0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan5 halaman

Latihan Makalah1

Makalah ini membahas fenomena kenakalan remaja di tingkat SMP, yang merupakan perilaku menyimpang dari norma sosial yang dapat disebabkan oleh faktor internal dan eksternal. Penulis bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai kenakalan remaja, termasuk bentuk, penyebab, dan cara penanganannya. Diharapkan makalah ini dapat menjadi sumber informasi yang bermanfaat bagi pembaca, terutama dalam memahami dan mengatasi permasalahan sosial yang dihadapi generasi muda.

Diunggah oleh

komang.surya222
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan5 halaman

Latihan Makalah1

Makalah ini membahas fenomena kenakalan remaja di tingkat SMP, yang merupakan perilaku menyimpang dari norma sosial yang dapat disebabkan oleh faktor internal dan eksternal. Penulis bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai kenakalan remaja, termasuk bentuk, penyebab, dan cara penanganannya. Diharapkan makalah ini dapat menjadi sumber informasi yang bermanfaat bagi pembaca, terutama dalam memahami dan mengatasi permasalahan sosial yang dihadapi generasi muda.

Diunggah oleh

komang.surya222
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

COVER

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
Dengan rasa syukur dan hormat, penulis menyampaikan puji dan terima kasih kepada Ida
Sang Hyang Widhi Wasa, Tuhan Yang Maha Esa, yang senantiasa memberikan rahmat dan
petunjuk-Nya dalam setiap langkah kehidupan kita.
Makalah ini disusun sebagai bentuk pemenuhan tugas Informatika yang diberikan pada
kelas IX. Tujuan utama penulisan makalah ini adalah untuk menggali lebih dalam, mengurai, dan
menyajikan informasi yang dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang suatu
fenomena atau masalah yaitu tentang “Bahaya Kenalan Remaja di Tingkat SMP”. Kami
menyadari bahwa penyusunan makalah ini tidak terlepas dari berbagai kendala, namun dengan
kerja keras, ketekunan, dan semangat untuk terus belajar, makalah ini dapat diselesaikan. Kami
juga ingin menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang telah memberikan
dukungan, inspirasi, dan bimbingan dalam proses penyusunan makalah ini.
Akhir kata, kami berharap makalah ini dapat menjadi bahan bacaan yang informatif dan
inspiratif bagi pembaca. Semoga ilmu yang terkandung dalam makalah ini dapat bermanfaat bagi
perkembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat pada umumnya.

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Masa remaja merupakan periode perkembangan yang unik dan krusial dalam siklus kehidupan
manusia. Pada rentang usia ini, individu mengalami transisi dari masa kanak-kanak menuju
kedewasaan, ditandai dengan berbagai perubahan signifikan baik secara fisik, kognitif,
emosional, maupun sosial. Khususnya pada tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), remaja
berada pada fase awal perkembangan pubertas dan pencarian identitas diri yang intens. Di
tengah proses adaptasi terhadap perubahan-perubahan ini, tak jarang muncul berbagai
tantangan dan permasalahan, salah satunya adalah fenomena kenakalan remaja.

Kenakalan remaja, yang didefinisikan sebagai perilaku menyimpang atau melanggar norma dan
aturan sosial yang berlaku, menjadi isu yang semakin kompleks dan menarik perhatian
berbagai kalangan. Perilaku ini dapat bermanifestasi dalam berbagai bentuk, mulai dari
pelanggaran disiplin ringan di sekolah, seperti bolos dan tidak mengerjakan tugas, hingga
tindakan yang lebih serius seperti perkelahian, pencurian, penyalahgunaan narkoba, hingga
keterlibatan dalam geng motor.
Fenomena kenakalan remaja di tingkat SMP memiliki karakteristik tersendiri. Pada usia ini,
pengaruh teman sebaya (peer group) menjadi sangat dominan, dan keinginan untuk diterima
serta diakui dalam kelompok seringkali mendorong remaja untuk melakukan tindakan-tindakan
yang berisiko atau melanggar aturan. Selain itu, kurangnya pengawasan dari orang tua,
pengaruh negatif dari lingkungan sekitar, perkembangan emosi yang belum stabil, serta
permasalahan di lingkungan keluarga juga dapat menjadi faktor pemicu terjadinya kenakalan
remaja.

