1
Makalah
KONSEP BELAJAR DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA
Disusun oleh :
DARA ( 112022028 )
DESI NURBAITI (112022024 )
HERDA AGUSTINA (112022003 )
Dosen pengumpulan :
Suharman, S.Ag., M.Si
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
TEUNGKU DIRUNDENG MEULABOH
TAHUN 2024
2
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Belajar merupakan suatu proses perubahan tingkah laku sebagai hasil
interaksi individu dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
Santrock dan Yussen mendefinisikan belajar sebagai perubahan yang relatif
permanen karena adanya pengalaman. Reber mendefinisikan belajar dalam 3
pengertian. Pertama, belajar sebagai proses memperoleh pengetahuan dan kedua,
belajar sebagai perubahan kemampuan bereaksi yang relatif langgeng sebagai hasil
latihan yang diperkuat. Dari beberapa definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa
belajar merupakan suatu proses memperoleh pengetahuan dan pengelaman dalam
wujud perubahan tingkah laku dalam kemampuan bereaksi yang relatif permanen
atau menetap karena adanya interaksi individu dan lingkungannya.
Proses pembelajaran dialami sepanjang hayat seorang manusia serta dapat
berlaku di manapun dan kapanpun. Pembelajaran mempunyai pengertian yang mirip
dengan pengajaran, walaupun mempunyai konotasi yang berbeda. Dalam konteks
pendidikan, guru mengajar supaya peserta didik dapat belajar dan menguasai isi
pelajaran hingga mencapai sesuatu objektif yang ditentukan (aspek kognitif), juga
dapat mempengaruhi perubahan sikap (aspek afektif), serta keterampilan (aspek
psikomotor) seseorang peserta didik. Pengajaran memberi kesan hanya sebagai
pekerjaan satu pihak, yaitu pekerjaan guru saja. Sedangkan pembelajaran juga
menyiratkan adanya interaksi antara guru dengan peserta didik. Belajar merupakan
kegiatan penting yang harus dilakukan setiap orang secara maksimal untuk dapat
menguasai atau memperoleh sesuatu. Karena itu, perlu diketahui seluk-beluk belajar,
terutama bagaimana caranya dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.
B. Rumusan Masalah
1. Apa Pengertian Belajar?
2. Apa Pengertian Pembelajaran?
3. Apa saja Faktor-faktor pendorong untuk belajar?
4. Apa saja Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Belajar?
C. Tujuan penulisan
1. Untuk mendeskripsikan Pengertian Belajar
2. Untuk mendeskripsikan Pengertian Pembelajaran
3. Untuk mendeskripsikan Faktor-faktor pendorong untuk belajar
4. Untuk mendeskripsikan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Belajar
3
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Belajar
Menurut Bell-Gredler (1986:1) mengartikan bahwa belajar adalah proses yang
dilakukan oleh manusia untuk mendapatkan aneka ragam kemampuan, ketrampilan,
dan sikap. Menurut teori behavioris belajar adalah proses relasi antara stimulus dan
respon (S-R). Menurut Sujana (1988: 21) belajar adalah suatu bentuk pertumbuhan
atau perubahan dalam diri seseorang yang dinyatakan dalam cara-cara bertingkah
laku yang baru berkat pengalaman dan latihan.
Belajar dapat diartikan sebagai perubahan tingkah laku pada diri individu
berkat adanya interaksi antara individu dengan individu dan individu dengan
lingkungannya sehingga mereka lebih mampu berinteraksi dengan lingkungannya.1
Belajar suatu proses yang ditandai dengan adanya peubahan pada diri seseorang.
