Anda di halaman 1dari 29

LAPORAN KERJA PRAKTEK

DESAIN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA PANAS BUMI (PLTP) KAMOJANG 3MW SUB : SUMUR PRODUKSI MENUJU STEAM TURBINE (Studi Kasus Balai Rekayasa Desain Dan Teknologi)

TURBINE (Studi Kasus Balai Rekayasa Desain Dan Teknologi) Disusun oleh : DIMAS ARDIANSYAH HALIM I 0407003

Disusun oleh :

DIMAS ARDIANSYAH HALIM I 0407003

JURUSAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA

2011

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET - FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK MESIN Jln.Ir. Sutami

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET - FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK MESIN Jln.Ir. Sutami No. 36A Kentingan Surakarta 57126 Telp. 0271-632163 Fax 0271-662118

Kentingan Surakarta 57126 Telp. 0271-632163 Fax 0271-662118 LEMBAR PENGESAHAN Laporan kerja praktek dengan judul

LEMBAR PENGESAHAN

Laporan kerja praktek dengan judul “DESAIN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA PANAS BUMI (PLTP) KAMOJANG 3MW SUB: SUMUR PRODUKSI MENUJU STEAM TURBINE” telah diseminarkan dan disahkan sebagai laporan akhir kerja praktek.

Disahkan pada hari jumat tanggal 14 bulan Oktober tahun 2011.

laporan akhir kerja praktek. Disahkan pada hari jumat tanggal 14 bulan Oktober tahun 2011. Surakarta, 14

Surakarta, 14 Oktober 2011

laporan akhir kerja praktek. Disahkan pada hari jumat tanggal 14 bulan Oktober tahun 2011. Surakarta, 14
laporan akhir kerja praktek. Disahkan pada hari jumat tanggal 14 bulan Oktober tahun 2011. Surakarta, 14

ii

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Sesungguhnya segala puji hanyalah bagi Allah SWT, atas izin-Nya akhirnya laporan Kerja Praktek ini dapat diselesaikan Penulis dengan baik dan tepat pada waktunya. Laporan Kerja Praktek ini, Penulis susun berdasarkan Kerja Praktek yang dilaksanakan di Balai Rekayasa Desain dan Sisten Teknologi BPPT, Serpong, Tangerang. Yang dimulai pada tanggal 1 Juli sampai 05 Desember 2010. Kerja Praktek ini dilaksanakan sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan Strata-1 di Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret. Penulis mengucapkan terima kasih yang sangat mendalam kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam pelaksaan Kerja Praktek dan penulisan laporan kerja praktek ini, khususnya kepda :

1. Bapak Didik Djoko Susilo, ST. MT, selaku Ketua Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret.

2. Bapak Ir. Wijang Wisnu R., MT, selaku Koordinator Kerja Praktek Jurusan Teknik Mesin Fakultas teknik Universitas Sebelas Maret.

3. Bapak Ir. Agus Sujono, MT, selaku Pembimbing Kerja Praktek Jurusan Teknik mesin Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret.

4. Bapak Ir. Adiarso, M.Sc., selaku Kepala Balai Rekayasa Desain dan Sistem Teknologi.

5. Bapak Dr. Yoga Prayoga, ST selaku penanggung jawab Kerja Praktek serta selaku Kepala Seksi Rekayasa Desain dan Rancang Bangun di Balai Rekayasa Desain dan Sistem Teknologi.

6. Bapak Ir. Arli guardi, selaku pembimbing Kerja Praktek Balai Rekayasa Desain dan Sistem Teknologi.

7. Mas Suratman,pak Jajang, mas Abas, mas Ludfi, mas Adi, , mas Zul, pak Jaya, pak Sain, pak Winda dan semua teman satu ruangan.

iii

8. Segenap karyawan dan staff balai Rekayasa Desain dan Sistem Teknologi.

9. Bapak Sadeli, Ibu Siti Syamsiyah, mas Haris Febrianto Firdaus serta keluarga besar Bani Rochmat yang senantiasa memberikan dukungan dan doanya kepada Penulis.

10. Keluarga besar bapak Nurjaya yang telah menyediakan tempat berteduh kami selama menjalankan kerja praktek.

11. Pak Nurman, bu Ratmi, mas Sugeng, bang Topik, bang Adin, bang Arman, mbak Desti, mbak Siko, mbak Indah, Sahal, Ari, Febri serta anak-anak TPA kost Nurjaya yang telah menemani hari-hari di perantauan selama Kerja Praktek.

12. Teman-teman seperjuangan, Teknik Mesin angkatan 2007.

13. Serta semua pihak yang belum disebutkan diatas, namun telah banyak membantu Penulis yang tak mampu Penulis sebutkan satu per satu.

