PENINGKATAN DAYA OUTPUT PANEL SURYA DENGAN
MENAMBAHKAN REFLEKTOR
SKRIPSI
Diajukan untuk memenuhi sebagian prasyarat akademik
guna memperoleh gelar Sarjana Teknik Strata Satu pada
Fakultas Teknik – Program Studi Teknik Elektro
Universitas Kristen Indonesia Paulus
Disusun Oleh:
Refsi Patodingan Reski Awan Bilolo
NIM: 6160507180009 NIM: 6160507180023
FAKULTAS TEKNIK
PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO
UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA PAULUS
MAKASSAR
2023
LEMBAR PENGESAHAN
PENINGKATAN DAYA OUTPUT PANEL SURYA DENGAN
MENAMBAHKAN REFLEKTOR
Disusun oleh :
REFSI PATODINGAN RISKI AWAN BILOLO
6160507180009 6160507180032
Telah dipertahankan di depan panitia Ujian Tugas Akhir
Tanggal 04 Mei 2023
dan dinyatakan telah memenuhi prasyarat akademi
guna memperoleh gelar Sarjana Teknik Strata Satu pada
Fakultas Teknik – Program Studi Elektro
Universitas Kristen Indonesia Paulus
Menyetujui,
Pembimbing I pembimbing Ⅱ
Ir. Titus Tandiseno, M.T. Nicolaus Allu,S.T.,M.T
NIDN. 0908086701 NIDN. 0914097104
Dekan Fakultas Teknik Ketua Program Studi Tekni Elektro
UKI Paulus UKI Paulus
Prof. Ir. Musa B. Palungan, M.T. Hestikah Eirene Patoding, S.T.,M.T.
NIP. 19600415 199003 1 002 NIDN. 0007047101
i
SURAT PERNYATAAN
PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH (SKRIPSI)
UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIK
Yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama : REFSI PATODINGAN
Stambuk : 6160507180009
Program Studi : Teknik Elektro
Fakultas : Teknik
Institusi : Universitas Kristen Indonesia Paulus
Menyatakan bahwa :
Demi pengembangan ilmu pengetahuan, menerima bahwa karya ilmiah (skripsi)
saya dengan judul : “PENINGKATAN DAYA OUTPUT PANEL SURYA
DENGAN MENAMBAHKAN REFLEKTOR ”
dipublikasikan atau diperbanyak dalam bentuk apapun oleh Universitas Kristen
Indonesia Paulus bagi keperluan akademis.
Demikian Surat pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.
Makassar, 2023
REFSI PATODINGAN
Stb. 6160507180009
ii
SURAT PERNYATAAN
PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH (SKRIPSI)
UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIK
Yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama : RISKI AWAN BILOLO
Stambuk : 6160507180023
Program Studi : Teknik Elektro
Fakultas : Teknik
Institusi : Universitas Kristen Indonesia Paulus
Menyatakan bahwa :
Demi pengembangan ilmu pengetahuan, menerima bahwa karya ilmiah (skripsi)
saya dengan judul : “PENINGKATAN DAYA OUTPUT PANEL SURYA
DENGAN MENAMBAHKAN REFLEKTOR”
dipublikasikan atau diperbanyak dalam bentuk apapun oleh Universitas Kristen
Indonesia Paulus bagi keperluan akademis.
Demikian Surat pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.
Makassar, 2023
RISKI AWAN BILOLO
Stb. 6160507180023
iii
PERSEMBAHAN
Karya ini penulis persembahkan kepada:
Orang tua tercinta dan segenap rumpun keluarga yang telah memberikan
cinta, kasih sayangnya serta dukungan dalam doa maupun dalam segi materi,
yang tiada henti-hentinya demi kesuksesan saya.
iv
MOTTO
Segala perkara dapat ku tanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan
kepadaku”
Filipi 4:13
v
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas
segala kasih dan karunia-Nya yang selalu diberikan kepada penulis sehingga dapat
menyelesaikan penulisan Tugas Akhir ini yang berjudul “”.Tugas Akhir ini dibuat
sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Teknik Strata Satu pada
Fakultas Teknik Program Studi Teknik Elektro, konsentrasi Teknik Tenaga Listrik
Universitas Kristen Indonesia Paulus Makassar.
