@ummuabdillah65
MIZÂN (TIMBANGAN) HARAKAT
Mizan (timbangan) untuk menyempurnakan harakat
Diketahui suatu harakat huruf telah sempurna atau belum dengan berdasarkan
pada Mizan (timbangan) untuk menyempurnakan harakat.
Dan mizan (timbangan) tersebut adalah:
1). Mizan (timbangan) dengan al-bashoriy (penglihatan)
2).Mizan (timbangan) dengan as-simaiy (pendengaran)
@ummuabdillah65
Fathah
Untuk menyempurnakan harakat Karena fathah adalah bint
fathah: wajib bagi qâri' (pembaca) (anak/turunan)nya alif; maka
untuk membuka/menjauhkan apabila kita panjangkan suaranya
kedua rahang ketika pengucapan maka haruslah menghasilkan
huruf berharakat fathah suara huruf alif yang benar
sebagaimana ketika pengucapan (shahih) tanpa disertai dengan
alif, disertai dengan mengangkat adanya suara imalah.
suara huruf naik ke atas dan
membuka makhraj al-jauf
(rongga mulut dan rongga
tenggorokan) Misal: Kaaaa
َب َت ــ
ـ َك
اَك ااااااااا
Membuka antara rahang atas dan rahang bawah
dan lidah dalam keadaan datar
@ummuabdillah65
Kesalahan dalam pengucapan Fathah
KESALAHAN CONTOH
Mencampur suara huruf fathah dengan suara
kasrah َووَننـَم اِر ك
Mencampur suara huruf fathah dengan suara
dhammah disebabkan oleh memonyongkan
bibir karena ingin menebalkan huruf tebal.
خَخ ـَتم
Mencampur suara huruf fathah dengan suara
sukun, hal ini disebabkan karena tidak
membuka mulut sesuai dengan takaran yang
َب َتــ َك
seharusnya.
PERHATIAN
Ketika mengucapkan huruf yang fathah maka wajib bagi pembaca membuka mulut/rahangnya
dengan jarak pertengahan yakni tidak berlebihan dalam membuka mulut.
Dan kebanyakan sebab terjadinya imalah /taqlil adalah karena seseorang membuka mulutnya
kesamping (seperti senyum), tidak mengangkat suaranya atau mengangkat tengah lidah naik
ke atas.
@ummuabdillah65
Dhammah
Untuk menyempurnakan harakat Karena dhammah adalah bint
dhammah: wajib bagi qâri' (anak/turunan)nya wâw; maka
(pembaca) untuk memonyong- apabila kita panjangkan suaranya
kan/memajukan bibir ke depan maka haruslah menghasilkan
ketika mengucapkan huruf yang suara huruf wâw 'arabiyyah
berharakat dhammah sebagai- bukan wâw a'jam (non Arab)
mana ketika pengucapan huruf seperti bunyi "O".
wâw. Memonyongkan bibir harus
sempurna dari ujung sisi tepi
bibir (bukan hanya bagian
depan). Misal: Kuuuu
َلُكُك ْمـ
ُك ـوووو
Memonyongkan bibir kedepan
disertai naiknya pangkal lidah sedikit
@ummuabdillah65
Kesalahan dalam pengucapan Dhammah
KESALAHAN CONTOH
Mencampur suara huruf dhammah dengan
suara fathah. كـم
ِإ َّن ُك ـ
Mencampur suara huruf dhammah dengan
suara kasrah. اؤكـْمـ
َء اَب ُؤ ُك
Mencampur suara huruf dhammah dengan
suara sukun, hal ini disebabkan karena tidak
memonyongkan bibir sesuai dengan takaran
َنْع ـُببُدد َو ِإ ّياك
yang seharusnya.
PERHATIAN
Ketika mengucapkan huruf Yang dhammah wajib bagi pembaca memonyongkan bibirnya
secara sempurna, kedua bibir dimajukan kedepan mulai dari sisi ujung bibir bagian kanan Dan
kiri.
Dan juga tidak seharusnya mengucapkan huruf dhammah dengan bunyi "O" tapi "U".