Penulis juga mengucapkan permohonan maaf apabila ada kesalahan-kesalahan dalam penyusunan laporan ini. Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, segala saran dan kritikan yang sifatnya membangun, Penulis harapkan demi kesempurnaan dari laporan ini. Akhir kata Penulis berharap, semoga laporan Kerja Praktek ini berguna bagi kita semua dalam menujang kemajuan Teknik Mesin Universitas Sebelas Maret dan Bangsa Indonesia. Amin. Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

iv

Surakarta,

Desember 2010

Penulis

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL

i

HALAMAN PENGESAHAN

ii

KATA PENGANTAR

iii

DAFTAR ISI

v

DAFTAR TABEL

vii

DAFTAR GAMBAR

viii

BAB 1. PENDAHULUAN

1

1.1. Latar Belakang

1

1.2. Tujuan

2

1.3. Manfaat

2

1.4. Batasan Masalah

2

1.5. Metode Pengumpulan Data

3

1.6. Waktu dan Tempat Pelaksanaan

3

1.7. Sistematika Penulisan

3

BAB II. PROFIL PERUSAHAAN

5

2.1. Sejarah Balai Riset Desain dan Sistem Teknologi BPPT

5

2.2. Visi dan Misi Lembaga

7

2.3. Pengalaman Proyek

8

2.4. Lokasi

9

2.5. Struktur Organisasi

11

2.6. Kepegawaian

12

BAB III. PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA PANAS BUMI (PLTP)

KAMOJANG 3MW

17

3.1.

Gambaran Umum

17

3.2.

Pehitungan Heat and Mass Balance

23

3.3

Kondisi Areal

29

3.4

Pipe and Instrument Diagram (P&ID)

31

v

BAB IV.STUDI KASUS DESAIN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA PANAS BUMI (PLTP) KAMOJANG 3MW

SUB : SUMUR PRODUKSI MENUJU STEAM TURBINE

42

4.1 Konsep Desain

42

4.1.1 Perhitungan heat and mass balance

44

4.1.2 Menghitung energi yang dihasilkan generator

48

4.1.3 Pemilihan tipe equipment yang akan digunakan

50

4.2 Perpipaan

51

4.2.1 Pemilihan isolasi pipa

53

4.2.2 Perhitungan dimensi pipa

55

4.3 Desain PLTP

58

4.3.1

Pipe and Instrument Diagam (P&ID) Studi kasus

59

4.4 Spesifikasi Peralatan

73

4.4.1 Pada separator vetikal 2 fasa dengan demister

73

4.4.2 Pada Steam Turbine

75

4.4.3 Pada Steam Jet Ejector

76

4.5 Isometric Pipe

77

4.6 Analisis Penurunan Tekanan (Pressure Drop) Menggunakan Software Pipe Flow Expert

91

4.7 Pengenalan software CAESAR II 4.2

110

4.8 Gambar hasil desain PLTP Kamojang 3MW

124

4.9 Standard Operatio Prochedure

129

4.10 Estimasi Dana Pembangunan Desain Pipa Studi Kasus PLTP Kamojang 3MW

130

BAB V PENUTUP

131

5.1. Kesimpulan

131

5.2. Saran

131

DAFTAR PUSTAKA

x

LAMPIRAN

xi

DAFTAR TABEL

vi

Tabel 3.1 Komposisi Hasil Analisis Kimia PLTP Unit IV Kamojang (PGE, tanggal 3 Maret 2009)

18

Tabel 3.2 Flow rate hasil analisis PLTP unit IV Kamojang (PGE, tanggal 3 Maret 2009)

18

Tabel 3.3 Keterangan Flow Diagram

20

Tabel 3.4 Keadaan sumur produksi

24

Tabel 3.5 Hasil perhitungan heat & mass balance

28

Tabel 3.6 Beberapa jenis valve dan instrumen yang digunakan

41

Tabel 4.1 Keterangan Process Flow Diagram Studi Kasus PLTP

43

Tabel 4.2 Hasil perhitungan heat & mass balance

47

Tabel 4.3 Kondisi uap kebutuhan demister

47

Tabel 4.4 Kondisi uap kebutuhan steam turbine

47

Tabel 4.5 Kondisi uap kebutuhan steam jet ejector

48

Tabel 4.6 Keterangan spesifikasi perpipaan berdasar ASME B31.3 Process Piping Guide rev.2

53

Tabel 4.7 Cakupan temperatur kerja bahan isolasi pipa

54

Tabel 4.8 Kecepatan yang diperbolehkan pada pipa berdasarkan ASME 31.1 Power Piping