Dalam penyusunan Tugas Akhir ini penulis mendapatkan berbagai tantangan
dan hambatan. Namun atas bantuan dan bimbingan serta dukungan dari berbagai
pihak, hal-hal tersebut dapat teratasi. Oleh karena itu dengan segala kerendahan
hati penulis menyampaikan penghargaan, rasa hormat dan terima kasih yang tulus
kepada:
1. Prof. Dr. Agus Salim, S.H., M.H. Rektor Universitas Kristen Indonesia
Paulus Makasssar.
2. Prof. Ir. Musa B. Palungan, M.T. Dekan Fakultas Teknik Universitas
Kristen Indonesia Paulus Makassar.
3. Hestikah Eirene Patoding, S.T., M.T. Ketua Program Studi Teknik
Elektro, Fakultas Teknik Universitas Kristen Indonesia Paulus.
4. Ir. Titus Tandiseno, M.T. Pembimbing I yang telah banyak membantu,
membimbing serta mengarahkan selama penyusunan Tugas Akhir ini.
5. Nicolaus Allu, S.T., M.T. Pembimbing II yang telah banyak membantu,
membimbing serta mengarahkan kami selama ini.
6. Orang Tua, Saudara Saudari serta Keluarga Besar kedua penulis
yang telah memberikan dukungan secara moril maupun material dalam
penyelesaian studi.
7. Segenap Dosen Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik
Universitas Kristen Indonesia Paulus Makassar yang telah memberikan
bekal ilmu kepada penulis.
8. Terlebih khusus kepada rekan-rekan Inverter 018 atas segala
kebersamaan dan dukungan-dukungan selama ini sehingga penulis
termotivasi untuk menyelesaikan Tugas Akhir ini.
vi
ABTRAK
vii
ABSTRACK
viii
DAFTAR ISI
ix
DAFTAR TABEL
x
DAFTAR GAMBAR
xi
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Listrik merupakan suatu kebutuhan yang penting bagi kehidupan
masyarakat Indonesia saat ini, sehingga kebutuhan energi listrik akan terus
meningkat. Banyak usaha yang dilakukan untuk meningkatkan sumber-sumber
energi listrik terutama di energi terbarukan, saat ini energi terbarukan sudah
banyak dimanfaatkan sebagai sumber energi listrik. Dan potensi sumber energi
terbarukan seperti matahari sudah banyak diterapkan di Indonesia untuk
mengurangi emisi karbon dioksida sehingga penggunaan energi akan lebih efisien.
Selain sebagai supply kebutuhan pasokan energi listrik penggunaan energi
terbarukan juga merupakan faktor yang sangat penting untuk mengurangi
pemanasan global dan melindungi ekosistem. Energi surya merupakan sumber
energi terbarukan yang dapat dimanfaatkan Sebagai pembangkit energi listrik
sebagai pengkonversi energi cahaya matahari menjadi energi listrik.
Panel surya merupakan sebuah alat yang berfungsi untuk
mengkonversikan energi cahaya matahari menjadi energi listrik. Dan prinsip kerja
dari panel surya adalah saat cahaya mengenai sel silikon dan cahaya akan diserap
oleh sel silikon, energi cahaya yang diserap akan ditransfer kebahan
semikonduktor yang berupa silikon. Energi yang tersimpan dalam semikonduktor
akan mengakibatkan elektron lepas dan mengalir dalam semikonduktor.
Akan tetapi panel surya yang terpasang juga sangat terpengaruh oleh
pancaran radiasi sinar matahari setiap harinya agar panel surya bekerja dengan
optimal. Pancaran sinar matahari tersebut akan berpengaruh pada besar kecilnya
tegangan output dan daya yang dihasilkan oleh panel surya. Pergerakan matahari,
kondisi cuaca, pergerakan awan dan kondisi lingkungan sekitar tempat
dipasangnya panel surya jelas akan mempengaruhi tegangan output yang
dihasilkan oleh panel surya tersebut. Apabila kondisi banyak ataupun sedikitnya
radiasi matahari yang diterima oleh panel surya maka berpengaruh juga terhadap
tegangan, arus, dan daya yang dihasilkan.