Dengan demikian, melihat pentingnya pemahaman terkait kenakalan remaja maka penulis
membuat makalah denga judul "Kenakalan Remaja pada Tingkat SMP" yang nantinya sebagai
langkah awal dalam memahami dan menanggulangi permasalahan sosial yang dihadapi oleh
generasi muda penerus bangsa.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa yang dimaksud dengan kenakalan remaja?
2. Bagaimana bentuk-bentuk kenakalan remaja pada tingkat SMP?
3. Apa yang menyebabkan terjadinya kenakalan remaja?
4. Bagaimana cara mengatasi kenakalan remaja?

1.3 Tujuan Penulis


Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah selain untuk memenuhi tugas dalam mata
pelajaran Informatika, dan agar Bapak/Ibu Guru maupun teman – teman dikelas seperti
layaknya penulis makalah mendapat informasi mengenai kenakalan remaja.

1.4 Manfaat
Bagi Penulis (Siswa):
 Meningkatkan Pemahaman: Proses penelitian dan penulisan makalah akan membantu
penulis untuk memahami secara lebih mendalam mengenai fenomena kenakalan
remaja, termasuk faktor-faktor penyebab, bentuk-bentuknya, dampak, serta upaya
pencegahan dan penanganannya.
 Mengembangkan Kemampuan Riset: Penulis akan belajar bagaimana mencari,
mengumpulkan, mengevaluasi, dan menganalisis informasi dari berbagai sumber yang
relevan, seperti buku, jurnal ilmiah, artikel, dan penelitian terdahulu.
Bagi Pembaca (Guru, Orang Tua, Pihak Sekolah, Masyarakat Umum):
 Menambah Pengetahuan dan Wawasan: Makalah ini dapat memberikan informasi yang
komprehensif mengenai fenomena kenakalan remaja di tingkat SMP, sehingga pembaca
dapat memiliki pemahaman yang lebih baik tentang isu ini.
 Mengenali Bentuk-Bentuk Kenakalan: Pembaca akan lebih familiar dengan berbagai
manifestasi kenakalan remaja yang mungkin terjadi di lingkungan SMP, sehingga dapat
lebih cepat mengidentifikasi dan merespons perilaku tersebut.
 Memahami Dampak Kenakalan Remaja: Makalah ini dapat memberikan gambaran
mengenai konsekuensi negatif dari kenakalan remaja, baik bagi individu yang
bersangkutan maupun bagi lingkungan sekitarnya.

BAB 2 PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Kenakalan Remaja


Kenakalan remaja meliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma hukum
pidana yang dilakukan oleh remaja. Perilaku tersebut akan merugikan dirinya sendiri dan
orang-orang di sekitarnya. Para ahli pendidikan sependapat bahwa remaja adalah mereka
yang berusia 13-18 tahun. Pada usia tersebut, seseorang sudah melampaui masa kanak-
kanak, namun masih belum cukup matang untuk dapat dikatakan dewasa. Ia berada pada
masa transisi.
Definisi kenakalan remaja menurut para ahli adalah sebagai berikut.
1. Kartono, ilmuwan sosiologi
Kenakalan Remaja atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah juvenile delinquency
merupakan gejala patologis sosial pada remaja yang disebabkan oleh satu bentuk
pengabaian sosial. Akibatnya, mereka mengembangkan bentuk perilaku yang menyimpang”.
2. Santrock
“Kenakalan remaja merupakan kumpulan dari berbagai perilaku remaja yang tidak dapat
diterima secara sosial hingga terjadi tindakan kriminal.”

