TUGAS STUDIO PERANCANGAN ARSITEKTUR
III
KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN COTTAGE
PADA KAWASAN WISATA PANTAI TELUK KUPANG
NAMA : EULALIA DA C. PINTO
NIM : 0806093262
SEMESTER : IV
UNIVERSITAS NUSA CENDANA
FAKULTAS SAINS DAN TEKNIK
JURUSAN TEKNIK ARSITEKTUR
1. KONSEP DASAR
1.1 Tujuan
Tujuan Perencanaan dan Perancangan cottage pada kawasan wisata pantai teluk
kupang adalah menciptakan/dan mewujudkankan suatu kawasan wisata pantai dan
fasilitas – fasilitas penunjangnya sehingga dapat menarik wisatawan local maupun
mancanegara untuk berkunjung.
1.2 Fungsi
- Sebagai tempat rekreasi keluarga terutama pada waktu libur
- Sebagai tempat menginap bagi wisatawan local maupun mancanegara.
- Merupakan indicator pekembangan ekonomi di kota Kupang.
- Sebagai salah satu daerah tujuan wisata di Nusa Tenggara Timur.
1.3 Filosofi
Dalam perancang cottage dan daerah pariwisata di pantai teluk kupang, filosofi
yang di ambil adalah filosofi rumah traditional NTT namun sudah mengalami
perubahan karena memiliki campuran arsitektur modern.
1.4 Skala Pelayanan
Cottage dan daerah pariwisata ini diperuntukan untuk umum
1.5 Status Kepengelolaan
Cottage dan kawasan wisata dikelolah oleh swasta
2. KONSEP TATA TAPAK
2.1 Sirkulasi dan entrance
Mine entrance dan site entrance diletakkan pada 1 jalur yang berbeda yakni dari 1 jalan masuk
dan 1 jalan keluar. Dan untuk daerah service memiliki entrance khusus dengan alur sirkulasi
yang sama dengan alur SE dan ME utama.
Keuntungan:
Tidak mudah terjadinya crossing
Masuk dan keluarnya kendaraan lebih tenang
Mudah dicapai
Kendaraan service tidak bercampur dengan kendaraan pengunjung
Kerugian
Butuh penjagaan disetiap entrance
Membutuhkan tempat atau luasan parkiran yang cukup besar.
SIRKULASI
Pola sirkulasi yang digunakan adalah:
1. Pola linear
Pola ini lebih tanggap terhadap lingkungan sekitar. Pengefisenan lahan serta intraksi yang
diberikan langsung pada bangunan dan lingkungan lebih terasa. pola linear sangat cocok untuk
daerah ini mengingat kondisi lahan yang memanjang namun tidak lebar
2.1 Konsep Ruang Luar
Zona Zona service Zona Zona Zona
Akomodasi penerima service rekreasi
3.KONSEP PERANCANGAN BANGUNAN
3.1 Konsep Massa Bangunan
Restaurant
Elemen pembentuk
Lopo
+
3.2 Konsep Tampilan Bangunan
Tampilan bangunan menggunakan konsep arsitektur vernakuler NTT yang
dipadukan dengan beberapa bangunan dengan gaya tampilan modern
3.3 Konsep Tata Letak Bangunan Dalam Site (pola-pola massa bangunan)
4. Konsep Orientasi Bangunan
o Cottage
orientasi bangunan (view) kearah pantai karenakawasan atau bangunan yang
membutuhkan kesan alami dan natural dari keindahan pantai.
