MAKALAH MATERI DAN PEMBELAJARAN IPS DI SD
Tentang
"Permasalahan dalam pembelajaran IPS di SD dan solusi berbasi IPTEK ”
Disusun Oleh:
MUTIA SEPTIA PUTRI / NIM 2302011030
DOSEN PENGAMPU :
Fitriani S.Pd., M.Sn
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
WIDYASWARA INDONESIA
2025
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat
rahmat dan karunia-Nyalah hingga makalah yang berjudul “Permasalahan Dalam
Pembelajaran IPS SD dan Solusi Berbasis IPTEK “ dapat saya selesaikan dengan cukup
mudah dan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Tanpa pertolongan-Nya mungkin
saya tidak akan mampu menyelesaikan tepat pada waktunya. Makalah ini saya buat untuk
memenuhi tugas dari mata kuliah Materi dan Pembelajaran IPS SD.
Saya mengucapkan terima kasih kepada ibu Fitriani, S.Pd.,M.Sn selaku dosen
Materi dan Pembelajaran IPS SD program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Yang
telah memberikan arahan dalam menyusun makalah ini. Semoga makalah ini dapat
memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Saya menyadari bahwa makalah
ini masih kurang sempurna. Oleh karena itu, saya mengharapkan kritik dan saran yang
membangun dari para pembaca. Terima Kasih.
Solok Selatan, Mei 2025
Penyusun
i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.......................................................................................................... i
DAFTAR ISI....................................................................................................................... ii
BAB 1 PENDAHULUAN ................................................................................................. 1
A. Latar Belakang ............................................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah .......................................................................................................... 2
C. Tujuan Penulisan ............................................................................................................ 2
BAB 2 PEMBAHASAN.................................................................................................... 3
A. Permasalahan dalam pembelajaran IPS SD ................................................................... 4
B. Solusi Pembelajaran IPS SD berbasis IPTEK................................................................ 5
BAB 3 PENUTUP ............................................................................................................. 7
A. Kesimpulan .................................................................................................................... 7
B. Saran............................................................................................................................... 7
DAFTAR PUSTAKA
ii
BAB l
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Ilmu Pengetahuan Sosial penting diajarkan karena dapat membentuk warga negara
yang mampu berpikir secara kritis dan cerdas, dapat mengetahui dan menjalankan nilai-
nilai moral yang terdapat dalam Agama, kebudayaan, dan sesuai dengan Pancasila
(Soebijantoro, 2016 : 21). Ilmu Pengetahuan Sosial menurut Ginanjar (2016 :121) adalah
sebuah mata pelajaran yang memiliki tujuan untuk mendidik siswa menjadi masyarakat
yang baik, yaitu masyarakat yang mampu untuk hidup secara demokratis, bergaul dan
dapat berinteraksi dengan orang lain secara positif. Ilmu Pengetahuan Sosial adalah salah
satu mata pelajaran yang mempunyai peran penting dalam peningkatan mutu pendidikan,
yaitu ilmu yang dapat mengarahkan peserta didik untuk mampu berpikir Kritis, logis,
Kreatif, dan mempunyai inisiatif dalam menanggapi isu-isu sosial dalam kehidupan
bermasyarakat, yang disebabkan oleh dampak ilmu pengetahuan/sains dan teknologi
(IPTEK). (Jouhar 2018 : 58).
Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa Ilmu Pengetahuan Sosial
merupakan mata pelajaran yang mempunyai peran penting dalam mengarahkan dan
membimbing peserta didik menjadi manusia yang mampu untuk berpikir Kritis, logis,
Kreatif, dan dapat berinterkasi dengan orang lain secara positif dalam menanggapi isu-isu
sosial dalam kehidupan bermasyarakat yang disebabkan oleh dampak ilmu
pengetahuan/sains dan teknologi, serta dapat mengetahui dan menjalankan nilai-nilai moral
yang terdapat dalam agama, kebudayaan, dan sesuai dengan Pancasila. Untuk
membimbing peserta didik agar dapat mencapai apa yang diharapkan dalam mata pelajaran
IPS maka diperlukan pembelajaran yang lebih menarik dan menggunakan masalah-
masalah sosial sebagai bahan pembelajarannya. Masalah sosial tidak dapat dipisahkan