Perubahan sebagai hasil dari proses belajar dapat ditunjukkan dalam berbagai
bentuk seperti berubah pengetahuan, pemahaman, sikap, dan tingkal laku,
keterampilan, kecakapan, kebiasaan, serta perubahan aspek-aspek lain yang ada
pada individu yang belajar.2
Di dalam al-Quran juga, Allah telah menjelaskan bahwa dengan belajar
diharapkan ada perubahan dalam diri manusia ke arah yang lebih baik. Sebagaimana
dalam Q.S. al-Hajj:54 berikut ini:
َ ن اﻟَّﻠَﻪ َﻟَﻬﺎِد اَّﻟِﺬﻳ
ﻦ َّ ﻢ َوِإ
ْ ﺖ َﻟُﻪ ُﻗُﻠﻮُﺑُﻬ
َ ﺨِﺒ
ْ ﻚ َﻓُﻴْﺆِﻣُﻨﻮا ِﺑِﻪ َﻓُﺘ
َ ﻦ َرِّﺑ
ْ ﻖ ِﻣ
ُّ ﺤ
َ ﻢ َأَّﻧُﻪ اْﻟَ ﻦ ُأوُﺗﻮا اْﻟِﻌْﻠ
َ ﻢ اَّﻟِﺬﻳ
َ َوِﻟَﻴْﻌَﻠ
ٍ ﺴَﺘِﻘﻴ
ﻢ ْ ط ُﻣٍ ﺻَﺮاِ آَﻣُﻨﻮا ِإَﻟﻰ
Yang Artinya: Dan agar orang-orang yang telah diberi ilmu, meyakini
bahwasanya Al Qur'an itulah yang hak dari Tuhanmu lalu mereka beriman dan
tunduk hati mereka kepadanya, dan sesungguhnya Allah adalah Pemberi petunjuk
bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus.
Menurut Azhar (2014, hlm.1) menyebutkan bahwa: “Belajar adalah suatu proses
yang kompleks terjadi pada diri setiap orang sepanjang hidupnya. Proses belajar itu
terjadi karena adanya interaksi antara seseorang dengan lingkungannya. Belajarpun
terjadi kapan saja dan dimana saja. Salah satu tanda seseorang telah belajar adalah
adanya perubahan tingkah laku pada diri orang itu yang mungkin disebabkan
terjadinya perubahan tingkat pengetahuan, keterampilan, sikap, kebiasaan
,keterampilan, dan lain-lainnya.
1
Moh Uzer Usman, dan Lilis Setiawati. Upaya Optimalisasi Kegiatan Belajar Mengajar. (Bandung:
Remaja Rosdakarya, 2001) Hal. 4
2
Sudjana, Nana. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. (Cet. XV). (Bandung: PT. Ramaja Rosdakarya.
2010) hal. 5
4
1. Ciri-ciri Belajar
Dari sejumlah pandangan dan definisi belajar menurut Wragg (Rismayanti, 2017,
hlm. 21) didapatkan beberapa ciri-ciri kegiatan belajar, diantaranya:
Pertama, belajar menunjukkan suatu aktivitas pada seseorang yang disadari atau
disengaja. Oleh karena itu, pemahaman yang harus kita ketahui adalah bahwa
kegiatan belajar merupakan kegiatan yang dilakukan dengan sengaja atau
direncanakan oleh suatu pembelajaran dalam bentuk aktivitas tertentu.
Kedua, belajar merupakan interaksi individu dengan lingkungannya. Maksud dari
lingkungan ini dapat berupa manusia atau objek-objek lain yang dapat
memungkinkan seorang individu memperoleh pengalaman atau pengetahuan, baik
pengalaman baru ataupun pengalaman yang pernah diperoleh atau ditemukan
sebelumnya.
Ketiga, hasil belajar ditandai dengan adanya perubahan tingkah laku pada diri
seseorang. Meskipun tidak semua perubahan tingkah laku merupakan hasil belajar
akan tetapi aktivitas belajar pada umumnya selalu disertai dengan perubahan
tingkah laku.