57

Tabel 4.9 Hasil perhitungan diameter pipa pada P&ID sumur produksi

62

Tabel 4.10 Hasil perhitungan diameter pipa pada P&ID demister

66

Tabel 4.11 Hasil perhitungan diameter pipa pada P&ID steam turbine

70

Tabel 4.12 Hasil perhitungan diameter pipa pada P&ID steam jet ejector

73

Tabel 4.13 Katalog Didion Separator Company

74

Tabel 4.14 Katalog Steam Turbine V-FLO Pump & Systems

75

Tabel 4.15 Katalog Steam jet ejector Schutte & Koerting

77

Tabel 4.16 Beberapa jenis support pipa pada CAESAR II 4.2

112

Tabel 4.17 Rekomendasi penempatan support pipa pada CAESAR II 4.2

119

Tabel 4.18 Estimasi dana PLTP Kamojang 3MW

132

vii

DAFTAR GAMBAR

Gb.

2.1.Peta Lokasi Kawasan PUSPIPTEK Serpong

9

Gb. 2.2 Tata letak Balai

10

Gb. 2.3 Bagan struktur organisasi

11

Gb. 3.1 Flow Diagram PLTP

19

Gb. 3.2 Letak Areal Kamojang

29

Gb. 3.3 Sumur Areal Kamojang

30

Gb.

3.4 Gambar Areal Lahan Kerja Kamojang

30

Gb. 3.5 P&ID sumur produksi

31

Gb. 3.6 P&ID Demister

32

Gb. 3.7 P&ID Steam Turbine

33

Gb. 3.8 P&ID Kondenser

34

Gb. 3.9 P&ID Gas extraction vacuum ejector system

35

Gb. 3.10 P&ID Gas extraction vacuum pump system

36

Gb. 3.11 P&ID Cooling Tower

37

Gb. 3.12 P&ID Auxillary Cooling Water

38

Gb.

3.13 P&ID Sistem Re-injeksi

39

Gb. 3.14 P&ID Rock Muffler

40

Gb.

4.1

Process Flow Diagram Studi Kasus PLTP

42

Gb. 4.2 Grafik T-S kondisi uap pada sumur produksi

44

Gb. 4.3 Grafik T-S kondisi uap sebelum demister

45

Gb. 4.4 Grafik T-S kondisi uap setelah demister

45

Gb. 4.5 Grafik T-S kondisi uap setelah steam turbine

46

Gb. 4.6 Grafik T-S diagram

48

Gb. 4.7 Grafik T-S kondisi uap masuk steam turbine

49

Gb. 4.8 Grafik T-S kondisi uap keluar steam turbine kondisi isentropik

49

Gb. 4.9 Bahan fiberglass sebagai isolasi pipa

54

Gb. 4.10 Plan View Studi Kasus

58

Gb. 4.11 P&ID sumur produksi

59

Gb. 4.12 P&ID Demister

63

viii

Gb.

4.13 P&ID Steam Turbin

 

67

Gb. 4.14 P&ID Steam Jet Ejector

71

Gb. 4.15 Demister

74

Gb. 4.16 Steam Turbine

75

Gb. 4.17 Steam Jet Ejector model

76

Gb. 4.18 Gambar isometric pipe bagian I

78

Gb.

4.19

Gambar

isometric

pipe

bagian II

79

Gb. 4.20 Gambar isometric pipe bagian III

80

Gb. 4.21 Proses input data fluida pada pipeflow expert

92

Gb. 4.22 Proses input data pipa pada pipeflow expert

92

Gb. 4.23 Gambar data pipa dan fluida pada pipeflow expert

93

Gb. 4.24 Gambar result log pada pipeflow expert

94

Gb.

4.25 Tampilan awal CAESAR II 4.2

110

Gb. 4.26 Tampilan lembar memasukkan data pipa pada CAESAR II 4.2

111

Gb. 4.27 Memberi support (penopang) pipa pada CAESAR II 4.2

112

Gb. 4.28 Melakukan analisa tes awal CAESAR II 4.2

113

Gb. 4.29 Analisa tes awal CAESAR II 4.2

114

Gb. 4.30 Tampilan hasil analisa tes awal CAESAR II 4.2

114

Gb. 4.31 Analisa keseluruhan CAESAR II 4.2

115

Gb. 4.32 Tampilan hasil analisa keseluruhan CAESAR II 4.2

115

Gb. 4.33 Input data pada CAESAR II 4.2

116

Gb. 4.34 Tampilan isometrik hasil input data pada CAESAR II 4.2

117

Gb. 4.35 Tampilan node pipa pada CAESAR II 4.2

119

Gb. 4.36 Tampilan support pipa pada CAESAR II 4.2

120

Gb. 4.37 Tampilan support pipa pada gb.3D CAESAR II 4.2

120

Gb.

