Islamic Online University
Bachelor of Arts in Islamic Studies
TAJ 101
TAJWID 101
Module 5
Diterjemahkan oleh: Tim Penerjemah IOU
1
Titik Pengucapan
Huruf-Huruf Hijaiyah
Oleh Syaikh Wissam Isslam ELTOM
Direktur Institut At-Tibyan untuk Qira’at
Sepuluh dan Studi Al-Qur’an 2
Titik-Titik Pengucapan Huruf Hijaiyah
Definisi Makhorij () َمخا ِرج, yakni bentuk jamak dari
kata makhroj ( ) َم ْخرجsecara teori bermakna titik
pengucapan tertentu pada setiap huruf seperti pintu
pada tiap rumah atau pintu darurat dari suatu
tempat. Dalam tajwid titik pengucapan berada pada
tenggorokan atau mulut.
Untuk dapat mengetahui titik pengucapan yang tepat
dari suatu huruf dilakukan dengan memberikan huruf
tersebut tanda sukun dan diucapkan setelah huruf
hamzah ( )ءyang bertanda fathah, kemudian anda
mendengar dengan seksama di manakah suaranya
berhenti maka itulah titik pengucapan hurufnya atau
“makhrojuhu“ (ُ) َم ْخ َر ُجه.
3
Titik-Titik Pengucapan Huruf Hijaiyah
Berapa banyak jumlah titik pengucapan?
Terdapat tiga pendapat ulama dalam permasalahan ini:
1. Terdapat enam belas (16) sebagaimana pendapat Imam Asy-
Syathibi “ ”الشاطبيdan Imam Sibawayh “”سيبويه. Pendapat ini
mengeluarkan rongga mulut atau al-Jauf “ف ُ ”ال َجوdan hasilnya
mengubah titik pengucapan beberapa huruf mad seperti alif ( )ا
yang muncul dari bagian terdalam dari tenggorokan ()أقصى اُلحلق
seperti huruf hamzah ()ء, kemudian huruf waw ( )وyang muncul
dari ujung bibir seperti huruf waw berharakat ( )الواو اُلمحركةdan
huruf ya ( )يyang diucapkan dari tengah lidah seperti huruf ya
berharakat ( )الياء اُلمحركةsehingga ketiga huruf tersebut tidak
memiliki ciri bunyi mad (panjang).
4
Titik-Titik Pengucapan Huruf Hijaiyah
2. Imam Al-Farro’ dan Qutrob menyatakan bahwa
terdapat empat belas (14) titik pengucapan.
Pendapat ini juga mengeluarkan rongga mulut
atau al-Jauf “وف
ُ ”ال َجdan menggabungkan titik-
titik pengucapan huruf lam ()ل, ro ()ر, dan nun
( )نmenjadi satu titik.
3. Jumhur ulama menyatakan bahwa terdapat
tujuh belas (17) makhroj (titik pengucapan)
seperti Imam Ibnul Jazari “ ”ابن اُلجزريdan
Sibawayh “”سيبويه
5
Titik-Titik Pengucapan Huruf Hijaiyah
Titik-titik pengucapan yang utama ada lima:
س ْبعَةَ َ
عش ََر ،وهي تنحصر َخ ْمس ِة َذك َْرنَا آنفا ً ّ
أن ع َد َد ال َم َخ ِارجِ هو َ
اء أو مخارج عا ّمة هي في ض ِأ ْع َ
اْ ْ -و ْ -ي ) :الجوف( 1. Al-Jauf
ء -ه -ع -ح -غ -خ ) :الحلق ( 2. Al-Halqi
ق -ك -ج -ش -ي -ض -ل -ن -ر ) : -اللسان ( 3. Al-Lisaan
ط-ت-د-ص-س-ز-ظ-ذ-ث
و -ب -م ( -ف) ) :الشفتان ( 4. Asy- Syafataani
(الغنة) ) : al-Ghunnahالخيشوم ( 5. Al-Khoysyuum
6
Titik-Titik Pengucapan Huruf Hijaiyah
1. Al-Jauf ()الجوف
Istilah untuk ruang kosong/rongga pada mulut dan tenggorokan. Ia
memiliki satu titik pengucapan untuk huruf-huruf mad yakni huruf-huruf
bertanda sukun dari [alif ( – )اwaw ( – )وya (])ي.. Kita menyebut huruf-
huruf ini dengan sebutan ( )الحروف الجوفيةatau huruf-huruf interior atau
huruf-huruf berangin ()الحروف الهوائية. Contohnya sangat banyak sekali di
dalam Al-Qur’an:
• Qoolaa ()قاال
• Quuluu ()قولوا
• Qiila ()قي َل
• Nuuhiihaa ()نوحيها
• “Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Engaku; Maha Suci Engaku,
Sesungguhnya aku termasuk orang yang zhalim”,
()ال إله إال أنت سبحانك إني كنت من الظالمين
7
Titik-Titik Pengucapan Huruf Hijaiyah
1- Al-Jauf
“iii” “uuu” “aaa”
8
Titik-Titik Pengucapan Huruf Hijaiyah
2- Al-Halqi
2. Al-Halqi ( )الحلقyakni tenggorokan dan terbagi menjadi
tiga titik pengucapan huruf:
1. Aqshoo “ ”أقصاهyakni titik terdalam yang berada dengan
dengan dada dan merupakan tempat munculnya huruf
hamzah ( )ءdan ha ()ه.
