akan ditentukan oleh sifat tanah,
mempengaruhi ketersediaan air apakah mampu menciptakan
dan hara serta aerasi tanah. kondisi yang menjadikan akar
Struktur tanah yang remah bebas berkembang. Karena itu,
dengan agregat dapat kedakaman efektif dapat
menciptakan gerakan air dan berkaitan juga dengan air tanah
udara didalam tanah sehingga yang mempengaruhi aerasi
menguntungkan bagi akar. dalam rangka pertumbuhan dan
serapan hara. Untuk itu
Tanah tipe latasol yang memiliki kedalaman air tanah yang yang
fraksi liat yang tinggi ternyata disarankan minimal 3m.
sangat kurang menguntungkan
bagi tanaman kakao, Faktor kemiringan lahan sangat
sedangkan tanah regosol menentukan kedalaman air
dengan lempung berliat tanah. Semakin miring suatu
walaupun mengandung kerikil areal, semakin dalam pula air
masih baik bagi tanaman kakao. tanah yang dikandungnya.
Pembuatan teras pada lahan
Tanah yang baik drainasenya yang kemiringanya 8 persen dan
dengan struktur lempung berliat 25 persen, masing-masing
serta lapisan atas yang kaya dengan lebar 1m dan 1.5 m.
akan baha organik cocok sekali Sedangkan lahan yang

456
kemiringannaya lebih dari 40 Karena itu, jumlah pemeliharaan
persen sebaiknya tidak untuk meniadakan pohhon
ditanamai kakao. Disamping pelidung pada areal penanaman
faktor terbatasnya air tanah, hal kakao saat ini sedang dilakukan.
itu juga didasarkan atas
kecenderungan yang tinggi Penanaman pohon kakao secara
tererosi. rapat atau pengurangan pohon
pelindung secara bertahap,
Kriteria tanah misalnya, merupakan upaya
meniadakan pohon pelindung
Tanah yang digunakan untuk itu.
pertanaman kakao dapat
dikelompokkan manjadi 4 Manfaat Pohon Pelindung
kelompok berdasarkan sifat fisik
dan kimianya. Melindungi daun

Keempat kelompok tersebut Pohon pelindung sangat


adalah: berpengaruh pada terhadap
- tanah-tanah yang sesuai kadar gula pada batang dan
- cukup sesuai cabang kakao. Pengaruh itu
- kurang sesuai mengisyaratkan perlunya pohon
- tidak sesuai pelindung pada areal
Dengan menetapkan sebaran penanaman yang sebagai faktor
tingkat pembatas sifat fisik dan yang secara tidak langsung
kimia tanah, penerapan kriteria mempengaruhi proses fisiologis.
tanah tersebut dapat dijadikan
pedoman umum bagi rencana Ditinjau dari kemampuan
penanaman suatu areal apakah menyerap sinar matahari
sesuai atau tidak bagi sebagai sumber energi, kakao
pertanaman kakao. masuk kedalam tanaman C3,
yaitu tanaman yang mampu
c. Pohon Pelindung berfotosintesis pada suhu daun
rendah. Tanaman yang
Penanaman pohon pelindung tergolong C3 membutuhkan
sebelum penanaman kakao temperatur optimum 10-25oC.
bertujuan mengurangi Dengan demikian dengan
intesnsitas sinar matahari adanya pohon pelidung
langsung. Bukan berarti bahwa terutama akan mempengaruhi
pohon pelindung tidak kemampuan daun kakao
menimbulkan masalah yang melakukan proses fisiologis.
menyangkut biaya, sanitasi
kebun, kemungkinan serangan Menciptakan Iklim Mikro
hama dan penyakit, atau
kompetisi hara dan air. Disamping itu, pohon pelidung
terutama pada areal yang belum
menghasilkan memainkan

457
peranan penting pula dalam Kakao tanpa pohon pelindung
menciptakan iklim mikro yang yang diberi pupuk menghasilkan
lembab. biji kering yang lebih tinggi dari
pada kakao yang dibei pohon
Menghindari pencucian hara pelindung atau tanpa pupuk.
Hasil penelitian itu
Pohon pelidung juga berperan mengindikasikan bahwa kakao
dalam memperbaiki unsur tanah, yang telah menghasilkan pada
mengembalikan hara tercuci, hakikatnya mampu menciptakan
dan menahan terpaan angin iklim mikro sesuai dengan
terutama pada kakao yang kebutuhanya. Tajuk yang saling
belum menghasilkan. bertemu akan membatasi
intensitas matahari langsung
Memperbaiki Struktur tanah kesebagian besar daun.

Peranannya sebagai Kerugian lainya dari adanya


memperbaiki struktur tanah pohon pelindung adalah
dikarenakan sistem perakaran timbulnya persaingan dalam
pohon pelindung umunya dalam. mendapatkan air dan hara
Pengembalian hara yang tercuci antara tanaman pelindung
bisa terjagi karena adanya dengan kakao tersebut.
guguran daun tanaman
pelindung yang akan melapuk Persaingan dalam mendapatkan
membentuk senyawa organik. air dan hara akan sangat tajam
terutama pada pohon pelindung
Kerugian Pohon pelindung yang ditanam lebih rapat dengan
kakao yang baru ditanam
Tetapi seperti disebut diatas dilapangan.
pohon pelindung juga dapat
memberikan pengaruh yang Kerugian bisa juga timbul
merugikan. mengingat pohon pelindung
punya kemungkinan menjadi
Kerugian itu berkaitan dengan inang hama Helopeltis sp,
perbandingan biaya penanaman seperti tanaman pelindung
dan pemeliharaan dengan Accasia decurens dan Albissia
peranannya sebagai chinensis.
peningkatan produksi, terutama
bagi tanaman yang Jenis pohon pelindung
menghasilkan. Hasil dari
beberapa penelitian telah Pada arel penanaman kakao
dibuktikan bahwa tanpa pohon ada dua jenis pohon pelindung,
pelindung kakao akan yaitu:
menghasilkan buah lebih banyak - Pohon pelindung
dari pada kakao yang ada pohon sementara
pelindungnya. - Pohon pelindung tetap.

458
Pohon pelidung sementara - Tidak menjadi inang
berfungsi bagi tanaman yang hama dan penyakit
telah mulai menghasilkan.
- Tahan akan angin, dan
Untuk menetapkan pohon mudah
pelindung yang hendak ditanam memusnahkannya, jika
maka hal-hal yang berkaitan sewaktu-waktu tidak
dengan morfologi daun, letak dipakai lagi
kedududkan daun, ukuran tipe
daun, tipe percabangan maupun Pohon pelindung sementara
ketahan akan hama penyakit, yang umum digunakan ialah:
serta sifatnya didalam - Maghonia macrophylla
penyerapan air dan hara patut - Albizzi falcata
diperhatikan. - Ceiba petranda.

Bila memungkinkan, pohon Pada areal penanaman kakao,


pelindung sebaiknya juga singkong, dan pisang sering juga
dimanfaatkan segi ekonomisnya digunakan sebagai pohon
seghingga areal penanaman pelindung sementara. Akan
kakao dan pohon pelindungnya tetapi keduanya memiliki
mempunyai nilai tambah. persaingan akan hara dan air
yang sangat tinggi.
Pemilihan pohon pelindung
kakao dengan kriteria: Saat ini pohon pelindung yang
sering gunakan ialah hasil
- Mudah dan cepat okulasi antara Leucaene glauca
tumbuhnya, percabangan sebagai batang bawah dan
dan daunnya Leucaene glabrata sebagai
memberikan batang atas. Hasil okulasi ini
perlindungan yang baik tidak menghasilkan biji sehingga
tidak mengotori kebun. Pohon
- Tidak mengalami masa okulasi itu dikenal dengan L2,
gugur daun pada musim L19 dan L21.
tertentu
Kekhawatiran penanaman pohon
pelindung jenis lamtaro akhir-
- Mampu tumbuh dengan akhir ini berkaitan dengan
baik pada tanah-tanah ditemukannya hama kutu loncat
kurang subur dan tidak (Heteropsylla sp) pada habitat
bersaing dalam hal tanaman tersebut. Serangannya
kebutuhan akan air dan dapat mengakibatkan pohon
hara pelindung gundul sehingga
kehilangan fungsinya.
- Tidak mudah terserang
hama dan penyakit

459
Bikultur & Penjarangan Pohon telah menghasilkan dapat
Pelindung dilakukan sebagai salah satu
usaha mengurangi kerugian atau
Penanaman kakao pada areal biaya yang telah ditimbulkan
tanaman perkebunan non pohon pelindung.
kakao sering dilakukan. Hal ini
berdasarkan atas pemanfaatan Yang penting diperhatikan dalam
tanaman perkebunan non kakao melakukan penjarangan pohon
tersebut sebagai pohon pelindung adalah jenis tanaman
pelindung bagi kakao. pelindung, umur tanaman kakao,
faktor tanah, dan iklim.
Penanaman kakao diantara
barisan kelapa sawit pada awal Jadwal Pekerjaan
pertumbuhannya memberikan
hasil yang baik, tetapi masa Pembersihan untuk penanaman
berbunga dan pertumbuhan kakao memerlukan jadwal
selanjutnya menjadi tertekan. pekerjaan yang mantap, karena
pekerjaan ini menyangkut pula
Penanam kakao secara bikultur penanaman pohon pelindung
sebaiknya pada areal tanaman tetap dan pohon pelindung
kelapa. Kelapa ditanam berjarak sementara yang harus ditanam
9m x 9m (123 pohon per ha) terlebih dahulu. Jadwal
atau 10.5 m x 10.5m (91 pohon pekerjaan pembersihan areal
per ha), sedangkan, kakao hendaknya dengan
ditanam diantara dua baris memeperhitungkan keadaan
kelapa dengan jarak tanam 3m x musim, sehingga baik
3m (650 pohon per ha). pembakaran kayu-kayu maupun
pembibitan tanaman pohon
Penanaman kakao diantara pelindung tetap, pembibitan
tanaman kelapa tersebut kakao, ataupun penanamannya
dilakukan setelah tanaman dilapangan tidak sia-sia.
kelapa berumur 5 tahun.
Pembakaran sisa-sisa kayu
Sisem bikultur lainnya bagi pada musim hujan atau
kakao dapat juga diterapakan penanaman pohon kakao pada
pada areal tanaman karet, kapuk musim kemarau adalah salah
atau kopi. Penanaman demikian satu contoh kekeliruan jadwal
memerlukan pemeliharaan yang pekerjaan.
lebih intensif lagi karena
menyangkut pengelolaan dua Pohon pelindung hendaknya
tanaman sekaligus yang sama– ditanam 12-18 bulan sebelum
sama memberikan keuntungan penanaman kakao dilapangan.
ekonomi. Hal ini juga mengisyaratkan
bahwa kakao harus sudah
Penjarang pohon pelindung dibibitkan 4-6 bulan sebelumnya.
pada areal tanaman kakao yang Waktu diatas didasarkan pada

460
perkiraan waktu yang dibutuhkan pohon telah tumbang
pohon pelindung tetap dan tumbangan itu biarkan selama 1-
pohon pelindung sementara 1,5 bulan agar daun kayu
untuk tumbuh sehingga dapat mengering.
berfungsi dengan baik.
Areal yang telah bebas dari
d. Pedoman Budidaya semak belukar, kayu-kayu kecil,
dan pohon besar, apalagi bila
Pembersihan Areal baru dibakar, biasanya cepat
sekali menumbuhkan ilalang.
Pembersihan areal dilaksanakan Seperti diketahui, ilalang
mulai dari tahap merupakan gulma utama dari
survai/pengukuran sampai tahap areal pertanian. Karena itu,
pengendalian ilalang. pengendaliannya harus
Pelaksanaan survai/ pengukuran dilaksanakan sesegera mungkin,
biasanya berlangsung selama sehingga sedapat mungkin areal
satu bulan. telah bebas dari ilalang saat
penanaman pohon pelindung.
Pada tahap ini, pelaksanaan
pekerjaan meliputi pemetaan Pengendalian ilalang dapat
topografi, penyebaran jenis dilakukan secara manual,
tanah, serta penetapan batas kimiawi, maupun mekanis
areal yang akan ditanami. Hasi dengan mempertimbanhkan luas
survai akan sangat penting areal, ketersedian tenaga kerja,
artinya untuk tahapan pekerjaan waktu, cuaca, penyaluran bahan
lain , bahkan dalam hal dan biaya. Tahap pengendalian
penanaman dan pemeliharaan ilalang ini dapat dilasanakan
kakao. selama 2-3 bulan.

Tahap selanjutnya dari Persiapan areal


pembersihan areal adalah
tebas/babat. Pelaksanaan Pembersihan areal sering juga
pekerjaan pada tahap ini adalah diakhiri dengan tahap
dengan membersihkan semak pengolahan tanah. Pengolaan
belukar dan kayu-kayu kecil tanah biasanya dilaksanakan
sedapat mungkin ditebas rata secara mekenis.
dengan permukaan tanah, lama
pekerjaan ini adalah 2-3 bulan Pengolahan tanah selain dinilai
baru kemudian dilanjutkan mahal, juga dapat mempercepat
dengan tahap tebang . pengikisan lapisan tanah atas.

Tahap berikut ini dilaksanakan


selama 3-4 bulan, dan
merupakan tahap yang paling
lama dari semua tahap
pembersihan areal. Bila semua

461
Penanaman tanaman penutup Pemilihan jarak tanam erat
tanah kaitannya dengan sifat
pertumbuhan tanaman, sumber
Untuk mempertahankan lapisan bahan tanam, dan kesuburan
atas tanah dan menambah tanah.
kesuburan tanah, pembersihan
areal terkadang diikuti dengan Kakao dengan bahan tanaman
tahap penanaman tanaman Sca 6 misalnya membutuhkan
penutup tanah. ruang pertumbuhan tajuk yang
lebih kecil dibandingkan dengan
Tanaman penutup tanah klon lainnya.
biasanya adalah jenis kacang-
kacangan antara lain Dengan kata lain jarak tanam
Centrosema pubescens, tergantung dari luasan tajuk
Colopogonium mucunoides, yang akan dibentuk tanaman.
Puerarai javanica atau
Pologonium caeruleum. Masing-masing klon kakao
berbeda dalam bentuk tajuknya.
Biji dapat ditanam menurut cara Pada tanah dengan kandungan
larikan atau tugal, bergantung hara (kesuburan) yang rendah
pada ketersediaan biji dan maka jarak tanam yang
tenaga kerja. digunakan lebih lebar,
sedangkan pada tanah yang
Jarak tanam kacang-kacangan subur jarak tanamnya dapat
biasanya disesuaikan dengan dirapatkan.
jarak tanam kakao yang hendak
ditanam. Jika jarak tanam kakao Tabel 16. Jarak tanam dan
3 x 3 m maka terdapat 3 baris jumlah pohon per hektar
kacang-kacangan diantara
barisan kakao. Jarak tanam Jumlah
(m x m) pohon per
Bila jarak tanam kakao 4.2 x 2.5 Ha
maka akan terdapat dua barisan 2.4 x2.4 1680
kacangan dengan jarak 1.2 m. 3 x3 1100
Biji ditanam dengan 4x4 625
mempergunakan tugal 5x5 400
3.96 x 1.83 1380
Jarak tanam 2.5 x 3 1333
Jarak tanam yang ideal bagi 4x2 1250
kakao adalah jarak yang sesuai 3x2 1250
dengan perkembangan bagian
tajuk tanaman serta cukup
tersedianya ruang bagi
perkembangan akar.

462
Pola Tanam 3. Pola tanam kakao
berpagar ganda, pohon
Kakao dapat ditanam dibarisan pelindung segi empat.
kelapa, kelapa sawit, atau juga
karet sebagai tanaman Pola Tanam Segi empat
intercropping.
Pada pola tanam segi empat
Kakao juga dapat ditanam pohon pelindung segi empat
diantara barisan pisang atau tidak terdapat jarak antar dua
singkong yang berfungsi sebagi barisan pohon kakao. Seluruh
pohon pelindung sementara. areal ditanami menurut jarak
Pola tanam yang diterapkan tanam yang ditetapkan.
pada areal demikian umumnya
menyesuaikan pola tanam Pohon pelindung berada tepat
terdahulu. berada pertemuan diagonal
empat pohon kakao.
Untuk mendapatkan areal
penanaman kakao yang sebaik- Pada pola tanam segi empat
baiknya dianjurkan untuk pohon pelindung segi tiga juga
menetapkan pola tanam terlebih sama.
dahulu.
Perbedaannya terletak pada
Pola tanam erat kaitannya letak pohon pelindung diantara
dengan: dua gawangan dan dua barisan
- keoptimuman jumlah yang membentuk segi tiga sama
pohon per ha sisi.

- keoptimuman pohon Pola berpagar ganda


pelindung
Pada pola tanam berpagar
- meminimumkan kerugian ganda, beberapa berisan pohon
yang timbul pada nilai kakao dipisahkan dua kali jarak
kesuburan tanah. tanam yang telah ditetapkan
dengan beberapa barisan pohon
Ada empat pola yang dinjurkan kakao berikutnya. Dengan
adalah: demikian terdapat ruang diantara
barisan kakao yang bisa
1. Pola tanam kakao segi dimanfaatkan sebagai jalan
empat, pohon pelindung untuk pemeliharaan. Sedangkan
segi empat. pohon pelindung segi tiga dan
segi empat sama polanya
2. Pola tanam kakao dengan pola pohon pelindung
berpagar ganda, pohon terdahulu.
pelindung segi tiga.

463
Penanaman dan pemeliharaan tempat pengumpulan bibit.
Dengan menyangga polybag ke
Bila jarak tanam dan pola tanam lubang penanama maka mutu
telah ditetapkan dan keadaan bibit akan jauh lebih terjamin.
pohon pelindung tetap telah
memenuhi syarat sebagi Teknik penanamannya adalah
penaung,dan bibit dalam dengan terlebih dahulu
polybag telah berumur 4-6 bulan memasukkan polybag kedalam
dan tidak dalam keadaab flush, lubang tanam, setelah itu
maka penanaman sudah dapat dengan menggunakan pisau
dilaksanakan. tajam polybag disayat dari
bagian bawh ke arah atas.
Rencana penanaman Polybag yang terkoyak dapat
hendaknya diiringi pula dengan dengan mudah ditarik dan
rencana pemeliharaan sehingga lubang ditutup kembali dengan
bibit yang ditanam tumbuh tanah galian. Pemadatannya
dengan baik untuk jangka waktu dilaksanakan dengan bantuan
yang cukup lama. kaki. Tetapi disekitar batang
dipermukaan tanah haruslah
Penanaman lebih tinggi. Hal ini dimaksudkan
untuk mencegah penggenangan
Dua minggu sebelum air disekitar batang yang dapat
penanaman. Lebih dahulu menyebabkan pembusukan.
disiapkan lubang tanah
berukuran 40cm x 40cm x40cm Bibit yang baru ditanam
atau 60cm x 60cm, bergantung dilapangan peka akan sinar
pada ukuran polybag. Lubang matahari. Bila tersedia tenaga
kemudian ditaburi 1 kg pupuk dan bahan yang cukup, bibit
Agrophos dan ditutupi lagi dapat diberi naungan sementara
dengan serasah. Pemberian dengan menancapkan pelepah
pupuk tersebut dimaksudkan kelapa sawit atau kelapa
untuk menyediakan hara bagi disebelah timur dan barat.
bibit yang akan ditanam
beberapa minggu kemudian. Pemangkasan
Berikan pupuk kandang yang
dicampur dengan tanah (1:1) Selama masa tanaman belum
ditambah pupuk TSP 1-5 gram menghasilkan pemeliharaan
per lubang ditunjukkan kepada
pembentukan cabang yang
Bibit yang hendak ditanam seimbang dan pertumbuhan
sebaiknya tidak terlalu sering vegetatig yang baik. Disamping
dipindahkan dari suatu tempat itu, pemangkasan pohoh
ketempat lain. Untuk itu pelindung tetap juga
diperlukan tempat pengumpulan dilaksanakan agar percabangan
polybag, misalnya untuk setiap dan dedaunnya tumbuh tinggi
50 lubang disediakan suatu dan baik. Sedangkan pohon

464
pelindung sementara dipangkas kebun, yang kelak berfungsi
dan akhirnya dimusnahkan sebagai pagar bagi kakao.
sejalan dengan pertumbuhan
kakao. Pohon pelindung Pemangkasan pohon
sementara yang dibiarkan akan pelindung tetap
membatasi pertumbuhan kakao,
karena menghalangi sinar Pohon pelidung tetap dipangkas
matahari serta menimbulkan agar dapat berfungsi dalam
persaingan denagn tanaman jangka waktu yang lama.
utama dalm mendapatkan air Pemangkasan dilakukan
dan hara. terhadap cabang-cabang yang
tumbuh rendah dan lemah.
Pemangkasan pohon Dengan pemangkasan
pelindung sementara diharapakan paling tidak cabang
terendah pohon pelindung akan
Pohon pelindung sementara berjarak lebih 1 m dari tajuk
harus dipangkas agar tidak tanaman kakao. Mengingat
menutupi tanaman kakao. pohon pelindung tetap dapat
Caranya adalah dengan diperbanyak dengan cara
merumpisnya dengan vegetatif, maka cabang yang
menggunakan pisau babat dipangkas dapt digunakan
tajam. Pohon pelindung sebagai bibit stek batang untuk
sementara harus tidak lebih areal tertentu yang pohon
tinggi dari 1,5 m agar tanaman pelindung nya telah mati.
kakao mendapatkan sinar
matahari yang sesuai dengan Disamping itu pemeliharaan juga
pertumbuhannya. Siasa dilaksanakan dengan
pemangkasan diletakkan memusnahkan pohon pelindung
dipinggiran tanaman kakao agar sementara sejauh 50 cm dari
dapat menekan pertumbuan batang pohon pelindung tetap.
gulma dan menjadi sumber Dengan demikian
hara. pertumbuhannya tidak terhalang
dan penyebaran tajuk juga
Sesuai dengan umur kakao, merata.
pohon pelindung sementara
dipangkas semakin rendah. Bila Untuk pohon pelindung tetap
percabangan kakao telah yang mempunyai dua cabang
tumbuh kearah samping dan utama sejak awal pertumbuhan
dedaunnya sudak cukup lebat, sehingga dibiarkan tumbuh
pohon pelindung sementara sampai satu tahun. Setelah itu
biasanya tidak tumbuh lagi. satu cabang harus dipotong agar
Pohon pelindung sementara tidak memberikan naungan yang
yang masih hidup harus terlalu gelap bagi kakao.
dimusnahkan, kecuali yang
tumbuh di pinggiran jalan utama

465
Pemangkasan kakao terbuka, sehingga jorket
langsung terkena sinar matahari,
Bagi tanaman kakao, sebaiknya diikat melingkar agar
pemangkasan adalah suatu pertumbuhannya membentuk
usaha meningkatkan produksi sudut lebih kecil terhadap batang
dam memepertahankan umur utama atau tajuk menjadi lebih
ekonomis tanaman. Secara ramping.
umum, pemangkasan bertujuan
untuk: Kadang-kadang dilakukan juga
- Mendapatkan pemangkasan terhadap cabang
pertumbuhan tajuk yang primer yang tumbuhnya lebih
seimbang dan kukuh. dari 150 cm. Hal ini bertujuan
untuk merangsang tumbuhanya
- Mengurangi kelembapan cabang-cabang sekunder. Untuk
sehingga aman dari bibit vegetatif, pemangkasan
serangan hama dan TMB dilaksanakan agar cabang
penyakit. yang tumbuh tidak rendah.
Pemangkasan bentuk
- Memudahkan dilaksanakan dalam selang
pelaksanaan panen dan waktu dua bulan sekali selama
pemeliharaan. masa TBM.

- Mendapatkan produksi Bentuk pemangkasan yang


yang tinggi . bertujuan untuk menggantikan
cabang yang patah karena angin
Pemangkasan bentuk atau tertimpa cabang pohon
pelindung tetap dapat juga
Pada tanaman kakao yang dimasukkan kedalam
belum menghasilkan (TBM), pelaksanaan pemangkasan
setelah umur 8 bulan perlu pemeliharaan.
dilaksanakan pemangkasan.
Pemangkasan demikian disebut Oleh sebagian perkebunan,
pemangkasan bentuk. Sekali pemangkasan tersebut
dua minggu tunas-tunas air dinamakan pemangkasan
dipangkas dengan cara rehabilitasi yang dilaksanakan
memotong tepat dipangkal dengan memelihara chupon
batang utama atau cabang pada ketinggian 25 cm dari
primer yang tumbuh. jorket.

Sebanyak 5-6 cabang dikurangi Pemangkasan Produksi


sehinnga hanya tinggal 3-4
cabang saja. Cabang yang Bentuk pemangkasan yang lain
dibutuhkan adalah cabang yang adalah pemangkasan produksi.
simetris terhadap batang utama, Pada pemangkasan ini cabang-
kukuh, dan sehat. Tanaman cabang yang tidak produktif,
yang cabang-cabang primernya tumbuh kearah dalam,

466
menggantung, atau cabang tinggal urat daunnya saja.
kering, menambah kelembapan, Pengendalian dengan Pestona
dan dapat mengurangi intensitas dosis 5-10cc/liter.
matahari bagi daun.
b. Ulat Jaran / Kuda ( Dasychira
Pemangkasan Pemeliharaan inclusa, Familia : Limanthriidae )

Disamping pemangkasan Ulat ini ada bulu-bulu gatal pada


bentuk, dikenal juga bagian dorsalnya menyerupai
pemangkasan pemeliharaan bentuk bulu (rambut) pada leher
yang lebih mengutamakan kuda, terdapat pada marke 4
keseimbangan cabang primer. dan 5 berwarna putih atau hitam,
Chupon harus dipangkas dalam sedang ulatnya coklat atau
selang waktu dua minggu sekali. coklat kehitam-hitaman.
Karena bila dibiarkan tumbuh
akan menyerap hara semata- Pengendalian: dengan musuh
mata dan menjadi inang alami predator Apanteles
beberapa hama. mendosa dan Carcelia spp, atau
dengan bahan kimia.
Pemangkasan pemeliharaan
dilakukan dengan cara c. Parasa lepida dan Ploneta
memotong cabang-cabang diducta (Ulat Srengenge)
sekunder dan tersier yang
tumbuhnya kurang dari 40 cm Serangan dilakukan silih
dari pangkal cabang perimer berganti karena kedua species
ataupun sekunder. ini agak berbeda siklus hidup
maupun cara meletakkan
Cabang-cabang demikian bila kokonnya, sehingga masa
dibiarkan tumbuh akan berkembangnya akan saling
membesar sehingga semakin bergantian.
menyulitkan ketetapan
pemangkasan. Disamping itu Serangan tertinggi pada daun
pemangkasan semakin sukar muda, kuncup yang merupakan
dilaksanakan dan semakin pusat kehidupan dan bunga
merugikan tanaman kakao yang masih muda.
tersebut.
Siklus hidup Ploneta diducta 1
Pengendalian Hama & Penyakit bulan, Parasa lepida lebih
panjang dari pada Ploneta
Hama diducta.

a. Ulat Kilan (Hyposidea


infixaria; Famili : Geometridae ),
menyerang pada umur 2-4
bulan. Serangan berat
mengakibatkan daun muda

467
d. Kutu - kutuan (Pseudococcus Pengendalian:
lilacinus) Pengendalian dilakukan dengan
bahan kimia dan sanitasi lahan,
Kutu berwarna putih. Simbiosis dan pembuangan buah yang
dengan semut hitam. terserang.

Gejala serangan
f. Kakao Mot ( Ngengat Buah ),
Infeksi pada pangkal buah di Acrocercops cranerella (Famili ;
tempat yang terlindung, Lithocolletidae).
selanjutnya perusakan ke bagian
buah yang masih kecil, buah Buah muda terserang hebat,
terhambat dan akhirnya warna kuning pucat, biji dalam
mengering lalu mati. buah tidak dapat mengembang
dan lengket.
Pengendalian:
Pengendalian:
Tanaman terserang dipangkas Sanitasi lingkungan kebun,
lalu dibakar, dengan musuh menyelubungi buah coklat
alami predator; Scymus sp, dengan kantong plastik yang
Semut hitam, parasit bagian bawahnya tetap terbuka
Coccophagus pseudococci atau (kondomisasi), pelepasan musuh
mempergunakan bahan kimia alami semut hitam dan jamur
. antagonis Beauveria bassiana
e. Helopeltis antonii, (BVR) dengan cara
disemprotkan.
Hama ini menusukkan ovipositor
untuk meletakkan telurnya ke Penyakit
dalam buah yang masih muda,
jika tidak ada buah muda hama Penyakit Busuk Buah
menyerang tunas dan pucuk (Phytopthora palmivora)
daun muda. Serangga dewasa
berwarna hitam, sedang Gejala serangan:
dadanya merah, bagian
menyerupai tanduk tampak Dari ujung buah atau pangkal
lurus. buah nampak kecoklatan pada
buah yang telah besar dan buah
Ciri serangan: kecil akan langsung mati.

Kulit buah ada bercak-bercak Pengendalian


hitam dan kering, pertumbuhan
buah terhambat, buah kaku dan Membuang buah terserang dan
sangat keras serta jelek dibakar, pemangkasan teratur.
bentuknya dan buah kecil kering
lalu mati.

468
Jamur Upas (Upasia telah dipetik dimasukkan dalam
salmonicolor), karung dan dikumpulkan dekat
rorak.
Penyakit ini menyerang batang Pemetikan dilakukan pada pagi
dan cabang. hari dan pemecahan siang hari.
Pemecahan buah dengan
Pengendaliannya memukulkan pada batu hingga
Kerok dan olesi batang atau pecah. Kemudian biji dikeluarkan
cabang terserang dengan dan dimasukkan dalam karung,
pestisida nabati atau kimia, sedang kulit dimasukkan dalam
pemangkasan teratur, serangan rorak yang tersedia.
yang berkelanjutan dipotong lalu
dibakar. Pengolahan Hasil

Catatan : Jika pengendalian Fermentasi


hama penyakit dengan
menggunakan pestisida alami Tahap awal pengolahan biji
belum mengatasi dapat kakao. Bertujuan mempermudah
dipergunakan pestisida kimia menghilangkan pulp,
yang dianjurkan. Agar menghilangkan daya tumbuh biji,
penyemprotan pestisida kimia merubah warna biji dan
lebih merata dan tidak mudah mendapatkan aroma dan cita
hilang oleh air hujan tambahkan rasa yang enak.
surfaktan.
Pengeringan
Panen
Pengeringan biji kakao yang
Saat petik persiapkan rorak- telah difermentasi dikeringkan
rorak dan koordinasi pemetikan. agar tidak terserang jamur
Pemetikan dilakukan terhadap dengan sinar matahari langsung
buah yang masak tetapi jangan (7-9 hari) atau dengan kompor
terlalu masak. pemanas suhu 60-700C (60-100
jam). Kadar air yang baik kurang
Potong tangkai buah dengan dari 6%.
menyisakan 1/3 bagian tangkai
buah. Pemetikan sampai Sortasi
pangkal buah akan merusak
bantalan bunga sehingga Untuk mendapatkan ukuran
pembentukan bunga terganggu tertentu dari biji kakao sesuai
dan jika hal ini dilakukan terus permintaan. Syarat mutu biji
menerus, maka produksi buah kakao adalah tidak terfermentasi
akan menurun. maksimal 3 %, kadar air
maksimal 7%, serangan hama
Buah yang dipetik umur 5,5 - 6 penyakit maksimal 3 % dan
bulan dari berbunga, warna bebas kotoran.
kuning atau merah. Buah yang

469
10.3. TEKNIK BUDIDAYA Kelapa Sawit (Elaeis guinensis
KELAPA SAWIT jacq) adalah salah satu jenis
tanaman dari famili palma yang
menghasilkan minyak nabati yang
dapat dimakan (edible oil). Selain
dari kelapa sawit, minyak nabati
juga dapat diperoleh dari tanaman
kelapa, kacang kedelai, bunga
matahari, kacang tanah, dan
lainnya.

Dari sekian banyak tanaman yang


menghasilkan minyak dan lemak,
Gambar 164 Buah kelapa sawit kelapa sawit adalah tanaman
yang produktifitas menghasilkan
a. Pendahuluan minyak tertinggi, dimana tanaman
kelapa hanya menghasilkan
Kelapa sawit telah menjadi sepertiga (700-1000 kg daging
komoditi subsektor perkebunan buah kelapa/ha) dari produksi
yang memiliki peranan penting kelapa sawit (2000/3000 kg
bagi perekonomian Indonesia. TBS/ha)
prospek usaha yang cerah, harga
produk yang kompetitif, dan
indsustri berbasis kelapa sawit
yang beragam dengan skala
usaha yang fleksibel, telah
menjadikan banyak perusahaan
dalam berbagai skala maupun
petani yang berminat untuk
membangun industri kelapa sawit
mulai dari kebun hingga hilir.

Keberhasilan suatu usaha


perkebunan kelapa sawit
ditentukan oleh faktor bahan Gambar 165 Perkebunan kelapa
tanaman atau bibit yang memiliki sawit
sifat yang unggul dan teknik
budidayanya. Bibit yang unggul b. Botani Kelapa Sawit
akan menjamin pertumbuhan
yang baik dan tingkat produksi Kecambah kelapa sawit yang baru
yang tinggi apabila perlakuan tumbuh memiliki akar tunggang,
dilakukan secara optimal. tetapi akar ini mudah mati dan
segera digantikan dengan akar
serabut.