4.38 Posisi Maximum Forces dan Moments pada CAESAR II 4.2

121

Gb. 4.39 Gambar 3D sumur produksi menuju steam turbine

124

Gb. 4.40 Pipe rack penopang pipa

124

Gb. 4.41 Pipe rack penopang pipa

 

125

Gb.

4.42 Steam turbine dan generator di dalam power house

125

Gb. 4.43 Output gambar 3D desain PLTP

126

ix

Gb. 4.44 Output gambar bagian steam turbine

126

Gb. 4.45 Output gambar bagian cooling tower

127

Gb. 4.46 Output gambar bagian steam jet ejector

127

Gb. 4.47 Output gambar bagian Demister

128

Gb. 4.48 Output gambar bagian rock muffler

128

x

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Di samping kegiatan akademik di bangku kuliah, terdapat Kerja Praktek (KP) yang merupakan kegiatan akademik yang wajib dilaksanakan bagi mahasiswa Teknik Mesin UNS sebagai sarana untuk mengenal dunia kerja yang berkaitan dengan latar belakang akademik yang tengah ditekuni. Kegiatan Kerja Praktek ini tidak hanya berperan dalam mengenalkan mahasiswa dengan dunia kerja tetapi juga menuntut mahasiswa untuk dapat berkarya dengan bekal pengetahuan yang telah diperoleh di bangku kuliah dan menggabungkannya dengan pengalaman selama berada di lingkungan tempat Kerja Praktek. Dengan demikian, diharapkan ke depan bahwa mahasiswa dapat lebih siap dalam mengarungi dunia kerja pasca perkuliahan. Adapun untuk pelaksanaan KP, penulis melaksanakannya di Balai Rekayasa Desain dan Sistem Teknologi (BRDST)-BPPT, dari tanggal 1 Juli 2010 s.d. 05 Desember 2010. Secara khusus, yang melatarbelakangi dipilihnya BRDST-BPPT untuk Kerja Praktek ini, adalah karena BRDST-BPPT merupakan Engineering Center di BPPT. Selain itu, balai ini secara langsung juga bekerjasama dengan banyak perusahaan yang bergerak di bidang keteknikan baik di dalam maupun di luar negeri. Dalam pelaksanaan KP ini, Penulis diberi kesempatan oleh Kepala BRDST-BPPT, melalui pertimbangan latar belakang studi yang diambil oleh penulis yaitu Mechanical Engineering, untuk melakukan Kerja Praktek di Drafter Departement khususnya di Pipe Stress Analysis. Tugas dari seksi ini adalah bersama-sama dengan seksi lain mengerjakan proyek pembuatan desain pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Kamojang 3MW yang sedang dikerjakan oleh tim khusus

1

2

dari balai tersebut. Dalam pengerjaan Pipe Stress Analysis digunakan software CAESAR II 4.20 dan Pipeflow experts, dimana output yang diharapkan dapat diketahui sebuah desain pipa dan support pipa yang aman untuk diaplikasikan pada kondisi yang sesungguhnya.

1.2. Tujuan

Adapun tujuan dari pelaksanaan Kerja Praktek ini adalah :

1. Dapat mendesain pipa yang digunakan pada Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang 3MW dari sumur produksi menuju steam turbine.

2. Mengetahui cara menggunakan software CAESAR II 4.2 serta cara analisa tegangan pipa menggunakan software tersebut.

1.3. Manfaat

Manfaat yang diperoleh :

1. Mengembangkan pengetahuan, sikap, keterampilan dan kemampuan melalui penerapan ilmu Teknik Mesin serta latihan di lingkungan BRDST – BPPT.

2. Mendapatkan gambaran umum mengenai Balai Rekayasa Desain dan Sistem Teknologi – BPPT terutama yang berhubungan dengan Teknik Mesin.

3. Memberikan dan menambah informasi, wawasan serta pengetahuan juga bahan perbandingan yang bermanfaat mengenai Pipe Stress Analysis dengan menggunakan software CAESAR II 4.2.

1.4. Batasan Masalah Dalam laporan ini, pembahasan dititikberatkan pada desain pipa pembangkit listrik tenaga panas bumi Kamojang 3MW dari sumur produksi menuju steam turbine dan memodelkan pipa serta penentuan support pipa dengan menggunakan bantuan software CAESAR II 4.20.

3

1.5. Metode Pengumpulan Data Dalam penulisan laporan ini, penulis berusaha mengumpulkan data yang sesuai dengan keadaan yang sebenarnya, sehingga dapat memberikan gambaran yang cukup jelas atas objek yang diperiksa. Namun sayangnya penulis tidak bisa berkunjung langsung ke lokasi proyek karena keterbatasan waktu dan biaya. Sehingga pengumpulan data serta pemahaman tentang berbagai hal yang akan dibahas dalam laporan ini dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut :

a. Metode Studi Literatur. Merupakan metode pengumpulan data dengan cara membaca, mempelajari, dan memahami buku-buku referensi dari berbagai sumber.

b. Metode Wawancara Merupakan metode pengumpulan data dengan cara mewawancarai Drafter dan equipment Engineer.

