• PROYEK PERHITUNGAN STRUKTUR BOX CULVERT
• PERENCANA PT. WAHANA CIPTA ENGINEERING
• TANGGAL 18/05/2022
• REV REV 0
A. DATA PERENCANAAN
A.1. Dimensi Box Culvert
Lebar box, L= 5.50 m
Tinggi box, H= 3.00 m
Tebal pelat lantai, h1 = 0.40 m
Tebal pelat dinding, h2 = 0.35 m
Tebal pelat pondasi, h3 = 0.35 m
A.2. Dimensi Wing Wall
Panjang wing wall, c= 2.00 m
Tinggi wing wall bagian ujung, d= 1.50 m
Tebal wing wall, tw = 0.25 m
A.3. Dimensi Wing Wall
Tebal pelat injak ( approach slab ), ts = 0.20 m
Tebal lapisan aspal, ta = 0.05 m
Tinggi genangan air, th = 0.05 m
B. BAHAN STRUKTUR
B.1. Mutu Beton
Kuat tekan beton, K= 250.00
fc' = 0.83 * K / 10 = 20.75 Mpa
Kuat tekan beton, Ec= 4700 * √ f c' = 21409.52 Mpa
Angka Poisson, Ʋ= 0.20
Modulus Geser, G = Ec / [ 2*(1+ Ʋ ) ] = 8920.63 Mpa
Koefisien Geser,
B.2. Mutu Beton
Untuk Baja tulangan dia. > 12 mm, U= 39
Tulangan Leleh Baja, fy = U * 10 = 390 Mpa
Untuk Baja tulangan dia. < 12 mm, U= 24
Tulangan Leleh Baja, fy = U * 10 = 240 Mpa
B.3. Mutu Beton
3
Berat Beton Bertulang, Wc = 25.00 kN/m
3
Beton Tidak Bertulang, W'c = 24.00 kN/m
3
Berat aspal Padat, Wa = 22.00 kN/m
3
Berat Jenis Air, Ww = 9.80 kN/m
3
Berat Tanah Dipadatkan, Ws = 17.20 kN/m
C. ANALISA BEBAN
C.1. Berat Sendiri ( MS )
Faktor Beban Ultimit, KMS = 1.30
Berat sendiri ( self weight ) adalah berat bahan dan bagian jembatan yang merupakan
elemen struktural, ditambah dengan elemen non-struktural yang dipikulnya dan bersifat
tetap. Berat sendiri box culvert dihitung dengan meninjau selebar 1 m (tegak lurus bid.
gambar) sebagai berikut :
Berat sendiri pelat lantai, QMS = h1 * Wc = 10.00 kN/m
Berat sendiri pelat dinding, PMS = H * h1 * Wc = 26.25 kN/m
C.2. Berat Mati Tambahan ( MA )
Faktor Beban Ultimit, KMA = 2.00
Beban mati tambahan ( superimposed dead load ), adalah berat seluruh bahan yang
menimbulkan suatu beban pada jembatan yang merupakan elemen non-struktural, dan
mungkin besarnya berubah selama umur jembatan. Jembatan dianalisis harus mampu
memikul beban tambahan seperti :
a. Penambahan lapisan aspal (overlay) di kemudian hari,
b. Genangan air hujan jika sistim drainase tidak bekerja dengan baik,
Berat lapisan aspal, MA1 = ta * Wa = 1.10 kN/m
Berat air hujan, MA2 = th * Ww = 0.49 kN/m
QMA = KMA1 * KMA2 = 1.59 kN/m
D. BEBAN LALU LINTAS
D.1. Beban Lajur D ( TD )
Faktor Beban Ultimit, KMS = 2.00
Beban kendaraan yg berupa beban lajur "D" terdiri dari beban terbagi rata
(Uniformly Distributed Load), UDL dan beban garis (Knife Edge Load), KEL seperti pd Gambar 1.