470
Akar serabut memiliki sedikit Batang mengandung banyak serat
percabangan, membentuk dengan jaringan pembuluh yang
anyaman rapat dan tebal. menunjang pohon dan
Sebagian akar serabut tumbuh pengangkutan hara.
lurus kebawah dan sebagian
tumbuh mendatar kearah Susunan daun kelapa sawit
samping. Jika aerasi cukup baik membentuk susunan daun
akar tanaman kelapa sawit dapat majemuk, daun-daun tersebut
menembus kedalaman 8 meter akan membentuk suatu pelepah
didalam tanah, sedangkan yang daun yang panjang nya 7,5-9
tumbuh kesamping biasanya meter dengan jumlah daun yang
mencapai radius 16 meter. tumbuh dikedua sisi berkisar 250-
Kedalaman ini tergantung umur 400 helai. Pohon kelapa sawit
tanaman, sistem pemeliharaan normal dan sehat yang
dan aerasi tanah. dibudidayakan, pada satu batang
terdapat 40– 50 pelepah daun
Kelapa sawit termasuk tanaman
monokotil maka batangnya tidak Luas permukaan daun akan
memiliki kambium dan pada berinteraksi dengan tingkat
umumnya tidak bercabang. produktivitas tanaman. Semakin
Batang kelapa sawit tumbuh tegak luas permukaan atau semakin
lurus (phototropi) dibungkus oleh banyak jumlah daun maka
pelepah daun. Bagian bawah produksi akan meningkat karena
umumnya lebih besar disebut proses fotosintesis akan berjalan
bonggol batang. Sampai umur tiga dengan baik. Proses fotosintesis
tahun batang belum terlihat akan optimal jika luas permukaan
karena masih terbungkus oleh daun mencapai 11m 2. Pohon
pelepah daun yang belum kelapa sawit normal dan sehat
dipangkas atau ditunas. Laju dibudidayakan, pada satu batang
pertumbuhan tinggi batang terdapat 40-50 pelepah daun.
dipengaruhi oleh komposisi
genetik dan lingkungan. Tinggi Biasanya tanaman kelapa sawit
batang bertambah kira-kira 45 mempunyai 40-55 daun. Jika tidak
cm/tahun, tinggi maksimum dipangkas biasa lebih 60 daun.
tanaman kelapa sawit yang Tanaman kelapa sawit tua
ditanam diperkebunan 15-18 membentuk 2-3 helai daun setiap
meter sedangkan di alam dapat bulan, sedangkan yang muda
mencapai 30 meter. menghasilkan 4-4 daun setiap
bulan. Produksi daun dipengaruhi
Biasanya batang adalah tunggal oleh factor umur, lingkungan
(tidak bercabang) kecuali genetik, iklim.
abnormal. Laju pertumbuhan
tinggi tanaman dipengaruhi oleh Susunan bunga terdiri dari
komposisi genetik dan lingkungan. kalangan bunga yang terdiri dari

471
bunga jantan (tepung sari) dan (carnosus). Proses pembentukan
bunga betina (putik). Namun, ada buah sejak saat penyerbukan
juga tanaman kelapa sawit yang sampai buah matang lebih kurang
hanya memproduksi bunga jantan. 6 bulan. Buah dapat juga terjadi
Umumnya bunga jantan dan lebih lambat atau lebih cepat
betina terdapat dalam dua tandan tergantung dari keadaan iklim
yang terpisah. Namun, ada setempat. Dalam satu tandan
kalanya bunga jantan dan bunga dewasa dapat mencapai lebih
betina terdapat dalam tandan kurang 2000 buah.
yang sama.
Biji kelapa sawit terdiri atas
Bunga jantan selalu masak lebih beberapa bagian penting. Biji
dahulu dari pada bunga betina. merupakan buah yang telah
Karena itu penyerbukan sendiri terpisah dari bagian buah, yang
antara bunga jantan dan bunga memiliki berbagai ukuran
betina dalam satu tandan sangat tergantung tipe tanaman.
jarang terjadi. Masa reseptif
(masa putik dapat menerima Biji terdiri atas cangkang, embrio,
tepung sari) adalah 24 jam, dan inti atau endosperma. Embrio
setelah itu putik akan mengering panjang nya 3 mm, berdiameter
dan berwarna hitam. 1,2 mm berbentuk silindris seperti
peluru memiliki 2 bagian utama.
Bagian yang tumpul permukaan
berwarna kuning dan bagian yang
Tanaman kelapa sawit dilapangan lain agak tajam berwarna putih
mulai berbunga pada umur 2,5
tahun. Inisiasi bunga terjadi pada c. Syarat Tumbuh
palma dewasa yaitu 33-34 bulan
sebelum penyerbukan, biasa Iklim
terjadi tandan bunga jantan atau
bunga betina. Ada yang Kelapa sawit adalah tanaman
berdiferensiasi menjadi bunga tropis yang tumbuh baik antara
jantan atau bunga betina, tetapi garis lintang 130 Lintang Utara dan
ada juga menjadi bunga banci 120 Lintang Selatan, terutama
(hermafrodit) beberapa factor dikawasan Afrika, Asia, dan
yang mempengaruhi diferensisi Amerika Latin. Tanaman kelapa
kelamin yaitu genetik dan sawit tumbuh baik didaerah tropis,
lingkungan, yang peka terhadap dataran rendah yang panas dan
faktor tersebut dapat lembab.
mengakibatkan aborsi terutama
bunga betina. Curah hujan

Buah kelapa sawit terbentuk pada Curah hujan yang baik adalah
bakal buah dan disebut buah 2.500 mm-3000 mm per tahun
sejati tunggal dan berkelamin yang turun merata sepanjang

472
tahun. Penting untuk pertumbuhan Kelembaban optimum bagi
tanaman kelapa sawit adalah pertumbuhan kelapa sawit antara
distribusi hujan yang merata. 80%-90%.

Suhu Tanah

Tanaman kelapa sawit Dalam hal tanah, tanaman kelapa


memerlukan suhu optimum sekitar sawit tidak menuntut persyaratan
24-280 C, untuk tumbuh dengan terlalu banyak karena dapat
baik. Meskipun demikian, tumbuh pada berbagai jenis tanah
tanaman masih biasa tumbuh misalnya podsolik, latosol,
pada suhu terendah 180C dan hidromorfik kelabu, alluvial atau
tertinggi 320C. Beberapa faktor regosol.
yang mempengaruhi tinggi Sifat fisik tanah yang baik
rendahnya suhu adalah lama untuk tanaman kelapa sawit
penyinaran dan ketinggian tempat. adalah:
- Solum tebal 80 cm, solum
Sinar matahari yang tebal akan
merupakan media yang
Sinar matahari diperlukan untuk baik bagi perkembangan
memproduksi karbohidrat dalam akar sehingga efisiensi
(proses asimilasi) juga untuk penyerapan unsur hara
memacu pertumbuhan bunga dan tanaman akan lebih baik.
buah. Karenanya, intensitas, - Tekstur ringan,
kualitas dan lama penyinaran dikehendaki memiliki pasir
sangat berpengaruh dalam proses 20 - 60%, debu 10 - 40%,
fotosintesis. liat 20 - 50%

Kelembaban udara dan angin Kelapa sawit dapat tumbuh pada


pH 4,0 – 6,0 namun terbaik adalah
Kelembaban udara dan angin 5,0 – 5,5. Kandungan hara yang
adalah faktor yang penting untuk tinggi yaitu C/N mendekati 10
menunjang pertumbuhan kelapa dimana C 1% dan N 0,1%, daya
sawit. tukar Mg = 1,2me/100g, daya
tukar K = 0,15-0,20 me/100g.
Kelembaban udara dapat
mengurangi penguapan, sedang Tekstur tanah yang baik untuk
angin akan membantu tanaman kelapa sawit adalah
penyerbukan secara alamiah. kandungan pasir dengan
komposisi 20-60%, fraksi liat 20-
Angin yang kering akan 50%, debu 10-20 %. Tanah yang
menyebabkan penguapan lebih kurang cocok adalah tanah pantai
besar, mengurangi kelembaban berpasir dan tanah gambut tebal.
dan dalam waktu yang lama Sifat kimia tanah dapat dilihat dari
mengakibatkan tanaman layu. tingkat keasaman dan komposisi

473
kandungan hara mineralnya. Sifat
kimia tanah merupakan arti Pembibitan kelapa sawit dilakukan
penting dalam menentukan dosis dengan system dua tahap yaitu:
pemupukan dan kelas kesuburan
tanah. Tanaman kelapa sawit 1. Pembibitan awal (pre-
tumbuh baik pada tanah yang nursery)
memiliki kandungan unsur hara
yang tinggi, dengan C/N Tanah yang digunakan untuk
mendekati 10 dimana C 1% dan N mengisi polibag kecil berupa
0,1%, daya tukar Mg = tanah bagian atas (top soil) yang
1,2me/100g, daya tukar K = 0,15- sudah dibersihkan dari batu dan
0,20 me/100g. sisa – sisa tanaman.

d. Pedoman budidaya 2. Pembibitan Utama (main-


nursery)
Pembibitan Kelapa Sawit
Tanah yang sudah dibersihkan
Sejalan dengan bertambahnya dimasukkan kedalam polibag
luas areal pertanaman kelapa besar berukuran 40-50 cm yang
sawit secara tidak langsung dapat menampung 25 kg tanah.
membutuhkan bibit kelapa sawit
dalam jumlah yang banyak.
Umumnya pembibitan
dilaksanakan dekat dengan Pemeliharaan bibit dilakukan
areal/lahan yang akan ditanami dengan cara sebagai berikut :
dengan kelapa sawit. Hal ini 1. bibit disiram 2 kali
sering mengakibatkan sulitnya sehari pagi, sore.
memperoleh media top soil yang 2. rumput didalam polibag
baik bagi bibit, karena top soil dicabut pelan-pelan.
yang dijumpai tebalnya sangat 3. bibit dipupuk dengan
tipis atau hilang akibat erosi tanah urea dalam bentuk
Hal ini menyebabkan perlunya larutan yang
pengganti media yang mudah berkonsentrasi 0,2 %
didapat dan harganya murah, 4. hama dan penyakit
misalnya blotong, bahan organik diberantas secara
tandan kosong kelapa sawit dan terpadu.
sebagaunya.

Pembibitan adalah serangkaian


kegiatan untuk mempersiapkan
bahan tanaman meliputi persiapan
media, pemeliharaan, seleksi bibit
hingga siap untuk ditanam yang
dilaksanakan dalam satu tahap
atau lebih

474
barat, panjang naungan 14,5 m
dan lebarnya 4,5 m yang
memanjang arah utara-selatan

Penyiapan Media Tanam

Pasir yang digunakan adalah pasir


yang berasal dari laut, pasir
dibersihkan dari bahan organik,
dan tanah. Kemudian media
tanam campuran yakni blotong
tebu dicampur sesuai dengan
perlakuan masing-masing
kemudian dimasukkan kedalam
polibek.

Penanaman Bibit

Penanaman bibit dapat dilakukan


dengan menanam kecambah
kedalam polybag sedalam 2-3 cm,
dengan radikula bagian bawah
dan plumula bagian atas.

Gambar 166 Kelapa sawit di Jumlah kecambah perpolybag


pembibitan awal (atas) sebanyak 1 kecambah, kemudian
dan di pembibitan disiram dengan air.
utama (main nursery)
Land clearing/Persiapan lahan
Penyiapan Areal dan Pembuatan
Naungan Sebelum tanaman kelapa sawit
ditanam, maka hal utama dan
Areal yang digunakan untuk sangat menentukan kesuksesan
penelitian, terlebih dahulu bisnis budidaya kelapa sawit
dibersihkan dari gulma dan sampah adalah pada tahap land clearing.
lainnya. Kemudian dilakukan
pembuatan plot percobaan dengan Suatu lahan kebun yang baik
ukuran 100 cm x 100cm, jarak antar adalah jika memiliki saluran
plot 30 cm dan jarak antar ulangan drainase yang berfungsi dengan
50 cm. baik, memiliki jalan yang kuat dan
rata untuk kegiatan melangsir
Naungan terbuat dari bambu buah ataupun truk pengangkutan,
sebagai tiang dan pelepah sawit bersih dari tunggul-tunggul kayu
sebagai atap dengan ketinggian 2 yang mengganggu dalam bekerja,
m arah timur dan 1,5 m arah

475
bebas dari pohon-pohonan dan 11. Produktifitas tenaga kerja
semak belukar, adanya akses manusia
jalan darat ke setiap tanaman,
bebas dari batu-batu besar yang Cover Crop/Tanaman
mengganggu posisi penanaman Penutup Tanah
dan pekerjaan.
Sebelum bibit kelapa sawit
Pengerjaan land clearing dapat ditanam di lahan, satu hal yang
dilakukan secara mekanis dan sangat penting adalah tanaman
manual. Secara mekanis land penutup / cover srop, cover crop
clearing dikerjakan dengan alat- berfungsi untuk melindungi tanah
alat berat seperti Back Hoe, dari kikisan air hujan, menjaga
Buldozer dan Grader. Secara tumbuhnya gulma-gulma yang
manual land clearing dikerjakan tidak diinginkan, menjaga
oleh manusia dengan peralatan ketersediaan unsur Nitrogen
sederhana berupa parang, dalam tanah, mendinginkan tanah,
kampak, gergaji, machine saw, sebagai tempat yang baik untuk
cangkul, tembilang, babat. berbiaknya mikroba-mikroba
pengurai dan penyubur tanah
Jika ditinjau secara ekonomis,
penggunaan cara mekanis Aplikasi ZPT Atonik
ataupun manual harus
memperhatikan pada beberapa Zat pengatur tumbuh atonik
faktor, yaitu: diberikan setelah tanaman
berumur 3 minggu dan
1. Jauhnya jarak tempuh selanjutnya dengan interval 2
untuk mendatangkan alat- minggu sekali hingga umur 3
alat berat bulan sesuai konsentrasi
2. Luasnya lahan perlakuan.
3. Tingkat kesulitan Pemberiannya dengan cara
pekerjaan membasahi seluruh permukaan
4. Tingkat standar upah atas dan bawah daun tanaman.
buruh lokal Waktu penyemprotan dilakukan
5. Ketersediaan buruh pada pagi hari setelah
6. Biaya sewa/harga beli alat penyiraman.
berat
7. Kebijakan dan peratruran Pemeliharaan
pemerintah
8. Harga BBM dan oli mesin Penyiraman
traktor
9. Tingkat upah operator Penyiraman dilakukan setiap hari
traktor yaitu pagi dan sore hari
10. Produktifitas kerja traktor tergantung dengan kondisi
kelembaban permukaan media

476
tanam. Penyiraman dilakukan sawit adalah luar biasa besarnya.
dengan menggunakan gembor Energi tersebut dapat digunakan
dan air bersih. sebagai zat gizi, bahan bakar,
atau fungsi lainnya.
Penyulaman
Maka tidaklah wajar jika hasil
Penyulaman dilakukan 2 minggu produksi yang sedemikian besar
setelah tanam dengan mengganti tersebut hanya kita harapkan dari
bibit yang abnormal, terserang sang tanaman kelapa sawit dan
hama dan penyakit yang cukup tanah yang menyangganya tanpa
parah, atau bibit mati dengan ada sumbangsih dari kita yang
tanaman sisipan yang tersedia. menjadikannya sebagai "sapi
perah".
Penyiangan
Tujuan umum dari pemupukan
Penyiangan dilakukan bila adalah memberikan zat hara yang
ditemukan gulma di areal dibutuhkan tanaman dalam
penelitian. Penyiangan dilakukan membangun jaringan akar,
secara manual untuk gulma yang batang, daun dan buah.
terdapat dalam polybag,
sedangkan gulma yang berada Pada saat kelapa sawit berupa
diluar polibek dibersihkan dengan TBM (Tanaman Belum
menggunakan cangkul. Menghasilkan), tujuan pemupukan
adalah untuk menjadi bahan baku
Pemupukan dan penolong dalam
pembangunan tubuh tanaman,
Tanaman kelapa sawit merupakan sedangkan pada saat kelapa sawit
tanaman yang sangat tergantung berupa TM (Tanaman
pada pemupukan untuk mencapai Menghasilkan), tujuan pemupukan
produksi yang tinggi, meskipun adalah agar tanaman kelapa sawit
dapat ditemui kebun kelapa sawit memproduksi buah dengan
yang dapat mencapai produksi optimal.
rata-rata 3 ton/ha/bulan meskipun
tanpa diberi pupuk sedikitpun. Berdasarkan banyaknya kuantitas
Secara logika, kebun kelapa sawit yang dibutuhkan tanaman, pupuk
yang baik diharapkan dapat dapat dibagi atas 2 golongan,
berproduksi TBS sebanyak 3-5 yaitu: pupuk makro dan pupuk
ton/bulan, dengan rendemen mikro.
minyak mencapai 21%, maka
produksi CPO adalah 6,3-10,5 1. Pupuk makro adalah
ton/bulan, nilai kalori lemak adalah pupuk yang mengandung
yang paling tinggi di antara zat gizi unsur makro (unsur yang
lainnya, yaitu 9,4 kalori/mg asam dibutuhkan tanaman dalam
lemak, maka nilai energi yang jumlah besar). Unsur-
dihasilkan dari satu hektar kebun

477
unsur yang dibutuhkan buah kelapa sawit tidak boleh
tanaman dalam jumlah dilakukan secara sembarangan,
besar antara lain adalah : karena kegiatan panen tersebut
menentukan pada produktifitas
• Nitrogen (N), dapat tanaman, rendemen minyak, mutu
diperoleh dari pupuk Urea minyak, dan efisiensi biaya tenaga
(46% N), ZA ( %N) kerja.
• Posphor (P), dapat
diperoleh dari pupuk TSP Pelaksanaan panen harus
(46% P), Rock Posphat ( memenuhi ketentuan sebagai
% P) berikut:
• Kalium (K), dapat
diperoleh dari pupuk KCl 1. Kriteria Matang Panen
(64% K)
• Magnesium (Mg), dapat Buah yang dapat dipanen
deperoleh dari pupuk haruslah buah yang daging
Kieserit ( % Mg) buahnya telah berwarna kemerah-
merahan/orange, dimana ada
Pengendalian Hama dan Penyakit jenis buah yang meskipun kulit
luarnya telah berwana kemerah-
Untuk mengendalikan serangan merahan tetapi ternyata daging
hama kelapa sawit digunakan buahnya belum matang (belum
insektisida Hostathion 200 EC, berwarna kemerah-merahan).
untuk mengendalikan jamur
digunakan fungisida Danvil 50 SC. Adapun kriteria umum yang
Pengaplikasian dilakukan dengan digunakan dalam menentukan
menggunakan handsprayer buah sawit yang layak panen
dengan waktu pengendalian adalah berdasakan pada jumlah
bergantung pada kondisi berodolan yang telah jatuh di
dilapangan. piringan.

e. Panen Kriteria jumlah berondolan dalam


menentukan buah layak panen
Untuk dapat berbunga, kelapa dapat dilihat pada Tabel 14
sawit membutuhkan waktu 2-3 berikut.
tahun dari saat bibit ditanam di
lapangan.

Masa produktif tanaman dapat


berlangsung 40-50 tahun.
Pembentukan buah memerlukan
waktu sekitar 6 bulan setelah
terjadinya penyerbukan
(pollination). Pelaksanaan panen

478
Tabel 17 Kriteria Kematangan Ada suatu sistem dalam hal
Buah Berdasarkan Jumlah menjaga jumlah optimum daun
Berondolan pada pohon kelapa sawit, dan
rumus dari jumlah daun optimum
Buah tersebut sering disebut dengan
Umur Tanaman sistem "Songgo Dua", yaitu selalu
No Memberondol
(tahun) ada dua unit pelepah daun yang
(butir)
menyangga buah sawit pada
Tanaman muda
1 2 posisi yang paling bawah.
(3,5-5 tahun)
Tanaman
Oleh karena itu maka dalam
2 sedang (5-10 5-10
mengambil buah tidak boleh ikut
tahun)
memotong pelepah yang
Tanaman menyangganya, cara pengambilan
3 dewasa (>10 15-20 buah tersebut sering disebut
tahun) dengan cara "curi buah/culik
buah".

2. Rotasi dan Alat yang baik digunakan dalam


Sistem Panen memanen buah sawit adalah
Dodos (untuk buah yang berada
Yang dimaksud dengan rotasi pada ketinggian <6 m) dan Egrek
panen adalah waktu yang (untuk buah yang berada pada
diperlukan antara suatu panen ketinggian >6 m).
dengan panen berikutnya pada
suatu area panen. 4. Pengangkatan Buah Menuju
Truk Pengangkut (Melangsir
Rotasi panen yang baik adalah Buah)
jika buah yang dipanen tidak
kurang atau terlalu matang. Kegiatan melangsir buah yang
benar akan menentukan pada
Rotasi panen yang sering kualitas minyak yang akan
dilakukan adalah tiap 7, 10 atau diperoleh, keamanan, dan
14 hari sekali. besarnya biaya panen.

3. Cara Pengambilan Buah Dalam kegiatan melangsir buah


harus digunakan alat yang dapat
Cara pelaksanaan panen yang digunakan semudah mungkin dan
baik adalah salah satu syarat tingkat ketahanan akan benturan
dalam menentukan produktifitas yang tinggi.
dan efisiensi dari suatu usaha
kebun kelapa sawit. Dalam hal ini alat yang sering
digunakan adalah Kereta Sorong,
sepeda yang telah ditambah

479
dengan bak, becak barang, dan
pedati.

Untuk menjamin kelancaran


proses pelangsiran buah maka
jalan (pasar pikul) harus
diperhatikan dengan serius untuk
menghindari kerusakan peralatan,
kecelakaan karyawan dan
tingginya upah panen.

480
10.3. TEKNIK BUDIDAYA Kelapa Sawit (Elaeis guinensis
KELAPA SAWIT jacq) adalah salah satu jenis
tanaman dari famili palma yang
menghasilkan minyak nabati yang
dapat dimakan (edible oil). Selain
dari kelapa sawit, minyak nabati
juga dapat diperoleh dari tanaman
kelapa, kacang kedelai, bunga
matahari, kacang tanah, dan
lainnya.

Dari sekian banyak tanaman yang


menghasilkan minyak dan lemak,
Gambar 164 Buah kelapa sawit kelapa sawit adalah tanaman
yang produktifitas menghasilkan
a. Pendahuluan minyak tertinggi, dimana tanaman
kelapa hanya menghasilkan
Kelapa sawit telah menjadi sepertiga (700-1000 kg daging
komoditi subsektor perkebunan buah kelapa/ha) dari produksi
yang memiliki peranan penting kelapa sawit (2000/3000 kg
bagi perekonomian Indonesia. TBS/ha)
prospek usaha yang cerah, harga
produk yang kompetitif, dan
indsustri berbasis kelapa sawit
yang beragam dengan skala
usaha yang fleksibel, telah
menjadikan banyak perusahaan
dalam berbagai skala maupun
petani yang berminat untuk
membangun industri kelapa sawit
mulai dari kebun hingga hilir.

Keberhasilan suatu usaha


perkebunan kelapa sawit
ditentukan oleh faktor bahan Gambar 165 Perkebunan kelapa
tanaman atau bibit yang memiliki sawit
sifat yang unggul dan teknik
budidayanya. Bibit yang unggul b. Botani Kelapa Sawit
akan menjamin pertumbuhan
yang baik dan tingkat produksi Kecambah kelapa sawit yang baru
yang tinggi apabila perlakuan tumbuh memiliki akar tunggang,
dilakukan secara optimal. tetapi akar ini mudah mati dan
segera digantikan dengan akar
serabut.

470
Akar serabut memiliki sedikit Batang mengandung banyak serat
percabangan, membentuk dengan jaringan pembuluh yang
anyaman rapat dan tebal. menunjang pohon dan
Sebagian akar serabut tumbuh pengangkutan hara.
lurus kebawah dan sebagian
tumbuh mendatar kearah Susunan daun kelapa sawit
samping. Jika aerasi cukup baik membentuk susunan daun
akar tanaman kelapa sawit dapat majemuk, daun-daun tersebut
menembus kedalaman 8 meter akan membentuk suatu pelepah
didalam tanah, sedangkan yang daun yang panjang nya 7,5-9
tumbuh kesamping biasanya meter dengan jumlah daun yang
mencapai radius 16 meter. tumbuh dikedua sisi berkisar 250-
Kedalaman ini tergantung umur 400 helai. Pohon kelapa sawit
tanaman, sistem pemeliharaan normal dan sehat yang
dan aerasi tanah. dibudidayakan, pada satu batang
terdapat 40– 50 pelepah daun
Kelapa sawit termasuk tanaman
monokotil maka batangnya tidak Luas permukaan daun akan
memiliki kambium dan pada berinteraksi dengan tingkat
umumnya tidak bercabang. produktivitas tanaman. Semakin
Batang kelapa sawit tumbuh tegak luas permukaan atau semakin
lurus (phototropi) dibungkus oleh banyak jumlah daun maka
pelepah daun. Bagian bawah produksi akan meningkat karena
umumnya lebih besar disebut proses fotosintesis akan berjalan
bonggol batang. Sampai umur tiga dengan baik. Proses fotosintesis
tahun batang belum terlihat akan optimal jika luas permukaan
karena masih terbungkus oleh daun mencapai 11m 2. Pohon
pelepah daun yang belum kelapa sawit normal dan sehat
dipangkas atau ditunas. Laju dibudidayakan, pada satu batang
pertumbuhan tinggi batang terdapat 40-50 pelepah daun.
dipengaruhi oleh komposisi
genetik dan lingkungan. Tinggi Biasanya tanaman kelapa sawit
batang bertambah kira-kira 45 mempunyai 40-55 daun. Jika tidak
cm/tahun, tinggi maksimum dipangkas biasa lebih 60 daun.
tanaman kelapa sawit yang Tanaman kelapa sawit tua
ditanam diperkebunan 15-18 membentuk 2-3 helai daun setiap
meter sedangkan di alam dapat bulan, sedangkan yang muda
mencapai 30 meter. menghasilkan 4-4 daun setiap
bulan. Produksi daun dipengaruhi
Biasanya batang adalah tunggal oleh factor umur, lingkungan
(tidak bercabang) kecuali genetik, iklim.
abnormal. Laju pertumbuhan
tinggi tanaman dipengaruhi oleh Susunan bunga terdiri dari
komposisi genetik dan lingkungan. kalangan bunga yang terdiri dari

471
bunga jantan (tepung sari) dan (carnosus). Proses pembentukan
bunga betina (putik). Namun, ada buah sejak saat penyerbukan
juga tanaman kelapa sawit yang sampai buah matang lebih kurang
hanya memproduksi bunga jantan. 6 bulan. Buah dapat juga terjadi
Umumnya bunga jantan dan lebih lambat atau lebih cepat
betina terdapat dalam dua tandan tergantung dari keadaan iklim
yang terpisah. Namun, ada setempat. Dalam satu tandan
kalanya bunga jantan dan bunga dewasa dapat mencapai lebih
betina terdapat dalam tandan kurang 2000 buah.
yang sama.
Biji kelapa sawit terdiri atas
Bunga jantan selalu masak lebih beberapa bagian penting. Biji
dahulu dari pada bunga betina. merupakan buah yang telah
Karena itu penyerbukan sendiri terpisah dari bagian buah, yang
antara bunga jantan dan bunga memiliki berbagai ukuran
betina dalam satu tandan sangat tergantung tipe tanaman.
jarang terjadi. Masa reseptif
(masa putik dapat menerima Biji terdiri atas cangkang, embrio,
tepung sari) adalah 24 jam, dan inti atau endosperma. Embrio
setelah itu putik akan mengering panjang nya 3 mm, berdiameter
dan berwarna hitam. 1,2 mm berbentuk silindris seperti
peluru memiliki 2 bagian utama.
Bagian yang tumpul permukaan
berwarna kuning dan bagian yang
Tanaman kelapa sawit dilapangan lain agak tajam berwarna putih
mulai berbunga pada umur 2,5
tahun. Inisiasi bunga terjadi pada c. Syarat Tumbuh
palma dewasa yaitu 33-34 bulan
sebelum penyerbukan, biasa Iklim
terjadi tandan bunga jantan atau
bunga betina. Ada yang Kelapa sawit adalah tanaman
berdiferensiasi menjadi bunga tropis yang tumbuh baik antara
jantan atau bunga betina, tetapi garis lintang 130 Lintang Utara dan
ada juga menjadi bunga banci 120 Lintang Selatan, terutama
(hermafrodit) beberapa factor dikawasan Afrika, Asia, dan
yang mempengaruhi diferensisi Amerika Latin. Tanaman kelapa
kelamin yaitu genetik dan sawit tumbuh baik didaerah tropis,
lingkungan, yang peka terhadap dataran rendah yang panas dan
faktor tersebut dapat lembab.
mengakibatkan aborsi terutama
bunga betina. Curah hujan

Buah kelapa sawit terbentuk pada Curah hujan yang baik adalah
bakal buah dan disebut buah 2.500 mm-3000 mm per tahun
sejati tunggal dan berkelamin yang turun merata sepanjang

472
tahun. Penting untuk pertumbuhan Kelembaban optimum bagi
tanaman kelapa sawit adalah pertumbuhan kelapa sawit antara
distribusi hujan yang merata. 80%-90%.

Suhu Tanah

Tanaman kelapa sawit Dalam hal tanah, tanaman kelapa


memerlukan suhu optimum sekitar sawit tidak menuntut persyaratan
24-280 C, untuk tumbuh dengan terlalu banyak karena dapat
baik. Meskipun demikian, tumbuh pada berbagai jenis tanah
tanaman masih biasa tumbuh misalnya podsolik, latosol,
pada suhu terendah 180C dan hidromorfik kelabu, alluvial atau
tertinggi 320C. Beberapa faktor regosol.
yang mempengaruhi tinggi Sifat fisik tanah yang baik
rendahnya suhu adalah lama untuk tanaman kelapa sawit
penyinaran dan ketinggian tempat. adalah:
- Solum tebal 80 cm, solum
Sinar matahari yang tebal akan
merupakan media yang
Sinar matahari diperlukan untuk baik bagi perkembangan
memproduksi karbohidrat dalam akar sehingga efisiensi
(proses asimilasi) juga untuk penyerapan unsur hara
memacu pertumbuhan bunga dan tanaman akan lebih baik.
buah. Karenanya, intensitas, - Tekstur ringan,
kualitas dan lama penyinaran dikehendaki memiliki pasir
sangat berpengaruh dalam proses 20 - 60%, debu 10 - 40%,
fotosintesis. liat 20 - 50%

Kelembaban udara dan angin Kelapa sawit dapat tumbuh pada


pH 4,0 – 6,0 namun terbaik adalah
Kelembaban udara dan angin 5,0 – 5,5. Kandungan hara yang
adalah faktor yang penting untuk tinggi yaitu C/N mendekati 10
menunjang pertumbuhan kelapa dimana C 1% dan N 0,1%, daya
sawit. tukar Mg = 1,2me/100g, daya
tukar K = 0,15-0,20 me/100g.
Kelembaban udara dapat
mengurangi penguapan, sedang Tekstur tanah yang baik untuk
angin akan membantu tanaman kelapa sawit adalah
penyerbukan secara alamiah. kandungan pasir dengan
komposisi 20-60%, fraksi liat 20-
Angin yang kering akan 50%, debu 10-20 %. Tanah yang
menyebabkan penguapan lebih kurang cocok adalah tanah pantai
besar, mengurangi kelembaban berpasir dan tanah gambut tebal.
dan dalam waktu yang lama Sifat kimia tanah dapat dilihat dari
mengakibatkan tanaman layu. tingkat keasaman dan komposisi

473
kandungan hara mineralnya. Sifat
kimia tanah merupakan arti Pembibitan kelapa sawit dilakukan
penting dalam menentukan dosis dengan system dua tahap yaitu:
pemupukan dan kelas kesuburan
tanah. Tanaman kelapa sawit 1. Pembibitan awal (pre-
tumbuh baik pada tanah yang nursery)
memiliki kandungan unsur hara
yang tinggi, dengan C/N Tanah yang digunakan untuk
mendekati 10 dimana C 1% dan N mengisi polibag kecil berupa
0,1%, daya tukar Mg = tanah bagian atas (top soil) yang
1,2me/100g, daya tukar K = 0,15- sudah dibersihkan dari batu dan
0,20 me/100g. sisa – sisa tanaman.

d. Pedoman budidaya 2. Pembibitan Utama (main-


nursery)
Pembibitan Kelapa Sawit
Tanah yang sudah dibersihkan
Sejalan dengan bertambahnya dimasukkan kedalam polibag
luas areal pertanaman kelapa besar berukuran 40-50 cm yang
sawit secara tidak langsung dapat menampung 25 kg tanah.
membutuhkan bibit kelapa sawit
dalam jumlah yang banyak.
Umumnya pembibitan
dilaksanakan dekat dengan Pemeliharaan bibit dilakukan
areal/lahan yang akan ditanami dengan cara sebagai berikut :
dengan kelapa sawit. Hal ini 1. bibit disiram 2 kali
sering mengakibatkan sulitnya sehari pagi, sore.
memperoleh media top soil yang 2. rumput didalam polibag
baik bagi bibit, karena top soil dicabut pelan-pelan.
yang dijumpai tebalnya sangat 3. bibit dipupuk dengan
tipis atau hilang akibat erosi tanah urea dalam bentuk
Hal ini menyebabkan perlunya larutan yang
pengganti media yang mudah berkonsentrasi 0,2 %
didapat dan harganya murah, 4. hama dan penyakit
misalnya blotong, bahan organik diberantas secara
tandan kosong kelapa sawit dan terpadu.
sebagaunya.

Pembibitan adalah serangkaian


kegiatan untuk mempersiapkan
bahan tanaman meliputi persiapan
media, pemeliharaan, seleksi bibit
hingga siap untuk ditanam yang
dilaksanakan dalam satu tahap
atau lebih

474
barat, panjang naungan 14,5 m
dan lebarnya 4,5 m yang
memanjang arah utara-selatan

Penyiapan Media Tanam

Pasir yang digunakan adalah pasir


yang berasal dari laut, pasir
dibersihkan dari bahan organik,
dan tanah. Kemudian media
tanam campuran yakni blotong
tebu dicampur sesuai dengan
perlakuan masing-masing
kemudian dimasukkan kedalam
polibek.

Penanaman Bibit

Penanaman bibit dapat dilakukan


dengan menanam kecambah
kedalam polybag sedalam 2-3 cm,
dengan radikula bagian bawah
dan plumula bagian atas.