2. Prinsip-prinsip Belajar
Supaya aktivitas yang dilakukan oleh guru dalam proses pembelajarannya menjadi
terarah dalam upaya meningkatkan potensi siswa, maka pembelajaran harus dapat
dikembangkan sesuai dengan prinsip-prinsip yang benar yang bertolak dari
kebutuhan internal siswa untuk belajar. Davies (Rismayanti, 2017, hlm. 21)
mengemukakan beberapa hal yang dapat menjadikan kerangka dasar bagi
penerapan prinsip-prinsip belajar dalam proses pembelajaran, di antaranya:
a. Hal apapun yang dipelajari oleh siswa, maka ia juga harus mempelajarinya sendiri.
b. Setiap siswa memiliki tempo atau kecepatannya sendiri untuk setiap umur,
terdapat variasi kecepatan belajar masing-masing.
c. Seorang siswa belajar lebih banyak apabila setiap pembelajaran selalu diberikan
sebuah penguatan.
d. Penguasaan secara penuh dari setiap langkah-langkah pembelajaran dapat
memungkinkan siswa belajar secara optimal.
e. Apabila siswa diberikan tanggung jawab untuk mempelajari sendiri, maka ia akan
termotivasi untuk belajar dan ia juga akan belajar dan daya ingatnya menjadi lebih
baik.
Sedangkan menurut Hamalik (2013, hlm. 23) prinsip-prinsip belajar diantaranya:
a. Belajar adalah suatu proses aktif, di mana terjadi hubungan yang mempengaruhi
5
secara dinamis antara siswa dan lingkungan sekitar. b. Belajar harus senantiasa
memiliki tujuan yang searah dan jelas bagi siswa.
c. Belajar yang efektif apabila didasari oleh dorongan motivasi yang murni dan
bersumber dari dalam diri siswa.
d. Senantiasa adanya hambatan dan rintangan dalam belajar. Oleh karena itu, siswa
harus sanggup untuk menghadapi atau mengatasi secara tepat.
B. Pengertian Pembelajaran
Pembelajaran adalah suatu proses yang mengandung serentetan perbuatan
guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi
edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam pembelajaran terdapat sejumlah
tujuan yang hendak dicapai. Pembelajaran dalam hal ini merupakan suatu kumpulan
yang terdiri dari komponen-komponen pembelajaran yang saling berinteraksi,
berintegrasi satu sama lainnya. Oleh karenanya jika salah satu komponen tidak
dapat terinteraksi, maka proses dalam pembelajaran akan menghadapi banyak
kendala yang mengaburkan pencapaian tujuan pembelajaran.
Proses pembelajaran dialami sepanjang hayat seorang manusia serta dapat
berlaku di manapun dan kapanpun. Pembelajaran mempunyai pengertian yang mirip
dengan pengajaran, walaupun mempunyai konotasi yang berbeda. Dalam konteks
pendidikan, guru mengajar supaya peserta didik dapat belajar dan menguasai isi
pelajaran hingga mencapai sesuatu objektif yang ditentukan (aspek kognitif), juga
dapat mempengaruhi perubahan sikap (aspek afektif), serta keterampilan (aspek
psikomotor) seseorang peserta didik. Pengajaran memberi kesan hanya sebagai
pekerjaan satu pihak, yaitu pekerjaan guru saja. Sedangkan pembelajaran juga
menyiratkan adanya interaksi antara guru dengan peserta didik.
Perbedaan antara belajar dan pembelajaran terletak pada penekanannya.
Pembahasanmasalah belajar lebih menekankan pada bahasan tentang siswa dan
proses yang menyertai dalamranga perubahan tingkah lakunya. Adapun
pembahasan mengenai pembelajaran lebihmenekankan pada guru dalam upayanya
untuk membuat siswa dapat belajar.
4 Kategori kondisi motivasional yang harus diperhatikan guru agar proses
pembelajaran yang dilakukannya menarik, bermakna, dan memberi tantangan pada
siswa. Keempat kondisi tersebut adalah :
1) Attention (perhatian)
Perhatian siswa didoring rasa ingin tahu. Oleh karena itu, rasa ingin tahu
ini perlu mendapat rangsangan dan dorongan sehingga siswa selalu berminat dan
memberikan perhatian terhadap pelajaran yang diberikan. Untuk menunjang hal
tersebut, guru perlu memberikan inovasi dan variasi-variasi dalam belajar.