@ummuabdillah65
Kasrah
Untuk menyempurnakan harakat Karena kasrah adalah bint
kasrah: wajib bagi qâri' (anak/turunan)nya Yâ'; maka
(pembaca) untuk menurunkan apabila kita panjangkan suaranya
rahang bawah disertai dengan maka haruslah menghasilkan
naiknya tengah lidah ke atas suara huruf Yâ' yang benar.
sebagaimana ketika mengucap- Bukan diimalahkan /dimiringkan
kan huruf Yâ'. Ketika pengucap- ke alif. Sehingga bunyi seperti "e"
an kasrah suara huruf
direndahkan kebawah
Misal: Kiiiiii
ِك ـــَتاب
ي يييــ ِك
Menurunkan rahang bawah
disertai naiknya tengah lidah
@ummuabdillah65
Kesalahan dalam pengucapan Kasrah
KESALAHAN CONTOH
Mencampur suara huruf kasrah dengan suara
fathah. ِبلَم ْغ ـِر,ِببــه
ـرب
Mencampur suara huruf kasrah dengan suara
sukun, hal ini disebabkan karena tidak
mengangkat tengah lidah ke atas, dan juga
karena tidak menurunkan rahang bawah
ـم ٱلّٰل هـ ـ ب
ِب ْس ِم
dengan sempurna. Dengan takaran yang
diinginkan
PERHATIAN
Ketika mengucapkan huruf yang kasrah wajib bagi pembaca mengangkat tengah lidah naik
keatas dan harus dengan menurunkan rahang bawah secara sempurna.
Dan juga tidak seharusnya mengucapkan huruf kasrah dengan menarik bibir kesamping atau
menurunkan rahang berlebihan sehingga muncul tamthit (panjangnya zaman harakat).
@ummuabdillah65
Sukun
Adapun huruf sukun maka ia Ketika mengucapkan huruf
keluar dari makhraj aslinya sukun maka tidak disertai
tanpa disertai sedikitpun dari dengan bunyi harakat huruf
ketiga hal sebelumnya fathah, dhammah dan kasrah.
(harakat fathah, kasrah dan
dhammah).
Misal: ek
ـكـ
ُبـْك ُمـ
ـْك ـ ن
Pada posisi normal tidak condong ke
harakat fathah, kasrah ataupun dhammah
@ummuabdillah65
Catatan
Dhammah adalah wâw yang pendek, fathah adalah alif yang pendek,
dan kasrah adalah yâ' yang pendek, karena sesungguhnya suara
harakat sesuai dengan suara asal harakat tersebut berupa huruf madd,
hanya saja durasinya lebih pendek dari huruf madd.
Maka ketika mengucapkan huruf berharakat, harus memenuhi dua
syarat berikut:
1). Mengeluarkan huruf dari makhraj aslinya tanpa memanjangkan
durasinya (tamthit)
2). Hal tersebut disertai -secara langsung- oleh makhraj asal harakat.
@ummuabdillah65
Praktek pengucapan huruf berharakat dengan huruf sukun
SUKUN DHAMMAH SUKUN DHAMMAH
(KEMBALI KE (MONYONG) (KEMBALI KE (MONYONG)
POSISI NORMAL) POSISI NORMAL)
Kesalahan yang sering terjadi adalah tetap memposisikan bibir pada
posisi dhammah (monyong) pada pengucapan kata di huruf Tâ' yang
pertama hingga pada Tâ' yang kedua tanpa memperhatikan sukun
pada huruf Bâ
Haruslah mengirja' (mengembalikan)mulut pada posisi sukun ketika
mengucapkan huruf sukun yang berada diantara dua huruf yang
dhammah.
@ummuabdillah65
Praktek pengucapan huruf berharakat dengan huruf sukun
SUKUN DHAMMAH SUKUN DHAMMAH SUKUN DHAMMAH SUKUN DHAMMAH SUKUN DHAMMAH SUKUN DHAMMAH SUKUN DHAMMAH
(KEMBALI (MONYONG) (KEMBALI (MONYONG) (KEMBALI (MONYONG) (KEMBALI (MONYONG) (KEMBALI (MONYONG) (KEMBALI (MONYONG) (KEMBALI (MONYONG)
KE POSISI KE POSISI KE POSISI KE POSISI KE POSISI KE POSISI KE POSISI
NORMAL) NORMAL) NORMAL) NORMAL) NORMAL) NORMAL) NORMAL)
Pada kalimat ini huruf yang berharakat dhammah diiringi dengan
huruf yang sukun sebanyak 7 (tujuh) kali sehingga harus benar-
benar kita perhatikan cara pengucapannya.