Gambar 166 Kelapa sawit di Jumlah kecambah perpolybag


pembibitan awal (atas) sebanyak 1 kecambah, kemudian
dan di pembibitan disiram dengan air.
utama (main nursery)
Land clearing/Persiapan lahan
Penyiapan Areal dan Pembuatan
Naungan Sebelum tanaman kelapa sawit
ditanam, maka hal utama dan
Areal yang digunakan untuk sangat menentukan kesuksesan
penelitian, terlebih dahulu bisnis budidaya kelapa sawit
dibersihkan dari gulma dan sampah adalah pada tahap land clearing.
lainnya. Kemudian dilakukan
pembuatan plot percobaan dengan Suatu lahan kebun yang baik
ukuran 100 cm x 100cm, jarak antar adalah jika memiliki saluran
plot 30 cm dan jarak antar ulangan drainase yang berfungsi dengan
50 cm. baik, memiliki jalan yang kuat dan
rata untuk kegiatan melangsir
Naungan terbuat dari bambu buah ataupun truk pengangkutan,
sebagai tiang dan pelepah sawit bersih dari tunggul-tunggul kayu
sebagai atap dengan ketinggian 2 yang mengganggu dalam bekerja,
m arah timur dan 1,5 m arah

475
bebas dari pohon-pohonan dan 11. Produktifitas tenaga kerja
semak belukar, adanya akses manusia
jalan darat ke setiap tanaman,
bebas dari batu-batu besar yang Cover Crop/Tanaman
mengganggu posisi penanaman Penutup Tanah
dan pekerjaan.
Sebelum bibit kelapa sawit
Pengerjaan land clearing dapat ditanam di lahan, satu hal yang
dilakukan secara mekanis dan sangat penting adalah tanaman
manual. Secara mekanis land penutup / cover srop, cover crop
clearing dikerjakan dengan alat- berfungsi untuk melindungi tanah
alat berat seperti Back Hoe, dari kikisan air hujan, menjaga
Buldozer dan Grader. Secara tumbuhnya gulma-gulma yang
manual land clearing dikerjakan tidak diinginkan, menjaga
oleh manusia dengan peralatan ketersediaan unsur Nitrogen
sederhana berupa parang, dalam tanah, mendinginkan tanah,
kampak, gergaji, machine saw, sebagai tempat yang baik untuk
cangkul, tembilang, babat. berbiaknya mikroba-mikroba
pengurai dan penyubur tanah
Jika ditinjau secara ekonomis,
penggunaan cara mekanis Aplikasi ZPT Atonik
ataupun manual harus
memperhatikan pada beberapa Zat pengatur tumbuh atonik
faktor, yaitu: diberikan setelah tanaman
berumur 3 minggu dan
1. Jauhnya jarak tempuh selanjutnya dengan interval 2
untuk mendatangkan alat- minggu sekali hingga umur 3
alat berat bulan sesuai konsentrasi
2. Luasnya lahan perlakuan.
3. Tingkat kesulitan Pemberiannya dengan cara
pekerjaan membasahi seluruh permukaan
4. Tingkat standar upah atas dan bawah daun tanaman.
buruh lokal Waktu penyemprotan dilakukan
5. Ketersediaan buruh pada pagi hari setelah
6. Biaya sewa/harga beli alat penyiraman.
berat
7. Kebijakan dan peratruran Pemeliharaan
pemerintah
8. Harga BBM dan oli mesin Penyiraman
traktor
9. Tingkat upah operator Penyiraman dilakukan setiap hari
traktor yaitu pagi dan sore hari
10. Produktifitas kerja traktor tergantung dengan kondisi
kelembaban permukaan media

476
tanam. Penyiraman dilakukan sawit adalah luar biasa besarnya.
dengan menggunakan gembor Energi tersebut dapat digunakan
dan air bersih. sebagai zat gizi, bahan bakar,
atau fungsi lainnya.
Penyulaman
Maka tidaklah wajar jika hasil
Penyulaman dilakukan 2 minggu produksi yang sedemikian besar
setelah tanam dengan mengganti tersebut hanya kita harapkan dari
bibit yang abnormal, terserang sang tanaman kelapa sawit dan
hama dan penyakit yang cukup tanah yang menyangganya tanpa
parah, atau bibit mati dengan ada sumbangsih dari kita yang
tanaman sisipan yang tersedia. menjadikannya sebagai "sapi
perah".
Penyiangan
Tujuan umum dari pemupukan
Penyiangan dilakukan bila adalah memberikan zat hara yang
ditemukan gulma di areal dibutuhkan tanaman dalam
penelitian. Penyiangan dilakukan membangun jaringan akar,
secara manual untuk gulma yang batang, daun dan buah.
terdapat dalam polybag,
sedangkan gulma yang berada Pada saat kelapa sawit berupa
diluar polibek dibersihkan dengan TBM (Tanaman Belum
menggunakan cangkul. Menghasilkan), tujuan pemupukan
adalah untuk menjadi bahan baku
Pemupukan dan penolong dalam
pembangunan tubuh tanaman,
Tanaman kelapa sawit merupakan sedangkan pada saat kelapa sawit
tanaman yang sangat tergantung berupa TM (Tanaman
pada pemupukan untuk mencapai Menghasilkan), tujuan pemupukan
produksi yang tinggi, meskipun adalah agar tanaman kelapa sawit
dapat ditemui kebun kelapa sawit memproduksi buah dengan
yang dapat mencapai produksi optimal.
rata-rata 3 ton/ha/bulan meskipun
tanpa diberi pupuk sedikitpun. Berdasarkan banyaknya kuantitas
Secara logika, kebun kelapa sawit yang dibutuhkan tanaman, pupuk
yang baik diharapkan dapat dapat dibagi atas 2 golongan,
berproduksi TBS sebanyak 3-5 yaitu: pupuk makro dan pupuk
ton/bulan, dengan rendemen mikro.
minyak mencapai 21%, maka
produksi CPO adalah 6,3-10,5 1. Pupuk makro adalah
ton/bulan, nilai kalori lemak adalah pupuk yang mengandung
yang paling tinggi di antara zat gizi unsur makro (unsur yang
lainnya, yaitu 9,4 kalori/mg asam dibutuhkan tanaman dalam
lemak, maka nilai energi yang jumlah besar). Unsur-
dihasilkan dari satu hektar kebun

477
unsur yang dibutuhkan buah kelapa sawit tidak boleh
tanaman dalam jumlah dilakukan secara sembarangan,
besar antara lain adalah : karena kegiatan panen tersebut
menentukan pada produktifitas
• Nitrogen (N), dapat tanaman, rendemen minyak, mutu
diperoleh dari pupuk Urea minyak, dan efisiensi biaya tenaga
(46% N), ZA ( %N) kerja.
• Posphor (P), dapat
diperoleh dari pupuk TSP Pelaksanaan panen harus
(46% P), Rock Posphat ( memenuhi ketentuan sebagai
% P) berikut:
• Kalium (K), dapat
diperoleh dari pupuk KCl 1. Kriteria Matang Panen
(64% K)
• Magnesium (Mg), dapat Buah yang dapat dipanen
deperoleh dari pupuk haruslah buah yang daging
Kieserit ( % Mg) buahnya telah berwarna kemerah-
merahan/orange, dimana ada
Pengendalian Hama dan Penyakit jenis buah yang meskipun kulit
luarnya telah berwana kemerah-
Untuk mengendalikan serangan merahan tetapi ternyata daging
hama kelapa sawit digunakan buahnya belum matang (belum
insektisida Hostathion 200 EC, berwarna kemerah-merahan).
untuk mengendalikan jamur
digunakan fungisida Danvil 50 SC. Adapun kriteria umum yang
Pengaplikasian dilakukan dengan digunakan dalam menentukan
menggunakan handsprayer buah sawit yang layak panen
dengan waktu pengendalian adalah berdasakan pada jumlah
bergantung pada kondisi berodolan yang telah jatuh di
dilapangan. piringan.

e. Panen Kriteria jumlah berondolan dalam


menentukan buah layak panen
Untuk dapat berbunga, kelapa dapat dilihat pada Tabel 14
sawit membutuhkan waktu 2-3 berikut.
tahun dari saat bibit ditanam di
lapangan.

Masa produktif tanaman dapat


berlangsung 40-50 tahun.
Pembentukan buah memerlukan
waktu sekitar 6 bulan setelah
terjadinya penyerbukan
(pollination). Pelaksanaan panen

478
Tabel 17 Kriteria Kematangan Ada suatu sistem dalam hal
Buah Berdasarkan Jumlah menjaga jumlah optimum daun
Berondolan pada pohon kelapa sawit, dan
rumus dari jumlah daun optimum
Buah tersebut sering disebut dengan
Umur Tanaman sistem "Songgo Dua", yaitu selalu
No Memberondol
(tahun) ada dua unit pelepah daun yang
(butir)
menyangga buah sawit pada
Tanaman muda
1 2 posisi yang paling bawah.
(3,5-5 tahun)
Tanaman
Oleh karena itu maka dalam
2 sedang (5-10 5-10
mengambil buah tidak boleh ikut
tahun)
memotong pelepah yang
Tanaman menyangganya, cara pengambilan
3 dewasa (>10 15-20 buah tersebut sering disebut
tahun) dengan cara "curi buah/culik
buah".

2. Rotasi dan Alat yang baik digunakan dalam


Sistem Panen memanen buah sawit adalah
Dodos (untuk buah yang berada
Yang dimaksud dengan rotasi pada ketinggian <6 m) dan Egrek
panen adalah waktu yang (untuk buah yang berada pada
diperlukan antara suatu panen ketinggian >6 m).
dengan panen berikutnya pada
suatu area panen. 4. Pengangkatan Buah Menuju
Truk Pengangkut (Melangsir
Rotasi panen yang baik adalah Buah)
jika buah yang dipanen tidak
kurang atau terlalu matang. Kegiatan melangsir buah yang
benar akan menentukan pada
Rotasi panen yang sering kualitas minyak yang akan
dilakukan adalah tiap 7, 10 atau diperoleh, keamanan, dan
14 hari sekali. besarnya biaya panen.

3. Cara Pengambilan Buah Dalam kegiatan melangsir buah


harus digunakan alat yang dapat
Cara pelaksanaan panen yang digunakan semudah mungkin dan
baik adalah salah satu syarat tingkat ketahanan akan benturan
dalam menentukan produktifitas yang tinggi.
dan efisiensi dari suatu usaha
kebun kelapa sawit. Dalam hal ini alat yang sering
digunakan adalah Kereta Sorong,
sepeda yang telah ditambah

479
dengan bak, becak barang, dan
pedati.

Untuk menjamin kelancaran


proses pelangsiran buah maka
jalan (pasar pikul) harus
diperhatikan dengan serius untuk
menghindari kerusakan peralatan,
kecelakaan karyawan dan
tingginya upah panen.

480
10.4. TEKNIK BUDIDAYA TEH Tanaman teh pertama kali
masuk ke Indonesia tahun 1684,
berupa biji teh dari jepang yang
dibawa oleh seorang Jerman
bernama Andreas Cleyer, dan
ditanam sebagai tanaman hias di
Jakarta.

Pada tahun 1694, seorang


pendeta bernama F. Valentijn
melaporkan melihat perdu teh
muda berasal dari China tumbuh
di Taman Istana Gubernur
Jendral Champhuys di Jakarta.
Pada tahun 1826 tanaman teh
berhasil ditanam melengkapi
Gambar 167 Pohon teh Kebun Raya Bogor, dan pada
tahun 1827 di Kebun Percobaan
Cisurupan, Garut, Jawa Barat.
a. Sejarah Teh
Berhasilnya penanaman
Tanaman teh termasuk genus percobaan skala besar di
Camellia yang memiliki sekitar Wanayasa (Purwakarta) dan di
82 species, terutama tersebar di Raung (Banyuwangi) membuka
kawasan Asia Tenggara pada jalan bagi Jacobus Isidorus
garis lintang 30° sebelah utara Loudewijk Levian Jacobson,
maupun selatan khatulistiwa. seorang ahli teh, menaruh
landasan bagi usaha
Selain tanaman teh (Camellia perkebunan teh di Jawa. Teh
sinensis (L.) O. Kuntze) yang dari Jawa tercatat pertama kali
dikonsumsi sebagai minuman diterima di Amsterdam tahun
penyegar, genus Cammelia ini 1835. Teh jenis Assam mulai
juga mencakup banyak jenis masuk ke Indonesia (Jawa) dari
tanaman hias. Sri Lanka (Ceylon) pada tahun
1877, dan ditanam oleh R.E.
Tanaman teh berasal dari Kerkhoven di kebun Gambung,
wilayah perbatasan negara- Jawa Barat.
negara China selatan (Yunan),
Laos Barat Laut, Muangthai Dengan masuknya teh Assam
Utara, Burma Timur dan India tersebut ke Indonesia, secara
Timur Laut, yang merupakan berangsur tanaman teh China
vegetasi hutan daerah peralihan diganti dengan teh Assam, dan
tropis dan subtropis. sejak itu pula perkebunan teh di
Indonesia berkembang semakin
luas.

481
Pada tahun 1910 mulai dibangun kasus penyakit jantung dan
perkebunan teh di daerah kanker, sebesar 3-5% per tahun.
Simalungun, Sumatera Utara
Berbagai negara
b. Manfaat teh mengalokasikan dana yang
sangat besar untuk penelitian
Pada tahun 1962, Organisasi terhadap semua kasus tersebut.
kesehatan Dunia (WHO) di Baru pada awal dekade 90-an,
Perserikatan Bangsa-bangsa peneliti menemukan bahwa teh
(PBB) melaporkan adanya merupakan minuman karsinogen
peningkatan kasus kerusakan yang sangat efektif untuk
gigi, penyakit pada sistem mengurangi risiko kejangkitan
pencernaan dan kropos pada dan menghambat pertumbuhan
tulang manusia yang disebabkan kanker.
oleh kurang tersedianya sumber
air bersih, serta akibat Dengan ditemukannya berbagai
peningkatan konsumsi bahan khasiat yang terkandung pada
pengawet dan gula. teh maka pada akhir dekade 90-
an, PBB memberi bantuan
Berdasarkan laporan tersebut kepada 30 negara penghasil teh
PBB melakukan program untuk melakukan program
penambahan klorin dan flour promosi teh dalam rangka
pada air bersih. Program meningkatkan konsumsi teh
tersebut telah membuahkan dunia.
hasil di kota besar negara maju
yang memiliki teknologi air Di Indonesia program ini
bersih, namun belum menyentuh dilakukan di kota Surabaya,
masyarakat yang hidup di kota- Propinsi Jawa Timur.
kota kecil negara berkembang.
Tabel 18. Jenis polifenol pada
Teh memiliki potensi untuk teh yang telah
memenuhi kebutuhan manusia teridentifikasi dan tingkat
akan klorin dan flour. Hasil kandungan rata-rata
penelitian menunjukkan bahwa
teh disamping sebagai bahan
minuman, sifat antiseptik dapat 1. Katekin :63-210 mg%
menjaga kesehatan mulut dan
gigi, tenggorokan, menjaga 2. Flavanol :14 - 21 mg%
keseimbangan mikroflora sistem
pencernaan dan meningkatkan
3.Tearubigin : 0 - 28 mg%
penyerapan kalsium untuk
pertumbuhan tulang. 4.Polifenol
:266-273 mg%
lainnya
Pada dekade 70-an dan 80-an,
dunia diguncang oleh laporan
adanya peningkatan drastis

482
Dari hasil penelitian yang - Melindungi
dilakukan oleh Pusat Penelitian kerusakan minyak
Teh dan Kina (PPTK) Gambung dan lemak makan,
Jawa Barat Indonesia dapat digunakan
menunjukkan bahwa kandungan sebagai pewarna
polifenol pada teh Indonesia alami
yang merupakan komponen akti b. Anti radiasi
f untuk kesehatan ± 1,34 kali c. Anti mutasi gen
lebih tinggi dibanding teh dari d. Anti tumor
negara lain - Menekan
pertumbuhan sel
Katekin merupakan senyawa tumor
polifenol utama pada teh - Menekan
sebesar 90% dari total pemrosesan
kandungan polifenol. Rata-rata bentuk tumor
kandungan katekin pada teh - Menekan kanker
Indonesia berkisar antara 7,02 - payudara yang
11,60% b.k., sedangkan pada tumbuh spontan
negara lain berkisar antara 5,06 e. Menghambat aktivitas enzim
- 7,47 b.k. : beberapa enzim yang
Teh selain mengandung terbukti dihambat adalah :
polifenol hingga 25-35%, juga Enzim angiotensin I,
mengandung komponen lain Amilase, Sukrase dan
yang bermanfaat bagi maltase, Enzim glucosy I
kesehatan, antara lain : transferase pada mutan
metilxantin, asam amino, streptokokus, Enzim pemacu
peptides, karbonhidrat, vitamin HIV, Enzim tyrosinase
(C,E dan K), karotenoid, mineral f. Anti peningkatan kolestrol
seperti kalium, magnesium, g. Anti peningkatan tekanan
mangan, fluor, zinc, selenium, darah
copper, iron, calcium, serta h. Anti peningkatan kadar gula
metilxantin dan alkaloid lain. darah
i. Anti koreng
Kemampuan pencegahan dari j. Anti bakteri
polifenol teh
c. Jenis produk teh
a. Anti oksidan
- Mencegah Teh yang berasal dari tanaman
pembentukan teh dibagi menjadi 4 kelompok:
radikal (bebas) teh hitam, teh oolong, teh hijau,
oksigen dalam dan teh putih.
tubuh
- Melindungi lemak Istilah "teh" juga digunakan
dalam plasma untuk minuman yang dibuat dari
darah buah, rempah-rempah atau
tanaman obat lain yang diseduh,

483
misalnya, teh rosehip, camomile, Teh yang dibuat dari
krisan dan Jiaogulan. Teh yang pucuk daun yang tidak
tidak mengandung daun teh mengalami proses
disebut teh herbal. oksidasi dan sewaktu
belum dipetik dilindungi
Teh dikelompokan berdasarkan dari sinar matahari untuk
cara pengolahan. Daun teh menghalangi
Camellia sinensis segera layu pembentukan klorofil.
dan mengalami oksidasi kalau Teh putih diproduksi
tidak segera dikeringkan setelah dalam jumlah lebih sedikit
dipetik. Proses pengeringan dibandingkan teh jenis
membuat daun menjadi lain sehingga harga
berwarna gelap, karena terjadi menjadi lebih mahal. Teh
pemecahan klorofil dan putih kurang terkenal di
terlepasnya unsur tanin. Proses luar Tiongkok, walaupun
selanjutnya berupa pemanasan secara perlahan-lahan
basah dengan uap panas agar teh putih dalam kemasan
kandungan air pada daun teh celup juga mulai
menguap dan proses oksidasi populer.
bisa dihentikan pada tahap yang Teh hijau
sudah ditentukan. Daun teh yang dijadikan
teh hijau biasanya
Pengolahan daun teh sering langsung diproses
disebut sebagai "fermentasi" setelah dipetik. Setelah
walaupun sebenarnya daun mengalami oksidasi
penggunaan istilah ini tidak dalam jumlah minimal,
tepat. proses oksidasi
dihentikan dengan
Pemrosesan teh tidak pemanasan (cara
menggunakan ragi dan tidak ada tradisional Jepang
etanol yang dihasilkan seperti dengan menggunakan
layaknya proses fermentasi yang uap atau cara tradisional
sebenarnya. Pengolahan teh Tiongkok dengan
yang tidak benar memang bisa menggongseng di atas
menyebabkan teh ditumbuhi wajan panas). Teh yang
jamur yang mengakibatkan sudah dikeringkan bisa
terjadinya proses fermentasi. dijual dalam bentuk
Teh yang sudah mengalami lembaran daun teh atau
fermentasi dengan jamur harus digulung rapat berbentuk
dibuang, karena mengandung seperti bola-bola kecil
unsur racun dan unsur bersifat (teh yang disebut gun
karsinogenik. powder).
Oolong
Pengelompokan teh Proses oksidasi
berdasarkan tingkat oksidasi: dihentikan di tengah-
Teh putih tengah antara teh hijau

484
dan teh hitam yang Lokasi yang dipilih adalah
biasanya memakan berdrainase baik dan dekat
waktu 2-3 hari. dengan kebun yang akan
Teh hitam atau teh merah ditanam, agar lebih mudah
Daun teh dibiarkan melakukan pengangkutan
teroksidasi secara penuh
sekitar 2 minggu hingga 1 Membuat naungan
bulan. Teh hitam
merupakan jenis teh yang Naungan kolektif dibuat dengan
paling umum di Asia tinggi 2 meter di tas tanah,
Selatan (India, Sri sedangkan luas bangunannya
Langka, Bangladesh) dan tergantung pada kebutuhan bibit
sebagian besar negara- atau luasan tanam
negara di Afrika seperti:
Kenya, Burundi, Rwanda
Persiapan media tanam
d. Perbanyakan teh
Top soil dan sub soil secara
Tanaman teh dapat diperbanyak terpisah diayak dengan ayakan
secara generatif dengan biji kawat beriameter 0.5-1 cm, agar
maupun secara vegetatif dengan bebas sisa kotoransampah, atau
setek daun. batu. Kemudian campur media
dengan pupuk sesuai dengan
Secara generatif dosis anjuran. Jika pH tanah
masam perlu dilakukan
Perbanyakan cara ini dengan pengapuran terlebih dahulu.
menggunakan biji, sebagai Kemudian isi ke dalam polybag
persilangan antara pohon induk 1/3 sub soil dan 2/3 top soil.
jantan dengan pohon induk
betina . Pembuatan Bedengan

Secara Vegetatif Ukuran bedengan dibuat tinggi


20 cm lebar 1m dan panjang 10-
Setek daun teh 15m tergantung kebutuhan.

Bahan setek dapat diambil dari Pengisian kantong plasik


kebun induk. Ranting yang
diambil sebaiknya telah Kantong plastickdiisi 2/3 bagian
mempunyai 10-12 helai dan kemudian disusun diatas
ranting dipotong 10-15cm. bedengan.

e. Pedoman Budidaya Pembuatan sungkup plastik

Pembibitan Rangka sungkup plastik dibuat


dari bambu berbentuk setengah
Pemilihan Lokasi lingkaran dengan tingi bagian

485
tengah 60 cm dan bagian tepi 40 Tabel 19 Produksi pucuk basah
cm. pada berbagai tingkat
jarak tanam
Penanaman setek
Jarak Kerapatan Produksi
Siram terlebih dahulu media Tanaman/ Pucuk
ha basah
tanamnya, sampai cukup basah. (Kg)
Kemudian ditanamkan setek 130-150 5.226 10933.8
sedalam 4-5 cm, lalu tutup 100x 140 7.272 11902.5
dengan sungkup plastic, biarkan 90 x 120 9.403 14000.0
selama 3 bulan. 70 x 130 11.15 14363.0
Dua minggu setelah 3 bulan 80 x 100 12.72 18281,3
sungkup dibuka 2 jam yaitu dari 65 x 105 14.714 19360.0
pukul 7 sampai 9. Dua minggu
berikutnya 4 jam, kemudian 6
jam/hari, setelah ini sungkup
dapat dibuka seluruhnya. Pemeliharaan tanaman

Penyiangan
Penanaman
Langkah-langkah dalam Pengendalian gulma pada
penanaman tanaman ini budidaya teh dapat dilakukan
dilapangan adalah sebagai dengan cara mekanis dan cara
berikut: kimia. Cara mekanis dilakukan
- Pembongkaran pohon dengan cara mengorek dan
dan pembebasan semak mencangkul di sekitar tanaman.
dan gulma Metode ini sangat sesuai untuh
- Penggemburan tanah pertanaman teh yang masih
- Pembuatan lubang tanam muda.
- Penentuan waktu tanam Pengendalian secara kimia
- Jarak tanam, umumnya dengan menggunakan herbisida
jarak tanam yang hal ini umum dilakukan
digunakan adalah empat perkebunan-perkebunan teh.
perseguí panjang,
dengan jarak tanam 90 x Pengendalian cara kimia ini lebih
120 cm dan 70 x 100 cm. menguntungkan karena:
Dibawah ini terdapat - Pemakaian tenaga kerja
tabel jarak tanam yang lebih sedikit
digunakan dengan jumlah - Menghindari kerusakan
kerapatan tanaman/ ha akar teh muda
dan produksi pucuk dari - Mengurangi biaya pada
tanaman teh asal setek periode berikutnya
yang berumur 2.5 tahun.

486
Pemupukan

Pemupukan merupakan salah


satu usaha untuk mendorong
peningkatan produksi. Dengan
adanya pemupukan kebutuhan
tanaman akan unsur hara dapat
dipenuhi.

Dosis pemupukan ditetapkan


berdasarkan analisa tanah dan
tanaman.

Pengendalian hama dan


penyakit
Pengendalian hama dan
penyakit dilakukan sesuai
dengan besarnya tingkat
serangan. Pengendalian ini
dapat dilakukan dengan cara
mekanis dan kinia.

487
10.5. TEKNIK BUDIDAYA pernyerbukan buatan dan
KARET okulasi sehingga ditemukan
klon-klon yang telah memberikan
produksi 5-6 kali dari produksi
tanaman asal (± 500
kg/Ha/tahun).

Produktivitas karet nasional saat


ini masih relatif rendah (700-800
kg/ha/th) dibandingkan dengan
negara Asia lainnya lain seperti
Thailand (1800kg/ha/th),
Malaysia (1200 kg/ha/th) dan
India (2000 kg/ha/th).
a. Pendahuluan
Upaya peremajaan dengan
Tanaman karet merupakan salah
satu komoditi perkebunan yang menggunakan klon karet unggul
menduduki posisi cukup penting serta penerapan teknologi
sebagai sumber devisa non budidaya karet akan
migas bagi Indonesia, sehingga meningkatkan produksi tanaman
memiliki prospek yang cerah. ini.
Oleh sebab itu upaya
peningkatan produktifitas Berdasar hasil penelitian Puslit
usahatani karet terus dilakukan Karet, telah direkomendasikan
terutama dalam bidang teknologi klon-klon baru seperti: IRR 5,
budidayanya . IRR32, IRR39, IRR104. Klon-
klon ini menunjukkan
Hevea sp. Termasuk famili
Euphorbiaceae. Dari sejumlah. produktivitas yang baik di
Tanaman-tanaman lain dapat berbagai lokasi tetapi memiliki
menghasilkan karet ternyata variasi karakter agronomi dan
Hevea brasilliensis sebagai sifat-sifat sekunder lainnya.
bahan penghasil keret (rubber)
serta evaluasi klon. Spesies lain
yang telah digunakan dalam Oleh karena itu pemilihan jenis
breeding karet adalah klon harus disesuaikan dengan
H. Benthamiana dan H. agroekosistem wilayah dan jenis
Spruceana. produk karet yang akan
dihasilkan.
Dengan ditemukannya teknik
okulasi (1917) maka breeding
keret mulai berkembang dengan

488
b. Morfologi tanaman - Di dataran rendah
sampai dengan
Tanaman karet berupa pohon ketinggian 200 m diatas
yang tingginya bisa mencapai 25 permukaan laut, suhu
meter dengan diameter batang optimal 280C.
cukup besar. Umumnya batang
karet tumbuh lurus ke atas - Jenis tanah mulai dari
dengan percabangan di bagian vulkanis muda, tua dan
atas. Di batang inilah terkandung aluvial sampai tanah
getah yang lebih dikenal dengan gambut dengan drainase
lateks dan aerase yang baik,
tidak tergenang air. pH
Daun karet terdiri dari tangkai tanah bervariasi dari 3,0-
utama sepanjang 3 -20cm dan 8,0 .
tangkai anak daun sepanjang 3-
10cm dengan kelenjar di - Curah hujan 2000 - 4000
ujungnya. Setiap daun karet mm/tahun dengan jumlah
biasanya terdiri dari tiga anak hari hujan 100 -150 hari.
daun yang berbentuk elips
memanjang dengan ujung
runcing. Daun ini berwarna hijau d. Pedoman Budidaya
dan menjadi kuning atau merah
menjelang rontok. Untuk mendapatkan tanaman
karet dengan produktivitas tinggi
Seperti tanaman tropis lainnya penggunaan bibit tidak boleh
daun-daun karet akan rontok sembarangan.
pada puncak musim kemarau
untuk mengurangi penguapan Selain dapat ditanam secara
tanaman. monokultur, karet juga dapat
ditumpangsari dengan berbagai
Karet termasuk tanaman lain.
tanamansempurna karena
memiliki bunga jantan dan bunga
betina dalam satu pohon, Persemaian Perkecambahan
terdapat dalam malai payung
yang jarang. Pangkal tenda - Benih disemai di
bunga berbentuk lonceng dan bedengan dengan lebar
diujungnya terdapat lima tajuk 1-1,2 m, panjang sesuai
yang sempit. tempat.
c. Syarat Tumbuh - Di atas bedengan
dihamparkan pasir halus
Tanaman karet dapat tumbuh setebal 5-7 cm. Tebarkan
baik dan berproduksi yang tinggi pupuk kandang setebal 5
pada kondisi tanah dan iklim cm.
sebagai berikut:

489
- Bedengan dinaungi Perbanyakan tanaman karet
jerami/daun-daun dapat dilakukan secara generatif
setinggi 1 m di sisi timur maupun vegetatif.
dan 80 cm di sisi Barat.
Bentuk bahan tanaman yang
- Benih direndam zat dipersiapkan untuk ditanam
pengatur tumbuh akar dilapangan dapat diadakan
selama 3-6 jam (1 melalui cara sebagai berikut :
1cc/liter air).
- stump mata tidur (budded
stump)
- Benih disemaikan, air
perendamannya tadi - stump tinggi (high stump)
siramkan ke benih yang
ditanam tadi. - tanaman dalam polybag

- Jarak tanam benih 1-2 Dasar pendekatan untuk


cm. pemilihan bentuk bahan
tanaman adalah :
- Siram benih secara
teratur, dan benih yang - memperpendek masa
normal akan tidak menghasilkan
berkecambah pada 10-14 (immature)
hari setelah semai dan
selanjutnya dipindahkan - membuat pertumbuhan
ke tempat persemaian tanaman yang lebih
bibit. seragam.

Pembibitan
Namun demikian, cara
- Tanah dibersihkan dari perbanyakan yang lebih
rumput dan semak lalu menguntungkan adalah secara
diratakan, untuk vegetatif yaitu dengan okulasi
menghindari areal tanaman.
tergenang air kemudian
buat parit saluran Okulasi sebaiknya dilaksanakan
drainase pada awal atau akhir musim
hujan dengan tahapan sebagai
- Benih yang berkecambah berikut:
ditanam ke dalam
polybag Okulasi ada 2 macam okulasi
yaitu okulasi coklat dan okulasi
- Setelah penanaman hijau. Teknik Okulasi keduanya
benih lakukan sama.
penyiraman secara
teratur

490
Tabel 20 Kriteria Umur batang
untuk okulasi

Keterangan Okulasi Okulasi


Coklat Hijau
Umur 9-18 3-8 bln
batang bulan
bawah

Diameter + 2 cm 1 – 1,5
batang 10 cm
cm dari
tanah

Kayu Dari Dari


okulasi kebun kebun
entres, entres
- Persiapkan mata okulasi
warna umur 1-3
hijau tua bln,
- Buatlah perisai pada
dan warna
entres dengan ukuran
coklat, masih
lebih kecil dari jendela
diameter hijau atau
dan mata diambil dari
1,5 – 3 telah
ketiak daun
cm. terbentuk
1-2
payung.

Teknik Okulasi

- Buat jendela okulasi


panjang 5-7 cm, lebar 1-2
cm.

Gambar 168 Kebun entres

491
- Pisahkan kayu dari kulit diulang 1-2 minggu
(perisai) kemudian.

- Bukalah jendela pada - Bila bibit akan


batang bawah kemudian dipindahkan potonglah
selipkan perisai diantara miring batang bawah +
kulit jendela dan 10 cm di atas okulasi.
cambium
- Bibit okulasi yang
- Masukkan perisai ke dipindahkan dapat
dalam jendela berbentuk stum mata
tidur, stum tinggi, stum
mini, dan bibit polybag
Klon-klon yang dianjurkan
sebagai bibit batang bawah
adalah: GTI, LCB 1320 dan PR
228.

Gambar 169 Cara mengokulasi


karet

- Tutuplah kulit jendela


kemudian dibalut dengan Gambar 170 Bakal batang
rafia atau pita plastik bawah
yang tebalnya 0,04 mm.

- Setelah 3 minggu, balut


dibuka, jika perisai
digores sedikit masih
hijau segar, maka okulasi
berhasil., jika tidak

492
Gambar 171. Pemotongan Gambar 173 Pekerjaan
batang bawah mengokulasi

Gambar 174 Batang bawah


Gambar 172 Batang bawang
siap dilakukan okulasi dengan tunas hasil
okulasi

493
Persiapan lahan

Ada dua jenis penanaman karet


yaitu newplanting dan replanting.
Newplanting adalah usaha
penanaman karet di areal yang
belum dipakai untuk budidaya
karet. Sementara itu replanting
adalah usaha penanaman ulang
di areal karet karena tanaman
lama sudah tidak produktif lagi
(peremajaan).

Khusus untuk newplanting tahap


awal yang harus dilakukan
adalah memastikan kondisi
lahan sesuai untuk budidaya
karet
Gambar 175 Bibit karet siap
tanam Selanjutnya lakukan pekerjaan
pengolahan lahan yang terdiri
dari 3 (tiga) tahapan yaitu:

1. membabat pepohonan
atau semak yang tumbuh
, dapat dikakukan secara
manual atau mekanis
bergantung luas
lahannya
2. Pengumpulan sisa pohon
dan semak dalam satu
tempat, dimana daun dan
rantingnya dapat
digunakan sebagai
bahan kompos,
sedangkan kayu yang
besar-besar sabagai
kayu bakar

3. Pembangunan sarana
jalan baik untuk
Gambar 176 Pengangkutan Bibit pemeliharaan maupun
karet dengan kegiatan produksi. Jalan
menggunakan ini diantaranya jalan
truk/jonder utama, jalan antar blok,
jalan kontrol dan jalan

494
pengangkut lateks.
Pembuatan jalan
berkontur miring
memerlukan
perencanaan dan
pemikiran yang matang.

Penanaman Tanaman

Penentuan jarak tanam

Jarak tanam disesuaikan dengan


tajuk tanaman, jika tajuk
tanaman tinggi dan lebar maka
jarak tanam semakin jauh jarak
antartanamannya. Jarak
tanaman yang lebar ini
diharapkan tidak mengganggu
pertumbuhan perakaran dan
perkembangan tajuk tanaman.
Gambar 177 Mesin traktor
Pembuatan lubang tanam pengolahan tanah

Lahan/kebun diolah sebaik


mungkin sebelumnya. Buat
lubang tanam dengan jarak
tanam yang sudah ditentukan .

Setelah ditentukan dan ditandai


dengan ajir, lubang tanam
segera dibuat. Ukuran lubang
tanam disesuaikan dengan jenis
karet dan stadium bibit.

Bentuk lubang tanam tidak harus


kubus, tetapi juga dapat
berbentuk silinder atau kerucut
yang semakin menyempit ke
dalam lubang.

Gambar 178 Pembuatan ajir


pada lahan datar

495
Gambar 179 Pembuatan ajir Gambar 181 Bentuk lubang
pada lahan tanam
bergelombang

Gambar 180 Mesin pembuat Gambar 182 Mal untuk


lubang tanam mengukur kedalaman
lubang tanam

496
Setelah digali dengan ukuran
yang sesuai, lubang tanam
kemudian dibiarkan terkena
panas matahari selama dua
minggu agar bibit hama dan
penyakit yang ada didalamnya
mati.