dalam kehidupan seharihari, sehingga kemampuan pemecahan masalah merupakan hal
yang penting untuk ditanamkan kepada siswa agar mereka dapat mengimplementasikan
kemampuan pemecahan masalah dalam kehidupan Sehari-hari
1
B. Rumusan Masalah
1. Apa permasalahan yang terjadi pada pembelajaran IPS SD berbasis IPTEK?
2. Bagaimana solusi dari permasalahan yang terjadi pada pembelajaran SD berbasis
IPTEK?
C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui permasalahan dalam pembelajaran IPS SD berbasis IPTEK
2. Untuk mengetahui solusi dari permasalahan dalam pembelajaran IPS SD berbasis
IPTEK
2
BAB ll
PEMBAHASAN
A. Permasalahan dalam Pembelajaran IPS di Sekolah Dasar
Pembelajaran IPS di SD harus lebih memfokuskan kepada kebutuhan peserta didiknya
yang umumnya berusia 7-11 tahun. Anak yang berusia 7-11 tahun umumnya masih dalam
perkembangan diri, baik itu perkembangan terhadap kemampuan intelektual nya. Pola pikir
nya masih belum sempurna karena anak seusia itu akan lebih berpikir bahwa masa sekarang
sedangkan masa depannya belum ada terpikir sama sekali atau masih bersifat abstrak.
Karena hal tersebut akan menimbulkan masalah dalam pembelajaran IPS karena bahan atau
materi IPS masih banyak yang bersifat abstrak yang berkaitan dengan konsep waktu,
lingkungan, demokrasi, nilai, kelangkaan, permintaan, perubahan, kepercayaan dan lain
sebagainya (Rahmad, 2016).
Adapun permasalahan yang sering ditemukan di lapangan antara lain:
1. Masalah pertama dalam pembelajaran IPS di SD adalah siswa mengalami kesulitan
untuk memahami materi-materi pelajaran yang diberikan. Tidak hanya itu peserta didik
juga mudah lupa dengan materi yang telah disampaikan sebelumnya. Hal tersebut
merupakan bagian dari kesulitan belajar. Kesulitan belajar yang dialami siswa
disebabkan salah satunya guru menggunakan metode ceramah. Guru memiliki
keterbatasan dalam menggunakan beberapa fasilitas untuk menunjang keberhasilan
proses belajar.
2. Kesulitan belajar terjadi karena peserta didik tidak mampu untuk memahami konsep-
konsep IPS yang abtrak. Akan tetapi masalah ini dapat diatasi jika guru bisa
menggunakan media ataupun alat peraga yang sesuai materi sehingga siswa juga lebih
mudah untuk memahami nya. Ketika guru mengajarkan konsep-konsep tersebut hanya
dengan menyampaikan materi biasa saja atau hanya dengan ceramah maka peserta
didik akan mengalami kesulitan belajar dan memahami materi. Peserta didik akan
menganggap bahwa materi IPS ini cakupannya sangat luas sehingga sangat sulit untuk
dipahami dan menyebabkan peserta didik kurang minat untuk belajar (Arum Susilowati,
3
2022). Saat pembelajaran dilakukan secara daring yang dilakukan setahun lalu, peserta
didik mengalami kesulitan belajar dengan kurang paham dengan materi yang diberikan
(Lativa Qurrotaini, 2020).
3. Kurangnya fasilitas dalam proses pembelajaran juga menjadi masalah karena ketika
siswa kekurangan buku, maka siswa harus berbagi buku dengan teman sebelahnya. Hal
tersebut akan menimbulkan siswa akan kurang antusias untuk mengikuti proses
pembelajaran. Pemanfaatan media sangat penting untuk meningkatkan hasil belajar dan
aktivitas siswa. Terlebih pembelajaran IPS dikenal dengan pembelajaran yang
membosankan, jadi guru harus pandai dalam mengelola kelas untuk menghidupkan
suasana kelas dan membangun suasana belajar yang nyaman agar siswa merasa tertarik
untuk mengikuti pembelajaran IPS.