1.6. Tempat dan Waktu Pelaksanaan

Tempat

: Balai Riset Desain dan Sistem Teknologi-BPPT Kawasan

Waktu

Puspitek Serpong, Tangerang : 1 Juli 2010 – 5 Desember 2010

1.7. Sistematika Penulisan Untuk memudahkan dalam memahami laporan ini, maka lapora ini disusun dengan sistematika sebagai berikut :

1. BAB I PENDAHULUAN Berisi latar belakang, tujuan dan manfaat, batasan masalah, metode

pembahasan, tempat dan waktu pelaksanaan dan sistematika penulisan.

4

2. BAB II PROFIL PERUSAHAAN Berisi penjelasan singkat tentang Balai Rekasa Desain dan Sistem Teknologi-BPPT, struktur organisasi, BRDST-BPPT.

3. BAB III

PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA PANAS BUMI

(PLTP) KAMOJANG 3MW Berisi gambaran umum tentang pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Kamojang 3MW dan kondisi sumur produksi.

4. BAB IV

STUDI KASUS DESAIN PEMBANGKIT LISTRIK

TENAGA PANAS BUMI (PLTP) KAMOJANG 3MW SUB : SUMUR PRODUKSI MENUJU STEAM TURBINE Berisi gambaran umum areal lokasi pembangunan PLTP Kamojang berupa gambar autocad.

5. BAB V PENUTUP Penutup berisi kesimpulan dari pembahasan dan saran untuk perbaikan selama melaksanakan kerja praktek di Balai Rekayasa Desain dan Sistem Teknologi-BPPT Puspitek Serpong, Tangerang.

BAB II PROFIL PERUSAHAAN

2.1 Sejarah dan Perkembangan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) adalah lembaga pemerintah non-departemen yang berada dibawah koordinasi

Kementerian Negara Riset dan Teknologi yang mempunyai tugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang pengkajian dan penerapan teknologi. Proses pembentukan BPPT bermula dari gagasan Mantan Presiden Soeharto kepada Prof. Dr. Ing. B.J. Habibie pada tanggal 28-Januari-1974. Dengan surat keputusan no. 76/M/1974 tanggal 5-Januari-1974, Prof. Dr. Ing. B.J. Habibie diangkat sebagai penasehat pemerintah dibidang advance teknologi dan teknologi penerbangan yang bertanggung jawab langsung pada presiden dengan membentuk Divisi Teknologi dan Teknologi Penerbangan (ATTP) Pertamina. Melalui surat keputusan Dewan Komisaris Pemerintah Pertamina No.04/Kpts/DR/DU/1975 tanggal 1 April 1976, ATTP diubah menjadi Divisi Advance Teknologi Pertamina. Kemudian diubah menjadi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia No.25 tanggal 21 Agustus 1978. Diperbaharui dengan Surat Keputusan Presiden No.47 tahun 1991. Berikut kepala-kepala BPPT dari awal berdiri sampai sekarang:

Periode

1. Prof. Dr.Ing. B.J. Habibie • 1974-1998

2. Prof. Dr. Rahardi Ramelan • 1998-1998

3. Prof. Dr. Zuhal MSEE • 1998-1999

4. Dr. A.S. Hikam • 1999-2001

5. Ir. M. Hatta Rajasa • 2001-2004

6. Dr. Kusmayanto Kadiman • 2004-2006

7. Prof. Ir. Said Djauharsyah Jenie, Sc.D • 2006-2008

5

6

8. Dr. Ir. Marzan A. Iskandar • 2008-Sekarang

Balai Rekayasa Desain dan Sistem Teknologi-BPPT adalah salah satu unit di kedeputian TIEM-BPPT. Balai ini juga dikenal dengan nama Engineering Center-BPPT. Balai ini bertugas untuk mengkaji dan mengembangkan engineering design technology untuk proses industri dalam bentuk pilot plant. Balai ini didirikan pada Januari 1993 dengan nama Tim Pusat Pengembangan Rekayasa dan Rancang Bangun BPIS (P2R2B-BPIS) atau disebut juga Engineering Center-BPIS yang berada dibawah Biro Teknologi Rekayasa Rancang Bangun BPIS dengan Direktorat TKKE- TIEML-BPPT. Pada pertengahan 1995, balai ini berubah nama menjadi Pusat Rekayasa Rancang Bangun-BPPT (PRRB) dengan aktivitas utama