Penelitian ini berkaitan dengan pemanfaatan energi surya sebagai salah
satu Energi Baru Terbarukan (EBT) yang potensinya cukup tinggi di Indonesia
yaitu berkisar hingga 207,8 GW, dengan nilai rata-rata intensitas harian radiasi
sinar matahari di Indonesia mencapai sekitar 4,8 kWh/m2. Namun, pada
kenyataannya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) ini memiliki tantangan
untuk pemanfaatannya itu, salah satunya yaitu efisiensi daya keluaran (output)
dari panel surya yang terbilang cukup rendah
Dalam tugas akhir ini penulis mencoba untuk mengoptimalkan radiasi
matahari yang diterima oleh panel surya dengan judul “Peningkatan Daya
Output Panel Surya Dengan Menambahkan Reflektor”.
1
Dengan melakukan pemasangan reflektor untuk dapat mengoptimalkan
radiasi matahari yang diterima oleh panel surya. Reflektor merupakan alat yang
dapat memantulkan cahaya matahari melalui permukaannya yang mengkilap.
Dengan menggunakan reflektor tersebut maka cahaya yang masuk ke
semikonduktor bisa lebih banyak, menangkap cahaya yang masuk ke
semikonduktor dan dari pantulan sinar matahari tersebut tegangan output yang
dihasilkan lebih maksimal. Panel surya dan reflektor ditempatkan pada posisi
yang berlawanan agar dari kedua permukaan panel surya dan reflektor
membentuk sudut tertentu sehingga pantulan sinar matahari yang diterima panel
surya lebih optimal.
1.2 RUMUSAN MASALAH
Rumusan masalah yang muncul dalam penelitian ini adalah:
1. Bagaimana menempatkan reflector aluminium foil untuk memperoleh
daya output panel surya dari waktu ke waktu berdasarkan pengamatan?
2. Bagaimana kinerja PLTS jika menggunakan reflector aluminium foil
terhadap output besaran tegangan, arus, dan daya?
1.3 BATASAN MASALAH
1. Penelitian ini difokuskan pada pemasangan reflector, serta mencari besar
tegangan, arus, dan daya maksimum yang dihasilkan panel surya 50 WP
sebelum dan sesudah penambahan reflector.
2. Penelitian dilakukan selama tiga hari mulai pukul 09.00 WITA sampai
dengan 17.00 WITA.
1.4 TUJUAN PENELITIAN
Berdasarkan rumusan masalah, maka tujuan dari penelitian ini adalah:
1. Untuk merancang panel surya dan reflektor.
2. Melakukan instalasi dan pengujian alat.
3. Melakukan evaluasi terhadap kinerja alat.
4. Mengukur besaran tegangan, arus,dan daya sebelum dan sesudah
pemasangan reflector.
1.5 MAFAT PENELITIAN
Berdasarkan tujuan penelitian yang telah diuraikan, manfaat yang dapat diambil
dari penelitian ini adalah:
1
1. Menambah wawasan untuk memperdalam pengetahuan tentang PLTS
sebagai sumber energi listrik terbarukan
2. Bermanfaat untuk pengembangan teknologi pada bidang kelistrikan dan
motivasi untuk dapat memanfaatkan sumber energi terbarukan.
1.6 SISTEMATIKA PENULISAN
Untuk memudahkan pemahaman terhadap isi dari skripsi ini, maka penulis
menyusun sistematika penulisan sebagaiberikut:
BAB Ⅰ: PENDAHULUAN
Bab ini membahas latar belakang, rumusan masalah, batasan masalah,
tujuan penelitian dan, manfaat penelitian.
BAB Ⅱ: TINJAUAN PUSTAKA
Bab ini membahas tentang tinjauan Pustaka yang mencakup landasan teori
yang mendukung penulis dari Pustaka-pustaka yang telah dipublikasikan.
BAB Ⅲ: METODE PENELITIAN
Bab ini membahas tentang metode yang digunakan dalam penelitian dan
berisikan tentang upaya serta Langkah-langkah apa saja yang ditempuh
pada saat proses penelitian.
