MAKALAH MANAJEMEN PEMASARAN PERBANKAN SYARI’AH
UNSUR MARKETING
Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas manajemen pemasaran perbankan syariah
Oleh :
sitikhulaifah@mhs.iaibafa.ac.id
Dosen pengampu:
Moh. Syamsul Muarif, M. HI.
FAKULTAS SYARI’AH DAN EKONOMI ISLAM
PROGRAM STUDI EKONOMI SYARI’AH
INSTITUT AGAMA ISLAM BANI FATTAH
JOMBANG 2025
PENDAHULUAN
Dalam dunia bisnis yang semakin kompetitif, pemasaran atau marketing
menjadi elemen kunci dalam keberhasilan suatu perusahaan. Marketing bukan hanya
tentang menjual produk atau jasa, tetapi juga mencakup berbagai strategi dan taktik
untuk memahami serta memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan. Unsur-unsur
marketing memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk strategi bisnis yang
efektif, sehingga perusahaan dapat mencapai target pasar yang tepat dan memperoleh
keuntungan maksimal.
Unsur marketing sering kali dikaitkan dengan konsep bauran pemasaran atau
marketing mix yang terdiri dari beberapa elemen utama, seperti produk, harga, tempat,
dan promosi (4P). Seiring perkembangan zaman, konsep ini terus berkembang dengan
menambahkan elemen lain seperti orang, proses, dan bukti fisik (7P). Setiap unsur
tersebut memiliki peran yang berbeda namun saling berkaitan dalam menciptakan
strategi pemasaran yang efektif.
Pemahaman yang mendalam mengenai unsur marketing membantu perusahaan
dalam merancang strategi yang lebih terarah, meningkatkan daya saing, serta
membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan. Oleh karena itu, dalam
pembahasan ini, akan diuraikan secara lebih rinci mengenai berbagai unsur marketing
serta peran dan penerapannya dalam dunia bisnis.
PEMBAHASAN
A. DEFINISI MARKETING MENURUT PARA AHLI
1. Philip Kotler & Kevin Lane Keller
Pemasaran adalah tentang mengidentifikasi dan memenuhi kebutuhan manusia serta sosial
secara menguntungkan.
2. American Marketing Association (AMA)
Pemasaran adalah aktivitas, institusi, dan proses dalam menciptakan, mengomunikasikan,
menyampaikan, serta menukar penawaran yang bernilai bagi pelanggan, klien, mitra, dan
masyarakat secara luas.
3. Kotler & Armstrong
Pemasaran adalah proses di mana perusahaan menciptakan nilai bagi pelanggan dan
membangun hubungan yang kuat dengan mereka untuk mendapatkan nilai dari pelanggan
sebagai balasannya.
Jadi, Marketing atau pemasaran adalah suatu proses perencanaan dan pelaksanaan
konsepsi, penetapan harga, promosi, serta distribusi barang, jasa, atau ide guna menciptakan
pertukaran yang memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen serta mencapai tujuan bisnis.1
Marketing bukan sekadar aktivitas menjual produk, tetapi mencakup seluruh strategi untuk
memahami pasar, menarik pelanggan, membangun hubungan jangka panjang, serta
menciptakan nilai bagi konsumen dan perusahaan.
B. TUJUAN MARKETING
Marketing atau pemasaran memiliki tujuan utama untuk menciptakan, mengomunikasikan,
dan memberikan nilai kepada pelanggan dengan cara yang menguntungkan. Dalam dunia
bisnis yang kompetitif, tujuan marketing tidak hanya sekadar meningkatkan penjualan, tetapi
juga membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan serta menciptakan citra positif
bagi perusahaan.
beberapa tujuan utama marketing:
1. Memahami dan Memenuhi Kebutuhan serta Keinginan Pelanggan
Pemasaran bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan dan keinginan pelanggan agar
perusahaan dapat menawarkan produk atau layanan yang benar-benar dibutuhkan. Proses ini
mencakup:
• Riset pasar untuk mengetahui preferensi pelanggan
• Segmentasi pasar berdasarkan demografi, psikografi, atau perilaku
• Pengembangan produk atau layanan yang sesuai dengan kebutuhan pasar
Dengan memahami pelanggan, perusahaan dapat menciptakan nilai lebih yang membedakan
mereka dari kompetitor.
2. Meningkatkan Kesadaran dan Citra Merek (Brand Awareness & Brand Image)
1
Kotler, Philip & Keller, Kevin Lane. (2016). Marketing Management (15th Edition). Pearson Education.
Salah satu tujuan utama pemasaran adalah membangun kesadaran dan citra positif terhadap
merek (brand). Hal ini dicapai melalui:
• Strategi komunikasi pemasaran yang efektif, seperti periklanan dan media sosial
• Konsistensi dalam penyampaian pesan dan identitas merek
• Membangun kepercayaan dan loyalitas pelanggan terhadap merek
Ketika pelanggan memiliki kesan positif terhadap merek, mereka cenderung lebih setia dan
memilih produk atau layanan perusahaan dibandingkan pesaing.