2. Wasath “ ”وسطهyakni bagian tengah tenggorokan yang
menjadi tempat munculnya huruf ‘ain ( )عdan ha ()ح.
3. Adnaa “ ”أدناهyakni bagian mula atau titik pengucapan
huruf terdekat dari tenggorokan yang menjadi tempat
keluar dua huruf untuk diucapkan dengan benar yakni:
ghoin ( )غdan kho ()خ. Enam huruf tersebut dinamakan
“huruf halqiyah - ”الحروف الحلقيةyang berarti huruf-huruf
yang diucapkan dari titik-titik berbeda dari tenggorokan
9
Titik-Titik Pengucapan Huruf Hijaiyah
Tenggorokan atas
أدنى الحلق
Tenggorokan tengah
وسط الحلق Tutuplah saluran udara dan bukalah maka akan
menghasilkan hamzah. Membuka saluran udara dan
melepaskan udara akan menghasilkan huruf haa.
Tenggorokan bawah
أقصى الحلق Lidah tetap stabil saat mengucapkan kedua huruf
tersebut.
Pindahkan lidah ke belakang menuju Gabungkan lidah dengan langit-
dinding tenggorokan untuk langit lunak atas untuk
menghasilkan huruf ‘ain dan ha menghasilkan huruf ghoin dan kho
10
Titik-Titik Pengucapan Huruf Hijaiyah
3- Al-Lisaan
Bagian
terdalam lidah
(punggung Bagian
terjauh) tengah lidah
Pinggiran
lidah
Bagian
atas lidah
Ujung
lidah
11
Titik-Titik Pengucapan Huruf Hijaiyah
2. Al-Lisaan ( )اللسانialah lidah. Lidah memiliki sepuluh titik
pengucapan. Dimulai dari ujung terdalam yang dekat dengan
tenggorokan yang disebut:
1. Aqshoo al-Lisaan “ ”أقصى اللسانialah titik pengucapan huruf
qof ( )قyang dekat dengan langit-langit mulut.
Bagian dalam lidah, saat bergerak untuk
menyentuh langit-langit lunak, akan
12
menghasilkan huruf qof
Titik-Titik Pengucapan Huruf Hijaiyah
2. Huruf Kaf ()ك: titik pengucapannya ialah juga dari bagian
paling akhir pangkal lidah namun sedikit di atas makhroj
huruf qof ( )قyang lebih mengarah ke bagian dalam mulut
sebagaimana kami sebutkan sebelumnya sehingga dua huruf
ini disebut “huruf lahawiyah - ”حروف لهوية
Menggerakkan bagian dalam lidah
menuju bagian depan langit-langit
lunak akan menghasilkan huruf kaf 13
Titik-Titik Pengucapan Huruf Hijaiyah
2. Bagian tengah lidah dinamakan “wasath al-Lisaan - وسط
”اللسانdengan bagian tenah lidah menyentuh langit-langit
mulut di atasnya maka akan ada tiga huruf yang dihasilkan
yaitu jim ()ج, syin ()ش, dan ya ( )يdan ketiganya disebut
“huruf syajariyah - ”حروف شجرية
Mengangkat lidah pada langit-langit Mengangkat lidah mendekati Mengangkat lidah hingga
mulut bagian tengah akan langit-langit keras akan menyentuh langit-langit keras
menghasilkan huruf ya menghasilkan huruf syin akan menghasilkan huruf jim
14
Titik-Titik Pengucapan Huruf Hijaiyah
(Lidah dan Gigi)
Sebelum menjelaskan mengenai titik=titik pengucapan huruf pada lidah, nama-
nama gigi yang berbeda perlu didefinisikan. Hal ini dikarenakan titik-titik
pengucapan lidah berikutnya menggunakan gigi atau area gusi pada gigi tertentu.