o Reataurant
View kearah jalan utama : karena restaurant merupakan bangunan yang bersifat
mengundang
o Pujasera
View kedalam lokasi kawasan : karena pujasera merupakan bangunan yang bersifat
melayani pengunjung
o Kantor Pengelolah
View kedalam lokasi kawasan : karena kantor pengelolah meupakan bangunan bangunan
yang bersifat melayani pengunjung
5. Konsep Struktur
5.1 Struktur Yang Dipakai (SUB,SUPER & UPPER STRUKTUR)
Sub
Pondasi Foot Plat
Pondasi Foot Plat adalah pondasi setempat yang menyalurkan
beban ketanah, tetapi jika kondisi tanah merupakan tanah rawa,
atau kedalaman tanah keras lebih dari 3 m, maka harus
dikombinasikan dengan jenis pondasi lain
Supper struktur
Kolom struktur
Digunakan untuk memikul beban secara langsung baik beban vertikal maupun
beban horisontal dan disalurkan ke dalam tanah
Dimensi kolom struktur ditentukan oleh :
o Besarnya beban yang diterima.
o Tinggi kolom per lantai
o Jarak antar kolom ditentukan oleh modul dasar material.
Tinggi kolom struktur 3,50 sampai dengan 6,00 meter.
Dinding/partisi.
Material dinding/partisi: kaca, bata, dan kayu.
Dimensi:
o Tebal kaca: 5 mm.
o Tebal bata: 17 cm
Upper struktur
Upper struktur pada bangunan di lokasi perancangan adalah struktur rangka.
5.2 Konsep Material Struktur
Beton
Campuran material mudah didapat
Mahal pelaksanaannya dan memerlukan waktu
Daya tahan tidak terbatas
Ketahanan terhadap kebakaran tergantung selimut beton
Digunakan pada kolom dan kolom.
Kayu
Mudah didapat di Indonesia khususnya di kabupaten Rote Ndao
Harganya relative lebih murah
Daya tahan 30 tahun
Tidak tahan cuaca, 2-3 tahun perlu pengecekan, 5-7 tahun perlu pemolesan
obat tahan lama
Digunakan pada rangka atap, kosen pintu dan jendela, rangka plafond.
Material penutup atap
Material alami (lokal), seperti: alang- alang dan ijuk.
Material pabrikasi seperti : genteng dan lain- lain.
6. KONSEP UTILITAS
6.1 Konsep Sistem Penghawaan
sistim penghawaan yang digunakan dalam konsep perencanaan yaitu:
o penghawaan alami:
1. Membuat bukaan pada daerah aliran angin
2. Membuat ventilasi silang agar udara yang masuk kedalam ruangan menjadi lebih optimal
3. Menambahkan vegetasi pelindung untuk menyaring angin yang datang secara berlebihan
dan disertai dengan kotoran-kotoran seperti debu
o penghawaan Buatan:
1. Menggunakan AC
6.2 Konsep Tata Cahaya
Pencahayaan pada daerah pariwisata, daerah service, cottage, dan restaurant menggunakan 2 jenis
pencahayaan yakni:
Pencahayaan Alami ; Digunakan semaksimal mungkin untuk penghematan energy listrik.Ada
beberapa solusi untuk memaksimalkan pencahayaan alami yaitu:
Membuat Bukaan di arah timur (Untuk pemanfaatan matahari pagi)
Menggunakan seng transparan untuk mendapatkan matahari disiang hari
Membuat bukaan di arah barat untuk pemanfaatan sinar matahari sore
Mempertimbangkan luas bukaan,warna dinding dan lantai.
Pencahayaan Buatan ; Digunakan untuk menanggulangi perubahan cuaca dan pada malam
hari.Untuk pencahayaan buatan pada bangunan dapat menggunakan jenis lampu TL atau Neon
dengan kapasitas daya tertentu sesuai dengan fungsi dan aktivitas di ruangan tertentu.Sedangkan
untuk penerangan didalam tapak dapat digunakan lampu penerangan jalan dengan kapasitas
cahaya yang tinggi.
LISTRIK
Menggunakan listrik dari PLN sebagai sumber utama dan menggunakan genset sbg sumber
listrik cadangan. Kebutuhan tenaga listrik dalam tapak dan bangunan seluruhnya disuplay oleh
PLN sedangkan untuk menyiapkan tenaga listrik cadangan dibutuhkant genset yang dapat
dimanfaatkan bila tenaga listrik dari PLN padam. Persiapan genset ini sangat diperlukan karena
kebutuhan tenaga listrik sangat penting. Selain untuk sumber pengcahayaan, tenaga listrik juga
diperlukan untuk mengopersikan perlatan peralatan elektronik.