BAB Ⅳ: HASIL DAN PEMBAHASAN
Pada bab ini berisi tentang hasil yang telah diperoleh dari penelitian, dan
pengujian alat
BAB Ⅴ: PENUTUP
Bab ini berisi tentang kesimpulan yang berupa rangkuman hasil penelitian
dan pengujian alat serta saran-saran yang berkaitan dengan hasil
pembahasan tugas akhir ini.
2
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Kajian Pustaka.
Dalam penelitian ini, penulis memaparkan tiga penelitian terdahulu yang
relevan dengan permasalahan yang akan diteliti tentang pengaruh penambahan
reflector cermin datar dan aluminium foil
1. Rismanto Arif Nugroho, Mochammad Facta, and Yuningtyastuti (2014),
Jurusan Teknik Elektro, Vol 3, Universitas Diponegoro Semarang Jl. Prof.
Sudharto, SH, kampus UNDIP Tembalang, Semarang 50275, Indonesia.
Pengujian ini dilakukan dengan menerapkan beberapa vareasi meliputi:
sumber cahaya berupa sumber lampu halogen 1000 Watt dan sumber
cahaya matahari, variasi posisi sumber cahaya meliputi halogen tegak
lurus dengan sel surya dan halogen ditempatkan dengan keniringan 14 o
terhadap sel surya, dan variasi terakhir adalah variasi beban berupa beban
resistif dan beban buck converter.
2. Nuha Nadhiroh, Silawardono, Isdawimah, dan Bhadrika Dhairyatma
Wasistha (2022), Prodi Teknik Otomasi Listrik Industri, Jurusan Teknik
Elektro, Vol 4, No 1, Politeknik Negeri Jakarta Jl Prof.Dr.GA Siwabessy,
Kampus Baru UI Depok 16425 Pengujian PLTS ini dilakukan dengan
menggunakan konsentrator alumunium dan konsentrator cermin pada 4
variasi sudut yang berbeda. Jenis pengujian terbagi dalam 4 variasi sudut
konsentrator, di antaranya adalah 75°, 80°, 85°, dan 90°. Berdasarkan hasil
file datalogger pada setiap jenis pengujian, semua hasil file data logger
menunjukkan bahwa terjadi penambahan waktu delay selama 1 detik pada
setiap 45 – 48 detik ketika proses pembacaan data oleh LabVIEW sedang
berlangsung. Oleh karena itu, terdapat data yang hilang akibat delay yang
terjadi selama proses pengujian berlangsung.
3. S. M. Alfaridzi, A. Nugroho, and E. W. Sinuraya, “Perencanaan
Pembangkit Listrik Tenaga Surya Dengan Menggunakan Software ETAP
V.12.6. di Departemen Teknik Industri Universitas Diponegoro,”
Transient, vol. 9, no. 2, pp. 143–147, 2020, Kementerian Energi dan
Sumber Daya Mineral, Permen ESDM Nomor 50 Tahun 2017 tentang
Pemanfaatan Sumber Energi Terbarukan Untuk Penyediaan Tenaga
Listrik. Indonesia, 2017, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral,
Permen ESDM Nomor 48 Tahun 2018 tentang Penggunaan Sistem
Pembangkit Listrik Tenaga Surya Atap Oleh Konsumen PT Perusahaan
Listrik Negara (Persero).
3
2.2 Landasan Teori
2.2.1 Panel Surya
Panel surya (photovoltaic) adalah suatu alat semikonduktor yang
menkonversi foton (cahaya) ke dalam listrik. Konversi ini disebut efek
photovoltaic, dengan kata lain efek photovoltaic adalah fenomena dimana suatu
sel photovoltaic dapat menyerap energi cahaya dan mengubahnya menjadi
energi listrik. Efek photovoltaic didefinisikan sebagai suatu fenomena
munculnya voltase listrik akibat kontak dua elektroda yang dihubungkan dengan
sistem padatan atau cairan saat diexpose dibawah energi cahaya.