3. Menarik dan Mempertahankan Pelanggan (Customer Acquisition & Retention)
Strategi marketing yang baik tidak hanya berfokus pada mendapatkan pelanggan baru tetapi
juga mempertahankan pelanggan yang sudah ada. Ini dapat dilakukan melalui:
• Program loyalitas pelanggan (loyalty programs)
• Pelayanan pelanggan yang baik dan interaktif
• Pemberian promo atau diskon khusus bagi pelanggan setia
Pelanggan yang puas cenderung melakukan pembelian berulang dan bahkan
merekomendasikan produk atau layanan kepada orang lain.
4. Meningkatkan Penjualan dan Profitabilitas Perusahaan
Marketing yang efektif akan berdampak langsung pada peningkatan penjualan dan keuntungan
perusahaan. Ini dilakukan melalui:
• Strategi harga yang kompetitif
• Kampanye promosi yang menarik dan persuasif
• Optimalisasi distribusi agar produk mudah dijangkau oleh konsumen
Dengan strategi pemasaran yang tepat, perusahaan dapat meningkatkan volume penjualan
sekaligus memastikan margin keuntungan tetap terjaga.
5. Membangun Keunggulan Bersaing (Competitive Advantage)
Di tengah persaingan bisnis yang ketat, marketing bertujuan untuk menciptakan keunggulan
kompetitif melalui:
• Diferensiasi produk atau layanan yang unik
• Strategi positioning yang membedakan merek dari pesaing
• Inovasi dalam pemasaran digital dan teknologi
Keunggulan bersaing memungkinkan perusahaan untuk tetap relevan dan mempertahankan
pangsa pasar.
6. Memperluas Pangsa Pasar dan Meningkatkan Jangkauan Bisnis
Marketing bertujuan untuk memperluas jangkauan bisnis dengan cara:
• Ekspansi ke pasar baru, baik lokal maupun internasional
• Pemanfaatan e-commerce dan pemasaran digital untuk menjangkau lebih banyak
pelanggan
• Menyesuaikan strategi pemasaran dengan tren pasar yang berkembang
Dengan pendekatan ini, perusahaan dapat terus tumbuh dan berkembang dalam jangka panjang.
7. Membangun Hubungan Jangka Panjang dengan Pelanggan (Customer Relationship
Management - CRM)
Marketing modern lebih dari sekadar menjual produk, tetapi juga membangun hubungan yang
kuat dengan pelanggan. Hal ini dicapai dengan:
• Menyediakan pengalaman pelanggan (customer experience) yang memuaskan
• Membangun interaksi dan keterlibatan dengan pelanggan melalui media sosial dan
email marketing
• Memberikan layanan purna jual yang baik
Hubungan jangka panjang dengan pelanggan akan meningkatkan loyalitas dan mengurangi
biaya pemasaran dalam jangka panjang.
C. UNSUR-UNSUR MARKETING (4P DAN 7P) DALAM EKONOMI2
Dalam dunia ekonomi dan bisnis, strategi pemasaran menjadi faktor kunci dalam
keberhasilan sebuah perusahaan. Salah satu konsep yang paling umum digunakan dalam
2
SMEsta. (n.d.). Apa Itu Marketing Mix? Mengenal Konsep 4P dan 7P.
marketing adalah Marketing Mix, yang mencakup 4P (Product, Price, Place, Promotion)
serta berkembang menjadi 7P dengan tambahan People, Process, dan Physical Evidence.
penjelasan lengkapnya:
A. 4P dalam Marketing
1. Product (Produk)
Produk adalah barang atau jasa yang ditawarkan kepada konsumen untuk memenuhi kebutuhan
atau keinginan mereka. Dalam menentukan produk yang tepat, perusahaan harus
memperhatikan beberapa aspek, seperti:
• Kualitas produk: Produk harus memiliki kualitas yang baik agar dapat bersaing di
pasar.
• Desain dan fitur: Harus sesuai dengan kebutuhan pelanggan dan memiliki nilai
tambah.
• Siklus hidup produk: Setiap produk memiliki tahapannya sendiri, mulai dari
perkenalan, pertumbuhan, kedewasaan, hingga penurunan.
• Inovasi: Perusahaan harus terus berinovasi agar produknya tetap relevan di pasar.
Contoh: Apple selalu mengembangkan inovasi pada iPhone untuk memenuhi kebutuhan
pengguna teknologi modern.
2. Price (Harga)
Harga adalah nilai yang harus dibayar oleh konsumen untuk mendapatkan produk atau jasa.