Gambar gigi berikut ini mengidentifikasi beragam gigi dan namanya.
Gigi Geraham Depan Kedua Gigi Seri Depan Atas Gigi Seri Samping Atas
Gigi Taring Atas
Gigi Geraham
Depan Pertama
Gigi Geraham (2 set)
Gigi Bungsu
Harus diperhatikan bahwa setiap susunan gigi terdiri atas empat. Dia di atas, dan
dua di bawah. Gigi seri depan adalah gigi tengah, kemudian pasangan gigi menyebar
pada tiap sisi dari gigi seri.
Contohnya, gigi seri samping berada pada tiap sisi dari gigi seri depan atas ataupun
bawah, kemudian gigi taring berada pada tiap sisi seletah gigi seri samping, dan
seterusnya.
15
Titik-Titik Pengucapan Huruf Hijaiyah
4. Kemudian sepanjang sisi lidah ialah titik pengucapan huruf
dhod ( )ضyakni dengan menyentuhkan bagian atas gigi-gigi
geraham baik pada sisi kiri atau sisi kanan atau kedua sisi
rahang bersamaan dan ini dinamakan “mustathiilah -
”مستطيلة
Menekan lidah dengan menyentuhkannya pada langit-langit, secara
langsung di belakang gigi (termasuk gigi dtring dan gigi seri) sehingga
dihasilkan huruf dhod. 16
Titik-Titik Pengucapan Huruf Hijaiyah
5. Kemudian bagian depan dari lidah (setelah ujung tempat
pengucapan huruf “dhod”) ialah titik pengucapan huruf lam
()ل.
6. Sedikit di atas titik pengucapan huruf lam ( )لialah titik
pengucapan huruf nun ( )نbaik saat bertanda sukun atau
saat mutaharik (bervokal) Ghunnah muncul
melalui saluran hidung
Menekan ujung lidah pada langit-
langit keras, persis di belakang dua
Tepi depan dan ujung lidah gigi seri depan menghasilkan huruf
menyentuh bagian paling nun. Sifat ghunnah muncul melalui
depan langit-langit keras saluran hidung secara alami untuk
menghasilkan huruf lam melengkapi bunyinya 17
Titik-Titik Pengucapan Huruf Hijaiyah
7. Kemudian bagian paling depan dari lidah dan menyentuh
langit-langit keras ialah titik pengucapan huruf ro ()ر. Oleh
karena itu tiga huruf tersebut satu sama lain disebut “huruf
dzalqiyyah - ”حروف ذلقيةkarena kata “dzalqiyyah” berarti
bagian depan lidah.
Menekan ujung lidah hingga
menyentuh langit-langit keras akan Bentuk lidah saat huruf ro bertanda
kasroh seperti gambar di atas
menghasilkan huruf ro. Bentuk
lidah saat huruf ro bertanda fathah
atau dhommah ialah seperti di
atas. 18
Titik-Titik Pengucapan Huruf Hijaiyah
8. Bagian depan lidah dengan gusi pada dua gigi seri depan
atas ialah titik pengucapan tiga huruf yaitu tho ( – )طdal (– )د
ta ()ت. Dan ketiganya disebut sebagai “huruf natho‘ayah -
”حروف نِ َطعيةkarena berada pada daerah di atas bagian atas
lidah tempat beradanya gusi.
Menekan ujung lidah pada
langit-langit keras, di belakang Menekan ujung lidah pada langit-
langit keras, dan menaikkan lidah
gigi depan menghasilkan huruf
menghasilkan huruf tho 19
dal dan ta
Titik-Titik Pengucapan Huruf Hijaiyah
9. Kemudian bagian depan lidah yang berada di balik ujung
lidah dan plat dua gigi seri atas depan, pada sebuah titik di
atas dua gigi seri bawah depan adalah titik pengucapan tiga
huruf yakni shod ()ص, zai ()ز, dan sin ( )سyang disebut
“huruf aslayah – “حروف أسلية.