Penanaman

Setelah bibit dan lubang tanam


siap, maka penanaman dapat
dilakukan. Jika bibit yang
ditanam merupakan bibit yang
diambil dari lahan, akar
tunggangnya harus masuk lurus
ke dalam tanah. Gambar 183 Penimbunan
lubang tanam
Akar tunggang yang arahnya setelah pindah tanam
miring dapat mengakibatkan dengan
tumbuh tanaman terhambat. mempergunakan
tenaga manusia
Jika sumber bibit berasal dari
okulasi dalam kantong plastik,
media disekitar bibit harus padat Untuk mengetahui bahwa
dan tidak pecah. kantong plastik tidak ikut
tertanam, gantungkan kantung
Buka plastik pembungkus tersebut pada ajir yang
kemudian bibit dimasukkan ke menentukan jarak tanam.
dalam lubang tanam dan diurug
dengan tanah yang ada Penanaman tanaman
disekitarnya. penutup tanah

Penanaman tanaman penutup


tanah di lahan karet dilakukan
untuk mencegah erosi dan
mempercepat matang sadap.

Ada tiga kelompok tanaman


yang dapat digunakan yaitu
tanaman merayap, semak dan
pohon.

Tanaman merayap yang baik


digunakan adalah jenis kacang-
kacangan.

497
Kelompok semak yang baik
digunakan antara lain Crotalaria
usarmoensis , C-juncea dan jenis
pepohonan yang sering
dimanfaatkan adalah petai cina
(Leucaena glauca).

Untuk mengefisienkan lahan,


perkecambahan benih kacangan
dapat dilakukan dekat dengan
lahan yang akan ditanam karet
atau lahan peremajaan.

Gambar 185 Kacangan yang


sudah tumbuh

Gambar 184 Perkecambahan


benih karet sebagai
sumber batang bawah

Gambar 186. Kacangan yang


siap ditanam ke
lapangan

498
Pemeliharaan

Perawatan tanaman sebelum


panan

Tanaman yang belum


menghasilkan ini berumur sekitar
1-4 tahun. Perawatan tanaman
ini umumnya sama dengan
perawatan tanaman perkebunan
lainnya yaitu:

- Penyulaman, tidak
semua bibit karet yang
ditanam hidup
seluruhnya, oleh karena
itu dibutuhkan
Gambar 187 Penanaman penyulaman.
kacangan diantara
barisan karet - Penyiangan, Lakukan
penyiangan untuk
menghindari persaingan
tanaman didalam
pengambilan unsur hara.
- Lakukan pengairan untuk Kegiatan penyiangan
mengatur letak tanaman sebenarnya dapat
dalam barisan. dilakukan setiap saat,
yaitu ketika pertumbuhan
- Luka potong akar tunggal gulma sudah
dan akar lateral diolesi mengganggu
dengan pasta Rootone F perkembangan tanaman
dosis 125 mg ditambah karet. Meskipun
dengan air 0,5 ml untuk demikian, umumnya
satu stump. penyiangan dilakukan
tiga kali dalam setahun
- Pembungkus okulasi untuk menghemat tenaga
dilepas agar tidak dan biaya.
mengganggu
pertumbuhan dan bibit - Pemupukan, kegiatan ini
siap ditanam. dilakukan untuk memacu
pertumbuhan karet muda
dan mempercepat
matang sadap. Kegiatan
pemupukan dapat
dilakukan dengan
dengan dua cara yaitu,

499
manual circle dan tanaman belum
chemical strip weeding. menghasilkan
Pada cara pertama frekuensinya sekali
(manual circle) lubang setahun, sedangkan
dibuat melingkari pada karet yang telah
tanaman. Hal ini menghasilkan dua kali
disebabkan perakaran setahun. Pemberian
tanaman semakin pupuk yang paling baik
bertambah luas seiring adalah dengan cara
dengan bertambahnya menggabungkan paling
umur tanaman. Untuk tidak 3 jenis pupuk untuk
tanaman berumur 3-5 menghemat tenaga kerja.
bulan lubang melingkari Atau penggunaan pupuk
dengan jarak 20-30cm, 6- majemuk yang banyak
10 bulan dengan jarak beredar di pasar.
40-60cm, 21-48 bulan
dengan jarak 40-60cm,
dan lebih 48 bulan
dengan jarak 50-120cm.
Lubang dibuat dengan
kedalaman 5-10 cm,
kemudian pupuk
ditaburkan ke dalamnya
dan ditutup dengan
tanah. Pada cara kedua
chemical strip weeding
pupuk diletakkan pada
jarak 1-1.5 meter dari
barisan tanaman.
Caranya sama tanah
digali, kemudian
masukkan pupuk dan
akhirnya tutup kembali Gambar 188 Proses
dengan tanah. pencampuran
Pemupukan sebaiknya pupuk
tidak dilakukan pada
pertengahan musim
penghujan, karena pupuk
mudah tercuci, idealnya
pemupukan dilakukan
pada pergantian musim
hujan ke musim kemarau.
Dosis pupuk yang
digunakan disesuaikan
dengan jenis tanahnya.
Pemupukan pada

500
- Pemeliharaan penutup
tanah, tanaman penutup
tanah ini juga mendapat
perawatan yang sama
dengan tanaman
karetnya. Pemupukan
dan pengendalian hama
penyakit juga dilakukan
agar tanaman penutup
tanah ini subur dan dapat
menjalankan fungsi
positif untuk tanaman
karet.

Gambar 189 Pemberian pupuk - Setelah tanaman


pada tanaman belum berumur 2-3 tahun,
menghasilkan dengan ketinggian 3,5 m
dan bila belum
bercabang, perlu
diadakan perangsangan
- Seleksi dan penjarangan, dengan cara pengeratan
kegiatan ini dilakukan batang, pembungkusan
untuk memilih tanaman pucuk daun dan
yang jelek dan pemenggalan
menggantikannya
dengan bibiot baru yang
bagus. Seleksi juga
dilakukan bagi tanaman
yang terserang penyakit,
agar tidak tertular dengan
tanaman lainnya.
Penyulaman dilakukan
untuk mengganti
tanaman yang telah mati
sampai dengan tanaman
telah berumur 2 tahun
pada saat musim
penghujan. Tunas palsu
harus dibuang selama 2
bulan pertama dengan
rotasi 2 minggu sekali,
sedangkan tunas lain
dibuang sampai tanaman Gambar 190 Penyiangan gulma
mencapai ketinggian 1,80 pada kawasan
m. tanaman penutup
tanah

501
Pengendalian hama dan Penyadapan
penyakit
Penyadapan pertama dilakukan
Hama setelah tanaman berumur 5-6
tahun. Tinggi bukaan sadap
Pseudococcus citri pertama 130 cm dan bukaan
sadap kedua 280 cm diatas
Pengendaliannnya dengan pertautan okulasi.
menggunakan insektisida jenis
Metamidofos, dilarutkan dalam Kriteria matang sadap
air dengan konsentrasi 0,05 -
0,1%. Kriteria umum untuk
menentukan tanaman karet
sudah matang sadap atau belum
Kutu Lak (Laeciper greeni) dengan kriteria:

Dapat diberantas dengan - Umurnya, Biasanya


insektisida Albolinium karet sudah mulai dapat
(Konsentrasi 2%) ditambah disadap setelah berumur
Surfactan citrowett 0,025%. 5 tahun

- Lingkar batang Jika lilit


Penyakit batang sudah mencapai
45cm yang diukur pada
Penyakit-penyakit yang ditemui jarak 100 cm dari
pada tanaman karet adalah: pertautan okulasi, pohon
karet sudah masuk
- penyakit embun tepung kriteria matang sadap.
Pengukuran lilit batang ini
- penyakit daun dpat dilakukan dengan
metode sampel, tidak
- penyakit jamur upas perlu seluruh tanaman
karet diukur (sekitar 65%
- penyakit cendawan akar dari jumlah seluruh
putih tanaman).

- penyakit gugur daun. Frekuensi penyadapan

Pencegahannya dengan Frekuensi penyadapan adalah


menanam Klon yang sesuai selisih waktu penyadapan yang
dengan lingkungan dan lakukan dinyatakan dalam satuan waktu
pengelolaan , tanaman secara hari (d=day), minggu (w=week),
tepat dan teratur: bulan , dan tahun (y=year).
Kegiatan penyadapan yang
dilakukan setiap hari dinyatakan
dengan d/1, dua hari sealil

502
dinyatakan dengan d/2, dan - Tebal irisan sadap
seterusnya. dianjurkan 1,5 - 2 mm.

Untuk kegiatan penyadapan - Dalamnya irisan sadap 1-


yang dilakukan secara berkala, 1,5 mm.
lama penyadapan yang
dinyatakan dengan pembilang - Waktu penyadapan yang
dan lamanya putaran atau rotasi baik adalah jam 5.00 -
sampai kulit disadap kembali 7.30 pagi.
dinyatakan dengan penyebut.

Misalnya, pohon karet yang


disadap selama 3 minggu dalam
kurun waktu sembilan minggu
atau dengan masa istirahat
selama 6 bulan dinyatakan
dengan 3-W/9.

Sadapan yang berpidah tempat


kulit batang, disadap di dua
bidang sadap berbeda dengan
bergantian menurut selisih waktu
tertentu.

Sistem ini dinyatakan dengan


perkalian dua faktor didalam
tanda kurung (..... x ....). Kedua
faktor tersebut adalah jumlah
bidang sadap terpakai dan nilai Gambar 191 Bidang sadap karet
bagi dari lamanya penyadapan.
Angka pembaginya merupakan
lamanya rotasi sadapan. Peremajaan karet
Misalnya : d/2(2 x 2 d/4) adalah Penentuan saat peremajaan
penyadapan dua bidang sadap bagi tanaman tahunan
secara bergantian dengan pohon khususnya tanaman karet yang
yang disadap dua hari sekali. dipraktekkan oleh baik
perkebunan-perkebunan besar
Hal yang perlu diperhatikan ataupun kecil belum ada satu
dalam penyadapan antara lain: dasar ekonomi yang seragam.
- Pembukaan bidang Ditinjau dari persyaratan
sadap dimulai dari kiri ekonomis kadang-kadang
atas kekanan bawah, keputusan yang diambil untuk
membentuk sudut 300. meremajakan tanaman karet

503
suatu perkebunan belum dapat perenial. Berbeda dengan usaha
dikatakan memenuhi syarat. tanaman setahun.

Tidak jarang suatu perkebunan Pada tanaman perenial satu


mendasarkannya pada siklus penanaman membutuhkan
ketetapan umur tanaman karet waktu yang sangat panjang.
yang dianggap menguntungkan, Sehingga modal yang
tetapi ketetapan umur itu diinvestasikan memerlukan
seakan-akan merupakan suatu perhitungan yang cukup
rumus yang tidak pernah kompleks.
berubah, sekalipun keadaan
harga karet mengalami Adapun kriteria yang biasa
penurunan. digunakan untuk mengukur
keuntungan perusahaan
perkebunan tanaman perenial
adalah sebagai berikut.

a. net discounted revenue


(NDR)

yakni mengukur keuntungan


berdasarkan perhitungan selisih
antara nilai kini kumulatif
pendapatan kotor dengan nilai
kini kumulatif pengeluaran.
Pengukuran dengan NDR dapat
menggambarkan secara
kwantitatif dari keuntungan yang
diperoleh selama masa investasi
(sampai tanaman diremajakan).
Gambar 192 Pertanaman karet
belum b. benetif cost ratio (BCR)
menghasilkan
yaitu nilai kini dari kumulatif
pendapatan kotor dibagi dengan
Pengukuran keuntungan nilai kini dari pada kumulatif
perkebunan karet pengeluaran. BCR dapat
menggambarkan keuntungan
Sebelum menerangkan tentang relatif selama masa investasi
metode ekonomis dari pada (sampai tanaman diremajakan).
peremajaan kiranya perlu
dikemukakan lebih dahulu
tentang bagaimana cara
mengukur keuntungan daripada
usaha perkebunan tanaman

504
c. internal rate of return sama dengan biaya-biaya yang
(IRR) dikeluarkan.
Atau dengan perkataan lain
yaitu suatu tingkat suku bangsa peremajaan dilakukan ketika
yang bila dikenakan pada usaha pendapatan marjinal sama
tanaman tersebut, perusahaan dengan biaya marginal.
akan mengalami tidak rugi atau
nilai kini dari kumulatif Cara ini bila ditinjau dari segi
pengeluaran sama dengan nilai keuntungan perkebunan
kini kumulatif pendapatan kotor. sebenarnya cukup rasional; oleh
karena disamping dapat
Metoda penentuan memungutt hasil tanaman
saat peremajaan secara maksimal juga dapat
mengambil mengambil
Tujuan yang utama dari suatu keuntungan sampai tanaman itu
perusahaan adalah keuntungan tidak mampu lagi mendatangkan
yang setinggi-tingginya. keuntungan.

Oleh sebab itu perusahaan Dalam praktek metoda ini sering


perkebunan yang hendak dijumpai beberapa kelemahan,
meremajakan tanamannya tak antara lain yaitu cara
lepas dari perhitungan akan memperhitungkan break even
keuntungan ekonomi point.
perkebunan yang diperoleh.
Berikut mencoba menerangkan Pada tanaman yang sudah tua
tentang penentuan saat ongkos-ongkos yang dikeluarkan
peremajaan ditinjau dari segi biasanya rendah. Manakala
ekonomi agar prinsip mencari tanaman tidak lagi diadakan
keuntungan setinggi-tingginya pemupukan perumputan, dan
bisa dicapai. sebagainya. Sehingga dalam
perhitungan break even point,
hanya terdiri dari ongkos
Pertimbangan mendasar penyadapan dan ongkos
(break even point). pengolahan.

Suatu cara yang banayk dipakai Akibatnya break even poinnya


untuk menentukan saat menjadi rendah. Karena break
peremajaan oleh perkebunan even point rendah tidak jarang
adalah pertimbangan beberapa perkebunan
berdasarkan break even point memperbolehkan tanaman-
maksudnya adalah : saat tanaman tua yang berproduksi
peremajaan dilakukan apabila rendah masih juga disadap.
pendapatan yang terakhir yang Sebab pendapatan yang
diproleh dari tanaman yang diperoleh masih lebih tinggi dari
produksinya telah menurun break even point.

505
Kelemahan lain dari cara diatas Waktu untuk memulai
ialah bahwa keuntungan penyadapan terakhir adalah
kumulatif yang maksimal tidak pada awal tahun bukaan
berarti berlaku maksimal sadapan (yaitu bulan Mei di
terhadap rata-rata keuntungan sumatera utara), dan untuk
persatuan waktu. membangun pembibitan pada
musim jatuh biji
Perencanaan peremajaan karet (Agustus/September).

Hendaknya rencana peremajaan Bahan tanaman karet


telah disusun tiga tahun sebelum
dilakukan penumbangan pohon Peremajaan tanaman karet baru
karet tua. Hal ini didasarkan dilakukan setelah umur kurang
kepada pertimbangan sebagai lebih 30 tahun.
berikut :
Berarti penyadapan bahan
a. Merupakan tindakan tanaman yang baik adalah dasar
ekonomis yang tepat yang menentukan untuk masa
depannya.
b. Tergantung kepada
keadaan tanaman, Bermacam -macam bahan
penyadapan terakhir dari tanaman karet dapat dibedakan
karet tua dengan sistem antara :
deres arah keatas, jika
mungkin dengan a. sifat keturunannya
menggunakan stimulasi (genetisnya) : klon-klon
ethrel dapat dilaksanakan keret.
dengan intensitas
tertentu selama ± 3 b. Bentuk bahan tanaman :
tahun. stum mata tidur, stum
tinggi dan tanaman
c. Untuk memperoleh atau polybeg.
menghasilkan kayu
okulasi, diperlukan waktu
± 2 tahun, sejak
penanaman batang
bawah, sampai saat yang
sesuai untuk diokulasi.

506
Evaluasi klon Pertumbuhan

Produksi Pertumbuhan Batang sebelum


tanaman menghasilkan
Sifat produksi tinggi adalah yang menunjukkan kecepatan
terutama harus memiliki klon mencapai matang sadap (masa
unggul. Produksi selama TBM) sedang besarnya
penyadapan (± 25 tahun) pertumbuhan setelah disadap
mempunyai fase sebagai berikut: menunjukkan trend produksi
tanaman dewasa.
1. trend meningkat
(tanaman teruna) Pertumbuhan batang adalah
sifat yang mempunyai nilai
2. trend merata pada level ekonomis yang penting karena :
yang tertinggi (tanaman
dewasa). - kecepatan pertumbuhan
3. trend menurun (tanaman masa remaja (immature =
tua). TBM) menunjukkan
periode tanaman tidak
Selama periode penyadapan, menghasilkan
terdapat banyak faktor luar
maupun faktor biologis yang - pertumbuhan setelah
mempengaruhi banyaknya disadap, menunjukkan
produksi, maka sifat-sifat trend produksi tanaman
biologis lainnya yang disebut dewasa.
sebagai sifat sekunder harus
dinilai. Pertumbuhan batang yang
selama dua tahun pertama relatif
lambat (GT 1 : ± 7 cm/ tahun)
tahun ketiga dan keempat
percabangan sudah terbentuk
sehingga pertumbuhan lebih
cepat (GT 1 : ± 12 cm/tahun),
tahun kelima mulai menurun
karena tajuk sudah mulai
menutup (± 10 cm/tahun).

Sesudah tanaman disadap,


pertumbuhan makin berkurang.

Gambar 193 Penimbangan


lateks

507
Ketahanan Terhadap Penyakit

Penyakit daun

Kerusakan atau kerugian akibat


penyakit daun pada karet di
indonesia sampai sekarang
belum separah penyakit daun
(SALB) oleh
Microcyclus ulei di Amerikan
Selatan.

Penyakit daun oleh


Phytophthora palmivora di India
Dan Oedium hevea di Ceylon.
Dua penyakit tersebut yang ada
di Amerika Selatan dan India
ternyata hingga saat ini belum
ada di Indonesia kerena
pemberantasan penyakit daun
sangat sulit, maka ketahanan
ataupun toleransi tanaman
terhadap penyakit ini sangat
diperhatikan oleh pemulia
tanaman.

508
BAB XI
HIDROPONIK 4. Perawatan terhadap
gangguan hama dan
penyakit lebih terkontrol
a. Pendahuluan serta lebih praktis

Hidroponik berasal dari kata 5. Pertumbuhan tanaman


Yunani, yang terdiri dari dua kata lebih cepat
yaitu hudor dan ponos. Hudor
artinya air sedangkan ponos 6. Kualitas hasil lebih baik
artinya kerja atau daya. Secara (bersih & tidak rusak)
harfiah hidroponik artinya
memberdayakan air. 7. Penggunaan pupuk lebih
hemat (efisien)
Pengertian yang e
l bih luas dari
hidroponik adalah: teknik 8. Efisiensi tenaga kasar
bercocok tanam tanpa (misalnya mencangkol,
menggunakan tanah sebagai membajak, dan lain-lain)
media tanamnya.
9. Beberapa jenis tanaman
Prinsip budidaya tanaman dapat ditanam diluar
secara hidroponik adalah musim nya.
memberikan/menyediakan nutrisi
yang diperlukan tanaman dalam 10. Tidak ada risiko
bentuk larutan dengan cara kebanjiran, erosi,
disiramkan, diteteskan, dialirkan kekeringan atau
atau disemprotkan pada media ketergantungan pada
tumbuh tanaman. kondisi alam

Keuntungan dan kelebihan 11. Harga jual relatif lebih


tinggi
1. Keberhasilan tanaman
untuk tumbuh dan Prinsip-prinsip dasar hidroponik
berproduksi lebih terjamin dapat diterapkan dalam macam -
macam cara, yang dapat
2. Dapat dilakukan dimana disesuaikan dengan persyaratan
saja tidak tergantung sifat finansial maupun keterbatasan
fisik dan kimia tanah, dan ruang.
dapat dilakukan pada
lahan yang sempit
ataupun gersang.

3. Produktivitas tanaman
lebih tinggi serta lebih
kontinu

509
b. Metoda Bercocok Tanam
Hidroponik

Metoda bercocok tanam


hidroponik dapat dibagi menjadi
7 (tujuh) katagori berdasarkan
media tempat tumbuh tanaman,
yaitu:

1. Metoda Kultur Air

2. Metoda Substrat
Gambar 194 Komponen-
3. Metoda Nutrient Film komponen penyusun
Technique (NFT) dalam kultur air

4. Metode Aeroponik
Wadah/tempat/pot dapat
5. Hidroponik Rakit Apung berupa stoples, tabung kaca,
(Floating raft hydroponic plastik, dan lain-lain yang
system) disesuaikan dengan jenis
tanaman yang akan ditanam
6. Kombinasi NFT-Rakit dan wadah yang tersedia.
Apung

7. Kombinasi Aeroponik-
Rakit Apung

Metode Kultur Air

Metode ini menggunakan air


sebagai media tumbuh tanaman.

Pada metoda ini tumbuhan


ditanam semata-mata dalam air,
yang dilengkapi dengan larutan
zat makanan.

Gambar 195 Salah satu stoples


kaca sebagai wadah
hidroponik

510
Cara penanaman dengan
metode kultur air

Tahapan persiapan

Menanam dengan menggunakan


metode kultur air merupakan
cara yang paling sederhana dan
murah.

Cara bercocok tanam dengan


metode ini, paling cocok jika
menggunakan wadah/pot yang
hanya memuat satu atau dua
tanaman dalam satu pot.
Gambar 196 Menanam
Bahan pot yang digunakan dapat tumbuhan dalam air
dari kaca bening, vas bunga, dengan menggunakan
mangkuk. Pot dari tanah liat gabus dan kapas
maupun botol-botol bekas. sebagai penyangga

Penggunaan wadah yang Seluruh alat yang kita gunakan


terbuat dari kaca bening sangat dalam budidaya hidroponik ini
menarik karena hal ini harus terlebih dahulu disterilkan,
menjadikan perakaran tersebut dengan menggunakan sikat dan
sebagai bagian dari keindahan air panas.
tanaman itu sendiri, bersama
dengan daun dan bunganya. Pembibitan
Agar akar tanaman dapat Cangkok
bertumpu tegak pada tempatnya
kita dapat menggunakan kerikil, Kebanyakan tanaman dapat
pasir, atau potongan batu bata ditumbuhkan tanpa kesulitan
yang sebelumnya telah yang besar dari benih-benihnya
dibersihkan dahulu dengan air dan sejumlah tanaman-tanaman
panas. lain dapat ditumbuhkan dari
cangkokan.

Benih dari berbagai jenis


tanaman dapat dibeli dari toko-
toko maupun perusahaan yang
cukup banyak jumlahnya.

Suatu cangkokan ialah sepotong


tanaman yang dipisahkan dari

511
akar, batang atau daun sebuah Pindah tanam
tanaman yang telah dewasa.
Tanda awal dari bibit dapat
Cangkokan itu ditempatkan dipindahtanamkan adalah telah
dalam sejenis media penanaman kelihatan 2 daun pada bibit yang
dan dirawat dengan baik, agar telah berkembang sempurna.
potongan ini dapat berkembang Gunakan sebuah sendok untuk
menjadi satu tanaman tersendiri menggali semaian dari
yang berasal dari induk jenisnya. tempatnya. Lakukan dengan
hati-hati agar bibit tidah patah.
Benih
Jangan memegang bibit pada
Untuk sumber bibit yang berasal batangnya, karena batang itu
dari benih maka harus sangat rapuh bahkan kalau
disemaikan terlebih dahulu dilakukan dengan hati-hati tetap
dapat merusaknya secara fatal.
Ada beberapa benih yang Juga tidak dibenarkan
mudah berkecambah akan tetapi memegang semaian pada
ada sebagian yang sulit. Untuk akarnya.
benih yang membutuhkan
perlakukan khusus atau yang ika tanaman pada awalnya kita
sulit berkecambah maka perlu bibitkan terlebih dahulu pada
dilakukan persemaian. media tanah, maka sebelum
Umumnya benih tanaman yang ditanam dengan sistem
relatif lebih besar dapat ditanam hidroponik terlebih dahulu
secara langsung pada wadah akarnya dibersihkan dari tanah
yang telah disiapkan, sebaliknya dan kotoran yang menempel.
benih yang kecil maka harus
disemai terlebih dahulu baru Untuk bahan tanaman yang
dilakukan pindah tanam. berasal dari cangkok, maka
berikut ini cara praktis untuk
Yang harus diperhatikan dari memindahkannya.
penggunaan sumber bahan
tanam dari benih ini adalah 1. Bentangkan
bahwa setiap benih memerlukan lembaran-lembaran
kebutuhan-kebutuhan khusus surat kabar di atas
yang berbeda. sebuah meja atau
tempat bekerja.
Benih-benih ini dapat
dikecambahkan pada bak 2. Tempatkan sebelah
kecambah atau wadah lainnya. tangan di atas
permukaan tanah dari
tanaman, dan
letakkan batangnya
dengan kukuh
diantara 2 jari.

512
makanan.
3. Pegang dasar pot 8. Buat sanggahan
dengan tangan, dalam bentuk selapis
kemudian dengan kerikil, atau pecahan
hati-hati tarik keluar gerabah, arang kayu
tanaman beserta atau batu bata.
akar-akarnya, serta Potongan arang kayu
tanah yang melekat dapat bertindak
padanya. sebagai penyaring
alami dan membuat
air tetap jernih serta
4. Kalau tanaman masih mencegah tumbuhnya
tidak mau lepas, lumut.
benturkan pot dengan
hati-hati beberapa kali Penanaman
pada satu permukaan
yang keras. Kalau Terlebih dahulu siapkan wadah
masih juga belum tempat pertanaman yang besar
dapat dilepas; kecilnya disesuaikan dengan
gunakan pisau yang jenis tanaman yang akan
tumpul untuk dibudidayakan.
mengorek bagian atas
dari tanah. Pada bagian atas dari wadah
tutup dengan gabus, tutup gabus
5. Hilangkan semua, ini dapat dilubangi, yang
gumpalan tanah yang lubangnya disesuaikan dengan
masih melekat pada besar kecilnya tanaman.
akar-akar tanaman
Kemudian letakkan tanaman
6. Bilas dengan air pada lubang gabus tadi dan agar
hangat tidak goyah sumbat dengan
kapas steril.
7. Jangan
menambahkan larutan Sumber air irigasi untuk
zat makanan apa pun, pertanaman ini dapat
pada awal pindah menggunakan air dari
tanaman cangkokan perusahaan air minum ataupun
karena dapat air sumur yang terlebih dahulu
menyebabkan dicek pH nya.
tanaman stres.
Setelah lewat
seminggu, buanglah
airnya baru
dimasukkan air lain
yang dicampur
dengan larutan zat

513
Perawatan Metode Substrat

Perawatan yang terpenting dari Yaitu menumbuhkan tanaman


metode penanaman secara dalam media padat (bukan
hidroponik ini adalah tanah), umunya digunakan untuk
penggantian air dan mengusahakan sayuran atau
pengecekkan pH secara teratur. buah yang bernilai tinggi.

Pemupukan Media padat antara lain dapat


arang (kayu, sekam padi), pasir,
Sewaktu pemberian hara pada perlit, zeolit, gambut, kerikil,
tanaman maka pH juga perlu potongan sabut kelapa, pakis,
diperhatikan pH yang terlalu pecahan genteng/batu bata, batu
rendah atau terlalu tinggi dapat apung, dan sebagainya
menghambat pertumbuhan
tanaman. Larutan nutrisi diberikan dengan
cara disiram / dialirkan lewat
Jumlah dan konsentrasi pupuk sistem irigasi. Sistem irigasi yg
yang ditambahkan dipengaruhi biasa dipakai pada Hidroponik
oleh jenis dan fase pertumbuhan Substrat yaitu sistem air
tanaman. mengalir ataupun irigasi tetes
(drip irigation).
Konsentrasi hara yang terlalu
tinggi akan berakibat pada Pada sistem air mengalir:
rusaknya perakaran tanaman. air/larutan hara dialirkan terus
sehingga tidak ada air yang
Untuk menghemat waktu maka tergenang.
penyiapan hara dapat dilakukan
seminggu sekali dengan Kelebihan sistem irigasi ini
mencampur hara dalam galon dibandingkan dengan air
yang kemudian menyimpannya. menggenang yaitu zat hara
yang tercampur dalam air tidak
Sirkulasi air mengendap sehingga akar tetap
menyerap zat hara dalam
Air yang ada dalam wadah konsentrasi yang sama dan tidak
hidroponik, sebaiknya diganti menimbulkan cekaman.
setiap 3 atau 4 minggu sekali,
bergantung pada jenis
tanamannya.

Tujuan penggantian air adalah


untuk menghindari timbulnya
ganggang atau lumut yang dapat
menggagu tanaman.

514
Umumnya metode ini digunakan
untuk sayuran berumur pendek
(misalnya: pakchoy, caysim,
lettuce, kailan, bayam dan
kangkung).

Sayur Buah seperti Tomat,


paprika & mentimun juga dapat
dibudidayakan dengan cara ini
tetapi dibatasi hanya 2-3 talang
per bed agar tanaman tumbuh
melebar.

Keunggulannya:

1. Air yang diperlukan tidak


banyak

2. Kadar O2 terlarut dalam


larutan hara cukup tinggi

3. Air sebagai media


mudah didapat dengan
harga murah

4. pH larutan mudah diatur

5. Ringan, sehingga dapat


disangga dengan talang

6. Wadah berupa selokan


panjang yang sempit
terbuat dari plat logam
Gambar 197 Beberapa
tipis tahan
hidroponik sustrat

Nutrient Film Technique

Yaitu model budidaya


hidroponik dengan meletakkan
akar tanaman pada lapisan air
(nutrien) yg sangat tipis (± 3 mm)
sebagai medianya.

515
Agar dapat berdiri, pangkal
batang dimasukkan ke dalam
helaian Styrofoam (2 cm) yang
telah dilubangi.

Daya dukung styrofoam setebal


2 cm tidak dapat dibebani
dengan biomass tanaman yg
terlalu berat (berat maksimum yg
dapat disangga styrofoam
sekitar 3 kg/m² agar styrofoam
tidak melengkung/ pecah/ patah.

Gambar 198 Hara pada Bak


dialirkan dengan bantuan
pompa masuk ke paralon
berbentuk O. Dari
paralon tersebut nutrien
dialirkan ke talang
penanaman dan melalui
selang inlet akan
mengalir dalam talang
yang dibuat miring akan
masuk kembali ke dalam Gambar 199 Sayuran yang
paralon melalui selang ditanam dengan
outlet menuju tangki aeroponik
penampungan
Sayuran yang dapat ditanam
dengan aeroponik adalah
pakchoy, caysim, kailan, lettuce,
Aeroponik bayam, kangkung, serta sayuran
lain yang ringan. Untuk tanaman
Prinsip kerja aeroponik: air yg tomat, paprika, timun, terong,
berisi larutan hara disemprotkan kurang sesuai ditanam dengan
dalam bentuk kabut hingga metode ini karena terlalu berat.
mengenai akar tanaman yg
menggantung

Pada sistem ini tanaman


ditanam dengan cara
menggantung di dalam suatu
bak.

516
Plastik dipasang untuk
menampung larutan hara yang Paralon dibawah plastik
tidak diserap tanaman. digunakan untuk menampung
Diatasnya diberi rangka untuk sisa larutan yang tidak terserap
menyangga styrofoam tanaman kemudian
mengalirkannya ke tandon
(tempat penampungan)

Selang PE yg diletakkan di dasar


plastik, sebagai tempat
mengalirnya larutan hara

Akar yang dibiarkan menjuntai


akan menyerap larutan hara
yang disemprotkan melalui
sprinkler

Hidroponik Rakit Apung

Selang PE yg masuk ke dalam Metode ini adalah cara


plastik, berguna untuk menanam tanaman dengan
mengalirkan larutan hara cara diapungkan di permukaan
air, atau akar tanaman menjuntai
ke dalam air. Styrofoam
digunakan di atas air yg diberi
lubang untuk menancapkan bibit

517
sayur (bibit bisa diganjal dengan
busa agar dpt berdiri dan tidak
jatuh ke dalam air.

Keuntungannya:

1. Jika aliran listrik mati


selama seharipun,
pertumbuhan tanaman
tidak terpengaruh

2. Pemakaian listrik sangat


sedikit hanya untuk Papan dibuat melintang, untuk
menjalankan pompa Memudahkan menanam bibit di
pada saat mengisi air ke Bagian tengah
kolam dan menjalankan
aerator

3. Perawatan instalasinya
relatif mudah dan murah
karena tidak
memerlukan pompa air
khusus, timer, selang
polyethylene, dan lain
lain.

Kekurangannya:

Biaya awal untuk membuat


kolam cukup besar, dan Akar Tanaman dibuat menjuntai
kemungkinan kebocoran cukup untuk menyerap larutan hara
tinggi.

Caisim Ditanam bersama kailan


Hidroponik rakit apung. dalam Rakit apung
Tanaman diapungkan diatas
kolam

518
Kombinasi Nutrient Film
Technique (NFT) dengan Rakit
Apung

Metode ini dibuat untuk


memanfaatkan larutan hara yang
terdapat dalam tandon (bak/
reservoir). Dari bak tersebut
larutan hara disirkulasi kembali
ke bed untuk memberi makan
tanaman. Bak tersebut
dimanfaatkan sebagai tempat Kombinasi Hidroponik Rakit
hidroponik rakit apung apung dengan Aeroponik.
Larutan hara yg terkumpul
dalam tandon (kolam),
dimanfaatkan untuk hidroponik
Rakit apung

Vertikultur

Vertikultur adalah teknik


bercocok tanam yang dilakukan
dengan menempatkan media
tanam dalam wadah-wadah
yang disusun secara vertikal (ke
Kombinasi Hidroponik Nutrient atas)
Film Technique dengan
Hidroponik Rakit Apung Wadah dapat berupa pot atau
kolom

Keuntungannya:

1. dapat bertani di lahan


sempit

2. dapat dilaksanakan pada


daerah dengan kondisi
lahan yang kurang subur

3. pada prinsipnya sama


dengan tanaman yg
Persiapan Penanaman
ditanam di pot, tidak
kombinasi Antara aeroponik &
tergantung pada kondisi
Hidroponik Rakit Apung
lahan setempat

519
4. Tida k terlalu menyita
waktu

5. Perawatan mudah

6. lebih menghemat
penggunaan air

Gambar 202 . Teknik pembuatan


lubang tanam pada
wadah tanam

Gabar 203 Wadah yg telah siap


diisi mediaTanam &
ditanami
Gambar 200 Pot dan Pipa PVC
yg disusun vertikal
menyerupai rak

Gambar 201 Beberapa Gambar 204. Beberapa model


peralatan dan cara susunan kolum
pembuatan lubang tanam horizontal bambu (Sket)
pada kolom vertikal bambu

520
Gambar 205 Kolom Horizontal
Gambar 208 Sawi sendok yg
bambu yang telah
dibudidayakan secara
disusun dan siap
vertikal
untuk ditanami
Metoda Arus Kontinyu

Metoda ini menuntut


digunakannya 3 buah tempat,
yang harus diatur sedemikian
rupa sehingga lokasinya
bertingkat-tingkat antara satu
dengan lainnya.