Dalam menghasilkan energi listrik pada panel surya (energi sinar
matahari menjadi photon) tidak tergantung pada luas bidang silikon dari panel
surya. Secara konstan panel surya akan menghasilkan energi berkisaran kurang
lebih 0,5 volt – maksimal 600 mV pada 2 ampere dengan kekuatan radiasi sinar
matahari 1000 W/m2 akan menghasilkan arus listrik (I) sebesar sekitar 30
mA/cm2.
Energi solar atau radiasi cahaya terdiri dari biasan foton-foton yang
memiliki tingkat energi yang berbeda-beda. Perbedaan tingkat energi dari foton
cahaya inilah yang akan menentukan panjang gelombang dari spektrum cahaya.
Foton yang terserap oleh sel PV inilah yang akan memicu timbulnya energi
listrik.
Gambar 2. 1 panel surya
4
2.2.2 Reflektor Aluminium Foil
Aluminium foil adalah lembaran logam yang memiliki ketebalan rata-rata
sekitar 0,2 mm, dan memiliki banyak manfaat tapi pada penelitian ini aluminum
foil digunakan untuk membantu memantulkan cahaya matahari, menghantarkan
panas dan listrik dengan baik.
Gambar 2. 2 alumunium foil
2.2.3 Aktuator
Aktuator sering juga disebut rotator ataupun protator yang intinya adalah
penggerak. Untuk tracking, agar lebih mudah menggerakkan sebuah alat.
Gambar 2. 3 Aktuator
5
2.2.4 LDR XH-M131
Sensor Cahaya Light Dependent Resistor (LDR) adalah suatu bentuk
komponen yang mempunyai perubahan resistansi yang besarnya tergantung pada
cahaya. Cara kerja dari sensor ini adalah mengubah energi dari foton menjadi el-
ektron, umumnya satu foton dapat membangkitkan satu elektron.
Gambar 2. 4 LDR XH-M131
2.2.5 Timer Switch Digital
Timer adalah saklar otomatis dengan prinsip kerja waktu tertentu dan dapat
ditentukan sesuai yang kita tentukan kapan lampu akan menyala dan kapan lampu
akan padam.
Gambar 2.5 Timer Switch Digital
6
2.2.6 Relay
Relay adalah komponen elektronika yang berupa saklar atau switch elektrik
yang dioperasikan menggunakan listrik. Relay juga biasa disebut sebagai
komponen electromechanical atau elektromekanikal yang terdiri dari dua bagian
utama yaitu coil atau elektromagnet dan kontak saklar atau mekanikal.
Gambar 2.6 Relay
02.2.7 Power Supply
Power Supply adalah sebuah komponen yang digunakan untuk memasok atau
menyediakan daya listrik ke sebuah atau lebih perangkat. Power supply saat ini
telah dirancang sedemikian rupa untuk mampu mengubah bahan dasar energi
semisal energi matahari, angin, hingga kimia menjadi energi listrik.
Gambar 2. 7 Power Suplay
7
2.2.8 Inverter
Inverter adalah suatu rangkaian atau perangkat elektronika yang dapat
mengubah arus listrik searah (DC) ke arus listrik bolak-balik (AC) pada tegangan
dan frekuensi yang dibutuhkan sesuai dengan perancangan rangkaiannya. Sumber-
sumber arus listrik searah atau arus DC yang merupakan Input dari Power Inverter
tersebut dapat berupa Baterai, Aki maupun Sel Surya (Solar Cell). Inverter ini
akan sangat bermanfaat apabila digunakan di daerah-daerah yang memiliki
keterbatasan pasokan arus listrik AC.
Dalam PLTS, inverter akan dihubungkan dengan baterai yang
bertegangan arus searah dan akan menghasilkan tegangan listrik bolak-balik
220 V, 50 Hz. Tegangan keluaran ini serupa dengan sistem tegangan PLN
Gambar 2.8 Inverter
2.2.9 Solar Charge Controller (SCC)
Solar charge controller adalah peralatan elektronik yang digunakan untuk
mengatur arus searah yang diisi ke baterai dan diambil dari baterai ke beban.