pada desain teknik Nuclear Power Plant AP600 untuk Westinghouse Electric Corporation, Amerika Serikat yang mencakup pembuatan turbin. Untuk meningkatkan pengembangan dan peningkatan kapabilitas Engineering Center-BPPT dalam hal desain teknik dan fasilitas tim, maka sejak 4 April 2001 tim tersebut diubah menjadi unit teknis dengan nama Balai Rekayasa Desain dan Sistem Teknologi-Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BRDST-BPPT). Tujuan dibentuknya BRDST adalah untuk melaksanakan instruksi pemerintah dalam bidang pengkajian dan penerapan teknologi yang mengikuti peraturan pemerintah yang valid. BRDST-BPPT memberikan jasa keteknikan dalam arti yang luas mulai dari konsep desain hingga fabrikasi, konstruksi, operasi, maintenance, dan decommissioning, yang terdiri atas:

1. Desain sistem proses

2. Desain mechanical equipment

3. Desain struktur baja

4. Layout perpipaan

7

6.

Desain sistem elektrikal

7.

Desain sistem instrumentasi dan kontrol

8.

Sistem modularisasi

9.

Plant Data & Project Management

10.

2D/3D Computer Aided Design/Graphic Modeling

11.

Technical Training untuk perpipaan dan plant design

12.

Engineering-Procurement–Construction of Biodiesel Plant

Engineering Center-BPPT didukung dengan software-software

penunjang untuk memudahkan dalam integrasi rancangan menjadi lebih efisien mulai dari preliminary design task sampai gambar teknik final untuk fabrikasi dan konstruksi. Dalam pelaksanaan proyek, data yang up to date diperlukan untuk ketepatan dan keakuratan dalam pengerjaannya. Software-software yang biasa digunakan sebagai penunjang antara lain:

1. Integraph PDS

2. Xsteel

3. Gate Cycle

4. Advanced Pressure Vessel

5. PS+CAE Pipe

6. STAAD Pro

7. MicroStation

8. AutoCAD

9. CADWORK

2.2 Visi dan Misi BRDST

2.2.1. Visi Pusat keunggulan dalam bidang rekayasa desain dan sistem teknologi dengan penekanan pada kemitraan.

2.2.2. Misi

Menerapkan rekayasa desain dan sistem teknologi untuk meningkatkan daya saing industri

8

Melayani lembaga industri dan pemerintah serta industri di bidang rekayasa desain dan sistem teknologi.

2.3 Pengalaman Proyek Beberapa pengalaman proyek yang pernah diikuti oleh Engineering Center-BPPT antara lain:

1. Westinghouse AP600 Nuclear Passive Reactor, Westinghouse Electric Corporation, Pittsburgh, PA, USA.

2. Madura “BD” Development Project, PT. PAL Indonesia.

3. Bontang LNG Plant Expansion Project-Train H, PT. IKPT (Inti Karya Persada Teknik).

4. Plant Design Training, PT. Rekayasa industri.

5. Hg and CO2 Removal in Natural Gas Processes, Piping and Plant Design Training, PT. Pakarya Industri.

6. TUNU Development Project, PT. PALAMEC.

7. VITA-A Retrofit-Well Platform, PT. PALAMEC.

8. Module Structure Design for AFT Transom Platform for Additional Cable Release System at Widuri Tanker, PT. PALAMEC.

9. Tangguh LNG Plant Feed Participation, Bechtel Corp. Houston, USA.

10. PIM-2 Ammonia and Urea Structure Detailing, PT. Rekayasa Industri.

11. PIM-2 Ammonia and Urea Plant Modeling, PT. Krakatau Engineering Corp.

12. Detail Design for Mini CPO Plant.

13. EPC of Biodiesel Plant with capacities of 1-3 and 6-10 tons/day.

Selain proyek dengan klien-klien diatas, Engineering Center-BPPT juga telah menjalin kerjasama dengan subkontraktor seperti Bechtel Corp., Southern Electric Co., Burns and Roe, Ansaldo, Initec and SNERDY (Shanghai Nuclear Engineering Research and Development Institute).

9

2.4

Lokasi

Balai Rekayasa Desain dan Sistem Teknologi-BPPT memiliki dua gedung yaitu office dan workshop. Office terletak di Gedung I BPPT lantai 6, Jl. M.H. Thamrin no. 8, Jakarta 10340, Indonesia. Sedangkan workshop, yang dijadikan lokasi

pelaksanaan Kerja Praktek, terletak di Pilot Plant Biodiesel, Kawasan PUSPIPTEK, Serpong, Tangerang 15314, Banten. Batas-batas balai adalah sebagai berikut :

1. Sebelah utara berbatasan dengan lahan kosong

2. Sebelah selatan berbatasan dengan Sentra Teknologi Polimer (STP)

3. Sebelah timur berbatasan dengan lahan kosong dan pusat Metalurgi LIPI.

4. Sebelah barat berbatasan dengan lahan kosong dan sungai Cisadane

4. Sebelah barat berbatasan dengan lahan kosong dan sungai Cisadane Gambar 2.1 Peta Lokasi Kawasan PUSPIPTEK

Gambar 2.1 Peta Lokasi Kawasan PUSPIPTEK Serpong.