1. Tempat yang letaknya


paling tinggi berisikan
Gambar 206 . Sawi/ Caisin yang larutan zat makanan. Dari
dibudidayakan dalam tempat ini dipasang
kolom vertikal paralon sebuah pipa atau sejenis
saluran yang
bersambungan dengan
tempat di tengah

2. Tempat yang ditengah


merupakan tempat
tanaman. Pada tempat ini
dipasang sebuah pipa
atau saluran dekat lantai
sehingga dapat
mengantar larutan zat
Gambar 207 Slada yang makanan.
dibudidayakan dalam
kolom vertikal paralon 3. Tempat ke tiga ini
merupakan tempat
penampungan larutan
zat makanan.

521
secara teratur ke dalam
Dengan cara ini arus larutan zat larutan zat
makanan mengalir secara makanannya.
kontinyu, kalau tempat yang
letaknya paling atas menjadi c. Media Hidroponik
kosong, dapat diisi dari tempat
yang berada paling bawah. Batu bata

Penanaman hidroponik dapat


menggunakan pot bunga yang
dapat diisi dengan berbagai
media tergantung sumberdaya
yang tersedia.

Sistemnya hampir sama dengan


menggunakan tanah, tetapi
tanah digantikan dengan
potongan-potongan batu bata.

Pecahan batu bata dapat


digunakan sebagai alternatif
Gambar 209 Salah satu contoh medium penanaman bukan
hidroponik dengan tanah.
menggunakan metoda
arus kontinyu Medium ini dapat digunakan, tapi
kurang praktis, karena sulit
dikelola. Sebelum digunakan
Sistem seperti ini memang baik, batu bata ini harus digosok
tetapi sebenarnya tidak praktis, bersih dan material
disebabkan oleh: komponennya dapat mengurai
dan dapan mempengaruhi
1. Sulit untuk menentukan kestabilan pH larutan hara.
laju aliran larutan zat
makanan agar tidak Pasir
mengalir terlalu cepat
atau tidak terlalu Media hidroponik juga dapat
lambat, untuk itu menggunakan pasir. Sejak tahun
diperlukan sejumlah 30 an pasir merupakan pilihan
pengetesan yang tidak yang sering dipakai.
mudah.
Keuntungan menggunakan
2. Kesulitan lain untuk media pasir ini adalah:
mengambil alih sistem
ini bagi perumahan, - Sifatnya steril
ialah harus adanya
pemasukan oksigen - Dapat mempertahankan

522
kelembaban media steril yang berukuran
dengan baik. besar dan yang
berukuran kecil untuk
mengisi sisa pot

- Letakkan tanaman pada


posisinya, yang akarnya
sudah terlebih dahulu
dibersihkan dari bekas-
bekas tanah. Cuci akar
pada air mengalir, untuk
menghilangkan semua
sisa kotoran yang
menempel. Usahakan
agar akar-akarnya jangan
Gambar 210 Hidroponik dengan patah.
menggunakan pasir
- Letakkan tanaman ke
dalam pot, sementara
untuk menyanggah
Pemberian hara dan air dapat tanaman agar tegak,
dilakukan dengan penyiraman masukkan dengan pelan-
atau sistem tetes. pelan kerikil secukupnya,
kemudian tambahkan lagi
Kerikil kerikil sampai pot penuh.
Beberapa kekurangan- Batas antara bagian yang
kekurangan menggunakan pasir tertutup media dengan yang
sebagai media hidroponik dapat tidak, dapat diketahui dengan
digantikan dengan kerikil. memperhatikan warna
batangnya, warna yang lebih
Salah satu kelemahan media gelap berada di bawah
pasir adalah media ini terlalu sedangkan warna yang lebih
lembab, dan boros hara karena cerah berada di atas.
banyak tercuci.
Kerikil merupakan satu pilihan
Oleh karenanya penggunaan terbaik, untuk penanaman
kerikil akhir-akhir ini, lebih hidroponik di rumah. Salah satu
disukai daripada pasir. kelebihan kerikil ini adalah steril
dan tidak terlalu lembab. Berat
Berikut ini adalah prosedur kerja bobotnya dapat dikelola tanpa
penanaman hidroponik dengan kesukaran dan harganya tidak
menggunakan media kerikil . mahal.

- Isikan sepertiga dari Akan tetapi kerikil ini harus


lantai pot dengan kerikil dicampur dengan media lainnya

523
misalnya pasir, karena media ini Jerami dan rumput kering
mudah sekali mengering,
sehingga memerlukan Jerami dan rumput kering yang
penggunaan air yang sering. terbuat dari material organis,
pada saatnya akan membusuk
dan mengurai sehingga
Perbandingan yang ideal antara menyebabkan perubahan
pasir dengan kerikil adalah 5 komposisi larutan hara, yang
bagian kerikil dan 3 bagian pasir. berakibat pada tanaman.

Vermikulit dan perlit Disamping itu, bahan jerami ini


dapat mengandung penyakit
Vermikulit dan perlit lebih mudah atau hama yang mematikan
dikelola. Kedua media ini tanaman.
berasal dari mineral, partikel-
partikel yang berbobot berat dan
telah dipanaskan sehingga
mengembang dan memiliki daya
serap sedangkan bobotnya
berubah menjadi ringan.

Perlit dapat digunakan tanpa


tambahan material lain. Akan
tetapi jika menggunakan
vermikulit, maka perlu dicampur
dengan pasir karena terlalu Gambar 211 Tanaman tomat
basah. maka materi ini harus yang ditanam pada
dicampur dengan pasir kasar jerami kering
pada rasio perbandingan 2
bagian vermikulit terhadap satu
bagian pasir. d. Larutan hara

Serbuk kayu Seluruh budidaya hidroponik


membutuhkan hara secara
Serbuk kayu dapat digunakan teratur. Cara bercocok tanam ini
sebagai medium penanaman membuka kesempatan untuk
bukan tanah. Tapi serbuk kayu menyediakan larutan zat
mempunyai kecenderungan makanan pada tanaman dengan
untuk menggumpal dan tepat.
menempel pada akar akar
tanaman serta menjadi kompak Metoda umum untuk
jika terkena air. menyediakan zat hara bagi
sebuah unit hidroponik, ialah
dengan melarutkan garam-
garam zat hara satu per satu
atau menggunakan pupuk yang

524
sudah dicampur dan siap dipakai Jumlah yang diberikan kepada
serta dapat dibeli di pasar. tanaman tergantung pada jenis,
umur, dan fase pertumbuhan
Keduanya harus dilarutkan tanaman.
dalam air, kemudian
dipompakan atau di tuangkan di Pupuk (dalam bentuk siap pakai)
atas bahan perantara untuk sistem pertanian ini
penanamannya. banyak tersedia dipasar, atau
dapat juga dengan mencampur
Dewasa ini sudah ada sejumlah sendiri larutan pupuknya.
hara atau pupuk yang siap pakai
dan dijual dipasaran. Sumber hara yang digunakan
dapat dibeli dari toko atau
Yang perlu diperhatikan adalah meramunya sendiri
mengukur konsentrasi yang (mencampur).
tepat dari larutan hara tersebut.
Mencampur sendiri
Untuk pemula dianjurkan
menggunakan salah satu dari Terdapat puluhan formula untuk
campuran zat makanan tanaman campuran larutan hara tanaman.
yang siap pakai.
Formula yang diberikan disini,
Jika ingin melakukan sangat sesuai dengan
pencampuran sendiri zat kebutuhan para pemula karena
makanan tanaman, maka kita hanya mengandung beberapa
dapat membelinya masing garam pupuk yang bisa didapat.
masing jenis yang dibutuhkan di Beberapa alat yang dibutuhkan
toko-toko, tanaman dan untuk mencampur pupuk adalah:
memperhatikan manfaat dari
hara tersebut. 1. Mangkuk besar yang
bersih atau tempat
Pada tabel 17 dan 18 diberikan mencampur dan
beberapa jenis hara dan mengaduk bahan-bahan
manfaatnya bagi tanaman. komponen hara tanaman.

Sumber hara
2. Timbangan, alat
Dalam bentuk siap pakai digunakan untuk
memberikan jumlah yang
Sumber hara untuk penanaman benar.
dengan hidroponik ini dapat
menggunakan pupuk organik 3. Pengaduk atau mortal
dan anorganik. setelah semua garam
dimasukkan gunakan
mortal untuk
menghancurkan kristal-

525
kristal yang ada dalam baru dapat ditetapkan frekuensi
garam. Setelah semua yang harus diterapkan untuk
dicampur, aduklah memberikan larutan hara.
dengan tuntas dan
hancurkan kristal yang Atau dapat juga menggunakan
ada. pengatur waktu, agar larutan
secara otomatis dialirkan pada
Akhir dari pekerjaan ini akan waktu yang tepat.
dihasilkan tepung yang lembut,
simpan campuran ini dalam satu Berapa banyak larutan hara
tempat yang bersih, kering dan yang harus di gunakan
tertutup.
Salah satu cara untuk
Campuran ini dipertahankan mengetahui kelembaban media
agar tetap kering, sampai harus adalah ibarat seperti spon basah
dilarutkan dalam air dan yang telah diperas seperti itulah
digunakan pada tanaman. ciri media yang lembab.

Untuk dapat digunakan sebagai Cara lainnya adalah kenali


sumber hara cukup melarutkan tanamannya. Setiap tanaman
10 gram yang dilarutkan dalam akan memberikan respons
satu gallon air. Atau sekitar 1 terhadap pemberian hara, maka
sendok teh bahan adukan kondisi tanaman dapat
dilarutkan di dalam 1 gallon air. digunakan sebagai indikator
Aduk sampai sampai garamnya kebutuhan hara.
benar-benar larut dengan baik.
Membersihkan peralatan
e. Teknik Perawatan
Syarat utama dalam budidaya
Perawatan media tanam hidroponik ini adalah
penggunaan alat yang bersih
Sampai berapa kali larutan hara dan steril.
sebaiknya diberikan pada suatu
unit hidroponik Alangkah baiknya jika kita dapat
mencuci peralatan baik pot
Medium hidroponik dijaga agar maupun medianya sekitar dua
tidak terlalu kering atau terlalu minggu sekali.
basah.

Satu-satunya cara untuk Hal ini berguna untuk


menentukan frekuensi yang meniadakan penimbunan larutan
tepat, ialah dengan belajar zat makanan yang tidak
mengetahui sifat mediumnya. digunakan di dalam medium
Berapa lama medium tadi pertumbuhannya.
menjadi kering atau kekurangan
air. Setelah mengetahui hal ini,

526
terlalu asam atau alkalin
sejumlah komponen zat vital di
Penggunaan ulang larutan dalam larutan hara akan
mengendap menjadi garam yang
Larutan yang telah digunakan tidak larut. Hal ini akan
dapat kita gunakan kembali akan menjadikan hara tersebut tidak
tetapi harus diyakini bahwa dapat diserap tanaman.
larutan tersebut tidak
rusak/berubah komposisinya. Kondisi ini akan menunjukkan
gejala-gejala dari berbagai
Pada beberapa green house macam kekurangan. Misalnya
modern umumnya mempunyai jika pH berada dibawah 6,
peralatan dan ketrampilan yang menyebabkan terjadi
dapat menentukan apakah zat kekurangan kalsium.
hara tersebut dapat dipakai lagi
atau tidak. Gejala kerusakan-kerusakan
juga dapat dilihat pada bagian
Jika ingin menggunakan hara tanaman lainnya, seperti pada
yang di daur ulang (untuk sistem perakaran, terbakarnya
menghemat secara ekonomis ujung akar, daun yang layu, dan
dan lingkungan) sebaiknya muncul bercak-bercak jaringan
membatasi penggunaan satu yang mati.
adukan larutan selama 3 atau 4
hari. Jika larutan bersifat terlalu
alkalin akan mengganggu daya
Jika ditemukan tanaman- serap tanaman terhadap unsur
tanaman, mulai menunjukkan besi, sehingga menunjukkan
tanda-tanda kekurangan zat gejala "Klorosis".
makanan, maka sebaiknya
mengganti larutan hara setiap 2 Gejala selanjutnya akibat pH
hari sekali. masam atau alkalin adalah
sulinya tanaman menyesuaikan
Mengukur pH diri dalam mengatasi gangguan
lingkungan yang kurang
Istilah pH digunakan untuk menguntungkan.
menyatakan tingkat keasaman
atau alkalinitas dari bahan. Pengujian pH dapat dilakukan
dengan kertas indikator atau alat
Pengelola hidroponik harus ukur pH (pH meter) yang banyak
secara khusus memperhatikan dijual di toko pertanian.
pH ini baik pada air ataupun
pada larutan hara yang Kondisi pH yang rendah dapat
digunakan. diperbaiki dengan
menambahkan KOH pada air.
Pengaturan pH begitu Penambahan soda ini hanya
pentingnya, karena jika larutan sedikit saja, sebab basa ini

527
bersifat kaustik. Jangan Pada umumnya tanaman
menyentuh bahan hidroksida ini tumbuh baik pada kisaran suhu
kalau tangan sedang basah, minimum dan maksimum sekitar
sebaiknya sewaktu bekerja 5-350C. Suhu optimum untuk
menggunakan soda ini bahan pertumbuhan dan
tersebut tidak mengenai tangan. perkembangan tanaman
tergantung pada species,
Pengaturan Suhu tahapan proses fisiologis
tanaman, dan fase pertumbuhan
Proses fsisik dan kimiawi pada tanaman.
tumbuhan dikendalikan oleh
suhu. Pada umumnya proses Pengaturan suhu pada sistem
metabolisma tumbuhan hidroponik ini dapat dilakukan
bergantung pada kisaran suhu dengan memasang termometer
tertentu. pengukur suhu udara.

Misalnya laju serapan hara, Kelembaban Relatif


proses ini akan menurun jika
suhu lingkungan rendah. Kelembaban relatif menyatakan
jumlah persentase uap air
Setiap jenis tumbuhan dibandingkan dengan volume
menghendaki kisaran suhu seluruh uap air yang dapat
tertentu yang paling sesuai dikandung udara.
dengan pertumbuhan dan
perkembangannya yang biasa Kelembaban udar penting
disebut suhu optimum. diperhatikan karena banyak jenis
tanaman yang dibudidayakan
Untuk tanaman tropis tentunya awalnya berasal dari daerah sub
akan lebih menyukai suhu yang tropis, dengan kondisi
relatif lebih tinggi dibandingkan kelembaban udara yang tinggi.
dengan tanaman sub tropis.
Bahkan untuk tanaman-tanaman
Kemampuan tanaman untuk yang telah dikembangkan
beradaptasi pada kondisi selama ribuan tahun dan telah
perubahan suhu terlihat dari laju menyesuaikan diri dengan
pertumbuhan dan kelembaban dan temperatur
perkembangannya yang baik. yang lebih rendah, juga lebih
Keseimbangan persenyawaan menyenangi tingkat kelembaban
dalam sistem tubuh tanaman yang lebih tinggi dari keadaan
juga dipengaruhi oleh suhu. alami mereka.
Sejumlah proses-proses
pertumbuhan dan Pada unit hidroponik, persediaan
perkembangan tanaman air juga dapat habis, pada
mempunyai hubungan dengan keadaan konsentrasi larutan
suhu. hara yang tinggi. Keadaan ini
menyebabkan air dari dalam

528
tubuh tanaman tertarik keluar. menerima cahaya setiap hari.

Tanaman pada kondisi ini akan Setiap jenis tanaman


mengalami kesulitan dan tidak membutuhkan jumlah cahaya
mampu untuk melaksanakan yang berbeda-beda. Terdapat
proses metabolisme. sejumlah tanaman yang
membutuhkan cahaya tidak
Pengaturan kelembaban udara langsung. Sementara lainnya
pada unit hidroponik dapat membutuhkan cahaya yang
dilakukan dengan: cerah dan langsung, sampai
beberapa jam.
- Pengaturan sirkulasi
udara dengan Untuk menentukan berapa
menggunakan kipas banyak cahaya yang masuk
angin dalam ruangan-ruangan, dapat
diketahui dengan
- Membasahi lantai dengan mempergunakan alat pengukur
air cahaya.

- Menyemprotkan/memom f. Jenis tanaman yang dapat


pakan uap air pada dibudidayakan
ruangan
Tanaman apa saja yang ditanam
- Meletakkan beberapa dengan hidroponik
wadah/baskom besar
yang berisi air pada - Tanaman bunga dan
ruangan daun misal bunga mawar,
begonia, sansievera
Cahaya (lidah mertua) dan
sebaginya
Cahaya merupakan bagian yang
esensial dari proses fotosintesa. - Sayuran misalnya sayur
kembang, asparagus,
Proses fotosintesa akan berhenti kacang-kacangan, bit,
kalau tidak tersedia cahaya yang brokoli, kembang kol,
cukup wortel, seledri, mentimun,
lobak, daun bawang,
Cahaya mempengaruhi banyak sawi, labu-labuan,
respon tanaman, termasuk bawang merah, kapri,
perkecambahan, pembentukan kentang, terong-
umbi, pembungaan dan terongan, bayam, , tomat
sebaginya. dan sebagainya

Oleh karenanya maka semua


tanaman harus mendapatkan
tempat agar mereka dapat

529
- Buah-buahan misalnya media penanamannya.
stoberi, anggur, dan
sebaginya Petunjuk-petunjuk penggunaan
terdapat pada kemasan yang
g. Hal-hal yang perlu menguraikan tentang penyakit
diperhatikan dalam apa yang dapat
budidaya hidroponik ditanggulanginya serta dosis
anjuran.
Kebersihan
Aturan penggunaan pestisida
Kebersihan pada unit dan adalah:
lingkungan sekitarnya
merupakan keharusan.
1. Bacalah dengan teliti uraian
Singkirkan daun-daun yang jatuh petunjuk yang terdapat pada
atau kotoran lainnya, cucilah kemasan.
alas-alas pot dengan 2. Usahakan untuk tidak
menggunakan air sabun yang menghirup udara yang keluar
panas, kemudian bilas dengan dari penguapan campuran
air dingin sebelum bahan kimianya.
menambahkan hara. 3. Jangan menyiapkan
campuran pada ruangan
Dua atau tiga kali setiap tahun yang tidak berventilasi.
perlu diadakan penelitian yang 4. Kalau salah satu bahan
tuntas terhadap sistem terkena pada pakaian atau
irigasinya, kalau perlu dibongkar tangan cuci bersih dengan
unitnya, sehingga pemeriksaan air.
dan pembersihan lebih teliti. 5. Penyemprotan hendaknya
dilakukan pada bagaian yang
Lingkungan dan unit yang kotor terkena serangan saja.
dapat menjadi sumber 6. Campurkan secukupnya,
penularan. jangan menyisakan bahan
kimia tersebut.
Penggunaan pestisida 7. Simpanlah wadah racun
dalam suatu lemari atau
Pestisida organik dan anorganik daerah khusus .
dapat digunakan pada budidaya
hidroponik ini.

Mereka tersedia dalam bentuk


bubuk yang dapat larut atau
sebagai cairan dalam bentuk
konsentrat.

Fungisida dapat disemprotkan


pada daun atau diberikan pada

530
Tabel 21 Unsur hara dan sumbernya

UNSUR SUMBER
Nitrogen Nitratpotas. Preparat ini merupakan sumber dari
potas maupun nitrogen; Sangat mudah larut,
mudah didapat dan bertahan lama.
Natrium Nitrat, merupakan sumber nitrogen.
Karena sodium tidak dibutuhkan oleh tanaman.
Harganya tidak mahal, sangat mudah larut, dapat
bertahan lama kalau disimpan dalam tempat yang
.tertutup rapat dalam kondisi kering.
Kalsium Nitrat mengandung kalsium maupun
nitrogen. Agak sukar untuk disimpan. Sebaiknya
digunakan kalau preparat-preparat lain tidak bisa
didapatkan.

Kalium Kalium Sulfat sangat mudah larut, dapat bertahan


lama. Jenis ini merupakan pilihan yang terbaik.
Kalium Klorida dapat digunakan kalau kalium
sulfas tidak tersedia, tapi dapat menjadi bahaya
kalau digunakan lebih dari beberapa hari secara
terus menerus, karena unsur klorin didalam
campurannya merupakan ancaman potensial bagi
tanaman.

Posfat Tri superfosfat, pupuk Ini merupakan pilihan yang


terbaik, meskipun superfosfat juga dapat
digunakan. Tri superfosfat juga menyediakan
kalsium. Super fosfat yang secara tidak sengaja
tercecer di atas daun, bisa menimbulkan bintik-
bintik berwarna putih yang tidak berbahaya.

Magnesium Magnesium Sulfat (garam-garam Epsom). Murah


harganya, mudah larut dalam air dan tahan lama.
Magnesium Nitrat dapat juga digunakan, tapi
harganya lebih mahal.

Kalsium Kalsium Sulfat. Gips maupun plaster of paris


mengandung sulfat kalsium. Plaster of paris lebih
mudah larut.

531
Besi Besi sulfat, Besi klorida dan Besi sitrat. Semua
dapat digunakan sebagai sumber besi. Besi sulfat
dan besi klorida akan larut dalam air dingin,
sementara besi sitrat hanya larut dalam air panas.
Besi sitrat lebih lama dalam larutan dibanding
dengan yang lain dan juga lebih stabil pada kondisi
pH tinggi. Bahan ini lebih disukai karena sifat-
sifatnya ini.

Mangan Mangan Sulfat harus disimpan didalam tempat


yang tertutup rapat pada kondisi kering. Mangan
Klorida tidak umum digunakan, akan tetapi bahan
ini apat digunakan sebagai alternatif jika bahan lain
tidak tersedia.

Boron Asam borak adalah sumber yang terbaik dari


unsur boron. Borak juga dapat digunakan dalam
keadaan darurat.
Tembaga sulfat dan seng sulfat, keduanya juga
mengandung unsur boron.
Boron maupun mangan, sering kali ditemukan
dalam jumlah yang cukup tinggi sebagai bahan
kotoran di dalam garam-garam zat lainnya.

532
Tabel 22 Gejala-gejala kekurangan hara

Gejala-gejala Keterangan
Proses kecepatan pertumbuhan rata-rata Nitrogen
yang terlalu lambat.D a u n - d a u n
k e h i l a n g a n w a r n a aslinya dan
menjadi hijau mud ay a n g t i d a k w a j a r
a t a u m e n j a d i k u n i n g . D a u n- d a u n
p a l i n g r e n dah posisinya yang palin g
pertama menderita.

Daun -daun berubah warna menj a d i Fosfor


gelap dengan bercak-bercak
perubahan warna. Daun- da unnya
juga bisa berubah menjadi kelabu.
Sistem perakaran kurang baik
perkembangannya.

Daun- daun paling bawah posisin y a Potasium


m e n j a d i b e r w a r n a c o k l a t dengan
bercak- bercak yang berw a r n a l e b i h
g e l a p . D a u n - daun menjadi kering,
melengkung ke atas dan berwarna kuning.

Daun- daun gagal untuk berkem bang Kalsium


penuh, berukuran terlalu kecil, kering
dan berwarna gelap. Proses
pertumbuhannya berhenti d a n
p e r k e m b a n g a n a k a r - a k a r nya kurang
baik.

Daun -daun berubah menjadi kun i n g . Magnesium


Kuncup - kuncup gagal unt u k
berkembang dan mekar. Terdapat
totol-totol berwarna coklat pada
d a u n , u r a t -urat da un tetap hijau.

533
Hanya u r a t - u r a t daun berwarna hijau, Besi
sementara sisa tubuh daun kehilangan
warnanya, mengering dan mengeriput.
Pada ujung-ujungnya mulai terkikis.

Kuncup-kuncup gagal berkembang. Mangan


Laju pertumbuhan rata-rata tanaman
makin lambat. Daun-daun
tampak menjemur dalam pola yang
kontras berwarna gelap dan muda.

Urat-urat daun berubah mengusing. Sulfur/belerang


Bagian-bagian daun yang paling dekat
letaknya dengan batang menjadi
sangat gelap warnanya.

Batangnya pecah-pecah. Daun Boron


daunnya mengering dan kurus. Ujung-
ujungnya menjadi coklat.

Laju pertumbuhan rata- rata dar i Seng


t a n a m a n m e r o s o t a t a u s a m a sekali
berhenti.

Gejala-gejala Ada kelebihan


Daun -daunnya dengan cepat dosis hara yang
menjadi berwarna coklat gelap, b e r l u b a n g - diberikan. Hal ini
lubang dan rontok. Sejumlah bersifat fatal kalau
t a n a m a n d e n g a n c epat akan mati. tidak segera
diperbaiki. Kita
dapan
menurunkan
konsentrasinya
dengan
menambah
sejumlah air

534
BAB XII tanaman tanpa mencemari
PERTANIAN ORGANIK tanah dan air.

Bahan organik tanah


a. Pendahuluan merupakan penimbunan dari
sisa-sisa tanaman dan
Pertanian secara umum berarti binatang yang sebagian
kegiatan menanami tanah telah mengalami pelapukan
dengan tanaman yang nantinya dan pembentukan kembali.
menghasilkan sesuatu yang
dapat dipanen, dan kegiatan Perbedaan mendasar dari
pertanian merupakan campur sistem pertanian organik
tangan manusia terhadap dengan anorganik adalah
tetumbuhan asli daur hidupnya. penggunaan bahan hara
dan pengendalian hama
Dalam pertanian modern campur penyakit dan gulma dalam
tangan ini semakin jauh dalam bentuk yang dapat didaur
bentuk masukan bahan kimia ulang.
pertanian, termasuk pupuk
kimia, pestisida dan bahan b. Sumber Bahan Organik
pembenahan tanah lainnya.
Bahan-bahan tersebut Sumber primer bahan
mempunyai peranan yang cukup organik adalah jaringan
besar dalam meningkatkan tanaman berupa akar,
produksi tanaman. batang, ranting, daun, dan
buah.
Untuk melaksanakan kegiatan
pertanian manusia berusaha Bahan organik dihasilkan
memanfaatkan sumber daya oleh tum buhan melalui
secara berlebihan sehingga proses fotosintesis sehingga
merusak kondisi lingkungan dan unsur karbon merupakan
biologi, akibatnya terjadi penyusun utama dari bahan
percepatan kerusakan sumber organik tersebut. Unsur
daya alam, tanah dan air. karbon ini berada dalam
bentuk senyawa-senyawa
Pertanian organik adalah sistem polisakarida, seperti
pertanian yang mencoba untuk selulosa, hemiselulosa, pati,
kembali ke konsep alam, dengan dan bahan-bahan pektin dan
mengurangi input kimia. lignin.

Bahan organik merupakan Selain itu nitrogen


bahan-bahan yang dapat merupakan unsur yang
diperbaharui, didaur ulang, paling banyak terakumulasi
dirombak oleh bakteri- dalam bahan organik karena
bakteri tanah menjadi unsur merupakan unsur yang
yang dapat digunakan oleh penting dalam sel mikroba

535
yang terlibat dalam proses Hal ini berkaitan dengan
perombakan bahan organik komposisi atau susunan dari
tanah. bahan organik tersebut.

Jaringan tanaman ini akan Kandungan bahan organik


mengalami dekomposisi dan dalam setiap jenis tanah
akan terangkut ke lapisan tidak sama. Hal ini
bawah serta tergantung dari beberapa
diinkorporasikan dengan hal yaitu:
tanah.
- Tipe vegetasi yang
Tumbuhan tidak saja sumber ada di daerah
bahan organik, tetapi tersebut
sumber bahan organik dari
seluruh makhluk hidup. - Populasi mikroba
tanah
Sumber sekunder bahan
organik adalah fauna. Fauna - Keadaan drainase
terlebih dahulu harus tanah
menggunakan bahan organik
tanaman setelah itu barulah - Curah hujan
menyumbangkan bahan
organik juga. - Suhu

Perbedaan sumber bahan - Pengelolaan tanah.


organik tanah akan
memberikan perbedaan - Komposisi atau
pengaruh hara yang susunan jaringan
disumbangkannya ke dalam tumbuhan akan jauh
tanah. berbeda dengan
jaringan binatang.
Sumber pupuk organik, dapat
digunakan seperti pupuk kimia
adalah: c. Prinsip Pertanian
- Kompos Organik

- pupuk kandang Kunci pertanian organik


terletak pada recycling
- azola, pupuk hijau (siklus) hara maka ada dua
faktor yang sangat
- Mikrobia bermanfaat mempengaruhinya, yaitu:

- limbah industri, limbah Faktor Lingkungan


perkotaan, termasuk
limbah rumah tangga. Faktor lingkungan sebagai
tempat proses siklus nutrien

536
sangat berpengaruh dalam dekomposisi ini
pertanian organik. berwarna lebih
Lingkungan yang dibutuhkan gelap dapat
adalah lingkungan yang mengabsorbs i air
sesuai dengan proses lebih banyak
perombakan tersebut baik sehingga lebih
lingkungan biotik dan tersedia untuk
abiotik. tanaman.

Tanah 3. Aerasi (tata udara


tanah), serat-serat
Umumnya tanah dari tanaman hasil
mengandung 45% mineral, dekomposisi ini
25% udara, dan 5% bahan dapat memperbaiki
organik. struktur dan
memperbaiki tata
Sifat-sifat fis ik tanah seperti udara tanah.
drainase, airase turut
berperan serta dalam proses 4. Memberi kehangatan
dekomposisi hara. pada tanah, bahan
organik ini
memberikan warna
d. Kegunaan Bahan yang lebih gelap
Organik sehingga dapat
mengabsorbsi
Beberapa fungsi bahan panas, yang dapat
organik pada sistem memberi rasa
produksi pertanian adalah: hangat pada
tanaman
1. Pensuplai hara, jika
dekomposisi tanah 5. Sebagai mulsa,
terjadi maka hara bahan organik dapat
yang immobil akan melindungi tanah
menjadi mineralisasi dari akibat buruk
yang dapat dari fluktuasi suhu
digunakan tanaman. malam dan siang
Bahan organik juga yang tinggi.
dapat merupakan Disamping itu mulsa
sumber makanan juga dapat
bagi mikroorganisme m enghambat
tanah lainnya. perkecambahan
gulma, dan
2. Kestabilan meningkatkan
kelembaban tanah, retensi air.
jaringan tanaman
yang mengalami

537
e. Organisma Tanah Pembentukan bukit rayap,
sarang rayap dan liang rayap
Makro organisme berpengaruh pada sifat fisik dan
sifat kimia tanah yang digunakan
Perkembangan pertanian untuk membangun bentukan
organik tidak terlepas dari tersebut di atas. Partikel tanah
keberadaan biota tanah. terpilih, diangkut, disusun,
direkatkan bersama-sama
Cacing tanah kemudian dicampur dengan
bahan organik. Kegiatan ini
Cacing tanah peranannya cukup secara nyata berpengaruh pada
besar dalam kesuburan tanah. kesuburan tanah dan perkolasi.
Di dalam tanah dijumpai jumlah
yang cukup banyak, bahkan Hasil kegiatan rayap dicirikan
padang rumput dapat mencapai kaya fraksi berukuran halus yang
seratus ribu cacing untuk setiap terdiri atas lempung, debu dan
meter persegi. pasir halus, total nitrogen dan
bahan organik tinggi, kapasitas
Demikian juga di bawah tegakan pengikatan air lebih baik, KPK,
hutan dijumpai dalam jumlah total CaO dan MgO lebih tinggi
yang banyak. Sebagai fauna daripada tanah di sekitarnya.
yang membuat liang, maka
cacing tanah memakan tanah Serangga atau artropoda lain
dan menghaluskan bahan
organik. Bahan casting sebagai Terdapat cukup banyak jenis
hasil kegiatan cacing terkumpul serangga atau artropoda yang
baik dipermukaan tanah maupun lain seperti : colembola, diplura,
di dalam lorong cacing. protura, isopoda, milipedes,
semut dan lain-lain yang cukup
Bahan casting terdiri atas dikenal sebagai jenis serangga
campuran bahan tanah dan yang hidup di dalam tanah.
hancuran bahan organik yang
halus. Hasil kegiatan cacing Ada beberapa jenis artropoda
tanah meningkatkan yang bersifat dikenal membuat
ketersediaan hara: karena lebih sarang di dalam tanah. Selama
banyak mengandunga hara Ca, proses membuat trowongan dan
Mg, dan K dari pada tanah dan liang di dalam tanah, partikel
sekitarnya. Ketersediaan P tanah mengalami desintegrasi,
mencapai 4-10 kali lipat daripada penghawaan tanah diperbaiki,
tanah disekitarnya. tanah dari lapisan bawah
permukaan dibawa ke
Rayap permukaan sehingga secara
alami terjadilah pembalikan
Rayap merupakan jenis tanah.
makrofauna yang paling
dominan di tanah-tanah tropika.

538
Mikroorganisme tanah hemisellulosa, keratin, kitin dan
asam oksalat.
Mikroorganisme tanah
mempunyai pengaruh yang Aktinomisetes tumbuh baik pada
cukup besar pada semua aspek tanah-tanah yang bereaksi netral
aliran dan alihrupa hara. atau alkalin dan kurang
Organisme tanah ini berkembang di tanah bereaksi
menyebabkan bermacam- asam.
macam proses alihrupa dari
suatu bentuk hara ke bentuk Bakteri dan fungi
yang lain, demikian juga
berpengaruh terhadap Imobilisasi hara anorganik N dan
kecepatan jenis aliran hara. P terjadi apabila bakteri dan
fungi mendekomposisi residu
Aktinomisetes yang kandungan kedua unsur
tersebut rendah.
Aktinomisetes merupakan
mikrobia heterotropik mampu Selama proses imobilisasi
mendekomposisi sisa berlansung bentuk hara tersedia
pertanaman, baik di dalam tanah dimanfaatkan oleh
maupun dalam kompos. mikroorganisme dan diubah
menjadi bentuk organik. Karena
Meskipun selalu dijumpai di imobilisasi membantu
dalam tanah, tetapi lebih banyak mengurangi kehilangan N
hidup pada kondisi lingkungan apabila dijumpai dalam jumlah
yang aerob dan relatif panas. yang melampaui kebutuhan
tanaman, atau C/N residu
Seperti halnya fungi yang tanaman tinggi, maka mikrobia
menghasilkan hifa yang panjang yang ada di dalam tanah secara
dan tipis, Aktinomisetes mampu langsung berkompetisi dengan
menembus tanah untuk mencari tanaman untuk memperoleh N-
jaringan tanaman yang telah tersedia, dan hal ini
terdekomposisi, dan selanjutnya menyebabkan tanaman untuk
menyerap hara dan energi. sementara mengalami
kekahatan N.
Populasi mikrobia ini meningkat
pada waktu proses dekomposisi
bahan organik, populasinya Dapat ditambahkan bahwa,
dapat mencapai 200 juta untuk bahan sementasi dan hifa yang
setiap gram tanah . dihasilkan kegiatan
mikroorganisme menyebabkan
Aktinomisetes berperan penting terjadinya agregasi tanah dan
karena mampu mengurai stabilitas agregat meningkat,
beberapa jenis senyawa yang sehingga infiltrasi air lebih besar
tahan terhadap dekomposisi dari limpasan permukaan serta
bakteri, seperti sellulosa, erosi dapat ditekan.