Solar charge controller mengatur overcharging (kelebihan pengisian karena
baterai sudah penuh) dan kelebihan tegangan dari panel surya. Kelebihan
tegangan pengisian akan mengurangi umur baterai. SCC biasanya terdiri dari : 1
input (2 terminal) yang terhubung dengan output panel sel surya, 1 output (2
terminal) yang terhubung dengan baterai/aki dan 1 output (2 terminal yang
terhubung dengan beban).
8
Gambar 2. 9 Solar Charger Controller
2.2.10 Accumulator (AKI)
Akumulator (aki) adalah sebuah alat yang dapat menerima, menyimpan
dan mengeluarkan energi listrik, melalui proses kimia. Di dalam kehidupan sehari-
hari banyak manfaat yang dapat diperoleh dengan menggunakan aki, terutama
untuk alat-alat yang digerakkan oleh aki, terutama yang bersifat flexible.
Gambar 2.10 Aki
9
2.2.11 Watt Meter Digital
Watt meter digital digunakan untuk pengukuran power kecil dan langsung,
atau untuk pengukuran power pada frekuensi yang berada pada rentang instrumen
tipe elektrodinamometer. Wattmeter digital modern/energy meter menghasilkan
sampel tegangan dan arus ribuan kali dalam sedetik.
Gambar 2.11 Watt Meter
10
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Tempat dan Waktu Penelitian
Perancangan dan pengambilan data dilakukan di laboratorium listrik
Teknik Elektro Universitas Kristen Indonesia Paulus Makassar dimulai dari
bulan Juni – Agustus 2023.
Gambar 3 1 Lokasi Penelitian
3.2 Metode Pengumpulan Data
Untuk mendapatkan sistem yang baik, tentu tidak terlepas dari cara atau
metode yang diterapkan pada saat melakukan proses penelitian. Dalam penulisan
ini, jenis penelitian yang digunakan adalah:
a. Library research atau penelitian kepustakaan yaitu cara mengumpulkan
data dengan cara membaca buku yang berkaitan dengan penelitian,
mengutip pendapat para ahli dari buku-buku bacaan yang ada kaitannya
dengan pembahasan penelitian ini dan mengumpulkan artikel dari internet
yang berhubungan dengan penelitian.
b. Field research atau penelitian lapangan yaitu mengumpulkan data dengan
melakukan penelitian secara langsung di tempat penelitian yang telah
ditentukan untuk memperoleh data yang dibutuhkan sebagai bahan
pembahasan dalam penulisan ini.
11
3.3 Metode Perancangan Instalasi
Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen yaitu
merancang dan melakukan uji coba pada sistem yang telah dibuat untuk
menganalisis hasil dari sistem tersebut, dan Perancangan instalasi pada alat ini
akan disesuaikan dengan kebutuhan input dan output dari setiap komponen yang
dipergunakan.
3.4 Alat Dan Bahan Penelitian
A. Alat Yang Digunakan Pada Penelitian ini Antara Lain:
Gerinda : 1 buah
Tang Potong : 1 buah
Tang kombinasi : 1 buah
Baut : 80 buah
Isolasi : 1 buah
Mesin Las : 1 Roll
Obeng (+)/(-) : 2 buah
Bor Tangan : 1 buah
B.Bahan Yang Digunakan Dalam Penelitian ini Antara Lain:
Panel Surya : 1 buah
Inverter : 1 buah
SCC : 1 buah
Akumulator/Aki : 1 buah
Kabel : 10 meter
Aktuator : 1 buah
LDR XH-M131 : 2 buah
Relay : 1 buah
Timer Switch Digital : 1 buah
Power Supply : 1 buah
Watt Meter Digital : 1 buah
12
3.5 Tahapan Penelitian
Gambar 3. 2 Tahapan penelitian
3.6 Blog Diagram
3.7 Pemodelan Sistem
13
3.8 Biaya Penelitian
Tabel 3. 1 Format Anggaran Biaya
No Jenis Pengeluaran Jumlah Biaya
1. Bahan penunjang