4. Pembelajaran IPS di SD harus disajikan semenarik mungkin, karena seusia dasar
peserta didik masih suka bermain sambil belajar. Jadi pembelajaran dapat disajikan
dengan menarik dan tidak terkesan monoton yang hanya mencatat atau membaca saja.
Guru harus dapat menyesuaikan dimana tempat ia akan mengajar, jika pembelajaran
dilakukan di tingkat dasar maka kita harus selalu sabar dalam menyampaikan materi.
Materi yang diajarkan juga jangan menggunakan penyampaian yang terkesan sulit
untuk dipahami, guru bisa menyampaikan materi dengan menambahkan beberapa
kejadian yang terjadi dilingkungan sekitar agar siswa lebih mudah untuk mengingat
dan memahami. Dengan begitu siswa tidak lagi mengalami kesulitan belajar, karena
diharapkan siswa dapat belajar pelajaran IPS melalui fenomena sekitar yang terjadi di
tempat tinggalnya. Sebagai contoh yaitu
untuk pelajaran geografi, diambil dari kehidupan sehari-hari yaitu peristiwa hujan di
lingkungan sekitar. Guru bisa menyampaikan proses terjadinya hujan secara sederhana
yang mudah dipahami siswa ataupun bisa menyampaikan hikmah dari hujan yang bisa
kita ambil atau lain sebagainya. Artinya guru IPS harus sebisa mungkin memanfaatkan
lingkungan sekitar untuk penyampaian materi.
5. Permasalahan yang dominan pada pembelajaran IPS di SD yaitu siswa kurang memiliki
minat belajar dan keaktifan dalam belajar, karena materi yang disampaikan kurang
menarik, pembelajaran yang membosankan, pembelajaran yang tidak penting. Hal
4
tersebut dapat terjadi karena guru kurang mampu dalam melakukan pengelolaan kelas.
Pembelajaran di tingkat dasar masih sangat bergantung kepada guru, artinya semua
informasi atau lain sebagainya didapatkan dari guru. Karena siswa masih kurang
mampu untuk mandiri dalam belajar. Jadi, keberhasilan pembelajaran sangat
ditentukan oleh guru. Pembelajaran di sekolah dasar masih menerapkan teacher center.
B. Solusi permasalahan IPS di SD berbasis IPTEK
Untuk menjawab berbagai permasalahan dalam pembelajaran IPS, pendekatan
berbasis IPTEK menjadi alternatif sekaligus solusi strategis. Penggunaan teknologi dalam
pembelajaran bukan hanya sebagai pelengkap, tetapi sebagai katalisator yang dapat
mengubah pola pembelajaran menjadi lebih aktif, interaktif, dan menarik. Berikut beberapa
solusinya berbasis IPTEK
1. Pembelajaran berbasis multimedia interaktif
Gantikan metode ceramah yang monoton dengan pendekatan multimedia interaktif. Materi
IPS dapat disajikan dalam berbagai format seperti video animasi, simulasi interaktif, game
edukasi, dan presentasi yang kaya visual. Format ini lebih menarik dan mudah diingat oleh
siswa.
Contoh Implementasi: Gunakan aplikasi seperti Canva, Powtoon, atau Adobe Spark untuk
membuat presentasi yang menarik. Manfaatkan YouTube untuk mencari video edukasi
yang relevan. Terdapat banyak game edukasi IPS yang tersedia secara online atau melalui
aplikasi di smartphone.
2. Platform Pembelajaran Online yang Mendukung Kolaborasi
Gunakan platform pembelajaran online yang memungkinkan kolaborasi antara siswa dan
guru. Platform ini dapat memfasilitasi diskusi, berbagi sumber belajar, dan aktivitas kelompok.
Kolaborasi dapat membantu siswa memahami konsep abstrak dengan cara yang lebih
mendalam.
Contoh Implementasi: Gunakan Google Classroom, Edmodo, atau platform LMS lainnya
untuk membuat ruang kelas virtual. Fasilitasi diskusi online tentang konsep-konsep IPS yang
sulit dipahami. Berikan tugas kelompok yang menuntut siswa untuk bekerja sama dalam
menyelesaikan masalah atau membuat presentasi.