539
Suatau hal yang cukup nyata kotoran, dan sekaligus
bahwa dalam pertanian organik, menjaga kelembaban tanah.
mikroorganisme tanah Pupuk padat dapat berupa
mempunyai peranan penting pupuk hijau, pupuk serasah,
pada pembentukan struktur dan kompos, maupun pupuk
dinamika unsur hara. Meskipun kandang. Kesemuanya akan
pelepasan N secara berpengaruh positif terhadap
mikrobiologis tidak selalu sejalan tanah jika pemberiannya ke
dengan kebutuhan tanaman tanah setelah pupuk.
akan nitrogen.

Pupuk padat atau kering


f. Macam-Macam Bahan
Organik Pupuk Hijau

Bahan organik yang Leguminosa


ditambahkan ke dalam
tanah, biasanya berupa Pupuk hijau terbuat dari
pupuk. Pupuk organik tanaman atau komponen
adalah pupuk yang berasal tanaman yang dibenamkan
dari alam yaitu dari sisa-sisa ke dalam tanah.
organisme hidup baik sisa
tanaman maupun sisa Jenis tanaman yang banyak
hewan yang mengandung digunakan adalah dari
unsur-unsur hara baik makro familia Leguminoceae atau
maupun mikro yang yang kacang-kacangan dan jenis
dibutuhkan oleh tumbuhan rumput-rumputan (rumput
supaya dapat tumbuh gajah).
dengan subur.
Jenis tersebut dapat
Pupuk organik terbuat dari menghasilkan bahan organik
bahan yang dapat lebih banyak, daya serap
diperbaharui, didaur ulang, haranya lebih besar dan
diombak oleh bakteri-bakteri mempunyai bintil akar yang
tanah menjadi unsur-usur membantu mengikat nitrogen
yang dapat digunakan oleh dari udara.
tanaman, tanpa mencemari
tanah dan air. Keuntungan penggunaan
pupuk hijau antara lain:
Pupuk organik dapat berupa
pupuk cair dan pupuk padat. - mampu memperbaiki
Pupuk cair biasanya berupa struktur dan tekstur
saringan dari pupuk padat. tanah serta infiltrasi
Pupuk cair ini dimaksudkan air
agar penggunannya lebih
mudah, tidak mengandung

540
- mencegah adanya (1) Kecepatan
erosi pertumbuhannya terutama
pada waktu masih muda.
- membantu
mengendalikan hama (2) Dalamnya sistem
dan penyakit yang perakaran
berasal dari tanah dan
gulma jika ditanam (3) Kekerasan batang
pada waktu tanah
bero (4) Cepat dan banyak
menghasilkan daun
- sangat bermanfaat
pada daerah-daerah (5) Mudah melapuk atau
yang sulit dijangkau membusuk
untuk suplai pupuk
inorganik. (6) Tahan terhadap pangkasan

Namun pupuk hijau juga (7) Umur tanaman pupuk hijau


memiliki kekurangan yaitu :
(8) Apakah menjadi sarang
- tanaman hijau dapat hama atau penyakit.
sebagai kendala
dalam waktu, tenaga, (9) Apakah daunnya dapat
lahan, dan air pada digunakan sebagai pakan
pola tanam yang ternak.
menggunakan rotasi
dengan tanaman (10) Apakah kayunya mudah
legume dapat patah atau tidak yang
mengundang hama dapat merugikan tanaman
ataupun penyakit utama.

- dapat menimbulkan
persaingan dngan Serasah dedaunan
tanaman pokok dalam
hal tempa, air dan Serasah dedaunan yang berasal
hara pada pola dari tanaman yang lebih tinggi
pertanaman tumpang menyebabkan terjadinya
sari. keseimbangan hara apabila
digunakan sebagai mulsa atau
Persyaratan tanaman sebagai dicampur langsung dengan
pupuk hijau tanah lapisan olah.

Beberapa persyaratan yang Pupuk seresah merupakan


harus dipertimbangkan dalam suatu pemanfaatan limbah
pemilihan pupuk hijau adalah atau komponen tanaman
sebagai berikut : yang sudah tidak terpakai.

541
Misalnya jerami kering, tanah sehingga
bonggol jerami, rumput membantu
tebasan, tongkol jagung, menyuburkan tanah
dan lain- lain. dan sumber humus

Pupuk ini sering disebut Pupuk Kompos


pupuk penutup tanah karena
pemanfaatannya dapat Pupuk kompos merupakan
secara langsung, yaitu bahan-bahan organik yang
ditutupkan pada permukaan telah mengalami pelapukan,
tanah di sekitar tanaman seperti jerami, alang-alang,
(mulsa). sekam padi, dan lain-lain
termasuk kotoran hewan.
Peranan pupuk ini
diantaranya adalah: Sebenarnya pupuk hijau dan
serasah dapat dikatakan
- dapat menjaga sebgai pupuk kompos.
kelembaban tanah, Tetapi sekarang sudah
mengurangi banyak spesifikasi mengenai
penguapan, kompos.
penghematan
pengairan Kompos matang kandungan
haranya kurang lebih : 1.69% N,
- mencegah erosi, 0.34% P2O5, dan 2.81% K.
permukaan tanah
yang tertutup mulsa Dengan kata lain 100 kg kompos
tidak mudah larut dan setara dengan 1.69 kg Urea,
terbawa air 0.34 kg SP 36, dan 2.18 kg KCl.
Misalnya untuk memupuk padi
- menghambat adanya yang kebutuhan haranya 200 kg
pencucian unsur hara Urea/ha, 75 kg SP 36/ha dan
oleh air dan aliran 37.5 kg KCl/ha, maka
permukaan membutuhkan sebanyak 22 ton
kompos/ha.
- menghambat
pertumbuhan gulma Jumlah kompos yang demikian
besar ini memerlukan banyak
- menjaga tekstur tanah tenaga kerja dan berimplikasi
tetap remah pada naiknya biaya produksi.

- menghindari Pupuk Kandang


kontaminasi penyakit
akibat percikan air Para petani terbiasa
hujan membuat dan menggunakan
- memperlancar pupuk kandang sebagai
kegiatan jasad renik pupuk karena murah, mudah

542
pengerjaannya, begitu pula yang sangat penting
pengaruhnya terhadap unuk pertumbuhan
tanaman. dan perkembangan
tanaman. Unsur mikro
Penggunaan pupuk ini yang tidak terdapat
merupakan manifestasi pada pupuk lainnya
penggabungan pertanian bisa dis ediakan oleh
dan peternakan yang pupuk kandang,
sekaligus merupakan syarat misalnya S, Mn, Co,
mutlak bagi konsep Br, dan lain-lain.
pertanian organik.
- Pupuk kandang
Pupuk kandang mempunyai banyak mengandung
keuntungan sifat yang lebih mikrooganisme yang
baik daripada pupuk organik dapat membantu
lainnya apalagi dari pupuk pembentukan humus
anorganik, yaitu : di dalam tanah dan
mensintesa senyawa
- Pupuk kandang tertentu yang berguna
merupakan humus bagi tanaman,
banyak mengandung sehingga pupuk
unsur-unsur organik kandang merupakan
yang dibutuh kan di suatu pupuk yang
dalam tanah. Oleh sangat diperlukan
karena itu dapat bagi tanah dan
mempertahankan tanaman dan
struktur tanah keberadaannya dalam
sehingga mudah tanah tidak dapat
diolah dan banyak digantikan oleh pupuk
mengandung oksigen. lain.
Penambahan pupuk
kandang dapat Kadar hara dalam pupuk
meningkatkan kandang sangat beragam
kesuburan dan bergantung pada jenis ternak
poduksi pertanian. Hal dan umurnya (Tabel 20 ) .
ini disebakan tanah
lebih banyak menahan
air lebih banyak
sehingga unsur hara
akan terlarut dan
lebih mudah diserap
oleh bulu akar.

- Sumber hara makro


dan mikro dalam
keadaan seimbang

543
Tabel. 23 Kadar rataan unsur hara yang terdapat pada pupuk
kandang

Jenis H2O N P2O5 K2O


Bentuk kotoran
hewan
% kotoran
1. Kuda Padat 75 0.55 0.30 0.40
Cair 90 1.35 sedikit 1.25
Keseluruhan 78 0.70 0.25 0.55
2. Sapi Padat 85 0.40 0.20 0.10
Cair 92 1.00 sedikit 1.35
Keseluruhan 86 0.60 0.15 0.45
3. Domba Padat 60 0.75 0.50 0.45
Cair 85 1.35 0.05 2.10
Keseluruhan 68 0.95 0.35 1.00
4. Babi Padat 80 0.55 0.50 0.40
Cair 97 0.40 0.10 0.40
Keseluruhan 87 0.50 0.35 0.40
5. Ayam Keseluruhan 55 1.00 0.80 0.40

Tabel 24 berbagai sumber bahan organik (tanaman) dan C/N nya

No Bahan Organik C/N


1. Kayu (tergantung macam dan 200 - 400
umurnya)
2. Jerami Padi 50 - 70
3. Batang Jagung 100
4. Daun kering (tergantung macamnya) 50
5. Kulit buah kapuk 50
6. Bahan pupuk hijau yang tidak terlalu 20
tua.
7. Daun segar (tergantung macamnya) 10 – 20
8. Kulit buah kopi 15 – 20
9. Bahan pangkasn dari pohon teh 15-17
10 Daun dadap yang muda 11
11. Daun Theprosia yang muda 11

544
Pupuk Cair pemberantas
penggangu tanaman.
Pupuk oganik bukan hanya
berbentuk padat dapat Jenis tanaman pupuk hijau
berbentuk cair seperti pupuk yang sering digunakan untuk
anorganik. pembuatan pupuk cair
misalnya daun johar, gamal,
Pupuk cair sepertinya lebih dan lamtorogung
mudah dimanfaatkan oleh
tanaman karena unsur-unsur Pupuk hayati
di dalamnya sudah terurai
dan tidak dalam jumlah yang Pupuk hayati adalah mikrobia ke
terlalu banyak sehingga dalam tanah untuk
manfaatnya lebih cepat meningkatkan pengambilan hara
terasa. oleh tanaman dari dalam tanah
atau udara.
Bahan baku pupuk cair
dapat berasal dari pupuk Umumnya digunakan mikrobia
padat dengan perlakuan yang mampu hidup bersama
perendaman. Setelah (simbiosis) dengan tanaman
beberapa minggu dan inangnya.
melalui beberapa perlakuan,
air rendaman sudah dapat Keuntungan diperoleh oleh
digunakan sebagai pupuk kedua pihak, tanaman inang
cair. mendapatkan tambahan unsur
hara yang diperlukan,
Penggunaan pupuk cair sedangkan mikrobia
dapat m emudahkan dan mendapatkan bahan organik
menghemat tenaga. untuk aktivitas dan
Keuntungan pupuk cair pertumbuhannya.
antara lain : Mikrobia yang digunakan
sebagai pupuk hayati
- pengerjaan (hbiofertilizer) dapat diberikan
pemupukan akan lebih langsung ke dalam tanah,
cepat disertakan dalam pupuk organik
atau disalutkan pada benih yang
- penggunaanya akan ditanam.
sekaligus melakukan
perlakuan penyiraman Penggunaan yang menonjol
sehingga dapat dewasa ini adalah mikrobia
menjaga kelembaban penambat N dan mikrobia untuk
tanah meningkatkan ketersedian P
- aplikasinya bersama
pestisida organik
berfungsi sebagai
pencegah dan

545
Mikrobia penambat nitrogen Meskipun masih merupakan
sumber nitrogen yang besar
Sumber utama N berasal dari sumbangannya bagi
gas N2 dari atmosfir. Kadar gas pertumbuhan tanaman, selama
nitrogen di atmosfir bumi sekitar beberapa dekade sekarang ini
79% dari volumenya. sumber nitrogen kacangan-
kacangan dan pupuk kandang
Walaupun jumlahnya sangat makin hari makin menurun
besar tetapi belum dapat peranannya.
dimanfaatkan oleh tanaman
tingkat tinggi, kecuali telah
menjadi bentuk yang tersedia. Jumlah nitrogen yang ditambat
oleh rhizobia sangat bervariasi
Proses perubahan tersebut: tergantung strain, tanaman inang
serta lingkungannya termasuk
- Penambatan oleh ketersediaan unsur hara yang
mikrobia dan jasad renik diperlukan.
lain. Jasad renik ada
yang hidup simbiotis Penambatan oleh rhizobia
dengan tanaman maksimum bila ketersediaan
tanaman legum (kacang- hara nitrogen dalam keadaan
kacangan) maupun minimum. Dianjurkan untuk
tanaman non legum memberikan sedikit pupuk
nitrogen sebagai starter, agar
- Penambatan oleh jazad- bibit muda memiliki kecukupan N
jasad renik yang hidup sebelum rhizobia menetap
bebas di dalam tanah dengan baik pada akarnya.
atau yang hidup pada Sebaliknya pemupukan nitrogen
permukaan organ dengan jumlah besar atau terus
tanaman seperti daun menerus akan memperkecil
kegiatan rhizobia sehingga
- Penambatan sebagai kurang efektif.
oksida karena terjadi
pelepasan muatan listrik Banyak genus rhizobia yang
di atmosfir. hanya dapat hidup menumpang
pada tanaman inang tertentu
Rhizobia (spesifik).

Selama berabad-abad Agar kemampuan menambat


penggunaan legum (kacang- nitrogen tinggi maka tanaman
kacangan) dalam pergiliran inang harus dinokulasi dengan
tanaman serta penggunaan inokulan yang sesuai.
pupuk kandang merupakan cara-
cara yang penting dalam
penyediaan nitrogen tambahan
pada tanaman non legum.

546
Penambat N Dipandang dari segi pertanian
yang hidup bebas penambatan nitrogen oleh
bakteri yang hidup bebas di
Penambatan nitrogen dalam dalam tanah mempunyai
tanah dilakukan juga oleh jasad peranan lebih penting
renik yang hidup bebas, artinya
tidak bersimbiosis dengan Kemampuan maksimum
tanaman inang. penambatan nitrogen oleh jasad
ini berkisar 20 sampai 40 kg per
Jasad tersebut antara lain hektar N per tahun
adalah ganggang hijau-biru
(Chyanophiceae) dan bakteri Mikoriza
yang hidup bebas.
Mikoriza adalah suatu bentuk
Bakteri yang hidup bebas ialah asosiasi simbiotik antara akar
Rhodospirillum sp. yang tumbuhan tingkat tinggi dan
fotosintetis, Clostridium yang miselium cendawan tertentu.
merupakan jasad bersifat anerob
serta Azotobacter dan Pada umumnya, tanah yang
Beiyerinckia yang aerob. dikelola secara organik
menunjukkan adanya
Ganggang biru hijau hidup pada peningkatan mikoriza yang
berbagai keadaan lingkungan, bersimbiosis dengan perakaran
bahkan pada permukaan batu di tanaman.
lahan gurun pasir yang gersang.
Dia bersifat auototrof sempurna Berdasarkan struktur tubuh dan
dan hanya memerlukan sinar cara infeksi terhadap tanaman
matahari, air, nitrogen bebas, inang, mikoriza dapat
karbon dioksida dan garam- digolongkan menjadi 2 kelompok
garam yang mengandung hara besar (tipe) yaitu ektomikoriza
mineral penting. dan endomikoriza.

Karena ganggang memerlukan Namun ada juga yang


sinar matahari maka diduga membedakan menjadi 3
hanya sedikit pengaruhnya kelompok dengan menambah
terhadap penambahan unsur N jenis ketiga yaitu peralihan dari 2
dalam tanah pertanian yang bentuk tersebut yang disebut
diusahakan di dataran tinggi. ektendomikoriza.

Manfaat lain yang diperoleh dari Pola asosiasi antara cendawan


ganggang hijau-biru ini ialah dengan akar tanaman inang
terjadinya pelapukan secara menyebabkan terjadinya
biologis sehingga menjadi lebih perbedaan morfologi akar antara
terbukanya kehidupan lain pada ektomikoriza dengan
permulaan genesa tanah. endomikoriza.

547
Pada ektomikoriza, jaringan hipa dalam perbaikan struktur tanah,
cendawan tidak sampai masuk meningkatkan kelarutan hara
kedalam sel tapi berkembang dan proses pelapukan bahan
diantara sel kortek akar induk.
membentuk "hartig net dan
mantel dipermukaan akar.

Sedangkan endomikoriza,
jaringan hipa cendawan masuk
kedalam sel kortek akar dan
membentuk struktur yang khas
berbentuk oval yang disebut
vesicle dan sistem percabangan
hipa yang disebut arbuscule,
sehingga endomikoriza disebut
juga vesicular-arbuscular
micorrhizae (VAM)

Peran mikoriza
Gambar 212 Penampang
Pertumbuhan tanaman melintang akar yang
tidak bermikoriza
Hubungan timbal balik antara
cendawan mikoriza dengan
tanaman inangnya
mendatangkan manfaat positif
bagi keduanya (simbiosis
mutualistis).

Karenanya inokulasi cendawan


mikoriza dapat dikatakan
sebagai 'biofertilization", baik
untuk tanaman pangan,
perkebunan, kehutanan maupun
tanaman penghijauan.

Bagi tanaman inang, adanya


asosiasi ini, dapat memberikan
manfaat yang sangat besar bagi
pertumbuhannya, baik secara
langsung maupun tidak
langsung.
Gambar 213 Penampang
melintang akar
Secara tidak langsung,
cendawan mikoriza berperan bermikoriza

548
kekeringan dan
kelembaban yang ekstrim

4. Meningkatkan produksi
hormon pertumbuhan dan
zat pengatur tumbuh
lainnya seperti auxin.

5. Menjamin
terselenggaranya proses
biogeokemis.

Efektivitas mikoriza dipengaruhi


oleh faktor lingkungan tanah
yang meliputi faktor abiotik
Gambar 214 Perbedaan (konsentrasi hara, pH, kadar air,
pertumbuhan akar temperatur, pengolahan tanah
kedelai bermikoriza dan penggunaan
dengan tidak pupuk/pestisida) dan faktor biotik
(interaksi mikrobial, spesies
cendawan, tanaman inang, tipe
perakaran tanaman inang, dan
Sedangkan secara langsung, kompetisi antar cendawan
cendawan mikoriza dapat mikoriza).
meningkatkan serapan air, hara
dan melindungi tanaman dari Perbaikan Struktur Tanah.
patogen akar dan unsur toksik.
Cendawan mikoriza melalui
Sedikitnya ada 5 hal yang dapat jaringan hipa eksternal dapat
membantu perkembangan memperbaiki dan memantapkan
tanaman dari adanya mikoriza ini struktur tanah.
yaitu :
Sekresi senyawa-senyawa
1. Mikoriza dapat polisakarida, asam organik dan
meningkatkan absorpsi lendir oleh jaringan hipa
hara dari dalam tanah eksternal yang mampu mengikat
butir-butir primer menjadi
2. Mikoriza dapat berperan agregat mikro. "Organic binding
sebagai penghalang biologi agent" ini sangat penting artinya
terhadap infeksi patogen dalam stabilisasi agregat mikro.
akar.
3. Meningkatkan ketahanan Kemudian agregat mikro melalui
tanaman terhadap proses "mechanical binding
action" oleh hipa eksternal akan

549
membentuk agregat makro yang Serapan Air dan Hara.
mantap.
Jaringan hipa ekternal dari
Berdasarkan beberapa hasil mikoriza akan memperluas
penelitian diketahui bahwa VAM bidang serapan air dan hara.
mengasilkan senyawa Disamping itu ukuran hipa yang
glycoprotein glomalin yang lebih halus dari bulu-bulu akar
sangat berkorelasi dengan memungkinkan hipa bisa
peningkatan kemantapan menyusup ke pori-pori tanah
agregat. yang paling kecil (mikro)
sehingga hipa bisa menyerap air
Konsentrasi glomalin lebih tinggi pada kondisi kadar air tanah
ditemukan pada tanah-tanah yang sangat rendah.
yang tidak diolah dibandingkan
dengan yang diolah. Glomalin Serapan air yang lebih besar
dihasilkan dari sekresi hipa oleh tanaman bermikoriza, juga
eksternal bersama enzim-enzim membawa unsur hara yang
dan senyawa polisakarida mudah larut dan terbawa oleh
lainnya. aliran masa seperti N, K dan S.
sehingga serapan unsur tersebut
Pengolahan tanah menyebabkan juga makin meningkat.
rusaknya jaringan hipa sehingga
sekresi yang dihasilkan sangat Disamping serapan hara melalui
sedikit. aliran masa, serapan P yang
tinggi juga disebabkan karena
Pembentukan struktur yang hipa cendawan juga
mantap sangat penting artinya mengeluarkan enzim
terutama pada tanah dengan phosphatase yang mampu
tekstur berliat atau berpasir. melepaskan P dari ikatan-ikatan
spesifik, sehingga tersedia bagi
Agregat tanah menjadi lebih tanaman.
baik, lebih berpori dan memiliki
permeabilitas yang tinggi, namun MikoriZa juga diketahui
tetap memiliki kemampuan berinteraksi sinergis dengan
memegang air yang cukup untuk bakteri pelarut fosfat atau bakteri
menjaga kelembaban tanah.. pengikat N. Inokulasi bakteri
pelarut fosfat (PSB) dan mikoriza
Struktur tanah yang baik akan dapat meningkatkan serapan P
meningkatkan aerasi dan laju oleh tanaman tomat dan pada
infiltrasi serta mengurangi erosi tanaman gandum.
tanah, yang pada akhirnya akan
meningkatkan pertumbuhan Kolonisasi oleh jamur mikoriza
tanaman.. meningkat bila tanaman kedelai
juga diinokulasi dengan bakteri
penambat N, B. japonicum.

550
Proteksi Dari Patogen dan Pada tanaman tertentu, adanya
Unsur Toksik. mikoriza menarik perhatian
zoospora Phytopthora, sehingga
Mikoriza dapat meningkatkan tanaman menjadi lebih peka
pertumbuhan tanaman melalui terhadap penyakit busuk akar.
perlindungan tanaman dari
patogen akar dan unsur toksik. Mikoriza juga dapat melindungi
tanaman dari ekses unsur
Struktur mikoriza dapat berfungsi tertentu yang bersifat racun
sebagai pelindung biologi bagi seperti logam berat (Killham,
terjadinya patogen akar. 1994).

Mekanisme perlindungan dapat Mekanisme perlindungan


diterangkan sebagai berikut : terhadap logam berat dan unsur
beracun yang diberikan mikorisa
1. Adanya selaput hipa dapat melalui efek filtrasi,
(mantel) dapat berfungsi menonaktifkan secara kimiawi
sebagai barier masuknya atau penimbunan unsur tersebut
patogen. dalam hipa cendawan.

2. Mikoriza menggunakan VAM juga dapat berfungsi


hampir semua kelebihan sebagai tumbuhan pioneer di
karbohidrat dan eksudat lahan buangan limbah industri,
lainnya, sehingga tercipta tailing tambang batubara, atau
lingkungan yang tidak lahan terpolusi lainnya.
cocok untuk patogen.
Inokulasi dengan inokulan yang
3. Cendawan mikoriza cocok dapat mempercepat
dapat mengeluarkan usaha penghijauan kembali
antibiotik yang dapat tanah tercemar unsur toksik.
mematikan patogen.
Penggunaan Mikoriza pada
4. Akar tanaman yang Tanaman
sudah diinfeksi cendawan
mikoriza, tidak dapat Bagian mikoriza yang dapat
diinfeksi oleh cendawan digunakan sebagai sumber
patogen yang inokulan tanaman adalah:
menunjukkan adanya
kompetisi. - Mycelia (bagian utama
dari jamur) dan potongan
Namun demikian tidak hypa bagian ini sering
selamanya mikoriza memberikan disarankan untuk
pengaruh yang menguntungkan digunakan sebagai
dari segi patogen. sumber inokulan pada
tanaman karena metode
ini paling efisien secara

551
biologis untuk inokulasi disamping itu bentuk ini
tumbuhan memudahkan penyebarannya
dan dosis anjuran inokulum yang
- Potongan akar tanaman akan diberikan ke tanaman.
Bagian ini merupakan
inang inokulum untuk Perbanyakan mikoriza
bibit-bibit baru 9akar
tanam yang baru). Perbanyakan mikoriza sebagai
Secara serupa, potongan sumber inokulum dapat
mikoriza juga digunakan dilakukan dengan cara
sebagai inokulum. sederhana sebagai berikut:

- Spora, dari mikoriza, Bahan


sumber inokulum yang
sudah dalam bentuk 1. Biakan stater (sebanyak 1
spora dapat disimpan kg)
lebih lama dan dapat
lebih muda diangkut ke 2. akua cup warna
tempat lain yang 3. pasir sungai
membutuhkan. Spora
akan tumbuh dan 4. hyponex merah
menginfeksi akar
tanaman yang baru jika 5. benih jagung
kondisi lingkungan sesuai
Cara pembuatan
- Tanah tempat tumbuh
tanaman bermikoriza, 1. lubangi dasar akua cup
Metode ini merupakan dengan menggunakan
metode yang paling paku panas
mudah dan paling
sederhana. Masalah 2. cuci bersih pasir sungai
utama dari pendekatan
ini adalah pemindahan 3. kemudian rendam dalam
volume tanah dalam larutan hyponex merah
jumlah yang besar. selama semalam

Meskipun masing-masing 4. Isi dengan pasir yang


metode memiliki keunggulan dan mengandung pupuk dan
kekurangan masing-masing, tanam jagung
inoculum campuran lebih unggul
dengan penyebaran yang lebih 5. pelihara selama 8 minggu
cepat dan lebih jelas.
6. Angkat ke dalam ruangan
Untuk penyimpanan dalam biarkan mengering
waktu yang lama lebih baik
dalam bentuk inoculum spora

552
7. setelah kering ambil e. Menyimpan dalam
koran, tuang pot dan nitrogen cair ( -176° C).
tanamannya, gunting Setiap culture collection
kecil kecil menentukan sendiri cara
mana yang paling tepat
8. Simpan dalam wadah sehubungan dengan
plastik fasilitas yang ada dan
dana yang tersedia
9. Mikoriza siap dipakai (Kirsop & Snell, 1984).

g.Pengelolaan h. Teknologi Kompos Bioaktif


Mikroorganisme
Petani organik menggunakan
Pengelolaan mikroorganisme pupuk hijau atau pupuk
meliputi pemeliharaan, kandang. Kedua jenis pupuk itu
penyimpanan, dan distribusi. adalah limbah organik yang telah
mengalami penghacuran
Syarat utama dalam pengelolaan sehingga menjadi tersedia bagi
mikroorganisme ini adalah tanaman. Limbah organik seperti
adalah bahwa biakan sisa-sisa tanaman dan kotoran
mikroorganisme yang akan binatang ternak tidak bisa
disimpan harus murni. langsung diberikan ke tanaman.
Limbah organik harus
Cara umum yang umum dipakai dihancurkan terlebih dahulu oleh
sekarang adalah: mikroba tanah menjadi unsur
hara yang dapat diserap oleh
a. Menyimpan pada suhu 4- tanaman.
10° C di lemari es (untuk
biakan yang jumlahnya Proses pengkomposan alami
sedikit). memakan waktu yang sangat
lama, berkisar antara enam
b. Menyimpan di dalam bulan hingga setahun sampai
mineral oil atau paraffin bahan organik tersebut benar-
oil (viabilitas bisa benar tersedia bagi tanaman.
mencapai 2-15 tahun).
Proses pengomposan dapat
c. Menyimpan dalam dipercepat dengan
keadaan beku-kering menggunakan mikroba
(liofilisasi), untuk jumlah penghancur (dekomposer) yang
besar. berkemampuan tinggi.

d. Menyimpan pada suhu di Penggunaan mikroba dapat


bawah -20° C, yaitu: -80° mempersingkat proses
C, -120° C, - 160°C. dekomposisi dari beberapa

553
bulan menjadi beberapa minggu Salah satu contoh pembuatan
saja. kompos pupuk kandang adalah
sebagai berikut:
Di pasaran saat ini banyak
tersedia produk-produk Bahan-bahan
biodekomposer untuk
mempercepat proses - Pupuk kandang : 300 kg
pengomposan, misalnya: - Dedak : 50 kg
SuperDec, OrgaDec, EM4, EM - Sekam : 150 kg
Lestari, Starbio, Degra Simba, - Gula pasir/gula merah
Stardec, dan lain-lain. dihaluskan/molase : 200
ml/20 sendok makan
Kompos bioaktif adalah kompos - EM4 : 500 ml/50 sendok
yang diproduksi dengan bantuan makan
mikroba lignoselulolitik unggul - Air secukupnya
yang tetap bertahan di dalam
kompos dan berperan sebagai Cara Pembuatan
agensia hayati pengendali
penyakit tanaman. - Larutkan EM4 dan gula
ke dalam air,
Mikroba biodekomposer unggul
yang digunakan adalah - Pupuk kandang, sekam
Trichoderma pseudokoningii , dan dedak dicampur
Cytopaga sp, dan fungi pelapuk secara merata,
putih.
- Siramkan EM4 secara
Mikroba tersebut mampu perlahan-lahan ke dalam
mempercepat proses adonan secara merata
pengomposan menjadi sekitar 2- sampai kandungan air
3 minggu. adonan mencapai 30 %.
Bila adonan dikepal
Mikroba akan tetap hidup dan dengan tangan, air tidak
aktif di dalam kompos. Ketika menetes dan bila kepalan
kompos tersebut diberikan ke tangan dilepas maka
tanah, mikroba akan berperan adonan mudah pecah
untuk mengendalikan organisme (megar).
patogen penyebab penyakit
tanaman. - Adonan digundukkan di
atas ubin yang kering,
dengan ketinggian
minimal 15 – 20 cm,
kemudian ditutup dengan
karung goni selama 4-7
hari,
- Pertahankan suhu
gundukan adonan

554
maksimum 50 oC. Bila - Secara ekonomi akan
suhunya lebih dari 50 oC, lebih menghemat devisa
turunkan suhunya negara untuk mengimpor
dengan cara dibolak pupuk, bahan kimia
balik, kemudian ditutup pertanian, serta memberi
kembali dengan karung banyak kesempatan
goni Suhu yang tinggi lapangan kerja dan
dapat mengakibatkan meningkatkan
bokashi menjadi rusak pendapatan petani.
karena terjadi proses
pembusukan. Karakteristik umum yang dimiliki
Pengecekan suhu pupuk organik ialah:
sebaiknya dilakukan
setiap 5 jam sekali. (i) Kandungan unsur
haranya sangat
- Seteh 4-7 hari bokashi rendah dan
telah selesai bervariasi,
terfermentasi dan siap
digunakan sebagai pupuk (ii) Penyediaan hara
organik. terjadi secara lambat,

(iii) Menyediakan hara


Prosedur diatas adalah salah dalam jumlah
satu contoh untuk pembuatan terbatas.
pupuk organik, untuk bahan-
bahan lainnya prinsipnya sama Secara garis besar keuntungan
begitu juga pemilihan mikroba yang diperoleh dengan
dekomposernya. pemanfaatan pupuk organik
adalah:
Keuntungan dan kerugian
pertanian Organik a. Mempengaruhi sifat fisik
tanah
Pertanian organik akan banyak
memberikan keuntungan ditinjau b. Mempengaruhi sifat kimia
dari gatra: tanah

- peningkatan kesuburan c. Mempengaruhi sifat biologi


tanah dan peningkatan tanah
produksi tanaman
maupun ternak d. Mempengaruhi kondisi
sosial.
- Dari gatra lingkungan
dapat mempertahankan
keseimbangan Pupuk organik ini juga
ekosistem. mempunyai kelemahan antara
lain:

555
a. Diperlukan dalam jumlah
yang sangat banyak
untuk memenuhi
kebutuhan unsur hara
dari suatu pertanaman

b. Hara yang dikandung


untuk bahan yang sejenis
sangat bervariasi

c. Bersifat ruah (bulky), baik


dalam pengangkutan dan
penggunaannya
dilapangan

d. Mungkin akan
menimbulkan kekahatan
unsur hara apabila bahan
organik yang diberikan
belum cukup matang.