Panel surya 100 wp 1 unit Rp. 900.000,-
Solar charger controler 1 unit Rp. 100.000,-
Aki 12 volt 1 unit Rp. 500.000,-
Inverte 1000 watt 1 unit Rp. 500.000,-
Isolasi 2 unit Rp. 20.000,-
Kabel penghubung 5 meter Rp. 100.000,-
Watt meter digital 1 unit Rp. 100.000,-
Dudukan panel surya 1 unit Rp. 600.000,-
LDR XH-M131 12V 2 unit Rp. 50.000,-
Relay 12V 1 unit Rp. 20.000,-
Reflektor aluminium foil 4 unit Rp. 150.000,-
Timer switch digial 1 unit Rp. 100.000,-
Power supply 12V 1 unit Rp. 80.000,-
Reflektor cermin datar 2 unit Rp. 300.000,-
Terminal krustin 25mm 1 unit Rp. 30.000,-
Baut 20 unit Rp. 30.000,-
Jumlah Rp. 3.680.000,-
2. Alat penunjang
Busur derajat 1 unit
Temperatur meter 1 unit
Tang kombinasi 1 unit
Obeng 1unit
Mesin las 1 unut
Bor tangan 1 unit
Gerinda 1 unit
Jumlah
3 Bahan Habis Pakai
Kertas A4 2 rim Rp. 220.000,-
ATK Rp. 50.000,-
Jumlah Rp. 270.000,-
4 Biaya lain – lain Rp. 600.000,-
Jumlah Rp. 600.000,-
14
Total Rp. 4.550.000,-
15
16
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Data hasil pengujian tegangan, arus, dan daya, pada panel surya tanpa
reflector.
Pengujian dilakukan dalam waktu satu hari dan dilakukan pengambilan data
satu jam satu kali. Pengujian ini mengunakan energi yang di hasilkan oleh
panel surya 100 wp tanpa menggunakan reflector.
Wakt Tegangan (volt) Arus (Ampere) Daya (Watt)
u
09.00 14 volt 1,10Ampere 15,4 watt
10.00 14 volt 1,14 Ampere 15,96 watt
11.00 15 volt 1,18 Ampere 17,7 watt
12.00 16 volt 1,28 Ampere 20,48 watt
13.00 16 volt 1,28 Ampere 20,48 watt
14.00 15 volt 1,18 Ampere 17,7 watt
15.00 14 volt 1,01 Ampere 14,14 watt
Hasil pengukuran pada tabel …..menunjukkan besaran tegangan dan arus
yang dihasilkan panel surya pada pengujian. Pada saat kondisi cuaca cerah pukul
12:00 dan 13.00 panel surya mampu menghasilkan tegangan 16 Volt dan arus
1,28 Ampere ini merupakan hasil maksimal pada pengukuran, dan mulai
mengalami penurunan tegangan 15 Volt dan arus 1,18 Ampere pukul 14:00 pada
kondisi cuaca cerah. Sedangkan untuk hasil pengukuran terendah terjadi pada
pukul 15:00 yaitu tegangan sebesar 14 Volt dan arus sebesar 1,01 Ampere pada
kondisi cuaca cerah.
4.2 Data hasil pengujian tegangan, arus, dan daya, pada panel surya
menggunakan reflector.
Pengujian dilakukan dalam waktu satu hari dan dilakukan pengambilan data
satu jam satu kali. Pengujian ini mengunakan energi yang di hasilkan oleh
panel surya 100 wp menggunakan reflector aluminium foil.
Wakt Tegangan (volt) Arus (Ampere) Daya (Watt)
u
09.00 16 volt 1,58 Ampere 25,28 watt
10.00 16 volt 1,62 Ampere 25,92 watt
11.00 17 volt 1,74 Ampere 29,58 watt
12.00 18 volt 1,77 Ampere 31,86 watt
13.00 18 volt 1,79 Ampere 32,22 watt
14.00 17 volt 1,60 Ampere 25,6 watt
17
15.00 16 volt 1,54 Ampere 24,64 watt
Hasil pengukuran pada tabel …..menunjukkan besaran tegangan dan arus
yang dihasilkan panel surya pada pengujian. Pada saat kondisi cuaca cerah pukul
13.00 panel surya mampu menghasilkan tegangan 18 Volt dan arus 1,79 Ampere
ini merupakan hasil maksimal pada pengukuran, dan mulai mengalami
penurunan tegangan 17 Volt dan arus 1,6 Ampere puku 14:00 pada kondisi
cuaca cerah. Sedangkan untuk hasil pengukuran terendah terjadi pada pukul
15:00 yaitu tegangan sebesar 16 Volt dan arus sebesar 1,54 Ampere pada
kondisi cuaca cerah.