UDL mempunyai intensitas q (kPa) yang besarnya tergantung pada panjang total L yg dibebani
lalu-lintas seperti Gambar 2 atau dinyatakan dengan rumus sebagai berikut :
q = 8.0 kPa untuk L < 30 m
q = 8.0 * ( 0.5 + 15 / L ) kPa untuk L < 30 m
Gambar 1. Beban Lajur ''D''
Gambar 2. Intensitas Uniformly Distributed Load ( UDL )
Untuk panjang bentang, L= 5.50 m
Beban hidup pada lantai, q= 8.00 kPa
KEL mempunyai intensitas, p=L*q= 44.00 kPa
Faktor beban dinamis (Dinamic Load Allowance) untuk KEL diambil sebagai berikut :
DLA = 0.4 untuk L < 50 m
DLA = 0.4 - 0.0025 * ( L - 50 ) untuk 50 m < L < 90 m
DLA = 0.3 untuk L < 90 m
Gambar 3. Faktor Beban Dinamis ( DLA )
Untuk panjang bentang, L= 5.50 m
Faktor beban dinamis, DLA = 0.40
Beban hidup lantai, QTD = 8.00 kN/m
PTD = ( 1 + DLA ) * Q TD * L = 61.60 kN
D.2. Beban Truck T ( TT )
Faktor Beban Ultimit, KTT = 2.00
Beban hidup pada lantai jembatan berupa beban roda ganda oleh Truk (beban T) yang
besarnya, T= 100.00 kN
Faktor beban dinamis untuk pembebanan truk diambil, DLA = 0.40
Beban Truck "T", PTT = ( 1 + DLA ) * T = 140.00 kN
Akibat Beban "D" MTD = (1/12 * Q TD * L2) + (1/8 * P TD * L ) = 62.52 kNm
Akibat Beban "T" MTT = 1/8 x PTT x L = 96.25 kNm
D.3. Gaya Rem ( TB )
Faktor Beban Ultimit, KTB = 2.00
Pengaruh percepatan dan pengereman lalu-lintas diperhitungkan sebagai gaya dalam
arah memanjang jembatan dan dianggap bekerja pada permukaan lantai kendaraan.
Besar gaya rem diperhitungkan sebesar 5% dari beban "D" tanpa faktor beban dinamis.
Gaya Rem Permeter Lebar TTB = 5 % ( q * L + P ) = 4.40 kN
D.5. Tekanan Tanah ( TA )
Faktor Beban Ultimit, KTA = 1.25
Pada bagian tanah di belakang dinding abutment yang dibebani lalu-lintas, harus
beban tambahan yg setara dengan tanah setebal 0.60 m yang berupa beban merata
ekivalen beban kendaraan pada bagian tersebut.
Tekanan tanah lateral dihitung berdasarkan harga nominal dari berat tanah ws, sudut
gesek dalam Ø, dan kohesi c dengan :
Ws' = Ws
-1 R R
ᵩ' = tan ( Kᵩ * tan ᵩ ) dengan faktor untuk ᵩ', Kᵩ = 0.70
R R
c' = Kc * c dengan faktor untuk c', Kc = 1.00
o
Koefisien tekanan tanah aktif : Ka = tan2 ( 45 - ᵩ' / 2 )
Berat tanah dipadatkan, W s= 17.20 kN/m
3
o
Sudut Geser dalam, ᵩ= 35.00
Kohesi, C= 0.00 kPa
R
Faktor reduksi untuk sudut gesek dalam, Kc = 0.70
-1 R
ᵩ' = tan ( Kᵩ * tan ᵩ ) = 0.46 rad
o
26.11
o
Koefisien tekanan tanah aktif : Ka = tan2 ( 45 - ᵩ' / 2 ) = 0.27
Beban Tekanan Tanah Pada plat dinding, QTA1 = 0.6 * Ws * Ka= 2.80 kN/m
QTA2 = QTA1 + H * Ws * Ka= 16.80 kN/m
D.5. Beban Angin ( EW )
Faktor Beban Ultimit, KEW = 1.20
Gaya angin tambahan arah horisontal pada permukaan lantai jembatan akibat beban angin
yang meniup kendaraan di atas lantai jembatan dihitung dengan rumus :
2 2
TEW = 0.0012 * CW * ( VW ) , → ( kN/m ), dimana CW = 1.2
Kecepatan angin, VW = 35.00 m/det
2
beban angin tambahan yang meniup, TEW = 0.0012 * CW * ( VW ) = 1.76 kN/m
Bidang samping kendaraan :
Bidang vertikal yang di tiup angin merupakan bidang samping kendaraan dengan tinggi
kendaraan dengan tinggi 2.0 m diatas lantai jembatan, h= 2.00 m
Jarak antara roda kendaraan, x= 1.75 m
Beban akibat transfer beban angin ke lantai jembatan,
QEW = ( 0.5*h / x ) * T EW = 1.01 kN/m
D.5. Beban Gempa ( EQ )
Beban Gempa Statik Ekivalen
Faktor Beban Ultimit, KET = 1.20
Beban gempa dihitung dengan rumus, TEQ = kH * I * Wt
kH = C * S
TEQ = Gaya geser dasar total pada arah yang di tinjau ( kN ),
KH = Koefisien beban gempa horizontal,
I = Faktor keutamaan gempa,
Wt = Berat total struktur yang berupa berat sendoro dan beban mati tambahan,
C = Koefisien geser dasar untuk wilayah gempa, waktu getar dan kondisi tanah,
S = Faktor tipe struktur yang berhubungan dengan kapasitas penyerapan energi
gempa dari struktur jembatan.