556
DAFTAR PUSTAKA Asahi Chemical MFG.Co
ltd.1980. Atonik a
New Plant Stimulant.
Abidin. 1990. Dasar-Dasar Japan.
Pengetahuan tentang
Zat Pengatur Tumbuh, Al-Kariki, G.N., 2000. Growth of
Angkasa, Jakarta. mycorrhizal tomato
and mineral
Access South Bonsai acquisition under salt
information. Perawatan stress. Mycorrhiza J.
sederhana Bonsai. 10/2 : 51-54.
Diakses 25 Februari
2008 Ali, G.M., E.F. Husin, N. Hakim
Access South Bonsai dan Kusli, 1997.
information. Memualai Pemberian mikoriza
Bertanam Bonsai. vesikular asbuskular
Diakses 25 Februari untuk meningkatkan
2008 efisiensi pemupukan
fosfat tanaman padi
Aggangan, N.S. B.Dell and N. gogo pada tanah
Malajczuk, 1998. Ultisols dengan
Effects of chromium perunut 32P. p. 597-
and nickel on growth 605 dalam Subagyo
of the ectomycorrizal et al (Eds). Prosiding
fungus Pisolithus and Kongres Nasional VI
formation of HITI, Jakarta, 12-15
ectomycorrizas on Desmber 1995.
Eucalyptus urophylla
S.T. Blake. Suprapto SS. 2007. Budidaya
Geoderma 84 : 15-27. Tembakau.
http://72.14.235.104/se
Anggrek@yahoogroups.com. arch?q=cache:k-
Vanda Metusalae UhXqs_TKkJ:www.ekol
Anggrek Baru dari ogi.litbang.depkes.go.id
Indonesia. Diakses /data/vol%25202/SSupr
23 januari 2008 apto2_3.pdf+Budidaya+
tembakau&hl=id&ct=cln
Agustina, L., 2004.Dasar Nutrisi k&cd=6&gl=id. Diakses
Tanaman, PT tanggal 19 September
Rineka Cipta, 2007. 1 page.
Jakarta.
http://id.Wikipedia.org/wiki.
Agroklimat, Badan Litbang bawang Merah. Diakses
Pertanian. 24 januari 2008

A1
http://72.14.235.104/search?q=c Ba, A.M., K.B. Sanon , R.
ache:k- Doponnois, and J.
UhXqs_TKkJ:www.ekolo Dexheimer, 2000. Growth
gi.litbang.depkes.go.id/da response of Afselia
ta/vol%25202/SSuprapto africana Sm. seedlings to
2_3.pdf+Budidaya+temba ectomycorrhizal
kau&hl=id&ct=clnk&cd=6 inoculation in a nutrient-
&gl=id2007. Budidaya deficient soil. Mycorrhiza
Tembakau.. Diakses J. 9/2 : 91-95.
tanggal 19 September
2007. 1 page. Badan Agribisnis Departemen
Pertanian bekerjasama
http://warintek.bantul.go.id/web.p Penerbit Kanisius. 1999.
hp?mod=basisdata&kat= Kelayakan Investasi
1&sub=2&file=32b., Agribisnis I (Pisang,
2007. Budidaya Durian, jeruk, alpukat).
Tembakau Virginia. Kanisius. Yogyakarta
.
Diakses tanggal 19 Badan Penelitian dan
September 2007. 1 page. Pengembangan
Pertanian. 1992.
http://www.boyolali.go.id 2007.
Kebun. Diakses tanggal Baharsyah, J.S. 2007. Mengonveri Air
19 September 2007. 1 dengan Limbah Pabrik Gula.
page. Fakultas Pertanian IPB. www.
google.com

Acquaah G. 199. Horticulture Baharsyah, J.S. 2007.


Principles and Practices. Mengonveri Air dengan
Prentice-Hall, Inc. United Limbah Pabrik Gula.
States of America. Fakultas Pertanian IPB.
www. google.com

Azcon, R. and F. El-Atrash,


1997. Influence of Balai Pengkajian Teknologi
arbuscular mycorrhizae Pertanian ( BPTP )
and phosphorus Sulawesi Selatan :
fertilization on growth, http://sulsel.litbang.depta
nodulation an N2 fixation n.go.id/
(15N) in Medicago sativa Online version:
at four salinity level. Biol. http://sulsel.litbang.depta
Fertil. Soils 24 : 81-86. n.go.id/mod.php?mod=bu
letin&op=viewarticle&cid=
1&artid=17

A2
Baon, J.B. 1996. Blotong Cahyono, B., 1998. Tembakau :
Sebagai Bahan Organik Budidaya dan Analisis
dan Hara Bagi Usaha Tani. Kanisius,
Pertanaman Kakao, Yogyakarta.
Balai Penelitian
Perkebunan Jember. Chan, E. (2000). Tropical fruits of
Malaysia & Singapore.
Bertanaman Rambutan. Panebar Hong Kong: Periplus
Swadaya. Editions. (Call no.:
RSING 581.95957 CHA)
Bonus Trubus no. 342. 1998. Purdue University, Centre
Analisis Komoditas Kebal for new crops & plant
Resesi. products. (1995). New
crop factsheet:
BPPT, Gd.1 - Lt.16 , Jl. M.H. Rambutan. Retrieved on
Thamrin 8, Jakarta 10340 February 11, 2003.
Telpon : (021) 3168701 -
02, Fax. (021)3149058 Chang, S-t, J.A. Bushwell & S-w.
Chiu. 1993. Mushroom
BPPT, Gd.1 - Lt.16 , Jl. M.H. Biology and Mushroom
Thamrin 8, Jakarta 10340 Products. Nam Fung
Technical Support Printing Co., Ltd.
(021)71112109;
Customer Care Contributor Francis T. Zee, 1995.
081389010009; Fax. Nephellium Sp. USDA-
(021)3149058 ARS, National Clonal
Germplasm Repository,
bptp-jatim@litbang.deptan.go.id; Hilo, HI. Pardue Uiversity
bptp_jatim@yahoo.com. (center for New crops &
Plant product.
Buckman, H.O dan N.C Brady. 1982.
Ilmu Tanah. Terjemahan Cruz, 1995. Mechanism of
Soegiman.Bratara Karya drought resistance in
Aksara Jakarta. Pterocarpus indicus
enhanced by inoculation
Budi Samadi, Ir. 1997. Usaha with VA mycorriza and
Tani Kentang. Penerbit Rhizobium. Biotrop Spec.
Kanisius. Yogyakarta Publ.No56 : 131-137.
Biology and
Budidaya Tanaman Anthurium. Biotechnology of
Balai Pengkajia Mycorrhizae.
Teknologi Pertanian
KarangplosoInstalasi
Penelitian Dan
PengkajianTeknologi
Pertanian Wonocolo

A3
Cruz, A.F., T. Ishii, and K. Graham H. N.; Green tea
Kadoya., 2000. Effect of composition,
arbuscular mycorrhizal consumption, and
fungi on tree growth, leaf polyphenol chemistry;
water potential, and Preventive Medicine
levels of 1- 21(3):334-50 (1992).
aminocyclopropane-1-
carboxylic acid and Gandjar, I. 1993. Microbial
ethylene in the roots of utilization of agricultural
papaya under water waste for food. UNESCO
stress conditions. Regional Training
Mycorrhiza J. 10/3 : 121- Workshop on Advances
123. in Microbial Processings
for th Utilization of
C.T. Wheeler, I.M. Miller, R. Tropical Raw Materials in
Narayanan, the Production of Food
D.Purushothaman Products. Los Banos,
The Philippines. October
Daswir dan L, Panjaitan. 1981. 11-20, 1993.
Perkembangan Kelapa
Sawit diIndonesia. Februari 2000 Editor : Kemal
Prosiding Konp.Budidaya Prihatman
Karet dan Kelapa Sawit.
BPPM.p189-198. Fleibach, A.R. Martens and H.H.
Reber, 1994. Soil
Departemen Pertanian. 2005. microbial biomass and
Organisme microbial activity in soil
Pengganggu Utama treated with heavy metal
Tomat contaminated sewage
sludge. Soil Biol.
Dinas Pertanian dan Kehutanan Biochem. 26 (9) : 1201 -
Kabupaten Bantul Jalan 1205.
KH. Wahid Hasyim 210
Palbapang Bantul 55713 Fitter AH dan Hay RKM. Fisiologi
Telp. 0274-367541 Lingkungan
Tanaman.Gadjah mada
Duriat AS. Budidaya cabai Universiy Press.
Sehat. Balai penelitian Yogyakarta
tanaman Sayuran
lembang. Bandung. Fragrant Orchids.mht. Orchid of
Indonesia
Endang, S. R. 2001.
FORKOMIKRO.e-mail
:endangyk@yogya.wasan
tara.net.id

A4
Hakim,N;M.Y.Nyakpa;A.M.Lubis; http://www.my normas.com//
S.G.Nugraha;M.R. Rumput apa?. Diakses
Saul;M.A. Diha;Go Ban 15 januari 2008
Hong dan H.H. Beiley.
1986. Dasar-Dasar Ilmu http://www.my normas.com//
Tanah. Universitas cara-cara Rumput
Lampung, Lampung. membiak Diakses 15
januari 2008
Heddy, S. 1996. Hormon
Pertumbuhan, Program http://www.my normas.com//
Penulisan Proyek Pelita Jenis-jenis Rumput Turf.
DEPDIKBUD dan Diakses 15 januari 2008
Pelaksanaan Pendidikan
Diploma (DIII) Universitas http://www.my normas.com//
Brawijaya. Rajawali Masalah-masalah
Press. Jakarta. Rumput Turf. Diakses 15
januari 2008
Heddy Suwasono. 1987. Biologi http://www.my normas.com//
Pertanian (Tinjauan Nama Scientifik. Diakses
singkat tentang anatomi, 15 januari 2008
fisiologi, sistematika, dan http://www.my normas.com//
genetika dasar tumbuh- Penanaman . Diakses 15
tumbuhan. Rajawali pers. januari 2008
Jakarta.
http://www.my normas.com//
Hong Kong.Desmeth, P. 1999. Penyediaan Tapak
Microorganisms Diakses 15 januari 2008.
Sustainable Use and
Access Regulation http://warintek.bantul.go.id/web.p
International Code of hp?mod=basisdata&kat=
Conduct. MOSAICC. 1&sub=2&file=32., 2007.
Directorate General XII Budiaya Tembakau
Science, Research and Virginia. Diakses tanggal
Development of the 19 September 2007. 1
Commission of page.
theEuropean Union.
Belgian Coordinated http://www.boyolali.go.id/isi/isi_pt
Collections of s.asp?isi=kebun. 2007.
Microorganisms, Kebun. Diakses tanggal
Brussels, Belgium. 19 September 2007. 1
page.
http://www.anisorchid.com.
Anggrek Lain. Diakses 15 http://en.wikipedia.org/wiki/Hydro
Januari 2008 ponics Diakses 15 januari
2008

A5
http://id.wikipedia.org/wiki/Fotosi http://www.agromedia.net/compo
ntesis" Diakses 15 nent/option.com_banner//
januari 2008 Itemid,o/task,click.bid,3.
Membentuk Bonsai
http://tabloidgallery.wordpress.co Adenium. Diakses 23
m/2007/09/29/begonia/ januari 2008.
Diakses 15 januari 2008
"http://id.wikipedia.org/wiki/Bons
http://warintek.bantul.go.id/web.p ai" diakses 18 Februari
hp?mod=basisdata&kat= 2008
1&sub=2&file=32
September 2000 http://www.mynormas.com/ cara-
cara Rumput membiak.
http:// warintek.progressio.or.id/- Diakses 25 Februarai
by rans, 2006. Diakses 2008
15 januari 2008
http://www.mynormas.com/
http://whatcom.wsu.edu/ Diakses Amalan Kultura Diakses
15 januari 2008 25 Februarai 2008

http://www.deptan. .go-id/ http://www.mynormas.com/ jenis-


Diakses 15 januari 2008 jenis Rumpurt Turf.
Diakses 25 Februarai
http://www.orchid.or.jp/ Diakses 2008
15 januari 2008
www.mynormas.com masalah-
masalah Rumputr Turf.
http://www.ristek.go.id Diakses
Diakses 25 Februarai
15 januari 2008
2008
http://www.votawphotography.co
www.mynormas.com.
m.com.teknik
Penanaman. Diakses 25
Februarai 2008
http://id.wikipedia.org/wiki/Bunga
_matahari" Diakses 23
http://www.mynormas.com.
Januari 2008
Penyediaan tapak.
Diakses 25 Februarai
http://agrolink.moa.my/doa/bdc/b
2008
ungaros.html. diakses 23
Januari 2008
http://www.mynormas.com/
Diakses 25 Februarai
2008

A6
http://www.mynormas.com/ Top Pusat Penelitian &
dressing. Diakses 25 Pengembangan
Februarai 2008 Hortikultura. Jenis Tomat.
Diakses 23 januari 2008.
http://ms.wikipedia.org/wiki/Hidro
ponik. Diakses 25 Pusat penelitian &
Februarai 2008 Pengembangan
Hortikultura. Budidaya
http://groups.yahoo.com/group/a Tanaman Buncis rambat.
gromania/BUDIDAYA Diakses 23 januari 2008
TANAMAN KAKAO, Pusat penelitian &
Persiapan Naungan dan Pengembangan
Pangkasan Bentuk. Hortikultura.tanaman
Sayur Cabai.. Diakses 23
http://www.pustaka- januari 2008
deptan.go.id/agritek/ppua
0148.pdf. Budidaya Indonext.com. Budidaya Cabe
Tanaman karet Diakses dalam Polybag. Diakses
25 Februarai 2008 23 Januari 2008.

"http://id.wikipedia.org/wiki/Ercis" IPTEKnet. All rights reserved


Diakses 25 Februarai Office : BPPT, Gd.1 -
2008 Lt.16 , Jl. M.H. Thamrin
8, Jakarta 10340
Pusat penelitian & Technical Support
Pengembangan (021)71112109;
Hortikultura. Customer Care
Pengeringan Sayuran. 081389010009; Fax.
Diakses 25 Februarai (021)3149058 Seledri.
2008 Diakses 23 januari 2008

Pusat Penelitian &


Pengembangan IPTEKnet. Bawang merah rights
Hortikultura. Jenis reserved
kentang. Diakses 23 Office : BPPT, Gd.1 -
januari 2008. Lt.16 , Jl. M.H. Thamrin
8, Jakarta 10340
Pusat Penelitian & Technical Support
Pengembangan (021)71112109;
Hortikultura. Budidaya Customer Care
Bawang Merah. Diakses 081389010009; Fax.
23 januari 2008. (021)3149058

A7
Imas, T., R.S. Hadioetomo, A.W. Joner, E.J. and C. Leyval, 2001.
Gunawan dan Y. Setiadi, Influence of arbuscular
1989. Mikrobiologi Tanah mycorrhiza on clover and
II. Depdikbud Ditjen Dikti, ryegrass grown together
Pusat Antar Universitas in a soil spiked with
Bioteknologi, IPB. polycyclic aromatic
hydrocarbons.
Interstate publisher. 1998. Mycorrhiza J. 10/4 : 155-
Western Fertilizer 159.
Handbook. United Stated
Amerika. Joiner, J.N. 1981. Foliage Plant
Production, Prent
Indonext.com. Teknik Budidaya Production. Prentice- Hall
Bawang Merah. Diakses Englewood Cliffs, New
12 Januari 2008 Jersey.

Isroi, S.Si, M.SiPeneliti Mikroba Jumin HB, 1994, dasar-dasar


Balai Penelitian Agronomi. PT Rja
Bioteknologi Perkebunan Gafindo persada.
Indonesia Lembaga Riset Jakarta.
Perkebunan Indonesia
Jalan Taman Kencana Jana Arcimoviþová, Pavel
No. 1 Bogor 16151 Telp. Valíþek (1998): VĤnČ
0251 324048/327449 þaje, Start Benešov.
Fax. 0251 328516 ISBN 80-902005-9-1 (in
Email:mailto:ipardboo@in Czech)
do.net.id;
mailto:isroi@ipard.com Kabirun, S. and J. Widada, 1995.
Response of soybean
info@duniaflora.com. 2007. grown on acid soil to
Hijau Rumput berkat inoculation of vesicular-
kondisioner. Diakses 27 arbuscular mycorrhizal
Januari 2008 fungi. Biotrop Spec.
Publ.No56 : 131-137.
Biology and
Jana Arcimoviþová, Pavel Biotechnology of
Valíþek (1998): VĤnČ Mycorrhizae.
þaje, Start Benešov.
ISBN 80-902005-9-1 (in Kanisius an badan Agribisnis
Czech) Jahe (Zingiber Departemen pertanian.
Officinale) Sumber: Kelayakan investasi
Sistim Informasi Agribisnis 1 (Pisang,
Manajemen Durian, Jeruk Alpukat).
Pembangunan di Jakarta
Perdesaan, BAPPENAS,
Jakarta,

A8
Kantor Wilayah Departemen Killham, K, 1994. Soil ecology.
Pertanian Propinsi Cambridge University
Maluku. 1996.Pertanian Press
Maluku dalam Prospek
Agribisnis. Kantor
Kim, K.Y., D. Jordan, and
Wilayah. Departemen
Pertanian Propinsi McDonald, 1998. Effect
Maluku, Ambon. hlm 4. of phosphate-solubilizing
bacteria and vesicular-
Kantor Statistik Propinsi Maluku. arbuscular mycorrhizae
2000. Maluku dalam on tomato growth and soil
Angka. microbial activity. Biol.
Fertil. Soils 26 : 79-87.
Kantor Statistik Propinsi Maluku,
Ambon. hlm 246. Kirsop B.E. & J.J. Snell (eds.).
1982. Maintenance of
Kartasapoetra AG. Dan Mulyani Microorganisms. A
Sutedjo. Teknologi Manual of Laboratory
Pengairan Pertanian Methods. Academic
Irigasi.1994. Bumi Press, Inc. London.
Aksara. Jakarta.
Komagata, K. 1994. Background
Khan, A.G., 1993. Effect of of Microbial Industry in
Japan. In: Komagata, K.,
various soil environment
T. Yoshida, T. Nakase, H.
stresses on the Osada. (eds.).
occurance, distribution Proceedings of the
and effectiveness of VA International Workshop
mycorrhizae. Biotropia 8 : on Application and
39-44. Control of
Microorganisms in Asia,
Khan, M.H., 1995. Role of pp. 1-11. March 14-18,
1994, Science and
mycorrhizae in nutrient
Technology Agency,
uptake and in the Tokyo, Japan.
amelioration of metal
toxicity. Biotrop Spec. Kusumo, S. 1990. Zat Pengatur
Publ.No56 : 131-137. TumbuhTanaman. Jasa
Biology and Guna, Jakarta.
Biotechnology of
Mycorrhizae.
Lamina. 1989. Kedelai dan
Pengembangannya. CV
Simplex, Jakarta.

A9
Lembar Informasi Pertanian Malaysian Agricultural Research
(LIPTAN) LPTP Koya and Development
Barat, Irian Jaya No. 02/99 Institute, MARDI, G.P.O.
Box 12301, Kuala
Lembar Informasi Pertanian Lumpur, 50774 Malaysia
(LIPTAN) BIP Irian Jaya Chanthaburi Horticultural
No. 109/92 Diterbitkan Research Center,
oleh: Balai Informasi Amphur Kloong,
Pertanian Irian Jaya Jl. Chanthaburi, Thailand
Yahim – Sentani – USDA/ARS, National
Jayapura Budidaya Clonal Germplasm
Tanaman Karet. Repository, P.O. Box
4487, Hilo, Hawaii 96720,
Lima TahunPenelitian dan U.S.A.
Pengembangan
Pertanian 1987-1991. Masiworo, Sutanto K dan Anung
BadanPenelitian dan A. 1990. Lembar
Pengembangan Informasi Pertanian
Pertanian, Jakarta. hlm. (LIPTAN) BIP Irian Jaya
14. No. 136/93 Diterbitkan
oleh: Balai Informasi
Lingga, P. 1994. Petunjuk Pertanian Irian Jaya Jl.
Penggunaan Pupuk. Yahim – Sentani –
Penebar Swadaya, Jayapura.
Jakarta.
Matnawi, H., 1997. Budidaya
Loka Pengkajian Teknologi Tembakau Bawah
Pertanian Koya Barat Naungan Karet

Lozano, JMR., and R. Azcon,


2000. Symbiotic Matsuo T dan Hoshikawa. 1993.
efficiency and effectivity Science of The Rice
of an autochthonous Plant. Morphology.
arbuscular mycorrhizal Nosan Gyoson Bunka
Glomus sp. from saline Kyokai. Tokyo
soils and Glomus
deserticola under salinity. McGonigle, T.P.M. and M.H.
Mycorrhiza 10/3 : 137- Miller, 1993. Mycorrhizal
143. development and
phosphorus absorption in
Mahisworo, Kusno Susanto dan maize under conventional
Agustinus Anung, and reduced tillage. Soil
Bertanam Rambutan; Sci. Soc. Am. J. 57 (4) :
Jakarta: 1002-1006.

A10
Morte, A., C.Lovisolo and A. Oliveira, R.S., JC. Dodd and
Schubert, 2000. Effect of PML. Castro, 2001. The
drought stress on growth mycorrhizal status of
and water relations of the Pragmites australis in
mycorrhizal association several polluted soils and
Helianthemum sediments of an
almeriense - Tervesia industrialised region of
claveryi. Mycorrhiza J. Northern Portugal.
10/3 : 115-119. Mycorrhiza J. 10/5 : 241-
247.
Munyanziza, E., H.K. Kehri, and
D.J. Bagyaraj, 1997. Pracaya. 1989. Bertanam
Agricultural mangga. Penebar
intensification, soil Swadaya. Jakarta
biodeversity and agro- Prada@com. Rumput
ecosystem function in the penutup tanah yang
tropics : the role of paling ideal
mycorrhiza in crops and
trees. Applied Soil Penebar Swadaya, 1991, cet ke-
Ecology 6 : 77-85. 3. 80p; 21 cm.

Nakase, T. 1998. Asian Network Pierce LC. 1987. Vegetables


on Microbial Researckes characteristics,
(ANMR): Promotion of production, and
Microbiology and Marketing. John Wiley
Biotechnology in Asian and Sons. United States
Region. International of America.
Conference on Asian
Network on Microbial pn8.co.id. Budidaya Teh
Researches. Gadjah
Mada University, Poedjiwidodo Y. 1996. Sambung
Yogyakarta, February 23- Samping Kakao.Trubus
25. Agriwidya Ungaran

Nuhamara, S.T., 1994. Peranan Pusposutarjo S. 2001.


mikoriza untuk reklamasi Pengembangan irigasi
lahan kritis. Program (Usaha tani berkelanjutan
Pelatihan Biologi dan
dan gerakan hemat air.
Bioteknologi Mikoriza.
Direktorat Jenderal
Pendidikan Tinggi
Departemen Pendidikan
nasional.

A11
Rahardi F.; Rina Nirwan S. dan Ratledge, C. 1992.
Iman Satyawibawa, Biotechnology: the socio-
Agribisnis tanaman economic revolution? A
perkebunan. Jakarta: synoptic view of the world
Penebar Swadaya, 1994. status of biotechnology.
Vi + 67p; ilus.; 21 p. In : DaSilva, E.J., C.
Ratledge, A. Sasson
(eds.). Biotechnoloy,
Rambutans set to become economic and social
mainstream fruit aspects. Issues for
Copyright © 2001-6, The developing countries.
Australian Nutrition Cambridge University
Foundation Inc (Nutrition Press.
Australia is the
registered business name Saono, S. 1994. Non-medical
for the Australian application and control of
Nutrition Foundation Inc) microorganisms in
- All rights reserved Indonesia. In: Komagata,
Disclaimer - Privacy K. , T. Yoshida, T.
Policy Nakase & H. Osada.
(eds.). Proceedings of the
Rani, D.B.R., S. Ragupathy and International Workshop
A. Mahadevan, 1991. on Application and
Incidence of vesicular - Control of
arbuscular mycorrhizae Microorganisms in Asia,
(VAM) in coal waste. pp 39-60. March 14-18,
Biotrop Special Publ. 42 : 1994. Science and
77-81 in Soerianegara Technology Agency,
and Supriyanto (Eds) Tokyo, Japan.
Proceedings of Second
Asean Conference on Sasson, A. 1998.
Mycorrhiza. Biotechnologies in
developing countries:
Rao, N.S Subha, 1994. present and future
Mikroorganisme tanah Volume 2: International
dan pertumbuhan co-operation. UNESCO
tanaman. Edisi Kedua. Publishing Imprimerie
Penerbit Universitas PUF, France. Steinkraus,
Indonesia. K. H. (ed.) 1996.
Handbook of indigenous
fermented foods. 2nd
revised and expanded
edition. Marcel Dekker.
New York.

A12
Singh, S., and K.K. Kapoor, Syam, S.O. Manurung, dan
1999. Inoculation with Yuswadi (Ed.). Kedelai.
phosphate-solubilizing Pusat Penelitian dan
microorganisms and a Pengembangan Tanaman
vesicular-arbuscular Pangan, Bogor. hlm. 243-
mycorrhizal fungus 261.
improves dry matter yield
and nutrient uptake by Surono, I.S. & A. Hosono. 1994.
wheat grown in a sandy Microflora and their
soil. Biol. Fertil. Soils 28 : enzyme profile in terasi
139-144. starter. Biosc. Biotech.
Biochem. 58 (6): 1167-
Soepardi.1979. Sifat dan Ciri 1169.
Tanah I. IPB.Bogor
Thomas, R.S., R.L. Franson, and
T. Yamamoto, M Kim, L R Juneja G.J. Bethlenfalvay, 1993
(editors): Chemistry and Separation of arbuscular
Applications of Green mycorrhizal fungus and
Tea, CRC Press, ISBN 0- root effect on soil
8493-4006-3 aggregation. Soil Sci. Soc.
Am. J. 57 : 77-81.
Solaiman, M.Z., and H. Hirata,
1995. Effect of Van Wambake A. 1991. Soil of
indigenous arbuscular the Tropic (properties and
mycorrhizal fungi in apprasial) McGraw-Hill,
paddy fields on rice Inc.Toronto.
growth and NPK nutrition
under different water Widada, J, dan S. Kabirun, 1997.
regimes. Soil Sci. Plant Peranan mikoriza vesikular
Nutr., 41 (3) : 505-514. arbuscular dalam
pengelolaan tanah mineral
Splittstoesser WE. 1984. masam. p. 589-595 dalam
Vegetables Growing Subagyo et al (Eds).
Handbook. Van Nostrand Prosiding Kongres
Reinhold Company.New Nasional VI HITI, Jakarta,
York. 12-15 Desmber 1995.

Sudarmo, S., 1991. Tembakau : Widyawan R dan Prahastuti S.


Pengendalian Hama dan 1994. Bunga Potong. Pusat
Penyakit. Kanisius, dokumentasi dan Informasi
Yogyakarta. Ilmiah. LIPI. Jakarta

Sumarno. 1993. Teknik


pemuliaan kedelai. Dalam
S. Somaatmadja, M.
Ismusnadji, Sumarno, M.

A13
Wright, S.F. and A. Upadhyaya, www.warintek.com. 2007.
1998. A survey of soils for Tembakau (Nicotiana
aggregate stability and tabacum L.). Dikutip dari:
glomalin, a glycoprotein Diakses tanggal 15
produced by hyphae of November 2007. 4
arbuscular mycorrhizal pages.
fungi. Plant and Soil 198 :
97 - 107. www.balittas.info/index.php?opti
on=isi&task=view&id=16
www.hort.purdue.edu/newcrop/cr &Itemid=50 - 75k -
opfactsheets/Rambutan.ht Cached. 2007. Balittas.
ml Diakses tanggal 20
September 2007. 1 page
www.irwantoshut.com
Zaini, Z., T. Sudarto, J. Triastoro,
www.irwantoshut.com E. Sujitno dan Hermanto,
1996. Usahatani lahan
www.naturalnusantara.,co.id. kering : Penelitian dan
2008 Budidaya karet. Pengembangan. Proyek
Diakses 23 Januari 2008 Penelitian Usahatani lahan
Kering. Pusat Penelitian
www.perkebunan.litbang.deptan. Tanah dan Agroklimat.
go.id.2007. Tembakau. Bogor
Diakses tanggal 15
November 2007. 1 page.
Zarate, J.T. and R.E. Dela Cruz,
www.wikipedia.org. 2007. 1995. Pilot testing the
Tembakau. Diakses effectiveness of arbuscular
tanggal 15 November mycorrhizal fungi in the
2007. 1 page. reforestation of marginal
grassland. Biotrop Spec.
www.warintek.com. 2007. Publ.No56 : 131-137.
Tembakau (Nicotiana Biology and Biotechnology
tabacum L.). Diakses of Mycorrhizae.
tanggal 15 November
2007. 4 pages. Zedan, H. 1992. The economic
value of microbial diversity.
www.perkebunan.litbang.deptan. Key note paper presented
go.id., 2007. Tembakau. at the VIIth International
Diakses tanggal 15 Conference for Culture
November 2007. 1 page. Collections. Beijing, China.
October 1992.
www.wikipedia.org. 2007.
Tembakau. Diakses
tanggal 15 November
2007. 1 page.

A14
GLOSARIUM

Analisa hara pupuk : menyatakan berapa jumlah relatif dari N,


P2O5,dan K2O dalam pupuk tersebut
ATP (Adenosine : satuan pertukaran energi dalam sel.
Triposfat)
Aerasi : Tata udara tanah
Allelopati :
Auksin : zat tumbuh yang pertama ditemukan yang
bekerja pada proses perpanjangan atau
pembesaran sel.
Bekerjanya pupuk : adalah waktu yang diperlukan sejak saat
pemberian pupuk hingga pupuk tersebut dapat
diserap tanaman
:
Curah hujan :
Daur air : adalah perubahan yang terjadi pada air secara
berulang dalam suatu pola tertentu.
Diferensiasi : proses pertumbuhan tanaman disebut
Derajat peresapan air Angka yang menyatakan derajat meresapnya
air pengairan ke dalam tanah dan kese-
ragaman peresapannya ke dalam lapisan-
lapisan bawah tanah
Derajat merupakan pernyataan yang menyatakan
ketebakan berapa besar pembasahan tanah, yang
kebasahan seharusnya segera dilakukan setelah kurun
waktu pemberian air pengairan.
Difusi : adalah pergerakan molekul atau ion dari
dengan daerah konsentrasi tinggi ke daerah
dengan konsentrasi rendah
Embrio : Calon individu baru
Epidermis : Kulit luar organ berupa lapisan lilin yang
mencegah kehilangan air secara berlebihan
Epigeal : Proses perkecambahan yang hipokotilnya
tumbuh memanjang akibatnya kotiledon dan
plumula terdorong ke permukaan tanah,
sehingga kotiledon berada diatas tanah
Fotosintesis : Pengubahan bentuk tanaga matahari menjadi
bentuk lain
Fotosisitem I : Molekul klorofil yang menyerap cahaya pada
panjang gelombang 700 nM.

Fotosistem II : Terdiri dari molekul klorofil yang menyerap

B1
cahaya pada panjang gelombang 680nM
Fototropisme : merupakan peristiwa pembengkokan ke arah
cahaya
Flooding (Cara adalah cara pemberian air ke lahan pertanian
penggenangan) sehingga menggenangi permukaan tanahnya.

Gen : faktor pembawa sifat menurun yang terdapat


di dalam makhluk hidup
Giberelin : Hormon yang bekerja hanya merangsang
pembelahan sel. Terutama untuk merangsang
pertumbuhan primer
Gravity irrigation
atau irigasi gaya Sistem ini menggunakan cara di mana
berat pemberian/ penyaluran air pengairan ini
sepenuhnya dengan memperhatikan gaya
berat
ground water, yaitu air tanah atau jelasnya air permukaan
yang meresap ke dalam tanah dan berkumpul
di bagian lapisan bawah tanah yang kemudian
sedikit demi sedikit akan ke luar melalui mata
air
Habitat : Tempat tinggal makluk hidup
Higroskopisitas : adala sifat mudah tidaknya pupuk bereaksi
pupuk dengan uap air.
Hipogeal : Pada perkecambahan ini terjadi pertumbuhan
memanjang dari epikotil yang menyebabkan
plumula keluar menembus kulit biji dan muncul
diatas tanah kotiledon tetap berada di dalam
tanah
Hormon (zat tumbuh) : suatu senyawa organik yang dibuat pada
suatu bagian tanaman dan kemudian diangkut
ke bagian lain, yang konsentrasinya rendah
dan menyebabkan suatu dampak fisiologis
Hiposonik : Suatu larutan yang mempunyai tekanan
osmosis lebih rendah daripada larutan lain
Indeks garam : merupakan gambaran perbandingan kenaikan
tekanan osmotik karena penambahan 100 g
pupuk dengan kenaikan tekanan osmotik
karena penambahan 100 g NaNO3
Irigasi Isecara umum didefinisikan sebagai
pemberian air kepada tanah dengan maksud
untuk memasok kelembaban tanah esensial
bagi pertumbuhan tanaman
interflow, yaitu aliran air yang meresap ke lapisan tanah
permukaan dan kemudian mengalir kembali ke
luar dari lapisan tanah permukaan tersebut ke

B2
permukaan tanahnya

Isotonik atau isomosi : Suatu larutan yang mempunyai tekanan


osmosis yang sama dengan larutan lain
Kelarutan pupuk : menyatakan mudah tidaknya suatu pupuk larut
dalam air, dan diserap akar tanaman.

Kekeringan dapat dinyatakan sebagai suatu keadaan


dimana berkurangnya jumlah air disebabkan
oleh menurunnya daya dukung tanah terhadap
ketersediaan air
Kekeringan hidrologi, adalah kekeringan yang berasosiasi dengan
efek periode singkat dari curah hujan
Kekeringan , adalah cekaman kekeringan yang
meteorology disebabkan keterbatasan curah hujan yang
berkepanjangan
Kekeringan sosial adalah keadaan perubahan sosial ekonomi
ekonomi, masyarakat yang disebabkan oleh
keterbatasan air
Kadar unsur pupuk Banyaknya unsur hara yang dikandung oleh
sutatu pupuk
Kemasaman pupuk : Reaksi fisiologis masam dari pupuk yang
diberikan ke tanah
Karbohidrat : Zat gula
Klorofil : Atau biasa disebut zat hijau daun. zat ini
sangat berguna untuk mengubah zat yang
diserapnya menjadi zat-zat makanan
Kloroplas :
Kinin atau sitokinin : Zat hormone yang bekerja mempercepat
pembelahan sel, membantu pertumbuhan
tunas dan akar, dan dapat menghambat
proses penuaan (senescence).