5
3. Integrasi Sumber Belajar Digital yang Relevan
Manfaatkan berbagai sumber belajar digital yang relevan dan up-to-date, seperti video edukasi
di YouTube, artikel ilmiah online, dan website edukasi yang terpercaya. Sumber belajar ini
dapat melengkapi materi pembelajaran dan memberikan perspektif yang berbeda.
contoh Implementasi: Buat daftar pustaka digital yang berisi tautan ke berbagai sumber belajar
online yang relevan dengan materi IPS. Ajak siswa untuk mengeksplorasi sumber belajar ini
dan berbagi temuan mereka.
3. Penggunaan Perangkat Lunak Pembuatan Video dan Editing
Guru dapat membuat video pembelajaran sendiri yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa.
Video dapat mencakup penjelasan materi, contoh soal, dan latihan interaktif. Siswa juga dapat
terlibat dalam pembuatan video pendek sebagai proyek pembelajaran.
Contoh Implementasi: Gunakan aplikasi pengeditan video sederhana seperti iMovie atau
CapCut untuk membuat video pembelajaran yang menarik. Siswa dapat membuat video
presentasi tentang suatu topik IPS.
5. Game Edukasi dan Simulasi Interaktif
Gunakan game edukasi dan simulasi interaktif untuk membuat pembelajaran IPS lebih menarik
dan engaging. Game ini dapat dirancang untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang
konsep-konsep IPS, melatih kemampuan berpikir kritis, dan meningkatkan kolaborasi antar
siswa. Game dapat diakses melalui komputer, tablet, atau smartphone.
Contoh Implementasi: Cari game edukasi IPS yang tersedia secara online atau melalui aplikasi
di smartphone. Ada banyak game yang dirancang khusus untuk mengajarkan konsep geografi,
sejarah, atau kewarganegaraan dengan cara yang menyenangkan.
6
BAB lll
PENUTUP
A. Kesimpulan
Jadi permasalahan pembelajaran IPS di SD adalah rendahnya minat belajar siswa, kurangnya
media pembelajaran yang inovatif, dan minimnya penggunaan metode pembelajaran aktif. Solusi
berbasis IPTEK yang dapat diterapkan meliputi penggunaan media digital interaktif, game edukasi,
dan aplikasi pembelajaran yang dapat diakses secara online. Selain itu, penting juga untuk
mengembangkan kompetensi guru dalam penggunaan teknologi untuk pembelajaran IPS.
Dengan penerapan solusi berbasis IPTEK dan dukungan dari berbagai pihak, pembelajaran
IPS di SD dapat menjadi lebih menarik, interaktif, dan efektif. Hal ini diharapkan dapat
meningkatkan minat belajar siswa, meningkatkan hasil belajar mereka, serta mempersiapkan
mereka untuk menghadapi tantangan di era digital.
B. SARAN
Demikian makalah yang dapat saya sajikan, semoga dapat menambah ilmu serta bermanfaat bagi
kita semua. Segala kesempurnaan hanyalah milik Allah subhanahu waTa’ala, saya hanyalah
manusia biasa yang memiliki banyak kekurangan. Oleh karena itu, saya mengharapkan kritik dan
saran yang membangun dari semua pihak demi perbaikan artikel
7
DAFTAR PUSTAKA
Qurrotaini, Lativa, dkk. (2020). Analisis Faktor Hambatan Penerapan IPS SD Pada Pembelajaran
Daring. LPPM UMJ.
Rahmad. (2016). Kedudukan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) pada Sekolah Dasar. Madrasah
Ibtidaiyah. 2(1). 68-78.
Rahmaniah, Aniek. (2012). Pengembangan Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial pada
Pendidikan Dasar. Madrasah. 5(1). 94-112.
Rahmawati & B. Fitri, Zidni. (2019). Identifikasi Permasalahan-Permasalahan Dalam
Pembelajaran IPS. Historia. 3(1). 1-10.