Waktu getar struktur dihitung dengan rumus,
T = 2 * π * ( Wt / g * K P )
2
g = Percepatan gravitasi = 9.80 m/det
KP = Kekakutan struktur yang merupakan gaya horixontal yang diperlukan untuk
menimbulkan satu satuan lendutan ( kN/m )
Kondisi tanah termasuk tanah lunak,
Untuk struktur dengan daerah sendi plastis beton bertulang, maka faktor jenis struktur
( S = 1.0 * F ), dengan ( F = 1.25 - 0.025 * n ) dan F Harus diambil > 1.
F = Faktor perangkaan
n = Jumblah sendi plastis yang ,emaham deformasi arah lateral
Untuk nilai n = 2.
Faktor perangkaan F = 1.25 - 0.025 * n = 1.20
Faktor tipe struktur yang berhubungan dengan kapasitas penyerapan energi
gempa dari struktur jembatan. S = 1.0 * F = 1.20
Berat struktur. Wt = ( QMS + QMA / 2 * L ) + ( PMS / 2 ) = 23.92
Waktu getar struktur. T = 2 * π * ( Wt / g * K P ) = 7.66 det
Koefisien geser dasar. C= 0.14
Koefisien beban gempa horizontal. kH = C * S = 0.17
Faktor keutamaan gempa, I= 1.00
Gaya gempa. TEQ = kH * I * Wt = 4.02
Tekanan Dinamis Akibat Beban Gempa
o
Koefisien tekanan tanah aktif : Ka = tan2 ( 45 - ᵩ' / 2 ) = 0.27
Tinggi box, H= 3.00 m
Koefisien beban gempa horizontal. kH = C * S = 0.17
-1 R
Faktor reduksi untuk sudut gesek dalam, ᵩ' = tan ( Kᵩ * tan ᵩ ) = 0.46 rad
3
Berat Tanah Dipadatkan, Ws = 17.20 kN/m
-1
Faktor reduksi untuk sudut gesek gempa, q = tan * ( kH ) = 0.17
2
cos ( φ' - q ) = 0.92
cos2 q { 1 + (sin φ' * sin (φ' - q ))/cos q} = 1.24
Kag = ( cos2 ( φ' - q )) / ( cos2 q { 1 + (sin φ' * sin (φ' - q ))/cos q}) = 0.74
DKag = Kag - Ka = 0.47
Beban tekanan tanah saat gempa, QEQ = H * Ws * Dkag = 24.14 kN/m
D.6. Kombinasi Pembebanan
JENIS FAKTOR
No KOMB-1 KOMB-2 KOMB-3
BEBAN BEBAN
BEBAN TETAP
1 Berat Sendiri ( MS ) KMS 1.30 1.30 1.30
Beban Mati
2 KMA 2.00 2.00 2.00
Tambahan ( MA )
3 Tekanan Tanah ( TA ) KTA 1.25 1.25 1.25
BEBAN KENDARAAN
4 Beban Truck ( TT ) KTT 2.00 1.00
5 Beban Lajur D ( TD ) KTD 2.00 1.00
6 Beban Rem ( TB ) KTB 2.00 1.00
BEBAN LINGKUNGAN
7 Beban Angin ( EW ) KEW 1.00 1.20
Pengaruh
8 KET 1.00 1.20
Temperature ( ET )
Beban Gempa
9 KEQ 1.00
Statik ( EQ )
Tekanan Tanah
10 KEQ 1.00
Dinamis ( EQ )
E. ANALISA STRUKTUR
E.1. Analisa Mekanika Struktur
Analisis mekanika struktur dilakukan dgn komputer menggunakan Program SAP2000
dengan pemodelan Frame-2D untuk mendapatkan nilai momen, gaya aksial, dan gaya
geser. Input data dan hasil analisis struktur dengan SAP2000 dapat dilihat pada
gambar berikut.