10

11

11 Gambar 2.2 Tata letak Balai

Gambar 2.2 Tata letak Balai

12

2.5 Struktur Organisasi

KEPALA BALAI Dr. Ir. Adiarso, M.Sc. Administrasi Dani Rudiana,SE
KEPALA BALAI
Dr. Ir. Adiarso, M.Sc.
Administrasi
Dani Rudiana,SE
BALAI Dr. Ir. Adiarso, M.Sc. Administrasi Dani Rudiana,SE Seksi pelayanan jasa dan kerjasama Ir. Hariana, MM
BALAI Dr. Ir. Adiarso, M.Sc. Administrasi Dani Rudiana,SE Seksi pelayanan jasa dan kerjasama Ir. Hariana, MM

Seksi pelayanan jasa dan kerjasama

Ir. Hariana, MM

Seksi rekayasa desain dan rancang bangun

Dr. Yoga Peryoga, ST

Gambar 2.3 Bagan struktur organisasi

Kepala balai

Melaksanakan koordinasi pada kegiatan pengembangan, pengkajian, penerapan dan rekayasa desain sistem dan teknologi rancang bangun serta alih teknologi, dengan pendelegasian tugas, dan pengawasan pada bawahan sehingga tugas pokok dan fungsi balai dapat dilaksanakan dengan baik.

Seksi rekayasa desain dan rancang bangun (koordinator teknis)

Menjalankan koordinasi pada kegiatan pengembangan, pengkajian,penerapan dan rekayasa desain sistem dan teknologi rancang bangun serta alih teknologi, dengan melakukan penyiapan pengembangan dan aplikasi teknologi dalam rangka meningkatkan kemampuan di bidang rekayasa desain sistem dan teknologi rancang bangun serta memberikan jasa enjiniring kepada masyarakat industri

13

dan instansi pemerintah serta pengawasan kegiatan pelayanan jasa sehingga mutu pelayanan jasa dapat dijaga dan dioptimalkan.

Menyusun dan melaksanakan strategi pemasaran sesuai dengan hasil studi pasar.

Seksi pelayanan jasa dan kerjasama (koordinator pemasaran)

Melaksanakan koordinasi pada kegiatan pengembangan, pengkajian, penerapan dan rekayasa desain sistem dan teknologi rancang bangun serta alih teknologi, dengan melakukan urusan pelayanan jasa dan kerjasama di bidang rekayasa desain sistem dan teknologi rancang bangun dengan masyarakat industri dan instansi pemerintah serta pemasyarakatannya, sehingga tugas pokok dan fungsi balai dapat dilaksanakan dengan baik.

Sub bagian Administrasi (koordinator umum)

Melaksanakan koordinasi pada kegiatan pengembangan, pengkajian, penerapan dan rekayasa desain sistem dan teknologi rancang bangun serta alih teknologi, dengan melakukan urusan kepegawaian, keuangan, tata laksana dan administrasi rumah tangga kebalaian, sehingga tugas pokok dan fungsi balai dapat dilaksanakan dengan baik.

2.6

Kepegawaian Secara umum status kepegawaian yang ada di Balai Rekayasa Desain dan Sistem Teknologi (BRDST-BPPT) ada dua, yaitu pegawai negeri sipil (PNS) dan pegawai honorer. Pegawai negeri sipil atau PNS adalah pegawai yang berstatus tetap dan tiap bulannya mendapat gaji dari pemerintah. Mereka masuk ke BRDST-BPPT melalui seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS). Pegawai honorer adalah pegawai yang tidak tetap. Mereka dibayar oleh pihak Balai sendiri. Mereka biasanya

14

diikutsertakan dalam proyek-proyek yang diadakan (BRDST-BPPT). Mereka masuk ke lingkungan balai tanpa melalui seleksi CPNS sehingga bersifat sementara dan sewaktu-waktu dapat keluar dari balai. Secara resmi status kepegawaian yang ada di Balai Rekayasa Desain dan Sistem Teknologi (Engineering Center) BPPT mengikuti