6
Strategi untuk merangsang minat dan perhatian siswa:
Gunakan metode pembelajaran yang bervariasi.
Gunakan media.
Bila dirasa tepat gunakan humor dalam pembelajaran.
Gunakan peristiwa nyata, anekdot, dan contoh-contoh untuk
memperjelas konsep.
Gunakan teknik bertanya untuk melibatkan siswa.
2) Relevance (relevansi)
Relevansi menunjukkan adanya hubungan antara materi pelajaran dengan
kebutuhan kondisi siswa. Motivasi siswa akan terpelihara apabila siswa menganggap
apa yang dipelajari memenuhi kebutuhan pribadi atau bermanfaat dan sesuai
dengan nilai yang dipegang.
Strategi untuk menunjukkan relevansi pembelajaran:
Guru menjelaskan tujuan pembelajaran
Menjelaskan manfaat pengetahuan atau keterampilan yang akan
dipelajari akan membantu mereka melaksanakan tugas dengan lebih
baik di kemudian hari.
Berikan contoh, tes, latihan yang langsung berhubungan
dengankehidupan sehari-hari siswa.
3) Confidence (kepercayaan diri)
Merasa diri kompeten atau mampu merupakan potensi untuk dapat
berinteraksi secara positif dengan lingkungan. Konsep self efficacy berhubungan
dengan keyakinan pribadi bahwa dirinya memiliki kemampuan untuk melakukan
suatu tugas yang menjadi syarat keberhasilan.Slef efficacy tinggi akan semakin
mendorong dan memotivitasi siswa untuk belajar tekun dalam mencapai prestasi
belajar maksimal.Agar kepercayaan diri siswa meningkat guru perlu memperbanyak
pengalaman berhasil siswa misalnya dengan menyusun aktivitas pembelajaran ke
dalam sehingga mudah dipahami,menyusun kegiatan pembelajaran ke dalam bagian
-bagian yang lebih kecil,meningkatkan harapan untuk berhasil dengan menyatakan
persyaratan untuk berhasil ,dan memberikan umpan balik yang konstuktif selama
proses pembelajaran.
Strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan kepercayaan diri:
Memperbanyak pengalaman berhasil pada siswa, misal menyusun
7
materi pembelajaran dari materi yang mudah ke materi yang sulit.
Menyusun materi pembelajaran ke bagian-bagian yang lebih kecil,
sehingga siswa tidak terlalu dituntut mempelajari terlalu banyak
konsep sekaligus.
Menyampaikan tujuan pembelajaran dan kriteria tes, sehingga
membantu siswa mempunyai gambaran yang jelas apa yang
diharapkan.
Memberikan umpan balik positif agar mereka tahu perkembangan
prestasi yang telah dicapai.
Menumbuh-kembangkan kepercayaan diri siswa baik dengan ucapan
verbal maupun melalui sikap
4) Satisfaction (kepuasan)
Keberhasilan dalam mencapai tujuan akan menghasilkan kepuasan,dan
siswa akan semakin termotivasi untuk mencapai tujuan dipengaruhi oleh
konsekwensi yang diterima,baik yang berasal dari dalam maupun dari luar diri
siswa.Untuk meningkatkan dan memelihara motivasi siswa,guru dapat memberi
penguatan (reinforcement)berupa pujian,pemberian kesempatan dan sebagainya.
Strategi untuk meningkatkan kepuasan:
Gunakan pujian secara verbal.
2. Minta kepada siswa yang telah paham untuk membantu teman-
temannya yang belum berhasil.