Berat Sendiri ( MS )
Beban Mati Tambahan ( MA )
Beban Lajur D ( TD )
Beban Truck ( TT )
Berat Rem ( TB )
Tekanan Tanah ( TA )
Beban Angin ( EW )
Pengaruh Temperature ( ET )
Beban Gempa Statik ( EQs )
Tekanan Tanah Dinamis ( EQr )
E.2. Hasil Ouput Analisa Struktur
Gaya Dalam Pelat Lantai Atas
Frame OutputCase P V2 V3 T M2 M3
Text Text KN KN KN KN-m KN-m KN-m
2 1. 1.3MS + 2.0MA + 1.25TA + 2.0TT + 2.0TD + 2.0 TB + 1.0EW + 1.0T -81.97 -253.48 0.00 0.00 0.00 -136.82
2 1. 1.3MS + 2.0MA + 1.25TA + 2.0TT + 2.0TD + 2.0 TB + 1.0EW + 1.0T -81.97 265.88 0.00 0.00 0.00 -158.52
2 1. 1.3MS + 2.0MA + 1.25TA + 2.0TT + 2.0TD + 2.0 TB + 1.0EW + 1.0T -81.97 -195.40 0.00 0.00 0.00 255.95
Gaya Dalam Pelat Dinding
Frame OutputCase P V2 V3 T M2 M3
Text Text KN KN KN KN-m KN-m KN-m
3 1. 1.3MS + 2.0MA + 1.25TA + 2.0TT + 2.0TD + 2.0 TB + 1.0EW + 1.0T -300.01 -90.77 0.00 0.00 0.00 -158.52
3 1. 1.3MS + 2.0MA + 1.25TA + 2.0TT + 2.0TD + 2.0 TB + 1.0EW + 1.0T -300.01 -90.77 0.00 0.00 0.00 -158.52
3 1. 1.3MS + 2.0MA + 1.25TA + 2.0TT + 2.0TD + 2.0 TB + 1.0EW + 1.0T -300.01 -90.77 0.00 0.00 0.00 -158.52
E.3. Perhitungan Pelat Lantai Atas
Momen ultimit rencana Mu = 255.95 kN/m
Mutu beton fc' = 25.00 MPa
Mutu baja tulangan fy = 400.00 MPa
Tebal slab beton ts = 300.00 mm
Jarak selimut beton d' = 40.00 mm
Modulus elastisitas baja Es = 200000.00
Faktor bentuk distribusi tegangan beton β1 = 0.85
ρb = β1* 0.85 * fc’/ fy * 600 / ( 600 + fy ) = 0.03
Rmax, 0.75 * ρb * fy * [1 – ½*0.75* ρb * fy / ( 0.85 * fc’ ) ] = 6.57
Faktor kekuatan lentur φ= 0.80
Tebal efektif slab beton d = ts - d' = 260.00 mm
Ditinjau slab selebar 1 m b= 1000.00 mm
Momen nominal Mn = Mu / φ = 319.94
6
Faktor tahanan momen Rn = Mn * 10 /( b * d2) = 4.73
Rn < Rmax → OK
Rasio Tulangan yang diperlukan :
ρ = 0.85 * fc’ / fy * [ 1 - √ * [1 – 2 * Rn / ( 0.85 * fc’ ) ] = 0.0136
Rasio tulangan minimum r min = 0.5 / fy = 0.0013
Rasio tulangan yang digunakan ρ= 0.0136
2
Luas tulangan yang diperlukan As = ρ ∗ b * d = 3526.50 mm
Diameter tulangan rencana 22.00 mm
2
Jarak tulangan s = π / 4*D * b / As = 107.84
Digunakan tulangan D 22.00 - 100.00 mm
2
Tulangan bagi diambil 30% dari tulangan pokok, As' = 30%*As = 1057.95 mm
Diameter tulangan yang digunakan 13.00 mm
2
Jarak tulangan diperlukan s = π / 4*D * b / As = 125.51
Digunakan tulangan D 13.00 - 100.00 mm
E.4. Perhitungan Pelat Dinding
Axial ultimit rencana Pu = 300.00 kN/m
Geser ultimit rencana Vu = 90.77 kN/m
Momen ultimit rencana Mu = 158.52 kN/m
Mutu beton fc' = 25.00 MPa
Mutu baja tulangan fy = 400.00 MPa
Tebal slab beton ts = 300.00 mm
Jarak selimut beton d' = 40.00 mm
Perhitungan kolom pedestal dilakukan menggunakan program PCACOL dengan
masukan data pembebanan dari hasil analisis SAP2000.
P ( kN)
8000
(Pma x) (Pmax)
-350 350
M (90°) ( k N m)
(Pmin) (Pmin)
-2000
Gaya geser ultimit rencana, Vu = 90.77 kN
Faktor reduksi kekuatan geser, f= 0.6
Tegangan leleh tulangan geser, fy = 400 MPa
2
Luas penampang kolom pedestal, Ag = 300000 mm
Selimut beton, d' = 40 mm
Tinggi efektif, d = h - d' = 260 mm
-3
Kuat geser beton, Vc = (1 + (Pu / 14 * Ag )) * (√ fc') / 6 * b * d * 10 = 216.6667 kN
Tahanan geser beton, f * Vc = 130 kN
Hanya perlu tul.geser min
Tahanan geser sengkang, f * Vs = V u - f * Vc = - kN
Kuat geser sengkang, Vs = 90.77 kN
Digunakan sengkang berpenampang : 2 D 13
2
Luas tulangan geser sengkang, Av = ns * p / 4 * Ø = 265.4646 mm2
3
Jarak sengkang yang diperlukan : s = Av * fy * d / ( Vs * 10 ) = 304.1568 mm
Jarak sengkang maksimum, smax = 200 mm
Jarak sengkang yang harus digunakan, s= 200 mm
Digunakan sengkang, D 13 - 200