Strategi penetapan harga harus mempertimbangkan:
• Strategi penetapan harga: Bisa berupa skimming price (harga tinggi di awal, lalu
turun), penetration pricing (harga rendah untuk menarik banyak pelanggan), atau
competitive pricing (menyesuaikan harga dengan pesaing).
• Harga dan persepsi konsumen: Harga yang lebih tinggi sering kali dianggap
mencerminkan kualitas yang lebih baik.
• Diskon dan promosi harga: Bisa menarik lebih banyak pelanggan dan meningkatkan
penjualan.
Contoh: Samsung menggunakan strategi skimming price saat meluncurkan ponsel baru
dengan harga tinggi, kemudian menurunkannya setelah beberapa bulan.
3. Place (Tempat/Distribusi)
Place mengacu pada bagaimana produk didistribusikan ke konsumen, termasuk saluran
distribusi yang digunakan. Faktor penting dalam distribusi meliputi:
• Saluran distribusi: Bisa melalui toko fisik, e-commerce, atau distributor pihak ketiga.
• Lokasi strategis: Produk harus tersedia di tempat yang mudah dijangkau oleh
pelanggan.
• Logistik dan rantai pasok: Efisiensi dalam distribusi sangat penting agar produk
sampai ke pelanggan dengan cepat.
Contoh: McDonald’s memilih lokasi strategis seperti pusat kota dan jalan tol untuk
meningkatkan aksesibilitas bagi pelanggan.
4. Promotion (Promosi)
Promosi adalah segala bentuk komunikasi yang digunakan perusahaan untuk memperkenalkan
dan memasarkan produknya. Beberapa strategi promosi yang umum digunakan adalah:
• Iklan: Bisa melalui televisi, media sosial, billboard, atau website.
• Promosi penjualan: Seperti diskon, cashback, dan paket bundling.
• Public relations (PR): Membangun citra merek yang positif melalui media dan
komunitas.
• Pemasaran digital: Menggunakan media sosial, email marketing, dan iklan berbayar
di platform digital.
Contoh: Coca-Cola menggunakan iklan TV, sponsor acara olahraga, serta kampanye media
sosial untuk meningkatkan daya tarik mereknya.
5. People (Orang/Sumber Daya Manusia)
People mengacu pada semua individu yang terlibat dalam layanan atau penjualan produk, baik
itu karyawan, staf pelayanan, maupun pelanggan itu sendiri. Faktor-faktor yang perlu
diperhatikan meliputi:
• Pelatihan karyawan: Karyawan yang kompeten akan memberikan pelayanan yang
lebih baik.
• Layanan pelanggan: Responsif dan ramah akan meningkatkan loyalitas pelanggan.
• Pengalaman pelanggan: Faktor ini sangat memengaruhi citra merek dan reputasi
bisnis.
Contoh: Starbucks melatih barista mereka untuk memberikan pelayanan yang ramah dan
personal kepada pelanggan.
6. Process (Proses dalam Layanan atau Penjualan Produk)
Proses dalam marketing mengacu pada bagaimana layanan atau produk disampaikan kepada
pelanggan secara efisien. Faktor penting dalam proses meliputi:
• Kemudahan akses layanan: Proses transaksi harus cepat dan mudah.
• Sistem operasional yang efektif: Perusahaan harus memiliki SOP (Standard Operating
Procedure) yang jelas untuk memastikan pelayanan yang konsisten.
• Teknologi dalam proses bisnis: Penggunaan teknologi dapat meningkatkan efisiensi
dan kepuasan pelanggan.
Contoh: Aplikasi Gojek dan Grab mempermudah pelanggan dalam memesan transportasi
atau makanan secara online dengan sistem yang terintegrasi.
7. Physical Evidence (Bukti Fisik dalam Layanan)
Physical Evidence mengacu pada semua elemen fisik yang dapat meningkatkan kepercayaan
pelanggan terhadap produk atau layanan, seperti:
• Desain interior toko atau kantor: Suasana yang nyaman dapat meningkatkan
pengalaman pelanggan.
• Kemasan produk: Desain kemasan yang menarik dapat meningkatkan daya tarik
produk.
• Review dan testimoni pelanggan: Bukti sosial dari pelanggan lain bisa mempengaruhi
keputusan pembelian.
Contoh: Hotel berbintang menggunakan desain interior mewah dan menyediakan fasilitas
premium untuk memberikan pengalaman eksklusif kepada pelanggan.
D. STRATEGI MARKETING DALAM EKONOMI
Strategi Segmentasi, Targeting, dan Positioning (STP)3
• Segmentasi
proses membagi pasar ke dalam kelompok-kelompok yang lebih kecil berdasarkan
kesamaan tertentu, seperti usia, lokasi, atau gaya hidup. Contohnya, perusahaan
kosmetik mungkin membagi pasarnya menjadi wanita remaja, ibu rumah tangga,
dan wanita karier, karena masing-masing memiliki kebutuhan yang berbeda.