2.2 Bentuk – Bentuk Kenakalan Remaja


Singgih D. Gumarso (1988:19), mengatakan dari segi hukum kenakalan remaja
digolongkan dalam dua kelompok yang berkaitan dengan norma-norma hukum yaitu :
1. Kenakalan yang bersifat amoral dan sosial serta tidak diantar dalam undang-undang
sehingga tidak dapat atau sulit digolongkan sebagai pelanggaran hokum.
2. Kenakalan yang bersifat melanggar hukum dengan penyelesaian sesuai dengan undang-
undang dan hukum yang berlaku sama dengan perbuatan melanggar hukum bila dilakukan
orang dewasa.
Menurut bentuknya, Sunarwiyati S (1985) membagi kenakalan remaja kedalam tiga
tingkatan;
1. Kenakalan biasa, seperti suka berkelahi, suka keluyuran, membolos sekolah, pergi dari
rumah tanpa pamit .
2. Kenakalan yang menjurus pada pelanggaran dan kejahatan seperti mengendarai mobil
tanpa SIM, mengambil barang orang tua tanpa izin.
3. Kenakalan khusus seperti penyalahgunaan narkotika, hubungan seks diluar nikah,
pemerkosaan dll. Kategori di atas yang dijadikan ukuran kenakalan remaja dalam penelitian.
2.3 Penyebab terjadinya Kenala Remaja
Perilaku kenakalan remaja bisa disebabkan oleh faktor dari remaja itu sendiri (internal)
maupun faktor dari luar (eksternal).
1. Faktor Internal (Dalam)
a. Reaksi Frustasi Diri
Dengan semakin pesatnya usaha pembangunan, modernisasi yang berakibat pada
banyaknya anak remaja yang tidak mampu menyesuaikan diri terhadap berbagai perubahan
sosial itu. Mereka lalu mengalami banyak kejutan, frustasi, ketegangan batin dan bahkan
sampai kepada gangguan jiwa.
2. Faktor Eksternal (Luar)
Selain faktor dari dalam ada juga faktor yang datang dari luar anak tersebut, antara lain :
a. Keluarga
Tidak diragukan bahwa keluarga memegang peranan penting dalam pembentukan pribadi
remaja dan menentukan masa depannya. Mayoritas remaja yang terlibat dalam kenakalan
atau melakukan tindak kekerasan biasanya berasal dari keluarga yang berantakan, keluarga
yang tidak harmonis di mana pertengkaran ayah dan ibu menjadi santapan sehari-hari
remaja.
Bapak yang otoriter, pemabuk, suka menyiksa anak, atau ibu yang acuh tak acuh, ibu yang
lemah kepribadian dalam atri kata tidak tegas menghadapi remaja, kemiskinan yang
membelit keluarga, kurangnya nilai-nilai agama yang diamalkan dll semuanya menjadi faktor
yang mendorong remaja melakukan tindak kekerasan dan kenakalan.

BAB 3 PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Kenakalan remaja adalah suatu outcome dari suatu proses yang menunjukkan
penyimpangan tingkah laku atau pelanggaran terhadap norma-norma yang ada. Kenakalan
remaja disebabkan oleh berbagai faktor baik faktor internal (reaksi frustasi diri; gangguan
pengamatan dan tanggapan pada anak remaja; gangguan berfikir dan intelgensia pada diri
remaja; gangguan perasaan pada anak remaja), maupun faktor eksternal (keluarga,
lingkungan sekolah yang kurang menguntungkan, media elektronik, pengaruh pergaulan)
yang secara potensial dapat membentuk perilaku seorang anak.
Mengatasi kenakalan remaja, berarti menata kembali emosi remaja yang tercabik-cabik itu.
Emosi dan perasaan mereka rusak karena merasa ditolak oleh keluarga, orang tua, teman-
teman, maupun lingkungannya sejak kecil, dan gagalnya proses perkembangan jiwa
remaja tersebut.

3.2 Saran
1. Dengan mempelajari ini, kita dapat lebih mengetahui apa saja bentuk-bentuk dan faktor-
faktor penyebab terjadinya kenakalan remaja.
2. Sebagai seorang remaja, kita seharusnya bisa bertanggung jawab atas apa yang terjadi
pada perkembangan kenakalan remaja yang sudah memprihatinkan saat ini. Oleh karena
itu sebagai salah satu bentuk implementasi dari tanggung jawab tersebut terhadap
kenakalan remaja adalah dengan berusaha semaksimal mungkin menjadi remaja yang
baik.
DAFTAR PUSTAKA

Eitzen, Stanlen D. 1986. Social Problems. Allyn and Bacon inc, Boston, Sydney, Toronto.
Kaufman, James M. 1989. Characteristics of Behaviour Disorders of Children and Youth.
Merril Publishing Company, Columbus, London, Toronto.
Mulyono, B. 1995. Pendekatan Analisis Kenakalan Remaja dan Penanggulangannya.
Kanisius, Yogyakarta.
Soerjono, Soekanto. 1988. Sosiologi Penyimpangan. Rajawali, Jakarta.
Willis, S. 1994. Problema Remaja dan Pemecahannya. Penerbit Angkasa, Bandung.
http://satriadholan.blogspot.com/2010/11/makalah-kenakalan-remaja-mata-kul.html

Anda mungkin juga menyukai