4.2 Data hasil pengujian tegangan, arus, dan daya, pada panel surya
menggunakan reflector.
Pengujian dilakukan dalam waktu satu hari dan dilakukan pengambilan data
satu jam satu kali. Pengujian ini mengunakan energi yang di hasilkan oleh
panel surya 100 wp menggunakan reflector cermin datar.
Wakt Tegangan (volt) Arus (Ampere) Daya (Watt)
u
09.00 18 volt 1,62 Ampere 29,16 watt
10.00 19 volt 1,76 Ampere 33,44 watt
11.00 20 volt 1,79 Ampere 35,8 watt
12.00 20 volt 1,81 Ampere 36,2 watt
13.00 21 volt 1,85 Ampere 38,85 watt
14.00 19 volt 1,77 Ampere 33,63 watt
15.00 19 volt 1,76 Ampere 33,44 watt
Hasil pengukuran pada tabel …..menunjukkan besaran tegangan dan arus
yang dihasilkan panel surya pada pengujian. Pada saat kondisi cuaca cerah pukul
13.00 panel surya mampu menghasilkan tegangan 21 Volt dan arus 1,85 Ampere
ini merupakan hasil maksimal pada pengukuran, dan mulai mengalami
penurunan tegangan 19 Volt dan arus 1,77 Ampere puku 14:00 pada kondisi
cuaca cerah. Sedangkan untuk hasil pengukuran terendah terjadi pada pukul
19:00 yaitu tegangan sebesar 18 Volt dan arus sebesar 1,62 Ampere pada
kondisi cuaca cerah.
18
BAB V
PENUTUP
5.1 kesimpulan
5.2 Saran
Daftar Pustaka
1. Agung A, Maharta G. Analisis Perbandingan Output Daya Listrik Panel
Surya Sistem Tracking Dengan Solar Reflector Oleh : Universitas Udayana
Kampus Bukit Jimbaran - Bali. 2016;3(1):7–13.
2. Doddy Prasetya. (2019) “Perbandingan Kinerja Pompa Air Dc Yang Di
Supply Dari Panel Surya Dengan Reflektor Dan Tanpa Reflektor.
3. Master, Gilbert M. 2004. Renewable Energy and Efficient Electric Power
Systems. Washington : John Willey And Sons, Inc.
4. Q. Nadandi, D. W. Bhadrika, and N. Nadhiroh, “Rancang Bangun
Pembangkit Listrik Tenaga Surya dengan Reflektor Alumunium dan Cermin
berbasis LabVIEW Rancang Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya
dengan………,” vol. 3, no. 3, pp. 60–66, 2021.
5. Indra Gunawan. (2019) “Perancangan Pompa Air Aquarium Menggunakan
Panel Surya”.
6. Sucipta, M., Faizal, A., and Astawa, K. (2015). Analisis Performa Modul
Solar Cell Dengan Penambahan Reflector Cermin Datar. Badung:
Universitas Udayana, 14(44):1-7.
7. Setiawan, E.A. dan Dewi,K.2013. Impact Of Two Types Flat Reflector
Materials On PV module Characteristics. International journal and
technology. Hlm. 188-199.
8. R. A. Nugroho and F. et Al, “Memaksimalkan Daya Keluaran Sel Surya
dengan Menggunakan Cermin Pemantul Sinar Matahari (Reflector),”
Transient, vol. 3, no. 3, pp. 408–414, 2014.
9. Wedosolarindonesia;. (2019). “On- Grid Solar Home System. Retrieved
from Wedosolar Indonesia Alternative Energy Solutions”.
10. Setiawan, E.A. dan Dewi,K.2013. Impact Of Two Types Flat Reflector
Materials On PV module Characteristics. International journal and
technology. Hlm. 188-199.
19
Lampiran
20