• Targeting
Setelah pasar dibagi, perusahaan memilih segmen mana yang paling potensial dan
menguntungkan. Misalnya, jika sebuah brand pakaian ingin fokus pada anak muda,
mereka akan memilih segmentasi berdasarkan usia dan gaya hidup.
• Positioning
adalah cara bisnis menciptakan citra atau persepsi di benak pelanggan. Misalnya,
Apple memposisikan produknya sebagai mewah dan inovatif, sedangkan Xiaomi
lebih dikenal sebagai terjangkau dan berkualitas.
Contoh: Starbucks menargetkan pelanggan yang mencari pengalaman minum kopi
premium, sementara Kopi Kenangan menyasar pelanggan yang menginginkan kopi
berkualitas dengan harga lebih terjangkau.
E. DAMPAK MARKETING TERHADAP EKONOMI
Marketing punya pengaruh besar dalam roda ekonomi. Bukan cuma buat perusahaan, tapi
juga buat masyarakat dan negara.
a. Mendorong Pertumbuhan Bisnis dan Ekonomi
Semakin banyak orang membeli produk, semakin besar pendapatan perusahaan, dan ini bisa
berdampak positif pada ekonomi secara keseluruhan.
• Perusahaan berkembang → Omzet naik, profit naik.
• Peluang kerja bertambah → Jika bisnis makin besar, mereka butuh lebih banyak
karyawan.
3
Ries, A., & Trout, J. (2001). Positioning: The Battle for Your Mind - Positioning adalah tentang bagaimana
pelanggan melihat merek dalam benak mereka.
Contoh: Saat Tokopedia berkembang pesat, banyak toko kecil yang ikut sukses karena mereka
bisa jualan secara online.
b. Menciptakan Lapangan Kerja
Marketing membuka banyak peluang kerja di berbagai bidang, seperti:
• Content Creator & Digital Marketer
• Sales & Customer Service
• Graphic Designer untuk iklan produk
Semakin banyak bisnis yang berkembang, semakin banyak pula pekerjaan yang
tersedia.
c. Efek Globalisasi dan E-Commerce pada Ekonomi
Dulu, kalau mau beli barang dari luar negeri itu ribet banget. Sekarang? Tinggal klik di
marketplace!
• E-commerce memungkinkan produk lokal bersaing dengan produk luar negeri.
• Bisnis kecil bisa mendunia tanpa perlu toko fisik.
Contoh: UMKM Indonesia yang jualan batik bisa dapat pelanggan dari Eropa berkat
Instagram dan Shopee.
KESIMPULAN
Marketing merupakan elemen kunci dalam dunia bisnis yang berfungsi untuk
memahami dan memenuhi kebutuhan pelanggan secara strategis. Unsur marketing yang
dikenal dengan konsep 4P (Product, Price, Place, Promotion) serta berkembang menjadi 7P
(ditambah People, Process, dan Physical Evidence) memainkan peran penting dalam
menciptakan nilai bagi pelanggan dan meningkatkan daya saing perusahaan.
Melalui strategi pemasaran yang efektif, perusahaan dapat meningkatkan kesadaran
merek, menarik dan mempertahankan pelanggan, serta memperoleh keunggulan kompetitif di
pasar. Selain itu, marketing juga memiliki dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi, baik
dalam menciptakan lapangan kerja maupun memperluas jangkauan bisnis melalui inovasi
digital dan globalisasi.
Di era modern, tren pemasaran terus berkembang dengan adopsi teknologi digital,
kecerdasan buatan, dan personalisasi pengalaman pelanggan. Dengan menerapkan strategi
marketing yang tepat, perusahaan tidak hanya dapat meningkatkan keuntungan, tetapi juga
membangun hubungan jangka panjang dengan konsumennya.
Daftar Pustaka
• CMLabs. (n.d.). Apa Itu Marketing Mix? Memahami Konsep 4P dan 7P. Diakses pada
22 Februari 2025, dari https://cmlabs.co/id-id/seo-guidelines/marketing-mix-adalah.
• Gramedia. (n.d.). STP Marketing: Pengertian, Target, Segmentasi, dan Strategi.
Diakses pada 22 Februari 2025, dari https://www.gramedia.com/best-seller/stp-
marketing.
• Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing Management (15th ed.). Pearson
Education.
• SMEsta. (n.d.). Apa Itu Marketing Mix? Mengenal Konsep 4P dan 7P. Diakses pada 22
Februari 2025, dari https://smesta.kemenkopukm.go.id/news/apa-itu-marketing-mix-
mengenal-konsep-4p-dan-7p.
• SMEsta. (n.d.). Dampak Pemasaran terhadap Pertumbuhan Ekonomi. Diakses pada 22
Februari 2025, dari https://smesta.kemenkopukm.go.id/.