3. Bandingkan prestasi siswa dengan prestasinya sendiri di masa lalu,
bukan dengan siswa lain. 3
B. Faktor-faktor pendorong untuk belajar
Faktor Pendorong untuk Belajar Menurut Abraham Maslow (dalam Dadang
Iskandar, 2009) mengatakan bahwa adanya beberapa faktor pendorong manusia
memiliki keinginan untuk belajar, yaitu:
1) Adanya dorongan rasa ingin tahu
2) Adanya keinginan untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi
sebagai tuntutan zaman dan lingkungan sekitarnya.
3
http://staffnew.uny.ac.id/upload/132310871/penelitian/PELAKSANAAN+PEMBELAJARAN.pdf
diakses pada tanggal 23 Oktober 2019
8
3) Segala aktivitas manusia didasari atas kebutuhan yang harus dipenuhi
dari kebutuhan biologis sampai aktualisasi diri.
4) Untuk melakukan penyempurnaan dari apa yang telah diketahuinya.
5) Agar mampu bersosialisasi dan beradaptasi dengan lingkungannya.
6) Untuk mencapai cita-cita yang diinginkannya.
7) Untuk mengisi waktu luang.4
C. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Belajar
Ada 2 faktor yang mempengaruhi belajar yaitu :
1) Faktor internal adalah faktor yang ada dalam diri individu yang sedang
belajar. Contoh : Faktor jasmani ( faktor kesehatan dan cacat tubuh) dan
faktor psikologi (intelegensi,perhatian,minat,bakat,motif dan laini-lain).
2) Faktor eksternal adalah faktor yang ada diluar individu
Contoh : Faktor keluarga (cara orang tua mendidik,relasi antar anggota
keluarga,suasana rumah dan lian-lain), faktor sekolah (metode
mengajar,relasi antar guru dan siswa, relasi antar siswa, disiplin sekolah
dan lain-lainnya) dan faktor masyarakat (kegiatan siswa dalam
masyarakat, teman bergaul media masa dan lain-laninnya).5
Muhibbinsyah (1997) membagi faktor-faktor yang meliputi :
1. Faktor ineternal yang meliputi kadaan jasmani
2. Faktor ekstaernal yang merupakan kondisi lingkungan sekitar siswa
3. Faktor pendekatan belajar yang merupakan jenis upaya belajar siswa
yang meliputi alat, strategi dan metode belajar siswa. Alat adalah
segala sesuatu yang dapat digunakan dalam rangka mencapai tujuan
pembelajaran. Sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan dalam
mencapai tujuan, alat tidak hanya sebagai pelengkap tetapi juga
sebagai pembantu mempermudah usaha mencapai tujuan.6
Ditinjau dari faktor pendekatan belajar ada 3 bentuk dasar pendekatan
4
Abraham H. Maslow, Motivasi dan Kepribadian, Seri Manajemen No. 104 Cetakan Pertama, (Jakarta:
PT. Pustaka Binaman Pressindo. 1984).
5
http://whendikz.blogspot.com/2013/10/faktor-yang-mempengaruhi-belajar-dan_6.html diakses
pada tanggal 23 Oktober 2019
6
Syaiful Bahri Djamarah, Guru Dan Anak Didik Dalam Interaksi Edukatif, (Jakarta: Rineka Cipta,
2000), hal. 19
9
belajar siswa menurut hasil penelitian Biggs (1991),yaitu:
1. Pendekatan surface (permukaan/bersifat lahiriah) yaitu kecenderungan
belajar siswa karena adanya dorongan dari luar, misalnya takut tidak lulus
sehingga dimarahi orang tua. Sehingga cara belajarnya santai, hafal
seadanya sehingga tidak dapat memahami apa yang telah didapat.
2. Pendekatan deep (mendalam), yaitu kecenderungan balajar sisa dari dirinya
sendiri, misalnya siswa itu memang tertarik dengan materi yang sedang dia
pelajari. Sehingga cara belajarnya serius dan memahami secara mendalam.