sistem kepegawaian yang ada di ruang lingkup Badan Pengkajian dan Penerapan Sistem Teknologi (BPPT). Pegawai resmi yang ada di lingkungan (BRDST-BPPT) berstatus pegawai negeri sipil (PNS). Ada dua pilihan karier bagi PNS yang ada di lingkungan BPPT, yaitu struktural dan fungsional. Pegawai struktural adalah pegawai yang bersifat mengurusi manajemen di stuktural ruang lingkup Badan Pengkajian dan Penerapan Sistem Teknologi (BPPT). Pegawai struktural yang kita kenal seperti Kepala BPPT, Kepala Balai, Kepala Bagian, Kepala Sub. Bagian Tata Usaha, Kepala Proyek, dan sebagainya. Pegawai struktural yang tidak terjun langsung ke kegiatan penelitian dan perekayasaan. Mereka biasanya hanya bertugas sebagai pemantau dan pengawas proyek. Pegawai fungsional adalah pegawai yang berperan secara langsung dalam kegiatan penelitian atau perekayasaan. Pegawai fungsional di lingkungan Badan Pengkajian Dan Penerapan Teknologi (BPPT) berpangkat sebagai perekayasa. Perekayasa sendiri memeliki peran yang sentral dalam pengembangan teknologi dilingkungan BPPT. Peran dan tugas yang diemban oleh perekayasa yaitu:

1. Engineering Staff (ES)

Melaksanakan desain

Melaksanakan perhitungan

Melaksanakan eksplorasi dan observasi

Melaksanakan modifikasi

Melaksanakan pengukuran

Melaksanakan perawatan

Melaksanakan studi kelayakan

15

Melaksanakan studi banding

2. Leader (L)

Memberikan metode untuk desain, perhitungan, pengujian, ekplorasi dan observasi, modifikasi, perawatan, pemeliharaan, studi kelayakan, dan studi banding

Mengoptimalkan hasil-hasil setiap Engineering Staff dalam satu kesatuan dalam work package (WP)-nya

Melaksanakan pertemuan diskusi teknik dan kelompok WP-nya

Memberikan presentasi hasil kegiatan dihadapan leader secara berkala (pemaparan, diskusi, dan penyimpulan hasil)

3. Group Leader (GL)

Mengombinasikan (sub integarasi) hasil-hasil desain, perhitungan, pengujian, eksplorasi dan observasi, modifikasi, perawatan, dan pemeliharaaan, audit teknologi dari setiap WP di dalam WBS-nya

Mengikuti evaluasi teknis bulanan dari chief engineering (CE) dan evaluasi pendanaan dan scheduling dari program manager (PM)

Memberikan presentasi bulanan status kegiatan di WBS-nya pada pertemuan program dengan kepala program

Membuat perencanaan kontrak kerjasama teknis bersama PM

4. Asisten program manager Membantu program manager dalam:

Membuat perencanaan dan pengendalian pendanaan program

Membuat perencanaan kontrak pengadaan barang

Mengevaluasi berkala dengan para GL tentang ketepatan jadwal dan pendanaan program

Memantau jalannya program dari segi waktu dan pendanaan

16

Membentuk organisasi program bersama Kepala Program (KP) dan Chief Engineering (CE)

Membuat perencanaan kontrak pengadaan barang

Membuat evaluasi berkala dengan para GL tentang ketepatan jadwal dan pendanaan program

Memantau jalannya program dari segi waktu dan pendanaan

6. Asisten Chief Engineer Membantu CE dalam:

Membentuk organisasi bersama KP dan PM

Menyiapkan engineering/test/production manual

Merencanakan SDM serta memilih ES&T untk program

Memantau jalannya program dari segi teknis

Melaksanakan pertemuan berkala dengan KP, GL, dan PM

7. Chief Engineer (CE)

Membentuk organisasi program bersama KP dan PM

Merencanakan SDM serta memilih ES & T untuk program

Memantau program dari segi teknis

Melaksanakan trade off diantara hasil hasil setiap WBS menjadi suatu kesatuan hasil program

Melaksanakan pertemuan berkala dengan PM dan GL

Melaksanakan pertemuan berkala dengan KP, PM dan GL

8. Kepala Program

Melakukan perencanaan program

Menetapkan organisasi program bersama CE dan PM

Mengangkat personil dan organisasi program

Menyelenggrakan pertemuan bulanan untuk jalannya program secara teknis maupun pendanaan dan scheduling

17

Memantau jalannya program dalam tiga tahap program review

Mensosialiasikan hasil-hasil program ke para pengguna

Mengusahakan diperolehnya hak atas kekayaan intelektual (HAKI) dari program yang dipimpinnya

Selain peran dan tugas-tugas yang disebutkan diatas, perekayasa juga

memiliki tugas penyusunan laporan. Laporan-laporan tersebut antara lain:

1. Program Manual

2. Design Manual

3. Engineering/Test Manual

4. Production and Integration Manual

5. Technical Notes

6. Technical Report/Technical Memorandum

7. Technical document

8. Prosress Control and Monitoring (PCM) Document

9. Program Document