@ummuabdillah65
AYAT-AYAT UNTUK LATIHAN ITMAM HARAKAT
Dikumpulkan dari beberapa fawaid mu'allimaat
ITMAM HARAKAT
Beberapa point penting yang perlu diperhatikan
untuk mengatasi imalah shugra /taqlil
@ummuabdillah65
Taqlil adalah memiringkan suara Fathah dan alif ke suara
kasrah dan yâ'. Yakni memiringkan atau mencondongkan
bunyi antara fathah dan kasrah atau antara alif dan ya.
Alif ()ا
Imalah shugro(taqlil)
Imalah kubro
Yâ' ()ي
Dikumpulkan dari beberapa fawaid mu'allimaat
CARA MENGATASI IMALAH / TAQLIL
1). Tidak menurunkan rahang dengan cara yang tidak
diinginkan : membuka rahang yang diinginkan yaitu dengan
membuka rahang dengan jarak yang pertengahan (tidak
terlalu lebar dan tidak terlalu sempit). Yakni dengan
membuka rahang dari belakang/dalam (dari geraham
@ummuabdillah65
belakang). Jadi, bukan hanya membuka di bagian depan tapi
dari bawah telinga.
BENAR SALAH
Dikumpulkan dari beberapa fawaid mu'allimaat
CARA MENGATASI IMALAH / TAQLIL
2). Membuka rahang secara tegak lurus (vertikal) bukan
dengan cara horizontal (kesamping) seperti orang yang
tersenyum.
@ummuabdillah65
BENAR SALAH
Dikumpulkan dari beberapa fawaid mu'allimaat
CARA MENGATASI IMALAH / TAQLIL
3). Tidak mengangkat tengah lidah ke atas (seperti ketika
mengucapkan huruf yâ' atau harakat kasrah). Yakni lidah
harus dalam keadaan datar.
@ummuabdillah65
BENAR SALAH
CARA PENGUCAPAN FATHAH
1). Jauhkan antara kedua rahang
(rahang atas dan bawah)
dengan cara membuka rahang
dari dalam (dari batas bawah
telinga). Jadi, bukan hanya
bagian depan saja.
@ummuabdillah65
2). Lidah dalam keadaan datar
(jangan mengangkat tengah
lidah agar terhidar dari imalah/
taqlil)
BENAR
3). Buka rahang dengan me-
nurunkan rahang kebawah
bukan dengan menarik bibir
kesamping (jangan seperti
orang tersenyum).
4). Buka mulut/rahang dengan
ukuran/jarak sedang (tidak
terlalu sempit dan tidak juga
terlalu lebar).
Dikumpulkan dari beberapa fawaid mu'allimaat
SALAH
CARA PENGUCAPAN DHAMMAH
1). Memajukan /memonyongkan
bibir ke depan secara sempurna.
2). Lidah bagian belakang
sedikit terangkat.
@ummuabdillah65
3). Ketika memonyongkan bibir
BENAR maka harus dari sisi
ujungnya/akhir ujung bibir dari
1 sisi kanan dan kirinya . Jadi,
bukan hanya bagian depan
seperti gambar no. 1 di sebelah.
4). Tidak membunyikan suara
2 huruf dhammah dengan bunyi
suara "O" seperti pada gambar
no. 2 tapi bunyi "U". Pada huruf
SALAH
Arab tidak ada huruf "O".
SALAH
Dikumpulkan dari beberapa fawaid mu'allimaat
CARA PENGUCAPAN KASRAH
1). Menurunkan rahang bawah,
dengan sempurna (jangan menarik
kesamping)
2). Lidah bagian tengah terangkat
keatas menuju langit-langit (mirip
dengan mengucapkan huruf yâ'
@ummuabdillah65
yang bukan madd).
3). Perhatikan bunyi suara huruf
BENAR (bukan bunyi "Bee" tapi "Bii".
4). Tidak berlebihan dalam
mengucapkan huruf yang
berharakat kasrah sehingga
memunculkan tamthit/isyba' pada
bacaan.
5). Hati-hati dalam mengucapkan
huruf isti'la yang kasrah, dimana
ketika kurang membuka/ menurun-
kan rahang akan menyebabkan
seperti bunyi sukun.
SALAH
Dikumpulkan dari beberapa fawaid mu'allimaat