3. Pendekatan achieving (pencapaian prestasi tinggi) yaitu kecenderungan
siswa belajar karena adanya dorongan mewujudkan ego enhancement yaitu
ambisi pribadi yang besar dalam meningkatkan prestasi dirinya dengan
cara meraih prestasi akademik setinggi-tinginya. Pendekatan ini sangat
baik sekali dibandingkan pendekatan-pendekatan lainnya. Karena di sini
siswa belajar atas kemauannya sendiri , dapat mengatur waktunya dan
dapat disiplin. 7
7
http://repository.unpas.ac.id/30379/2/BAB%20II%20pdf.PDF diakses pada tanggal 23 Oktober 2019
10
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Pengertian Belajar
Belajar adalah proses perubahan perilaku secara aktif, proses
mereaksi terhadap semua situasi yang ada di sekitar individu, proses
yang diarahkan pada suatu tujuan, proses berbuat melalui berbagai
pengalaman, proses melihat, mengamati, dan memahami sesuatu yang
dipelajari.
2. Pengertian Pembelajaran
Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan
pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.
Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat
terjadi proses pemerolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan
kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada
peserta didik.
3. Faktor-faktor pendorong untuk belajar
Faktor Pendorong untuk Belajar Menurut Abraham Maslow
(dalam Dadang Iskandar, 2009) mengatakan bahwa adanya beberapa
faktor pendorong manusia memiliki keinginan untuk belajar, yaitu:
Adanya dorongan rasa ingin tahu
Adanya keinginan untuk menguasai ilmu pengetahuan dan
teknologi sebagai tuntutan zaman dan lingkungan sekitarnya.
Segala aktivitas manusia didasari atas kebutuhan yang harus
dipenuhi dari kebutuhan biologis sampai aktualisasi diri.
Untuk melakukan penyempurnaan dari apa yang telah
diketahuinya.
Agar mampu bersosialisasi dan beradaptasi dengan lingkungannya.
Untuk mencapai cita-cita yang diinginkannya.
11
Untuk mengisi waktu luang .
4. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Belajar
Ada 2 faktor yang mempengaruhi belajar yaitu :
Faktor internal adalah faktor yang ada dalam diri individu yang
sedang belajar. Contoh : Faktor jasmani ( faktor kesehatan dan
cacat tubuh) dan faktor psikologi
(intelegensi,perhatian,minat,bakat,motif dan laini-lain).
Faktor eksternal adalah faktor yang ada diluar individu Contoh :
Faktor keluarga (cara orang tua mendidik,relasi antar anggota
keluarga,suasana rumah dan lian-lain),
12
DAFTAR PUSTAKA
Abraham H. Maslow 1984. Motivasi dan Kepribadian, Seri Manajemen No. 104
Cetakan Pertama Jakarta: PT. Pustaka Binaman Pressindo.
Djamarah Syaiful Bahri, Guru Dan Anak Didik Dalam Interaksi Edukatif, (Jakarta:
Rineka Cipta, 2000)
http://repository.unpas.ac.id/30379/2/BAB%20II%20pdf.PDF diakses pada tanggal
23 Oktober 2019
http://staffnew.uny.ac.id/upload/132310871/penelitian/PELAKSANAAN+PEMBELAJ
ARAN.pdf diakses pada tanggal 23 Oktober 2019
http://whendikz.blogspot.com/2013/10/faktor-yang-mempengaruhi-belajar-
dan_6.html diakses pada tanggal 23 Oktober 2019
Sardiman, A.M, 2004, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, Jakarta: RajaGrafindo
Persada.
Soetomo, 1993, Dasar-Dasar Interaksi Belajar Mengajar, Surabaya: Usaha Nasional.
Sudjana, Nana. Usman, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. (Cet. XV). Bandung:
PT. Ramaja Rosdakarya.
Usman Moh Uzer, dan Lilis Setiawati. 2001, Upaya Optimalisasi Kegiatan Belajar
Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.