Daerah di antara gigi depan Pada daerah yang sama, bila
dan ra’sul lisaan (ujung lidah dinaikkan saat mengalirkan
lidah) menghasilkan huruf udara akan menghasilkan huruf
20
sin dan zai shod
Titik-Titik Pengucapan Huruf Hijaiyah
10. Ujung lidah (dari sisi atas lidah) dan tepi bawah dua gigi
seri depan atas, huruf zho ()ظ, dzal ()ذ, dan tsa ( )ثdihasilkan
dari titik pengucapan tersebut. Huruf-huruf ini dikenal
sebagai “huruf latsawayah – ”حروف لثوية
Menekan ujung lidah di antara dua Menekan ujung lidah dan
gigi dan membiarkan udara keluar mengangkat bagian dalam lidah
akan menghasilkan huruf tsa dan akan menghasilkan huruf zho 21
dzal
Titik-Titik Pengucapan Huruf Hijaiyah
4- Asy-Syafataan
4. Asy- Syafataani ( )الشفتان
Bibir memiliki dua titik pengucapan, yakni:
1. Bagian dalam bibir bawah dengan tepi atas gigi seri
depan ialah tempat munculnya huruf fa ()ف.
2. Saat dua bibir menutup bersamaan, ada dua huruf
yakni ba ( )بdan mim ()م. Namun huruf waw ( )وjuga
diucapkan dari bibir dengan membentuk lingkaran
kecuali huruf waw ( )وpada bunyi panjang atau waw
al-mad. Huruf-huruf ini disebut “huruf syafawiyah –
“حروف شفوية
22
Titik-Titik Pengucapan Huruf Hijaiyah
4- Asy-Syafataan
23
Titik-Titik Pengucapan Huruf Hijaiyah
5- Al-Khoysyuum
5. Al-Khoysyuum: Saluran hidung ( )الخيشوم:
Ini merupakan saluran pada hidung yang
terhubung dengan bagian belakang mulut.
Saluran ini adalah tempat munculnya sifat
ghunnah.
24
Titik-Titik Pengucapan Huruf Hijaiyah
• Al-Ghunnah:
• Definisi secara bahasa: ghunnah ialah bunyi yang keluar dari saluran
hidung.
• Definisi praktis: ialah bunyi dengung yang melekat pada huruf nun dan
huruf mim
• Catatan Penting:
1. Tidak ada peran titik pengucapan lain dalam menghasilkan bunyi
ghunnah (baik tenggorokan maupun lidah).
2. Panjangnya sepanjang dua harakat.
3. Pembaca yang baik harus memperhatikan agar tidak menghasilkan
ghunnah sepenuhnya dari hidung.
25
Titik-Titik Pengucapan Huruf Hijaiyah
• Catatan Penting:
2. Ghunnah kadang-kadang merupakan huruf dan kadang-kadang
merupakan sifat.
A. Sebagai huruf
i. Muncul pada huruf mim dan nun bertasydid atau الميم ُوالنون اُلمشدد
ii. Muncul pada sifat melebur dengan ghunnah atau االدغام بالغنة
iii. Muncul pada sifat menyembunyikan (ikhfa’) dengan ghunnah
B. Sebagai sifat
Muncul bersama sifat “( ”إظهارjelas) dan “ ( ”االدغام بغيرالغنةmelebur
tanpa ghunnah)
3. Ghunnah diintensifkan dengan huruf “shod, dhod, tho, zho, dan
qof”; dan dilembutkan bila bertemu huruf ikhfa’ lainnya.
26
Titik-Titik Pengucapan Huruf Hijaiyah
Tingkatan Ghunnah:
Ghunnah memiliki empat tingkatan bergantung pada tanda nun atau
mim apakah bertanda tasydid, sukun, atau bervokal (harakat):
1. Paling lengkap: terjadi saat huruf nun dan mim bertasydid dengan sifat
idghom Imelebut) disertai ghunnah.
2. Lengkap: terjadi saat terjadi sifat ikhfaa’
3. Tidak lengkap: terjadi saat nun bertanda sukun
4. Paling tidak lengkap: saat huruf nun dan mim bervokal. Contoh:
fanunabbi’ukum – wanazzalnaa – wa anzalnaa – nahnu naqushshu
‘alayka ahsanal qoshoshi – wama malakat aymaanukum – fazadahum
iimanaam ma‘a iimanihim
27