Kutikula : Lapisan dari lilin yang melindungi permukaan


daun dari teriknya cahaya matahari atau
lingkungan yang kurang menguntungkan
Kualitas air Adalah jumlah kandungan ion yang
pengairan berbahaya, ataupun hara yang berguna
bagi tanaman
Kohesi : Gaya tarik menarik Molekul air dengan
molekul air lainnya
Layu permanen : Tanaman yang kekurangan air dan apabila
disiram tidak dapat pulih kembali.
Mesofil : Sel-sel pada bagian daun yang banyak
mengandung kloroplas (lebih kurang
setengah juta kloroplas setiap milimeter

B3
perseginya)
Meiosis : pembelahan sel kelamin
Meristem : Jaringan muda yang senantiasa membelah
(meristematis)
Mitosis : pembelahan dari sel tubuh
Multiselluler : makhluk hidup bersel banyak
:
nilai ekivalen : yang artinya berapa jumlah Kg kapur (CaCO3)
kemasaman, yang diperlukan untuk meniadakan
kemasaman yang disebabkan oleh
penggunaan 100 Kg suatu jenis pupuk
Nutrisi : Mineral yang dibutuhkan tanaman
Osmosis : peristiwa bergeraknya pelarut antara dua
larutan yang dibatasi membran semi
permiable dan (selaput permiable diffrensial)
berlangsung dari larutan yang konsentrasinya
tinggi ke konsentrasi rendah
Pertumbuhan : didefinisikan sebagai peristiwa perubahan
biologis yang terjadi pada makhluk hidup
berupa perubahan ukuran yang bersifat
irreversible (tidak berubah kembali ke asal
atau tidak dapat balik)

Pertumbuhan primer : adalah pertumbuhan ukuran panjang pada


bagian batang tumbuhan karena adanya
aktivitas jaringan meristem primer.
Pertumbuhan : adalah pertambahan besar dari organ
sekunder tumbuhan karena adanya aktivitas jaringan
meristem sekunder yaitu kambium pada kulit
batang, kambium batang, dan dan akar.
Perkembangan : proses menuju pencapaian kedewasaan atau
tingkat yang lebih sempurna pada makhluk
hidup
Perkecambahan : merupakan proses pertumbuhan dan
perkembangan embrio
:
Phloem : pembuluh tempat transport makanan
Plasmolisis : Peristiwa lepasnya plasma sel dari dinding sel
:
Potensi air : energi potensial air yang terkandung dalam
tubuh tanaman
Pupuk buatan Pupuk buatan merupakan pupuk yang dibuat
oleh pabrik dengan kandungan unsur hara
tertentu
Pupuk asam Pupuk dapat menurunkan pH disebut
Pupuk basa Pupuk yang dapat menaikkan pH

B4
Pupuk tunggal : Pupuk yang hanya mengandung satu unsur
Pupuk majemuk : Pupuk yang mengandung lebih dari satu unsur

Reaksi terang : reaksi fotosintesis yang memerlukan cahaya


Reaksi gelap : reaksi fotosintesis yang tidak memerlukan
cahaya

Respirasi : merupakan proses perombakan senyawa


organik menjadi senyawa anorganik dan
menghasilkan energi
Respirasi aerob : suatu proses metabolisme tanaman dengan
menggunakan oksigen yang
Respirasi anaerob : reaksi pemecahan karbohidrat untuk
mendapatkan energi tanpa menggunakan
oksigen
Run off aliran air permukaan
Stomata : Mulut daun
Suhu minimum : Suhu paling rendah dimana organisme masih
dapat melaksanakan metabolismenya
Suhu maksimum : Suhu paling tinggi dimana organisme masing
dapat melaksanakan metabolisme
Suhu optimum : Suhu paling baik untuk kelangsungan
metabolisme pada makhluk hidup
Sugar sink : Tempat penerima gula, tempat gula disimpan
atau dikonsumsi
Supertonik : Suatu larutan yang mempunyai tekanan
osmosis lebih tinggi daripada larutan lain
Sprinkle Irigation air pengairan secara pancaran
Stomata : merupakan celah yang dibatasi oleh dua sel
penjaga
Tumbuhan hijau : Tumbuhan yang mengandung zat hijau daun
(klorifil)
Tekanan turgor. : Tekanan hidrostatik dalam sel disebut

Top dressing Pembeian pupuk melalui disebar di atas


permukaan tanah.
Transpirasi : adalah proses penguapan air melalui stomata
Uniselluler : Organisme ber sel tunggal
Xylem : Merupakan jaringan pengangkutan air

Zigot : Sel hasil penyatuan sel betina (ovum)


dengan sel kelamin jantan

B5
INDEKS Analisa 522,523 238
tanah,66 Batang 226 Busuk umbi
Analisa Bawang 238
tanaman,67,1 merah 264 Busuk
A
14 Barangan rimpang 279
Anhidrous merah 334 Busuk hitam,
Absorbsi,106
ammonia, 89 Bendungan,1 39, 379
Agregat 550
Anual 345 43 Batang
agroindustri,
Angin,171 Bedding bawah, 403
1
Anatomi system,148 Batang atas,
Aglonema
beras,169 Bedding plant 403
351
Anggrek 353 345 Bunga
agroekosiste
Ambon lumut, Bedengan matahari, 405
m, 167
117 234, 364 Begonia, 411
Aerasi 537
Amonium Batuan
Anggrek 353
sulfat Bercak daun penghias,
Arumanis 323
nitrat,94 384, 386 415
Air, 30,31
Akar primer, Bercak coklat Bentuk
Air tanah, 120
11 384 bonsai, 416
Air
Akar Bercak bunga
permukaan
sekunder, 11 387 Bonsai, 413
tanah,117
aplikasi,107 Bassiana, Bonsai tegak
Air sungai,
Aphids sp, 367 lurus, 416
119
367 Benih 210, Bonsai tegak
Air hujan,119
512 lurus
Amonifikasi,
Al, 45 Budidaya, beraturan,
49
Aerasi, 13 tanaman, 1 416
Ambon
Autotrop, 19 Biannual 345 Bonsai tegak
kuning 334
Asam Bulir padi, lurus tidak
an organik,87
superfospat, 160 teratur, 416
Antraknose
97 Biotik, 4 Bonsai
267,380
Asimilasi 18 Bioinsektisida tersapu
Aspek
Asupan 178, 367 angin, 418
pisiologi, 4
ATP, 23 Bibit,177,246 Bonsai anak
Aspek
Anthurium, Bunga, 5,226 air terjun, 418
ekologi, 4
407 Bunga potong Bonsai semi
Apatit, 55
Adenium, 409 349 anak air
Aspek
Alas pot, 415 Buah 226 terjun, 418
pemuliaan
Analisa Benih, 5,512 Bonsai
tanaman, 4
tanah, 430 Berta berkelompok,
Abiotik, 4
Aeroponik, chrysolineate, 419
Ajir 248
510 307
Akar
B Besi, 59 C
rambut.157
Bekicot 376 Cabe 253
Akar
Bahan Bibit, 5 Cabe kering
serabut,157
pangan, 1. Biji 227 261
Akar
Bahan Bibit 234 Cacahan
tajuk,158
organik Biji-bijian,108 pakis 349
Akar tinggal
tanah,78 Biologis,7 Cahaya, 19,
216
Bakteri 539 Bobot kering, 28,400,
Alternaria 250
Bakteri 8 425,529
Aktinomicetes
fotosintetik, Boron,62 Cangkok 218
539
24 Buah-buahan Cattleya 364
Amonia,88,90
Badan 205 Cercospora
Amonium.88
bendung,143 Bundel Carote, 292
Amonium
Bajak tanah vascular, 21 Curah hujan,
nitrat,91
194 Buah 13, 313
Amonium
Bak padi,162 Cu,45
sulfat,92
kecambah Bunga Clostridium
Amofos,95
213 padi,161 sp 547
Analisis, 6
Batu Busuk lunak
Analisa
fospat,96 385 Cross slope
kebutuhan
Batu bata Busuk daun ditch,148
hara,66

C1
CVPD 318 Hidrolisa, irigasi
Catlea 234 30,212
Climbing Higroskopisit J
rose, 401 as,85 Jagung,182
Cangkok, 511 hortikultura,1, jaminan
D 205,206 pupuk,103
Houseplant Jahe 271
Daerah aliran 346 Jahe putih
sungai Hipokotil, 11 272
(DAS),122 Hipogeal, 12 Jahe emprit
Daya pikat Hara, 13 272
347 Hara mikro, Jahe merah
Daun 226 59 272
Difusi,32 Hara makro, Jalur caspary,
Diferensiasi, 44 36
10 Hara mikro, Jelita 244
Dekorasi 347 44 Jeruk 311
Dendrodium Hayati,390 Joseph
264, 353 Hybrind tea, Priestly, 29
Deskripsi 327 401 Jaringan
Determinate, Hybrind irigasi,140.
198 prepertual, Jar.ir.tersier,1
Distribusi, 13 G 401 40
Dichocricic Hypa 548 Jar-ir-
punetiferalis Ganggang Hidroponik, utama,140
307 307 509
Gulma,5,307 Hidroponok K
Dolomit 55 Genotip,7 rakit apung, Kahat hara
Dormansi 211 Genetik, 12 510,517,519 187
Generatif Kalium,
Defisiensi 358, 407, 427 I 52,77,
kalsium, Geragih 217 Kalim
55,57 Gaminae, Ilmu tanah sulfat.98
Def.magnesiu 158 ionisasi. 23 Kalium
m, 59 Gravitasi, 35 Intensitas magnesium
Def-besi, 59 Glukosa, 40 cahaya, sulfat, 98
Def- Gejala 26,170, 354 Karbon, 44
mangan,62 kekurangan Indeks Kadar
Drainase.123, boron, 63 garam,85 pupuk.84
146,147 Gravity Indrabela 5p, Kandungan
E irrigation, 133 307 beras,169
Ground Inditerminate, Kapasitas
Ekologi 300 water,119 198 tukar
tanaman, 4 Gulma, 280, insektisida kation,74
Endosperm, 433 369 Kapok
163 insektisida kuning333
Endo H hayati 367 Kalsit, 55
mikoriza 547 Hama 5. Ingenhausz, Kalsium,
Ekto mikoriza 249, 332, 341 29 55,99
547 Ha.peng. Inokulum 368 Karbondioksi
Eksternal, 7 umbi 237 Internal, 44 da, 20,26
Epidermis, Hama trip Inter cropping Karat Uredo
10,20 237 228 sp 387
Embrio, 10,11 Hanging plant Inter flow.119
EM4 554 345 Interception,1 Kebiasaan
Epikotil, 11 Hara 525 49 tanaman,137
Epifit 355 Herba, 239, Interception Kedelai 197
Epoh 244 345 system,151 Kekeringan
Elektron, 23 Herring bone Indoor 347 189
system,151 Iklim,,69,105, kehutanan,2
F helai daun, 402 Kelembaban
159 117, 300. nisbi 355, 528
Hidrogen, 44 170,199 Kemurnian

C2
benih 211 Klor,64 media 5, 23,24
Keseimbahan Klorofil, 19 Media tanam Nagka 335
hara,65,107 Klorosis, 47 359 Neolitikum, 2
Ketebalan Kloroplas, Makhluk Nephentens
rumah tangga 19,20 hidup, 7,70 sp, 48
air.136 Kutikula,21 Manajemen Nephelium
Kelautan Kultur pupuk.113 lappaceum
pupuk, 84 jaringan 215 Man-hara 297
Kemasaman Kuprum, 62 N.114
pupuk,84 Kumbang Man- hara Nematoda
Kentang 131 koksi, 390 P.115 287
Kemiringan Ketuaan Makro 538 Nitrogen, 46
tanah.134 bunga, 390 Mangan,60 Nitrifikasi, 49
Ketepatan Kuping gajah, Mineralisasi, Nikel,64
pengairan,15 407 48 Nilai
3 Kerikil, 523 Mikro,99 pupuk,109
Ketinggian Mikroorganis NPV 202
tempat 301 L me 553 NFT, 510
Kepik Mikoriza 547
anggrek 377 Larva 370, Multiseluler, 7 O
371 Media tanam
Kuantitas, 6 Layu bakteri 133, 301 Optimum,
Kualitas, 6. 238, 279 Membelah 6,13
Kualitas Lalat kacang diri 216 Oncidium,
air.127.139 202 Meristem,9,1 364 469
Lahan sawah 0 Merbabu Organel, 19
Kultur teknis 265 232 Organisme
224 Layu Mesophyl, 21 tanah 538
Kultivar 225 Sklerotium Mitosis, 10 Oksigen,
Kumbang 382 Meiosis,10 19,44
penggerek Lembang 1, Mekanisasi Oriza
371, 372 254 223 sativa,157
Kebutuhan Leguminosa Minimum, 13 Opal 245
air,144 540 Molibdenum, Orong-orong
Kompos 542 lingkungan, 63 237
Kompos 12, 354 Morfologi 197 Organik
Bioaktif 553 lidah Mulut daun 535,537
Kutu daun daun,159 21 Osmosis, 33
237, 287,378 lingkungan Mulsa Okulasi, 403
Kutu kebul 354 235,248,537
249 litofit 356 Monokultur
Kutu perisai laju respirasi 228 P
372 27 Monopodial
Kutu putih lokasi 227 353 Padi,157
374 Lubang tanah Mosaik 251 Pupuk 366
Kutu Lidah agjah, Mawar, 401 Paket
tempurung 407316 Mawar tea, teknologi,185
378 Lempengan 402 Padang
Kompos rumput, 432 Metode kultur rumput,108
366,536 Larutan hara, air, 510 Pangan, 1
Komposisi, 524 Metoda arus Paprika 262
300 M kontinyu, 521 Paralel ditch
Kondensasi, Mengukur Ph, sytem,148
31 Mangga, 322 527 Pangkas 248
Konidium Malai Mycelia 551 Paranet 209
381 padi,161 N Parmarion
Korteks, 10 Magnesium, Pupilaris
Kedelai, 11 57,99,100 375
Kotiledon, 12 Manfaat 245, Natural Perenial 345
Klasifikasi 327 system,151 Penanaman
pupuk,81 Manohora NADPH, 348
Klasifikasi 232 23,24 Persilangan
irigasi,125 medium, NADPH2, 356

C3
Penggerek 304 ,7, ------cair,
daun 373 11 83,545
Pemakan Pengemasan Perkembanga ----
daun 374 242 n,7,11 buatan,82,84
Pertanian Penyaluran Pelindung ----- kalium 98
organik air,129,131 dingin 208 -
Pestisida 530 Penyakit 238, Penyimpanan kalsium,99,10
332, 340 pupuk,111, 0
Panen, Penyiangan 306 ---- kandang
186,194,204, 236, 318 Persiapan 349, 543
239, 252, Penyiraman lahan,200 ---
260.263, 268, 247, 360 Persemaian majemuk,102
281, 288. Pendangiran, 214, 255 -----mikro,100
308, 319’ 342 178 Pengairan ----
Pascapanen, 200 nitrogen,86
186,252,282, Perkembanga Penanaman ------posfat,95
309,320, 351 n generatif, 5 331 Plyanta, 401
Pedoman penempatan Pemupukan Pedoman
teknis, 301, pupuk,104 dasar 235, teknis, 402
315, 330, Penyakit, 5, 331 Pemilihan
337, 361 259,318 Penyulaman tanaman, 420
Penyiangan 235 Pembentukka
Pepaya 201 Penanaman n bonsai, 420
cibinong 327 Penyiapan 200 Pemilihan
P.Bangkok 255 Perawatan bentuk
328 Penataan 305 bonsai, 422
P-Hawai 329 jaringan.141 Perompesan Pemilihan
P.Jingga 329 Peredaran N, 258 tanah, 423
P-Mas 330 47 Pola bulu Perawatan
pH 527 Perbanyakan burung,122 bonsai, 423,
Pigmen, 23 tanaman 209 Pola 514
Pipa Penggenanga radial,122 Pengairan,
berlubang,13 n,142 Pola 424,435
2 Persiapan paralel.122 Pemupukan ,
Pipa 212 Polinia 357 424,434, 514
bernozzle.13 Prokambium, Pengairan
0 Pintu 10 ,431,435
Piretrum 281 penguras,143 Profil tanah, Pemangkasa
Pisang 333 Pintu 71 n, 434
Pecahan pengambilan. Phloem, 21 Pindah
genting 365 143 Ploneta tanam,
Perkebunan,1 diducta, 307 512513
Permata, 244 Pengemasan Potensial air, Pasir, 522
Persilangan 343 37 Perlit, 524
356 Pindah tanam Posfat, 5 Perawatan
Pergerakan 214 Pohon- media tanam,
Pelepah Penggulung pohonan 128. 526
daun, daun 203 Pompa Ph meter,
159,160 Penggerek air.108 527
Penggenanga polong 204
n,130 Pen.pisang Pupuk alam, Q
Proses 341 82
produksi, 2 Pola tanam ------- an R
Produksi 240 304 organik’
Perkembanga Perkecambah 82,83 Raja bulu 335
n vegetatif, 5 an 211 ----- basa,83 Rambut akar,
Pemupukan, Prinsip ---- 36
110 201, 247, genetis, 5 belerang,100 Rambutan
339 Prinsip ----- asam,83 297,298
Peruraian, 48 agronomis, 5 ------hijau Ram.binjai
Pengairan,12 Produktifitas, 540,541 298
4,236 6,180 ------padat Ram.cimacan
Pengapuran Pertumbuhan 83,540 298

C4
Ram-aceh irrigation,132 kapiler,
lebak 298 Spora 216 34
Spodoptera Tekanan
Random ditch spp 267 turgor, 35
system,148 Tekanan
Rebah bibit Syarat akar, 38
386 tumbuh Tempel 219
Rekayasa 199,232,245, Temperatur
bioteknologi,1 254,264, 273, ,311, 391,399
67 286. 311,
Radikula, 157 330.336. 354 Tinggi dari
Reaksi permukaan
terang, 21 Stolon, 428, laut, 13
Reaksi gelap, 433 Tilakoid, 21
21 Substrat, 510 Tip burn, 57
Reaksi tanah, Sirkuasi air, Transpirasi,
73 514 30
Rimpang 283 Serbuk kayu, Turgor, 30
Rhizobia 546 524
Run off,119 Sumber hara, Tungau 370
Runduk 220 525 Tungau
merah 370
Rumah T Tungau
kaca,207 Tanaman jingga 377
Rm..kasa 209 berkayu 346
Rm.plastik,20 Tanjung I Tomat 243
8 254 Topografi,
Tanjung II 70,134
Rumput, 427 254 Top soil.136
Rumput Tataletak,152 Trichogramm
gajah, Teknik, 1 a toideea 202
428,429 Terestrial 355 Tunas 218
Rumput gajah Tanah,68,172 Temperatur,
mini, 429 ,199, 254,314 391
Rumput Tanah Teknik
jepang, 430 berlereng.135 pemangkasa
Rumput Tanaman n bonsai, 420
peking, 430 menghasilkan Topdressing
Rumput golf, 318 435
430 Tanaman
inang, 369 U
Rumpun, 423 370, Uji dingin 210
Tali rafia Ulat grayak
S 363 202
Tembakau Ul-engkal 202
Sabut kelapa 281 Ul- polong
365 Tindak 203
Sprofit 356 budidaya, 2
setek bang; Thrips Umbi 269
seteng daun anggrek 377 Um-batang
234 Tingkat 216
sayur- pemakain.14 Um- lapis 216
sayuran, 3 5
,108,221,222 Ting.efisiensi, Uniseluler,7
145
Saluran,144 Teknik Unsur N, 44
Sal- budidaya, 3, Unsur mobil,
drainase,151 200 47
Tekanan Unsur pupuk,
Sekam bakar hidrostatik, 34 81
349 Tekstur Urea,92,93
Seledri 285 tanah, 72
Tekanan Ulat grayak

C5
237
Ulat buah 250
Ulat bunga
373, 374
Ulat jengkal
307

V
Vanda teret
364

Varitas
unggul, 4,
Var.padi 166,
Vegetatif 215,
357,407, 428
Veg.alami
216
Vena, 21
Venus flytrap
, 46
Verticillium,
54
Vegetatif 358
Virus 239
Vitamin, 425
Vertikultur,
519
Vermikulit
524
W
Warna beras,
168
Waktu,71
Wali songo,
407
X
Xilem akar,
36
Y

Z
Zamrud 245
Zinkum, 59
Zigot, 11

C6
DAFTAR TABEL

1 Tingkatan mudah tidaknya .


jaringan organisme
didekomposisi .. ... ... ... ... ... ... ... ... 79

2 Pembawa Nitrogen organik ………………………… 87

3 Pembawa nitrogen
anorganik ………………………… 90

4 Pembawa fosfor ………………………… 97

5 Pupuk Kalium ………………………… 98

6 Garam-garam unsur mikro


yang biasa dipakai pada
pupuk ………………………… 101

7 Klasifikasi air pengairan


berdasarkan nilai SAR
(Bandingan adsorbsi natrium) ………………………… 125

8 Klasifikasi air irigasi menurut


US Salinity Laboratory ………………………… 126

9 Klasifikas i air
pengairan (i rigasi)
menurut Sc ofield ………………………… 127

10 Kebutuhan air beberapa


jenis tanaman pada setiap
fase fenologi ………………………… 138

11 Perkiraan potensi air


dengan pengembangan
irigasi menurut wilayah,
tahun 1990-2020 ………………………… 154

12 Analisa ekonomi usaha


tani jaugung hybrida ………………………… 195

13 Klasifikasi botani
beberapa jebis sayuran ………………………… 229

D1
14 Jenis hama penyakit pada
bawang ………………………… 270

15 Klasifikasi buah-buahan
menurut kedudukan
sistematik, tipe, dan
pemanfaatan ………………………… 294

16 Jarak tanam dan jumlah


pohon perhektar ………………………… 462

17 Kriteria kematangan buah


berdasarkan jumlah
berondolan ………………………… 479

18 Jenis polifonel pada teh


yang telah teridentifikasi
dan tingkat kandungan
rata-rata ………………………… 482

19 Produksi pucuk basah


pada berbagai tingkat
jarak tanam ………………………… 486

20 Kriteria umur batang untuk


okulasi ………………………… 491

21 Unsur hara dan sumbernya ………………………… 532

22 Gejala-gejala kekurangan
hara ………………………… 534

23 Kadar rataan unsur hara


yang terdapat pada pupuk
kandang ………………………… 544

24 Berbagai sumber bahan


organik (tanaman) dan C/N
nya ………………………… 544

D2
DAFTAR GAMBAR

1 Titik Tumbuh pada Ujung Batang kedelai ........................ 8


2 Susunan sel titik tumbuh pada ujung akar ....................... 9
3 Susunan sel titik tumbuh batang ...................................... 10
4 Perkecambahan Hipogaeal ........................................... 11
5 Perkecambahan Epigaeal ..................... ........................ 12
6 Skematik proses fotosintesa ........................................... 20
7 Penampang melintang daun .......................................... 21
8 Skematik reaksi terang dan gelap dari
proses fotosintesa................................................................ 22
9 Lintasan fotosintem I ........................................................ 24
10 Lintasan fotosistem II......................................................... 25
11 Peredaran air dimuka bumi................................................. 31
12 Peristiwa kapilaritas. ....................................................... 34
13 Peristiwa gutasi pada daun .............................................. 37
14 Daur unsur nitrogen lingkungan ....................................... 47
15 Perubahan bentuk senyawa nitrogen ................................ 48
16 Peredaran hara posfat di alam .......................................... 50
17 Defisiensi fosfor pada daun anggur ................................ 51
18 Defisiensi posfor pada tomat ........................................... 52
19 Ketersediaan K dalam tanah ............................................ 53
20 Gejala kekurangan kalium pada paprika .......................... 56
21 Gejala kekurangan kalium pada daun labu........................ 56
22 Buah apel yang mengalami kekurangan kalsium............... 57
23 Mengeringnya buah tomat akibat kekurangan kalsium...... 58
24 Daun jeruk yang mengalami defisiensi magnesium........... 58
25 Defisiensi besi pada daun bunga rose ............................... 60
26 Defisiensi besi pada rumputan ........................................... 60
27 Defisiensi besi pada daun jeruk ......................................... 61
28 Gejala defisiensi mangan .............................................. 61
29 Gejala defisiensi boron pada daun anggur ....................... 62
30 Gejala toksisitas boron pada daun tomat ......................... 63
31 Gejala defisiensi molibdenum ......................................... 64
32 Daun yang mengalami keracunan klor .............................. 65
33 Tahapan proses analisis tanah ......................................... . 67
34 Tahapan proses analisis jaringan tanaman ......................... 68
35 Perbandingan volumetrik dari komposisi tanah ................ 71
36 Penampang melintang tanah ............................................ 72
37 Tipe agregat tanah ......................................... ............... 73

D3
38 Ilustrasi skematik dari pertukaran
kation antara permukaan negatif
dari partikel liat dan larutan tanah .................................... 77
39 Konversi ammoniak ke beberapa 91
bentuk pupuk nitrogen .....................................................
40 Tahapan pembentukan amonium dari asam nitrit ............ 94
41 Manajemen pengairan merubah 123
distribusi garam tanah.........................................................
41 Penggunaan drainase untuk mengelola 146
ketersediaan air .................................................................
43 Pengaturan pengairan sesuai dengan 147
kebutuhan tanaman .......................................................
44 Sketsa lahan pertanaman dengan saluran irigasi
dan saluran drainase searah .............................................. 150
45 Sketsa lahan pertanaman dengan penurunan
pangkal dan topografi dengan
saluran drainase sejajar ..................................................... 151
46 Tata letak pipa saluran ...................................................... 152
47 Sketsa pembuangan drainase ............................................ 153
48 Pertumbuhan akar padi .................................................... 158
49 Pertumbuhan daun padi ................................................... 159
50 Bagian daun tanaman padi ............................................... 160
51 Malai padi ....................................................... 161
52 Bunga padi ....................................................... 161
53 Proses perkecambahan padi ............................................. 165
54 Padi dewasa ....................................................... 166
55 Pertumbuhan varietas IR 64 di lahan sawah ……………. 166
56 Akar jagung ....................................................... 183
57 Batang jagung ....................................................... 184
58 Daun jagung ....................................................... 184
59 Bunga jantan jagung ....................................................... 185
60 Bunga betina jagung ....................................................... 185
61 Buah jagung siap panen ................................................... 185
62 Urutan penanaman jagung ................................................ 186
63 Beberapa gejala kerusakan 190
dari batang jagung ..........................................................
64 Beberapa gejala kerusakan 191
pada akar jagung ....................................................... .....
65 Beberapa kerusakan pada tongkol jagung 192
66 Pohon industri jagung ....................................................... 196
67 Daun kedelai ..................................................................... 198
68 Setelah penanaman padi dapat dilakukan 200

D4
penanaman kedele .......................................................
69 Areal pertanaman kedele .................................................. 200
70 Hubungan antara hortikultura dengan ilmu lainnya 205
71 Piramida makanan ....................................................... 207
72 Bentuk rumah kaca ....................................................... 207
73 Rumah plastik ..................................................... 208
74 Pelindung bibit dari suhu rendah 209
75 Rumah kasa ....................................................... 209
76 Teknik penanaman benih langsung di lapangan 212
77 Bak kecambah yang dalam satu tempat banyak tanaman 213
78 Tipe bak kecambah satu lubang satu tanaman 213
79 Pot pembibitan ............................................................. 213
80 Bak persemaian yang telah diisi dengan tanah 213
81 Persemaian pada bak kecambah untuk benih yang
berukuran besar ............................................................. 214
82 Persemaian pada bak kecambah untuk benih berukuran
kecil ............................................................................... 214
83 Tanaman yang siap dilakukan pindah tanam .................. 214
84 Teknik pindah tanam dari bibit yang
ditanam pada bak kecambah ............................................. 214
85 Teknik mencabut bibit dari pot ......................................... 215
86 Perbanyakan dengan rhizome ........................................... 216
87 Perbanyakan dengan umbi batang ................................... 217
88 Perbanyakan dengan geragih ........................................... 217
89 Perbanyakan dengan tunas ............................................... 217
90 Teknik mencangkon tanaman ........................................... 218
91 Perbanyakan dengan setek batang 218
.................................................................................

92 Beberapa jenis perbanyakan 219


dengan setek daun .......................................................
93 Perbanyakan tanaman 219
dengan teknik menempel .................................................
94 Teknik sambung pucuk ..................................................... 220
95 Teknik perbanyakan tanaman 220
dengan runduk ..................................................................
96 Sayuran yang dikeringkan ............................................... 228
97 Tanaman cabe .............................................................. 253
98 Penanaman cabe pada lahan terbuka
dengan mulsa plastik ....................................................... 257
99 Buah cabe paprika .......................................................... 262
100 Bawang merah yang sudah dikering 264

D5
siap untuk dijual ............................................................
101 Seledri daunyang ditanam dalam pot ............................ 285
102 Penampang tangkai daun dari seledri tangkai ................. 286
103 Aneka jenis buah rambutan berdasarkan 298
besar kecilnya biji ...........................................................
104 Rambutan mengkal (belum masak sempurna) 308
105 Rambutan masak ............................................................ 308
106 Kebun jeruk berastagi ....................................................... 311
107 Buah jeruk yang masih pentil ........................................... 319
108 Buah jeruk yang masih hijau ............................................ 320
109 Buah jeruk yang siap panen ............................................ 320
110 Mangga duren ............................................................. 322
111 Mangga arumanis ............................................................ 323
112 Pepaya cibinong ............................................................. 327
113 Pepaya bangkok ............................................................ 328
114 Pepaya hawai ................................................................. 329
115 Pepaya jingga ....................................................... ........ 329
116 Pepaya emas .................................................................... 330
117 Pisang ambon lumut ....................................................... 333
118 Pisang kapok kuning ....................................................... 333
119 Pisang ambon kuning ....................................................... 334
120 Pisang nangka ................................................................. 325
121 Pisang raja bulu ............................................................. 335
122 Tanaman yang diletakkan pada pot gantung..................... 346
123 Tanaman hias yang diletakkan dalam ruangan 346
124 Penggabungan golongan tanaman
berkayu dalam satu lanskap ............................................ 347
125 Mawar kampung ....................................... ....................... 401
126 Bunga matahari ................................................................. 405
127 Salah satu jenis anthurium ................................................ 407
128 Adenium ......................................................................... 409
129 Salah satu jenis begonia ................................................... 411
130 Tanaman yang dibonsai ................................................. 413
131 Aneka bentuk pot bonsai ................................................ 414
132 Beberapa bentu pot 99) gajah (b) naga ........................... 415
133 Batu penghias bonsai .................................................... 415
134 Bonsai bentuk tegak lurus beraturan ................................ 416
135 Bonsai tegak lurus tidak beraturan .................................. 417
136 Bentuk bonsai tersapu angin ....................................... 418
137 Bonsai anak air terjun ................................................ 418
138 Bonsai berkelompok ....................................... 419
139 Beberapa alat bantu yang digunakan 420

D6
dalam bertanam bonsai ...................................................
140 Tahapan pembuangan akar ....................................... ..... 421
141 Pengkawatan pada proses pembentukan bonsai .............. 421
142 Beberapa teknik pemangkasanan .................................. 422
pada pembentukan bonsai .......................................
143 Pengikatan pada pangkal batang 422
sehingga batang membengkak .......................................
144 Pembentukan cabang bonsai ....................................... 423
145 Lapangan rumput pada halaman rumah 427
146 Bibit rumput gajah ....................................... 428
147 Stolon rumput ....................................... 428
148 Bagian-bagian rumput ....................................... 428
149 Rumput gajah ....................................... 429
150 Padang Golf ....................................... 430
151 Bibit rumput dalam bentuk rumpun
(a) penanaman rumpun rumput di lapangan (b) ............... 432
152 Bibit rumput dalam bentuk sod/lempengan .................... 433
153 Cara penanaman bibit di lapangan ................................... 433
154 Beberapa jenis alat pemutung rumput 434
155 Dua jenis rumput yaitu .......................................
rumput golf (kiri) gajah (kanan) 437
156 Pertanaman tembakau ....................................... 438
157 Batang tembakau 439
.............................................................
158 Biji tembakau ............................................................. 440
159 Bunga tembakau .............................................................. 441
160 Penyemaian benih tembakau ............................................ 443
161 Cara mencanut bibit tembakau .......................................... 443
162 Proses pengeringan daun tembakau 447
163 Buah kakao ........................................................ 452
164 Buah kelapa sawit ............................................................. 470
165 Perkebunan kelapa sawit .................................................. 470
166 Kelapa sawit di pembibitan awal (atas)
dan di pembibitan utama ................................................. 475
167 Pohon teh .................................................................... 481
168 Kebun entres .................................................................... 491
169 Cara mengokulasi karet .................................................... 492
170 Bakal batang bawah .......................................................... 492
171 Pemotongan batang bawah ............................................... 493
172 Batang bawah siap dilakukan okulasi .............................. 493
173 Pekerjaan mengokulasi .................................................... 493
174 Batang bawah dengan tunas hasil okulasi ....................... 493

D7
175 Bibit karet siap di tanam .................................................. 494
176 Pengangkutan bibit karet dengan truk atau jender .......... 494
177 Mesin traktor pengolahan lahan ........................................ 495
178 Pembuatan ajir pada lahan datar ..................................... 495
179 Pembuatan ajir pada lahan bergelombang 496
180 Mesin pembuat lubang tanam ........................................... 496
181 Bentuk lubang tanam ........................................... 496
182 Mal untuk mengukur kedalaman lubang tanam ............... 496
183 Penimbunan lubang tanam setelah
pindah tanam dengan mempergunakan
tenaga manusia ................................................................. 497

184 Perkecambahan benih karet sebagai


sumber batang bawah ...................................................... 498
185 Kacangan yang sudah tumbuh 498
186 Kacangan yang siap di tanam ke lapangan ...................... 498
187 Penanaman kacangan diantara barisan karet .................... 499
188 Proses pencampuran pupuk ......................................... 500
189 Pemberian pupuk pada tanam
belum menghasilkan ........................................................ 501
190 Penyiangan gulma pada kawasan
tanaman penutup tanah ................................................. 501
191 Bidang sadap karet ........................................................ 503
192 Tanaman karet belum menghasilkan .............................. 504
193 Penimbangan lateks ....................................................... 507
194 Komponen penyususn dalam kultur air ............................ 510
195 Salah satu stoples sebagai wadah hidroponik .................... 510
196 Menanam tumbuhan dalam air dengan
menggunakan gabus dan kapas
sebagai penyangga ........................................................... 511
197 Beberapa hidroponik substrat ........................................... 515
198 Hara pada bak dialirkan dengan bantuan
pompa masuk ke paralon berbentuk O.
Dari paralon tersebut nutrient dialirkan
ke talang penanaman dan melalui selang
inlet akan mengalir dalam talang yang
dibuat miring akan masuk kembali
ke dalam paralon melalui
selang outlet menuju
tangki penampungan ........................................................ 516
199 Sayuran ditanam dengan aeroponik .................................. 516
200 Pot piva PVC yang disususn vertikal

D8
menyerupai rak ................................................................ 520
201 Beberapa peralatan dan cara
pembuatan lubang tanam
pada kolom vertikal bambu ............................................. 520
202 Teknik pembuatan lubang
tanam pada wadah tanam ............................................... 520
203 Wadah yang telah siap diisi media
tanam dan ditanami ......................................................... 520
204 Beberapa model susunan kolum horizontal ..................... 520
205 Kolom horizontal bambu yang telah
siap disusun dan siap untu ditanami ................................. 521
206 Sawi yang dibudidayakan
dalam kolom vertikal paralon .......................................... 521
207 Slada yang dibudidayakan dalam
kolom vertikal paralon .................................................. 521
208 Sawi sendok yang dibudidayakan
secara vertikal ............................................................... 521
209 Salah satu contoh hidroponik
dengan menggunakan
metode arus kontinyu ................................................... 522
210 Hidroponik dengan menggunakan pasir ......................... 523
211 Tanaman tomat yang ditanam pada jerami kering .......... 524
212 Penampang melintang akar
yang tidak bermikroriza .................................................... 548
213 Penampang melintang akar bermikoriza .......................... 548
214 Perbedaan pertumbuhan akar
kedelai bermikroriza dengan tidak .................................. 549

D9