6.3 Konsep Pemadam Kebakaran
o . Sprinkler
Adalah alat pemadam yang dapat menyemburkan air, gas dan busa pada saat terjadi
kebakaran.
Bekerja bila temperatur ruangan telah mencapai suhu tertentu (57 0 C, 68 0 C, 79 0 C,
141 0 C, 182 0 C, dan 204 0 C.)
Melayani ruang seluas 9-21 m2 untuk setiap sprinkler dengan tekanan air terjauh
sebesar 0,5 Kg/Cm.
o Alarm dan Titik Panggil Minimal
Berikut ini beberapa uraian persyaratan alarm kebakaran dan titik panggil minimal :
1. Dipasang di setiap lantai untuk mengingatkan bahwa telah terjadi kebakaran.
2. Mempunyai bunyi yang khas dan mudah dikenal sebagai tanda kebakaran dan harus
berbunyi dengan ketinggian frekuensi 500-1000 Hz dan tingkat kekerasan 65 dB.
3. Untuk titik panggil manual harus berwarna merah dan dipasang pada dinding
dengan ketinggian 1,4 m dan berjarak 30 m antar setiap titik panggil manual.
o Tangga Darurat
Tangga darurat dibuat khusus untuk bangunan bertingkat seperti kantor pengelola.
6.4 Distribusi Air Bersih Air Kotor & Air Hujan
o Distribusi air bersih
Down Feed Riser System (Tanki Atas)
Air yang ditampung reservoir bawah dipompa kereservoir atas kemudian dialirkan ke
tiap-tiap ruangan yang membutuhkan air bersih secara gravitasi dengan bantuan pipa
pereduksi tekanan (PRV) atau tanpa PRV (Pressure Reducing Value/Jockey Pump).
Sistem ini lebih efektif karena bila terjadi kebakaran/listrik padam air masih bisa
dialirkan.
o Konsep distribusi air kotor
WC Saluran Kotoran Septictank Sumur
Peresapan
o Konsep distribusi air hujan
Bak
Atap Kontrol Diresapkan
6.5 Sistem Persampahan
Faktor – faktor yang perlu diperhatikan untuk perencanaan tempat sampah antara lain :
• Letak tempat sampah harus mudah di capai (untuk pembuangan dan pengangkutan)
• Penempatan tempat sampah dikategorikan menjadi dua bagian yaitu : Untuk
sampah basah dan sampah kering sehingga mudah di kontrol.
• Yang perlu diperhatikan juga adalah tempat sampah dalam ruang dan sampah di luar
ruang
Tempat Gerobak Pola sudut untuk Truk
sampah sampah kendaraan sampa
6.6 Sistem Komunikasi h
Alat alat komunikasi yang digunakan adalah:
Telex
Digunakan untuk komunikasi jarak jauh, yang cara penyampaiannya tertulis dan
dikirimkan dengan menuliskan berita di atas kertas. Khusus untuk telex dengan
nomor kode yang dirasiakan . telex ini seperti mesin tik dimana berita yang
dikirim diketik pada mesin tersebut yang nantinya akan mendapat jawaban berupa
ketikan juga, mesin telex ini bekerja secara otomatis.
Telepon
Menggunakan sistem PBX (untuk hubungan keluar dan masuk harus melalui
operator)
6.7 Sistem Penangkal Petir
Sistem penangkal petir yang digunakan adlah sistem faraday atau Melsens. Sistem ini
berdasarkan pada hasil percobaan Faraday. Ruang yang diletakkan pada suatu kurungan logam
akan tidak peka lagi terhadap pengaruh listrik dari luar kurungan. Dengan prinsip ini maka setiap
bangunan akan terisolasi dari pengaruh pengaruh listrik petir. Hal ini kemudian dikembangkan
oelh Melsens sebagai sistem pengaman terhadap bahaya petir.